Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengangkat kajian keuangan syariah di auditorium Ipmafa, Kajen, Pati, Kamis (19/11). Forum seminar dengan narasumber dari sejumlah institusi terkait mengulas asuransi syariah dalam konteks takdir.

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Hadir sebagai narasumber delegasi Pengurus Pusat MES Muhammad Hidayat, utusan Asuransi Syariah Allianz Hendra Gunawan, dan Alis Subiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan. Lebih dari 250 orang mengikuti seminar ini yang terdiri atas masyarakat umum, tokoh masyarakat, aktivis LSM, lembaga keuangan, dan mahasiswa. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Pati, Blora, Jepara dan Kudus.

Seminar ini sesungguhnya digelar untuk memberikan gambaran utuh tentang konsep asuransi syariah sekaligus menyosialisasikan keberadaan asuransi syariah di hadapan publik. Rektor Ipmafa Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan, perkembangan ekonomi syariah di Pati cukup baik khususnya terkait asuransi syariah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Asuransi konvensional yang selalu menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat muslim tentu meniscayakan asuransi syariah menjadi terobosan yang sangat penting,” kata Gus Rozin yang kini diamanahkan sebagai Ketua PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara M Hidayat menjelaskan perkembangan asuransi syariah dan keuntungan dalam berasuransi secara syariah. "Asuransi syariah sebenarnya bukan melawan takdir, melainkan untuk meminimalisir risiko dan mempersiapkan sesuatu jika takdir itu terjadi. Hal ini sesuai dengan surah Al-Hasyr (59:18)," kata H Hidayat.

Sedangkan Hendra dari Allianz memaparkan praktik asuransi syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional, dan tips dalam berasuransi agar klaim yang dipertanggungkan berjalan mulus.

"Asuransi syariah adalah praktik tolong menolong antarpeserta di mana dana (premi) yang diberikan masuk dalam rekening tabarru dan dana tersebut dikelola secara secara syariah. Jadi tidak ada unsur gharar, maisir, dan riba," jelas Hendra.

Forum diskusi ini berakhir pada pukul 13:00 WIB dengan khidmat yang diiringi jabat tangan oleh para peserta seminar. (Isyrokh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 22 Februari 2018

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kurang lebih seribuan jamaah Nahdliyyin memadati kompleks halaman Pesantren Bumi Sholawat Darussalamah Dusun Rawa Bunder Kampung Buyut Utara Kecamatan Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Mereka sedang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul, sekaligus shalawat bersama, Sabtu (24/12) malam, bertepatan 24 Rabiul Awal 1438 H.

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat

?

Kiai Nurkholis, salah satu dewan pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Darussalamah, mengatakan shalawat bersama dilaksanakan setiap malam Minggu Wage dan bergilir di lima kecamatan di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Tengah, yakni Kotagajah, Gunung Sugih, Punggur, Trimurjo dan Seputih Raman, dan malam itu masuk pada putaran yang kedelapan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

"Majelis Sholawat bersama ini bernama Majelis Nurul Muhdhor dan di pimpin langsung Habib Umar bin Muhdhor Al Hadad Pimpinan Majelis An Nur Bandar Lampung," kata alumni pesantren Darussalamah Brajadewa Way Jepara Lampung Timur ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

"Dan alhamdulillah pada bulan ini kita selenggarakan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan sekaligus Haul Kiai Muhammad Ilham selaku tokoh sekaligus pendiri pesantren ini," imbuh Kiai Nurkholis yang juga anggota Banser Lampung.

?

Hadir beberapa tokoh NU dan kiai pesantren; Habib Umar bin Muhdhor Al Hadad, KH Daroini Ali, S.H.I (Mustasyar NU Lampung Tengah), KH Imam Ibnu Mubarok (pengasuh pesantren Kendali Sodo Bumi Nabung), KH M. Mabrur (Pengasuh Pesantren Ash Sidiqiyah 9 Lampung Tengah), KH Ahmad Karimullah (Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban), Kiai Alie Fadhilah Musthofa (Pengasuh Pesantren Sunan Ampel Punggur), H. Sarjito (Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah), Saryono (Ketua PC GP Ansor Lampung Tengah), H Muhibin (Sekretaris MUI Kecamatan Kotagajah), Wali santri, serta para kader Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, dan puluhan Banser. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 11 Februari 2018

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung dalam menyelenggarakan pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam mata pelajaran IPS. Kegiatan yang melibatkan guru-guru IPS ini berlangsung di Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah, Condong, Tasikmalaya, Sabtu (13/8).

Sebanyak 100 guru SMP perwakilan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam kegiatan ini. Tampak hadir Ketua Prodi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung Prof Dr Nana Supriatna, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, dan Pimpinan Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah KH Diding Darul Falah.

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, arus globalisasi pada saat ini telah melunturkan identitas kebangsaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Siswa lebih bangga dengan hasil budaya asing daripada budaya sendiri. Siswa lebih bangga memainkan permaian produk luar negeri seperti game daripada permainan tradisional. Karena itu, guru perlu menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa dengan mengembangkan pembelajaran dengan berbasis kearifan lokal,” kata H Saepuloh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia berharap setelah kegiatan pelatihan ini guru-guru IPS dapat melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga dapat menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa.

Hadir sebagai narasumber Prof Dr Nana Supriatna, Dr Agus Mulyana, dan Drs H Wahyu Wibisana. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 09 Februari 2018

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban

Rumah panggung kayu yang ditempati Rahmawati (37)  dan Misransyah (36) sejak tahun 80-an tampak sepi siang itu. Di depan rumah, terdapat warung kecil tempat ibu Rahma berjualan nasi campur dan gorengan.

Itulah rumah orang tua Muhammad Raihan Saputra (10), anak yang tenggelam di bekas lubang tambang batubara  yang tidak ditutup oleh perusahaan tambang batubara PT Graha Benua Etam (GBE). Akhir pekan kemarin, Alissa Wahid, Koordinator Gusdurian, berkunjung ke sana dalam rangkaian lawatannya ke Samarinda dalam rangka berbagi pengetahuan di Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG), yang diselenggarakan Gusdurian Kaltim.

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban

Memasuki rumah ibu Rahma, tampak di dinding rumah kayu tergantung figuran foto Ibu Rahma sekeluarga. Di sana juga tergantung foto Raihan bersama saudara lainnya. Ibu Rahma dan Bapak Misran mempunyai 4 anak. Raihan adalah anak ke -2 dari 4 saudara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai seorang ibu yang juga memiliki anak, Alissa ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh ibu Raihan. Putri pertama Gus Dur ini juga menceritakan bagaimana Gusdurian bersikap soal kasus Raihan. "Kawan-kawan Gusdurian selama ini memegang teguh soal nilai kemanusian dan keadilan. Dimana pun dan atas nama apapun, penindasan itu tidak  dibenarkan," ungkapnya dalam perjalanan menuju rumah Raihan,

Mata Ibu Rahma tampak berkaca-kaca ketika menyambut kedatangan Alissa Wahid di depan pintu rumahnya pada Sabtu (21/2) siang itu. Waktu itu Ibu Rahma ditemani keluarga dekatnya. Suami Ibu Rahma sedang tidak ada dirumah, ia bekerja di sebuah toko penjualan alat-alat kapal di Jalan Lambung Mangkurat. Dia tidak menyangka akan kedatangan putri sulung Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ibu Rahma menceritakan kegelisahanya kepada Alissa. "Waktu itu siang hari, ada teman Raihan yang datang kerumahnya membawa kabar dengan tergopoh-gopoh," cerita Ibu Rahma. Raihan,  anaknya tercebur di Sungai Saliki. Raihan setahu dia tidak bisa berenang. Ibu Rahma panik mendengar kabar itu. Ia juga tidak tahu dimana Sungai Saliki itu berada. Ibu Rahma selama tinggal di sempaja tidak pernah keluar terlalu jauh. Ia berteriak histeris hingga di jalanan depan rumahnya meminta orang untuk membawa dia melihat anaknya. Ia seperti orang yang kehilangan kendali.

"Waktu itu ayah Raihan tidak ada di rumah," ujarnya. Seperti biasa Ayah Raihan berangkat kerja pagi dan pulang pada sore hari. Mendengar anaknya tenggelam, Ayah Raihan bergegas pulang dan langsung menuju lokasi dimana anaknya tenggelam. Ia ikut menyelam hingga dua kali, namun Raihan belum juga ditemukan. Lalu datanglah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim Search and Rescue Kota Samarinda (SAR), setelah ditelepon oleh warga. Sore sekitar pukul 17.30 wita, jasad Raihan baru ditemukan di kedalaman 8 Meter.

"Saya tidak pernah merasakan sakit yang begitu dalam Bu, tapi kehilangan anak itu sungguh membuat hati saya hancur," ucap ibu Rahma kepada Alissa Wahid.

Muhammad Raihan Saputra yang akrab dipanggil Raihan oleh teman-temannya, bersekolah di SDN 009 Pinang Seribu, Sempaja, Samarinda Utara. Biasanya dia berangkat sekolah diantar kakeknya bersama adik dan sepupunya. Raihan suka bermain bola, dia mudah bergaul dan dikenal sangat supel oleh teman-teman. Sehari-hari Raihan tak pernah bermain jauh dari rumahnya. Terkadang Raihan memancing ikan haruan (gabus) dari teras rumahnya, di sekeliling rumahnya masih berupa rawa dangkal.

Ibu Rahma baru tahu kalau di belakang rumah warga di Gang Saliki itu ada lubang bekas tambang batubara yang besar dan dalam, yang jaraknya hanya 50 meter dari perumahan. Alissa Wahid menambahkan, "Pasti ada aturan yang dilanggar dalam kasus tenggelamnya Raihan. Soal Amdal dan izin yang didapat perusahaan. Jarak 50 meter itu sudah melanggar peraturan. Anak dalam pendidikan tidak pernah salah bermain di mana saja. Kasus Raihan, jelas perusahaan yang salah karena meninggalkan lubang."

Ancaman Lubang-lubang Bekas Tambang

Kota Samarinda dengan luas 71.800 Ha, sekitar 71 persen kawasannya dikapling-kapling oleh perusahaan tambang barubara. Perusahaan batubara PT GBE, merupakan salah satunya. PT GBE memperoleh ijin dengan nomor SK IUP: 545/267/HK-KS/V/2011 dan beroperasi dengan luasan 493,7 hektar sejak 18 Mei 2011 dan ijinnya akan berakhir 9 November 2015. PT GBE adalah perusahaan yang juga diduga terlibat dalam kasus Gratifikasi kepada Kepala Dinas Pertambangan Samarinda. PT GBE juga sering disebut dalam evaluasi bulanan tambang yang pernah digelar oleh pemkot tahun 2012-2013 sebangai perusahaan paling tidak taat, bahkan  pernah dihentikan sementara.  

Selain lubang bekas tambang yang sangat dekat dengan pemukiman dan diduga melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha dan Kegiatan Penambangan terbuka batubara yaitu jarak 500 meter tepi lubang galian dengan pemukiman, perusaahan ini juga melanggar pasal 19–21 Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010, yang menyebutkan bahwa paling lambat 30 hari kalender setelah tidak ada kegiatan tambang pada lahan terganggu wajib direklamasi.

Lubang tambang yang ditinggalkan oleh PT GBE itu pernah dicoba diukur oleh warga dengan cara dilempar dengan tali sepanjang 30 meter, tapi dengan tali sepanjang itu belum menyentuh dasarnya. Air yang ada di lubang bekas tambang yang diduga dengan kedalaman 40 meter itu juga digunakan warga sekitarnya untuk MCK. Terlihat banyak pipa air yang dipasang, dan mengarah ke dalam lubang bekas tambang PT GBE. Setelah kejadian kematian Raihan, PT GBE  baru membatasi tepi lubang dengan pagar seng.

Alissa Wahid bercerita ke Ibu Rahma, bahwa kejahatan lingkungan yang terjadi di Samarinda juga dialami ibu-ibu di Rembang. Mereka menginap ditenda untuk menolak Pendirian PT. Semen Indonesia. Ibu-ibu di Rembang berjuang untuk mempertahankan agar Pegunungan Kendeng tidak ditambang, karena akan ada yang hilang dan itu merugikan orang paling bawah, masyarakat seperti petani. Ini adalah bentuk kecil dari korupsi yang ada di Indonesia. Dampaknya selalu masyarakat di lapisan paling bawah yang merasakan korupsi di sektor sumber daya alam.

Ibu Rahma Perjuangkan Keadilan

Ibu Rahma sempat mendatangi kantor perusahaan PT GBE seorang diri untuk menuntut keadilan bagi anaknya yang meninggal di lubang bekas tambang. Ketika datang, ia harus dibuat menunggu hingga setengah jam, sebelum akhirnya seorang staf perusahaan menerima kedatangan Ibu Rahma dengan nada sinis. Staf PT GBE mengatakan pada ibu Rahma bahwa kejadian meninggalnya Raihan adalah musibah dan sudah diselesaikan pihak perusahaan. Staf PT GBE itu juga meminta ibu Rahma untuk pulang dan menghubungi mereka lagi menjelang 100 hari meninggalnya Raihan pada awal April nanti. Mendengarnya, ibu Rahma sangat sedih. "Saya datang kesana untuk menuntut keadilan untuk Raihan, bukan untuk meminta uang ke perusahaan."

Perjuangan ini tidak akan pernah surut, ibu Rahma merasa tidak sendiri dia dibantu kawan-kawan Gusdurian Kaltim dan Jatam Kaltim untuk mencari keadilan bagi anaknya. "Cukup Raihan yang terakhir menjadi korban di lubang maut itu" tutur ibu Rahma. Ibu Rahma melanjutkan, "Saya juga tidak boleh larut dalam kesedihan ini, saya harus bangkit karena saya masih harus terus melajutkan hidup dengan 3 anak saya yang lainnya."

Ibu Rahma melakukan beberapa cara untuk mencari keadilan, dari surat terbuka yang dilayangkan kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup sampai ke Petisi yang sudah ditandatangani hampir 10 ribu orang di www.change.org/lubangtambang. Dan Ibu Rahma ingin sekali bertemu langsung dengan Menteri terkait untuk menyampaikan kasus Raihan, putra kesayangannya yang meninggal di lubang bekas tambang di Kota Samarinda.

 

Erma Wulandari, Jaringan Gusdurian Kaltim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, Tegal, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 08 Februari 2018

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh

Jatinangor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH Sadulloh SQ, pada Sabtu (6/6) siang melantik kepala MTs Maarif Cikeruh yang baru Baban Sutaeban, S.Pd.I. untuk 4 (empat) tahun ke depan. Prosesi pelantikan ini dimulai pada pukul 13.00 sampai 15.30 bertempat di kampus MTs Maarif Cikeruh Jatinangor.

Baban yang merupakan alumni MTs Maarif Cikeruh angkatan ke-2 tahun 1983 ini dilantik menggantikan H Totoh Faeturrohman S.Ag. yang menjabat semenjak tahun 2012.

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh

Baban terpilih menjadi kepala sekolah menyisihkan satu calon lainnya Dra Hj. Cucu Rohayati yang juga diusulkan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan MTs Maarif Cikeruh. Kedua orng ini kemudian mengikuti seleksi yang diadakan PC LP Maarif pada tanggal 23 Mei 2015.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Komponen yang dinilai dalam seleksi tersebut diantaranya kepribadian dan sosial, kepemimpinan pembelajaran, pengembangan sekolah, manajemen sumber daya, kewirausahaan, supervisi pembelajaran dan ke-NU-an, yang dinilai oleh Pengurus PCNU, Pengurus LP Maarif dan tim profesional dari luar.

Totoh dalam sambutan terakhirnya menyampaikan bahwa MTs Maarif Cikeruh pada Tahun Pelajaran 2014/2015 memiliki 926 siswa dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 19. Sampai saat ini, panitia PSB sudah menerima 400-an calon siswa. Dia pun berharap agar kepala yang baru bisa membawa MTs Maarif Cikeruh lebih maju lagi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua PCNU mengamanatkan supaya MTs Maarif jatinangor terus membentengi siswa-siswinya dari faham radikalisme. 

"Jatinangor sebagai kawasan pendidikan di Sumedang bahkan Jawa Barat sangat rawan dimasuki berbagai macam faham, termasuk faham radikalisme dan faham yang akan memecah belah NKRI, oleh karena itu hendaknya para siswa diikutkan dengan berbagai macam kegiatan khususnya IPNU dan IPPNU," ujar Sadulloh.

Sadulloh juga menambahkan, bahwa faham Ahlussunnah wal Jamaah sampai saat ini terbukti sangat efektif menjadi perekat keutuhan NKRI. Oleh karena itu faham Ahlussunah wal jamaah an nahdliyyah perlu terus dijaga dan disebarkan, imbuhnya. (ayi abdul qohar/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 03 Februari 2018

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

Gunung Kidul, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Warga Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta menggelar "Syawalan dan Pengajian", Ahad (9/8) malam. Penceramah dihadirkan, KH Arif Gunadi menyampaikan sejumlah taushiah, antara lain manusia kuat versi Islam.

"Manusia kuat bukan yang sanggup mengangkat besi dua kuintal dengan sekali jinjing. Namun yang mampu menyingkirkan selimut ketika mendengar adzan subuh.  Ash-Shalaatu khairum minan naum. Sholat lebih baik daripada tidur," papar Kiai Arif.

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

Adapun manusia gagah perkasa, menurutnya, ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sebagaimana disampaikan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Bulan Ramadhan lalu kita dilimpahi umat yang rajin ke masjid. Tapi setelah itu, setan dibebaskan lagi, dan masjid jadi sepi lagi. Seharusnya iman kita semakin meningkat," ujar Kiai Arif pada kegiatan dihadiri Suyanto, Kepala Desa Dengok, peserta Civic Education For Future Indonesian Leadership (CEFIL) III Yayasan Satunama Yogyakarta, dan penduduk setempat itu pula.

Ia menambahkan, ada enam perkara merusak amal. Pertama Al istighlal bi’uyubil kholqi atau sibuk mebicarakan aib orang lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selanjutnya Qaswatul qulub atau keras hati. Contohnya tidak mau mengakui eksistensi orang lain, tidak mau mengakui kebhinekaan seperti perbedaan agama dan lain-lain.

"Lalu Hubbun dunya atau cinta mati terhadap dunia. Saking cintanya dengan dunia, akhirnya melupakan akhirat," ujar dia lagi.

Selanjutnya, Qillatul haya’ atau sedikit rasa malunya. Kemudian Thulul ‘amal atau panjang angan-angan dan Dhulmun la yantahi atau kezaliman yang tak pernah berhenti.

Sebelum pengajian berlangsung di balai desa setempat dimulai, mengalun sholawat nabi dan syiir tanpo waton yang didaraskan hadirin yang ikut kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

Khutbah I

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhamad al-Ghazali dalam kitabnya Kîmiyâ’us Sa‘âdah mengatakan bahwa mengenal diri (ma‘rifatun nafs) adalah kunci untuk mengenal Allah. Logikanya sederhana: diri sendiri adalah hal yang paling dekat dengan kita; bila kita tidak mengenal diri sendiri, lantas bagaimana mungkin kita bisa mengenali Allah? Imam al-Ghazali juga mengutip hadits Rasulullah “man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah” (siapa yang mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam Surat Fusshilat ayat 53 juga ditegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di dunia ini dan di dalam diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar.”

Tentu saja yang dimaksudkan Imam al-Ghazali di sini lebih dari sekadar pengenalan diri secara lahiriah: seberapa besar diri kita, bagiamana anatomi tubuh kita, seperti apa wajah kita, atau sejenisnya. Bukan pula atribut-atribut yang sedang kita sandang, seperti jabatan, status sosial, tingkat ekonomi, prestasi, dan lain-lain. Lebih dalam dari itu semua, yang dimaksud dengan “mengenal diri” adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar:

Siapa aku dan dari mana aku datang? Ke mana aku akan pergi, apa tujuan kedatangan dan persinggahanku di dunia ini, dan di manakah kebahagiaan sejati dapat ditemukan?

Di sini kita diantarkan untuk memilah, mana yang bersifat hakiki dalam diri kita dan mana yang tidak. Serentetan pertanyaan sederhana namun sangat kompleks. Butuh perenungan diri untuk menjawab satu persatu pertanyaan tersebut. Jawabannya mungkin sudah sangat kita hafal, tapi belum tentu mampu kita resapi sehingga menjiwai keseluruhan aktivitas kita.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Untuk mengenali diri sendiri, Imam al-Ghazali mengawali penjelasan dengan menyebut bahwa dalam diri manusia ada tiga jenis sifat: (1) sifat-sifat binatang (shifâtul bahâ’im), sifat-sifat setan (shifâtusy syayâthîn), sifat-sifat malaikat (shifâtul malâikah).

Apa itu sifat-sifat binatang? Seperti banyak kita jumpai, binatang adalah makhluk hidup dengan rutinitas kebutuhan bilogis yang sama persis dengan manusia. Mereka tidur, makan, minum, kawin, berkelahi, dan sejenisnya. Manusia pun menyimpan kecenderungan-kecenderugan ini, dan bahkan memiliki ketergantungan yang nyaris tak bisa dipisahkan. Watak-watak tersebut bersifat alamiah dan dalam konteks tertentu dibutuhkan untuk mempertahankan hidup.

Yang kedua, sifat-sifat setan. Setan adalah representasi keburukan. Ia digambarkan selalu mengobarkan keja¬hatan, tipu daya, dan dusta. Demikian pula orang-orang yang memiliki sifat setan. Sementara yang ketiga, sifat-sifat malaikat berarti sifat-sifat yang senantiasa menerungi keindahan Allah, memuji-Nya, dan mentaati-Nya secara total.

Ringkasnya, kebahagiaan hewani adalah ketika ia kenyang, mampu memuaskan hasrat dirinya, atau sanggup mengalahkan lawan untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri—atau paling banter untuk keluarganya. Sedangkan kebahagiaan setan adalah tatkala berhasil mengelabuhi yang lain atau memproduksi keburukan. Sementara kebahagiaan malaikat ialah saat diri kian mendekat kepada Allah dan semua aktivitas merupakan cerminan dari kedekatan itu.?

Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa diri manusia layaknya sebuah kerajaan yang terbagi dalam empat struktur pokok: jiwa sebagai raja, akal sebagai perdana menteri, syahwat sebagai pengumpul pajak, dan amarah sebagai polisi.

Syahwat memiliki karakter untuk menarik manfaat, kenikmatan, dan keuntungan sebanyak-banyaknya. Ia befungsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu. Sementara amarah berfungsi melindungi dari berbagai ancaman atau mudarat, karenanya ia identik dengan karakter berani, cenderung kasar dan keras. Keduanya penting untuk kehidupan manusia. Dengan syahwat manusia tahu akan kebutuhan makan, misalnya; dengan amarah, ia mengerti akan perlunya membela diri ketika serangan mengancam. Namun syahwat dan amarah harus didudukkan di bawah kendali akal dan tentu saja di bawah raja.

Apabila syahwat dan amarah menguasai akal/nalar maka kerajaan terancam runtuh. Sebab susunan “kekuasaan” tak terjalan menurut kontrol seharusnya. Syahwat yang di luar kendali akal dan jiwa akan memunculkan sifat-sifat buruk seperti rakus atau tamak. Sementara amarah yang tak terkendali akan menimbulkan kebencian dan kecurigaan berlebihan sehingga muncul sikap-sikap membabi buta dan semena-mena.?

Akal pun mesti berada di bawah kendali jiwa atau hati (qalb). Akal memang memiliki potensi yang istimewa: berpikir, berimajinasi, menghafal, dan lain-lain. Bila ia bertindak liar maka potensi akal untuk menjadikan manusia sebagai tukang tipu daya atau semacamnya sangat mungkin. Kalau kita pernah mendengar kalimat “orang pintar yang gemar minterin (memperdaya) orang lain” maka itu tak lain akibat akal bertolak belakang dengan nurani alias tak berada dalam naungan jiwa yang bersih.

Untuk mencapai jiwa yang berkuasa utuh, Imam al-Ghazali menekankan adanya perjuangan keras dalam olah rohani (mujâhadah) demi proses pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs. Jiwa yang jernih akan memicu munculnya cahaya ilahi yang member petunjuk manusia akan jalan terbaik bagi langkah-langkahnya.

? ? ? ? ?

Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (muhajadah) untuk untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Semoga kita termasuk orang-orang yang lebih banyak belajar mengenali diri sendiri, ketimbang menilai orang lain, untuk menggapai kebahagiaan hakiki.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 25 Januari 2018

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pawai kebudayaan tampak meriah dalam peringatan haul perintis Islam di kampung Kranji Kedungwuni, Mbah Nurul Anam. Pawai yang diiringi musik drumben Naga Anom siswa MI Walisongo dan SMP Walisongo menampilkan aneka kesenian seperti Ondel-Ondel dan lainnya.

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Ratusan warga Kranji, Pekalongan dari pelbagai usia ini ikut serta dalam pawai. Mengawali rangkaian haul, mereka berbaris rapi mengelilingi kampung, Sabtu (10/5) malam. Sedangkan puncak haul digelar Selasa (13/5) yang diisi dengan manaqiban dan pengajian umum di makam kampung Kranji.

Ketua panitia haul Thoriqul Huda menerangkan, kegiatan pawai kebudayaan ini merupakan rangkaian acara peringatan haul Mbah Nurul Anam dan para sesepuh masyarakat Kranji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Pawai kebudayaan ini, merupakan hal baru dalam rangkaian kegiatan haul Mbah Nurul Anam. Syukurnya, masyarakat menyambut baik kegiatan ini,” ujar Thoriq yang juga anggota Ansor Kranji.

Haul Mbah Nurul Anam digelar selama empat hari, Sabtu-Selasa (10-13/5). Setelah diawali pawai kebudayaan, haul dilanjutkan dengan sema’an Al-Qur’an dan acara lain sejak Senin hingga Selasa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Senin kemarin, Fatayat NU sejak pagi menggelar semaan yang terus berlanjut hingga malam harinya dengan pengisi acara berbeda,” kata Thoriq. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Temanggung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung mengadakan aksi galang dana dalam rangka kepedulian terhadap bencana tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara. Aksi galang dana dilaksanakan di sejumlah traffick light dan alun-alun Temanggung.

Selain GUSDURian, sejumlah komunitas lain juga bergabung seperti fans Tipe-X, Koforte, dan berbagai kelompok lainnya. "Ini untuk menunjukkan bahwa mereka adalah saudara kita yang perlu kita tolong," kata Rudi Khoirudin, 27, salah seorang peserta aksi galang dana.

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Rudi mengatakan, meskipun anak band itu terkenal dengan hal-hal negatif, tetapi kami mencoba menghilangkan kesan itu dengan kegiatan semacam ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain menggalang dana, aksi kepedulian juga dilakukan untuk mendapatkan bantuan logistik, berupa obat-obatan, makanan dan pakaian. Kelompok ini juga telah dua kali mengirimkan bantuan ke Banjarnegara yang disalurkan melalui Posko utama di PGRI Karang Kobar, Banjarnegara.

Koordinator aksi penggalangan dana, Andri Setyowati, mengatakan, penggalangan dana dilakukan dengan menggerakkan sejumlah elemen untuk menyumbangkan waktu dan tenaganya dalam mengumpulkan semua bantuan yang bisa diakses dari masyarakat. Ia sendiri telah mengirimkan bantuan langsung ke Banjarnegara dalam tahap tanggap darurat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yang sudah kita kirim pertama itu obat dan makanan. Itu yang paling dibutuhkan," terangnya.

Ia mengatakan setiap hari seluruh anggota yang tergabung dalam tim sosial ini bergerak di dalam kota Temanggung dan pada sore harinya hasil dari pencarian tersebut langsung dibelanjakan obat dan makanan sebelum dikirim langsung ke posko induk di Banjarnegara.

"Setiap hari kita mengirimkan bantuan, biasanya sore setelah semua terkumpul," lanjutnya.

Mohammad Abidien, 40, salah seorang relawan penggalangan dana mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan bantuannya cukup tinggi. Hal ini mempermudah kinerja relawan untuk mendapatkan dana yang cukup besar.

"Terutama di jalan-jalan, mereka solidaritasnya tinggi. Paling banyak malah yang naik motor, kalau yang bawa mobil itu jarang ngasih," tandas pria pengusaha Bakso Wakikuk ini.

Selain Jaringan GUSDURian, sejumlah elemen yang juga akan mengirimkan bantuan ke Banjarnegara adalah Ehipassiko Kabupaten Temanggung, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung serta sejumlah elemen lainnya.

"Kita mengumpulkan dana dari relawan yang kemudian kita salurkan ke Banjarnegara," tandas Sofyan Hanjaya, pengurus Ehipassiko.? (Abaz Zahrotien/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Januari 2018

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Barang siapa menguasai komunitas, maka dia menguasai pasar. Demikian paparan Djoko Adhi Saputro, Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah dalam Seminar Strategi Jitu Fundraising Zakat di kampus IPMAFA Pati, Senin, (28/11) hasil kerjasama Prodi Zakat Wakaf IPMAFA, IZI Jateng, MES Pati, USB, dan Arta Mas Syariah.?

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Dikatakannya, lembaga zakat harus membentuk atau masuk dalam komunitas dan fokus merawat komunitas tersebut sebagai mitra efektif dalam menggalakkan dana zakat. IZI Jateng misalnya, menargetkan komunitas majlis pengajian sebagai mitra IZI dalam menggalakkan zakat.?

Dijelaskannya, selama ini, IZI sudah menjalin kerjasama dengan komunitas hijab dan ternyata hal ini sangat efektif karena menyimpan potensi zakat yang besar. Hal serupa menjadi tantangan bagi lembaga amil zakat lainnya dalam menggalakkan penggalian dana.

Kaprodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA yang juga Wakil Ketua PCNU Pati Dr Jamal Mamur Asmani dalam acara tersebut menjelaskan, potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu 217 triliun sedangkan di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 triliun. Untuk di Pati sekitar 20 milyar untuk zakat individu (bukan perusahaan). Namun, realitasnya masih jauh, yaitu 4,3 triliun secara nasional, sekitar 100 milyar se-Jawa Tengah, dan 1,5 miliar di Pati. Hal ini disebabkan banyak faktor. Pertama, kesadaran masyarakat yang masih rendah. Hal ini berbeda dengan haji yang sangat tinggi kesadaran masyarakat. Kedua, belum banyak lembaga zakat yang kredibel dan profesional dalam mengelola zakat sehingga masyarakat tidak punya kepercayaan untuk menyalurkan zakatnya lewat lembaga. Ketiga, sanksi pemerintah yang tidak tegas kepada orang yang tidak membayar zakat. Hal ini membutuhkan usaha serius dari seluruh elemen, khususnya ulama dan cendekiawan dalam mengoptimalkan sosialisasi sadar zakat.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah juga harus tegas memberikan sanksi kepada orang-orang yang wajib berzakat tapi tidak melakukannya. Lembaga juga harus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi profesionalitasnya dalam menggalakkan zakat supaya lahir kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakatnya.

Ketua MES Pati, H Mumu Mubarak mengatakan, lembaga amil zakat harus bangun dari tidurnya dengan bergegas meningkatkan kompetensi penggalian dana zakat karena masyarakat menanti gebrakan lembaga zakat. Jangan sampai umat Islam malas berzakat karena lemahnya lembaga amil zakat dalam pengelolaan zakat.?

Sedangkan ? sekretaris Baznas Pati KH Muslihan mengatakan, Baznas Pati akan mengoptimalkan penggalangan zakat sampai ke pelosok untuk optimalisasi penghimpunan zakat yang manfaatnya kembali kepada umat. Baznas Pati akan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kecamatan supaya tergali potensi zakat yang besar.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Langkah ini diharapkan mampu menggalakkan fundraising zakat yang bertujuan menggapai kemaslahatan umat, khususnya kemandirian ekonomi di masa depan. (Jamal Manur/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Tegal, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 14 Januari 2018

Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain

Karanganyar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Sedikitnya 100 orang terdiri atas perwakilan anak cabang Muslimat NU se-Kabupaten Karanganyar mengikuti pelatihan dari PT MAS Surakarta di kediaman Ketua Muslimat NU Perum Josroyo Indah Jaten, Karanganyar, Senin (2/1). Mereka meningkatkan keterampilan di bidang merajut dengan bimbingan PT MAS Surakarta.

Dalam pelatihan ini para anggota Muslimat NU dilatih supaya memiliki jiwa wirausaha sehingga mampu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pada pertemuan ini mereka diajari cara merangkai benang sehingga menjadi rajutan.

Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut Kain

Ketua Muslimat NU Karanganyar Hj Suliyastuti (Sulis) mendukung kegiatan ini untuk melatih dan mengolah life skill dan menambah pemasukan atau pendapatan pengurus Muslimat NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sulis mengatakan, “Jika? ibu-ibu terampil dalam membangun ekonomi, maka akan tercapai keluarga yang sakinah dan pasti akan mengantarkan negara baldatun thoyyibatun warobbun ghafur."

Menurutnya, dengan dilatih merajut setidaknya Muslimat NU bisa menanamkan jiwa kewirausahaan kepada kalangan Muslimat NU agar mau berusaha menciptakan sebuah usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Kyai, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menegaskan, sumber dari sikap tidak toleran adalah kemiskinan. Baginya, bukan hanya kemiskinan dalam hal materi, tetapi juga miskin dalam segala hal seperti miskin pemahaman agama, pengetahuan, dan miskin mental.

“Pangkal dari intoleransi adalah poverty (kemiskinan). Bukan hanya poverty material, tetapi semua aspek seperti pemahaman agama, pengetahuan, dan lainnya,” kata Yudi Latif saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional dengan tema Challenges to Religious Pluralism and Tolerance di Ruang Teater Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta, Rabu (14/6).

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan

Lebih lanjut, penulis buku Negara Paripurna itu menyebutkan Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Mulai dari ras, etnik, budaya, dan hirarki sosial.?

“Lalu bagaimana kita me-manage ini?,” tanya Yudi untuk merangsang peserta.

Ia menjelaskan, harus ada kesepakatan bersama untuk mengelola keberagaman yang ada. Dalam hal ini, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu.

Lebih jauh, Yudi menerangkan, ketuhanan dalam sila pertama dalam Pancasila bukan lah berbentuk kata benda, melainkan kata sifat. Bung Karno menekankan, sila pertama ini sebagai ketuhanan yang beradab.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kedua, Bung Karno mengatakan bahwa nasionality kita adalah humanity, bukan nasionality yang tertutup,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Adapun sila ketiga, ungkap Yudi, warga Negara Indonesia sadar bahwa mereka berbeda, tetapi mereka mencari persamaan yang ada. “Katau sodara berasal dari satu udara. Selama kita menghirup udara yang sama, maka kita saudara,” tuturnya.

Sila keempat, imbuh Yudi, bermakna bahwa setiap warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama dalam bermusyawarah. Mereka tidak dipertanyakan siapa, dari mana, apa agama mereka. Tetapi dalam bermusyawarah perwakilan yang dilihat adalah apa arugumen mereka.

“Dan terakhir adalah keadilan sosial,” lanjutnya.

Yudi mengatakan, inti dari dari kelima sila tersebut adalah semangat gotong royong sebagaimana yang dituturkan Bung Karno.?

“Gotong royong ini kalau dalam masyarakat Sunda silih asih (saling mengasihi), silih asuh (saling membimbing), dan silih asah (saling mengingatkan). Kalau Jawa ada istilah wewayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia). Kalau di Islam, rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Kalau di Kristen ada ajaran kasih dan lainnya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Jadwal Kajian, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 13 Januari 2018

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar

Banjar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Puluhan anggota Banser Kota Banjar bersiap mengamankan kegiatan Maulid Nabi dan silaturahmi para habib serta ulama se-Kota Banjar di Pesantren Al-Hilal, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Senin (25/4). Tetapi siapa kira ada seorang remaja putri berseragam Banser ikut berbaris mendengarkan instruksi serta arahan dari Kasatkoryon Banser Langensari.

Banser wanita ini adalah Eti Herlina (22). Warga Dusun Sukahurip, Desa dan Kecamatan Langensari, Kota Banjar ini tidak sekali terlibat dalam pengamanan yang pernah dilakukan Banser Kota Banjar.

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar

"Saya karyawan toko emas, sudah beberapa kali mengikuti pengamanan kegiatan keagamaan baik di Kota Banjar maupun di daerah lain," kata Eti kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Eti mengatakan menceritakan itikad baiknya mengabdikan diri kepada NU melalui cara yang ia lakukan sekarang. Sementara itu, hanya dia satu-satunya anggota Banser wanita di Banjar.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya ingin banyak teman Banser perempuan. Sampai saat ini keluarga mendukung dan tidak ada komplain," ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di tempat yang sama, Ketua GP Ansor Langensari Ihsan Hanafi menjelaskan, adanya Banser wanita ini merupakan upaya membangkitkan semangat mempertahankan NKRI.

"Kader putri NU baik di Fatayat, IPPNU harus diberi ruang gerak untuk berkhidmah kepada ulama. Jangan salah, pejuang perempuan sudah ada sejak zaman penjajahan. Makanya sekarang perlu ditumbuhkan, bukan dulu saja," pungkasnya. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam, Nahdlatul, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Semangat Hijriyah harus terus digelorakan dalam setiap dada pelajar agar kehidupan selalu ? berjalan pada rel kebaikan. Semangat untuk terus berbuat kebajikan dalam upaya menata diri dalam meraih cita-cita tidak boleh berhenti. Antara lain dengan belajar, belajar, dan belajar.

Demikian disampaikan KH Ahmad Riyadi dari Brebes saat sambutan Pengajian Gebyar Muharram di MTs Negeri Bangbayang kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (25/11).

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Sekolah, baginya, menjadi ladang persemaian untuk menata kehidupan pelajar agar lebih baik. Momentum Hijriyah saatnya untuk berbuat baik secara positif kepada diri sendiri, orang tua, guru, dan juga masyarakat. “Lewat Gebyar Muharram, kita siapkan generasi andal bagi hidup dan kehidupannya di masa kini dan mendatang.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Kiai Ahmad Riyadi, kita perlu prihatin karena tidak sedikit pelajar yang disibukkan dengan glamournya kehidupan kota. Senang dengan kehidupan malam, dekat dengan narkoba, tawuran dan lain-lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dengan terus menggelorakan semangat hijriyah, maka kita akan terus berbuat baik. Berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabikhul Khoerot, tegasnya.

Sementara Kepala MTs Negeri Bangbayang Muhammad Suaedi menjelaskan, Gebyar Muharram digelar dengan maksud meneladani jasa perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan menegakan Islam di muka bumi. ? “Gebyar Muharam, selain untuk syiar Islam juga bisa menggiring siswa menjadi pelajar yang santun, penuh dedikasi, cakap, dan rajin ibadah.”

Kegiatan ini digelar sejak Kamis-Sabtu (21-23/11) dalam bentuk perlombaan. Varian kegiatan itu antara lain pawai taaruf, lomba kaligrafi, lomba pidato, lomba karaoke qosidah, lomba busana muslim, lomba kebersihan dan keindahan kelas, lomba MTQ, dan pengajian umum. Kegiatan diikuti seluruh siswa yang berjumlah 520 orang.

Dengan gebyar Muharam, sambung Suaedi, minimal siswa yang mengikuti kegiatan itu bisa menjadi generasi yang kompetitif, terampil, dan mandiri yang memiliki landasan spiritual dan keilmuan yang luas. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Tegal, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 16 Desember 2017

Soal Full Day School, Ini Kritik dan Masukan KPAI untuk Mendikbud

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Wacana belajar sehari penuh di sekolah atau dikenal full day school yang diwacanakan Mendikbud Muhadjir Effendy, implementasinya harus didahului kajian yang utuh. KPAI menilai Menteri baru tidak harus membuat kebijakan baru, apalagi tanpa didahului kajian yang matang. Akibatnya justru akan merugikan anak.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh dalam siaran pers yang dikirim ke Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Selasa (9/8).

Soal Full Day School, Ini Kritik dan Masukan KPAI untuk Mendikbud (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Full Day School, Ini Kritik dan Masukan KPAI untuk Mendikbud (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Full Day School, Ini Kritik dan Masukan KPAI untuk Mendikbud

Niam menilai, kebijakan pendidikan apalagi yang bersifat nasional tidak bisa didasarkan pengalaman orang perorang. Pengambilan kebijakan nasional tidak boleh parsial. Tidak boleh hanya berdasar kepada pengalaman pribadi. Jangan sampai tiba masa tiba akal. kebijakan yang diambil akan berdampak sangat luas, jadi butuh kajian utuh.

“Masing-masing siswa memiliki kondisi yang berbeda-beda. Siswa yang satu dengan yang lainnya tidak bisa disamaratakan. Menghabiskan waktu dengan durasi panjang di sekolah dapat mengganggu intensitas interaksi anak,” ujar Niam yang juga salah satu Katib syuriyah PBNU ini.

Anak-anak, lanjutnya, butuh interaksi dengan teman sebaya di sekolah, teman di lingkungan tempat tinggal, dan dengan keluarga di rumah. Dengan kebijakan full day school, pasti intensitas pertemuan anak dan orang tua juga pasti akan berkurang. Apalagi, tidak semua orang tua bekerja keluar rumah. Ini akan berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia menegaskan, masing-masing keluarga itu memiliki kondisi yang berbeda, tidak bisa digeneralisasikan bahwa full day school itu menyelesaikan semua masalah anak. "Tidak semua orang tua (siswa) itu bekerja. Artinya jangan dibayangkan kondisi seluruh orang tua di Indonesia hanya seperti yang dialami oleh Mendikbud. Kebijakan nasional harus didasarkan kepada kajian yang utuh,” terangnya.

Soal waktu belajar, katanya, KPAI melihat tidak banyak menjadi masalah. Karena seiring dengan keragaman kondisi anak, orang tua, dan masyarakat, sudah terfasilitasi dengan model pembelajaran yang beragam, ada yg normal dan ada yang full day school. Sehingga orang tua diberikan keleluasaan untuk memilih. "Bahkan, dalam kondisi tertentu, anak jangan lama-lama di sekolah, agar cepat berinteraksi dengan orang tua. Apalagi yang kelas 1 SD,” papar Niam.

Untuk menjawab permasalahan anak, perbaikan kebijakan harus berporos pada anak. Membaca pertimbangan Mendikbud dalam mengusulkan kebijakan ini, lebih karena faktor menyesuaikan dengan orang tua yang bekerja, sehingga jadual anak diubah. Dari sisi paradigma sudah bermasalah. Penerapan suatu program harus diikuti dengan perbaikan yang memadai.?

“Tidak hanya dengan ‘mengandangkan’ anak di sekolah semata tanpa ada perbaikan sistem pendidikan dengan spirit menjadikan lingkungan sekolah yang ramah bagi anak, maka memanjangkan waktu di sekolah malah akan menyebabkan potensi timbulnya kekerasan di lingkungan sekolah,” urai Niam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, ada hal yang perlu dipertimbangkan Mendikbud dalam wacana full day school yaitu penambahan beban guru, penambahan biaya untuk kegiatan, penyesuaian kegiatan anak dan orang tua yang sudah ada, orang tua yang tidak bekerja, anak yang harus membantu orang tua, dan keragaman kondisi sosial di berbagai daerah.

“KPAI siap memberi masukan dan segera akan bertemu Mendikbud. Niat baik harus dilakukan dengan cara yang baik, dan meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan,” pungkas Niam. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 20 November 2017

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Mempertahankan sesuatu yang telah dicapai lebih sulit dibanding meraihnya. Sebab, godaan dan tantangannya lebih berat dalam kondisi mempertahankan. Apalagi dalam soal capaian di bulan Ramadhan.?

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertahankan Capaian Ramadhan Lebih Sulit Dibanding Meraihnya

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Takmir Masjid (PC LTM) NU Jember, H.A. Fauzi saat memberikan taushiyahnya dalam acara halal bihalal keluarga besar LTMNU dan takmir masjid Jember barat di masjid jami Darul Muttaqien, Tanggul, Jember, Jawa Timur, Rabu (13/7).?

Menurutnya, dalam melaksanakan puasa Ramadhan, terasa lebih ringan untuk memerangi hawa nafsu dan menahan perilaku tak terpuji. Itu karena dilaksanakan serentak dan bersama-sama dengan orang lain. Tapi setelah lebaran, "kebersamaan" itu tak ada lagi, sehingga tergantung kepada masing-masing individu untuk mempertahankan nilai-nilai ketaqwaan yang telah dicapai selama Ramadhan.?

"Makanya saya katakan lebih berat sekarang (setelah lebaran). Tapi memang kita harus berusaha untuk menjaga dan mempertahankan apa yang sudah kita capai di bulan Ramadhan," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

H. Fauzi lantas mengurai sekian sukses yang harus dipertahankan kedepan sebagai output puasa Ramadhan. Di antaranya, kedermawanan, pengendalian emosi, budaya maaf dan penebaran nilai-nilai kebajikan. Tiga yang disebut terakhir sesungguhnya tidak butuh modal (materi).?

Mengendalikan emosi, katanya, tidak memerlukan dana, hanya perlu kelapangan hati. Kelapangan hati bukanlah produk instan, tapi hasil latihan terus menerus yang ditopang oleh semangat ketaatan terhadap perintah Allah.?

"Banyak persoalan besar dalam kita bertetangga, pemicunya karena kita gampang emosi. Emosi bisa jadi percikan api yang dapat menghanguskan segalanya. Makanya, jangan cepat marah dalam menyikapi sesuatu," tukasnya.

Demikian juga budaya maaf, harus tetap tertanam pasca lebaran. Tidak hanya saat lebaran. Dalam pandangan Ketua Takmir Masjid Jami Darul Muttaqien itu, sesungguhnya minta dan memberi maaf tidak sulit. Hanya butuh kebesaran jiwa. Meminta dan memberi maaf sama-sma mulia. Namun secara psikologis, posisi orang yang memberi maaf, butuh dorongan spirit yang lebih. Sebab, orang yang dimintai maaf, biasanya posisinya menang. Dalam posisi tersebut, sikap arogan terkadang muncul.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Tapi apapun itu, memnita maaf dan mamberi maaf adalah sikap yang sangat terpuji. Dendam kesumat tak perlu dipelihara, sebab hanya membawa malapetaka," jelasnya.

Sedangkan kedermawanan mempunyai fungsi sosial yang sangat dahsyat. Fauzi menilai, alangkah indahnya jika budaya sedekah yang lumrah terjadi di bulan Ramadhan berlanjut di luar bulan Ramadhan. "Kepedulian sosial inilah yang sesungguhnya menjadi ruh diklat puasa Ramadhan," ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 18 November 2017

Kisah Hilangnya Gadis 11 Tahun yang Dipaksa Jadi TKW

Kairo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Usianya baru 11 tahun ketika dikirim ke Arab Saudi untuk menjadi pembantu rumah tangga 13 tahun silam.

Celakanya, Warni Uwas Acing, gadis remaja yang kini berusia 23 tahun itu di paspornya yang dikeluarkan tahun 2001, tertulis berusia 42 tahun.

Kisah Hilangnya Gadis 11 Tahun yang Dipaksa Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Hilangnya Gadis 11 Tahun yang Dipaksa Jadi TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Hilangnya Gadis 11 Tahun yang Dipaksa Jadi TKW

Di pospor milik Warni bernomor AD 575068 itu tercatat tanggal kelahirannya pada 12 Juni 1971, padahal kelahiran aslinya adalah tahun 1990.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Siapa yang memanipulasi usia gadis yang masih bau kencur itu agar bisa memenuhi persyaratan usia kerja yang di kehendaki undang-undang Arab Saudi?.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Warni pun tak tahu. Tapi yang jelas, ia dikirimkan oleh sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi.

Sejak tiba di Arab Saudi tahun 2001, Warni putus hubungan dengan orang tua dan keluarganya di Indonesia.

Majikannya tidak pernah mengizinkan Warni cuti, bahkan gaji pun tidak diberikannya. 

Kasus hilangnya Warni muncul pada Desember 2010 ketika orang tuanya, Uwas Acing, mengajukan pengaduan kepada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Sejak itu, KBRI Riyadh melacak keberadaan Warni, termasuk melalui Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, namun tidak membuahkan hasil.

Pada 8 April 2014 adalah tanggal berkah bagi Warni saat didampingi majikannya, Falah Muhaya Falhan Al Assimi, untuk memperpanjang paspor di KBRI Riyadh.

Kesempatan baik itu tidak disia-siakan KBRI setelah sekitar empat tahun tidak menemukan jejak Warni.

"Ya benar, Warni sudah kami lindungi di KBRI dan sedang dalam proses untuk dipulangkan di Indonesia," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi AM Fachir, yang dikonfirmasi ANTARA dari Kairo, Kamis (10/4) malam.

Ibarat durian runtuh

Warni Kepada petugas KBRI mengisahkan bahwa ia tidak pernah mencicipi gajinya sejak bekerja 13 tahun silam.

Majikannya bermukim di Dammam, kota pelabuhan Teluk Persia/Teluk Arab, Provinsi Sharqiyah.

Kendati demikian, Warni mengakui diperlakukan secara baik oleh majikannya.

Menurut Warni, dua tahun pertama, ia dijanjikan gaji sebesar 600 Riyal Saudi per bulan, dan selama 11 tahun berikutnya, gajinya turun menjadi 500 Riyal.

Meskipun pengurangan gaji itu atas kesepakatan bersama, namun Warni tidak pernah menerimanya. 

Warni menjelaskan, sejak lima tahun yang lalu, ia terus menerus merengek untuk dipulangkan ke Indonesia, namun majikannya tidak mau merestui dan hanya sebatas menjanjikan saja. 

Untungnya, sang majikan, Falah Muhaya Falhan Al Assimi, kooperatif saat dimintai keterangan oleh petugas KBRI Riyadh.

Pada 9 April 2014, hanya sehari setelah Warni dilindungi di KBRI, sang majikan menyatakan bersedia menunaikan kewajibannya untuk membayar semua gaji selama 13 tahun kepada Warni.

Warni pun berhak mendapatkan hasil keringatnya selama 13 tahun mengadu nasib di negeri kaya minyak itu.

Ibarat durian runtuh, Warni mengantongi 80.400 Riyal atau sekitar Rp241,2 juta, ditambah biaya tiket pesawat ke Indonesia sebesar 2.000 Riyal.

Dengan linangan air mata, Warni pada 9 April 2014 untuk pertama kali berbicara lewat telepon dengan ayahnya, Uwas Acing, di Tanah Air yang difasilitasi oleh KBRI.

Uwas Acing menyampaikan terima kasih kepada KBRI Riyadh yang telah membantu mempertemukan kembali putrinya setelah 13 tahun berpisah. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 06 November 2017

Ansor Tangerang: Penertiban Peternakan Babi Harus Berdasar Hukum

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang menyikapi isu lokal tentang penertiban peternakan Babi oleh pemerintah kota di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Organisasi pemuda NU ini mendukung langkah pemerintah selama berpihak pada aturan hukum yang benar.

Demikian disampaikan salah satu pengurus PC GP Ansor Kota Tangerang M Syaipulloh saat hadir dalam pengajian Rijalul Ansor di Masjid Baiturrohman, Cibodas, Kota Tangerang, Jumat lalu (9/10).

Ansor Tangerang: Penertiban Peternakan Babi Harus Berdasar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangerang: Penertiban Peternakan Babi Harus Berdasar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangerang: Penertiban Peternakan Babi Harus Berdasar Hukum

“Pada hal ini kita tidak bicara halal atau haramnya babi, karena dalam Islam sudah jelas haram. Tetapi kita bicara mengenai aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah, kalau memang melanggar sudah sepatutnya kita masyarakat patuh dan taat terhadap hukum-hukum yang ada,” ujar Syaipulloh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, selagi Pemkot Tangerang menertibkan peternakan babi di lahan pemerintah yang memang peruntukannya untuk penataan kembali sungai dan keindahan lingkungan, seharusnya masyarakat mendukung.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Dan khususnya kepada para peternak Babi harus mengetahui aturan-aturan yang telah diatur pemerintah mengenai peternakan, karena berternak apapun dalam skala besar di lingkungan masyarakat itu dilarang, karena mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam pengajian Rijalul Ansor itu hadir pula KH Edi Junaidi, Mustasyar PCNU Kota Tangerang, yang didaulat menyampaikan taushiyah. Edi mengingatkan tentang pentingnya mewaspadai ideologi kekerasan yang berpotensi memcah belah kesatuan bangsa Indonesia. “Ancaman dari dalam inilah yang banyak terjadi, mulai dari paham-paham radikal ataupun organisasi-organisasi transnasional yang tidak mengakui konstitusi Republik Indonesia,” ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 03 November 2017

STIU Al-Mujtamak Pamekasan Beri Hadiah Umrah kepada Wisudawan Terbaik

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sekolah Tinggi Ilmu Usuluddin (STIU) Pesantrem Al-Mujtamak, Plakpak, Pamekasan, Jawa Timur memberikan hadiah berupa ongkos biaya umroh kepada mahasiswinya yang meraih predikat terbaik pada wisudawa sarjana perguruan tinggi itu, Selasa (19/12).

"Hadiah umroh ini dimaksudkan untuk memotivasi mahasiswa bisa bersaing secara sehat dalam hal peningkatan ilmu pengetahuan di kampus, disamping juga menjadi komitmen lembaga dalam mensyiarkan ajaran Islam," kata Pembantu Ketua III STIU Al-Mujtamak, Samheri.

STIU Al-Mujtamak Pamekasan Beri Hadiah Umrah kepada Wisudawan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
STIU Al-Mujtamak Pamekasan Beri Hadiah Umrah kepada Wisudawan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

STIU Al-Mujtamak Pamekasan Beri Hadiah Umrah kepada Wisudawan Terbaik

 

Mahasiswa yang berhasil meraih hadiah umroh dan tercatat sebagai mahasiswa lulusan terbaik itu bernama Lanatut Tholibah.

Ia merupakan satu dari 58 mahasiswa yang diwisuda STIU Al-Mujtamak, Plakpak, Pamekasan, Selasa (19/12) di aula kampus itu dengan IPK 3,62. Penyerahan hadiah disampaikan langsung oleh Senat Masyaikh KH Abdul Mukti Thabrani.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

 

"Semua wisudawati lulus tepat Waktu. Semuanya memang mahasiswi, karena kami masih akan membuka untuk mahasiswa tahun ini," ujar Samheri, menjelaskan. 

Salah satu prasyarat lulus STIU Al-Mujtamak Plakpak, Pegantenan, Pamekasan itu adalah hafal Al-Quran minimam 5 juz, serta menghatamkan kitab Tafsir Ibnu Katsir dan Kitab Hadis Sunan Abu Daud.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan keagamaan berkala dan Bhakti Sosial bersama masyarakat juga merupakan kegiatan rutin yang biasa digelar di kampus ini.

STIU Al-Mujtamak, Plakpak, Pegantenan ini merupakan salah satu kampus swasta yang berbasis di Pondok Pesantren di Kabupaten Pamekasan dengan sistem pembelajaran terpadu, antara sistem pendidikan akademik dengan sistem pendidikan pesantren. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Khutbah, Tegal, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 28 Oktober 2017

Jadi Pengurus atau Anggota NU, Cari Apa?

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur KH Ahmad Fathonah meminta para pengurus ranting NU yang dilantik agar memasang niat yang ikhlas dalam mengurus organisasi. Pasalnya, niat merupakan pijakan dalam menggerakkan organisasi.

“Masuk NU itu mau ngapain, mau cari proyek, mau cari usaha, mau cari nama, apa mau numpang nama di SK?” kata Kiai Fathonah pada pelantikan pengurus ranting NU se-Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarat Pusat, Selasa (7/2).

Jadi Pengurus atau Anggota NU, Cari Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Pengurus atau Anggota NU, Cari Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Pengurus atau Anggota NU, Cari Apa?

Ia melanjutkan dengan menceritakan tentang perjalanan dirinya mengurus NU dari mulai ranting IPNU pada tahun 1977, kemudian menjadi Ketua IPNU Jakarta Timur, sampai sekarang mengurus NU.

“Tapi sampai sekarang (saya) tidak kapok-kapoknya mengurus NU. Padahal tidak ada gajinya, malah korban. Tapi saya yakin dan percaya, NU yang saya perjuangkan ini di belakangnya ada para pendiri NU dengan doanya yang luar biasa. Jadi kita mohon keberkahannya,” pungkasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebanyak delapan ranting NU dilantik secara bersamaan. Ranting NU yang dilantik adalah pengurus NU Munjul, Bambu Apus, Lubang Buaya, Cilangkap, Setu, Ceger, Cipayung, dan Pondok Rangon. (Husni Sahal/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw