Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Sholawat, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 12 Februari 2018

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengucapkan belasungkawa atas wafat Gus Kelik. Menurutnya, yang kehilangan Gus Kelik itu bukan hanya keluarga Krapyak, tetapi juga PBNU. Karena, Gus Kelik adalah salah seorang yang menjaga husnuz zhan banyak orang terhadap NU. Berkat Gus Kelik itu, hingga hari ini banyak orang masih percaya terhadap NU.

Demikian disampaikan Gus dalam acara tahlil sembilan hari wafatnya Gus Kelik di halaman Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta, Rabu (10/8) malam.

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

“Ketika Gus Kelik wafat, orang-orang banyak saling berdebat sendiri-sendiri tentang persoalan, Gus Kelik itu wali atau bukan. Ada yang yakin kalau Gus Kelik itu wali. Karena berkat khoriqul adah, tidak seperti orang pada umumnya. Kalau khoriqul adah ya wali. Ada yang bantah lagi, wali kok kayak gitu?” ujar Gus Yahya.

Kalau Gus Kelik, lanjut Gus Yahya itu sudah tidak saya pikir lagi, entah wali entah tidak. Tidak saya pikir.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Hanya yang saya ingat itu, coba ingat njenengan-njenengan yang bergaul dengan Gus Kelik ketika hidup, kok tidak ada orang yang benci terhadapnya. Itu kok tidak ada. Padahal orang itu, sebaik apa pun itu, di mana-mana ada saja yang benci. Tidak ada orang senyleneh Gus Kelik, tapi banyak yang suka,” ujar Gus Yahya yang disambut gelak tawa para hadirin.

Coba yang hadir ini, lanjut Gus Yahya, bawalah mobil lalu beli bensin setengah liter di penjual eceran. Pasti njenengan dimarah-marahi sama penjualnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lha kalau Gus Kelik ini, nggak itu. Gus Kelik bawa mobil, beli bensin setengah liter di penjual eceran, ya dikasih. Penjualnya juga tidak marah. Itu kejadian benar, di Mangkuyudan,” cerita Gus Yahya yang sekali lagi disambut tawa para hadirin.

Malahan, kata Gus Yahya, yang kelihatan dengan sangat, banyak orang yang suka terhadap Gus Kelik. Lha orang segini banyaknya yang hadir ini, kan pada suka sama Gus Kelik. Ini kelihatan dengan sangat. Maka, saya yakin bahwa Gus Kelik itu bagian dari orang-orang saleh.

“Allah itu sudah janji, kalau ada hambanya yang saleh, maka Ia akan memberikan mahabbah kepadanya. Gus Kelik itu tidak usah mencari-cari cara, otomatis orang-orang itu pada suka. Kalau yang lainnya kan pada tebar pesona semuanya. Ada yang pencitraan. Gus Kelik itu tidak pernah seperti itu. Tidak pernah berpura-pura baik dengan orang itu tidak pernah,” ungkap Gus Yahya.

Apa pernah Gus Kelik itu, lanjut Gus Yahya, membagi-bagikan buku kepada tukang becak? Tidak pernah. Nyisir rambut saja tidak pernah. Lha kayak gitu kok banyak orang yang suka. Ya entah bagaimana, kok bisa suka itu entah bagaimana.

“Kalau dipikir-pikir, sukanya sama Gus Kelik itu apanya juga tidak jelas kok. Tapi kok yang suka dengan Gus Kelik banyak,” tandas Gus Yahya. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Lomba, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 23 Januari 2018

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep mengeluarkan Maklumat Hari Santri Nasional 2017. Maklumat tersebut dibacakan Pj Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Taufiqurrahman FM saat Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di GOR A Yani Sumenep, Ahad, (22/10).

Dalam maklmuatnya kepada pemerintah, PCNU Sumenep mendesak pemerintah membuat regulasi seperti membuat Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang bisa melindungi lahan-lahan pertanian dan perkebunan produktif, kawasan konservasi, dan daerah-daerah tujuan wisata.

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Selain itu, PCNU Sumenep mendesak pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berbasis warga dan pengembangannya tetap mempertahankan kearifan dan budaya lokal. Pariwisata harus sebesar-besarnya menguntungkan warga dan tidak merusak kearifan dan budaya lokal.

Wakil Ketua PCNU Sumenep, A Dardiri Zubairi mengatakan, maklumat tersebut sebagai respons atas kegelisahan warga yang tanahnya mulai banyak dijual. Sumenep sudan menghadapi darurat agraria. Saat ini, di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini marak alih fungsi lahan.

"Apa yang disuarakan NU tepat, pas bersamaan dengan lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober dulu. Jika dulu bangsa ini menghadapi kolonialisme, saat ini sebenarnya tak ada bedanya cuma wajahnya berubah. SDA kita, termasuk tanah dan air, sudah dikuasai swasta termasuk asing," tutur Koordinator FNKSDA Sumenep, kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peringatan HSN yang dikemas dengan upacara dan istighosah kubro itu mengambil tema? Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara Menjaga Pancasila dan NKRI.? Dalam kegiatan yang diikuti ribuan orang tersebut, tampak hadir Bupati Sumenep A Busyro Karim, sejumlah pengasuh pesantren, dan pengurus NU. (M Kamil Akhyari/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Halaqoh, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 19 Januari 2018

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Nahdlatul Ulama sejatinya sejak awal sudah memikirkan ? pemberdayaan dan ? peningkatan taraf ekomomi umat. Bahkan salah satu pilar yang menjadi embrio pendirian NU adalah Nahdlatut Tujjar, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pemberdyaan ekonomi.

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU

Demikian disampaikan Wakil Bendahara Umum PBNU, KH Abdul Hamid Wahid saat memberikan sambtuan dalam acara pembukaan pasar rakyat Indoneia di alun-alun Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (15/12).

Menurutnya, pemberdyaan ekonmi umat merupakan salah satu agenda utama NU yang terus dipacu dan dikembangkan ? agar NU memberikan nilai lebih kepada warganya. “Contohnaya, ya ini (pasar rakyat). Jadi sesungguhnya, keberadaan pasar rakyat ini kita mengenang kembali substansi dan ruh perjuagan NU, yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tukasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Putra tokoh NU, KH Wahid Zaini itu menambahkan bahwa NU tidak sekedar hadir untuk melayani pendidikan dan dakwah, tapi juga menjangkau sektor yang bersifat prkatis sehari-hari, yaitu ekonomi. ? Lebih jauh lagi, katanya, pergelaran pasar rakyat ini diharapkan bisa merangsang warga NU untuk ambil bagian sebagai pelaku agar mereka tidak hanya menjadi obyek, tapi subyek yang ikut mewarnai perekonomian bangsa. “Dan saya kira kita warga NU mampu, sangat mampu untuk itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan PBNU menggelar pasar rakyat di Bondowoso. Menurutnya, ini pertanda bahwa NU mempunyai keinginan yang kuat untuk menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Diakuinya, sejauh ini secara umum ekonomi warga NU memang masih membutuhkan dorongan dan stimulan ? agar mereka bisa menjadi pelaku pasar yang handal. “Secara umum warga NU adalah pelaku pasar tradisional, dan itu butuh sentuhan agar bisa berdaya guna,” ungkapnya.

Amin menambahan, pihaknya akan terus mengakomodasi pasar tradisional untuk memberikan peluang berkembang menjadi pelaku pasar yang tangguh. Kendai demikian, ia tidak menutup mata terhadap keberadaan pasar modern untuk mengakselerasi perkembangan pasar global. “Jadi kami tampung dan berdayakan pasar tradisional, tapi juga kami akomodasi pasar modern tanpa harus mematikan pasar tradisional, tentu dengan peraturan yang bebitu rupa,” jelasnya.

Selain bupati, acara pembukaan pasar rakyat Indonesia juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Bondowoso, KH. Ali Salam, Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhofir, Mustasyar PCNU, KH. Salwa Arifin, ? sejumlah ketua partai politik dan sekitar 500 undangan. Acara pembukaan pasar rakyat ditandai dengan pelepasan burung merpati bersama-sama oleh Bupati Amin, Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Bondowoso, KH. Abdul Qadir Syam dan Gus Hamid. Setelah pembukaan , Bupati berkeliling meninjau stand.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 17 Januari 2018

Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) harus dapat mengambil peran penting dalam ikut mempertahakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para mursyid dengan sekuat tenaga dan pikiran mesti mengupayakan komitmen ini karena tarekat merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang menjadikan NKRI sebagai bentuk negara yang final.

Hal tersebut disampaikan Rais Am Idarah Aliyah Jatman Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di hadapan ribuan hadirin dalam acara “Silaturahim Ulama Thariqah Se-Indonesia bersama TNI dan Polri” di Dupan Square Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/1). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.

Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun

Banyak pihak yang mengatakan Indonesia saat ini sedang dalam ancaman bahaya. Tetapi pihaknya berkeyakinan, selama ulama, umara (pemimpin), TNI, dan Polri masih bisa bersatu dan kompak, insyaallah Indonesia tetap aman dan damai.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Jika para ulama sudah berkumpul dengan TNI dan Polri seperti ini, niscaya Indonesia sulit dipecah belah," ujar Habib Luthfi.

Dikatakan, untuk menjadikan Indonesia aman damai dan tentram dibutuhkan waktu yang cukup lama sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. Untuk menerima perintah shalat lima waktu dibutuhkan waktu 10 tahun sejak beliau menerima perintah menjadi nabi. Dalam kurun waktu tersebut, Rasulullah menanamkan ideologi kepada para pengikutnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya sebetulnya sangat malu melihat para elite tidak bisa rukun, selalu ada masalah yang dimunculkan, lihatlah para ulama, TNI dan Polri bisa duduk bersama dan inilah yang harus kita tiru," tandas Habib Luthfi.

Sebelumnya, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono membacakan pidato Panglima TNI Moeldoko yang berhalangan hadir karena mendadak dipanggil Presiden. Ia mengaku salut dengan silaturahim ulama ini. Pangdam kaget melihat lagu Indonesia raya dinyanyikan dan Pancasila dibacakan pada even tersebut.

“Secara pribadi, saya salut dengan para Ulama. Saya sangat bangga. Akan saya sampaikan kepada Panglima TNI peristiwa luar biasa ini,” ujar Pangdam.

Panglima TNI, melalui Pangdam IV Diponegoro menyampaikan terima kasih atas undangan silaturahim. Panglima melihat, silaturahim ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Indonesia sangat beragam dan plural. Kebhinnekaan, merupakan anugerah Allah SWT. Meski demikian, kita mempunyai kesamaan pandangan dan persepsi, bagaimana cara memecahkan masalah di negeri ini,” terangnya.

Hadir pula dalam acara silaturrahim ini jajaran TNI dan Polri se eks-Karesidenan Pekalongan, Idarah Aliyah dan Idaroh Syubiyah se-Indonesia, dan ratusan undangan lainnya.

Acara silaturrahm tarekat, TNI dan Polri yang digelar di Dupan Square kemarin merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya juga digelar di tempat yang sama yang dihadiri Kapolri Jendral Polisi Drs. Soetarman dan Panglima TNI Jendral Moeldoko.

Silaturrahim ini mengambil tema “Kebersamaan TNI, Polri, dan Ulama untuk memperkuat nilai nilai sejarah UUD 1945 dan Pancasila dalam membentengi NKRI dari Pengaruh Kelompok Radikal dan ISIS, serta Upaya Menuju Negara Poros Maritim”. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Lomba, Berita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun

Banjarmasin, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan, Mohandas, menyatakan peserta kegiatan "baayun" Maulid Nabi di Kabupaten Tapin, Selasa bertepatan 12 Rabiul Awal 1435 Hijriah meningkat.

Baayun maulid yaitu acara tradisional kaum Muslim Banjar, Kalsel di Desa Banua Halat, Tapin (117 km utara Banjarmasin) tahun sebelumnya cuma sekitar 4.000 orang, pada tahun ini sebanyak 5.196 peserta, katanya, Selasa.

Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Banjarmasin Peringati Maulid dengan Baayun

Sejumlah peserta baayun yang sebagian orang merupakan nazar di masjid Desa Banua Halat yang dianggap mempunyai karamah (keramat) itu, terdiri 3.453 orang dewasa dan 1.743 anak-anak, ungkapnya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di antara peserta baayun dewasa itu, yang tertua seorang perempuan bernama Juriah (100 th) dari Desa Pauh, Tapin dan termuda Hapi Badali berusia satu bulan dari Desa Timbung kabupaten tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemudian sejumlah peserta baayun tersebut dari luar Kabupaten Tapin 1.019 orang, dan luar Kalsel sebanyak 161. Mereka yang asal luar Kalsel itu, dari provinsi tetangga, Kalimantan Tengah 97, dan Kalimantan Timur 58.

Selain itu, dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, Prov Riau, dan Jawa Timur masing-masing satu orang, serta dari DKI Jakarta dan Jawa Barat masing-masing dua orang. Acara tradisonal baayun tersebut disertai dengan kumandang syair-syair maulid, yang diikuti semua hadiri yang merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw di Banua Halat itu.

Menjawab Antara Kalsel, dia menyatakan, pihaknya akan berupaya memperjuangkan acara baayun yang diselenggarakan tiap 12 Rabiul Awal itu agar masuk kalender kepariwisataan nasional.

"Karena pemerintah kabupaten (Pemkab) Tapin, sudah memasukkan acara baayun tersebut dan menjadi tradisi sejak lama, serta pegelaran massa dalam 30 tahun terakhir, sebagai kalender kapariwisataan daerah setempat," demikian Mohandas. (antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 Desember 2017

Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Pengurus Cabang Jamiyah Rijalul Ansor Kabupaten Brebes H Abdullah Faqih Maskumambang bertekad memperkuat akhlak Pemuda Brebes dengan sentuhan keimanan melalui pengajian rutin. Pengajian rutin dilakukan setiap minggu di ranting-ranting Ansor secara bergilir maupun secara periodik di tingkat anak cabang dan cabang.

“Kami akan menguatkan akhlakul karimah para pemuda Brebes dengan jalan mendalami kajian kitab-kitab kuning,” tutur Gus Faqih panggilan akrabnya di sela menghadiri pelantikan PC Muslimat NU di Pendopo Brebes, Ahad (13/9).

Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda

Gus Faqih yang juga pengasuh Pondok Pesanteren Al Fallah Ashofuwah Jatirokeh, Songgom Brebes akan meluangkan waktu secara marathon menguatkan kembali keberadaan jamiyah-jamiyah di setiap ranting. “Dari 297 ranting Ansor se Kabupaten Brebes, satu persatu akan disambangi,” ucapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam satu ranting atau desa, biasanya lebih dari 2 bahkan 3 Jamiyah. Tapi minimal, satu desa ada satu induk jamiyah Rijalul Ansor. Potensi Brebes yang memiliki penduduk terbanyak se Jawa Tengah sangat strategis untuk pengembangan, namun juga tantangannya berat. “Pengurus harus siap nginep di Musholla atau pondok ketika melakukan roadshow akhlakul karimah,” ucapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus baru Jamiyah Rijalul Ansor telah dikukuhkan kepengurusannya pada Jumat 11 September lalu di halaman SMK Bhakti Utama NU Jatirokeh bebarengan dengan Ansor Bersholawat. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes Moh Munsip SPdI.?

Pengurus yang dilantik untuk masa khitmad 2015-2019 antara lain Ketua H Abdullah Faqih Maskumambang, Sekretaris H Musyafa, dan Bendahara Ujang Nurhasan.

Dalam kesempatan pelantikan Rijalul Ansor, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mendorong peningkatan kiprah pemuda Ansor guna turut membangun Brebes. Pembangunan akhlak sangat diidam-idamkan oleh masyarakat Brebes seiring perkembangan zaman. Kecanggihan teknologi bisa meningkatkan akhlak generasi kalau digunakan secara bijaksana, tetapi bisa berekses negative ketika disalahgunakan. ? “Rijalul Ansor sangat berarti untuk membentengi moral generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi,” ucap Idza.

Hal senada ditegaskan Habib Umar Muthohar dari Semarang yang menandaskan pentingnya pemuda sebagai pelopor dan penggerak utama pembangunan daerah. Habib Umar menjelaskan, pada masa jaman Kenabian saat terjadi perang Khandaq. Pada saat itu Nabi memberikan kebebasan kepada Pemuda Ali dengan memberikan Pedang dan Sorban, dan ternyata Ali bin Abi Thalib mendapat kemenangan. “Artinya, pemuda diberi ruang yang luas untuk membangun daerahnya dan insya Allah mendapat kemenangan,” terangnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 16 Desember 2017

Maulid Nabi Tak Pernah Berhenti

Bekasi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Maulid adalah isim zaman dan isim makan dari walada. Walada, kata kerja lampau, berari telah lahir. Sedangkan Maulid bermakna hari dilahirkan atau tempat kelahiran. Dalam tradisi Islam Nusantara, maulid memiliki tiga makna.

Maulid Nabi Tak Pernah Berhenti (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi Tak Pernah Berhenti (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi Tak Pernah Berhenti

Pertama, bulan. Bulan yang dimaksud adalah bulan dalam almanak Hijriyah, yakni Robi’ul Awal. Muslim Nusantara tidak menggunakan Robi’ul Awal, melainkan dengan sebutan Maulid, disebabkan karena bulan tersebut merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 Maulid. Penyebutan Maulid pun rasanya lebih muda ketimbangan Robi’ul Awal.

Orang Jawa, orang Sunda, orang Banjarmasin, orang Jakarta, dan lain-lain menyebut bulan Robbi’ul Awal dengan Maulid atau Mulud.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara orang Madura menyebut dengan Molod dan Molot. Orang Aceh menyebut dengan Moloed. Bulan ini sangat dihormati, bahkan disebut bulan suci. Bulan maulid dianggap suci, karena orang suci dilahirkan. Ramadlan dikenal dengan bulan suci, karena pada waktu itulah kitab suci diturunkan. Ada lagu yang masyhur tentang bulan Maulid karya Nasida Ria, “Bulan maulid bulan yang suci”.

Makna kedua dari Maulid adalah hari pringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dalam kalender Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Robi’ul Awal. Pada tanggal 12 Maulid itu, umat Islam Nusantara, terutama pemegang Madzhab Aswaja, berkumpul di tempat yang disepakati, di masjid atau surau, di pesantren atau tempat-tempat bersejarah seperti keraton, hingga alun-alun kota.

Di Yogyakarta, Keraton mengadakan Grebeg Maulid pada tanggal 12 Maulid. Di Keraton Kasepuhan, ada tradisi Malam Panjang Jimat, di tanggal hari kelahiran Nabi SAW. Di desa-desa Nusantara, tanggal 12 Maulid dirayakan dengan membaca sejarah Nabi SAW yang terdapat di kitab al-Barzanji, dan lain-lain.? Pada hari tersebut juga, perayaan identik dengan acara makan-makan bersama atau bancakan seusai acara inti. Di Yogyakarta, ada Gunungan yang terbuat dari aneka macam makanan, bahkan di Padang Pariaman, ketika Maulid ada makanan khas, yakni Lemang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketiga, Maulid bermakna pengajian umum yang dikhususkan untuk mempringati kelahiran Nabi Muhammad. Penyelenggraan pengajian ini tidak terikat tanggal 12 Maulid. Ia bisa dilakukan ditanggal 1, 9, 23 Maulid dan seterusnya. Pengajian ini dikenal dengan sebutan Maulidan atau Muludan.

Di daerah-daerah yang tradisi Islamnya kental, pengajian Maulid dilakukan di luar bulan Maulid. Bahkan, di Pada Pariaman-Sumatara Barat, Maulid Nabi dilakukan selama tiga bulan, dengan makanan khasnya Malemang, yaitu Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal. Pengajian yang diselenggarakan di masjid, surau, berisi ceramah keagamaan, sholawat Nabi, dan lain-lain.

Tidak seperti beberapa tahun lampau, hari ini peringatan Maulid Nabi diadakan secara terbuka, makin semarak, di tempat-tempat modern, di kampus, sekolah, kantor dan tempat-tempat umum lainnya, juga televisi-televisi. Penyelenggara Maulidan mulai dilakukan oleh pemuda, komunitas pekerja, ibu-ibu, organisasi masyarakat, hingga institusi negara.

Hari ini, tampaknya orang melupakan pertanyaan, ”Apa hukum Maulid?”, “Mana dalil Maulid Nabi?”

Mereka sudah berasyik-masuk dengan acara Maulid yang penuh kegembiraan, penuh ekspresi, dari mualai merayakan dengan seni sastra, suara, musik, hingga makanan-makanan yang khas, yang tidak ada kecuali pada perayaan Maulid Nabi.

Memang masih ada saja orang yang usil dengan agenda Maulid Nabi, tapi di Indonesia jumlah kelompok yang mengharamkan acara tersebut amat kecil. Tapi juga seringkali suka cari perhatian dengan melakukan aksi-aksi over acting, teriak-teriak di radio, menyebarkan fitnah lewat lembaran-lembaran kecil, bahkan mendatangi rumah-rumah. Sampai di sini saya teringat dengan almaghfurlah Ki Fuad Hasyim Buntet, ketika menjelaskan perbedaan antara Maulid dan Haul.

“Kenapa bukan maulidan yang diperingati?” tanya Ki Fuad kepada jamaah Haul Mbah Ali Maksum Krapyak, beberapa tahun lampau. Lalu ia menjawab pertanyaannya sendiri dengan fasih dan lancar.

“Inilah perbedaan antara kita sebagai manusia biasa dengan Nabi Muhammad sebagai Rasul Tuhan. Peringatan maulid hanya layak kita rayakan untuk Baginda Nabi Muhammad SAW, karena kelahirannya membawa cahaya dan kabar gembira juga peringatan. Kehadirannya dipastikan akan memberi jalan untuk mendapatkan hidayah Tuhan, mengejawantahkan akhlak mulia dan mengembangkan peradaban dunia, mewujudkan kemaslahatan bagi semua, serta bergerak untuk keadilan sosial di muka bumi ini. Semuanya pasti akan dilakukan oleh Muhammad sebagai sang rasul. Sedangkan kita, manusia biasa, tidak. Peringatan ulang tahun Muhammad diselenggarakan untuk mengingatkan akan fungsi kenabiannya yang juga diwariskan kepada para pengikutnya.”

“Bagaimana dengan pesta ulang tahun yang sudah membudaya di masyarakat kita?” Kang Fuad bertanya lagi. Lalu ia menjawab sendiri dengan singkat tapi gamblang, “Peringatan ulang tahun atau biasa disingkat dengan ultah atau harlah sebetulnya bukan tradisi kita. Namun, kita tidak bisa menghentikan kebiasaan (‘adah) yang sudah melekat kuat di masyarakat dengan serta-merta dan semena-mena.”

“Kita, sebagai umat Islam yang toleran dan kreatif musti bisa ‘memasuki’ perayaan ultah supaya tidak melanggar aturan agama. Lebih dari itu, kita wajib menggunakan sarana ultah biar muncul manfaatnya. Biar berisi. Tidak hanya tiup lilin dan makan-makan saja.”

Pertanyaan penting dilontarkan lagi sesaat kemudian, “Bagaimana sikap kita kepada orang yang menghukumi bid’ah, baik acara haulan ataupun maulidan?” kata mereka bid’ah itu sesuatu yang tidak diajarkan agama atau Nabi Muhammad. Semua bid’ah itu sesat. Dan tiap kesesatan adalah dosa.”

Pertanyaan teologis itu hanya dijelaskan saja oleh Kang Fuad, “Kita tidak usah menghiraukan pendapat orang yang belum mengerti itu. Selagi tidak mengganggu, tidak apa-apa, biarkan saja. Tidak perlu dihardik. Pada suatu saat nanti mereka akan mengerti, dan melihat ada manfaat pada ibadah haulan dan maulidan itu. Dan mereka akan mengikutinya.”

Maulid Nabi bertujuan untuk mengagungkan, mengingat perjuangan serta meneladani Nabi Muhammad. Tradisi Maulid ini juga merupakan salah satu bentuk dakwah Islam Nusantara. Di dalam acara Maulid Nabi juga disyiarkan rasa kebersamaan dan solidaritas sosial, sebagai salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. Melihat begitu semarak dan semangat perayaan Maulid yang juga dilakukan dengan tulus, sepertinya, Maulid Nabi tak akan pernah berhenti. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Lomba, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 11 Desember 2017

Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar

Sijunjung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan bangsa Indonesia. Karena NU adalah satu-satunya organisasi yang komitmen dalam menjaga tradisi Islam Nusantara. Di tengah pelbagai tantangan, pengurus NU diharapkan memiliki keuletan dalam mendampingi warga.

Hal itu disampaikan? Ketua PCNU Kabupaten Sijunjung Buya Bustamam Habib dalam pelantikan Anak Ranting NU dan Muslimat NU Kamang Madani di Masjid Raya Kamang Madani, Nagari Timpeh, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Jumat (15/4).

Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar

Buya Bustamam Habib berharap pengurus yang dilantik untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi Nusantara. Para ulama NU telah berbuat untuk menjaga dan merawat tradisi Nusantara. Untuk itu, pengurus yang dilantik diharapkan agar selalu berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

"Di tengah derasnya serangan terhadap tradisi Islam Nusantara saat ini, pengurus NU yang dilantik diminta selalu istiqomah dan sabar dalam berkhidmat di NU," tambah Buya Bustamam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelantikan yang berlangsung meriah dihadiri sedikitnya 300 orang hadirin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sekretaris PCNU Sijunjung Pebriyaldi menyebutkan,? acara pelantikan ini diawali dengan apel siaga Banser. Pelaksanaan apel Banser? ini pertanda kebangkitan NU di Kabupaten Sijunjung. Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita peresmian kantor sekretariat MWCNU Kamang Madani oleh Ketua PCNU Kabupaten Sijunjung Buya Bustamam Habib. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 03 Desember 2017

Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Fatayat dan Muslimat NU se-Kabupaten Tegal rutin menjalin keakraban dengan menggelar kegiatan Mudzakarah yang dilakukan dengan bersama-sama di tiap-tiap Pengurus Anak Cabang. Sabtu (9/3) kemarin, Muzakarah bertempat di Kecamatan Sindang.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Dukuhwaru, Latifah mengatakan, kegiatan yang dilakukanya bertujuan untuk melanggengkan silaturahmi anatara pengurus dan anggota.

Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling

“Dengan jalinan mesra ini, akan ada komunikasi secara langsung dari anggota ke pengurus dari berbagai tingkatan. Modal komunikasi ini yang kami pakai untuk mewujudkan program bersama, membangun masa depan agar lebih baik,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Meski demikian, wanita Mungil itu memprediksi, pertemuan besar semacam ini, banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak terutama mendekati berbagai pemilihan umum. Banyak pihak yang ingin merebut pengaruh.

“Kami akan berkomitmen dengan gagasan awal yaitu tidak akan terlibat dan atau akan menutup diri dengan apa yang disebut politik praktis,” imbunya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan itu dihadiri, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Ustman, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal H. Ahmad Wasy’ari, Asisten II Bupati Tegal Agus Subagyo, jajaran Pengurus MWCNU dan badan otonom. KH Abdul Mutholib, kiai sepuh setempat memberikan taushiyah dalam muzakarah ini.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, AlaNu, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 29 November 2017

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jika tidak ada halangan, tahun ini Pemerintah Kabupten Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Al-Qur’an. Juga peraturan Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah. 

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

Hal itu menyusul diajukannya dua Rancangan Perda tersebut –bersama 5 Rancangan Perda lain- pada rapat paripurna di gedung DPRD Jember, beberapa hari lalu.

 

Menurut Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Jember, Siswono, Perda tentang Baca Tulis Al-Qur’an sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jember, khususnya dalam rangka mencetak generasi muda yang islami dan paham terhadap Al-Qur’an. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, selama ini Jember telah melebeli diri dengan sebutan kota relijius. "Untuk itulah diperlukan Perda tersebut. Sebab apa, sebab membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan pintu masuk untuk memahami isi dan kandungan Al-Qur’an," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Jumat (18/9).

 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sedangkan mengenai Rancangan Perda tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah, menurut Siswono, dimaksudkan sebagai instrumen untuk mengentas kemiskinan di Kabupaten Jember melalui pemberdayaan zakat dan sedekah secara maksimal. 

Ia mengabaikan pendapat bahwa zakat tidak akan mempu mengurangi kemiskinan karena jumlah orang miskin jauh lebih banyak daripada orang kaya. "Itu kalau dana zakat, Infaq dan sedekah tidak dikelola dengan sungguh-sungguh. Tapi jika dikelola dengan baik dan benar serta transparan, maka tidak mustahil kemiskinan bisa dikurangi oleh pemanfaatan zakat," jelasnya.

 

Semua Rancangan Perda itu merupakan prakarsa DPRD Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengadian pada Masyarakat Universitas Islam Jember (UIJ)Lembaga Penelitian Universitas Jember Lembaga Penelitian Universitas Jember.

 

Setelah resmi diusulkan, akan dibahas bersama oleh eksekutif dan legislatif sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Perda. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 25 November 2017

Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail NU yang kami hormati. Dalam kesempatan ini kami ingin bertanya tentang perempuan yang sedang haid. Sebagaimana yang kami ketahui bahwa seluruh amalan haji atau manasik haji boleh dikerjakan oleh perempuan haid kecuali thawaf.

Pertanyaan yang ingin kami ajukan adalah kenapa perempuan haid boleh melakukan semua manasik atau amalan haji kecuali thawaf? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih.

Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf?

Wassalamu alaikum wr. wb. (Walid/Jakarta)

Jawaban

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Assalamu alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam sebauah riwayat dikatakan bahwa Sayyidah Aisyah RA telah sampai di Mekkah, namun beliau mengalami datang bulan sehingga tidak melakukan thawaf dan sai.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemudian Sayyidah Aisyah RA mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. Rasul pun memberikan respon dengan menyatakan, “Lakukan sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji, hanya saja jangan thawaf di Baitulah sebelum suci.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Aisyah RA, istri Nabi SAW, ia berkata, ‘Saya telah sampai di Mekkah, sedangkan saya dalam keadaan haid sehingga saya tidak melaksanakan thawaf di Baitullah, tidak juga mengerjakan sai antara bukit Shafa dan Marwa. Lantas, saya pun mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. Beliau pun merespon dengan menyatakan, ‘Lakukan apa yang dilakukan orang yang berhaji, hanya saja jangan melaksanakan thawaf di Baitullah sebelum suci’. Ini adalah hadits yang disepakati kesahihannya.”

Hadits ini jelas menunjukkan bahwa perempuan yang sedang mengalami haid diperbolehkan atau sah untuk melaksanakan amalan-amalan haji kecuali thawaf di Baitullah. Dari sini kemudian muncul pertanyan kenapa perempuan haid tidak boleh thawaf, sebagaimana yang ditanyakan di atas.

Setelah kita menelisik lebih lanjut, ternyata para ulama berbeda pendapat tentang alasan perempuan yang sedang haid dilarang untuk melakukan thawaf. Setidaknya ada dua pandangan sebagaimana dikemukakan oleh penulis kitab Subulus Salam.

Pendapat pertama menyatakan bahwa alasannya adalah karena salah satu syarat sahnya thawaf adalah suci. Sedang perempuan yang sedang haid jelas tidak suci karena haid termasuk hadats besar.

Pendapat kedua menyatakan bahwa perempuan yang haid tidak boleh thawaf karena ia dilarang masuk masjid. Padahal thawaf mengelilingi Ka‘bah atau Baitullah yang dikelilingi oleh Masjidil Haram.

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?.

Artinya, “Illat atau alasan tidak diperbolehakannya perempuan yang haid untuk melaksanakan thawaf diperselisihkan oleh para ulama. Ada pendapat yang menyatakan karena suci adalah salah satu syarat thawaf. Dalam pendapat lain dikatakan (qila), karena perempuan yang sedang haid dilarang masuk masjid.”

Penjelasan singkat ini hemat kami sudah dapat menjawab mengenai pertanyaan di atas. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwmith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 04 Agustus 2017

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta warga NU Jatim menjaga soliditasnya pasca berlangsungnya pemilihan gubernur, Kamis (30/8). Sejumlah kader NU bersaing dalam pilgub tersebut.

Ia berharap perbedaan pilihan dimaknai secara dewasa, dan setelah proses pemilihan tersebut selesai, semuanya kembali kepada aktifitas sehari-hari secara produktif.

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

“Mari kita tunggu proses akhirnya yang sedang berlangsung. Selanjutnya, kita kembali pada aktifitas sebelumnya, yang bekerja kembali pada pekerjaannya, yang menjadi pengurus NU harus tetap menjaga amanahnya,“ katanya, Jum’at. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian akhir penghitungan suara ini menjunjung tinggi politik keadaban. Jangan sampai gaya-gaya politik Machiavelis yang berlangsung sebelum pilgub digunakan.

“Semuanya harus menjunjungi tinggi politik yang berkeadaban. Dan jika ada masalah selesaikan melalui jalur hukum di MK,“ tandasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berdasarkan hasil sejumlah quick count pasangan Karwo-Syaifullah (Karsa) menang, tetapi pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang diusung PKB juga mengklaim menang berdasarkan perhitungan riil dari saksi-saksi yang diturunkan di lapangan. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara, RMI NU, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 05 Juni 2017

Melalui GUF 2016, GP Ansor Deklarasikan Perdamaian Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Global Unity Forum (GUF) yang diinisiasi GP Ansor, Kamis (12/5) menghasilkan deklarasi yang menyerukan perdamaian. Didasari keyakinan bahwa semangat Islam yang rahmatan lil alamin dan semangat menyempurnakan akhlak mulia, GP Ansor menyerukan semua pihak menghentikan pelbagai bentuk pengasingan, diskriminasi, permusuhan dan konflik atas nama agama.

GP Ansor meminta para ulama yang memenuhi syarat untuk secara seksama memeriksa dan mengatasi unsur-unsur fikih yang jika diterapkan di lain eranya tampak diskriminatif dan menyarankan kekerasan terhadap siapa pun yang dianggap non-Muslim.

Melalui GUF 2016, GP Ansor Deklarasikan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui GUF 2016, GP Ansor Deklarasikan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui GUF 2016, GP Ansor Deklarasikan Perdamaian Dunia

“Kita ingin mengakhiri semuanya,” kata Ketum GP Ansor H Yaqut Cholil Choumas (Gus Tutut).

GP Ansor bersama sejumlah pihak menandatangai komitmen bersama untuk mengembangkan rencana tindakan yang efektif dan untuk terlibat dalam kegiatan konkret yang diperlukam guna mengakhiri paksa pengasingam, diskriminasi, permusuhan, dan konflik atas nama agama di semua tingkat masyarakat, termasuk lokal, regional, dan nasional, dan untuk memperluas kegiatan ini secara global.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mereka yang turut menandatangani komitmen bersama ini adalah Ketum GP Ansor Gus Tutut, Ketum Pemuda Katolik Karolin Margaret Natasa, Ketum DPP Gerakan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Michel Wattimena, Ketum Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) D Sures Kumar, Ketum Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Bambang Patijaya, Samuel Tadros dari Coptic Christian, Senior Fellow at the Hudson Institute’s Center for Religious Freedom, dan Pendiri sekaligus Direktur Fons Vitae Ms Aisha Virginia Gray Henry. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Lomba, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 08 Maret 2017

Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal

Den Haag, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bertempat di Masjid Al –Hikmah Den Haag, (1/7) ratusan Nahdliyin dan jajaran pengurus PCI NU Belanda dari berbagai kota di Belanda nampak antusias menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Belanda.?

Menurut Sekjen PCI NU Belanda Fahrizal Yusuf Affandi, acara halal bihalal ini diselenggarakan untuk memperkuat jejaring Nahdliyin dan dakwah Ahlusssunnah wal Jamaah An Nahdliyah di Belanda. Halal bihalal kali ini mengusung tema Menjalin Ukhuwah Melalui Pesan Damai Islam Nusantara dengan menghadirkan KH Nurul Huda (Ustad Enha) pengasuh Pondok Pesantren Motivasi Indonesia sebagai penceramah utamanya.

Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Pesan Damai Islam Nusantara, PCINU Belanda Gelar Halal Bihalal

Kegiatan dibuka dengan lantunan shalawat oleh grup rebana Al-Hikmah dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh mustasyar PCINU Belanda KH Ahmad Naf’an Sulhan. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Ahmad Hambali Maksum, mustasyar PCINU Belanda dan musafahah (bersalaman-salaman) diriingi lantunan shalawat. Halal bihalal ini menjadi semakin meriah dengan hidangan khas Nusantara baik menu makan besar maupun panganan yang disajikan oleh panitia.?

Dalam ceramahnya, Ustadz Enha menegaskan bahwa Islam Nusantara harus terus dikembangkan dan menjadi landasan paradigmatik bagi pengembangan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah di manapun para warga Nahdliyin berada. Lebih lanjut menurutnya, Islam Nusantara sangat sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang mengedepankan kebersamaan dan gotong royong.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

”Acara halal bihalal ini adalah salah satu contoh tradisi Islam Nusantara yang toleran dan senang bersaudara, insyaallah jamaah yang hadir di acara ini adalah orang-orang yang dilembutkan hatinya.”?

Momentum halal bihalal ini adalah saat yang tepat bagi para jamaah untuk kembali kepada fitrah. “Kembali kepada fitrah berarti kita tidak hanya mudik ragawi tetapi juga mudik fikri maupun mudik ruhani. Mudik fikri artinya kembali kepada metode dan sistem berfikir yang dianut oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah sementara mudik ruhani bermakna pelepasan dan pembebasan dari penghambaan terhadap segala sesuatu selain Allah,” ujar Kiai yang telah menghabiskan tiga minggu terakhir Ramadhan tahun ini di Belanda tersebut.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senada dengan Ustadz Enha, Duta Besar Republik Indonesia untuk kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja yang juga hadir dalam acara tersebut menekankan relevansi nilai-nilai Islam Nusantara seperti toleransi, moderasi dan kepedulian terhadap sesama dalam percaturan internasional yang saat ini sarat diwarnai oleh ancaman yang serius dari meningkatnya frekuensi dan intensitas kekerasan dan ketimpangan sosial-ekonomi.?

“Acara halal bihalal ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh PCINU Belanda dan diharapkan dapat berlangsung terus di masa depan,” ujar KH.Nurhasyim Subadi, rais syuriyah PCINU Belanda. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Ulama, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 05 Maret 2017

Khilafah Mustahil Ambil Alih Mekkah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Asad Said Ali menegaskan konsep khilafah keliru dan tidak sejalan kehendak pendiri bangsa.

"Kenapa pendiri bangsa tidak memilih Jawa yang mayoritas namun menghendaki Indonesia sebagai bangsa, tanah air dan bahasa? Waktu Indonesia belum merdeka kita telah bersatu. Dan bagaimana bangsa ini kedepan telah dipikirkan dengan baik," ujar Kiai Asad, di Jakarta, Ahad (29/10).

Khilafah Mustahil Ambil Alih Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khilafah Mustahil Ambil Alih Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khilafah Mustahil Ambil Alih Mekkah

Kepada kader Ansor dan Banser yang mengikuti Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional Banser seluruh Indonesia, ia menyebut bangsa ini memiliki modal sosial.

Selain itu, sumber daya manusianya atau SDM dimiliki bangsa gemah ripah loh jinawi juga luar biasa.

Menurut dia lagi, walau hari ini sebagian generasi Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian generasi milenial, tetap jangan melupakan Aswaja yang sudah jelas Rahmatan Lil Alamin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Sumpah Pemuda itu mendekati hubbul wathon minal iman. Kalau mau bikin negara khilafah, itu keliru. Boleh tidak Mekkah kita ambil?" kata Kiai Asad lagi.

Bentuk dan nama negara telah ditetapkan pendiri bangsa ialah Republik Indonesia, bukan Republik Jawa, Sunda, Sulawesi atau yang lainnya.

"Nenek moyang kita sudah jauh berpikir ke depan. Di negara lain tidak ada punya konsep Pancasila seperti kita," ujar mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu lagi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia meminta kader Ansor dan Banser dalam membina generasi milenial harus tetap memperhatikan keberagaman, meliputi suku, agama, ras dan golongan.

"Agama harus dihargai keberadaanya. Ansor bisa dan harus melakukan kerjasama di bidang sosial dan kebangsaan," imbaunya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar baju Ansor dan Banser jangan sampai dijual murah, melainkan harus selalu dijaga muruahnya.

Kiai Asad melanjutkan, kader pemuda Nahdlatul Ulama (NU) harus selalu menjadi penengah sebagaimana karakter NU.

"Ansor dan Banser harus bisa menjadi solusi. Kita mengatasi konflik bukan berlari menghindari konflik," ujanya. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 23 Oktober 2016

Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Probolinggo periode 2015-2020 resmi dilantik di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin di Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Senin (27/7).

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua PW Fatayat NU Provinsi Jawa Timur Hikmah Bafakih ini dihadiri oleh Wakil Walikota Probolinggo H Suhadak, Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH Aziz Fadhol, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo Muhammad dan sejumlah pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom NU se-Kota Probolinggo.

Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata

Usai dilantik, Fatayat NU Kota Probolinggo diminta supaya bisa cepat beradaptasi dengan kepengurusan yang baru dan segera melakukan konsolidasi untuk menyusun program kerja organisasi yang akan dijalankan di Kota Probolinggo.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Mohon untuk segera menyusun program kerja supaya nantinya bisa langsung berkiprah di tengah-tengah masyarakat Kota Probolinggo. Buat program yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkul semua elemen demi suksesnya program kerja,” ungkap Ketua PW Fatayat NU Jatim Hikmah Bafakih.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo Nur Hudana menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah bekerja sama demi suksesnya pelaksanaan tugas organisasi ke depan. Dia bertekad akan menjalankan amanah yang telah diberikan sesuai dengan hasil Konfercab Fatayat NU Kota Probolinggo.

“Mohon dukungan dan kerja samanya supaya Fatayat bisa berbuat semaksimal mungkin di tengah-tengah masyarakat. Yang jelas kami akan melibatkan semua pengurus mulai dari tingkat cabang hingga ranting beserta banom yang lain. Hal ini penting supaya program ke depan bisa berjalan sesuai harapan masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 08 Maret 2016

Dari Ziarah, Tahlilan, Nobar hingga Upacara Bendera

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rasa syukur masyarakat Kudus dalam merayakan hari Ulang tahun ke 71? kemerdekaan Republik Indonesia ditunjukkan dengan ragam kegiatan di sejumlah tempat. Dari pantauan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw pada Senin malam 17 Agustus, masyarakat Kudus di setiap desa melaksanakan kegiatan tirakatan, tahlilan, ziarah hingga menonton film perjuangan.

?

Di desa Padurenan Gebog Kudus Jateng misalnya, puluhan aktivis GP Ansor mengadakan ziarah ke makam Raden Muhammad Syarief, penyebar ajaran Islam di Kudus utara. Mereka membaca Raatibul Hadad, tahlil dan berdoa bersama (istighosah) di makam R.Muhammad Syarif yang terletak dipemakaman umum desa Padurenan.

?

Dari Ziarah, Tahlilan, Nobar hingga Upacara Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Ziarah, Tahlilan, Nobar hingga Upacara Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Ziarah, Tahlilan, Nobar hingga Upacara Bendera

Di Colo Dawe Kudus, aktivis Ansor bersama masyarakat sekitar mengadakan tasyakuran membaca tahlilan di lanjutkan menonton film "Sang Kiai". Kegiata serupa terlihat di Pondok Tarbiyatul Banat Kalilopo Klumpit Gebog Kudus, para santri menonton film Soekarno setelahi melaksanakan doa bersama.

?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa pagi harinya (17/8) mulai pukul 07.00 WIB, seluruh madrasah sekolah di bawah naungan Maarif NU Kudus mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih di halaman sekolah masing-masing. Disamping pengibaran merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Yalal Wathan juga menggema pada upacara tersebut.

?

Seperti yang dinyanyikan siswa siswi MINU Alhuda Padurenan, usai upacara, mereka berjalan mengelilingi kampung sambil membawa bendera merah putih dan menyanyikan lagu Ya Ahlal Wathan karya KH Wahab Hasbullah.

?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Padurenan Isbah Kholili mengatakan ragam kegiatan peringatan HUT ke 71 RI? ini merupakan bentuk rasa syukur atas? kemerdekaan yang telah diraih pada 71 tahun yang lalu. Tasyakuran kemerdekaan dimaksudkan juga untuk menghormati dan mendoakan para leluhur dan para pejuang yang telah berjasa berjuang merebut kemerdekaan bangsa dari penjajah.

?

"Karenanya, Ansor Padurenan secara khusus berdoa dan ngalap barkah berziarah? makam pejuang Islam. Kami mendoakan semoga Indonesia terjaga dari marabahaya dan menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi, baldatun toyyibatun warabbun ghofuur," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

?

Isbah memandang perayaan ini juga untuk merenungi makna kemerdekaan semestinya yakni terbebas dari segala penjajah di semua sektor kehidupan bangsa. Kita memang sudah merdeka dari penjajah, namun kita patut mewaspadai jajahan lain pada bidang? ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, budaya dan konflik agama." katanya.

?

Isbah menegaskan Indonesia dikatakan merdeka yang sebenarnya jika ekonomi maju, pendidikan berkualitas, kesehatan terjamin, politik sehat, budaya terjaga dan negara aman dari konflik agama.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 September 2014

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Bahtsul Masail, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 20 Oktober 2012

Karena Buruk Pengelolaan, Jombang Terancam Krisis Air

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pembantu Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang Didik Suprayogi menyatakan, kondisi ketersediaan air di kabupaten Jombang saat ini masih berlebih. Namun, jika tidak dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin terjadi krisis air dalam rentang waktu 20 tahun mendatang.

"Kalau kondisi air di Jombang sekarang ini surplus. Air masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Tetapi ancaman krisis air tetap ada, apalagi jika air yang lebih dari cukup ini tidak dikelola dengan baik," terang Didik usai seminar sehari “Memperingati Hari Air Sedunia” di aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (22/2).

Karena Buruk Pengelolaan, Jombang Terancam Krisis Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Karena Buruk Pengelolaan, Jombang Terancam Krisis Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Karena Buruk Pengelolaan, Jombang Terancam Krisis Air

Dia menjelaskan, pertambahan penduduk di Indonesia dan dunia menjadi faktor pendukung potensi terjadinya krisis air. Di samping itu, kemampuan alam menyerap dan menyimpan air yang semakin rapuh membuat potensi krisis air kian terbuka.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kondisi itu, lanjut Didik, didukung labilnya alam yang tidak menyerap dan menyimpan air. "Krisis air terjadi, salah satunya karena kondisi alam. Jika tanaman hutan adalah tanaman yang kurang bisa menyerap air, ancaman krisis air semakin dekat," tambahnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk menekan potensi terjadinya krisis air, Didik berharap adanya perbaikan perilaku manusia. Budaya menyia-nyiakan air hingga menggunakan air secara berlebihan perlu ditinggalkan. Termasuk melakukan peremajaan tanaman yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air, pungkas Didik.

Seminar bertajuk "Menabung Air Sejak Dini untuk Menjaga Lingkungan Tetap Lestari" digelar menyongsong peringatan hari air sedunia yang jatuh pada 2 Maret mendatang. Seminar ini  dihadiri sedikitnya dua ratus siswa dari sejumlah SLTA di Jombang.

Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambak Beras menghadirkan pakar tanaman dan pertanian Kurniatun Hairiah serta pakar energi Teguh Utomo sebagai narasumber selain Didik Suprayogi.

"Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kepada siswa agar sejak dini mau melakukan kegiatan yang mendukung kelestarian air," ujar Ketua panitia seminar Shanty Nicolas. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw