Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Salah seorang ahli falak Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhyidin Khazin meninggal dunia, Rabu (22/3) pukul 10.00 WIB di Salatiga, Jawa Tengah.

Kabar duka tersebut disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghozalie Masroeri, Rabu lewat siaran pers.?

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Rencananya alhamrhum akan dimakamkan hari ini, pukul 16.00 WIB, di Desa Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga.

KH Muhyidin Khazin adalah pengurus LF PBNU periode 2005-2015. Ia juga merupakan dosen ilmu falak Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Ghazalie mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya salah seorang tokoh aflak ini. Ia menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga Nu untuk mendoakan almarhum.?

“Mohon seluruh jajaran LFNU/Nahdliyin/Muslimin melaksanakan shalat ghaib, tahlil, dan doa,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Internasional, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 16 Februari 2018

Terjun Politik Bukan Satu-satunya Pilihan

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Terjun ke dunia politik bukan satu-satunya pilihan. Melakukan aktivitas dakwah kemasyarakatan melalui Muslimat NU juga merupakan pilihan terbaik, sembari tetap prioritas mengurus keluarga.

Terjun Politik Bukan Satu-satunya Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Terjun Politik Bukan Satu-satunya Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Terjun Politik Bukan Satu-satunya Pilihan

Demikian disampaikan Ketua PC Muslimat NU Kudus Hj  Chumaidah terkait munculnya isu dirinya bakal maju menjadi Cawabup berduet dengan salah satu balon dari Golkar Budiyono  dalam pilkada Mei Mendatang.

Dihubungi wartawan di kediamannya desa Peganjaran Bae Kudus, Hj. Chumaidah  telah membantah dengan tegas kabar tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sampai saat ini tidak ada niat mencalonkan diri dan tidak ingin untuk terjun ke dunia politik. Saya tetap ingin fokus di jalur dakwah dan kemasyarakatan.” katanya tegas.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia mengatakan membangun kota Kudus tidak harus menjadi bupati atau wakil bupati tetapi berkhidmah di  organisasi kemasyarakatan juga bisa ikut berperan.

“Sebagai Ketua organisasi Muslimat NU juga bisa berpartisipasi membangun masyarakat dan umat,” tandas Hj.Chumaidah.

Chumaidah menyebutkan sebenarnya banyak pihak yang menawarinya menjadi cawabup dalam Pilbup 2013 mendatang. Namun karena tidak ada niat dan pihak keluarga termasuk  anak-anak tidak berkenan, pihaknya menolak tawaran tersebut. 

“Keluarga bagi saya adalah prioritas utama, selain kewajiban berdakwah untuk umat dan masyarakat. Pertimbangan ini yang membuat saya tidak mau maju baik sebagai bupati atau wakil bupati,” beber dia.

Pertimbangan lain untuk tidak maju, kata Hj.Chumaidah,  juga diperoleh dari hasil istikharoh kepada Alloh SWT. “Sekali lagi saya pertegas tidak akan nyalon cawabup. saya hanya Ingin fokus saja dalam membangun umat dan masyarakat,” jelasnya 

Chumaidah juga  ingin menepis kabar yang sudah terlanjur beredar luas di masyarakat. Dia berharap kabar tersebut membuat sejumlah calon tersakiti dengan informasi yang tidak tepat.

“Bagi saya ini menjadi guru PNS sekarang ini sudah lebih dari cukup. Apa yang kita peroleh sekarang ini harus disyukuri,” pungkasnya lagi.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 13 Februari 2018

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan

Klaten, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pesantren memainkan peran penting dalam perjuangan meraih kemerdekaan negara Indonesia. Peran tersebut, menurut Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, diwujudkan melalui perjuangan langsung melawan penjajah kemudian perjuangan membentuk akhlak manusianya.

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan

“Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran pesantren. Para pejuang Laskar Hizbullah dan lainnya, itu kebanyakan juga dari pesantren,” terang Habib Muhammad saat mengisi ceramah di acara Haul pendiri pondok Ki Ageng Selo Tulung Klaten, Ahad (17/8) malam.

Tidak hanya itu, di pesantren pula, generasi  bangsa ini mendapatkan pendidikan moral, sehingga mereka menjadi generasi yang berakhlak baik. Oleh karena itu, menurut Habib Muhammad, apabila ingin bangsa ini maju, tak boleh meninggalkan pesantren. “Kalau kita ingin jaya, maka pesantren mesti diperhatikan,” tukas dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Cucu Habib Ali, muallif Simtuddurar itu juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah kepada pesantren. “Pesantren yang notabene cikal bakal perjuangan dan warisan pejuang, mengapa banyak dilupakan, sedangkan sekolah warisan kolonial malah diurus?” ujar dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selanjutnya, Habib Muhammad juga mengajak para jamaah untuk senantiasa besyukur atas ni’mat kemerdekaan. “Kemerdekaan adalah nikmat yang wajib disyukuri. Anda hidup di daerah aman itu nikmat. Kalau hidup di daerah konflik mau ke masjid susah, ke pasar takut,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

Banda Aceh, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Lakpesdam NU Aceh terus mendorong kerja-kerja kemanusiaan yang melibat sejumlah komunitas beragama di Aceh. Akhir pekan ini, mereka menggelar senam sehat dan donor darah di SD Negeri 20 Gampong Mulia Banda Aceh, Banda Aceh, Ahad (13/3) pagi.

Ketua Lakpesdam NU Aceh Marini mengatakan, acara ini terselenggara berkat kerja sama pihak Lakpesdam NU Aceh, Yayasan Hakka Aceh, Bank Mandiri KK Peunayong, PMI, dan Ahlul Bait Gampong Mulia.

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

"Melalui program sehat dalam keberagaman ini kita berharap masyarakat sekitar ikut termotivasi untuk menjaga kesehatan salah satunya dengan senam dan donor darah," ujar Marini.

Ketua panitia acara Syukriadi menambahkan, para peserta senam berasal dari sekitar Gampong Mulia, Laksana, Peunayong, Lampulo, seputaran Kuta Alam, dan bahkan Situi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami selaku tuan rumah merasa puas karena masyarakat sangat antusias untuk hadir dan mengikuti semua kegiatan. Semoga nanti kami bisa mengumpulkan darah lebih dari 100 kantong," tambah Syukriadi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara kegiatan senam Tai Chi ini dipandu oleh Wulung, salah satu praktisi Tai Chi di Banda Aceh. Ia merupakan salah seorang pengurus yayasan Hakka Aceh.

"Senam Tai Chi 24 sangat populer di Cina karena sangat membantu untuk memperlancar aliran  darah kita. Semoga kita bisa latihan sama-sama di Banda Aceh setiap hari Rabu dan Sabtu di sasana barongsai Golden Dragon Aceh di belakang Gereja Methodis Gampong Mulia,” tambah Wulung didampingi Ketua Yayasan Hakka Aceh Aky. (Ismi Amran/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Doa, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 11 Februari 2018

NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Beragamnya budaya dan tradisi NU yang belum digali, menggerakkan PWNU DIY untuk mengadakan Festival Seni dan Budaya antar MWC NU Se-DIY, Ahad (19/5), di aula PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 41-42, Yogyakarta.

NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya

Festival ini diikuti oleh tujuh peserta, yakni MWC NU Godean, GP Ansor Kasian Bantul, GP Ansor ‘Rijalul Ansor’, MWC NU Pariyan Gunungkidul, MWC NU Banguntapan, MWC NU Wonosari, dan MWC NU Seyegan Sleman.

Tiga dewan juri didatangkan untuk menilai penampilan peserta, yakni Uye Saifullah dari Lesbumi DIY, Yazid Al-Busthomi dan Zamam Suyuti dari Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam sambutannya, Katib Aam PBNU KH Malik Madany mengatakan bahwa NU begitu mengapresiasi seni. Dalam sejarah ajaran Islam Indonesia yang disebarkan oleh Walisongo pun tak lepas dari seni dan budaya. Ia menyitir sebuah kata-kata: al-hikmatu dhollatul mukmin, aynama wajadaha fa huwa ahaqqu biha (Hikmah itu barang hilangnya orang iman, di mana dia menjumpai maka orang iman yang lebih berhak atas kalimat tersebut). 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Itulah yang menjadi landasan walisongo dalam berdakwah,” papar Kiai Malik siang itu.

Tampak beberapa peserta menampilkan kreasi seni dan budaya yang beragam, seperti hadrah yang dibawakan oleh MWC NU Pariyan Gunungkidul, shalawat ma’iyah oleh MWC NU Banguntapan, dan tembang Mocopat oleh Hartanto sebagai perwakilan dari MWC NU Seyegan Sleman. Para hadirin pun terlihat begitu menikmati alunan musik shalawat yang dihadirkan oleh peserta.

Jamiluddin, selaku penanggungjawab festival, mengatakan bahwa tujuan diadakannya festival ini adalah agar masyarakat turut serta nguri-nguri (menjaga dan melestarikan) seni dan budaya yang ada di NU. Ia berharap agar selalu mendapat dukungan.

“Para Peserta juga memberi masukan kepada kami, agar kegiatan semacam ini mendapat dukungan dari Jam’iyyah NU agar tetap berjalan,” tandasnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Kh. Nisa’, Sholikin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 24 Januari 2018

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Malang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sikap toleransi yang dibawa dan dicontohkan Gus Dur tidak lantas hilang karena kehilangan penggagasnya. Generasi muda pengagum Presiden RI ke-5 meneruskan perjuangannya dengan mengaji pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) membedah buku “Dialog Peradaban” yang mengisahkan dialektika antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda di jalan Sunan Kalijaga, Malang, Jawa Timur, Rabu, (5/12).

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Sementara itu, Wakil Lakpesdam Malang Mahphur membantah keras jika GARUDA dikaitkan dengan unsur politik. Sebagai salah satu pendiri GARUDA, ide awal terbentuknya kajian rutin akan pemikiran Gus Dur tak lain hanya ingin menghidupkan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena dengan itu kita bisa menapaktilasi perjalan Gus Dur. Gus Dur tidak pernah mati,” terang Mahphur di forum bedah buku itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gus Dur, menurutnya, sangat memahami agama-agama lain dengan sangat baik. Hal inilah yang membuat semua agama mengakui Gus Dur sebagai kaum intelektual dan sosok Kiai bijaksana. Karena, sikap bajik tolerasi itu sendiri tidak akan terlahir tanpa memahami detil agama yang ada di lingkungan kita.

Keseringan orang menggunakan klaim dengan pikiran negatif dalam memahami orang lain yang berbeda. Hal ini tidak pernah dilakukan Gus Dur ketika berhubungan dengan tokoh lain agama, jelas Mahphur.

Gus Dur melihat fakta sejarah ketika peradaban dibangun dengan kekerasan akan sangat bahaya dan merugikan bagi kedua Negara (Dijajah dan Menjajah). Pasalnya, ketika Negara yang dijajah akan terpinggirkan dan jauh dari kemajuan. Tak ketinggalan yang menjajah akan tak habis-habisnya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar, dan tentunya itu akan berimbas pada rakyat. (Diana Manzila/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Januari 2018

Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ratusan remaja memadati lapangan futsal dukuh Kauman desa Besito kecamatan Gebog, Kudus, Jumat (11/12) pagi. Remaja putra dan putri itu menyaksikan perlombaan futsal di mana pemainnya menggunakan sarung. Pertandingan melibatkan para pengurus Pimpinan Ranting IPNU di bawah Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Gebog.

Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog (Sumber Gambar : Nu Online)
Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog (Sumber Gambar : Nu Online)

Futsal Sarungan Awali Semarak Konferensi Pelajar NU Gebog

Penampilan pemain yang bersarung memicu gelak tawa dan sorak semangat para pendukung baik anggota IPNU maupun IPPNU dari masing-masing ranting. Terdapat sembilan kelompok dari sembilan PR IPNU sekecamatan Gebog.

Menurut Sekretaris PAC IPNU Gebog Mahfudz Shiddiq, perlombaan ini merupakan hal yang inovatif dan mempererat persahabatan. "Ini kegiatan yang kami rasa sangat inovatif dan dapat mempererat jalinan keakraban antarsesama pengurus ranting IPNU se-Gebog. Terbukti keramaiannya luar biasa. Setiap ranting membawa pendukung yang tak sedikit jumlahnya. Bahkan ada juga mereka yang membawa tim marcing band," ungkap Mahfudz usai perlombaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Permaian berdurasi 2 x10 menit dengan sistem gugur yang akhirnya ini dimenangkan oleh tim dari PR IPNU Klumpit sebagai juara I. Kemudian disusul juara II oleh tim PR IPNU Besito, dan juara III diraih PR IPNU Getassrabi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lomba futsal ini adalah yang pertama dari segenap rangkaian acara memeriahkan Konferensi bersama MWCNU, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU kecamatan Gebog. "Alhamdulillah, rangkaian konferensi anak cabang IPNU-IPPNU kecamatan Gebog berjalan lancar. Ini yang pertama, lomba futsal bersarung pengurus IPNU se-Gebog. Agenda ini kami kemas dalam satu istilah bertajuk Bulan Prestasi Pelajar dan Santri," terang Ketua IPNU Gebog Muhammad Noor Aris.

Aris berharap semangat di bidang olahraga di kalangan aktivis IPNU semakin berkembang. "Harapan besar kami dengan mengadakan futsal bersarung ini, semoga sportifitas para atlet IPNU se-Gebog senantiasa terjaga dan semakin bisa dikembangkan hingga menjadi atlet-atlet internasional," kata Aris.

Adapun konferensi rencananya akan diselenggarakan pada 27 Desember 2015 di MA-MTs NU Nurussalam, Gebog. (Istahiyyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Internasional, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dalam rangka memperingati hari lahir ke-56 PMII akan mendatangkan KH Nuril Huda Suaidi, salah seorang dari 13 tokoh pendiri PMII pada tahun 1960.

Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso

Kegiatan tersebut nantinya akan dilaksanakan pada Selasa, 19 April 2016, di Pendopo Kantor Bupati Kabupaten Bondowoso.

Ketua PC PMII Bondowoso Yudik mengatakan, pihaknya akan menyambut dengan penuh semangat kedatangan mantan ketua Lembaga Dakwah PBNU itu. Panitia penyelenggara juga mulai sibuk berkoordinasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami memang sengaja mengundang pendiri kali ini agar semangat kita semua tergugah dan berapi-api dalam menyongsong PMII ini menjadi ikon terbesar mengawal besarnya agama dan bangsa ini," papar, Selasa (12/4).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bupati Bondowoso H? Amin Said Husni dijadwalkan hadir dalam pengatan harlah kali ini. Begitu pula Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso H Abdul Qodir Syam, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso H Syaiful Bahar, Ketua IKA PMII Kabupaten Bondowoso H Asnawi Sabil, Ketua Mabincab PC PMII Kabupaten Bondowoso H Masud Ali, dan seluruh kader dan alumni PMII se-Bondowoso.

"Ini momentum besar dan luar biasa, Mas, bagi PMII untuk mengenang para leluhur dan sejarahnya,? khususnya PC PMII Bondowoso," jelasnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Internasional, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 20 Desember 2017

Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh

Ini adalah bagian pembuka dari kitab “Hidâyah al-‘Awâm Pada Menyatakan Perintah Agama Islam” yang berisi kajian fiqih Islam madzhab Syafi’i karangan seorang ulama besar Nusantara dari Kesultanan Aceh, yaitu Faqih Jalaluddin al-Âsyî (Faqîh Jalâluddîn ibn Faqîh Kamâluddîn ibn Qâdhî Baginda Khatîb, hidup di abad ke-18 M).

Dalam pembukaan, Faqih Jalaluddin Aceh mengatakan, kitab “Hidâyah al-‘Awâm” ini ditulis pada tanggal 5 Muharram 1140 Hijri (bertepatan dengan 22 Agustus 1727 Masehi), juga pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Ahmad Syah Johan Berdaulat Zhillullah fil Alam (dikenal juga dengan Sultan Alauddin Johan Syah, memerintah sepanjang masa 1147—74 H/ 1735—60 M).

Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh

Faqih Jalaluddin Aceh menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

(Adapun kemudian dari itu maka pada Hijrah Nabi Seribu Seratus Empat Puluh pada lima hari bulan Muharram zaman Paduka Seri Sultan yang besar kerajaannya lagi yang maha tinggi derajatnya yaitu Sultan Alauddin Ahmad Syah Johan Berdaulat Zhillullah fil Alam [semoga Allah abadikan kerajaannya] amin).

Sang Sultan telah meminta Faqih Jalaluddin untuk menulis sebuah kitab fiqih madzhab Syafi’i dalam bahasa Jawi (Melayu) agar bisa digunakan pedoman oleh umat Muslim di Kesultanan Aceh dan wilayah Nusantara lainnya. Memang telah ada dua kitab fiqih berbahasa Melayu yang ditulis oleh ulama-ulama sebelumnya, yaitu kitab “al-Shirâth al-Mustaqîm” yang ditulis oleh Syaikh Nûruddîn al-Rânirî pada tahun 1054 Hijri (1644 Masehi) di masa pemerintahan Sulthanah Shafiyatuddîn Tajul Alam (memerintah 1641—75 M), juga kitab “Mirât al-Thullâb” yang ditulis oleh Syaikh Abdul Rauf Singkel pada 1074 Hijri (1663 Masehi) di masa pemerintahan Sulthanah yang sama.

Namun tampaknya Sultan Alauddin Johan Syah ingin juga memiliki kitab fiqih yang aktual dan kontekstual pada zamannya. Karena itulah beliau pun meminta kepada mufti dan ulama sentral Kesultanan Aceh pada zamannya, yaitu Faqih Jalaluddin, untuk menuliskan sebuah kitab. Beliau menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Maka tatkala itu meminta kepada Faqir yang hina, peayan para ulama, Haji Jalâluddîn anak Syaikh yang arif billâh Syaikh Jalâluddîn anak Qâdhî Baginda Khatib, semoga Allah menyelamatkannya, oleh seorang daripada sahabat raja itu yang takut akan Allah Ta’âlâ, bahwa aku suratkan baginya suatu risalah yang [simpan?] maka aku namai akan dia “Hidâyah al-‘Awâm Pada Menyatakan Perintah Agama Islam”).

Kitab “Hidâyah al-‘Awâm” dimulai dengan kajian pengetahuan teologi Islam dasar, yaitu tentang sifat-sifat yang wajib bagi Allah, yang mustahil dan yang mungkin, demikian juga tentang sifat-sifat yang wajib bagi Rasulullah, yang mustahil, dan yang mungkin. Setelah itu, barulah kandungan kitab mengkaji pasal tentang bersuci dan shalat, dengan segala rujun, syarat, kewajiban, kesunatan, dan lain-lain detailnya. Dikaji juga dalam kitab ini fiqih-fiqih peribadatan lainnya, yaitu zakat, puasa, haji, dan terakhir tentang nikah dan talak.

Kitab “Hidâyah al-‘Awâm” ini dicetak bersama dalam bunga rampai karangan ulama-ulama Aceh lainnya yang terhimpun dalam “Jam’u Jawâmi’ Mushannafât ‘Ulamâ Aceh” yang disunting oleh Syaikh Ismâ’îl ibn ‘Abd al-Muthallib al-Âsyî dan diterbitkan di Kairo oleh Maktabah Musthafâ al-Bâbî al-Halabî pada bulan Muharram tahun 1344 Hijri (1926 Masehi). Bunga rampai tersebut menghimpun sembilan karya ulama Aceh dari setiap abad. Adapun “Hidâyah al-‘Awâm” karya Faqih Jalâluddîn Aceh ini, ia berada pada urutan pertama dalam bunga rampai tersebut.

Wan Muhammad Shagir Abdullah, penulis biografi ulama Nusantara asal Malaysia, mengatakan bahwa nama ayah Faqih Jalâluddîn Aceh dalam kitab versi cetakan bunga rampai “Jam’u Jawâmi’” tersebut keliru ditulis. Di sana tertulis nama Faqih Jalâluddîn anak Syaikh Jalâluddîn anak Qâdhî Baginda Khatîb. Yang benar adalah Faqih Jalâlulldîn anak Syaikh Kamâluddîn (Wan Mohd Shagir Abdullah, Syeikh Jalaluddin Al-Asyi; Kesinambungan Aktiviti Ulama Aceh, surat kabar “Utusan” Malaysia, edisi 04/12/2006).

Faqih Jalaluddin Aceh sendiri adalah murid dari Syaikh Bâbâ Dâwud ibn Ismâ’îl Aghâ al-Rûmî tsumma al-Âsyî (dikenal dengan Baba Dawud), seorang ulama dari Turki-Usmani yang menetap di Kesultanan Aceh, juga murid dari Syaikh Abdul Rauf Singkel (‘Abd al-Raûf ibn ‘Alî al-Fanshûrî al-Jâwî, w. 1693 M), seorang ulama besar Nusantara dari Kesultanan Aceh yang hidup satu generasi sebelumnya.

Faqih Jalâluddîn Aceh dinobatkan sebagai mufti dan imam besar Kesultanan Aceh, sekaligus Qadhi Malikul Adil kesultanan tersebut pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Maharaja Lela Ahmad Syah (1139—47 H/ 1727—35 M) dan juga pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Johan Syah (1147—74 H/ 1735—60 M).

Selain “Hidâyah al-‘Awâm”, Faqih Jalâluddîn Aceh juga menulis karya lainnya, yaitu “al-Manzhar al-Ajlâ ila al-Martabah al-A’lâ” (ditulis tahun 1152 Hijri/ 1739 Masehi), “Safînah al-Hukkâm fî Talkhîsh al-Khishâm” (ditulis pada bulan Muharram 1153 Hijri/ 1740 Masehi), “al-Hujjah al-Bâlighah ‘alâ al-Jamâ’ah al-Mutakhâshimah” (ditulis pada Muharram 1158 Hijri/ 1745 Masehi), dan “Asrâr al-Sulûk ilâ al-Mala’ al-Mulûm” (tidak diketahui titimangsa penulisannya).

Dari kesemua karya Faqih Jalâluddîn, kitab “Safînah al-Hukkâm”-lah yang menjadi masterpiece dan karya terbesarnya. Kitab ini merupakan pengembangan dari “Hidâyah al-‘Awâm”, yang mengkaji ilmu fiqih Islam, dengan cakupan kajian dan bahasan yang lebih luas dan dalam lagi.

Faqih Jalâluddîn Aceh memiliki seorang anak yang juga menjadi ulama besar di Kesultanan Aceh, yaitu Syaikh Muhammad Zain ibn Faqîh Jalâluddîn al-Âsyî. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 14 Desember 2017

Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sila keempat dalam Pancasila merupakan rumusan para kiai Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja). Penandanya dapat dilihat dalam pilihan kata yang dituangkan dalam sila keempat itu sendiri. Pilihan kata itu sangat khas para kiai aswaja yang bergelut dengan literatur keislaman.

Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali menyampaikan perihal itu dalam forum diskusi lingkar muda NU di Gedung PBNU lantai, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (8/5) sore.

Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah

“Kata ‘hikmah dan permusyaratan’ sangat tegas milik para kiai aswaja. Tanpa usulan mereka, dua kata itu takkan hadir dalam sila keempat Pancasila,” kata KH Asad Said Ali di hadapan sedikitnya 17 anak muda NU dari pelbagai komunitas.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bagi KH Asad Said Ali, para kiai aswaja merupakan ahli hikmah itu sendiri. ia menemukan penjelasannya dari Syekh Abdurrahman Al-Ghadri seorang ulama Libanon yang mengatakan, ahli hikmah itu adalah para ulama yang mendasarkan diri pada Al-Quran, Hadis, Ijmak, dan Qiyas. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari situ, KH Asad Said Ali menyimpulkan, para kiai aswaja di Indonesia menyampaikan gagasannya pada dua kata di atas. Hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan menjadi dasar penyelesaian masalah kerakyatan.

Diskusi berlangsung selama satu setengah jam. Usai pemaparan materi diskusi yang bertajuk NU dan Politik oleh KH Asad Said Ali, kesempatan tanya jawab jawab dibuka.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, RMI NU, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 Desember 2017

Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai

Krapyak, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Puncak peringatan haul ke-76 KH M Munawwir pada 31 Maret 2015 di Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogyakarta dihadiri oleh Rais Aam PBNU, KH Musthofa Bisri (Gus Mus). ? Dalam ceramahnya, Gus Mus mengajak masyarakat meniru para kiai seperti Kiai Munawwir, Kiai Ali Maksum, Kiai Zainal Abidin, dan Kiai Warson untuk hidup sederhana.

Gus Mus menjelaskan bahwa selama 32 tahun masyarakat Indonesia ini dididik pemimpin yang mencintai kemewahan. Mencintai dunia sudah melekat dalam diri masyarakat kita.?

Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Ajak Masyarakat Teladani Kesederhanaan Para Kiai

"Jadi, kalau istilah pondok, seneng dunyo wes malakah (sudah tidak dipikir dalilnya), ini bahaya. Kalau sudah seperti ini, cara yang paling ampuh adalah gerakan hidup sederhana," ucapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gerakan hidup sederhana, lanjut Gus Mus, membuat hati manusia lebih tenang dan stabil. Serangan dari neoliberalisme, kapitalisme, kenaikan bahan bakar minyak (bbm), dan naiknya nilai tukar rupiah atas dollar tidak akan mengganggu kehidupan masyarakat Indonesia.

"Saya sangat rindu dengan kehadiran kiai-kiai seperti kiai Munawir. Memiliki sifat bijaksana, dan menjalani kehidupan tidak dengan kemewahan. Ini akan menjadi benteng kita untuk menyelamatkan Indonesia," lanjut Gus Mus.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bagi Gus Mus, hidup sederhana itu akan melahirkan pribadi hebat yang mampu memberi solusi terhadap persoalan bangsa. Ilmu sederhana dan ilmu yang mampu mendunongke (mendudukan sesuatu secara proporsional) itu lahir dari pesantren. Bahkan ilmu tersebut digunakan pesantren untuk mendirikan Indonesia.

Para kiai, tambahnya, mendapatkan ilmu hidup sederhana dan ilmu ndunongke persoalan dari para Wali Songo hingga kanjeng ? Nabi Muhammad saw. Maka tugas pesantren, kiai, ustadz dan santri-santri adalah membawa ilmu tersebut untuk menyelamatkan bangsa ini.?

“Jangan sampai pesantren, kiai, dan para santri tidak ndunong (tidak paham) dengan dirinya sendiri," tegasnya. (Muyassaroh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 09 Desember 2017

Hipsi Gelorakan Semangat Kewirausahaan Santri

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Semangat kewirausahaan para santri harus terus digelorakan. Ini penting agar mereka kelak bisa mandiri, dan menjadi pengusaha yang dapat diandalkan.

Hipsi Gelorakan Semangat Kewirausahaan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi Gelorakan Semangat Kewirausahaan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi Gelorakan Semangat Kewirausahaan Santri

Inilah diantara tekad yang ingin diraih pada acara Seminar Santripreneurship yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif (21/2). Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta ini diselenggarakan di aula SMK setempat sejak pagi hingga siang.

Saat memberikan sambutan atas nama pengasuh pesantren, KH Mukhlish menyambut gembira atas kepercayaan pengurus HIPSI dan sejumlah sponsor terhadap acara ini.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kita berharap para santri dapat menyerap pengalaman dan ilmu yang disampaikan narasumber untuk bekal kelak,” tandasnya.

Sedanghan pengurus Hipsi cabang Jombang selaku penyelenggara, Mohammad Su’aib turut berterimakasih atas kesediaan pesantren untuk menjadi tuan rumah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kami berkeinginan dari pesantren ini akan muncul sosok pengusaha santri yang tangguhseperti telah dicontohkan para pendiri khususnya KH Bisri Syansuri,” katanya yang disambut amin peserta.

Pak Su’aib menyaampaikan bahwa kegiatan road show seminar santripreneurship akan berlangsung di lima pesantren besar di Jombang.?

“Untuk pagi ini diselenggarakan di Pesantren Mamba’ul Maarif Denanyar,” katanya. “Sedangkan siang hingga sore nanti akan diselenggarakan acara serupa di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” lanjutnya.

Tidak berhenti sampai di situ, berikutnya akan terus digelar acara serupa di Pesantren Tebuireng, Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung serta terakhir di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.

Sebelum seminar, para santri terlebih dahulu ditampilkan slide video tentang kiprah para kiai dan pengasuh pesantren di Jombang yang tidak kenal lelah membangun jaringan usaha sehingga terhimpunlah organisasi Nahdlatut Tujjar atau sekumpulan para pedagang. Para santri seakan mendapat stimulus ketika sosok pendiri dan pengasuh pesantren Mamba’ul Ma’arif yakni KH Bisri Syansuri muncul di video tersebut.?

“Kami bangga dengan kiprah Mbah Bisri,” kata salah seorang santri kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Pada kesempatan itu, tampil sebagai pemateri adalah Mohammad Ghazali dari PP Hipsi, HM Yasin dari Hipsi Jawa Timur serta Sulaimin Sanjaya yang juga trainer kewirausahaan. Sedangkan dari sponsor hadir juga Agung Nugroho Santoso, perwakilan dari ? So Nice pusat.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 04 Desember 2017

GP Ansor Jatim Shalat Ghaib untuk Korban Rohingya

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Timur melaksanakan Shalat Ghaib di mushala PWNU Jawa Timur (4/9) untuk korban kemanusiaan di Rohingya. Shalat diimami Wakil Ketua PWNU Jatim KH Ali Masud. Kemudian dilanjutkan tahlil bersama.

GP Ansor Jatim Shalat Ghaib untuk Korban Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Shalat Ghaib untuk Korban Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Shalat Ghaib untuk Korban Rohingya

"Mengutuk keras terjadinya tragedi kemanusian terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya di Myanmar dan berharap agar segera dihentikan, karena kejahatan kemanusiaan tidak dibenarkan apapun alasannya," kata H Rudi Triwahid, saat membacakan pernyataan sikap PW GP Ansor Jawa Timur.

Rudi mengatakan, berdasarkan berbagai sumber informasi, berita, kajian, penelitian, survei dan lain-lain, PW GP Ansor Jawa Timur berkeyakinan bahwa benar telah terjadi tragedi kemanusiaan di Myanmar, tepatnya di daerah Arakan, Rakhine yang menimpa etnis rohingya.

Ansor Jatim mengajak semua masyarakat untuk untuk menyatukan hati, tekad, semangat dan usaha satu tujuan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta tentu saja tidak memilih diam terhadap setiap ujaran kebencian, permusuhan dan persekusi terhadap minoritas.

Selain itu, pria kelahiran Lamongan ini, juga mengajak organisasi kepemudaan dan masyarakat Indonesia lainnya, untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dan misi bantuan kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya. Juga, melakukan secara lebih aktif people-to-people diplomacy di kawasan Asia, dengan tujuan agar konflik geopolitik di Myanmar itu tidak diimpor ke negeri kita.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia juga meminta seluruh umat Islam di Jawa Timur agar melakukan Shalat Ghaib untuk korban yang meninggal dunia dan korban terluka ringan maupun berat segera mendapatkan kesembuhan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Menyerukan kepada sumua kelompok masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan keaagamaan untuk menyikapi secara arif dan bijaksana atas tragedi kemanusiaan di Myanmar dengan tidak membuat aktivitas yang justru memperkeruh susana dalam negeri yang kita cintai ini," tegas Rudi.

Melalui surat pernyataan sikap itu, Rudi mengajak kepada semua elemen masyarakat Indonesia untuk ikut serta bersama-sama melakukan filterisasi dan pencegahan terhadap berita-berita hoaks dan provokatif, yang akan menimbulkan persoalan baru di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang cinta damai.

"Meningtruksikan kepada semua kader dan anggota GP Ansor Jawa Timur menjadi motor penggerak harmonisasi di tengah-tengah masyarakat dan melakukan aksi nyata yang solutif dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Nyanmar," pungkasnya. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, AlaSantri, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 30 November 2017

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Harta wakaf harus diproduktifkan supaya banyak manfaat yang bisa diambil. Poin utama wakaf adalah intifa (mengambil manfaat). Jika wakaf tanah yang dibangun di atasnya masjid, maka masjid tersebut harus dikelola secara produktif untuk shalat jamaah, tadarrus al-Quran, mengaji ilmu agama, musyawarah urusan umat, dan lain-lain.

Demikian pesan KH M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis Tayu dalam Seminar Wakaf Produktif yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Jawa Tengah, Senin (30/5), di Aula Ipmafa Lantai 2, Pati.

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

“Jika masjid kosong, tidak digunakan untuk jamaah, tadarrus al-Quran, dan lain-lain, maka nilai kemanfaatannya tidak ada dan orang yang wakaf (waqif) tidak mendapatkan pahala yang menjadi tujuan wakaf,” ujarnya di hadapan forum yang terselenggara atas kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Pati ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Begitu juga, lanjut Kiai Aniq, jika seseorang mewakafkan tanahnya yang dikelola dan keuntungannya untuk kemaslahatan masjid, maka tanah tersebut harus dikelola secara produktif sehingga menghasilkan pendapatan yang besar untuk memakmurkan masjid. Misalnya, tanahnya ditanami pepaya, pisang, atau sejenis, lalu dikelola dengan baik, sehingga menghasilkan produk yang laris dijual yang uangnya diberikan kepada masjid untuk mengembangkan masjid.

Dalam wakaf, shighat memegang posisi kunci, seperti waqaftu hadza ala al-masjidi (saya mewakafkan harta ini kepada masjid). Namun, untuk mengamankan posisi wakaf, aspek administrasi dan sertifikasi penting dilakukan supaya tidak terjadi perselisihan dan persengketaan di kemudian hari, bahkan sampai berujung ke pengadilan. Melihat pentingnya wakaf ini, orang yang akan mewakafkan tanahnya di masa mendatang bisa melakukan washiyyah bil waqfi (wasiat wakaf), namun proses sertifikasi tanahnya bisa segera dilakukan sekarang supaya aman dari fitnah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Empat tugas nadhir wakaf



Supaya nadhir wakaf yang berkewajiban mengelola harta wakaf mampu mengelola wakaf secara produktif, maka menurut KH. Muslihan dari Badan Wakaf Indonesia dan Penyelanggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Pati, nadhir wakaf harus menerapkan manajemen profesional. Manajemen professional dilihat dari aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan evaluasi (controlling).? ?

Ia menjelaskan, ada empat tugas nadhir wakaf. Pertama, melakukan proses administrasi harta wakaf secara tertib. Kedua, mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya. Ketiga, mengawasi dan melindungi harta benda wakaf. Keempat, melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Empat tugas nadhir ini harus dilakukan secara maksimal supaya potensi besar wakaf bisa dikelola secara produktif.

Di Indonesia, lanjut Muslihan, dengan asumsi umat Islam yang akan berwakaf 5 persen dari 190 juta, sekitar 9,5 juta jiwa, maka jika masing-masing mengeluarkan wakaf Rp 100.000 setiap bulan, maka akan terkumpul Rp 950 miliar per bulan dan Rp 11,4 triliun per tahun. Dana sebesar itu sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat untuk program pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa berprestasi, dan pemberikan kecakapan hidup (life skills) kepada kaum pengangguran di negeri ini.

Melihat potensi besar wakaf ini, Muslihan mendorong Program Studi Zakat Wakaf Ipmafa Pati supaya menjadi garda depan gerakan sadar wakaf dengan melahirkan amil zakat dan nadhir wakaf yang jujur, akuntabel, komunikatif, dan visioner.

Jamal Mamur Asmani selaku Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa menyatakan siap menjadikan Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA sebagai pionir gerakan sadar wakaf demi kemajuan umat dan kejayaan bangsa. Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati Bapak Mumu Mubarak menyatakan, MES Pati siap mendukung gerakan pembumian ekonomi syariah di Pati, termasuk gerakan sadar wakaf supaya nilai-nilai ekonomi syariah membumi di bumi nusantara dan dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat. Muhammad Fachrurrozi, selaku moderator mengatakan bahwa potensi wakaf yang besar ini harus disadari oleh masyarakat muslim supaya bisa dikelola secara profesional. (Red: Mahbib)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Sejarah, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 27 November 2017

Lahirnya Kelompok Intelegensia Islam Tradisional

Oleh W Eka Wahyudi

Tahun 1950-an merupakan era pembentukan kelompok ? intelegensia di kalangan Islam tradisionalis. Fenomena ini merupakan imbas dari kelompok reformis-modernis yang telah menjadi bagian dari elite-politik penguasa pada saat itu. Salah satu indikasinya adalah dilegitimasinya PII dan HMI sebagai organisasi satu-satunya bagi pelajar dan mahasiswa Muslim pasca keputusan Kongres al-Islam pada tahun 1949 (Yudi Latif, 2013: 391 ), yang pada gilirannya menggeser peranan kalangan tradisionalis dari dinamikan organisasi nasional.

Realitas ini kemudian menimbulkan gejolak bagi para mahasiswa yang mempunyai kultur Islam tradisionalis pondok pesantren. Karena, para pemuda dari kalangan pesantren sulit mendapatkan tempat dan cenderung tidak diakomodasi aspirasi-aspirasinya di dalam organisasi. Disinyalir, hal ini juga merupakan dampak dari mencuatnya friksi yang terjadi antara NU dan Masyumi pada tahun 1950-1960 an. “perseteruan” ini belakangan mengkooptasi kalangan pelajar dan mahasiswanya.

Lahirnya Kelompok Intelegensia Islam Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)
Lahirnya Kelompok Intelegensia Islam Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)

Lahirnya Kelompok Intelegensia Islam Tradisional

Sehingga, para mahasiswa yang berlatar belakang dari kalangan Islam tradisional sering mengkonsolidir potensi-potensinya di kos-kosan daerah Bumijo, Yogjakarta (kawasan sebelah barat perempatan Tugu) guna merumuskan dengan matang gerakan kaum muda NU pada selanjutnya. Desakan akan kebutuhan terhadap wadah pembinaan pelajar NU inipun, disambut dengan momentum diselenggarakannnya Konferensi LP. Ma’arif di Semarang pada bulan Februari 1954. Sehingga, gagasan progresif kaum muda NU tersebut dijadikan sebagai salah satu agenda pembahasan dalam pelaksanaan Konferensi. ? Secara ringkas, akhirnya dalam Konferensi LP Ma’arif kala itu, berhasil mengesahkan berdirinya organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang saat itu bertepatan pada tanggal 24 Februari 1954/ 20 Jumadil Akhir 1373 H. walhasil, tanggal inilah yang dinobatkan sebagai hari lahirnya organisasi pelajar NU.

Pada tanggal itulah merupakan periode kelahiran kelompok intelegensia kalangan Islam tradisionalis yang pada masa depan mampu memberikan khazanah pada dinamika keorganisasian di Indonesia. Gebrakan lahirnya para cendikia di kalangan NU ini menyusul semakin pesatnya para mahasiswa yang mempunyai latar belakang Islam tradisional masuk ke universitas-universitas pada tahun 1950-an. Diantaranya: Tolchah Mansoer (UGM), Ismail Makky dan Munsif Nachrowi (IAIN Yogjakarta), Mahbub Djunaidi (UI) dan beberapa kelompok kaum muda terdidik lainnya seperti Mustahal Ahmad, Sofyan Kholil dan Abdul Ghani Farida.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peningkatan jumlah mahasiswa tradisionalis ini, terutama juga disebabkan pasca pendirian perguruan-perguruan tinggi agama islam. Misalnya, di luar IAIN pada saat itu, berhasil didirikan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Solo pada tahun 1958, walaupun hanya satu fakultas, yakni syariah.?

Selanjutnya, pasca deklarasi pendirian IPNU melalui muktamar LP Ma’arif, tepatnya dua bulan kemudian pada tanggal 30 April s/d 1 Mei 1954, ? IPNU menyelenggaran Konferensi “Segi Lima”. Kenapa Konferensi ini disebut segi lima? karena pada saat itu dihadiri oleh kalangan assabiqunal awwalun IPNU yang terdiri dari lima daerah yakni; Jombang, Yogjakarta, Solo, Semarang dan Kediri.?

Konferensi ini kemudian menghasilkan kesepakan yang menandai kerja kelompok intelegensia Islam tradisionalis, yang antara lain;1) menjadikan Ahlusunnah wal jamaah sebagai asas organisasi, 2) tujuan organisasi yakni turut andil dalam mengemban risalah islamiyah, 3) mendorong kualitas pendidikan agar lebih baik dan merata, serta 4) mengkonsolidir kalangan pelajar. ?

Munculnya, kelompok cendikia “jenis baru” ini pada gilirannya menandakan perkembangan perspektif oleh kaum muda tradisionalis terhadap isu-isu rasionalisme, teknologi, pendidikan modern dan kondisi sosial . Sehingga pada kurun waktu tersebut NU telah memiliki lapisan intelegensianya tersendiri.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun, corak intelegensia yang dimiliki oleh kaum muda ini berbeda dengan Muhammdiyah. Jika kalangan muhamaddiyah cenderung terilhami oleh gerakan pembaharu Muhammd Abduh yang modernis, namun kalangan muda NU tetap mempertahankan sikap konservatifnya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan tradisi. Sehingga, jenis tipologi intelegensia kaum muda NU yang dalam hal ini direpresentasikan oleh IPNU lebih cocok jika dikategorikan sebagai “konservatif-modernis”. Yaitu tipe pemikiran yang sudah terbuka dengan pandangan-pandangan modern, namun tetap memelihara sekaligus menjaga kearifan dan keluhuran tradisi. Sebuah karakter pemikiran yang relevan diterapkan di Indonesia.

Selamat Harlah IPNU ke 63, Salam Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.

Penulis adalah Direktur Lembaga Komunikasi Perguruan Tinggi Pimpinan Pusat IPNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Meme Islam, Internasional, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 23 Oktober 2017

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Dalam rangka ikut mengamankan perayaan natal dan tahun baru, seluruh cabang Ansor yang juga memiliki anggota Banser malam ini turut mengamankan acara Natal dan tahun baru.

“Kami memberi bantuan kepada pihak gereja yang memerlukan pengamanan malam Natal dan tahun baru dan mereka sangat kooperatif,” ungkap Satkornas Banser H. Tatang, Jum’at malam.

Tahun baru masih menjadi prioritas pengamanan karena pada malam tersebut, masih terdapat acara ritual ibadah bagi kaum Kristiani., selain memang pada malam tersebut, banyak masyarakat yang merayakan pergantian tahun.

Pengamanan oleh Banser ini sifatnya berupa pengamanan pendukung dan mereka semua berada di bawah koordinasi Polri untuk tingkat nasional dan Kapolres untuk tingkat daerah. Secara nasional, koordinasi Banser bertempat di Gedung Anshor, Jl Kramat Raya Jakarta.

Ditanya tentang jumlah yang diturunkan, Tatang mengungkapkan bahwa hal tersebut tergantung dengan kemampuan dari masing-masing cabang. “Ada yang menurunkan 30 orang, ada yang 50 orang, sesuai dengan kemampuan yang ada karena semuanya didasarkan pada keikhlasan,” tandasnya.

Tradisi pengamanan geraja menjelang Natal ini sudah lama dilakukan oleh anggota Banser, namun semakin diefektifkan pada tahun 2000 sampai sekarang. Dalam sejarahnya, terdapat salah satu anggota Banser yang meninggal ketika menyingkirkan bom yang akan meledak di salah satu gereja di Mojokerto.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Jumat, 13 Oktober 2017

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sejumlah kader PC PMII Bandar Lampung dari pelbagai perguruan tinggi menggelar orasi dan penggalangan 1000 tanda tangan bagi terciptanya demokrasi terhormat di Bandar lampung, Lampung, Rabu (8/1). Mereka mengajak warga Lampung menolak demokrasi transaksional, demokrasi umbar janji, dan demokrasi halal-haram hantam.

Ketua PC PMII Bandar Lampung Hendri Badra mengatakan, setelah merdeka 68 tahun, kematangan demokrasi yang diharapkan masyarakat masih sangat jauh dari harapan rakyat. “Republik ini masih terkungkung dengan kegalauan sistem demokrasi,” kata Hendri, Rabu (8/1).

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Elit politik dan negarawan pada era Orde Lama berasal dari kalangan terdidik dan aktivis. Sementara pada Orde Baru, kata Hendri, elit politik diramaikan kalangan militer. Sedangkan saat ini, pengusaha juga turut andil dalam sistem kenegaraan. Buktinya banyak pengusaha melibatkan diri dalam partai besar selain membuat partai baru.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berangkat dari sejumlah pertimbangan di atas, PC PMII Bandar Lampung menggelar aksi kali ini. Aksi ini mengambil bentuk orasi berjalan dari Gedung Juang hingga Tugu Adipura.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hendri berharap aksi ini bisa menciptakan pemilu 2014 dan legislatif bersih supaya pemilihan umum kembali pada khittahnya. Sebagai tindak lanjut dari aksi ini, PC PMII Bandar Lampung membuka posko pengaduan dugaan kecurangan pemilu di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 10 Oktober 2017

Jangan Kau Robek Merah Putih Kami!

Oleh Aris Adi Leksono

Apa yang sesungguhnya terjadi di negeri ini? Siapa dibalik mobilitas sosial yang mengancam stabilitas keamanan, politik, dan ekonomi ini? Semuanya tanda tanya besar. Jawaban pasti mungkin hanya Tuhan yang tahu.?

Tersangka penista agama jadi ditahan atau tidak? Kelompok GNPF-MUI akan mencapai hasil yang diinginkan atau hanya rutinitas Jumat? Semuanya spekulasi, akibatnya memicu seribu opini yang semakin semrawut.

Jangan Kau Robek Merah Putih Kami! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kau Robek Merah Putih Kami! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kau Robek Merah Putih Kami!

Mulai dari opini yang mengarah pada isu SARA, sampai pada isu makar, ? kudeta kekuasaan Presiden. Respon atas opini tersebut juga beragam, mulai dari unjuk kekuatan massa dalam bentuk solidaritas anti penista agama, solidaritas gelar sajadah, sampai shalat Jumat akbar di tempat yang tidak lazim dilakukan oleh umat Islam Indonesia. Pihak lain, atas nama persatuan menggelar pawai Bhinneka Tunggal Ika, istighotsah kebangsaan, doa bersama, Nusantara satu, dan lain sebagainya.

Ini dagelan atau memang fase menuju kebangkitan, kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara, atau seperti yang diasumsikan kaum jihadis, masa kebangkitan Islam Indonesia? Seperti balsem, semakin digosok, semakin panas. Bagaikan api ketemu kayu bakarnya. Isu, opini, propaganda, fitnah individu atau kelompok, dan berita hoax menjalar begitu cepat, seakan lupa kita adalah saudara. Indonesia-ku, Indonesia-mu, Indonesia kita.

Ingat, Indonesia telah dijajah oleh musuh yang nyata selama lebih dari 350 tahun. Tapi, saat itu musuh bangsa Indonesia adalah bangsa lain. Nah, ironi saat ini seakan bangsa ini akan berperang melawan saudara sendiri. Saudara sebangsa dan setanah air yang terikat dalam rajutan merah putih, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih naas lagi ketika yang diperhadapkan adalah politik aliran, politik madzhab, dan lainnya. Bisa jadi antar ormas Islam Indonesia saling bermusuhan dan menjatuhkan. Akibatnya, lagi-lagi ancaman disintegarasi bangsa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Apakah mereka lupa, bahwa bangsa dan negara ini berdiri atas pengorbanan jiwa dan raga. Bangsa dan negara ini kokoh atas pengorbanan ego ras, suku, dan agama. Ego sektoral itu mampu disatukan menjadi konsensus Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Ini Nusantara Bung, berjuta pulau ada di sini, beribu ras dan suku ada di sini, berpuluh bahasa ada di sini, berpuluh agama dan kepercayaan ada di sini. Tapi sejak berpuluh tahun lalu sajadah kami adalah Merah Putih. Merah itu keberanian kami, putih itu hati, pikiran, tindakan kami yang selalu berusaha suci dan bersih.?

Nah, atas pertimbangan kita pernah merasakan himpitan bersama karena dijajah, kita pernah berikrar bersama bahwa tanah air, bangsa, dan bahasa kita sama. Dasar kehidupan berbangsa dan bernegara pernah kita rumuskan bersama, Pancasila. Kenapa hari ini seakan memori itu hilang? atau sengaja dilupakan? Apakah masalah hari ini lebih besar dari urusan penjajahan? Ataukah lebih rumit dari merumuskan dasar negara? Tentu tidak.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jangan engkau robek merah putih-ku, merah putih-mu, merah putih kita, hanya karena politik-kekuasaan, ego sektoral, apalagi hanya soal perang rezim. Merah putih telah menghantarkan kita sampai pada gerbang pintu kemerdekaan. Selanjutnya, tidak ada yang lebih penting, kecuali tercapainya cita-cita kemerdekaan. Terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.?

Bentangan merah putih masih mampu dan kuat dibuat berteduh. Jangan karena persoalan agama bentangan itu rapuh. Jangan karena menghadapi rekayasa dengan rekayasa, bentangan itu rubuh. Jangan karena kepentingan dan kekuasaan sesaat, bentangan itu ambruk. Agama dan negara, melalui nilai merah putih telah mengajarkan pentingnya menyelesaikan masalah kebangsaan dengan dialog, komunikasi, duduk bersama untuk musyawarah mufakat.?

Merah putih teruslah engkau berkibar. Barang siapa melakukan rekayasa, maka Allah SWT juga akan semakin merekayasanya. Kalau takbir dapat menjelma menjadi energi perjuangan, maka saatnya bersholawat di bulan Maulid ini untuk mewujudkan kesejukan bangsa dan negeri. Semuanya dalam dekapan merah putih. Merdeka!?

Penulis adalah rakyat jelata, perindu harmoni dalam dekapan merah putih.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 06 Oktober 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Sebanyak 107 anak se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan khitan massal yang diadakan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo di Gedung lantai II RSI Siti Hajar Sidoarjo, Senin (15/2). Pada kegiatan rutin tahunan, jumlah peserta khitanan massa bertambah tahun ini.

Wakil Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo H Zuhdi Mansur mengatakan, kegiatan itu juga rutin diadakan oleh Rumah Sakit untuk membantu meringankan beban warga yang kurang mampu.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis

"Tahun kemarin peserta khitan berjumlah 100 anak. Sedangkan tahun ini 107. Usia terendah peserta 8 tahun dan usia peserta khitan tertinggi 13 tahun. Semoga anak-anak yang dikhitan menjadi putra atau permata bagi ibu dan bapaknya," harap Zuhdi Mansur.

Peserta khitan massal mendapatkan sarung, kopiah, baju koko, uang saku, snack, dan makanan dari RSI Siti Hajar. Mereka yang hendak dikhitan juga mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipimpin oleh Ketua BPM NU RSI Siti Hajar KH Hambali Zuhdi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Hambali menuturkan, sebelum dikhitan para peserta perlu membaca dua kalimat syahadat agar ketika dewasa mereka masih mengingat bacaan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Sejak kecil kita dididik masuk Islam. Makannya anak-anak yang dikhitan disyahadatkan supaya mereka berkeyakinan bahwa Allah itu Tuhannya, Nabi Muhammad adalah Rasulullah. Karena mereka yang akan memperjuangkan Islam dan masa depan bangsa," tutur pria yang juga sebagai Ketua MUI Sidoarjo itu.

Sejak kecil, anak harus dididik dengan baik seperti menanamkan tauhid. Hal itu perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga ketika anak sudah berusia 5-10 tahun, di dalam hatinya benar-benar Islam.

Menurut Kiai Hambali, sebaiknya anak dikhitan sebelum berumur 10 tahun. Pasalnya, di dalam Islam anak yang sudah berumur 10 tahun diwajibkan berkhitan sehingga saat anak itu menunaikan ibadah shalat, tidak ada najis.

"Semoga setelah khitan anak-anak semakin rajin dan seregep menunaikan ibadah shalat, mendapatkan ridha dari Allah SWT serta RSI Siti Hajar Sidoarjo bisa melaksanakan khitan massal setiap tahun," harapnya.

Seperti yang dialami oleh salah satu peserta khitan massal Kamalul Fathil Anshori (9) asal Desa Ketegan RT 03 RW 02, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Ia mengaku senang bisa mengikuti khitan massal yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

"Awalnya saja sakit, seperti digelitik. Setelah itu tidak sakit. Karena saya membaca surat Al-Baqarah dan membaca syahadat," kata Anshori. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Meme Islam, AlaNu, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 22 September 2017

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Oleh: Ahmad Yahya

Sungguh bergetar hati ini sekaligus gembira pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017, dengan agenda besar instruksi dari PBNU pembacaan Shalawat Nariyah satu miliar. Tujuan dari pembacaan tersebut tidak lain adalah untuk mencari keberkahan dan keselamatan untuk bangsa Indonesia dari berbagai persoalan yang menimpa negeri ini.

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Bangga menjadi santri Indonesia, dari santri untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini adalah sebuah kalimat yang selalu menghiasi backgraund foto profil para santri atau orang yang menyatakan dirinya sebagai santri, atau yang mengaku-ngaku sebagai santri yang kemudian di posting di facebook, instagram, maupun sejenisnya yang terekam apik  dan tersebar di seluruh media sosial.

Tidak ada persoalan sama sekali dengan postingan-postingan tersebut, sah-sah saja kok. Tetapi pertanyaannya adalah apakah hanya pemaknaan sebagai simbol kebanggaan, atau ada pemaknaan lebih dari itu? Wallahu a‘lam. Simbol kebangaan tersebut adalah sebuah kebahagian tersendiri bagi para santri untuk lebih dicintai dan mencintai negeri ini. 

Kebanggaan sebagai santri tidak hanya cukup lewat postingan dan apapun itu jenis dan wujudnya, tetapi kebanggan ini justru harus dimaknai lebih dari sekedar postingan seremonial yang ujung-ujungnya hanya sebagai kebanggaan diri yang tidak ada artinya dan sebagai pajangan keakuan diri saja.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, persoalan hukum yang terjadi di negara ini harus dipikirkan secara serius oleh seluruh komponen bangsa, tak kecuali para santri. Hukum merupakan salah satu bentuk budaya untuk kendali dan regulasi perilaku manusia, baik individual atau kolektif dalam penerapannya. Hukum adalah alat utama kontrol sosial pada masyarakat modern serta dalam masyarakat primitif. Permasalahan hukum di Indonesia adalah salah satu masalah yang harus juga menjadi kajian khusus bagi para santri untuk menjadi bahan diskusi  dan bahan  kajian di kalangan pondok pesantren. 

Kenyataan yang terjadi dihadapan kita tentang berbagai kasus penangkapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan berbagai kasus yang fariatif mulai korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, maupun kejahatan-kejahatan lain di Indonesia, membuat kita prihatin dan miris, seolah sudah tidak ada lagi kejujuran, kepercayaan dan keterbukaan lagi di negeri ini. Maraknya kasus tersebut membuat pemerintah membangun sejumlah institusi yang bergerak dibidang investigasi dan audit seperti KPK, BPK, BPKP serta perangkat lainnya yang melekat di institusi. Sejumlah pelakupun telah disidang dan dihukum. Namun kasus-kasus serupa masih marak terjadi sampai sekarang, seolah tidak ada rem yang dapat dipakai untuk menghambat laju pertumbuhannya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pertanyaan yang tidak pernah dapat dijawab hingga saat ini adalah. Apakah yang menjadi akar masalah atas kasus yang terjadi tersebut?

Santri Sadar Hukum

Langkah nyata untuk mengembangkan potensi santri secara individu maupun kelembagaan pesantren terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia adalah dengan cara memahamkan dan meyakinkan santri dengan penguatan materi-materi hukum positif di pesantren, salah satunya adalah dengan memasukkan kurikulum tentang dasar-dasar hukum positif di Indonesia, maupun memberikan penyuluhan hukum kepada santri, serta membangun jaringan antar pesantren dalam penguatan-penguatan materi hukum. 

Edukasi semacam ini mungkin dapat memberikan rasa kepedulian santri, bahwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun dinegara kita ini adalah hukum belum bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan penegakkan hukum belum sepenuhnya di jalankan dengan seadil-adilnya.

Membentuk santri sadar hukum merupakan cita-cita dari seluruh lapisan masyarakat, mereka nantinya diharapkan mampu untuk memberikan rasa keadilan dimasyarakat hingga sendi-sendi dari budaya masyarakat yang berkembang menuju terciptanya suatu sistem masyarakat yang menghargai satu sama lain.  

Membuat santri sadar, cerdas dan peka terhadap hukum bukanlah sesuatu yang mudah dengan membalikkan telapak tangan, banyak yang harus diupayakan oleh unsur-unsur yang terkait untuk memikirkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan selalu memberikan motivasi kepada para santri  untuk selalu memberikan rasa aman, nyaman dan keadilan di masyarakat lewat upaya-upaya pelayanan hukum di masyarakat lewat tindakan nyata, dengan tanpa membedakan golongan, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. 

Cita-cita Mulia

Para santri adalah orang-orang yang taat beragama dan setia terhadap ulama’ dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  peran nyata santri saat ini juga sudah di rasakan oleh seluruh komponen bangsa, tapi upaya memberikan yang terbaik di tengah masyrakat harus terus di lakukan dan ditebarkan agar menjadi manusia yang shaleh.

Agar perjuangan para santri di masyarakat semakin bermanfaat, pesantren maupun santri harus mampu memberanikan diri untuk memberikan pelayan konsultasi hukum secara nyata dan cuma-cuma di masyarakat,  tidak hanya pelayanan konsultasi hukum-hukum agama, tetapi harus juga mampu memberikan pelayanan konsultasi hukum positif yang berkembang di masyarakat, dengan cara membuat pos-pos konsultasi hukum maupun bantuan hukum di setiap pondok pesantren.

Peran serta para santri yang sudah mewarni dunia hukum di Indonesia sudah nyata, dibuktikan dengan banyaknya para praktisi hukum berasal dari kalangan pesantren yang notabenenya dahulu adalah para santri. Santri-santri yang menimba ilmu di pesantren saat ini harus lebih diberikan motivasi, bahwa santri harus mempunyai cita-cita melaksanakan penegakan hukum di Indonesia kedepannya, karena ini menjadi modal terpenting, disalah satu sisi mempelajari ilmu agama secara sungguh-sungguh, disalah satu sisi santri harus juga terpelajar dan terdidik memahami hukum yang berkembang di masyarakat. 

Salah satu konsep untuk masuk wilayah praktis menjadi penegak hukum maupun praktisi hukum adalah santri harus melaksanakan pendidikan hukum formal, sehingga santri dapat mewarnai penegakan hukum dengan mempunyai cita-cita dan menjadi ; hakim, jaksa, advokat, polisi, akademisi di bidang hukum, praktisi hukum, maupun penggiat hukum. Ini bisa menjadi inspirasi dan bahan renungan untuk selalu memahami hukum, karena santri mampu untuk menjalankan penegakan hukum di Indonesia dengan sebaik-baiknya. 





Wallahu A’lam.

(Penulis adalah Direktur IMAN Institute,Pegiat Lingkar Study Kajian Ilmu Hukum-Kota Semarang)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw