Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Salah seorang ahli falak Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhyidin Khazin meninggal dunia, Rabu (22/3) pukul 10.00 WIB di Salatiga, Jawa Tengah.

Kabar duka tersebut disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghozalie Masroeri, Rabu lewat siaran pers.?

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Rencananya alhamrhum akan dimakamkan hari ini, pukul 16.00 WIB, di Desa Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga.

KH Muhyidin Khazin adalah pengurus LF PBNU periode 2005-2015. Ia juga merupakan dosen ilmu falak Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Ghazalie mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya salah seorang tokoh aflak ini. Ia menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga Nu untuk mendoakan almarhum.?

“Mohon seluruh jajaran LFNU/Nahdliyin/Muslimin melaksanakan shalat ghaib, tahlil, dan doa,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Internasional, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 30 Januari 2018

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Oleh: Slamet

Pelbagai kasus kekerasan, anarki dan teror atas nama agama atau yang dilakukan oleh kaum beragama sebenarnya menunjukkan bahwa mereka bukanlah kaum “beragama”. Kesimpulan singkat ini merupakan analisis dasar dari pemahaman makna agama sebagai sebuah institusi yang mengatur kehidupan manusia untuk menuju kedamaian abadi.

Namun sayangnya, banyak kaum-kaum beragama yang justru memanfaatkan dalil-dalil agama untuk melakukan kekerasan. Bahkan, lebih spesifik lagi untuk kepentingan-kepentingan politik. Tragedi Muslim Rohingya, Bom di Gereja Oikumene Samarinda dan tragedi-tragedi kekerasan atas nama agama lainnya menjadi contoh tentang masih banyaknya kaum beragama yang tak “beragama”.

Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Padahal, hakikat beragama bukan terletak pada pengakuan seseorang bahwa ia telah memeluk agama tertentu, kemudian menuliskannya di kartu identitas sebagai bukti ia telah beragama. Begitu pula, dalam beragama juga tidak cukup sekadar membaca terjemah kitab suci, kemudian menelan mentah-mentah tanpa melihat aspek historis dan sosiologis yang melatar belakangi ayat tersebut diturunkan.

Namun, hakikat beragama terletak pada seberapa jauh pemeluk agama mengetahui makna dasar agama itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk menjadikan kaum yang—mengaku—beragama menjadi benar-benar “beragama.” Oleh karena itu, pemahaman terhadap makna dasar agama adalah prasyarat mutlak bagi kaum beragama untuk memahami agama secara hakiki.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menilik pengertian agama dari sudut pandang bahasa, maka agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “a” dan “gama”. Huruf “a” berarti tidak dan “gama” berarti kacau. Lebih gampangnya, agama berarti kedamaian atau menghilangkan kekacauan.

Dari pengertian dasar ini saja, manusia yang mengaku sebagai kaum beragama tidak akan mungkin melakukan kekacauan, karena bertentangan dengan makna agama itu sendiri. Maka, hanya dengan melihat makna agama dari sudut pandang etimologisnya, pantaskah kaum beragama melakukan kekacauan? Atau bahkan lebih dari itu, bolehkan kaum beragama melakukan tindakan anarkis dan teror?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tentu jawabannya tidak. Karena dengan melakukan hal-hal itu, maka kaum beragama telah mengotori hakikat “agama” itu sendiri. Namun sayangnya, justru yang terjadi hari ini adalah tindak kekerasan, anarkis dan teror yang menggunakan dalil agama, khususnya dalil tentang jihad. Salah kaprah pemahaman tentang jihad inilah yang kemudian membuat makna jihad menjadi sesuatu yang dikonotasikan pada aktivitas yang berbau kekerasan bahkan hingga memunculkan the Holy War Doctrine.

Doktrin “Holy War”

Doktrin ”Holy War” adalah sebuah doktrin yang mengajarkan tentang perang yang dilakukan atas perintah Tuhan. Bahkan, lebih jauh lagi kelompok yang meyakini bahwa Tuhan memerintahkan perang ini menganggap aktivitas ini sebagai sebuah tugas suci dan mulia demi mendapatkan derajat tinggi di sisi Tuhannya. Doktrin ini akan mudah sekali dicerna oleh kaum-kaum tekstualis yang hampir selalu mengabaikan latar belakang sebuah ayat diturunkan.

Singkatnya, kaum tektualis memahami sebuah teks ke dalam alih bahasa yang itu pun sebenarnya tidak mesti sama maknanya. Kelompok-kelompok ini pula yang memahami bahwa perang adalah bagian tak terpisahkan dari jihad. Akibatnya, pemahaman ini seolah membuat relasi antara “jihad” dan “perang” sebagai satu kesatuan yang utuh. Padahal tidak demikian adanya. Jihad tidak semata-mata menyoal perang, namun juga perjuangan intelektual (al Ijtihad) dan perjuangan sprititual (al Mujahadah).

Keberadaan kelompok tekstualis yang pada perjalanannya menjadi kaum ekstrimis tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kesadaran yang sangat rendah terhadap kesetaraan manusia di mata hukum, HAM maupun Tuhan menjadikan mereka gelap mata dengan tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan. Padahal, memanusiakan manusia adalah salah satu tujuan utama adanya agama di muka bumi. Sebaliknya, manusia yang tidak mampu memanusiakan manusia sejatinya belum mampu memahami tentang makna agama yang sesungguhnya.

Kondisi ini masih diperkuat dengan akses informasi tentang pemahaman-pemahaman doktrin ekstrimis yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat melalui teknologi informasi. Blog-blog hingga portal-portal berita yang menyajikan referensi tentang doktrin-doktrin kelompok ekstrimis masih terus bertebaran dan jumlahnya terus meningkat.

Hal ini masih diperparah dengan ketiadaan batas usia untuk bisa mengakses informasi tersebut, sehingga upaya filterisasi terhadap informasi sangatlah rendah. Alhasil, informasi yang didapat langsung ditelan mentah-mentah tanpa melihat dari mana sumbernya, siapa yang menyampaikan dan dari media apa.

Oleh karena itu, demi menjaga toleransi yang sudah sekian lama dibangun di Indonesia sekaligus menjadi kekuatan bangsa, pemerintah harus tegas terhadap aktivitas-aktivitas yang membahayakan keutuhan bangsa, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Keterbukaan informasi memang sudah menjadi hal yang wajib di era globalisasi. Begitu pula dengan kebebasan berpendapat yang menjadi nilai utama dari berdemokrasi.

Namun, jangan sampai keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat justru menjadi bumerang bagi bangsa ini. Khusus untuk hal ini, Indonesia perlu mengingat kembali sejarah Uni Soviet yang justru hancur karena kebijakan Glasnost di masa pemerintahan Mikhail Gorbachev pada pertengahan 1980-an. Kebijakan tentang keterbukaan informasi (Glasnost) ini justru menjadi bumerang hingga menyebabkan runtuhnya Uni Soviet pada 26 Desember 1991 selain kebijakan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) dan Uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi).

Jika pemerintah Indonesia belum juga bertindak tegas pada aktivitas-aktivitas kelompok ini yang sudah semakin merajalela dalam arus informasi digital, maka bukan tidak mungkin kelompok-kelompok ekstrim yang menganggap aktivitas teror sebagai bagian dari Holy War akan terus bertambah. Termasuk ancaman terhadap toleransi dan keberagamaan di Indonesia akan semakin pudar. Sekali lagi, bahwa pemerintah memiliki peran vital dalam mengontrol dan mengatur aktivitas kehidupan masyarakatnya demi menjaga keutuhan bangsanya.

Penulis adalah Direktur NU Care – LAZISNU dan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Islamic Studies UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 29 Januari 2018

Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang

Bekasi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (Kopri) Pengurus Komisariat (PK) PMII STAI Haji Agus Salim Cikarang merayakan Hari Ibu dengan mengadakan Diskusi Bersama dan Penampilan Seni Musik di Aula Koramil 07/Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (24/12). selain itu juga dilakukan aksi bagi-bagi bunga juga di sekitar lingkungan Koramil 07/Cikarang.

Minyatul Ummah Dawam, dalam sesi diskusi memaparkan peran strategis perempuan mesti dimaksimalkan sesuai dengan porsinya, agar peran perempuan yang hakiki dapat berjalan dengan baik.

Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang

"Perempuan memiliki banyak peran starategis. (Sebagai) ibu, istri, anak, dan mitra Laki-laki. Dari keempat peran itu, mari kita berupaya menjalankannya dengan semaksimal mungkin dan sesuai porsi masing-masing," ucap puteri ulama NU Kabupaten Bekasi, KH Dawam Anwar.

"Jika keempatnya dapat dijalankan secara maksimal dan sesuai porsinya, saya meyakini perempuan-perempuan tidak lagi kebingungan dan dapat meminimalisir kirminalisasi terhadap perempuan," lanjut perempuan yang Ketua Fatayat NU Kabupetan Bekeasi.

Ketua Kopri PK PMII STAI Haji Agus Salim Cikarang, Siti Hapsah mengatakan bangsa yang maju membutuhkan peran perempuan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Perempuan mempunyai keelokan adab dan kualitas intelektual yang tinggi," kata Hapsah.

Keelokan tersebut harus digunakan untuk mencipkatan pembangunan berkelanjutan bangsa.

Sementara, Ketua Kopri PC PMII Kabupaten Bekasi, Evi Andriyani mengatakan, Kopri Kabupaten Bekasi harus berdiaspora dalam berbagai leading sector.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



"Jangan hanya terfokus pada domestik. Baca, diskusi, dan menulis, sebagai langkah mengisi ruang-ruang yang strategis," kata Evi. 

"Mari kita sama-sama mengisi ruang-ruang strategis dengan langkah baca, diskusi, dan menulis," tandasnya. (M. Har/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun

Banjarmasin, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan, Mohandas, menyatakan peserta kegiatan "baayun" Maulid Nabi di Kabupaten Tapin, Selasa bertepatan 12 Rabiul Awal 1435 Hijriah meningkat.

Baayun maulid yaitu acara tradisional kaum Muslim Banjar, Kalsel di Desa Banua Halat, Tapin (117 km utara Banjarmasin) tahun sebelumnya cuma sekitar 4.000 orang, pada tahun ini sebanyak 5.196 peserta, katanya, Selasa.

Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun

Sejumlah peserta baayun yang sebagian orang merupakan nazar di masjid Desa Banua Halat yang dianggap mempunyai karamah (keramat) itu, terdiri 3.453 orang dewasa dan 1.743 anak-anak, ungkapnya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di antara peserta baayun dewasa itu, yang tertua seorang perempuan bernama Juriah (100 th) dari Desa Pauh, Tapin dan termuda Hapi Badali berusia satu bulan dari Desa Timbung kabupaten tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemudian sejumlah peserta baayun tersebut dari luar Kabupaten Tapin 1.019 orang, dan luar Kalsel sebanyak 161. Mereka yang asal luar Kalsel itu, dari provinsi tetangga, Kalimantan Tengah 97, dan Kalimantan Timur 58.

Selain itu, dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, Prov Riau, dan Jawa Timur masing-masing satu orang, serta dari DKI Jakarta dan Jawa Barat masing-masing dua orang. Acara tradisonal baayun tersebut disertai dengan kumandang syair-syair maulid, yang diikuti semua hadiri yang merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw di Banua Halat itu.

Menjawab Antara Kalsel, dia menyatakan, pihaknya akan berupaya memperjuangkan acara baayun yang diselenggarakan tiap 12 Rabiul Awal itu agar masuk kalender kepariwisataan nasional.

"Karena pemerintah kabupaten (Pemkab) Tapin, sudah memasukkan acara baayun tersebut dan menjadi tradisi sejak lama, serta pegelaran massa dalam 30 tahun terakhir, sebagai kalender kapariwisataan daerah setempat," demikian Mohandas. (antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 17 Desember 2017

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tanger, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketika berbicara lebaran tentunya setiap tempat memilki tradisi masing-masing, mulai dari menjelang hari raya sampai menyambut malam takbiran hingga berakhirnya shalat hari raya Idul Fitri.

Seperti halnya tradisi lebaran di Indonesia dengan Maroko banyak sekali perbedaannya. Namun ada juga sebagian tradisi yang mirip dengan Indonesia.

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tradisi Mudik

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Maroko juga memilki tradisi mudik seperti yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tradisi mudik bisa menjadi moment pengungkapan kemenangan dan kegembiraan setelah sebulan berpuasa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mudik lebaran yang setiap tahun menjadi peristiwa (mobilisasi) rutin luar biasa ini terkadang merepotkan untuk mendapatkan tiket keluar kota, jadi jika ingin pergi keluar kota seminggu sebelumnya harus sudah memesan tiket terlebih dahulu. Biasanya tempat tujuan utama bagi warga Indonesia khususnya pelajar Indonesia di Maroko tatkala lebaran tiba yaitu di kota Rabat. Tepatnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat.

Berburu Baju Baru

Lebaran erat sekali hubungannya dengan baju baru. Ini yang menarik. Mulai H-7 toko-toko pakaian dipadati pengunjung. Mereka berdesak-desakan untuk memilih-milih busana yang akan mereka beli demi meramaikan tradisi “Baju Baru di Hari Lebaran”. Mereka berlomba-lomba untuk “memperbarui” tampilan mereka saat Lebaran. Tradisi semacam ini yang biasa dijumpai di tanah air ternyata tak jauh berbeda dengan Maroko. Masyarakat Maroko khususnya kaum hawa rela berdesak-desakan di tengah teriknya matahari hingga menjelang maghrib, mereka terlihat begitu antusias untuk membeli baju baru demi untuk merayakan hari lebaran. Hampir di semua pasar-pasar di pusat kota selalu di penuhi para pemburu baju baru.

Biasanya para pria membeli pakaian tradisional Maroko yang disebut Djellaba (jubah panjang di sertai penutup kepala) lengkap dengan sandal tradisional. Untuk kaum wanitanya biasanya membeli Takchita atau Kaftan dan juga sandal tradisonal khas Maroko yang sangat cantik untuk dipakai di hari raya.

Malam Takbiran

Tatkala matahari tenggelam di akhir bulan Ramadhan, gema suara takbir dari corong-corong masjid langsung menyambutnya dengan merdu dan membahana. Suara takbir semakin menggema tatkala iringan sepeda motor dan mobil berarakan di jalan raya sambil mengumandangkan takbir dengan serempak. Tak hanya itu, letusan kembang api juga ikut mewarnai kemeriahan di hari kemenangan ini. Maklumlah, hari ini adalah Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan umat Islam, setelah satu bulan lamanya mereka menjalankan ibadah Ramadhan. Tapi suasana itu bisa dirasakan di Indonesia lain halnya di Maroko yang terkenal dengan sebutan negeri seribu benteng ini. Susana malam takbiran di Maroko laksana kota mati, tak ada suara takbir menggema dari berbagai sudut kota, baik di masjid atau musholla. Tak ada istilah takbir keliling dan kembang api.

Ketika keluar dari rumah jalanan pun terlihat sepi, lalu lalang kendaraan berjalan normal seperti biasanya. Seolah tidak ada moment besar terjadi pada hari ini, Ternyata Maroko menyebut hari raya Idul Fitri sebagai hari raya ashor (kecil) dan hari raya Idul Adha sebagai hari raya kabir (besar) jadi wajar saja kalau masyarakat Maroko lebih suka untuk merayakan hari raya qurban dari pada hari raya Idul Fitri. Tidak hanya itu, Masyarakat Maroko juga mengganggap sebuah aib jika tidak melaksanakan qurban. Jadi bisa dipastikan ketika hari raya qurban tiba semua masyarakat Maroko sudah mempersiapkan hewan kurban.

Untunglah setiap malam takbiran tiba KBRI Rabat selalu mengundang semua warga Indonesia di Maroko untuk mengumandangkan takbir bersama di ruang serba guna sekaligus pemberian zakat bagi semua warga Indonesia yang hadir. Setidaknya pertemuan tersebut bisa mengobati rasa rindu kepada keluarga tercinta di kampung halaman.

Ketupat

Layaknya baju baru, lebaran juga identik dengan ketupat atau sering disebut kupat. Orang Jawa mengartikan istilah kupat dengan “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya. Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut santen yang mempunyai berkait dengan “pangapunten” alias memohon maaf. Karena dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipakai pada kata-kata ucapan Idul Fitri: Mangan kupat nganggo santen/ menawi lepat, nyuwun pangapunten. (Makan ketupat pakai santan/bila ada kesalahan mohon dimaafkan). Tapi lagi-lagi ini hanya bisa dirasakan di tanah air yang memilki banyak makanan khas yang kaya akan cita rasanya.

Sementara Maroko punya sajian istimewa tersendiri  buat lebaran yaitu pie ayam. Hidangan ayam yang satu ini rasanya gurih dan sedikit asam. Diberi topping almond yang renyah juga dibumbui dengan air jeruk lemon. Gurih-gurih renyah dan asam! Untuk menandai berakhirnya bulan puasa umumnya dilakukan berbagai persiapan. Seperti membuat halawiyat (manisan) atau kue kering dan menyiapkan hidangan lezat dan mewah. Baik untuk dinikmati bersama keluarga atau diberikan sebagai hantaran. Tradisi ini dilakukan warga Maroko menjelang lebaran, biasanya para wanita sibuk di dapur untuk menyuapkan kue-kue. Namun ada juga yang memilih untuk membeli kue jadi di toko terdekat.

Selanjutnya makanan tersebut dihidangkan diatas atas meja ketika hari lebaran tiba. Sebelum menyantapnya warga Maroko terlebih dahulu menyantap ‘Dajaj Muhamar’ yaitu ayam panggang yang disajikan dalam piring besar dan dimakan bersama-sama anggota keluarga lainnya. Setelah itu, biasanya seluruh keluarga menikmati teh khas Maroko yang disebut ‘Atai’.Teh disajikan dalam teko berdesain cantik dan unik yang disebut ‘Barad’.

Didalam penuangan Atai ini memilki aturan tersendiri, biasanya setelah dituangkan ke dalam gelas kemudian dimasukan lagi ke dalam teko dan dituangkan lagi hingga tiga kali. Kata warga Maroko disitulah letak kenikmatan cita rasa Atai yang sesungguhnya. Jadi jika tidak melalui proses tersebut bagi mereka kurang sempurna. Untuk menemani minuman Atai, biasanya ada makanan pendamping yang diberi nama ‘Zamita’.

Bagi WNI yang merayakan lebaran di negeri seribu benteng ini jangan berharap bisa menemukan restoran yang menjual makanan khas Nusantara, jangankan menu masakannya, untuk mendapatkan bumbunya saja tidak ada pasar atau tempat khusus yang menjual bumbu masakan khas Indonesia. Satu-satunya cara untuk mendapatkan menu lebaran tersebut dengan mendatangi wisma duta Indonesia KBRI Rabat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri yang tiap tahun diadakan di halaman wisma tersebut.

Kegiatan ini merupakan acara rutinan yang diadakan oleh KBRI Rabat untuk mengumpulkan semua warga Indonesia di Maroko. Selesai sholat Ied, semua bersalam-salaman sekaligus halal bihalal di tempat kediaman Dubes RI di Maroko, sekitar setengah jam kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan di tempat kediaman dinasnya yang asri, luas dan rimbun ini. Disinilah segala jenis makanan nusantara bisa ditemui dan dinikmati, mulai dari opor ayam, ketupat, lontong, soto madura, dan lain-lain.

Lebaran di Wisma Duta Indonesia juga merupakan ajang bertemunya seluruh warga Indonesia dari segala penjuru Maroko. Bertemu dengan orang-orang yang senasib dan seperjuangan, membuat rasa sedih dan nelangsa hilang saat itu meski usai acara tersebut rasa kangen rindu terhadap keluarga di rumah kembali menyelimuti.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Kiai, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 Desember 2017

PWNU Tak Punya Lembaga Tamir Masjid, Memprihatinkan

Wonosobo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Pusat Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) menyayangkan ketiadaan LTMNU di sejumlah Pengurus Wilayah NU (PWNU). Hal ini terungkap saat rapat pimpinan LTMNU digelar di 16 wilayah sepanjang 2012 lalu.

"Ini kan memprihatinkan," kata Sekretaris PP LTMNU Ibnu Hazen saat memberi materi Diklat Muharrik Masjid se-Jawa Tengah di Villa Umah Nduwur, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (1/6).

PWNU Tak Punya Lembaga Tamir Masjid, Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Tak Punya Lembaga Tamir Masjid, Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Tak Punya Lembaga Tamir Masjid, Memprihatinkan

Menurut Ibnu, masjid tak semestinya dibiarkan terbengkalai dari kepengurusan NU, tak terkecuali di tingkat wilayah dan cabang. Masjid merupakan tempat strategis tak hanya untuk keperluan ibadah tapi juga sarana menjawab kebutuhan masyarakat sekitarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Meski demikian, LTMNU terus mengingatkan dan mendorong pemberdayaan masjid dari kepengurusan yang ada yang jumlahnya masih mayoritas. LTMNU bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU tengah berupaya merevitalisasi fungsi masjid melalui diklat muharrik (penggerak) masjid.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Peran muharrik masjid adalah membantu pengurus masjid untuk memakmurkan kegiatan-kegiatan masjid berdasarkan potensi yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi," ujarnya.

Ibnu menjelaskan, ada tiga tugas bagi muharrik terhadap masjid-masjid yang ia gerakkan, yaitu menjadi konsultan, membantu pengurus tamir menjalankan program, dan memberi arahan dan solusi atas permasalahan yang muncul.

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menargetkan, 10 masjid dapat ditangani oleh satu muharrik. Melalui muharrik, diharapkan masjid dapat menjalankan program-program konkret di bidang pelayanan kesehatan, ekonomi, pendidikan, dakwah, dan lain-lain.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 02 Desember 2017

Pengurus NU Harus Layani Umat

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus NU harus mampu memerhatikan dan mengusahakan kebutuhan umat. Pengurus tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi melainkan harus melayani kepentingan umat.

“Sebagaimana Rasululllah yang memberi contoh menjadi pemimpin suatu kaum yang bisa melayani umatnya. Maka jadi pengurus NU harus bisa melayani umat,” kata Rais PCNU Kudus KHM Ulil Albab Arwani saat sambutan dalam acara pelantikan Pengurus Cabang NU Kudus di SMKNU Ma’arif Kudus, Selasa (25).

Pengurus NU Harus Layani Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Layani Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Layani Umat

Kiai yang biasa disapa Gus Bab ini mengajak semua pengurus untuk meneladani sifat-sifat nabi yakni Shiddiq (jujur), tabligh (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas). “Pemimpin maupun pengurus Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi uswah (keteladan) bagi umat,” tegasnya di depan ratusan pengurus NU dari semua tingkatan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Putra ulama besar KH Arwani Amin juga mengajak pengurus NU bisa kerjasama melaksanakan tugas dengan niat yang baik dan ikhlas kepada Allah. “Kita akan bekerjasama kepada semua pihak, pemerintah daerah,partai politik maupun ormas lainnya supaya NU ke depan bertambah maju,” tandas Gus Bab usai dilantik sebagai Rais PCNU Kudus.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, acara pelantikan PCNU Kudus periode 2013-2018 yang disaksikan Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj berlangsung khidmat.

Berikut susunan PCNU Kudus 2013-2018 yang dilantik ketua PWNU Jawa Tengah H.Abu Hafsin.

MUSTASYAR : KH. M. Sya’roni Ahmadi,KH. Ulin Nuha Arwani,KH. Khoruzzad TA,Prof. Dr. KH. Muslim A. Kadir, MA,H Drs. Abdul Hamid, M.Pd.; SYURIYAH - Rois : KH. M. Ulil Albab Arwani, Wakil Rois : KH. Arifin Fanani,KH. Hasan Fauzi, KH. M. Chusnan Ms, KH. Ma’shum AK, KH. Ahmadi Abdul Fatah, MA

Drs. KH. Chadziq Zainul Ulum, M. Ag, KH. Musthofa Imron, S. H. I,; Katib : KH. Amin Yasin, Wakil Katib : KH. Saifuddin Luthfi, KH. Muhammad Jazuli, S.Ag., MH, KH. Yusrul Hana, S.Ag dibantu beberapa A’wan.

Sedangkan Jajaran Tanfidziyah; Ketua : Drs. H. Abdul Hadi, M. Pd, Drs. H. Sanusi MH, M. Ag, H.Fajar? Nugroho, S. Pt.Drs. H. Shodiqun, M. Ag,Drs. H. Moh Said, M.Pd.I,H. Subarkah, SH., M. Hum, Dr. H. Ihsan, M.Ag; Sekretaris : Agus Hari Ageng, S.Ag., M.Pd. I, Wakil Sekretaris : Drs. H. Su’udi, M.Pd. H. Tubagus Manshur, S. Ag, Ali Imron, S. Ag, Salim, M. Pd.I; Bendahara H. Mahmud, Wakil Bendahara : H. Zainal Arifin Elka, Ir. H. Mohammad Shoffin ZN, Drs. Noor Hidayat dan H. M. Subchan. Kepengurusan juga dilengkapi 15 lembaga, 3 lajnah serta KBIHNU dan KPBA.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, Pertandingan, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 30 November 2017

Muslim Indonesia di Australia Diminta Perkuat Persatuan

Canberra, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu, TM Hamzah Thayeb,? meminta kaum muslimin Indonesia untuk terus memperkuat persatuan di antara mereka, dan mengedepankan toleransi terhadap mereka yang merupakan kelompok minoritas.

”Saya ingin meminta masyarakat muslim kita mempertahankan kebersamaan ini. kita harus menunjukkan kesatuan di antara kita di mata non muslim. Jangan malah sebaliknya," kata Dubes Thayeb di depan puluhan warga muslim Indonesia dan internasional yang menghadiri acara peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Abu Bakar, Canberra, Minggu.

Muslim Indonesia di Australia Diminta Perkuat Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Indonesia di Australia Diminta Perkuat Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Indonesia di Australia Diminta Perkuat Persatuan

Di antara hadirin yang di? masjid yang dibangun komunitas Indonesia, Malaysia, dan Pakistan itu adalah Imam Masjid Canberra Yahya Atay, Presiden Komunitas Islam Canberra, Muhammad Yousuf, dan Presiden Masyarakat Islam di ACT, Sabrija Poscofic.

Dubes Thayeb mengatakan, kaum muslimin harus senantiasa menjadikan kehidupan Rasulullah? Nabi Muhammad SAW sebagai rujukan mereka dalam menapaki kehidupan di dunia, termasuk penekanan Rasulullah pada pentingnya "toleransi".

"Kita maju bersama dengan menekankan toleransi," katanya dalam acara yang berlangsung di halaman depan masjid yang peletakan batu pertama pembangunannya 26 Januari 1960 dilakukan oleh mantan Dubes RI di Canberra, Dr. A.Y. Helmi itu.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Muslim Australia -Indonesia di ACT (AIMFACT), Taufik Prabowo, dalam ceramahnya tentang hikmah Maulid Nabi SAW, kembali mengingatkan tujuan risalah kerasulah Nabi Muhammad, yakni "rahmatan lil alamien."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Imam Al Ghazali menyebut makna kata ’rahmat’ sebagai ’kelembutan hati’ dan ’melindungi’. Jadi tujuan risalah Nabi Muhammad adalah memberikan kelembutan dan perlindungan kepada umat manusia dan semesta alam, bukan membawa bencana di bumi," katanya.

Dalam hidupnya, Nabi Muhammad senantiasa mengedepankan toleransi, solidaritas, dan kearifan sehingga keteladanannya harus dapat pula diikuti oleh umatnya, kata Taufik.

Keteladanan Rasulullah itu antara lain dapat dilihat dari kisah bagaimana beliau memberikan kursinya kepada Salman Al Farishi saat sahabatnya itu mengunjunginya sebagai contoh bagaimana tuan rumah menghormati tamu, katanya.

Peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan hiburan Nasyid oleh belasan anak peserta Taman Bacaan Al Quran Mushalla ANU itu diselenggarakan oleh Korpri KBRI Canberra bersama AIMFACT, Permata, Minaret, dan TPA "Ceria". (ant/sir)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Santri, Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 28 November 2017

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Ulama, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik

Bogor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sedikitnya 80 orang anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama’ IPB kembali menggelar Halal Bihalal di aula masjid Al-Hurriyah, Bogor, Ahad (14/9) siang. Mereka mengawali kegiatannya ke depan dengan Halal Bihalal untuk menguatkan silaturahmi lebih dahulu.

Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik

Tampak hadir pada acara bertajuk “Halal Bihalal KMNU” ini seorang pengajar pesantren Ibnu Aqil Laladon Bogor ustad Ubaidillah, Dr Ifan Haryanto, Hadi, serta Pembina KMNU Bogor Husin Alatas.

Pada kesempatan ini ustadz Ubaidillah menerangkan Halal Bihalal. Menurutnya, Halal Bihalal ini merupakan sebuah upaya untuk menggapai keridhaan orang lain dengan cara yang baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Halal Bihalal merupakan istilah bahasa arab Halalun bil halal, yang berarti mencari kehalalan dengan jalan yang halal. Singkatnya, Halal Bihalal momentum untuk saling memaafkan,” tutur ustad Ubaidillah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, kesalahan yang dilakukan terhadap manusia lebih sulit ditebus daripada kesalahan yang dilakukan terhadap Allah. Dosa besar terhadap manusia bisa ditebus hanya dengan bertobat dan mengembalikan hak orang lain.

Salah satu perbuatan yang termasuk ke dalam dosa besar adalah memutus silaturahmi. “Orang yang memutuskan tali silaturahmi akan diancam masuk neraka”, tambah ustad Ubaidillah.

Halal bihalal KMNU menjadi forum untuk saling memaafkan dan saling mengenal antaranggota. “Cinta itu buah dari perkenalan, kasih sayang, pengertian, dan tanggung jawab. Dari tahap-tahap itu, diharapkan KMNU menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Habib, Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 10 Oktober 2017

Jangan Kau Robek Merah Putih Kami!

Oleh Aris Adi Leksono

Apa yang sesungguhnya terjadi di negeri ini? Siapa dibalik mobilitas sosial yang mengancam stabilitas keamanan, politik, dan ekonomi ini? Semuanya tanda tanya besar. Jawaban pasti mungkin hanya Tuhan yang tahu.?

Tersangka penista agama jadi ditahan atau tidak? Kelompok GNPF-MUI akan mencapai hasil yang diinginkan atau hanya rutinitas Jumat? Semuanya spekulasi, akibatnya memicu seribu opini yang semakin semrawut.

Jangan Kau Robek Merah Putih Kami! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kau Robek Merah Putih Kami! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kau Robek Merah Putih Kami!

Mulai dari opini yang mengarah pada isu SARA, sampai pada isu makar, ? kudeta kekuasaan Presiden. Respon atas opini tersebut juga beragam, mulai dari unjuk kekuatan massa dalam bentuk solidaritas anti penista agama, solidaritas gelar sajadah, sampai shalat Jumat akbar di tempat yang tidak lazim dilakukan oleh umat Islam Indonesia. Pihak lain, atas nama persatuan menggelar pawai Bhinneka Tunggal Ika, istighotsah kebangsaan, doa bersama, Nusantara satu, dan lain sebagainya.

Ini dagelan atau memang fase menuju kebangkitan, kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara, atau seperti yang diasumsikan kaum jihadis, masa kebangkitan Islam Indonesia? Seperti balsem, semakin digosok, semakin panas. Bagaikan api ketemu kayu bakarnya. Isu, opini, propaganda, fitnah individu atau kelompok, dan berita hoax menjalar begitu cepat, seakan lupa kita adalah saudara. Indonesia-ku, Indonesia-mu, Indonesia kita.

Ingat, Indonesia telah dijajah oleh musuh yang nyata selama lebih dari 350 tahun. Tapi, saat itu musuh bangsa Indonesia adalah bangsa lain. Nah, ironi saat ini seakan bangsa ini akan berperang melawan saudara sendiri. Saudara sebangsa dan setanah air yang terikat dalam rajutan merah putih, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih naas lagi ketika yang diperhadapkan adalah politik aliran, politik madzhab, dan lainnya. Bisa jadi antar ormas Islam Indonesia saling bermusuhan dan menjatuhkan. Akibatnya, lagi-lagi ancaman disintegarasi bangsa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Apakah mereka lupa, bahwa bangsa dan negara ini berdiri atas pengorbanan jiwa dan raga. Bangsa dan negara ini kokoh atas pengorbanan ego ras, suku, dan agama. Ego sektoral itu mampu disatukan menjadi konsensus Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Ini Nusantara Bung, berjuta pulau ada di sini, beribu ras dan suku ada di sini, berpuluh bahasa ada di sini, berpuluh agama dan kepercayaan ada di sini. Tapi sejak berpuluh tahun lalu sajadah kami adalah Merah Putih. Merah itu keberanian kami, putih itu hati, pikiran, tindakan kami yang selalu berusaha suci dan bersih.?

Nah, atas pertimbangan kita pernah merasakan himpitan bersama karena dijajah, kita pernah berikrar bersama bahwa tanah air, bangsa, dan bahasa kita sama. Dasar kehidupan berbangsa dan bernegara pernah kita rumuskan bersama, Pancasila. Kenapa hari ini seakan memori itu hilang? atau sengaja dilupakan? Apakah masalah hari ini lebih besar dari urusan penjajahan? Ataukah lebih rumit dari merumuskan dasar negara? Tentu tidak.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jangan engkau robek merah putih-ku, merah putih-mu, merah putih kita, hanya karena politik-kekuasaan, ego sektoral, apalagi hanya soal perang rezim. Merah putih telah menghantarkan kita sampai pada gerbang pintu kemerdekaan. Selanjutnya, tidak ada yang lebih penting, kecuali tercapainya cita-cita kemerdekaan. Terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.?

Bentangan merah putih masih mampu dan kuat dibuat berteduh. Jangan karena persoalan agama bentangan itu rapuh. Jangan karena menghadapi rekayasa dengan rekayasa, bentangan itu rubuh. Jangan karena kepentingan dan kekuasaan sesaat, bentangan itu ambruk. Agama dan negara, melalui nilai merah putih telah mengajarkan pentingnya menyelesaikan masalah kebangsaan dengan dialog, komunikasi, duduk bersama untuk musyawarah mufakat.?

Merah putih teruslah engkau berkibar. Barang siapa melakukan rekayasa, maka Allah SWT juga akan semakin merekayasanya. Kalau takbir dapat menjelma menjadi energi perjuangan, maka saatnya bersholawat di bulan Maulid ini untuk mewujudkan kesejukan bangsa dan negeri. Semuanya dalam dekapan merah putih. Merdeka!?

Penulis adalah rakyat jelata, perindu harmoni dalam dekapan merah putih.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 02 Oktober 2017

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pada Ahad malam (26/8), dua hari pasca insiden bentrok antara pemuda desa Warulor Paciran Kab. Lamongan dengan pemuda desa Campurejo Panceng Kab. Gresik, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Warulor menggelar acara halal bi halal di perbatasan antara dua desa tersebut. 

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal

Acara dapat berlangsung tertib dan lancar setelah sebelumnya dicapai kesepakatan damai antara kedua pihak. Tim Mediasi dari GP Ansor Anak Cabang Paciran sebelumnya juga turun ke lokasi dan menemui tokoh pemuda dari dua desa tersebut. Setelah melakukan investasi di lapangan, tim mediasi GP Ansor menyimpulkan bahwa konflik tersebut merupakan akumulasi permasalahan sebelumnya yang tidak diselesaikan secara permanen sehingga Tim GP Ansor Ancab Paciran mendesak pihak keamanan, Muspika, dan Pemdes segera melakukan melakukan resolusi konflik. 

Yang menarik adalah ditemukan fakta bahwa konflik yang terjadi antar kedua desa yang bertetangga kabupaten tersebut dipicu memanasnya suhu politik jelang pilkades di dua desa itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Acara halal bi halal dihadiri Camat Paciran, Kades Warulor, Ketua GP Ansor Ancab Paciran, dan PRNU Warulor. Dalam sambutannya Camat Paciran H Suharto menyampaikan agar warga dapat menjalankan aktivitasnya seperti sebelum insiden bentrok. Dia mengharap kejadian tersebut adalah yang terakhir kalinya karena sudah dicapai kesepakatan damai antar kedua pihak. Ia meminta warga tidak terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, acara juga disertai santunan untuk anak yatim piatu. Diakhir acara juga diisi tausyiah oleh KH Abdul Mutholib dari Sidoarjo. Kiai yang populer disebut ‘kiai kerah sakti’ itu sangat atraktif dalam membawakan ceramahnya dan suaranya sangat merdu ketika mengalunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sehingga para peserta tidak beringsut dari tempat duduknya hingga akhir acara. 

Moh Yasin, ketua Ansor Ranting Warulor, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah merencanakan menggelar pentas seni musik gambus namun karena situasi dan kondisi Warulor belum kondusif maka acara tersebut dibatalkan. Lebih lanjut, Ahmad Farid, ketua GP Ansor Ancab Paciran menambahkan pihaknya sangat menyesalkan terjadinya pembakaran atribut GP Ansor pada insiden tersebut. 

Pengamanan kegiatan malam itu diback-up sepenuhnya oleh Satkoryon Banser Paciran yang menerjunkan lima puluh personilnya. Pasukan Dalmas dari Polres Gresik dan Lamongan telah ditarik ke Mapolres pagi harinya karena dirasa situasi telah kondusif. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Ulama, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 19 Juli 2017

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta

Padangpariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman berkomitmen dan konsisten untuk melanjutkan perintah ulama, tuanku dan kiyai dalam ? mencetak kader NU ke depan. Karena IPNU merupakan ? garda terdepan dari NU.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad mengungkapkan hal itu pada penutupan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I dan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) IPNU Padangpariaman di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Istiqamah, Sungai Abang, Lubuk Alung, Senin (17/8) malam.

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta

"NU adalah organisasi yang sangat membutuhkan SDM. Munculnya ? kekuatan liberalisme dan radikalisme, sedangkan IPNU ? akan tetap pad komitmen berahlussunnah wal jamaah yang tawasuth, tasammuh, tawazun dan i tidal. ? Dengan Makesta dan hasil Rakercab ? yang ? dapat menjadi perjuangan IPNU Padangpariaman ke depan," kata Fauzan, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, VI Lingkung ? ini.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakan, momen HUT Kemerdekaan RI ke-70, tepatnya 17 Agustus ini sengaja kita lakukan ? untuk memperingati jasa para pahlawan dan ulama-ulama yang membela tanah air dengan semangat jihadnya. "Nilai-nilai perjuangan kemerdekaan ini yang perlu kita tanamkan pada kader IPNU agar memiliki rasa loyalitas untuk berjuang bersama organisasi," kata Fauzan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, kata Fauzan, ? dalam menjawab tantangan masa depan berbasis Islam nusantara, IPNU harus tetap istiqamah menjalankan tugas ? kaderisasi dan menata potensi kader. Untuk itu pentingnya Makesta bagi seluruh pengurus IPNU Padangpariaman dan ? pelajar lainnya.

Ketua PCNU Padangpariaman Drs H Masrichan yang menutup Rakercab dan Makesta sangat mengapresiasi cara ini. IPNU Padangpariaman adalah organisasi yang aktif menjalankan acara benilai positif. ? "Kita dari NU ? sangat mendukung kegiatan ini. Karena IPNU ? anak kandung NU, maka ? NU siap kerjasama dengan IPNU ? yang berbasis tingkat pelajar ini," kata Masrican.

Rakercab I dan MAKESTA ? dengan tema ‘Dengan semangat kemerdekaan, kita tumbuhkan loyalitas kader untuk kejayaan IPNU’. Kegiatan ? dibuka Pembina IPNU Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaimn yang sekaligus menjadi pemateri. Juga tampil Ketua MUI Padangpariaman Dr Zainal Tuanku Mudo, sekaligus mantan Ketua PW IPNU Sumbar. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Budaya, Ulama, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Juni 2017

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Numart Sidoarjo memberikan donasi sebesar Rp. 497 ribu rupiah kepada pengurus pondok pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo yang merupakan binaan KH Nur Cholis, Selasa (31/1). Pemberian donasi tersebut untuk pembangunan rumah pengolahan sampah di lingkungan pesantren Al-Amanah, Junwangi tersebut.

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)
Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

Manager Numart Sidoarjo, Guruh Sugeng Mulyono, mengatakan bahwa, pada saat Musker PCNU Sidoarjo yang pertama digelar di pesantren Al-Amanah, Junwangi Krian pada tanggal 28 Januari lalu, Guruh melihat bahwa di lingkungan pondok masih memerlukan sumbangan untuk pembangunan rumah pengolahan sampah. Saat ini, proses pengolahan sampah dilakukan secara mandiri di lingkungan ponpes modern tersebut.

"Semoga dengan donasi ini dapat sedikit membantu ke pihak ponpes. Ke depan Numart mobile berencana mengadakan kegiatan serupa saat kunjungan wali santri setiap hari Ahad ke satu dan ketiga. Di mana donasi nantinya juga akan diserahkan kepada ponpes setempat, karena Numart belanja hemat, barokah untuk ummat," kata Guruh Sugeng.

Lebih lanjut Guruh Sugeng menjelaskan, dalam Musker PCNU Sidoarjo ke satu yang diadakan di ponpes Al-Amanah, Junwangi Krian kemarin ada satu sudut yang cukup menarik. Disebelah masjid tepatnya di bawah rindangnya pohon bambu, Numart mobile membuka gerai toko tenda Numart berjalan (Numart mobile).

"Tidak lupa di toko tenda Numart mobile tersebut di pajang aneka produk UMKM yang telah bergabung ke Numart group antara lain teh UMKM, keripik talaso Ansor, dan lain sebagainya," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Ulama, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 30 April 2017

PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus PCNU Cirebon memberikan penghargaan kepada beberapa kiai dan nyai atas pengabdian dan dedikasinya kepada NU semasa hidupnya. Di antara kiai dan nyai yang mendapatkan penghargaan ialah KH Abdullah Abbas (Buntet), KH Fuad Hasyim (Buntet), KH Hasanudin Kriyani (Buntet), KH Syarif Utsman Yahya (Kempek), KH Ja’far Aqil Siradj (Kempek), KH Abdurrohman Ibnu Ubaidillah (Arjawinangun), KH Syafi’i (Gempol), Nyai Hj Zaenab (Buntet), KH Ibrohim Rozi (Plered), Nyi Hj Fariyah Amin (Ciwaringin).?

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan disela-sela pengajian rutin Sabtu legi yang dilaksanakan pada tanggal 29 November Desember 2015 di Gedung NU Center Jl. Dewi Sartika Sumber pukul 13.00 s/d selesai.?

PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai

Menurut KH Tolkha Nawawi atau biasa disapa dengan panggilan “Abah”. Nama-nama Kiai dan nyai yang mendapat penghargaan tersebut, tidak ditentukan oleh satu pihak saja, melainkan hasil kesepakatan semua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Cirebon.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengajian ini rutin dilakukan setiap bulannya, tepatnya pada setiap hari Sabtu Legi. Oleh karena itu, pengajian ini lebih dikenal dengan sebutan “Halaqoh Sabtu Legi”.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam setiap pertemuannya, pemateri (yang memimpin ngaji) selalu berbeda-beda. Pada bulan ini, pematerinya adalah KH Husein Muhammad, pengasuh pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun.

Seluruh pengurus dan keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon hadir dalam pengajian itu, diantaranya adalah Rais Syuriyah (KH Usamah Mansyur), Ketua Tanfidziyah (KH Ali Murtadlo), Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (KH Tolkha Nawawi) dan semua perwakilan dari semua banom-banom Nahdlatul Ulama Kab. Cirebon.

Sebagai Rais Syuriyah PCNU Kab. Cirebon KH Usamah Mansyur berharap, pengajian rutin halaqoh Sabtu legi ini terus ada. Karena di samping menuntut ilmu, menambah pengetahuan, ini juga salah satu media untuk bersilaturahmi antar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Cirebon dengan semua banom-banom NU lainnya. (Nur Jannah/Mukafi Niam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Khutbah, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 24 April 2017

Harlah ke-53, PMII Jatim Gelar Lomba Karya Tulis

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Koordinator Cabang Jawa Timur punya cara tersendiri dalam menyerap aspirasi dan pandangan generasi muda. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).

Harlah ke-53, PMII Jatim Gelar Lomba Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-53, PMII Jatim Gelar Lomba Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-53, PMII Jatim Gelar Lomba Karya Tulis

Kegiatan ini ternyata mendapat apresiasi cukup membanggakan dari sejumlah aktifis mahasiswa. “Setidaknya ada enam puluh makalah yang kami terima,” kata Ketua Panitia, Abdul Hady JM kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Selasa (16/4).

Dari naskah yang ada selanjutnya dilakukan seleksi sehingga mengerucut menjadi sepuluh makalah. “Sepuluh makalah itu akan dipresentasikan besok (17/4) di hadapan sejumlah dewan juri,” terangnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mereka yang bisa meyakinkan dewan juri akan meraih juara I, II, III serta harapan satu hingga tiga. Sedangkan dewan juri yang akan mengupas lebih dalam pandangan para pemakalah Prof Muhammad Ali Aziz (Guru Besar IAIN Sunan Ampel), Masdarul Khoiri (Kepala Biro Sindo Jatim), Faza Dhora Nailufar (Kepala Laboratorium Politik Universitas Brawijaya), serta DR HM Zamzami, Lc (Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya). Lokasi acara adalah ruangan Salsabila Kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar Timur No. 9 Surabaya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tema besar yang diangkat pada lomba ini adalah Jawa Timur di Mata Mahasiswa: Problem dan Solusinya, dengan sub tema: Jawa Timur dalam bingkai Kerukunan Agama, Jawa Timur dalam Perspektif Sosial Politik, Jawa Timur dalam Perspektif Sosial Budaya serta Jawa Timur dalam Perspektif Pendidikan.

“Masing-masing makalah telah memberikan sudut pandang yang cukup beragam dan jitu dalam melihat persoalan,” ungkapnya. Hanya saja, apakah solusi yang ditawarkan itu realistis atau justru tidak tuntas, itulah yang akan dicarikan jawabannya saat presentasi tersebut.

“Kita ingin budaya argumentatif dan solusi cerdas menjadi bagian dari gerak dan konsentrasi mahasiswa,” katanya. ? “Kalau ini sudah menjadi budaya, pada saatnya kelak mereka akan memberikan sumbangsih saran yang bertanggungjawab bagi masa depan bangsa,” lanjutnya.

Kegiatan LKTI akan memperebutkan total hadial Rp. 16.500.000,-, termasuk tropy dan piagam.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 09 April 2017

Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Majelis Wakil Cabang Kecamatan Wonokromo, Surabaya mengadakan konferensi dengan tema memperkuat NU Urban untuk NU di Perkotaan. Konferensi digelar di Pesantren At-Tauhid Wonokromo, Surabaya, Ahad (29/5).

"NU Urban dicetuskan oleh PCNU Surabaya dan itu semua harus kita pahami disambung kembangkan oleh MWC yang terletak di tengah kota ini," kata Abdul Chamid, ketua panitia sekaligus Sekretaris MWC NU Wonokromo.

Menurutnya, NU harus hadir di tengah kota seperti Surabaya ini. Apalagi posisi MWC NU Wonokromo berada di pertengahan kota. "NU Urban harus menjadi spirit atau azimat untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean," lanjutnya.

Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi

Selain itu, konferensi NU Wonokromo juga merekomendasikan Taman Bungkul untuk dijadikan kawasan wisata religi karena di sana terdapat makam waliyullah Ki Agung Bungkul.

"Kami merekomendasikan Taman Bungkul sebagai pusat kegiatan dan mengubah mushola menjadi masjid untuk dijadikan kantor MWC NU Wonokromo kepada PCNU Surabaya," kata H M Yasid, Ketua MWC NU demesioner.

Hadir pula, Ketua MUI Surabaya KH Abdul Muchith Murtadlo, Wakapolres Surabaya, Pengasuh Pesantren At-Tauhid KH Mas Mansur Tolhah. Acara dibuka langsung oleh H Kasno, Sekretaris PCNU Surabaya. (Rof Maulana/Zunus)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 08 Maret 2017

Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal

Den Haag, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bertempat di Masjid Al –Hikmah Den Haag, (1/7) ratusan Nahdliyin dan jajaran pengurus PCI NU Belanda dari berbagai kota di Belanda nampak antusias menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Belanda.?

Menurut Sekjen PCI NU Belanda Fahrizal Yusuf Affandi, acara halal bihalal ini diselenggarakan untuk memperkuat jejaring Nahdliyin dan dakwah Ahlusssunnah wal Jamaah An Nahdliyah di Belanda. Halal bihalal kali ini mengusung tema Menjalin Ukhuwah Melalui Pesan Damai Islam Nusantara dengan menghadirkan KH Nurul Huda (Ustad Enha) pengasuh Pondok Pesantren Motivasi Indonesia sebagai penceramah utamanya.

Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal

Kegiatan dibuka dengan lantunan shalawat oleh grup rebana Al-Hikmah dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh mustasyar PCINU Belanda KH Ahmad Naf’an Sulhan. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Ahmad Hambali Maksum, mustasyar PCINU Belanda dan musafahah (bersalaman-salaman) diriingi lantunan shalawat. Halal bihalal ini menjadi semakin meriah dengan hidangan khas Nusantara baik menu makan besar maupun panganan yang disajikan oleh panitia.?

Dalam ceramahnya, Ustadz Enha menegaskan bahwa Islam Nusantara harus terus dikembangkan dan menjadi landasan paradigmatik bagi pengembangan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah di manapun para warga Nahdliyin berada. Lebih lanjut menurutnya, Islam Nusantara sangat sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang mengedepankan kebersamaan dan gotong royong.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

”Acara halal bihalal ini adalah salah satu contoh tradisi Islam Nusantara yang toleran dan senang bersaudara, insyaallah jamaah yang hadir di acara ini adalah orang-orang yang dilembutkan hatinya.”?

Momentum halal bihalal ini adalah saat yang tepat bagi para jamaah untuk kembali kepada fitrah. “Kembali kepada fitrah berarti kita tidak hanya mudik ragawi tetapi juga mudik fikri maupun mudik ruhani. Mudik fikri artinya kembali kepada metode dan sistem berfikir yang dianut oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah sementara mudik ruhani bermakna pelepasan dan pembebasan dari penghambaan terhadap segala sesuatu selain Allah,” ujar Kiai yang telah menghabiskan tiga minggu terakhir Ramadhan tahun ini di Belanda tersebut.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senada dengan Ustadz Enha, Duta Besar Republik Indonesia untuk kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja yang juga hadir dalam acara tersebut menekankan relevansi nilai-nilai Islam Nusantara seperti toleransi, moderasi dan kepedulian terhadap sesama dalam percaturan internasional yang saat ini sarat diwarnai oleh ancaman yang serius dari meningkatnya frekuensi dan intensitas kekerasan dan ketimpangan sosial-ekonomi.?

“Acara halal bihalal ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh PCINU Belanda dan diharapkan dapat berlangsung terus di masa depan,” ujar KH.Nurhasyim Subadi, rais syuriyah PCINU Belanda. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Ulama, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 03 Januari 2017

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?



Keputusan Menteri Pendidikan terkait penerapan full day school masih banyak menuai tantangan sampai saat ini. Kali ini tantangan datang dari masyarakat Kabupaten Tegal. Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal Nurkholis Sobari mengatakan bahwa aksi damai yang akan melibatkan 20 ribu peserta itu akan dilaksanakan pada Jumat, (25/8).

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak  Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School

“Aksi besok (Jumat) dalam rangka penolakan full day school yang difasilitasi oleh PCNU Kabupaten Tegal,” ungkapnya saat dihubungi oleh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw dari Jakarta, Senin, (22/8).

Menurutnya aksi tersebut akan dimulai pada pukul 11.30 WIB dengan diawali shalat Jumat di Masjid Agung Slawi. Setelah itu, pukul 13.00 WIB berkumpul di halaman gedung PCNU Kabupaten Tegal yang tidak jauh dari masjid. Selanjutnya, akan diadakan long march menuju Taman Rakyat Slawi yang akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB.

Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa tuntutan yang akan diajukan hanya satu.?

“Tuntutan kita tunggal. Cabut Permendikbud No. 23 tahun 2017,” tambahnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuntutan tersebut rencananya akan diberikan kepada Bupati Tegal Enthus Susmono secara simbolis dengan diakhiri oleh pernyataan dari Bupati untuk menolak full day school.

Aksi damai juga menurutnya akan melibatkan badan otonom NU seperti GP Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU, PMII, serta beberapa media santri yang lain seperti Santri Online, ala_nu, dan Galeri Santri.

Selain itu, aksi damai tersebut menurutnya juga akan dibarengi dengan orasi.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Nanti yang akan memberikan orasi ada dua, dari PCNU dan para masyayikh,” pungkasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Ulama, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 05 Desember 2016

Misi Haji Pertama Ketika Indonesia Merdeka dengan Uang Rp 3.500

Dalam pelaksanaan ibadah haji yang diselenggarakan setiap tahun, selalu terselip sebuah kenangan peristiwa suka maupun duka. Terdapat juga beberapa fragmen sejarah bagi bangsa Indonesia. Salah satunya patut kita kenang, pemberangkatan haji setelah Indonesia merdeka. Peristiwa yang dikenal dengan Misi Haji I Republik Indonesia tersebut terjadi pada tahun 1948, tiga tahun setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Berdasar catatan tangan yang ditulis salah satu pelaku peristiwa bersejarah tersebut, KH R. Mohammad Adnan, rombongan yang berisi KHR. Mohammad Adnan sebagai ketua misi, Saleh Su’ady (sekretaris), H. Syamsir Sutan Rajo Ameh (bendahara) dan Ismail Banda (anggota).

Ketua misi, Den Kaji Adnan, begitu panggilan akrabnya, merupakan orang asli Solo. Ia adalah anak Tumenggung Tafsir Anom V, seorang penghulu Keraton Surakarta juga penasihat raja di bidang keagamaan Islam. Di Tahun 1950, Kiai Adnan juga pernah mengemban amanah sebagai penasehat Syuriah PBNU serta Dewan Pimpinan Umum PBNU.

Misi Haji Pertama Ketika Indonesia Merdeka dengan Uang Rp 3.500 (Sumber Gambar : Nu Online)
Misi Haji Pertama Ketika Indonesia Merdeka dengan Uang Rp 3.500 (Sumber Gambar : Nu Online)

Misi Haji Pertama Ketika Indonesia Merdeka dengan Uang Rp 3.500

Bagi Adnan, pergi ke Mekkah ini bukanlah yang pertama kalinya, sebab sebelumnya pada tahun 1908 dan 1927, ia pernah berangkat ke Tanah Suci. Pada kesempatan pertama, ia dikirim ayahnya ke Mekkah untuk memperdalam ilmu agama Islam di Madrasah Darul Ulum dan berguru kepada Kiai Mahfud Tremas, Kiai Idris, Syaikh Ahmad Al Minangkabawi dan Syekh Syatho.

Ketika ia mendapat tugas untuk berangkat ke Makkah tersebut, Den Kaji yang juga arsitek Masjid Tegalsari dan Al-Muayyad Mangkuyudan, tengah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Islam Tinggi.

Tawaran untuk memimpin misi ke Arab Saudi ini, berawal dari kedatangan Menteri Agama saat itu, K.H Masjkur bersama Syamsir ke rumah Adnan di daerah Kauman Solo. Kemudian di lain kesempatan, Adnan juga bertemu dengan Presiden dan Wakil Presiden RI, Soekarno-Hatta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Akhirnya berbekal uang Rp. 3.500 per orang, perjalanan tim misi haji tersebut dimulai pada tanggal 26 September 1948 pukul 02.00 WIB, berangkat dari Pelabuhan Udara Maguwo Yogyakarta menuju ke Bangkok dengan menggunakan pesawat carteran milik “Pacific Overseas Airlines Service” (POAS). Dari Bangkok, mereka berganti pesawat KLM menuju ke barat, ke Kalkuta (India) dan Karachi (Pakistan) sebelum turun di Kairo (Mesir). (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Ulama, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw