Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kehidupan damai, rukun, guyub, saling membantu di masyarakat tingkat bawah antara yang anti PKI dan yang PKI sudah berjalan nyaris tanpa kikuk. Sebab, dendam di masyarakat tidak parah, mereka tidak paham politik.

Selain itu, mereka saling tahu kehidupannya sehar-hari, karena bertetangga.

Demikian disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir pada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Rabu (3/9), di ujung telepon. Menurutnya, "Tingkat masyarakat bawah relatif tidak bermasalah, mereka tidak banyak tahu politik."

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Lalu Kiai Saifuddin bercerita bahwa jamaah pengajiannya tahun 80an sampai 90an banyak bekas anggota PKI. "Ngaji mereka. Ngurus mesjid mereka. Habis ngaji, namanya orang Betawi, ya makan bareng, ngobrol gayeng," ujar Kiai Saifuddin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut pengakuannya, ketika orang luar menyerbu PKI yang ada di kampungnya, dengan alasan kemanusiaan, warga kampung membendungnya. Kampung kiai yang sehari-hari padat dengan mengisi pengajian ini adalah Kebon Manggis-Matraman, sebelah Berlan, masuk wilayah Jakarta Timur. Di kampung itulah dirinya dilahirkan, pada tanggal 31 Januari 1955.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya masih ingat, ibu-ibu di kampung saya, ketika ada penyerbuan berteriak-teriak, jangan dilempari itu, jangan dilembari itu. Itu orang baik, itu orang baik. Terbendung juga itu orang-orang, tidak nerusin nyerbu. Terbendung oleh suara ibu-ibu. Ini suara kemanusiaan."

"Saya mau cerita lagi. Tetagga saya orang PKI, namanya Bebas Pati Mulya, aslinya Medan, agamanya Kristen, punya anak nakal ndak ketulungan. Duit orang tuanya dicuri, pulang malam. Pokoknya nakal sekali. Itu Pak Bebas ngundang kami, untuk tahlilan dan mendoakan agar anak itu jadi bener. Dan namanya diganti tuh,? jadi Muhammad Soleh. Ya kami datang."

"Yang ingin saya katakan adalah, secara kemanusiaan tanpa diminta pun para warga sudah saling memaafkan. Banyak hal yang kami lakukan. Itu upaya warga melakukan rekonsiliasi. Itu perintah agama."

Namun, Kiai Saifuddin Amsir menyatakan dengan tegas bahwa Partai Komunis Indonesia tidak bisa dimaafkan secara politik. "Sudah betul itu PKI ditumpas. Jangan sampai hidup lagi. Trauma kita. Untuk perdamaian bangsa, ubah saja pikiran, bangun satu sikap baru. Pandang ke depan, jangan ada sejarah macam begitu. Kalau saling memaafkan, jangan. Jangan sampai ada. PKI itu terjepit saja bisa berkelit, apalagi diberi jalan."

Saifuddin masih ingat, betapa pahitnya omongan Aidit yang bilang ulama itu tanpa kerjaan, kitabnya yang banyak, yang bisa buat bendung kali Ciliwung tidak berguna, Indonesia tak butuh ulama.

"Siapa yang ndak sewot dihina-hina begitu? Lha? Jangankan kite orang pesantren, kan? Mochtar Lubis saja dongkol saat Pram dianugerahi penghargaan Ramon Magsaysay tahun 1995. Mochtar kan sempat mau banting penghargaan yang sama yang lebih awal diterimanya.? Tidak main-main PKI. Mereka punya semboyan rawe-rawe rantas malang-malang putung," ujarnya.?

Bisa dipahami jika Saifuddin tidak rido pada PKI. Bagaimana tidak, partai berlambang palu-arit itu menghina para ulama yang mendidikan dirinya sedari kecil. Ia sangat dekat dan mencintai para gurunya yang antara lain Muallim Abdullah Syafi’i, Muallim Syafi’i Hadzami, Habib Abdullah bin Husein Syami Al-Attas, dan Guru Hasan Murtoha. Dan bapaknya, Amsir Naiman, sendiri adalah guru ngaji di Kebon Manggis.

Saifuddin kecil menyaksikan bahwa PKI mengancam orang-orang Islam di Jakarta secara terbuka, bahkan dia melihat sumur-sumur sudah dipersiapkan di sanggar Lekra yang ada di kampungnya.

"Kampung saya kecil, tapi itu sanggar terbesar Lekra di Jakarta dipimpin langsung Profesor Bakri Siregar. Di sanggar mereka memang membuat sumur. Saya melihat sendiri. Anak-anak muda dari pelbagai kampung dilatih secara militer."

Saifuddin mengenang, anak-anak muda, khususnya perempuan, dilatih sebisa mungkin untuk menari. Pelatihnya dari Ansor. Lagunya berjudul "Mencuci Pakaian" yang diciptakan oleh bapaknya: Amsir Naiman. Makna lagu tersebut adalah orang harus mencuci dirinya dari kotan-kotoran yang disebarkan orang-orang PKI.?

Menari merupakan kegiatan yang jauh dari kehidupan sehari-hari warga Kebon Manggis, yang biasanya hanya mengaji. Tapi mereka melakukannya agar bisa melawan tarian dan nyanyian seniman Lekra yang punya kekuatan Prof Bakri Siregar, yang seniman betulan.

Saifuddin bangga anak-anak kampungnya yang bukan seniman bisa melawan Lekra yang seniman. Dia juga senang Orde Baru mampu menyabet PKI secara tuntas. Tapi dia menyayangkan, sabetan Soeharto mengenai banyak sembarang orang.?

Lulusan IAIN Ciputat jurusan Akidah dan Filsafat itu memberi catatan, "Anak PKI yang tidak mengerti PKI mendapatkan hukuman berat juga. Orang-orang yang cuma ikut-ikutan kena juga. Kasihan mereka. Pak Harto tidak cermat. Pak Harto pakai juga tuh semboyan PKI rawe-rawe rantas malang-malang putung."

Cara Ulama

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Daerah Istimewa Yogyakarta M. Jadul Maula menyatakan bahwa perdamaian bangsa ini dapat terlaksana dengan cara dan ilmu ulama.

"Jalan dengan cara ulama adalah memutus mata rantai dendam kebencian dan kekerasan. Menyiram api amarah dengan air dingin yang menyejukkan, berupa iman kepada Allah Yang Maha Kuasa. Begitulah cara dan ilmu ulama menyelesaikan konflik antarsesama," terang M. Jadul Maula, saat dihubungi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw melalui telepon, Rabu (3/10).?

Dia menyebutkan, jalan dan cara para ulama adalah mengikuti Rasulullah.?

"Ketika beliau (Rasulullah, red.) sebagai pemimpin tertinggi umat, di dalam masjid berbicara langsung pada rakyat adakah di antara kalian yang hak-haknya telah aku ambil dan tidak rela? Silakan ambil kembali hak itu dan hukum qishos aku, supaya aku dapat menemui Tuhanku, terbebas dari belitan beban hak-hak anak Adam. Itu teladan panutan kita dalam menyelesaikan urusan dengan sesama. Kita wajib mengikutinya," papar Jadul yang juga pengasuh Pesantren Kaliopak, Bantul.

Jiwa bangsa ini, tegas Jadul, perlu dikembalikan lagi pada jalan rahmat atau kasih sayang, jiwa yang takut melanggar, dan mengambil hak-hak orang lain. "Menurut para ulama kita, tujuan mendirikan bangsa adalah juga untuk menjaga hak-hak manusia tersebut. Itu yang kita kenal dengan al-masholihul ammah, kemaslahatan-kemaslahatan umum. Inilah bagian dari khittah Indonesia 1945 yang kita suarakan di Munas Cirebon itu," tegasnya.

Khusus terkait PKI, Jadul berpendapat bahwa peristiwa 65 serta rangkaian sebelum dan sesudahnya, telah merenggut paksa keseluruhan masholih itu, dan ironisnya pemerintah tidak bisa menjaganya. "Para ulama NU yang ikut mendirikan negara ini, saya yakin menangisi keseluruhan peristiwa 65 tersebut. Karena betapapun, korban-korbannya adalah semua, NU korban, juga saudara-saudara sebagangsa," ujarnya.

"Gus Dur ketika minta maaf atas persitiwa 65, saya yakin mewakili spirit ulama, dan beliau kan ulama juga, spirit para pendiri bangsa dan ingin mengembalikan jiwa bangsa pada fitrahnya, menegakkan kembali negara atas tujuan pendiriannya. Dasarnya rahmat, tujuannya adalah kesejahteraan seluruh rakyat, terlindunginya kemaslahatan bersama,"

Ketika ditanya soal tentang para aktivis PKI, dia menjawab, "Apa PKI masih ada? Kalau masih ada, mereka juga harus meminta maaf. Jangan bilang PKI tidak bersalah. Peristiwa Madiun 1948 itu PKI. Kita harus saling meminta maaf dan memaafkan."?

"Mari, semua elemen bangsa mencontoh Gus Dur yang telah minta maaf sebagai pemimpin agama atau ulama, dan sebagai pemimpin bangsa. Dengan meminta maaf, yang tampak dari Gus Dur adalah kebenaran, kekuatan dan kebesarannya," pungkasnya.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Habib, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 18 Februari 2018

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria kelahiran Balubur Limbangan, Garut, 16 April 1949 ini menjadi PNS Guru SD di pedesaan Kecamatan Kadungora. Profesi guru dijalani hingga th.1983, ketika diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Namun tahun 1984, mengundurkan diri dari PNS tanpa meminta pensiun karena ingin fokus kepada professi wartawan yang telah dirintis sejak th.1966 dengan menjadi koresponden “freelance” untuk beberapa suratkabar terbitan Bandung, Jakarta dan Medan.

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria yang nyantri di beberapa pesantren kecil dekat rumah (1955-1964) sering mengikuti “pengajian politik” di rumah Bapak KH Prof.Dr.Anwar Musaddad, Jl.Ciledug, Garut, yang berlangsung setiap awal bulan. Kegiatan tersebut dihadiri para politikus NU dan para ajengan pesantren terkenal dari Garut dan sekitarnya. Masa mudanya pernah aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan GP Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tahun1964 mulai mengumumkan tulisan sastra (prosa dan puisi),serta jurnalistik. Dimuat dalam surat kabar “Harian Banteng” (corong PNI Jabar), “Harian Rakyat (corong PKI Jabar). Tapi tak pernah satu kalipun dimuat di “Harian Karya” (corong NU Jabar), walapun sering direkomendasikan oleh pengurus IPNU, GP Ansor dan PCNU Garut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pria ini terampil menulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Para pemerhati bahasa Sunda pasti tahu karyanya Sabelas Taun (kumpulan sajak), Nyi Kalimar Bulan (ceritera anak-anak) Oray Bedul Macok Mang Konod (humor pedesaan), Bongbolongan Nasrudin (humor terjemah dari bahasa Arab), dan belasan karya lain.

Dalam bahasa Indonesia di antaranya Si Ujang Anak Peladang (ceritera anak-anak), Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati (ceritera anak-anak), Sehari di Bukit Resi (ceritera anak-anak), Desa Tercinta (ceritera anak-anak), Berlibur di Kaki Gunung (ceritera anak-anak), dan lain-lain.

Ia juga menulis Percikan Hikmah (kumpulan anekdote sufi), Pertaruhan Domba dan Kelinci (ceritera anak-anak bergambar), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (analisa). Tulisan-tulisan dia masih bisa kita jumpai saban minggu di surat kabar, tabloid, dan majalah daerah Jawa Barat.

Pria bernama Usep Romli HM tersebut telah menerima beberapa penghargaan atas dedikasinya dalam dunia penulisan dan kecintaanya terhadap bahasa daerahnya. Dua kali ia menerima Hadiah Rancage dari Yayasan Rancage.

Pada tahun 2014, Usep yang pernah menjabat penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001) terpilih sebagai penerima Hadiah Asrul Sani kategori Kesetian Berkarya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Cerita, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 06 Februari 2018

Ali Masykur: ISNU Bertugas "al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah"

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa menjelaskan, tugas sarjana NU adalah menjadi kekuatan al ahdzu biljadidil ashlah atau membaharuai atau menemukan hal baru yang lebih baik.

“Disamping itu, ISNU harus membuat sinergi antar badan otonom sehingga menjadi kekuatan NU yang utuh dan kompak dan menumbuhkan daya enterprenership,” ucapnya saat melantik PC ISNU Kudus di Hotel Griptha, Ahad malam (22/9). 

Ali Masykur: ISNU Bertugas al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: ISNU Bertugas al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: ISNU Bertugas "al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah"

Sementara itu, Ketua Cabang ISNU Kudus Kisbiyanto dalam sambutan pelantikannya mengatakan, ISNU kudus dibentuk tim 5 dari PCNU yang prosesnya sangat panjang. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menambahkan, komposisi  kepengurusan berjumlah 63 sarjana yang memiliki latar belakang beragam dari kalangan akedemisi, praktisi hukum, birokrat, politis, profesi dan petani.

“Mohon do’a restu supaya ISNU Kudus ini menjadi media organisasi yang bermanfaat dan barokah bagi organisasi maupun kader-kader NU ke depan,” harapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pjs Ketua PCNU Kudus H Hadziq ZU mengharapkan ISNU sebaga wadah cendekiawan dan ilmuwan harus mampu menjadi dapur pemikiran yang melahirkan gagasan brilian untuk pengembangan Nahdlatul Ulama.

“Kami berharap ISNU eksis membawa kemanfaatan masyarakat. ISNU harus bisa khoirun nas anfa’uhum linnas,” pesannya.

Struktur kepengurusan ISNU Kudus periode 2013-2018; Pelindung, Dewan Penasehat dengan Ketua H Muslim A Kadir, Dewan Ahli dengan ketua H Subarkah, SH,M. Hum, Wakil ketua Dr H Mochammad Edris MM, dan dilengkapi anggota.

Pengurus Harian, Ketua Kisbiyanto, S.AG, M.Pd, Wakil ketua HM Kafit, MPd. ZamhuriS. Ag, Dr moh Rosyid M. Pd, Siti Malaiha Dewi M.Si. Sekretaris Nur Said, MA,M. Ag, Wakil Sekretarias Syafi’i SH, Yususf Istanto, SH MH, dr Hita Wasena, Muthohar, SPd,M.Pd dan Bendahara Drs Nur Rokhim, MM, Wakil Ir Isa anshori, H Sarmanto,S.Pdi serta dilengkapi dengan 11 departemen. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Habib, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berkunjung ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur untuk ke tujuh kalinya. Istri Presiden ke-4 RI ini datang ke Bondowoso dalam rangka silaturrahim dan buka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (27/6).

Kegiatan yang bertema Dengan Berpuasa Kita Tingkatkan Keaarifan dan Keteguhan Iman ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Hidayat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso Agus Salam.

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Shinta Nuriyah dalam taushiyahnya mengatakan setiap daerah menjaga dan melestarikan kesenian lokal, kesenian adat tradisional. Hal ini penting untuk meneguhkan identitas kebangsaan dan warisan generasi muda di masa yang akan datang.

"Saya ingin kesenian daerah hidup. Kesenian masyarakat adalah kesenian Indonesia yang sangat indah, mempunya filosofi tinggi, sehingga rakyat Indonesia tidak lupa dengan kesenian daerah masing-masing," jelas ibu 4 orang putri ini.

Ia berharap bila masyarakat makin menghidupan tradisi budaya dari daerah masing-masing, hal ini akan menjadi perisai untuk menghadapi budaya asing yang tidak sesuai dengan prinsip kebaikan budaya Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, Muhammad Afifi, salah satu kader muda penggerak Jaringan Gusdurian Bondowoso mengatakan, tentunya sangat gembira karena dapat bertemu langsung dengan Ibu Shinta. “Beliau memotivasi kita untuk tetap menjaga dan meneruskan perjuangan Gus Dur,” ujarnya.

Acara tersebut diikuti oleh para jamaah sholawat Masjid At-Taqwa Bondowoso serta para kader-kader muda yang tergabung dalam Komunitas Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso. Selesai taushiyah, dilanjut dengan pemberian bingkisan kepada kaum dhuafa dan dilanjutkan buka puasa bersama. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 04 Februari 2018

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus mengoptimalkan pengaderan di sekolah-sekolah dengan membentuk sejumlah komisariat.

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Ketua PAC IPPNU Siti Mufarikha mengungkapkan, terobosan dan upaya demikian adalah pertama kali dilakukan pada masa kepengurusannya. Meskipun demikian, ia mengaku program tersebut sangat efektif dilakukan. “Ini merupakan pertama kalinya pergantian pengurus komisariat di Kecamatan Ngoro masa jabatan saya,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Ahad (3/4).

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bahrul Ulum Genukwatu Ngoro misalnya, telah terbentuk kepengurusan tingkat komisariat dengan dilakukannya pelantikan oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Jombang, Kamis (31/3) di Masjid Baitul Makmur Genukwatu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyatakan, kerja sama yang tengah dijalain antarpengurus PAC dan beberapa guru sekolah di sejumlah kecamatan tersebut berjalan dengan baik. Dengan demikian, hal itu sangat dimungkinkan seluruh sekolahan di Ngoro akan mudah dibentuk komisariat-komisariat. “Pada pelantikan kemrin saja begitu meriah dan disaksikan seluruh jajaran dewan guru dan siswa siswi MTs Bahrul Ulum,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bahkan salah satu dewan guru MTs Bahrul Ulum saat itu, lanjut dia, sangat mendukung terhadap upaya yang dilakukan IPNU-IPPNU saat ini. Ia mengimbau pengurus PAC untuk berkomitmen melakukan pengaderan dan mengembangkan potensi yang dimilki.

“Ahmad Muthohar, guru madrasah MTs Bahrul Ulum memberi pesan kepada pengurus IPNU-IPPNU untuk lebih aktif dalam berorgnisasi. Dan pihak? guru yang lain juga? selalu memberikan support, khususnya kepada pengurus komisariat,” tuturnya."

Sementara itu, Veronika Putri, salah satu Ketua Pengurus Komisariat IPPNU di Ngoro mengungkapkan, akan menjaga kepercayaan dari sejumlah guru dan pengurus IPNU-IPPNU setempat. “Saya meminta dukungan kepada seluruh rekan-rekan agar dapat mengemban amanah dengan maksimal,” ucapnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Pondok Pesantren, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 24 Januari 2018

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Malang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sikap toleransi yang dibawa dan dicontohkan Gus Dur tidak lantas hilang karena kehilangan penggagasnya. Generasi muda pengagum Presiden RI ke-5 meneruskan perjuangannya dengan mengaji pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) membedah buku “Dialog Peradaban” yang mengisahkan dialektika antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda di jalan Sunan Kalijaga, Malang, Jawa Timur, Rabu, (5/12).

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Sementara itu, Wakil Lakpesdam Malang Mahphur membantah keras jika GARUDA dikaitkan dengan unsur politik. Sebagai salah satu pendiri GARUDA, ide awal terbentuknya kajian rutin akan pemikiran Gus Dur tak lain hanya ingin menghidupkan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena dengan itu kita bisa menapaktilasi perjalan Gus Dur. Gus Dur tidak pernah mati,” terang Mahphur di forum bedah buku itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gus Dur, menurutnya, sangat memahami agama-agama lain dengan sangat baik. Hal inilah yang membuat semua agama mengakui Gus Dur sebagai kaum intelektual dan sosok Kiai bijaksana. Karena, sikap bajik tolerasi itu sendiri tidak akan terlahir tanpa memahami detil agama yang ada di lingkungan kita.

Keseringan orang menggunakan klaim dengan pikiran negatif dalam memahami orang lain yang berbeda. Hal ini tidak pernah dilakukan Gus Dur ketika berhubungan dengan tokoh lain agama, jelas Mahphur.

Gus Dur melihat fakta sejarah ketika peradaban dibangun dengan kekerasan akan sangat bahaya dan merugikan bagi kedua Negara (Dijajah dan Menjajah). Pasalnya, ketika Negara yang dijajah akan terpinggirkan dan jauh dari kemajuan. Tak ketinggalan yang menjajah akan tak habis-habisnya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar, dan tentunya itu akan berimbas pada rakyat. (Diana Manzila/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Januari 2018

Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Dosen Antropologi Universitas King Fahd Arab Saudi Sumanto Al-Qurtubi menjelaskan perbedaan antara agama yang dipolitisasi dan politik yang diagamaisasi. Kedua hal itu terjadi diberbagai lapisan masyarakat.

Ia menyebut Pilkada Jakarta sebagai contoh. Menurutnya, hal itu bagian dari agama yang dipolitisasi. "Bahwa auliya dan sebagainya tidak boleh memilih pemimpin kafir itu adalah bagian dari agama yang dipolitisasi," kata Sumanto saat mengisi acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23 /7).

Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama

Kata "auliya" itu multitafsir. Tetapi kenapa di Indonesia hanya diartikan sebagai pemimpin, larangan pemimpin terhadap non-Muslim? "Itu kan bagian dari politisasi terhadap wacana dan teks-teks keislaman," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kata auliya itu tafsir, makna, dan penjelasannya begitu beragam dan plural. Masyarakat Arab sendiri, sambungnya, tidak mengartikan kata “auliya” itu sebagai pemimpin. Mereka mengartikan kata pemimpin itu rujukannya pada “wulah”, bukan kata “auliya”.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Itu masyarakat orang Arab sendiri menerjemahkan kata itu," kata Sumanto.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tetapi kata “auliya” di Indonesia dipelintir sedemikian rupa sehingga seolah-olah ada larangan terhadap kepala daerah.

Selain agama yang dipolitisasi, ada juga politik yang diagamaisasi, contohnya Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir itu, kata Sumanto, gerakan politik bukan gerakan agama. Khilafah itu adalah konsep politik bukan konsep agama.

Tetapi, Hizbut Tahrir mengemas sedemikian rupa seolah-olah konsep khilafah itu adalah konsep agama. Seolah-olah yang mereka perjuangkan itu adalah perjuangan agama. Padahal itu adalah konsep politik dan memperjuangkan politik.

"Hizbut Tahrir itu partai politik, bukan gerakan dakwah. Omong kosong itu kalau mengatakan Hizbut Tahrir itu gerakan dakwah," tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Aparat penegak hukum diharapkan dapat bertindak adil dan seimbang antara fakta hukum dan motif kerusuhan dalam menangani kasus konflik Puger, Jember, yang melibatkan kelompok Sunni dan Syiah.

Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut

Harapan tersebut disampaikan Rais Syuriyah PBNU, KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah di sela-sela acara tahlilan korban kerusuhan di Pugerkulon, Senin malam (16/9).

Menurut Kiai Hasyim, masyarakat sangat menunggu ketegasan polisi dalam menangani kasus Puger, sehingga apapun yang dilakukan polisi akan menjadi sorotan masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena itu saya berharap agar aparat adil dalam menangani kasus ini, dengan mempertimbangkan motif terjadinya kerusuhan,” tukasnya.

Kiai Hasyim juga berpesan agar masyarakat waspada dan hati-hati terhadap pancingan kerusuhan yang bisa jadi memang didesain secara nasional.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakannya, pancingan kerusuhan sangat beragam bentuknya, sehingga kehati-hatian sangat perlu sebelum memutuskan sesuatu. “Yang penting, masyarakat jangan mudah terhasut,” ucapnya.

Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu juga meminta jajaran pengurus NU dan para kiai agar memperkuat ahlussunnah wal jamaah melalui jalur dakwah, baik dakwah dengan ilmu maupun dengan kebaikan terhadap masyarakat.

Kiai Hasyim datang ke Puger didampingi Ketua MUI Prof Halim Subahar, Sekretaris PCNU Jember KH Misbahussalam, dan beberapa pengurus NU Cabang Kencong. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 19 Januari 2018

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Direktur The Wahid Institute mengoreksi berita di media yang seolah-olah ia hanya mendukung pengosongan kolom agama di KTP. Menurut salah satu sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU ini, ia justru mendukung pula pilihan untuk mengisi kolom agama bagi para pemeluknya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Di sini ada dua solusi. Pertama, komunitas agama dan kepercayaan di luar enam agama bisa mengosongkan. Kedua, mereka juga bisa mengisi agama dan kepercayaan mereka," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (9/11).

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Selama ini masih ada komunitas dan kelompok di luar enam agama yang dipaksa memilih satu di antara enam agama dan tidak bisa mengosongkan kolom agama. Padahal itu bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2006 dan direvisi menjadi UU Nomor  24 Tahun 2013 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam pasal 64 ayat (2) UU Nomor 24  Tahun 2013 disebutkan, "Keterangan tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk mengatasi masalah diskriminasi dan pemenuhan yang adil terhadap warga negara itu Yenny meminta negara mengakomodasi warga di luar enam agama yang diakui untuk bisa mencantumkan agama dan keyakinan mereka dalam KTP, bukan hanya tanda strip (-). Misalnya untuk komunitas Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Parmalim, atau agama-agama lain di luar yang enam.

"Itu bentuk perlindungan dan pemenuhan keadilan oleh negara," ujar putri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Di beberapa tempat seperti Bekasi dan Meneges, Jawa Tengah, ada penganut agama lokal yang bisa mencantumkan  identitas "kepercayaan" di KTP mereka. "Itu bisa jadi contoh bahwa ternyata bisa mengisi kata selain  tanda strip," imbuhnya.

Pengosongan dan pengisian kolom agama dalam KTP di luar agama yang enam sejauh ini dinilai Yenny pilihan yang lebih bijak. "Yang enam dilindungi, di luar mereka juga dijamin," kata mantan jurnalis The Sydney Morning Herald dan The Age Australia itu. lagi.

Dengan begitu setiap warga negara merasa tidak khawatir kehilangan identitas keagamaan mereka. Yang terpenting, tambahnya, justru memastikan bagaimana pelayanan pemerintah di pusat dan lokal tidak diskriminatif dan merugikan hak-hak dasar lain untuk mereka yang di luar yang enam. "Apalagi kita setuju bahwa negara ini tidak mengenai istilah agama resmi dan tidak resmi," pungkasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 13 Januari 2018

Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Sepekan lalu dua perguruan tinggi, Universitas Darul Ulum (Undar) dan Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memberikan fasilitas beasiswa terhadap para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang. Kini satu perguruan tinggi lain menawarkan fasilitas serupa.

Perguruan ini adalah Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Kecamatan Jogoroto, Jombang. Saat ini pihak kampus tengah membincangkan terkait beberapa kode etik, fasilitas lain termasuk dispensasi beasiswa yang akan diberikan kepada pelajar Jombang.

Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang Qurrotul Aini. Ia menegaskan bahwa dalam tempo dekat, pihak Unipdu sudah dipastikan memberikan fasilitas beasiswa tersebut dengan penandatanganan berkas kerja sama yang dibangun antara kedua belah pihak.

“Yang jelas Unipdu akan segera memfasilitasi pelajar NU Jombang,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw saat dihubungi, Jumat (26/2) pagi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara hasil koordinasi dengan pihak kampus terkait, fasilitas yang akan diberikan berupa potongan biaya kampus sebesar 50% untuk fakultas-fakultas tertentu di jenjang S1. Meskipun demikian, fasilitas ini sudah membuka peluang besar untuk para pelajar NU yang hendak melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.

“Beasiswa di Unipdu itu sementara fokus untuk S1 di fakultas-fakultas tertentu saja dengan potongan biaya 50%,” ujarnya.

Namun saat ini, Aini mengaku belum bisa memastikan terkait fakultas yang dimaksud. Pasalnya masalah ini masih dalam kajian pihak kampus. “Dan saat ini masih dirembukkan pihak universitas,” tuturnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 29 Desember 2017

Khofifah Tekankan Aspek Spiritual Masuk dalam Semua Mata Pelajaran

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, seharusnya aspek spiritualitas bisa diajarkan di dalam semua mata pelajaran, termasuk di dalam pelajaran ilmu-ilmu umum seperti matematika, fisika, kimia, dan lainnya agar mereka memiliki semangat nasionalisme dan memiliki pemahaman yang baik tentang hubungan antara agama dan negara. Namun demikian, ia menyadari bahwa hal itu masih belum begitu diperhatikan oleh para tenaga pengajar.

Sejauh ini ada beberapa hasil survei yang menyatakan bahwa ada sekitar empat persen siswa sekolah yang anti-Pancasila. Oleh karena itu, Khofifah berharap, siapapun tidak menganggap enteng hasil survei tersebut.?

Khofifah Tekankan Aspek Spiritual Masuk dalam Semua Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Tekankan Aspek Spiritual Masuk dalam Semua Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Tekankan Aspek Spiritual Masuk dalam Semua Mata Pelajaran

“Ada (hasil survei dari) SMRC, ada Wahid Institute, ada Setara, ada penelitian Kemenag, ada UIN. Ini sudah cukup menjadikan kita mempertimbangan dari format proses pendidikan terutama di SMP, SMPA, dan perguruan tinggi yang bisa mengintegrasikan berbagai macam bidang studi dengan format bangunan nasionalisme,” urainya.

Khofifah menekankan, seharusnya format NKRI, Pancasila, dan cinta tanah air menjadi satu kesatuan di dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah.?

Ia menilai, selama ini proses pengajaran kita masih belum sepenuhnya terintegrasi antara satu mata pelajaran dengan nilai-nilai spiritualitas. Ia mencontohkan, seorang guru yang mengajar pelajaran Matematika hanya akan mengajar Matematika saja tanpa disusupi dengan nilai-nilai spiritualitas.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kita tidak mengaitkan pada saat anak-anak diajari Matematika, Fisika, Kimia, dan lainnya, pada saat yang sama aspek spiritualitas seharusnya sudah dibangun. Anak-anak harus mendapatkan guru yang bisa mensinergikan bagaimana hubungan antara agama dan negara,” jelasnya.

Ia mengakui, guru yang memiliki kualifikasi sebagaimana yang disebutkan di atas tidak lah banyak. Namun demikian, ia yakin guru yang memiliki kompetensi yang integral tersebut akan memadahi kalau mereka diberikan pelatihan pendidikan dan kependidikan terkait hal tersebut.

Perempuan yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial ini menyebutkan, sistem pendidikan yang berintegrasi bisa menjadi contoh dalam membuat sistem pendidikan yang integral. “Misalnya seperti ini, kalau guru mengajar tentang gravitasi. Kalau integrated system, kenapa ada gravitasi bumi? Karena di situ ada kekuatan Allah,” katanya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 19 Desember 2017

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Meski mengalami keterlambatan akibat delay pesawat di Bandara King Abdul Azis Mekah, jamaah haji dari Kabupaten Brebes pulang ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka tiba di Islamic Center Brebes terlambat lima jam dari waktu yang dijadwalkan semula.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut kedatangan haji kelompok terbang (Kloter) pertama di Islamic Center Sabtu dinihari (11/10). Idza mengaku sangat gembira karena tidak ada permasalahan yang menimpa jamaah haji Brebes. Sehingga semuanya dalam keadaan sehat walafiat. Dia berharap, para jamaah haji menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Selain itu, ia meminta mereka agar mampu menjadi contoh tauladan di masyarakat. “Gelar haji menjadi barometer akhlak dan tabiat di masyarakat,” katanya. Dengan tauladan yang telah dicontohkan para jamaah haji Brebes, mudah-mudahan Brebes semakin maju dan sejahtera dibawah naungan dan ridlo dari Allah SWT.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bupati juga menyambut kedatangan kloter 2 dan 3 di dampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi Garahaju) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Syauqi Wijaya. Kloter 1 sejumlah 363 jamaah tiba di Islamic Center Brebes Sabtu (11/10) pukul 00.30 dini hari dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan.

Sementara kloter kedua yang berjumlah 366 calon haji tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 08.00 dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan. Sedangkan kloter ketiga yang berjumlah 167 tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 12.30 mengendarai 4 bus.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat yang melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan Solo melaporkan jamaah yang berangkat sejak 30-31 Agustus lalu sudah menunaikan ritual haji dan kembali tiba di Donohudan dengan selamat. Mereka pulang ke Brebes dengan mengendarai 22 bus dan 2 bus cadangan.

Menurut Imam, secara umum kondisi jamaah haji Indonesia asal Brebes dalam keadaan baik, sehat walafiat. Namun demikian ada 2 orang suami istri dari Salem yang tertinggal tidak mengikuti jamaah asal Brebes, tetapi mengikuti kloter 16.

Sehingga, kata dia, yang sudah pulang saat ini baru 896 jamaah. Pada saat pemberangkatan, istrinya mengalami sakit maka suaminya turut mendampingi dan diberangkatkan mengikuti kloter 16, maka kepulangannya pun ikut juga kloter 16. “Yang bersangkutan memilih pulang tunda untuk menyempurnakan ibadahnya,” tandas Imam.

Salah seorang jamaah haji dari Kloter 1 H Moh Aqso MAg menjelaskan, jumlah jamaah haji dunia saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa bila dibandingkan tahun lalu. Namun demikian jamaah haji Brebes yang berangkat lebih awal terasa diuntungkan karena telah melakukan ibadah masih dalam kondisi lengang.

“Meski padat, tapi pemberangkatan awal bagi jamaah Brebes sangat diuntungkan,” kata Aqso ketika di tanya Bupati sesampainya di Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 02 Desember 2017

Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pondok-pondok pesantren sedang mengalami krisis hebat akibat intervensi pendidikan umum. Kajian kitab kuning menurun. Jumlah kiai juga menurun. Tidak tanggung-tanggung, keluhan semacam ini muncul dari Jawa Timur (Jatim) yang dikenal dengan gudangnya pesantren dan gudangnya kiai.

Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatim Mengeluh Jumlah Kiai Menurun

Demikian disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof Dr Nur Syam dalam diskusi bertajuk ‘Pesantren dan Tantangan Pendikan Nasional’ di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (31/7). “Ini justru Jawa Timur yang mengeluh jumlah kiai menurun,” katanya.

Mantan rektor IAIN Surabaya itu mengingatkan, pesantren tak boleh tergerus oleh faktor eksternal. Posisi pesantren sebagai pusat ilmu-ilmu keislaman harus dipertahankan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Jangan sampai pesantren digantikan sekolah-sekolah yang mengadopsi sistem pesantren. Sekarang sudah ada full day school. Maka standar kelulusan pesantren harus jelas,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain sebagai pusat ilmu-ilmu keislaman dan pusat pendidikan karakter, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pesantren juga perlu menambah muatan-muatan penting yang diperlukan oleh para alumni. 

“Entah dalam bentuk suplemen atau komplementer. Pesantren perlu mengembangkan ilmu pengetahuan tertentu, seperti harus ada pesantren khusus yang mendalami pertanian,  tembakau dan lain-lain,” tambahnya.

Senada dengan Nur Syam, pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan, kekhasan pesantren harus dipertahankan. Ia mengaku tidak sepakat dengan upaya-upaya untuk menciptakan pesantren berstandar internasional atau ISO.

“Beberapa pesantren yang mempunyai kekhasan tertentu harus dipertahankan. Misalnya Pesantren Lirboyo khasnya apa, Sarang khasnya apa harus dipertahankan,” katanya.

Ditambahkan, salah satu kekhasan lain dari pesantren adalah figur seorang kiai. “Ini yang hilang dari sistem pendidikan nasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bercerita, dahulu saat menghadapi berbagai problem berat, Soekarno selalu berkonsultasi kepada kiai. Jenderal Sudirman juga mendapatkan tongkat dari kiai.

Darmaningtyas berkomentar, “Saya malah baru mendengar cerita-cerita seperti ini. Ada sesuatu yang selama ini tidak terkomunikasikan,” katanya.

Diskusi yang dilenggarakan oleh Pengurus Pusat Lakpesdam NU itu juga dimaksudkan untuk membedah buku Ahmad Baso, Wakil Ketua PP Lakpesdam. Buku bertajuk “Pesantren Studies” rencanananya akan terbit beberapa jilid. Jilid pertama yang telah terbit membidik pesantren dari sisi jaringan pengetahuan dan karakter kebangsaannya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Habib, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rais NU Kudus: Perkuat NU melalui Pendidikan

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Masa depan Nahdlatul Ulama (NU) sangat  tergantung pada kesungguhan komponen NU  dalam memperkuat organisasi yang sudah berusia 90 tahun ini. Salah satu upaya yang harus  dilakukan adalah memperkuat organisasi melalui pendidikan.

Rais NU Kudus: Perkuat NU melalui Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Kudus: Perkuat NU melalui Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Kudus: Perkuat NU melalui Pendidikan

“Nasib NU 10 - 15 tahun mendatang apakah dibenci atau masih dicintai masyaraat bergantung pada kemampuan memperkuat pendidikan,” kata Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani  saat menyampaikan mauidhah hasanah pada acara Tasyakuran Harlah ke  90 NU di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Ahad (26/5) malam lalu.

Putra ulama besar mendiang KH Arwani Amin yang biasa disapa Gus Bab ini menandaskan Melalui pendidikan sangat efektif  menanamkan pemahaman dan kecintaan anak-anak kepada NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Jadi memperkuat NU ya memperkuat pendidikan anak-anak kita sehingga mereka betul-betul siap mengganti menjadi generasi penerus perjuangan NU,” tegasnya di depan puluhan pengurus NU yang hadir.

Melihat dari sejarah perjuangan pendiri  NU, kata Gus Bab, kekuatan NU sangat dirasakan hingga sekarang  sebagai jangkar yang kuat bagi pengembangan  Islam nusantara. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Dalam perjuangan agama, NU tidak berdakwah dengan menggunakan kekerasan, radikalisme maupun pemaksaan,” tandasnya lagi.

Nahdlatul Ulama selalu berpedoman pada prinsip nilai dasar dalam mengembangkan Islam yang universal. Yakni, nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (harmoni), i’tidal (konsisten) dan amar ma’ruf nahi mungkar.

“Dari prinsip dasar itu, NU tidak melakukan pendekatan kepada siapapun dengan cara tathorruf atau ekstrim,” imbuh Gus Bab.

Menyikapi adanya kelompok yang tidak sepaham  Aswaja, Gus Bab mengajak untuk memperkuat komitmen yang kuat terhadap Islam yang rahmatal lil alamin

“Kita harus hati-hati, karena sekarang banyak yang menamakan Islam tetapi tidak sesuai dengan ajaran Aswaja,” tandasnya.

Momentum Harlah NU yang bersamaan dengan peringatan isra’ mi’raj (bulan Rajab), Gus Bab mengingatkan untuk menjalankan sholat secara sempurna.

”Karena  (melalui) Sholat itu bisa mencegah dari kemungkaran dan kerusakan,” tandasnya seraya mengutip sebuah ayat Al-Qur’an.

Tasyakuran harlah ini diikuti puluhan pengurus Cabang, lajnah,lembaga dan badan otonom serta MWCNU se Kudus.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Pesantren, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 01 Desember 2017

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Tangier, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Menjadi sebuah kehormatan khusus bagi PCINU Maroko. Kali ini diundang oleh Jamíyyah Sidi Thalhah, Lembaga Pemerhati Lingkungan dan Karya Klasik yang bekerjasama dengan ASMIB (Assosiation Morocco Indonesia Brotherhood) untuk menghadiri acara Pekan Budaya.

Acara ini untuk dalam memperingati Sidi Thalhah dengan tema: “Perjuangan Al-Wali Sidi Thalhah Al-Darij dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Maroko dan Pribadi Keagamaanya” yang berlangsung di dua kota, Tetouan dan Tangier 15-16 September 2012.

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Acara ini dihadiri oleh Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, KH Tosari Wijaya yang diundang untuk menyampaikan pidatonya dalam pembukaan seminar Pekan Budaya ini. Turut hadir juga penasehat Hukum Menteri Luar Negeri Maroko, Dr Ibrahim Amusi, Ketua Majlis Ilmi Tetouan,  Dr Abdlu Ghofour An-Nasir, Sejarawan Maroko, Mohamed Ben Azuz Hakiem, Ketua Organisasi Dakwah Islam Chefchaouen, Maroko, Ali Raisuni, Perwakilan Dubes Malaysia, Delegasi Pelajar Turki di Maroko, pejabat KBRI Rabat, para Tokoh dan Ulama Maroko serta tamu undangan. Sedangkan dari Delegasi PCINU sendiri diwakili oleh Dewan Mustasyar (H Husnul Amal Masúd), Sekretaris (Rifqi Maula) dan Koordonator LPNU (Sri Hidayanti) serta beberapa anggota NU Maroko.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam acara ini, selain bertujuan memperingati sosok Sidi Thalhah sebagai Pejuang Kemerdekaan Maroko. Juga diperingati sosok Almarhumah Mahsushoh Ujiati, Istri KH Tosari Wijaya yang mendapatkan anugerah penghargaan sebagai pejuang muslimah hubungan Indonesia-Maroko yang wafat di Maroko pada tahun 2011 yang lalu.

Rangkaian acara ini diawali dengan pembukaan seminar yang diisi oleh sambutan-sambutan dari beberapa Tokoh dan Pakar sejarah Maroko. Tidak ketinggalan pula tim Rebana PPI Maroko yang tergabung dalam anggota luar biasa (STAINU), ikut memeriahkan pembukaan Pekan Budaya ini. Acara ini masih berlangsung dengan berbagai agenda seperti festival musik khas Maroko dan sholawatan yang akan diselenggarakan di Malosa-Tangier.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dubes RI untuk Kerajaan Maroko dalam pidatonya mengatakan, “Ketika kita membicarakan hubungan Indonesia-Maroko, maka tidak pernah terpisahkan dari peran ulama Maroko dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti Ibnu Bathutoh dan Maulana Malik Ibrahim serta Pejuang Imama Bonjol yang ibunya berasal dari Maroko. Maka tidak heran jika Islam moderat di Indonesia sama dengan Islam moderat di Maroko.”

Prof Dr Mariam Ait Ahmed dalam sambutannya mengatakan,”Saya sangat salut dengan warga Indonesia yang sangat menghormati ulama Maroko dan karya-karyanya, seperti melanggengkan Dalailul Khoirat dalam setiap wiridnya…”

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, IMNU, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Meski sudah melunasi sejumlah tahapan pembayaran haji tahun ini, sebanyak 62 dari 80 calon jamaah haji asal Sidoarjo, Jawa Timur dipastikan gagal berangkat. Ditundanya keberangkatan jamaah haji tersebut karena ada ketentuan dari Kementerian Agama untuk menambah calon jamaah haji cadangan sebanyak 18 orang. Meski demikian, bagi calon jamaah haji yang sudah masuk menjadi cadangan harus bersedia ditempatkan di kloter wilayah Kabupaten lain dan berpisah dengan keluarganya.

Kepala Kemenag Sidoarjo, H Ahmad Rofii mengatakan bahwa, estimasi yang sudah dilakukan pemerintah di Sidoarjo sebanyak 80 orang dan akan dipanggil sesuai urutan nomor yang ada. Pada tahun ini, perkiraan dari estimasi itu, yang diberangkatkan sebanyak 18 orang yang bisa berangkat di bangku cadangan.

Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat

"Estimasi yang dilakukan pemerintah mungkin pada tahun lalu banyak calon jamaah haji yang belum melunasi karena mungkin berpisah dengan istrinya, kemudian dia menunda keberangkatannya, itu bisa diisi di bangku cadangan. Pada tahun ini mereka berniat berangkat dan tidak membiarkan kesempatan akhirnya dilunasi saja sehingga kita mendapatkan 18 orang itu, dan 18 itu harus siap diberangkatkan di Kabupaten Jatim," kata Rofii, usai melakukan bimbingan manasik haji yang dilakukan di dalam gedung serbaguna Gor Delta Sidoarjo, Rabu (27/7).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, menurut Sekretaris Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH)? Sidoarjo Moh Kirom, jamaah yang sudah melunasi tapi ditunda keberangkatannya, sebetulnya Kemenag Sidoarjo sudah menyampaikan hal itu terkait dengan proses regulasi jamah haji.

"Pada saat itu sudah disampaikan ada porsi tambahan. Tidak menuntut kemungkinan menunggu dari jumlah kuota yang ada yang tidak terjual. Andaikata kuota yang sudah ditentukan itu terjual, maka daftar tunggu pasti semuanya ikut. Kemarin ada salah satu jamaah saya yang sudah melunasi dan tidak berangkat, KBIH juga ikut bertanggung jawab untuk menjelaskan hal itu, dan kalau tidak dijelaskan semakin hari semakin meruncing, karena waktu itu dia sudah siap melaksanakan tasyakuran dan sebagainya. Setelah kami jelaskan, maka saya berusaha untuk dibatalkan. Untuk 2017 pasti berangkat dan tidak pakai administrasi dan sebagainya," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk saat ini, calon jamaah haji Sidoarjo yang sudah melunasi pembayaran sekitar 1822 orang. Pembayaran tersebut di antaranya pembayaran tahap pertama sekitar 1665 orang, tahap kedua sebanyak 182 orang calon jamaah haji dan di tambah tim pemandu haji daerah sekitar 19 orang. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Kajian, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 25 November 2017

Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail NU yang kami hormati. Dalam kesempatan ini kami ingin bertanya tentang perempuan yang sedang haid. Sebagaimana yang kami ketahui bahwa seluruh amalan haji atau manasik haji boleh dikerjakan oleh perempuan haid kecuali thawaf.

Pertanyaan yang ingin kami ajukan adalah kenapa perempuan haid boleh melakukan semua manasik atau amalan haji kecuali thawaf? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih.

Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Perempuan Haid Dilarang Thawaf?

Wassalamu alaikum wr. wb. (Walid/Jakarta)

Jawaban

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Assalamu alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam sebauah riwayat dikatakan bahwa Sayyidah Aisyah RA telah sampai di Mekkah, namun beliau mengalami datang bulan sehingga tidak melakukan thawaf dan sai.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemudian Sayyidah Aisyah RA mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. Rasul pun memberikan respon dengan menyatakan, “Lakukan sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji, hanya saja jangan thawaf di Baitulah sebelum suci.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Aisyah RA, istri Nabi SAW, ia berkata, ‘Saya telah sampai di Mekkah, sedangkan saya dalam keadaan haid sehingga saya tidak melaksanakan thawaf di Baitullah, tidak juga mengerjakan sai antara bukit Shafa dan Marwa. Lantas, saya pun mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. Beliau pun merespon dengan menyatakan, ‘Lakukan apa yang dilakukan orang yang berhaji, hanya saja jangan melaksanakan thawaf di Baitullah sebelum suci’. Ini adalah hadits yang disepakati kesahihannya.”

Hadits ini jelas menunjukkan bahwa perempuan yang sedang mengalami haid diperbolehkan atau sah untuk melaksanakan amalan-amalan haji kecuali thawaf di Baitullah. Dari sini kemudian muncul pertanyan kenapa perempuan haid tidak boleh thawaf, sebagaimana yang ditanyakan di atas.

Setelah kita menelisik lebih lanjut, ternyata para ulama berbeda pendapat tentang alasan perempuan yang sedang haid dilarang untuk melakukan thawaf. Setidaknya ada dua pandangan sebagaimana dikemukakan oleh penulis kitab Subulus Salam.

Pendapat pertama menyatakan bahwa alasannya adalah karena salah satu syarat sahnya thawaf adalah suci. Sedang perempuan yang sedang haid jelas tidak suci karena haid termasuk hadats besar.

Pendapat kedua menyatakan bahwa perempuan yang haid tidak boleh thawaf karena ia dilarang masuk masjid. Padahal thawaf mengelilingi Ka‘bah atau Baitullah yang dikelilingi oleh Masjidil Haram.

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?.

Artinya, “Illat atau alasan tidak diperbolehakannya perempuan yang haid untuk melaksanakan thawaf diperselisihkan oleh para ulama. Ada pendapat yang menyatakan karena suci adalah salah satu syarat thawaf. Dalam pendapat lain dikatakan (qila), karena perempuan yang sedang haid dilarang masuk masjid.”

Penjelasan singkat ini hemat kami sudah dapat menjawab mengenai pertanyaan di atas. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwmith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik

Bogor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sedikitnya 80 orang anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama’ IPB kembali menggelar Halal Bihalal di aula masjid Al-Hurriyah, Bogor, Ahad (14/9) siang. Mereka mengawali kegiatannya ke depan dengan Halal Bihalal untuk menguatkan silaturahmi lebih dahulu.

Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal untuk KMNU Bogor Lebih Baik

Tampak hadir pada acara bertajuk “Halal Bihalal KMNU” ini seorang pengajar pesantren Ibnu Aqil Laladon Bogor ustad Ubaidillah, Dr Ifan Haryanto, Hadi, serta Pembina KMNU Bogor Husin Alatas.

Pada kesempatan ini ustadz Ubaidillah menerangkan Halal Bihalal. Menurutnya, Halal Bihalal ini merupakan sebuah upaya untuk menggapai keridhaan orang lain dengan cara yang baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Halal Bihalal merupakan istilah bahasa arab Halalun bil halal, yang berarti mencari kehalalan dengan jalan yang halal. Singkatnya, Halal Bihalal momentum untuk saling memaafkan,” tutur ustad Ubaidillah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, kesalahan yang dilakukan terhadap manusia lebih sulit ditebus daripada kesalahan yang dilakukan terhadap Allah. Dosa besar terhadap manusia bisa ditebus hanya dengan bertobat dan mengembalikan hak orang lain.

Salah satu perbuatan yang termasuk ke dalam dosa besar adalah memutus silaturahmi. “Orang yang memutuskan tali silaturahmi akan diancam masuk neraka”, tambah ustad Ubaidillah.

Halal bihalal KMNU menjadi forum untuk saling memaafkan dan saling mengenal antaranggota. “Cinta itu buah dari perkenalan, kasih sayang, pengertian, dan tanggung jawab. Dari tahap-tahap itu, diharapkan KMNU menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Habib, Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 20 November 2017

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Golongan Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja) merupakan representasi dari Islam moderat zaman dahulu dan sekarang. Hal itu dikatakan Dr Mahir Hasan Al Munajjid, Cendekiawan Muslim Syiria saat menyampaikan Halaqah Quraniyyah di Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).?

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Dalam halaqah bertajuk Pesan Damai dan Cinta Tanah Air dalam Kajian Al-Quran itu Dr Mahir menyatakan lantaran golongan Aswaja ada di tengah-tengah sehingga tidak eksklusif dan kaku dalam menyikapi khilafiyah.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta itu, Dr Mahir yang juga dosen di Jamiah Imam Syafii Cianjur tersebut berbicara menggunakan bahasa Arab. Gus Nasih sebagai penerjemah sesi pertama sedangkan Dr. Faiz penerjemah sesi kedua.

Dosen kelahiran Syiria tahun 1971 itu membeberkan, kelompok Khawarij terdiri dari orang yang keras hatinya karena hidup di padang pasir. Alih-alih ketika salah satu kelompok ini mendatangi Rasul.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Etika yang tidak digunakannya tidak sopan, sampai-sampai memegang kerah baju Nabi. Sehingga kelompok ini disebut qaswatul qalbi, keras hatinya.?

Masih menurut Mahir, sumber perpecahan ialah ketika sahabat Umar wafat. Ketika pintu fitnah terbuka mereka saling mengkafirkan dan menyesatkan.?

Doktor jebolan jamiah Umu Darman tahun 2011 itu menegaskan, jika ingin selamat tetaplah berpegang teguh kepada jamaah. Karena kebenaran itu menyertai jamaah (mayoritas).?

Dikatakannya di dalam al-Quran sudah dijelaskan agar mengikuti jamaatil muslimin. Begitu juga di hadits agar berpegang teguh kepada jamaah. “Jamaah adalah representasi kebenaran,” imbuh Dr Mahir.?

Orang-orang yang ada di luar lingkaran Aswaja tidak boleh asal dikafirkan. Karena sebagaimana yang diajarkan Nabi, sitirnya tidak boleh dikafirkan. Karena mereka juga sesama muslim.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai kelompok mayoritas, pengikut Aswaja juga perlu waspada utamanya kelompok minoritas. “Mereka bekerja sama dengan dengan Negara luar untuk memberangus Aswaja dari muka bumi ini,” kata Mahir. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Habib, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 17 November 2017

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Jika kita berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon, maka dapat ditemukan di salah satu sudut area makam, tepatnya di dinding serambi Masjid Agung Gunung Jati, terpampang secara jelas sebuah kalimat "Insun titip tajug lan fakir miskin." Kalimat yang sudah cukup familiar khususnya bagi masyarakat Cirbon, dan diyakini merupakan wasiat terakhir Sunan Gunung Jati tidak lama sebelum beliau wafat.

Secara harfiah arti dari wasiat tersebut ialah, "Saya titip tajug (sejenis mushalla atau langgar yang dipergunakan pula buat mengaji) dan fakir miskin." Lewat wasiat dimaksud, Sunan Gunung Jati berpesan kepada umat Islam secara umum agar sepeninggal beliau keberadaan tajug dan fakir miskin senantiasa diopeni, dijaga dan diperhatikan. Dengan kata lain keduanya jangan diterlantarkan begitu saja.

Menurut salah satu tokoh dan kiai dari Plered, Cirebon, KH Jamhari, tajug yang dimaksud dalam wasiat di atas dalam konteks sekarang mempunyai batasan arti yang lebih luas, tidak hanya terbatas mushalla atau langgar saja. Tapi mencakup pula pondok pesantren, madrasah diniyah dan majlis talim lainnya. Demikian pula yang dikehendaki dari istilah fakir miskin, bukan sekedar para pengemis yang meminta-minta, melainkan terutama adalah para santri dan pelajar yang benar-benar sedang menimba ilmu dan memerlukan bantuan demi kelangsungan studinya. Terhadap tempat-tempat untuk mengaji dan para santri, Sunan Gunung Jati menitipkan keduanya supaya umat Islam sepeninggal beliau ikut merawat dan membantu dan membidani kelestariannya.

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Berdasarkan pengamatan penulis saat nyantri di salah satu pesantren di Cirebon tahun 2012, dengan adanya wasiat dari Sunan Gunung Jati ini, khususnya di beberapa daerah di Cirebon, masyarakat sekitar pesantren memperlakukan dengan begitu baik para santri. Misalnya tidak sedikit masyarakat ketika bulan Ramadhan saat mereka bersedekah dan membayar zakat fitrah diberikan langsung kepada para santri yang masih di pesantren. ? Itu dilakukan tidak lain karena teringat pesan Sunun Gunung Jati di atas.

Kendati tidak sepopuler bila dibandingkan wasiat pertama di atas, sebagian masyarakat Cirebon juga mengenal mutiara pesan lain yang juga diyakini bersumber dari Syekh Syarif Hidayatullah. Pesan tersebut berbunyi, "Sugih bli rerawat, mlarat bli gegulat,"? artinya "menjadi kaya bukan untuk pribadi, menjadi miskin, bukan untuk menjadi beban bagi orang lain."?

Dua wasiat atau pesan Sunun Gunung Jati di atas substansinya sama dan saling menguatkan, yaitu di samping mengingatkan umat Islam supaya nguri-uri tempat ibadah dan majlis tempat menimba ilmu, di sisi lain juga mendorong kepada golongan orang yang kuat dan mampu agar senantiasa memiliki empati dan kepedulian kepada fakir miskin atau kelompok yang lemah dalam berbagai seginya baik lemah secara ekonomi, ilmu maupun politik. Sementara pesan kedua secara tersirat menekankan supaya golongan lemah yang mendapatkan uluran tangan atau santunan dari ? orang lain tidak menjadi bergantung selamanya pada bantuan orang lain tersebut. Melainkan mereka nantinya juga dituntut bisa mengembangkan kehidupan yang mandiri dalam berbagai aspeknya.?

M Haromain, Pengajar di Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, bergiat Forum Santri NU Temanggung?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw