Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Khittah NU 1926 Tak Hanya Bicara Hubungan NU-Politik

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 tidak hanya menerangkan ihwal hubungan organisasi NU dengan politik, tetapi juga hal-hal mendasar lainnya terkait soal ibadah kepada Allah SWT dan soal kemasyarakatan.



Khittah NU 1926 Tak Hanya Bicara Hubungan NU-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Khittah NU 1926 Tak Hanya Bicara Hubungan NU-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Khittah NU 1926 Tak Hanya Bicara Hubungan NU-Politik

"Khittah NU mencakup tujuan didirikannya NU, gerakan-gerakan NU dan lain-lain yang sudah dilupakan banyak orang. Kalau orang bicara khittah itu ya bicara hubungan NU dengan PKB, PPP dan partai politik lainnya. Padahal khittah bukan itu," kata Mustasyar PBNU KH Muchit Muzadi di sela-sela acara Puncak Peringatan Harlah Ke-82 NU di Jakarta, Ahad (3/1).

Pada Muktamar Ke-27 tahun 1984 secara resmi NU kembali ke "Khittah NU 1926" dan ditandai dengan keluarnya NU dari PPP dengan kembali menjadi organisasi sosial keagamaan sebagaimana saat didirikan pada 31 Januari 1926. Karena itu pembicaraan Khittah NU sering dikaitkan dengan urusan politik saja.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya termasuk orang yang terlibat dalam proses kembali ke khittah itu. Saya tahu persis ceritanya. Khittah NU itu ya dasar agamanaya, akidahnya, syariatnya, tasawufnya, faham kenegaraannya, dan lain-lain," kata kiai Muchit.

Keputusan Muktamar Ke-27 NU di Situbondo, Jawa Timur, pada pasal pengertian khittah menyebutkan bahwa Khitthah Nahdlatul Ulama adalah landasan berfikir, bersikap clan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta daIam setiap proses pengambilankeputusan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Landasan tersebut adalah faham Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang diterapkan menurut kondisi kemasyarakatan di Indonesia, meliputi dasar-dasar amal keagamaan maupun kemasyarakatan. Khitthah Nahdlatul Ulama juga digali dari intisari petjalanan sejarah khidmahnya dari masa ke masa.

Kiai Muchit menegaskan, khittah NU dalam masalah kenegaraan misalnya terkait dengan persoalan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahwa dalam khittah NU, NKRI sudah final, dan NU tidak sepakat dengan pemberlakukan hukum Islam secara legal formal. "Jadi Khittah NU itu adalah NU secara keseluruhan," katanya.

Dalam keputusan Muktama Ke-27 itu juga disebutkan bahwa sebagai organisasi keagamaan, Nahdlatul Ulama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari umat Islam Indonesia.

Namun dijelaskan juga bahwa NU senantiasa berusaha memegang teguh prinsip persaudaraan, toleransi, kebersamaan dan hidup berdampingan baik dengan sesama warga negara yang mempunyai keyakinan atau agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 04 Februari 2018

Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik

Oleh Much. Ngisom Cholil

Untuk mengumpulkan santri santrinya yang saat ini tersebar di seluruh penjuru tanah air, setiap bulan maulud, Habib Luthfi menggelar acara mauludan di samping untuk memperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, juga untuk mengumpulkan para santrinya? yang ribuan jumlahnya. Acara mauludan yang digelar selalu lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan hadir secara khusus bersama menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Apalagi beberapa kegiatan penunjangnya seperti? nikah masal, pawai panjang jimat dan pentas musik samer El Balasik asal Jember Jawa Timur dua malam berturut turut, menjadikan suasana peringatan terasa lebih hidup.

Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik

Bahkan, untuk menjamu ribuan tamu yang hadir pada acara mauludan, Habib Luthfi tidak mengalami kesulitan yang berarti. Pasalnya, segala ubo rampe hidangan seperti kambing, beras, dan lain lain sudah disiapkan santri-santrinya dari berbagai pelosok di tanah air. Sehingga panitia tinggal mengatur dan mendistribusikan saat acara berlangsung. Bahkan sejak 10 tahun terakhir terjadwal secara rutin menggelar maulid keliling di beberapa daerah dan saking padanya jadwal hingga bulan Syawal masih ada kegiatan maulid Rasulullah SAW.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan mauludan yang digelar pada tahun 1437 Hijriyah kemarin merupakan kegiatan rutin tahunan santri santri Habib Luthfi. Bahkan jauh sebelumnya telah pula diadakan, meski secara sederhana. Namun sejak lima belas tahun terakhir, dimana sejak dibangunnya gedung Kanzus Sholawat yang terletak di Jalan dr. Wahidin Pekalongan, kegiatannya semakin intensif. Tidak saja peringatan mauludan saja yang digelar. Akan tetapi beberapa kegiatan lainnya seperti pengajian malam reboan, Rabu pagi dan Minggu pagi selalu mengisi gedung Kanzus Sholawat.

Sebegitu pentingkah acara itu sehingga menjadi magnet bagi masyarakat secara luas? kegiatan peringatan mauludan memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya yang oleh santri santri senior di panggil abah. Sebagai ulama berpengaruh, beliau sering menjadi rujukan pendapat, baik masalah sosial, politik, ekonomi, budaya dan keagamaan. Sehingga rakyat jelata hingga pejabat tinggi pun seringkali datang ketemu beliau untuk sekadar silaturahim hingga minta fatwa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Suatu ketika Jamal Mirdad seorang seniman musik asal Jepara mampir ke rumah Habib Luthfi. Oleh Habib kemudian diantar ke salah satu sudut ruangan yang berisi seperangkat alat musik dan hasil rekaman suaranya, tampak sekali kekaguman Jamal atas suara dan kreasi musik yang dihasilkan. Pasalnya untuk mencapai tingkat kualitas yang diperlukan hingga masuk dapur rekaman diperlukan berbagai persiapan, ternyata Habib Luthfi tidak memerlukan waktu yang cukup lama.

Sebagai ulama yang sangat disegani oleh masyarakat, musik sudah merupakan bagian dari kehidupan Habib Luthfi. Apalagi ayahandanya juga seniman musik yang amat disegani pada waktu itu, sehingga tidak heran jika Habib Luthfi di samping ahli dibidang agama juga mahir memainkan seperangkat alat musik, terutama piano.

Bagi Habib, bermusik adalah sebuah sarana untuk bergaul dengan siapa saja, terutama dengan anak-anak muda dan komponen masyarakat yang heterogen, bagaimana membuat daya tarik sehingga mereka mengikuti kita. Apalagi para pendahulu ulama salaf juga pernah menekuni bidang musik, seperti Jalaluddin Ar Rumi dengan bermusik dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

Musik yang menurut sebagian ulama dianggap bidah dan haram, justru oleh Habib Luthfi menjadi hiburan sehari-hari. Tidak saja sebagai penikmat musik, akan tetapi beliau juga ahli memainkan alat-alat musik dan mengarang lagu, terutama alat musik piano/organ. Di rumahnya saat ini saja ada seperangkat alat musik gambus yang siap dimainkan sewaktu-waktu. Bahkan untuk mengaktualisasikan hobinya, Habib Luthfi memiliki satu grup musik gambus yang biasa disebut “marawis”. Puluhan lagu irama padang pasir mengalun melalui dentingan jari-jari seorang ulama besar, siap menyirami kalbu yang gersang oleh denyut nadi kehidupan dunia yang semakin tak menentu.

Bahkan untuk memberikan nuansa lain pada peringatan maulid, Habib tak segan segan memanggil grup musik ternama seperti Balasyik asal Jember Jawa Timur, juga menggelar pentas wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal. Maka lengkaplah kehidupan seorang ulama Habib Luthfi bin Ali bin Yahya yang ahli dalam bidang agama dan membaur dengan masyarakat dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya. Sesekali dalam waktu senggangnya, dirinya selalu menyempatkan menekan tombol tut tut piano yang berada di salah satu ruangan rumahnya dan mengalunlah dentingan irama padang pasir yang cukup dikenal dan akrab di telinga kita, baik irama klasik maupun modern.

Penempatan kembali muktamar thariqoh ke-10 Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah di Pekalongan pada tahun 2005 kemarin sempat memunculkan kecurigaan dari berbagai pihak dengan ingin tampilnya kembali Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebagai Rais Aam Jatman. Pasalnya

pada muktamar ke-9 lima tahun silam juga telah digelar di tempat yang sama dan menghasilkan Habib Luthfi bin Yahya sebagai Rais Aam. Meski akhirnya muktamirin sepakat kembali mememilih dan menunjuk Habib Luthfi untuk menjadi Rais Am yang kedua kalinya. Akan tetapi tudingan itu ditepis oleh Habib Luthfi. Yang jelas keinginan Pekalongan sebagai tuan rumah bukan atas kehendak dirinya, akan tetapi merupakan keputusan rapat pleno pengurus Idarah Aliyah.

Sebenarnya Lampung juga telah menyatakan siap, akan tetapi para pengurus yang sudah sepuh-sepuh itu keberatan jika muktamar diletakkan di luar Jawa. Akhirnya Pekalongan kembali ditunjuk sebagai tuan rumah, ujar Habib suatu ketika. Hal ini tak lain adalah semata-mata demi kemudahan pelaksanaan saja. Baginya, jabatan merupakan amanah dan tidak bisa diminta-minta. Dimanapun tempatnya, dirinya menyatakan siap diposisikan. Pasalnya, seseorang yang ingin berjuang bukan harus pada jabatan ketua

umum saja. Artinya, pengabdian dan perjuangan dapat dilakukan seseorang sesuai dengan kemampuannya masing masing dan saya siap mendukung siapapun yang terpilih, ujarnya.

Bahkan pada saat digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kota Pekalongan, Habib Luthfi tidak berada di Pekalongan, beliau malah sedang ada acara di Jawa Timur. Toh demikian seluruh peserta musda sepakat menempatkan kembali Habib Luthfi menjadi Ketua Umum MUI Kota Pekalongan untuk yang kedua kalinya di gedung Kanzus Sholawat sebagai pusat kegiatan keagamaan di Kota Pekalongan. Kehadiran gedung Kanzus Sholawat sejak sepuluh tahun terakhir ini telah memberikan andil yang tidak sedikit terhadap penanaman nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus Islam melalui perbagai kegiatan yang digelar setiap hari, mingguan maupun tahunan.

Bangunan gedung yang cukup megah bantuan dari para aghniya yang peduli terhadap perkembangan Islam di Kota Pekalongan telah mampu menjadi magnet tidak saja bagi masyarakat di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Akan tetapi masyarakat dari berbagai penjuru yang setiap hadir hadir secara? bergelombang baik untuk sekadar transit setelah menempuh perjalanan jauh maupun untuk menemui tokoh ulama kharismatik yakni Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Belum lagi masyarakat tidak jarang menggunakan untuk keperluan sosial, tempat diskusi hingga kajian-kajian

keagamaan seperti pengajian Selasa malam khusus untuk bapak-bapak, pengajian Rabu pagi khusus untuk ibu-ibu, pengajian Jumat Kliwon maupun majelis-majelis tahunan seperti nikah maulid dan peringatan maulid Nabi Agung Muhammad SAW hingga tempat penyelenggaraan kegiatan tingkat

nasional yakni Muktamar Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyah ke-9 dan ke-10.

Melihat nilai manfaat yang dirasakan masyarakat cukup nyata, tentu saja pengurus/pengelola Gedung Kanzus Sholawat berusaha untuk dapat memenuhi segala sarana maupun prasaran yang menjadi penunjang kegiatan agar masyarakat yang hadir dapat merasa nyaman. Bahkan Kanzus Sholawat sebagai pusat kegiatan keagamaan telah berkali kali dikunjungi oleh Mursyid Thariqah manca negara, duta besar negara sahabat hingga Presiden RI DR Susilo Bambang Yudhoyono beserta Hj Ani Yudhoyono dan beberapa menteri Kabinet Indonesia bersatu. (*)

KEGIATAN KANZUS SHOLAWAT

Mingguan :

• Pengajian rutin Selasa malam “Kitab Ihya Ulumuddin”

• Pengajian rutin Rabu pagi “Kitab Fathul Qorib”

Bulanan :

• Pengajian rutin Jum’at Kliwon pembacaan kitab “Jami’ Ushulil Aulia”

• Pengajian Jum’at Legi pembacaan “Dalailul Khoirot”

• Ahad Pahing pengajian thariqah khusus ibu-ibu.

Tahunan :

•? ? ? Peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW

• Nikah Maulid

• Pawai Panjang Jimat Pekalongan

• Pembacaan Dalailul Khoirot

• Pembacaan Kitab Ihya Ulumuddin dan manaqib

• Khotmil Qur’an

• Rangkaian Haflah Maulid Rasulullah di 60 tempat

• Halal bi Halal tanggal 2 Syawwal

Sekretariat :

Jalan dr. Wahidin 70 Pekalongan Jawa Tengah Phone / Fax. 0285-427997

*)? Penulis adalah Ketua PC LTN NU Kota Pekalongan dan kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw tinggal di Kota Pekalongan Jawa Tengah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 30 Januari 2018

Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan

Bengkulu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Wakil Presiden RI, H. Hamzah Haz menyatakan bila bangsa Indonesia sudah melaksanakan shalat dan membaca Al Qur’an dengan baik, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa teladan di dunia.

"Bila umat 85 persen Islam di Indonesia melaksanakan hablum minallah dan hablum minannas yang diujudkan dengan shalat dan baca qur’an, Insya Allah bangsa Indonesia akan jadi bangsa teladan," kata Hamzah Haz, dalam sambutannya ketika menutup STQN ke XVII di Kota Bengkulu, Minggu malam.

Untuk bisa menjadi bangsa teladan itu, umat Islam haruslah mampu membangun ahlakul qorimah yang diimplementasikan dengan shalat lima waktu tepat waktu begitu azan dikumandangkan.

Begitu juga dengan kegiatan membaca al qur’an jangan hanya dilaksanakan pada saat akan seleksi dan musabaqah saja, tapi harus dilakukan dirumah, dimajelis taklim serta dikhatamkan.

Hamzah menekankan yang diperlukan sekarang adalah akhlak yang mulia. Masjid lebih cepat dalam membentuk ahlakul qarimah dan untuk mengatasi keadaan sekarang tidak cukup dengan tertib hukum.

Wapres yang akan mengakhiri jabatannya Oktober 2004 mendatang itu meminta pihak terkait agar menempatkan Depertemen Agama dan Departemen Pendidikan sebagai pilar pembangunan guna memperbaiki akhlak kepribadian Bangsa Indonesia.

"Krisis kepribadian bangsa Indonesia saat ini dinilai oleh bangsa lain sangat merosot seperti Amerika mengangap negara kita sebagai jaringan terorisme dan juga negara nomor enam korupsi terbesar di dunia," ujar mantan Menko Kesra itu.

Kini kondisi bangsa Indonesia makin memprihatinkan dengan maraknya perjudian, penyalahgunaan narkoba yang sudah merusak generasi muda serta pornografi. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar didunia seharusnya Indonesia mampu memberikan teladan kepada negara lain dengan memiliki pribadi yang akhlaqul karimah.

Dalam kaitan STQN yang merupakan bagian penting dalam membangun akhlak, sudah seharusnya pendidian agama diberikan biaya lebih besar dari sekolah umum. Hal itu didasari dari dua manfaat sekaligus yang dihasilkan dari sekolah agama yaitu mencetak manusia yang memiliki otak/intelektual dan kedua berhati mulia.

"Kalau sekolah umum hanya otak saja, tapi jiwa dan hati masih kosong hingga akhlak jadi runtuh karena anak tak dididik dengan pendidkan agama memadai," ujarnya.

Tugas guru dan ustadz jauh lebih berat daripada guru dipendidikan umum. Oleh karena itu ia mengharapkan gubernur, walikota dan bupati untuk mengalokasikan dana pendidikan besar dibidang agama.(mkf/an)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan

Rabu, 24 Januari 2018

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Upaya PBNU untuk mencetak para santri yang siaga bencana kini semakin mantap. Melalui pelatihan di tiga pesantren yang berdekatan dengan lokasi rawan bencana, tahun ini akan terlatih 600 orang kader siaga bencana.

Kali ini, pilot project pelatihan ini dilakukan di Ponpes Nurul Islam Jember, Ponpes Darussalam Watucongol Magelang, dan Pesantren Assidiqiyyah Jakarta. Masing-masing pesantren melibatkan 200 orang.

Project Manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRM NU) Ir. Avianto Muhtadi, MM, yang tengah berada di Jember mengungkapkan terdapat 18 pilot project yang akan digarap sampai tahun 2009 di daerah-daerah riskan bencana. Jika target tersebut tercapai, akan terdapat 3600 kader siaga bencana.

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana

“Dari kader-kader yang sudah terlatih itu, diharapkan bisa mmbentuk kelompok-kelompok siaga bencana yang berbasis santri dan masyarakat. Paling tidak mereka sudah punya bekal,” tukas Avintao kepada kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Kamis.

Untuk memfasilitasi pelatihan ini, CBDRM NU membuat modul penanganan bencana ala NU yang bisa dijadikan panduan. Istimewanya, modul ini memasukkan pendekatan keagamaan yang menjadi ciri khas NU.

 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Assiten II Pemkab Jember Fadalah yang menjadi narasumber dalam pelatihan itu menyambut baik progarm tersebut. Menurutnya, dalam menangani bencana, Pemkab memang tidak bisa sendirian, Satkorlak juga kewalahan. Karena itu, Pemkab perlu membangun sinergi dengan segenap elemen masyarakat. “Nah, kalau ini NU yang memulai lebih dahulu, saya angkat jempol”, ujarnya

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelatihan penanganan bencana di Jember berlangsung pada 27-31 Maret. Para peserta diambil dari 5 desa yang merupakan daerah rawan bencana. (ary).



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 18 Januari 2018

Shalat Dhuha, Cara Sirbin FC Awali Laga Sepakbola

Blora, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Apa yang umumnya dilakukan pemain sepak bola menjelang permainannya? Mungkin, mereka akan sibuk berganti jersey, mengatur gaya rambut, atau sekadar melakukan warming up, pemanasan di pinggir lapangan tempat pertarungannya.

Lain halnya dengan Faqih Umam dan kawan-kawannya. Santri yang juga anggota kesebelasan Sirbin FC Grobogan ini bersama dengan rekan setimnya melakukan ritual shalat sunah dhuha. Ya, dikarenakan laga yang akan dijalaninya dimulai pukul 10.00 WIB, mereka menyempatkan sebagian kesenggangan jelang laga dengan beribadah shalat dhuha menjalankan sunah rasulnya.

Shalat Dhuha, Cara Sirbin FC Awali Laga Sepakbola (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Dhuha, Cara Sirbin FC Awali Laga Sepakbola (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Dhuha, Cara Sirbin FC Awali Laga Sepakbola

Ketika ditanya, ternyata hal tersebut merupakan ritual keseharian mereka ketika dipesantren.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Biasanya, kami melakukan shalat dhuha saat istirahat sekolah,” ujar Faqih.



(Baca: Meski Bunuh Diri, Sirbin FC Menang 2-1 Lawan Amtsilati FC)


Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut mereka, shalat dhuha sangat berpengaruh terhadap kesuksesan mereka. Apalagi dalam momen-momen penting seperti ini. Tentu dengan berdoa kepada Allah dan bertawasul dengan melakukan ibadah sunah dhuha merupakan persiapan rohani yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Begitulah santri, dalam sanubarinya telah tertanam keyakinan bahwa segala sesuatu harus diusahakan semaksimal tenaga. Dan agar usaha tersebut membuahkan hasil dengan harapannya, maka harus dibarengi dengan berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala. Karena pada hakikatnya, urusan menang-kalah adalah keputusan Allah semata. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 10 Januari 2018

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama

Wonosobo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, KH Abdul Halim mengatakan, memilih pemimpin adalah siasat dunia untuk menjaga agama Islam. Bila seorang warga tidak menggunakan hak pilih, berarti tidak peduli terhadap penjagaan agama dan persoalan kesejahteraan masyarakat.

Kiai Abdul Halim mengatakan hal  itu pada pertemuan Kader NU se-Kabupaten Wonosobo di Gedung Pertemuan Sirajul Munir, Wonosobo, pada Kamis (23/5).  Kegiatan itu dihadiri para pengurus PCNU serta lajnah, lembaga dan Banom.

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama

Karena itu, Kiai Abdul Halim mengimbau kepada Nahdliyin untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada Ahad, (26/5) nanti.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sedangkan tentang kriteria pemimpin yang akan dipilih, ia mengatakan, pilih pemimpin yang paling bertaqwa kepada Allah, “Karena pemimpin yang bertaqwa pasti amanah dan memiliki kepekaan sosial,” katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan lain Sekretaris PCNU Wonosobo, Nurcholis, mengatakan bahwa warga NU harus menjadi contoh bagi warga Wonosobo pada umumnya untuk menggunakan hak pilihnya dalam setiap Pemilu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, semakin tinggi pemilih yang menggunakan hak pilihnya semakin legitimed pemimpin yang terpilih, “Sebaliknya jika lebih banyak warga yang tidak menggunakan hak pilihnya maka  telah mengikhlaskan kepemimpinan kepada pihak lain yang belum tentu sesuai dengan aspirasinya,” jelasnya.

Ditanya soal ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang ada, Nurhcholis mengaku masyarakat Wonosobo itu harus menghargai dan menghormati proses demokrasi. Salah satunya dengan memberikan hak pilihnya kepada salah satu calon.

Ia mengimbau, warga Nahdliyin menunjukkan bahwa kita warga negara yang baik, kita cinta negeri ini dengan cara menghormati proses demokrasi, “Dengan cara mendatangi TPS-TPS yang telah disediakan, tentang pilihan terserah kepada hati nurani masing-masing,” terangnya.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, Sholawat, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 09 Januari 2018

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kebakaran yang diakibatkan oleh bocornya gas berbahaya seperti LPG, tak perlu terlalu dirisaukan. Pasalnya, saat ini telah ditemukan alat pendeteksi kebocoran gas sehingga ledakan maupun kebakaran yang diakibatkannya bisa dihindari.

Adalah Muhammad Wiliam Mursyida, Fani Rosiful dan Alvin Widiardi yang berhasil menemukan alat canggih tersebut, dan diberi nama “D’tron Fire Flow Alarm”. Temuan ketiga siswa MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur itu? berhasil meraih juara harapan pertama? dalam lomba Instrumentation And Control Competition (ICONIC) 2016 di ITB Bandung, belum lama ini.

Dalam lomba berskala nasional tersebut, MA Unggulan Nuris menjadi satu-satunya perwakilan pesantren yang mampu bersaing dengan ratusan delegasi sekolah umum di tanah air.

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas

Menurut Wiliam, alat tersebut dilengkapi dengan sensor yang berfungsi menyensor gas berbahaya dalam ruangan. Juga ada alarm untuk mengirim tanda bahaya ketika sensor menemukan gas yang bocor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tidak hanya itu, ketika alat tersebut menemukan gas berbahaya, maka? secara otomatis gas tersebut dikumpulkan dalam satu titik, lalu mendorongaya keluar ruangan sehingga kepadatan gas dalam ruangan berkurang. “Ketika gas? liar dalam ruangan bisa dibuang keluar, maka tak akan terjadi kebakaran,” ucapnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di kompleks Pesantren Nuris, Senin (26/9).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rekan Wiliam, Fani Rosiful mengaku penemuan alat tersebut terilhami oleh banyaknya kejadian ledakan atau kebakaran akibat bocornya gas yang tersambung ke kompor. Penggunaan kompor gas, katanya, selain irit juga minim polusi. Namun kenyataannya, ada bahaya lain yang mengancam, yaitu ledakan. “Maka kami berpikir, dan akhirnya terciptalah alat itu,” tukas pemuda asal Wuluhan itu.

Nama D’tron adalah kepanjangan dari the electronic. Pembuatan alat tersebut memakan waktu sekitar satu bulan dengan menghabiskan dana kurang dari Rp 1 juta. Sedangkan sebagian besar komponen D’tron Fire Flow Alarm diambil dari peralatan bekas elektronik yang tersimpan di laboratorium Nuris.

“Kami berharap agar pemerintah dapat mematenkan prototype alat ini, dan bisa diproduksi secara massal untuk kepentingan kenyamanan dan keamanan penggunaan kompor gas,” harapnya.

Wiliam, Fani dan Alvin adalah kelas XII MA Unggulan Nuris. Ketiganya tergabung? dalam satu tim, yang setiap sore berkumpul melakukan eksperimen dan mencoba melakukan inovasi ilmiah.

“Mereka juga dijamin lancar membaca kitab kuning. Khusus Wiliam, dia TOEFL-nya hampir 500,” terang Gus Robith Qashidi, Pengasuh Pondok Pesantren Nuris. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 08 Januari 2018

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

Banyumas, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ribuan warga NU Kabupaten Banyumas melakukan aksi damai menolak program lima hari sekolah atau full day school (FDS) yang dinilai akan mematikan keberadaan madrasah diniyah (Madin) serta pondok pesantren, Senin (7/8).? Aksi yang terdiri atas kalangan santri dan pengelola madrasah ini dipusatkan di alun-alun Kota Purwokerto.

Ribuan santri dari berbagai sekolah dan pesantren NU se-Kabupaten Banyumas hadir memadati alun-alun. Mereka membawa berbagai macam sepanduk berisi penolakan.

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

Mereka juga terus meneriakkan penolakan terhadap program FDS. "Kita seluruh warga NU Banyumas menolak Full Day School dan meminta kepada Presiden Jokowi agar menegur Menteri Pendidikan agar membatalkan program FDS. Bahkan kita minta agar Presiden mencopot Menteri Pendidikan," kata Kordinator Aksi, Taufiq Hidayat.

Beberapa poster dan spanduk dibawa oleh meraka. Tuntutan mereka berbunyi, “Batalkan Full Day School, Tolak 5 Hari Sekolah”, “Ngaji Yes! Full Day School Day No!!”, “Ngaji Sinambi Sekolah Bukan Sekolah Nyambi Ngaji”, dan “Pak Jokowi, Tolong Pak Muhajir diganti!!”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kebijakan lima hari sekolah dianggap lebih banyak mendatangkan kerugian dibanding manfaatnya. Secara budaya, program sekolah lima hari itu mengancam keberadaan madrasah diniyah. Padahal madrasah merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan budi pekerti kepada anak didik. Para santri-santri dahulu yang berjuang membela kemerdekaan juga terdidik di madrasah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Korlap Aksi, Taofik Hidayat, dan Ketua PCNU Banyumas Maulana Ahmad Hasan, mereka mendesak pemberlakuan kembali enam hari sekolah. Mereka mendesak Muhadjir Effendy dicopot dari Mendikbud karena dinilai telah menimbulkan kegaduhan yang meresahkan dunia pendidikan nasional.

Mereka juga meminta Bupati Banyumas menghentikan program lima hari sekolah di seluruh sekolah yang ada di Banyumas tanpa kecuali.

Aksi ini berjalan dengan damai. Mereka mendapat penjagaan ketat dari personel kepolisian dan Banser NU.

Mereka ditemui oleh Wakil Bupati Banyumas Budhi Setiawan. Kepada massa aksi, Budhi berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi dan desakan itu ke Pemerintah Pusat. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

Sesungguhnya kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya khusus untuk-Nya.

Dan Dia Yang Maha Perkasa tanpa peduli akan melemparkan siapapun yang sombong ke dalam api neraka.

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. sungguh hanya dengan taqwalah kita dapat mengisi kehidupan ini dengan segala sifat-sifat kebaikan dan menghindar dari sifat tercela. Diantara sifat baik yang dulu menjadi karakter bangsa ini dan kini semakin menipis karena terkena erosi kehidupan materialistic adalah tawadhu'. Dan hal ini secara otomatis menyuburkan sifat tercela yang menjadi kebalikannya yaitu takabbur atau sombong.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam kesempatan ini, khatib hendak menengok kembali kedua sifat yang saling bertentangan ini. sekedar sebagai pengingat bagi kita semua agar tidak semakin terjerumus dalam kesombongan-kesombongan yang menyebabkan Allah swt membenci kita.

Hadirin Jama'ah Jum'ah yang Berbahagia

Tawadhu' termasuk salah satu sifat terpuji yang harus dimilki oleh seorang muslim. Tawadhu' secara bahasa dapat dimaknai dengan 'merendahkan diri'. Artinya sengaja memposisikan diri lebih rendah dari posisi sebenarnya. Pada dasarnya tawadhu' hanya ditujukan kepada Allah Yang Maha Agung. Yakni merasa lemah dan tidak berdaya dibanding dengan kekuasaan Allah swt. apalah kuasa manusia sampai berani mengharap surganya Allah? apakah Allah rela memberikan surga kepada seorang hamba, jika hamba tersebut merasa tidak memerlukan surga? Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa tujuan tawadhu sebenarnya adalah mengharapkan surga (ridha-Nya) Allah swt dan menghindarkan diri dari api neraka (thoma'an li jannatihi ta'ala wa rahban min narihi ta'ala).

Meskipun tawadhu' ditujukan kepada Allah swt sebagai bukti adanya hubungan fertikal, tetepi harus dibuktikan dalam praktek keseharian ketika bermuamalah dengan seksama yang mengandaikan hubungan horizontal. Sebagaimana di terangkan dalam surat al-Furqan ayat 63

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Artinya bahwa diantara tanda-tanda orang yang memiliki sifat tawadhu' selalu berjalan dengan menundukkan kepala. Seolah-olah tidak pernah melihat langit. Berjalan dengan santai tanpa membusungkan dada. Meskipun ia memiliki kuasa sebagai gubernur, jendral ataupun ulama misalnya. Hal ini berbeda dengan orang-orang yang sombong yang berjalan dengan mendongak ke atas tidak pernah melihat bumi. Bahkan ketika mereka disapa dan dikomentari, mereka hanya menjawab 'salama', yang artinya keselamatan atas kita semua, diantara kita tidak ada yang lebih baik, aku juga tidak lebih baik dari kamu begitu juga sebaliknya.

Begitu spesialnya sifat tawadhu, sehingga Allah mengistimewakan mereka yang memiliki sifat tawadhu' dengan menyebut 'ibadurrahman' hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang. Hal ini sejalan dengan janji Allah sebagaimana disampaikan kepada Rasulullah saw dalam haditsnya

? ? ? ? ? ? ? ?

Allah akan mengangkat derajat mereka yang memiliki sifat tawadhu', dan akan membenamkan mereka yang bersifat sombong.

Jama'ah Rahimakumullah

Lalu apakah sebenarnya pentingnya tawadhu'? selain mengharapkan derajat dari Allah swt, tawadhu juga menghindarkan diri kita dari sifat yang paling dibenci Allah Yang Maha Kuasa yaitu sombong. Karena kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya pantas dimiliki-Nya. Oleh karena itu Allah sangat membenci orang yang sombong. Hal ini terbersit dari hadits qudsi yang disampaikan oleh Rasulullah saw

? ? ? ? : ? ? ? - ? ? ? ? - : ( ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? (? ?)

Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.

Artinya, kesombongan dan keagungan itu hanya khusus milik Allah. Allah sungguh tidak terima bila ada hamba yang memilki sifat keduanya. Begitu tersinggungnya Allah hingga Ia akan melempar siapapun yang 'menggunakan' kedua sifat itu, ke Neraka tanpa peduli. Tanpa peduli apakah dia seorang sufi, seorang wali, seorang nabi, seorang preiden atau juga seorang raja.

Oleh karena itu guna mempermudah diri melatih menuju ketawadhuan kepada Allah hendaknya seorang hamba harus mengakui dan memiliki beberapa perasaan. Pertama, merasa hina (dzlil) dan meyakini bahwa yang mulia adalah Allah. seorang hamba harus segera sadar bahwa ia seorang yang hina. Ia hanyalah berasal dari setetes air mani, yang jikalau Allah swt menghendaki bisa saja mani itu tumpah dan menjadi konsumsi semut dan lalat.

Kedua, merasa faqir selalu membutuhkan dan Allahlah yang Maha Kaya Raya. Sekarang para hartawan dan miliyuner akan merasa bangga atas kejayaan dan mengandalkan segala macam harta yang dimilikinya padahal kata Allah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...

Sesungguhnya semua harta itu adalah hartaKu, orang-orang faqir itu keluargaKu, dan para hartawan adalah wakilku. Barang siapa yang berlaku pelit terhadap keluargaKu. Aku akan menyiksanya tanpa peduli.

Ketiga, merasa bahwa dirinya adalah orang yang bodoh dan Allah yang Yang Maha Mengetahui. Seringkali para hamba yang dianugerahi ilmu oleh Allah swt. melupakan bahwasannya ilmu itu hanya sekedar titipan Allah swt yang dapat diambil kapanpun. Lihatlah ketika seorag professor, doctor, cendekia tetapi terkena struk apa yang dapat ia lakukan?

Keempat, merasa lemah dan hanya Allah Yang Maha Kuat. Sebagai pelajaran betapa banyak legenda tentang kejayaan para raja yang berkuasa begitu hebatnya, tetapi sekarang hanya tinggal dalam kenangan dan catatan sejarah saja. Bukankah kekuatan negara adidaya di dunia juga selalu silih berganti?

Jama'ah Jum'ah yang Dimuliakan Allah

Adapun gambaran praktek tawadhu kepada sesama dalam kehidupan sehari sangatlah bagus berpegang pada pesan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani kepada muridnya bahwa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jikalau kamu berjumpa dengan seseorang maka hendaklah engkau melihat keunggulannya dibanding denganmu. Dan katkanlah (dalam hati) bahwa "orang itu lebih baik dari pada aku di mata Allah swt". Maka apabila (kamu berjumpa) dengan anak kecil, hendaklah berkata (dalam hati) dia ini belum terlalu banyak maksyiyat (karena umurnya lebih muda) dan otomatis dia lebih baik dari pada aku. Dan apabila (kamu berjumpa) dengan orang tua, hendaklah berkata orang ini telah lama beribadah kepada Allah sebelum aku (karena umurnya lebih tua, maka dia lebih baik dia dari pada aku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang 'alim, hendaklah berkata (dalam hati) dia telah diberi sesuatu (pengetahuan) yang aku belum memilikinya dan dia telah memperoleh sesuatu yang aku belum peroleh dan dia juga telah mengerti apa yang aku tidak mengerti. Dia beamal dengan ilmunya (pastilah lebih diterima amalnya dari padaku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang bodoh, hendaklah berkata dia maksyiat karena kebodohannya, sedangkan aku melakukan maksyiat dengan ilmuku. Sungguh aku tidak tahu apakah aku lebih baik dari pada dia?

Demikianlah khutbah sigkat kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Ya Allah tunjukkanlah jalan kepada hambamu yang sombong ini jalan menuju ketawadhu'an yang engkau ridhai. Karena sesungguhnya hanya engkaulah yang mampu menjadikan kami orang yang bertawadhu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketangguhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terlepas dari peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kekuatan sosial. Banyak contoh negara Islam di Timur Tengah tumbang gara-gara tidak memiliki kekuatan organisasi sosial kemasyarakatan, seperti NU.

Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: NU Penengah Kekuatan Nasionalis-Agama-Politik

NU telah terbukti menjadi perekat dan penengah konflik diantara kepentingan nasionalis dan agama maupun politik, kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

“NU, satu-satunya organisasi yang telah terbukti menjadi perekat dan penengah kekuatan nasionalis, agama maupun politik,” terangnya saat menyampaikan mauidlatul khasanah pada Manaqib Kubro Jami’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyah (Jatman) se-Jateng di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu malam (31/05/14).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kang Said, demikian sapaan akrabnya, menandaskan NU telah menjadi perekat seluruh komponen bangsa. Politik kebangsaan yang dianut NU menjadi kekuatan sosial yang ampuh tanpa membedakan latar belakang apapun. “Ahmadiyah itu sesat, tetapi tidak berarti manusianya harus dibantai, diusir atau pun rumahnya dibakar, tidak,” kata Kang Said mencontohkan sikap toleransi NU kepada mahluk di bumi.

Dia menandaskan, selama masih ada NU maka NKRI selamat. Kekuatan terkecil dari pengurus anak ranting, pengurus ranting, MWC, pengurus cabang, pengurus wilayah hingga PBNU  menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia.  “Selama masih ada PBNU, P = Pancasila, B=Bhineka Tunggal Ika, N=NKRI dan U=UUD 1945, Indonesia selamat,” tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Negara-negara timur tengah yang menganut Islam 100 persen bisa tumbang karena tidak memiliki toleransi dengan Kaum Nasionalis, demikian juga sebaliknya. Sebab Islam bukan hanya aqidah dan syareah. Tapi Islam juga peradaban, intelektual, budaya, kemanusiaan, pendidikan, kesejahteraan dan kemasyarakatan lainnya. “Tradisi NU telah menjadi kekuatan rekonsiliasi grassroot,” ujarnya.

Kang Said juga memberi apresiasi kepada pemimpin, baik presiden maupun bupati agar selektif dalam menerapkan kebijakan. Pasalnya apapun yang menjadi kebijakannya akan berakibat langsung pada masyarakat. Untuk itu harus mempertimbangkan akibat dari kebijakan yang diambilnya apakah akan berbuah maslahat atau berakibat mudlarat bagi umat?

Keputusan yang berpihak kepada umat akan bernilai jihad. Seperti pertama, bisa membangun masyarakat yang beriman, iman yang beralasan. Kedua, syariat islam berjalan dengan baik namun bukan dengan desakan peraturan. Tidak perlu diundangkan tapi dijamin pengamalannya. Karena kalau diundangkan bisa-bisa pelaksanaanya tidak ikhlas. Ketiga, memberi perlindungan kepada warganya yang baik dan benar. Siapapun dia, kalau baik dan benar harus di bela. “Kalau culas, tukamg nyolong, koruptor, meskipun Islam jangan dibela,” tandasnya.

Isighosah dipimpin KH Zaeni Mawardi dari Semarang, KH Chalwani (Purworejo) dan KH Ahmad Said Basalamah (Brebes).

Hadir Rais Syuriyah PWNU Janteng KH Ubaedillah Sodaqoh, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo, Ketua PCNU Brebes H Athoillah SE MSi, Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Aminudin Mashudi dan undangan lainnya.

Managib Kubro dibuka Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo pada siang harinya. Dalam sambutannya gubernurn mengajak kepada seluruh warga Jateng untuk melakukan revolusi mental. Revolusi mental perlu dilakukan karena sudah pada ambang batas toleransi. Berbagai kegiatan yang salah dianggap lumrah. Seperti kasus pungli jembatan timbang yang menyimpang dianggap hal biasa.

Ketua Panitia H Emastoni Ezam SH MH menjelaskan, Manaqib diikuti 20 orang per Syu’biyah (tingkat cabang), 5 Muslimat Thariqah dan 3 Matan (Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyyah). Namun, sebagaimana umumya kegiatan NU maka yang datang melebihi dari undangan resmi. “Yang diundang sekitar 1000, tapi yang datang mencapai 2000 peserta,” kata Toni.

Dalam kegiatan Jatman diisi dengan sidang-sidang Komisi antara lain Komisi organisasi bertempat di Pendopo, Komisi Bahtsul Masail (Pesantren Assalafiyah II), Komisi Muslimat Thariqah (MTs N Model) dan Komisi Matan (Gedung PKK).

Kegiatan yang berlangsung 30-31 Mei 2014 selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj mauidlatul khasanah juga disampaikan Habib Luthfi dari Pekalongan. (Wasdiun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 26 Desember 2017

Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam?

Klaten, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peringatan Haul Agung Sunan Pandanaran digelar di Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (14/5) lalu. Sunan Pandanaran merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Klaten, khususnya bagian selatan dan Gunung Kidul bagian utara.

Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimanakah Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam?

Berdasarkan catatan sejarah, Sunan Pandanaran atau yang juga dikenal sebagai Sunan Bayat, dulunya merupakan mantan Adipati Semarang yang kemudian menjadi murid dari Sunan Kalijaga. Beliau berjasa menyebarkan ajaran Islam dengan budaya dan pemberdayaan umat.

Pendekatan budaya yang dilakukan Sunan Pandanaran, dapat dilihat dari kompleks sekitar pemakamannya, yang bangunannya seperti candi. sehingga menunjukkan bahwa beliau berdakwah dengan memadukan budaya lokal. Lalu ada falsafah “Patembayatan” yang merupakan cikal bakal nama “Bayat” yang berarti musyawarah atau gotong-royong.

Selain itu dalam berdakwah ia juga memikirkan dari segi pemberdayaan umat beliau mengembangkan batik, keramik dan gerabah di Bayat dan sekitarnya. Sehingga tak heran jika Bayat dan sekitarnya, sampai sekarang menjadi sentra industri batik, keramik dan gerabah.

Rais MWCNU Bayat KH Mawardi yang juga masih keturunan Sunan Pandanaran menuturkan, perjuangan dakwah melalui pendekatan damai dan model pemberdayaan umat tersebut patut diteladani. “Maka alangkah baiknya jika kita menjadikan momentum haul kali ini sebagai sarana meneladani perjuangan Sunan Pandanaran,” kata dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mbah Mawardi juga berharap dengan adanya haul, yang rutin digelar setiap tahunnya ini juga dapat memberikan semangat para kader NU di darah tersebut. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 Desember 2017

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

Subang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus MWCNU Kecamatan Binong dan Tambakdahan komitmen menjaga dan menyebarkan ajaran ahlussunah wal jamaah dan Islam rahmatan lil alamin melalui pengajian gabungan setiap bulan dalam sebuah kegiatan bertajuk Pengajian Syahriahan, bulan ini pengajian tersebut digelar di Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (26/7)

KH Saliman yang didaulat memberikan ceramah mengatakan bahwa saat ini paham radikalisme sudah ada di depan mata, untuk menangkal paham yang merusak nama baik Islam tersebut diantaranya dengan menguatkan peran masjid dan majelis talim sebagai media silaturahim dan thalabul ilmi sehingga dapat menguatkan aqidah dan menangkal radikalisme.

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

"Jika warga nahdliyin tetap istiqomah mengoptimalkan pengajian syahriahan, pengajian di majelis taklim dan masjid dioptimalkan, Insyaallah radikalisme dapat dihindari," jelas Ketua MUI Kecamatan Tambakdahan tersebut.

Dalam kegiatan yang mengambil tema menguatkan aqidah islamiyah untuk menangkal paham radikalisme tersebut, Kiai Saliman menegaskan bahwa dakwah Islam yang efektif digunakan di bumi nusantara adalah dakwah yang ramah yang mengusung Islam rahmatan lilalamin.

"Wali Songo berhasil menyebarkan Islam di Nusantara dengan dakwah yang ramah," tambah Mustasyar MWCNU Tambakdahan itu

Selain itu, kata dia, dalam berdakwah mesti didukung oleh berbagai pihak dengan menguatkan peran masing-masing profesi, ustad fokus mengurus dan membimbing para jamaah dan santri dalam menuntut ilmu, orang kaya beramal dengan hartanya untuk kelancaran dan kemajuan pengajian dan orang yang tidak memiliki harta bisa membantu dengan tenaga dan kekuatan fisiknya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut, turut hadir Camat Tambakdahan, Kepala KUA Tambakdahan, ? Danramil serta Polsek Kecamatan Binong dan Tambakdahan. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pondok Pesantren, Daerah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 17 Desember 2017

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Blitar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pola dakwah wali Sembilan (wali songo) perlu diteladani oleh para kader dan penerus NU. Karena, pola yang dijalankan oleh para wali sederhana. Namun mengandung hikmah dan motivasi yang sangat tinggi.

“Dalam berdakwah para wali ini tidak terlalu muluk-muluk dalam penyampaian. Namun, dinamis dalam pelaksanaannya," ujar Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidaytulloh Dawami kepada NU Onlie tadi pagi (10/1), usai melakukan ziarah makam dan pendiri NU di Jatim, tadi pagi.

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Sitem dakwah para wali, lanjut Kiai Noer, tidak macem-macem. Baik pola maupun bahasanya. Sehingga masyarakat luas mudah menerima apa yang disampaikan.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Para wali itu semua hafal Qur’an dan hadits. Tapi mereka tidak banyak mengunakan dalil-dalil itu untuk disampaikan ke umatnya. Namun kandungannya yang dijlentrehkan berfaedah. Misalnya kenduri. Dulu kenduri itu bentuknya sesaji kepada mahluk gaib. Namun oleh wali diluruskan bahwa kenduri itu bagian dari shodaqoh. La shodaqoh itu bagian dari li daf’il balak (menjauhkan dari mara bahaya)," ungkap Kiai Noer yang juga pengasuh pesantren Darur Roja’ Selokajang ini.?

“Jadi dakwahnya sangat sederhana. Namun mengena. Para wali tahu ini Jawa bukan Arab. Sehingga melalui tradisi dan buya itulah para wali bisa menyebarkan Islam di Jawa secara damai. Ini yang perlu diteladani," tambahnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagimana diketahui, sukses pelaksanaan dan hasil dalam konfercab NU Kabupaten Blitar. Panitia konfercab, melakukan safari ziarah wali dan pendiri NU di Jatim. Acara dilaksanakan, 8-9 Januari 2013 kemarin. Ziarah yang diikuti anggota panitia berjumlah sekitar 55 orang itu mengambil rute, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Surabaya dan Jombang.?

“Ziarah kita mulai dari Tuban, lalu ke Lamongan, terus Gresik. Tiba di Gresik pas waktu subuh. Habis Subuhan, kita ziarah ke makam Sunan Giri. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bangkalan untuk ziarah ke makam Syakhona Cholil. Usai dari Bangkalan, rombongan menuju ke Ampel Surabaya,’’ jelas Masduki, ketua panitia.

Tiba di Ampel, lanjut Masduki, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Padahal, rombongan masih belum ke Troloyo Mojokerto dan Tebuireng Jombang. Karena waktunya mepet, maka perjalanan dilanjutkan ke Jombang. Untuk ziarah ke makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).?

Namun sayang, tiba di Tebuireng waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 menit. Pintu gerbang pesarehan sudah tutup. “Yak arena tutup kit abaca tahlil di depan pintu masuk di sebelah barat. Toh hal ini tidak mengurangi pahala tahlil," ujar Masduki menghibur. Setelah itu, rombongan pulang ke Blitar melalui jalur Pare dan Kediri. “Tadi malam sekitar jam 22.00 kita sampai di Blitar," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Khutbah, Daerah, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Penggalang Gugus Depan (Gudep) 779-800 Satuan Komunitas Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama SMK Bahrul Ulum Surabaya akan menyelenggarakan kegiatan jelajah santri. Disamping sebagai ajang mengasah kemampuan dalam kepanduan, kegiatan yang akan mempertemukan para aktifis pramuka se-Surabaya dan sekitarnya ini menjadi media bagi pengenalan keberadaan Sakoma kepada khalayak.

Ketua panitia, Umar Faruq menandaskan "Masa depan yang dihadapi peserta didik semakin sulit dan kompleks. Hal ini sebagaimana disinyalir oleh Nabi Muhammad, yang mengharuskan untuk mengajari anak-anak dengan pengetahuan karena mereka akan hidup pada masa yang tidak sama dengan jaman saat kita hidup," katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw (23/10). Membekali peserta didik dengan life skill adalah salah satu sarana agar mereka tetap bisa bertahan dalam menghadapi segala cuaca dan kondisi maupun perubahan sosial, lanjutnya.

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Penggalang se-Surabaya Selenggarakan Jelajah Santri

"Dan untuk mereka yang seusia penggalang, maka yang diperlukan adalah kegiatan yang memberikan life skill sebagai manusia unggul dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan kehidupan di masa yang akan datang," tandas HM Muchith Syarief MM yang juga penanggungjawab kegiatan ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

H Khoirul Anam, S.Ag yang juga sebagai panitia mengharapkan dengan kegiatan ini dapat mengenalkan Gudep Sakoma kepada masyarakat sekitar.  "Kegiatan juga dapat menambah silaturahim antara anggota pramuka," katanya. Demikian juga kegiatan akan dapat mengembangkan potensi yang terdapat pada anggota Pramuka  Penggalang. Termasuk juga menambah wawasan, pengetahuan, peningkatan kualitas, juga memberikan wadah kegiatan yang positif bagi para Pramuka level penggalang. "Yang tidak kalah penting adalah memberikan award atau penghargaan kepada Pramuka Penggalang yang telah berprestasi selama kegiatan berlangsung," katanya.

Kegiatan yang akan diikuti seratus regu atau delapan ratus penggalang Kota Surabaya dan sekitarnya ini diharapkan juga menambah wawasan kepramukaan secara luas bagi segenap orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di dalamnya. "Selain silaturahim bagi angota Pramuka Penggalang di lingkungan Sakoma, juga sebagai ajang adu prestasi dan evauasi sejauh mana keberhasilan latihan dan kegiatan di Gudep masing-masing," tandasnya.  Pada saat yang sama, masyarakat dapat memperoleh hiburan selama kegiatan berlangsung.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan dilangsungkan 26 Oktober.  "Dari kegiatan ini akan dievaluasi pimpinan Sakoma dan Gudep sebagai tolok ukur untuk pembinaan lebih lanjut," kata Anam, sapaan akrabnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mendapatkan materi dan pendalaman seperti praktik ibadah, keaswajaan dan ke NU an, Pancasila, pioneering, semaphore, morse, sandi, P3K, pakaian atau seragam, serta halang rintang yakni meniti, merayap, dan jaring laba-laba. Keseluruhan materi disampaikan dalam model upacara,  penjelajahan serta perlombaan.

"Kegiatan penjelajahan penggalang pernah dilaksanakan di gugus depan kami dengan kapasitas lebih kecil. Dengan bantuan simulasi dari kwartir daerah, kami berharap kegiatan semacam ini lebih berkualitas dan berdampak positif bagi perkembangan gugus depan," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 09 Desember 2017

Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda

Kubu Raya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Ranting GP Ansor Pasak Piang menggelar Ansor Bershalawat, di kediaman Ketua Ranting Desa Pasak Piang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (04/11) malam. Kegiatan yang menjadi agenda rutin ini dirangkaipembacaan Yasin dan Tahlilan.





Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus, anggota Banser dan warga sekitar, bertujuan untuk menjaga ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh para kiai Nahdlatul Ulama dan para wali penyebar agama Islam di Nusantara.

Ketua GP Ansor Pasak Piang, Faishol menjelaskan selain ber-tawassul kepada para mendiang pendahulu-pendahulu layaknya khas tradisi Nahdliyyah, penghadiahan pahala juga dihaturkan kepada keluarga-keluarga keluarga anggota Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Siapa lagi yang akan melestarikan amaliyah NU seperti tahlilan, shalawatan, dan ber-tawasul kepada para pendahulu, guru-guru dan orang tua kita kalau bukan generasi muda Nahdlatul Ulama, agar mereka yang sudah meninggal pun merasakan manfaat dari kita yang ber-Ansor ini," jelas Faishol.

Menurutnya tugas dan kewajiban yang harus dilakukan pemuda Ansor selain menjaga gerakan Islam Indonesia sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin,? kiprah Ansor juga harus turut dalam membangun jasmani dan rohani.

"Dan tidak melupakan para pendahulu yang telah memperjuangkan Islam dan Nahdlatul Ulama," tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Usai yasinan dan tahlilan, kegiatan dilanjutkan musyawarah membahas beberapa hal, seperti penguatan kapasitas kepengurusan dan agenda berikutnya. (Anty Husnawati/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Daerah, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 08 Desember 2017

Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat

Apabila kita membaca berbagai karya Kiai Sholeh Darat (1920-1903), akan tampak metodologi beliau dalam menulis: menyajikan yang berat dengan ulasan yang ringan. Kiai Sholeh Darat tidak mau bermonolog di hadapan pembacanya, melainkan memilih berdialog dengan berusaha memahamkan para pembaca karya-karyanya.

Karena Kiai Sholeh Darat adalah “Koki Intelektual”, maka ketika mengolah karyanya, beliau mengambil bahan baku yang pas dan cocok untuk diolah, diracik sedemikian rupa agar sesuai dengan selera lokal, dan disajikan dengan pola pikir masyarakat awam. Silahkan dicermati berbagai karyanya, niscaya akan ketemu pola seperti ini.

Karya-karya Kiai Sholeh Darat sebagian ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa pasaran, bukan bahasa Jawa Kromo Inggil ala keraton. Hal ini bisa dimaklumi, sebab jangkauan dakwahnya lebih ke masyarakat awam. Visi edukatif ini beliau tulis dalam pengantar salah satu karya populernya, Majmu’ah As-Syari’ah al-Kafiyah li al-‘Awam.

Dalam kitab ini, beliau menulis, “….kerono arah supoyo pahamo wong-wong amsal ingsun awam kang ora ngerti boso Arab mugo-mugo dadi manfaat biso ngelakoni kabeh kang sinebut ing njeroni iki tarjamah. (agar masyarakat awam yang tidak mengerti bahasa Arab bisa paham dan semoga bermanfaat (serta) bisa mengamalkan semua yang disebutkan dalam terjemahan ini)."

Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Ilmu Tauhid dengan Mudah bersama Kiai Sholeh Darat

Meskipun demikian, dakwah Kiai Sholeh bukan hanya menjangkau kalangan awam saja. Para priyayi yang menduduki posisi prestisius di kasawan pesisir Jawa juga menjadi murid setianya. Yang paling masyhur tentu saja Raden Ajeng Kartini. Perempuan ini meminta Kiai Sholeh agar memberikan ulasan lebih mendalam mengenai makna ayat-ayat Al-Qur’an. Sebuah permintaan yang dikabulkan Kiai Sholeh dengan cara menulis Faidh al-Rahman, sebuah tarfsir Al-Qur’an yang kemudian dihadiahkan kepada Kartini pada saat pernikahannya dengan Bupati Rembang.

Lahir di Jepara, 1820, berguru kepada para ulama di Makkah dan mengembangkan kiprah keilmuannya di kota suci ini, namun panggilan nuraninya dan siasat “culik” yang dilakukan oleh Kiai Hadi Girikusumo pada akhirnya melabuhkan Kiai Sholeh Darat di Semarang, di mana beliau mengembangkan kajian keilmuan hingga akhir hayatnya, 1903.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salah satu karyanya, Syarah Hikam, memberi penjelasan atas aforisme indah di dalam kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah As-Sakandari. Di tangan Kiai Sholeh Darat, ulasan tasawuf dalam kitab ini disajikan dengan indah dan mudah dicerna, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Tak berbeda dengan ulasan dalam Syarah Hikam, Kiai Sholeh juga menyajikan ulasan mengenai hal-ihwal teologi (tauhid) yang enak dinikmati melalui karyanya, Tarjamah Sabil a-‘Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid. Kitab berbahasa Jawa ini merupakan syarah atas kitab Jauharah at-Tauhid karya Syekh Ibrahim al-Laqqani (w. 1631) yang berbentuk nadzam 144 bait. Ulama ahli hadits ini bermadzhab Maliki dan memiliki keahlian di bidang teologi dan tasawuf.

Meskipun terhitung pendek, tetapi kitab Jauharah at-Tauhid ini mencakup berbagai aspek perihal tauhid, bahkan juga tasawuf.

Tak heran jika Kiai Sholeh Darat menyisihkan waktunya untuk menuntaskan karya ini. Dalam masalah tauhid, kitab ini membahas lima puluh akidah ahlussunnah wal jama’ah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lima puluh akidah ini wajib diketahui oleh masyarakat awam secara terperinci dan wajib mengetahui dalilnya secara global. Menurut Kiai Sholeh Darat, orang awam cukup mengetahui dalil ijmaliy (dalil umum), tidak wajib mengetahui dalil tafshily (dalil terperinci), sebagaimana yang tertera dalam kitab Umm al-Barahin (hlm. 23).

Selain itu, buku ini juga mengulas hal yang wajib diketahui oleh umat Islam, seperti hisab, syafaat Rasulullah, sirath al-mustaqim, ruh, kebangkitan dari alam kubur, surga dan neraka, dan lain-lainnya.

Dalam ranah tasawuf, buku ini juga mengulas perilaku yang harus dimiliki seorang muslim seperti tawakal, memuliakan keturunan Rasulullah, juga mengenai tazkiyat an-nafs seperti ujub, riya’, takabbur, dengki, dan sebagainya. Yang menarik, dalam bab “77 Cabang Iman”, sekali lagi, Kiai Sholeh darat memberi penekanan mengenai pentingnya mengajar orang awam menggunakan bahasa lokal, seperti Melayu dan Jawa.

Kiai Sholeh memberikan contoh seorang cendekia bernama Syekh Ismail al-Minangkabawi yang mengajarkan kitab Sabil al-Muhtadin karya Syekh Arsyad Al-Banjari yang berbahasa Melayu di Makkah. “Orang yang menjadi guru tidak boleh sombong, tidak mau mengajarkan kitab terjemahan (bahasa Ajam/ selain bahasa Arab) karena khawatir dianggap bodoh, merasa senang jika orangh lain terlihat bodoh dan dia terlihat alim. Orang yang punya pemikiran seperti inia dalah orang gila.” (hlm. 61).

Visi edukatif Kiai Sholeh Darat terpantul melalui ulasan dari buku ini yang sangat gampang dicerna. Nadzam berbahasa Arab dikarang oleh Syekh Ibrahim al-Laqqani, kemudian diterjemahkan dan diulas dalam bahasa Jawa oleh Kiai Sholeh Darat yang mengambilnya berdasarkan materi yang diambil dari Hasyiyah As-Syaikh al-‘Allamah Ibrahim al-Bajuri yang berjudul Tuhfat al-Murid. Kemudian, lebih dari satu abad berikutnya karya ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Sahifa. Melalui buku ini kita bisa belajar teologi dan tasawuf dengan indah dan mudah.

Peresensi: Rijal Mumazziq Z (Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PCNU Surabaya)





Info buku

Judul : Tarjamah Tauhid Sabilul ‘Abid ‘Ala Jauharah at-Tauhid

Halaman : 456 hlm; 14, 8 x 21 cm

Penerbit : Sahifa

Cetakan : cet. 1, Mei 2017

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, Daerah, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 01 Desember 2017

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Tangier, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Menjadi sebuah kehormatan khusus bagi PCINU Maroko. Kali ini diundang oleh Jamíyyah Sidi Thalhah, Lembaga Pemerhati Lingkungan dan Karya Klasik yang bekerjasama dengan ASMIB (Assosiation Morocco Indonesia Brotherhood) untuk menghadiri acara Pekan Budaya.

Acara ini untuk dalam memperingati Sidi Thalhah dengan tema: “Perjuangan Al-Wali Sidi Thalhah Al-Darij dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Maroko dan Pribadi Keagamaanya” yang berlangsung di dua kota, Tetouan dan Tangier 15-16 September 2012.

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Acara ini dihadiri oleh Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, KH Tosari Wijaya yang diundang untuk menyampaikan pidatonya dalam pembukaan seminar Pekan Budaya ini. Turut hadir juga penasehat Hukum Menteri Luar Negeri Maroko, Dr Ibrahim Amusi, Ketua Majlis Ilmi Tetouan,  Dr Abdlu Ghofour An-Nasir, Sejarawan Maroko, Mohamed Ben Azuz Hakiem, Ketua Organisasi Dakwah Islam Chefchaouen, Maroko, Ali Raisuni, Perwakilan Dubes Malaysia, Delegasi Pelajar Turki di Maroko, pejabat KBRI Rabat, para Tokoh dan Ulama Maroko serta tamu undangan. Sedangkan dari Delegasi PCINU sendiri diwakili oleh Dewan Mustasyar (H Husnul Amal Masúd), Sekretaris (Rifqi Maula) dan Koordonator LPNU (Sri Hidayanti) serta beberapa anggota NU Maroko.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam acara ini, selain bertujuan memperingati sosok Sidi Thalhah sebagai Pejuang Kemerdekaan Maroko. Juga diperingati sosok Almarhumah Mahsushoh Ujiati, Istri KH Tosari Wijaya yang mendapatkan anugerah penghargaan sebagai pejuang muslimah hubungan Indonesia-Maroko yang wafat di Maroko pada tahun 2011 yang lalu.

Rangkaian acara ini diawali dengan pembukaan seminar yang diisi oleh sambutan-sambutan dari beberapa Tokoh dan Pakar sejarah Maroko. Tidak ketinggalan pula tim Rebana PPI Maroko yang tergabung dalam anggota luar biasa (STAINU), ikut memeriahkan pembukaan Pekan Budaya ini. Acara ini masih berlangsung dengan berbagai agenda seperti festival musik khas Maroko dan sholawatan yang akan diselenggarakan di Malosa-Tangier.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dubes RI untuk Kerajaan Maroko dalam pidatonya mengatakan, “Ketika kita membicarakan hubungan Indonesia-Maroko, maka tidak pernah terpisahkan dari peran ulama Maroko dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti Ibnu Bathutoh dan Maulana Malik Ibrahim serta Pejuang Imama Bonjol yang ibunya berasal dari Maroko. Maka tidak heran jika Islam moderat di Indonesia sama dengan Islam moderat di Maroko.”

Prof Dr Mariam Ait Ahmed dalam sambutannya mengatakan,”Saya sangat salut dengan warga Indonesia yang sangat menghormati ulama Maroko dan karya-karyanya, seperti melanggengkan Dalailul Khoirat dalam setiap wiridnya…”

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, IMNU, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 25 November 2017

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya!

Di zaman sekarang ini, mencari keterangan terkait suatu ilmu sangatlah mudah. Cukup membuka ponsel atau komputer, menelusuri di internet, banyak ditemukan keterangan yang diinginkan. Tidak hanya dalam bentuk tulisan, namun juga bisa video maupun gambar. Demikianlah salah satu model masyarakat modern dalam mencari sumber-sumber ilmu, apalagi ilmu agama.

Perlu Anda ketahui, pencarian dalam mesin-mesin penelusur seperti Google dibuat berdasarkan algoritma pencarian. Kata per kata, kalimat per kalimat, apa yang paling banyak dicari, itulah yang akan muncul. Pilihan jawaban yang Anda cari tentang suatu ilmu, ditentukan dengan kata apa yang anda masukkan dalam pencarian.

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya!

Kendati jawaban-jawaban praktis sudah banyak tersedia di internet, ada baiknya seorang pencari ilmu agama tetap mengandalkan para ahli ilmu agama yang sudah bertahun-tahun mendalami suatu ilmu dan menggunakannya di masyarakat.

Dalam kitab Kifâyatul Atqiyâ’ karya Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad Dimyathi, disebutkan suatu syair dari kitab Hidâyatul Adzkiyâ’ karya Syekh Zainudin al Malibari:

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ? # ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mintalah penjelasan dari guru dan tinggalkan apa yang tampak

Dari pemahamanmu yang terburu-buru dari kitab, serta bertanyalah (pada ahli ilmu)



Apa maksudnya? Syekh ad-Dimyathi menyebutkan perlunya seorang yang belajar agama tidak memahami suatu keterangan yang ia tahu dari Al-Qur’an, hadits, ataupun kitab, secara tekstual saja, tanpa pemahaman yang mendalam. Hendaknya ia bertanya sampai benar-benar yakin, dan menyimak keterangan sang ahli tentang suatu permasalahan.

Semisal seorang pelajar atau pencari ilmu sudah bisa membaca bahasa Arab dari kitab-kitab lainnya, atau ada keterangan dari internet yang ditemukan, kerap ada penjelasan maupun keterangan yang berbeda dari apa yang dimaksud sang pengarang. Ketika ada yang meragukan dan mengherankan, hendaknya ditangguhkan dan diklarifikasi kepada pengajar. Apalagi dalam Al-Qur’an dan hadits yang tidak bisa serta merta langsung diamalkan tanpa petunjuk dari ahli ilmu nan bijaksana.

Sahabat Nabi dahulu ketika tidak memahami suatu permasalahan agama, selalu menanyakannya kepada Nabi. Kita tahu bahwa para sahabat adalah orang-orang terdepan yang tahu tentang agama, namun mereka tidak terburu-buru dengan pemahamannya dan selalu ditanyakan kembali kepada Nabi.

Seperti disebutkan di atas, pemahaman yang terburu-buru dengan hanya memahami keterangan dari internet itu perlu disertai juga dengan keinginan untuk bertanya kepada ahlinya. Toh ahli agama ini bukan hanya yang pandai menukil ayat dan hadits, serta pandai membaca kitab. Namun juga ahli agama yang waskita, bijak dalam memberikan keterangan karena ia hidup bersama masyarakat.?

Dengan demikian, mencari ilmu agama tidak hanya soal ada keterangan atau tidak saja. Internet membuatnya jadi mudah. Tapi, jangan lupa, untuk tetap bertanya kepada ahli agama yang bijak lagi santun di sekitar kita. Jika ditanyakan pada orang yang tepat, Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Pertandingan, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ratusan massa yang terdiri dari para pemuda dari berbagai badan otonom NU mendatangi gedung DPRD Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/4). Mereka berunjuk rasa menolak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Minuman Beralkohol di Kota Surabaya.

Beberapa badan otonom (banom) NU yang dimaksud adalah Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Gerakan Pemuda Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol

Selain mendukung pelarangan minuman beralkohol (mihol) yang tengah dibahas Pansus Mihol DPRD Surabaya, para aktivis NU ini juga menuntut Ketua DPRD Surabaya Armudji untuk meminta maaf secara terbuka kepada massa aksi dan seluruh warga NU di Surabaya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Permintaan maaf tersebut terkait tindakan petugas pengamanan dalam (pamdal) gedung dewan yang dianggap melecehkan dan mengusir Ketua PCNU Surabaya H Achmad Muhibbin Zuhri bersama rombongan saat mengikuti sidang paripurna Raperda Minuman Beralkohol, Senin pekan lalu. Tindakan pamdal ini diindikasikan mendapat perintah dari pimpinan DPRD Surabaya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dengan membawa atribut masing - masing, massa yang terdiri dari berbagai elemen badan otonom NU, mulai dari IPNU, IPPNU, GP Ansor, dan PMII tersebut menggelar aksi demonstrasi untuk mendukung pelarangan minuman beralkohol di Kota Surabaya yang saat ini tengah di bahas oleh Pansus Minhol DPRD Surabaya.

Ketua PC IPNU Surabaya Agus Setiawan mengatakan bahwa peredaran? minuman beralkohol di Surabaya dipastikan akan merusak moral generasi muda. Senada, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Surabaya M Asrori menyerukan kepada seluruh warga Muslim untuk mendukung gerakan penolakan minuman beralkohol kali ini demi menyelamatkan generasi muda khususnya di Kota Surabaya.

“Jangan sampai minuman haram itu beredar di Surabaya. Kawal terus pembahasan Perda Mihol di DPRD Surabaya. Jangan biarkan orang-orang tak bertanggung jawab ‘bermain’ dalam masalah ini,” kata M Asrori.

Dengan membawa atribut organisasi masing-masing, massa aksi membentangkan berbagai spanduk yang berisikan penolakan peredaran minhol, seraya terus berorasi di depan gedung DPRD Surabaya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri No. 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A yang memberi keleluasaan bagi kepala daerah untuk menentukan lokasi penjualanan miras, termasuk di mini market. (Harun Rosyid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Pertandingan, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 04 November 2017

UNU Surakarta Gelar Ospek Sehari

Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Unuversitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta menggelar kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) untuk mahasiswa baru, selama sehari pada Sabtu (1/11). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung C tersebut, diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas.

“Ospek ini diikuti mahasiswa baru kelas reguler dari PAI, Ekonomi, Syariah, Hukum dan Teknik,” terang Ketua BEM UNU Surakarta, Moh Syamsul Arifin.

UNU Surakarta Gelar Ospek Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Gelar Ospek Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Gelar Ospek Sehari

Syamsul menambahkan, dalam acara bertema “Mencetak Akhlak Mahasiswa Demi Masa Depan Bangsa” tersebut para mahasiswa diajak untuk berpikir kritis mengenai pelbagai kejadian yang terjadi di sekitar mereka.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Diskusi kami awali dengan membahas persoalan yang ada di sekitar kampus. Setelah menjadi mahasiswa, tentunya mereka mesti berpikir kritis,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salah satu peserta, Nur Shodiq menuturkan pengalaman ketika mengadakan diskusi bersama kelompoknya. “Tadi diajak mendiskusikan masalah tentang sistem pembelajaran yang menurut kami kurang interaktif. Kemudian, dari kami mengusulkan agar para dosen juga belajar public speaking,” ujar mahasiswa PAI, asal Grobogan itu.

Menurut Shodiq, dengan berbagai sesi materi yang disiapkan panitia, memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para mahasiswa. UNU Surakarta Gelar Ospek Sehari

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw