Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kehidupan damai, rukun, guyub, saling membantu di masyarakat tingkat bawah antara yang anti PKI dan yang PKI sudah berjalan nyaris tanpa kikuk. Sebab, dendam di masyarakat tidak parah, mereka tidak paham politik.

Selain itu, mereka saling tahu kehidupannya sehar-hari, karena bertetangga.

Demikian disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir pada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Rabu (3/9), di ujung telepon. Menurutnya, "Tingkat masyarakat bawah relatif tidak bermasalah, mereka tidak banyak tahu politik."

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Lalu Kiai Saifuddin bercerita bahwa jamaah pengajiannya tahun 80an sampai 90an banyak bekas anggota PKI. "Ngaji mereka. Ngurus mesjid mereka. Habis ngaji, namanya orang Betawi, ya makan bareng, ngobrol gayeng," ujar Kiai Saifuddin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut pengakuannya, ketika orang luar menyerbu PKI yang ada di kampungnya, dengan alasan kemanusiaan, warga kampung membendungnya. Kampung kiai yang sehari-hari padat dengan mengisi pengajian ini adalah Kebon Manggis-Matraman, sebelah Berlan, masuk wilayah Jakarta Timur. Di kampung itulah dirinya dilahirkan, pada tanggal 31 Januari 1955.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya masih ingat, ibu-ibu di kampung saya, ketika ada penyerbuan berteriak-teriak, jangan dilempari itu, jangan dilembari itu. Itu orang baik, itu orang baik. Terbendung juga itu orang-orang, tidak nerusin nyerbu. Terbendung oleh suara ibu-ibu. Ini suara kemanusiaan."

"Saya mau cerita lagi. Tetagga saya orang PKI, namanya Bebas Pati Mulya, aslinya Medan, agamanya Kristen, punya anak nakal ndak ketulungan. Duit orang tuanya dicuri, pulang malam. Pokoknya nakal sekali. Itu Pak Bebas ngundang kami, untuk tahlilan dan mendoakan agar anak itu jadi bener. Dan namanya diganti tuh,? jadi Muhammad Soleh. Ya kami datang."

"Yang ingin saya katakan adalah, secara kemanusiaan tanpa diminta pun para warga sudah saling memaafkan. Banyak hal yang kami lakukan. Itu upaya warga melakukan rekonsiliasi. Itu perintah agama."

Namun, Kiai Saifuddin Amsir menyatakan dengan tegas bahwa Partai Komunis Indonesia tidak bisa dimaafkan secara politik. "Sudah betul itu PKI ditumpas. Jangan sampai hidup lagi. Trauma kita. Untuk perdamaian bangsa, ubah saja pikiran, bangun satu sikap baru. Pandang ke depan, jangan ada sejarah macam begitu. Kalau saling memaafkan, jangan. Jangan sampai ada. PKI itu terjepit saja bisa berkelit, apalagi diberi jalan."

Saifuddin masih ingat, betapa pahitnya omongan Aidit yang bilang ulama itu tanpa kerjaan, kitabnya yang banyak, yang bisa buat bendung kali Ciliwung tidak berguna, Indonesia tak butuh ulama.

"Siapa yang ndak sewot dihina-hina begitu? Lha? Jangankan kite orang pesantren, kan? Mochtar Lubis saja dongkol saat Pram dianugerahi penghargaan Ramon Magsaysay tahun 1995. Mochtar kan sempat mau banting penghargaan yang sama yang lebih awal diterimanya.? Tidak main-main PKI. Mereka punya semboyan rawe-rawe rantas malang-malang putung," ujarnya.?

Bisa dipahami jika Saifuddin tidak rido pada PKI. Bagaimana tidak, partai berlambang palu-arit itu menghina para ulama yang mendidikan dirinya sedari kecil. Ia sangat dekat dan mencintai para gurunya yang antara lain Muallim Abdullah Syafi’i, Muallim Syafi’i Hadzami, Habib Abdullah bin Husein Syami Al-Attas, dan Guru Hasan Murtoha. Dan bapaknya, Amsir Naiman, sendiri adalah guru ngaji di Kebon Manggis.

Saifuddin kecil menyaksikan bahwa PKI mengancam orang-orang Islam di Jakarta secara terbuka, bahkan dia melihat sumur-sumur sudah dipersiapkan di sanggar Lekra yang ada di kampungnya.

"Kampung saya kecil, tapi itu sanggar terbesar Lekra di Jakarta dipimpin langsung Profesor Bakri Siregar. Di sanggar mereka memang membuat sumur. Saya melihat sendiri. Anak-anak muda dari pelbagai kampung dilatih secara militer."

Saifuddin mengenang, anak-anak muda, khususnya perempuan, dilatih sebisa mungkin untuk menari. Pelatihnya dari Ansor. Lagunya berjudul "Mencuci Pakaian" yang diciptakan oleh bapaknya: Amsir Naiman. Makna lagu tersebut adalah orang harus mencuci dirinya dari kotan-kotoran yang disebarkan orang-orang PKI.?

Menari merupakan kegiatan yang jauh dari kehidupan sehari-hari warga Kebon Manggis, yang biasanya hanya mengaji. Tapi mereka melakukannya agar bisa melawan tarian dan nyanyian seniman Lekra yang punya kekuatan Prof Bakri Siregar, yang seniman betulan.

Saifuddin bangga anak-anak kampungnya yang bukan seniman bisa melawan Lekra yang seniman. Dia juga senang Orde Baru mampu menyabet PKI secara tuntas. Tapi dia menyayangkan, sabetan Soeharto mengenai banyak sembarang orang.?

Lulusan IAIN Ciputat jurusan Akidah dan Filsafat itu memberi catatan, "Anak PKI yang tidak mengerti PKI mendapatkan hukuman berat juga. Orang-orang yang cuma ikut-ikutan kena juga. Kasihan mereka. Pak Harto tidak cermat. Pak Harto pakai juga tuh semboyan PKI rawe-rawe rantas malang-malang putung."

Cara Ulama

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Daerah Istimewa Yogyakarta M. Jadul Maula menyatakan bahwa perdamaian bangsa ini dapat terlaksana dengan cara dan ilmu ulama.

"Jalan dengan cara ulama adalah memutus mata rantai dendam kebencian dan kekerasan. Menyiram api amarah dengan air dingin yang menyejukkan, berupa iman kepada Allah Yang Maha Kuasa. Begitulah cara dan ilmu ulama menyelesaikan konflik antarsesama," terang M. Jadul Maula, saat dihubungi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw melalui telepon, Rabu (3/10).?

Dia menyebutkan, jalan dan cara para ulama adalah mengikuti Rasulullah.?

"Ketika beliau (Rasulullah, red.) sebagai pemimpin tertinggi umat, di dalam masjid berbicara langsung pada rakyat adakah di antara kalian yang hak-haknya telah aku ambil dan tidak rela? Silakan ambil kembali hak itu dan hukum qishos aku, supaya aku dapat menemui Tuhanku, terbebas dari belitan beban hak-hak anak Adam. Itu teladan panutan kita dalam menyelesaikan urusan dengan sesama. Kita wajib mengikutinya," papar Jadul yang juga pengasuh Pesantren Kaliopak, Bantul.

Jiwa bangsa ini, tegas Jadul, perlu dikembalikan lagi pada jalan rahmat atau kasih sayang, jiwa yang takut melanggar, dan mengambil hak-hak orang lain. "Menurut para ulama kita, tujuan mendirikan bangsa adalah juga untuk menjaga hak-hak manusia tersebut. Itu yang kita kenal dengan al-masholihul ammah, kemaslahatan-kemaslahatan umum. Inilah bagian dari khittah Indonesia 1945 yang kita suarakan di Munas Cirebon itu," tegasnya.

Khusus terkait PKI, Jadul berpendapat bahwa peristiwa 65 serta rangkaian sebelum dan sesudahnya, telah merenggut paksa keseluruhan masholih itu, dan ironisnya pemerintah tidak bisa menjaganya. "Para ulama NU yang ikut mendirikan negara ini, saya yakin menangisi keseluruhan peristiwa 65 tersebut. Karena betapapun, korban-korbannya adalah semua, NU korban, juga saudara-saudara sebagangsa," ujarnya.

"Gus Dur ketika minta maaf atas persitiwa 65, saya yakin mewakili spirit ulama, dan beliau kan ulama juga, spirit para pendiri bangsa dan ingin mengembalikan jiwa bangsa pada fitrahnya, menegakkan kembali negara atas tujuan pendiriannya. Dasarnya rahmat, tujuannya adalah kesejahteraan seluruh rakyat, terlindunginya kemaslahatan bersama,"

Ketika ditanya soal tentang para aktivis PKI, dia menjawab, "Apa PKI masih ada? Kalau masih ada, mereka juga harus meminta maaf. Jangan bilang PKI tidak bersalah. Peristiwa Madiun 1948 itu PKI. Kita harus saling meminta maaf dan memaafkan."?

"Mari, semua elemen bangsa mencontoh Gus Dur yang telah minta maaf sebagai pemimpin agama atau ulama, dan sebagai pemimpin bangsa. Dengan meminta maaf, yang tampak dari Gus Dur adalah kebenaran, kekuatan dan kebesarannya," pungkasnya.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Habib, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Januari 2018

Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ratusan remaja memadati lapangan futsal dukuh Kauman desa Besito kecamatan Gebog, Kudus, Jumat (11/12) pagi. Remaja putra dan putri itu menyaksikan perlombaan futsal di mana pemainnya menggunakan sarung. Pertandingan melibatkan para pengurus Pimpinan Ranting IPNU di bawah Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Gebog.

Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog (Sumber Gambar : Nu Online)
Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog (Sumber Gambar : Nu Online)

Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog

Penampilan pemain yang bersarung memicu gelak tawa dan sorak semangat para pendukung baik anggota IPNU maupun IPPNU dari masing-masing ranting. Terdapat sembilan kelompok dari sembilan PR IPNU sekecamatan Gebog.

Menurut Sekretaris PAC IPNU Gebog Mahfudz Shiddiq, perlombaan ini merupakan hal yang inovatif dan mempererat persahabatan. "Ini kegiatan yang kami rasa sangat inovatif dan dapat mempererat jalinan keakraban antarsesama pengurus ranting IPNU se-Gebog. Terbukti keramaiannya luar biasa. Setiap ranting membawa pendukung yang tak sedikit jumlahnya. Bahkan ada juga mereka yang membawa tim marcing band," ungkap Mahfudz usai perlombaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Permaian berdurasi 2 x10 menit dengan sistem gugur yang akhirnya ini dimenangkan oleh tim dari PR IPNU Klumpit sebagai juara I. Kemudian disusul juara II oleh tim PR IPNU Besito, dan juara III diraih PR IPNU Getassrabi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lomba futsal ini adalah yang pertama dari segenap rangkaian acara memeriahkan Konferensi bersama MWCNU, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU kecamatan Gebog. "Alhamdulillah, rangkaian konferensi anak cabang IPNU-IPPNU kecamatan Gebog berjalan lancar. Ini yang pertama, lomba futsal bersarung pengurus IPNU se-Gebog. Agenda ini kami kemas dalam satu istilah bertajuk Bulan Prestasi Pelajar dan Santri," terang Ketua IPNU Gebog Muhammad Noor Aris.

Aris berharap semangat di bidang olahraga di kalangan aktivis IPNU semakin berkembang. "Harapan besar kami dengan mengadakan futsal bersarung ini, semoga sportifitas para atlet IPNU se-Gebog senantiasa terjaga dan semakin bisa dikembangkan hingga menjadi atlet-atlet internasional," kata Aris.

Adapun konferensi rencananya akan diselenggarakan pada 27 Desember 2015 di MA-MTs NU Nurussalam, Gebog. (Istahiyyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Internasional, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 20 Januari 2018

PMII Ancam Kerahkan Massa Jika Interpelasi Lapindo Gagal

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendukung penuh rencana DPR RI yang akan menggelar Sidang Interpelasi dengan agenda meminta keterangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus lumpur PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur.

Karenanya, oganisasi berbasis massa mahasiswa NU itu mengancam akan mengerahkan massa sebesar-besarnya ke Gedung DPR-MPR di Senayan, Jakarta, jika ternyata sidang interpelasi yang diharapkan berhasil itu ternyata gagal di tengah jalan.

”Ini (Sidang Interpelasi Lapindo) adalah masalah kemanusiaan,” tandas Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII Hery Haryanto Azumi di Graha Mahbub Junaidi, Jalan Salemba Tengah, Jakarta, Kamis (21/6).

PMII Ancam Kerahkan Massa Jika Interpelasi Lapindo Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ancam Kerahkan Massa Jika Interpelasi Lapindo Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ancam Kerahkan Massa Jika Interpelasi Lapindo Gagal

Hery, mengatakan, masalah Lapindo tak boleh dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan DPR. Hery mengaku tak kuasa melihat kondisi para korban Lapindo yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan nasib. Padahal bencana itu telah melebihi satu tahun.

”Persoalannya, kalau DPR juga tidak peduli kepada nasib rakyat, ke mana lagi korban meminta pertolongan,” ungkapnya.

Sidanng Interpelasi, kata Hery, adalah pintu masuk bagi pemerintah dan DPR untuk berjalan bersama dalam rangka memberikan yang terbaik untuk korban Lapindo. Masalah ganti rugi yang hingga kini belum terpenuhi dan korban yang masih terlantar, katanya, bisa dibicarakan oleh pemerintah dan DPR melalui sidang interpelasi tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Saya kira sekarang telah masuk pada tahap darurat. Bayangkan saja, korban sudah banyak yang ingin bunuh diri karena merasa tidak kuat memikul beban hidup. Belum lagi dampak sosial lain yang jelas kelihatan di depan mata,” tutur Hery.

Karena itu, Hery meminta kepada DPR untuk tak ragu lagi dalam bersikap. Yang penting, katanya, interpelasi tersebut tidak hanya sekedar manuver politik DPR saja. Kepada Presiden Yudoyono, PMII berharap, orang nomor satu di Indonesia itu berani menghadapi interpelasi, karena inisiator interpelasi telah menjamin tidak akan menjatuhkan Presiden.

”Menurut kami, interpelasi bisa menghasilkan konsensus untuk mengatasi masalah Lapindo secara bersama-sama. PT Lapindo sendiri tak boleh melepaskan tanggung jawab,” ujarnya. (rif/amh)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Budaya, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 18 Januari 2018

Sejak 1961 YKSKB Konsisten Didik Masyarakat di Kertasari

Bandung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 



Hampir 1500 alumnus Yayasan Kesejahteraan Sosial Karya Bhakti (YKSKB) menghadiri reuni akbar di gedung sekolah Karya Bhakti kampung Sukasari, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung (7/1).  

Sejak 1961 YKSKB Konsisten Didik Masyarakat di Kertasari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak 1961 YKSKB Konsisten Didik Masyarakat di Kertasari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak 1961 YKSKB Konsisten Didik Masyarakat di Kertasari

Berada di kaki gunung Wayang, hulu sungai Citarum, yayasan pendidikan ini konsisten memberikan penyadaran pendidikan di Kertasari. Dapat dikatakan, YKSKB lembaga pendidikan pertama di gunung wayang tersebut. 

Lembaga pendidikan ini pada awalnya hanya pondok pesantren yang dirintis KH Muhammad Oyo Sutarya pada tahun 1961. Ia merupakan tokoh NU yang pernah nyantri di Cipasung. "Awalnya, lembaga ini sebagai tempat Pendidikan Guru Agama (PGA), namun berkembang sampai Madrasah Aliyah kini," ujar H Asep Syarifulloh ketua YKSKB. 

Asep menuturkan, salah satu tantangan lembaga pendidikan di tengah masyarakat pertanian dan perkebunan adalah sikap abai terhadap pentingnya sekolah. "Mulanya, masyarakat di sini memilih pergi ke kebun untuk bertani karena lebih menguntungkan, tapi kini mulai sadar terhadap pendidikan," ujarnya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salah satu alumnus, Mamat Rahmat (61) mengatakan, dirinya sangat senang ketika acara reuni Akbar seluruh angkatan ini. "Mudah-mudahan alumni dari sini menjadi figur di masyarakat," ujarnya. "Sebab dulu kondisi bangunan sangat memprihatinkan, tapi kini sudah maju". 

Alumnus angkatan 83 ini berharap para lembaga ini semakin maju untuk mengedarkan anak bangsa meskipun berada di kaki gunung.

Selain tempat santri mondok, YKSKB kini menaungi pendidikan usia dini hingga sekolah menengah atas (Madrasah Aliyah). (Pungkit Wijaya/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 14 Januari 2018

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat

Sleman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Setelah setahun masa kepengurusan, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Islam Indonesia (UII) menghelat musyawarah besar (mubes). Forum permusyawaratan tertinggi ini menetapkan Syah Muhammad Barin Al-Rasyid sebagai ketua baru KMNU UII.

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat

Syah Muhammad Barin Al-Rasyid dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan tersebut untuk masa khidmah 2016/2017 tanpa melalui pemungutan suara. Forum mubes secara mufakat memilihnya di antara dua calon lain, yakni Kukuh Faedlur Rahman dan Irvan Nuary Ariefiansyah.

Mubes perdana yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Qodir Cangkringan Sleman, DI Yogyakarta, 26-27 Maret 2016, itu dihadiri para anggota KMNU UII dan beberapa alumni UII. Sebelumnya, acara dimulai dengan mengikuti Khataman Al-Qur’an oleh Muslimat NU Ngemplak, Sleman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Forum Mubes KMNU UII juga berisi Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus KMNU UII masa khidmah 2015/2016. Kemudian musyawarah AD/ADR serta GBHO dan PTKO KMNU UII. Terakhir adalah pemilihan Ketua Tanfidziyah KMNU UII masa khidmah 2016/2017.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mazdan Maftukha Assyayuti, sebagai Ketua Tanfidziyah KMNU UII yang didemisioner mengungkapkan bahwa Mubes KMNU UII kali pertama ini sangat menentukan langkah dan perjuangan KMNU UII di masa depan. “Kelengkapan organisasi seperti AD/ART, GBHO dan PTKO sangat berarti guna memecahkan jalan keluar untuk menuju visi KMNU UII yang ideal di masa depan serta menjawab tantangan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Hasil lain yang kemudian juga ditetapkan adalah AD/ART, GBHO, PTKO dan Majelis Syuriyah. Majelis Syuriyah KMNU UII ini terdiri dari Ahmad Nur Shobah, Muhammad Agvian Megantara, Alfan Nur Asyhar, Miqdam Makfi, Najmu Tsaqib Akhda, Mazdan Maftukha Assyayuti, Ahmad Ulin Nuha, Widiaturrahmi dan Fachrul Nurcholis. Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah KMNU UII juga termasuk dalam majelis ini sebagai anggota ex-officio. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Nasional, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

NU Gallery, Pionir Lukisan Bertema Pesantren

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Selama ini, lukisan-lukisan bertema pesantren sangat jarang mendapat perhatian. Pesantren hanya dilihat sebagai lembaga pendidikan, yang tidak banyak menampilkan narasi estetik maupun keindahan dalam khazanah tradisinya. Padahal, pesantren juga memiliki khazanah kesenian yang kaya, di antaranya dalam tembang, syair dan lukisan.

Untuk mengenalkan khazanah kesenian pesantren, khususnya lukisan, NU Gallery berusaha menjadi pionir dengan menghadirkan pameran-pameran di beberapa lokasi. NU Gallery dibentuk, sebagai gallery dengan manajemen, event organizer, komunikasi dengan pelukis-pelukis, hingga menyelenggarakan agenda-agenda workshop untuk mencari pelukis muda berbakat dari pesantren. NuGallery dapat diakses melalui website www.nugallery.net.?

NU Gallery, Pionir Lukisan Bertema Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Gallery, Pionir Lukisan Bertema Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Gallery, Pionir Lukisan Bertema Pesantren

H. Ubaidillah, Lc dari NU Gallery, menyampaikan bahwa NU Gallery dibentuk tidak sekedar untuk menjadi penyelenggara pameran. "Kami tidak hanya menjadi event organizer dalam pameran dan lelang lukisan. Justru, kami ingin menjadi yang pertama sebagai gallery dengan manajemen professional, yang mengenalkan khazanah pesantren berupa karya-karya lukisan, agar dikenal publik secara luas," tegas H.Ubaidillah, yang akrab disapa Ra Ubaid.?

Dalam waktu dekat, NU Gallery akan mengadakan pameran dan lelang lukisan bertema Santri Nusantara. Agenda pameran ini, dalam rangkaian Puncak Kirab Hari Santri Nasional, diselenggarakan pada Kamis (22/10), di Tugu Proklamasi, Pegangsaan Timur, Jakarta.?

"Pameran lukisan NU Gallery ini kami selenggarakan untuk memeriahkan acara puncak Kirab Hari Santri Nasional. Sebelumnya, Kirab Hari Santri Nasional dimulai sejak 18 Oktober di Surabaya sampai garis finish pada 22 Oktober di Tugu Proklamasi, Jakarta," terang Ra Ubaid.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada pameran kali ini, NU Gallery akan menampilkan karya-karya istimewa dari KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), KH. Munawir, Toto Ms, dan KH. Zawawi Imron. Pelukis Toto Ms menggarap karya istimewa bertajuk "Hadratus Syaikh", yang merupakan karya lukisan sosok KH. Hasyim Asyari yang menjadi gurunya santri di Nusantara. Selain itu, pada acara pameran, KH. Zawawi Imron, juga akan orasi puisi "Resolusi Jihad" dan melukis ekspresif dalam waktu 10 menit. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Nahdlatul Ulama, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 11 Januari 2018

Suara Nging di Telinga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak ustad, saya mau menanyakan tentang suara “nging” di telinga. Banyak orang yang sering menafsirkan suara nging di telinga sebagai petanda buruk. Yang ingin saya ketahui, apakah betul seperti itu, atau bagaimana. Atas penjelasannya saya ucapkan terimakasih. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh. (Ayu/Jambi)

 

Jawaban

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Di antara kita memang kadang mengalami dan merasakan suara “nging” di telinga. Kadang ada yang berlangung sebentar, tetapi ada yang tidak.  Fenomena suara “nging” di telinga juga sering kali ditafsirkan ke hal-hal negatif. Bahkan kadang acapkali membuat gelisah orang yang merasakannya.

Suara Nging di Telinga (Sumber Gambar : Nu Online)
Suara Nging di Telinga (Sumber Gambar : Nu Online)

Suara Nging di Telinga

 

Sepanjang yang kami ketahui bahwa suara “nging” di telinga tidak ada kaitannya dengan petanda buruk. Tetapi merupakan peringatan kepada orang yang mengalaminya untuk ingat kepada Rasulullah saw dan membaca shalawat kepadanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw sebagai berikut:

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Jika telinga salah seorang di antara kalian berdengung, maka hendaknya ia mengingatku (Rasulullah saw), membaca shalawat kepadaku, dan mengucapakan: dzakarallahu man dzakarani bi khairin (Semoga Allah swt mengingat orang yang mengingatku dengan kebaikan)”. (H.R. al-Hakim, Ibn as-Sinni, at-Thabarani)

Dalam mengomentari sabda di atas, az-Zaila’i menyatakan bahwa dalam hadits tersebut mengandung bahwa tidak hanya sekedar mengingat Rasulullah saw tetapi juga bershalawat kepadanya dan mengucapkan: dzakarallahu man dzakarani bi khairin.   

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?. “Az-Zaila’i berkata, dalam hadits ini tidak cukup (bagi orang yang telinganya berdengung, pent)  hanya dengan mengingat Rasulullah saw saja sehingga ia bershalawat kepadanya (dan hendaknya membaca: dzakarallahu man dzakarani bi khairin)”. (Abdurrauf al-Munawi, Faidlul-Qadir, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz, 1, h. 511)

Masalah ini juga telah dibahas dalam Muktamar Nahdlatul Ulama ke-11 di Banjarmasin pada tanggal 19 Rabiul Awwal 1355 H/9 Juni 1936. Dalam Muktamar tersebut dijelaskan bahwa suaran “nging” dalam telinga menunjukkan bahwa Rasulullah saw sedang menyebut orang tersebut dalam perkumpulan yang tertinggi (al-mala` al-a’la) agar ia ingat kepada beliau dan bershalawat kepadanya.

Pandangan Muktamirin tersebut didasarkan kepada pendapat Abdurrauf al-Munawi yang dikemukakan oleh ‘Ali al-‘Azizi dalam kitab as-Siraj al-Munir: 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??. “Imam al-Munawi berkata,  sesungguhnya telinga itu berdengung hanya ketika datang berita baik ke ruh, bahwa Rasasulullah Saw. telah menyebutkan orang (pemilik telinga yang berdengung) tersebut dengan kebaikan di al-Mala’ al-A’la (majlis tertinggi) di alam ruh. (Lihat Akamul Fuqaha)

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Dan jika telinga anda berdengung atau bersuara “nging” maka segeralah ingat Rasulullah saw, bershalawat, dan mengucapkan, dzakarallahu man dzakarni bi khairin. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Islam dan Politik

Oleh KH MA Sahal Mahfudh. Islam sebagai agama samawi yang komponen dasarnya aqidah dan syariah, punya korelasi erat dengan politik dalam arti yang luas. Sebagai sumber motivasi masyarakat, Islam berperan penting menumbuhkan sikap dan perilaku sosial politik. Implementasinya kemudian diatur dalam syariat, sebagai katalog-lengkap dari perintah dan larangan Allah, pembimbing manusia dan pengatur lalu lintas aspek-aspek kehidupan manusia yang kompleks.

Islam dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam dan Politik

Islam dan politik mempunyai titik singgung erat, bila keduanya dipahami sebagai sarana menata kebutuhan hidup rnanusia secara menyeluruh. Islam tidak hanya dijadikan kedok untuk mencapai kepercayaan dan pengaruh dari masyarakat semata. Politik juga tidak hanya dipahami sekadar sebagai sarana menduduki posisi dan otoritas formal dalam struktur kekuasaan.

Politik yang hanya dipahami sebagai perjuangan mencapai kekuasaan atau pemerintahan, hanya akan mengaburkan maknanya secara luas dan menutup kontribusi Islam terhadap politik secara umum. Sering dilupakan bahwa Islam dapat menjadi sumber inspirasi kultural dan politik. Pemahaman terhadap term politik secara luas, akan memperjelas korelasinya dengan Islam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam konteks Indonesia, korelasi Islam dan politik juga menjadi jelas dalam penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas. Ini bukan berarti menghapus cita-cita Islam dan melenyapkan unsur Islam dalam percaturan politik di Tanah Air. Sejauh mana unsur Islam mampu memberikan inspirasi dalam percaturan politik, bergantung pada sejauh mana kalangan muslimin mampu tampil dengan gaya baru yang dapat mengembangkan kekayaan pengetahuan sosial dan politik untuk memetakan dan menganalisis transformasi sosial.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

***

Syariah Islam mencakup juga tatanan mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehidupan berbangsa, misalnya tergambar dalam tatanan syariat tentang berkomunitas (mu’asyarah) antar sesama manusia. Sedangkan mengenai kehidupan bernegara, banyak disinggung dalam ajaran fiqih siyasah dan sejarah Khilafah al-Rasyidah, misalnya dalam kitab al-Ahkam al-Sulthaniyah karya al-Mawardi atau Abi Ya’la al-Hanbali.

Pada zaman Rasulullah dan Khulafa al-Rasyidin dapat dipastikan, beliau-beliau itu di samping pimpinan agama sekaligus juga pimpinan negara. Konsep imamah yang mempunyai fungsi ganda—memelihara agama sekaligus mengatur dunia—dengan sasaran pencapaian kemaslahatan umum, menunjukkan betapa eratnya interaksi antara Islam dan politik. Tentu saja dalam hal ini politik dimengerti secara mendasar, meliputi serangkaian hubungan aktif antar masyarakat sipil dan dengan lembaga kekuasann.

Dalam teori politik sekuler, agama tidak dipandang sebagai kekuatan. Agama hanya dilihat sebagai sesuatu yang berkaitan dengan persoalan individual. Padahal secara fungsional, ternyata kekuatan agama dan politik saling mempengaruhi. Memang dalam arti sempit ada diferensiasi, misalnya seperti diisyaratkan oleh interpretasi sahabat Ibnu Masud terhadap ungkapan uli al-amr sebagai umara’ (pemimpin formal pemerintahan), yang dibedakan dengan ulama sebagai pemimpin agama.

Pengertian politik (al-siyasah) dalam fiqih Islam menurut ulama Hanbali, adalah sikap, perilaku dan kebijakan kemasyarakatan yang mendekatkan pada kemaslahatan, sekaligus menjauhkan dari kemafsadahan, rneskipun belum pernah ditentukan oleh Rasulullah SAW. Ulama Hanafiyah memberikan pengertian lain, yaitu mendorong kemaslahatan makhluk dengan rnemberikan petunjuk dan jalan yang menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Bagi para Nabi terhadap kaumnya, menurut pendapat ini, tugas itu meliputi keselamatan batin dan lahir. Bagi para ulama pewaris Nabi, tugas itu hanya meliputi urusan lahiriyah saja.

Sedangkan menurut ulama Syafiiyah mengatakan, politik harus sesuai dengan syariat Islam, yaitu setiap upaya, sikap dan kebijakan untuk mencapai tujuan umum prinsip syariat. Tujuan itu ialah: (1) Memelihara, mengembangkan dan mengamalkan agama Islam. (2) Memelihara rasio dan mengembangkan cakrawalanya untuk kepentingan ummat. (3) Memelihara jiwa raga dari bahaya dan memenuhi kebutuhan hidupnya, baik yang primer, sekunder mau pun suplementer. (4) Memelihara harta kekayaan dengan pengembangan usaha komoditasnya dan menggunakannya tanpa melampaui batas maksimal dan mengurangi batas minimal. (5) Memelihara keturunan dengan memenuhi kebutuhan fisik mau pun rohani.

Dari pengertian itu, Islam memahami politik bukan hanya soal yang berurusan dengan pemerintahan saja, terbatas pada politik struktural formal belaka, namun menyangkut juga kulturisasi politik secara luas. Politik bukan berarti perjuangan menduduki posisi eksekutif, legislatif mau pun yudikatif. Lebih dari itu, ia meliputi serangkaian kegiatan yang menyangkut kemaslahatan umat dalam kehidupan jasmani mau pun rohani, dalam hubungan kemasyarakatan secara umum dan hubungan masyarakat sipil dengan lembaga kekuasaan.

Bangunan politik semacam ini, harus didasarkan pada kaidah fiqih yang berbunyi, tasharruf al-imam manuthun bi al-mashlahah (kebijakan pemimpin harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat atau masyarakat). Ini berarti, bahwa kedudukan kelompok masyarakat sipil dan lembaga kekuasaan tidak mungkin berdiri sendiri.

***

Penyebaran Islam di Indonesia dapat disimak melalui pendekatan politik kultural dengan bantuan -atau sekurang-kurangnya toleransi- penguasa. Proses Islamisasi yang relatif cepat di Indonesia dengan jumlah penganut paling besar di seluruh dunia Islam, tidak lepas dari bantuan dan perlindungan yang diberikan penguasa. Dalam sejarah kontemporer, perkembangan politik Islam melalui pemimpin-pemimpinnya menegaskan, negara atau kekuatan politik struktural hanya diperlukan sebagai instrumen untuk menjamin pelaksanaan ajaran-ajarannya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Memang dari sudut pandangan ajaran formalnya, Islam sering -tidak selalu- mendapati dirinya dalam keadaan ambivalen di negeri. Di satu pihak ajaran formal Islam tidak menjadi sumber tunggal dalam penetapan kebijakan kehidupan negara, karena memang negara ini bukan negara Islam. Tetapi negara ini juga bukan negara sekuler, yang memisahkan antara urusan pemerintahan dan keagamaan.

Dalam keadaan demikian, ajaran formal Islam berfungsi dalam kehidupan ini melalui jalur kultural (pendidikan, komunikasi massa, kesenian dan seterusnya). Dapat juga melalui jalur yang tidak langsung, melalui politik struktural. Jalur ini memungkinkan, karena kekayaan Islam yang hendak ditampilkan dalam kehidupan bernegara tidak semata-mata ditawarkan sebagai sesuatu yang Islami saja, melainkan sesuatu yang berwatak nasional.

Nilai-nilai Islam sebagai sumber budaya yang penting di Indonesia, sudah sewajarnya menjadi faktor menentukan dalam membentuk budaya politik, tata nilai, keyakinan, persepsi dan sikap yang mempengaruhi perilaku individu dan kelompok dalam suatu aktivitas dan sistem politik. Indikasi yang paling menonjol dalam hal ini adalah, bahwa ke lima sila dari Pancasila yang telah disepakati menjadi ideologi politik, semuanya bernafaskan nilai-nilai Islami.

Bagaimana implementasi nilai Islam dalam budaya politik yang Pancasilais, bergantung pada kekuatan nilai-nilai itu mempengaruhi proses politik itu sendiri. Bila terjadi kemerosotan pengaruh nilai-nilai keagamaan Islam dalam budaya politik, sesungguhnya yang terjadi adalah sekularisasi kultur politik. Ini lebih membahayakan dan lebih ruwet masalahnya, ketimbang pemisahan secara formal struktur pemerintahan dan keagamaan.

Meskipun di Indonesia tidak akan terjadi sekularisasi fungsional struktur pemerintahan dan keagamann secara tegas, namun sekularisasi kultur politik tidak mustahil dapat terjadi. Kemungkinan terjadinya hal ini cukup besar, seiring dengan perubahan sistem nilai, akibat kemajuan ilmu peangetahuan, teknologi dan industrialisasi. Ini pada gilirannya juga akan mempengaruhi perilaku politik formal-struktural.

Di sinilah pentingnya upaya kulturisasi politik, tanpa menimbulkan kerawanan-kerawanan tertentu terhadap proses perkembangan politik struktural. Bahkan perlu diupayakan adanya keseimbangan antara proses kulturisasi politik dengan proses politik struktural, agar tidak ada kesenjangan antara dua proseitu. Hal ini mungkin juga penting, untuk menghindarkan kecurigaan yang sering muncul dari kalangan elit politik formal terhadap aktivitas politik melalui jalur kultural.

***

Dalam ajaran Islam, pemenuhan keadilan dan kesejahteraan merupakan keharusan bagi suatu pemerintahan -tak perlu berlabel Islam- yang didukung oleh masyarakat. Rasulullah sendiri sebenarnya memberikan syarat, bahwa kekuasaan rnemang bukan tujuan dari politik kaum muslimin. Rasulullah sendiri mencanangkan usaha perbaikan budaya politik atau pelurusan pengelolaan kekuasaan dan menghimbau kaum muslimin terutama ulama dan para elite politiknya untuk menjadi moralis politik.

Hal ini memerlukan kesadaran tinggi dari kalangan politisi Islam, untuk dapat menumbuhkan semangat baru yang relevan dengan perkembangan kontemporer dalam corak dan format yang tidak berlawanan dengan moralitas Islam. Cara-cara tradisional dengan mengeksploitasi emosi massa pada simbol-simbol Islam, harus ditinggalkan. Yang lebih penting justru adalah mengorganisir kader politik muslim yang lebih lentur dan punya cakrawala luas, serta punya kejelian menganalisis masalah sosial dan politik, agar pada gilirannya kelompok politisi Muslim tidak selalu berada di pinggiran.

Peran ini sangat bergantung pada keluasan pandangan para elite Islam sendiri, kedalaman memahami Islam secara utuh, sekaligus keluasan cakrawala orang di luar kekuatan politik Islam dalam melihat potensi dan kekuatan moral Islam dalam mengarahkan proses kehidupan bangsa untuk mencapai keadilan dan kemakmuran yang dicita-citakan. Memang upaya ini tidak begitu mudah dan mulus, karena masih cukup banyak kendala di kalangan kaum muslimin sendiri.

Wawasan politik kaum awam yang masih bercorak paternalistik di satu pihak, serta kepentingan melihat politik sebagai pemenuhan kebutuhan sesaat di pihak lain, merupakan kendala yang tidak kecil. Soal politik bukan sekadar soal menyalurkan aspirasi untuk menegakkan kepemimpinan negara (imamah) semata, tapi soal menata kehidupan secara lebih maslahat bagi umat. Karena itu, yang penting bukanlah penguasaan kekuasaan struktur politik formal dengan mengabaikan proses kulturisasi politik dengan warna yang lebih Islami. Bila ini yang terjadi, maka kenyataan sekulerlah yang akan terwujud, dan hanya akan menjauhkan umat dari tujuan utamanya, sa’adatud darain.

 

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS). Tulisan ini pernah disampaikan dalam diskusi di Kendal, 4 Maret 1989.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 29 Desember 2017

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Terjadinya beberapa kasus sengketa kepemilikan masjid membuat miris banyak pihak. Sebagai tempat ibadah yang nota bene milik umat, masjid sebenarnya tidak perlu disengketakan, tapi kenyataannya tidak sedikit masjid yang menjadi rebutan warga atau antar oknum takmir.?

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

Itulah yang mendorong Lembaga Takmir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) Jawa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid.?

“Sertifikasi tanah wakaf masjid itu salah satu tujuannya untuk menghindari masjid dari kemungkinan timbulnya sengketa,” tukas Ketua LTMNU Jawa Timur H Ali Mas’ud Kholqillah di kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw sela-sela Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid di aula STAIN Jember, Sabtu (16/2). ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ali Mas’ud menambahkan, pihaknya mendorong adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan tertib administrasi, khususnya terkait dengan sertifikasi tanah masjid. Sebab, kejelasan status tanah masjid juga ? akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah.?

Di samping itu, juga supaya jelas siapa pemilik masjid itu. “Sebab, seperti kita ketahui, karena ketidakpahaman pengurus masjid, tidak sedikit masjid NU beralih tangan kepada pihak lain, yang tidak sepaham dengan NU,” ulasnya sambil menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata jumlah masjid di Jawa Timur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di tempat yang sama, Ketua LTMNU Cabang Jember, H Muhammad Hasin menyatakan pihaknya siap memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah masjid.?

“Kami siap mengkomunikasikan dengan notaris atau BPN untuk pembuatan sertifikat itu,” tukasnya.?

Pensiunan guru agama tersebut menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendata jumlah masjid di Kabupaten Jember, yang diperkirakan mencapai 2500 buah. Dari pendataan itu, akan diketahui berapa jumlah masjid yang belum bersertifikat. ?

“Kalau belum disertifikat, kita dorong, tapi juga terserah mereka,” urainya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 Desember 2017

PBNU: Pancasila dan NKRI adalah Jimat Persatuan yang Harus Dikawal

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) memandang, selain persoalan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial, tantangan pemerintah dan bangsa Indonesia saat adalah menjaga dan terus meneguhkan Pancasila serta NKRI sebagai jimat persatuan yang harus dikawal. Kesadaran ini tidak terlepas dari kelompok-kelompok yang selama ini getol menolak Pancasila sebagai dasar persatuan bangsa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBNU H.A. Helmy Faishal Zaini saat memberikan maklumat Pesan Kemerdekaan Nahdlatul Ulama, Rabu (17/8) di Gedung PBNU. Pesan kemerdekaan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI.?

PBNU: Pancasila dan NKRI adalah Jimat Persatuan yang Harus Dikawal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pancasila dan NKRI adalah Jimat Persatuan yang Harus Dikawal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pancasila dan NKRI adalah Jimat Persatuan yang Harus Dikawal

“Bahkan pemerintah harus menindak tegas kelompok-kelompok anti-Pancasila yang hingga sekarang masih melakukan aktivitas doktrinasinya,” jelas Helmy di hadapan para wartawan yang hadir untuk menyimak pesan kemerdekaan tersebut.

Dia menyayangkan sikap pemerintah yang selama ini seolah melakukan pembiaran terhadap eksistensi kelompok-kelompok tersebut. Pembiaran ini menurutnya, hanya akan menumbuhsuburkan gerakan radikalisme yang akhirnya berujung pada tindakan terorisme. Paham tersebut juga tidak sesuai dengan cita-cita yang telah dibangun oleh para founding fathers negeri ini.

Di tengah persoalan krisis nasionalisme tersebut, Helmy juga menyayangkan ada pihak-pihak tertentu yang menganggap bahwa persoalan kewarganegaraan bukan merupakan masalah substansial. Hal ini terkait dengan kasus yang saat ini menimpa mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Gloria Natapradja Hamel yang sempat tidak dikukuhkan oleh Presiden karena diketahui ayahnya masih memegang paspor Prancis.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jika kembali melihat bahwa Indonesia merupakan negara hukum, maka harus dipatuhi betul Undang-Undang yang berlaku terkait kewarganegaraan maupun keimigrasian. “Kami mengapresiasi Presiden Jokowi yang melakukan langkah cepat dengan memberhentikan Arcandra terkait kasus kewarganegaraan tersebut,” terang Helmy.

Lebih jauh, dia menjelaskan, langkah menyadarkan bangsa Indonesia bahwa memperkuat wawasan kebangsaan adalah persoalan penting sebab masih banyak kelompok-kelompok yang mau mengganti negara bangsa menjadi negara agama. Mereka menghadap-hadapkan antara agama dan nasionalisme, padahal kedua entitas tersebut saling memperkuat.

“Seperti upacara di berbagai pesantren, di mana santri dan kiainya mengenakan sarung, peci, dan baju layaknya dipakai mengaji sehari-harinya. Hal ini menunjukkan semangat kebangsaan atau nasionalisme dari kaum santri sebagai representasi muslim terbesar di Indonesia,” pungkas Helmy. (Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Cerita, AlaNu, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 19 Desember 2017

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep, Jawa Timur, menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, Ahad (20/7) di kantor PCNU Sumenep, Jalan Raya Trunojoyo, Sumenep.

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sumenep Dorong Ansor Lakukan Pemberdayaan Ekonomi

Selain unsur pengurus pimpinan anak cabang (PAC) dan pengurus pimpinan cabang (PC), hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur Badrut Tamam dan Sekretaris PCNU Sumenep K. A. Dardiri Zubairi.

Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim dalam sambutannya mengatakan, Ansor sebagai organisasi pergerakan harus menjadi lembaga yang mampu memberdayakan umat, khususnya warga Nahdliyin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sebagai banom NU, Ansor juga perlu melakukan dakwah islamiyah dengan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ansor perlu melakukan dakwah kesejahteraan,” terang mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu.

Selain itu, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah itu, Ansor mesti menjadi lembaga yang bisa mencetak kader-kader penggerak NU yang akan melanjutkan estafet pengabdian keumatan di masa  yang akan datang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Badrut Tamam menuturkan, Ansor harus menjadi lokomotif gerakan dakwah kesejahteraan yang konsen di bidang usaha ekonomi kerakyatan. "Ansor adalah kader masa depan NU," tutur anggota DPRD Jawa Timur itu. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 18 Desember 2017

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa

Banjarmasin,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw . Ranting sebagai ujung tombak NU di desa dalam garis struktural berada dalam posisi terbawah. Namun justru di situlah basis massa kekuatan NU berkedudukan. Legitimasi kebesaran NU berangkat dari amaliyah Aswaja yang dipraktikkan warga nahdliyin di desa (kelurahan) ini, seperti yasinan, tahlilan, sholawatan, dan seterusnya. 

Di Kalimantan Selatan, semisal di Banjarmasin, meski amaliyah warganya mayoritas adalah NU, tapi mereka jarang bahkan tidak pernah bersentuhan dengan pengurus Ranting di desanya masing-masing. 

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa

Secara struktural, pengurus NU di tingkat desa/kelurahan adalah pengurus ranting. “Karena itu, kami tertarik dengan Pelatihan Penggerak Ranting yang digagas oleh PP Lakpesdam ini yang secara khusus ingin menggerakkan pengurus ranting,” ujar Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Kalimantan Selatan Syarbani Haira.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

PWNU Kalsel menunjuk PW Lakpesdam NU agar bekerja sama dengan PP Lakpesdam NU untuk menggerakkan pengurus-pengurus ranting se-Kalimantan Selatan. Pada tanggal 13-15 Maret, pelatihan tersebut telah digelar dengan menghadirkan fasilitator dan narasumber dari PP Lakpesdam dan alumni Kader NU asal Kalsel yang bertempat di Gedung Dakwah NU Kalsel.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang yang terdiri atas pengurus ranting dan aktivis NU di desa dan berusia di bawah 40 tahun. Sebagian dari peserta merupakan intelektual muda NU yang sudah menyelesaikan pendidikan SLTA, S1 dan S2 sehingga diharapkan tenaga mereka untuk berperan besar di ranting,” ujar Sudirwo dalam Laporan Ketua PW Lakpesdam NU Kalsel.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada kesempatan tersebut, Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Ma’shum mengatakan, ranting-ranting NU di tingkat desa maupun kelurahan harus digerakkan. Karena, tanpa gerakan warga nahdliyin di level ranting, kebesaran jamiyah NU akan terasa kurang sempurna. 

“Ruh NU adalah aktivitas atau gerakan warga NU yang ada di desa-desa itu,” tandasnya. Untuk itu, pelatihan penggerak ranting ini dimaksudkan untuk membuat model-model gerakan NU di tingkat ranting dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di desa.

Apalagi, dengan adanya Undang-Undang Desa, pengurus ranting NU dan warga Nahdliyin saat ini harus lebih berperan aktif dalam kebijakan desa, mengawal pemerintahan desa, dan juga berkontribusi dalam mengelola sumberdaya di desa. 

“Apa jadinya jika pengurus ranting tidak aktif, sumberdaya desa akan dikelola oleh orang lain, dan warga NU akan jadi penonton saja?” pungkas Yahya. Pada akhir pelatihan, para aktivis ranting ini bersepakat untuk membuat berbagai model gerakan yang akan dilaksanakan di desa/kelurahan, antara lain: model gerakan lailatul ijtima, advokasi kebijakan desa, pengembangan pendidikan melalui sekolah terbuka, pengembangan ekonomi melalui BMT, dan gerakan kampung media. (Abd.U- Sud/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, AlaNu, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 Desember 2017

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) mengirimkan 42 orang yang terdiri atas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan pengawas PAI untuk kursus singkat (short course) ke Australia. Selama 15 hari di Australia, peserta kursus singkat belajar di Universitas Adelaide dan berkunjung ke beberapa sekolah yang ada di Adelaide, Melbourne, dan Sydney.

Direktur PAI Amin Haedari menuturkan bahwa pengiriman para GPAI dan pengawas ke Australia itu dimaksudkan untuk membekali mereka tentang metodologi pembelajaran dan multikulturalisme.

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

“Mereka kita kirim ke Australia bukan untuk belajar konten PAI, tapi metodologi dan multikulturalisme,” terang Amin di Jakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selama di Australia, para guru PAI dan pengawas ini terbagi ke dalam dua waktu. 10 hari pertama mereka belajar di Universitas Adelaide, dan 5 hari berikutnya rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok ke Melbourne dan satu kelompok lagi ke Sydney.

Di Adelaide mereka belajar di kampus dan juga berkunjung ke beberapa sekolah di wilayah setempat. Di Melbourne dan Sydney mereka hanya melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Mereka sengaja kita kirim ke sekolah-sekolah yang ada di Melbourne atau Sydney agar bisa melihat langsung proses pembelajaran di sana. Biar mereka juga bisa bertukar pendapat dengan para tenaga pendidik dan siswa, dan mengamati pembelajaran di kelas. Sekaligus bagaimana pengelolaan pendidikan di sana,” terang Amin.

Hasil dari kursus singkat di Australia ini menurut Amin akan dirumuskan, dibukukan, dan diimplementasikan untuk semua guru PAI yang ada di Indonesia mulai tahun 2016 mendatang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, News, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 08 Desember 2017

Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat

Apabila kita membaca berbagai karya Kiai Sholeh Darat (1920-1903), akan tampak metodologi beliau dalam menulis: menyajikan yang berat dengan ulasan yang ringan. Kiai Sholeh Darat tidak mau bermonolog di hadapan pembacanya, melainkan memilih berdialog dengan berusaha memahamkan para pembaca karya-karyanya.

Karena Kiai Sholeh Darat adalah “Koki Intelektual”, maka ketika mengolah karyanya, beliau mengambil bahan baku yang pas dan cocok untuk diolah, diracik sedemikian rupa agar sesuai dengan selera lokal, dan disajikan dengan pola pikir masyarakat awam. Silahkan dicermati berbagai karyanya, niscaya akan ketemu pola seperti ini.

Karya-karya Kiai Sholeh Darat sebagian ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa pasaran, bukan bahasa Jawa Kromo Inggil ala keraton. Hal ini bisa dimaklumi, sebab jangkauan dakwahnya lebih ke masyarakat awam. Visi edukatif ini beliau tulis dalam pengantar salah satu karya populernya, Majmu’ah As-Syari’ah al-Kafiyah li al-‘Awam.

Dalam kitab ini, beliau menulis, “….kerono arah supoyo pahamo wong-wong amsal ingsun awam kang ora ngerti boso Arab mugo-mugo dadi manfaat biso ngelakoni kabeh kang sinebut ing njeroni iki tarjamah. (agar masyarakat awam yang tidak mengerti bahasa Arab bisa paham dan semoga bermanfaat (serta) bisa mengamalkan semua yang disebutkan dalam terjemahan ini)."

Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat

Meskipun demikian, dakwah Kiai Sholeh bukan hanya menjangkau kalangan awam saja. Para priyayi yang menduduki posisi prestisius di kasawan pesisir Jawa juga menjadi murid setianya. Yang paling masyhur tentu saja Raden Ajeng Kartini. Perempuan ini meminta Kiai Sholeh agar memberikan ulasan lebih mendalam mengenai makna ayat-ayat Al-Qur’an. Sebuah permintaan yang dikabulkan Kiai Sholeh dengan cara menulis Faidh al-Rahman, sebuah tarfsir Al-Qur’an yang kemudian dihadiahkan kepada Kartini pada saat pernikahannya dengan Bupati Rembang.

Lahir di Jepara, 1820, berguru kepada para ulama di Makkah dan mengembangkan kiprah keilmuannya di kota suci ini, namun panggilan nuraninya dan siasat “culik” yang dilakukan oleh Kiai Hadi Girikusumo pada akhirnya melabuhkan Kiai Sholeh Darat di Semarang, di mana beliau mengembangkan kajian keilmuan hingga akhir hayatnya, 1903.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salah satu karyanya, Syarah Hikam, memberi penjelasan atas aforisme indah di dalam kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah As-Sakandari. Di tangan Kiai Sholeh Darat, ulasan tasawuf dalam kitab ini disajikan dengan indah dan mudah dicerna, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Tak berbeda dengan ulasan dalam Syarah Hikam, Kiai Sholeh juga menyajikan ulasan mengenai hal-ihwal teologi (tauhid) yang enak dinikmati melalui karyanya, Tarjamah Sabil a-‘Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid. Kitab berbahasa Jawa ini merupakan syarah atas kitab Jauharah at-Tauhid karya Syekh Ibrahim al-Laqqani (w. 1631) yang berbentuk nadzam 144 bait. Ulama ahli hadits ini bermadzhab Maliki dan memiliki keahlian di bidang teologi dan tasawuf.

Meskipun terhitung pendek, tetapi kitab Jauharah at-Tauhid ini mencakup berbagai aspek perihal tauhid, bahkan juga tasawuf.

Tak heran jika Kiai Sholeh Darat menyisihkan waktunya untuk menuntaskan karya ini. Dalam masalah tauhid, kitab ini membahas lima puluh akidah ahlussunnah wal jama’ah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lima puluh akidah ini wajib diketahui oleh masyarakat awam secara terperinci dan wajib mengetahui dalilnya secara global. Menurut Kiai Sholeh Darat, orang awam cukup mengetahui dalil ijmaliy (dalil umum), tidak wajib mengetahui dalil tafshily (dalil terperinci), sebagaimana yang tertera dalam kitab Umm al-Barahin (hlm. 23).

Selain itu, buku ini juga mengulas hal yang wajib diketahui oleh umat Islam, seperti hisab, syafaat Rasulullah, sirath al-mustaqim, ruh, kebangkitan dari alam kubur, surga dan neraka, dan lain-lainnya.

Dalam ranah tasawuf, buku ini juga mengulas perilaku yang harus dimiliki seorang muslim seperti tawakal, memuliakan keturunan Rasulullah, juga mengenai tazkiyat an-nafs seperti ujub, riya’, takabbur, dengki, dan sebagainya. Yang menarik, dalam bab “77 Cabang Iman”, sekali lagi, Kiai Sholeh darat memberi penekanan mengenai pentingnya mengajar orang awam menggunakan bahasa lokal, seperti Melayu dan Jawa.

Kiai Sholeh memberikan contoh seorang cendekia bernama Syekh Ismail al-Minangkabawi yang mengajarkan kitab Sabil al-Muhtadin karya Syekh Arsyad Al-Banjari yang berbahasa Melayu di Makkah. “Orang yang menjadi guru tidak boleh sombong, tidak mau mengajarkan kitab terjemahan (bahasa Ajam/ selain bahasa Arab) karena khawatir dianggap bodoh, merasa senang jika orangh lain terlihat bodoh dan dia terlihat alim. Orang yang punya pemikiran seperti inia dalah orang gila.” (hlm. 61).

Visi edukatif Kiai Sholeh Darat terpantul melalui ulasan dari buku ini yang sangat gampang dicerna. Nadzam berbahasa Arab dikarang oleh Syekh Ibrahim al-Laqqani, kemudian diterjemahkan dan diulas dalam bahasa Jawa oleh Kiai Sholeh Darat yang mengambilnya berdasarkan materi yang diambil dari Hasyiyah As-Syaikh al-‘Allamah Ibrahim al-Bajuri yang berjudul Tuhfat al-Murid. Kemudian, lebih dari satu abad berikutnya karya ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Sahifa. Melalui buku ini kita bisa belajar teologi dan tasawuf dengan indah dan mudah.

Peresensi: Rijal Mumazziq Z (Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PCNU Surabaya)





Info buku

Judul : Tarjamah Tauhid Sabilul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid

Halaman : 456 hlm; 14, 8 x 21 cm

Penerbit : Sahifa

Cetakan : cet. 1, Mei 2017

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, Daerah, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 03 Desember 2017

Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Fatayat dan Muslimat NU se-Kabupaten Tegal rutin menjalin keakraban dengan menggelar kegiatan Mudzakarah yang dilakukan dengan bersama-sama di tiap-tiap Pengurus Anak Cabang. Sabtu (9/3) kemarin, Muzakarah bertempat di Kecamatan Sindang.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Dukuhwaru, Latifah mengatakan, kegiatan yang dilakukanya bertujuan untuk melanggengkan silaturahmi anatara pengurus dan anggota.

Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Keakraban, Fatayat Tegal Muzakarah Keliling

“Dengan jalinan mesra ini, akan ada komunikasi secara langsung dari anggota ke pengurus dari berbagai tingkatan. Modal komunikasi ini yang kami pakai untuk mewujudkan program bersama, membangun masa depan agar lebih baik,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Meski demikian, wanita Mungil itu memprediksi, pertemuan besar semacam ini, banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak terutama mendekati berbagai pemilihan umum. Banyak pihak yang ingin merebut pengaruh.

“Kami akan berkomitmen dengan gagasan awal yaitu tidak akan terlibat dan atau akan menutup diri dengan apa yang disebut politik praktis,” imbunya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan itu dihadiri, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Ustman, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal H. Ahmad Wasy’ari, Asisten II Bupati Tegal Agus Subagyo, jajaran Pengurus MWCNU dan badan otonom. KH Abdul Mutholib, kiai sepuh setempat memberikan taushiyah dalam muzakarah ini.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, AlaNu, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 30 November 2017

Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar berharap, Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari menjadi masjid yang makmur dan memiliki kegiatan-kegiatan yang bisa bermanfaat kepada umat Islam.

Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

 

Ia mengajak kepada umat Islam untuk ikut serta mengambil peran dalam meramaikan masjid yang berada di Daan Mogot, Jakarta Barat itu.

“Ini amanah kita semua (untuk memakmurkan masjid ini),” kata Kiai Miftah dalam acara Peringatan Hari Santri di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Sabtu (21/10) malam.

Selain itu, ia juga berharap masjid ini juga akan bisa melahirkan generasi-generasi yang berkualitas dan memiliki karakter yang teguh. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Yang juga beriman sebagai pembawa harapan kita,” ucapnya.

Hal itu harus benar-benar menjadi perhatian utama mengingat sebentar lagi Indonesia akan menikmati bonus demografi. Bonus demografi tersebut harus dikelola dengan baik, agar tidak malah menjadi beban. 

Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah, Kedung Tarukan itu juga berharap, pembacaan Salawat Nariyah pada acara Peringatan Hari Santri Nasional ini bisa memberikan berkah kepada umat Islam Indonesia. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Berkah usia kita, berkah umur kita, dan berkah masa depan kita,” tutupnya. (Muchishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Olahraga, Meme Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 29 November 2017

Mendikbud Klaim Tidak Ada Program Full Day School

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak ada rencana membuat program sekolah satu hari penuh atau "full day school".

"Saya tegaskan saya tidak punya niat, Kemdikbud tidak ada rencana untuk program full day school," kata Muhadjir saat menyampaikan pidato pada lokakarya guru di Labschool Jakarta, Kamis.

Mendikbud Klaim Tidak Ada Program Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Klaim Tidak Ada Program Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Klaim Tidak Ada Program Full Day School



(Baca: Presiden Batalkan Program Full Day School)


Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muhadjir menjelaskan program yang dimaksud ialah program penguatan karakter siswa melalui kurikulum yang sudah ada tanpa mengganti dengan kurikulum baru.

Muhadjir menjabarkan dirinya berpedoman pada visi Presiden yang tertuang pada Nawa Cita dalam membuat program penguatan karakter.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Dalam Nawa Cita jelas, program pendidikan karakter porsinya 70 persen, sisanya untuk ilmu pengetahuan," ujar Muhadjir.



(Baca: Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari)


Muhadjir yang mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang berpendapat dengan porsi pendidikan karakter sebesar 70 persen dan sudah berjalannya Kurikulum 2013, memerlukan kebijakan baru untuk penguatan pendidikan karakter tanpa mengubah kurikulum yang sudah berjalan.

"Maka perlu ada penguatan karakter, penguatan saja," kata Muhadjir.

Dia juga menerangkan bahwa penerapan delapan jam di sekolah juga bukan berarti belajar di kelas selama delapan jam, melainkan diisi dengan kegiatan lain di tempat lain.

"Delapan jam di sekolah, di kelas, jangankan anak-anak, guru juga nggak kuat," kata dia.

Menurut Muhadjir memaksakan anak didik belajar selama delapan jam di sekolah tidak sesuai dan tidak efektif.

Dalam pidatonya Muhadjir berkali-kali menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana membuat program sekolah satu hari penuh.

Bahkan dia berusaha meyakinkan dengan meminta wartawan mengecek dokumen atau anggaran yang menjadi bukti adanya program "full day school" di Kemendikbud. (Antara/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 03 November 2017

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

Kupang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah pengurus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sowan ke Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/12/13). Kedatangan mereka adalah dalam rangka konsolidasi partisipasi damai Natal di walayah NTT.

Silaturahmi dilakukan di Markas Polda NTT Kota Kupang, NTT. Rombongan pengurus PW GP GP Ansor dan Banser diterima Kapolda NTT Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana dan jajarannya. Yoga mengaku menyambut baik inisiasi para pemuda yang ingin menjalin persatuan dan kesatuan di lintas agama.

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

"Secara pribadi saya senang respon GP ansor mempunyai niat sama-sama menjaga situasi Natal dan tahun baru di wilayah NTT," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dijelaskan Untung, perbedaan merupakan anugerah Tuhan. Membenci perbedaan berarti tidak mengenali Tuhannya.? Kehadiran manusia didunia karena adanya perbedaan. Dia yakin GP Ansor NTT mampu menghayati ini dengan baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Yoga, terkait perayaan Natal dan tahun baru 2013, kepolisian daerah? NTT berusaha keras menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh pelosok selama aktivitas berlangsung. "Kita saling koordinasi, di mana ada polisi harus ada (pula) perwakilan Banser di setiap gareja di Kota Kupang," ujarnya.

Yoga berharap, GP Ansor dan Banser terlibat bukan saja di pengamanan gareja tetapi juga mengamankan situasi lalulintas dan berpatroli bersama Polisi. Dia mengingatkan, generasi muda perlu waspada dengan berbagai provokasi berbau adu domba melalui jaringan teknologi sekarang ini, seperti baik SMS, BBM, dan Twiter.

Karo OPS Polda NTT Kombes Pol Marffin Efendi saat dialog mendampingi Kapolda mengatakan, selama pengamanan berlangsung di lapangan patut bagi seluruh yang terlibat dalam kegiatan pengamanan untuk selalu? koordinasi.

Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis Aps mengungkapkan terima kasih kepada Polda NTT yang bersedia kerja sama dengan pihaknya untuk bergotong-royong mengamankan secara damai perayaan Natal.

“Sinergi tetap kita bangun di NTT, demi menyatukan keberagaman guna membangun NTT ke depan. GP Ansor tetap semangat dan menyapakati akan menjadi garda terdepan kerukunan umat beragama. Ini bagian dari lokomotif bersama membangun NTT tercinta,” katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Pendidikan, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 22 Oktober 2017

Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Rumadi Ahmad menyayangkan sikap TNI, Polri dan BNN yang melaporkan koordinator Kontras Haris Azhar ke Bareskrim Polri karena dianggap melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik terkait tulisannya di media sosial. 

“Sikap Polri, TNI dan BNN yang hendak melakukan kriminalisasi terhadap Haris Azhar, koordinator Kontras, patut disayangkan. Sikap reaktif itu justru akan mengundang kecurigaan publik atas kebenaran informasi yang diberikan Freddy Budiman melalui Haris Azhar,” ujar Rumadi melalui surat elektronik yang dikirim ke Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Jumat (5/8).

Rumadi menilai, Polri, TNI dan BNN seharusnya berterima kasih kepada Haris Azhar atas sejumlah informasi yang dia peroleh dari Freddy Budiman. Bukan justru mengkriminalkan. “Haris Azhar harus diajak kerjasama untuk menelisik kebenaran informasi itu. Tidak fair kalau Haris Azhar disuruh membuktikan kebenaran informasi itu. Kriminalisasi merupakan cara-cara lama yang seharusnya ditinggalkan,” lanjutnya.

Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar

Informasi yang disampaikan Haris Azhar menurutnya bukan hal baru. Di kalangan masyarakat sudah lama beredar kabar adanya keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba.

“Komjen Budi Waseso, Kepala BNN, juga pernah menyatakan hal yang sama. Agak aneh, Polri, TNI dan BNN saja belum berkomunikasi dan menanyakan kepada Haris Azhar atas informasi yang diberikan, tapi langsung memberi reaksi yang mengarah pada kriminalisasi,” katanya.

Menurut komisioner Komisi Informasi Pusat ini, kejahatan narkoba sebagai extra ordinary crime membutuhkan langkah-langkah luar biasa. Karena itu, mengkriminalisasi Haris Azhar karena informasi yang dia berikan hanya akan mengerdilkan langkah-langkah luar biasa yang seharusnya diambil aparat penegak hukum. (Zunus)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Kajian, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 06 Oktober 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Sebanyak 107 anak se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan khitan massal yang diadakan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo di Gedung lantai II RSI Siti Hajar Sidoarjo, Senin (15/2). Pada kegiatan rutin tahunan, jumlah peserta khitanan massa bertambah tahun ini.

Wakil Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo H Zuhdi Mansur mengatakan, kegiatan itu juga rutin diadakan oleh Rumah Sakit untuk membantu meringankan beban warga yang kurang mampu.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis

"Tahun kemarin peserta khitan berjumlah 100 anak. Sedangkan tahun ini 107. Usia terendah peserta 8 tahun dan usia peserta khitan tertinggi 13 tahun. Semoga anak-anak yang dikhitan menjadi putra atau permata bagi ibu dan bapaknya," harap Zuhdi Mansur.

Peserta khitan massal mendapatkan sarung, kopiah, baju koko, uang saku, snack, dan makanan dari RSI Siti Hajar. Mereka yang hendak dikhitan juga mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipimpin oleh Ketua BPM NU RSI Siti Hajar KH Hambali Zuhdi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Hambali menuturkan, sebelum dikhitan para peserta perlu membaca dua kalimat syahadat agar ketika dewasa mereka masih mengingat bacaan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Sejak kecil kita dididik masuk Islam. Makannya anak-anak yang dikhitan disyahadatkan supaya mereka berkeyakinan bahwa Allah itu Tuhannya, Nabi Muhammad adalah Rasulullah. Karena mereka yang akan memperjuangkan Islam dan masa depan bangsa," tutur pria yang juga sebagai Ketua MUI Sidoarjo itu.

Sejak kecil, anak harus dididik dengan baik seperti menanamkan tauhid. Hal itu perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga ketika anak sudah berusia 5-10 tahun, di dalam hatinya benar-benar Islam.

Menurut Kiai Hambali, sebaiknya anak dikhitan sebelum berumur 10 tahun. Pasalnya, di dalam Islam anak yang sudah berumur 10 tahun diwajibkan berkhitan sehingga saat anak itu menunaikan ibadah shalat, tidak ada najis.

"Semoga setelah khitan anak-anak semakin rajin dan seregep menunaikan ibadah shalat, mendapatkan ridha dari Allah SWT serta RSI Siti Hajar Sidoarjo bisa melaksanakan khitan massal setiap tahun," harapnya.

Seperti yang dialami oleh salah satu peserta khitan massal Kamalul Fathil Anshori (9) asal Desa Ketegan RT 03 RW 02, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Ia mengaku senang bisa mengikuti khitan massal yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

"Awalnya saja sakit, seperti digelitik. Setelah itu tidak sakit. Karena saya membaca surat Al-Baqarah dan membaca syahadat," kata Anshori. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Meme Islam, AlaNu, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw