Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama sungguh membuktikan NU milik rakyat. 

Meski forumnya sangat ilmiah, dan delegasi yang datang adalah orang-orang terpilih tingkat wilayah (provinsi), gawe besar NU yang diselnggarakan di Pondok Pesantren Kempak, Palimanan, Cirebon ini dinikmati masyarakat. Tak hanya warga sekitar desa Kempek, melainkan dari berbagai daerah.

Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU

Terbukti puluhan bus, ratusan mobil dan kendaraan roda dua berplat nomor  macam-macam. Terlihat berasal tak hanya dari Jawa Barat, bahkan. Melainkan juga dari Banten, DKI dan Jawa Tengah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mereka bukanlah penggembira yang menonton forum tertinggi kedua setelah muktamar tersebut. Melainkan menikmati aneka hiburan dan stand pameran yang digelar di persawahan kering di sebelah barat pondok Kempek.

Ada panggung besar di tengah sawah yang baru saja dipanen padinya. Setiap sore hingga malam hari sejak tanggal 14 menampilkan atraksi seni maupun alunan musik hadroh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Artis-artis ibukota pun didatangkan, khususnya yang berjilbab. Juga penampilan grup sholawat lokal dan kolaborasi kesenian Jawa serta atraksi Pencak Silat NU Pagar Nusa. Ada juga tarian model keraton dan drama singkat yang dilakonkan siswa sekolah. Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) menjadi organizer pentas ini.

Ribuan orang tumpel blek di sawah bertanah keras di musim kemarau ini. Tanpa alas duduk, mereka menikmati bermacam-macam tontonan teresbut. Ribuan pula yang lalu lalang mengelilingi berpuluh stand pameran aneka produk dan jasa.

Di sawah kering pula, puluhan tratak didirikan, yang diisi perusahaan, organisasi, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, dan bakul-bakul makanan untuk menarik minat pengunjung.

Tentu saja, ratusan pedagang dan tukang parkir adakan memanfaatkan keramaian orang tersebut. Mereka berjualan di sepanjang jalan yang dilewati pengunjung, dan banyak pula yang berjualan di antara pepohonan atau di tengah semak-semak sekitar komplek Ponpes Kempek yang diterangi lampu neon.

Mulai yang jualan es sampai mainan anak, yang memamerkan karya kerajinan hingga tukang pijat, dari pelukis kaligrafi sampai tukang sulap, semua mendapat berkah Munas-Konbes NU.

Stand pameran resmi yang disediakan panitia tak pernah sepi dari pengunjung. Di stand berpendingin udara dan beralas karpet ini, digelar aneka produk dan jasa. Ada badan penanggulangan bencana, ada beberapa SMK dan lembaga sekolah swasta, ada stand Lajnah Falakiyah dengan mobil observasi langit dan bintang.  Ada pula stand energi surya untuk listrik rumah tangga.

Kurang lebih tiga jam reporter Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw berkeliling di setiap lokasi, terlihat tak ada dagangan yang tak laku. Tak ada pameran yang tak ramai dikunjungi. Tak ada jasa yang tak terpakai. Bahkan penjual kitab kelas berat macam Tafsir Al-Jailani yang harga satu paketnya Rp 600 ribu, dikerubung juga oleh masyarakat. Dan laku!.

“Suasana pasar malam bernar-benar terasa. Persis seperti haul waliyullah di berbagai tempat. Jika dikatakan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta, ulama adalah pembawa berkah bagi umatnya, hal itu terbukti di acara Munas & Konbes ini,” kata Arif, angota Banser yang menjaga parkir mobil.

Arif mengaku, keluarganya datang ramai-ramai di tempat tersebut. Selain ingin mencium tangan para kyai dan meminta doa ulama, juga untuk menonton pameran di  arena Munas.

Penulis: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Kiai, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 13 Februari 2018

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan

Klaten, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pesantren memainkan peran penting dalam perjuangan meraih kemerdekaan negara Indonesia. Peran tersebut, menurut Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, diwujudkan melalui perjuangan langsung melawan penjajah kemudian perjuangan membentuk akhlak manusianya.

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan

“Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran pesantren. Para pejuang Laskar Hizbullah dan lainnya, itu kebanyakan juga dari pesantren,” terang Habib Muhammad saat mengisi ceramah di acara Haul pendiri pondok Ki Ageng Selo Tulung Klaten, Ahad (17/8) malam.

Tidak hanya itu, di pesantren pula, generasi  bangsa ini mendapatkan pendidikan moral, sehingga mereka menjadi generasi yang berakhlak baik. Oleh karena itu, menurut Habib Muhammad, apabila ingin bangsa ini maju, tak boleh meninggalkan pesantren. “Kalau kita ingin jaya, maka pesantren mesti diperhatikan,” tukas dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Cucu Habib Ali, muallif Simtuddurar itu juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah kepada pesantren. “Pesantren yang notabene cikal bakal perjuangan dan warisan pejuang, mengapa banyak dilupakan, sedangkan sekolah warisan kolonial malah diurus?” ujar dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selanjutnya, Habib Muhammad juga mengajak para jamaah untuk senantiasa besyukur atas ni’mat kemerdekaan. “Kemerdekaan adalah nikmat yang wajib disyukuri. Anda hidup di daerah aman itu nikmat. Kalau hidup di daerah konflik mau ke masjid susah, ke pasar takut,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 11 Februari 2018

Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah Palestina, melalui Menteri Hubungan Perempuan Dr Mariam Saleh meminta Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersedia membantu memberdayakan kaum perempuan di negaranya. Menurutnya, keterpurukan bangsa Palestina akibat pertikaian antara kelompok Hamas dan Fatah serta pendudukan Israel juga dirasakan kaum perempuannya.



Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya

Permintaan bantuan itu diungkapkan Dr Mariam Saleh saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pengurus teras organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/1)

Dalam kesempatan tersebut, Mariam yang didampingi anggota Parlemen Palestina Muna Mansur, menyatakan akan mengirimkan beberapa perempuan dari negaranya agar dilatih oleh Muslimat NU untuk meningkatkan kemampuan, terutama di bidang ekonomi. “Kalau tidak keberatan, kami akan mengirimkan 5 perempuan untuk dilatih oleh ormas ini (Muslimat NU, Red). Kalau bisa pelatihan keterampilan dan manajemen,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan kepada Mariam bahwa organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang dipimpinnya memiliki sejumlah balai latihan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Balai latihan kerja tersebut, menurutnya, diperuntukkan bagi kaum perempuan sebagai upaya meningkatkan keterampilan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mariam mengungkapkan, hal yang paling dibutuhkan kaum perempuan Palestina adalah usaha pengembangan ekonomi yang mandiri. Karena, selain turut berjuang melawan pendudukan Israel, kaum perempuan di negaranya juga bertanggung jawab terhadap kehidupan ekonomi keluarga.

“Selama ini mereka (perempuan Palestina, Red) disibukkan dengan perlawanan terhadap Israel. Sehingga hampir tak punya waktu untuk mengembangkan kemampuan diri, apalagi kemampuan mengembangkan ekonomi keluarga,” jelas Mariam.

Mariam mengaku yakin bahwa Muslimat NU mampu untuk ikut membantu memberdayakan kaum perempuan negerinya. Pasalnya, ia menilai, tak mungkin organisasi sebesar Muslimat NU tak mempunyai manajemen yang baik dalam mengelola dan memberdayakan ekonomi.

Sementara, Khofifah menyambut baik atas tawaran kerja sama tersebut. Pihaknya siap membantu apapun yang dibutuhkan perempuan Palestina, termasuk membantu memberikan pelatihan keterampilan dan manajeman.

“Tentu kami tidak keberatan. Kami siap. Terserah mau dilatih apa. Kami punya pelatihan bordir. Saya kira itu bisa menghasilkan uang. Kami juga punya 131 koperasi primer An Nisa yang sudah berbadan hukum,” ungkap Khofifah yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Muslimat NU, organisasi yang menghimpun kaum ibu-ibu NU, tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain memiliki sejumlah balai latihan kerja dan badan usaha bersama koperasi, Muslimat NU juga mempunya 57 unit pelayanan kesehatan yang meliputi rumah sakit, rumah sakit bersalin, klinik, dan sebagainya.

Badan otonom di bawah NU itu juga memiliki 102 panti asuhan dan panti jompo, 10 asrama putrid, 9.800 TK/TPA, 11.800 TPQ, 3.500 majelis taklim dan 157 kelompok bimbingan ibadah haji. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Sunnah, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Februari 2018

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rais Aam PBNU KH Maruf Amin menyebut pemberdayaan ekonomi umat sebagai salah satu tugas utama kalangan santri masa kini. Pasalnya, sekarang ini ekonomi umat mulai melemah. Hal ini ditandai dengan berjatuhannya warung-warung kecil milik warga.

Demikian disampaikan Kiai Maruf Amin pada acara peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung

Menurutnya, banyak warung kecil mulai kalah bersaing dengan Alfa Mart atau Indomart. “Ini yang harus kita pahami. Jadi harus ada penguatan (menjaga negara) dan pemberdayaan (ekonomi),” kata Kiai Maruf.

Kiai yang beberapa bulan lalu dianugerahi gelar guru besar bidang ilmu ekonomi muamalah syariah ini sempat melontarkan gagasan tentang pemberdayaan ekonomi umat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyebutnya dengan ‘arus baru ekonomi Indonesia’, yaitu membangun ekonomi dari umat dengan pusat pembangunannya dari pesantren-pesantren.

“Karena itu pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Pendidikan, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 08 Februari 2018

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pesantren dan santri selalu terlibat dalam setiap peristiwa penting di Indonesia. Salah satunya dalam perumusan dasar negara Pancasila. Peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa diabaikan. Dengan peranan sepenting itu santri tidak perlu malu menunjukkan identitas kesantriannya.

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo KH Melvien Zainul Asyiqin (Gus Iing) dalam acara Halal Bihlalal dan Haul Masyayikh Lirboyo di Yayasan Umdaturasikhien, Cakung, Jakarta Timur, Ahad (9/8).

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

"Jangan malu menjadi santri. Yang menggagas dasar-dasar Indonesia salah satunya adalah (perwakilan) santri," kata Gus Iing di hadapan ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah se-Jabodetabek yang hadir dalam acara itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah, Gus Iing juga menekankan pentingnya melanjutkan peran yang telah diambil santri zaman dahulu. Peran penting itu, lanjut Gus Iing, harus dipertahankan dan dikembangkan santri masa sekarang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peran penting itu, lanjut Gus Iing, bisa ditanggung santri masa sekarang dengan syarat mengusai pengetahuan kemasyarakatan yang memadai. Santri, seperti terlihat pada sosok KH Hasyim Asyari dan santri sezamannya, tidak hanya paham masalah akhirat tapi juga dunia, yaitu urusan kebangsaan dan kenegaraan.

"Santri zaman dulu paham masalah dunia dan akhirat sekaligus," tegas Gus Iing.

Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Lirboyo digelar oleh Ikatan Silaturahim Keluarga Al-Mahrusiyah (Istikmal) Jabodetabek. Selain ceramah agama, acara juga diisi istighotsah kubro yang melibatkan warga dari sejumlah majelis taklim di Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Kajian, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Imam atau Ketua Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu (M3CB)Abuya KH Ahmad Muhtadi Dimyati mendukung Pemerintah Kota Serang, Banten untuk tetap menegakkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. ?

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik

Seperti diketahui, dari Perda tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia terhadap rumah makan yang berjualan pada siang hari di bulan Ramadhan.

Namun, Abuya juga meminta agar Satpol PP melakukan razia dengan cara-cara yang baik. Tidak boleh menghancurkan harta benda milik yang terkena razia. “Merusak harta orang kafir aja tidak boleh, apalagi harta orang muslim,” sebagaimana disampaikan Abuya Muhtadi, melalui santrinya, M Hubab Nafi, di kantor redaksi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Jakarta, Jumat (17/6).

Terkait warteg Bu Saeni yang terkena razia, Abuya meminta berbagai pihak untuk tidak membesar-besarkan masalah itu. “Masalah Itu akan ditangani dengan keluargaan. Kami warga Banten bisa dan siap menyelesaikannya.” ?

Mustasyar PBNU ini juga meminta agar tidak ada seorang pun yang mengatasnamakan Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) yang berada di bawah kelembagaan M3CB mengeluarkan statement tanpa koordinasi dengannya. Abuya meminta hal itu karena ada pemberitaan di media online yang mengatasnmakan RPM menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Terkait berita yang menantang JK, Abuya mengatakan, bahwa hal itu bukan sikap dari Keluarga Besar Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) dan Majelis Mudzakaraoh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB).?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Akan tetapi, sekali lagi Abuya juga sepakat untuk menegakkan Perda Kota Serang asal dengan cara-cara yang baik dan tidak melukai orang yang dirazia,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Januari 2018

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Setelah hampir setengah bulan mengaji kitab “Fiqhuz-Zakat Li Taqwiyat Iqtishadil-Ummat”, para santri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates, Jember, Jawa Timur, memberikan zakat mal pada 100 duafa yang terdiri dari buruh tani, buruh pabrik, tukang becak, janda, dan lainnya di sekitar Mangli Kaliwates.

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Praktik Zakat Mal Akhiri Ngaji Fiqih Zakat Santri

Pemberian zakat dilaksanakan Jumat (10/7) sore seiring dengan khatamnya pengajian kitab karya MN Harisudin, Katib Syuriyah PCNU Jember itu. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 orang tersebut berlangsung di Perum Pesona Surya Milenia C.7 No.6 Mangli, Jember.

Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Dr. M.Noor? Harisudin, M. Fil. I sangat berterima kasih pada kehadiran para mustahiq zakat yang datang dari berbagai tempat ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kami segenap pengasuh, ustadz dan santri Ponpes Darul Hikam mohon doa agar zakat kami diterima Allah SWT. Karena ini adalah titipan dari Allah SWT. Dan mohon agar pesantren ini tambah berkah dan manfaat pada banyak orang. Semoga bisa bertambah banyak lagi di masa-masa yang akan datang,” kata dosen Pasca Sarjana IAIN Jember ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Humas Pesantren Darul Hikam, Ustadz Anwari mengatakan bahwa pelaksanaan zakat ini adalah rangkaian khataman ngaji kitab Fiqh az-Zakat, program hasil kerja sama antara Pesantren Darul Hikam dan AZKA Al-Baitul Amien Jember.

“Sedang, pelaksanaan zakat ini murni dilakukan sendiri oleh Dr. MN. Harisudin, M. Fil. I selaku pengasuh ponpes Darul Hikam. Sekaligus juga pembelajaran pada para santri agar tahu bagaimana cara berzakat dengan sebenarnya,” kata Ustadz Anwari yang juga alumni S1 Fakultas Tarbiyah IAIN Jember tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 15 Januari 2018

Sejarah Harus Ditulis, Jangan Sampai Berhenti pada “Konon Katanya”

Bogor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rangkaian kegiatan yang bertajuk “Ngaji Sejarah Laskar Ulama-Santri” tour de Jabotabek akhirnya sampai di Pondok Pesantren Al Falakiyah Bogor, Jum’at (7/11) kemarin. Pengasuh Pesantren Hamalatul Quran Al Falakiyah, KH. Tubagus Asep Zulfiqor mengatakan sangat menyambut baik dan menunggu-nunggu kegiatan itu.

“Saya berterima kasih atas kedatangan penulis (Zainul Milal: Red) dan rombongan, acara seperti ini sangat kami tunggu-tunggu,” katanya.

Sejarah Harus Ditulis, Jangan Sampai Berhenti pada “Konon Katanya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Harus Ditulis, Jangan Sampai Berhenti pada “Konon Katanya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Harus Ditulis, Jangan Sampai Berhenti pada “Konon Katanya”

Ia juga menyatakan ikut bergembira atas hadirnya buku "Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad" karya Zainul Milal. “Kami patut bergembira menyambut buku ini. Buku ini patut dimasyarakatkan dan santri harus punya buku ini,” imbuhnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Zulfiqor mengungkapkan, pengetahuan sejarah sangat penting, terutama untuk para santri. Banyak ulama, para kiai lokal tidak tertulis dalam tinta sejarah. Padahal peran dan perjuangan untuk negeri ini sangat besar.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sejarah itu hanya berhenti pada katanya dan katanya,” ujarnya. Ia mencontohkan, “KH. Muhammad Falaq Abbas, tidak ada ditulis dalam sejarah. Padahal punya peran besar,”

Hal itu ditegaskan kembali oleh Zainul Milal dalam menyampaikan materinya. “Untuk menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu dengan senjata atau bom, tapi cukup dengan memutus tali sejarahnya. Ini menunjukkan begitu pentingnya memelihara sejarah," katanya.

Di hadapan para santri, wali santri dan tokoh-tokoh NU Bogor, Milal menjelaskan bahwa Bogor merupakan saksi sejarah perjuangan para kiai dan santri dalam membendung arus penjajahan. “Bogor adalah saksi sejarah,” tegasnya.

"KH. Tubagus Muhammad Falaq adalah satu ulama yang berjuang melawan kolonial. Beliau juga membackup Laskar Hisbullah saat berlatih di Cibarusa Bogor," tambahnya.

Milal menjelaskan, jika sejarah itu terputus atau tidak ditulis. Indonesia tidak akan ada, Pesantren ini tidak akan ada. "Tanpa ada ulama dan santri tidak ada negeri ini. Maka kita harus jaga," katanya kepada para santri SMP Tahfiz Al Quran.

Di pesantren yang mempunyai progam SMP hafal 30 juz ini, Milal dan tokoh NU yang lain, sependapat bahwa dari dulu sampai sekarang terus ada upaya-upaya pelemahan Islam di Indonesia, terutama melalui sejarah.

Hadir dalam kegiatan itu, H.A. Khotimi Bahri MH. (Lakpesdam NU Kota Bogor), Zainal Abidin (Kepala SMP AL Falakiyah), Suharto (Asda bidang pemasyarakatan dan pembangunan, mewakili Walikota Bogor), dan para pengurus dan tokoh NU Bogor.

Ngaji sejarah yang di adakan di Pesantren Hamalatul Quran Al-Falakiyah Bogor, merupakan tempat ke-9 dari 10 tempat yang dikunjungi dalam rangkaian ngaji sejarah tour de Jabotabek. Tempat terakhir yang dikunjungi adalah STAINU Jakarta. Kegiatan diadakan Senin (10/11) hari ini. (Winarso/Anam)

Foto: Penulis buku Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad, Zainul Milal Bizawie

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 11 Januari 2018

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’

Sore itu seorang guru dipanggil Kiai Muzani. Suasana pesantren berubah sedikit tegang. Ada kecemasan di wajah guru yang dipanggil itu. Ketika guru itu telah sampai di ndalem kiai, Ia duduk sembari menundukkan kepalanya. Kakinya tidak bersila, tapi menyamping seperti posisi duduk perempuan.

Tak lama kemudian, Kiai Muzani keluar dari ruang tengah membawa nampan yang berisi dua piring nasi dan dua gelas teh hangat. Beliau duduk di hadapan santri yang telah menjadi guru itu dan menyodorkan nampan itu.

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muzani Bunyamin dan Kafarat Ucapan ‘Bodoh’

“Monggo didahar, kang—silahkan dimakan, kang,” ujarnya dengan lembut.

“Kulo sampun.—saya sudah,”jawabnya terbata-bata.

“Mboten kerso tho dahar sareng kulo?—tidak berkenan makan bersama saya?”tanya Kiai Muzani dengan tersenyum.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Monggo didahar—silahkan dimakan,”lanjutnya sembari menggeser satu piring nasi itu di depan santrinya.

“Nggih Kiai—baik kiai,”santri yang telah menjadi guru dan pengurus pondok itu makan dengan penuh ketidak-nyamanan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Setelah selesai makan, Kiai Muzani bertanya: “Benar tadi pagi njenengan mengumbar kata ‘bodoh’ pada salah seorang santri yang tidak lancar menyetorkan hafalannya?”

“Benar, Kiai,” jawabnya terbata-bata.

“Jangan lakukan itu lagi,” kata Kiai Muzani. “Dalam proses belajar, kita tidak boleh mengumbar kata ‘bodoh’. Para santri itu orang yang sedang berporses, dari kurang tahu menjadi sedikit tahu, kemudian bertambah pengetahuannya. 

Ada yang cepat, ada pula yang lambat. Jika seorang guru, seperti njenengan, dengan mudah mengatakan muridnya bodoh, apa artinya pengajaran dan pendidikan?”

Santri itu diam, tertunduk tanpa berani memandang wajah kiainya. “Perlu diingat, tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang yang sedang berusaha menghilangkan kebodohannya.

Jadi, jangan dilakukan lagi, ya? Memberikan label bodoh kepada mereka, sama saja dengan mengendurkan keinginan belajar mereka,” ujarnya perlahan dan jelas. “Tapi ya, karena sudah terlanjur, njenengan harus pilih kafaratnya, sedekah atau puasa.”

“Puasa mawon, Kiai—puasa saja, Kiai,” katanya dengan kepala masih tertunduk.

“Baik, tapi ada syaratnya, buka dan sahurnya harus bersama saya di sini,” ucap Kiai Muzani dengan senyum yang terus mengembang.

Santri itu hanya menunduk, tak mampu berkata apa-apa lagi. Di wajahnya menampakkan rasa malu dan segan yang luar biasa.

Jauh-jauh hari, ketika masih menjadi santri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Kebumen, saya sering mendengar Romo Kiai Muzani dawuh: “Pesantren itu bukan sekedar tempat pengajaran, tapi tempat pendidikan.

Karenanya pesantren menerima semua orang. Anak nakal ketika masuk pesantren diharapkan kenakalannya bisa berkurang. Anak baik-baik ketika masuk pesantren diharapkan kebaikannya bertambah.

Maka dari itu, untuk para ustadz, hati-hatilah dalam mendidik dan mengajar, jangan sampai kata-kata ‘bodoh’ dan ‘nakal’ keluar dari kemarahan kalian. Jika ada yang melakukannya, harus bayar kafarat. Bukan sebagai kewajiban hukum, tapi kewajiban moral kita sebagai pendidik, bahwa untuk sesaat kita telah lalai dan marah, sehingga mengeluarkan kata-kata tak bijak semacam itu.”

Di waktu lain, beliau dawuh: “Ucapan ‘bodoh’ itu bisa menjadi pemutus keinginan belajar santri. Dikhawatirkan Ia akan memandang belajar tidak lagi berguna, toh saya orang bodoh, tidak ada harapan untuk saya, guru agama saya sendiri memvonis saya sebagai orang bodoh.

Jika itu terjadi, kita telah mencegah kewajiban thalâb al-‘ilm (menuntut ilmu). Jangan sampai tindakan dan ucapan kalian sebagai guru, menjadi benih keputus-asaan murid dalam menuntut ilmu.”

Kiai Muzani menerapkan kebijakan kafarat tidak lain sebagai pendidikan spiritual untuk para guru di pesantrennya. Selama mereka tinggal di pesantren, mereka adalah santri yang memerlukan pendidikan. Karena itu, Kiai Muzani biasanya mendampingi pelaksanaan kafarat santri atau puteranya sendiri yang kadung melontarkan kata-kata itu.

Jika mereka memilih kafarat puasa, maka Kiai Muzani akan berpuasa bersama mereka. Ini adalah bentuk pendidikan yang diterapkan Kiai Muzani sebelum melepas para guru itu di lingkungannya masing-masing.

Dasar pandangan Kiai Muzani adalah, anak yang menerima hardikan ‘bodoh’ akan meninggalkan bekas di hatinya. Kepercayaan dirinya memudar. Bahkan tidak sedikit yang meyakini bahwa dirinya memang bodoh, tak perduli seberapa keras mereka belajar, Ia tetap bodoh sebagaimana perkataan gurunya.

Rasulullah saja menegur seorang ibu yang membentak anaknya ketika Ia mengencingi baju Rasulullah. Beliau berkata: “Mengapa kau memarahi dan merenggutnya dengan kasar?” Kemudian beliau melanjutkan: “Baju yang kotor ini bisa dicuci dan dihilangkan kotorannya, tapi siapa yang bisa menghilangkan kekeruhan jiwa seorang anak atas bentakan dan renggutan kasar kepadanya?”

Karena itu, bagi Kiai Muzani kultur yang sehat dan lingkungan yang baik dalam aktivitas didik-mendidik sangat penting. Salah satu pendekatan yang beliau ambil adalah dengan menerapkan kebijakan kafarat untuk guru yang mengatai muridnya ‘bodoh’.

Kebijakan kafarat itu bersifat tarbiyyah akhlaqiyyah (pendidikan keakhlakan), sebagai sebuah proses pembiasaan dalam menerapkan akhlak yang baik sehari-hari, khususnya bagi para guru dan pendidik.

Mereka adalah pemeran utama dalam pembangunan lingkungan yang sehat, jika gurunya baik, insya Allah muridnya pun baik, seperti kata pepatah: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”

Semoga amal ibadah beliau (al-Maghfûrlah, KH. Imam Muzani Bunyamin) diterima di sisi Allah dan seluruh dosanya diampuni olehNya. Lahu al-fâtihah...

Muhammad Afiq Zahara, Alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Kiai, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Era baru hubungan RI dan Rusia dimulai. Kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/9) disambut hangat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan kedua pemimpin negara akhirnya menghasilkan kesepakatan atas delapan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk kerja sama di bidang energi dan pertambangan.

Putin tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 12.25. Dia disambut dengan upacara kenegaraan dengan 21 dentuman meriam. Selama satu jam, Putin dan SBY melakukan pertemuan bilateral. Kunjungan Putin ini merupakan sejarah bagi hubungan kedua negara. Putin adalah presiden pertama Rusia yang berkunjung ke Indonesia.

RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama

Seusai bertemu, keduanya menyaksikan menandatanganan nota kesepahaman atas delapan kerja sama oleh para pejabat kedua negara di bidang lingkungan hidup, promosi investasi, pelatihan olahraga, audit keuangan, pinjaman pemerintah, terorisme, budaya, dan keuangan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kesepakatan pertama terkait dengan audit keuangan negara yang ditandatangani oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dan Kepala Badan Audit Rusia S.V. Stephasin.

Saat kedua pemimpin negara mengadakan jumpa pers, Putin mengungkapkan rasa puas dan senangnya bisa berkunjung ke Indonesia. Putin pun mengucapkan selamat kepada Presiden SBY atas prestasi ekonomi yang dicapai pemerintah RI dalam beberapa tahun terakhir.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Martabat Indonesia di gelanggang internasional semakin tinggi," sanjung Putin.

"Kami memandang persetujuan ini sebagai suatud asar hukum untuk mendorong perkembangan hubungan di antara pengusaha kedua negara kita," kata Putin.

Sementara itu, Presiden SBY yang merasa terhormat atas kunjungan pemimpin Kremlin (julukan bagi pemerintah Rusia) itu mengatakan, kerja sama ekonomi RI-Rusia sat ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan potensi yang ada. Namun, presiden juga menyinggung, dalam waktu dekat peningkatan hubungan akan dilakukan, termasuk menaikkan neraca perdagangan kedua negara, dari 700 juta dolar AS menjadi 1 milyar dolar AS. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren, Kajian, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Sufisme di Belantara Modernitas

Oleh KH MA Sahal Mahfud. Manusia sebagai hamba Allah adalah satu-satunya makhluk yang paling istimewa di antara semua makhlukNya yang lain. Di samping dikaruniai akal dan pikiran, manusia ternyata adalah makhluk yang penuh misteri dan rahasia-rahasia yang menarik untuk dikaji. Misteri ini justru sengaja dibuat Allah agar manusia memiliki rasa antusias yang tinggi untuk menguak dan mendalami keberadaan dirinya sebagai ciptaan Allah, untuk kemudian mengenali siapa penciptanya.

Syekh Ahmad bin Ruslan al-Syafii mengemukakan, "Sesuatu yang paling awal diwajibkan atas manusia adalah marifatullah dengan keyakinan". Bahwa sebagai hamba Allah, manusia tidak bisa tidak mesti mengenal terlebih dulu siapa yang berhak disembah, untuk kemudian segala proses dan komponen ibadah kepadaNya tercerminkan di bawah marifatullah. Sebab, ibadah seseorang baik ibadah wajib ataupun sunnah, tidak akan mungkin sah tanpa marifatullah.

Sufisme di Belantara Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sufisme di Belantara Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sufisme di Belantara Modernitas

Di balik itu, tujuan utama seorang yang berakal adalah bertemu dengan Allah di hari pembalasan nanti, seperti diungkapkan al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Dengan demikian ada dua hal yang menjadi agenda manusia di hadapan Tuhannya. Ketika seseorang pertama kali ingin memasuki "daerah" Allah, maka ia diwajibkan marifatullah terlebih dahulu. Dan ketika seorang telah mencapai titik final perjalanannya, maka satu-satunya hal yang patut dicita-citakan dan diharapkan adalah hanya liqaullah (bertemu dengan Allah). Rentang antara liqaullah dan marifatullah inilah yang kemudian melahirkan banyak tuntutan dan konsekuensi sekaligus keterkaitan erat dari dan oleh manusia sendiri.

***

Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 57, "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat (mauidhah) dari Tuhanmu dan penyembuh/obat bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada (syifauh lima fi al-shudur) dan petunjuk (wa hudan) serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (wa rahmatan li al-muminin)".

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ayat ini dalam tafsir Ruhul Maani diinterpretasikan sebagai jenjang-jenjang kesempurnaan pada jiwa manusia. Barangsiapa yang berpegang teguh dengan al-Quran -sebagai mauidhah- secara utuh dan tidak parsial, maka ia akan memperoleh seluruh tingkatan kesempurnaan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih jauh lagi, Imam Junaedi menafsirkan ayat tersebut sebagai landasan filosofis munculnya klasifikasi syaritat, thariqat, haqiqat dan marifat. Dari kalimat mauidhah yang mengandung nasihat-nasihat untuk meninggalkan segala hal yang dilarang dan menjalankan perintah-perintah Allah, maka lahirlah syariat yang kemudian berisi pula anjuran-anjuran untuk membersihkan akhlaq al-mazmumah (perilaku tidak baik) yang dapat dilihat orang lain.

Sedangkan kalimat "syifaun lima fii al-shudur" memuat segala bentuk usaha penyembuhan penyakit-penyakit ruhani sehingga seorang manusia dapat mencapai strata kesempurnaan dalam pembersihan hatinya dari akidah-akidah yang sesat dan tabiat-tabiat yang hina dan tercela. Ini merupakan filosofi munculnya klasifikasi thariqat. Sementara kalimat "wa hudan " mengisyaratkan kesempurnnan yang lebih tinggi lagi, yakni strata haqiqat yang hanya mungkin dicapai oleh manusia lewat hidayah yang diberikan Allah.

Tingkatan ini menggambarkan adanya keadaan jiwa manusia yang telah terhiasi oleh akidah dan akhlak yang baik dan mulia, sehingga seseorang dapat meraih "dhuhur al-haq fi qulubi al-shiddiqin", yakni terlihatnya Allah yang Maha Haq di dalam hati para shiddiqin (orang-orang yang tingkat keimanannya setaraf dengan Abu Bakar Shiddiq). Adapun kalimat "wa rahmatan li al-muminin" memberi dalil akan tercapainya kesempurnaan yang paling tinggi yaitu marifat, bahwa seseorang telah meraih "tajalla anwar al-uluhiyah" (terpancarnya cahaya ketuhanan) yang abadi. Dengan "al-anwar al-uluhiyah" ini seseorang dapat memiliki pengaruh positif terhadap mumin lainnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Abu Bakar al-Makky punya pendapat yang intinya, bahwa jalan menuju kebahagiaan akhirat adalah terpenuhinya ketiga hal syariat, thariqat dan haqiqat. Ketiga hal ini tidak boleh terlewatkan salah satunya, akan tetapi haruslah lengkap dan berurutan satu sama lain. Sebab Abu Bakar menggambarkan ketiga hal itu dengan pendapatnya yang lain:

Syariat itu seperti sebuah perahu, sedangkan thariqat adalah lautan, sementara haqiqat adalah mutiara yang terendam di dasar laut".

Adapun tasawuf (sufisme) oleh banyak ulama masih diperdebatkan definisinya dengan seribu pendapat. Salah satu definisi tersebut adalah seperti yang dikemukakan Abu Zakariya al-Anshari:

"Suatu sikap memurnikan hati di hadapan Allah dan memandang remeh atau rendah terhadap selain Allah".

Sehingga dengan definisi ini dapat diambil pengertian, tasawuf adalah refleksi perasaan ketuhanan yang sangat tinggi, agung dan suci terhadap segala pelaksannan ketiga (atau keempat) hal di atas.

***

Abad XXI sering dilukiskan sebagai suatu masa yang berperadaban tinggi. Orang tak lagi membicarakan atau merisaukan hal-hal yang masih bersifat permulaan atau masih mentah. Kecenderungan-kocenderungan yang ada hanyalah dominasi sikap ingin serba praktis, mengenakkan dan lebih mudah. Hal ini jelas tersiasati dari hasil-hasil produksi teknologi mutakhir yang mampu membikin manusia sebagai makhluk "serba manja".

Bersamaan dengan itu, persaingan masalah-masalah sosial dan pelaku-pelaku sosial itu sendiri, muncul sebagai efek lain dari modernitas zaman. Gesekan demi gesekan yang timbul dari berjalannya kepentingan masing-masing individu tanpa diimbangi dengan nilai-nilai spiritual, akan meninggalkan keresahan-keresahan tersendiri. Pola-pola perilaku dan sikap hidup serta pandangan yang individualistis akan menempatkan manusia pada titik-titik jenuh kehidupan komunitas kolektif, sehingga pada gilirannya manusia justru acuh tak acuh terhadap lingkungannya sendiri.

Titik-titik jenuh itulah yang kemudian membuat orang cenderung lari mencari. "dunia lain" yang lebih menjanjikan kedamaian dan ketenteraman. Maka agama pun agaknya menjadi alternatif paling tepat untuk mengubah keresahan tersebut, meskipun demikian hal itu tidak bisa dipahami sebagai suatu justifikasi tentang adanya asumsi bahwa agama adalah kompensasi kejenuhan-kejenuhan modernitas zaman.

Komponen sufisme seperti zuhud, khalwah dan uzlah ternyata dalam banyak kasus di belantara zaman modern ini, masih saja tidak kehilangan relevansinya sama sekali. Zuhud oleh para ulama didefinisikan sebagai sikap meninggalkan ketergantungan hati pada harta benda (materi), meskipun tidak berarti antipati terhadapnya. Seorancg zahid bisa saja mempunyai kekayaan yang berlimpah, akan tetapi tidak kumanthil di dalam hati.

Begitu juga uzlah yang oleh Abu Bakar didefinisikan sebagai, "al-tafarrud an al-khalq" (memisahkan diri dari makhluk lain). Sikap ini terhitung sangat dianjurkan untuk diamalkan, ketika zaman dilanda pergeseran nilai-nilai Islam dan segala aturan normatifnya. Ketika seseorang khawatir terhadap fitnah yang akan menyebabkan kehidupan keagamannnya berkurang intensitasnya, uzlah adalah salah satu sikap yang dapat menjawab tantangan itu.

Akan tetapi, apabila segala kekhawatiran tersebut tidak terlalu memprihatinkan, zuhud justru dipraktikkan dengan berkumpul dan bermasyarakat sebagaimana lazimnya, untuk `amar maruf nahi munkar. Lebih jauh lagi, para ulama sepakat, zuhud atau uzlah dapat dilaksanakan hanya sekadar dengan hati dan perasaan, sehingga meskipun seseorang -misalnya- sedang berada di tengah keramaian sebuah pasar, akan tetapi dalam hatinya ia merasa menyendiri untuk mencari Tuhannya.

***

SUFISME memandang dunia ini sebagai sebuah jembatan yang harus dilalui untuk menuju akhirat. Dalam ajaran sufisme ditemui adanya anjuran-anjuran untuk mempertinggi etos kerja. Seseorang yang mendalami tasawuf juga diperintahkan untuk bekerja mencari penghasilan bagi kehidupan sehari-harinya. Seseorang sama sekali tidak diperkenankan berpasrah diri dan tawakal kepada Allah SWT, sembari rajin mengerjakan shalat sunnah dan banyak berzikir, sebelum ia memenubi kewajiban-kewajibannya sebagai -misalnya- seorang kepala rumah tangga, mencari nafkah.

Akan tetapi kaum sufi lebih memandang dunia laksana api di mana mereka dapat memanfaatkan sebatas kebutuhan, sembari tetap waspada akan bahaya percikan bunga api yang suatu saat akan membakar hangus semuanya. Dalam hal ini mereka berkata:

"Apabila harta benda dikumpulkan, maka haruslah untuk memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi, dan bukan untuk kepentingan pribadi secara berlebihan".

Lebih jauh, Syekh Abdul Qadir Jaelani berkata: "Semua harta benda dunia adalah battu ujian yang membuat banyak manusia gagal dan celaka, sehingga membuat mereka lupa terhadap Allah, kecuali jika pengumpulannya dengan niat yang baik untuk akherat. Maka bila dalam pentasharufannya telah memiliki tujuan yang baik, harta dunia iu pun akan menjadi harta akherat."

Dengan demikian, sufisme serta segala komponen ajarannya merupakan pengendali moral manusia. Keseluruhan konsep yang ditawarkan sufisme seperti zuhud akan dapat mengurangi kecenderungan pola hidup konsumtifisme dan individualisme yang semakin menggejala di tengah dunia modern. Sufisme dan Islam pada skala yang lebih luas, adalah bentuk tata aturan normatif yang menjanjikan kedamaian dan ketenteraman. Sehingga ketika zaman menghadirkan keresahan-keresahan, seseorang dapat saja menjadikan sufisme atau tasawuf sebagai kompensasi positif. Yang jelas, sufisme adalah suatu ajaran yang lebih banyak berimplikasi langsung dengan hati, jiwa dan perasaan, sehingga ia bukan hadir sebagai trend, mode dan semacamnya.

?

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Pendidikan, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Doa Makmum yang Sedang Meluruskan Shaf

Shalat berjamaah merupakan ibadah yang sangat penting. Bukan hanya dimensi ketuhanan, ibadah ini juga memiliki dimensi kemanusiaan. Melaksanakan shalat berjamaah berarti kita menuruti perintah Allah, dan berarti kita sedang menggalang persatuan dengan saudara-saudara kita sesama Muslim, karena dengan menghadiri shalat berjamaah baik di masjid maupun mushala, kita memiliki kesempatan untuk bersilaturahim dengan mereka.

Begitu besar perhatian Nabi Muhammad SAW terhadap shalat berjamaah, sampai-sampai beliau menjanjikan pahala lipat 27 kali sebagaimana hadits riwayat Imam Bukhari nomor 618:

Doa Makmum yang Sedang Meluruskan Shaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Makmum yang Sedang Meluruskan Shaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Makmum yang Sedang Meluruskan Shaf

? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Shalat berjamaah melebihi shalat sendirian dengan 27 kali lipat derajat”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam shalat berjamaah ialah meluruskan shaf. Bagi imam, ia hendaknya mengingatkan jamaah agar meluruskan shaf karena hal tersebut merupakan bentuk kesempurnaan berjamaah.

Syekh Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, dalam kitab Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 54, menyebutkan bahwa bagi makmum yang sedang meluruskan shaf, disunnahkan untuk membaca doa di bawah ini:

? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma âtinî afdlala mâ tu’tî ‘ibâdakash shâlihîn

“Ya Allah, berilah padaku apa-apa yang Engkau berikan pada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Dengan membaca doa ini, kita berharap agar Allah memberikan anugerah kepada kita sebagaimana anugerah-anugerah yang Allah berikan kepada orang-orang saleh, di antaranya ialah anugerah keistiqomahan dalam melaksanakan ibadah shalat berjamaah. Semoga kita semua bisa mengamalkan doa ini dan memperoleh manfaat darinya. ?Amin. Wallahu a’lam bi shawab. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw PonPes, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 29 Desember 2017

Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Salah satu materi penting pra-Munas dan Konbes NU dan Konbes adalah masalah kebhinekaan. Kali ini, lokasi yang ditempati adalah Manado, mengingat kota tersebut merupakan daerah yang memiliki keragaman dan toleransi yang tinggi. Acara akan diselenggarakan pada Sabtu, 11 November 2017.

Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado

Sekretaris Panitia Munas H Ulil Hadrawi, Kamis (9/11)? menjelaskan, tema ini dibahas mengingat Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan etnik dan suku dengan warna kulit yang beragam. Juga, ada ratusan bahasa berteberan yang digunakan oleh rakyat di seluruh pelosok negeri. Sekalipun dengan keragaman yang tinggi tersebut, mereka tetap bersedia bersatu dalam bingkai NKRI.?

H Ulil yang juga pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan dengan menggunakan pendekatan teori yang disampaikan oleh mendiang Benedict Anderson bahwa bangsa Indonesia itu terbingkai dalam apa yang ia sebut sebagai imagined communities (komunitas terbayang). Yaitu, dahulunya, ketika masa awal kemerdekaan, rakyat Indonesia memiliki mimpi dan cita-cita bersama. Saat itu, kesenjangan antara penduduk yang miskin dan kaya belum ketara sehingga potensi perpecahan belum terlalu besar.? ?

Dikatakannya, saat ini rasio gini (kesenjangan kaya-miskin) sudah mencapai 0,41% dan data terbaru sudah memposisikan kepemilikan empat konglomerat Indonesia ternyata masih lebih kaya dari 100 juta penduduk (International NGO Forum on Indonesian Development/INFID 2016). Menjadi pertanyaan apakah mimpi yang dibayangkan Anderson itu masih relevan? Banyak pengamat tak yakin NKRI akan tetap utuh. Setelah Soeharto dan Rezim Orde Baru runtuh dan Indonesia memasuki era reformasi pesimisme tentang keutuhan NKRI itu makin menjadi-jadi. Bahkan ada yang berteori di Indonesia akan terjadi balkanisasi: terpecah-pecah seperti negeri-negeri di semenanjung Balkan, Eropa Timur. Mendiang Lee Kwan Yew, Founder Negara Singapura juga pernah meyakini teori balkanisasi Indonesia ini.

“Alhamdulillah, nyatanya, sampai sekarang NKRI tetap utuh. Bahkan, dengan keragaman budaya, suku, agama dan etniknya negeri ini bisa menjalankan sistem politik demokrasi. Sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan di negeri-negeri lain,” katanya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itulah, perlu dicari apa jawaban serta yang jadi penyebabnya, sehingga Indonesia dengan penduduk muslim moderat terbesar di dunia itu, bisa melaksanakan semua ini. Salah- satu jawabannya, antara lain, seperti banyak cerita sejarah menunjukkan, betapa besar rasa empati serta pengorbanan (saling mengalah) para pendiri bangsa untuk mempersatukan negeri yang begitu kaya akan keragaman budaya ini.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sejumlah pembicara diharapkan dapat memberikan masukan dalam acara tersebut. Presiden Indonesia 2001-2004 Megawai Soekarnoputri akan memberikan pidato kunci sedangkan narasumber yang akan berbicara adalah Katib ‘Aam KH Yahya Cholil Staquf, Kepala UKP PIP Yudi Latief, Ketua Sidone Gereja Masehi Injil Minahasa HWB Sumakul, dan Rektor Universitas De La Salle Manado Johanis Ohoitimur. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Warta, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 12 Desember 2017

Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing

Sukoharjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Islam muncul pertama kali sebagai sebuah hal yang asing. Begitu pula di akhir zaman, Islam juga akan kembali menjadi sebuah hal yang asing.

“Saya mikir, setelah 15 abad, pertanyaannya apakah zaman sekarang ini, Islam sudah terasing apa belum?” tanya Rais ‘Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri saat membuka ceramahnya di depan ribuan jamaah Tabligh Akbar Dies Natalis ke-22 IAIN Surakarta yang memadati Gedung Graha, Rabu (10/12) malam.

Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing

Tokoh yang akrab disapa Gus Mus tersebut melanjutkan, apabila melihat fenomena yang terjadi pada umat Islam di zaman ini, tentu banyak pihak yang menilai bahwa Islam tidaklah terasing.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Bagaimana tidak di mana-mana acara pengajian ramai, pergi haji juga mesti antre. Kok, tidak terlihat terasing, justru tampak ramai,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun, Gus Mus menggarisbawahi pada kondisi umat Islam yang ‘ramai’ ini, ternyata memperlihatkan banyak ironi. “Meskipun terlihat tidak terasing, namun jika diperhatikan banyak yang hilang dari nilai keislaman. Semisal apabila orang jujur seolah menjadi terasing di antara sekian banyak pembohong,” ungkap dia.

Menurutnya, kondisi ini akan mengakibatkan keterasingan bagi orang yang hendak berbuat baik. “Ini membuat orang yang tadinya ingin berbuat baik, terkadang tidak kuat untuk bertahan di tengah keterasingannya. Yang lain korupsi, aku merasa ‘saru’ (aneh), tengil-tengil (sendirian) tidak korupsi,”

Dalam kesempatan tersebut, Gus Mus juga menerangkan tentang konsep ketaqwaan dan cara Nabi Muhammad memberikan apresiasi terhadap budaya lokal. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Pendidikan, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 30 November 2017

Hari Pahlawan Hampa Tanpa Resolusi Jihad NU

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Fatwa resolusi jihad NU memantik semangat pertempuran seluruh rakyat Indonesia untuk saling bahu membahu dalam satu tekad dan tujuan. Fatwa ini yang menggerakkan masyarakat untuk mengusir segala bentuk penjajahan di Indonesia.

Demikian diungkapkan Rais Syuriyah PCNU Cirebon KH Usamah Mansyur dalam sambutannya pada acara Saresehan Keluarga Besar NU dan Peringatan Resolusi Jihad 2014 di NU Center, Sumber, Cirebon, Ahad (9/11).

Hari Pahlawan Hampa Tanpa Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pahlawan Hampa Tanpa Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pahlawan Hampa Tanpa Resolusi Jihad NU

“Fatwa Resolusi Jihad merupakan wujud kecintaan ulama terhadap bangsa ini sekaligus sebagai bentuk komitmen mereka dan para santri untuk mengisi kemerdekaan Indonesia yang dideklarasikan tiga bulan sebelumnya,” kata Kiai Usamah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyayangkan buku-buku sejarah Indonesia yang menafikan peran fatwa Resolusi Jihad NU. Padahal bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah bangsanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Momentum Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad, menurutnya, harus menjadi momentum refleksi bersama untuk mengusir penjajahan dalam dimensi lain seperti melawan segala bentuk intervensi asing dalam hal kebijakan ekonomi, kedaulatan pangan, politik, supremasi hukum, dan lain-lain.

“Artinya, peringatan Hari Pahlawan hampa tanpa memahami makna Resolusi Jihad. Karena kedua hal itu saling berkaitan. Untuk itu saya mengajak semua elemen bangsa untuk mengisi peringatan hari Pahlawan ini dengan kontekstualisasi makna Resolusi Jihad dengan kebutuhan bangsa saat ini,” pungkasnya. (A Imam BAehaqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 28 November 2017

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Ulama, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah

Oleh Moh. Salapudin



Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan bahwa tanggal 1 Muharram 1438 H jatuh pada hari Senin, 3 Oktober 2016, atau persisnya dimulai sejak Ahad (1/10) malam nanti. PBNU mengistikmalkan bilangan bulan Dzulhijjah 1437 H menjadi 30 hari karena tidak ada yang berhasil mengamati hilal pada pelaksanaan rukyatul hilal pada Sabtu (1/10) kemarin. (Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, 2/10).

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah

Ketika berita di atas di-share di group WhatsApp Keluarga Besar Mahasiswa Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, terjadi diskusi panjang. Pasalnya, banyak yang sudah merayakan ritual tahun baru hijriah pada Sabtu (1/10) malam kemarin. Alasannya adalah karena keadaan hilal pada pelaksanaan rukyatul hilal kemarin sudah memenuhi kriteria imkan rukyat yang dipedomani pemerintah (imkan rukyat kriteria MABIMS), yakni tinggi hilal minimal 2 derajat, jarak sudut matahari-bulan (elongasi) 3 derajat, dan umur bulan dari saat ijtimak 8 jam.

Tinggi hilal saat pelaksanaan rukyatul hilal pada Sabtu (1/10), kemarin, sebagaimana dipublikasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berkisar antara 2,90 derajat di Merauke, Papua, sampai dengan 4,33 derajat di Banda Aceh, Aceh. Dengan elongasi 3,7 sampai 4,9 derajat, dan umur bulan lebih dari 8 jam. Jika mengunakan hisab imkan rukyat kriteria MABIMS, maka keadaan hilal tersebut dapat dijadikan alasan masuknya awal bulan baru sehingga awal bulan Muharram 1438 H jatuh pada Sabtu (1/10) atau persisnya dimulai pada Sabtu malam kemarin. ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Masalahnya, meskipun keadaan hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS, ternyata pada pelaksanaan rukyatul hilal tidak ada yang berhasil melihat hilal. Dalam kasus semacam ini, NU akan mengistikmalkan bilangan bulan sebelumnya menjadi 30 hari, sehingga awal Muharram 1438 H, sebagaimana diikhbarkan PBNU, jatuh pada Senin (3/10) atau persisnya dimulai sejak Ahad malam nanti. Kasus ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Pada penetapan awa bulan Rabiul Akhir 1437 H lalu, keadaan hilal juga sudah memenuhi krieria imkan rukyat MABIMS, namun karena tidak ada yang berhasil melihat hilal pada pelaksanaan rukyat hilal, maka NU mengistikmalkan bulan Jumadil Akhir 1437 H.

Sebagai jam’iyah diniyah (organisasi sosial kegamaan Islam) yang berhaluan Ahlussunah wal Jama’ah, NU menjunjung tinggi dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW serta tuntunan para sahabat Rasulullah SAW dan ijtihad para ulama mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali). NU juga berkewajiban untuk senantiasa mengamalkan, mengembangkan dan menjaga kemurnian ajaran agama Islam yang diyakininya, termasuk dalam hal penetapan waktu/tatacara ibadah yang dianggap sah dan utama. Menurut keyakinan NU, metode yang mu’tamad (yang dapat dijadikan pegangan), dalam hal penentuan awal bulan kamariah, terlebih pada bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, adalah rukyatul hilal.

Dasar hukum dipilihnya rukyat oleh NU, selain hadits-hadits Nabi tentang hisab rukyat, tentu saja pendapat para ulama. Para ulama yang diikuti pendapatnya, sebagaimana terdapat dalam “Buku Pedoman Rukyat dan Hisab Nahdlatul Ulama” adalah: Imam Mazhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali), Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, Imam ar-Ramli, Imam Bakhit al-Mu’thi, Imam Ba’lawi, dan ulama lainnya. Adapun kitab-kitab karya ulama klasik yang dirujuk NU adalah Fiqh ala al-Mazahibi al-Arba’ah, Majmu’, Tuhfah al-Muhtaj, Nihayah al-Muhtaj, Irsyadu Ahli al-Millah, I’anatut Thalibin, Bughyah al-Mustarsyidin, Syarah Ihya’ Ulumuddin, Fathul Bari, Bidayatul Mujtahid, al-Isyadatul Saniyah, Fatawa ar-Ramli, al-Alamul Mansyur fi Isbathi Syuhur, al-Fatawa asy-Syar’iyah, dan al-Mahalli.



Semua ulama tersebut berpendapat bahwa awal bulan kamariah, khususnya awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, ditentukan berdasarkan rukyatul hilal, dan jika rukyat tidak berhasil maka dilakukan istikmal. Bahkan, term rukyat dalam hadits-hadits hisab rukyat bersifat ta’abbudi ghair al-ma’qul al-ma’na (tidak dapat dirasionalisasi). Itulah alasan mengapa hingga sekarang NU masish memegang teguh rukyatul hilal.

Adapun terhadap kriteria imkan rukyat sebagaimana yang digunakan oleh pemerintah saat ini, PBNU tidak menolaknya secara mutlak. PBNU menggunakan hisab krieria imkan rukyat untuk menerima/menolak laporan rukyatul hilal. Artinya, jika keadaan hilal sudah memenuhi imkan rukyat dan ada kesaksian rukyatul hilal, maka kesaksian tersebut akan diterima. Sebaliknya, jika keadaan hilal masih di bawah kriteria imkan rukyat, dan ada yang mengaku melihat hilal, maka kesaksian tersebut akan ditolak.

Kasus tersebut pernah terjadi misalnya pada saat awal Syawal 1418 H dan Ramadhan 1427 H. Pada saat itu ada yang mengaku dapat melihat hilal, namun karena keadaan hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat, maka PBNU menolak kesaksian itu. Pada kedua kasus tersebut, memang terdapat dinamika di internal NU, yakni keputusan PWNU yang menerima kesaksian hilal pada saat itu.

Penulis pernah belajar ilmu falak di UIN Walisongo SemarangDari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Humor Islam, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 03 November 2017

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

Kupang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah pengurus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sowan ke Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/12/13). Kedatangan mereka adalah dalam rangka konsolidasi partisipasi damai Natal di walayah NTT.

Silaturahmi dilakukan di Markas Polda NTT Kota Kupang, NTT. Rombongan pengurus PW GP GP Ansor dan Banser diterima Kapolda NTT Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana dan jajarannya. Yoga mengaku menyambut baik inisiasi para pemuda yang ingin menjalin persatuan dan kesatuan di lintas agama.

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

"Secara pribadi saya senang respon GP ansor mempunyai niat sama-sama menjaga situasi Natal dan tahun baru di wilayah NTT," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dijelaskan Untung, perbedaan merupakan anugerah Tuhan. Membenci perbedaan berarti tidak mengenali Tuhannya.? Kehadiran manusia didunia karena adanya perbedaan. Dia yakin GP Ansor NTT mampu menghayati ini dengan baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Yoga, terkait perayaan Natal dan tahun baru 2013, kepolisian daerah? NTT berusaha keras menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh pelosok selama aktivitas berlangsung. "Kita saling koordinasi, di mana ada polisi harus ada (pula) perwakilan Banser di setiap gareja di Kota Kupang," ujarnya.

Yoga berharap, GP Ansor dan Banser terlibat bukan saja di pengamanan gareja tetapi juga mengamankan situasi lalulintas dan berpatroli bersama Polisi. Dia mengingatkan, generasi muda perlu waspada dengan berbagai provokasi berbau adu domba melalui jaringan teknologi sekarang ini, seperti baik SMS, BBM, dan Twiter.

Karo OPS Polda NTT Kombes Pol Marffin Efendi saat dialog mendampingi Kapolda mengatakan, selama pengamanan berlangsung di lapangan patut bagi seluruh yang terlibat dalam kegiatan pengamanan untuk selalu? koordinasi.

Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis Aps mengungkapkan terima kasih kepada Polda NTT yang bersedia kerja sama dengan pihaknya untuk bergotong-royong mengamankan secara damai perayaan Natal.

“Sinergi tetap kita bangun di NTT, demi menyatukan keberagaman guna membangun NTT ke depan. GP Ansor tetap semangat dan menyapakati akan menjadi garda terdepan kerukunan umat beragama. Ini bagian dari lokomotif bersama membangun NTT tercinta,” katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Pendidikan, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 23 September 2017

Belajar Sunnah Nabi dari Imam Sayfuddin al-Amidi

Oleh Nadirsyah Hosen



Suatu malam Sayfuddin bermimpi berkunjung ke rumah Imam al-Ghazali. Dalam mimpi itu beliau seolah diberitahu untuk memasukinya dan melihat peti. Dia pun membukanya dan melihat jenazah Imam al-Ghazali. Lalu Sayfuddin menyingkap kafan yang menutupi wajahnya dan menciumnya.

Belajar Sunnah Nabi dari Imam Sayfuddin al-Amidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Sunnah Nabi dari Imam Sayfuddin al-Amidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Sunnah Nabi dari Imam Sayfuddin al-Amidi

Sayfuddin ini kelak dikenal dengan nama Imam Sayfuddin al-Amidi (1156-1233). Semula beliau mengikuti mazhab Hanbali sewaktu beliau masih kecil sesuai dengan lingkungannya saat itu. Kemudian beliau berguru pada Syekh Abul Qasim ibn Fadlan yang bermazhab Syafii. Sayfuddin Amidi juga lebih cocok dengan aqidah Asyariyah. Maka jadilah beliau seorang ulama terkemuka dari Mazhab Syafii yang Sunni Asyari. Dari Baghddad, beliau pindah ke Mesir dimana beliau mendapati fitnah dari sebagian pihak yang menuduhnya sesat, kemudian beliau pindah ke Damaskus dan menulis kitab Ushul al-Fiqh yang sangat terkenal, yaitu kitab al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam. Kitab ini merangkum dan menjelaskan masalah dalil dan kaidah istinbath dari empat kitab utama: al-Amd, al-Mutamad, al-Burhan dan al-Mustasfa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Nama kitab terakhir, al-Mustasfa, merupakan karya Imam al-Ghazali. Inilah pengaruh mimpi spiritual Sayfuddin al-Amidi yang mencium jenazah Imam al-Ghazali. Beliau sendiri menuturkan: "selepas mimpi itu aku berkata pada diriku sendiri untuk mengambil perkataan Imam al-Ghazali. Kemudian dalam waktu singkat aku hafal isi kitab al-Mustasfa karya Imam al-Ghazali".

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Murid Imam al-Amidi yang sangat terkenal adalah Syekh Izzudin Abdus Salam. Beliau berkata tentang gurunya: "Tidak saya pelajari kaidah-kaidah pembahasan kecuali dari Imam al-Amidi." Atau di kesempatan lain, "Tidak saya dengar pengajaran yang paling bagus mengenai kitab al-Wasith-nya Imam al-Ghazali seperti yang disampaikan oleh Imam al-Amidi" dan ungkapan-ungkapan senada lainnya yang mengagumi Imam al-Amidi. Syekh Izzudin ini pada masanya digelari Sulthan-nya ulama.

Salah satu pembahasan penting dalam kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Amidi adalah mengenai kedudukan Sunnah Nabi. Beliau mengemukakan bagaimana para pakar Ushul al-Fiqh berbeda pandangan mengenai perbuatan Nabi yang menjadi dalil syari. Kemudian beliau memaparkan pandangannya.

Pertama, perbuatan Nabi yang merupakan hal biasa yang dilakukan manusia pada umumnya seperti makan, minum, berdiri, dan duduk merupakan perkara mubah yang tidak memiliki konsekuensi hukum.

Saya dapat tambahkan, hal ini dikarenakan semua manusia melakukannya dan Nabi Muhammad juga terikat dengan budaya setempat dalam cara makan dan minum. Ini boleh jadi masuk ke dalam kategori etika saja, bukan kategori hukum. Mengikutinya dibenarkan, tapi tidak menirunya tidak akan berdosa. Saya bisa beri contoh misalnya cara makan Rasul dengan 3 jari memang cocok dengan menu dan pola makan di Arab sana, tapi agak sulit diterapkan di tanah air pas lagi makan sayur lodeh atau di negeri lain yang makan pakai sumpit.

Kedua, ada perbuatan yang khususiyah dilakukan oleh Nabi. Perbuatan yang bagi umatnya sunnah, tapi wajib dilakukan Nabi seperti shalat tahajud. Atau perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh umatnya tapi secara khusus dibenarkan untuk Nabi, seperti menikahi perempuan lebih dari empat, dan berpuasa wishal (terus menerus tanpa berbuka). Sebagai manusia khusus, tentu ada amalan ataupun perlakuan khusus juga untuk beliau SAW. Khususiyah ini tidak berlaku untuk umat Islam dan karenanya tidak masuk kategori hukum.

Ketiga, perbuatan Nabi yang secara tegas dijelaskan sebagai pelaksanaan ataupun penjelasan terhadap ibadah seperti shalat dan haji berdasarkan dalil syari yang wjaib dijadikan pedoman oleh umat Islam. Misalnya Rasul bersabda: "ambillah cara manasik hajimu dari saya" atau "shalatlah kamu sebagaimana aku shalat". Perbuatan Rasul dalam hal ibadah kategori inilah yang memiliki konsekuensi hukum.

Penjelasan Imam al-Amidi ini sangat penting untuk meletakkan secara proporsional nilai etika yang masuk kategori sunnah (perbuatan atau tradisi) Rasul dan mana contoh sunnah Rasul yang masuk kategori hukum, dan karenanya bisa bermakna wajib, mandub, atau mubah. Artinya tidak semua hal yang dianggap sunnah Nabi itu hukumnya wajib kita laksanakan seperti yang dijelaskan di atas.

Di atas etika dan hukum ada kategori yang paling puncak yaitu cinta. Mengikuti Rasul berdasarkan kecintaan kita kepada beliau SAW. Ini sudah melampaui kategori yang dipaparkan Imam al-Amidi. Ini hubungan khusus yang hanya bisa dinilai dengan sebuah rintihan dalam hening: Oh Muhammadku.

Indah wajahnya bagai purnama

Siapa melihatnya kan jatuh cinta

(Shalawat Cinta Uje)

Penulis adalah Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 25 Agustus 2017

Ini Tips Pagar Nusa Klaten Hadapi Begal Motor

Klaten, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Fenomena begal yang membuat resah belakangan ini membuat para pemotor harus selalu waspada. Meskipun kini aparat kepolisian sudah semakin mengintensifkan patroli di area-area rawan kejahatan, tapi kita juga perlu berjaga-jaga agar bisa terhindar aksi begal motor.

Ini Tips Pagar Nusa Klaten Hadapi Begal Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tips Pagar Nusa Klaten Hadapi Begal Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tips Pagar Nusa Klaten Hadapi Begal Motor

Iman Widodo, pengurus Pencak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa Klaten, memberikan tips bila sewaktu-waktu berhadapan dengan begal. “Pertama, yang perlu diperhatikan pengendara yang jadi sasaran adalah terlihat lemah, seperti orang yang ngantuk pulang kerja dan gestur tubuh miring,” ujar dia kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Jumat (6/3).

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut, sewaktu berkendara motor apabila mengantuk lebih baik juga untuk tidak ? jalan sendirian. “Karena orang mengantuk biasanya tidak aware dengan situasi sekitar dan mudah ditaklukan,” imbuhnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih lanjut diterangkan Iman, bila keadaan sudah semakin gawat, maka perlu tindakan yang lebih cepat dan taktis. “Bila sudah mulai dikejar, selalu pantau gerakan mereka melalui spion, jangan lepas fokus dari kondisi jalan di depan. Biasanya begal hapal kondisi medan mereka beraksi,” terang Iman.

Selain itu, jangan pernah membiarkan mereka melewati motor kita atau memberikan ruang luas di samping. “Kalau berani, pepet ban depannya dengan ban belakang kita, atau tendang ban depan atau bagian shock depan,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tips terakhir yang tidak kalah penting, katanya, yakni jangan terpancing berhenti di kerumunan orang atau warung yang terlihat ramai, sebab biasanya justru terkadang, di sanalah komplotan mereka ada yang menunggu.

“Sebaiknya cari pos polisi, pom bensin, minimarket atau komplek perumahan yang ada penjaga. Begal sangat menghindari lokasi yang dimana kemungkinan ada CCTV,” tandasnya. (Ajie ? Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Pendidikan, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw