Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama sungguh membuktikan NU milik rakyat. 

Meski forumnya sangat ilmiah, dan delegasi yang datang adalah orang-orang terpilih tingkat wilayah (provinsi), gawe besar NU yang diselnggarakan di Pondok Pesantren Kempak, Palimanan, Cirebon ini dinikmati masyarakat. Tak hanya warga sekitar desa Kempek, melainkan dari berbagai daerah.

Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU

Terbukti puluhan bus, ratusan mobil dan kendaraan roda dua berplat nomor  macam-macam. Terlihat berasal tak hanya dari Jawa Barat, bahkan. Melainkan juga dari Banten, DKI dan Jawa Tengah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mereka bukanlah penggembira yang menonton forum tertinggi kedua setelah muktamar tersebut. Melainkan menikmati aneka hiburan dan stand pameran yang digelar di persawahan kering di sebelah barat pondok Kempek.

Ada panggung besar di tengah sawah yang baru saja dipanen padinya. Setiap sore hingga malam hari sejak tanggal 14 menampilkan atraksi seni maupun alunan musik hadroh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Artis-artis ibukota pun didatangkan, khususnya yang berjilbab. Juga penampilan grup sholawat lokal dan kolaborasi kesenian Jawa serta atraksi Pencak Silat NU Pagar Nusa. Ada juga tarian model keraton dan drama singkat yang dilakonkan siswa sekolah. Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) menjadi organizer pentas ini.

Ribuan orang tumpel blek di sawah bertanah keras di musim kemarau ini. Tanpa alas duduk, mereka menikmati bermacam-macam tontonan teresbut. Ribuan pula yang lalu lalang mengelilingi berpuluh stand pameran aneka produk dan jasa.

Di sawah kering pula, puluhan tratak didirikan, yang diisi perusahaan, organisasi, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, dan bakul-bakul makanan untuk menarik minat pengunjung.

Tentu saja, ratusan pedagang dan tukang parkir adakan memanfaatkan keramaian orang tersebut. Mereka berjualan di sepanjang jalan yang dilewati pengunjung, dan banyak pula yang berjualan di antara pepohonan atau di tengah semak-semak sekitar komplek Ponpes Kempek yang diterangi lampu neon.

Mulai yang jualan es sampai mainan anak, yang memamerkan karya kerajinan hingga tukang pijat, dari pelukis kaligrafi sampai tukang sulap, semua mendapat berkah Munas-Konbes NU.

Stand pameran resmi yang disediakan panitia tak pernah sepi dari pengunjung. Di stand berpendingin udara dan beralas karpet ini, digelar aneka produk dan jasa. Ada badan penanggulangan bencana, ada beberapa SMK dan lembaga sekolah swasta, ada stand Lajnah Falakiyah dengan mobil observasi langit dan bintang.  Ada pula stand energi surya untuk listrik rumah tangga.

Kurang lebih tiga jam reporter Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw berkeliling di setiap lokasi, terlihat tak ada dagangan yang tak laku. Tak ada pameran yang tak ramai dikunjungi. Tak ada jasa yang tak terpakai. Bahkan penjual kitab kelas berat macam Tafsir Al-Jailani yang harga satu paketnya Rp 600 ribu, dikerubung juga oleh masyarakat. Dan laku!.

“Suasana pasar malam bernar-benar terasa. Persis seperti haul waliyullah di berbagai tempat. Jika dikatakan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta, ulama adalah pembawa berkah bagi umatnya, hal itu terbukti di acara Munas & Konbes ini,” kata Arif, angota Banser yang menjaga parkir mobil.

Arif mengaku, keluarganya datang ramai-ramai di tempat tersebut. Selain ingin mencium tangan para kyai dan meminta doa ulama, juga untuk menonton pameran di  arena Munas.

Penulis: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Kiai, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Jepara,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, mengundang Prof. Dr. Supriyadi Rustad. Pertemuan berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Sabtu (8/3).

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pihaknya siap membantu membesarkan Unisnu.

“Unisnu layak menjadi besar layaknya perguruan-perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” katanya dalam Orientasi Akademik; Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dosen Unisnu Jepara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia memaparkan, pondasi pendidikan di Indonesia harus didukung dengan elemen-elemen yang saling bersinergi. Diantaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibingkai dengan standar dan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaannya tidak lepas dari kuliaas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dosen.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itu, pihaknya bersedia membantu mengirimkan dosen-dosen Unisnu untuk dikuliahkan Dikti ke luar negeri. Dikti lanjutnya juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk dosen Unisnu baik ke PT dalam maupun luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Muhtarom, mengungkapkan kampus yang digawanginya perlu banyak berbenah dan butuh banyak bimbingan dari Dikti serta Kopertis. DYP Sugiarto, Ketua Kopertis Wilayah VI yang turut hadir mengamini komitmen Dikti yang hendak memajukan kampus NU tersebut. “Semoga harapan dari Dikti segera terwujud,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Fragmen, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 22 Januari 2018

Saudi Izinkan Perempuan Kendarai Sepeda Motor dan Truk

Riyadh, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Arab Saudi pada Sabtu (16/12) pagi mengumumkan bahwa perempuan akan diizinkan mengemudikan truk dan sepeda motor. Demikian dilaporkan media pemerintah setempat.

Menurut Departemen Umum Lalu Lintas Arab Saudi, perempuan bisa mengendarai truk jika kondisi yang dipersyaratkan telah terpenuhi. Hal yang sama juga berlaku untuk sepeda motor.

Saudi Izinkan Perempuan Kendarai Sepeda Motor dan Truk (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Izinkan Perempuan Kendarai Sepeda Motor dan Truk (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Izinkan Perempuan Kendarai Sepeda Motor dan Truk

Seperti disampaikan kantor berita Anadolu, departemen tersebut menegaskan, tidak akan ada diskriminasi terhadap mobil wanita dengan menerapkan plat atau nomor khusus.

Pada 26 September lalu, Raja Salam bin Abdul Aziz mengeluarkan dekret langka selama pemerintahan Arab Saudi dengan memperbolehkan perempuan menyetir. Keputusan tersebut secara resmi berlaku pada Juni 2018. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi Awad bin Saleh Al-Awad menilai, izin menyetir mobil bagi wanita merupakan keputusan bersejarah yang selaras dengan visi yang menghendaki kaum perempuan mendapat posisi yang tepat dan terlibat dalam pembangunan.

Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia yang tidak menerbitkan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi perempuan. Dengan dekret Raja Salman itu, para perempuan negeri kaya minyak ini akan leluasa mengendarai mobil pada pertengahan tahun 2018. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Makam, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 15 Januari 2018

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Intervensi asing dalam tata perekonomian Indonesia tidak hanya terjadi saat ini. Indonesia sudah menganut sistem ekonomi kapitalisme sejak masa Orde Baru.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Fajrul Falakh kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di sela-sela acara Munas dan Konbes NU di Surabaya, Ahad (30/7) lalu, menanggapi pertanyaan seputar munculnya keinginan beberapa kalangan untuk kembali ke UUD 1945 yang belum diamandemen.

Menurut ahli hukum Universitas Gajah Mada itu, persoalan utama dalam tata ekonomi Indonesia adalah praktik pembangunan yang menganut sistim kapitalisme. Orde Baru memakai berbagai cara untuk dapat menerapkan sistem itu. “Ada deregularisasi ini dan itu, ada debirokratisasi, wah lalu sambil berteriak-teriak ‘Secara Murni dan Konsekwen!’ lalu kita menandatangani APEC, WTO, dan lainnya itu kenapa nggak dikritik, kog baru sekarang,” kata Fajrul.

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Dikatakan Fajrul, undang-undang susulan yang berkutat soal privatisasi dan swastanisasi tidak hanya bergantung pada amandemen undang-undang dasar. “Kita sudah biasa itu bikin undang-udang ini dan itu nggak usah nunggu amandemen koq, tergantung yang bikin saja,” katanya.

Lembaran Negara

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Para penolak amandemen yang dikomandani oleh mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan amandemen UUD belum dimasukkan kedalam lembaran negara. Menurut Fajrul, dalam dunia hukum tidak ada keharusan untuk memasukkan undang-undang yang telah dibuat ke dalam lembaran negara.

“Tergantung orang-orang yang membuat hukum itu menyaratkan atau tidak. UUD 45 dari awal tidak membuat persyaratan. Naskah dokumen UUD ada dalam lembaran negara tapi dalam bentuk keputusan presiden (kepres) tentang Dekrit Presiden 5 Juli, dimana kepres itu antara lain berisi bubarkan parlemen dan pemberlakuan UUD 45 sebagaimana terlampir, dan seterusnya,” kata Fajrul.

Lembaran negara, demikian Fajrul, adalah salah satu cara untuk membuat produk hukum itu terumumkan. Karena itu, mestinya ada cara lain, misalnya ditempel di gedung-gedung, atau diumumkan di media massa, tergantung kepada keinginan para pembuat undang undang.

“Kalau amandemen UUD tahun 2002 waktu itu seingat saya Ketua MPR (Amin Rais) sambil bilang gini, dengan ini naskah UUD berisi ini dan ini diberlakukan mulai waktu ini, tidak ada syarat harus masuk lembaran negara,” kata fajrul. (nam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 11 Januari 2018

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’

Sore itu seorang guru dipanggil Kiai Muzani. Suasana pesantren berubah sedikit tegang. Ada kecemasan di wajah guru yang dipanggil itu. Ketika guru itu telah sampai di ndalem kiai, Ia duduk sembari menundukkan kepalanya. Kakinya tidak bersila, tapi menyamping seperti posisi duduk perempuan.

Tak lama kemudian, Kiai Muzani keluar dari ruang tengah membawa nampan yang berisi dua piring nasi dan dua gelas teh hangat. Beliau duduk di hadapan santri yang telah menjadi guru itu dan menyodorkan nampan itu.

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’

Monggo didahar, kang—silahkan dimakan, kang,” ujarnya dengan lembut.

Kulo sampun.—saya sudah,”jawabnya terbata-bata.

Mboten kerso tho dahar sareng kulo?—tidak berkenan makan bersama saya?”tanya Kiai Muzani dengan tersenyum.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monggo didahar—silahkan dimakan,”lanjutnya sembari menggeser satu piring nasi itu di depan santrinya.

Nggih Kiai—baik kiai,”santri yang telah menjadi guru dan pengurus pondok itu makan dengan penuh ketidak-nyamanan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Setelah selesai makan, Kiai Muzani bertanya: “Benar tadi pagi njenengan mengumbar kata ‘bodoh’ pada salah seorang santri yang tidak lancar menyetorkan hafalannya?”

“Benar, Kiai,” jawabnya terbata-bata.

“Jangan lakukan itu lagi,” kata Kiai Muzani. “Dalam proses belajar, kita tidak boleh mengumbar kata ‘bodoh’. Para santri itu orang yang sedang berporses, dari kurang tahu menjadi sedikit tahu, kemudian bertambah pengetahuannya. 

Ada yang cepat, ada pula yang lambat. Jika seorang guru, seperti njenengan, dengan mudah mengatakan muridnya bodoh, apa artinya pengajaran dan pendidikan?”

Santri itu diam, tertunduk tanpa berani memandang wajah kiainya. “Perlu diingat, tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang yang sedang berusaha menghilangkan kebodohannya.

Jadi, jangan dilakukan lagi, ya? Memberikan label bodoh kepada mereka, sama saja dengan mengendurkan keinginan belajar mereka,” ujarnya perlahan dan jelas. “Tapi ya, karena sudah terlanjur, njenengan harus pilih kafaratnya, sedekah atau puasa.”

Puasa mawon, Kiai—puasa saja, Kiai,” katanya dengan kepala masih tertunduk.

“Baik, tapi ada syaratnya, buka dan sahurnya harus bersama saya di sini,” ucap Kiai Muzani dengan senyum yang terus mengembang.

Santri itu hanya menunduk, tak mampu berkata apa-apa lagi. Di wajahnya menampakkan rasa malu dan segan yang luar biasa.

Jauh-jauh hari, ketika masih menjadi santri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Kebumen, saya sering mendengar Romo Kiai Muzani dawuh: “Pesantren itu bukan sekedar tempat pengajaran, tapi tempat pendidikan.

Karenanya pesantren menerima semua orang. Anak nakal ketika masuk pesantren diharapkan kenakalannya bisa berkurang. Anak baik-baik ketika masuk pesantren diharapkan kebaikannya bertambah.

Maka dari itu, untuk para ustadz, hati-hatilah dalam mendidik dan mengajar, jangan sampai kata-kata ‘bodoh’ dan ‘nakal’ keluar dari kemarahan kalian. Jika ada yang melakukannya, harus bayar kafarat. Bukan sebagai kewajiban hukum, tapi kewajiban moral kita sebagai pendidik, bahwa untuk sesaat kita telah lalai dan marah, sehingga mengeluarkan kata-kata tak bijak semacam itu.”

Di waktu lain, beliau dawuh: “Ucapan ‘bodoh’ itu bisa menjadi pemutus keinginan belajar santri. Dikhawatirkan Ia akan memandang belajar tidak lagi berguna, toh saya orang bodoh, tidak ada harapan untuk saya, guru agama saya sendiri memvonis saya sebagai orang bodoh.

Jika itu terjadi, kita telah mencegah kewajiban thalâb al-‘ilm (menuntut ilmu). Jangan sampai tindakan dan ucapan kalian sebagai guru, menjadi benih keputus-asaan murid dalam menuntut ilmu.”

Kiai Muzani menerapkan kebijakan kafarat tidak lain sebagai pendidikan spiritual untuk para guru di pesantrennya. Selama mereka tinggal di pesantren, mereka adalah santri yang memerlukan pendidikan. Karena itu, Kiai Muzani biasanya mendampingi pelaksanaan kafarat santri atau puteranya sendiri yang kadung melontarkan kata-kata itu.

Jika mereka memilih kafarat puasa, maka Kiai Muzani akan berpuasa bersama mereka. Ini adalah bentuk pendidikan yang diterapkan Kiai Muzani sebelum melepas para guru itu di lingkungannya masing-masing.

Dasar pandangan Kiai Muzani adalah, anak yang menerima hardikan ‘bodoh’ akan meninggalkan bekas di hatinya. Kepercayaan dirinya memudar. Bahkan tidak sedikit yang meyakini bahwa dirinya memang bodoh, tak perduli seberapa keras mereka belajar, Ia tetap bodoh sebagaimana perkataan gurunya.

Rasulullah saja menegur seorang ibu yang membentak anaknya ketika Ia mengencingi baju Rasulullah. Beliau berkata: “Mengapa kau memarahi dan merenggutnya dengan kasar?” Kemudian beliau melanjutkan: “Baju yang kotor ini bisa dicuci dan dihilangkan kotorannya, tapi siapa yang bisa menghilangkan kekeruhan jiwa seorang anak atas bentakan dan renggutan kasar kepadanya?”

Karena itu, bagi Kiai Muzani kultur yang sehat dan lingkungan yang baik dalam aktivitas didik-mendidik sangat penting. Salah satu pendekatan yang beliau ambil adalah dengan menerapkan kebijakan kafarat untuk guru yang mengatai muridnya ‘bodoh’.

Kebijakan kafarat itu bersifat tarbiyyah akhlaqiyyah (pendidikan keakhlakan), sebagai sebuah proses pembiasaan dalam menerapkan akhlak yang baik sehari-hari, khususnya bagi para guru dan pendidik.

Mereka adalah pemeran utama dalam pembangunan lingkungan yang sehat, jika gurunya baik, insya Allah muridnya pun baik, seperti kata pepatah: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”

Semoga amal ibadah beliau (al-Maghfûrlah, KH. Imam Muzani Bunyamin) diterima di sisi Allah dan seluruh dosanya diampuni olehNya. Lahu al-fâtihah...

Muhammad Afiq Zahara, Alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Kiai, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 28 Desember 2017

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Padang Pariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dijadwalkan menjadi penceramah utama pada peringatan  Maulud Nabi Muhammad saw, Ahad, (18/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VIan  Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bertajuk ‘silaturrahmi ideologi dan keilmuan ulama Ahlussunnah Waljamaah di Padang Pariaman’.



Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Demikian diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Idarussalam pada rapat persiapan panitia, Senin, (12/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin. Rapat dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman Abdul Hadi, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Almuhdil Karim Tuanku Bagindo, Kepala Sekretariat Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah, dan majelis guru.

Menurut Idarussalam, kehadiran mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi ini sudah dipersiapkan secara matang. Untuk itu,  lanjutnya, kehadiran Kiai Hasyim bakal dihadiri ribuan jamaah dan tokoh-tokoh masyarakat. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kita ingin kehadiran KH Hasyim Muzadi ini benar-benar dapat menjadi siraman rohani bagi jamaah yang hadir. Banyak informasi terkini dari perkembangan Islam yang ingin kita dengar dari Kiai Hasyim," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Padang Pariaman ini.

Sementara itu, Ketua PC Nahdlatul Ulama Padang Pariaman Abdul Hadi menambahkan, kehadiran KH Hasyim Muzadi ke Ponpes Nurul Yaqin ini merupakan kesempatan baik bagi warga Ahlussunnah Waljamaah di Padangpariaman untuk mendengar langsung berbagai persoalan penting paham Ahlussunnah Waljamaah di tanah air dan dunia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat Ahlussunnah Waljamaah dan umat Islam di Padang Pariaman dapat menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad saw dan mendengarkan tausyiah dari KH Hasyim Muzadi," kata Abdul Hadi. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 Desember 2017

Dukung Atlet Olimpiade, Menpora Siapkan Rp 5 Miliar Peraih Medali Emas

Jakarta,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dua hari lagi, Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Brasil akan dimulai. Guna memberikan dukungan secara langsung kepada para atlet Indonesia yang berjuang mengibarkan Merah Putih di Negeri Samba tersebut, Menpora Imam Nahrawi akan berangkat menuju Brasil pada Rabu (3/8). Tidak hanya dukungan semangat, Kemenpora juga menyiapkan penghargaan atau bonus besar kepada para atlet yang berhasil meraih medali.

Dukung Atlet Olimpiade, Menpora Siapkan Rp 5 Miliar Peraih Medali Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Atlet Olimpiade, Menpora Siapkan Rp 5 Miliar Peraih Medali Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Atlet Olimpiade, Menpora Siapkan Rp 5 Miliar Peraih Medali Emas

Hal itu disampaikan Menpora pada konferensi pers di Media Center Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/8) siang. "Bonus kali ini bagi peraih medali emas olimpiade adalah Rp 5 miliar untuk satu medali emas, Rp 2 miliar untuk peraih perak dan Rp 1 miliar untuk perunggu," ujar Cak Imam sapaan Menpora.

Angka bonus tersebut menurutnya merupakan capaian luar biasa. Meskipun anggaran Kemenpora terbatas, berkat dukungan dari Presiden Joko Widodo semua dapat terlaksana dengan baik. Meski demikian, Menpora berpesan kepada seluruh atlet olimpiade untuk tidak menjadikan bonus sebagai tujuan utama. Sebab yang paling utama adalah menorehkan sejarah dan mengharumkan bangsa dan negara dengan raihan medali Olimpiade serta memberikan motivasi kepada atlet-atlet lain untuk meraihnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Semua atlet dan ofisial yang akan bertanding ke Olimpiade di Brasil telah siap bertanding siap untuk membawa sejarah baru bagi tradisi juara Indonesia dan beberapa persiapan, pemerintah memberikan perhatian sangat serius diantaranya semua atlet diberangkatkan dengan pesawat bisnis, uang saku dan peralatan telah siap," kata Menpora. ?

Menpora menegaskan bahwa kebijakan pemerintah untuk mengangkat kesejahteraan atlet tak berhenti sampai di bonus saja. Pemerintah juga telah menyiapkan tunjangan hari tua untuk peraih medali olimpiade yang akan diberikan seumur hidup.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Rp 20 juta untuk peraih emas per bulan, Rp 15 juta untuk peraih perak per bulan, dan Rp 10 juta peraih perunggu per bulan, tetapi akan diberikan per tahun, yakni Rp 240 juta untuk peraih emas, Rp180 peraih perak dan Rp 120 juta peraih perunggu," jelas Menpora.

Menpora menambahkan, nilai bonus dan penghargaan bagi olimpian itu juga berlaku kepada atlet paralimpian. Usai Olimpiade Rio akan ada Paralimpiade pada September 2016 dan Indonesia akan mengirimkan 9 atlet dan 10 ofisial.

"Pemerintah ingin serius dan sungguh-sungguh menghormati dan memberikan penghargaan kepada para olimpian, kami berharap kepada seluruh masyrakat Indonesia untuk mendoakan dan memberikan semangat agar Sang Saka Merah-Putih berkibar hingga kembali ke tanah air dengan selamat," tutur Menteri asal Madura ini.

Pada kesempatan ini, Menpora juga meminta Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari berusaha keras dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar para atlet nasional bebas dan terhindar dari virus yang sedang melanda Brasil. Seperti virus zika dan virus air yang disebut-sebut terkait dengan saluran air yang terkontaminasi.

"Waspada dan antisipasi terkait apapun kemungkinan terjadi di lapangan telah dilakukan, kami telah meminta kepada CdM untuk segera memastikan sebelum even tersebut dilaksanakan bersama dengan otoritas terkait di Rio de Jeneiro," kata Menpora. (ben/abdullah alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, RMI NU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 19 Desember 2017

Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU

Purworejo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Memperingati hari lahir yang ke-7, Pemngurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar refleksi dan pentas seni, akhir pekan lalu . Ratusan kader PMII dan alumni hadir dalam kegiatan yang digelar di halaman kampus STAINU Purworejo tersebut.

Ketua PMII Komisariat STAINU Purworejo, Slamet Abdul Aziz mengungkapkan, aksi teaterikal, Stand Up Comedy, musikalisasi puisi, pementasan musik akustik serta atraksi pencak silat Pagar Nusa memeriahkan acara tersebut. Puncak peringatan ulang tahun secara simbolis dilakukan dengan pemotongan tumpeng oleh Majlis Pembina diberikan kepada Ketua Cabang dan terakhir seiserahkan kepada Ketua Komisariat.

Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Pencak Meriahkan Harlah PMII STAINU

"Kami bersyukur bahwa momentum ini kami dapat merekatkan kembali tali silaturahmi baik sesama anggota yang saat ini masih berproses serta alumni-alumni yang saat mahasiswa berproses di PMII," tandasnya, Ahad (1/6).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua PC PMII Kabupaten Purworejo Lukman dalam sambutannya mengatakan, PMII sebagai organisasi ekstra kampus memiliki peranan yang sangat penting bagi mahasiswa. Dari PMII inilah nalar mahasiswa untuk terus berbuat untuk masyarakat diasah.

"Kaum muda terdidik ini nantinya akan menjadi ujung tombak di masyarakat untuk mengurai berbagai persoalan yang ada. Jangan sampai seorang mahasiswa setelah jadi sarjana menjadi bingung mau berbuat apa bahkan menjadi beban dan menambah permasalahan di masyarakat," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lukman menambahkan, berkaitan dengan harlah ke-7 ini, seyogianya dijadikan momentum untuk berbenah diri karena tantangan PMII ke depan akan semakin berat. "Kita dihadapkan dengan problematika yang sangat kompleks. Baik di kampus sebagai asal kita bergerak, juga di masyarakat sebagai medan juang yang nyata. Untuk itu harlah ketujuh ini harus dimaknai sebagai momentum muhasabah agar kedepan kita lebih bermanfaat bagi masyarakat luas," tandasnya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Syariah, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 17 Desember 2017

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tanger, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketika berbicara lebaran tentunya setiap tempat memilki tradisi masing-masing, mulai dari menjelang hari raya sampai menyambut malam takbiran hingga berakhirnya shalat hari raya Idul Fitri.

Seperti halnya tradisi lebaran di Indonesia dengan Maroko banyak sekali perbedaannya. Namun ada juga sebagian tradisi yang mirip dengan Indonesia.

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Tradisi Lebaran di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Tradisi Lebaran di Maroko

Tradisi Mudik

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Maroko juga memilki tradisi mudik seperti yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tradisi mudik bisa menjadi moment pengungkapan kemenangan dan kegembiraan setelah sebulan berpuasa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mudik lebaran yang setiap tahun menjadi peristiwa (mobilisasi) rutin luar biasa ini terkadang merepotkan untuk mendapatkan tiket keluar kota, jadi jika ingin pergi keluar kota seminggu sebelumnya harus sudah memesan tiket terlebih dahulu. Biasanya tempat tujuan utama bagi warga Indonesia khususnya pelajar Indonesia di Maroko tatkala lebaran tiba yaitu di kota Rabat. Tepatnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat.

Berburu Baju Baru

Lebaran erat sekali hubungannya dengan baju baru. Ini yang menarik. Mulai H-7 toko-toko pakaian dipadati pengunjung. Mereka berdesak-desakan untuk memilih-milih busana yang akan mereka beli demi meramaikan tradisi “Baju Baru di Hari Lebaran”. Mereka berlomba-lomba untuk “memperbarui” tampilan mereka saat Lebaran. Tradisi semacam ini yang biasa dijumpai di tanah air ternyata tak jauh berbeda dengan Maroko. Masyarakat Maroko khususnya kaum hawa rela berdesak-desakan di tengah teriknya matahari hingga menjelang maghrib, mereka terlihat begitu antusias untuk membeli baju baru demi untuk merayakan hari lebaran. Hampir di semua pasar-pasar di pusat kota selalu di penuhi para pemburu baju baru.

Biasanya para pria membeli pakaian tradisional Maroko yang disebut Djellaba (jubah panjang di sertai penutup kepala) lengkap dengan sandal tradisional. Untuk kaum wanitanya biasanya membeli Takchita atau Kaftan dan juga sandal tradisonal khas Maroko yang sangat cantik untuk dipakai di hari raya.

Malam Takbiran

Tatkala matahari tenggelam di akhir bulan Ramadhan, gema suara takbir dari corong-corong masjid langsung menyambutnya dengan merdu dan membahana. Suara takbir semakin menggema tatkala iringan sepeda motor dan mobil berarakan di jalan raya sambil mengumandangkan takbir dengan serempak. Tak hanya itu, letusan kembang api juga ikut mewarnai kemeriahan di hari kemenangan ini. Maklumlah, hari ini adalah Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan umat Islam, setelah satu bulan lamanya mereka menjalankan ibadah Ramadhan. Tapi suasana itu bisa dirasakan di Indonesia lain halnya di Maroko yang terkenal dengan sebutan negeri seribu benteng ini. Susana malam takbiran di Maroko laksana kota mati, tak ada suara takbir menggema dari berbagai sudut kota, baik di masjid atau musholla. Tak ada istilah takbir keliling dan kembang api.

Ketika keluar dari rumah jalanan pun terlihat sepi, lalu lalang kendaraan berjalan normal seperti biasanya. Seolah tidak ada moment besar terjadi pada hari ini, Ternyata Maroko menyebut hari raya Idul Fitri sebagai hari raya ashor (kecil) dan hari raya Idul Adha sebagai hari raya kabir (besar) jadi wajar saja kalau masyarakat Maroko lebih suka untuk merayakan hari raya qurban dari pada hari raya Idul Fitri. Tidak hanya itu, Masyarakat Maroko juga mengganggap sebuah aib jika tidak melaksanakan qurban. Jadi bisa dipastikan ketika hari raya qurban tiba semua masyarakat Maroko sudah mempersiapkan hewan kurban.

Untunglah setiap malam takbiran tiba KBRI Rabat selalu mengundang semua warga Indonesia di Maroko untuk mengumandangkan takbir bersama di ruang serba guna sekaligus pemberian zakat bagi semua warga Indonesia yang hadir. Setidaknya pertemuan tersebut bisa mengobati rasa rindu kepada keluarga tercinta di kampung halaman.

Ketupat

Layaknya baju baru, lebaran juga identik dengan ketupat atau sering disebut kupat. Orang Jawa mengartikan istilah kupat dengan “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya. Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut santen yang mempunyai berkait dengan “pangapunten” alias memohon maaf. Karena dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipakai pada kata-kata ucapan Idul Fitri: Mangan kupat nganggo santen/ menawi lepat, nyuwun pangapunten. (Makan ketupat pakai santan/bila ada kesalahan mohon dimaafkan). Tapi lagi-lagi ini hanya bisa dirasakan di tanah air yang memilki banyak makanan khas yang kaya akan cita rasanya.

Sementara Maroko punya sajian istimewa tersendiri  buat lebaran yaitu pie ayam. Hidangan ayam yang satu ini rasanya gurih dan sedikit asam. Diberi topping almond yang renyah juga dibumbui dengan air jeruk lemon. Gurih-gurih renyah dan asam! Untuk menandai berakhirnya bulan puasa umumnya dilakukan berbagai persiapan. Seperti membuat halawiyat (manisan) atau kue kering dan menyiapkan hidangan lezat dan mewah. Baik untuk dinikmati bersama keluarga atau diberikan sebagai hantaran. Tradisi ini dilakukan warga Maroko menjelang lebaran, biasanya para wanita sibuk di dapur untuk menyuapkan kue-kue. Namun ada juga yang memilih untuk membeli kue jadi di toko terdekat.

Selanjutnya makanan tersebut dihidangkan diatas atas meja ketika hari lebaran tiba. Sebelum menyantapnya warga Maroko terlebih dahulu menyantap ‘Dajaj Muhamar’ yaitu ayam panggang yang disajikan dalam piring besar dan dimakan bersama-sama anggota keluarga lainnya. Setelah itu, biasanya seluruh keluarga menikmati teh khas Maroko yang disebut ‘Atai’.Teh disajikan dalam teko berdesain cantik dan unik yang disebut ‘Barad’.

Didalam penuangan Atai ini memilki aturan tersendiri, biasanya setelah dituangkan ke dalam gelas kemudian dimasukan lagi ke dalam teko dan dituangkan lagi hingga tiga kali. Kata warga Maroko disitulah letak kenikmatan cita rasa Atai yang sesungguhnya. Jadi jika tidak melalui proses tersebut bagi mereka kurang sempurna. Untuk menemani minuman Atai, biasanya ada makanan pendamping yang diberi nama ‘Zamita’.

Bagi WNI yang merayakan lebaran di negeri seribu benteng ini jangan berharap bisa menemukan restoran yang menjual makanan khas Nusantara, jangankan menu masakannya, untuk mendapatkan bumbunya saja tidak ada pasar atau tempat khusus yang menjual bumbu masakan khas Indonesia. Satu-satunya cara untuk mendapatkan menu lebaran tersebut dengan mendatangi wisma duta Indonesia KBRI Rabat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri yang tiap tahun diadakan di halaman wisma tersebut.

Kegiatan ini merupakan acara rutinan yang diadakan oleh KBRI Rabat untuk mengumpulkan semua warga Indonesia di Maroko. Selesai sholat Ied, semua bersalam-salaman sekaligus halal bihalal di tempat kediaman Dubes RI di Maroko, sekitar setengah jam kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan di tempat kediaman dinasnya yang asri, luas dan rimbun ini. Disinilah segala jenis makanan nusantara bisa ditemui dan dinikmati, mulai dari opor ayam, ketupat, lontong, soto madura, dan lain-lain.

Lebaran di Wisma Duta Indonesia juga merupakan ajang bertemunya seluruh warga Indonesia dari segala penjuru Maroko. Bertemu dengan orang-orang yang senasib dan seperjuangan, membuat rasa sedih dan nelangsa hilang saat itu meski usai acara tersebut rasa kangen rindu terhadap keluarga di rumah kembali menyelimuti.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Kiai, Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 12 Desember 2017

Ribuan Anak TK/RA Latihan Manasik Haji

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk memberikan pembelajaran praktek ibadah haji sejak dini, Pengurus Cabang Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Brebes menggelar manasik haji. Kegiatan ini diperuntukan bagi ribuan anak Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) se Kacamatan Bulakamba, Kecamatan Losari dan Kecamatan Tanjung.

”Ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima, wajib diajarkan pada anak didik sejak dini,” ujar Ketua panitia penyelenggara Hildan disela kegiatan digedung Horas Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba, Senin (21/3).

Ribuan Anak TK/RA Latihan Manasik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Anak TK/RA Latihan Manasik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Anak TK/RA Latihan Manasik Haji

Wildan menjelaskan, latihan manasik haji ini merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai sarana pembelajaran dan pengenalan prosesi ibadah haji secara dini kepada anak-anak. Dia berharap lewat latihan manasik tersebut, anak-anak TK/RA tersebut bisa mengingatnya hingga dewasa kelak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Masa kecil merupakan usia keemasan seseorang, kesempatan ini kami manfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan yang postif, termasuk dengan kegiatan latihan manasik ini," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih kurang 1000 anak dari  31 sekolah TK dan RA di Kecamatan Bulakamba dan Losari berlatih haji dengan antusias. Dengan mengenakan pakaian ihram layaknya ibadah haji di tanah suci sungguhan, siswa-siswi dilatih dan dikenalkan satu persatu ritual manasik haji secara berurutan.

Mulai dari wukuf di Arofah, mabith di Musdalifah dan melempar jumroh. Usai itu, mereka kemudian melakukan thowaf, Sai hingga Tahalul. Ditengah-tengah pelaksanaan manasik tersebut, tak henti-hentinya lafadz talbiyah terus berkumandang. "Labaik ....Allahuma labaik...." teriak ribuan anak-anak dengan lantang sambil berlari-lari kecil mengelilingi replika Kabah. (was).Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul Ulama, Kiai, Doa Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 09 Desember 2017

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon

Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Solo, bersama sejumlah anggota TNI dan ormas lainnya mengikuti kegiatan tanam penghijauan di urban forest bantaran Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Ahad (24/1).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Siswandi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, program pencanangan sejuta pohon ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon

“Penting pula untuk membuka ruang terbuka hijau, ketersediaan udara segarm sarana rekreasi, dan menjaga tanah longsor, dan banjir,” kata dia.

Penanaman pohon penghijauan serentak ini dilakukan dengan pola padat karya. Jenis pohon yang ditanam buah rambutan, jambu air, sirsat, trembesi, sukun, dan sebagainya. ”Semoga tumbuh sumbur dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” harap Pangdam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Solo, M. Anwar juga berharap penanaman sejuta pohon ini dapat menjadi paru-paru kota.

“Semoga bisa menjadi paru-paru kota, mengurangi dampak polusi udara di Kota Solo,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 02 Desember 2017

Cinta Tanah Air Penting untuk Jaga Harmonisasi Bernegara

Banjar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Anggota MPR RI Fraksi PKB, Yanuar Prihatin menilai kehidupan masyarakat saat ini jauh dari pedoman Pancasila. Sehingga perlu ada treatment khusus untuk menyebarkan semangat cinta tanah air.

Hal tersebut disampaikan kepada peserta sosialisasi empat pilar, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Gedung Sari Anggrek, Lingkungan Jelat, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Cinta Tanah Air Penting untuk Jaga Harmonisasi Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Tanah Air Penting untuk Jaga Harmonisasi Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Tanah Air Penting untuk Jaga Harmonisasi Bernegara

"Kami gelar acara ini sejak 19 April 2016. Intinya, Mencintai tanah air penting untuk menjaga harmonisasi bernegara. Kami meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak meninggalkan pedoman agama dan negara," ujar Yanuar, Jumat (22/4).

Baginya, pedoman tersebut dapat menangkal radikalisme, disintegrasi bangsa, dan sebagai usaha dalam penyatuan NKRI. Pasalnya, banyak paham radikal yang masuk ke Indonesia. Salah satu penangkal yang paling ampuh adalah dengan berpedoman teguh pada aturan negara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Jika masyarakat sudah merasa cinta tanah air, maka tindakan radikalisme pun berkurang," kata Yanuar.

Tanggapan senada juga disampaikan oleh salah satu peserta, Maman. Dia prihatin negara Indonesia diserang dari berbagai arah untuk merongrong keutuhan NKRI. Pasalnya, slogan maupun jargon anti-Pancasila kerap disampaikan secara terbuka oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Contoh kecil mereka yang mengatasnamakan agama, bersikukuh menegakan sistem pemerintahan berdasarkan agama yang mereka yakini paling benar. ISIS ada di Indonesia, itu bentuk konkrit pemahaman Pancasila tidak tuntas. Saya harap paham demikian serta turunannya dapat dicegah dengan gerakan melawan ideologi diluar Pancasila," pungkasnya. (Muhafid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 25 November 2017

BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Badan Pelaksana Pendidikan Madrasah Nahdlatul Ulama (BPPMNU) Walisongo Sidoarjo, Jawa Timur memberikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru tetap dan tenaga honorer yang diperbaharui setiap tahun secara simbolis kepada para guru di bawah BPPMNU Walisongo Sidoarjo.

BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer (Sumber Gambar : Nu Online)
BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer (Sumber Gambar : Nu Online)

BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer

Pemberian SK pengangkatan guru tetap dan tenaga honorer itu diberikan oleh Ketua BPPMNU, Fathul Anam kepada para guru di aula Ganjaran, Jati Sidoarjo, Senin (18/7).

Ketua BPPMNU, Fathul Anam mengatakan, dengan pemberian SK tersebut diharapkan dapat menjadikan lembaga yang berkualitas. "Semoga lembaga kita nantinya menjadi lembaga yang berkualitas dan mampu bersaing dengan sekolah yang ada di Sidoarjo," kata Anam.

Acara yang dikemas melalui halal bihalal ini dihadiri unsur Syuriyah dan Tanfidziyah ? PCNU Sidoarjo, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo serta dewan guru di bawah naungan BPPMNU Walisongo Sidoarjo.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Mustain Baladan menyatakan, melalui acara halal bihalal ini, pihaknya mengajak para guru agar saling memperat tali persaudaraan. "Ini merupakan ajang silaturahim agar kita tidak bercerai berai. Mari kita saling memaafkan di hari yang baik ini," kata Mustain. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 30 Oktober 2017

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jumat (22/2) besok akan menggelar kegiatan halaqah dengan tema "Optimalisasi pengelolaan dana umat lewat LAZISNU" bertempat di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan.

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Kegiatan halaqah sebagai pra acara Muskercab NU akan dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) KH Masyhuri Malik dan Direktur Eksekutif Drs. H. Amir Maruf, MA bertindak sebagai nara sumber.

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw mengatakan, untuk mensosialisasikan lembaga baru bentukan PCNU, halaqah diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam khususnya di lingkungan NU. Pasalnya, meski sudah ada beberapa lembaga pengelola zakat di Kota Pekalongan, di lingkungan NU sendiri belum sepenuhnya diterima dengan baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakan, jika saja pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan secara optimal, akan banyak dana yang bisa dikelola untuk pemberdayaan masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya sangat optimis, pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan dengan baik dan dananya dapat untuk pemberdayaan ummat baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Kegiatan halaqah yang akan berlangsung pagi mulai jam 08.00 s/d 11.00  akan diikuti oleh 500 peserta dari jajaran pengurus cabang, MWC dan Ranting NU seKota Pekalongan, beberapa kiyai dan ulama serta para pengusaha di lingkungan NU.

Sementara itu, usai shalat Jumat Pengurus Cabang NU periode 2012 - 2017 akan dilantik oleh PWNU Jawa Tengah dilanjutkan dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) membahas pendalaman program untuk kegiatan tahun 2013 - 2014.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 22 Oktober 2017

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Warga NU, khususnya para kiai dan ustadz hendaknya ekstra hati-hati saat membaca dan menjadikan kitab kuning sebagai pengantar dalam kajian di pesantren dan lembaga pendidikan. Karena disinyalir mulai banyak kitab kuning yang telah dibajak untuk kepentingan tertentu.

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua PW Lajnah Talif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur, Ahmad Najid,? Sabtu (2/5). Karena dalam telaahnya, banyak kitab klasik karangan sejumlah kiai diproduksi ulang oleh pihak lain dengan berkepentingan untuk mengeruk keuntungan. Lebih dari bukan sekadar masalah kerugian secara finansial, yang paling dikhawatirkan pembajakan kitab ini berpotensi merusak isi kitab jika dicetak ulang secara sembarangan.

Bagi alumnus Pascasarjana Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini, pembajakan terhadap kibat kuning di lingkungan kaum nahdliyin ini sebenarnya terjadi sejak lama. Banyak penerbit, terutama penerbit kecil, mencetak ulang kitab kuning tanpa meminta izin penulis atau ahli warisnya. "Bahkan ada yang tidak mencantumkan nama pengarangnya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sekadar contoh, Gus Najib, sapaan akrabnya menceritakan anak dari seorang kiai yang menulis sebuah kitab yakni Manhaj Dzawin Nadzor (Syarah Alfiah As-Suyuti) karangan Syaikh Mahfudz At-Termas. Kitab tersebut dicetak ulang oleh salah satu penerbit dan beredar di pasaran. Tapi, terjadi banyak kesalahan cetak. "Saya tanya teman saya, dia bilang tidak tahu karena tidak pernah minta izin," ungkapnya.

Keluarga Najib juga merasakan pembajakan tersebut. Yakni kitab Tanwirul Hija fii Nadzmi Safiinatun Najah, karya KH Akhmad Qusyairi bin Siddiq, kakak mantan Rais Aam PBNU KH Ahmad Shiddiq. "Dan banyak sekali kitab-kitab klasik NU yang dibajak di pasaran," tandas pengajar di Pesantren Salafiyah Pasuruan ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Najib mengatakan, ada beberapa faktor kitab klasik jadi korban pembajakan. Di antaranya kurangnya kesadaran kaun santri pada pentingnya hak kekayaan intelektual (HAKI). Selain itu, cara berpikir ikhlas di lingkungan kiai, dalam menyebarkan ilmu.

"Kiai kan tidak berpikir finansial dari kitab yang diproduksi. Yang penting dari kitab yang dikarang, ilmu bisa sampai ke pembaca," kata Najib. Nah, kurang sadarnya HAKI dan keikhlasan kiai ini disalahgunakan, lanjutnya.

Karena itu berbarengan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas, LTN NU Jatim akan mengambil sikap untuk menyelamatkan khazanah intelektual karya ulama NU, terutama kitab klasik. LTN juga meminta PBNU memerhatikan masalah ini, juga mendesak pemerintah memfasilitasi penertiban masalah pembajakan kitab kuning.

"Kami akan menginventarisir kitab-kitab apa saja yang dibajak. Selanjutnya, kami akan berupaya untuk memfasilitasi penulis atau ahli waris untuk mengurus hak cipta kitab ke instansi terkait," pungkas Gus Najib. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, News, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 02 Oktober 2017

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pemerintah melalui Kementerian Agama berupaya keras mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia. Sebab itu tema besar mengelola keragaman melalui pemeliharaan umat beragama diangkat dalam International Symposium on Religious Life, Rabu-Jumat (5-7/10) di Jakarta.?

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas’ud menjelaskan bahwa ada tiga persoalan krusial yang ingin dibahas dalam pertemuan 150 peneliti, akademisi, dan tokoh agama ini, yaitu definisi agama, kriteria agama, dan registrasi agama; penodaan agama dan otoritas yang memutuskan; serta majelis agama, ormas, aliran, denominasi.

Dia menegaskan, rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan nantinya untuk memperkuat dan menyempurnakan RUU Perlindungan Umat Beragama (PUB). Melalui UU PUB, pemerintah bermaksud mengelola kehidupan umat beragama di Indonesia dalam rangka membangun harmoni.?

“Fakta bahwa selama ini banyak tindakan intoleransi atas nama agama, pelayanan negara yang seolah hanya berlaku untuk 6 agama saja, kasus penodaan agama, serta menyeruaknya berbagai aliran dan paham agama membuat pemerintah perlu mengelola itu semua secara regulatif,” papar Pak Dur, sapaan akrabnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selama ini, imbuhnya, regulasi yang ada hanya sebatas Peraturan Bersama Menteri (PBM) tahun 2006 dan SKB 3 menteri. Adapun UU No 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama masih banyak kekurangan dan tidak menyatakan secara jelas terkait terminologi agama yang diakui negara atau agama resmi.





Simposium bertema Managing Diversity, Fostering Harmony ini? menghadirkan berbagai pakar seperti Robert W. Hefner (Boston University, USA), Gamal Farouq Jibril (Al-Azhar University Cairo, Mesir), Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu juga digelar diskusi yang akan diisi oleh Ahmad Najib Burhani (LIPI), Syafiq Hasyim (ICIP-PBNU), R. Alpha Amirrachman (CDCC-PP Muhammadiyah), Ahmad Suaedy (Abdurrahman Wahid Center UI), Muhammad Adlin Sila (CDRL-MORA), dan Alimatul Qibtiyah (PSW UIN Yogyakarta).? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Humor Islam, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pada Ahad malam (26/8), dua hari pasca insiden bentrok antara pemuda desa Warulor Paciran Kab. Lamongan dengan pemuda desa Campurejo Panceng Kab. Gresik, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Warulor menggelar acara halal bi halal di perbatasan antara dua desa tersebut. 

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal

Acara dapat berlangsung tertib dan lancar setelah sebelumnya dicapai kesepakatan damai antara kedua pihak. Tim Mediasi dari GP Ansor Anak Cabang Paciran sebelumnya juga turun ke lokasi dan menemui tokoh pemuda dari dua desa tersebut. Setelah melakukan investasi di lapangan, tim mediasi GP Ansor menyimpulkan bahwa konflik tersebut merupakan akumulasi permasalahan sebelumnya yang tidak diselesaikan secara permanen sehingga Tim GP Ansor Ancab Paciran mendesak pihak keamanan, Muspika, dan Pemdes segera melakukan melakukan resolusi konflik. 

Yang menarik adalah ditemukan fakta bahwa konflik yang terjadi antar kedua desa yang bertetangga kabupaten tersebut dipicu memanasnya suhu politik jelang pilkades di dua desa itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Acara halal bi halal dihadiri Camat Paciran, Kades Warulor, Ketua GP Ansor Ancab Paciran, dan PRNU Warulor. Dalam sambutannya Camat Paciran H Suharto menyampaikan agar warga dapat menjalankan aktivitasnya seperti sebelum insiden bentrok. Dia mengharap kejadian tersebut adalah yang terakhir kalinya karena sudah dicapai kesepakatan damai antar kedua pihak. Ia meminta warga tidak terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, acara juga disertai santunan untuk anak yatim piatu. Diakhir acara juga diisi tausyiah oleh KH Abdul Mutholib dari Sidoarjo. Kiai yang populer disebut ‘kiai kerah sakti’ itu sangat atraktif dalam membawakan ceramahnya dan suaranya sangat merdu ketika mengalunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sehingga para peserta tidak beringsut dari tempat duduknya hingga akhir acara. 

Moh Yasin, ketua Ansor Ranting Warulor, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah merencanakan menggelar pentas seni musik gambus namun karena situasi dan kondisi Warulor belum kondusif maka acara tersebut dibatalkan. Lebih lanjut, Ahmad Farid, ketua GP Ansor Ancab Paciran menambahkan pihaknya sangat menyesalkan terjadinya pembakaran atribut GP Ansor pada insiden tersebut. 

Pengamanan kegiatan malam itu diback-up sepenuhnya oleh Satkoryon Banser Paciran yang menerjunkan lima puluh personilnya. Pasukan Dalmas dari Polres Gresik dan Lamongan telah ditarik ke Mapolres pagi harinya karena dirasa situasi telah kondusif. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Ulama, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 22 Agustus 2017

Terpilih Ketua, Akmaluddin Ajak Perkuat PMII Banda Aceh

Banda Aceh, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banda Aceh menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk pemilihan ketua umum masa khidmat 2016 – 2017 di Young Center KNPI Provinsi Aceh, Banda Aceh, Minggu (13/03/2016)

Terpilih Ketua, Akmaluddin Ajak Perkuat PMII Banda Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Ketua, Akmaluddin Ajak Perkuat PMII Banda Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Ketua, Akmaluddin Ajak Perkuat PMII Banda Aceh

Pada kesempatan itu, peserta konfercab memilih Akmaluddin. Lalu pria yang akrab disapa Akmal ini mengajak seluruh anggota PMII untuk memperkuat persatuan yang berasaskan Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja).

"Mari kita kembalikan marwah PMII yang pernah berjaya di Aceh dan kita jalankan bersama roda kepengurusan dengan cara memperkuatkan silaturrahmi baik kader, anggota, senior dan alumni," ujar Akmaluddin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Akmal juga mengajak para anggota untuk mengembangkan jati diri dengan cara-cara yang sesuai tuntutan Islam.

"Mari berkarya dalam jalannya Islam yang kaffah dan mempunyai daya saing yang kuat dalam mengembangkan PMII ke depan dan sama-sama menegakkan amar maruf nahi mungkar."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemilihan ini diikuti dua kandidat calon ketua, yaitu Akmaluddin dan Samsuri Asingkili. Dalam proses pemilihan, Akmaluddin? berhasil mendominasi suara terbanyak dari forum. [Muhadzier/Abdullah Alawi]

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Budaya, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 10 Agustus 2017

Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional

Magelang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Perjuangan bangsa Indonesia menghadirkan kembali kejayaannya di bidang olahraga masih harus melalui jalan panjang dan penuh tantangan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pada puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional, di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (9/9).

Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional

Namun menurutnya justru dengan momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2017 yang mengangkat tema “Olahraga Menyatukan Kita’’ akan menjadi langkah strategis mewujudkan tantangan itu dengan sinergi dan kerjasama dari semua pihak.

“Momentum Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) adalah momen sangat penting dimana kita memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, pengorbanan serta perjuangan seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun kemajuan olahraga dari tingkat daerah hingga pusat, mulai dari atlet, pelatih, manajer, pemilik klub, pimpinan cabang olahraga, para pembuat kebijakan, kampus-kampus dan sekolah olahraga, media dan juga masyarakat yang mencintai olahraga,” ujar Menpora.

Menpora mengatakan dengan semangat olahraga yang mempersatukan ini, banyak kegiatan-kegiatan keolahragaan diarahkan untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air, dan penyatuan kembali semangat kebangsaan dan solidaritas di antara sesama warga masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tidak hanya tentang persatuan, olahraga juga mengajarkan kita banyak hal tentang makna kejujuran, sportivitas, keadilan dan juga kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa. Ketika semua bersatu dan berjuang untuk olahraga, maka serentak kita akan berkata inilah Indonesia, Indonesia Raya…!!! maka disitulah kebanggaan kita hadir dari olahraga,” tegas Menpora lagi.

Menurutnya, semangat perayaan Hari Olahraga Nasional kali ini sedikit berbeda dari biasanya, karena dilakukan kurang lebih satu tahun jelang perhelatan olahraga paling bergengsi di Asia dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

“Asian Games dan Asian Paragames 2018 harus menjadi momentum kebangkitan kembali kejayaan olahraga Indonesia. Keduanya harus meninggalkan warisan berharga bagi bangsa Indonesia, yakni meninggalkan infrastruktur olahraga yang lebih baik, lebih maju dan lebih modern, dan hal lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah mewariskan masyarakat Indonesia yang gemar berolahraga.” jelas Imam.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa masyarakat yang gemar dan mencintai olahraga adalah dasar dari lahirnya prestasi olahraga, “Kita ingin membidik prestasi dari tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan olahraga, Prestasi adalah sebuah proses panjang melahirkan dan menemukan atlet-atlet elit dari ribuan bahkan jutaan anak-anak Indonesia yang turun ke lapangan olahraga, yang berlari dan terus berlari, bergerak terus berolahraga, menempa dirinya dengan disiplin dan latihan keras untuk menjadi juara,’’ jelas Cak Imam, sapaan akrabnya di kalangan anak-anak muda dan para atlet.

Gerakan #Ayo Olahraga Untuk Hadirkan Prestasi Olahraga

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di Tahun 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mencanangkan Gerakan Ayo Olahraga. Gerakan Ayo Olahraga ini sudah berjalan sejak awal bulan Mei lalu dengan menggulirkan 3 program unggulan utama yaitu: Gowes Pesona Nusantara, Gala Desa dan Liga Sepakbola Pelajar (U-12, U-14, U-16 dan Liga Mahasiswa).

Kegiatan Gowes Pesona Nusantara telah melintasi 81 titik Kabupaten/Kota dari 90 Kabupaten/Kota, sementara itu Gala Desa telah berjalan dengan melibatkan 816 desa, 136 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Untuk Liga Sepakbola Pelajar di berbagai level dan jenjang usia telah melibatkan ribuan pelajar dari seluruh Indonesia.

Semangat dari ratusan ribu masyarakat yang telah tersentuh oleh program ini diharapkan dapat terus meningkatkan kegemaran masyarakat berolahraga. 

Secara khusus Program Gowes Pesona Nusantara diarahkan untuk melahirkan sebuah konsensus bersama dari seluruh daerah di Indonesia untuk melahirkan Hari Bersepeda Nasional. Sementara pada kegiatan lainnya yakni Gala Desa dan Liga Sepakbola Pelajar bertujuan untuk menjadikan kedua ajang tersebut sebagai wadah pencarian bibit-bibit olahragawan handal dan penuh potensi dari seluruh pelosok nusantara.

Gerakan Ayo Olahraga ini sejatinya juga bisa dikatakan menjadi tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang  bertujuan melibatkan seluruh komponen bangsa untuk hidup sehat dengan berolahraga, hidup aktif dan produktif dengan berolahraga secara rutin dan teratur apapun jenis olahraganya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Halaqoh, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 23 Juli 2017

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Salah satu konteks yang melatarbelakangi berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah karena pada tahun 1950-an terjadi gejolak politik dan tarik menarik paham atau ideologi yang begitu kentara. Paham atau ideologi tersebut terpersonifikasi dalam sebuah partai politik dan underbow organisasi mahasiswanya.

Demikian disampaikan oleh sejarawan Islam Nusantara, Agus Sunyoto di hadapan puluhan mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta kelas Ciganjur, di Jakarta, Jumat (31/10).

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU

"Ketika PSI (Partai Sosialis Indonesia) dan Masyumi dibubarkan oleh Bung Karno, Bung Karno meminta kepada NU untuk mendirikan oganisasi mahasiswa Islam yang Indonesia maka berdirilah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia," ungkap Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Agus menambahkan, Bung Karno sangat mengapresiasi dan mendukung PMII. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Bung Karno dalam Kongres Pertama PMII. Di hadapan peserta Kongres, Bung Karno menyampaikan pidatonya yang berapi-api.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berikut adalah kutipan Pidato Bung Karno dalam kongres pertama PMII yang ditunjukan Agus Sunyoto dalam bentuk audio.

"Saudara-saudara dan sahabat sekalian, di kongres pertama kali Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, saya menyataken bahwa NKRI adalah harga mati, kalimat dari Sabang sampai Merauke di dalamnya terdapat semangat jiwa yang bersatu padu dalam Sangsaka Merah Putih. Saudara-saudara, saya berdiri di sini bukan mengatasnamaken Presiden, saya berdiri di sini bukan sebagai Mandataris MPR, akan tetapi saya berdiri disini sebagai penyambung lidah rakyat, Hidup Rakyat! Hidup PMII!" (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw