Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Para karyawan dan staf kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, mulai dari satpam sampai cleaning service, juga tak mau ketinggalan ? menonton film ‘Sang Kiai’. Karena itu, Sabtu (2/6) di Bioskop 21 TIM.

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Mereka mengikuti acara nonton bareng film yang menceritakan sejarah kebesaran dan nasionalisme pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Koordinator acara Kholili Muhammad menjelaskan, acara dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan PBNU untuk menonton film ‘Sang Kiai’ secara lengkap.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kemarin pada saat acara Harlah NU kan baru potongan-potongan film yang dipertunjukkan,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, para karyawan PBNU merupakan bagian dari keluarga besar NU dan warga Nahdliyyin yang sepatutnya turut meneladani KH Hasyim Asy’ari atau paling tidak dapat mengetahui bagaimana sosok utama pendiri organisasi Islam terbesar tempat para karyawan itu sekarang mengabdi.

KH Hasyim Asy’ari merupakan tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankannya, yakni melalui Resolusi Jihad 10 November 1949.?

“Apa yang dilakukan Hadratusysyaikh itu merupakan penggalan pengorbanan NU sebagai pengejawantahan semangat kebangsaan yang tidak bisa diragukan lagi komitmennya,” ungkap Idy Muzayyad, yang menginisiasi dan menfasilitasi acara nonton bareng tersebut.

Idy yang pernah menjadi ketua umum IPNU periode 2006-2009 menambahkan, tanpa Resolusi Jihad bisa saja perjalanan bangsa ini akan berbeda. ?

“Sangat mungkin kalau Mbah Hasyim tidak mencetuskan Resolusi Jihad, maka kondisi bangsa akan kembali ke alam penjajahan, atau setidaknya bangsa Indonesia akan lebih lama lagi berada dalam alam penindasan,” katanya.

Karenanya, orang NU harus bangga terhadap sejarah Resolusi Jihad dan keunggulan politik kebangsaan KH. Hasyim Asy’ari. Harapannya, generasi NU sekarang tidak sekedar berhenti di kebanggaan terhadap tokoh pendahulu, tiba berikhtiar dengan kuat dan benar untuk meneruskan serta mengaktualisasikan keluhuran politik tokoh pendiri NU.

Acara nonton bareng yang diikuti 100-an orang itu juga mengajak para pedagang kaki lima di sekitar PBNU dan sebagian pengurus Banom dan Lajnah, antara lain IPNU, IPPNU, Ansor, Warga NU DKI dan lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 24 Februari 2018

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Duta Besar Norwegia Stig Traavik bersama First Secretary First Hana Ryba Cervenka dan Uskup Gereja Norwegia Gunnar Stålsett bersilaturahmi ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (16/11). Rombongan diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Rombongan dari Norwegia dalam kesempatan itu mengeluhkan perihal situasi mutakhir di dunia yang diwarnai kekerasan atas nama agama, di antaranya yang dilakukan oleh ISIS. Mereka juga menyinggung soal teror mengerikan yang terjadi di Perancis.

Dalam pertemuan itu, PBNU menyatakan secara tegas mengutuk berbagai bentuk terorisme atas nama Islam, termasuk yang memakan korban nyawa di Perancis, baru-baru ini. Kang Said, sapaan akrab Ketum PBNU, mengatakan terorisme bertentangan dengan ajaran Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Indonesia, imbuh Kang Said, melalui Pancasila telah menyelesaikan hubungan kusut antara Islam dan negara. NU bersama ormas-ormas Islam moderat lain berkomitmen menjaga Indonesia dengan segenap kebhinnekaannya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menjawab pertanyaan Gunnar Stålsett pandangan NU tentang syariat Islam, Wakil Ketua Umum PBNU Slamet Effendy Yusuf yang turut menyambut saat itu mengatakan, sebagai organisasi Islam NU taat terhadap syariat, meski tak memaksakan masuk ke konstitusi.

Bagi NU, kata Slamet, hukum Islam mesti kontekstual dengan situasi kekinian. Bentuk formal negara Islam juga bukan sesuatu yang harus diperjuangkan selama nilai-nilai Islam menjiwai dasar negara dan peraturan perundang-undangan.

Kepada rombongan, PBNU juga menegaskan moderatisme Islam ala NU bisa berkembang menjadi pandangan alur umum dunia Islam di berbagai negara. Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua PBNU H Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 22 Februari 2018

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Banyaknya tantangan berupa pendangakalan Aswaja hendaknya menyadarkan semua pihak untuk semakin giat dalam menyapa umat. Mereka harus semakin intensif didatangi agar tidak sampai dimasuki oleh paham lain yang cenderung merusak.

"Para pemimpin umat, khususnya pegiat Aswaja jangan hanya menyukupkan ceramah sesuai jadwal yang ada, tapi semakin giat memantau perkembangan di akar rumput," kata Ustadz Idrus Ramli, Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Ahad (13/3), saat menjadi narasumber pada kegiatan Daurah Aswaja Internasional lil Gawagis se-Jawa Timur.

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Menurutnya,? kalangan penyerang amaliyah NU kerap memanfaatkan tempat ibadah seperti mushalla dan masjid yang tidak banyak difungsikan sebagaimana mestinya. "Dari mulai mencoba aktif sebagai tenaga kebersihan, menjadi muadzin hingga akhirnya menguasai jadwal imam rawatib dan pengajian di masjid dan mushalla yang ada," terangnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itu, cara terbaik yang harus dilakukan para tokoh agama adalah dengan terus berupaya menyapa masyarakat di luar jadwal pengajian rutin yang dimiliki. "Karena mereka akan menguasai tempat ibadah yang jarang disapa dan dikunjungi tokoh agama di komunitas tersebut," ungkapnya.

Bagi Ustadz Idrus, kelebihan kelompok yang sering menguasai masjid dan mushalla tersebut adalah konsistensinya dalam menjaga dan menguasai jadwal ibadah. "Maklum, mereka didukung oleh pendanaan yang besar, sehingga tidak lagi disibukkan dengan kegiatan ekonomi seperti masyarakat pada umumnya," katanya.

"Saya yakin, pemahaman peserta daurah tentang Aswaja sudah benar dan tidak diragukan karena berasal dari kalangan gus dan ning yang notabene adalah putra-putri kiai serta pengampu pesantren," jelasnya. Namun, yang sangat mendesak adalah bagaimana jadwal menyapa dan mendampingi masyarakat awam kian ditingkatkan agar merasa semakin terayomi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada kegiatan yang diikuti ratusan gus dan ning utusan dari kota dan kabupaten se-Jatim tersebut, Ustadz Idrus berharap ada rutinan pengajian yang diisi tokoh agama setempat agar umat tidak kecolongan. "Kalau kerap menyapa umat dan warga, pasti mereka akan terus merasa hormat," katanya.

Ustadz Idrus Ramli menjadi narasumber pertama pada kegiatan yang berlangsung di aula PWNU Jatim, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Narasumber lain adalah Ustadz Maruf Khozin (Surabaya), Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman al-Khauli al-Rifai al-Husaini (Lebanon) serta KH Marzuki Mustamar dari Malang. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 18 Februari 2018

Islam Ramah dan Pondok Pesantren

Oleh Suwendi



Islam Ramah dan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Ramah dan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Ramah dan Pondok Pesantren



Seperti yang dimaklumi bersama, Indonesia merupakan negara yang amat besar. Negara ini telah dikaruniakan oleh Allah SWT dengan limpahan kenikmatan yang beragam. Bentangan luas wilayah dari Sabang sampai Merauke, dengan luas daratan sepanjang 1.922.570 Km2 dan luas perairan 3.257.483 Km2, yakni terletak di antara 6° LU sampai 11° LS dan 95° BT sampai 141° BT. Ia memiliki setidaknya 17.000 pulau. Posisinya terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga dikenal sebagai posisi silang (cross position).?

Letak geografis ini sangat strategis untuk negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini berpengaruh terhadap kebudayaan yang beragam, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama dengan keanekaragaman suku-bangsa yang dimiliki.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kondisi agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia juga demikian beragam. Setidaknya ada 6 agama yang berkembang di Indonesia, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Berdasarkan Data Jumlah Penganut Agama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, penganut agama Islam merupakan mayoritas, yakni sebanyak ? 207.176.162 jiwa (87,18%), disusul dengan penganut Kristen Protestan sebanyak 16.528.513 jiwa (6,96%), Katolik sebanyak 6.907,873 jiwa (2,91%), Hindu sebanyak 4.012.116 jiwa (1,69%), Buddha sebanyak 1.703.254 jiwa (0,72%), dan Kong Hu Cu sebanyak 117.091 jiwa (0,05%).

Sebagai agama mayoritas, Islam yang hadir di Indonesia merupakan Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil’alamin, yakni Islam yang memiliki karakter tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (tenggang rasa) dan berkarakter keindonesiaan. Islam lahir dan berkembang selaras dengan kondisi budaya dan tradisi Indonesia.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Relasi antara Islam dengan Indonesia yang dikembangkan di Indonesia mengambil format relasi substansialisik. Yakni, Indonesia bukanlah negara yang secara formal menjadi negara Islam, tetapi negara yang substantif menjamin keberlangsungan dan memenuhi semua kebutuhan dalam menjalankan kehidupan semua agama, termasuk agama Islam.?

Demikian juga, Islam di Indonesia adalah Islam yang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, masyarakat muslim di Indonesia memiliki militansi kebangsaan (nasionalisme) yang bersatu padu dengan semangat keagamaan (keislaman). Masyarakat muslim memperjuangkan keindonesiaan dengan tanpa melupakan keislamannya; demikian juga Islam-Indonesia adalah Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keindonesiaan dan menegakkan jati diri bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Antara Islam dan Indonesia, keduanya tidak bisa dipisahkan. Inilah karakter Islam yang berkembang di Indonesia.

Dalam kondisi seperti ini, Islam di Indonesia sangat menghargai keragaman dan perbedaan baik agama, pendapat, maupun budaya. Perbedaan-perbedaan agama dan kultural ini tidak dipapahami sebagai lawan yang harus disisihkan, tetapi sebagai kawan sekaligus kekayaan bangsa yang terus dipelihara dan menjadi perekat bangsa.?

Semua itu dapat disatukan dan diikat dalam satu pandangan yang sangat prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang disusun oleh pendiri bangsa Indonesia yang kemudian dikenal dengan 4 Pilar Berbangsa-Indonesia, yakni Pancasila berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat pilar berbangsa dan bernegara inilah yang menjadi penguat dan landasan bagi seluruh bangsa Indonesia sehingga Islam di Indonesia tampil dengan Islam yang penuh kedamaian.

Indonesia menjadi berpenduduk mayoritas muslim dan mengembangkan Islam yang rahmatan lil’alamin sesungguhnya itu tidak dapat dilepaskan dari peranan pondok pesantren. Melalui jaringan intelektual yang dikembangkan oleh pondok pesantren dan alumninya yang kemudian berperan dan mengakar pada sejumlah lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah diniyah takmiliyah yang tersebar di setiap peloksok desa dan kelurahan, majelis taklim yang tersebar di hampir setiap RT dan RW, serta pengisi acara di sejumlah ceremoni peringatan hari besar Islam, serta tokoh-tokoh agama di tengah masyarakat pedesaan dan perkotaan, penyebaran dan penanaman nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas sangat nyata. Dalam amatan sederhana, mereka-mereka inilah yang sesungguhnya sangat berperan dalam mempertahankan Islam di tengah masyarakat Indonesia.?

Pondok pesantren merupakan dunia tradisonal Islam yang mampu mewarisi dan memelihara kesinambungan tradisi Islam yang dikembangkan ulama dari masa ke masa, tidak terbatas pada periode tertentu. Ketahanan lembaga pesantren agaknya secara implisit menunjukkan bahwa dunia Islam tradisi dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan di tengah perkembangan zaman.?

Keniscayaan bahwa pesantren tetap utuh hingga kini itu bukan hanya disebabkan oleh kemampuannya dalam melakukan akomodasi-akomodasi tertentu, tetapi juga lebih banyak disebabkan oleh karakter eksistensialnya. Karakter yang dimaksud adalah, sebagaimana dikatakan oleh Prof. Nurcholish Madjid, seorang cendekiawan muslim Indonesia, pesantren tidak hanya menjadi lembaga yang identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebagai lembaga yang murni berkarakter keindonesiaan, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya, sehingga antara pesantren dengan komunitas lingkungannya memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan.?

Di samping berkarakter keindonesiaan, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman keagamaan Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak radikal. Jauh dari doktrin terorisme, saling mengkafir-bid’ahkan, apalagi pembenaran atas gerakan takfiri dan letupan-letupan bom bunuh diri. Dalam kondisi Indonesia yang begitu pluralistik, pondok pesantren telah memainkan peranan yang strategis. Ia mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.?

Kita patut untuk melakukan revitalisasi atas budaya yang berkembang di pondok pesantren. Di antara budaya dimaksud pesantren adalah budaya ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan saling gotong royong. Di pondok pesantren, dilatih dan dibiasakan untuk mendapatkan kekuatan dan semangat menimba ilmu pengetahuan yang tinggi. Para santri diajari dengan berbagai disiplin ilmu yang sangat luas sehingga tidak picik dan berwawasan sempit serta tidak mudah menyalahkan pendapat orang lain.?

Di pondok pesantren, para santri juga dilatih untuk saling membantu antar sesama. Meski santri itu berasal dari daerah yang berbeda, jika ia?

kehabisan bekal atau uang, dibantu dengan semampunya. Rasa persaudaraan antar santri benar-benar ditumbuhkembangkan dalam suasana kebersamaan di pondok pesantren. Demikian juga, para santri terbiasa dengan melakukan kegiatan secara bergotong royong, yang di sebagian pesantren dikenal dengan sebuta ro`an. Kebersihan, keamanaan, dan upaya melakukan perbaikan suatu bangunan di sekitar pesantren, dilakukan secara bersama-sama dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.?

Budaya-budaya yang berkembang di pesantren ini sangat tepat untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa secara luas. Jika budaya-budaya yang sudah terbiasa dilaksanakan di pesantren itu diterapkan di masyarakat, diyakini masyarakat Indonesia akan menjadi damai, tenteram, dan bahagia.

Pesantren telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam pembinaan masyarakat, termasuk dalam mengasah nilai-nilai kebangsaan dan keumatan. Oleh karenanya, pondok pesantren patut untuk menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa ini, dengan pemahaman Islam yang rahmatan lil’alamin.

Penulis adalah alumnus Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pesantren Luhur Sabilussalam Ciputat

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Februari 2018

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 30 pondok pesantren di Boyolali mendapatkan bantuan untuk modal pengembangan ekonomi. Bantuan berupa dua ekor kambing dari Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut disalurkan Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Boyolali, di Gedung NU Center Boyolali, Selasa (6/5).

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Salah satu perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) RMI-NU Jawa Tengah yang hadir, Munajat, Ph.D, mengatakan, pemberian bantuan ini masih termasuk dalam tahap percobaan.

“Dua kambing yang diberikan ini baru uji coba. Kemungkinan akan diberikan dalam jumlah lebih besar, kalau nantinya uji coba ini dapat berhasil,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam acara tersebut, para peserta perwakilan dari pesantren juga mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren melalui peternakan kambing dari dosen Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Nafi’atul Umami, Ph.D.

Salah satu peserta pelatihan, Choirudin Ahmad berharap, bantuan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi pesantren. “Sekaligus sebagai bekal keterampilan santri setelah kembali ke daerah masing-masing,” ungkap pengurus Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 31 Januari 2018

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Konferensi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo yang digelar di aula MWCNU Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu-Ahad (2-3/1), menetapkan Muhammad Mahmuda sebagai Ketua PMII Sidoarjo periode 2016-2017. Mahmuda terpilih setelah unggul dengan 10 suara dari Doni Gunawan yang memperoleh 5 suara.

Konferensi dihadiri seluruh Pengurus Komisariat PMII se-Sidoarjo dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny, Universitas Maarif Hasyim Latief (Umaha), Universitas Sunan Giri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan sebagai peninjau dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida). Muhammad Mahmuda berasal dari IAI Al-Khoziny sedangkan Doni Gunawan dari Umaha.

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

"Rasa bangga yang telah kami dapat atas dukungan sahabat/sahabati mulai dari awal hingga akhir yang telah memperjuangkan. Kami akan menjalankan putaran organisasi ini dan selalu berkoordinasi dengan komisariat hingga rayon se-Sidoarjo, serta selalu bersikukuh untuk menjalan putaran organisasi dengan baik demi PMII ke depannya lebih baik," kata Mahmuda, Ahad (3/1) malam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, ke depan masih banyak program yang perlu diperbaiki. Seperti menghidupkan kembali komisariat PMII STKIP PGRI Sidoarjo, membuat website resmi Pimpinan Cabang PMII Sidoarjo, merintis rayon di setiap komisariat yang belum memiliki rayon, serta program unggulan lainnya. Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan seluruh PK PMII se-Sidoarjo.

Gigin Anggi Zuarinsa, mantan Ketua PC PMII Sidoarjo berpesan kepada ketua terpilih supaya menjadi pemimpin yang ikhlas dan sabar dalam mengabdi di PMII. Gigin berharap program-program yang baik supaya dilanjutkan, dan dapat memperbaiki yang belum sempurna.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Program yang belum terealisasi adalah pembuatan website cabang, perintisan LSO bidang ekonomi serta menghidupkan lagi komisariat Ronggowarsito STKIP. Untuk itu, saya berpesan kepada Ketum yang baru supaya tetap sabar dan ikhlas melanjutkan program tersebut. Tidak hanya itu saja, pengawalan kaderisasi di semua komisariat se- Sidoarjo khususnya komisariat Umsida dan Unusida," ungkap Gigin.

Ketua PK PMII Lintang Songo Unusida Moch Zakariya Dimas Prata mengucapkan selamat atas terpilihnya sahabat M Mahmuda menjadi Ketua PC PMII Sidoarjo masa gerak 2016-2017. "Semoga bisa membawa PMII Sidoarjo lebih maju dan jaya serta sanggup menegakkan kalimat Tuhan (Allah). Salam Pergerakan," ucapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 30 Januari 2018

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Oleh: Slamet

Pelbagai kasus kekerasan, anarki dan teror atas nama agama atau yang dilakukan oleh kaum beragama sebenarnya menunjukkan bahwa mereka bukanlah kaum “beragama”. Kesimpulan singkat ini merupakan analisis dasar dari pemahaman makna agama sebagai sebuah institusi yang mengatur kehidupan manusia untuk menuju kedamaian abadi.

Namun sayangnya, banyak kaum-kaum beragama yang justru memanfaatkan dalil-dalil agama untuk melakukan kekerasan. Bahkan, lebih spesifik lagi untuk kepentingan-kepentingan politik. Tragedi Muslim Rohingya, Bom di Gereja Oikumene Samarinda dan tragedi-tragedi kekerasan atas nama agama lainnya menjadi contoh tentang masih banyaknya kaum beragama yang tak “beragama”.

Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Padahal, hakikat beragama bukan terletak pada pengakuan seseorang bahwa ia telah memeluk agama tertentu, kemudian menuliskannya di kartu identitas sebagai bukti ia telah beragama. Begitu pula, dalam beragama juga tidak cukup sekadar membaca terjemah kitab suci, kemudian menelan mentah-mentah tanpa melihat aspek historis dan sosiologis yang melatar belakangi ayat tersebut diturunkan.

Namun, hakikat beragama terletak pada seberapa jauh pemeluk agama mengetahui makna dasar agama itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk menjadikan kaum yang—mengaku—beragama menjadi benar-benar “beragama.” Oleh karena itu, pemahaman terhadap makna dasar agama adalah prasyarat mutlak bagi kaum beragama untuk memahami agama secara hakiki.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menilik pengertian agama dari sudut pandang bahasa, maka agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “a” dan “gama”. Huruf “a” berarti tidak dan “gama” berarti kacau. Lebih gampangnya, agama berarti kedamaian atau menghilangkan kekacauan.

Dari pengertian dasar ini saja, manusia yang mengaku sebagai kaum beragama tidak akan mungkin melakukan kekacauan, karena bertentangan dengan makna agama itu sendiri. Maka, hanya dengan melihat makna agama dari sudut pandang etimologisnya, pantaskah kaum beragama melakukan kekacauan? Atau bahkan lebih dari itu, bolehkan kaum beragama melakukan tindakan anarkis dan teror?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tentu jawabannya tidak. Karena dengan melakukan hal-hal itu, maka kaum beragama telah mengotori hakikat “agama” itu sendiri. Namun sayangnya, justru yang terjadi hari ini adalah tindak kekerasan, anarkis dan teror yang menggunakan dalil agama, khususnya dalil tentang jihad. Salah kaprah pemahaman tentang jihad inilah yang kemudian membuat makna jihad menjadi sesuatu yang dikonotasikan pada aktivitas yang berbau kekerasan bahkan hingga memunculkan the Holy War Doctrine.

Doktrin “Holy War”

Doktrin ”Holy War” adalah sebuah doktrin yang mengajarkan tentang perang yang dilakukan atas perintah Tuhan. Bahkan, lebih jauh lagi kelompok yang meyakini bahwa Tuhan memerintahkan perang ini menganggap aktivitas ini sebagai sebuah tugas suci dan mulia demi mendapatkan derajat tinggi di sisi Tuhannya. Doktrin ini akan mudah sekali dicerna oleh kaum-kaum tekstualis yang hampir selalu mengabaikan latar belakang sebuah ayat diturunkan.

Singkatnya, kaum tektualis memahami sebuah teks ke dalam alih bahasa yang itu pun sebenarnya tidak mesti sama maknanya. Kelompok-kelompok ini pula yang memahami bahwa perang adalah bagian tak terpisahkan dari jihad. Akibatnya, pemahaman ini seolah membuat relasi antara “jihad” dan “perang” sebagai satu kesatuan yang utuh. Padahal tidak demikian adanya. Jihad tidak semata-mata menyoal perang, namun juga perjuangan intelektual (al Ijtihad) dan perjuangan sprititual (al Mujahadah).

Keberadaan kelompok tekstualis yang pada perjalanannya menjadi kaum ekstrimis tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kesadaran yang sangat rendah terhadap kesetaraan manusia di mata hukum, HAM maupun Tuhan menjadikan mereka gelap mata dengan tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan. Padahal, memanusiakan manusia adalah salah satu tujuan utama adanya agama di muka bumi. Sebaliknya, manusia yang tidak mampu memanusiakan manusia sejatinya belum mampu memahami tentang makna agama yang sesungguhnya.

Kondisi ini masih diperkuat dengan akses informasi tentang pemahaman-pemahaman doktrin ekstrimis yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat melalui teknologi informasi. Blog-blog hingga portal-portal berita yang menyajikan referensi tentang doktrin-doktrin kelompok ekstrimis masih terus bertebaran dan jumlahnya terus meningkat.

Hal ini masih diperparah dengan ketiadaan batas usia untuk bisa mengakses informasi tersebut, sehingga upaya filterisasi terhadap informasi sangatlah rendah. Alhasil, informasi yang didapat langsung ditelan mentah-mentah tanpa melihat dari mana sumbernya, siapa yang menyampaikan dan dari media apa.

Oleh karena itu, demi menjaga toleransi yang sudah sekian lama dibangun di Indonesia sekaligus menjadi kekuatan bangsa, pemerintah harus tegas terhadap aktivitas-aktivitas yang membahayakan keutuhan bangsa, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Keterbukaan informasi memang sudah menjadi hal yang wajib di era globalisasi. Begitu pula dengan kebebasan berpendapat yang menjadi nilai utama dari berdemokrasi.

Namun, jangan sampai keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat justru menjadi bumerang bagi bangsa ini. Khusus untuk hal ini, Indonesia perlu mengingat kembali sejarah Uni Soviet yang justru hancur karena kebijakan Glasnost di masa pemerintahan Mikhail Gorbachev pada pertengahan 1980-an. Kebijakan tentang keterbukaan informasi (Glasnost) ini justru menjadi bumerang hingga menyebabkan runtuhnya Uni Soviet pada 26 Desember 1991 selain kebijakan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) dan Uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi).

Jika pemerintah Indonesia belum juga bertindak tegas pada aktivitas-aktivitas kelompok ini yang sudah semakin merajalela dalam arus informasi digital, maka bukan tidak mungkin kelompok-kelompok ekstrim yang menganggap aktivitas teror sebagai bagian dari Holy War akan terus bertambah. Termasuk ancaman terhadap toleransi dan keberagamaan di Indonesia akan semakin pudar. Sekali lagi, bahwa pemerintah memiliki peran vital dalam mengontrol dan mengatur aktivitas kehidupan masyarakatnya demi menjaga keutuhan bangsanya.

Penulis adalah Direktur NU Care – LAZISNU dan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Islamic Studies UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan ungkapan terimakasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu kepada Nahdlatul Ulama. NU dinilai selama ini banyak memberikan kontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam rangka mewujudkan Pringsewu “Bersenyum Manis” yang merupakan motto Kabupaten Pringsewu.

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Motto “Bersenyum Manis” merupakan kependekan dari bersih,? sehat, ekonomis,? nyaman,? unggul,? maju,? mandiri,? aman dan agamis. Sujadi menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Selasa (28/4).

Ia berharap Muskercab menghasilkan rekomendasi dari NU untuk Pemerintah Daerah. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui perangkat-perangkat Pemda yang sesuai dengan bidangnya. Ketika sinergitas antara NU dan Pemda terwujud, kata Sujadi, maka cita-cita dan kejayaan Pringsewu pun akan dapat terwujud. "NU hidup, Pringsewu hidup. NU jaya Pringsewu jaya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Muskercab sebagai usaha mempertajam program kerja organisasi sekaligus ajang koordinasi seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan badan otonom NU se-Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertema "Memperkokoh Jamiyyah, Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah " ini diikuti 150 orang yang terdiri dari pengurus NU tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Selain fokus pada penajaman program kerja yang dihasilkan pada Konferensi Cabang ke-2 beberapa waktu yang lalu, forum juga membahas perangkat organisasi berupa kelengkapan personel pengurus pada lembaga-lembaga dan Banom.

Selaras dengan tema yang diangkat Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim mengatakan, NU Pringsewu terus melakukan program kerja. Beberapa sektor yang menjadi perhatian organisasi antara lain penguatan internal organisasi, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penguatan kaderisasi, dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, penguatan ini akan berhasil secara maksimal bila didukung dengan kiat dan cara yang tepat. Taufiqurrohim mencontohkan, kiat dalam penguatan ideologi Aswaja adalah berupa dakwah langsung ke jamaah melalui pengajian, jamaah Yasinan, majelis taklim, serta melalui syiar di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. (Muhammad Faizin/Mahbib)

?

Foto: Suasana Muskercab PCNU Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 20 Januari 2018

PMII Sulsel Minta Pemerintah Serius Tangani Kedaulatan Energi

Makassar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Puluhan mahasiswa di Makassar menyoroti kedaulatan energi, khususnya sektor Minyak dan Gas (Migas) yang dinilai sangat vital di Indonesia. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dalam menangani hal tersebut.

Hal itu mengemuka dalam dialog publik diselenggarakan oleh PMII Sulsel bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel yang dihelat di Warkop Cappo, Jalan Sultan Alauddin Makasar (24/11/2014).

PMII Sulsel Minta Pemerintah Serius Tangani Kedaulatan Energi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sulsel Minta Pemerintah Serius Tangani Kedaulatan Energi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sulsel Minta Pemerintah Serius Tangani Kedaulatan Energi

Diskusi dengan tema "Problem Kedaulatan Migas: Konstitusi, Pasar Bebas dan Mifia Migas" ini  juga dihadiri mahasiswa lintas kampus, lintas organisasi, HMI, GMNI dan eksponen mahasiswa lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemateri diskusi, Khaeruddin Elu menilai kebijakan-kebjijakan mengenai minyak yang diterapkan di Indonesia dipengaruhi oleh Petral yang dihubungkan dengan praktik mafia minyak dan gas di Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Untuk itu, janji Jokowi mengenai pembuburan Petral perlu dikawal realisasinya," kata mantan pengurus PB PMII ini.

Tambahnya, pemerintahan harus cepat-cepat membenahi tata kelola migas nasional, agar mampu meningkatkan cadangan migas, dan keberlangsungan masyarakat Indonesia di masa-masa mendatang.

Pembicara lainya, Anwar Lasappa berpendapat UUD pasal 33, mengenai kekayaan dikuasai negara sering ditafsirkan berbeda. Menurutnya, penguasaan hanya dimaknai sekadar mengatur atau mengawasi, sehingga tidak ada kekuatan memiliki.

"Membangun kemandirian itu harus mempertegas kedaulatan negara terlebih dahulu", ujar Direktur Kajian Energi dan Lingkungan Hidup ini.

Pengamat Politik, Firdaus Muhammad menyarankan agar gerakan mahasiswa Makassar yang sering dianggap anarkis perlu dimodifikasi, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diangkat secara utuh oleh media. (Ahmad Arfah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 16 Januari 2018

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendapat pujian dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE. Menurut dia, pelajar NU pantang menyerah.

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah

“Saya bangga, memiliki generasi muda yang pantang menyerah. Walaupun hujan, gerimis atau lebat kalian tetap semangat,” ujar Bupati usai menerima bendera kirab dalam rangka Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-60 dan IPPNU ke-59 di alun-alun Brebes, Sabtu sore (1/3).

Bupati berharap, pelajar NU harus terus mengobarkan semangat belajar, berjuang dan bertakwa. Kirab bendera ini membuktikan ada upaya napak tilas sebagai pelajar yang mengobarkan semangat belajar berjuang dan bertakwa. “Kalau tidak ada tekad yang kuat, maka mencapai garis finis hanyalah mimpi-mimpi yang terwujud,” ujar Idza Priyanti mengingatkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tetapi dengan semangat belajar, berjuang dan bertakwa bisa mencapai garis finis dalam keadaan sehat, senang dalam satu kesatuan pelajar NU se Kabupaten Brebes.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kab Brebes Ahmad Zacky Al Anam menjelaskan, kirab mengambil star dari depan Gedung PCNU jalan Yos Sudarso 36 Brebes, dilanjutkan ke jalan KH Ahmad Dahlan, jalan Moh Yamin dan finis di alun-alun.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebanyak 1000 pelajar NU dari 297 ranting se-Kabupaten Brebes turut memeriahkan kirab bendera. Ikut menyaksikan Wakil Bupati Brebes Narjo, Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman, Ketua PC IPNU Kota Tegal Azis, Muspika Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 12 Januari 2018

Adakan Bakti, Pramuka Mahasiswa PTK Bedah Gubuk Reot Nenek 70 Tahun Ini

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Namanya Mbah Simpen. Di usianya yang lebih 70 tahun, dia tinggal bersama seorang anak dan satu cucunya di sebuah gubug seukuran 5 x 6 meter persegi. Sekilas melihat rumahnya, jauh dari kata layak. Dinding papan tua itu menopang atapnya yang terbuat dari daun alang-alang. Beberapa bagian dinding berlubang hingga ditutup bekas spanduk kegiatan hasil memungut.

Adakan Bakti, Pramuka Mahasiswa PTK Bedah Gubuk Reot Nenek 70 Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakan Bakti, Pramuka Mahasiswa PTK Bedah Gubuk Reot Nenek 70 Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakan Bakti, Pramuka Mahasiswa PTK Bedah Gubuk Reot Nenek 70 Tahun Ini

Mbah Simpen adalah penduduk Desa Morame Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Hidupnya penuh kesederhanaan, untuk tidak mengatakan kekurangan. Dari pernikahannya dengan suami yang sudah lama meninggal, nenek kelahiran Bojonegoro Jawa Timur ini dikarunia 6 anak dan 15 cucu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam siaran pers Kemenag RI yang dikirim ke Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, usai mendampingi Menag Lukman Hakim membuka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Senin (16/5), menyempatkan diri berkunjung ke rumah Mbah Simpen. Kedatangan Kamaruddin untuk bersilaturahim sekaligus menyampaikan maksud tim Bedah Rumah PW PTK untuk merenovasi rumah Mbah Simpen.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tidak banyak perabot dijumpai dalam rumah berlantai tanah itu. Untuk menerima tamu, hanya ada satu bangku panjang di depan rumah. Kondisi tanpa jendela, tanpa kamar mandi, serta ruang dapur yang menyatu dengan tempat tidur, menambah tanda bahwa rumah itu tidak layak huni.

Gurat lelah sangat tampak di wajah Mbah Simpen yang mulai merenta. Meski demikian, dia tetap menunjukkan pribadi yang sehat dan kuat. Kenapa dari Bojonegoro bisa sampai Sulawesi Tenggara, Mbah Simpen mengaku kalau sekira tahun 1970, dia bersama teman-temannya ikut program transmigrasi. Sejak itu, dia menetap di Pulau Sulawesi.

Tanpa sanggup berbanyak kata, Kamarudin Amin langsung menyampaikan maksud kedatangannya. Tidak lupa, dia juga memberikan bantuan untuk Mbah Simpen dan keluarga.

Mbah Simpen pun tak kuasa menahan tangis mendengar rumahnya akan diperbaiki. Kehadiran Wakil Bupati Konawe Selatan menambah keyakinannya bahwa apa yang didengarnya bukanlah mimpi. “Saya senang sekali rumah saya mau diperbaiki. Terima kasih buat adik-adik Pramuka yang berkenan memperbaiki,” tuturnya berlinang air mata.

Kamarudin mengaku bangga dengan inisiatif Pramuka Pandega peserta PW PTK untuk membedah rumah Mbah Simpen. “Kepedulian harus dilatih sejak dini agar kelak menjadi pemimpin yang tidak lupa pada yang lemah,” katanya.

Selasa (17/5) pagi, waktu baru menunjukan pukul 07.30 WITA, saat tim Bedah Rumah PW PTK mulai membongkar rumah Mbah Simpen. Berseragam pramuka, tim bedah rumah bersama warga tampak semangat memberikan baktinya. Tidak butuh waktu lama untuk meratakan bangunan reot ini rata dengan tanah, meski hanya dengan peralatan sederhana.

Tahapan selanjutnya adalah membangun kembali rumah Mbah Simpen agar lebih baik dan layak untuk dihuni. Rencananya, tim bedah rumah PW PTK akan memperbaiki dinding dan atap yang lapuk, sekaligus memelur lantai agar tidak lagi beralas tanah. Tim juga akan membuatkan kamar mandi sekaligus WC dan septitengnya.

Sementara tim bedah rumah bekerja, senyum terus mengembang di wajah Mbah Simpen. Rasa bahagianya demikian kentara meski menyaksikan rumahnya rata dengan tanah. Harapan bahwa rumahnya akan dibangun lagi menjadi lebih baik membuat renta wajahnya terus memancar sinar bahagia.

Bedah rumah Mbah Simpen akan berlangsung seharian ini. Diharapkan, Rabu (18/5) besok, rumah Mbah Simpen sudah berdiri kembali dengan kondisi yang lebih layak huni. Selama rumahnya diperbaiki, Mbah Simpen tinggal di tempat sang putera yang tidak jauh dari kediamannya.

Bedah rumah merupakan salah satu dari kegiatan Bakti yang dilakukan oleh 2000-an Pramuka Pandega peserta PW PTK XIII di IAIN Kendari yang dibuka oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin di Tugu Religi Kota Kendari. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara, Syariah, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 04 Januari 2018

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba

Way Kanan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Way Kanan Lampung mendukung seruan GP Ansor mengenai pengembalian donasi waralaba ke daerah. Sejalan dengan itu himpunan pengusaha ini juga mendukung rencana Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menghentikan sementara izin penambahan perusahaan retail di daerah tersebut.

"Kami sepakat dengan Ansor yang mengharapkan donasi waralaba bisa dikembalikan ke daerah. Beberapa waktu lalu kami ikut serta Bupati Adipati mengunjungi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Instruksi bupati jelas, penambahan waralaba belum boleh dilakukan," ujar Sekretaris BPC Hipmi Way Kanan Markus Tri Cahyono di Blambangan Umpu, Ahad (20/3).

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba

Hal tersebut, demikian Markus menambahkan, menunjukkan adanya koneksi pemikiran dan harapan antara pemerintah dan masyarakat. "Langkah bupati tepat guna menumbuhkan perekonomian masyarakat. Dan itu merupakan sesuatu yang hebat, sesuatu yang kami harapkan. Perusahaan waralaba harus melirik potensi industri rumah tangga, industri kecil menengah, tidak boleh abai seperti selama ini. Adakah produk masyarakat ikut dipasarkan oleh waralaba-waralaba di sini?" ujar Markus lagi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Dewan Pembina GP Ansor Yozi Rizal mengaku gerah terhadap keberadaan waralaba yang beberapa tahun berdiri tetapi dinilai sejumlah pihak belum memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Di mana ada perusahaan, di situ mereka harus memberi manfaat. Kalau waralaba tidak memberi kemanfaatan bagi masyarakat dan daerah lebih baik ditutup saja. Jika tidak ada organisasi kepemudaan lain yang mempersoalkan itu, Ansor yang akan terus mempersoalkan kemaslahatan waralaba di Way Kanan," kata mantan Wakil Ketua DPRD Way Kanan yang saat ini menjadi legislator Provinsi Lampung.

Bagaimana penggunaan uang donasi dari sisa pembelian masyarakat di waralaba-waralaba di Way Kanan hingga saat ini dinilai sejumlah masyarakat belum jelas. "Donasi tersebut digunakan untuk apa, disalurkan ke mana, bagaimana penyalurannya, untuk siapa, dan di mana patut dipertanyakan," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Berdasarkan informasi sejumlah pekerja waralaba, donasi itu tersalur ke pusat waralaba perdagangan retail itu terlebih dahulu. "Karena ketidakjelasan tersebut, kita berhak bertanya. Tetapi akan lebih tepat kalau donasi yang dihimpun waralaba dari masyarakat Way Kanan disalurkan kembali ke daerah yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2013 masih mempunyai 32.791 KK miskin. Waralaba tidak akan pailit karena itu, toh donasi masyarakat Way Kanan dikembalikan lagi ke Way Kanan," pungkas penggiat Gusdurian Lampung itu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 29 Desember 2017

Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Salah satu materi penting pra-Munas dan Konbes NU dan Konbes adalah masalah kebhinekaan. Kali ini, lokasi yang ditempati adalah Manado, mengingat kota tersebut merupakan daerah yang memiliki keragaman dan toleransi yang tinggi. Acara akan diselenggarakan pada Sabtu, 11 November 2017.

Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahas soal Kebhinekaan, Pra-Munas NU Pilih Tempat di Manado

Sekretaris Panitia Munas H Ulil Hadrawi, Kamis (9/11)? menjelaskan, tema ini dibahas mengingat Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan etnik dan suku dengan warna kulit yang beragam. Juga, ada ratusan bahasa berteberan yang digunakan oleh rakyat di seluruh pelosok negeri. Sekalipun dengan keragaman yang tinggi tersebut, mereka tetap bersedia bersatu dalam bingkai NKRI.?

H Ulil yang juga pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan dengan menggunakan pendekatan teori yang disampaikan oleh mendiang Benedict Anderson bahwa bangsa Indonesia itu terbingkai dalam apa yang ia sebut sebagai imagined communities (komunitas terbayang). Yaitu, dahulunya, ketika masa awal kemerdekaan, rakyat Indonesia memiliki mimpi dan cita-cita bersama. Saat itu, kesenjangan antara penduduk yang miskin dan kaya belum ketara sehingga potensi perpecahan belum terlalu besar.? ?

Dikatakannya, saat ini rasio gini (kesenjangan kaya-miskin) sudah mencapai 0,41% dan data terbaru sudah memposisikan kepemilikan empat konglomerat Indonesia ternyata masih lebih kaya dari 100 juta penduduk (International NGO Forum on Indonesian Development/INFID 2016). Menjadi pertanyaan apakah mimpi yang dibayangkan Anderson itu masih relevan? Banyak pengamat tak yakin NKRI akan tetap utuh. Setelah Soeharto dan Rezim Orde Baru runtuh dan Indonesia memasuki era reformasi pesimisme tentang keutuhan NKRI itu makin menjadi-jadi. Bahkan ada yang berteori di Indonesia akan terjadi balkanisasi: terpecah-pecah seperti negeri-negeri di semenanjung Balkan, Eropa Timur. Mendiang Lee Kwan Yew, Founder Negara Singapura juga pernah meyakini teori balkanisasi Indonesia ini.

“Alhamdulillah, nyatanya, sampai sekarang NKRI tetap utuh. Bahkan, dengan keragaman budaya, suku, agama dan etniknya negeri ini bisa menjalankan sistem politik demokrasi. Sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan di negeri-negeri lain,” katanya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itulah, perlu dicari apa jawaban serta yang jadi penyebabnya, sehingga Indonesia dengan penduduk muslim moderat terbesar di dunia itu, bisa melaksanakan semua ini. Salah- satu jawabannya, antara lain, seperti banyak cerita sejarah menunjukkan, betapa besar rasa empati serta pengorbanan (saling mengalah) para pendiri bangsa untuk mempersatukan negeri yang begitu kaya akan keragaman budaya ini.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sejumlah pembicara diharapkan dapat memberikan masukan dalam acara tersebut. Presiden Indonesia 2001-2004 Megawai Soekarnoputri akan memberikan pidato kunci sedangkan narasumber yang akan berbicara adalah Katib ‘Aam KH Yahya Cholil Staquf, Kepala UKP PIP Yudi Latief, Ketua Sidone Gereja Masehi Injil Minahasa HWB Sumakul, dan Rektor Universitas De La Salle Manado Johanis Ohoitimur. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Warta, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 Desember 2017

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Direktur Ekskutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai peningkatan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hampir 100 persen pada pemilu legislatif 2014 merupakan efek dari dukungan Nahdlatul Ulama.

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

"Peningkatan suara PKB, bukan karena efek Rhoma Irama, tapi efek dukungan NU. Karena, hasil survei, elektabilitas Rhoma itu rendah," kata Muhammad Qodari ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis.

Menurut Qodari, peningkatan suara PKB dari sekitar lima persen pada pemilu legislatif 2009 menjadi 9,5 persen berdasarkan hasil hitung cepat pada pemilu legislatif 2014, menunjukkan berkumpulnya kembali kaum nahdliyin ke partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Qodari menegaskan, NU berperan penting penting pada PKB, karena NU yang melahirkan PKB, pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid.

"NU adalah organisasi keagamaan sangat besar. Karena, sekitar 30 persen penduduk muslim Indonesia adalah warga NU," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Qodari menilai, berkumpulnya aspirasi politik warga NU di PKB hingga perolehan suaranya meningkat hampir 100 persen, berkat orkestrasi Muhaimin yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang ada.

Menurut dia, Muhaimin mau mengalah dan memberi tempat besar pada sosok seperti Rhoma Irama dan Ahmad Dani pada kampanye-kampanye, memberikan tempat kepada pemilik sebuah maskapai penerbangan Rusdi Kirana dengan dukungan sumber dayanya, serta ketokohan Mahfud MD dan Jusuf Kalla yang banyak menjadi sumber pemberitaan.

"PKB juga memanfaatkan potensi ketokohan Said Aqil Siroj (Ketua PBNU) yang ditampilkan dalam iklan-iklan resmi PKB," katanya.

Merujuk dari hasil analisa perolehan suara partai politik dari Exit Poll Kompas, faktor Nahdhiyin memang begitu dominan dalam kontribusi peningkatan perolehan suara PKB. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 03 Desember 2017

INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) selenggarakan bedah buku berjudul Deradikalisasi karya Muhammad AS Hikam di bedah di hotel Grand Cemara, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).?

Bedah buku Radikalisasi tersebut menghadirkan dua narasumber dan tiga penanggap serta dimoderatori Lia Toriana dari Deputi Program Transparancy International Indonesia.

INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)
INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)

INFID Bedah Buku Deradikalisasi Karya AS Hikam

Narasumber yang dimaksud ialah Penulis buku Deradikalisasi Muhammad A.S Hikam dan Direktur Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Savic Ali. Tiga penanggap yang hadir Direktur Yayasan LKiS Hairus Salim, Peneliti Senior P2P LIPI Syamsudin Haris, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Binny Bintarti Buchori.

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo menyampaikan tentang tujuan menyelenggarakan bedah buku ini untuk belajar ke Muhammad AS Hikam.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena Pak Hikam bukan saja praktisi, tapi juga orang yang kuat dan ahli dalam terorisme,” katanya.

Ia juga menambahkan supaya belajar lebih khusus lagi tentang hal-hal yang belum atau perlu dilakukan untuk mengurangi ancaman radikalisme. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Pahlawan, Santri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 29 November 2017

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pejabat Rais ‘Aam PBNU KH Mustofa Bisri mengungkapkan sejumlah harapan kepada Muslimat NU dan seluruh kader NU  untuk menebar kasih sayang dan menjadi juru damai di tengah beragam konflik yang terjadi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain.

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini juga mengatakan, secara manajerial dan gerakan, Muslimat NU harus diteladani berbagai organisasi yang berafiliasi ke NU. Hal itu disampaikan Gus Mus saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Perangkat-perangkat Muslimat NU, Ahad (1/5).

Terselenggaranya Rakernas dan Mukernas Muslimat NU, menurut Gus Mus  menunjukkan tingginya tanggung jawab ibu-ibu Muslimat terhadap negeri ini. “Ibu-ibu bukan hanya memikirkan pribadi, tapi memikirkan bangsa ini. Tak hanya memikirkan NU, tapi memikirkan Indonesia. Ini adalah bukti bahwa kita adalah orang Indonesia, Indonesia adalah rumah kita sehingga kita terus memikirkan Indonesia,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di tengah kondisi negeri yang carut-marut serta maraknya konflik dan kekerasan yang terjadi di Indonesia maupun di sejumlah Negara Timur Tengah, Asia Timur dan Eropa, NU menurut Gus Mus berkali-kali diminta menjadi penengah, atau juru damai.

Beberapa tahun ini, kata dia, ketika konflik besar di sejumlah negara yang dipicu perbedaaan faham, keyakinan serta ketidak adilan ekonomi, sejumlah tokoh dan kepala negara banyak sowan ke PBNU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Yang sering  disebut-sebut bisa mendamaikan berbagai konflik ini adalah kelompok yang sering diolok-olok oleh kelompok lain, sebagai kelompok Islam tradisional. Karena kita ini tidak tatharruf (ekstrim,red) ke sana, tidak ke sini. Karena kita bertahan pada prinsip tawasuth dan i’tidal (moderat dan berkeadilan,red), NU dipandang mampu mendamaikan,” paparnya.

Terlebih, dengan jumlah jama’ah NU yang mencapai 70 juta orang, dan jumlah kader Muslimat sebanyak 22 juta ibu, secara kuantitas, NU adaalah organisasi terbesar di dunia, tak hanya di Indonesia.

“Jika ada hadist yang menyatakan “‘alaikum bisawadzil a’dhom,” bergabunglah dengan kelompok terbesar, maka mungkin yang dimaksud hadist tersebut adalah kita. Saya sudah bertemu dengan grand syaikh Al-azhar, dengan ulama Saudi, Sudan, Syiria dan ulama dari berbagai dunia, mereka mengakui bahwa prinsip Aswaja NU ini sangat ideal untuk saat ini.”

Gus Mus juga mengimbau supaya ibu-ibu Muslimat menjaga anak-anaknya. Jangan sampai silau oleh pemahaman Islam yang kelihatan gagah. Karena NU sesungguhnya organisasi berpemahaman Islam yang paling otentik, yang tawasuth i’tidal. “Karenanya, kita adalah pemimpin umat bukan pemimpin sebagian umat.” tandasnya.

Namun, Gus Mus mengakui, besarnya kuantitas jama’ah NU ini belum seiring dengan kualitas manajerial organisasi. Meski begitu jangan menyurutkan semangat kaum nahdliyin untuk berkhidmah, mengabdikan diri kepada umat dan bangsa ini.

“Kita belum kunjung berjam’iyah (berorganisasi) secara total. Karena kita lahir dari komunitas komunitas-komunitas ulama di berbagai daerah di negeri ini. Para kiai, nyai di pesantren-pesantren melayani berkhidmah kepada umat.

Inilah salah satu ciri menonjol dari pemimpin kita yang ditunjukkan Al-Qur’an adalah ‘azizun alaihi  harisun ma ‘anittum bil mu’minina roufun rohim. “Pemimpin agung kita Nabi Muhammad punya kasih sayang yang tinggi. Para Ulama-ulama kita selalu ingin meniru beliau. Selalu punya rasa tak tega yang  tinggi, dulu masyarakat yang sakit ke kiai,” paparnya.

Kelompok komunitas yang berkhidmah, mewakafkan dirinya untuk umat ini ada di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan sebagainya. Maka Hadratus Syaikh K.H Hasyim Asy’ari berkata, ‘yang batil saja kalau ditandzim bisa mengalahkan yang hak’. “Maka kita komunitas-komunitas yang hak ditandzim dari jama’ah menjadi jam’iyah,” katanya.  

Kata Gus Mus, hal itu, dulu sempat dijembatani KH. Wahid hasyim dan K.H Mahfudz Siddiq. Sayangnya entah kenapa Allah Swt, memanggil keduanya terlalu cepat. “Dan sekarang belum ada yang melanjutkan perjuangan beliau berdua ini. Saya membayangkan NU menjadi organisasi yang betul-betul organisasi. Perapihan manajemen ini saya lihat mulai dilakukan oleh Muslimat NU.”

Gus Mus berharap Muslimat NU mendahului berjam’iyah yang sesungguhnya. “Kalau ibunya sudah, nanti anaknya ikut. Ibu-ibu dapat berkata kepada banom NU lain, ‘Nak ini cara kerja yang ditandzim semacam ini lebih enak, kamu harus mencobanya’.” (Abdel Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Nasional, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 28 November 2017

Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara di Halalbihalal PBNU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar halalbihalal yang disambung dengan seminar Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara, Selasa (28/7) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta. Untuk mempertajam wawasan tentang Cheng Ho, turut dihadirkan Guru Besar Universitas Nanking, Jiangsu, Tiongkok, Profesor Chi Min Tan dan Pakar Islam Nusantara, Agus Sunyoto.

Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara di Halalbihalal PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara di Halalbihalal PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara di Halalbihalal PBNU

Halalbihalal ini dihadiri juga oleh seluruh jajaran PBNU serta jajaran Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia yang diwakili oleh Atase Kebudayaan yang mempunyai nama Muslim, Muhammad Ali.

Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya menegaskan, bahwa Cheng Ho mempunyai peran strategis dalam dunia maritim di Nusantara. Selain itu turut menyebarluaskan Islam, Cheng Ho yang datang sebanyak 7 kali ke Nusantara berhasil menciptakan semacam tol laut dan membangun beberapa pelabuhan, misal di Semarang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kemudian Cheng Ho juga singgah di Cirebon dengan membawa tentara muslim serta tentara Tionghoa sekaligus. Tumbuhlah bangsa Tionghoa di daerah ini, sehingga Sunan Gunung Jati pun menyunting seorang puteri keturunan bangsa Tionghoa bernama Ontin,” paparnya di hadapan para hadirin yang memadati aula lantai 8.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengaruh Tionghoa, terang Kang Siad, juga sampai hingga ke selatan Cirebon, yakni di daerah Kuningan. “Nama daerah ini diambil karena penduduknya memang kulitnya putih kekuning-kuningan seperti halnya orang-orang Tiongkok,” jelas Kiai asal Cirebon ini.

Sementara itu, Atase Kebudayaan Tiongkok yang mempunyai nama muslim Muhammad Ali menuturkan, bahwa NU bukan hanya organisasi besar, tapi juga memapunyai peran besar pula untuk negara Indonesia bahkan dunia.?

“Sejarah serta budaya Tiongkok dan Indonesia saling terkait lewat Laksamana Cheng Ho ini. Sebab itu, kita mempunyai kerja sama maritim dengan sinergi yang baik,” ungkapnya dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan.

Dalam acara yang disambung dengan peluncuran pesawat Lion Air berlogo Muktamar NU ini, turut hadir Guru Besar Psikologi Islam, Achmad Mubarok, Ketua PP GP Ansor, Nusron Wahid, Menristek Dikti, M Nasir, Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, dan Bos Lion Group, Rusdi Kirana. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 27 November 2017

Ulama dan Umaro Lampung Lantunkan 1 Miliar Shalawat

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Sekitar tiga ribuan lebih warga muslim khususnya warga Nahdiyyin Lampung Tengah mengikuti dengan khusyu pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah. Tampak hadir para ulama dan Lampung dan pemerintah daerah setempat membaca sholawat yang berlangsung di halaman kompleks Pesantren Darussaadah Gunung Sugih, Lampung Tengah, Jumat (21/10).

Pesantren Darussaadah adalah salah satu dari sembilan lokasi yang ditunjuk PBNU untuk pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah secara serentak.

Ulama dan  Umaro Lampung Lantunkan 1 Miliar Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama dan Umaro Lampung Lantunkan 1 Miliar Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama dan Umaro Lampung Lantunkan 1 Miliar Shalawat

Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qolyubi berpesan, menjadi santri harus bangga di manapun berada. Kalian sudah memilih tempat yang tepat yaitu pondok pesantren.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Antara agama dan negara tidak ada yang dipertentangkan. NU setia mengawal NKRI. Warga nahdliyyin setia mengamalkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI," imbuh dosen STAINU Jakarta.

Tampak hadir dalam acara pembacaan 1 miliar shalawat Pengasuh Pesantren Darussaadah KH. Muhsin Abdillah yang juga Mustasyar PWNU Lampung, Ketua PWNU Lampung KH R Sholeh Bajuri, Ketua MUI Lampung Dr KH Khairudin Tahmid, Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, Ketua BNPT Lampung Dr Kiai Abdul Syukur, Kakanwil Kemenag Lampung H Suhaili, Danrem 043 Garuda Hitam Lampung, Dandim 0411 Lampung Tenguh, dan ribuan santri serta keluarga besar NU Lampung. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 19 November 2017

Banser Harus Militan dan Ideologis

Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Batealit Jepara selama tiga hari Jum’at-Ahad, (16-18/10) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Diklatsar yang digelar di Dukuh Setro, Desa Batealit, kecamatan Batealit kabupaten Jepara itu diikuti 45 peserta yang kini telah dibaiat menjadi angota Banser baru.

Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Harus Militan dan Ideologis

Diklatsar itu merupakan kali pertama digelar PAC GP Ansor Batealit. Sementara di Jepara, merupakan Dikltasar angkatan kelima.

Peserta yang mengikuti Diklastar itu sebagian besar dari wilayah Kemacatan Batealit dan beberapa ada delegasi dari PAC Tahunan, Keling dan Donorojo.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua PAC GP Ansor Batealit, Nur Alimin mengatakan Diklatsar banser diadakan dalam rangka menyiapkan barisan kader muda NU yang tanggap akan problem keumatan dan kebangsaan demi mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Banser menjadi garda terdepan Ansor maupun NU yang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai problem. Khususnya masalah-masalah keumatan dan kebangsaan,” tambahnya sebagaimana rilis yang diterima Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Subchan Zuhri, Wakil Ketua PAC Ansor Batealit menambahkan dalam rangka membentuk kader Banser yang tangguh peserta Diklastar diberi materi yang lengkap. Mulai dari materi Ke-NU-an, Aswaja, Keansoran, Kebanseran, analisis SWOT, leadership, wawasan kebangsaan, PBB, kelalulintasan, SAR, Bagana, dan materi-materi pendukung lainnya.

Pada malam terakhir kemarin, panitia juga menghadirkan KH Subakir dari Kudus untuk memberikan materi penguatan mental spriritual kader banser,” imbuhnya.

Diklatsar Banser di Batealit Jepara itu juga dihadiri Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali. Mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah itu menyampaikan materi Keansoran di hari pertama.

Sholahuddin menegaskan, bahwa Banser sebagai kekuatan utama Ansor harus memiliki militansi dan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang kuat. Tantangan Banser dan Ansor pada saat ini semakin kompleks dan harus dihadapi dengan kemampuan-kemampuan khusus.

“Sikap Banser adalah merepresentasikan Ansor dan NU yang harus menampakkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Berita, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 15 November 2017

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Riyadh, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Presiden AS Barack Obama pada Rabu (20/4) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di ibu kota Kerajaan Arab, Riyadh, sebelum pertemuan puncak pemimpin negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Obama menggaris-bawahi pentingnya untuk mempercepat kegiatan melawan ISIS dan menyambut baik peran penting Arab Saudi dalam koalisi melawan kelompok teror, demikian isi pernyataan Gedung Putih.

Kedua pemimpin tersebut juga membahas krisis regional di Suriah, Yaman dan Irak, dan tantangan yang ditimbulkan oleh kegiatan Iran.

Itu adalah kunjungan keempat Obama ke negara yang kaya akan minyak di Teluk tersebut sejak ia memangku jabatan pada 2009.

Kerajaan itu dipandang sebagai salah satu sekutu paling strategis Washington di Timur Tengah, tapi hubungan bilateral mereka tegang gara-gara kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran tahun lalu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Beberapa jam sebelum Obama bertemu dengan Raja Salman, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Teluk mengenai kerja sama militer dan perkembangan terkini di Timur Tengah, kata Xinhua, Kamis pagi. Pembicaraan tersebut meliputi apa yang digambarkan sebagai kegiatan Iran yang merusak kestabilan dan kelompok ISIS, kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Az-Zayani.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Negara GCC dan Amerika Serikat telah sepakat untuk melakukan patroli gabungan guna menghentikan pengiriman senjata Iran sampai ke Yaman, kata Az-Zayani.

Kepala Pertahanan AS itu mendesak anggota GCC agar lebih terlibat dalam membantu Pemerintah Irak memerangi ISIS dan membangun kembali daerah tempat gerilyawan telah diusir.

GCC terdiri atas Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pertemuan puncak tersebut dilancarkan setelah Obama mengkritik peran regional Arab Saudi, yang memicu reaksi keras dari keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Dalam wawancara belum lama ini dengan Atlantic, Obama menggambarkan Arab Saudi dan sekutu lain AS sebagai "pengendara bebas" dalam kebijakan luar negeri AS", dan mengkritik apa yang ia pandang sebagai pendanaan Riyadh buat sikap nontoleransi agama.

Hampir setahun lalu, pada Mei 2015, Obama menjamu para pemimpin negara Teluk di Gedung Putih dan Camp David, pertemuan pertama dengan para pemimpin negara Teluk setelah kesepakatan kerangka kerja mengenai pembatasan program nuklir Iran.

Selain Kuwait dan Qatar, pemimpin dari empat negara lain GCC absen dalam pertemuan puncak 2015 tersebut. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw