Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ribuan alumni Pondok Pesantren Annuqayah memadati aula Syarqawi Annuqayah, Sabtu (31/10). Pesantren yang berlokasi di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep Madura tersebut tengah menggelar silaturrahim alumni.

Acara yang diprakarsai pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) tersebut dihadiri masyaikh Annuqayah mulai dari kiai sepuh hingga kiai muda. Para dosen dan staf Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) juga hadir.

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Dalam kesempatan itu, Travel IAA Investama dilaunching. Travel Annuqayah ini menerima order paket wisata, rekreasi, study tour, ziarah wali.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Travel yang dikelola para santri tersebut melayani ziarah wali 5 + Gus Dur, wali 9, dan wali 7 Pulau Wali serta carter untuk berbagai tujuan perjalanan. (Hairul Anam/Adullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 18 Februari 2018

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jika tidak ada halangan, tahun ini Pemerintah Kabupten Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Al-Qur’an. Juga peraturan Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah. 

Hal itu menyusul diajukannya dua Rancangan Perda tersebut –bersama 5 Rancangan Perda lain- pada rapat paripurna di gedung DPRD Jember, beberapa hari lalu.

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

 

Menurut Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Jember, Siswono, Perda tentang Baca Tulis Al-Qur’an sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jember, khususnya dalam rangka mencetak generasi muda yang islami dan paham terhadap Al-Qur’an. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, selama ini Jember telah melebeli diri dengan sebutan kota relijius. "Untuk itulah diperlukan Perda tersebut. Sebab apa, sebab membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan pintu masuk untuk memahami isi dan kandungan Al-Qur’an," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Jumat (18/9).

 

Sedangkan mengenai Rancangan Perda tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah, menurut Siswono, dimaksudkan sebagai instrumen untuk mengentas kemiskinan di Kabupaten Jember melalui pemberdayaan zakat dan sedekah secara maksimal. 

Ia mengabaikan pendapat bahwa zakat tidak akan mempu mengurangi kemiskinan karena jumlah orang miskin jauh lebih banyak daripada orang kaya. "Itu kalau dana zakat, Infaq dan sedekah tidak dikelola dengan sungguh-sungguh. Tapi jika dikelola dengan baik dan benar serta transparan, maka tidak mustahil kemiskinan bisa dikurangi oleh pemanfaatan zakat," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

 

Semua Rancangan Perda itu merupakan prakarsa DPRD Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengadian pada Masyarakat Universitas Islam Jember (UIJ)Lembaga Penelitian Universitas Jember Lembaga Penelitian Universitas Jember.

 

Setelah resmi diusulkan, akan dibahas bersama oleh eksekutif dan legislatif sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Perda. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Anti Hoax, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 11 Februari 2018

Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah Palestina, melalui Menteri Hubungan Perempuan Dr Mariam Saleh meminta Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersedia membantu memberdayakan kaum perempuan di negaranya. Menurutnya, keterpurukan bangsa Palestina akibat pertikaian antara kelompok Hamas dan Fatah serta pendudukan Israel juga dirasakan kaum perempuannya.



Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya

Permintaan bantuan itu diungkapkan Dr Mariam Saleh saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pengurus teras organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/1)

Dalam kesempatan tersebut, Mariam yang didampingi anggota Parlemen Palestina Muna Mansur, menyatakan akan mengirimkan beberapa perempuan dari negaranya agar dilatih oleh Muslimat NU untuk meningkatkan kemampuan, terutama di bidang ekonomi. “Kalau tidak keberatan, kami akan mengirimkan 5 perempuan untuk dilatih oleh ormas ini (Muslimat NU, Red). Kalau bisa pelatihan keterampilan dan manajemen,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan kepada Mariam bahwa organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang dipimpinnya memiliki sejumlah balai latihan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Balai latihan kerja tersebut, menurutnya, diperuntukkan bagi kaum perempuan sebagai upaya meningkatkan keterampilan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mariam mengungkapkan, hal yang paling dibutuhkan kaum perempuan Palestina adalah usaha pengembangan ekonomi yang mandiri. Karena, selain turut berjuang melawan pendudukan Israel, kaum perempuan di negaranya juga bertanggung jawab terhadap kehidupan ekonomi keluarga.

“Selama ini mereka (perempuan Palestina, Red) disibukkan dengan perlawanan terhadap Israel. Sehingga hampir tak punya waktu untuk mengembangkan kemampuan diri, apalagi kemampuan mengembangkan ekonomi keluarga,” jelas Mariam.

Mariam mengaku yakin bahwa Muslimat NU mampu untuk ikut membantu memberdayakan kaum perempuan negerinya. Pasalnya, ia menilai, tak mungkin organisasi sebesar Muslimat NU tak mempunyai manajemen yang baik dalam mengelola dan memberdayakan ekonomi.

Sementara, Khofifah menyambut baik atas tawaran kerja sama tersebut. Pihaknya siap membantu apapun yang dibutuhkan perempuan Palestina, termasuk membantu memberikan pelatihan keterampilan dan manajeman.

“Tentu kami tidak keberatan. Kami siap. Terserah mau dilatih apa. Kami punya pelatihan bordir. Saya kira itu bisa menghasilkan uang. Kami juga punya 131 koperasi primer An Nisa yang sudah berbadan hukum,” ungkap Khofifah yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Muslimat NU, organisasi yang menghimpun kaum ibu-ibu NU, tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain memiliki sejumlah balai latihan kerja dan badan usaha bersama koperasi, Muslimat NU juga mempunya 57 unit pelayanan kesehatan yang meliputi rumah sakit, rumah sakit bersalin, klinik, dan sebagainya.

Badan otonom di bawah NU itu juga memiliki 102 panti asuhan dan panti jompo, 10 asrama putrid, 9.800 TK/TPA, 11.800 TPQ, 3.500 majelis taklim dan 157 kelompok bimbingan ibadah haji. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Sunnah, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 08 Februari 2018

Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 6 dari 45 peserta bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2015 kabupaten Cirebon melenggang ke perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sementara 2 peserta lainnya masuk melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Delapan Peserta BPUN Cirebon Melenggang ke Perguruan Tinggi Negeri

Bimbingan BPUN 2015 Cirebon diselenggarakan selama sebulan di Ma’had As-Shighor Gedongan dengan 45 orang siswa dari berbagai sekolah tingkat atas dan sederajat di Cirebon.

“Enam orang lulus lewat SBMPTN ialah Afrilia Tristara di UI, Mohamad Fatich Arif di UNJ, Anton Suseno di Unnes, Robiatul Adawiyah dan Nurlinasanti di UPI, dan Ruli Budi Apriyanto di UPN Veteran Yogya. Sedangkan 2 orang lulus lewat SPAN-PTKIN ialah Siti Maemunah dan Robiatul Hadawiyah di IAIN Cirebon,” jelas Manajer Kota BPUN Wahyono, Kamis (9/7) malam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wahyono mengajak rekan-rekan alumni BPUN Cirebon bersyukur karena lulus ke PTN baik melalui jalur SBMPTN maupun SPAN-PTKIN. “Teman-teman alumni BPUN lainnya yang tidak lulus, kita akan terus memotivasi dan membimbing untuk mengikuti seleksi lewat Ujian Mandiri,” katanya.

Bagian Akademik BPUN Cirebon Murjiah berharap alumni BPUN lainnya tidak patah arang. “Masih banyak jalur masuk ke PTN, salah satunya Ujian Mandiri. Tetap semangat dan sukses,” ia berharap.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Cirebon H Asdullah Anwar menyatakan kebanggaannya atas lulusnya peserta BPUN.

“Selamat dan sukses untuk peserta BPUN yang lulus SBMPTN. Yang belum lulus tetap semangat masih banyak jalan menuju sukses. Masih ada kesempatan lewat Ujian Mandiri,” ungkap Asdullah. (Ayub Al-Ansori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 06 Februari 2018

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berkunjung ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur untuk ke tujuh kalinya. Istri Presiden ke-4 RI ini datang ke Bondowoso dalam rangka silaturrahim dan buka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (27/6).

Kegiatan yang bertema Dengan Berpuasa Kita Tingkatkan Keaarifan dan Keteguhan Iman ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Hidayat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso Agus Salam.

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Shinta Nuriyah dalam taushiyahnya mengatakan setiap daerah menjaga dan melestarikan kesenian lokal, kesenian adat tradisional. Hal ini penting untuk meneguhkan identitas kebangsaan dan warisan generasi muda di masa yang akan datang.

"Saya ingin kesenian daerah hidup. Kesenian masyarakat adalah kesenian Indonesia yang sangat indah, mempunya filosofi tinggi, sehingga rakyat Indonesia tidak lupa dengan kesenian daerah masing-masing," jelas ibu 4 orang putri ini.

Ia berharap bila masyarakat makin menghidupan tradisi budaya dari daerah masing-masing, hal ini akan menjadi perisai untuk menghadapi budaya asing yang tidak sesuai dengan prinsip kebaikan budaya Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, Muhammad Afifi, salah satu kader muda penggerak Jaringan Gusdurian Bondowoso mengatakan, tentunya sangat gembira karena dapat bertemu langsung dengan Ibu Shinta. “Beliau memotivasi kita untuk tetap menjaga dan meneruskan perjuangan Gus Dur,” ujarnya.

Acara tersebut diikuti oleh para jamaah sholawat Masjid At-Taqwa Bondowoso serta para kader-kader muda yang tergabung dalam Komunitas Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso. Selesai taushiyah, dilanjut dengan pemberian bingkisan kepada kaum dhuafa dan dilanjutkan buka puasa bersama. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Jepara,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, mengundang Prof. Dr. Supriyadi Rustad. Pertemuan berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Sabtu (8/3).

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pihaknya siap membantu membesarkan Unisnu.

“Unisnu layak menjadi besar layaknya perguruan-perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” katanya dalam Orientasi Akademik; Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dosen Unisnu Jepara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia memaparkan, pondasi pendidikan di Indonesia harus didukung dengan elemen-elemen yang saling bersinergi. Diantaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibingkai dengan standar dan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaannya tidak lepas dari kuliaas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dosen.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itu, pihaknya bersedia membantu mengirimkan dosen-dosen Unisnu untuk dikuliahkan Dikti ke luar negeri. Dikti lanjutnya juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk dosen Unisnu baik ke PT dalam maupun luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Muhtarom, mengungkapkan kampus yang digawanginya perlu banyak berbenah dan butuh banyak bimbingan dari Dikti serta Kopertis. DYP Sugiarto, Ketua Kopertis Wilayah VI yang turut hadir mengamini komitmen Dikti yang hendak memajukan kampus NU tersebut. “Semoga harapan dari Dikti segera terwujud,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Fragmen, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 12 Januari 2018

Ulama Banten Harap Kader PMII Tingkatkan Kecerdasan Intelektual dan Spiritual

Serang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ulama terkemuka di Provinsi Banten, KH. Matin Syarkowi, berpesan kepada semua kader PMII dari Sabang sampai Merauke agar terus merekontruksi gerakan PMII agar menjadi lebih baik lagi. 

Ulama Banten Harap Kader PMII Tingkatkan Kecerdasan Intelektual dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Banten Harap Kader PMII Tingkatkan Kecerdasan Intelektual dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Banten Harap Kader PMII Tingkatkan Kecerdasan Intelektual dan Spiritual

“Sebagai kader intelektual muslim, PMII memiliki kewajiban membumikan faham Islam Ahlussunah waljamaah annahdliyah,” kata pengasuh Pesantren Alfhathaniyah Kota Serang itu, Selasa (3/10).

Ia juga meminta kepada ribuan kader organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut untuk meningkatkan kecerdasan dan kearifan intlektual dan spiritual. 

“Kader PMII harus mampu menjadi pewarna kebaikan dan kemajuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut kiai yang juga Ketua Cabang Nahdlatul Ulama Kota Serang tersebut, PB PMII memiliki kewajiban untuk menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan empat pilar kebangsaan.

"Kader PMII diharapkan membawa Indonesia untuk mampu menjadi negara maju sejajar dengan negara negara maju dunia lainnya," tandasnya.

Sebelumnya, Kiai Matin terpilih sebagai Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII). Keterpilihan Kiai Matin karena sosoknya yang karismatik dan kontribusinya dalam memperjuangkan agama, bangsa, dan negara.

Ketua Umum PMII Provinsi Banten, Mukhtar Anshori Attijani, mengatakan terpilihnya Kiai Matin sangat tepat. Hadirnya sosok ulama dari tanah jawara tersebut akan membangkitkan PB PMII di kepengurusan tahun ini. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sosok Kiai Matin sudah tidak diragukan dalam hal gerakan pembaharuan di tubuh organisasi di Serang pada era tahun 80-an; karena sejak PMII Serang berdiri di tahun 1962 perjalanan PMII diserang terkubur karena efek pemerintahan Orba yang pada waktu itu sangat mengekang gerak Ormas NU beserta Banomnya, sehingga kehadiran KH Matin akan membangkitkan semangat gerakan di PMII," kata Mukhtar.

Mukhtar menambahkan Kiai Matin adalah sosok guru yang sudah banyak melahirkan intlektual dan pemimpin muda berbakat di semua wilayah di Provinsi Banten.

"Sosok KH. Matin Syarqowi sangat pantas untuk dijadikan salah satu Mabinas PB PMII karena beliau merupakan tokoh penggerak PMII di Banten," ucapnya. (Rahman/Kendi Setiawan)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina

Grobogan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dalam pengajian Tafsir Jalalain belum lama ini, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, KH Muhammad Shofi Al-Mubarok menceritakan salah satu kisah kehidupan KH Arwani Amin Kudus.

Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina

Ia menerangkan, seusai menghadiri pembukaan thoriqoh yang baru saja didirikan oleh KH Arwani Amin Kudus, KH Manshur Maskan, murid kesayangan Kiai Arwani melihat tulisan yang mengusik hatinya.?

"Arwani Edan". Ya, begitulah tulisan yang tertera melekat diatas tembok di pinggiran jalan.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Melihat tulisan yang masih basah itu, Kiai Mansur lantas bergegas matur kepada Kiai Arwani untuk meminta izin menghapus tulisan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Namun, apa yang justru dikatakan Kiai Arwani?

"Ojo dibusak disik, ben aku weruh disik. ben wong sing nulis iku puas. Onone wong kui nulis, mergo nduwe tujuan ben tak woco. wes jarke disik. ngko nak aku wes weruh, hapusen."?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

(Jangan dihapus dulu, agar orang yang menulis puas. Adanya orang itu nulis karena memiliki tujuan agar saya baca. Sudah biarkan saja dulu. Nanti kalau saya sudah melihat, hapuslah).

Diriwayatkan, Kiai Manshur Maskan sendiri wafat pada 31 Maret 2004 M / 10 shofar 1426 H dalam usia 59 tahun.

(Muh. Ulinuha Karim/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pemurnian Aqidah, Aswaja, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 26 Desember 2017

Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam?

Klaten, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peringatan Haul Agung Sunan Pandanaran digelar di Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (14/5) lalu. Sunan Pandanaran merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Klaten, khususnya bagian selatan dan Gunung Kidul bagian utara.

Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam?

Berdasarkan catatan sejarah, Sunan Pandanaran atau yang juga dikenal sebagai Sunan Bayat, dulunya merupakan mantan Adipati Semarang yang kemudian menjadi murid dari Sunan Kalijaga. Beliau berjasa menyebarkan ajaran Islam dengan budaya dan pemberdayaan umat.

Pendekatan budaya yang dilakukan Sunan Pandanaran, dapat dilihat dari kompleks sekitar pemakamannya, yang bangunannya seperti candi. sehingga menunjukkan bahwa beliau berdakwah dengan memadukan budaya lokal. Lalu ada falsafah “Patembayatan” yang merupakan cikal bakal nama “Bayat” yang berarti musyawarah atau gotong-royong.

Selain itu dalam berdakwah ia juga memikirkan dari segi pemberdayaan umat beliau mengembangkan batik, keramik dan gerabah di Bayat dan sekitarnya. Sehingga tak heran jika Bayat dan sekitarnya, sampai sekarang menjadi sentra industri batik, keramik dan gerabah.

Rais MWCNU Bayat KH Mawardi yang juga masih keturunan Sunan Pandanaran menuturkan, perjuangan dakwah melalui pendekatan damai dan model pemberdayaan umat tersebut patut diteladani. “Maka alangkah baiknya jika kita menjadikan momentum haul kali ini sebagai sarana meneladani perjuangan Sunan Pandanaran,” kata dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mbah Mawardi juga berharap dengan adanya haul, yang rutin digelar setiap tahunnya ini juga dapat memberikan semangat para kader NU di darah tersebut. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 09 Desember 2017

BSN LPBINU Berbagi Pengalaman di “Entrepreneurship for Better Future”

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) melalui Bank Sampah Nusantara (BSN) terlibat sebagai Narasumber dalam kegiatan Seminar dan Workshop Entrepreneurship for Better Future yang diselenggarakan di lantai 2 Gedung SMESCO Gallery UKM Jakarta Selatan, Rabu (9/11).

Seminar dan workshop ini merupakan rangkaian acara AN EXPO 2016 yang digelar oleh mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Program Studi Administrasi Bisnis. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00-17.00 WIB ini diawali dengan Seminar yang diisi oleh beberapa Narasumber, diantaranya; Nezatullah Ramadhan (Pengusaha Muda/alumni PNJ), Fitria Ariyani (Direktur Bank Sampah Nusantara LPBINU), dan Bagus (Komunitas Peri Kertas).

BSN LPBINU Berbagi Pengalaman di “Entrepreneurship for Better Future” (Sumber Gambar : Nu Online)
BSN LPBINU Berbagi Pengalaman di “Entrepreneurship for Better Future” (Sumber Gambar : Nu Online)

BSN LPBINU Berbagi Pengalaman di “Entrepreneurship for Better Future”

Kegiatan yang dihadiri oleh 160 mahasiswa PNJ ini di bagi menjadi dua kelas workshop, yaitu kelas kreasi kertas dipandu oleh Komunitas Peri Kertas dan kelas daur ulang sampah ? dipandu oleh Tim Bank Sampah Nusantara LPBINU. ?

Aktifitas di kelas daur ulang sampah BSN LPBINU sangat padat, karena peserta harus mengikuti tiga materi dalam waktu singkat; yaitu membuat gantungan kunci dari lintingan koran, membuat bunga dari karton bekas telur, dan membuat lukisan bakar dari triplek bekas.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Fitria Ariyani, Direktur BSN LPBI NU mengatakan, Bank Sampah Nusantara berupaya untuk fokus pada pengentasan sampah organik dan non organik, baik melalui media Teknologi Tepat Guna, Produk Daur Ulang maupun pengelolaan sampah Plastik dengan metode Ecobrick.?

“Melalui metode Ecobrick ini, diharapkan dapat mengelola sisa sampah plastik yang selama ini belum dikelola oleh masyarakat,” jelas Fitria.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pihak SMESCO sebagai tuan rumah cukup mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 01 Desember 2017

Idul Fitri: Gerbang Kemuliaan dan Kebajikan

Oleh: Muhammad Makhdum



Idul Fitri adalah momen istimewa, terutama bagi kaum muslimin yang telah usai melaksanakan ibadah puasa. Selama kurun waktu usia kita, berbilang Idul Fitri telah kita lalui, termasuk di penghujung bulan Ramadhan tahun ini. Secara harfiah, Idul Fitri bermakna kembali berbuka (ifthar) setelah sebulan berpuasa. Idul Fitri juga sering dimaknai dengan kembali kepada kesucian (fitrah). Karena sesungguhnya, manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan suci, terlepas siapapun yang menjadi ibunya. Sejak lahir manusia telah dibekali Allah SWT dengan sifat hanif (lurus), pengasih, penyayang, pemaaf, dan jauh dari keangkuhan yang mampu mengantarkan manusia baik ke arah kebaikan dan kedamaian.?

Dalam perspektif teologi Islam, kembali kepada fitrah memiliki arti kembali ke asal kesucian, menuju asal eksistensi manusia. Seyyed Hossein Nasr (2003), seorang guru besar teologi dan filsafat Islam di George Washington University, menjelaskan bahwa dengan mencapai fitrah, berarti manusia kembali kepada axis, yakni pusat atau poros eksistensi kemanusiaannya serta menjauhi lingkaran luar yang jauh dari sifat-sifat kemanusiaan itu sendiri.?

Idul Fitri: Gerbang Kemuliaan dan Kebajikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Fitri: Gerbang Kemuliaan dan Kebajikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Fitri: Gerbang Kemuliaan dan Kebajikan

Setelah sebulan penuh kita berjuang menahan lapar, dahaga, dan nafsu dunia, maka Idul Fitri ibarat hari pembebasan dan kemenangan dari semua bentuk hawa nafsu yang membelenggu jiwa kita. Itu artinya bahwa kemenangan Idul Fitri yang kita rayakan merupakan simbol gugurnya dosa-dosa yang telah kita lakukan. Segunung dosa itulah yang membuat diri kita terasa kotor di mata manusia dan hina di hadapan Allah SWT. Akan tetapi benarkah bahwa kemenangan batin tersebut telah kita rasakan dalam setiap momen Idul Fitri yang telah kita lalui?

Sejatinya, kemenangan Idul Fitri baru terjadi manakala jiwa kita telah bersih dari segala sifat dengki, iri hati, sombong, angkuh, termasuk merasa paling benar sendiri. Dengan kata lain, kemenangan yang fitri dapat diraih jika kita telah terhindar dari segala bentuk kegelapan hati. Tanpa kita sadari, sesungguhnya kegelapan hati tersebut telah membuat kita buta dengan penderitaan dan tuli terhadap keluh-kesah sesama sehingga semakin menjauhkan manusia dari keridhaan Allah SWT.?

Seyyed Hossein Nasr menjelaskan bahwa manusia memiliki dua alam, yaitu alam spiritual (lahut), dan alam fisikal (nasut). Gelapnya hati seseorang merupakan indikator bahwa manusia semakin jauh dari axis-nya dan telah gagal mengembangkan unsur-unsur spiritual (lahut) yang suci dalam dirinya sendiri. Kegelapan hati hanya bisa lenyap jika seseorang telah tersentuh dengan cahaya ilahi. Hamba yang telah tercerahkan dengan cahaya Tuhan akan merdeka dari berbagai keterikatan budaya materialistik dan hegemoni kepentingan yang cenderung menyesatkan.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hati yang telah tercerahkan layaknya metamorfosis seekor ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang cantik dan mempesonakan. Untuk mendapatkan pencerahan tersebut, seekor ulat harus melakukan ritual “puasa” di dalam kepompong yang sempit pada kurun waktu yang cukup lama. Begitu masanya tiba, ulat tersebut akan bertransformasi menjadi kupu-kupu, sehingga yang tampak hanyalah keindahan dan kelembutan yang mampu menyejukkan mata dan hati setiap orang yang memandangnya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lalu, seberapa banyak manusia yang telah beruntung mengalami transformasi menuju kemuliaan? Yang pasti, selama manusia itu menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan hanya mengharap keridhaan Tuhan, maka akan mengalami kondisi yang demikian. Melalui puasa, semua kotoran yang membutakan nurani kemanusiaan akan tersucikan sehingga kaca hati akan kembali bening berkilauan. Manusia dengan derajat tersebut akan selalu mengundang kecintaan dan menjadi sumber kedamaian bagi siapa saja yang berada di sekelilingnya.?

Meskipun demikian, selagi kita masih dalam kategori manusia awam, maka tidak ada jaminan bahwa pencerahan yang telah kita peroleh akan berlangsung selamanya. Dalam titik tertentu, manusia bisa kembali tergoda oleh perbuatan dosa dan pelampiasan syahwat duniawi. Hal tersebut terjadi tidak lain karena manusia masih dikuasai oleh unsur-unsur lahiriahnya (nasut) yang berupa hawa nafsu dan dorongan syahwat belaka. Akan tetapi bahwa setidak-tidaknya orang yang pernah tercerahkan akan lebih terkendali hawa nafsunya sehingga menjadi lebih santun dan penyabar.?

Ambisi pribadi maupun kelompok barangkali juga masih tetap ada, hanya saja akan menjadi lebih jinak dan tidak terlalu vulgar untuk ditunjukkan di muka umum sehingga seolah buta dan tuli terhadap kepentingan orang lain. Itulah mengapa Ramadhan berlangsung setiap tahun, tidak lain agar manusia mendapatkan momentum untuk terus bersiklus dalam mengasah unsur lahut-nya, sehingga dapat meningkatkan derajat kemuliannya setahap demi setahap selama kurun waktu hidupnya.

Dengan demikian Idul, Fitri lebih tepat diartikan sebagai titik kulminasi (axis) dalam pencarian jati diri seseorang akan sifat-sifat kemanusiaannya yang sejati. Artinya, Idul Fitri justru bukan merupakan akhir dari masa berpuasa. Idul Fitri semestinya harus kita jadikan sebagai pintu gerbang menuju kehidupan bermasyarakat yang lebih santun dan beretika.?

Marilah kita rayakan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas hubungan kemanusiaan, menghindarkan segala bentuk konflik kepentingan yang mengarah pada rapuhnya hubungan sosial kemasyarakatan. Bahkan sangat mungkin karena imbas puasa Ramadhan dan pemahaman yang utuh mengenai Idul Fitri mampu membawa kita untuk saling berlomba memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada orang lain, bukan malah memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri pribadi atau kelompoknya sendiri.?

Selamat Idul Fitri, Taqabalallahu minna wa minkum. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Penulis adalah ketua PAC GP Ansor Kecamatan Widang Kabupaten Tuban

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 28 November 2017

Tokoh Agama Didorong Turut Serta dalam Memajukan Bangsa

Bali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis menegaskan, para tokoh lintas agama memiliki tanggung jawab untuk ikut serta dalam memajukan bangsa Indonesia. Mereka berkewajiban untuk menjadikan titik kebersamaan dalam nilai-nilai agama untuk menyejahterakan masyarakat. 

Tokoh Agama Didorong Turut Serta dalam Memajukan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Agama Didorong Turut Serta dalam Memajukan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Agama Didorong Turut Serta dalam Memajukan Bangsa

“Para tokoh agama harus ikut berperan aktif dalam mendukung program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga,” kata Kiai Cholil saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) di Bali, Kamis (7/9).

Menurut Kiai Cholil, saat ini sumber daya manusia Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain. Indonesia masih mengalami berbagai macam persoalan sumber daya manusia seperti stunting  atau pendek fisik dan intelektual dengan prosentase 37 persen. 

“Hal ini akibat kurang gizi saat ibu hamil dan anak balita,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, imbuh Kiai Cholil, tenaga kerja Indonesia masih 60 persen lulusan sekolah dasar. Sedangkan, Indek Pembangunan Manusia (IPM) masih di peringkat 113 dari 188 negara yang disurvei. 

“Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2016 sebanyak 27,76 juta jiwa atau 10,70% secara persentase,” tegasnya.

Bonus demografi

Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia itu mengatakan, sebentar lagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Dimana usia penduduk Indonesia yang produktif atau usia kerja lebih banyak dibandingkan dengan penduduk dengan usia yang tidak produktif. Ia menyatakan, peran tokoh agama harus dimaksimalkan untuk membangun kualitas manusia Indonesia. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Bonus demografi hanya akan menguntungkan jika SDM bangsa Indonesia berkualitas,” ucap lulusan Universitas Malaya itu.

Bagi Kiai Cholil, hal yang paling mendasar dalam membangun sumberdaya manusia agar dapat menjadi bangsa yang kompetitif adalah harus dimulai dari keluarga.

“Sebab keluarga adalah komunitas terkecil dari masyarakat nasional dan dunia,” pungkasnya.

Acara tersebut berlansung dari 5-7 September dengan tema Revitalisasi Peran Tokoh Agama dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan. Acara ini dibuka Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Surya Candra Suropati. Sedangkan pidato kunci disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Cerita, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 27 November 2017

Ajengan Haur Kuning dan Enam Wasiatnya

Pendiri Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning, KH Saefuddin Zuhri selalu menitipkan NU melalui pondok pesantren. Bagi dia, nilai-nilai Ahlussunnah wal-Jamaah NU tidak akan berdiri tegak secara benar, kecuali bersandar pada nilai-nilai pendidikan di pondok pesantren.?

Tak heran kemudian, sang ajengan itu mewasiatkan kepada anak-cucunya untuk menjalani pendidikan di pondok pesantren dan tidak boleh berhenti mengaji.?

Ajengan Saefuddin telah memberikan contoh ketika masa mudanya. Ia tergolong santri yang haus ilmu pengetahun dengan menjadi santri kelana. Ia pernah nyantri di Pesantren Cibeuti, Cilendek, Ciharashas, Bantar Gedang, Keresek, Sayuran, Sadang, Sagaranten, dan Sirnasari. ?

Ajengan Haur Kuning dan Enam Wasiatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Haur Kuning dan Enam Wasiatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Haur Kuning dan Enam Wasiatnya

Menurut salah seorang putranya, KH Busyrol Karim, Ajengan KH Saefuddin Zuhri mewasiatkan enam hal kepada anak cucu dan santri-santrinya. Wasiat itu disampaikannya saat pertemuan alumni pondok pesantren setahun sebelum ia meninggal.?

Pertama, wajib mempertahankan aqidah, syariah, akhlak Ahlussunah wal Jamaah.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kedua, wajib shalat berjamaah awal waktu di masjid.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketiga, ulah eureun ngaji (jangan berhenti mengaji, red).

Keempat, anak, incu (cucu) wajib dipasantrenkeun (menjalani pendidikan pondok pesantren)?

Kelima kudu jadi NU (harus menjadi NU).?

Keenam, hate ulah nyantel kana dunya, sing nyantel ka akherat (hati jangan tertaut pada urusan duniawi, tapi kepada urusan akhirat, red).?

Dalam catatan seorang santrinya, Husni Mubarok, di akhir hayatnya, Ajengan Saefuddin Zuhri juga menyampaikan pesan tentang pentingnya shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan hal itu kepada para santri dan masyarakat sekitar yang turut mengaji ketika membahas kitab Nashoihud Diniyyah, Jumat 30 Agustus 2013.

Ajengan Saefuddin memberikan berpesan tentang pentingnya shalawat melalui syair dalam kitab Marqotul Mahabbah dan langsung diikuti oleh seluruh jamaah pengajian.

Inilah syairnya:





? ? ? # ? ? ? ? ? ?

He sakabeh dulur-dulur urang sing getol tadakur (wahai seluruh saudara, kalian harus rajin tadzakur)





Maca shalawat jeung salam ka Nabi nu langkung masyhur (membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang sangat masyhur)

? ? ? ? # ? ? ? ? ?





Saenyana sholawat teh eta nu jadi wasilah (sesungguhnya membaca shalawat kepada Nabi Muhammad adalah jalan)





Salamet tina pakewuh riweuhna poe kiamah (selamat dari bencana pada hari kiamat)

Seusai pengajian, ajengan kemudian berjamaah Isya seperti biasanya. Kemudian ia shalat shunat ba’diyah. Namun, ketika bangun dari ruku’ menuju i’tidal, ia jatuh ke belakang tepat di pangkuan seorang santri. Ia sempat akan dibawa salah seorang dewan santri, tapi ketika keluar masjid menuju rumah, kiai ahli ilmu alat itu mengembuskan napas terakhirnya.

Kiai yang kala itu menjadi musytasyar PCNU Kabupaten Tasikmalaya pada subuh hari itu sempat mengumpulkan seluruh santri dan memberikan 3 amanat, yaitu sing pinter ngaji dua (harus pintar ngaji dan berdoa), sing alus akhlaq (harus berakhlak baik, dan ketiga, getol ibadahm (rajin beribadah).

Ajengan Saefuddin meninggalkan 4 putra dan 3 putri serta ribuan santri pada usia 75 tahun. Kini tampuk kepemimpinan pesantren dilanjutkan putra tertuanya, KH Busyrol Karim. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 26 November 2017

Peringati Maulid, PMII UII Gelar Bincang Budaya di Panti Asuhan

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Indonesia menggelar sarasehan budaya di panti asuhan Al-Ghifari, Relokasi Pelem, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, Senin (13/1). Pada kesempatan maulid Rasul, isu kebudayaan Indonesia menjadi perbincangan menarik di tengah pergeseran.

Panti asuhan menjadi pilihan agar kepekaan sosial kader komisariat PMII UII terlatih. Panti diharapkan dapat mengembangkan kesadaran kader untuk terlibat langsung di tengah orang yang membutuhkan.

Peringati Maulid, PMII UII Gelar Bincang Budaya di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid, PMII UII Gelar Bincang Budaya di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid, PMII UII Gelar Bincang Budaya di Panti Asuhan

Selain kader PMII UII dan komunitas Cadas PMII UII, maulid ini dihadiri grup hadroh pesantren Pandanaran, komunitas sosial Anoda, dan seorang mahasiswa jurusan Pendalangan Institute Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembacaan maulid Simtud Duror yang diringi grup hadroh pesantren Sunan Pandanaran mengawali maulidan. Selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa dipimpin langsung adik-adik dari panti asuhan Al-Ghifari seperti keterangan pers rilis PMII UII.

Sebelum ceramah, hadirin maulid disuguhi pementasan wayang golek dengan dalang Muhammad Luthfi dari ISI Yogyakarta. Luthfi membawakan lakon sejarah kelahiran Nabi Muhammad mulai perjalanan ayahnya, penyerbuan pasukan Gajah, hingga kelahiran Nabi Muhammad yang disambut gembira seluruh anggota keluarga.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di sela acara, seorang kader Kopri PMII UII Aulia Putri mendeklamasikan “Aku Merindukanmu Oh Muhammadku” puisi karya Musthofa Bisri. Sementara Muhammad Najih membacakan karya puisinya sendiri dengan judul “Puisi Maulid”. Maulidan ditutup dengan dengan do’a yang dipandu pengasuh Al-Ghifari, Marwan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 18 November 2017

Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU

Bantul, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Palti Panjaitan memiliki kesan mendalam tentang sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Bagi Palti, Ketua PBNU 1984-1999 ini banyak memberi pelajaran dalam sikap keberagamaannya.

Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU

"Saya salah seorang pengagum Gus Dur. Saking kagumnya, semakin banyak buku-buku tentangnya. Istri saya sampai bilang, bapak pendeta atau ustadz? Saya pendeta ustadz. Saya termasuk pendeta NU," tutur Palti sedikit bercanda.

Ia menyampaikan hal itu saat dialog seputar kasus intoleransi dengan peserta Kelas Menulis Santri Yogyakarta, Kamis (22/01), di Lembaga Kajian Keislaman (LKiS) Jalan, Sorowajan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Palti mengungkapkan, ketika membaca buku-buku tentang Gus Dur atau keislaman, ia semakin kuat imannya. "Jadi bukan mengurangi keimanan saat saya membaca buku-buku Islami. Dulu saya tertutup, tapi saat mengalami proses akhirnya mengalami perkembangan," ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia tidak mau menghakimi orang lain. Ketika suatu ketika ada keturunan memilih pindah agama lantaran menemukan kebenaran pada agama tersebut, maka hal itu tidak menjadi permasalahan baginya.? "Agama yang saya anut ini warisan. Ketika saya cari atau berproses, dan kebenaran misalnya ada di Islam, dan saya pindah ke Islam, maka tidak menjadi persoalan," ujarnya.

Agama baginya adalah sebuah kendaraan. Topangan baginya menuju tujuan. Namun, ini juga sering ditentang oleh beberapa temannya. Ia bahagia sekali ketika membuka diri.

"Saya harap teman-teman juga mau yakin, bahwa Allah yang kita sembah masing-masing ini, tidak menginginkan adanya kekerasan. Marilah kita menularkan budaya damai," tandasnya. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Sumber foto: www.daserste.de

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, RMI NU, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 13 November 2017

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) masa khidmat 2015-2020 terus mengembangkan potensi para da’i di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pada pertemuan perdana setelah dilantik, pengurus baru LDNU menambahkan fokus garapan pelatihan bagi calon khotib di perkantoran.

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Siapkan Da’i dan Khotib Jumat Khusus Perkantoran

“Pengurus masjid di sejumlah kantor dan badan-badan negara sudah menghubungi kita untuk mengadakan khotib dari NU,” kata Ketua baru PP LDNU KH Manarul Hidayat di hadapan pengurus LDNU lainnya di Jakarta, Rabu (17/9) malam.

Menurut Kiai Manarul, program pelatihan dakwah yang sudah berjalan pada kepengurusan LDNU sebelumnya tetap diteruskan. Hanya saja kebutuhan untuk menyiapkan khotib dan para da’i di perkantoran, patut dijawab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Ini tantangan kita sekarang. Jangan sampai para da’i dan khotib NU hanya bergerak dari satu ke lain kampung. Kita perlu mempersiapkan kompetensi, pembawaan, dan pilihan materi sesuai selera orang-orang kantor,” terang Kiai Manarul.

Kiai Manarul mengatakan bahwa masjid perkantoran selama ini luput dari garapan dakwah NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gagasan ini akan dimatangkan pada rapat perdana pengurus PP LDNU di Jakarta pada Selasa, 22 September 2015. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 27 Oktober 2017

"Profit and Loss Sharing", Solusi Pemerataan Kesejahteraan

Berangkat dari agenda besar Tuhan dalam mempermudah urusan makhluknya, Islam tampil dengan menyuguhkan berbagai macam solusi. Selagi ada hajat, di situ pasti ada jalan dan solusi.

Dan, kontrak mudlarabah atau profit and loss sharing atau akad bagi hasil merupakan salah satu dari sekian menu kemudahan yang ditawarkan. Menggunakan, memanfaatkan, atau bahkan menginvestasikan harta orang lain pada dasarnya tak diperbolehkan. Tapi dalam transaksi mudlarabah, hal demikian diperbolehkan.?

Profit and Loss Sharing, Solusi Pemerataan Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profit and Loss Sharing, Solusi Pemerataan Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)

"Profit and Loss Sharing", Solusi Pemerataan Kesejahteraan

Terlebih, jika melihat “pemerataan kesejahteraan” adalah hikmah di balik absahnya mudlarabah maka, mudlarabah menemukan momentumnya. Di mana si pemilik modal kadang tak memiliki keterampilan dalam mengolah hartanya, sementara si pemilik keterampilan tidak memiliki modal untuk mewujudkan agenda bisnisnya. Berkat mudlarabah ini maka jalan merengkuh kesejahteraan bersama anatara pemodal dan pengelola terbuka lebar.?

Atas dasar ingin ikut andil dalam upaya pembumian kewirausahaan berbasis syariah, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Mesir pada Senin 25 Nopember 2013 mengkaji secara komprehensif akad mudlarabah dalam perspektif fiqih klasik empat mazhab (presentator: Ikfil Hasan) dan aplikasinya dalam perbankan syariah kontemporer (presentator: Nuha Qonita).?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai akad yang legalitasnya bermula atas dasar rukhshah (dispensasi), jumhur ulama membatasi ruang aktifitas mudlarabah di kawasan seputar jual beli. Sementara bisnis-bisnis lain tidak boleh masuk dalam aktifitas mudlarabah, menurut Ikfil Hasan sebagai pemateri pertama. Hal itu tidak lain karena aktifitas bisnis pada masa klasik masih sangat sederhana dan lebih terpusat pada aktifitas jual beli. Dan yang demikian itu tidak menampik diperbolehkannya mudlarabah dalam sektor yang lain, misal saja aktifitas niaga yang sebelumnya didahului proses produksi oleh mudlarib (pengelola), sebagaimana pandangan ulama Hanafiah.?

Setelah pemateri memaparkan latar belakang legalitas mudlarabah dan sekelumit sejarahnya, selanjutnya masuk dalam pembahasan makalah. Dimulai dari definisi mudlarabah menurut empat mazhab, landasan hukum, penjelasan tentang rukun-rukun beserta pernak-perniknya dan yang terahir adalah penutup.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ada empat kitab induk yang dijadikan referensi utama oleh pemateri dalam mendefinisikan mudlarabah. Al-Mabsut, Hâsyiyah Dasuqi Alâ Syarl al-Kabîr, Mughni al-Muhtaj dan al-Mughni. Pertama, kalangan Hanafiah (penganut madzhab Imam Abu Hanifah) mendefinisikan mudlarabah berasal dari kata dlarb fâ al ardh, dinamakan mudlarabah karena mudlarib (pengelola) berhak mendapatkan bagian dari keuntungan yang diperoleh lewat kerja dan usahanya. Dia adalah partner bagi pemilik modal dalam hal profit, modal dan pengambil keputusan dalam bisnis.?

Kedua, kalangan Malikiah (penganut madzhab Imam Malik bin Anas) berpendapat, mudlarabah adalah suatu tindakan menunjuk seorang agen (tawkil) untuk melakukan aktifitas bisnis, dengan memberi agen tersebut sejumlah uang untuk dikelola agar menghasilkan profit. Ketiga, kalangan Syafi’iah (penganut madzhab Imam Syafi’i) mengatakan, mudlarabah terjadi ketika seseorang diberi sejumlah uang untuk berdagang, dan profit yang dihasilkan nantinya akan dibagi di antara keduanya. Keempat, kalangan Hanabilah (penganut madzhab Imam Ahmad bin Hanbal) berpandangan, seseorang memberikan sejumlah uang kepada orang lain untuk digunakan dalam aktifitas dagang, dan profit yang diperoleh nantinya akan dibagi dua sesuai ratio yang telah disepakati.?

Perbedaan definisi diatas menunjukan adanya perbedaan titik pijak dalam mendeskripsikan mudlarabah. Imam Sarkhasi mendeskripsikannya dari titik pijak sang mudlarib, Imam Nawawi mengambil titik pijak dari pihak luar, sedangkan Ibnu Qudamah mengambil titik pijak pemilik modal.?

Dari empat definisi berbeda, ada beberapa poin titik temu yang terangkum dalam kriteria umum berikut: 1) Melibatkan dua pihak, pemilik modal (rabb al mâl) dan pengelola(mudlarib); 2) Pihak pertama hanya bermodal finansial sedang pihak kedua bermodal profesionalisme wira usaha; 3) Keuntungan dibagi menurut ratio yang disepakati; 4) Kerugian sepenuhnya ditanggung oleh pihak pertama, sedangkan pihak kedua menanggung rugi tenaga dan waktu.?

Secara singkat, ada empat landasan mudlarabah: Al Qur’an, Hadits, Ijmak, dan Qiyas. Pertama, al-Qur’an. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berjalandi muka bumi mencari sebagian karunia Allah” (73:20). Senada dengan ayat di atas, Allah berfirman: “Bukanlah suatu dosa atasmu untuk mencari karunia dari tuhanmu"? (2:198). Kedua, adalah taqrîr (pengakuan) Nabi terhadap praktik mudlarabah pra-Islam. Beliau tidak melarang praktik tersebut. Bahkan beliau sendiri pernah berniaga dengan sistem mudlarabah bersama Khadijah sebagai pemilik modal. Ketiga dan keempat, Al Syirbini dalam Mughni al Muhtaj menukil ijmak ulama atas legalnya akad mudlarabah karena adanya unsur hajat dan mengatakan diqiyaskannya mudlarabah dengan akad musaqah.?

Rukun Mudlarabah?

Sementara untuk rukun mudlarabah adalah: modal (ra’sul mâl), lingkup kerja (al ‘amal), profit (al ribh), ijab-kabul (shighah), dan pelaku (aqidain).?

Dalam literatur klasik, kurang lebih terdapat empat macam modal dalam mudlarabah, yaitu: (a) dirham dan dinar; (b) komoditi yang diperdagangkan (‘urudh); (c) piutang; dan (d) wadi’ah. Untuk jenis modal yang pertama telah disepakati kebolehannya. Untuk yang selebihnya masih diperdebatkan. Ada yang memperbolehkan, sebagian yang lain sama sekali menolak.?

Alasan mengapa dirham dan dinar disepakati kebolehannya sebagai modal adalah karena dua benda tersebut berfungsi sebagai alat tukar yang sah dan alasan keduakarena mempunyai nilai instristik yang stabil di segala tempat dan waktu. Pertanyaannya, setelah dirham dan dinar tidak lagi menjadi alat tukar, uang kertas yang ada juga mempunyai tingkat fluktuatif yang tinggi, apa dia boleh dijadikan sebagai modal dalam akad mudlarabah?

Untuk alasan mengapa ‘urudh tidak disepakati sebagai modal, ulama berpendapat bahwa nilai ‘urudh cenderung fluktuatif, berbeda dengan dirham dan dinar. Sedang ulama yang membolehkan biasanya mengunakan konsep hilah, yaitu dengan cara menggabungkan dua akad, akad wakalah (perwakilan) dimana pihak pertama menyerahkan ‘urudh pada pihak kedua untuk dijual dan kemudian menjadikannya sebagai modal mudlarabah.?

Piutang yang dapat dijadikan modal dalam akad mudlarabah adalah piutang pihak pemilik modal yang telah dilimpahkan kepada orang lain (hawalah), yaitu pihak kedua sebagai pengelola mengambil piutang pihak pertama dari debitor (pihak ketiga) karena disaat yang sama debitor mempunyai hutang kepada pihak kedua. Untuk selanjutnya pihak kedua menjadikannya sebagai modal mudlarabah. Sedang apabila yang akan dijadikan modal adalah piutang pemilik modal pada pihak kedua maka tidak diperbolehkan dikarenakan modal berupa mâl ghâib dan dikawatirkan akan terjadi praktek riba.?

Wadi’ah secara mutlak tidak boleh digunakan sebagai modal. Ini pendapat Malikiah. Kalangan Syafi’iah memperbolehkan dengan sarat adanya izin dari pemilik. Hanafiah dan Hanabilah paling fleksibel dalam hal ini, yaitu memperbolehkannya walaupun tidak ada izin dari pihak pemilik modal.?

Rukun kedua dan selanjutnya sudah disinggung di atas, yaitu ketika membicarakan tentang definisi mudlarabah. Penting ditambahkan disini mengenai lingkup kerja pengelola, kalangan Malikiah dan Syafi’iah membatasi ruang aktifitas mudlarabah terkhusus dalam perniagaan saja. Sedang Hanafiah memperluas cakupan kerja pengelola. Tidak hanya dalam aktifitas jual beli akan tetapi mencakup proses pra-jual (tahap produksi). Alasan pendapat pertama dengan mempertimbangkan akan memperoleh profit dalam jangka waktu sependek mungkin. Sedangkan pendapat yang kedua melihat pada banyaknya profit yang akan didapat. Untuk pembahasan shighat, hak dan kewajiban dari pemilik modal dan pengelola serta prosentase profit yang akan diperoleh diantara keduanya dapat dilihat dalam deskripsi mudlarabah dalam perbankan syariah yang akan dipaparkan oleh pemateri selanjutnya, Nuha Qonita.?

Mudlarabah dalam Perbankan Syariah Kontemporer

Nuha Qonita sebagai pemateri kedua berusaha mengajak kita beranjak dari zaman klasik menuju era kontemporer. Poin dan ketentuan yang telah dipaparkan oleh pemateri pertama berusaha diterjemahkan dan diaplikasikan ke zaman kekinian. Nuha membidik aplikasi akad mudlarabahdalam perbankan syariah sebagai sasaran tembaknya.?

Nuha menjelaskan, kegiatan operasional bank syariah meliputi penghimpunan dana, penyaluran dana dan terahir adalah jasa-jasa perbankan. Perbankan syariah menempatkan mudlarabah dalam kegiatan operasional yang pertama dan kedua. Dari sini, pihak bank mempunyai peran ganda, yaitu sebagai penghimpun dan penyalur dana dalam waktu yang bersamaan. Pada kasus yang pertama, nasabah adalah sebagai shâhibul mâlatau pemilik modal, dan bank sebagai mudlârib. Sedangkan dalam kegiatan kedua, yaitu sebagai penyalur dana maka nasabah sebagai pemilik modal atau shâhibul mâl, bank sebagai mudlarib al-awwal (pengelola pertama) dan pihak ketiga sebagai mudlarib tsâni? (pengelola kedua).?

Selanjutnya sistematika dan pembagian mudlarabah. Poin penting dari bagian ini adalah pembahasan mengenai jaminan yang mendapatkan respon sangat hangat dari peserta diskusi. Sebagaimana diketahui bahwa mudlarabah adalah akad amânah, sedang dalam perkembangan kekinian pihak perbankan mewajibkan adanya jaminan dari dua belah pihak. Dalam sesi tanggapan, terkait soal jaminan ini, Amrullah mencoba memecah kebuntuan dalam landasan kewajibannya dengan mengajukan teori istihsan sebagai pijakan hukum.?

Menurut Nuha, dalam perbankan syariah kontemporer juga ada dua bentuk mudlarabah, yaitu: (1) mudlarabah muthlaqah (unrestricted investment account), yaitu sistem mudlarabah dimana pihak bank tidak dibatasi dalam mengelola modal yang diterima dari pemilik, sementara pemilik modal juga tidak memberikan persyaratan apapun kepada pihak bank. (2) mudlarabah muqayyadah (restricted investment account). Mudlarabah ini terbagi dua: mudlarabah on balance sheet, yaitu jenis mudlarabah dimana pemilik modal dapat menetapkan syarat tertentu yang harus dipatuhi oleh bank. Yang kedua adalah mudlarabah off balance sheet, yaitu jenis mudlarabah dengan konsep penyaluran dana mudlarabah secara langsung kepada pelaksana usahanya.?

Adapun tehnik dan ketentuan dari kedua jenis mudlarabah tersebut bervariasi sesuai dengan kebijakan bank dan pemilik modal yang bersangkutan. Maka, kiranya dalam laporan ini tidak ada alasan untuk menuliskannya kembali. Hal yang tersebut tadi diatas dalam fiqih klasik masuk dalam pembahasan shighat, ketentuan pelaku (shahib al mal dan mudlarib) dan pembagian profit. Sebagaimana terekam dalam Takmilât al Majmû’ vol. 15.?

Kendala?

Sistem mudlarabah sebagai cara alternatif paling ideal bagi masyarakat untuk meninggalkan keterikatannya pada sistem kapitalis, tidak selamanya berjalan mulus. Banyak sekali faktor-faktor yang menjadi penghabatnya. Operasional sistem ini pun tidak berjalan di semua negara. Di negara Islam khususnya, pro kontra yang terjadi menunjukkan bahwa akad mudlarabahini adalah penyebab atas terjadinya inflasi. Selain itu, produk yang disajikan lembaga perbankan ini belum menjadi skema pembiayaan yang utama pada bank syariah, sehingga menurunkan daya tarik masyarakat untuk beroperasi dengan kegiatan ini. Dari data International Associate of Islamic Bank 1996, skema mudlarabahhanya dipakai 20% secara rata di Bank Islam dunia. Beberapa faktor penyebab terjadinya hal ini yaitu:?

Pertama, kontrak profit and loss sharing dikaitkan dengan semua pihak mitra usaha manakala seorang pengusaha tidak intensif untuk memberikan usaha akan tetapi lebih intensif atas laporan profit rendah yang dibandingkan dengan pembiayaan.? ?

Kedua, kontrak profit and loss sharing membutuhkan jaminan agar dapat berfungsi secara efisien. Sedikit jaminan hak properti pada kontrak profit loss sharing menyebabkan kegagalan adopsi karena tidak ada aturan yang melandasi, termasuk indonesia yang belum menetapkan peraturan jaminan yang tegas dan jelas.? ?

Ketiga, perbankan Islam menawarkan risiko yang lebih kecil dari pembiayaan dibandingkan dengan perbankan konvensional. Hal ini berdasarkan konsep mudlarabah yang dianutnya. Akan tetapi realitanya seringkali pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.? ?

Keempat, banyak pihak pemilik modal yang mengambil modalnya sebelum berakhir waktu temponya.? ?

Kelima, ketidaksiapan para nasabah dalam resiko kerugian yang akan terjadi.? ?

Akhirnya, melihat adanya kebutuhan yang mendesak dan dalam rangka pemerataan kesejahteraan, sistem mudlarabah dapat dijadikan solusi. Walau dalam prakteknya bank syariah belum seratus persen Islami akan tetapi ada kaidah fiqih“Ma lâ yudraku kulluh la yutraku kulluh” yang intinya bahwa sesuatu yang tidak mampu diaplikasikan sepenuhnya maka wajib diusahakan untuk diaplikasikan semampunya. Kaidah ini di dasarkan diantaranya pada firman Allah dalam surah Al Baqarah (ayat:286), surah Al Taghabun (ayat:16) dan sabda nabi saw. Yang berbunyi; “Jika aku memerintahkan kalian sesuatu maka lakukanlah semampu kalian.” (Adhi Maftuhin/Red: Mahbib)

*) Tulisan ini dirangkum dari laporan hasil Kajian Reguler Ekonomi Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) Mesir

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, Tegal, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 03 Oktober 2017

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nyai Hajjah Siti Fatma, istri Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri? (Gus Mus), Kamis (30/6), pukul 14.30 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang, Jawa Tengah.

"Semoga Allah mengampuni seluruh kekhilafannya dan menerima amal-amal baiknya yang luar biasa," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (30/6) malam, di Jakarta.

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Menurutnya, Bu Fatma, panggilan akrab Nyai Hajjah Siti Fatma, telah banyak berkorban selama mendampingi KH A Mustofa Bisri baik ketika mengemban amanah sebagai wakil rais aam, pejabat rais aam PBNU, maupun pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Beliau telah berjihad dengan penuh pengorbanan sebagai perempuan muminah, shalihah, mustaqimah, hingga Gus Mus berhasil dalam menjalankan kiprahnya di NU dan mengayomi umat secara luas. Beliau patut kita contoh," kesannya.

PBNU, kata Kiai Said, menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, anak cabang, hingga ranting untuk menggelar shalat ghaib dan tahlil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bu Fatma.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jenazah Bu Fatma saat ini sudah berada di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Jalan KH Bisri Mutofa, Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Rencananya, jenazah akan dikebumikan pada Jumat (1/6), pukul 13.30 WIB, di Pemakaman Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang.

Bu Fatma meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit sejak Selasa (28/6/2016) pagi karena menderita sesak napas. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 September 2017

Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendorong agar diakhir tahun 2018 atau awal tahun 2019, revisi terjemah Al-Qur’an sudah kelar, hingga Al-Qur’an bisa dicetak dan dipakai masyarakat. 

“Harapan saya, pada akhir 2018 atau awal 2019, revisi terjemah Al-Qur’an sudah selesai, hingga Al-Qur’an bisa dicetak dan dipakai masyarakat,” harap Menag kepada Tim Revisi Terjemah al-Qur’an (Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an) Badan Litbang Kemenag yang menemuinya di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Rabu (11/05) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar

Hadir dalam audiensi tersebut, Kabalitbang dan Diklat, Abdurrahman Mas’ud, Anggota Tim Revisi antara lain KH A Malik Madany, Rosihan Anwar, Ahsin S, Muchlis Hanafi, Avdul Ghofur Maimun, Umi Husnul Khotimah, Zarkasi, Deny Hudaeny, Abdul Aziz Sidqi, Arum Ridiningsih, Imam Arif, Joni Syatri, Musaddad dan lain sebagainya. 

Dikatakan Menag, menterjemahkan Al-Qur’an agar sesuai dengan bahasa dan situasi terkini, bukan pekerjaan mudah, butuh ketekunan dalam melihat dan mencermati kata per kata, ayat per ayat bahkan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain, baik dalam satu surat maupun dengan surat lainnya. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, banyak ayat dalam Al-Qur’an yang mempunyai makna dinamis dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saat ini, setiap tahunnya, rata-rata, Al-Qur’an terjemahan dari Kemenag dicetak sekitar 4,5 juta eksemplar. Al-Qur’an mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sejak KH Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama, tepatnya pada tahun 1965. dan hingga kini, terus mengalami revisi untuk menyesuaikan dengan perkembangan bahasa, materi dan lain sebagainya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mewakili Tim Revisi, KH Malik Madany akan berupaya menghadirkan terjemahan Al-Qur’an yang efektif dan efisien. Al-Qur’an terjemahan dari Indonesia dipergunakan pula di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lain sebagainya.

“Dari Juz 1 hingga 2, ada 27 kata/arti yang hendak dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia” kata KH Malik. Red: Mukafi Niam  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 22 September 2017

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Oleh: Ahmad Yahya

Sungguh bergetar hati ini sekaligus gembira pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017, dengan agenda besar instruksi dari PBNU pembacaan Shalawat Nariyah satu miliar. Tujuan dari pembacaan tersebut tidak lain adalah untuk mencari keberkahan dan keselamatan untuk bangsa Indonesia dari berbagai persoalan yang menimpa negeri ini.

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Bangga menjadi santri Indonesia, dari santri untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini adalah sebuah kalimat yang selalu menghiasi backgraund foto profil para santri atau orang yang menyatakan dirinya sebagai santri, atau yang mengaku-ngaku sebagai santri yang kemudian di posting di facebook, instagram, maupun sejenisnya yang terekam apik  dan tersebar di seluruh media sosial.

Tidak ada persoalan sama sekali dengan postingan-postingan tersebut, sah-sah saja kok. Tetapi pertanyaannya adalah apakah hanya pemaknaan sebagai simbol kebanggaan, atau ada pemaknaan lebih dari itu? Wallahu a‘lam. Simbol kebangaan tersebut adalah sebuah kebahagian tersendiri bagi para santri untuk lebih dicintai dan mencintai negeri ini. 

Kebanggaan sebagai santri tidak hanya cukup lewat postingan dan apapun itu jenis dan wujudnya, tetapi kebanggan ini justru harus dimaknai lebih dari sekedar postingan seremonial yang ujung-ujungnya hanya sebagai kebanggaan diri yang tidak ada artinya dan sebagai pajangan keakuan diri saja.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, persoalan hukum yang terjadi di negara ini harus dipikirkan secara serius oleh seluruh komponen bangsa, tak kecuali para santri. Hukum merupakan salah satu bentuk budaya untuk kendali dan regulasi perilaku manusia, baik individual atau kolektif dalam penerapannya. Hukum adalah alat utama kontrol sosial pada masyarakat modern serta dalam masyarakat primitif. Permasalahan hukum di Indonesia adalah salah satu masalah yang harus juga menjadi kajian khusus bagi para santri untuk menjadi bahan diskusi  dan bahan  kajian di kalangan pondok pesantren. 

Kenyataan yang terjadi dihadapan kita tentang berbagai kasus penangkapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan berbagai kasus yang fariatif mulai korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, maupun kejahatan-kejahatan lain di Indonesia, membuat kita prihatin dan miris, seolah sudah tidak ada lagi kejujuran, kepercayaan dan keterbukaan lagi di negeri ini. Maraknya kasus tersebut membuat pemerintah membangun sejumlah institusi yang bergerak dibidang investigasi dan audit seperti KPK, BPK, BPKP serta perangkat lainnya yang melekat di institusi. Sejumlah pelakupun telah disidang dan dihukum. Namun kasus-kasus serupa masih marak terjadi sampai sekarang, seolah tidak ada rem yang dapat dipakai untuk menghambat laju pertumbuhannya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pertanyaan yang tidak pernah dapat dijawab hingga saat ini adalah. Apakah yang menjadi akar masalah atas kasus yang terjadi tersebut?

Santri Sadar Hukum

Langkah nyata untuk mengembangkan potensi santri secara individu maupun kelembagaan pesantren terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia adalah dengan cara memahamkan dan meyakinkan santri dengan penguatan materi-materi hukum positif di pesantren, salah satunya adalah dengan memasukkan kurikulum tentang dasar-dasar hukum positif di Indonesia, maupun memberikan penyuluhan hukum kepada santri, serta membangun jaringan antar pesantren dalam penguatan-penguatan materi hukum. 

Edukasi semacam ini mungkin dapat memberikan rasa kepedulian santri, bahwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun dinegara kita ini adalah hukum belum bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan penegakkan hukum belum sepenuhnya di jalankan dengan seadil-adilnya.

Membentuk santri sadar hukum merupakan cita-cita dari seluruh lapisan masyarakat, mereka nantinya diharapkan mampu untuk memberikan rasa keadilan dimasyarakat hingga sendi-sendi dari budaya masyarakat yang berkembang menuju terciptanya suatu sistem masyarakat yang menghargai satu sama lain.  

Membuat santri sadar, cerdas dan peka terhadap hukum bukanlah sesuatu yang mudah dengan membalikkan telapak tangan, banyak yang harus diupayakan oleh unsur-unsur yang terkait untuk memikirkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan selalu memberikan motivasi kepada para santri  untuk selalu memberikan rasa aman, nyaman dan keadilan di masyarakat lewat upaya-upaya pelayanan hukum di masyarakat lewat tindakan nyata, dengan tanpa membedakan golongan, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. 

Cita-cita Mulia

Para santri adalah orang-orang yang taat beragama dan setia terhadap ulama’ dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  peran nyata santri saat ini juga sudah di rasakan oleh seluruh komponen bangsa, tapi upaya memberikan yang terbaik di tengah masyrakat harus terus di lakukan dan ditebarkan agar menjadi manusia yang shaleh.

Agar perjuangan para santri di masyarakat semakin bermanfaat, pesantren maupun santri harus mampu memberanikan diri untuk memberikan pelayan konsultasi hukum secara nyata dan cuma-cuma di masyarakat,  tidak hanya pelayanan konsultasi hukum-hukum agama, tetapi harus juga mampu memberikan pelayanan konsultasi hukum positif yang berkembang di masyarakat, dengan cara membuat pos-pos konsultasi hukum maupun bantuan hukum di setiap pondok pesantren.

Peran serta para santri yang sudah mewarni dunia hukum di Indonesia sudah nyata, dibuktikan dengan banyaknya para praktisi hukum berasal dari kalangan pesantren yang notabenenya dahulu adalah para santri. Santri-santri yang menimba ilmu di pesantren saat ini harus lebih diberikan motivasi, bahwa santri harus mempunyai cita-cita melaksanakan penegakan hukum di Indonesia kedepannya, karena ini menjadi modal terpenting, disalah satu sisi mempelajari ilmu agama secara sungguh-sungguh, disalah satu sisi santri harus juga terpelajar dan terdidik memahami hukum yang berkembang di masyarakat. 

Salah satu konsep untuk masuk wilayah praktis menjadi penegak hukum maupun praktisi hukum adalah santri harus melaksanakan pendidikan hukum formal, sehingga santri dapat mewarnai penegakan hukum dengan mempunyai cita-cita dan menjadi ; hakim, jaksa, advokat, polisi, akademisi di bidang hukum, praktisi hukum, maupun penggiat hukum. Ini bisa menjadi inspirasi dan bahan renungan untuk selalu memahami hukum, karena santri mampu untuk menjalankan penegakan hukum di Indonesia dengan sebaik-baiknya. 





Wallahu A’lam.

(Penulis adalah Direktur IMAN Institute,Pegiat Lingkar Study Kajian Ilmu Hukum-Kota Semarang)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw