Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kurang lebih seribuan jamaah Nahdliyyin memadati kompleks halaman Pesantren Bumi Sholawat Darussalamah Dusun Rawa Bunder Kampung Buyut Utara Kecamatan Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Mereka sedang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul, sekaligus shalawat bersama, Sabtu (24/12) malam, bertepatan 24 Rabiul Awal 1438 H.

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat

?

Kiai Nurkholis, salah satu dewan pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Darussalamah, mengatakan shalawat bersama dilaksanakan setiap malam Minggu Wage dan bergilir di lima kecamatan di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Tengah, yakni Kotagajah, Gunung Sugih, Punggur, Trimurjo dan Seputih Raman, dan malam itu masuk pada putaran yang kedelapan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

"Majelis Sholawat bersama ini bernama Majelis Nurul Muhdhor dan di pimpin langsung Habib Umar bin Muhdhor Al Hadad Pimpinan Majelis An Nur Bandar Lampung," kata alumni pesantren Darussalamah Brajadewa Way Jepara Lampung Timur ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

"Dan alhamdulillah pada bulan ini kita selenggarakan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan sekaligus Haul Kiai Muhammad Ilham selaku tokoh sekaligus pendiri pesantren ini," imbuh Kiai Nurkholis yang juga anggota Banser Lampung.

?

Hadir beberapa tokoh NU dan kiai pesantren; Habib Umar bin Muhdhor Al Hadad, KH Daroini Ali, S.H.I (Mustasyar NU Lampung Tengah), KH Imam Ibnu Mubarok (pengasuh pesantren Kendali Sodo Bumi Nabung), KH M. Mabrur (Pengasuh Pesantren Ash Sidiqiyah 9 Lampung Tengah), KH Ahmad Karimullah (Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban), Kiai Alie Fadhilah Musthofa (Pengasuh Pesantren Sunan Ampel Punggur), H. Sarjito (Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah), Saryono (Ketua PC GP Ansor Lampung Tengah), H Muhibin (Sekretaris MUI Kecamatan Kotagajah), Wali santri, serta para kader Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, dan puluhan Banser. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 16 Februari 2018

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sekitar 3500 warga NU Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memadati kantor desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo, Sabtu (16/5). Ribuan Nahdliyin yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua itu sedang mengikuti pawai taaruf yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian.

Peserta pawai terdiri dari para pelajar, di antaranya dari Taman Pendidikan AL-Quran, Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, IPNU IPPNU. Hadir juga banom-banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser dan pengurus MWCNU Krian.

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Mereka mengelilingi jalan raya Kemasan hingga menuju garis finish Perum Mandiri Residence Krian dengan melakukan berjalan jauh sambil membawa berbagai poster gambar pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu, mereka juga membentangkan berbagai poster bertuliskan menyukseskan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa simbol, di antaranya patung Sang Kiai, kostum karnival, dan sejumlah kendaraan yang dihiasi bendera Nahdlatul Ulama. Para peserta pawai ini kemudian dilepas oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Krian H Suwarno dan didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat desa setempat, serta anggota DPRD Sidoarjo.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krian Sidoarjo H Suwarno menuturkan, kegiatan pawai taaruf ini bertujuan untuk memperingati Harlah NU ke-92 sekaligus menyambut Muktaman ke-33 NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang serta memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, termasuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Hal ini terlihat banyak peserta pawai menggunakan kesenian budaya patrol yang salah satunya untuk tradisi membangunkan warga Muslim yang akan melakukan santap sahur," urainya.

H Suwarno menambahkan, semarak pawai taaruf ini diikuti dari 22 desa yang ada di Kecamatan Krian. Dari 22 desa ini terdiri dari peserta tingkat anak-anak hingga orang tua, diantaranya dari elemen pelajar yang dibawa naungan lembaga pendidikan Maarif NU dan banom Nahdlatul Ulama. (Moh Kholidun/Mahbib)

 



 

Minggu, 11 Februari 2018

Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tanggal 5 April 2013 digelar kegiatan Halaqoh “Maiyah” oleh Departemen Pengembangan Organisasi IPNU-IPPNU Komisariat Universitas Negeri Semarang bertempat di samping PKMU Unnes.

Kegiatan ini mengambil tema “Sosok Pemimpin Idaman”. Hadir Saratri Wilonoyudho yang mengisi sekaligus memandu diskusi. Ia aktif Menemani Jamaah Maiyah Gambang Syafaat Semarang, sehingga diharapkan bahwa kultur diskusi Maiyah bisa tertularkan dalam forum Halaqoh Maiyah Mahasiswa Unnes.

Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes

Diskusi terbuka itu dihadiri oleh kalangan mahasiswa Unnes dalam berbagai jurusan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam diskusi itu Saratri mengawali dengan pernyataan tentang fenomena krisis kepemimpinan yang terjadi sekarang adalah buah dari kurangnya kesadaran dari para pemimpin untuk memberikan pengabdiannya dalam memimpin. Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dan berkorban. Jangan sampai pemimpin memberikan contoh yang tidak baik seperti korupsi dan kegiatan negatif lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan yang digelar mulai jam 16.00 itu diakhiri menjelang Maghrib.

“Diskusi ini diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat mahasiswa Unnes untuk dapat duduk bersama tanpa melihat suku, daerah, ras, warna kulit dan lainnya. Diskusi ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi mahasiswa Unnes untuk bertukar pikiran, saling membantu, berbagi dan menjalin silaturahmi, melihat banyaknya egoisme karena perpecahan dan perbedaaan kelompok,” ujar Rodli selaku Moderator. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Amalan, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Februari 2018

Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tasikmalaya menggelar peringatan Hari Ibu, 20-23 Desember 2016, di di Gedung Dakwah Indonesia Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Acara yang dihadiri perwakilan Bakesbangpol dan Dinas Pendidikan setempat ini diawali dengan beberapa penampilan kreasi seni dari IPPNU. Paduan suara dikumandangkan para anggota Pimpinan Komisariat IPPNU Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) pada acara pembukaan.

Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneka Lomba Sambut Hari Ibu Pelajar NU Tasikmalaya

Menurut Siti Saidah, ketua pelaksana kegiatan, acara berlangsung selama empat hari dan diisi dengan berbagai lomba, antara lain Pembacaan Teks Pancasila dan Lomba Mewarnai Tingkat TK, RA, serta Lomba Karaoke Lagu Ibu untuk SMA/Sederajat. Total peserta lomba saat ini sudah mencapai 114 orang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Acara ini bukan serta merta untuk memperingati Hari Ibu saja, akan tetapi untuk menciptakan sebuah rasa yang tertanam kepada seluruh pelajar untuk selalu mencintai ibu kita di mana pun kita berada,” ujar Siti.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

H. Tedy perwakilan dari Dinas Pendidikan mengapresiasi kegiatan tersebut, apalagi dalam lomba peringatan Hari Ibu ini ada lomba Pembacaan Teks Pancasila tingkat TK/RA/Sederajat.

“Kepada IPPNU untuk mengikutsertakan lomba ini kepada pelajar SD dan SMP, sehingga Lomba ini lengkap dari tingkatan TK sampai SMA,” ucap Tedy.

Ia berharap, IPPNU terdepan dalam kepeduliannya terhadap para pelajar yang ada di Indonesia, dan menjadi kekuatan yang besar untuk mewujudkan Kota Tasik sebagai Kota Pendidikan.

Selain itu, hadir juga Wakil Ketua PC NU Kota Tasikmalaya, Ketua Fatayat NU, Ketua IPNU Kota Tasikmalaya dan para pengurus PAC, PR dan PK IPPNU serta mantan-mantan ketua PC IPPNU Kota Tasikmalaya. (Agum Gumilar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Jadwal Kajian, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 08 Februari 2018

Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam

Islam adalah ajaran yang memerhatikan sanad keilmuan. Kalangan ulama penting mengetahui asal suatu ajaran agama, sehingga apa yang didapatkan dapat dipertanggungjawabkan. Seorang ulama bernama Abdullah bin Al-Mubarak menyebutkan, “Isnad adalah sebagian dari agama. Tanpa adanya sanad, maka siapa saja akan berbicara apa saja yang ia kehendaki.”

Ajaran Islam disampaikan dari generasi ke generasi, dari kalangan ulama ke murid-muridnya. Semua ajaran ini diharapkan tersambung hingga Rasulullah SAW, supaya ajaran Islam benar-benar terjaga. Lebih-lebih dalam bidang hadits, para ahli sangat ketat bersikap.

Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam

Adanya sistem sanad dalam riwayat ini begitu diperhatikan ulama. Salah satu wujud perhatian ini adalah salah satu syarat hadits shahih yaitu tersambungnya sanad dari satu perawi hadits dengan lainnya, hingga sampai kepada Nabi. Meski pengumpulan hadits baru berkembang pada kurun kedua hijriyah, namun perhatian kepada sanad ini sudah dilakukan sejak masa sahabat.

Imam Muslim mencatat dalam pengantar kitab Shahih Muslim dari riwayat Abdullah bin ‘Abbas, “Sungguh kami menghapal hadits, dan hadits itu dihapalkan di sisi Rasulullah.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih lanjut Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa jika seseorang berkata, “Rasulullah bersabda ini...”, maka para sahabat akan sangat mencermatinya. Jika mereka tidak mengetahui asalnya dari Nabi, maka mereka tidak akan menyampaikannya. Demikian perhatian para sahabat kepada penyandaran sanad kepada Nabi.

Persebaran hadits semakin meluas setelah wafatnya Nabi, seiring perluasan dakwah Islam. Sanad hadits semakin diperhatikan, terlebih pada masa memanasnya perpolitikan di masa Khalifah Ali bin Abu Thalib, yang oleh para ulama disebut sebagai masa fitnah. Karena konflik politik ini mulai disertai klaim-klaim atas Nabi, umat Islam tersadar akan pentingnya sanad dalam ajaran agama.

Berlanjut ke era tabiin, salah satu pemuka tabiin bernama Muhammad bin Sirin menyatakan setelah terjadinya masa fitnah tersebut, “Sungguh ilmu ini (yaitu tentang hadits dan sanadnya) adalah bagian dari agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil ajaran agama.”

Salah satu peletak dasar ilmu hadits, yakni Imam Al-Hakim An-Naisaburi menyebutkan dalam Ma’rifatu ‘Ulumil Hadits bahwa jika tiada orang yang memerhatikan sanad, serta orang-orang enggan mempelajari dan menjaganya, maka ajaran Islam tidak akan berbekas dan orang-orang akan abai pada hadits. Bahkan turut membikin-bikin hadits dan memalsukan sanad.

Berkat upaya generasi awal umat Islam, maka sunah Nabi bisa tersampaikan dan dipertanggungjawabkan sanadnya. Terlebih sejak berkembangnya pencatatan dan pengumpulan hadits pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz, sistem penulisan sanad semakin ketat untuk menyeleksi kualitas hadits yang beredar di masyarakat. Dalam kajian hadits, sistem sanad adalah satu elemen yang diteliti secara ketat untuk menjaga eksistensi hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam. (Muhammad Iqbal Syauqi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Pondok Pesantren, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 02 Februari 2018

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Jepara,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, mengundang Prof. Dr. Supriyadi Rustad. Pertemuan berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Sabtu (8/3).

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pihaknya siap membantu membesarkan Unisnu.

“Unisnu layak menjadi besar layaknya perguruan-perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” katanya dalam Orientasi Akademik; Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dosen Unisnu Jepara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia memaparkan, pondasi pendidikan di Indonesia harus didukung dengan elemen-elemen yang saling bersinergi. Diantaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibingkai dengan standar dan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaannya tidak lepas dari kuliaas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dosen.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itu, pihaknya bersedia membantu mengirimkan dosen-dosen Unisnu untuk dikuliahkan Dikti ke luar negeri. Dikti lanjutnya juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk dosen Unisnu baik ke PT dalam maupun luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Muhtarom, mengungkapkan kampus yang digawanginya perlu banyak berbenah dan butuh banyak bimbingan dari Dikti serta Kopertis. DYP Sugiarto, Ketua Kopertis Wilayah VI yang turut hadir mengamini komitmen Dikti yang hendak memajukan kampus NU tersebut. “Semoga harapan dari Dikti segera terwujud,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Fragmen, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 23 Januari 2018

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) tengah merancang buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ Al-Qur’an Muslimat NU. Sebab itu, para pengurus Muslimat menggelar workshop mematangkan penulisan buku tersebut , Kamis (20/10) di Hotel Bintang Jakarta Pusat.?

Ketua Periodik PP Muslimat NU, Hj Rosmani Soedibyo mengatakan bahwa Msulimat selalu mengikuti perkembangan dan perubahan sosial yang ada. Menurutnya, perlu model dakwah khusus berbasis panduan sehingga adanya buku ini bisa menjadi pegangan para daiyah ke majelis-majelis taklim, TPA, maupun TPQ.

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ

“Harapannya, buku ini nantinya tidak hanya menjadi pegangan Muslimat tetapi juga Ormas perempuan lain. Berbagai problem terkini di buku ini dikemukakan secara detail agar dakwah terarah sesuai dengan perubahan zaman,” ujar Rosmani.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, H Muhammadiyah Amin menuturkan, buku nanti bisa disinergikan dengan program di Bimas. Dia mengapresiasi Muslimat yang terus konsisten dalam dakwah.

“Peran Muslimat NU banyak di bidang pemgembangan manusia dan dakwah. Perlu pengayaan materi sehingga perlu memperbarui model dakwah dalam pembangunan agama dan kemasyarakatan dan harus selalu ditingkatkan,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemampuan Muslimat NU dalam hal ini harus terus diperbarui terhadap kondisi-kondisi masyarakat. Sebab menurutnya, dakwah sering disalahartikan. Juru dakwah seakan tak merasakan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Dakwah juga diartikan sempit sehingga dakwah seolah hanya masalah agama saja.

“Masyarakat dari masyarakat fungsional, sosial, saintifik, maupun masyarakat tekonolgi. Saya harapkan kepada Muslimat agar terus meningkatkan model dakwah yang mampu mewujudkan masyarakat damai,” tandas Muhammadiyah Amin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua Himpunan Daiyah Muslimat (HIDMAT) NU Hj Mahfudhoh Aly Ubaid mengatakan bahwa buku ini sangat perlu untuk menjadi pegangan dan panduan dakwah bagi dai dan daiyah Muslimat NU.?

Mahfudhoh menerangkan bahwa problem menurunnya moralitas di antara anak-anak Indonesia menjadi perhatian penting bagi para dai Muslimat dan dai-dai seluruh Indonesia.?

“Di rancangan buku ini juga memuat model dan pengembangan dakwah berdasarkan kontekstualisasi zaman,” ujar Mahfudhoh. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 12 Januari 2018

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Hari Santri Nasional 22 Oktober disambut seluruh Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan dan caranya masing masing, tak mau ketinggalan Santri Kecamatan Rajapolahpun mencoba melestarikan dan memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui momen ini.

Beretempat di Terminal Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya, Jawa Barat santri yang berasal dari 80 Lembaga yang terdiri dari 20 Pesantren dan 60 Madrasah Diniyah ? se Rajapolah ini memenuhi lokasi kegiatan, mereka bersemangat dan berupaya meraih piala Hari Santri Nasional Kecamatan Rajapolah, Ahad (23/10)

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik

Pada peringatan Hari Santri Nasional panitia memperlombakan 7 Cabang Lomba Congklak, Bakiak, Jajangkungan (Engrang), Damdaman,sepakbola mini pake sarung, Menulis puisi dan Fashion Show.?

Menurut Ketua Pelaksana Peringatan Hari Santri Nasional Rajapolah, Edi Kardiman, permainan tradisional dipilih untuk bisa melestarikan dan mengingatkan kebiasaan zaman dahulu dimana saat ini kearifan lokal itu dihilangkan karena banyaknya orang yang main hanya dengan gadget, maka kita coba angkat kembali pada moment ini, dan Islam Nusantara itu sangat menghormati kearifan lokal.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Rajapolah Asep Hersan mengatakan, panitia sengaja tak memilih kegaiatan lomba yang bernuansa agama seperti baca kitab kuning dan semacamnya ? karena itu sudah biasa, kami ingin pada hari yang membahagiakan untuk para santri ini mereka semua tersenyum.

"Selain itu, kegiatan ini juga dijadikan ajang silaturahim antar-pesantren dan madrasah diniyah se-Rajapolah," pungkasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 10 Januari 2018

Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Melihat keramaian pasar sekilas tidak ada yang istimewa. Tetapi melihat membludaknya para pengunjung pasar beserta para penjualnya setiap menjelang Idul Fitri atau lebaran tiba menjadi fenomena dan kebiasaan menarik.

Masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang berjumlah 17 kecamatan ini secara umum menamakan tradisi ramai-ramai ke pasar tersebut dengan istilah ‘Prepegan’. Istilah Prepegan ini merujuk pada makna berbondong-bondong ke sebuah tempat dengan tujuan tertentu.

Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi ‘Prepegan’ Jelang Lebaran di Brebes

Dalam konteks menjelang Idul Fitri, masyarakat ramai-ramai belanja kebutuhan pokok menyambut malam takbiran dan silaturrahim di pagi harinya. Mereka tidak mungkin mencari kebutuhan-kebutuhan pokok apapun karena seluruh aktivitas pasar maupun toko semua tutup karena merayakan lebaran.

Salah satu alasan itulah yang membuat masyarakat berbondong-bondong mencukupi kebutuhan hingga pasca lebaran. Peluang ini ditangkap oleh para penjual kebutuhan pokok di pasar sehingga selain para pembeli, penjual pun membludak karena ramai-ramai membuka lapak dagangannya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw sempat menelusuri ‘Prepegan’ di salah satu pasar di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Sabtu (24/6) pagi. Padatnya pasar hingga meluber ke sebagian jalan menimbulkan tersendatnya lalu lintas di jalan pasar tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

Ada 10 Anggota Pramuka dari SMK Ma’arif Bantarkwung yang turut membantu masyarakat mengurai kemacetan. Mereka berdiri berjajar tepat di marka jalan yang ada di tengah dengan membawa bendera semaphore berwarna kuning dan merah serta pluit.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut penuturan salah satu anggota Pramuka bernama Lia yang turut terjun ke tengah jalan, aktivitas ‘Prepegan’ yang sudah menjadi tradisi masyarakat di Pasar Desa Bangbayang membuat personil Pramuka SMK Ma’arif Bantarkawung menyusun program tahunan untuk membantu warga mengurai kemacetan.

“Setiap tahun kita terjun ke lapangan untuk mengurai kemacetan,” ujar Lia sambil beraktivitas menertibkan jalan. Masyarakat merasa terbantu dengan hadirnya adik-adik Pramuka dalam mengatur lalu lintas yang begitu padat.

Kelangkaan gas

Menjelang lebaran, tradisi ‘Prepegan’ turut berdampak pada perputaran ekonomi yang naik pesat. Pantauan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, barang-barang yang banyak dicari dalam tradisi ini antara lain daging ayam, janur maupun ketupat yang siap isi, sayuran, rempah-rempah, dan gas untuk kebutuhan memasak.

Namun, kebutuhan gas LPG 3 kilogram sangat langka setiap momen menjelang lebaran. Hal ini turut menghambat masyarakat dalam menyiapkan hidangan lebaran karena kelangkaan gas yang akhirnya tidak bisa memasak.

Mayoritas pembeli menggunakan kendaraan motor menuju ke pasar. Tidak sedikit terlihat motor yang membawa tabung gas kosong. Mereka mencari keberadaan gas di setiap lapak dan toko, hasilnya nihil.

“Bingung harus cari ke mana lagi,” ucap pengunjung pasar bernama Suratno tampak frustrasi di tas motornya dengan menenteng tabung gas kosong.

?

Kelangkaan gas ini menjadi keprihatinan mayoritas warga menjelang lebaran. Karena menurut mereka, justru banyak agen-agen nakal yang sengaja menimbun gas agar bisa dijual berlipat-lipat pasca lebaran.

Di tengah krisis gas, masyarakat tetap bergembira menyambut hari raya Idul Fitri dengan melestarikan tradisi ‘Prepegan’ ini. Bahkan ada yang sampai berbelanja kebutuhan pokok hingga satu mobil pick-up. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 07 Januari 2018

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

Umat Islam meyakini bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam ganjil yang diyakini datang di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang diharapkan oleh seluruh umat Islam. Karena apabila kita melakukan amal kebaikan pada malam itu, seolah-olah kita telah melakukan ibadah yang nilainya setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun.

Keinginan untuk mendapatkan hikmah dan berkah Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah Saw sendiri menyeru kepada umatnya untuk menyongsong malam seribu bulan ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).

Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Namun, menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah:

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

“Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah Saw sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah.

Ketika Rasulullah berdiri shalat, para sahabat juga menuanaikan shalat. Ketika beliau menegadahkan tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mengamininya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari bulan Ramadhan.

Disaat Rasulullah Saw dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah Saw dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak.

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah Saw dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi.

Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kapalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah Saw mengangat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah Saw bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah SAW. Namun beliau pun mencegahnya dan berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya”.

Apa yang dilakukan Rasulullah Saw ini menunjukkan betapa banyak hikmah dan rahasia di balik malam seribu bulan. Semoga malam yang tersisa di bulan Ramadhan ini mampu kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.? (Zunus Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 06 Januari 2018

Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya

Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pemerintah Republik Indonesia tengah menyiapkan anggaran khusus yang nantinya akan digunakan untuk membantu para pengungsi Rohingya di Aceh. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kunjungannya pada kegiatan Car Free Day di Solo Jawa Tengah, Ahad (24/5)

“Sudah ada beberapa kesepakatan dengan beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand, terkait dengan penanganan pengungsi Rohingya,” kata Jokowi.

Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya

Dipaparkan dia, kesepakatan penanganan pengungsi nanti diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan dan lokasi untuk penampungan. Jokowi juga berharap, agar PBB dan dunia internasional juga ikut memperhatikan nasib para pengungsi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, dilansir data dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), disebutkan saat ini jumlah pengungsi muslim Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar di Aceh berjumlah 1.722 jiwa.

Para pengungsi ditempatkan di tempat pengungsian yang tersebar di 4 daerah. Yaitu 560 jiwa di Kabupaten Aceh Utara, 47 jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang, 682 jiwa di Kota Langsa, dan 433 jiwa di Kabupaten Aceh Timur. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Presiden Siapkan Bantuan Khusus Pengungsi Rohingya

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 05 Januari 2018

Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menilai, pemikiran Hadratussyekh ? KH Hasyim Asy’ari masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi Indonesia saat ini.?

Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Sebut Pemikiran Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari Relevan

Bahkan, ia menyatakan, pemikiran pendiri NU tersebut memiliki urgensi yang tinggi terhadap persoalan bangsa pada hari ini.

"Pemikiran KH Hasyim Asyari itu masih tetap relevan, masih memiliki tingkat urgensi dan relevansi tinggi karena pemikiran beliau adalah pemikiran yang masih sangat diperlukan bagi bangsa dan negara Indonesia ini," katanya di Gedung Nusantara V Komlek MPR/DPR RI Jakarta, Sabtu (6/5).

Kiai Hasyim, jelas Lukman, mengajarkan untuk menjaga dan memperhatikan keragaman tradisi dan budaya hingga kemudian diisi dengan nilai-nilai Islam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Bagaimana beliau mengajarkan kepada kita agar kita tetap mampu memperhatikan tradisi budaya yang ada di Indonesia dan dari keragaman itu bisa diisi dengan nilai-nilai Islam," ucapnya.

Alumnus Universitas Islam As-Syafi’iyyah itu menjelaskan, pemikiran Kiai Hasyim tentang moderasi dalam bersikap, toleransi dengan muslim maupun non-muslim, dan seimbang masih sangat cocok diterapkan hingga saat ini.?

“Misalnya tasammuh (toleran), tawasuth (moderat), selalu melihat sesuatu secara seimbang, tawazun (seimbang). Hal-hal seperti itulah yang menurut saya tetap relevan," terangnya. "Itulah peninggalan beliau yang masih relevan," lanjutnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, RMI NU, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 04 Januari 2018

Pergunu Jabar Imbau Guru Kenalkan Sejarah dengan Menarik

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Wakil Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat Saepuloh mengimbau guru-guru NU, terutama guru sejarah, harus bisa menyampaikan pelajaran dengan menarik serta bisa memahamkan peserta didik bahwa sejarah itu penting dalam konteks kekinian.

Menurut Saepuloh menarik di sini bisa dengan berbagai cara, misalnya mempelajari sejarah tidak melulu melalui teks, tapi film. Bisa juga anak-anak diajak turun langsung ke tempat-tempat bersejarah. “Bisa juga anak-anak itu belajar sejarah dengan mempraktikan sendiri dalam seni peran seperti teater supaya bisa lebih mengen,” terangnya.

Pergunu Jabar Imbau Guru Kenalkan Sejarah dengan Menarik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Imbau Guru Kenalkan Sejarah dengan Menarik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Imbau Guru Kenalkan Sejarah dengan Menarik

?

Saepuloh juga mengimbau guru NU untuk mengajarkan sejarah lokal dimana mereka tinggal supaya tidak terasing di tempat tinggalnya sendiri. “Ajarkanlah sejarah supaya anak tahu perjuangan leluhurnya,” katanya melalui pers rilis selepas menghadiri Seminar Sejarah; Sejarah Kota Tasikmalaya: Pertumbuhan dan Perkembangan Kota di Priangan Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Tasikmalaya, Hotel Harmoni pada Sabtu, (18/10). ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jangan sampai, lanjut dia, orang yang lebih tahu sejarah kita justru orang lain. Jika itu terjadi bisa saja mereka melakukan penyelewengan sehingga merugikan pihak yang ditulis.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada seminar yang diselenggarakan Pergunu Jawa Barat bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Bandung Kemendikbud RI dan Pemerintah Kota Tasikmalaya tersebut, hadir, Kepala BPNB Bandung Drs. Toto Sucipto, Wakil Ketua Pergunu Jawa Barat H. Saepuloh, M.Pd., dan Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Drs. Undang Hendiana, M.Pd.

Sementara narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Sobana Hardjasaputra, MA., Muhajir Salam, S.S., Dr. Agus Mulyana, M.Hum., Dr. Didin Wahidin, M.Pd. (Ketua ISNU Jawa Barat), Drs. Heru Erwanto, dan Rahmat Mahmuda., SH., M.M.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Drs. Undang Hendiana, M.Si., menyambut baik kegiatan tersebut yang bertujuan untuk menggali dan memahami perkembangan kota Tasikmalaya, “Semoga kegiatan ini ada out put yang baik bagi kota Tasikmalaya,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 guru sejarah dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), 45 orang budayawan, serta 10 orang dari dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda,? dan Olah Raga Pemkot Tasikmalaya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Lakpesdam NU DKI Jakarta mendorong pihak Polda DKI Jakarta untuk mengambil tindakan hukum bagi anggota FPI yang berbuat onar saat demonstrasi beberapa hari lalu. Karena, di negara yang berlandaskan konstitusi, tidak boleh ada satupun unsur warga negara atau kelompok tertentu kebal dari hukum.

Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepolisian Mesti Jatuhkan Sanksi Keras Untuk FPI

Ketua Lakpesdam NU DKI Jakarta Husny Mubarok Amir mengecam siapa saja yang berbuat anarki hingga merusak fasilitas umum atau hak milik pribadi.

Menurutnya, semua orang memiliki hak menyatakan pendapatnya di muka umum. “Tetapi PWNU DKI Jakarta mengecam dan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengambil tindakan hukum bagi siapa saja yang berbuat anarkis dan melawan hukum,” kata Husny kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Rabu (12/11) malam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada Ahok, Husny mengingatkan bahwa kehidupan ini tidak hanya dinafasi oleh hukum atau konstitusi. Ia menyarankan Ahok untuk lebih bersikap bijak terhadap kearifan lokal. Kendati masyarakat Jakarta terbuka dan tidak minta penghormatan, hanya saja kesopanan berkomunikasi masih diperlukan.

“Kurangilah perkataan yang cenderung tinggi kepada siapapun, lebih-lebih kepada ulama atau kiai di Jakarta,” pungkas Husny menyikapi demontrasi FPI menolak Ahok. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 24 Desember 2017

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah siap membahas persoalan pilitik dalam Bahsul Masail di acara Munas & Konbes NU di Kempek Cirebon.?

Rais Syuriyah PWNU Jateng melalui Katib Syuriyah, KH Ubaidullah Sodaqoh ketika ditemui di lokasi Munas menjelamg acara pembukaan menyatakan, PWNU Jateng telah menyiapkan materi fiqhiyyah untuk membahas soal pemilihan umum, money politik, suap dan juga penentuan harga gabah oleh pemerintah.

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

"Kami siap membahas persoalan politik dan pemerintahan. Isu Pemilu san money politik akan kami bahas serius," ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Tlogosari Kota Semarang ini, Sabtu (15/9).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Ubed (panggilan akrab katib syuriyah ini), menguraikan, pemilihan umum yang termasuk pemilihan presiden dan kepala daerah haruslah diselenggarakan untuk dan demi kemaslahatan umat. Apabila membawa mafsadat, maka harus ditinjau ulang sistem dan tata cara pemilihannya.?

Menurutnya, salah satu pasal yang patut dibahas adalah sistem pemilihan langsung atau pemilihan perwakilan. Ahli fiqih ini mengatakan, NU telah mendapat masukan berbagai pihak agar meninjau ulang sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di dalam sejarah Islam, sambung dia, hanya dikenal pemilihan model perwakilan. Itupun hanya berlaku untuk imam (pemimpin) tertinggi dalam negara. Yakni pengangkatan para khalifah yang terkenal sebagai khulafaur rosyidin.?

Adapun pemilihan kepala daerah, yakni gubernur, bupati/walikota, dalam masa khalifah ditunjuk oleh imam. Bukan dipilih langsung oleh rakyat.?

"Dari sejarah khalifah bisa diambil rumusan fiqih bahwa kepala daerah ditunjuk oleh imam atau sulthon. Dalam ranah Indonesia ya oleh presiden," sambung dia.

Sistem Perwakilan

Selain dasar fiqih tersebut, tambah adik kandung KH Haris Sodaqoh ini, faktor maslahat perlu jadi pertimbangan untuk meninjau ulang model Pilkada langsung. Jika melalui politik uang dengan membeli suara rakyat serta menjadi penyebab suburnya korupsi sebagai akibat dari modal pencalonan yang mahal, maka patut diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan oleh presiden.

"Pilkada langsung jika membawa kerusakan, ada politik uang dan menimbulkan korupsi, bisa saja diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan langsung," imbuhnya.

Adapun jika memakai sistem perwakilan, sebagaimana dulu pernah dilaksanakan, harus benar-benar melalui proses yang benar. Para pemilihnya adalah ahlul halli wal aqdi. Bukan orang fasiq.? ?

Maka menurutnya, tanggung jawab semua warga negara adalah memilih orang yang baik dan adil untuk menjadi anggota dewan sebagai wakil rakyat.

"Syarat pemilih sebagai perwakilan rakyat adalah orang yg ahlul halli wal aqdi, tegasnya.

Mengutip qoul Imam Ghozali, Ubed menukilkan, kerusakan umaro karena kerusakan ulama, dan kerusakan ulama karena hubbud dun-ya (kecintaan pada harta benda).

Ulama dalam definisi Al-Ghozali, menurut tafsirannya, adalah DPR/DPRD. Sebab fungsi ulama di zaman Al-Ghozali hidup adalah sebagai dean penasehat dan pertimbangan Sulthon. Juga sebagai pengawas pemerintahan.?

"Di zaman Imam Ghozali belum ada trias politica. Jadi ulama yang beliau katakan dalam konteks sekarang adalah DPR/DPRD. Jadi kita harus memilih anggota parlemen yang tidak serakah harta. Tentu tidak yang koruptor, tandas Ubed.

Harga Gabah Harus Menguntungkan Petani

Lebih lanjut Kiai yang senang berdiskusi di dunia maya ini menyebutkan, pihaknya akan mengawal Bahsul Masail tema ekonomi dan pemerintahan Diantaranya terkait penentuan harga gabah oleh pemerintah.

Dia jelaskan, pemerintah secara umum wajib menjamin kesejahteraan rakyat. Perlindungan kepada petani dan pengaturan perdagangan adalah bagian tanggung jawab pemerintah.

Jika pemerintah ingin mengatur harga gabah, harus yang menguntungkan petani. Bulog sebagai lembaga yang melaksanakan pembelian serta pedagang swasta perlu diatur agar membeli gabah petani dengan harga yang layak. Tidak boleh seperti selama ini. Jika petani panen harganya murah, tapi kala musim tanam harga bibit mahal sekali. Ditambah beban harga pupuk yang sering tidak terkendali.?

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 15 Desember 2017

Inilah Amal Istimewa Mbah Umar Tumbu Bisa Mimpi Bertemu Nabi

Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kabar duka tentang wafatnya KH Umar Syahid, ulama sepuh dan juga Mustasyar PCNU Pacitan, Rabu (4/1) malam, tak pelak menimbulkan duka bagi masyarakat Nahdliyin, termasuk di daerah Soloraya, yang sering dikunjunginya.

Inilah Amal Istimewa Mbah Umar Tumbu Bisa Mimpi Bertemu Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Amal Istimewa Mbah Umar Tumbu Bisa Mimpi Bertemu Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Amal Istimewa Mbah Umar Tumbu Bisa Mimpi Bertemu Nabi

Salah satu tokoh Nahdliyin Solo, Habib Muhammad bin Hussein bin Anis Al-Habsyi, menuturkan kesannya terhadap almarhum KH Umar Syahid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Umar Tumbu.

"Beliau kesana kemari berjualan tumbu untuk membangun masjid diseluruh penjuru Indonesia, makanya dikenal dengan nama Mbah Umar Tumbu," tutur Habib Muhammad saat dihubungi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Kamis (5/1).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mbah Umar merupakan pengasuh Pesantren Nur Rohman, Jajar, Donorojo. Pada masa remajanya, ia nyantri di Pesantren Tremas Pacitan dibawah asuhan KH Dimyathi Abdullah.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Habib Muhammad, ada amalan istimewa yang dimiliki oleh Mbah Umar Syahid, sehingga ia bisa bertemu dengan Rasulullah saw.

"Amalannya membaca Yasin 40 kali sehari semalam. Pernah juga ketika ditanya berapa kali membaca shalawat, beliau jawab, tidak pernah berhenti shalawat hingga bermimpi bertemu dengan Nabi," ? ungkap Habib Muhammad.

Sementara itu, tokoh NU Sukoharjo, KH Ahmad Baidlowi menuturkan kesannya tentang Mbah Umar Syahid. "Beliau sejak kecil memang aneh. Katanya untuk menutupi kealimannya, istilahnya tasattar bil ghorom," ? kata kiai yang pernah menjadi Rais Syuriah PCNU Sukoharjo itu. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw