Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria kelahiran Balubur Limbangan, Garut, 16 April 1949 ini menjadi PNS Guru SD di pedesaan Kecamatan Kadungora. Profesi guru dijalani hingga th.1983, ketika diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Namun tahun 1984, mengundurkan diri dari PNS tanpa meminta pensiun karena ingin fokus kepada professi wartawan yang telah dirintis sejak th.1966 dengan menjadi koresponden “freelance” untuk beberapa suratkabar terbitan Bandung, Jakarta dan Medan.

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria yang nyantri di beberapa pesantren kecil dekat rumah (1955-1964) sering mengikuti “pengajian politik” di rumah Bapak KH Prof.Dr.Anwar Musaddad, Jl.Ciledug, Garut, yang berlangsung setiap awal bulan. Kegiatan tersebut dihadiri para politikus NU dan para ajengan pesantren terkenal dari Garut dan sekitarnya. Masa mudanya pernah aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan GP Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tahun1964 mulai mengumumkan tulisan sastra (prosa dan puisi),serta jurnalistik. Dimuat dalam surat kabar “Harian Banteng” (corong PNI Jabar), “Harian Rakyat (corong PKI Jabar). Tapi tak pernah satu kalipun dimuat di “Harian Karya” (corong NU Jabar), walapun sering direkomendasikan oleh pengurus IPNU, GP Ansor dan PCNU Garut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pria ini terampil menulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Para pemerhati bahasa Sunda pasti tahu karyanya Sabelas Taun (kumpulan sajak), Nyi Kalimar Bulan (ceritera anak-anak) Oray Bedul Macok Mang Konod (humor pedesaan), Bongbolongan Nasrudin (humor terjemah dari bahasa Arab), dan belasan karya lain.

Dalam bahasa Indonesia di antaranya Si Ujang Anak Peladang (ceritera anak-anak), Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati (ceritera anak-anak), Sehari di Bukit Resi (ceritera anak-anak), Desa Tercinta (ceritera anak-anak), Berlibur di Kaki Gunung (ceritera anak-anak), dan lain-lain.

Ia juga menulis Percikan Hikmah (kumpulan anekdote sufi), Pertaruhan Domba dan Kelinci (ceritera anak-anak bergambar), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (analisa). Tulisan-tulisan dia masih bisa kita jumpai saban minggu di surat kabar, tabloid, dan majalah daerah Jawa Barat.

Pria bernama Usep Romli HM tersebut telah menerima beberapa penghargaan atas dedikasinya dalam dunia penulisan dan kecintaanya terhadap bahasa daerahnya. Dua kali ia menerima Hadiah Rancage dari Yayasan Rancage.

Pada tahun 2014, Usep yang pernah menjabat penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001) terpilih sebagai penerima Hadiah Asrul Sani kategori Kesetian Berkarya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Cerita, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jika tidak ada halangan, tahun ini Pemerintah Kabupten Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Al-Qur’an. Juga peraturan Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah. 

Hal itu menyusul diajukannya dua Rancangan Perda tersebut –bersama 5 Rancangan Perda lain- pada rapat paripurna di gedung DPRD Jember, beberapa hari lalu.

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

 

Menurut Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Jember, Siswono, Perda tentang Baca Tulis Al-Qur’an sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jember, khususnya dalam rangka mencetak generasi muda yang islami dan paham terhadap Al-Qur’an. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, selama ini Jember telah melebeli diri dengan sebutan kota relijius. "Untuk itulah diperlukan Perda tersebut. Sebab apa, sebab membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan pintu masuk untuk memahami isi dan kandungan Al-Qur’an," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Jumat (18/9).

 

Sedangkan mengenai Rancangan Perda tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah, menurut Siswono, dimaksudkan sebagai instrumen untuk mengentas kemiskinan di Kabupaten Jember melalui pemberdayaan zakat dan sedekah secara maksimal. 

Ia mengabaikan pendapat bahwa zakat tidak akan mempu mengurangi kemiskinan karena jumlah orang miskin jauh lebih banyak daripada orang kaya. "Itu kalau dana zakat, Infaq dan sedekah tidak dikelola dengan sungguh-sungguh. Tapi jika dikelola dengan baik dan benar serta transparan, maka tidak mustahil kemiskinan bisa dikurangi oleh pemanfaatan zakat," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

 

Semua Rancangan Perda itu merupakan prakarsa DPRD Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengadian pada Masyarakat Universitas Islam Jember (UIJ)Lembaga Penelitian Universitas Jember Lembaga Penelitian Universitas Jember.

 

Setelah resmi diusulkan, akan dibahas bersama oleh eksekutif dan legislatif sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Perda. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Anti Hoax, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 06 Februari 2018

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Al Ghozali Semarang melaksanakan Halal bihalal dengan para alumni dan pembimbing. Kegitan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah milik warga di Gang. Nakula, Banaran Sekaran, Kecamatan Gunungpati. Rumah tersebut menjadi rumah pergerakan bagi para anggota PMII.

Anggota Rayon, Pengurus Komisariat, alumni PMII IKIP Semarang sampai PMII Al Ghozali (Unnes) Semarang, dan alumni yang telah menjadi dosen di Universitas Negeri Semarang turut hadir dalam Halal bihalal ini.

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina

Kegiatan pada Ahad, 23 Agustus 2015 dari jam 08.00-12.00 WIB, diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan sholawat. Lalu refleksi, cerita flashback perjuangan di PMII dari para alumni, serta motivasi dari para pembina.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut, salah seorang alumni angkatan 1994, Ikhsan, PMII merupakan barisan mahasiswa yang menunda kiamat. Selama sahabat-sahabat PMII mau berjuang menegakkan kalimat Allah, maka selama itu pula Islam akan besar di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjuangan dan pergerakan sahabat-sahabat PMII dalam menegakkan kalimat Allah penting bagi keberlangsungan dakwah ahlussunah wal jamaah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu Ali Formen, yang dalam muktamar NU ke 33 kemarin hadir sebagai perwakilan Cabang Istimewa Australia, mengungkapkan bahwa di antara banyak sekali alasan mahasiswa menjadi pribadi yang buruk, sahabat-sahabat PMII memilih jalan untuk menjadi pribadi yang baik.

Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan ini ditutup dengan dengan bersalaman di antara pengurus dan alumni. (Mukh. Imron Ali Mahmudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 29 Januari 2018

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Pilkada DKI Jakarta kali ini merupakan momen politik paling hiruk-pikuk dan paling panas dalam sejarah pemilihan kepala daerah di Indonesia. Sekalipun hanya peristiwa politik lokal, tetapi daya jangkauannya bersifat nasional mengingat posisi Jakarta sebagai pusat informasi dan rujukan politik nasional. Sedemikian besar energi masyarakat yang digunakan untuk berdebat terkait dengan dukungan yang diberikan kepada masing-masing calon, sampai-sampai banyak urusan penting lainnya terabaikan.

Salah satu yang membuat daya getarnya merambat ke seluruh pelosok Indonesia adalah  keberadaan media sosial. Pada era media cetak masih menjadi andalan publik mencari informasi, sebaran berita sifatnya lokal sehingga pengaruhnya hanya melingkupi daerah di mana media tersebut diedarkan. Medsos mampu menembus batas lokalitas. Apa yang terjadi di satu tempat, dalam waktu sangat singkat, tersebar ke seluruh penjuru dunia. Sayangnya, informasi yang beredar di medsos susah diverifikasi kebenarannya. Berita palsu atau hoax untuk mendiskreditkan lawan dari masing-masing kubu beredar secara viral  dari grup ke grup tanpa verifikasi kebenarannya yang mengakibatkan kegaduhan di mana-mana. Era posttruth di mana masyarakat mencari penegasan atas keyakinan yang dipeluknya menyebabkan mereka hanya menerima dan membagi informasi yang mendukung keyakinannya. Sifat kritis untuk memeriksa informasi dari dua belah pihak sudah hilang. Yang terjadi selanjutnya adalah, dukungan pada satu calon semakin militan.

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Media sosial, dengan sifatnya yang anonim telah menjadi ajang caci-maki pada pihak lain yang  tidak sependapat dengannya. Siapa saja bisa melempar isu tanpa merasa perlu bertanggung jawab atau enggan kepada orang lain yang lebih dihormati sebagaimana terjadi di dunia nyata. Pernyataan-pernyataan yang tidak dibaca utuh, ditanggapi dengan komentar atau cacian sekenanya tanpa berpikir panjang. Dengan mudah dan tanpa pikir panjang, remaja tanggung tanpa ilmu pengetahuan memadai memberi komentar pedas pada kiai terhormat yang tidak sependapat dengannya. Teman yang sebelumnya baik-baik saja di-unfriend karena beda pendapat. Hubungan antarkeluarga besar bisa menjadi kaku, semua akibat ketidakdewasaan dalam mensikapi pilkada dan ketidakkritisan pada berita-berita palsu yang menyertainya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Politik memang kejam, di balik sikap santun yang ditunjukkan para calon di hadapan publik, para tim sukses bekerja dengan segala cara untuk meraih kemenangan. Para buzzer, menciptakan kegaduhan-kegaduhan di masyarakat melalui jaringan media sosial yang dikelolanya. Mereka tidak peduli soal efek sosial yang ditimbulkan dari status-status yang mereka unggah, yang penting, secara pribadi dapat bayaran, dan secara kelompok, target kemenangan dicapai. Fenomena ini bukan hanya di Indonesia, kejadian yang sama terjadi di Amerika Serikat di mana, banyak orang secara pribadi mengambil keuntungan dari mengunggah berita-berita palsu karena masyarakat suka atas informasi tersebut dan kemudian membaginya dengan sukarela. Dengan demikian, situs yang dikelolanya mendapat banyak kunjungan. Dari situlah uang dihasilkan. Faktor inilah yang dinilai oleh sebagian orang sebagai kunci kemenangan Donald Trump.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jika tidak dikelola dengan baik dan diambil pelajaran atas kejadian seperti ini, maka ke depan metode-metode buruk untuk bersaing ini akan terus digunakan, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi dalam peristiwa politik selanjutnya seperti pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019 mendatang.  Obor Rakyat, tabloid abal-abal yang dgunakan untuk menjatuhkan lawan dengan sejumlah berita palsu saat pilpres 2014 sudah cukup meresahkan. Kala itu, cara yang digunakan masih konvensional. Redaksi yang bertanggung jawab masih bisa diminta pertanggungjawabannya di depan hukum.  Informasi di media sosial dengan kecepatan persebaran yang luar biasa, dengan sumber yang tidak jelas, akan memiliki daya rusak yang dahsyat jika digunakan untuk kepentingan negatif.  

Pilkada DKI menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk segera menyiapkan perangkat hukum dan teknologi guna mengantisipasi meluasnya berita palsu pada peristiwa politik di masa mendatang. Sebagai contoh, pemerintah Jerman telah meminta facebook dan aplikasi media sosial lainnya untuk mengambil tindakan lebih guna mengantisipasi penyebaran berita palsu karena adanya anggapan bahwa selama ini perusahaan-perusahaan tersebut belum mengambil tindakan yang memadai atas beredarnya hoax. Jika tidak, maka akan ada denda sangat besar yang harus ditanggung perusahaan-perusahaan tersebut. Para pemimpin harus mendidik masyarakat bagaimana bersikap lebih rasional dalam menghadapi pilkada karena pilkada bukanlah segalanya, melainkan sesuatu yang rutin digelar. Pusat-pusat layanan untuk memverifiksi kebenaran berita harus ditambah. Sudah banyak komunitas yang peduli terhadap maraknya berita palsu, tetapi ini belum cukup. Semuanya demi menjaga tertib sosial.  

Pilkada DKI Jakarta memang sempurna sebagai sebuah pertunjukan politik. Karakter msing-masing calon beserta kelebihan dan kelemahannya menjadi bahan pujian dan cacian pada kawan dan lawan, untuk menggerakkan dukungan dan mengintimidasi lawan. Menusia memang tidak ada yang sempurna, tapi bukan berarti boleh dicaci dengan semena-mena. Selamat kepada pemenang, pasangan Anies-Sandi. Semoga bisa menunaikan janji yang disampaikan selama masa kampanye. (Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 28 Januari 2018

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Grand Syekh Al-Azhar  Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb beserta Majelis Hukama di Istana Negara, Senin (22/01) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain Presiden Jokowi, kedatangan Grand Syekh Al-Azhar ini juga disambut oleh para menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan Presiden Jokowi dengan Grand Syekh Al Azhar dan para menteri berlangsung tertutup.

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Usai pertemuan, Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir memberikan keterangan bahwa kedatangan Grand Syaikh Al-Azhar di Indonesia mempunyai beberapa agenda, seperti berkunjung ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Malang, dan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. 

Disampaikan Fachir, Al-Azhar merupakan Perguruan Tinggi Islam yang sangat terkenal di Indonesia. Al-Azhar tidak sedikit menarik mahasiswa Indonesia. Saat ini saja tercatat lebih dari 3500 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Al-Azhar.  

“Al-Ahar banyak melahirkan tokoh-tokoh luar biasa di Indonesia hingga sekarang ini. Selamat datang dan terima kasih atas kesediaannya datang ke Indonesia,” kata Fachir.

Mewakili Presiden Jokowi, Fachir mengucapkan terima kasihnya kepada Grand Syekh Al-Azhar yang telah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Indonesia. Al-Azhar adalah perguruan tinggi yang sangat moderat, sama seperti perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki toleransi dan moderasi yang cukup baik. Bahkan, Presiden memberikan apresiasinya, telah membangun dan sudah meresmikan empat gedung asrama Mahasiswa di Mesir yang dapat juga diperuntukkan bagi mahasiswa asing lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mantan Menlu Alwi Shihab yang juga hadir dalam pertemuan itu menyampaikan harapannya kepada Grand Syekh Al-Azhar, agar dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat Muslim Indonesia, dan membimbing mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menyebarkan kembali Islam yang jauh dari ekstrimisme dan jauh dari kekerasan. 

“Terima kasih kepada Syekh Al-Azhar telah mengunjungi Indonesia dan Presiden akan berkunjungan ke Mesir dalam waktu dekat,” terangnya.

Ditambahkan Alwi, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepad Al-Azhar karena selain memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, juga telah mengutus ulama setiap tahunnya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tahun ini saja, ada 30 dai dari Al-Azhar datang ke Indonesia untuk memberikan pendidikan di Indonesia. Pertemuan ini cukup baik dan bermanfaat,” kata Alwi Shihab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 18 Januari 2018

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

Demak, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pimpinan Pusat Muslimat NU menyatakan prihatin terhadap darurat narkoba yang menimpa Indonesia. Mereka menggelar tur keliling Indonesia untuk membentuk laskar antinarkoba di seluruh cabang Muslimat NU. Hj Khofifah Indarparawansa meminta anggota Muslimat NU untuk turut serta menanggulangi peredaran narkoba.

Narkoba dengan berbagai ragamnya merupakan perusak paling besar jiwa dan mental anak bangsa. Karena siapa pun yang telah mengonsumsinya secara perlahan jaringan syarafnya akan rusak sehingga pemakainya akan mengalami gangguan jiwa.

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

“Pemakai narkoba 60% mengalami gangguan jiwa. Ini sangat memprihatinkan dan ini PR besar Muslimat NU,” tegas Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah usai melantik pengurus baru Muslimat NU Demak di alun-alun depan Masjid Agung Demak, Sabtu (16/4).

Ia mengajak warga Muslimat NU mendukung gerakan antinarkoba dimulai dari anak, keluarga, dan lingkungannya masing masing. Pencegahan di lingkungan terkecil merupakan antisipasi atas maraknya peredaran narkoba yang sudah menyasar ke segala penjuru dan di semua kalangan masyarakat termasuk instansi pemerintah dan swasta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Bu, saya mengajak panjenengan semua sejak dini setidaknya mulai dari keluarga dan lingkungan untuk gerak bersama memberantas narkoba,” imbau Khofifahdi tengah ribuan hadirin. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru, Politeknik Ketenagakerjaan secara resmi mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2017/2018. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 16-19 Oktober 2017, di Pusdiklat Kemnaker, Jakarta Timur.

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus

“Atas nama Politeknik Ketenagakerjaan, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara-saudara diterima menjadi mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan angkatan pertama,” kata Plt. Sekjen Kemnaker Haiyani Rumondang saat membuka kegiatan, Senin (16/10).

Para mahasiswa baru akan mendapatkan materi yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus, Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, Penggulangan Bahaya Narkoba, Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme serta Pengembangan Karakter.

Dikatakan Haiyani, total pendaftar Politeknik Ketenagakerjaan berjumlah 2.605 orang. Namun, setelah mengikuti tes seleksi, hanya 90 mahasiswa yang diterima.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Ada beberapa tes yang calon mahasiswa harus ikuti, diantaranya seleksi kelengkapan berkas, Test Potensi Akademik, psikotes, dan terakhir wawancara,” jelas Haiyani.

Haiyani menambahkan, 90 mahasiswa yang diterima terdiri dari beberapa kejuruan, yaitu Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang nantinya akan mendapat gelar S.Tr.K3, Diploma 4 Relasi Industri dengan gelar S.Tr. M., dan Diploma 3 Manajemen Sumber Daya Manusia dengan gelar Amd. (Ahli Madya) MSDM.

Selain itu, Kurikulum pada setiap Program studi disusun berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Nantinya setelah lulus mereka tidak hanya akan menerima ijazah tanda kelulusan, akan tetapi sekaligus menerima sertifikat kompetensi sesuai dengan program studi masing-masing,” papar Haiyani.

Adapun kegiatan perkuliahan Politeknik Ketenagakerjaan akan dimulai 23 Oktober 2017,di Gedung Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Bekasi. Kegiatan praktik prodi D4 K3 akan dilakukan di Balai K3 Jakarta, Cempaka Putih.

Tujuan Pendirian Politeknik Ketenagakerjaan adalah memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang ketenagakerjaan baik di instansi pemerintah, dunia industri, maupun masyarakat pada umumnya.

“Hal ini dilakukan karena permasalahan ketenagakerjaan semakin komplek, dan menghadapi derasnya tuntutan globalisasi, sehingga memerlukan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,” paparnya.

Haiyani berpesan kepada para mahasiswa supaya menyelesaikan studi tepat waktu.

“Dengan lulus tepat waktu, berarti saudara-sadara telah memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka-mereka yang ingin menikmati studi di Politeknik Ketenagakerjaan di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Olahraga, AlaSantri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Semangat Hijriyah harus terus digelorakan dalam setiap dada pelajar agar kehidupan selalu ? berjalan pada rel kebaikan. Semangat untuk terus berbuat kebajikan dalam upaya menata diri dalam meraih cita-cita tidak boleh berhenti. Antara lain dengan belajar, belajar, dan belajar.

Demikian disampaikan KH Ahmad Riyadi dari Brebes saat sambutan Pengajian Gebyar Muharram di MTs Negeri Bangbayang kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (25/11).

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Sekolah, baginya, menjadi ladang persemaian untuk menata kehidupan pelajar agar lebih baik. Momentum Hijriyah saatnya untuk berbuat baik secara positif kepada diri sendiri, orang tua, guru, dan juga masyarakat. “Lewat Gebyar Muharram, kita siapkan generasi andal bagi hidup dan kehidupannya di masa kini dan mendatang.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Kiai Ahmad Riyadi, kita perlu prihatin karena tidak sedikit pelajar yang disibukkan dengan glamournya kehidupan kota. Senang dengan kehidupan malam, dekat dengan narkoba, tawuran dan lain-lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dengan terus menggelorakan semangat hijriyah, maka kita akan terus berbuat baik. Berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabikhul Khoerot, tegasnya.

Sementara Kepala MTs Negeri Bangbayang Muhammad Suaedi menjelaskan, Gebyar Muharram digelar dengan maksud meneladani jasa perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan menegakan Islam di muka bumi. ? “Gebyar Muharam, selain untuk syiar Islam juga bisa menggiring siswa menjadi pelajar yang santun, penuh dedikasi, cakap, dan rajin ibadah.”

Kegiatan ini digelar sejak Kamis-Sabtu (21-23/11) dalam bentuk perlombaan. Varian kegiatan itu antara lain pawai taaruf, lomba kaligrafi, lomba pidato, lomba karaoke qosidah, lomba busana muslim, lomba kebersihan dan keindahan kelas, lomba MTQ, dan pengajian umum. Kegiatan diikuti seluruh siswa yang berjumlah 520 orang.

Dengan gebyar Muharam, sambung Suaedi, minimal siswa yang mengikuti kegiatan itu bisa menjadi generasi yang kompetitif, terampil, dan mandiri yang memiliki landasan spiritual dan keilmuan yang luas. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Tegal, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketangguhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terlepas dari peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kekuatan sosial. Banyak contoh negara Islam di Timur Tengah tumbang gara-gara tidak memiliki kekuatan organisasi sosial kemasyarakatan, seperti NU.

Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik

NU telah terbukti menjadi perekat dan penengah konflik diantara kepentingan nasionalis dan agama maupun politik, kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

“NU, satu-satunya organisasi yang telah terbukti menjadi perekat dan penengah kekuatan nasionalis, agama maupun politik,” terangnya saat menyampaikan mauidlatul khasanah pada Manaqib Kubro Jami’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyah (Jatman) se-Jateng di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu malam (31/05/14).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kang Said, demikian sapaan akrabnya, menandaskan NU telah menjadi perekat seluruh komponen bangsa. Politik kebangsaan yang dianut NU menjadi kekuatan sosial yang ampuh tanpa membedakan latar belakang apapun. “Ahmadiyah itu sesat, tetapi tidak berarti manusianya harus dibantai, diusir atau pun rumahnya dibakar, tidak,” kata Kang Said mencontohkan sikap toleransi NU kepada mahluk di bumi.

Dia menandaskan, selama masih ada NU maka NKRI selamat. Kekuatan terkecil dari pengurus anak ranting, pengurus ranting, MWC, pengurus cabang, pengurus wilayah hingga PBNU  menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia.  “Selama masih ada PBNU, P = Pancasila, B=Bhineka Tunggal Ika, N=NKRI dan U=UUD 1945, Indonesia selamat,” tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Negara-negara timur tengah yang menganut Islam 100 persen bisa tumbang karena tidak memiliki toleransi dengan Kaum Nasionalis, demikian juga sebaliknya. Sebab Islam bukan hanya aqidah dan syareah. Tapi Islam juga peradaban, intelektual, budaya, kemanusiaan, pendidikan, kesejahteraan dan kemasyarakatan lainnya. “Tradisi NU telah menjadi kekuatan rekonsiliasi grassroot,” ujarnya.

Kang Said juga memberi apresiasi kepada pemimpin, baik presiden maupun bupati agar selektif dalam menerapkan kebijakan. Pasalnya apapun yang menjadi kebijakannya akan berakibat langsung pada masyarakat. Untuk itu harus mempertimbangkan akibat dari kebijakan yang diambilnya apakah akan berbuah maslahat atau berakibat mudlarat bagi umat?

Keputusan yang berpihak kepada umat akan bernilai jihad. Seperti pertama, bisa membangun masyarakat yang beriman, iman yang beralasan. Kedua, syariat islam berjalan dengan baik namun bukan dengan desakan peraturan. Tidak perlu diundangkan tapi dijamin pengamalannya. Karena kalau diundangkan bisa-bisa pelaksanaanya tidak ikhlas. Ketiga, memberi perlindungan kepada warganya yang baik dan benar. Siapapun dia, kalau baik dan benar harus di bela. “Kalau culas, tukamg nyolong, koruptor, meskipun Islam jangan dibela,” tandasnya.

Isighosah dipimpin KH Zaeni Mawardi dari Semarang, KH Chalwani (Purworejo) dan KH Ahmad Said Basalamah (Brebes).

Hadir Rais Syuriyah PWNU Janteng KH Ubaedillah Sodaqoh, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo, Ketua PCNU Brebes H Athoillah SE MSi, Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Aminudin Mashudi dan undangan lainnya.

Managib Kubro dibuka Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo pada siang harinya. Dalam sambutannya gubernurn mengajak kepada seluruh warga Jateng untuk melakukan revolusi mental. Revolusi mental perlu dilakukan karena sudah pada ambang batas toleransi. Berbagai kegiatan yang salah dianggap lumrah. Seperti kasus pungli jembatan timbang yang menyimpang dianggap hal biasa.

Ketua Panitia H Emastoni Ezam SH MH menjelaskan, Manaqib diikuti 20 orang per Syu’biyah (tingkat cabang), 5 Muslimat Thariqah dan 3 Matan (Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyyah). Namun, sebagaimana umumya kegiatan NU maka yang datang melebihi dari undangan resmi. “Yang diundang sekitar 1000, tapi yang datang mencapai 2000 peserta,” kata Toni.

Dalam kegiatan Jatman diisi dengan sidang-sidang Komisi antara lain Komisi organisasi bertempat di Pendopo, Komisi Bahtsul Masail (Pesantren Assalafiyah II), Komisi Muslimat Thariqah (MTs N Model) dan Komisi Matan (Gedung PKK).

Kegiatan yang berlangsung 30-31 Mei 2014 selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj mauidlatul khasanah juga disampaikan Habib Luthfi dari Pekalongan. (Wasdiun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 23 Desember 2017

PAC IPNU-IPPNU Ngombol Resmi Dilantik

Purworejo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Ngombol, Purworejo resmi dilantik pada Ahad (09/09) di Komplek Masjid Baiturrahman Desa Joso, Ngombol. 

PAC IPNU-IPPNU Ngombol Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC IPNU-IPPNU Ngombol Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC IPNU-IPPNU Ngombol Resmi Dilantik

Acara pelantikan dibarengkan dengan Pengajian halal bihalal masyarakat setempat itu dihadiri MWC NU, Muslimat, Fatayat, Ansor dan pejabat pemerintah Ngombol. Hadir untuk melantik adalah Ahmad Naufa dan Aniroh selaku ketua PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Purworejo. Acara berjalan dengan tertib dan lancar dengan antusisme ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Naufa mengungkapkan pentingnya organisasi kepemudaan untuk generasi muda untuk menyiapkan kepemimpinan dimasa datang. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Pesatnya arus teknologi dan komunikasi dewasa ini cenderung menggerus budaya baik kita. Pemuda dimanjakan dengan teknologi yang membuat mereka menjadi makhluk individualis dan mengabaikan lingkungannya" ungkap Naufa. 

"Dari itu, selain sebagai wahana penggemblengan agama, skill dan potensi pemuda, peran organisasi juga untuk mengembalikan semangat kebersamaan dan kekeluargaan" imbuhnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

IPNU dan IPNU di Ngombol ini menjadi yang terakhir resmi di lantik. 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo, sambung Naufa, telah ada kepengurusan IPNU dan IPPNU nya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. 

"Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dan rekanita dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turutserta mendukung kegiatan kepemudaan. Selain itu, tidak usah sungkan bagi Bapak/ Ibu untuk menegur jika kami dan rekan-rekanita ini dianggap salah dalam melangkah" pinta santri 24 tahun tersebut.

Adapun pengajian disampaikan oleh ketua PC GP Ansor Purworejo KH R Machfudz Chamid ata yang lebih dikenal Gus Afud. Dalam ceramahnya, Gud Afud menyapaikan pentingnya maaf memaafkan diantara sesama. 

"Dalam ajaran agama, dosa kita dengan Allah akan selesai ketika ketika kita Istighfar. Namun dosa antar sesama tidak cukup beristighfar namun dengan meminta maaf atau dalam istilah kita Halal Bihalal" ungkapnya. 

Ia juga membandingkan bahwa tipikal orang Timur Tengah itu cepat marah namun cepat baikan. Beda dengan orang Indonesia yang cenderung tidak gampang marah namun ketika marah sulit untuk diredam. Dari itu, masih menurutnya, momentum Syawwal ini pentik untuk memperbaiki tali persaudaraan dan kekeluargaan.

Peta Suciatmoko dan Jeklin Mandhani selaku ketua IPNU-IPPNU yang baru dilantik mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan Banom NU tersebut ke para pelajar di kecamatan Ngombol. 

"Kedepan kita akan membahas program dan format yang terbaik untuk IPNU dan IPPNU disini. Oleh karena, kultur dan sosiologis masyarakat disini berbeda dengan kecamatan lain, termasuk pemudanya. Jadi, perlu ada pembahasan khusus" ungkap Jeklin. 

Dia juga berharap IPNU-IPPNU di Ngombol semakin diterima dengan berbagai program yang unik, menarik dan menghibur. Sebagai program awal, ia berencana up grading sekaligus keliling untuk Wisata Religi ke makam ulama di Purworejo.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Siti Marufah Hani

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 19 Desember 2017

Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU

Purworejo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Memperingati hari lahir yang ke-7, Pemngurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar refleksi dan pentas seni, akhir pekan lalu . Ratusan kader PMII dan alumni hadir dalam kegiatan yang digelar di halaman kampus STAINU Purworejo tersebut.

Ketua PMII Komisariat STAINU Purworejo, Slamet Abdul Aziz mengungkapkan, aksi teaterikal, Stand Up Comedy, musikalisasi puisi, pementasan musik akustik serta atraksi pencak silat Pagar Nusa memeriahkan acara tersebut. Puncak peringatan ulang tahun secara simbolis dilakukan dengan pemotongan tumpeng oleh Majlis Pembina diberikan kepada Ketua Cabang dan terakhir seiserahkan kepada Ketua Komisariat.

Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU

"Kami bersyukur bahwa momentum ini kami dapat merekatkan kembali tali silaturahmi baik sesama anggota yang saat ini masih berproses serta alumni-alumni yang saat mahasiswa berproses di PMII," tandasnya, Ahad (1/6).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua PC PMII Kabupaten Purworejo Lukman dalam sambutannya mengatakan, PMII sebagai organisasi ekstra kampus memiliki peranan yang sangat penting bagi mahasiswa. Dari PMII inilah nalar mahasiswa untuk terus berbuat untuk masyarakat diasah.

"Kaum muda terdidik ini nantinya akan menjadi ujung tombak di masyarakat untuk mengurai berbagai persoalan yang ada. Jangan sampai seorang mahasiswa setelah jadi sarjana menjadi bingung mau berbuat apa bahkan menjadi beban dan menambah permasalahan di masyarakat," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lukman menambahkan, berkaitan dengan harlah ke-7 ini, seyogianya dijadikan momentum untuk berbenah diri karena tantangan PMII ke depan akan semakin berat. "Kita dihadapkan dengan problematika yang sangat kompleks. Baik di kampus sebagai asal kita bergerak, juga di masyarakat sebagai medan juang yang nyata. Untuk itu harlah ketujuh ini harus dimaknai sebagai momentum muhasabah agar kedepan kita lebih bermanfaat bagi masyarakat luas," tandasnya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Syariah, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 03 Desember 2017

INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) selenggarakan bedah buku berjudul Deradikalisasi karya Muhammad AS Hikam di bedah di hotel Grand Cemara, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).?

Bedah buku Radikalisasi tersebut menghadirkan dua narasumber dan tiga penanggap serta dimoderatori Lia Toriana dari Deputi Program Transparancy International Indonesia.

INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)
INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)

INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam

Narasumber yang dimaksud ialah Penulis buku Deradikalisasi Muhammad A.S Hikam dan Direktur Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Savic Ali. Tiga penanggap yang hadir Direktur Yayasan LKiS Hairus Salim, Peneliti Senior P2P LIPI Syamsudin Haris, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Binny Bintarti Buchori.

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo menyampaikan tentang tujuan menyelenggarakan bedah buku ini untuk belajar ke Muhammad AS Hikam.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena Pak Hikam bukan saja praktisi, tapi juga orang yang kuat dan ahli dalam terorisme,” katanya.

Ia juga menambahkan supaya belajar lebih khusus lagi tentang hal-hal yang belum atau perlu dilakukan untuk mengurangi ancaman radikalisme. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Pahlawan, Santri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 21 November 2017

Panggil Aku Bung Saja

Oleh Dwi Putri



1.

Aku biasa memanggilnya ‘bung’. Kami bertemu dua tahun lepas ketika sama-sama menghadiri kegiatan rutinan di Taman Ismail Marzuki. Kata teman-temanku, kegiatan itu dicetuskan oleh salah seorang penyair atau mungkin penulis yang terkenal di jagat dunia sastra kontemporer Indonesia. Aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Kata temanku lagi, acara itu selalu ramai didatangi oleh penikmat sastra, baik dari ibukota ataupun dari luar ibukota. 

Panggil Aku Bung Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Panggil Aku Bung Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Panggil Aku Bung Saja

Pertama kali ketika datang di sana aku cukup kaget, ternyata ramai juga walaupun waktu yang digunakan masanya orang asyik mendengkur di atas kasur. Di kampungku pasti tidak akan diperbolehkan oleh kades setempat. Takut ganggu warga katanya.

Rambutnya awut-awutan. Tangan sebelah kirinya nyaris ditutupi tato. Perantau cupu sepertiku mana berani dekat dengan orang semacam dia. Lebih mirip anak punk daripada seorang penikmat sastra. Waktu itu aku belum bisa membayangkan bagaimana seorang sastrawan di ibukota, Yogyakarta, dan lainnya. Yang kutahu di tv dan surat kabar, seorang sastrawan ya berpakaian rapi. Yang terpenting kalian jangan sampai menyalahkan tv dan surat kabar perihal ketidaktahuanku ini. Akunya yang kurang baca, jadi mana paham dengan dunia sastra dan bagaimana cara mereka menikmati hidup.

Kebetulan posisi kami berdekatan. Ia tersenyum padaku, aku hanya menunduk. Entah tanda apa itu. Hormat? Takut? Ha-ha-ha lucu saja kalau aku mengingat peristiwa itu. Apalagi sesekali di tengah diskusi, ia sering menyeletuk kecupuanku kala itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Aku pernah bertanya padanya, “kenapa aku harus memanggilmu bung? Kenapa tidak kakak atau adik sebagaimana lazimnya?” 

Dia hanya tertawa renyah sembari memamerkan gigi yang kuning dan terselip sesuatu yang berwarna hitam, entah apa itu. Aku tidak berani meyelidik dan menatap giginya lama. Menjijikkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Aku suka dipanggil ‘bung’, karena aku merasakan diriku bebas. Kamu tau kan konsep presiden pertama kita menyematkan kata ‘bung’ di depan namanya?”

Aku hanya mengangkat bahu pelan. Lagi dia tertawa.

“Kamu benar-benar tidak tahu? Atau cuma mengujiku saja? Ha-ha-ha.” Tawanya lepas. Puas sekali nampaknya membuat mukaku merah padam.

“Coba aku tanya, di antara kita berdua mana yang lebih tua?”

“Cah edan… ya tentu kamu yang lebih tua. Dari kerutan di muka saja sudah kelihatan.”

Badannya bergetar menahan tawa, “Nah itu maksudku. Bayangkan kalau kamu memanggilku abang, kakak, kang, mas, atau apapun itu. Kamu pasti merasa segan denganku toh? Ya bisa saja akrab, tapi tetap ada sekat.”

Aku tidak mempedulikannya. Mulutku sibuk menyedot es jeruk yang baru saja kupesan. Sedangkan dia lebih memilih kopi. Katanya kopi membangkitkan semangat dan seleranya. Jiwa mudanya akan kembali. Aku memang orang Sumatra. Dan kebetulan keluargaku mempunyai kebun kopi beberapa hektar. Tapi bagiku kopi tidak terlalu mampu menarik perhatianku. Apa enaknya? Pikirku. Ya selera orang memang berbeda-beda. Tapi sekali lagi kubilang, aku tidak suka kopi.

2.

“Mahbub.” 

Aku menoleh ke arahnya, “Mahbub?” tanyaku.

“Iya, Mahbub.” 

“Dia siapa? Bapakmu? Kakekmu? Atau leluhurmu.” Aku menggosok tanganku kencang. Dingin sekali.

Seperempat jam yang lalu hujan. Sekarang gerimis. Ah, romantis sekali sebenarnya. Andai dia pacarku. Aku tersenyum sendiri ketika membayangkan kami berdua berpelukan mesra menatap langit. Sambil membiarkan wajah kami disentuh lembut rintik-rintik hujan di malam tanpa bintang.

“Kau kenapa tersenyum?”

Aku terkejut, ia menyenggol lenganku.

“Eh, tidak apa-apa. Jadi? Siapa Mahbub?

Mulai ia menyulut rokok. Aku risih sebenarnya menghirup kepulan asap itu. Menghindar tidak mungkin. Jadi untuk mengalihkannya, aku terpaksa sesekali pura-pura menggaruk dan memelintir hidungku pelan.

“Nanti kau kenalan sendiri dengannya ya.”

“Jadi dia masih hidup?”

“Menurutmu?”

“Ya mana aku tahu. Namanya saja aku baru mendengarnya sekarang.”

“Besok aku mau ke kampus tempat aku kuliah dulu. Aku dapat undangan hadir di acara anak-anak sana. Tentang Mahbub. Mau ikut?”

“Ya, siapa tahu ketemu Mahbub, aku ikut sajalah.”

Katanya, Mahbub itu sama dengan dirinya. Mahbub senang dipanggil ‘bung’. Apa peduliku dengan orang-orang yang suka dipanggil dengan sebutan ‘bung’ itu. Seingatku, aku pernah membaca sebuah artikel salah seorang temanku yang diterbitkan di sebuah media nasional. Di sana ada semacam analisis penggunaan bahasa dari masa ke masa sejarah Indonesia. Jika kita menelisik kembali ke sejarah Orde Lama, tentu kata ‘bung’ identik dengan jiwa sosialis sebagaimana jiwa Bung Karno. Tapi zaman terus berkembang. Zaman Bung Karno terkenal dengan peristiwa 65/66 yang terkenal karena gejolak politik. Jadi untuk menggeser zaman Soekarno, maka pemerintah di zaman Orde Baru sebisa mungkin menghilangkan semua hal yang berbau Orde Lama. Termasuk kata panggilan ‘bung’ yang akrab disematkan pada tokoh-tokoh Orde Lama di zaman pemerintahan Bung Karno.

3.

“Kampret kau. Tega sekali aku diajak pergi dengan jalan kaki begini.” Aku menggerutu sepanjang jalan. Sesekali aku berhenti sambil memijit-mijit dengkulku yang terasa nyeri. Yang benar saja, aku diajak jalan kaki dari Pasar Rumput menuju Matraman. Katanya kampus yang mengadakan acara Mahbub itu di sana. Aku sendiri belum pernah mendengar ada kampus di sekitar tempat itu. Padahal aku sering mejeng bersama teman-teman satu komunitasku di taman yang ia sebut Taman Amir Hamzah.

“Biar terbiasa. Nanti kau kulatih jadi aktivis, biar kuat jalan kaki ke mana-mana. Bisa hemat duit kan? Nanti juga kalo lagi demo semacam long march kau tidak kaget lagi.” Ia terus berjalan menikmati perjalanan sambil memetik gitar kesayangannya. Tahu begini, lebih baik aku menolak untuk ikut. Bodohnya aku yang terus saja ikut dengan orang gila yang berjalan di depanku ini. sudah tahu gila, tapi tetap diikuti. Kegilaan apa yang ia salurkan padaku sehingga aku tetap mengikuti kegilaannya.

“Sekarang masih di Minangkabau. Berapa lama lagi kita sampai?”

“Ya paling habis ‘isya kita sudah sampai. Kau sudah maghriban kan?”

Aku melengos, “Apa pedulimu aku sholat apa tidak?”

“Ha-ha-ha… cupu begini, ternyata kau lebih jantan daripada aku ya.”

“Maksudmu?” mataku picing sebelah.

“Ya itu, cupu di hadapan manusia, tapi keberanianmu menantang Tuhan lebih dari sekedar berani. Salut padamu, aku beri jempolku empat-empatnya. Mau?” Rambut gondrong kriwilnya melayang-layang diterpa angin kendaraan yang lalu lalang.

“Tidak mau.” Jawabku ketus.

“Lho kenapa?” matanya lurus ke depan tanpa menoleh ke arahku.

“Dengar ya bung, jempolmu bau. Jadi dikasih gratis pun aku tidak akan mau.” Kami berdua tertawa. Aduh, lagi aku membayangkan dia adalah pacarku.

Ia mengajakku untuk terus menikmati perjalanan. Tidak terasa kami sudah tiba di jalan tambak. Sedikit lagi kami akan sampai. Duh, ketika sadar dari hipnotis ketidaksadaran darinya, kakiku mulai nyeri lagi, napasku agak tersengal menahan sesak. Meskipun bukan golongan orang kaya, aku tidak pernah mau bepergian dengan jalan kaki. Maksudku, itu jelas akan menghabiskan banyak waktu. Apalagi untuk ukuran Jakarta yang terlanjur banyak polusi, debu, asap knalpot. Bagiku jelas akan banyak kerugian yang akan didapat. Jakarta bukan ide yang baik untuk berjalan kaki. Aku lebih suka naik TransJakarta ketimbang kendaraan umum lainnya. Tidak tahu. Aku merasa nyaman saja walaupun di beberapa waktu harus berdesakan dengan pelanggan lainnya. Aku bukan pencinta bus. Mungkin salah satu alasanku menyukai bus Jakarta lebih karena aku terlalu terobsesi hidup dengan suasana seperti di Eropa. Ya, ketika di dalam TransJakarta, aku mendapati diriku seperti di benua biru itu. Aku suka suara decit bus, aku suka berdesak-desakan, aku suka bau AC nya, aku suka melihat petugas yang membawa plang setiap berada di pemberhentian, aku suka menempelkan kartu bus di pintu masuk dan keluar.

“Kenapa?”

“Napasku sengal, Bung. Seharusnya kau tidak usah berhenti dengan dongengmu itu sampai ke tujuan, supaya aku tidak terasa lelah. Kalau begini kan repot. Kau tahu sendiri aku gampang capek.”

“Payah!” Jawabnya singkat.

Dari kejauhan sudah terdengar suara musik. Itu jazz. Sebentar, Mahbub suka jazz? Atau dia yang sedang memainkan musik? Aku menduga seorang Mahbub adalah musisi berkelas yang tak dikenal di negara sendiri. Biasanya kan begitu. Terkenal di negeri orang, dicaci di negeri sendiri. sementara musik yang sama sekali tidak bermutu malah jadi tren di kalangan masyarakat. Tapi yang namanya musik dadakan tidak akan bertahan lama tenar di belantika musik tanah air.

“Tidak usah berpikir siapa yang memainkan musik jazz itu.” Dia seolah-olah mendengar suara hatiku.

Sesampainya di Taman Amir Hamzah, kami masih harus berjalan lagi ke arah masjid Jami’ Matraman. Lokasi kampus yang menjadi tempat kegiatan berada di sisi kiri masjid. Nah ya, itu dia ada plang yang tertulis nama kampus. Sesekali terdengar suara riuh penonton. Mungkin Mahbub sedang menunjukkan aksi kerennya. Aku jadi tambah penasaran dengan Mahbub. Selepas acara aku harus foto bersama dengan Mahbub, pikirku.

Mataku terpaku dengan bendera-bendera di pagar kampus itu. Warnanya kuning, ada gambar perisai warna biru di tengahnya, dan tulisan yang tidak bisa ku baca karena posisinya lunglai tak ada angin supaya aku jelas melihatnya. Ini acara partai atau acara musik? Atau mungkin itu lambing persatuan jazz ala Mahbub. Banyak mahasiswa yang mengenakan jas warna biru, itu apalagi? Jas almamater atau jas persatuan jazz Mahbub? Ahhhhh, semua tentang Mahbub. 

Di lokasi acara, banyak orang yang datang menghampiri kami. Nyaris mereka berebutan untuk bersalaman dengan orang ‘gila’ di sampingku ini. mereka tersenyum dan menyalamiku juga, tapi tak setakzim seperti apa yang mereka lakukan pada yang di sampingku. Aku agak sedikit menjauh supaya mereka lebih leluasa lagi melepas kangen dengan dia. Aku kikuk melihat seseorang di depanku, ia tersenyum manis dan mengulurkan tangan. Aku menyambutnya gemetar.

“Mahbubian dari mana bang?” tanyanya.

“Oh, eh, anu… apa ya. Aku Cuma ikutan Bung Nanda.” Jawabku gelagapan. Sial, siapa perempuan ini.

“Bang Nanda Taruna maksudnya?”

Aku mengangguk, “Aku kepengen ketemu Mahbub. Nanti bisa kau antarkan?” badanku agak sedikit membungkuk, agar perkataanku hanya didengar oleh perempuan itu.

Mendengar bisikanku, ia malah tertawa lepas sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Lho ada apa?” aku kebingungan melihat respon darinya.

“Abang seriusan mau ketemu Mahbub?” masih dia terkekeh. Aku mencoba menyelidik maksud dari tawanya.

“Kalau bukan karena Mahbub kalian itu, mana mungkin aku mau diajak sama Bung Nanda jalan kaki dari Pasar Rumput ke sini.”

“Ha-ha-ha itu sudah menjadi kebiasaan bang Nanda. Jadi tidak aneh lagi.”

Aku tersipu. Rasanya ingin sekali menenggelamkan wajahku di tempatku berpijak sekarang. Aku melepas kacamataku sejenak karena mataku kemasukan keringat. Agak sedikit perih, mataku sepertinya memerah.

“Hei hei hei, senang sekali kau rupanya bercengkrama dengan gadis di sini.” Yang mendengar celetukan Bung Nanda tertawa. Ia merangkul bahuku, mengajak duduk bersila bersama dengan teman-temannya.

“Mana Mahbub?” 

Bung Nanda agak sedikit tersendat. Kemudian menatapku pelan.

4.

Aku tidak berani lagi menoleh ke belakang. Menangis sambil tersenyum. Padahal aku sudah siap memberikan kejutan untuknya. Kejutan yang kuyakini tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Aku pikir, sekarang ia yang malah cupu. Menggantikan posisiku. 

Bung, bung. Sekarang aku sudah tahu Mahbub. Aku sudah berkenalan dengannya. Orang yang pertama kali ku sangka Mahbub ternyata puteranya. Mahbub hanya kenangan, sama seperti dirimu. Sedari awal ikut acara jazz kala itu, keinginan pertamaku adalah berfoto dengan Mahbub. Tapi tak apa, aku sudah menemukan Mahbub dalam dirimu. Sudah banyak foto kita bersama bukan?

Kebahagiaan ternyata bukan milik kita lagi. Tapi milikmu. Aku akan memulai babak baru seperti dirimu dulu. Dasar orang gila! Aku akan menjadi orang gila sepertimu juga. 

aku akan berlagak seperti orang yang sangat idealis. Sebagaimana ada pepatah yang mengatakan idealis adalah harta terhebat yang dimiliki oleh seorang mahasiswa sepertiku.

Aku kurang yakin sebenarnya. Kenapa selama ini aku menentang menjadi orang seperti dirimu? Karena aku sudah cukup kenyang dan kepalang naik darah melihat mereka yang dulu menjunjung tinggi keidealisannya. Sekarang mereka malah berbuat sebaliknya. Apa aku harus berpikir keras lagi bahwa idealis hanya dimiliki ketika seseorang duduk di bangku kuliah dan menyemat gelar mahasiswa? Habis wisuda dihalalkan untuk pragmatis dan realistis?

Idealis memang mahal, Bung. Kau mampu membawaku ke arah itu. Tapi aku juga tidak yakin, apakah hal tersebut mampu kupertahankan hingga aku melepas masa seorang mahasiswa. Aku ingin sepertimu dan Mahbub bung. Aku juga ingin tertawa bersama kalian melihat kekonyolan negeri kita ini.

5.

“Bangsat, tengik, keparat, tidak tahu diuntung!!! Mereka bawa ke mana dia?! Aku tidak akan memaafkan manusia-manusia kampret itu sampai dia ada dihadapanku sekarang!!!”

aku hanya menunduk. Seftian menepuk pundak Laksono sembari berusaha menenangkannya. Laksono menepis tangan Seftian. Ia berusaha menutup kekalutannya dengan mengusap wajahnya dengan kasar. Airmatanya tidak dapat dibendung. Ia duduk di sofa masih menahan tangis. Kamipun merasakan hal yang sama. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam di tengah malam kelam itu.

“Coba kalian perhatikan, bajunya sama sekali tidak ada sobekan. Hanya darah yang menempel. Itu artinya apa?!! Dia tidak mungkin diserang petugas hanya karena mendorong pagar pak Menteri hingga rusak. Setidaknya hal itu bisa diselesaikan dengan cara yang baik-baik toh!!!” kemarahan Laksono kian memuncak. Ia memantuk-mantukkan kepala di dinding.

“Kecuali jika memang mereka adalah kabinet anti kritik.” Seftian menimpali.

“Menurutku bukan masalah anti kritik atau tidaknya, Sef. Jika kita bicara pemimpin egaliter, sampai kapanpun tidak akan pernah ada. Aku rasa aku atau kita akan bungkam dengan sendirinya jika yang di atas sana adalah senior atau setidaknya pimpinan kita, bukan begitu? Karena dengan begitu kita akan terkena cipratan segepok fulus. Kebetulan yang sekarang tidak satu arah dengan kita. Makanya tanpa pikir panjang berani melawan.”

“Maksudmu apa, Ngga?!!” tak bisa dielak, tangan Laksono melayang ke arah mukaku. Kesetanan dia menyerangku. Untuk membela diri agar tinjunya tak mengenai mukaku lagi, aku balik membalas. Badanku memang kerempeng jika dibanding Laksono yang gempal. Tapi aku masih bisa membalas. Seftian, Cecep, dan Ilham berupaya menarik Laksono yang sudah menekan keras badanku di lantai. Tulang rusukku serasa remuk dibuatnya.

Payah!!! Malam itu memang malam yang tidak pernah aku harapkan. Pertama karena di siang harinya kami kehilangan Bung Nanda. Iya Bung Nanda yang dielu-elukan simpatisannya di dunia aktivis. Ada yang bilang ia dibawa oleh aparat dan sudah dibawa ke tempat yang aman. Ada juga yang bilang bung satu itu dilarikan di rutan Salemba. Atas dugaan merusak pagar rumah Menteri dan menyulut para mahasiswa melakukan kerusuhan di beberapa titik. 

Berapa kali aku dan teman-teman bolak balik rutan Salemba dan lokasi terakhir Bung Nanda berada, di sekitaran rumah Pak Menteri. Ajaib memang. Tidak ada yang tahu keberadaannya. Waktu itu memang aku sempat putus asa dan menangis sejadi-jadinya. Bajuku bau keringat, wajahku sudah tidak karuan karena asap, bekas arang, debu. Aku orang pertama yang akan merasa kehilangan orang gila itu. Tanganku masih memegang pentungan. Mana tahu aku lihat orang yang membawa Bung Nanda. Kalau lihat, aku akan menghabisinya sampai mati. Tapi bung satu itu tidak kunjung kelihatan. Sampai ‘Isya kerusuhan massal masih terjadi. Aku sudah tidak peduli lagi apa maksud tujuan kami demonstrasi. Aku sibuk ke sana kemari mencari Bung Nanda, berlari seperti orang gila sambil berteriak memanggil namanya. 

Tanganku ditarik oleh seseorang dari belakang. Aku takut jika orang itu akan menculikku sama seperti Bung Nanda. Makin kencang aku berteriak hingga suaraku terdengar parau. Ternyata Ilham. Ia mencoba menenangkanku. Kami berjalan dari sekitaran monas menuju kampus mereka dengan mengendarai mobil. Di mobil sudah ada Seftian, Cecep, dan Laksono.

Sebelum menarikku, lebih dahulu mereka mengincar Laksono yang sudah seperti orang gila. Kata Cecep, Laksono terkena gas air mata. Sebagian badannya terasa perih. Pun matanya ia mengedip memicing. Ah Laksono. Dia kawan yang baik.

Tapi malam itu kami malah bertengkar. Muka dan sekujur tubuhku memar karenanya. Tapi tak apalah. Tidak baik memang aku berpendapat seperti itu di saat keadaan sedang genting. Aku rindu Bung Nanda. Itu saja. Ke mana aku harus mencari orang gila itu agar aku tetap bertahan dan menjadi teman yang baik untuk teman-temannya. 

Besok dan seterusnya aku akan terus mencarinya. Jika kudapati dirinya, aku akan beritahu bahwa seorang Rangga Aditya Tan sudah resmi menjadi bagian dari pergerakan mereka. Sampai ketemu, bung. Aku sangat merindukanmu. Aku sudah siap menjadi orang gila sepertimu. Sampai bertemu lagi. Sekali lagi. Aku merindukanmu.





Jakarta, 11 Oct’ 2017

Penulis adalah student major of Psychology Nahdlatul Ulama Indonesia University

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 20 November 2017

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Golongan Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja) merupakan representasi dari Islam moderat zaman dahulu dan sekarang. Hal itu dikatakan Dr Mahir Hasan Al Munajjid, Cendekiawan Muslim Syiria saat menyampaikan Halaqah Quraniyyah di Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).?

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Dalam halaqah bertajuk Pesan Damai dan Cinta Tanah Air dalam Kajian Al-Quran itu Dr Mahir menyatakan lantaran golongan Aswaja ada di tengah-tengah sehingga tidak eksklusif dan kaku dalam menyikapi khilafiyah.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta itu, Dr Mahir yang juga dosen di Jamiah Imam Syafii Cianjur tersebut berbicara menggunakan bahasa Arab. Gus Nasih sebagai penerjemah sesi pertama sedangkan Dr. Faiz penerjemah sesi kedua.

Dosen kelahiran Syiria tahun 1971 itu membeberkan, kelompok Khawarij terdiri dari orang yang keras hatinya karena hidup di padang pasir. Alih-alih ketika salah satu kelompok ini mendatangi Rasul.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Etika yang tidak digunakannya tidak sopan, sampai-sampai memegang kerah baju Nabi. Sehingga kelompok ini disebut qaswatul qalbi, keras hatinya.?

Masih menurut Mahir, sumber perpecahan ialah ketika sahabat Umar wafat. Ketika pintu fitnah terbuka mereka saling mengkafirkan dan menyesatkan.?

Doktor jebolan jamiah Umu Darman tahun 2011 itu menegaskan, jika ingin selamat tetaplah berpegang teguh kepada jamaah. Karena kebenaran itu menyertai jamaah (mayoritas).?

Dikatakannya di dalam al-Quran sudah dijelaskan agar mengikuti jamaatil muslimin. Begitu juga di hadits agar berpegang teguh kepada jamaah. “Jamaah adalah representasi kebenaran,” imbuh Dr Mahir.?

Orang-orang yang ada di luar lingkaran Aswaja tidak boleh asal dikafirkan. Karena sebagaimana yang diajarkan Nabi, sitirnya tidak boleh dikafirkan. Karena mereka juga sesama muslim.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai kelompok mayoritas, pengikut Aswaja juga perlu waspada utamanya kelompok minoritas. “Mereka bekerja sama dengan dengan Negara luar untuk memberangus Aswaja dari muka bumi ini,” kata Mahir. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Habib, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 07 November 2017

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Masyarakat Baduy yang tinggal di kecamatan Kanekes kabupaten Lebak Provinsi Banten, sejak lama dikenal sebagai masyarakat adat yang tertutup dari jangkauan peradaban luar. Namun seiring bergulirnya waktu beberapa entitas dan komunitas masyarakat Baduy mulai berusaha membuka diri terhadap peradaban dan pengetahuan yang lebih luas.

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Salah komunitas yang berusaha membuka diri terhadap pengetahuan yang lebih luas adalah Komunitas Saung Belajar yang terletak di Luwung Titipan, sekitaran kawasan pemukiman Baduy. Komunitas Saung Belajar ini mengajarkan anak-anak Baduy Dalam untuk belajar membaca dan menulis.

Demikian dinyatakan oleh Mang Pulung saat berkunjung ke Kantor Redaksi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Ahad (14/6). Menurut Mang Pulung, memang ada beberapa kendala terkait proses belajar di Saung yang dibangunnya ini antara lain letaknya yang di luar perkampungan dan adat yang mengikat masyarakat Baduy.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Dulu pernah ada seorang pengajar yang ditugaskan oleh pemerintah bernama Guru Asid dari Karang Balang, tetapi karena ia sudah pindah ke Gunung Talaga, maka kegiatan belajar jadi terhenti untuk sementara. Anak-anak tidak mau belajarnya pinda karena lokasinya yang jauh dari pemukiman Baduy," tutur Mang Pulung.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih lanjut Mang Pulung menjelaskan, kendala-kendala dalam proses belajar di saungnya antara lain adalah keterbatasan sarana belajar dan teguran dari kokolot (sesepuh) adat. Termasuk adanya aturan tidak boleh berseragam dan tidak boleh membawa perlengkapan belajar pulang ke rumah.

Lelaki berumur 45 tahun ini bahkan mengaku sempat putus asa dalam mengupayakan Komunitas Saung Belajarnya. "Tapi Alhamdulillah, ada banyak kawan dari luar yang turut membantu menyiapkan perlengkapan dan sara belajar di Saung ini," tandas ayah dari seorang putri berusia 12 tahun ini.

Masyarakat Baduy tidak mengenal sekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka. Mereka menolak usulan pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di desa-desa mereka.

Bahkan hingga hari ini, walaupun sejak era Suharto pemerintah telah berusaha memaksa mereka untuk mengubah cara hidup mereka dan membangun fasilitas sekolah modern di wilayah mereka, orang Kanekes masih menolak usaha pemerintah tersebut.

Akibatnya, mayoritas populasi yang berjumlah sekitar 5.000 hingga 8.000 orang ini tetap tidak dapat membaca atau menulis hingga sekarang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Kajian Sunnah, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 26 September 2017

Ansor Sumbar Nyatakan Perang Dengan Narkoba

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 70 orang peserta Pelatihan Kepemimpinan Kader (PKD) GP Ansor Sumatera Barat menyatakan keresahannya atas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Peredaran narkoba sudah menjadi bencana yang amat mengerikan bagi generasi muda bangsa Indonesia. Mereka menyatakan bahwa pemuda NU akan terlibat aktif memutus jaringan mata rantai peredaran narkoba.

Pernyataan itu diungkapkan peserta PKD saat penutupan PKD GP Ansor Sumatera Barat di Balai Latihan Transmigrasi, Padang, Ahad (17/5) sore.PKD yang dimulai sejak Sabtu (16/5) ini diikuti pelbagai utusan dari kabupaten Tanahdatar, Sijunjung, Pesisir Selatan, Agam, dan dari kota Pariaman. Sementara instruktur PKD selain dari GP Ansor Sumbar, juga dari PP GP Ansor Syarif Abu Bakar dan Armaidi Tanjung.

Ansor Sumbar Nyatakan Perang Dengan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Nyatakan Perang Dengan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Nyatakan Perang Dengan Narkoba

"Pernyataan perang terhadap narkoba ini dikeluarkan karena semakin banyaknya kalangan generasi muda negeri yang dihancurkan masa depannya. Betapa menyedihkan dan memprihatinkan, anak-anak muda bangsa ini dihancurkan masa depannya oleh narkoba. Sampai anak-anak sekolahan pun dibujuk dan diberi umpan agar menjadi pencandu narkoba," kata Ketua Kelas peserta PKD ini, Pebriyaldi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kami menolak generasi kami dihancurkan oleh pengedar, gembong, dan siapa pun yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba itu. "Untuk itu, Ansor mendukung aparat hukum dalam penindakkan dan penegakkan hukum terhadap tersangka pelaku narkoba ini. Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal," kata Pebriyaldi yang pernah diamanahkan sebagai Ketua IPNU Kota Padang ini.

Wakil Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman mengancam kader Ansor yang terlibat dalam peredaran narkoba. Tiada ampun bagi ? mereka yang terlibat. Mereka langsung diberhentikan sebagai kader Ansor. Apalagi kalau dia termasuk salah seorang pengurus Ansor, maka langsung diberhentikan juga.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Sebagai organisasi pemuda NU, penyalahgunaan narkoba bagi kader Ansor pasti haram. Maka wajar kader Ansor perang terhadap narkoba. Apalagi jaringan narkoba ini melibatkan pihak asing yang sengaja ingin menghancurkan generasi Indonesia mendatang," kata alumni pesantren Nurul Yaqin, Ringan-Ringan, Padangpariaman.

Di bagian lain, Rahmat menyebutkan selain adanya jaringan global, peredaran narkoba juga disebabkan semakin longgarnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak. Banyak anak-anak kecanduan narkoba akibat kelengahan orang tua dalam mengawasi anaknya. Selain itu, selalu memenuhi permintaan si anak tanpa melakukan kontrol terhadap apa yang sudah diberikan.

"Dengan dalih kasih sayang, apa pun yang diminta si anak, dipenuhi. Ada orang tua, apa pun yang diminta anak diberikan, sekalipun yang dimintanya belum sesuai dengan tingkat usia maupun kebutuhan yang standar," tutur Rahmat ini. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 September 2017

Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah

Tanggal 31 Januari 2014 kemarin, NU-ku sudah genap berusia 88 tahun. Angka tersebut bukanlah sekedar angka. 88 bermakna 88 tahun pengabdian NU kepada Indonesia, tanah kelahiran ulama dan nahdliyyin. NU memiliki makna yang berbeda-beda di setiap hati nahdliyyin di seluruh Indonesia.

Bagi saya, mahasiswi yang telah dibesarkan NU selama 21 tahun, NU bermakna sebagai rumah yang senantiasa mengayomi dan menenteramkan hati. Di tengah-tengah merebaknya isu gesekan antara golongan keras Islam dan golongan agama Islam lainnya yang saling mengkafirkan satu sama lain, NU menjadi rumah yang menenangkan. Disaat golongan-golongan keras tersebut begitu mudah menyalahkan yang berbeda dengannya, NU dengan prinsip tasamuh dan tawasuthnya selalu menjadi air yang menyejukkan. Di saat golongan-golongan lain terlalu mudah marah dan tersinggung atas perbedaan, NU selalu sabar dan memaafkan perbedaan.

Saya selalu senang mendengarkan ulama NU berbicara di depan publik. Pembawaannya yang santai namun berwibawa membuat pendengarnya menikmati setiap ucapannya. Ketika saya sedang tidak berada di daerah Jawa Timur (karena memang di JawaTimur banyak nahdliyyin) dan mendengar seseorang berbicara, saya bisa merasakan kalau dia juga nahdliyyin tanpa harus diberitahu.

Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetaplah NU Jadi Penyejuk Islam yang Marah

Hal sederhana itu membuat saya tersenyum dalam hati. Mengapa? Karena saya tidak perlu mikir dua kali atau bahkan suudzon tentang apa yang diucapkan. Bukannya saya selalu suudzon sama orang, tapi kalau yang diucapkan itu cenderung menuju ke pemikiran-pemikiran keras, saya otomatis mikir dulu bahkan menolak ucapannya. Itu berarti kemoderatan NU telah mengakar di otak saya.

Saya mengagumi Kiai Said Aqil, karena suatu ketika pernah mendengar beliau berbicara. Pidato beliau yang sangat berisi dengan cara penyampaianya yang enak membuat saya bangga memiliki ulama yang fatwanya selalu menjadi patokan. Fatwa-fatwa yang merupakan ijtihad ulama yang menekankan kontekstualisasi terhadap sumber referensi utama, al-Quran dan Hadits, membuat nyaman warga nahdliyyin dalam menjalankan tugasnya sebagai Hamba Allah, baik fatwa dalam lingkup fiqh, hal-hal ubudiyah, uluhiyah dan lainnya. Hal sederhana tersebut hanyalah secuil dari makna istimewa NU bagi saya.

Di lihat dari sejarahnya, NU merupakan salah satu pendiri bangsa ini. Ulama NU turut berjuang melawan kolonialisme dan akhirnya berhasil meraih kemerdekaan. Kini, 88 tahun NU tetap berjuang, mengabdi dan mengawal bangsa ini bersama kelompok lainnya, saudara sesama. 21 tahun dididik oleh Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah secara mengakar membuat saya mencintai tradisi-tradisi NU diantaranya dibaan atau sholawatan. Berada diantara nahdliyyin yang cinta sholawat begitu berkesan dalam hati, terasa tenteram.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saat ini, suatu hal yang begitu membanggakan mengetahui terciptanya sebuah republik sholawat, wadah bagi mereka pecinta sholawat dengan tali silaturahmi yang erat satu sama lain. Pemuda-pemudi Nahdliyyin luar biasa ? yang begitu aktif membangun bangsa melalui organisasi seperti PMII, IPPNU dan IPNU membuat saya bangga memiliki teman seperjuangan yang sangat potensial menjadi pemimpin bangsa masa depan.

Tidak hanya pandai dalam berorganisasi, namun juga hebat dalam mengkaji kitab. Pemikiran-pemikiran mereka yang nyeleneh tapi asyik ini mewarnai perjalanan saya dalam usaha perwujudan impian untuk mampu menjadi generasi muda NU yang kompetitif dan membawa nama harum NU ke kancah internasional. Beberapa hari yang lalu NU kehilangan satu nyawanya, Mbah KH Sahal Mahfudh. Kesedihan mendalam kehilangan ulama ahli fiqih sosial dirasakan oleh seluruh warga nahdliyyin. Semoga segera akan muncul fuqaha penerus beliau. Mungkin beberapa dari kita? Siapa tahu. Aamiin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selamat Harlah NU ke 88, semoga tetap istiqomah mengawal umat di tengah hiruk pikuk kekacauan yang diderita bangsa ini. Tetaplah pada khittahmu, tetaplah menyejukkan kemarahan, menuju Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Kami, nahdliyyin, akan setia menjadi bansermu. (*)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 September 2017

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah akan menggelar Dzikir akbar dan Mawlid bersama Ketua Majlis Tinggi Islam Amerika (ISCA) Shaykh Muhammad Hisham Kabbani.

Acara yang akan digelar Ahad, (17/7) pukul 07:30-10:30 WIB itu juga dihadiri oleh Rois Am Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah, Habib Luthfi bin Yahya, para Habaib serta Ulama Indonesia dan para pengikut thariqat Naqsyabandiyah yang ada di tanah air. Rencananya acara bertempat di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta.

Shaykh Hisham dikenal memiliki jutaan pengikut yang tersebar di beberapa negara. Ia seorang Ulama Ahl-sunnah wal jamaah dengan wawasan dan pengalaman luas, serta memiliki pengaruh dakwah yang signifikan baik di tempat asalnya Beirut, dan Internasional. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW baik dari jalur Ayah ataupun Ibunya.

Di Indonesia Syaikh Hisyam dikenal sebagai pemimpin tinggi tharikat Nasqabandiah yang berpengaruh luas di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Kedatangannya ke Indonesia bukan yang pertama kali, sebelumnya, dalam Acara seminar International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang digagas NU akhir Februari lalu, Hisyam Kabbani sempat memimpin doa bersama Prof. Wahbah Zuhaili (Syria) dan Ayyatullah Thaskiri (Iran).

"Istighotsah itu bukan kepentingan NU semata, namun akan mendoakan masyarakat dan negara Indonesia juga, bahkan untuk perdamaian dunia. Jadi, istighotsah bukan sekedar kepentingan NU, tapi bangsa, negara, dan dunia," kata panitia penyelenggara dalam siaran persnya yang dikirim ke Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Kamis, (14/7).

Ditambahkan panitia, acara ini terselenggara berkat kerjasama Jamiyah Ahlith-Thariqahal-Mutabarrah an Nahdliyyah, Manajemen Masjid Baitul Ihsan Jakarta, dan Yayasan Haqqani Indonesia.(cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Doa Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)
Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Sabtu, 03 Juni 2017

Empat Manusia yang Hidup Tak Akan Rugi

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Singotrunan mengadakan peringatan maulid nabi di Mushola Mbah Mas Sulaiman, Singodipuro, Banyuwangi, Senin (5/12) malam. Habib Muhsin Baharun menjadi pembicara malam itu. Dalam pembukaannya ia mengajak berpikir seluruh undangan yang hadir.

"Mau jadi apa manusia di bumi ini jika tak pernah ada sosok nabi seperti Muhammad SAW?" tanyanya, di hadapan hadirin.

Empat Manusia yang Hidup Tak Akan Rugi (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Manusia yang Hidup Tak Akan Rugi (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Manusia yang Hidup Tak Akan Rugi

Ia menjelaskan, sungguh dan pasti manusia akan merasa rugi dan kufur tak mengenal Tuhan jika Nabi Muhmmad tak lahir.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Oleh karenanya, ada empat kriteria manusia yang tidak akan pernah merugi. Pertama adalah manusia yang beriman, tentu beriman kepada Allah SWT dan nabi-Nya. Dengan jalan menjalankan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya," papar mubaligh asal singotrunan tersebut.

Kedua, kata dia, adalah manusia yang mengamalkan kebenaran (amal saleh). Dalam konteks saat ini, mereka yang mampu mengejawantahkan hablum minallah wa hablum minannas (berhubungan amal ibadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia). Pendeknya, mereka yang saleh secara ritual dan sosial.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Konsep yang ketiga dan keempat adalah mereka yang mengajak kepada kebenaran dan kesabaran," imbuhnya. Sesuai dalil yang termaktub dalam Al-Qur’an (103:3).

Nubani Yusuf, selaku ketua panitia, dan juga pengurus Gerakan Pemuda Ansor Ranting Singotrunan mengatakan, dengan mengamalkan seluruh empat konsep tersebut pasti akan mampu meningkatkan ukhwah islamiyah, wathaniyyah, dan basyariyah.

Di lain itu, Selaku Kepala Kelurahan Singotrunan Slamet Hariyadi, menyampaikan harapan, semoga dengan peringatan maulid nabi ini tidak hanya sebatas seremonial belaka, tapi harus mampu kita memetik serta mengamalkan nasihat dari Habib Muhsin Baharun tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut dihadiri warga Nahdliyin, kepala kelurahan Singotrunan, Babinsa, perwakilan Pengurus MWCNU, Muslimat, Fatayat, Ansor, PAC IPNU dan IPPNU Banyuwangi, dan tokoh masyarakat lainnya. (M. Sholeh kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Budaya, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 26 April 2017

LAZISNU Klaten Salurkan Zakat Produktif Puluhan Juta

Klaten, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Usaha pendistribusian zakat bagi masyarakat miskin, semestinya tidak hanya untuk menutupi kebutuhan konsumtif saja, akan tetapi lebih dari itu. Dari sinilah pola pemberian zakat kepada para mustahiq tidak hanya bersifat konsumtif saja, tapi dapat pula bersifat produktif.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) Klaten Muhammad Cahyanto, pada kegiatan yang diselenggarakan LAZISNU Klaten, di Aula PCNU Klaten, Kamis (23/2).

LAZISNU Klaten Salurkan Zakat Produktif Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Klaten Salurkan Zakat Produktif Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Klaten Salurkan Zakat Produktif Puluhan Juta

“Sifat distribusi zakat yang bersifat produktif berarti memberikan zakat kepada fakir miskin untuk dijadikan modal usaha yang dapat menjadi mata pencaharian mereka, dengan usaha ini diharapkan mereka akan mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri,” papar Heri.

Ditambahkan Heri, tujuan lebih jauhnya, yakni untuk menjadikan para mustahiq atau penerima zakat menjadi muzzaki atau pemberi zakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam kesempatan tersebut, LAZISNU Klaten juga menyerahkan secara simbolis, zakat produktif.? Sedangkan realisasinya, akan dilakukan pada 27 Pebruari mendatang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kegiatan yang dilaksanakan di Aula kantor PCNU Klaten ini disamping menyampaikan secara teknis pelaksanaan program zakat produktif oleh pengurus NU care-LAZISNU Klaten, juga penyerahan? secara simbolis zakat produktif yang akan disalurkan yaitu sebesar Rp. 52 juta," Kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Amalan, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw