Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Sholawat, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 02 Maret 2018

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Para karyawan dan staf kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, mulai dari satpam sampai cleaning service, juga tak mau ketinggalan ? menonton film ‘Sang Kiai’. Karena itu, Sabtu (2/6) di Bioskop 21 TIM.

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Mereka mengikuti acara nonton bareng film yang menceritakan sejarah kebesaran dan nasionalisme pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Koordinator acara Kholili Muhammad menjelaskan, acara dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan PBNU untuk menonton film ‘Sang Kiai’ secara lengkap.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kemarin pada saat acara Harlah NU kan baru potongan-potongan film yang dipertunjukkan,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, para karyawan PBNU merupakan bagian dari keluarga besar NU dan warga Nahdliyyin yang sepatutnya turut meneladani KH Hasyim Asy’ari atau paling tidak dapat mengetahui bagaimana sosok utama pendiri organisasi Islam terbesar tempat para karyawan itu sekarang mengabdi.

KH Hasyim Asy’ari merupakan tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankannya, yakni melalui Resolusi Jihad 10 November 1949.?

“Apa yang dilakukan Hadratusysyaikh itu merupakan penggalan pengorbanan NU sebagai pengejawantahan semangat kebangsaan yang tidak bisa diragukan lagi komitmennya,” ungkap Idy Muzayyad, yang menginisiasi dan menfasilitasi acara nonton bareng tersebut.

Idy yang pernah menjadi ketua umum IPNU periode 2006-2009 menambahkan, tanpa Resolusi Jihad bisa saja perjalanan bangsa ini akan berbeda. ?

“Sangat mungkin kalau Mbah Hasyim tidak mencetuskan Resolusi Jihad, maka kondisi bangsa akan kembali ke alam penjajahan, atau setidaknya bangsa Indonesia akan lebih lama lagi berada dalam alam penindasan,” katanya.

Karenanya, orang NU harus bangga terhadap sejarah Resolusi Jihad dan keunggulan politik kebangsaan KH. Hasyim Asy’ari. Harapannya, generasi NU sekarang tidak sekedar berhenti di kebanggaan terhadap tokoh pendahulu, tiba berikhtiar dengan kuat dan benar untuk meneruskan serta mengaktualisasikan keluhuran politik tokoh pendiri NU.

Acara nonton bareng yang diikuti 100-an orang itu juga mengajak para pedagang kaki lima di sekitar PBNU dan sebagian pengurus Banom dan Lajnah, antara lain IPNU, IPPNU, Ansor, Warga NU DKI dan lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 20 Februari 2018

Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya

? Sebagaimana tradisi suku Quraisy dan kabilah Arab pada umumnya, pada hari kedelapan selepas dilahirkan oleh Siti Aminah, Muhammad kecil harus diungsikan ke pedalaman dan baru akan dikembalikan ke ibunya ketika kelak berusia delapan atau sepuluh tahun. Tentu hal ini membuat Siti Aminah gundah. Tapi, tradisi tetaplah tradisi, mau nggak mau harus tetap dilaksanakan.

Aminah pun sadar, ini penting untuk ia lakukan. Ia pun mengikhlaskan putranya untuk dikirim ke pedalaman. Lagipula ia tahu bahwa tujuan dikirimkannya supaya kemampuan berbahasa sang anak bagus—di pedalaman bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab asli, belum campuran dan bukan bahasa pasar (fush-ha)—dan bisa mencecap udara pedalaman yang bersih, tidak seperti di kota yang dianggap telah tercemar.

Di pedalaman itu, Muhammad kecil diasuh oleh Halimah bint Abi Dzuaib (Halimatus Sa’diyah) selama tiga tahun. Muhammad pun tumbuh menjadi anak yang cepat tanggap, telaten dan jujur. Ia juga kerap membantu temannya yang kesusahan dan selalu bersikap bersahaja walaupun ia terkenal memiliki kecerdasan yang luar biasa dibandingkan anak seumurannya, apalagi ia adalah keturunan salah satu suku terpandang di kabilah Arab. Hal itu membuatnya disukai banyak orang. Tak terkecuali teman sebayanya.

Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya

Suatu ketika, saat ia bermain bersama anak-anak lain, ia didatangi oleh dua orang berbaju putih. Ia pun sempat bertanya, tapi tidak dijawab. Dua orang itu berkata dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Muhammad? kecil.

Sontak, hal ini pun membuatnya ketakutan. Tak terkecuali teman-temannya. Mereka pun berlari mendatangi? rumah Halimatus Sa’diyah dan melaporkan peristiwa yang terjadi.

“Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki,” ujar salah seorang dari mereka, agak berteriak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Halimah pun agak terkaget. Tapi, ia berusaha tetap tenang.

“Apa benar yang kau katakan?”

“Benar. Dan ia telah dibaringkan di sebuah batu, perutnya dibedah sambil dibolak-balikkan.”

Seketika itu pula wajah Halimah pucat. Ia pun berlari menuju tempat yang diceritakan itu. Tak butuh waktu lama, ia pun sampai di tempat yang diceritakan itu.

Di sana, ia melihat Muhammad yang terdiam, Halimah pun berusaha menenangkannya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Apa yang telah terjadi, Anakku.”

Muhammad melihat wajah Halimah. Kemudian merangkulnya. Lalu, dengan agak terbata-bata ia menjawab, ”Dua orang itu berbaju putih. Ia berusaha mengambil sesuatu dari tubuhku.”

“Apakah itu?”

“Aku tidak tahu, Ibu.”

Halimah pun merangkulnya sekali lagi. Ia pun sebenarnya ketakutan dan takut jika anak ini sedang kesurupan atau ada keanehan lain yang tidak mengerti. Untuk itu, ia bersepakat dengan keluarganya untuk mengembalikan Muhammad kecil ke Makkah.

Kelak, selepas Muhammad kecil tumbuh dewasa dan diangkat menjadi Rasul, baru ia mengerti bahwa dua orang berbaju putih itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah subhanahu wataala untuk mencari dan mengangkat keburukan dalam dirinya.

?

*Diceritakan ulang dari biografi Sejarah Hidup Muhammad karya Mohammad Husain Haekal oleh Dedik Priyanto, alumni Pesantren Attanwir, Talun, Sumberrejo, Bojonegoro. ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 16 Februari 2018

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Pamekasan menggelar sunatan massal, Senin (30/1). Mereka bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Asyifa Husada.

Ketua Kopri Pamekasan Nidiyatus Solehah menegaskan, kegiatan ini dimaksudkan ingin berbagi pada kepentingan masyarakat khususnya bagi anak-anak yatim piatu dan yang kurang mampu. Karenanya, aksi sunatan massal berlangsung gratis.

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

"Ini sebagai perwujudan dari komitmen kami untuk bertindak nyata melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Dea, panggilan akrab Nidiyatus Solehah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dokter yang dihadirkan dalam sunatan massal adalah mereka yang telah berpengalaman di bidangnya. Untuk teknologi sunat mereka menggunakan teknik terbaru.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yakni, teknik yang dapat meminimalisasi rasa sakit yang dirasakan oleh peserta sunat. Bahkan mungkin peserta tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun. Teknik tersebut juga mempercepat tingkat kesembuhan luka bekas sunat," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 08 Februari 2018

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pesantren dan santri selalu terlibat dalam setiap peristiwa penting di Indonesia. Salah satunya dalam perumusan dasar negara Pancasila. Peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa diabaikan. Dengan peranan sepenting itu santri tidak perlu malu menunjukkan identitas kesantriannya.

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo KH Melvien Zainul Asyiqin (Gus Iing) dalam acara Halal Bihlalal dan Haul Masyayikh Lirboyo di Yayasan Umdaturasikhien, Cakung, Jakarta Timur, Ahad (9/8).

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

"Jangan malu menjadi santri. Yang menggagas dasar-dasar Indonesia salah satunya adalah (perwakilan) santri," kata Gus Iing di hadapan ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah se-Jabodetabek yang hadir dalam acara itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah, Gus Iing juga menekankan pentingnya melanjutkan peran yang telah diambil santri zaman dahulu. Peran penting itu, lanjut Gus Iing, harus dipertahankan dan dikembangkan santri masa sekarang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peran penting itu, lanjut Gus Iing, bisa ditanggung santri masa sekarang dengan syarat mengusai pengetahuan kemasyarakatan yang memadai. Santri, seperti terlihat pada sosok KH Hasyim Asyari dan santri sezamannya, tidak hanya paham masalah akhirat tapi juga dunia, yaitu urusan kebangsaan dan kenegaraan.

"Santri zaman dulu paham masalah dunia dan akhirat sekaligus," tegas Gus Iing.

Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Lirboyo digelar oleh Ikatan Silaturahim Keluarga Al-Mahrusiyah (Istikmal) Jabodetabek. Selain ceramah agama, acara juga diisi istighotsah kubro yang melibatkan warga dari sejumlah majelis taklim di Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Kajian, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 29 Januari 2018

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi melepas sebanyak 25 peserta karnaval yang diikuti beberapa sekolah baik SD, SMP, SMA dan kalangan lintas agama dalam rangka Karnaval Budaya Muharram yang diselenggarakan Remaja Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jepara, Selasa (5/11). 

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Jepara H Subroto, Ketua Pengadilan Agama Abdul Malik, Wakil Ketua DPRD Subangun dan perwakilan dari Kejaksaan dan Polres Jepara.

Bupati Jepara dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. “Datangnya tahun Baru ini kita harus meningkatkan kualitas kebaikan agar apa yang kita inginkan bisa terkabul,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertajuk Karnaval Budaya Muharram urai Marzuqi agar dijadikan momentum di tahun-tahun yang akan datang  dan penyelangaraannya lebih baik dan lebih besar. “Peringatan tahun baru ini merupakan bentuk kita selalu bersyukur kepada Allah SWT  agar Jepara aman dan kondusif,” tambahnya.

Pembina Remaja Masjid, Setyanto menyatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut lain dari yang lain karena para peserta tidak hanya diikuti oleh agama Islam saja akan tetapi lintas agama juga turut serta. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tujuannya untuk menjalin dan menjaga hubungan antara umat beragama, saling hormat-menghormati dan ikut serta dalam perannya sebagai warga masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jepara agar tetap kondusif,” paparnya Totok, sapaan akrabnya.

Kedepan tambahnya lintas agama yang turut serta agar tidak kapok untuk mengikutinya lagi. Pihaknya juga berharap partisipasi kelompok seni budaya di Jepara agar tahun depan kegiatan semakin meriah. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Sholawat, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Gerakan Pemuda Ansor melalui lembaganya Majelis Dzikir Rijalul Ansor menggelar acara Peringatan Nuzulul Qur’an yang di selenggarakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Tangerang (5/7). Mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara, Membangun Peradaban Bangsa” Ansor Tangerang ingin menegaskan bahwa pilihan Islam Nusantara adalah jalan tengah ditengah maraknya ideologi–ideologi Islam baik yang fundamentalis maupun yang liberalis. 

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menjelaskan bahwa pilihan tema tersebut dianggap pas dimana saat ini wacana Islam Nusantara begitu ramai dan menjadi bahan diskusi banyak orang. Banyak kelompok yang “menggugat” dan merasa “terancam” terhadap munculnya wacana ini karena dianggap sebagai sebuah konsep yang tidak jelas atau bahkan penuh dengan muatan asing.

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil

Padahal, menurut Huda ibarat produk, Islam Nusantara ini produk lama yang dikemas dan dipasar baru, jadi tidak perlu diributin. “Islam Nusantara merupakan cerminan Islam yang Rahmatan lil Alamin, sangat sesuai dengan prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama yakni tawasuth, tasamuh, tawazun dan i’tidal, jadi ya  harus kita dukung,” kata Huda. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Huda menambahkan bahwa Islam Nusantara telah terbukti mampu merajut dan menjaga keindonesiaan kita yang multi etnik, suku, ras, dan agama. Sebuah capaian yang belum tentu bisa diraih oleh negara Muslim lainya sehingga bukan sesuatu yang mengada-ada jika konsep Islam Nusantara ini ditawarkan kepada dunia sebagai sebuah konsep membangun peradaban dunia Islam.

Sementara KH Rosyidin yang bentindak sebagai penceramah dalam acara tersebut mengingatkan kepada Ansor dan Banser untuk senantiasa ikut mengawal dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal Jamaahsesuai yang diajarkan oleh para pendiri NU. Ia juga mengingatkan agar Ansor dan Banser selalu waspada terhadap berbagai gerakan dan penyebaran paham yang mengancam keutuhan NKRI.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian seribu  takjil, buka puasa bersama kader-kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Tangerang,  serta pada malam harinya dilakukan shalat Tarawih berjama’ah..

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembagian ta’jil yang melibatkan puluhan anggota Banser tersebut dilakukan di depan sekretariat GP Ansor Tangerang. Para Banser membagi-bagikan takjil kepada pengguna lalu lintas di sekitar Jalan Pasar Kemis Tangerang.

Kepala Banser Kabupaten Tangerang Anwari mengatakan kegiatan membagi-bagikan takjil ini dilakukan untuk mempermudah warga dan para pengendara kendaraan motor yang hendak berbuka puasa. 

“Kami menyiapkan seribu takjil untuk buka puasa warga yang melintas di depan Sekretariat Ansor. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Ansor dan Banser terhadap sesama,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 22 Januari 2018

Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng

Pada awal Lebaran (Syawwal 1434 H), Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw mendapatkan kesempatan untuk menelusuri jejak para penyebar Agama Islam di Kabupaten Tuban. Di daerah yang mendapat julukan sebagai Kota Wali ini, kami berziarah ke makam para wali, menelusuri goa-goa yang konon pernah disinggahi para wali dan berkunjung ke tempat bersejarah lainnya.

Tentang julukan Tuban sebagai Kota Wali ini, dari penuturan tokoh dan masyarakat setempat yang menjelaskan hal ini dikarenakan banyaknya wali yang dilahirkan, pernah bermukim atau dimakamkan di kota pesisir pantai utara ini. Sebut saja Sunan Kalijaga, Sunan Bonang dan lain sebagainya. Juga karena banyaknya pesantren berdiri yang berdiri di tanah Tuban.

Sebelum disebut sebagai daerah wali, Tuban pernah pula disebut sebagai Bumi Ranggalawe (merujuk pada tokoh pada zaman sebelum Majapahit yang bernama Ranggalawe). Bahkan pernah juga disebut sebagai Kota Tuak, karena memang terkenal sebagai penghasil minuman tuak.

Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng

Namun, beberapa tahun belakangan, sejak tampuk pimpinan Bupati dipegang oleh tokoh dari kalangan pesantren, KH Fathul Huda, trademark sebagai Kota Wali kembali dimunculkan. Hingga sekarang, daerah ini menjadi salah satu destinasi utama rombongan ziarah Walisongo dari berbagai penjuru Tanah Air.

Makam di Tengah Hutan

Perjalanan di Tuban dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, yakni dua hari. Dimulai dari daerah Alas Pakah, sekitar 7 Km dari kota. Di daerah antara Pakah dan Palang, terdapat sebuah makam, yang masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Sunan Geseng.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunan Geseng ini adalah murid dari Sunan Kalijaga. Sebutan Sunan Geseng diberikan Sunan Kalijaga kepada Kyai Cokrojoyo karena begitu setia terhadap perintahnya sehingga merelakan badannya menjadi hangus (Jawa : geseng).

Untuk menuju ke makam, kami harus masuk sedikit ke dalam area hutan, di mana jalan menuju lokasi masih dipenuhi dengan rimbunnya pohon-pohon jati dan pepohonan besar lainnya. Sampai di kompleks makam yang masuk dalam kawasan Desa Gesing Kecamatan Semanding, akan ada pelataran yang cukup luas. Di tempat tersebut hanya ada dua bangunan utama, masjid dan makam yang terletak di sebelah baratnya.

Sampai di makam, terdapat gapura yang bernuansakan seperti masuk ke sebuah pura, bertuliskan Makam Sunan Geseng. Di sana kami bertemu dengan Sutaji, sang penjaga makam. Dia menjelaskan sedikit banyak tentang bangunan itu. Kompleks makam kemudian direnovasi mulai tahun 1985-an. Dananya diperoleh dari masyarakat sekitar dan peziarah yang ikut membantu. “Bangunan pertama dulu cuma patok (makam), belum seperti sekarang, Mas,” kata Sutaji yang sedang ditemani dua istrinya.

Masuk ke dalam ruangan makam, terdapat penerangan 4 lampu dan satu lampu di atas makam. Di ruangan tersebut terdapat dua makam, yakni makam Sunan Geseng. “yang sebelahnya itu istrinya, namanya Siti Zubaedah,” terang Sutaji.

Masing-masing makam panjangnya kurang lebih 2 m. Di sekelilingnya terdapat pagar kayu sehingga para peziarah tidak dapat memegang langsung makam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada saat kami berziarah, terdapat beberapa rombongan peziarah, yang diantaranya mengaku datang dari Lamongan. Pemimpin rombongan tersebut, Suwandi, mengaku pada hari itu mereka sudah berziarah ke makam para wali, dinataranya Sunan Ampel dan Sunan Lamongan. Rencananya setelah itu mereka juga akan ke makam Sunan Bonang.

Setiap harinya memang terdapat banyak peziarah yang datang ke makam Sunan Geseng. Mereka kebanyakan datang dari daerah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Para peziarah ada yang datang dengan menaiki motor adapula yang datang rombongan dengan menaiki bus. Mereka terus berdatangan, padahal mereka tahu bahwa di daerah lain juga terdapat makam dengan nama yang sama.

Ya, seperti juga makam aulia yang lainnya, makam ataupun juga petilasan Sunan Geseng ini, di beberapa tempat lainnya diyakini sebagai makamnya. Selain di Desa Gesing ini, ada pula di Kediri, Purworejo, Pati yang berada di Pegunungan Kendeng utara dan lain-lain. Dan tentunya setiap daerah tersebut masyarakatnya meyakini bahwa makam Sunan Geseng tersebut bersemayam.

Belum sampai satu jam kami di tempat itu, senja telah tiba. Waktunya untuk segera bergegas melanjutkan perjalanan, agar kami tidak kemalaman di tengah hutan Pakah. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 10 Januari 2018

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama

Wonosobo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, KH Abdul Halim mengatakan, memilih pemimpin adalah siasat dunia untuk menjaga agama Islam. Bila seorang warga tidak menggunakan hak pilih, berarti tidak peduli terhadap penjagaan agama dan persoalan kesejahteraan masyarakat.

Kiai Abdul Halim mengatakan hal  itu pada pertemuan Kader NU se-Kabupaten Wonosobo di Gedung Pertemuan Sirajul Munir, Wonosobo, pada Kamis (23/5).  Kegiatan itu dihadiri para pengurus PCNU serta lajnah, lembaga dan Banom.

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama

Karena itu, Kiai Abdul Halim mengimbau kepada Nahdliyin untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada Ahad, (26/5) nanti.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sedangkan tentang kriteria pemimpin yang akan dipilih, ia mengatakan, pilih pemimpin yang paling bertaqwa kepada Allah, “Karena pemimpin yang bertaqwa pasti amanah dan memiliki kepekaan sosial,” katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan lain Sekretaris PCNU Wonosobo, Nurcholis, mengatakan bahwa warga NU harus menjadi contoh bagi warga Wonosobo pada umumnya untuk menggunakan hak pilihnya dalam setiap Pemilu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, semakin tinggi pemilih yang menggunakan hak pilihnya semakin legitimed pemimpin yang terpilih, “Sebaliknya jika lebih banyak warga yang tidak menggunakan hak pilihnya maka  telah mengikhlaskan kepemimpinan kepada pihak lain yang belum tentu sesuai dengan aspirasinya,” jelasnya.

Ditanya soal ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang ada, Nurhcholis mengaku masyarakat Wonosobo itu harus menghargai dan menghormati proses demokrasi. Salah satunya dengan memberikan hak pilihnya kepada salah satu calon.

Ia mengimbau, warga Nahdliyin menunjukkan bahwa kita warga negara yang baik, kita cinta negeri ini dengan cara menghormati proses demokrasi, “Dengan cara mendatangi TPS-TPS yang telah disediakan, tentang pilihan terserah kepada hati nurani masing-masing,” terangnya.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, Sholawat, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 04 Januari 2018

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba

Way Kanan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Way Kanan Lampung mendukung seruan GP Ansor mengenai pengembalian donasi waralaba ke daerah. Sejalan dengan itu himpunan pengusaha ini juga mendukung rencana Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menghentikan sementara izin penambahan perusahaan retail di daerah tersebut.

"Kami sepakat dengan Ansor yang mengharapkan donasi waralaba bisa dikembalikan ke daerah. Beberapa waktu lalu kami ikut serta Bupati Adipati mengunjungi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Instruksi bupati jelas, penambahan waralaba belum boleh dilakukan," ujar Sekretaris BPC Hipmi Way Kanan Markus Tri Cahyono di Blambangan Umpu, Ahad (20/3).

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba

Hal tersebut, demikian Markus menambahkan, menunjukkan adanya koneksi pemikiran dan harapan antara pemerintah dan masyarakat. "Langkah bupati tepat guna menumbuhkan perekonomian masyarakat. Dan itu merupakan sesuatu yang hebat, sesuatu yang kami harapkan. Perusahaan waralaba harus melirik potensi industri rumah tangga, industri kecil menengah, tidak boleh abai seperti selama ini. Adakah produk masyarakat ikut dipasarkan oleh waralaba-waralaba di sini?" ujar Markus lagi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Dewan Pembina GP Ansor Yozi Rizal mengaku gerah terhadap keberadaan waralaba yang beberapa tahun berdiri tetapi dinilai sejumlah pihak belum memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Di mana ada perusahaan, di situ mereka harus memberi manfaat. Kalau waralaba tidak memberi kemanfaatan bagi masyarakat dan daerah lebih baik ditutup saja. Jika tidak ada organisasi kepemudaan lain yang mempersoalkan itu, Ansor yang akan terus mempersoalkan kemaslahatan waralaba di Way Kanan," kata mantan Wakil Ketua DPRD Way Kanan yang saat ini menjadi legislator Provinsi Lampung.

Bagaimana penggunaan uang donasi dari sisa pembelian masyarakat di waralaba-waralaba di Way Kanan hingga saat ini dinilai sejumlah masyarakat belum jelas. "Donasi tersebut digunakan untuk apa, disalurkan ke mana, bagaimana penyalurannya, untuk siapa, dan di mana patut dipertanyakan," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Berdasarkan informasi sejumlah pekerja waralaba, donasi itu tersalur ke pusat waralaba perdagangan retail itu terlebih dahulu. "Karena ketidakjelasan tersebut, kita berhak bertanya. Tetapi akan lebih tepat kalau donasi yang dihimpun waralaba dari masyarakat Way Kanan disalurkan kembali ke daerah yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2013 masih mempunyai 32.791 KK miskin. Waralaba tidak akan pailit karena itu, toh donasi masyarakat Way Kanan dikembalikan lagi ke Way Kanan," pungkas penggiat Gusdurian Lampung itu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 03 Januari 2018

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus melakukan pemulangan (repatriasi) WNI/TKI gelombang ke-275 terhadap 33 (tiga puluh tiga) orang WNI/TKW ke Indonesia via Bandara Beirut, Libanon, Kamis (9/6). Para TKW yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat. Sisanya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB.

Mereka berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh Staf KBRI Damaskus Amiruddin Thamrin.

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia

Dengan keberangkatan sebanyak 33 WNI/TKW ini, saat ini di shelter KBRI Damaskus masih terdapat 21 WNI yang diduga kuat korban perdagangan manusia.

Duta Besar RI di Damaskus Djoko Harjanto menegaskan bahwa pemulangan atau repatriasi WNI ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011. Repatriasi dilakukan karena situasi keamanan di Suriah masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin memperpanjang kontrak kerja mereka.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Program pemulangan ini juga dilakukan karena pemerintah RI mengambil kebijakan berupa penghentian secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Ekonomi Makhya Suminar menambahkan bahwa sebanyak lima dari 33 WNI/TKW yang dipulangkan ini diduga kuat adalah korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja, yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji, dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

“Dengan keberkahan bulan Ramadhan mudah-mudahan segala urusan repatriasi WNI/TKW berjalan lancar dan diharapkan tidak ada lagi masuknya TKW illegal ke Suriah, sehingga program repatriasi ini dapat segera selesai,” ujar Makhya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sunnah, Sholawat, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 29 Desember 2017

800 Pramuka Madrasah Bakal Ramaikan Perkemahan Nasional di Bumi Laskar Pelangi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah kembali menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-3 di Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung pada 14-20 Mei 2017.

Bertempat di Bumi Perkemahan Selawang Sagantang Koba, Bangka Tengah, Direktut KSKK Madrasah M. Nur Kholis Setiawan mengungkapkan bahwa kegiatan di pulau yang mendapat julukan ‘Bumi Laskar Pelangi’ ini akan diikuti oleh sekitar 800 Pramuka Madrasah dari 34 Provinsi.

800 Pramuka Madrasah Bakal Ramaikan Perkemahan Nasional di Bumi Laskar Pelangi (Sumber Gambar : Nu Online)
800 Pramuka Madrasah Bakal Ramaikan Perkemahan Nasional di Bumi Laskar Pelangi (Sumber Gambar : Nu Online)

800 Pramuka Madrasah Bakal Ramaikan Perkemahan Nasional di Bumi Laskar Pelangi

“Persiapannya sudah 85 persen. Bahkan untuk akomodasi seperti transportasi, Kanwil menyediakan 48 bus. Keamanan untuk 800 peserta juga mendapat perhatian betul karena lokasi perkemahan terletak di pinggir pantai,” jelas Nur Kholis dalam jumpa pers, Selasa lalu.

Sejumlah peserta mengaku telah siap mengikuti kegiatan perkemahan bertajuk Kreatif, Terampil, dan Berkarakter? ini. Nadia dan Alif misalnya, mereka antusias mengikuti kegiatan nasional ini.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Senang, karena perkemahan ini menjadi pengalaman pertama saya akan bertemu dengan teman-teman berbagai provinsi. Tentu ini kesempatan baik untuk lebih mengenal keragaman Indonesia,” ujar Nadia, siswi kelas 10 MAN Jakarta.

Senada dengan Nadia, Alif juga mengaku bangga karena terpilih mewakili Provinsi Banten. “Rasanya senang sekali akan belajar dengan teman-teman dari berbagai daerah untuk sama-sama menjadi patriot bangsa yang berbhinneka tunggal ika,” ungkap Alif, siswa MAN IC Serpong yang bercita-cita jadi pengusaha ini.

Sebelumnya, PPMN I digelar di Magelang, Jawa Tengah (2015) dan PPMN II di Ambon, Maluku (2016). Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadualkan membuka PPMN III ini pada 16 Mei 2017.?

Pembukaan rencananya akan dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, pra Bupati dan Wali Kota, Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta tokoh agama, dan masyarakat setempat. (Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Ahlussunnah, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 27 Desember 2017

15 Tahun Vakum, IPNU di Plupuh Sragen Kembali Dihidupkan

Sragen, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Setelah vakum cukup lama, yakni 15 tahun, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di daerah Plupuh, Sragen, Jawa Tengah dihidupkan kembali. Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan pembentukan Pimpinan Anak Cabang IPNU di daerah setempat.

Ketua PC IPNU Sragen, Gigit Lystyanto, mengungkapkan acara Makesta dan pembentukan PAC dilaksanakan secara terpisah, yakni di Pondok Pesantren Darussalam, Gedongan, Plupuh dan Desa Pandean Plupuh, Sabtu-Ahad (3-4/4).

15 Tahun Vakum, IPNU di Plupuh Sragen Kembali Dihidupkan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tahun Vakum, IPNU di Plupuh Sragen Kembali Dihidupkan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tahun Vakum, IPNU di Plupuh Sragen Kembali Dihidupkan

“Alhamdulillah acara pembentukan PAC Plupuh berjalan dengan baik. Makesta di sana, bahkan diikuti 50 peserta,” ungkap Lystyanto kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Ahad (4/4).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ditambahkan Lystyanto, kevakuman yang cukup lama ini sebetulnya ironis, mengingat Plupuh termasuk salah satu daerah basis NU di Sragen. “Di sana juga ada makam Joko Tingkir,” ujarnya.

Terbentuknya kepengurusan PAC IPNU di Plupuh ini, lanjut Lystyanto, sekaligus menambah jumlah PAC yang sudah terbentuk di Bumi Sukowati, yakni sebanyak 6 PAC.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Saat ini, PAC yang sudah terbentuk di daerah Tanon, Sukodono, Sumberlawang, Gesi, dan Sambungmacan. Sedangkan sisanya seperti Kecamatan Jenar, Tangen, Gemolong dan Kedawung masih dalam proses pembentukan,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 20 Desember 2017

Jadi Umat Baik Harus Jalankan Lima Hal Ini

Sumedang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H Sadulloh mengatakan, ketika Rasulullah SAW memutuskan untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah, maka perkembangan Islam menjadi semakin baik dan berjaya. Dari Madinah tersebut Islam berkembang pesat sampai ke berbagai penjuru dunia.

Hijrahnya Rasulullah, lanjutnya pada ceramah menyambut Tahun Baru 1438 H yang digelar Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Tanjungkerta, harus diambil hikmah oleh umatnya di zaman sekarang.?

Jadi Umat Baik Harus Jalankan Lima Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Umat Baik Harus Jalankan Lima Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Umat Baik Harus Jalankan Lima Hal Ini

Ketika kita berhijrah dari kejelekan menuju kebaikan, maka kita jangan takut atau khawatir menjadi kekurangan. Justru kita akan diberikan keluasan dalam hal apapun. Baik itu keluasan dalam rizki atau yang lainnya,” katanya pada kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang pada Ahad (2/10).

Contoh kecil, katanya, banyak sekarang yang tidak mau meninggalkan perkerjaan sebagai pencopet karena merasa takut setelah berhenti mencopet akan hidup melarat. Padahal kalau pencopet tersebut berhijrah menuju prilaku yang baik, maka akan dimudahkan dan diberkahkan segala sesuatunya.

H Sadulloh juga menuturkan ketika ingin menjadi umat yang baik harus memperhatikan lima hal sebagai berikut. Pertama harus menjadi umat yang jujur yang senantiasa berperilaku benar. Kedua harus amanah dalam segala hal, tidak suka berbohong dan selalu menempati janji.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Ketiga harus berperilaku adil dalam segala hal. Pandai menempatkan posisi,” tambahnya.

Keempat, harus suka tolong-menolong dalam hal kebaikan. Bukan tolong menolong dalam hal kejelekan. Dan yang kelima, harus istiqomah dalam bersikap dan dalam mengerjakan kebaikan. Dengan istiqomah maka akan memunculkan karomah.

“Ketika ada warga NU atau pemimpin yang berprilaku seperti lima hal diatas, insyaallah masyarakat yang dipimpinnya akan diurusi dengan baik,” tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Sholawat, Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) memberikan apresiasi atas ketegasan sikap Pemerintah dalam membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, semua bentuk dan upaya-upaya merongrong dan mengganti Pancasila dan NKRI harus dilawan, baik secara hukum oleh negara maupun secara sosial oleh masyarakat.

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI

Kata Gus Yaqut, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk di dalamnya melahirkan konsepsi Pancasila sebagai ideologi bangsa bukanlah upaya coba-coba, tetapi kristalisasi dari cita-cita, semangat dan kondisi kebangsaan Indonesia yang membentang dalam ribuan pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa, hingga puluhan agama dan aliran kepercayaan.

“Pada pondasi keberagaman inilah cita-cita hidup berbangsa dan bernegara dibangun dan mewujud sebagai NKRI yang berdasarkan Pancasila,” jelas Gus Yaqut melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/5) di Jakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Atas penghayatan terhadap perjalanan sejarah, lanjutnya, pemahaman atas cita-cita para pendiri bangsa dan keprihatinan atas situasi hari inilah yang mendorong GP Ansor mengambil segala upaya untuk membangunkan kesadaran kita sebagai bangsa atas pentingnya ideologi Pancasila dan kesetiaan pada NKRI.

“Apa yang telah dilakukan oleh GP Ansor bukanlah semata-mata tentang pembubaran Ormas, tetapi sebagai bentuk konsistensi tekad pengabdian kami kepada ulama, bangsa dan negara,” tegas salah seorang keponakan Gus Mus ini.

Dia berharap, semoga langkah nyata Pemerintah menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila ini bersambut dengan kesadaran dari masyarakat bahwa---kita semua bertanggung jawab atas kelangsungan NKRI dan Pancasila demi terjaganya keberagaman dan penghormatan atas semua anak bangsa yang telah bahu membahu merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan hingga hari ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Bagi GP Ansor dari dulu, sekarang hingga waktu yang tak terbilang tetap akan selalu sama, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya,” tandas Putra KH Cholil Bisri ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 01 Desember 2017

Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Meski sudah melunasi sejumlah tahapan pembayaran haji tahun ini, sebanyak 62 dari 80 calon jamaah haji asal Sidoarjo, Jawa Timur dipastikan gagal berangkat. Ditundanya keberangkatan jamaah haji tersebut karena ada ketentuan dari Kementerian Agama untuk menambah calon jamaah haji cadangan sebanyak 18 orang. Meski demikian, bagi calon jamaah haji yang sudah masuk menjadi cadangan harus bersedia ditempatkan di kloter wilayah Kabupaten lain dan berpisah dengan keluarganya.

Kepala Kemenag Sidoarjo, H Ahmad Rofii mengatakan bahwa, estimasi yang sudah dilakukan pemerintah di Sidoarjo sebanyak 80 orang dan akan dipanggil sesuai urutan nomor yang ada. Pada tahun ini, perkiraan dari estimasi itu, yang diberangkatkan sebanyak 18 orang yang bisa berangkat di bangku cadangan.

Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Sudah Melunasi Pembayaran, 62 dari 80 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat

"Estimasi yang dilakukan pemerintah mungkin pada tahun lalu banyak calon jamaah haji yang belum melunasi karena mungkin berpisah dengan istrinya, kemudian dia menunda keberangkatannya, itu bisa diisi di bangku cadangan. Pada tahun ini mereka berniat berangkat dan tidak membiarkan kesempatan akhirnya dilunasi saja sehingga kita mendapatkan 18 orang itu, dan 18 itu harus siap diberangkatkan di Kabupaten Jatim," kata Rofii, usai melakukan bimbingan manasik haji yang dilakukan di dalam gedung serbaguna Gor Delta Sidoarjo, Rabu (27/7).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, menurut Sekretaris Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH)? Sidoarjo Moh Kirom, jamaah yang sudah melunasi tapi ditunda keberangkatannya, sebetulnya Kemenag Sidoarjo sudah menyampaikan hal itu terkait dengan proses regulasi jamah haji.

"Pada saat itu sudah disampaikan ada porsi tambahan. Tidak menuntut kemungkinan menunggu dari jumlah kuota yang ada yang tidak terjual. Andaikata kuota yang sudah ditentukan itu terjual, maka daftar tunggu pasti semuanya ikut. Kemarin ada salah satu jamaah saya yang sudah melunasi dan tidak berangkat, KBIH juga ikut bertanggung jawab untuk menjelaskan hal itu, dan kalau tidak dijelaskan semakin hari semakin meruncing, karena waktu itu dia sudah siap melaksanakan tasyakuran dan sebagainya. Setelah kami jelaskan, maka saya berusaha untuk dibatalkan. Untuk 2017 pasti berangkat dan tidak pakai administrasi dan sebagainya," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk saat ini, calon jamaah haji Sidoarjo yang sudah melunasi pembayaran sekitar 1822 orang. Pembayaran tersebut di antaranya pembayaran tahap pertama sekitar 1665 orang, tahap kedua sebanyak 182 orang calon jamaah haji dan di tambah tim pemandu haji daerah sekitar 19 orang. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Kajian, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 29 November 2017

Sistem Pendidikan Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Pendidikan karakter dinilai tepat untuk mengembangkan kepribadian siswa. Salah satu pemerhati pendidikan yang juga mengembangkan pendidikan karakter adalah Doni Koesoema A.?

Dikaitkan dengan dunia pesantren dalam menghadapi tantangan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan pendidikan karakter, Master Pendidikan lulusan Boston College Lynch School of Education, AS ini memprediksi pola dunia pesantren akan lebih siap. Berikut wawancara Kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kendi Setiawan dengan Doni.

Pak Doni, Anda kan dikenal aktif mengembangkan pendidikan karakter. Sebenarnya pendidikan karakter di Indonesia sudah seperti apa?

Sistem Pendidikan Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Pendidikan Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Pendidikan Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Pendidikan karakter itu sebenarnya sudah banyak dipraktikkan di sekolah-sekolah kita. Cuma sering kali apa yang sudah dilaksanakan ini belum disadari sebagai bagian pembentukan nilai. Maka orang selalu bingung, kita ini sudah melaksanakan pendidikan karakter atau belum? ?

Nah, dengan menyadari kembali pendidikan karakter, orang harus tahu dasar-dasarnya apa, agar dia bisa memperbaiaki. Selama ini memang sudah ada, namun karena sering kali tidak dievaluasi dan direfleksi, sehingga orang tidak tahu apakah ini sudah benar, apakah program-program yang dilakukan itu sudah benar-benar membentuk karakter atau tidak. Itu yang kurang digali. Itu yang sejauh pengamatan saya.

Ada bebarapa pertentangan terhadap pendidikan karakter, ada yang tidak setuju. Misalnya saya pernah menjumpai praktisi pendidikan, dia lebih menyukai Matematika atau eksakta saja. Itu bagaimana?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jadi mereka itu tidak suka pendidikan karakter karena mereka salah ? memahamai konsep pendidikan karakter. Dia pikir untuk belajar Matematika itu nggak ada kaitannya dengan pendidikan karakter. Padahal justru Matematika itu banyak pendidikan karakternya. Di sekolah di luar negeri misalkan Matematika, anak itu kalau mengerjakan harus pakai pulpen. ? Kenapa di Indoensia malah pakai pensil misalnya anak-anak SD? Sementara di luar mereka wajib pakai pulpen supaya nggak bisa dihapus dan guru bisa tahu cara berpikirnya. Itu kan membentuk cara berpikir yang lurus dan guru bisa mengevaluasi. Di situ sebenarnya ada pembentukan karakter. Nah berarti ada kekeliruan dalam memahami pendidikan karakter sehingga orang menganggap Matematika, IPA, Sains itu nggak ada kaitannya dengan pendidikan karakter, dan ini salah menurut saya.

Harusnya ada justru misalnya Matematika pendidikan karakter itu ada di sini. ? Kalau saya punya pendapat bahwa dua tambah dua empat itu benar, saya harus mempertahankan pendapat saya bahwa itu benar. Tapi kalau saya kemudian tahu bahwa pendapat saya salah, saya harus berani mengubah bahwa pendapat saya salah. Itu pendidikan karakter ada di sana.





Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saya beberapa kali mendengar Anda menyebut pondok pesantren bagus sebagai tempat pendidikan. Itu dari mana asumsinya, padahal Anda bukan warga Muslim?

Saya tahu itu karena saya pernah banyak juga bekesplorasi di tempat-tempat itu (pondok pesantren). Saya pernah di Tebuireng, kunjungan ke sana lalu melihat pendidikan di pesantren. Lalu ke Samanera yang di Borobudur, bahkan menginap di sana sampai satu minggu, ikut doa-doa mereka. Saya rasa pondok pesantren benar-benar membentuk individu dengan budaya yang kuat.?

Kemudian keterikatan dengan lingkungan setempat sebagai proses pembelajaran itu ada. Saya nggak menemukan pondok pesantren ada pagarnya. Di banyak pondok pesantren yang ada itu terintegrasi dengan masyarakat. Beda di seminari misalnya di Martoyudan, itu kan ada pagarnya, tapi di ponpes itu kebanyakan nggak.?

Waktu saya di Bima memang ada pagarnya. Tetapi, mereka relatif bergaul dengan masyarakat. Jadi saya rasa ponpes model pembelajaran yang menurut saya bagus, Karena di sana kan kiai-kiai, artinya menginterpretasikan ajaran-ajaran agama itu lebih kontekstual, jadi arahnya tidak ideologis saja. Dan itu yang membuat pesantren maju dan bisa menjadi role model untuk proses pendidikan.

Kalau dikaitkan dengan tantangan MEA, pendidikan pesantren itu bagaimana? Apa ada perbedaan dengan sistem pendidikan di tempat lain?

Menurut saya harusnya membedakan, karena di pesantren individu dibekali oleh kekuatan spiritual yang bagus. Lalu kontak budaya dan kontak dengan masyarakat yang kuat, itu sebenarnya bisa menjadi modal.?

Di sisi ekonominya di pondok pesantren memang perlu bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat. Dan saya rasa ini akan mengubah bangsa ini akan lebih cepat maju. Saya melihat begini, di masjid-masjid ada banyak, istilahnya, arus uang. Tetapi kalau di masjid ada kas, misalnya di Tangerang (tempat tinggal Doni), dipakai untuk membangun gapura. Padahal di sekitarnya banyak orang miskin.?

Nah, saya membayangkan seandainya di setiap masjid, mereka punya perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi orang-orang miskin, bangsa ini akan cepat maju, naik kelas. Dan proses pendidikan di pesantren akan membantu karena sejak awal mereka sudah dekat dengan masyarakat, mengenal siapa masyarakat di sekitar, anak-anak di sekitar pesantren tahu siapa yang miskin siapa yang bisa di bantu.

Kalau sistem pendidikannya sendiri bagaimana di pondok pesantren menghadapi tantangan MEA?

Kalau saya sistem enggak paham secara khusus. Tapi saya lihat pondok pesantren lebih ke pendidikan yang dinamis. Mereka memang selain kekuatan nilai-ilai tradisional, lalu kitab yang dilatihkan dengan model menghapal, kemudian terbatinkan, diwujudkan melalui praktik. Itu bagi saya bisa menjadi modal yang bisa dipindahkan, misalkan menghadapi tantangan di luar kan kita harus tahu apa yang ada di dalam masyarakat, apa yang dibutuhkan kan akan mencari cara yang lebih baik untuk mengantisipasinya. Dan di era MEA ini, tentu yang dibutuhkan kemampuan bahasa. Di pesantren bahasanya bagus. Itu kan menurut saya luar biasa.

(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 26 November 2017

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Organisasi massa (ormas) dan pondok pesantren mengadakn diskusi dan Deklarasi Resolusi Damai bertema “Eliminasi Kekerasan, Mengkonstruksi Perdamaian”. Kegiatan yang digagas Ikatan Alumni Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Jember tersebut dilaksanakan pada 25 November 2016, bertepatan dengan peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan Internasional.

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

Disksusi dihadiri perwakilan ormas dan komunitas pesantren di Jember, yakni Fatayat NU Jember, Kohati Cabang Jember, PMII Jember, Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono, Pondok Pesantren Nurul Jadid Al-Islami, Pondok Pesantren Al Jauhar, dan Pondok Pesantren Darul Hikam.

“Diskusi ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kepedulian komunitas-komunitas yang ada di Jember untuk bergerak bersama mewujudkan perdamaian dengan tidak mentoleransi kekerasan,” ungkap Agustina Dewi, Ketua Bidang Gerakan Perempuan IKAPMII.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Perdamaian, menurutnya, seharusnya dipahami bukan hanya tidak adanya kekerasan langsung, tetapi ketika struktur yang ada sudah mampu menjamin keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan warga masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menambahkan, kekerasan terhadap perempuan perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat jumlah kekerasan terhadap perempuan terus meningkat, seperti data dari Komnas Perempuan yang tahun ini mencapai 321.752, meningkat dari 293220 tahun 2015.

Angka tersebut, kata dia, adalah jumlah kekerasan yang dilaporkan dan telah ditangani oleh pihak yang berwajib, padahal bisa jadi angka kekerasan yang tidak terlaporkan lebih banyak lagi.

“Lembaga pendidikan, termasuk pesantren-pesantren bisa mengambil peran penting dalam upaya menekan angka kekerasan dengan memasukkan materi anti-kekerasan dan perdamaian dalam kurikulum, sekaligus dalam proses pembelajaran yang dilakukannya,” ungkap Najmatul Millah dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami yang juga menaungi beberapa lembaga pendidikan.

Dalam diskusi ini telah terbangun komitmen diantara yang hadir, bahwa kekerasan dalam bentuk apapun harus dihilangkan, baik yang berupa kekerasan langsung maupun tidak langsung, kekerasan fisik maupun psikologis, di ruang publik maupun di ranah domestik.

“Kekerasan terhadap perempauan adalah masalah kemanusiaan, yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak karena sebenarnya terkait dengan penghargaan atas hak azasi Manusia,” demikian ditegaskan oleh Ketua IKAPMII Jember.

Resolusi Damai

Diskusi telah menyatukan persepsi dan? mendesain gerakan anti kekerasan untuk membangun perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.? Dalam rangka pencapaian tujuan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, diskusi ini menghasilkan resolusi dengan menimbang banyaknya kekerasan terhadap perempuan, baik di ranah publik maupun privat, kekerasan langsung maupun kekerasan kultural dan struktural, yang dilakukan baik oleh personal, komunitas, maupun oleh negara.

1. Perlunya semua pihak berkontribusi dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan tidak menjadi pelaku kekerasan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai kemanusiaan.

2. Menyerukan kepada masyarakat dan unsur-unsur didalamnya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan tidak mentoleransi adanya kekerasan tersebut.

3. Mengajak tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas pesantren untuk membangun budaya damai dengan mengedepankan penghargaan terhadap multikulturalisme.

4. Mendesak lembaga pendidikan untuk mengajarkan perdamaian sebagai bagian pembentukan karakter peserta didik.

5. Menghimbau kalangan media untuk berpegang pada prinsip jurnalisme damai yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, tidak provokatif, dan mengedepankan kepentingan publik.

6. Menuntut penyelenggara negara untuk membangun perdamaian dengan menghadirkan produk hukum dan kebijakan yang tidak toleran terhadap pelaku kekerasan.

Penggagas Resolusi Damai Jember 2016

1. IKAPMII

2. Fatayat NU Jember

3. KOHATI Cabang Jember

4. PMII Jember

5. Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono

6. Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami Sukowono

7. Pondok Pesantren Al Jauhar Jember

8. Pondok Pesantren Darul Hikam Jember (Linda Dwi Eriyanti/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

Transaksi Aneh Jual-Beli Abu Hanifah dengan Seorang Perempuan

Numan bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Hanifah suatu hari kedatangan seorang perempuan yang membawa pakaian sutra di tangannya. Perempuan ini berniat menjual kain mewah tersebut kepadanya.

"Berapa harganya," tanya Imam Abu Hanifah.

Transaksi Aneh Jual-Beli Abu Hanifah dengan Seorang Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Transaksi Aneh Jual-Beli Abu Hanifah dengan Seorang Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Transaksi Aneh Jual-Beli Abu Hanifah dengan Seorang Perempuan

"Seratus dirham."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Tidak. Nilai barang ini lebih dari seratus dirham."

Keruan saja si perempuan heran. Lazimnya pembeli selalu menawar barang dagangan dengan harga lebih murah. Tapi yang dilakukan ulama besar itu aneh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Perempuan itu pun melipatgandaan harganya menjadi empat ratus dirham.

"Bagaimana bila barang itu lebih mahal lagi?" Tutut Abu Hanifah.

"Anda bercanda?" Tanya perempuan tersebut tercengang.

"Datangkanlah seseorang untuk menaksir harganya!"

Ya. Perempuan itu akhirnya menghadirkan seorang laki-laki. Kata si laki-laki, "Pakaian sutra ini seharga lima ratus dirham."

Imam Abu Hanifah lantas membayarnya kontan dengan harga lima ratus dirham. Ia paham, perempuan tersebut menjual sutranya karena sedang sangat membutuhkan uang.

Kisah di atas tertuang dalam kitab Mausû’atul Akhlâq waz Zuhdi war Raqâiq (juz i) karya Yasir ‘Abdur Rahman dalam sub-bab ar-Rahmah bil Muhtâjîn (berkasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan).

Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah adalah di luar logika umum tentang untung-rugi dalam sudut pandang materi. Sang imam sebenarnya punya kesempatan untuk memanfaatkan keluguan perempuan tersebut, lalu meraup keuntungan yang melimpah. Namun, budi pekertinya yang luhur membuatnya bersih dari nalar eksploitatif semacam itu.

Pengarang kitab al-Fiqh al-Akbar ini memberi contoh bahwa membeli sesuatu tak harus selalu berpikir bahwa kita mesti mendapat barang sebagus-bagusnya dengan harga semurah-murahnya. Apalagi bila si pembeli tahu, penjual barang adalah orang yang membutuhkan pertolongan. Artinya, membeli juga bisa berarti membantu.

Teladan ini barangkali relevan dengan keadaan kita sekarang, di tengah gemarnya orang berbelanja di minimarket milik segelintir pemodal besar, ketimbang warung tetangga yang menjadi sumber nafkah keluarga dan pendidikan anak-anaknya; atau bersikerasnya orang menawar harga sayuran di pedagang kecil yang bernilai ribuan namun di kesempatan lain menghabiskan puluhan ribu hingga ratusan ribu di restoran tanpa tawar-menawar atau merasa dirugikan. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 09 November 2017

Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pasar Rakyat Indonesia yang digelar di alun-alun Kecamatan Balung, Jember, Sabtu (8/12) resmi dibuka. Pembukaan pasar rakyat tersebut ditandai dengan pemencetan bunyi sirine oleh ketua panitia dan sejumlah pengurus NU Jember.

Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Indonesia di Jember Dibuka

Dalam sambutannya, Ketua panitia, H Rasyid Zakaria mengatakan, pasar rakyat tersebut digelar sebagai bentuk kepedulain NU dalam meningkatkan taraf kehidupan rakyat. “NU sangat peduli untuk memberikan jalan bagi peningkatan taraf kehidan warga,” jelasnya.

Menurut Kepala Dinas PU Binamarga Kabupaten Jember itu, pasar rakyat digelar sejatinya ? untuk membantu warga dalam mendapatkan barang-barang sembako dengan harga murah.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakannya, ? di satu sisi pekerjaan begitu sulit, dan di sisi lain harga kebutuhan pokok terus melambung. ? Sehingga betapapun kecilnya, pergelaran pasar rakyat diharapkan dapat membantu meringankan beban warga. “Ini persembahan NU untuk warga Jember,” tukasnya.

Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin dalam sambutannya berharap agar pasar rakyat itu dapat memberikan inspirasi bagi warga NU Jember untuk bisa lebih kreatif dalam menggalakkkan home industri.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembukaan pasar rakyat tersebut cukup semarak. Sejumlah pejabat teras Pemkab Jember dan pengusaha hadir di acara tersebut. Semua Ketua MWCNU juga hadir, berbaur dengan sekitar 700 undangan.

Namun sayang, Ketua PBNU, KH. Said Aqil dan Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Mutawakkil Alallah, yang dijadwalkan hadir, ternyata tidak ? Kendati demikian, hal itu tidak mengurangi kesemarakan pembukaan pasar rakyat Indonesia itu.

Masyakat juga antusias menyambut pasar rakyat tersebut. Sore hari hingga malam, masyarakat berbondong-bondong berbelanja barang-barang, sekaligus menyaksikan penampilan artis-artis ibukota dan lokal yang digelar malam harinya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Nusantara, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw