Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ribuan alumni Pondok Pesantren Annuqayah memadati aula Syarqawi Annuqayah, Sabtu (31/10). Pesantren yang berlokasi di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep Madura tersebut tengah menggelar silaturrahim alumni.

Acara yang diprakarsai pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) tersebut dihadiri masyaikh Annuqayah mulai dari kiai sepuh hingga kiai muda. Para dosen dan staf Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) juga hadir.

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Dalam kesempatan itu, Travel IAA Investama dilaunching. Travel Annuqayah ini menerima order paket wisata, rekreasi, study tour, ziarah wali.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Travel yang dikelola para santri tersebut melayani ziarah wali 5 + Gus Dur, wali 9, dan wali 7 Pulau Wali serta carter untuk berbagai tujuan perjalanan. (Hairul Anam/Adullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 18 Februari 2018

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jika tidak ada halangan, tahun ini Pemerintah Kabupten Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Al-Qur’an. Juga peraturan Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah. 

Hal itu menyusul diajukannya dua Rancangan Perda tersebut –bersama 5 Rancangan Perda lain- pada rapat paripurna di gedung DPRD Jember, beberapa hari lalu.

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

 

Menurut Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Jember, Siswono, Perda tentang Baca Tulis Al-Qur’an sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jember, khususnya dalam rangka mencetak generasi muda yang islami dan paham terhadap Al-Qur’an. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, selama ini Jember telah melebeli diri dengan sebutan kota relijius. "Untuk itulah diperlukan Perda tersebut. Sebab apa, sebab membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan pintu masuk untuk memahami isi dan kandungan Al-Qur’an," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Jumat (18/9).

 

Sedangkan mengenai Rancangan Perda tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah, menurut Siswono, dimaksudkan sebagai instrumen untuk mengentas kemiskinan di Kabupaten Jember melalui pemberdayaan zakat dan sedekah secara maksimal. 

Ia mengabaikan pendapat bahwa zakat tidak akan mempu mengurangi kemiskinan karena jumlah orang miskin jauh lebih banyak daripada orang kaya. "Itu kalau dana zakat, Infaq dan sedekah tidak dikelola dengan sungguh-sungguh. Tapi jika dikelola dengan baik dan benar serta transparan, maka tidak mustahil kemiskinan bisa dikurangi oleh pemanfaatan zakat," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

 

Semua Rancangan Perda itu merupakan prakarsa DPRD Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengadian pada Masyarakat Universitas Islam Jember (UIJ)Lembaga Penelitian Universitas Jember Lembaga Penelitian Universitas Jember.

 

Setelah resmi diusulkan, akan dibahas bersama oleh eksekutif dan legislatif sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Perda. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Anti Hoax, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Februari 2018

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

New York, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Kalangan muslim di New York mengharapkan pesantren-pesantren ataupun yayasan-yayasan Islam di Nanggroe Aceh Darussalam perlu diperkuat, terutama dalam pendanaan sehingga mereka juga mampu menampung lebih banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Dalam suatu pertemuan untuk membahas bencana tsunami Asia di New York, Jumat, sejumlah perwakilan organisasi muslim seperti Islamic Centre of New York, Muslim Student Asociation (MSA), dan komunitas-komunits muslim di kota tersebut menyatakan cemas dengan masa depan anak-anak Muslim di Aceh.

Keprihatinan tersebut ditambah lagi dengan kabar bahwa sejumlah anak telah dibawa keluar Aceh oleh orang yang tidak dikenal, bahkan ada dugaan menjadi korban eksploitasi. "Kami cukup prihatin dengan banyaknya anak di Aceh yang menjadi yatim piatu," kata Ketua Islamic Center of New York, Shamsi Ali dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip ANTARA.

Masyakarat Muslim di New York, katanya, saat ini terus melakukan penggalangan dana yang antara lain akan disalurkan bagi organisasi yang menyantuni anak-anak yatim piatu tersebut. Shamsi Ali sendiri pekan ini merencanakan akan ke Aceh untuk membawa sumbangan dari komunitas Muslim New York dan menemui sejumlah yayasan yang siap menampung dan mendidik anak-anak korban
tsunami tersebut.

"Kami ingin yayasan Islam itu memiliki kemampuan, dan kami di New York siap untuk memberi dukungan dana," kata Shamsi. Ia juga mendukung sikap Pemerintah RI yang melarang anak-anak yatim piatu Aceh dibawa keluar Aceh, dan ketetapan bahwa anak Muslim harus diadopsi oleh keluarga Muslim juga dengan sejumlah persyaratan.

Kalangan Muslim di New York juga merencanakan suatu penggalangan dana besar-besaran pada 13 Februari mendatang untuk korban tsunami tersebut. Sementara ini dari komunitas Muslim New York sudah terkumpul dana lebih dari 100.000 dolar AS untuk Aceh. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

Jumat, 02 Februari 2018

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Medan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, Sabtu (25/1) malam, menggelar tahlilan dan shalat gaib atas wafatnya Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH MA Sahal Mahfudh.

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Ketua PWNU Sumut? H Ashari Tambunan mengatakan, NU dan bangsa Indonesia kehilangan tokoh ulama kharismatik yang memiliki pengetahuan sangat luas. Menurutnya, Kiai Sahal Mahfudh adalah seorang ulama isitiqamah dan hidupnya semata-mata untuk umat.

“Kiai Sahal mampu menegakkan khittah NU 1926 dengan menjaga kebersihan dirinya dari kepentingan politik praktis. Sampai akhir hayatnya, Kiai Sahal tidak pernah tergiur untuk masuk partai politik. Figur seperti ini sangat langka di negeri ini. Karena itu, kita sangat kehilangan Kiai Sahal,” ungkap Ashari Tambunan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia mengajak Nahdliyin di Sumut agar tetap menjadikan Kiai Sahal sebagai panutan. Sebab, sosok Kiai Sahal dikenal sebagai ulama yang santun, moderat, dan toleran, namun tegas dalam penegakan akidah. Sehingga pemikirannya bisa diterima oleh semua generasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, tambah Ashari, Kiai Sahal punya pengetahuan dan penguasaan yang luas di bidang fiqih sosial, kenegaraan, dan ekonomi. “Karenanya, Kiai Sahal mendapat gelar doktor honoris causa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumut H Imron Hasibuan dalam kesempatan itu mengatakan, Kiai Sahal merupakan tokoh yang tetap mampu menjaga kehormatan ulama. “Beliau tidak pernah tergoda oleh hal-hal duniawi seperti tawaran kekuasaan di bidang politik yang terus menghampirinya. Kiai Sahal lebih memilih mengurusi umat lewat MUI, NU dan pesantren yang diasuhnya di Pati, Jawa Tengah,” tutur Imron.

Tahlilan dan shalat gaib untuk kiai sahal dilaksanakan di aula kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batang Hari Medan. Tahlilan diikuti ratusan warga NU yang datang dari Binjai, Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan. (Hamdani Nasution/Mahbib)

?

Foto: Kiai Sahal bersama para kiai dalam sebuah Munas Alim Ulama di Cirebon

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 31 Januari 2018

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Konferensi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo yang digelar di aula MWCNU Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu-Ahad (2-3/1), menetapkan Muhammad Mahmuda sebagai Ketua PMII Sidoarjo periode 2016-2017. Mahmuda terpilih setelah unggul dengan 10 suara dari Doni Gunawan yang memperoleh 5 suara.

Konferensi dihadiri seluruh Pengurus Komisariat PMII se-Sidoarjo dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny, Universitas Maarif Hasyim Latief (Umaha), Universitas Sunan Giri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan sebagai peninjau dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida). Muhammad Mahmuda berasal dari IAI Al-Khoziny sedangkan Doni Gunawan dari Umaha.

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

"Rasa bangga yang telah kami dapat atas dukungan sahabat/sahabati mulai dari awal hingga akhir yang telah memperjuangkan. Kami akan menjalankan putaran organisasi ini dan selalu berkoordinasi dengan komisariat hingga rayon se-Sidoarjo, serta selalu bersikukuh untuk menjalan putaran organisasi dengan baik demi PMII ke depannya lebih baik," kata Mahmuda, Ahad (3/1) malam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, ke depan masih banyak program yang perlu diperbaiki. Seperti menghidupkan kembali komisariat PMII STKIP PGRI Sidoarjo, membuat website resmi Pimpinan Cabang PMII Sidoarjo, merintis rayon di setiap komisariat yang belum memiliki rayon, serta program unggulan lainnya. Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan seluruh PK PMII se-Sidoarjo.

Gigin Anggi Zuarinsa, mantan Ketua PC PMII Sidoarjo berpesan kepada ketua terpilih supaya menjadi pemimpin yang ikhlas dan sabar dalam mengabdi di PMII. Gigin berharap program-program yang baik supaya dilanjutkan, dan dapat memperbaiki yang belum sempurna.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Program yang belum terealisasi adalah pembuatan website cabang, perintisan LSO bidang ekonomi serta menghidupkan lagi komisariat Ronggowarsito STKIP. Untuk itu, saya berpesan kepada Ketum yang baru supaya tetap sabar dan ikhlas melanjutkan program tersebut. Tidak hanya itu saja, pengawalan kaderisasi di semua komisariat se- Sidoarjo khususnya komisariat Umsida dan Unusida," ungkap Gigin.

Ketua PK PMII Lintang Songo Unusida Moch Zakariya Dimas Prata mengucapkan selamat atas terpilihnya sahabat M Mahmuda menjadi Ketua PC PMII Sidoarjo masa gerak 2016-2017. "Semoga bisa membawa PMII Sidoarjo lebih maju dan jaya serta sanggup menegakkan kalimat Tuhan (Allah). Salam Pergerakan," ucapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 30 Januari 2018

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Keberadaan Fatayat NU harus mampu membawa diri, jangan sampai di bawa ke sesuatu yang bersifat sementara. Artinya, bersikap netral dalam sikap politik ataupun pengabdian pada masyarakat. Tidak di bawa-bawa ke mana yang disukai oleh pemimpinnya, sehingga akan menjadi organisasi yang bermartabat dengan pelayanan yang prima dan tidak memihak.

“Mengelola Fatayat itu, harus dengan sinar keikhlasan dengan mampu mambawa diri,” demikian pesan Ketua Pemimpin Wilayah (PW) bidang Pendidikan dan Pengkaderan Fatayat NU Jawa Tengah  Hj Muta’alimah saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat NU Brebes di Hotel Dedy Jaya Brebes, Ahad (16/12).

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Tidak berarti, kata Muta’alimah, Fatayat menghindar dari berbagai partai politik tetapi justru harus mampu bekerja sama. Kader-kader Fatayat bertebaran diberbagai partai politik juga menempati posisi pekerjaan diberbagai sektor. Sehingga kerjasama antar lembaga harus terus dibangun sesuai dengan koridor dan tidak melenceng dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kerja sama itu bukan kenikmatan yang di bagi bersama-sama, tetapi membangun sinergi untuk menggolkan visi dan misi organisasi,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk mengelola Fatayat harus dipegang oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dalam berorganisasi. Sebab berorganisasi itu memerlukan sentuhan tangan-tangan trampil yang ikhlas dan rela berkorban. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Yang lebih utama, Muta’alimah menambahkan, dalam kiprahnya Fatayat harus berpegang teguh membantu NU dalam pengembangan Islam ahlussunah wal jamaah. Dengan tetap menjaga keutuhan NKRI. 

“Kita harus waspada dengan aliran-aliran Islam di Indonesia yang melenceng dari ajaran ahlussunah wal jamaah dan berupaya memporakporandakan NKRI,” tandasnya.

Untuk itu, kuantitas keanggatoaan Fatayat diupayakan dengan peningkatan kualitas keanggotaanya pula. “Kami bersyukur, ternyata anggota Fatayat tidak ketinggalan dalam pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Brebes H Athoillah meminta kepada Fatayat jangan seperti tukang parkir. Artinya, tidak merasa memiliki tetapi hanya merasa dititipi. Sebab kalau hanya merasa dititipi maka pengelolaannyapun tidak maksimal. 

“Merawat Fatayat itu harus dengan niatan, Fatayat itu hak milik sehingga di rawat dengan temen (sepenuh hati, red),” ajak Athoillah.

Termasuk, dengan merawat NU berarti menjalin kemitraan dengan pemerintah di daerahnya. “Tidak ada alasan, untuk tidak mendukung pemerintahan di daerah,” tegas Athoillah.  

Hanya saja, lanjut Atho, Fatayat harus mampu menjaga diri agar tidak terserang penyakit kurap (kurang disiplin), kudis (kurang disiplin) dan kutil (kurang terapkan ilmu). Semua penyakit itu, bersumber dari kuman (kurang iman). “Kalau sudah kurang iman, maka akan mudah tergoyahkan keteguhannya mempertahankan islam ahlussunah wal jamaah,” kata Athoillah mengingatkan.

Konferensi Cabang dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti. Dalam sambutannya mampu memberi kontribusi terhadap pemerintahan. Termasuk didalamnya menangani bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian kerakyatan. 

Ketua panitia penyelenggara Amaliyah menerangkan, kegiatan konfercab diikuti oleh 288 dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) se Kabupaten Brebes. “PAC Banjarharjo, tidak mengirimkan delegasinya tanpa alasan yang jelas,” kata Amaliyah. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 20 Januari 2018

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Puluhan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan silaturahim lebaran kepada pembina dan tokoh NU wilayah setempat, Ahad malam (3/8). Saat di kediaman pembina Ansor KH. Hamdan Suyuti Desa Loram, mereka diimbau turut serta menjaga aset-aset NU.

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Dalam pesannya KH Hamdan mengatakan, Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan memiliki banyak aset yang harus diselamatkan, seperti masjid, mushala dan beberapa tanah yang diwakafkan untuk kemaslahatan.

“Aset tersebut harus dijaga, jangan sampai hilang. Jika bisa dibuatkan sertifikat NU,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

KH Hamdan mengakui kelemahan NU dan badan otonom terlihat pada pengarsipan dokumentasi maupun administrasi. Oleh karena itu harus segera dilakukan pembenahan sehingga aset NU bisa aman dan terdata dengan baik.

“Termasuk makam-makam harus segera dibuatkan sertifikat dan diberi nama makam Islam,” harap mantan Ketua PC GP Ansor Kudus era tahun 90-an ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara menurut penuturan Sekretaris PAC GP Ansor Jati Eko Budi Setiawan, kunjungan ke sejumlah tokoh NU ini banyak memperoleh manfaat berupa masukan saran, dan informasi untuk kemajuan organisasi.

Dikatakan, ragam persoalan yang terjadi di masyarakat seperti ISIS maupun prilaku umat menjadi topik perbincangan yang hangat. “Yang jelas? silaturahim ini penuh makna demi kemajuan organisasi NU maupun Ansor sendiri,” imbuhnya.

Ia menerangkan, momentum idul fitri ini mampu mempererat silaturahim dan memperkuat? komponen organisasi untuk selalu berperan aktif di masyarakat. “Dalam berorganisasi sering kali ada perbedaan, tetapi kita harus tetap jaga komitmen demi keutuhan generasi muda NU,” tutur Eko. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Nahdlatul, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 03 Januari 2018

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan wafatnya istri KH A Wahab Chasbullah, Nyai Rohma Wahab, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mendaulat Habib Ahmad bin Ismail Al-Idrus, Rabu malam (17/12), untuk memimpin pembacaan shalawat.

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab

Pembacaan shalawat habib asal Jakarta itu dipusatkan di kediaman Mbah Wahab Chasbullah ini. “Malam ini tidak ada ceramah, kita akan bershalawat bersama yang akan dipimpin oleh Habib Ahmad bin Ismail Al-Idrus,” kata KH Hasib Wahab, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Bahrul Ulum Tambakberas.

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Hasib, Habib Ahmad merupakan salah satu spiritualis. “Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa semangat kepada kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan senantiasa memperoleh syafaat nabi,” sambungnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ratusan orang memadati tempat yang disediakan panitia. Mulai dari seluruh keluarga besar pondok tersebut, para santri, jama’ah muslimat se-Kabupaten Jombang, serta beberapa jajaran pemerintah daerah, termasuk Drs H Alimudin yang mewakili bupati Jombang.

Menurut Alimudin, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci. “Kami mohon maaf kepada semuanya atas berhalangan hadirnya bupati Jombang dikarenakan sedang umroh,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tidak hanya bupati, Wakil Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab juga tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas ke Jakarta.

Walaupun demikian, acara ini tetap lebih meriah dari pelaksanaan sebelumnya. "Acara peringatan haul ini berbeda, dan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya hanya diperingati oleh santri dan alumni dari Pondok Pesantren Al-Lathifiyah 1, tanpa mengundang ratusan orang seperti malam hari ini,” tandas Fithrotin Nahdhiyah panitia pada acara haul itu. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Ahlussunnah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Sufisme di Belantara Modernitas

Oleh KH MA Sahal Mahfud. Manusia sebagai hamba Allah adalah satu-satunya makhluk yang paling istimewa di antara semua makhlukNya yang lain. Di samping dikaruniai akal dan pikiran, manusia ternyata adalah makhluk yang penuh misteri dan rahasia-rahasia yang menarik untuk dikaji. Misteri ini justru sengaja dibuat Allah agar manusia memiliki rasa antusias yang tinggi untuk menguak dan mendalami keberadaan dirinya sebagai ciptaan Allah, untuk kemudian mengenali siapa penciptanya.

Syekh Ahmad bin Ruslan al-Syafii mengemukakan, "Sesuatu yang paling awal diwajibkan atas manusia adalah marifatullah dengan keyakinan". Bahwa sebagai hamba Allah, manusia tidak bisa tidak mesti mengenal terlebih dulu siapa yang berhak disembah, untuk kemudian segala proses dan komponen ibadah kepadaNya tercerminkan di bawah marifatullah. Sebab, ibadah seseorang baik ibadah wajib ataupun sunnah, tidak akan mungkin sah tanpa marifatullah.

Sufisme di Belantara Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sufisme di Belantara Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sufisme di Belantara Modernitas

Di balik itu, tujuan utama seorang yang berakal adalah bertemu dengan Allah di hari pembalasan nanti, seperti diungkapkan al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Dengan demikian ada dua hal yang menjadi agenda manusia di hadapan Tuhannya. Ketika seseorang pertama kali ingin memasuki "daerah" Allah, maka ia diwajibkan marifatullah terlebih dahulu. Dan ketika seorang telah mencapai titik final perjalanannya, maka satu-satunya hal yang patut dicita-citakan dan diharapkan adalah hanya liqaullah (bertemu dengan Allah). Rentang antara liqaullah dan marifatullah inilah yang kemudian melahirkan banyak tuntutan dan konsekuensi sekaligus keterkaitan erat dari dan oleh manusia sendiri.

***

Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 57, "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat (mauidhah) dari Tuhanmu dan penyembuh/obat bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada (syifauh lima fi al-shudur) dan petunjuk (wa hudan) serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (wa rahmatan li al-muminin)".

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ayat ini dalam tafsir Ruhul Maani diinterpretasikan sebagai jenjang-jenjang kesempurnaan pada jiwa manusia. Barangsiapa yang berpegang teguh dengan al-Quran -sebagai mauidhah- secara utuh dan tidak parsial, maka ia akan memperoleh seluruh tingkatan kesempurnaan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih jauh lagi, Imam Junaedi menafsirkan ayat tersebut sebagai landasan filosofis munculnya klasifikasi syaritat, thariqat, haqiqat dan marifat. Dari kalimat mauidhah yang mengandung nasihat-nasihat untuk meninggalkan segala hal yang dilarang dan menjalankan perintah-perintah Allah, maka lahirlah syariat yang kemudian berisi pula anjuran-anjuran untuk membersihkan akhlaq al-mazmumah (perilaku tidak baik) yang dapat dilihat orang lain.

Sedangkan kalimat "syifaun lima fii al-shudur" memuat segala bentuk usaha penyembuhan penyakit-penyakit ruhani sehingga seorang manusia dapat mencapai strata kesempurnaan dalam pembersihan hatinya dari akidah-akidah yang sesat dan tabiat-tabiat yang hina dan tercela. Ini merupakan filosofi munculnya klasifikasi thariqat. Sementara kalimat "wa hudan " mengisyaratkan kesempurnnan yang lebih tinggi lagi, yakni strata haqiqat yang hanya mungkin dicapai oleh manusia lewat hidayah yang diberikan Allah.

Tingkatan ini menggambarkan adanya keadaan jiwa manusia yang telah terhiasi oleh akidah dan akhlak yang baik dan mulia, sehingga seseorang dapat meraih "dhuhur al-haq fi qulubi al-shiddiqin", yakni terlihatnya Allah yang Maha Haq di dalam hati para shiddiqin (orang-orang yang tingkat keimanannya setaraf dengan Abu Bakar Shiddiq). Adapun kalimat "wa rahmatan li al-muminin" memberi dalil akan tercapainya kesempurnaan yang paling tinggi yaitu marifat, bahwa seseorang telah meraih "tajalla anwar al-uluhiyah" (terpancarnya cahaya ketuhanan) yang abadi. Dengan "al-anwar al-uluhiyah" ini seseorang dapat memiliki pengaruh positif terhadap mumin lainnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Abu Bakar al-Makky punya pendapat yang intinya, bahwa jalan menuju kebahagiaan akhirat adalah terpenuhinya ketiga hal syariat, thariqat dan haqiqat. Ketiga hal ini tidak boleh terlewatkan salah satunya, akan tetapi haruslah lengkap dan berurutan satu sama lain. Sebab Abu Bakar menggambarkan ketiga hal itu dengan pendapatnya yang lain:

Syariat itu seperti sebuah perahu, sedangkan thariqat adalah lautan, sementara haqiqat adalah mutiara yang terendam di dasar laut".

Adapun tasawuf (sufisme) oleh banyak ulama masih diperdebatkan definisinya dengan seribu pendapat. Salah satu definisi tersebut adalah seperti yang dikemukakan Abu Zakariya al-Anshari:

"Suatu sikap memurnikan hati di hadapan Allah dan memandang remeh atau rendah terhadap selain Allah".

Sehingga dengan definisi ini dapat diambil pengertian, tasawuf adalah refleksi perasaan ketuhanan yang sangat tinggi, agung dan suci terhadap segala pelaksannan ketiga (atau keempat) hal di atas.

***

Abad XXI sering dilukiskan sebagai suatu masa yang berperadaban tinggi. Orang tak lagi membicarakan atau merisaukan hal-hal yang masih bersifat permulaan atau masih mentah. Kecenderungan-kocenderungan yang ada hanyalah dominasi sikap ingin serba praktis, mengenakkan dan lebih mudah. Hal ini jelas tersiasati dari hasil-hasil produksi teknologi mutakhir yang mampu membikin manusia sebagai makhluk "serba manja".

Bersamaan dengan itu, persaingan masalah-masalah sosial dan pelaku-pelaku sosial itu sendiri, muncul sebagai efek lain dari modernitas zaman. Gesekan demi gesekan yang timbul dari berjalannya kepentingan masing-masing individu tanpa diimbangi dengan nilai-nilai spiritual, akan meninggalkan keresahan-keresahan tersendiri. Pola-pola perilaku dan sikap hidup serta pandangan yang individualistis akan menempatkan manusia pada titik-titik jenuh kehidupan komunitas kolektif, sehingga pada gilirannya manusia justru acuh tak acuh terhadap lingkungannya sendiri.

Titik-titik jenuh itulah yang kemudian membuat orang cenderung lari mencari. "dunia lain" yang lebih menjanjikan kedamaian dan ketenteraman. Maka agama pun agaknya menjadi alternatif paling tepat untuk mengubah keresahan tersebut, meskipun demikian hal itu tidak bisa dipahami sebagai suatu justifikasi tentang adanya asumsi bahwa agama adalah kompensasi kejenuhan-kejenuhan modernitas zaman.

Komponen sufisme seperti zuhud, khalwah dan uzlah ternyata dalam banyak kasus di belantara zaman modern ini, masih saja tidak kehilangan relevansinya sama sekali. Zuhud oleh para ulama didefinisikan sebagai sikap meninggalkan ketergantungan hati pada harta benda (materi), meskipun tidak berarti antipati terhadapnya. Seorancg zahid bisa saja mempunyai kekayaan yang berlimpah, akan tetapi tidak kumanthil di dalam hati.

Begitu juga uzlah yang oleh Abu Bakar didefinisikan sebagai, "al-tafarrud an al-khalq" (memisahkan diri dari makhluk lain). Sikap ini terhitung sangat dianjurkan untuk diamalkan, ketika zaman dilanda pergeseran nilai-nilai Islam dan segala aturan normatifnya. Ketika seseorang khawatir terhadap fitnah yang akan menyebabkan kehidupan keagamannnya berkurang intensitasnya, uzlah adalah salah satu sikap yang dapat menjawab tantangan itu.

Akan tetapi, apabila segala kekhawatiran tersebut tidak terlalu memprihatinkan, zuhud justru dipraktikkan dengan berkumpul dan bermasyarakat sebagaimana lazimnya, untuk `amar maruf nahi munkar. Lebih jauh lagi, para ulama sepakat, zuhud atau uzlah dapat dilaksanakan hanya sekadar dengan hati dan perasaan, sehingga meskipun seseorang -misalnya- sedang berada di tengah keramaian sebuah pasar, akan tetapi dalam hatinya ia merasa menyendiri untuk mencari Tuhannya.

***

SUFISME memandang dunia ini sebagai sebuah jembatan yang harus dilalui untuk menuju akhirat. Dalam ajaran sufisme ditemui adanya anjuran-anjuran untuk mempertinggi etos kerja. Seseorang yang mendalami tasawuf juga diperintahkan untuk bekerja mencari penghasilan bagi kehidupan sehari-harinya. Seseorang sama sekali tidak diperkenankan berpasrah diri dan tawakal kepada Allah SWT, sembari rajin mengerjakan shalat sunnah dan banyak berzikir, sebelum ia memenubi kewajiban-kewajibannya sebagai -misalnya- seorang kepala rumah tangga, mencari nafkah.

Akan tetapi kaum sufi lebih memandang dunia laksana api di mana mereka dapat memanfaatkan sebatas kebutuhan, sembari tetap waspada akan bahaya percikan bunga api yang suatu saat akan membakar hangus semuanya. Dalam hal ini mereka berkata:

"Apabila harta benda dikumpulkan, maka haruslah untuk memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi, dan bukan untuk kepentingan pribadi secara berlebihan".

Lebih jauh, Syekh Abdul Qadir Jaelani berkata: "Semua harta benda dunia adalah battu ujian yang membuat banyak manusia gagal dan celaka, sehingga membuat mereka lupa terhadap Allah, kecuali jika pengumpulannya dengan niat yang baik untuk akherat. Maka bila dalam pentasharufannya telah memiliki tujuan yang baik, harta dunia iu pun akan menjadi harta akherat."

Dengan demikian, sufisme serta segala komponen ajarannya merupakan pengendali moral manusia. Keseluruhan konsep yang ditawarkan sufisme seperti zuhud akan dapat mengurangi kecenderungan pola hidup konsumtifisme dan individualisme yang semakin menggejala di tengah dunia modern. Sufisme dan Islam pada skala yang lebih luas, adalah bentuk tata aturan normatif yang menjanjikan kedamaian dan ketenteraman. Sehingga ketika zaman menghadirkan keresahan-keresahan, seseorang dapat saja menjadikan sufisme atau tasawuf sebagai kompensasi positif. Yang jelas, sufisme adalah suatu ajaran yang lebih banyak berimplikasi langsung dengan hati, jiwa dan perasaan, sehingga ia bukan hadir sebagai trend, mode dan semacamnya.

?

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Pendidikan, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 24 Desember 2017

Ribuan Siswa Sidoarjo Ikuti Pawai Akbar Tahun Baru Hijriyah

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Sekitar 6000 siswa Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif (YPM) Sepanjang Taman Sidoarjo melakukan pawai akbar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1438 H. Dalam menyambut 1 Muharram tahun ini juga melibatkan pertukaran mahasiswa dari dua negara yaitu Amerika dan Jepang dengan menggunakan costum tentara Jepang serta memakai costum adat Jawa.

Ribuan siswa itu terdiri dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi (TK, SD, SMA, SMK YPM dan Universitas Maarif Hasyim Latief) di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif. Selain siswa, pawai tersebut juga melibatkan sekitar 350 pengajar YPM Taman Sidoarjo.

Ribuan Siswa Sidoarjo Ikuti Pawai Akbar Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Siswa Sidoarjo Ikuti Pawai Akbar Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Siswa Sidoarjo Ikuti Pawai Akbar Tahun Baru Hijriyah

Para peserta membentangkan bendera merah putih dan bendera Nahdlatul Ulama. Selain itu, peserta pawai juga ? membuat patung raksasa Garuda Pancasila, karena di bulan Oktober bertepatan hari Kesaktian Pancasila.

? Ketua Panitia, Moh Nazir mengatakan, selian menampilkan patung garuda, para siswa juga menampilkan kostum tentara NU, ulama, santri, TNI, Polri, budaya, adat serta peralatan perang dalam menghadapi perlawanan tentara Jepang dan Belanda dalam merebutkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Para peserta kami beri keleluasaan dalam menampilkan costum unik pada perayaan tahun baru Islam ini. Adapun tema yang kami angkat pada moment ini yaitu "Meningkatkan kualitas peran pelajar muslim dalam pelopor penerus bangsa yang dinilai dapat menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai paham radikal," kata Nazir, Senin (3/10). (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 23 Desember 2017

Gus Dur Siapa Punya?

Saya terlahir di daerah Pantura (pantai utara) Kabupaten Subang yang berbasis NU kulutral. Namun saya belum kenal NU apalagi Gus Dur (GD), karena organisasi yang didirkan oleh mBah Hasyim Asyari ini tidak pernah disebutkan oleh guru-guru sejarah di sekolah pada masa Orde Baru.

Karena NU pada masa itu merupakan Ormas yang tidak boleh muncul dalam sejarah Indonesia untuk tidak mengatakan Ormas “terlarang”

Gus Dur Siapa Punya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Siapa Punya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Siapa Punya?

Pada pertengahan tahun 1997, sebelum Orba tumbang, saya disuruh orang tua untuk mondok di Pesantren Assalafiyah Kabupaten Subang. Di pondok inilah saya diperkenalkan dengan nama Nahdlatul Ulama. Kala itu saya diperkenkan oleh pengasuh, KH. Haromain tetang amaliah NU, dakwah NU, dan lain sebagainya. ?

Baru satu tahun mondok, terjadi isu Reformasi dan dari situlah saya mendengar nama Gus Dur dari senior pondok, Sholihin. Katika itu, ia mencerita sosok Gus Dur, sepak terjangnya, dan peranannya menjadi salah satu tokoh Reformasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari situlah saya tertarik untuk mengetahui sosok Gus Dur dari surat kabar dan televisi yang sudah disediakan di pondok.

Reformasi pun bergulir dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lahir, Gus Dur merupakan inisiator di balik pendirian partai ini. Di era Reformasi awal, PKB menjadi salah satu partai primadona yang menjadi tumpuan kaum sarungan, terutama saya saat itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peritiwa yang akan terus teringat sampai kapan pun, ketika tahun1999 ada acara PKB di lapangan perkebunan Karet Kalijati Kabupaten Subang Jawa Barat yang dihadiri oleh Gus Dur, Alwi Shihab, Mathori Abdul Jalil, dan tokoh-tokoh NU Jawa Barat. Pengasuh Pesantren meliburkan santri senior dan mereka diikutkan untuk menghadiri acara PKB. Karana saya masih menjadi santri junior, akhirnya tidak diikutkan.

Namun, rasa penasaran saya ingin melihat langsung sosok Gus Dur yang sering diceritakan oleh senior pondok, saya meminta izin dengan sedikit “memaksa” untuk ikut dengan berbagai macam alasan dan akhirnya saya diperbolehkan untuk ikut.

?

Dengan hati yang sangat bergembira, akhirnya dengan memakai sarung dan peci ikut ke Kalijati Kabupaten Subang. Dan di situlah puluhan ribu orang telah berkumpul dari Kabupaten Indramayu, Cirebon, Purwakarta, Subang dan Karawang siap mendengarkan taushiah Gus Dur.

Sebelum Gus Dur memberikan taushiah, artis lawas, Hetty Koes Endang menyanyikan lagu tentang Gus Dur. Saya sudah lupa saat itu lirik lagunya. Namun yang masih teringat adalah bait terakhir, yaitu Gus Dur Siapa yang punya? Serentak puluhan ribu hadirin termasuk saya menjawab. NU dan Indonesia.

Tahun 1999 pun berlalu. Ketika Gus Dur menjadi presiden, saya istikomah membaca berita tentangnya di Koran. Selain itu, saya eksis “nongkrong” di depan televisi usai ngaji kitab Fathul Qarib pada pagi hari untuk menyaksikan berita-berita tentang sepak terjangnya.

Karena itulah, sampai-sampai teman saya ketika itu nyeletuk, kamu itu mau ngaji apa mau jadi politikus?

Jawab saya “Ingin mengenal Gus Dur lebih dekat walaupun hanya di koran maupun televisi”.

Kemudian teman saya bertanya lagi, “Apa kamu bisa sowan langsung ke Gus Dur?”

“Ah, jenengan, mana mungkin saya bisa ketemu dengan presiden? Tapi nanti kalau beliau sudah tidak jadi presdien aku pengen ketemu langsung,” jawa saya.

Namun mimpi untuk sowan dan bertemu langsung dengan Gus Dur, tidak kesampaian hingga beliau wafat. Namun saya bisa mengkhatamkan buku biografi Gus Dur yang ditulis oleh Dr. Greg Barton dan sekarang saya menjadi Gusdurian tulen. (Ahmad Rosyidi/Kangidi84@gmail.com)

Solo, 19 Desember 2013

Dalam rangka peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw akan memuat tulisan anak-anak muda tentangnya. Setiap hari akan dimuat satu tulisan. Jika ingin turut berpartisipasi, sila kirim tulisan Anda ke redaksi@nu.or.id.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 02 Desember 2017

Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pondok-pondok pesantren sedang mengalami krisis hebat akibat intervensi pendidikan umum. Kajian kitab kuning menurun. Jumlah kiai juga menurun. Tidak tanggung-tanggung, keluhan semacam ini muncul dari Jawa Timur (Jatim) yang dikenal dengan gudangnya pesantren dan gudangnya kiai.

Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun

Demikian disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof Dr Nur Syam dalam diskusi bertajuk ‘Pesantren dan Tantangan Pendikan Nasional’ di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (31/7). “Ini justru Jawa Timur yang mengeluh jumlah kiai menurun,” katanya.

Mantan rektor IAIN Surabaya itu mengingatkan, pesantren tak boleh tergerus oleh faktor eksternal. Posisi pesantren sebagai pusat ilmu-ilmu keislaman harus dipertahankan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Jangan sampai pesantren digantikan sekolah-sekolah yang mengadopsi sistem pesantren. Sekarang sudah ada full day school. Maka standar kelulusan pesantren harus jelas,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain sebagai pusat ilmu-ilmu keislaman dan pusat pendidikan karakter, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pesantren juga perlu menambah muatan-muatan penting yang diperlukan oleh para alumni. 

“Entah dalam bentuk suplemen atau komplementer. Pesantren perlu mengembangkan ilmu pengetahuan tertentu, seperti harus ada pesantren khusus yang mendalami pertanian,  tembakau dan lain-lain,” tambahnya.

Senada dengan Nur Syam, pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan, kekhasan pesantren harus dipertahankan. Ia mengaku tidak sepakat dengan upaya-upaya untuk menciptakan pesantren berstandar internasional atau ISO.

“Beberapa pesantren yang mempunyai kekhasan tertentu harus dipertahankan. Misalnya Pesantren Lirboyo khasnya apa, Sarang khasnya apa harus dipertahankan,” katanya.

Ditambahkan, salah satu kekhasan lain dari pesantren adalah figur seorang kiai. “Ini yang hilang dari sistem pendidikan nasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bercerita, dahulu saat menghadapi berbagai problem berat, Soekarno selalu berkonsultasi kepada kiai. Jenderal Sudirman juga mendapatkan tongkat dari kiai.

Darmaningtyas berkomentar, “Saya malah baru mendengar cerita-cerita seperti ini. Ada sesuatu yang selama ini tidak terkomunikasikan,” katanya.

Diskusi yang dilenggarakan oleh Pengurus Pusat Lakpesdam NU itu juga dimaksudkan untuk membedah buku Ahmad Baso, Wakil Ketua PP Lakpesdam. Buku bertajuk “Pesantren Studies” rencanananya akan terbit beberapa jilid. Jilid pertama yang telah terbit membidik pesantren dari sisi jaringan pengetahuan dan karakter kebangsaannya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Habib, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 27 November 2017

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di bawah komando GP Ansor Kabupaten Probolinggo menemukan spanduk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terpasang di kilometer 40,41 Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Mereka kemudian mencopot dua spanduk yang terpasang di jalur lingkar selatan.

Penurunan spanduk HTI ini dipimpin langsung oleh Ketua Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

“Sesuai instruksi Ketua Umum GP Ansor dan Komandan Satkornas Banser kami akan mencopot apapun bentuknya, baik spanduk, baliho, dan sejenisnya yang terkait dengan khilafah,” kata Adimas, Kamis (12/5) malam.

Menurut Adimas, sebelum pencopotan spanduk HTI tersebut mereka terlebih dahulu melaporkannya kepada Polres Probolinggo, dalam hal ini Polsek Leces. Sehingga penurunan spanduk tersebut juga dikawal oleh personil dari Polsek Leces.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Pencopotan atribut HTI ini dilakukan karena mereka sudah makar dan mau mendirikan negara Islam di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” jelasnya.

Dengan penurunan atribut HTI ini, jelas Adimas, secara tegas Banser Probolinggo menolak dengan keras semua tindakan yang selama ini dilakukan oleh HTI. Bahkan tidak sepatutnya HTI hadir dan menyuarakan Pemerintahan Islam di Indonesia, karena dasar negara  Indonesia adalah  Pancasila. “NKRI harga mati bagi kami,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Amalan, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri

Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Mestinya hampir setiap tahun saya memiliki kesempatan bersua dengan tokoh kelahiran Boyolali, 9 Agustus 1937 itu. Sebab hampir saban tahun, pemilik nama lengkap Nyai Hj. Basyiroh Zawawi tersebut, mengunjungi Kota Solo, terutama saat diadakannya peringatan haul kakeknya, salah satu tokoh perintis NU Solo, KH Ahmad Siradj.

Namun, kesempatan bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama kedua tersebut, justru terjadi tiga tahun silam, saat penulis sowan ke kediamannya di daerah Jenu, Tuban. Sebuah wilayah yang terletak di pesisir utara, yang konon memiliki akronim nama “jelas NU”.

Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri

Kala itu, saya tiba di kediamannya, dalam suasana Lebaran. Saya memperkenalkan diri secara singkat. Setelah mengetahui maksud kedatangan saya, mulailah ia bercerita mengenai perjalanan singkat hidupnya, serta kisah suka dukanya kala berjuang di IPPNU.

Meskipun raut mukanya menunjukkan usianya yang sudah uzur, tapi cara bicaranya yang ala aktivis masih melekat kuat: tegas dan bersemangat! Basyiroh merupakan salah satu dari kader IPPNU generasi awal. Bersama dengan Umroh Mahfudzoh dan kawan-kawan lainnya di Pesantren Masyhudiyah Keprabon Solo, ia menjadi saksi terbentuknya organisasi yang dulu bernama IPNU Putri itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada zaman tersebut, menurut dia, perjuangan bersama IPPNU sangatlah berat. Namun, minimnya fasilitas bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk mengadakan pertemuan. “Kami sering pergi dengan jalan kaki dari Keprabon ke Kantor PCNU Solo (di Jalan Honggowongso,-red),” kenang Nyai Basyiroh.

Keluarga Pejuang NU

Pada buku “Sejarah Perjalanan IPPNU 1955-2000” (diteerbitkan PP IPPNU, 2000), Nyai Basyiroh dikenal dengan nama Basyiroh Shoimuri. Nama yang melekat di belakangnya, merupakan nama ayahnya, yang tak lain KH Shoimuri. Setelah menikah dengan KH Zawawi, namanya lebih dikenal dengan sebutan Basyirah Zawawi, sampai sekarang.

KH Shoimuri ini merupakan seorang ulama kharismatik dari Boyolali, putera dari KH Ahmad Siradj Solo. Semasa hidupnya, Kiai Shoimuri pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriah PCNU Boyolali.

Putera-puteri Kiai Shomuri pun banyak yang mengikuti jejak ayah mereka, mengabdi di NU. Anak-anaknya selain Basyiroh, yakni: Muhammad, Tamam (pernah menjadi Rais Syuriah PCNU Boyolali), Karimah, Mujab, Sabiq, Muhsinah (Istri KH Cholil Bisri Rembang), Makin (Pesantren Raudhatut Thalibin Putri Leteh Rembang) dan Mubin (pernah menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Solo).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Shoimuri pula yang mendorong Basyirah yang masih remaja, untuk mengenyam pendidikan sekolah. Sejak usia 5 tahun, Basyiroh dititipkan kepada kakeknya, Kiai Siradj, yang juga pengasuh Pesantren NU 001.

Di Solo, ia disekolahkan di RA NDM selama 2 tahun dan MI NDM selama 6 tahun. Lalu, pada tahun 1950, Basyiroh melanjutkan pendidikannya di Muallimat pertama (3 tahun) dan Muallimat atas (1 tahun), yang kesemuanya ditempuh di Nadhlatul Muslimat (NDM) Solo.

Peletak Dasar Organisasi

NDM sendiri merupakan sekolah yang didirikan para tokoh Muslimat NU Solo, salah satunya Machmudah Mawardi pada tahun 1930-an. Catatan pada artikel ini, sekaligus menjadi ralat pada buku “Sejarah Perjalanan IPPNU 1955-2000” (PP IPPNU, 2000) di mana seharusnya NDM, akan tetapi pada buku tersebut ditulis MDM.

Nama NDM patut dicatat pada sejarah IPPNU, sebab dari sekolah tersebut sejumlah tokoh IPPNU generasi awal muncul. “NDM ini dulu dijadikan rujukan pelajar dari berbagai daerah,” tutur Nyai Basyiroh.

Semasa berjuang sebagai ketua PP IPPNU, Basyiroh dikenal sebagai sosok peletak dasar organisasi. Mewarisi 30 cabang bentukan Umroh, Basyiroh berhasil melipatduakan hingga 60 cabang pada akhir kepengurusannya.

Kepengurusan periode pertama yang diemban hingga tahun 1958, digunakan Basyiroh untuk memperluas cabang-cabang IPPNU. Dalam setiap forum nasional di mana keluarga besar NU hadir, Basyiroh selalu menyempatkan diri memperkenalkan dan meminta bantuan pendirian IPPNU di tempat asal cabang-cabang yang bersangkutan.

Setelah usai pengabdiannya di IPPNU, ia sempat aktif di Fatayat, hingga akhirnya ia melanjutkan pengabdiannya di Muslimat NU. Tercatat dirinya pernah menjadi Ketua Muslimat PCNU Tuban. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Tuban.

Mengabdi di Usia Senja

Kini, di usianya yang hampir genap 80 tahun, Nyai Basyiroh mendedikasikan hidupnya untuk menemani para murid dan santri di Madrasah Al-Hidayah, yang didirikannya bersama mendiang suami. Di lain waktu, ia juga masih mengisi pengajian ibu-ibu di wilayah Tuban. Nampaknya dunia dakwah dan sosial terus menjadi bagian penting dari hidupnya.

Saat penulis sowan ke kediamanya, tercatat ia masih memiliki jadwal mengisi pengajian yang cukup padat. Setiap Kamis, ia mengelola Majelis Taklim Al-Istiqomah Jenu. Jumat Pahing ia mengisi pengajian di Masjid Agung Tuban. Kemudian Jumat Pahing di salah satu mushola Desa Glodog, Palang, dan masih banyak lagi kegiatan lain yang ia ikuti.

“Sebab moto yang saya pegang: menjadi manusia yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” ujarnya.

Moto tersebut menjadi pegangan hidupnya, sehingga meski usianya semakin tua, namun tak menyurutkan langkahnya untuk tetap ikut berjuang dan memberikan manfaat bagi sesama.

Obrolan kami, pada hari Jumat tersebut dipungkasi santapan siang bersana dengan menu masakan ikan laut khas Jenu! Jelas NU!? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 14 November 2017

UNU Sidoarjo Gratiskan Biaya Kuliah Fakultas Teknik

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw ?

Untuk menarik minat calon mahasiswa dan kader muda NU di bidang teknik kimia dan lingkungan, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Jawa Timur tahun ini menyediakan program beasiswa khusus jurusan tersebut.

UNU Sidoarjo Gratiskan Biaya Kuliah Fakultas Teknik (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo Gratiskan Biaya Kuliah Fakultas Teknik (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo Gratiskan Biaya Kuliah Fakultas Teknik

Rektor UNU Sidoarjo Fatkul Anam mengemukakan, tahun ini UNU Sidoarjo menyediakan dan memfasilitasi siapa saja yang ingin menekuni bidang kimia dan lingkungan di kampusnya. Fasilitas tersebut berupa gratis SPP, biaya UTS dan UAS selama 8 semester.

Ia berharap kesempatan tersebut dimanfatkan oleh kader-kader dan putra-putri warga NU, meski jalur itu terbuka untuk umum dengan syarat dan ketentuan yang sudah dibuat oleh kampus.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Ini kesempatan berharga bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan di Bidang Kimia dan Lingkungan. Saya berharap terutama kepada kader dan anak-anak warga nahdliyin agar kita punya banyak lulusan dengan disiplin ilmu tersebut," kata Fatkul Anam, Selasa (27/9).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk memperoleh beasiswa tersebut, calon mahasiswa akan menjalani tes terlebih dahulu. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 12 Oktober 2016 mendatang. Untuk mendapatkan informasi tentang program tersebut dapat mengakses website nusidoarjo.org dan unusida.ac.id. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 15 Oktober 2017

100 Orang Ikuti “Nobar” GP Ansor Kota Bandung

Bandung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sekitar seratus orang mengikuti nonton bareng film “Sang Kiai” yang dikoordinir Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung. Nonton bareng tersebut berlangsung di Studio Galaxi V King, Kota Bandung, Jawa Barat pada Senin, (10/6).

100 Orang Ikuti “Nobar” GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Orang Ikuti “Nobar” GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Orang Ikuti “Nobar” GP Ansor Kota Bandung

Menurut Ketua Panitia nonton bareng Muhammad Badruzaman Syapi’i, 100 orang tersebut terdiri dari pengurus dan anggota GP Ansor serta Banser Kota Bandung. Selain itu, peserta sanlat BPUN 2013, juga para juara Festival Al-Barjanji (1,2,3 dan favorit) yang digelar di Masjid Al-Rohim Sabtu (8/6).

Badruzaman mengatakan, para peserta nobar sanata antusias menonton. Berbagai ekspresi dan komentar positif mereka kemukakan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menilai, dalam film tersebut, penonton memperoleh gambaran jelas tentang keadaan umat Islam Indonesia mulai perjuangannya, model pendidikan, pekerjaan sehari-hari serta pergaulan antara pria dan wanita yang sesuai dengan ajaran Islam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Badruzaman menambahkan, banyak yang harus ditiru dari sepak terjang KH Hasyim Asy’ari mulai dari ketawadluan, kesabaran, dan keyakinan (ketauhidan) dalam menghadapi keadaan.

Melalui nobar “Sang Kiai” ia berharap, bisa menumbuhkan semangat tinggi, khususnya pengurus dan anggota GP Ansor dan Banser Kota Bandung, “Serta warga NU pada umumnya dalam meneruskan perjuangan KH Hasyim Asy’ari,” pungkasnya.

Redaktur: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 21 September 2017

Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kabupaten Brebes akhirnya berhasil tercatat dalam buku Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) sebagai Pembaca Terbanyak Surat Yasin. Sebanyak 25.165 orang membaca secara masal di Kompleks Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Jumat (8/11).

Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)
Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)

Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin

Deputi Manajer Muri Aryani Siregar menjelaskan, hal serupa pernah dipecahkan di Kabupaten Pamekasan Madura dengan jumlah pembaca sebanyak 15.000 orang. “Jadi Brebes kami catat pada nomor  6.218 pada Muri,” kata Aryani usai memberikan piagam dan buku MURI kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE selaku pemrakarsa kegiatan.

Ketua Panitia penyelenggara H Imam Hidayat menjelaskan, sebelumnya menargetkan hanya 20.000 peserta. Ternyata yang datang mencapai 25.165 orang. Kegiatan digelar mulai pukul 13.00 (Bada Sholat Jumat) hingga 17.00 WIB. Tidak hanya pembacaan Surat Yasin, tetapi juga istighosah yang dipimpin oleh 9 ulama setempat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembacaan Surat Yasin dipimpin Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah KH Subekhan Makmun.

Istighotsah dan pembacaan yasin, kata Imam, merupakan wujud rasa syukur dan introspeksi diri di tahun baru 1435 Hijriyah. “Kita ingin Brebes menjadi negeri santri yang penuh kedamaian dan mendapat ridlo Illahi,” tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Target Muri, kata Imam, bukanlah tujuan utama. Tetapi substansinya untuk memberi warna baru dan penghargaan kepada Tahun Baru Hijriyah. Tidak ada niatan riya tetapi lebih mengedepankan syiar Islam. Selama ini, pergantian tahun baru Islam tidak ada gregetnya. Untuk itu lewat baca Yasin massal, Muharram bisa lebih bergaung.

Bupati Brebes dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa warga Brebes sangat rajin sekali mengaji. Untuk itu, dia memprakarsai untuk ngaji bareng-bareng di Islamic dalam rangka peringatan tahun baru Islam. “Mudah-mudahan dengan membaca Yasin dan Istighosah, warga Brebes dapat bangkit lebih maju dan damai dunia dan akherat,” tuturnya.

Pembacaan Surat Yasin Masal diikuti oleh Masyarakat Brebes yang terdiri dari para pelajar, PNS, organisasi masa Islam, pondok pesantren, polisi, anggota TNI dan Polri.

Tampak hadir dipanggung utama para ulama Brebes dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan tokoh masyarakat lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 13 Agustus 2017

Ribuan Jama’ah Lepas Kepergian Kiai Syifa

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Lima ribuan jama’ah yang terdiri dari santri, alumni, tokoh-tokoh pesantren di Cirebon, dan masyarakat umum mengantar pemakaman KH Abdullah Syifa Akyas, sebelumnya, shalat  jenazah dilaksanakan di Masjid Agung Pesantren Buntet, Cirebon, pada pukul 10.00 Wib. Selasa (23/4).

Semenjak Shubuh para jama’ah sudah mulai tampak berkumpul di kediaman mendiang kiai yang terkenal keikhlasan dan ketawadluannya tersebut. Pelaksanaan shalat jenazah yang dilaksanakan secara pergelombang belum berhenti sejak Senin kemarin. Sekitar jam 09.30 Wib amarhum diberangkatkan menuju Masjid Agung Buntet Pesantren untuk dilakukan prosesi pelepasan jenazah.

Ribuan Jama’ah Lepas Kepergian Kiai Syifa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jama’ah Lepas Kepergian Kiai Syifa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jama’ah Lepas Kepergian Kiai Syifa

Dalam sambutan dan isyhad atas nama keluarga, KH. Adib Rofiudin Izza mengungkapkan tentang pentingnya meneladani sikap keikhlasan dan ketawadluan almarhum.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kiai Syifa merupakan sosok yang tak kenal lelah untuk ngeladeni (melayani. Red) masyarakat, tidak hanya di sekitar pondok pesantren, tapi masyarakat secara luas”.

Dalam prosesi selanjutnya, dzikrul haddad dibacakan langsung oleh salah satu putra almarhum, yaitu Ust. Muhadisturrifai. Hal ini merupakan bentuk refleksi atas kiprah perhatian kiai Syifa terhadap masyarakat secara luas. Pada masa hidupnya, al-marhum selalu memposisikan diri untuk membawakan dzikrul haddad pada undangan-undangan prosesi pelepasan jenazah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pukul 10.00 Wib jenazah diberangkatkan menuju pemakaman umum Gajah Ngambung. Ia dikebumikan di komplek para kiai pendiri dan pengasuh pesantren Buntet, Cirebon. Kemudian prosesi ditutup dengan pembacaan talqin dan doa oleh KH Amirudin Abkari.

Sebelumnya, KH Abdullah Syifa Akyas wafat pada hari Senin, 22 April 2013, pukul 08.00 Wib. Kiai Syifa merupakan salah satu pengasuh pesantren Buntet Cirebon, dan kembali ke rahmatullah pada usia 71 tahun. 

Simbol Keikhlasan 

Masyarakat Cirebon, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Buntet merasakan duka yang sangat dalam selepeninggal KH. Abdullah Syifa Akyas, Kiai yang sangat terkenal dengan keikhlasannya untuk mengayomi masyarakat, dan sikap ketawadluannya dalam menjalani kesehariannya ini tentu akan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat secara luas. 

Hal tersebut seperti apa yang diungkapkan oleh KH. Adib Rofiudin Izza, Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren saat dimintai pendapat tentang kepergian kiai Syifa. Selasa (23/4)

“Yang paling menonjol dalam diri Kiai Syifa adalah sifat keikhlasan dan ketawadluannya, Keikhlasan untuk mengayomi masyarakat, dan ketawadluan dalam bersikap, dan kesan ini yang akan membekas di hati masyarakat, oleh karena itu, generasi muda harus meneladani kedua sikap agung tersebut,” tambah kiai yang juga rais syuriyah PBNU ini.

Lebih lanjut Kiai Adib memaparkan secara rinci tentang jasa-jasa almarhum semasa hidupnya, menurutnya, belum ada kiai yang mampu menjaga energi secara total seperti apa yang dilakukan oleh kiai Syifa dalam mengayomi masyarakat. Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu pengasuh pondok pesantren Buntet Cirebon, KH Amirudin Abkari.

“Dalam memenuhi undangan masyarakat, kiai Syifa tak memandang status sosial masyarakat, bahkan, beliau akan mendahulukan masyarakat di luar pondok pesantren Buntet, karena menurutnya, masyarakat Buntet sudah terdapat banyak kiai yang bisa menggantikannya,” papar Kiai Amir.

Kiai Amir menambahkan dan berharap, semoga para santri, alumni, dan masyarakat secara luas mampu meneladani sikap keikhlasan Kiai Syifa.

“Semoga muncul sejuta Kiai Syifa lagi selepas kepergiannya,” tutup Kiai Amir.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, AlaSantri, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 23 April 2017

Salah Niat, "Amar Ma’ruf Nahi Munkar" Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru

Malang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur mengingatkan agar berhati-hati dalam bersikap terhadap adanya kemungkaran. Karena jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam menyikapi kemungkaran tersebut, ujungnya akan berbahaya kepada diri sendiri.

KH Azizi menilai bahwa memang benar Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah bagian dari perintah agama. Namun demikian, jika dilakukan dengan niatan yang tidak benar, tidak murni karena untuk menjunjung kalimah Allah, maka akan sia-sia.

Salah Niat, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Niat, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Niat, "Amar Ma’ruf Nahi Munkar" Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru

“Ingat, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa dibalik amar ma’ruf nahi munkar. Sedikit saja bergeser niatnya, maka itu adalah kemungkaran,” katanya di hadapan para wakil dari cabang NU se Jawa Timur dalam acara Bahtsul Masail Islam Nusantara di Aula Gedung Utama Rektorat Universitas Negeri Malang, Sabtu (13/2/2016) lalu.

Kiai Blitar yang juga alumni Lirboyo ini kemudian menjelaskan mengapa di balik amar ma’ruf nahi mungkar ada kemungkaran. Ia menjelaskan alasan-alasan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Imam Al-Ghazali mengatakan demikian karena jika terjadi kesalahan niat dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar maka akan ada kemungkaran yang lain. Kemungkaran itu berupa: merendahkan orang lain, merasa benar sendiri sedang yang lain salah, sombong dan melakukan kerusakan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa Al-Quran sama sekali tidak memerintahkan Umat Islam memusnahkan semua kemungkaran di muka bumi. Melainkan Al-Quran memerintahkan kita untuk menolaknya saja.

“Ingat, bahwa kalimatnya dalam Al-Quran adalah wa’mur bil ma’rufi wanha anil munkar. Jadi kita diperintahkan untuk menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Bukan membasminya,” paparnya.

“Di mana-mana kemungkaran itu pasti ada dalam kehidupan di dunia. Itu adalah sunnatullah bahwa ada kebaikan ada keburukan. Jadi tidak dapat kita sirnakan yang namanya kemungkaran. Hanya saja jika kita menolak dan mencegahnya, akan mendapat pahala,” tambahnya. (Ahmad Nur Kholis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kiai, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 17 April 2017

Tutup Diklat Pelatih, Pagar Nusa Blitar Gelar Tumpengan

Blitar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pencak Silat NU Pagar Nusa Blitar menggelar pendadaran A’dhlo dan Diklat Pelatih 2014 yang berlangsung empat hari sejak Sabtu-Selasa (21-24/6). Acara yang diikuti 40 peserta dari seluruh titik latihan yang ada di kabupaten maupun kota Blitar ini, diakhiri dengan tumpengan di aula PCNU Blitar jalan Masjid 22 Blitar.

Tutup Diklat Pelatih, Pagar Nusa Blitar Gelar Tumpengan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Diklat Pelatih, Pagar Nusa Blitar Gelar Tumpengan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Diklat Pelatih, Pagar Nusa Blitar Gelar Tumpengan

Instruktur pelatihan sendiri ialah didatangkan dari pengurus Pagar Nusa NU Jawa Timur, Mohammad Yahya yang dibantu dua orang. Di samping materi fisik, pelatihan juga memuat materi keorganisasian yang disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Blitar M Safinun Naja dan materi ke-NUan yang dipandu Wakil Ketua PCNU Blitar Dr H Arif Faizin.

Adapun materi pokoknya meliputi materi dasar mulai dari pemanasan yang benar sesuai standar ? wilayah Jatim, jurus baku (senam baku) dari tingkat dasar sampai materi tingkat atas. Disampaikan juga materi tentang keatletan dan seni standar IPSI.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Peserta pelatihan ini ialah peserta gabungan dari Pagar Nusa Kota dan Kabupaten Blitar,’’ ujar Ketua Pagar Nusa Kota Blitar Dirhamsyah.

Penutupan pelatihan ini ditandai dengan penyematan sabuk yang dihadiri PP PSNU Pagar Nusa ? H Tatok Amirudin yang kemudian ditutup oleh Ketua PCNU kabupaten Blitar KH ? Masdain Rifa’i Ahyad. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw