Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

Banda Aceh, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Lakpesdam NU Aceh terus mendorong kerja-kerja kemanusiaan yang melibat sejumlah komunitas beragama di Aceh. Akhir pekan ini, mereka menggelar senam sehat dan donor darah di SD Negeri 20 Gampong Mulia Banda Aceh, Banda Aceh, Ahad (13/3) pagi.

Ketua Lakpesdam NU Aceh Marini mengatakan, acara ini terselenggara berkat kerja sama pihak Lakpesdam NU Aceh, Yayasan Hakka Aceh, Bank Mandiri KK Peunayong, PMI, dan Ahlul Bait Gampong Mulia.

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

"Melalui program sehat dalam keberagaman ini kita berharap masyarakat sekitar ikut termotivasi untuk menjaga kesehatan salah satunya dengan senam dan donor darah," ujar Marini.

Ketua panitia acara Syukriadi menambahkan, para peserta senam berasal dari sekitar Gampong Mulia, Laksana, Peunayong, Lampulo, seputaran Kuta Alam, dan bahkan Situi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami selaku tuan rumah merasa puas karena masyarakat sangat antusias untuk hadir dan mengikuti semua kegiatan. Semoga nanti kami bisa mengumpulkan darah lebih dari 100 kantong," tambah Syukriadi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara kegiatan senam Tai Chi ini dipandu oleh Wulung, salah satu praktisi Tai Chi di Banda Aceh. Ia merupakan salah seorang pengurus yayasan Hakka Aceh.

"Senam Tai Chi 24 sangat populer di Cina karena sangat membantu untuk memperlancar aliran  darah kita. Semoga kita bisa latihan sama-sama di Banda Aceh setiap hari Rabu dan Sabtu di sasana barongsai Golden Dragon Aceh di belakang Gereja Methodis Gampong Mulia,” tambah Wulung didampingi Ketua Yayasan Hakka Aceh Aky. (Ismi Amran/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Doa, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Februari 2018

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

New York, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Kalangan muslim di New York mengharapkan pesantren-pesantren ataupun yayasan-yayasan Islam di Nanggroe Aceh Darussalam perlu diperkuat, terutama dalam pendanaan sehingga mereka juga mampu menampung lebih banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Dalam suatu pertemuan untuk membahas bencana tsunami Asia di New York, Jumat, sejumlah perwakilan organisasi muslim seperti Islamic Centre of New York, Muslim Student Asociation (MSA), dan komunitas-komunits muslim di kota tersebut menyatakan cemas dengan masa depan anak-anak Muslim di Aceh.

Keprihatinan tersebut ditambah lagi dengan kabar bahwa sejumlah anak telah dibawa keluar Aceh oleh orang yang tidak dikenal, bahkan ada dugaan menjadi korban eksploitasi. "Kami cukup prihatin dengan banyaknya anak di Aceh yang menjadi yatim piatu," kata Ketua Islamic Center of New York, Shamsi Ali dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip ANTARA.

Masyakarat Muslim di New York, katanya, saat ini terus melakukan penggalangan dana yang antara lain akan disalurkan bagi organisasi yang menyantuni anak-anak yatim piatu tersebut. Shamsi Ali sendiri pekan ini merencanakan akan ke Aceh untuk membawa sumbangan dari komunitas Muslim New York dan menemui sejumlah yayasan yang siap menampung dan mendidik anak-anak korban
tsunami tersebut.

"Kami ingin yayasan Islam itu memiliki kemampuan, dan kami di New York siap untuk memberi dukungan dana," kata Shamsi. Ia juga mendukung sikap Pemerintah RI yang melarang anak-anak yatim piatu Aceh dibawa keluar Aceh, dan ketetapan bahwa anak Muslim harus diadopsi oleh keluarga Muslim juga dengan sejumlah persyaratan.

Kalangan Muslim di New York juga merencanakan suatu penggalangan dana besar-besaran pada 13 Februari mendatang untuk korban tsunami tersebut. Sementara ini dari komunitas Muslim New York sudah terkumpul dana lebih dari 100.000 dolar AS untuk Aceh. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 30 pondok pesantren di Boyolali mendapatkan bantuan untuk modal pengembangan ekonomi. Bantuan berupa dua ekor kambing dari Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut disalurkan Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Boyolali, di Gedung NU Center Boyolali, Selasa (6/5).

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Salah satu perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) RMI-NU Jawa Tengah yang hadir, Munajat, Ph.D, mengatakan, pemberian bantuan ini masih termasuk dalam tahap percobaan.

“Dua kambing yang diberikan ini baru uji coba. Kemungkinan akan diberikan dalam jumlah lebih besar, kalau nantinya uji coba ini dapat berhasil,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam acara tersebut, para peserta perwakilan dari pesantren juga mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren melalui peternakan kambing dari dosen Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Nafi’atul Umami, Ph.D.

Salah satu peserta pelatihan, Choirudin Ahmad berharap, bantuan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi pesantren. “Sekaligus sebagai bekal keterampilan santri setelah kembali ke daerah masing-masing,” ungkap pengurus Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 02 Februari 2018

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Medan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, Sabtu (25/1) malam, menggelar tahlilan dan shalat gaib atas wafatnya Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH MA Sahal Mahfudh.

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Ketua PWNU Sumut? H Ashari Tambunan mengatakan, NU dan bangsa Indonesia kehilangan tokoh ulama kharismatik yang memiliki pengetahuan sangat luas. Menurutnya, Kiai Sahal Mahfudh adalah seorang ulama isitiqamah dan hidupnya semata-mata untuk umat.

“Kiai Sahal mampu menegakkan khittah NU 1926 dengan menjaga kebersihan dirinya dari kepentingan politik praktis. Sampai akhir hayatnya, Kiai Sahal tidak pernah tergiur untuk masuk partai politik. Figur seperti ini sangat langka di negeri ini. Karena itu, kita sangat kehilangan Kiai Sahal,” ungkap Ashari Tambunan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia mengajak Nahdliyin di Sumut agar tetap menjadikan Kiai Sahal sebagai panutan. Sebab, sosok Kiai Sahal dikenal sebagai ulama yang santun, moderat, dan toleran, namun tegas dalam penegakan akidah. Sehingga pemikirannya bisa diterima oleh semua generasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, tambah Ashari, Kiai Sahal punya pengetahuan dan penguasaan yang luas di bidang fiqih sosial, kenegaraan, dan ekonomi. “Karenanya, Kiai Sahal mendapat gelar doktor honoris causa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumut H Imron Hasibuan dalam kesempatan itu mengatakan, Kiai Sahal merupakan tokoh yang tetap mampu menjaga kehormatan ulama. “Beliau tidak pernah tergoda oleh hal-hal duniawi seperti tawaran kekuasaan di bidang politik yang terus menghampirinya. Kiai Sahal lebih memilih mengurusi umat lewat MUI, NU dan pesantren yang diasuhnya di Pati, Jawa Tengah,” tutur Imron.

Tahlilan dan shalat gaib untuk kiai sahal dilaksanakan di aula kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batang Hari Medan. Tahlilan diikuti ratusan warga NU yang datang dari Binjai, Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan. (Hamdani Nasution/Mahbib)

?

Foto: Kiai Sahal bersama para kiai dalam sebuah Munas Alim Ulama di Cirebon

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 30 Januari 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 14 Januari 2018

Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain

Karanganyar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Sedikitnya 100 orang terdiri atas perwakilan anak cabang Muslimat NU se-Kabupaten Karanganyar mengikuti pelatihan dari PT MAS Surakarta di kediaman Ketua Muslimat NU Perum Josroyo Indah Jaten, Karanganyar, Senin (2/1). Mereka meningkatkan keterampilan di bidang merajut dengan bimbingan PT MAS Surakarta.

Dalam pelatihan ini para anggota Muslimat NU dilatih supaya memiliki jiwa wirausaha sehingga mampu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pada pertemuan ini mereka diajari cara merangkai benang sehingga menjadi rajutan.

Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain

Ketua Muslimat NU Karanganyar Hj Suliyastuti (Sulis) mendukung kegiatan ini untuk melatih dan mengolah life skill dan menambah pemasukan atau pendapatan pengurus Muslimat NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sulis mengatakan, “Jika? ibu-ibu terampil dalam membangun ekonomi, maka akan tercapai keluarga yang sakinah dan pasti akan mengantarkan negara baldatun thoyyibatun warobbun ghafur."

Menurutnya, dengan dilatih merajut setidaknya Muslimat NU bisa menanamkan jiwa kewirausahaan kepada kalangan Muslimat NU agar mau berusaha menciptakan sebuah usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Kyai, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Jepara,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gebyar budaya dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Jepara tahun 2017 cukup memikat hati masyarakat. Buktinya gelar budaya yang dipusatkan di alun-alun Jepara, Ahad (22/10) dipadati ratusan pengunjung.

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Sebagaimana penuturan panitia HSN kabupaten Jepara, ada 11 grup yang tampil di antaranya rebana (MA Safinatul Huda Sowan Lor), tari (MTs Hasyim Asyari Bangsri), pop song (MTs Al Hidayah Langon), gerak dan lagu (MI Al Hidayah Langon), musikalisasi puisi (MTs-MA Mathalibul Huda Mlonggo), pagar nusa (MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan), perkusi (MA Darul Hikmah Menganti) serta jathilan (pesantren Mathaliul Anwar Tahunan).

Ketua Panitia M. Ainunniam melaporkan bahwa kegiatan diadakan untuk memunculkan kesenian santri, pelajar dan masyarakat yang tidak terekspos.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia menilai sebenarnya ada bakat-bakat terpendam santri-santri yang ada di Jepara. Konsepnya pesantren, sekolah dan masyarakat umum yang mempunyai grup kesenian diundang oleh panitia.

“Alhasil kali ini kami mengundang kumpulan remaja yang berjumlah 11 grup,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan ini menurut pantauan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw cukup menghibur masyarakat Jepara. Apalagi saat pentas-pentas yang menegangkan misalnya atraksi pagar nusa maupun jathilan tidak sedikit penonton yang mengabadikan pertunjukan tersebut baik lewat foto maupun video.

Sehingga papar lelaki yang kerap disapa Gus Aik itu gelar budaya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang berada di sekitar alun-alun. Juga untuk semakin mengenalkan HSN kepada masyarakat.

“Ada sebagian masyarakat yang belum tahu tentang hari santri. Jadi ini momen yang tepat untuk lebih mengenalkannya,” tambahnya.

Harapannya ialah simbiosis mutualisme, saling menuai keuntungan antara panitia dan peserta pentas. Kesenian-kesenian yang mereka pentaskan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Lalu bagaimana selanjutnya, Gus Aik yang tinggal di Gemiring Kidul Nalumsari Jepara itu menandaskan tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya.

“Mau diuri-uri atau malah sebaliknya,” pungkas dia. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Nahdlatul, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 18 Desember 2017

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa

Banjarmasin,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw . Ranting sebagai ujung tombak NU di desa dalam garis struktural berada dalam posisi terbawah. Namun justru di situlah basis massa kekuatan NU berkedudukan. Legitimasi kebesaran NU berangkat dari amaliyah Aswaja yang dipraktikkan warga nahdliyin di desa (kelurahan) ini, seperti yasinan, tahlilan, sholawatan, dan seterusnya. 

Di Kalimantan Selatan, semisal di Banjarmasin, meski amaliyah warganya mayoritas adalah NU, tapi mereka jarang bahkan tidak pernah bersentuhan dengan pengurus Ranting di desanya masing-masing. 

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa

Secara struktural, pengurus NU di tingkat desa/kelurahan adalah pengurus ranting. “Karena itu, kami tertarik dengan Pelatihan Penggerak Ranting yang digagas oleh PP Lakpesdam ini yang secara khusus ingin menggerakkan pengurus ranting,” ujar Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Kalimantan Selatan Syarbani Haira.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

PWNU Kalsel menunjuk PW Lakpesdam NU agar bekerja sama dengan PP Lakpesdam NU untuk menggerakkan pengurus-pengurus ranting se-Kalimantan Selatan. Pada tanggal 13-15 Maret, pelatihan tersebut telah digelar dengan menghadirkan fasilitator dan narasumber dari PP Lakpesdam dan alumni Kader NU asal Kalsel yang bertempat di Gedung Dakwah NU Kalsel.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang yang terdiri atas pengurus ranting dan aktivis NU di desa dan berusia di bawah 40 tahun. Sebagian dari peserta merupakan intelektual muda NU yang sudah menyelesaikan pendidikan SLTA, S1 dan S2 sehingga diharapkan tenaga mereka untuk berperan besar di ranting,” ujar Sudirwo dalam Laporan Ketua PW Lakpesdam NU Kalsel.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada kesempatan tersebut, Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Ma’shum mengatakan, ranting-ranting NU di tingkat desa maupun kelurahan harus digerakkan. Karena, tanpa gerakan warga nahdliyin di level ranting, kebesaran jamiyah NU akan terasa kurang sempurna. 

“Ruh NU adalah aktivitas atau gerakan warga NU yang ada di desa-desa itu,” tandasnya. Untuk itu, pelatihan penggerak ranting ini dimaksudkan untuk membuat model-model gerakan NU di tingkat ranting dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di desa.

Apalagi, dengan adanya Undang-Undang Desa, pengurus ranting NU dan warga Nahdliyin saat ini harus lebih berperan aktif dalam kebijakan desa, mengawal pemerintahan desa, dan juga berkontribusi dalam mengelola sumberdaya di desa. 

“Apa jadinya jika pengurus ranting tidak aktif, sumberdaya desa akan dikelola oleh orang lain, dan warga NU akan jadi penonton saja?” pungkas Yahya. Pada akhir pelatihan, para aktivis ranting ini bersepakat untuk membuat berbagai model gerakan yang akan dilaksanakan di desa/kelurahan, antara lain: model gerakan lailatul ijtima, advokasi kebijakan desa, pengembangan pendidikan melalui sekolah terbuka, pengembangan ekonomi melalui BMT, dan gerakan kampung media. (Abd.U- Sud/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, AlaNu, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 30 November 2017

Kalangan Siswa Hingga Usia Lanjut di Jombang Banjiri Aksi Donor Darah

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Aksi sosial donor darah dalam rangka memperingati Hari Santri yang diselenggarakan panitia Hari Santri di Jombang disambut positif oleh warga. Sejumlah kalangan yang beragam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka di antaranya berasal dari kalangan siswa atau remaja hingga orang tua yang sudah berusia lanjut.

Bertempat di hadapan Masjid Baitul Mukminin, alun-alun Jombang secara bergantian warga di kota santri ini berdatangan dan mengisi daftar registrasi donor darah yang sudah disediakan panitia sebelum melakukan donor darah.

Kalangan Siswa Hingga Usia Lanjut di Jombang Banjiri Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalangan Siswa Hingga Usia Lanjut di Jombang Banjiri Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalangan Siswa Hingga Usia Lanjut di Jombang Banjiri Aksi Donor Darah

Setelah itu, tim Palang Merah Indonesia (PMI) Jombang melakukan pencekan darah peserta. Ketika dipastikan darah normal dan mencapai ketentuan, masing-masing mereka dipersilakan duduk berjajar di tempat yang disediakan untuk dilakukan pendonoran oleh tim PMI yang lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Koordinator pelaksana donor darah Maghfuri Ridhwan mengatakan, kegiatan berlangsung sesuai rencana. Jumlah pendaftar terbilang cukup banyak.

"Alhamdulillah, acaranya berjalan lancar, total pendaftar 70 orang, jumlah pendonor yang layak donor sebanyak 51 orang, di antaranya Golongan darah A : 6, B : 14, O : 28 & AB : 3," jelasnya, Kamis (20/10).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia berharap kegiatan ini benar-benar memberikan nilai manfaat terhadap masyarakat khususnya yang membutuhkan darah melalui PMI. "Mudah-mudahan semuanya manfaat," harapnya.

Di sela-sela kegiatan aksi sosial itu, beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat ikut berpartisipasi. Tampak hadir juga beberapa badan otonom NU, seperti Fatayat NU, GP Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Amalan, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 20 November 2017

Sowan Kiai, GP Ansor Solo Diwejangi Ikut Nguri-Uri NU

Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Surakarta bersilaturahim ke sejumlah sesepuh, kiai, dan habaib di Kota Solo dalam beberapa hari di pekan ini. Paling terbaru, mereka berkunjung ke salah satu sesepuh Masjid Tegalsari, KH M Idris Shofawi.

Menurut Ketua (Plt) PC GP Ansor Surakarta, Arif, kegiatan ini merupakan program awal yang dilakukan pengurus baru, sekaligus untuk meminta doa restu dari para ulama.

Sowan Kiai, GP Ansor Solo Diwejangi Ikut Nguri-Uri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan Kiai, GP Ansor Solo Diwejangi Ikut Nguri-Uri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan Kiai, GP Ansor Solo Diwejangi Ikut Nguri-Uri NU

“Beberapa tokoh lain yang disowani antara lain KH A. Muid Shofawi di Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, KH Abdul Karim di Pesantren Alquraniyy dan Habib Novel Alaidrus,” terang Arif, Selasa? (3/1).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Destinasi pertama, yakni Pengasuh Majelis Ar-Raudhah yang juga Penasihat PC GP Ansor Kota Surakarta, Habib Novel Alaidrus. Dalam sambutannya, ia berterima kasih atas bantuan yang senantiasa diberikan oleh para sahabat Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai wujud apresiasinya, ia memiliki rencana untuk memberikan hadiah umrah bagi anggota Ansor atau Banser. “Hadiah umrah bagi anggota Banser melalui sorban nusantra biro umrah dan haji yang dimiliki Ansor,” terang Habib Novel.

Begitu pula ketika mereka sowan kepada KH Abdul Karim Ahmad. Kiai yang akrab disapa Gus Karim tersebut memberikan motivasi dan dorongan untuk lebih baik lag. “Semoga selalu setia mengabdi dalam nguri-uri (menghidupkan) NU solo,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 13 Oktober 2017

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sejumlah kader PC PMII Bandar Lampung dari pelbagai perguruan tinggi menggelar orasi dan penggalangan 1000 tanda tangan bagi terciptanya demokrasi terhormat di Bandar lampung, Lampung, Rabu (8/1). Mereka mengajak warga Lampung menolak demokrasi transaksional, demokrasi umbar janji, dan demokrasi halal-haram hantam.

Ketua PC PMII Bandar Lampung Hendri Badra mengatakan, setelah merdeka 68 tahun, kematangan demokrasi yang diharapkan masyarakat masih sangat jauh dari harapan rakyat. “Republik ini masih terkungkung dengan kegalauan sistem demokrasi,” kata Hendri, Rabu (8/1).

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Elit politik dan negarawan pada era Orde Lama berasal dari kalangan terdidik dan aktivis. Sementara pada Orde Baru, kata Hendri, elit politik diramaikan kalangan militer. Sedangkan saat ini, pengusaha juga turut andil dalam sistem kenegaraan. Buktinya banyak pengusaha melibatkan diri dalam partai besar selain membuat partai baru.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berangkat dari sejumlah pertimbangan di atas, PC PMII Bandar Lampung menggelar aksi kali ini. Aksi ini mengambil bentuk orasi berjalan dari Gedung Juang hingga Tugu Adipura.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hendri berharap aksi ini bisa menciptakan pemilu 2014 dan legislatif bersih supaya pemilihan umum kembali pada khittahnya. Sebagai tindak lanjut dari aksi ini, PC PMII Bandar Lampung membuka posko pengaduan dugaan kecurangan pemilu di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 September 2017

Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah

Tanggal 31 Januari 2014 kemarin, NU-ku sudah genap berusia 88 tahun. Angka tersebut bukanlah sekedar angka. 88 bermakna 88 tahun pengabdian NU kepada Indonesia, tanah kelahiran ulama dan nahdliyyin. NU memiliki makna yang berbeda-beda di setiap hati nahdliyyin di seluruh Indonesia.

Bagi saya, mahasiswi yang telah dibesarkan NU selama 21 tahun, NU bermakna sebagai rumah yang senantiasa mengayomi dan menenteramkan hati. Di tengah-tengah merebaknya isu gesekan antara golongan keras Islam dan golongan agama Islam lainnya yang saling mengkafirkan satu sama lain, NU menjadi rumah yang menenangkan. Disaat golongan-golongan keras tersebut begitu mudah menyalahkan yang berbeda dengannya, NU dengan prinsip tasamuh dan tawasuthnya selalu menjadi air yang menyejukkan. Di saat golongan-golongan lain terlalu mudah marah dan tersinggung atas perbedaan, NU selalu sabar dan memaafkan perbedaan.

Saya selalu senang mendengarkan ulama NU berbicara di depan publik. Pembawaannya yang santai namun berwibawa membuat pendengarnya menikmati setiap ucapannya. Ketika saya sedang tidak berada di daerah Jawa Timur (karena memang di JawaTimur banyak nahdliyyin) dan mendengar seseorang berbicara, saya bisa merasakan kalau dia juga nahdliyyin tanpa harus diberitahu.

Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah

Hal sederhana itu membuat saya tersenyum dalam hati. Mengapa? Karena saya tidak perlu mikir dua kali atau bahkan suudzon tentang apa yang diucapkan. Bukannya saya selalu suudzon sama orang, tapi kalau yang diucapkan itu cenderung menuju ke pemikiran-pemikiran keras, saya otomatis mikir dulu bahkan menolak ucapannya. Itu berarti kemoderatan NU telah mengakar di otak saya.

Saya mengagumi Kiai Said Aqil, karena suatu ketika pernah mendengar beliau berbicara. Pidato beliau yang sangat berisi dengan cara penyampaianya yang enak membuat saya bangga memiliki ulama yang fatwanya selalu menjadi patokan. Fatwa-fatwa yang merupakan ijtihad ulama yang menekankan kontekstualisasi terhadap sumber referensi utama, al-Quran dan Hadits, membuat nyaman warga nahdliyyin dalam menjalankan tugasnya sebagai Hamba Allah, baik fatwa dalam lingkup fiqh, hal-hal ubudiyah, uluhiyah dan lainnya. Hal sederhana tersebut hanyalah secuil dari makna istimewa NU bagi saya.

Di lihat dari sejarahnya, NU merupakan salah satu pendiri bangsa ini. Ulama NU turut berjuang melawan kolonialisme dan akhirnya berhasil meraih kemerdekaan. Kini, 88 tahun NU tetap berjuang, mengabdi dan mengawal bangsa ini bersama kelompok lainnya, saudara sesama. 21 tahun dididik oleh Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah secara mengakar membuat saya mencintai tradisi-tradisi NU diantaranya dibaan atau sholawatan. Berada diantara nahdliyyin yang cinta sholawat begitu berkesan dalam hati, terasa tenteram.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saat ini, suatu hal yang begitu membanggakan mengetahui terciptanya sebuah republik sholawat, wadah bagi mereka pecinta sholawat dengan tali silaturahmi yang erat satu sama lain. Pemuda-pemudi Nahdliyyin luar biasa ? yang begitu aktif membangun bangsa melalui organisasi seperti PMII, IPPNU dan IPNU membuat saya bangga memiliki teman seperjuangan yang sangat potensial menjadi pemimpin bangsa masa depan.

Tidak hanya pandai dalam berorganisasi, namun juga hebat dalam mengkaji kitab. Pemikiran-pemikiran mereka yang nyeleneh tapi asyik ini mewarnai perjalanan saya dalam usaha perwujudan impian untuk mampu menjadi generasi muda NU yang kompetitif dan membawa nama harum NU ke kancah internasional. Beberapa hari yang lalu NU kehilangan satu nyawanya, Mbah KH Sahal Mahfudh. Kesedihan mendalam kehilangan ulama ahli fiqih sosial dirasakan oleh seluruh warga nahdliyyin. Semoga segera akan muncul fuqaha penerus beliau. Mungkin beberapa dari kita? Siapa tahu. Aamiin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selamat Harlah NU ke 88, semoga tetap istiqomah mengawal umat di tengah hiruk pikuk kekacauan yang diderita bangsa ini. Tetaplah pada khittahmu, tetaplah menyejukkan kemarahan, menuju Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Kami, nahdliyyin, akan setia menjadi bansermu. (*)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 09 Juli 2017

KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan

Oleh Muhammad Ishom

Program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya cocok untuk mengatur jarak kelahiran anak bagi pasangan suami istri (pasutri) yang sudah dikaruniai anak, tetapi juga efektif untuk mencegah kehamilan bagi pasangan baru yang karena alasan tertentu menunda punya anak. Setidaknya inilah pengalaman saya dalam berumah tangga bersama istri saya sejak kami menikah pada tahun 1991, atau tepatnya sejak 26 tahun lalu. 

Waktu itu di bulan September 1991 kami sepakat menikah secara resmi di depan naib dan dihadiri banyak tamu. Tetapi sebelum akad pernikahan berlangsung, saya telah menyepakati permintaan istri saya untuk tidak segera punya anak dan menunggu hingga kuliah selesai. Alasannya adalah saat itu ia baru berumur 19 tahun dan duduk di semester 2 di bangku kuliah. Ia tidak ingin kuliahnya terhenti hanya karena sudah berstatus menjadi seorang ibu.

KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan

Keputusan saya memenuhi permintaan istri saya untuk punya anak setelah kuliah selesai didorong oleh kesadaran saya bahwa jangan sampai gara-gara menikah di usia muda, istri saya kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tingginya. Bukankah seorang istri akan bertindak sebagai ibu sekaligus pendidik pertama bagi anak-anak dalam keluarga? Artinya niat baik seorang istri untuk menyelesaikan pendidikan tinggi harus diapresiasi dan didukung penuh oleh suami. 

Pernikahan Muda

Usia 19 tahun menikah bagi perempuan memang tergolong muda. Dan inilah yang disebut pernikahan muda yang oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pada tahun 2017 di Cirebon direkomendasikan agar batas minimal usia pernikahan bagi perempuan adalah 18 tahun dari semula 16 tahun sebagaimana ketetapan dalam UU No 1 tahun 1974, Tentang Perkawinan. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Banyak pihak skeptis dengan masa depan pernikahan muda karena banyak fakta menunjukkan, antara lain, pernikahan di usia ini rawan perceraian karena masing-masing pihak dari pasutri belum cukup matang terutama secara mental untuk berumah tangga. Tetapi dalam pandangan saya, pernikahan muda bagi perempuan itu baik, terutama dari sudut pandang sosial dan agama, asal dalam konteks sekarang usia minimal adalah 18 tahun sebagaimana rekomendasi KUPI di atas. Hal yang mungkin kurang baik dari perkawinan muda adalah punya anak dini karena hal ini bisa sangat merepotkan perempuan. 

Dalam kasus perkawinan saya dengan istri, usia saya waktu itu sudah 28 tahun. Dari segi usia, saya sudah siap punya anak dan saya sudah bekerja jauh sebelum saya lulus kuliah. Tapi tidak demikian bagi istri saya. Oleh karena itu kesanggupan saya untuk tidak membuatnya punya anak hingga kuliah selesai membawa konsekuensi untuk melakukan program KB guna mencegah kehamilan pada istri saya. 

KB Laki-laki

Usaha mencegah kehamilan pada istri saya tidak bisa kami hindarkan. Memang, seseorang tidak harus segera punya anak setelah menikah. Menurut saya, memiliki anak akan lebih maslahah bagi semua pihak ketika suami istri telah siap baik secara material maupun spiritual. Tetapi soal menikahnya sendiri bisa lebih awal demi menjaga farji (alat kelamin) dan pandangan mata bagi laki-laki maupun perempuan. Kedua hal ini sangat ditekankan di dalam Al-Qur’an. (Q.S. An-Nuur: 30-31 dan Al-Mu’minuun: 1-5). 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hal yang kami lakukan untuk menunda punya anak adalah dengan ber-KB. Tetapi sejak awal pernikahan kami, saya menolak KB perempuan. Bagi saya, KB seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Alasannya adalah yang memiliki sperma itu mereka. Sperma inilah yang menjadikan perempuan hamil. Jika yang menghamili itu laki-laki, kenapa mesti perempuan yang diobok-obok dengan dipasangi spiral, atau dengan disuntik. Atau pula dengan disuruh menelan pil KB setiap hari. Bukankah ini pengkambing hitaman? Bukankah ini ketidak adilan? Bukankan ini hanya menambah beban perempuan? 

KB perempuan memang tidak bisa masuk di akal saya. KB seharusnya dilakukan oleh laki-laki sebagaimana sebelum berkembang majunya teknologi. Teknologi ternyata bias gender juga karena ia lebih banyak dikendalaikan oleh laki-laki. Di zaman Rasulullah SAW, KB telah dipraktikkan para sahabat dengan metode ‘azl (coitus interruptus), yang dalam bahasa Indonesia disebut “senggama terputus”. Metode ini tidak dilarang oleh Rasulullah SAW. Dan saya mengikuti cara ini sejak saya menikah hingga sekarang ini di tahun 2018.

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah SWT kami dikaruniai anak pertama pada tahun 1997 ketika istri saya sudah menyelesaikan studinya. Saat itu usianya genap 25 tahun – usia yang sangat ideal untuk melahirkan pertama kali dalam pandangan ilmu kedokteran kontemporer. Di saat wisuda, istri saya menunjukkan rasa syukur dan kebahagiaan tersendiri yang mendalam karena mendapatkan tiga kebahagiaan sekaligus.

Ketiga kebahagiaan itu adalah pertama, bahagia karena telah mendapatkan ijab sah dengan memiliki seorang suami. Kedua, bahagia karena telah mendapatkan momongan - seorang bayi laki-laki. Ketiga, bahagia karena telah mendapatkan ijazah yang memungkinkannya menjadi seorang guru profesional di kemudian hari. Kini kami telah dikaruniai 2 anak laki-laki yang cakep-cakep dan insya Allah saleh-saleh. Semoga, amin!

 

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam, Kyai, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 31 Mei 2017

Pembentukan NU Pangandaran Diawali Halaqah MWC

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. PCNU Kabupaten Pangandaran akan dibentuk melalui Konferensi Cabang ke-1. Konfercab tersebut akan digelar di Pondok Pesantren Asy-Syjaiyah, Kecamatan Parigi pada Sabtu-Ahad (20-21/4) nanti. Sebelumnya, telah digelar halaqah dengan peserta 11 MWC.

Halaqah yang dimoderatori Hafidz Ismail tersebut menghadirkan KH Muwafiq dari PWNU Yogyakarta dan Irfan Maulana dari NU Jawa Tengah, berlangsung di Pondok Pesantren Asy-Syujaiyah, Kecamatan Parigi, pada Senin, (15/4).

Pembentukan NU Pangandaran Diawali Halaqah MWC (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembentukan NU Pangandaran Diawali Halaqah MWC (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembentukan NU Pangandaran Diawali Halaqah MWC

Kedua pemateri sepakat bahwa NU Pangandaran sangat potensial untuk mmengawal pembangunan yang diorientasikan sebagai kabupaten wisata di Jawa Barat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muwafiq menyatakan, NU adalah jam’iyyah terkuat di dunia. Hal itu dibuktikan dengan Komite Hijaz yang mengalahkan usaha penghancuran makam Nabi Muhammad oleh Wahabi.

Juga, tambah Muwafiq, Perang 10 Nopember di Surabaya, tak lepas dari Resolusi Jihadnya NU, “Wajar bila smpe sekarang NU jadi incaran brbagai pihak yang iri dengan kebesaran NU,” katanya seperti terungkap dalam press realease panitia halaqah yang dikirim kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Kamis, (18/4).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara Irfan Maulana lebih menyorot penguatan internal organisasi, agar NU tidak hanya besar di jamaah saja, tapi kuat juga di jam’iyyah. ia mengharapkan betul PCNU Pangandaran diisi tokoh-tokoh yang profesional di perannya masing-masing.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 14 Mei 2017

Lafal Paling Sering Dibaca Rasulullah SAW Jelang Wafat

Rasulullah SAW tidak pernah putus berdoa dan berharap kepada Allah SWT. Beliau banyak mengajarkan lafal doa baik umum maupun khusus kepada para sahabat dan keluarganya. Tetapi jelang wafatnya Rasulullah SAW menyibukan diri dengan tasbih dan istighfar. Berikut ini lafal yang paling sering dibaca Rasulullah SAW.

? ? ? ? ?

Lafal Paling Sering Dibaca Rasulullah SAW Jelang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Paling Sering Dibaca Rasulullah SAW Jelang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Paling Sering Dibaca Rasulullah SAW Jelang Wafat

Subhanâka wa bihamdik. Astaghfiruka wa atûbu ilaik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Artinya, “Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Aku mohon ampunan-Mu. Aku bertobat kepada-Mu.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sejumlah riwayat di bawah ini menjelaskan betapa seringnya Rasulullah SAW mengucapkan tasbih dan istighfar.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ?} [?: 1] ? ? ? "? ? ? ? ? ?" ? ?.

Artinya, “Dari Aisyah RA, ia berkata, ‘Setelah turun ayat [Idzâ jâ’a nashrullâhi wal fathu], Rasulullah SAW seusai sembahyang belum pernah meninggalkan bacaan, ‘Subhanâka rabbanâ wa bihamdik. Allâhummaghfir lî (Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku),’’” HR Bukhari dan Muslim.

Bahkan saking seringnya Rasulullah SAW membaca tasbih dan istighfar di dalam sembahyangnya seperti diriwayatkan Aisyah RA yang disebutkan di dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim berikut ini.

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ?" ? ?. ? "? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?"

Artinya, “Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Rasulullah SAW dalam ruku’ dan sujudnya memperbanyak baca, “Subhanâkallâhumma rabbanâ wa bihamdik. Allâhummaghfir lî (Mahasuci Engkau ya Allah, ya Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku),” Rasulullah SAW menakwil Al-Quran.

Pengertian ‘menakwil Al-Quran’ kata Imam An-Nawawi adalah Rasulullah SAW mengamalkan perintah Al-Quran dalam firman-Nya, “Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu (Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan beristighfarlah),” (Lihat Imam An-Nawawi, Riyadlus Shalihin).

Siti Aisyah RA pernah menanyakan perihal tingginya intensitas tasbih dan istighfar Rasulullah SAW. Dialog keduanya terekam dalam riwayat berikut ini.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ?» ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ?» {? ? ? ? ?} [?: 1] ? ? ?

Artinya, “Dari Aisyah RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW sebelum wafat memperbanyak baca ‘Subhanâka wa bihamdik. Astaghfiruka wa atûbu ilaik (Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Aku mohon ampunan-Mu. Aku bertobat kepada-Mu).’ Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa arti kalimat ini, sebelumnya aku belum pernah mendapatimu melakukannya?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Aku sudah diberi tanda di tengah umatku. Kalau sudah tanda itu tampak, aku membacanya.’ Tanda yang dimaksud Rasulullah SAW adalah turunnya surat An-Nashr,” (Lihat Imam An-Nawawi, Riyadlus Shalihin).

Dengan tasbih dan istighfar ini semoga Allah SWT memberikan banyak kebaikan bagi kita semuanya. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Internasional, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 02 Februari 2017

Belajar dari Perdebatan Ali Mustafa Yaqub dan Quraish Shihab

Oleh Ach Khairie

Di tengah tercerabutnya akhlak antar sesama hari-hari ini, berusaha mencari teladan dari ulama adalah sebuah keniscayaan. Allah SWT dalam Al-Quran mengajarkan akan ketidakbolehan saling mencaci antar sesama karena manusia tidak pernah tahu mana yang terbaik di sisi Tuhan, jangan-jangan yang dicaci adalah kekasih-Nya (lihat Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 11).

Belajar dari Perdebatan Ali Mustafa Yaqub dan Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Perdebatan Ali Mustafa Yaqub dan Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Perdebatan Ali Mustafa Yaqub dan Quraish Shihab

Buku Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhui Atas Pelbagai Persoalan Umat karya Muhammad Quraish Shihab dan Hadis-Hadis Bermasalah karya Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) merupakan dua karya yang menggambarkan teladan ulama di sekitar kita. Kedua tokoh nasional yang sama-sama sarjana jebolan luar --dalam karya tersebut-- mengalami perbedaan pendapat, namun seringkali perbedaan tersebut tidak dijumpai karena caci-maki tidak beliau berdua jadikan sebagai pemecahan masalah. Sebaliknya, beliau mengemukakan pendapat melalui karyanya, sehingga yang menilai adalah pembaca. Pertikaian yang tidak semestinya pun terhindarkan.

Dalam suatu tema acara "Kultum" yang tayang di RCTI beberapa tahun yang lalu, Quraish Shihab mengatakan bahwa sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah. Mengutip hadis, beliau mengatakan Al-takabbur ala al-mutakabbir shadaqah. Pernyataan ini merupakan salah satu ungkapan yang sering diungkapkan oleh Quraish Shihab. Meski demikian pernyataan ini tidak lantas merupakan anjuran beliau untuk takabur.

Sebenarnya, jauh sebelum acara itu Quraish Shihab telah mengutip riwayat tersebut, dapat dilihat misalnya dalam karyanya yang dikatakan di awal. Pada halaman 259, tentang bab "Akhlak", beliau mengatakan: "...ditemukan riwayat yang mengatakan bahwa bersifat angkuh terhadap orang yang angkuh adalah sedekah." Meski tidak disebutkan perawinya, namun yang dimaksud "riwayat" di sini adalah hadis.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dengan kata lain Quraish Shihab meyakini bahwa ungkapan tersebut adalah hadis meskipun periwayatnya tidak dicantumkan. Buku yang telah diterbitkan pada tahun 1996 untuk cetakan ke-13 tersebut mengindikasikan bahwa Quraish Shihab masih konsisten akan validitas riwayat tersebut hingga dikutipnya dalam acara "Kultum" beberapa tahun kemudian.

Menarik dicatat bahwa dalam buku Hadis-Hadis Bermasalah, Ali Mustafa Yaqub menyanggah Quraish Shihab, meski tidak secara eksplisit. Hemat penulis, buku yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2003 tersebut menyangsikan keabsahan riwayat dan bahkan sama sekali menegasikan predikat kehadisannya. Menanggapi riwayat tersebut, pada halaman 135, mengutip yang disampaikan al-Qari dari Imam al-Razi, Mustafa Yaqub mengatakan bahwa ungkapan tersebut hanyalah sekadar omongan orang, bukan hadis. Dengan demikian, beliau merasa tidak memerlukan lagi adanya analisis riwayat pada ungkapan tersebut.

Bukti bahwa secara implisit Mustafa Yaqub menanggapi riwayat yang dilontarkan Quraish Shihab dapat dilihat pada halaman 134, beliau menceritakan:

"Jarum jam dinding rumah kami sudah menunjukkan angka sebelas malam. Kami baru saja menutup beberapa kitab yang baru kami baca. Tiba-tiba telepon berdering kencang. Assalamualaikum, Halo Cak Mus, sudah tidur?" begitu suara menyapa kami dari seberang gagang telepon. Dan setelah memperkenalkan diri, ternyata ia adalah seorang kawan yang tinggal di Tambun, Bekasi. "Cak Mus," begitu dia menyapa kami, "Tadi siang saya mendengar seorang Menteri mengatakan bahwa berperilaku arogan alias sombong itu baik-baik saja, asalkan hal itu dilakukan untuk menyombongi orang sombong. Menteri itu bahkan mengatakan ada hadis Nabi Saw. yang menyebutkan bahwa menyombongi orang yang sombong akan mendapatkan pahala sedekah. Bagaimana menurut Cak Mus, apakah ada hadis seperti itu? Dan bagaimana kualitasnya?" demikian dia memberikan informasi sekaligus rasa ingin tahunya tentang kualitas hadis tersebut."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Siapa menteri dalam cerita tersebut? Jika kita melihat pada tahun terbit buku Hadis-Hadis Bermasalah yakni pada tahun 2003, maka jelas penulisan dilakukan sebelum tahun itu. Buku tersebut merupakan sebuah penelitian beberapa hadis terkenal namun bermasalah, yang tentu memerlukan waktu penulisan yang tidak sebentar.

Apalagi buku tersebut merupakan kumpulan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang bertanya suatu hadis kepada penulis, Mustafa Yaqub, secara langsung atau melalui telepon. Secara perkiraan maka dapat dikatakan bahwa buku tersebut disusun sekitar satu sampai lima tahun sebelum diterbitkan. Tahun di mana Quraish Shihab menjabat sebagai Menteri Agama, yakni tahun 1998. Dari sini sudah tergambar bagaimana maksud cerita di atas.

Tokoh besar tidak akan menjatuhkan sesama tokoh. Meskipun sarjana lulusan Mesir dan India ini memiliki kapasitas untuk mengambil massa seandainya berkehendak menjatuhkan Quraish Shihab, maka tentu mampu. Tetapi kerendahan hatinya dapat dijadikan teladan. Lebih-lebih, bagaimanapun, Quraish Shihab lebih senior dari beliau. Itu barangkali yang menjadi ? pertimbangan dalam kebijaksanaan sikapnya. Mustafa Yaqub menanggapi secara proporsional, yakni dengan cara mencantumkan dalam karya penelitian hadis yang dilakukannya.?

Sehingga orang-orang dapat memilah keabsahan sebuah riwayat tanpa ada caci-maki antar sesama umat, tanpa ada ungkapan bahwa Quraish Shihab adalah orang yang tidak kuat akidah, menyimpang dan sebagainya, sebagaimana baru-baru ini dituduhkan kepada beliau. Jelas yang menuduh demikian adalah orang yang tak berkapasitas intelektual, di samping pemahaman agama yang ‘jauh di bawah rata-rata’.

Tidak ditemukan literatur --setidaknya sejauh pengetahuan penulis-- yang mengandung saling merendahkan di antara keduanya. Bahwa Mustafa Yaqub menghina Quraish Shihab karena tidak hati-hati terhadap riwayat, atau bahwa Quraish Shihab menghina Mustafa Yaqub karena kajian hadisnya tidak mendalam dan kurang rujukan.?

Akhlak beliau berdua itulah yang dapat kita implementasikan dalam kehidupan kita lebih-lebih sesama umat Islam. Terlepas dari semuanya perlu disadari bahwa perbedaan pendapat, persepsi dan ideologi tidak mesti disikapi secara negatif, jika perbedaan agama pun sudah menjadi kehendak Allah SWT. Mempermasalahkannya sama saja dengan menentang kehendak-Nya.

Penulis adalah Mahasiswa IAT di STAIN Pamekasan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Warta, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 12 Desember 2016

Inilah Data Hasil Hisab Lajnah Falakiyah PBNU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Berdasarkan ajaran Rasulullah SAW, ijtima’ para ulama, Komisi Fatwa MUI, dan ormas Islam se-Indonesia tahun 2003 silam, Nahdlatul Ulama (NU) konsisten dengan metode rukyatul hilal dalam menentukan 1 Syawal atau awal bulan hijriah. Tetapi, rukyatul hilal dilakukan oleh NU, setelah melalui mekanisme hisab.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH A Ghozali Masroeri menyatakan, berdasarkan data hisab Lajnah Falakiyah PBNU, posisi hilal pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H yang bertepatan dengan 16 Juli 2015 berada pada ketinggian 03 derajat 01 menit 58,9 detik, jarak busur 05 derajat 43 menit 58 detik, dan umur hilal 09 jam 26 menit 47,5 detik.

Inilah Data Hasil Hisab Lajnah Falakiyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Data Hasil Hisab Lajnah Falakiyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Data Hasil Hisab Lajnah Falakiyah PBNU

“Apabila dalam rukyat nanti hilal dapat dilihat, maka PBNU akan mengikhbarkan 1 Syawal bertepatan dengan tanggal 17 Juli 2015,” ujar Kiai Ghozali dalam konferensi pers, Kamis (2/7) di lantai 5 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tetapi apabila hilal tidak terlihat, lanjutnya, maka PBNU akan meng-istikmal-kan (menyempurnakan) puasa Ramadhan manjadi 30 hari.

Kiai Ghozali Masroeri menjelaskan, bahwa NU bukannya tanpa metode hisab. Sejak resmi berdiri tahun 1926, NU telah menggunakan metode hisab. Di madrasah dan pesantren, kitab-kitab yang ada itu mengkaji ilmu hisab. Pesantren banyak menghasilkan ahli-ahli hisab baru, bahkan ada yang mencapai tingkat mahir.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Lebih dari itu, sudah ada yang mampu menciptakan metode hisab kontemporer. Namun, NU memandang bahwa hisab bersifat prediktif. Kesahihannya (ketepatannya) harus diuji dengan metode rukyatul hilal bilfi’li, yakni observasi hilal di lapangan,” tegasnya di hadapan puluhan wartawan dari berbagai media. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Hadits, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 05 November 2016

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Warna lokal atau penyebaran Islam dengan menghargai budaya setempat agar mudah diterima oleh masyarakat ternyata bukan monopoli Islam Indonesia. Marokko, salah satu negera dengan penduduk mayoritas muslim juga sangat menghargai tradisi lokal.

Informasi ini dikemukakan oleh Nasrullah Jasam, MA, alumni Ponpes Assidiqiyah Jakarta yang kini sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Abdul Malik Sa’di Tetauan Marokko, saat berkunjung ke Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw? pekan lalu.

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko

Diceritakan oleh Nasrullah bahwa banyak tradisi Islam di Marokko yang mirip dengan Indonesia seperti dalam ritual orang meninggal seperti peringatan tujuh hari, 40 hari sampai dengan haul. Contoh lain, kalau di Indonesia ada istilah bubur merah, bubur putih, di Marokko pada momen-moment tertentu ada makanan tertentu, dan hanya keluar pada saat itu. Pada hari Jum’at, mereka makan kus-kus, makanan seperti tumpeng. Pada bulan Ramadhan, di Indonesia ada makanan tertentu, hal yang sama juga terjadi di Marokko.

“Jadi ada benang merah. Kalau memang Syeikh Maghribi itu betul dari Marokko mungkin bisa terlacak, tapi sampai sekarang asal Islam di Indonesia masih kontraversi, jadi saya kira hampir sama dengan Indonesia, tidak puritan seperti di Arab Saudi, sangat kultural dan ramah terhadap budaya lokal,” tandasnya.

Dijelaskannya bahwa wilayah Marokko merupakan wilayah yang terarabisasi atau musta’rob, bukan Arab murni, sama juga dengan Mesir dan Aljazair. Ketika Islam masuk dan ingin diterima secara ramah, maka konsekuensinya seperti yang terjadi di Indonesia dimana kulitnya tidak dipertahankan tetapi substansi ajarannya tidak dirubah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Seperti juga di Indonesia, tasawwuf juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, Nasrullah menuturkan bahwa secara pribadi ia? pernah mengikuti ritual tasawwuf di Marokko, yaitu tarekat Kodiriah Buziziyah. Pada bulan maulud yang di Indonesia dirayakan dengan meriah, hal yang sama juga dilakukan di Marokko, ada tarekat yang melakukan semacam kholwat selama 30 hari, ada yang menghadiahi sapi yang besar dan gemuk.

“Justru model seperti ini banyak menarik orang-orang bule, karena Marokko kan berdekatan dengan Eropa, untuk belajar Islam. Jadi nuansa mistiknya kuat. Katakanlah daerah-daerah seperti Marakhes, kalau kita ke sana kita rasakan mistisnya sangat kuat,” imbuhnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kebebasan Beragama Dihargai

Dalam beberapa aspek, kebebasan dalam menjalankan agama juga dihargai. Setiap warga negara diajarkan tentang ajaran Islam, tetapi negara tidak memaksakannya. Alumni Ponpes Assidiqiyah tersebut memberi contoh meskipun ia kuliah di fakultas Ushuluddin yang notabene merupakan fakultas agama, tetapi mahasiswa tidak diwajibkan untuk berjilbab dan jika berjilbab, ini merupakan atas kesadaran pribadinya, bukan atas paksaan. “Saat ini, para pemikir Marokko sangat bangga bahwa Islam di Marokko paling moderat. Terlepas dari fihak lain setuju atau tidak,” imbuhnya.

Hari Raya Selalu Bersamaan

Jika di Indonesia, berlebaran bisa diawali pada hari yang berbeda, jangan harap hal tersebut terjadi di Marokko. Meskipun ada pendapat yang berbeda tentang penentuan hari lebaran, tetapi ketika pemerintah memutuskan, semua warga negara mengikutinya. Ini memang berkaitan dengan perangkat UU yang memungkinan negara bisa menentukan kapan puasa diawali dan diakhiri. Dalam UU Marokko, setiap warga negara wajib berpuasa Ramadhan, sebagai konsekuensinya, jika ia berlebaran duluan sementara negara masih belum memutuskan puasa diakhiri, ia bisa dijerat UU.

“Ada komitmen bahwa pemimpin spiritual adalah raja sebagai amirul mukminin dan kebijakan harus keluar dari sana. Jadi saya kira kewibawaan pemerintah yang membedakan. Kalau di Indonesia, sebagai contoh dalam kasus lebaran. Kalau ada ormas yang menyatakan lebaran berbeda, Depag tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang perangkat hukumnya tidak ada. Tapi kalau disana tidak, kalau diputuskan hari ini, ya harus hari ini karena memang UU-nya jelas. Ini peranan pemerintah yang paling signifikan,” tandasnya.

Dijelaskannya secara umum, penduduk Marokko mengikuti mazhab Maliki, baik para pengikut salafy atau tradisional. Hal ini terefleksikan dari wudhunya, bahkan dari wiridan yang mereka baca setiap sholat sampai dengan sholat taraweh semuanya sama, mungkin hanya lagunya saja yang berbeda.

Kesempatan Beasiswa

Sampai sekarang, baru sekitar 40-an mahasiswa Indonesia yang belajar disana. Sebagian besar belajar pada tingkat pascasarjana dengan komposisi 20 persen belajar S1, 30 persen belajar S2 dan 50 persen studi doktoral.

Pemerintah Marokko memberikan jatah 15 orang untuk beasiswa disana Marokko, tapi selama ini tidak berjalan lancar karena ada tumpang tindih dalam pengelolaannya. Depag menerima dan yang daftar sendiri juga diterima. Namun kebijakan ini sudah diperbaiki dengan kebijakan satu pintu melalui kedutaan Marokko di Indonesia tetapi difasilitasi oleh Depag.

Sayangnya, karena komunitas NU masih kecil, mereka belum melembaga seperti di Mesir dengan KMNU-nya. “Karena komunitas NU-nya terlalu kecil, kalau kita membentuk nanti malah menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dari teman-teman yang berhaluan lain. Jadi kita tetap personal saja, tetapi sering mengadakan halaqah, umpamanya informasi tentang NU bisa kita baca dari Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, gusmus.net, atau gusdur.net,” paparnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 11 September 2016

PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI

Seole, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Terbentuknya Pengurus Cabang istimewa NahdlatulUlama (PCINU) Korea mendapat respon positif dari kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara tersebut. Mereka mengharapkan PCINU mampu memperjuangkan keberadaan musholla dan masjid yang didirikan TKI memiliki badan hukum tetap.

Demikian yang disampaikan salah seorang TKI sekaligus anggota PCINU Korea Ahmad Fahmi Asmawi kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw melalui jajaring sosial Facebook, Jum’at (28/6).

PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI

Fahmi mengutarakan para TKI Korea telah banyak mendirikan musholla dan masjid di sejumlah wilayah negara yang dikenal dengan gingsengnya tersebut. Sampai saat ini bangunan masjid-musholla yang sudah berdiri sekitar 26 jumlahnya namun belum berbadan hukum. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

”Kami sangat senang dan berharap PCINU ini nanti bisa memperjuangkan masjid-musholla berbadan hukum tetap. Terutama masjid daerah Chanwon yang tanah dan bangunannya sudah dibeli TKI tetapi ijinnya tak bisa keluar,” ujarnya.

Pria asal kota Kudus Jawa Tengah ini menuturkan sebagian besar musholla yang didirikan ini berawal dari jamiyah tahlil dan yasinan para Tenaga Kerja Indonesia. Mereka menyadari pentingnya sarana prasana itu untuk kepentingan sebagai tempat ibadah secara khusyu dan tempat pengajian bagi TKI Muslim di Korea.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kawan-kawan TKI juga berharap PCINU mendatangkan ustadz dai/kiai secara kesinambungan untuk penguatan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Sebab disini juga sudah terjangkit virus Wahabi,” pinta Fahmi lagi.

Fahmi juga menginformasikaan kepengurusan PCINU Korea sudah dilantik oleh wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali pada 25 Mei 2013 di Masjid Sayyidina Bilal, Changwon Kyongnamdo. 

“Kita ingin bisa segera kerjasama secara resmi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea,”imbuhnya.

Mengenai kegiatan para TKI Korea, Fahmi menuturkan disamping bekerja juga mengadakan pengajian keagamaan yang diadakan rutin secara online setiap malam Senin.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pemurnian Aqidah, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 18 Juni 2016

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyambut baik kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimnas) II yang diadakan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU pada 18-23 September 2017 di Lapangan Tembak AKMIL Salaman dan Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

"Kami akan men-support dan mendukung penuh acara ini," katanya saat memberi sambuatan di acara Launching Perwimnas II di Lantai 8, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (25/3).

Menpora juga menambahkan, selain bina diri, bina sosial, dan bina lingkungan, ada satu hal lagi yang tak kalah penting yaitu pramuka untuk masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Pramuka bukan hanya untuk pramuka saja, pramuka bukan hanya untuk komunitas saja, tapi pramuka untuk masyarakat, pramuka untuk semua warga negara," lanjutnya di hadapan pengurus Satuan Komunitas (Sako) Ma’arif NU yang hadir saat itu.

Terahir, Menpora meminta ada waktu sehari penuh bagi peserta yang mengikuti Perwimnas II bisa beradaptasi ke rumah-rumah kemasyarakat, tidak hanya di perkemahan. Peserta bisa melihat budaya dan tradisi msayarakat yang mungkin bebeda antara budaya masyarakat yang satu dan yang lainnya. (Kifayatul Ahyar/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw