Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengangkat kajian keuangan syariah di auditorium Ipmafa, Kajen, Pati, Kamis (19/11). Forum seminar dengan narasumber dari sejumlah institusi terkait mengulas asuransi syariah dalam konteks takdir.

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Hadir sebagai narasumber delegasi Pengurus Pusat MES Muhammad Hidayat, utusan Asuransi Syariah Allianz Hendra Gunawan, dan Alis Subiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan. Lebih dari 250 orang mengikuti seminar ini yang terdiri atas masyarakat umum, tokoh masyarakat, aktivis LSM, lembaga keuangan, dan mahasiswa. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Pati, Blora, Jepara dan Kudus.

Seminar ini sesungguhnya digelar untuk memberikan gambaran utuh tentang konsep asuransi syariah sekaligus menyosialisasikan keberadaan asuransi syariah di hadapan publik. Rektor Ipmafa Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan, perkembangan ekonomi syariah di Pati cukup baik khususnya terkait asuransi syariah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Asuransi konvensional yang selalu menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat muslim tentu meniscayakan asuransi syariah menjadi terobosan yang sangat penting,” kata Gus Rozin yang kini diamanahkan sebagai Ketua PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara M Hidayat menjelaskan perkembangan asuransi syariah dan keuntungan dalam berasuransi secara syariah. "Asuransi syariah sebenarnya bukan melawan takdir, melainkan untuk meminimalisir risiko dan mempersiapkan sesuatu jika takdir itu terjadi. Hal ini sesuai dengan surah Al-Hasyr (59:18)," kata H Hidayat.

Sedangkan Hendra dari Allianz memaparkan praktik asuransi syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional, dan tips dalam berasuransi agar klaim yang dipertanggungkan berjalan mulus.

"Asuransi syariah adalah praktik tolong menolong antarpeserta di mana dana (premi) yang diberikan masuk dalam rekening tabarru dan dana tersebut dikelola secara secara syariah. Jadi tidak ada unsur gharar, maisir, dan riba," jelas Hendra.

Forum diskusi ini berakhir pada pukul 13:00 WIB dengan khidmat yang diiringi jabat tangan oleh para peserta seminar. (Isyrokh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 04 Februari 2018

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus mengoptimalkan pengaderan di sekolah-sekolah dengan membentuk sejumlah komisariat.

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Ketua PAC IPPNU Siti Mufarikha mengungkapkan, terobosan dan upaya demikian adalah pertama kali dilakukan pada masa kepengurusannya. Meskipun demikian, ia mengaku program tersebut sangat efektif dilakukan. “Ini merupakan pertama kalinya pergantian pengurus komisariat di Kecamatan Ngoro masa jabatan saya,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Ahad (3/4).

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bahrul Ulum Genukwatu Ngoro misalnya, telah terbentuk kepengurusan tingkat komisariat dengan dilakukannya pelantikan oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Jombang, Kamis (31/3) di Masjid Baitul Makmur Genukwatu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyatakan, kerja sama yang tengah dijalain antarpengurus PAC dan beberapa guru sekolah di sejumlah kecamatan tersebut berjalan dengan baik. Dengan demikian, hal itu sangat dimungkinkan seluruh sekolahan di Ngoro akan mudah dibentuk komisariat-komisariat. “Pada pelantikan kemrin saja begitu meriah dan disaksikan seluruh jajaran dewan guru dan siswa siswi MTs Bahrul Ulum,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bahkan salah satu dewan guru MTs Bahrul Ulum saat itu, lanjut dia, sangat mendukung terhadap upaya yang dilakukan IPNU-IPPNU saat ini. Ia mengimbau pengurus PAC untuk berkomitmen melakukan pengaderan dan mengembangkan potensi yang dimilki.

“Ahmad Muthohar, guru madrasah MTs Bahrul Ulum memberi pesan kepada pengurus IPNU-IPPNU untuk lebih aktif dalam berorgnisasi. Dan pihak? guru yang lain juga? selalu memberikan support, khususnya kepada pengurus komisariat,” tuturnya."

Sementara itu, Veronika Putri, salah satu Ketua Pengurus Komisariat IPPNU di Ngoro mengungkapkan, akan menjaga kepercayaan dari sejumlah guru dan pengurus IPNU-IPPNU setempat. “Saya meminta dukungan kepada seluruh rekan-rekan agar dapat mengemban amanah dengan maksimal,” ucapnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Pondok Pesantren, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 25 Januari 2018

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Padangpariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Innalillahi wainnailaihi raji’un. Sumatera Barat berduka. Ulama kharismatik dan pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Nagari Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat Syekh H. Ali Imran Hasan wafat pukul 04.00 WIB Rabu (12/4) dini hari. Ia wafat di kediamannya yang berada di komplek Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Kabar duka ini cepat menyebar melalui media sosial dan pesan singkat hingga kawasan Pesantren Nurul Yaqin terlihat dipadati masyarakat yang datang berbagai daerah.?

Sebelumnya, Syekh Ali Imran sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Rahman Padang. Di rumah dirawat selama satu minggu karena kesulitan bernapas. Pada Minggu (9/4) kemarin Syekh Ali Imran dibawa pulang. ? ?

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw menyebutkan, sebagai murid kami sangat berduka atas kepergian Buya Syekh Ali Imran untuk selamanya. Ini berarti masyarakat Sumatera Barat sudah kehilangan lagi seorang ulama yang alim, kharismatik dan memiliki keilmuan keislaman yang mendalami.

“Sesuai dengan pesan beliau, bagaimana Nurul Yaqin terus berkembang dan tetap bertahan hingga hari kiamat datang. Nurul Yaqin harus terus berkibar. Baik sebagai paham maupun sebagai kelembagaan. Sebagai paham, bagaimana pemahaman keagamaan Islam yang diwariskan beliau dapat diamalkan oleh para murid-muridnya dan masyarakat. Sedangkan secara kelembagaan Nurul Yaqin terus berkembang,” kata Rahmat Tuanku Sulaiman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ali Imran lahir pada subuh 30 Juni 1926 di Tanjung Aur, Pakandangan, Padangpariaman. Ayahnya Pakiah Hasan Tuanku Bagindo dan ibunya Siti Marin. Jika dirunut silsilah nenek moyang, darah ulama memang sudah dimilikinya. Syeikh Muhammad Amin bin Abdullah lebih dikenal dengan sebutan Syekh Mato Aie di Pakandangan yang terkenal di wilayah Padang Pariaman, adalah kakek buyut Syekh H. Ali Imran Hasan.

Dari perkawinan dengan Azar Mainis, Syekh Ali Imran dikarunia lima orang anak. Yakni Almuhdi Karim, Darussalam, Asyaidul Akram, Muzi Latunil Isma dan Imma Latukhaira. Dari kelima anaknya, kini dikarunia 17 cucu.

Syekh Ali Imran pulang ke Pakandangan tahun 1960 dari belajar agama di Malalo. Kemudian mendirikan pondok pesantren Nurul Yaqin. Sebelum mendirikan pesantren, Syekh Ali Imran sudah berguru pada 17 ulama yang mengajari berbagai ilmu. Gurunya dimulai dari ayahnya sendiri, Syekh Hasan bin Muhammad Rahim yang bergelar Tuanku Bagindo (lahir 1897 M dan wafat 1980).

Kemudian Ali Imran berguru pula kepada Syekh Muhammad Aminullah bin Abdullah yang dikenal dengan Buya Mato Aia. Syekh Muhammad lahir 1776 dan wafat 1926 M. Guru lainnya Tuanku Pakandangan, Tuanku Sutan Pakandangan, Tuanku Andah Pakandangan, Syekh Muhammad Yatim Tuanku Sutan Ampalu Tinggi Tandikek Mudiak Padang, Syekh Muhammad Yasin Tuanku Qadhi Koto Tujuh Malin Bandaro (lahir 1227 H, wafat 1367 H), Muhammad Zein Tuanku Hitam yang bertempat tinggal di Surau Ampaleh Ringan-Ringan, Syekh Zakaria Tuanku Labai Sati Padang Laweh Malalo (wafat 1973 M atau 10 Ramadhan 1393 H),

Ia juga berguru kepada Syekh Syahidan Syarbaini Mungo Padang Manggateh Payakumbuh, Syekh Ibrahim Harun Tiakar Payo Basuang Payakumbuh, Syekh Tuanku Shalih karamat yang bermaqam di Pasar Panjang Sungai Sarik, wafat 14 Rajab 1394 H atau 1974 M. Syekh Dura Tuanku Angin, bermaqam di Padang Magek Batu Sangkar wafat Selasa pukul 10.00 WIB pagi 4 Zulkaedah 1402 H, Syekh H. Abu Bakar Sampan VII Koto Pariaman, Syekh H. Ibrahim Ampalu Tinggi, Syekh Muhammad Yunus Tuanku Sasak Pasaman, Syekh Tuanku Sidi Talua Sampan Pariaman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pondok Pesantren Nurul Yaqin hingga kini terus berkembang. Saat ini jumlah santri sudah mencapai hampir 1.000-an orang. Selain menempati bangunan awal yang berada di kawasan kediaman Syekh Ali Imran, kini memiliki bangunan rusunawa yang mampu menampung hampir 400- an santri laki-laki. Selain itu juga sedang dibangun ruangan belajar yang masih berada di kawasan rusunawa. Pesantren Nurul Yaqin juga sudah memiliki 12 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat. (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pawai kebudayaan tampak meriah dalam peringatan haul perintis Islam di kampung Kranji Kedungwuni, Mbah Nurul Anam. Pawai yang diiringi musik drumben Naga Anom siswa MI Walisongo dan SMP Walisongo menampilkan aneka kesenian seperti Ondel-Ondel dan lainnya.

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Ratusan warga Kranji, Pekalongan dari pelbagai usia ini ikut serta dalam pawai. Mengawali rangkaian haul, mereka berbaris rapi mengelilingi kampung, Sabtu (10/5) malam. Sedangkan puncak haul digelar Selasa (13/5) yang diisi dengan manaqiban dan pengajian umum di makam kampung Kranji.

Ketua panitia haul Thoriqul Huda menerangkan, kegiatan pawai kebudayaan ini merupakan rangkaian acara peringatan haul Mbah Nurul Anam dan para sesepuh masyarakat Kranji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Pawai kebudayaan ini, merupakan hal baru dalam rangkaian kegiatan haul Mbah Nurul Anam. Syukurnya, masyarakat menyambut baik kegiatan ini,” ujar Thoriq yang juga anggota Ansor Kranji.

Haul Mbah Nurul Anam digelar selama empat hari, Sabtu-Selasa (10-13/5). Setelah diawali pawai kebudayaan, haul dilanjutkan dengan sema’an Al-Qur’an dan acara lain sejak Senin hingga Selasa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Senin kemarin, Fatayat NU sejak pagi menggelar semaan yang terus berlanjut hingga malam harinya dengan pengisi acara berbeda,” kata Thoriq. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Januari 2018

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Barang siapa menguasai komunitas, maka dia menguasai pasar. Demikian paparan Djoko Adhi Saputro, Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah dalam Seminar Strategi Jitu Fundraising Zakat di kampus IPMAFA Pati, Senin, (28/11) hasil kerjasama Prodi Zakat Wakaf IPMAFA, IZI Jateng, MES Pati, USB, dan Arta Mas Syariah.?

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Dikatakannya, lembaga zakat harus membentuk atau masuk dalam komunitas dan fokus merawat komunitas tersebut sebagai mitra efektif dalam menggalakkan dana zakat. IZI Jateng misalnya, menargetkan komunitas majlis pengajian sebagai mitra IZI dalam menggalakkan zakat.?

Dijelaskannya, selama ini, IZI sudah menjalin kerjasama dengan komunitas hijab dan ternyata hal ini sangat efektif karena menyimpan potensi zakat yang besar. Hal serupa menjadi tantangan bagi lembaga amil zakat lainnya dalam menggalakkan penggalian dana.

Kaprodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA yang juga Wakil Ketua PCNU Pati Dr Jamal Mamur Asmani dalam acara tersebut menjelaskan, potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu 217 triliun sedangkan di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 triliun. Untuk di Pati sekitar 20 milyar untuk zakat individu (bukan perusahaan). Namun, realitasnya masih jauh, yaitu 4,3 triliun secara nasional, sekitar 100 milyar se-Jawa Tengah, dan 1,5 miliar di Pati. Hal ini disebabkan banyak faktor. Pertama, kesadaran masyarakat yang masih rendah. Hal ini berbeda dengan haji yang sangat tinggi kesadaran masyarakat. Kedua, belum banyak lembaga zakat yang kredibel dan profesional dalam mengelola zakat sehingga masyarakat tidak punya kepercayaan untuk menyalurkan zakatnya lewat lembaga. Ketiga, sanksi pemerintah yang tidak tegas kepada orang yang tidak membayar zakat. Hal ini membutuhkan usaha serius dari seluruh elemen, khususnya ulama dan cendekiawan dalam mengoptimalkan sosialisasi sadar zakat.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah juga harus tegas memberikan sanksi kepada orang-orang yang wajib berzakat tapi tidak melakukannya. Lembaga juga harus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi profesionalitasnya dalam menggalakkan zakat supaya lahir kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakatnya.

Ketua MES Pati, H Mumu Mubarak mengatakan, lembaga amil zakat harus bangun dari tidurnya dengan bergegas meningkatkan kompetensi penggalian dana zakat karena masyarakat menanti gebrakan lembaga zakat. Jangan sampai umat Islam malas berzakat karena lemahnya lembaga amil zakat dalam pengelolaan zakat.?

Sedangkan ? sekretaris Baznas Pati KH Muslihan mengatakan, Baznas Pati akan mengoptimalkan penggalangan zakat sampai ke pelosok untuk optimalisasi penghimpunan zakat yang manfaatnya kembali kepada umat. Baznas Pati akan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kecamatan supaya tergali potensi zakat yang besar.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Langkah ini diharapkan mampu menggalakkan fundraising zakat yang bertujuan menggapai kemaslahatan umat, khususnya kemandirian ekonomi di masa depan. (Jamal Manur/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Tegal, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 17 Januari 2018

Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) harus dapat mengambil peran penting dalam ikut mempertahakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para mursyid dengan sekuat tenaga dan pikiran mesti mengupayakan komitmen ini karena tarekat merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang menjadikan NKRI sebagai bentuk negara yang final.

Hal tersebut disampaikan Rais Am Idarah Aliyah Jatman Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di hadapan ribuan hadirin dalam acara “Silaturahim Ulama Thariqah Se-Indonesia bersama TNI dan Polri” di Dupan Square Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/1). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.

Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Saya Malu Lihat Para Elite Tidak Rukun

Banyak pihak yang mengatakan Indonesia saat ini sedang dalam ancaman bahaya. Tetapi pihaknya berkeyakinan, selama ulama, umara (pemimpin), TNI, dan Polri masih bisa bersatu dan kompak, insyaallah Indonesia tetap aman dan damai.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Jika para ulama sudah berkumpul dengan TNI dan Polri seperti ini, niscaya Indonesia sulit dipecah belah," ujar Habib Luthfi.

Dikatakan, untuk menjadikan Indonesia aman damai dan tentram dibutuhkan waktu yang cukup lama sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. Untuk menerima perintah shalat lima waktu dibutuhkan waktu 10 tahun sejak beliau menerima perintah menjadi nabi. Dalam kurun waktu tersebut, Rasulullah menanamkan ideologi kepada para pengikutnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya sebetulnya sangat malu melihat para elite tidak bisa rukun, selalu ada masalah yang dimunculkan, lihatlah para ulama, TNI dan Polri bisa duduk bersama dan inilah yang harus kita tiru," tandas Habib Luthfi.

Sebelumnya, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono membacakan pidato Panglima TNI Moeldoko yang berhalangan hadir karena mendadak dipanggil Presiden. Ia mengaku salut dengan silaturahim ulama ini. Pangdam kaget melihat lagu Indonesia raya dinyanyikan dan Pancasila dibacakan pada even tersebut.

“Secara pribadi, saya salut dengan para Ulama. Saya sangat bangga. Akan saya sampaikan kepada Panglima TNI peristiwa luar biasa ini,” ujar Pangdam.

Panglima TNI, melalui Pangdam IV Diponegoro menyampaikan terima kasih atas undangan silaturahim. Panglima melihat, silaturahim ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Indonesia sangat beragam dan plural. Kebhinnekaan, merupakan anugerah Allah SWT. Meski demikian, kita mempunyai kesamaan pandangan dan persepsi, bagaimana cara memecahkan masalah di negeri ini,” terangnya.

Hadir pula dalam acara silaturrahim ini jajaran TNI dan Polri se eks-Karesidenan Pekalongan, Idarah Aliyah dan Idaroh Syubiyah se-Indonesia, dan ratusan undangan lainnya.

Acara silaturrahm tarekat, TNI dan Polri yang digelar di Dupan Square kemarin merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya juga digelar di tempat yang sama yang dihadiri Kapolri Jendral Polisi Drs. Soetarman dan Panglima TNI Jendral Moeldoko.

Silaturrahim ini mengambil tema “Kebersamaan TNI, Polri, dan Ulama untuk memperkuat nilai nilai sejarah UUD 1945 dan Pancasila dalam membentengi NKRI dari Pengaruh Kelompok Radikal dan ISIS, serta Upaya Menuju Negara Poros Maritim”. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Lomba, Berita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina

Grobogan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dalam pengajian Tafsir Jalalain belum lama ini, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, KH Muhammad Shofi Al-Mubarok menceritakan salah satu kisah kehidupan KH Arwani Amin Kudus.

Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Keluasan Hati KH Arwani Kudus ketika Dihina

Ia menerangkan, seusai menghadiri pembukaan thoriqoh yang baru saja didirikan oleh KH Arwani Amin Kudus, KH Manshur Maskan, murid kesayangan Kiai Arwani melihat tulisan yang mengusik hatinya.?

"Arwani Edan". Ya, begitulah tulisan yang tertera melekat diatas tembok di pinggiran jalan.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Melihat tulisan yang masih basah itu, Kiai Mansur lantas bergegas matur kepada Kiai Arwani untuk meminta izin menghapus tulisan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Namun, apa yang justru dikatakan Kiai Arwani?

"Ojo dibusak disik, ben aku weruh disik. ben wong sing nulis iku puas. Onone wong kui nulis, mergo nduwe tujuan ben tak woco. wes jarke disik. ngko nak aku wes weruh, hapusen."?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

(Jangan dihapus dulu, agar orang yang menulis puas. Adanya orang itu nulis karena memiliki tujuan agar saya baca. Sudah biarkan saja dulu. Nanti kalau saya sudah melihat, hapuslah).

Diriwayatkan, Kiai Manshur Maskan sendiri wafat pada 31 Maret 2004 M / 10 shofar 1426 H dalam usia 59 tahun.

(Muh. Ulinuha Karim/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pemurnian Aqidah, Aswaja, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Komunitas Islam Independen Mulai Redup

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Salah satu sebab mengapa kajian Islam di Indonesia semakin miskin adalah para pengkaji Islam mulai masuk ke perguruan tinggi yang merupakan hasil migrasi dari para para pengkaji Islam yang dulu banyak di komunitas yang independen.



Komunitas Islam Independen Mulai Redup (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Islam Independen Mulai Redup (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Islam Independen Mulai Redup

Para pengkaji tersebut mulai masuk dalam cangkang akademik dengan struktur pengetahuan yang disediakan perguruan tingi yang memiliki logika berbeda. Homo akademikus berbeda dengan orang yang ada di luar perguruan tinggi. Kajian Islam menjadi satu spesialisasi pada struktur yang lebih stabil.

“Mereka masuk ke perguruan tinggi karena menyediakan “penghidupan” di sana. Masalahnya, ranah yang dulu diisi begitu hingar bingar, menjadi kosong. Kita tak lagi menemukan orang selalu belajar otodidak seperti Ahmad Wahib,” kata Muhammad Al-Fayyadl dalam diskusi Kamisan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, (14/10).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia berpendapat, studi Islam sekarang menjadi satu spesialisasi yang menuntut keahlian tertentu. Ini meniru kecenderungan di Barat yang orang-orang juga melakukan spesialisasi yang sangat spesifik dalam studi Islam, misalnya mereka yang menggeluti arsitektur masjid.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Spesialisasi merupakan konsekuensi dari masyarakat industrial. Semakin rajin seseorang dalam menggeluti satu bidang, maka ia akan semakin mendapat otoritas dalam bidang tersebut. Akhirnya ada kecenderungan orang memahami pengetahuan sebagai pengrajinan.

“Problemnya, tak ada orang yang berusaha untuk tetap menjaga kajian Islam meliputi banyak hal sehingga tak ada orang yang suatu ketika bisa bicara soal budaya tetapi disisi lain bicara juga mumpuni dalam bidang politik,” ujarnya.

Islam Gaya Hidup

Publik yang menjadi konsumen dari hasil kajian Islam juga telah mengalami banyak pergeseran dalam 10 tahun belakangan ini. Al-Fayyadl berpendapat, masyarakat yang hidup dalam dunia kapitalisme liberal ingin melihat Islam sebagai sesuatu yang praktis, yang sudah jadi sehingga tinggal dikonsumsi.

“Salah satu tipe dari publik ini adalah penikmatan dari Islam dirasakan langsung akibatnya. Ini model keberagamaan juga, jadi bagaimana agama menjadikan orang baik secara lahir dan batin. Secara lahir juga mendapat keuntungan atau dalam bahasa yang lebih ringkas, Islam menjadi gaya hidup,” terangnya.

Islam gaya hidup yang rileks, damai dan tak banyak tuntutan. Islam ditarik ke wilayah privat, hanya problem manusia dan Allah dan tak ada memikirkan relasi sosial. “Ngapain mikiran kamu, yang penting saya berislam, saya mengamalkan ibadah, saya damai, sudah cukup seperti itu,” tandasnya.

Fenomena ini jelas terlihat dari buku-buku best seller tentang keislaman adalah tentang bagaimana soal tahajjud, soal peribadatan atau buku-buku bertitel how to. Pada akhirnya, kajian Islam yang serius menjadi hilang.

“Sekarang, bagaimana kajian Islam dihadapkan pada publik yang sudah mengalami perubahan yang berarti, khususnya dalam bagaimana dia menghayati Islam. (bersambung). (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Meme Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 13 Desember 2017

Ini Aturan Terbaru Taksi Online

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Setelah melalui serangkaian proses pembahasan, uji publik, dan sosialisasi, Kemenhub terbitkan Peraturan pengganti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam trayek yang menjadi payung hukum angkutan taksi online.

Ini Aturan Terbaru Taksi Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Aturan Terbaru Taksi Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Aturan Terbaru Taksi Online

Seperti diketahui Mahkamah Agung telah menganulir 14 pasal yang terdapat Permenhub tersebut. Peraturan pengganti tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 yang ditandatangani oleh Menhub tanggal 24 Oktober 2017 dan akan berlaku efektif mulai 1 November 2017.

Dalam prosesnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan dialog publik di beberapa kota di Indonesia seperti di Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar untuk mendengar langsung respons masyarakat diberbagi daerah terkait dengan aturan taksi online ini. Berdasarkan masukan dari berbagai pihak di berbagai kota tersebut, semua pihak mengharapkan agar diatur kembali.

"Karena kalau tidak diatur maka per 1 November akan terjadi kekosongan hukum. Maka kami mencari masukan dari berbagai pihak di berbagai lokasi," kata Sektetaris Jenderal Kemenhub, Sugihardjo. 



Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Sugihardjo menambahkan peraturan ini mungkin tidak seluruhnya bisa memuaskan semua pihak. Kemenhub berdiri di tengah berusaha mengakomodir semua pihak, mengutamakan kepentingan masyarakat luas, kepentingan nasional dan juga kepentingan pengguna jasa dlm hal keselamatan, perlindungan konsumen, kesetaraan dan kesempatan berusaha.

Ada sembilan substansi yang menjadi perhatian khusus dalan PM 108 Tahun 2017 yaitu, argometer, wilayah operasi, pengaturan tarif, STNK, kuota, domisili TNKB, persyaratan izin, SRUT, dan pengaturan peran aplikator.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Substansi pertama Argometer, yaitu bahwa besaran biaya angkutan sesuai yang tercantum pada argometer yang ditera ulang atau pada aplikasi berbasis teknologi informasi. Kedua Wilayah Operasi, taksi online beroperasi pada wilayah operasi yang ditetapkan.

Ketiga Pengaturan Tarif yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa transportasi melalui aplikasi teknologi informasi dengan berpedoman pada tarif batas atas dan batas bawah yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat, dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)/Gubernur sesuai dengan kewenangannya.

Keempat STNK, atas nama Badan Hukum atau dapat atas nama perorangan untuk Badan Hukum berbentuk Koperasi. Kelima Kuota, yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat/Kepala BPTJ/Gubernur sesuai kewenangannya.

Keenam Domisili TNKB, menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor sesuai dengan wilayah operasi. Ketujuh Persyaratan Izin, memiliki paling sedikit 5 (lima) kendaraan yang dibuktikan dengan STNK atas nama Badan Hukum atau dapat atas nama perorangan untuk Badan Hukum berbentuk Koperasi.

Kedelapan SRUT, salinan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) kendaraan bermotor atau salinan bukti lulus uji berupa buku uji/kartu lulus uji yang masih berlaku. Kesembilan Pengaturan Peran Aplikator, perusahaan aplikasi dilarang bertindak sebagai Perusahaan Angkutan Umum.

Diharapkan dengan terbitnya PM 108 Tahun 2017, semua pemangku kepentingan termasuk angkutan online dan konvensional dapat memahami dan mematuhi peraturan ini, karena proses penyusunannya sudah mengakomodir semua pihak, dengan mempertimbangkan UU 20 Tahun 2008 ttg UMKM dan UU 22 Tahun 2009 ttg LLAJ. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 Desember 2017

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jalanan rusak yang tak kunjung diperbaiki, membuat masyarakat Desa Gribig, Gebog, Kudus memprotes dengan cara memasang poster Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pada poster bergambar cucu pendiri NU itu bertuliskan, Gus Dur pejuang demokrasi anti korupsi, dalan rusak ora dirumati, kebangeten nglarakke ati.

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur

Menurut salah seorang warga Gribig Wahyudi, pemasangan poster dengan beragam tulisan ini sebagai bentuk penuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus supaya segera memperbaiki jalanan rusak tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Jalanan rusak ini sudah satu tahun tetapi belum diperbaiki. Padahal sering pengguna jalan terjatuh di sini,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Selasa (22/10).

Yudi juga menyayangkan kebiasaan Pemkab memperbaiki jalan ini menjelang musim hujan sehingga mudah cepat rusak. Apalagi jalan raya desa ini menjadi jalan utama penghubung antar desa lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Makanya kami mendesak untuk segera diperbaiki dan jalan ini kembali mulus,” tegas aktivis Ansor Ranting Gribig.

Mengenai dipasangnya poster Gus Dur dan tokoh lainnya, kata Yudi, sebagai bentuk sindiran saja kepada Pemkab karena kurang perhatian sebelum ada protes seperti ini. “Khusus poster Gus Dur itu sebetulnya juga kita rindu pada beliau,” ujarnya lagi.

Selain Gus Dur, dipasang juga poster-poster tokoh lainnya seperti Soekarno, Soeharto, Jokowi. Pada poster Bung Karno berbunyi, merdeka wis suwe, dalan rusak kok rak didandani. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 06 Desember 2017

Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi

Kunjungan Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz mendapat perhatian luar biasa. Jarang-jarang lawatan sebuah kepala negara mendapat perhatian yang sangat luas dari masyarakat. Persiapan yang istimewa dilakukan untuk kenyamanan Sang Raja. Lift Masjid Istiqlal dipasang baru, demikian juga toiletnya. Di DPR beraneka-ragam bunga didatangkan agar gedung wakil rakyat ini tampak indah dalam menyambut khadimul haramain. Televisi melakukan siaran langsung acara kenegaraan yang dihadiri sang Raja sedangkan media cetak atau daring mengupas berbagai sisi, baik hubungan Indonesia dan Saudi Arabia dari masa ke masa atau tentang figur Raja Salman dan keluarganya.?

Pemerintah berharap kunjungan tersebut tidak sebatas seremoni. Ada harapan lebih besar agar terjalin hubungan yang lebih erat dan kerja sama ekonomi yang menguntungkan kedua belah pihak. Perdagangan Indonesia dengan Saudi cukup erat, terutama terkait dengan impor minyak mengingat Indonesia saat ini sudah mengimpor bersih untuk memenuhi kebutuhan minyak buminya. Total ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencapai 1,33 miliar dolar sedangkan impor kita mencapai 2,73 miliar dolar. 2,02 miliarnya berupa produk minyak. Publik, melalui analisis terhadap konten yang diperbincangkan di media sosial, publik menginginkan hubungan yang lebih erat mengingat dua negara ini penduduknya mayoritas Muslim. Apalagi di Arab Saudi terdapat Masjidil Haram dan Masjid Madinah, dua tempat yang paling dihormati umat Islam. Sebagai saudara yang diberkahi kekayaan dari sononya, tanpa perlu bekerja keras, Saudi diharapkan memberi bantuan maksimal atas saudara sesama Muslim yang tidak seberuntung dia. ?

Sayangnya, harapan terhadap kerja sama yang lebih erat ini kurang membawa hasil. Presiden ? Joko Widodo dalam sambutannya di Pesantren Buntet Cirebon (13/4) secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas komitmen investasi Saudi Arabia yang hanya sebesar Rp89 triliun (US$6 miliar), sementara China mendapatkan kucuran dana sebesar Rp870 triliun (US$65 miliar) bahkan Malaysia yang negaranya lebih kecil dari Indonesia mendapat lebih banyak, yaitu sebesar Rp 92,8 triliun atau setara dengan US$7 miliar.

Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi

Banyak di antara Muslim Indonesia tampaknya terbuai dengan Saudi Arabia karena sentimen keislaman. Seolah-olah Saudi akan membawa sesuatu yang sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia, sementara di sisi lain, mereka menyatakan ketidaknyamanan dengan China karena stigma ideologi yang dianut oleh negeri tersebut, dan karena penguasaan ekonomi Indonesia oleh etnis Tionghoa yang dari sisi jumlah adalah minoritas.

Lho, ternyata Saudi lebih memilih menanamkan uangnya kepada China daripada Indonesia yang sesama Muslim. Inilah yang tak banyak disadari oleh sebagian Muslim Indonesia yang menempatkan Saudi sebagai patron, sebagai bentuk ideal dalam berislam. Bahwa membantu sesama Muslim adalah di atas segalanya. Faktanya, dana-dana petrodolar yang mereka miliki lebih banyak diinvestasikan di negara-negara Barat daripada negara Muslim.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saudi berpikir pragmatis dalam melakukan investasi, di mana dana tersebut. Kurang ada kesadaran untuk melakukan kebijakan afirmatif untuk mendukung sesama negara Muslim, sementara di sisi lain ingin disebut sebagai pemimpin bagi negara-negara Muslim. Perilaku yang sama juga dilakukan negara-negara Timur Tengah terhadap dana-dana minyak yang mereka miliki terhadap kebijakan investasinya. Pada rentang 2010-2015, nilai investasi negeri yang dipimpin oleh dinasti Saudi itu hanya US$34 juta atau hanyaa 0,02 persen dari total investasi asing yang mengalir ke Indonesia selama kurun waktu lima tahun itu. Pada 2016, realisasi investasi hanya US$900.000 atau sekitar Rp11,9 miliar.

Jika pendekatannya adalah pragmatis bahwa uang tidak memiliki agama, Indonesia juga tidak bisa mengharapkan kucuran investasi karena sentimen sebagai sesama Muslim. Indonesia harus memperbaiki iklim investasinya, hambatan-hambatan terhadap investasi seperti korupsi yang masih menggurita, birokrasi yang bertele-tele, infrastruktur yang masih belum memadai, dan hal-hal lain harus diperhatikan. Dengan demikian, siapa saja akan datang karena adanya potensi keuntungan yang akan diperoleh.?

Kita memang gampang terbuai dengan kata-kata indah yang menggugah emosi kita. Sejarah perjalanan bangsa telah membuktikan, dahulu kita mendukung Jepang masuk ke Nusantara karena mereka memakai sentimen sebagai saudara tua. Faktanya, penjajahan yang hanya berlangsung selama tiga setengah tahun ini menimbulkan penderitaan yang tak terkira. Indonesia, jika ingin maju, tidak bisa mengharapkan negara atau bangsa lain untuk menolong. Kita yang harus memacu diri kita sendiri untuk memperbaiki apa yang kurang. Kita, berhubungan dengan bangsa lain dalam posisi yang setara, bukan menghamba. Bahkan kalau bisa, menolong negara-negara lain yang selama ini kurang berdaya. Dan itu hanya bisa dicapai jika kita kuat, kita berdaya, dan kita memiliki sesuatu yang bisa menjadi nilai tawar kepada bangsa lain. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Humor Islam, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 02 Desember 2017

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Demak,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Para santri huffadz (penghapal Al Quran) Pondok Pesantren Al-Badriyyah Suburan Mranggen Demak mengadakan kegiatan wisata religi atau ziarah sebagai upaya melepas kepenatan dari rutinitas pengajian sehari-hari.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 60-an santri huffadz dari total 400-an santri. Ziarah dipimpin langsung pengasuh pesantren Al-Badriyyah KH Muhibbin Muhsin Alhafidz pada Selasa (15/9).

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Ketua panitia kegiatan, H. Badrul Munir mengatakan tradisi ziarah adalah salah satu cara manusia melakukan perjalanan spiritual guna memperoleh pengalaman batin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Wisata ziarah merupakan tradisi yang sudah dijalankan oleh warga NU sejak lama untuk menghormati leluhur dan para wali atau orang saleh yang dianggap mendedikasikan hidupnya untuk Islam,” ungkapnya.

Menurut dia, ziarah juga merupakan salah satu tradisi yang telah berlangsung lama dilestarikan pesantren, selain tahlil, muludan, manaqiban, dan lain-lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan tersebut, sambung dia, tetap dilaksanakan masyarakat pesantren untuk menjemput berkah dari para salaf al-shalih, juga untuk merevitalisasi kontribusi dan teladan para leluhur agar senantiasa ‘hidup’ betapapun zaman sudah modern seperti sekarang ini.

Pengasuh Pesantren Al Badriyyah Mranggen KH Muhibbin Muhsin Al Hafidz seperti yang disampaikan oleh Hj Nadliroh Al Hafidzoh mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para wali.

Juga untuk memperoleh keberkahan dan meneladani semangat para wali dalam berjuang mempelajari dan menyebarkan ilmu tentang Islam terutama ilmu Al Quran.

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para wali beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghafal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” jelasnya.

Tujuan wisata religi ini menziarahi makam Mbah Hasan Munadi di Ungaran dan Mbah Dalhar di Magelang. Juga wisata di pantai Parangtritis Yogyakarta dan jalan-jalan di Malioboro.

Sementara itu Lublubatus Sa’diyyah, salah seorang peserta wisata religi ini, mengatakan, wisata religi tidak sekadar mengenal sejarah dan meneladani perjuangan tokoh besar penyebar agama islam, tetapi juga menggelar doa bersama dan berzikir untuk memohon berkah Allah SWT agar mendapatkan ketenangan dan konsentrasi dalam menghapal Al Quran seperti yang sudah ditentukan oleh pengasuh. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Meme Islam, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 26 November 2017

‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah

Madiun, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw ? . Ibu-ibu Muslimat NU dari desa-desa se-Kecamatan Geger memenuhi jalanan utama Dusun Tumpang, Desa Geger, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Ahad (21/2). Mereka yang berpakaian batik bercorak hijau dengan logo Muslimat itu tergesa-gesa menuju tempat ‘pengajian selapanan’,? disambut ‘samprohan’ (hadroh) pertanda.

Di lokasi itu, puluhan kendaraan colt, sepeda motor dan bus mini terparkir rapi di sepanjang jalan menuju sumber samprohan tersebut.

‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah

Ibu-ibu Muslimat di kecamatan tersebut ngaji selapanan sejak puluhan tahun lalu, turun-temurun. “Kegiatan selapanan ini sebetulnya sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu, kira kira 30 tahun dan bahkan lebih. Pada dua periode sebelumnya dilaksanakan setelah duhur. Karena dirasa kurang efektif maka kami laksankan pagi sampai siang hari,” tutur Ketua Pimpinan Anak Cabang Muslimat Geger Khomsiati Muthmainnah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Soal nama pengajian selapanan Legi, Khomsiati menjelaskan, Aswaja sebagai ideologi Islam Nusantara sangat menghargai kearifan lokal. Muslimat NU sebagai bagian Islam Nusantara tetap menggunakan istilah sesuai kearifan budaya lokal, yakni dengan istilah Jawa ‘Selapanan atau Ahad Legi’.

“Mengapa menggunakan Selapanan atau Ahad Legi istilah yang khas Jawa agar lebih mudah diingat dan serta membumi. Dan Alhamdulillah, kegiatan tetap bertahan dan eksis selama ini. Dan hemat kami tidak mengurangi sedikit pun semangat dakwah, yakni amar ma’ruf nahi munkar.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menambahkan, sepanjang aktif di NU mulai IPPNU dan sekarang ini di Muslimat kegiatan ngaji selapanan ini selalu dihadiri ratusan jamaah. Bahkan sampai angka ribuan. Mereka adalah Muslimat struktural dan kultural dari lima belas desa se-Kecamatan Geger.

‘Ngaji selapanan’ dikemas dengan pengajian rutin Ahad Legi. Acara mulai pukul 08.30 sampai dengan 12.30 WIB. Berbagai tradisi ke-NU-an juga mengisi selama kegiatan. Mulai dari samprohan, hadiyah fatihah bagi arwah leluhur yang terdata panitia, tahlil, istighosah serta yang terakhir dan puncak acara, yakni mauidzhoh hasanah. Selain itu, panitia juga memberikan snack bagi warga masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tiap pelaksanaan rutinan, Muslimat NU menggandeng aparatur negara mulai Muspika Geger, Polsek Geger, perangkat desa atau serta Banser NU Geger.

“Kegiatan ini bergilir ke setiap ranting-ranting dengan menggandeng perangkat desa setempat, dan kami selaku pengurus Muslimat berharap kegiatan baik seperti ini berlangsung ila yaumil qiyamah, insya Allah,” pungkas mantan Ketua IPPNU Geger ini.

Ahad Legi kali ini pengurus Ranting Muslimat NU mengadakan pengajian dengna mengundang penceramah dari Ponorogo, KH Imam Mubasyir. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Banyak Orang Gagal Paham Sunnah Taqririyyah Nabi

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Sumowono menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw bertajuk "Sumowono Bershalawat," pada Sabtu (17/12) malam.

Hadir sebagai penceramah dan pengisi acara, Ustadz Nurul Huda beserta grup rebana binaannya: Shoutul Mahbub, dari Peleburan, Semarang.

Banyak Orang Gagal Paham Sunnah Taqririyyah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Gagal Paham Sunnah Taqririyyah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Gagal Paham Sunnah Taqririyyah Nabi

Dalam ceramahnya, ustadz muda ini menjelaskan, bahwa sunnah itu adalah apa-apa yang disandarkan kepada Nabi, baik berupa perkataan (qauliyyah), perbuatan (filiyyah) dan ketetapan (taqririyyah).?

"Kadang, banyak yang gagal paham dengan yang terakhir: taqririyyah. Sunnah taqririyyah itu adalah apa-apa yang tidak dilakukan Nabi, tetapi Nabi tidak melarangnya, seperti puji-pujian yang dilakukan sahabat kepada Nabi," terangnya.

Ia berharap, dengan washilah shalawatan ini, Allah memberikan keberkahan kepada penduduk desa khususnya dan kaum muslimin pada umumnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain Ustadz Huda, hadir juga memberi ceramah, pengurus MWC NU Sumowono Kiai Mudzakir. Ia mengajak kaum muslimin untuk tidak meninggalkan tiang agama: shalat serta meminta untuk berjamaah di masjid.

"Tidak hanya pasar yang tiban (dadakan), shalat jamaah pun sekarang ada yang tiban, yaitu di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha," sindirnya, diikuti gelaktawa hadirin.

Lebih lanjut, Kiai Mudzakkir menjelaskan bahwa setiap hari, pekan, bulan dan tahun Allah SWT selalu mengadakan lomba.

"Saya tanya: kira-kira, kalau bapak ibu dipanggil pak bupati, pak guberbur atau pak presiden esok hari langsung berangkat enggak?"

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Berangkat....!!!" jawab hadirin serempak.

"Tapi kalau yang memanggil adalah yang menciptakan bupati, gubernur dan presiden, yaitu azan di masjid, cepat-cepat betangkat enggak?"

"Ggggrrrr.....," hadirin jadi riuh.

Acara ini dihadiri ribuan orang. Beberapa tokoh dari Muspika kecamatan Sumowono hadir. Juga NU beserta banom-banomnya, larut dalam dakwah dan nada. (Ahmad Naufa Khoirul Faizun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Khutbah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 09 November 2017

Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pasar Rakyat Indonesia yang digelar di alun-alun Kecamatan Balung, Jember, Sabtu (8/12) resmi dibuka. Pembukaan pasar rakyat tersebut ditandai dengan pemencetan bunyi sirine oleh ketua panitia dan sejumlah pengurus NU Jember.

Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka

Dalam sambutannya, Ketua panitia, H Rasyid Zakaria mengatakan, pasar rakyat tersebut digelar sebagai bentuk kepedulain NU dalam meningkatkan taraf kehidupan rakyat. “NU sangat peduli untuk memberikan jalan bagi peningkatan taraf kehidan warga,” jelasnya.

Menurut Kepala Dinas PU Binamarga Kabupaten Jember itu, pasar rakyat digelar sejatinya ? untuk membantu warga dalam mendapatkan barang-barang sembako dengan harga murah.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakannya, ? di satu sisi pekerjaan begitu sulit, dan di sisi lain harga kebutuhan pokok terus melambung. ? Sehingga betapapun kecilnya, pergelaran pasar rakyat diharapkan dapat membantu meringankan beban warga. “Ini persembahan NU untuk warga Jember,” tukasnya.

Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin dalam sambutannya berharap agar pasar rakyat itu dapat memberikan inspirasi bagi warga NU Jember untuk bisa lebih kreatif dalam menggalakkkan home industri.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembukaan pasar rakyat tersebut cukup semarak. Sejumlah pejabat teras Pemkab Jember dan pengusaha hadir di acara tersebut. Semua Ketua MWCNU juga hadir, berbaur dengan sekitar 700 undangan.

Namun sayang, Ketua PBNU, KH. Said Aqil dan Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Mutawakkil Alallah, yang dijadwalkan hadir, ternyata tidak ? Kendati demikian, hal itu tidak mengurangi kesemarakan pembukaan pasar rakyat Indonesia itu.

Masyakat juga antusias menyambut pasar rakyat tersebut. Sore hari hingga malam, masyarakat berbondong-bondong berbelanja barang-barang, sekaligus menyaksikan penampilan artis-artis ibukota dan lokal yang digelar malam harinya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Nusantara, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 17 September 2017

Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional

Pesantren identik dengan lembaga pendidikan dengan fasilitas sederhana. Tapi seiring dengan meningkatnya jumlah kelas menengah Muslim, banyak diantaranya yang ingin mendidik anak-anaknya dengan pendidikan agama khas pesantren tetapi dengan fasilitas dan kualitas yang lebih baik. Banyak orang tua yang yang dulu semasa mudanya nyantri menginginkan anaknya juga belajar agama di pesantren. Tetapi kondisi yang berbeda menyebabkan anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi sudah mapan tersebut tidak kerasan jika harus nyantri dengan kondisi seperti era orang tuanya karena di rumahnya, mereka sudah terbiasa hidup nyaman.?

Kebutuhan yang belum terpenuhi dari kelompok inilah yang dicoba dipenuhi oleh Pesantren Almanar Azhari yang didirikan oleh KH Manarul Hidayat di daerah Limo Depok pada tahun 2005. Pesantren ini menawarkan alternatif sistem sekolah berasrama tetapi dengan nilai tambah kurikulum keislaman dengan standar internasional.

Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional

Untuk kurikulum keislaman pesantren Almanar mengacu pada standar Universitas Al Azhar Mesir sedangkan kurikulum umumnya bekerjasama dengan Universitas Cambridge, Inggris yang meliputi pelajaran matematika, kimia fisika, biologi, dan Bahasa Inggris.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pesantren ini benar-benar memanjakan santrinya dengan fasilitas menunjang kegiatan belajar mengajar yang lengkap seperti laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, dan kesehatan, hingga kolam renang untuk menjaga kebugara para santri. Di luar itu, setiap enam santri dibawah bimbingan satu pengasuh yang mengikuti terus perkembangan santri dari hari ke hari.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jenjang pendidikan yang ditawarkan adalah tingkat SMP dan SMA. Agar kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif, satu kelas maksimal hanya diisi 20 siswa. Untuk asrama, satu kamar hanya diperuntukkan bagi 4-5 orang, tergantung besar kecilnya ruangan. Tentu saja semua ruangan juga sudah menggunakan pendingin udara.

Santri juga diizinkan membawa laptop untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan seluruh area sekolah sudah terkoneksi dengan wifi sehingga santri bisa berselancar di dunia maya untuk mencari dan mengunduh berbagai informasi yang diperlukan. Di luar jam belajar, laptop disimpan di loker khusus oleh ustadz atau ustadzahnya.?

Tentu saja, lingkungan sekolah dibuat senyaman mungkin. Di halaman asrama dan sekolah bertingkat tiga itu, pohon-pohon yang rindang membuat udara yang panas menjadi sejuk sedangkan di tengah-tengah, antara masjid dengan sekolah, terdapat lapangan olah raga yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas. Hal ini sangat krusial bagi para remaja yang fisiknya sedang tumbuh. Gazebo untuk bersantai atau berdiskusi juga disediakan di salah satu sudut sekolah.?

Tentu dengan fasilitas seperti ini, dibutuhkan dana yang besar. Saat masuk pertama, santri harus membayar 25 juta sedangkan biaya bulanannya 2.5 juta. Semuanya sudah mencakup kebutuhan sehari-hari santri seperti makan dan minum, uang kegiatan, dan laundry. Santri hanya perlu belajar dengan baik untuk meningkatkan prestasinya.?

Tak banyak yang bisa menjangkau pendidikan dengan biaya pendidikan sebesar itu, tetapi bagi kelompok kelas menengah Muslim yang menginginkan kualitas sebagai tuntutan utama, uang mungkin bukan masalah. Secara keseluruhan ada sekitar 150 santri yang belajar di sini.

Di pesantren ini, ada empat nilai yang dikembangkan, yaitu orientasi budaya, orientasi akademik dan karir, orientasi pengembangan kepribadian dan orientasi sosial dengan orientasi spiritual sebagai fondasi utama yang terintegrasi ke dalam kurikulum dan program-program lainnya. Karena itu, dalam setiap pembelajaran, selalu dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman. Jika belajar tentang sains, maka hal itu juga dikaitkan dengan ayat-ayat Qur’an terkait.?

Sementara itu pola pembelajaran di kelas mengacu kepada empat pilar pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap santri untuk mengembangkan kemampuan ‘belajar tentang cara belajar’ (learning to know), belajar bagaimana memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan ke dalam praktik kehidupan (learning to do), belajar untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan menemukan peluang aktualisasi diri (learning to be) serta keterampilan untuk hidup bermasyarakat (learning to live together) dan juga piawai dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara baik dan berkualitas dengan menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab.

Sebagaimana layaknya pesantren, para santri harus sudah bangun pada pukul 03.30 untuk shalat tahajjud dan dilanjutkan mengaji. Sekolah formal dimulai pukul 07.30-12.00. selanjutnya kegiatan pada sore hari adalah kegiatan ekstra kurikuler. Seusai maghrib, ada lagi pengajian sedangkan bagi siswa kelas tiga SMP dan SMA, diwajibkan untuk mengikuti bimbingan belajar guna mempersiapkan Ujian Nasional.

Setiap semester, santri mengikuti kegiatan field trip yang sekaligus mengaitkannya dengan berbagai aspek pelajaran. Sebagai misal pada semester lalu mereka diajak ke Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. Selanjutnya, mereka diminta membuat laporan rinci hasil dari kunjungan tersebut.?

Pesantren Almanar merupakan sebuah inovasi baru sebagai respon kelas menengah Muslim akan pendidikan keagamaan yang berkualitas yang selama ini ruangnya belum terisi. Di masa mendatang, mungkin akan semakin banyak pesantren yang menawarkan kualitas sebagai keunggulan seiring dengan semakin besarnya kelas menengah Muslim. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Mei 2017

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tekad dalam memberikan yang terbaik bagi kiprah kepengurusan PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur menjadi komitmen bersama para pengurus. Hal ini sebagai bukti bahwa mereka adalah kader perempuan terbaik yang ingi berkhdmat bagi organisasi dan umat.

"Ada tujuh program prioritas yang telah kami matangkan pada kegiatan rapat kerja pengurus beberapa waktu yang lalu," kata Ketua PC Fatayat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw (6/10). Ketujuh program tersebut merupakan implementasi antara pemberdayaan pengurus dan khidmat yang lebih nyata bagi kiprah di masyarakat, lanjutnya.

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang

Ning Ema, sapaan akrabnya menandaskan bahwa tujuh  hal yang menjadi penguatan internal organisasi didapat dari sejumlah bidang program prioritas yakni, Bidang Pengembangan Organisasi, Pendidikan dan Pengkaderan. "Tujuan dari bidang ini adalah pengembangan organisasi, pendidikan dan pengkaderan demi meningkatkan kualitas sumber daya Fatayat NU melalui pendidikan, pelatihan dan pembinaan anggota serta mengoptimalisasikan program sehingga kegiatan organisasi bisa berjalan efektif dan efisien," tandas Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Isu yang menyangkut kesadaran hukum, politik dan advokasi juga menjadi perhatian kepengurusan periode 2014-2019 ini. "Tujuan dari bidang hukum, politik dan advokasi adalah terwujudnya keadilan hukum, terpenuhinya hak-hak politik perempuan, terlaksananya perlindungan perempuan dan anak dan kebutuhan dasar hidup sebagai warganegara," tandas putri Wakil Bupati Jombang ini.

Di luar itu ada juga bidang kesehatan dan lingkungan hidup, pengembangan ekonomi, dakwah serta penelitian dan pengembangan atau Litbang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yang pasti, seluruh bidang ini telah dipasrahkan kepada para kader yang memiliki basic pengetahuan dan keterampilan yang memadai," tandasnya. Kompetensi yang diperoleh dari latarbelakang pendidikan serta provesi yang tengah digeluti adalah beberapa pertimbangan yang menjadi ukuran bagi kepengurusan sesuai bidang yang ada.

Ketua PC Fatayat NU periode kedua ini menandaskan bahwa terdapat banyak kader potensial dengan berbagai latar belakang yang dihimpun dalam kepengurusannya. "Pertimbangan utama adalah kepengurusan yang mau bekerja dan mengabdi, bukan semata memiliki titel berderet dan kebanggaan lain," tarangnya. Karena itu, sebelum masuk di kepengurusan, upaya seleksi bagi komitmen untuk mengabdi menjadi kata kunci, lanjutnya.

Salah seorang jajaran pengurus di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini sangat bangga ternyata semakin banyak perempuan aktivis yang berkenan bergabung di kepengurusan PC Fatayat NU Jombang. "Kodrat sebagai perempuan domestik yang berkutat dengan kegiatan kerumahtangaan ternyata tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berkhidmat kepada umat," bangganya.

Di tengah tempaan dan godaan jaman yang semakin kompleks, Ning Ema berharap "Semoga kepengurusan yang ada bisa lebih optimal dalam mengabdi dan mampu memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat khususnya perempuan muda NU di seluruh pelosok kota santri ini," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Kiai, AlaSantri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 09 Februari 2017

Keliling Pesantren, “Santri Gus Dur” Gelar Tadarus Pemikiran Gus Dur

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Komunitas pecinta Gus Dur yang menamakan dirinya "Santri Gus Dur" di bulan Ramadhan kali ini mengadakan acara Tadarus Gus Dur. Acara ini bertolak dari satu Pesantren ke Pesantren lain.

Tadarus Gus Dur dimulai dari pagi hari hingga menjelang buka puasa. Para peserta akan disuguhi ngaji bersama Santri Gus Dur terkait pemikiran Gus Dur, Islam, NU, dan Pesantren. Kali ini pesantren yang dikunjungi adalah Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarata, dengan peserta para Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran, Jumat (26/6).

Keliling Pesantren, “Santri Gus Dur” Gelar Tadarus Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Keliling Pesantren, “Santri Gus Dur” Gelar Tadarus Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Keliling Pesantren, “Santri Gus Dur” Gelar Tadarus Pemikiran Gus Dur

Rifqi Fairuz, salah satu aktvis Santri Gus Dur menyatakan, bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempopulerkan gagasan Gus Dur, yang itu memang masih relevan untuk masa kini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Gus Dur itu lahir dari pesantren, maka kita melihat pesantren sebagai sumber daya sosial dalam membangun masyarakat yang berkeadilan. Selain itu acara ini, juga untuk melanjutkan semangat silaturahim Gus Dur yang dulu gemar beliau amalkan sebelum wafat," kata Fairuz di sela-sela acara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih lanjut, Fairuz mengatakan, Gus Dur itu bisa dibilang satu-satunya tokoh NU yang multidimensi. Selain itu, Gus Dur juga bisa membuktikan sosok santri yang mampu menembus berbagai dimensi kehidupan sosial dan ranah internasional. Gus Dur itu otentik, pengamal modernisme tapi tetap berpijak pada tradisi.

Sebagai penghangat suasana, acara ini juga diselingi beberapa game yang membangun cara berpikir untuk memetakan pemikiran Gus Dur. Tadarus Gus Dur ditutup dengan buka puasa bersama Santri Gus Dur dan para peserta diskusi. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Peringati khotmil quran, warga pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan ziarah di makam para wali di Yogyakarta, Selasa (27/5). Para santri Nurul Burhany dan pengasuhnya menziarahi khususnya makam KH Muhammad Mufid Mas’ud yang dikenal Mbah Mufid di Pandanaran.

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Pengasuh pesantren Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para kiai.

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para kiai beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghapal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Helmi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara salah seorang pengasuh pesantren Nurul Burhany Hj Mila Hasna Hanif menerangkan, Mbah Mufid Pandanaran merupakan salah satu guru pengasuh pesantren Nurul Burhany.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karenanya, santri pesantren ini harus dikenalkan dengan Mbah Mufid. Pasalnya, almarhum merupakan simbah guru para santri,” pungkas Hj Mila. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 08 Juli 2015

KH Syamsudin Sulaiman, Pelopor NU di Kabupaten Subang

Subang, NU Subang. Salah seorang tokoh pendiri NU di Subang, Jawa Barat adalah KH Syamsudin Sulaiman, ulama asal Malangbong, Garut ini awalnya dikejar-kejar oleh DI/TII hingga akhirnya pada tahun 1950-an tinggal dan menetap sampai mendirikan Pesantren Al-Huda di Dusun Pungangan, Desa Rancabango, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat.

KH Syamsudin Sulaiman, Pelopor NU di Kabupaten Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syamsudin Sulaiman, Pelopor NU di Kabupaten Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Syamsudin Sulaiman, Pelopor NU di Kabupaten Subang

"Saya sangat kagum sekali dengan Mama Sepuh (Mama Syamsudin), beliau sangat tawadlu, waktu datang kesini, beliau tidak menunjukkan ke-kiai-annya, tapi lama kelamaan ketahuan juga bahwa beliau adalah seorang ulama" ungkap salah seorang santri Mama Syamsudin yang bernama Khoerudin, di kediamannya, di Pungangan, Subang, Kamis (21/5) lalu.

Kakek kelahiran 1937 ini mengungkapkan, Mama Syamsudin mulanya mendirikan sekolah agama, ketika itu Khoerun sudah berusia belasan tahun dan ditempatkan di kelas 4, untuk kelas 4 waktu belajarnya siang diisi oleh Mama Syamsudin, sementara kelas 1-3 belajar di pagi hari dan salah seorang gurunya adalah Khoerudin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Waktu itu saya masih belajar jadi masuk IPNU, pertama sekali ada IPNU saya ikut, saya juga kan mengajar kelas 1 jadi masuk Pergunu juga, saya juga saat itu sudah pemuda jadi masuk pemuda Ansor juga," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kekaguman Khoerun pada Mama Syamsudin bertambah pada masa Pemilu 1955, saat itu para ulama di sekitar Pungangan memilih Masyumi namun Mama Syamsudin tetap teguh dengan NU dan berhasil mengubah pilihan politik ulama-ulama tersebut menjadi NU.

"Waktu itu kyai dari Rancabango, Sukamandi, Pabuaran, Purwadadi bergantian menyerang Mama Sepuh mungkin maksudnya agar Mama Sepuh ikut Masyumi, kehebatan Mama Sepuh terlihat karena harusnya Mama Sepuh ikut Masyumi ini justru malah ulama-ulama itu yang jadi NU, jadi pusatnya NU dulu itu ya disini dibawa oleh Mama Sepuh," paparnya sambil menyebut nama-nama ulama yang tadinya Masyumi tersebut.

Khoerudin menyebutkan, secara organisasi, saat itu NU pungangan masih menginduk ke Kecamatan Pabuaran dan pengurus cabangnya adalah Purwakarta. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw