Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dua ratus pendekar Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama atau Pagar Nusa siap mengamankan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 14-17 September mendatang. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurahman di kantor Pagar Nusa, gedung PBNU, Jakarta, Selasa (11/9).

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

“Kami akan menurunkan 200 pendekar. Mereka adalah pasukan inti yang akan mengamankan Munas dan Konbes,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Ketua Pagar Nusa yang biasa disapa Gus Aiz ini, pasukan inti berasal dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah Jawa Barat, ditambah Ansor dan Banser. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Dan bisa dipastikan ada pasukan yang suka rela datang. Jadi, jumlahnya bisa lebih 200,” tambahnya. 

Sebenarnya, sambung Gus Aiz, 200 orang, tidak cukup untuk mengamankan acara sebesar Munas dan Konbes. “Tapi, saya mengharapkan, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.  

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Santri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Muslimat NU perlu mengembangkan nalar kewirausahaan. Kader Muslimat NU memiliki banyak waktu luang untuk mengembangkan diri pada lini perekonomian. Kewirausahaan menjadi celah strategis bagi Muslimat NU.

Perihal ini dikatakan oleh oleh Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim dalam pembukaan pelatihan wirausaha bagi kader Muslimat NU DKI Jakarta di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/4) siang.

Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha

“Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926 merupakan kelanjutan dari Nahdlatut Tujjar, serikat perekonomian kalangan ulama dan kelompok terpelajar pada tahun 1918,” ungkap Hizbiyah di hadapan sedikitnya 70 peserta pelatihan wirausaha, Kamis (4/4) siang.

Menurutnya, perkumpulan NU tidak hanya sekadar mengurusi aspek sosial, dakwah, dan pengembangan pendidikan agama Islam. Para kiai NU yang dipelopori oleh KH Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahab Chasbullah telah memperhatikan sisi kesejahteraan umat melalui perkumpulan Nahdlatut Tujjar.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Nahdlatut Tujjar menunjukkan besar cakupan pandangan para kiai NU. Mereka memandang sisi ekonomi merupakan jantung masalah kesejahteraan umat Islam, tambah Hj Hizbiyah yang juga seorang putri KH Abdul Wahab Chasbullah.

Melihat sisi sejarah NU, lanjut Hj Hizbiyah, kewirausahaan bukan persoalan baru bagi warga NU. Kewirausahaan menjadi satu ruang pendistribusian kader NU selain ruang politik, sosial, teknologi, dan agama. 

Pelatihan kewirausahaan dipandu oleh Direktur CV Golden Ways Mansur Syaerozi. Pelatihan kewirausahaan terselenggara atas kerja sama PW Muslimat NU DKI Jakarta, PP LTMNU, dan  CV Golden Ways.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelatihan berlangsung selama dua hari berturut-turut, Kamis-Jumat, (4-5/4) siang. Peserta pada hari pertama adalah kader PC Muslimat NU DKI Jakarta Pusat dan Timur. Sedangkan pada hari ini, pesertanya ialah kader PC Muslimat NU DKI Jakarta Utara, Barat, dan Selatan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Hadits, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 14 Februari 2018

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Meskipun sudah berlangsung sejak November 2006 lalu, sidang kasus penggelapan aset tanah milik PBNU di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan terdakwa Salim Muhammad (75) kembali ditunda yang seharusnya diselenggarakan Rabu (2/5) dengan alasan sakit. Pengacara terdakwa menyampaikan surat dokter dan salinan resep dokter sebagai bukti.

Sidang ini sudah beberapa kali mengalami penundaan, terakhir pada 16 April lalu dengan alasan sakit. Namun pada Rabu 25 April lalu, Salim datang ketika membawa saksi yang meringankannya.

Wakil ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Fickar Hadjar SH. sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan mengirimkan surat kepada kepala pengadilan negeri Jakarta, kejaksaan negeri Jakarta dengan tembusan kepada Kejaksaan Agung agar kasus ini segera dituntaskan, namun hal ini rupanya tak mempan.

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

“Seharusnya jaksa mendesak hakim untuk menyelenggarakan sidang jika memang ada upaya untuk memperlambat proses pengadilan,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa dalam sistem hukum di Indonesia, hanya jaksa sebagai wakil dari pemerintah yang memiliki hak untuk meminta agar sidang diselenggarakan jika kondisinya mendesak. Hal ini berbeda dengan pengadilan di Amerika Serikat yang menempatkan pemerintah berhadapan dengan masyarakat.

Salim sendiri tidak ditahan dengan alasan usianya yang sudah mencapai 75 tahun. Kondisi ini menyebabkan sidang bisa berlangsung lama. Jika ditahan, maka kasus harus diselesaikan dalam waktu 60 hari dan biasanya terdakwa meminta agar kasusnya cepat diselesaikan dengan alasan agar tidak terlalu lama di tahanan, jika ia diputuskan bebas oleh pengadilan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salim didakwa melakukan penggelapan hasil penjualan tanah milik Yayasan Waqfiyah yang didirikan PBNU. Dari hampir 28 Milyar rupiah hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membeli properti pribadi dan penarikan deposito sebesar 10 Milyar yang tidak ada kaitan dengan kepentingan yayasan. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, AlaSantri, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 30 Januari 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 24 Januari 2018

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Perkembangan LP Maarif NU menjadi salah satu tolok ukur kemajuan Nahdlatul Ulama. Bila pendidikan NU baik dan maju secara administratif dan prestasi, maka kualitas organisasi NU akan kelihatan berkembang besar.

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Pernyataan ini disampaikan Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Mashum AK saat membuka rapat kerja cabang (Rakercab) LP Maarif NU Kudus di  aula kantor PCNU setempat, Sabtu (10/5).

PCNU Kudus, lanjut KH Ma’shum, memberi perhatian serius terhadap lembaga pendidikan Maarif. Karenanya, pengelalolaan Ma’arif harus baik. Ia mengharap dukungan kerja sama antarpengurus Maarif.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Termasuk pula membiasakan tertib dan disiplin waktu pada saat kegiatan maupun acara musyawarah. Jangan biasakan datang terlambat," ujarnya di hadapan 80 peserta rakercab.

Ia juga meminta keterbukaan LP Maarif dalam mengelola keuangan. "Jangan pat gulipat atau ada yang disembunyikan tanpa koordinasi. Pengurus harus transparan sekaligus bisa dipercaya," tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada pengurus LP Maarif, Kiai Ma’shum mengharapkan pengurus menghindari kesalahan yang disengaja. Bila terjadi kesalahan, jajaran pengurus harus saling membenahi dan tidak saling menyalahkan.

Sementara Ketua LP Maarif Kudus Ali Asyhari mengatakan, rakercab dimaksudkan untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2008-2013 dan merumuskan program kerja LP Maarif 2013-2018.

"Ke depan Maarif NU akan maju, kompak dan tertib administrasi maupun managemennya," katanya dalam sambutan.

Rakercab diikuti 80 peserta dari unsur pengurus LP Maarif NU Kudus, satuan dinas pendidikan dan pengurus majelis wakil cabang Maarif NU sekabupaten Kudus. Tampak hadir dalam kesempatan itu Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH CHusnan, Mustasyar PCNU Kudus H Muslim A Kadir, dan Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, AlaSantri, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 19 Januari 2018

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa meminta peserta Konbes IPPNU 2014 untuk membahas poin penting kaderisasi dalam sidang dan rapat lanjutan. Karena, kualitas kaderisasi pelajar NU masa kini, menurutnya, akan sangat menentukan warna kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Dalam forum nasional ini, Ali Masykur yang lazim disapa Cak Ali mengatakan, mengubah wajah Indonesia tidak lain dengan pendidikan politik yang dirintis dalam pelatihan-pelatihan kepemimpinan.

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan

“Perlu rumusan matang kaderisasi untuk melahirkan sistem kepemimpinan berkarakter dan memiliki makna,” lanjut Cak Ali di Gedung PP PON Kemenpora Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (28/2) petang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Cak Ali menyebutkan karakter sebagai pilar pokok kepemimpinan. Ia menyatakan keprihatinannya ketika karakter remaja mengalami erosi seperti turunnya rasa empati di kalangan mereka. Mereka misalnya tidak lagi menaruh rasa hormat ketika ada jenazah lewat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara di lain sisi, kalangan remaja cenderung menjadikan selebritis sebagai panutan. “Di sinilah tantangan bagi IPPNU dan IPNU,” tandas Cak Ali di hadapan utusan belasan pimpinan wilayah IPPNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 16 Januari 2018

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendapat pujian dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE. Menurut dia, pelajar NU pantang menyerah.

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah

“Saya bangga, memiliki generasi muda yang pantang menyerah. Walaupun hujan, gerimis atau lebat kalian tetap semangat,” ujar Bupati usai menerima bendera kirab dalam rangka Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-60 dan IPPNU ke-59 di alun-alun Brebes, Sabtu sore (1/3).

Bupati berharap, pelajar NU harus terus mengobarkan semangat belajar, berjuang dan bertakwa. Kirab bendera ini membuktikan ada upaya napak tilas sebagai pelajar yang mengobarkan semangat belajar berjuang dan bertakwa. “Kalau tidak ada tekad yang kuat, maka mencapai garis finis hanyalah mimpi-mimpi yang terwujud,” ujar Idza Priyanti mengingatkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tetapi dengan semangat belajar, berjuang dan bertakwa bisa mencapai garis finis dalam keadaan sehat, senang dalam satu kesatuan pelajar NU se Kabupaten Brebes.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kab Brebes Ahmad Zacky Al Anam menjelaskan, kirab mengambil star dari depan Gedung PCNU jalan Yos Sudarso 36 Brebes, dilanjutkan ke jalan KH Ahmad Dahlan, jalan Moh Yamin dan finis di alun-alun.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebanyak 1000 pelajar NU dari 297 ranting se-Kabupaten Brebes turut memeriahkan kirab bendera. Ikut menyaksikan Wakil Bupati Brebes Narjo, Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman, Ketua PC IPNU Kota Tegal Azis, Muspika Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 13 Januari 2018

Bangun Sinergi, Pergunu Jatim Rangkul Pemerintah Terkait Guru NU

Mojokerto, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Persatuan Guru NU (Pergunu) Jawa Timur menggelar pelantikan di Institut KH Abdul Chalim Pacet, Mojokerto, Ahad (5/11). Pelantikan dan rapat kerja ini dihadiri oleh 35 Cabang Pergunu se-Jawa Timur. Selain itu, hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

"Kami sengaja menghadirkan para pemangku kebijakan di bidang pendidikan agar ada sinergi program dan kebijakan untuk Guru NU," kata Ketua PW Pergunu Jawa Timur H Sururi.

Bangun Sinergi, Pergunu Jatim Rangkul Pemerintah Terkait Guru NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Sinergi, Pergunu Jatim Rangkul Pemerintah Terkait Guru NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Sinergi, Pergunu Jatim Rangkul Pemerintah Terkait Guru NU

H Sururi mengatakan, program kerja yang akan disinergikan dengan pemerintah adalah tentang profesionalitas, kompetensi, kesejahteraan Guru NU dan pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan. "Nahdlatul Ulama harus menunjukkan sikap profesionalitas anggotanya mendorong sumberdaya manusia dan meningkatkan kesejahteraan anggota Pergunu," terang Sururi. ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mantan Ketua Pergunu Kabupaten Gresik ini mengatakan, Pergunu Jatim mendorong pembentukan cabang Pergunu di semua kabupaten dan kota hingga ke akar rumput seperti anak cabang dan ranting.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Isu perkembangan radikalisme yang sudah masuk ranah sekolah menjadi salah satu fokus utama Pergunu. Pergunu berkomitmen untuk membentengi para guru dan siswa dari paham radikalisme. "Para guru akan dibekali dengan wawasan keaswajaan An-Nahdliyah untuk dapat menyebarkan dan memberikan pemahaman pada siswa bahaya radikalisme yang mengancam bangsa," kata Sururi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur H Saiful Rahman memberikan apresiasi kepada organisasi profesional di lingkungan NU dan siap membuka seluas-luasnya kerja sama dengan Pergunu. Guru harus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan, terutama penguatan pendidikan karakter.

"Saat ini banyak anak didik kita yang dipengaruhi obat terlarang narkoba. Saya berharap peran Pergunu harus dilibatkan," harap Saiful Rahman.

Saiful mengatakan, Pergunu mempunyai hak yang sama, mempunyai anggaran yang sama dengan organisasi profesi guru lainnya. Dinas Pendidikan Jawa Timur mengupayakan adanya dana 1,3 T untuk guru se-Jatim. "Sepuluh ribu beasiswa untuk guru madin madrasah dan TPQ yang belum memiliki ijazah S1," terangnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Samsul Bahri mengatakan, Pergunu adalah organisasi yang berbasis akademis. "Apa yang dilakukan itu harus semuanya bermuara ilmiah. Maka performa harus dijaga," tutupnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 10 Januari 2018

Harlah, Ansor Sematkan Pin Kepada Senior

Sukoharjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Berbeda dengan peringatan-peringatan hari lahir (harlah) ke 81 Gerakan Pemuda (GP) Ansor di daerah lain, bahkan kegiatan sebelumnya. Kali ini Pimpinan Cabang (PC) Ansor Sukoharjo memberikan meyematan tanda pin kepada pengurus syuriyah dan Ketua PCNU Sukoharjo.

Pemberian dan penyematan tanda pin langsung diberikan oleh Ketua PC GP Ansor Sukoharjo Nuril Huda kepada syuriyah dan tanfidziyah NU dihadapan para Pengurus PC, Ketua PAC dan anggota GP Ansor dan Banser se-Kab. Sukoharjo. 

Harlah, Ansor Sematkan Pin Kepada Senior (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Ansor Sematkan Pin Kepada Senior (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Ansor Sematkan Pin Kepada Senior

"Penghargaan ini sebagai bagian dari rasa syukur GP Ansor dan rasa terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuan para senior kami," ujar Ketua PC GP Ansor Sukoharjo, Nuril Huda kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw (27/4).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pihaknya menjelaskan, dengan penyematan tanda pin tersebut sekaligus membuktikan bahwa antara NU dan banom solid dan bersinergi dalam mengembangkan àjaran ahlussunnah wal jamaah sehingga berharap ke depan bisa berjalan dengan harmonis sesuai dengan ajaran NU. 

"Kami juga berharap GP Ansor ke depan akan lebih baik lagi. Silahkan setiap PAC mengadakan kegiatan, selaku PC akan selalu memberikan suport," tuturnya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua PCNU Sukoharjo, KH Nagib Sutarno dalam sambutanya mengucapkan selamat harlah ke-81 dan mendoakan organisasi pemuda NU tersebut ke depan semakin lebih baik. 

"GP Ansor dan Banser organisasi yang sudah lama, bahkan sebelum kemerdekaan organisasi ini sudah ada dan ikut memerdekakan Indonesia. Selamat ulang tahun, semoga makin maju dan ke depan amanah mengemban tugas," ujar Ketua PCNU.

Pantauan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw ke lokasi Ratusan Anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser se-Kabupaten Sukoharjo tersebut turut menyemarakkan harlah yang digelar di Pendopo Rumah Sahabat Joko Purwanto, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, (23/4) malam.

Kegiatan tersebut diawali doa bersama dengan dzikir tahlil, mauidhloh hasanah dan makan daging kambing bersama-sama. 

"Melalui kegiatan harlah ini kami berharap GP Ansor semakin maju dan kokoh ke-NU-annya terutama di Kabupaten Sukoharjo ini," terang Ketua Panitia Harlah, Maruf Budiyanto.(mashri/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Nusantara, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 07 Januari 2018

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

Umat Islam meyakini bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam ganjil yang diyakini datang di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang diharapkan oleh seluruh umat Islam. Karena apabila kita melakukan amal kebaikan pada malam itu, seolah-olah kita telah melakukan ibadah yang nilainya setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun.

Keinginan untuk mendapatkan hikmah dan berkah Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah Saw sendiri menyeru kepada umatnya untuk menyongsong malam seribu bulan ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).

Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Namun, menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah:

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

“Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah Saw sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah.

Ketika Rasulullah berdiri shalat, para sahabat juga menuanaikan shalat. Ketika beliau menegadahkan tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mengamininya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari bulan Ramadhan.

Disaat Rasulullah Saw dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah Saw dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak.

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah Saw dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi.

Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kapalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah Saw mengangat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah Saw bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah SAW. Namun beliau pun mencegahnya dan berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya”.

Apa yang dilakukan Rasulullah Saw ini menunjukkan betapa banyak hikmah dan rahasia di balik malam seribu bulan. Semoga malam yang tersisa di bulan Ramadhan ini mampu kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.? (Zunus Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 01 Januari 2018

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Kita sekarang berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi Ramadhan datang menghampiri kita. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan. Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa? Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Syeikh Nawawi Banten di dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai umatnya, puasa sunah yang dilakukan Nabi SAW ini penting untuk kita amalkan. Meskipun tidak mampu meniru sepenuhnya apa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW, paling tidak kita coba berpuasa semampunya selama bulan Sya’ban. Selain mendapatkan ganjaran, puasa Sya’ban dapat melatih diri sendiri agar siap melakukan puasa wajib Ramadhan.

Biasanya, orang yang tidak terbiasa berpuasa tentu akan merasa berat melakukan puasa sebulan penuh pada Ramadhan. Untuk itu, biasakan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban agar nanti di bulan Ramadhan organ lambung tidak terkejut bila tidak beraktivitas selama siang hari.

Demikian pula bagi perempuan yang belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, Sya’ban adalah momen terbaik untuk mengqadha puasa. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan nanti, utang puasa belum dibayar tuntas. Semoga kita mampu mengamalkan sunah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Kajian Sunnah, Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 20 Desember 2017

Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh

Ini adalah bagian pembuka dari kitab “Hidâyah al-‘Awâm Pada Menyatakan Perintah Agama Islam” yang berisi kajian fiqih Islam madzhab Syafi’i karangan seorang ulama besar Nusantara dari Kesultanan Aceh, yaitu Faqih Jalaluddin al-Âsyî (Faqîh Jalâluddîn ibn Faqîh Kamâluddîn ibn Qâdhî Baginda Khatîb, hidup di abad ke-18 M).

Dalam pembukaan, Faqih Jalaluddin Aceh mengatakan, kitab “Hidâyah al-‘Awâm” ini ditulis pada tanggal 5 Muharram 1140 Hijri (bertepatan dengan 22 Agustus 1727 Masehi), juga pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Ahmad Syah Johan Berdaulat Zhillullah fil Alam (dikenal juga dengan Sultan Alauddin Johan Syah, memerintah sepanjang masa 1147—74 H/ 1735—60 M).

Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Nusantara Abad Ke-18 M Karya Faqih Jalaluddin Aceh

Faqih Jalaluddin Aceh menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

(Adapun kemudian dari itu maka pada Hijrah Nabi Seribu Seratus Empat Puluh pada lima hari bulan Muharram zaman Paduka Seri Sultan yang besar kerajaannya lagi yang maha tinggi derajatnya yaitu Sultan Alauddin Ahmad Syah Johan Berdaulat Zhillullah fil Alam [semoga Allah abadikan kerajaannya] amin).

Sang Sultan telah meminta Faqih Jalaluddin untuk menulis sebuah kitab fiqih madzhab Syafi’i dalam bahasa Jawi (Melayu) agar bisa digunakan pedoman oleh umat Muslim di Kesultanan Aceh dan wilayah Nusantara lainnya. Memang telah ada dua kitab fiqih berbahasa Melayu yang ditulis oleh ulama-ulama sebelumnya, yaitu kitab “al-Shirâth al-Mustaqîm” yang ditulis oleh Syaikh Nûruddîn al-Rânirî pada tahun 1054 Hijri (1644 Masehi) di masa pemerintahan Sulthanah Shafiyatuddîn Tajul Alam (memerintah 1641—75 M), juga kitab “Mirât al-Thullâb” yang ditulis oleh Syaikh Abdul Rauf Singkel pada 1074 Hijri (1663 Masehi) di masa pemerintahan Sulthanah yang sama.

Namun tampaknya Sultan Alauddin Johan Syah ingin juga memiliki kitab fiqih yang aktual dan kontekstual pada zamannya. Karena itulah beliau pun meminta kepada mufti dan ulama sentral Kesultanan Aceh pada zamannya, yaitu Faqih Jalaluddin, untuk menuliskan sebuah kitab. Beliau menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Maka tatkala itu meminta kepada Faqir yang hina, peayan para ulama, Haji Jalâluddîn anak Syaikh yang arif billâh Syaikh Jalâluddîn anak Qâdhî Baginda Khatib, semoga Allah menyelamatkannya, oleh seorang daripada sahabat raja itu yang takut akan Allah Ta’âlâ, bahwa aku suratkan baginya suatu risalah yang [simpan?] maka aku namai akan dia “Hidâyah al-‘Awâm Pada Menyatakan Perintah Agama Islam”).

Kitab “Hidâyah al-‘Awâm” dimulai dengan kajian pengetahuan teologi Islam dasar, yaitu tentang sifat-sifat yang wajib bagi Allah, yang mustahil dan yang mungkin, demikian juga tentang sifat-sifat yang wajib bagi Rasulullah, yang mustahil, dan yang mungkin. Setelah itu, barulah kandungan kitab mengkaji pasal tentang bersuci dan shalat, dengan segala rujun, syarat, kewajiban, kesunatan, dan lain-lain detailnya. Dikaji juga dalam kitab ini fiqih-fiqih peribadatan lainnya, yaitu zakat, puasa, haji, dan terakhir tentang nikah dan talak.

Kitab “Hidâyah al-‘Awâm” ini dicetak bersama dalam bunga rampai karangan ulama-ulama Aceh lainnya yang terhimpun dalam “Jam’u Jawâmi’ Mushannafât ‘Ulamâ Aceh” yang disunting oleh Syaikh Ismâ’îl ibn ‘Abd al-Muthallib al-Âsyî dan diterbitkan di Kairo oleh Maktabah Musthafâ al-Bâbî al-Halabî pada bulan Muharram tahun 1344 Hijri (1926 Masehi). Bunga rampai tersebut menghimpun sembilan karya ulama Aceh dari setiap abad. Adapun “Hidâyah al-‘Awâm” karya Faqih Jalâluddîn Aceh ini, ia berada pada urutan pertama dalam bunga rampai tersebut.

Wan Muhammad Shagir Abdullah, penulis biografi ulama Nusantara asal Malaysia, mengatakan bahwa nama ayah Faqih Jalâluddîn Aceh dalam kitab versi cetakan bunga rampai “Jam’u Jawâmi’” tersebut keliru ditulis. Di sana tertulis nama Faqih Jalâluddîn anak Syaikh Jalâluddîn anak Qâdhî Baginda Khatîb. Yang benar adalah Faqih Jalâlulldîn anak Syaikh Kamâluddîn (Wan Mohd Shagir Abdullah, Syeikh Jalaluddin Al-Asyi; Kesinambungan Aktiviti Ulama Aceh, surat kabar “Utusan” Malaysia, edisi 04/12/2006).

Faqih Jalaluddin Aceh sendiri adalah murid dari Syaikh Bâbâ Dâwud ibn Ismâ’îl Aghâ al-Rûmî tsumma al-Âsyî (dikenal dengan Baba Dawud), seorang ulama dari Turki-Usmani yang menetap di Kesultanan Aceh, juga murid dari Syaikh Abdul Rauf Singkel (‘Abd al-Raûf ibn ‘Alî al-Fanshûrî al-Jâwî, w. 1693 M), seorang ulama besar Nusantara dari Kesultanan Aceh yang hidup satu generasi sebelumnya.

Faqih Jalâluddîn Aceh dinobatkan sebagai mufti dan imam besar Kesultanan Aceh, sekaligus Qadhi Malikul Adil kesultanan tersebut pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Maharaja Lela Ahmad Syah (1139—47 H/ 1727—35 M) dan juga pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Johan Syah (1147—74 H/ 1735—60 M).

Selain “Hidâyah al-‘Awâm”, Faqih Jalâluddîn Aceh juga menulis karya lainnya, yaitu “al-Manzhar al-Ajlâ ila al-Martabah al-A’lâ” (ditulis tahun 1152 Hijri/ 1739 Masehi), “Safînah al-Hukkâm fî Talkhîsh al-Khishâm” (ditulis pada bulan Muharram 1153 Hijri/ 1740 Masehi), “al-Hujjah al-Bâlighah ‘alâ al-Jamâ’ah al-Mutakhâshimah” (ditulis pada Muharram 1158 Hijri/ 1745 Masehi), dan “Asrâr al-Sulûk ilâ al-Mala’ al-Mulûm” (tidak diketahui titimangsa penulisannya).

Dari kesemua karya Faqih Jalâluddîn, kitab “Safînah al-Hukkâm”-lah yang menjadi masterpiece dan karya terbesarnya. Kitab ini merupakan pengembangan dari “Hidâyah al-‘Awâm”, yang mengkaji ilmu fiqih Islam, dengan cakupan kajian dan bahasan yang lebih luas dan dalam lagi.

Faqih Jalâluddîn Aceh memiliki seorang anak yang juga menjadi ulama besar di Kesultanan Aceh, yaitu Syaikh Muhammad Zain ibn Faqîh Jalâluddîn al-Âsyî. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Internasional, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 19 Desember 2017

Pasca Tragedi Pembunuhan Salim, PCNU Lumajang Dampingi Warga

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang menyesalkan terjadinya insiden pembunuhan sadis terhadap aktivis penolak tambang pasir, Salim “Kancil”, di Desa Selok Awar-awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur. PCNU mendesak aparat penegak hukum objektif dalam mengusut kasus kekerasan ini.

Pasca Tragedi Pembunuhan Salim, PCNU Lumajang Dampingi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Tragedi Pembunuhan Salim, PCNU Lumajang Dampingi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Tragedi Pembunuhan Salim, PCNU Lumajang Dampingi Warga

Ketua PCNU Syamsul Huda mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya advokasi dengan menerjunkan Gerakan Pemuda Ansor dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU), sejak hari aksi brutal tersebut berlangsung, Sabtu (26/9). Ia berharap keadaan segera kondusif.

“Untuk mendinginkan masyarakat, mulai besok kami menginstruksikan kepada MWCNU-MWCNU untuk melaksanakan istighotsah, tahlil, dan pembacaan al-Qur’an tiap malam. Ini sudah memasuki hari ketujuh (sejak tragedi pembunuhan),” ujarnya via sambungan telepon, Jumat (2/10), selepas rapat koordinasi terkait peristiwa pembunuhan terhadap Salim “Kancil” (52) dan penganiayaan terhadap Tosan (51).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Syamsul, kedua petani penolak tambang pasir itu merupakan warga NU, mengingat seratus persen warga di Desa Selok Awar-awar adalah Nahdliyin. Pasca tragedi berdarah, kondisi desa setempat masih mencekam dengan hadirnya aparat bersenjata yang terus berjaga-jaga. Situasi ini, tambahnya, membutuhkan pendampingan, termasuk dari PCNU.

Syamsul mendukung pihak kepolisian dalam mengungkap dalang intelektual kasus tersebut tanpa tebang pilih, sembari mengusulkan untuk diadakannya pengajian ulang terhadap berbagai lokasi penambangan baik yang berizin maupun tidak berizin karena berpotensi menimbulkan konflik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Atas kejadian di Lumajang ini, banyak solidaritas dan simpati mengalir dari para aktivis muda NU, mulai dari komunitas Gusdurian, Gerakan Pemuda Ansor, hingga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka mengutuk aksi biadab para pendukung aksi penambangan yang dinilai merusak lingkungan itu. (Mahbib Khoiron)

Foto: Ilustrasi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 15 Desember 2017

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2015-2020 resmi dilantik di Pesantren Al-Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Ahad (27/12).

Pengurus Muslimat NU Kota Kraksaan ini dilantik oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj Masruroh Wahid didampingi Sekretaris PW Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Mutafarrida.

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Pelantikan ini diikuti oleh 200 orang terdiri dari Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, badan otomom (banom) NU, instansi terkait, pengasuh pesantren, seluruh pengurus cabang, 13 anak cabang dan 10 orang ranting se-PCNU Kota Kraksaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i mengungkapkan, jika ada tetangganya yang meninggal dunia, Muslimat NU harus berada di depan dan mengurus jenazahnya sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tolong foto-foto Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan dipasang di kantor dan dikirimi Al-Fatihah setiap bulan. Demi keberlangsungan program Muslimat NU, pengurus harus menjalin keharmonisan dengan pengurus PCNU Kota Kraksaan dan yang lainnya,” katanya.

Sementara Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf jika apa yang dilakukan selama ini masih dinilai masih kurang maksimal. Yang jelas, pihaknya bertekad akan tertib organisasi di segala bidang.

“Mohon doa dan dukungannya supaya ke depan Muslimat NU Kota Kraksaan bisa bekerja dengan sempurna sesuai AD/ART organisasi. Komunikasi dan koordinasi adalah kunci sukses sebuah organisasi,” ujarnya.

Sedangkan Hj Masruroh Wahid meminta masyarakat tidak menunggu menjadi pengurus untuk bekerja dan berjuang di Muslimat NU Kota Kraksaan. Selain itu, pengurus harus senantiasa memberi lewat organisasi Muslimat NU dan jangan meminta.

“Laksanakan tugas dengan tetap berpegang teguh pada Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah. Isilah budaya-budaya atau tradisi-tradisi sesuai dengan Aswaja. Dakwah tidak cukup bil hal, tetapi berikanlah bukti nyata di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Budaya, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 Desember 2017

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jalanan rusak yang tak kunjung diperbaiki, membuat masyarakat Desa Gribig, Gebog, Kudus memprotes dengan cara memasang poster Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pada poster bergambar cucu pendiri NU itu bertuliskan, Gus Dur pejuang demokrasi anti korupsi, dalan rusak ora dirumati, kebangeten nglarakke ati.

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Protes Jalan Rusak, Warga Pasang Gus Dur

Menurut salah seorang warga Gribig Wahyudi, pemasangan poster dengan beragam tulisan ini sebagai bentuk penuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus supaya segera memperbaiki jalanan rusak tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Jalanan rusak ini sudah satu tahun tetapi belum diperbaiki. Padahal sering pengguna jalan terjatuh di sini,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Selasa (22/10).

Yudi juga menyayangkan kebiasaan Pemkab memperbaiki jalan ini menjelang musim hujan sehingga mudah cepat rusak. Apalagi jalan raya desa ini menjadi jalan utama penghubung antar desa lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Makanya kami mendesak untuk segera diperbaiki dan jalan ini kembali mulus,” tegas aktivis Ansor Ranting Gribig.

Mengenai dipasangnya poster Gus Dur dan tokoh lainnya, kata Yudi, sebagai bentuk sindiran saja kepada Pemkab karena kurang perhatian sebelum ada protes seperti ini. “Khusus poster Gus Dur itu sebetulnya juga kita rindu pada beliau,” ujarnya lagi.

Selain Gus Dur, dipasang juga poster-poster tokoh lainnya seperti Soekarno, Soeharto, Jokowi. Pada poster Bung Karno berbunyi, merdeka wis suwe, dalan rusak kok rak didandani. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 29 November 2017

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pejabat Rais ‘Aam PBNU KH Mustofa Bisri mengungkapkan sejumlah harapan kepada Muslimat NU dan seluruh kader NU  untuk menebar kasih sayang dan menjadi juru damai di tengah beragam konflik yang terjadi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain.

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU: Muslimat Harus Jadi Teladan Jam’iyah

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini juga mengatakan, secara manajerial dan gerakan, Muslimat NU harus diteladani berbagai organisasi yang berafiliasi ke NU. Hal itu disampaikan Gus Mus saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Perangkat-perangkat Muslimat NU, Ahad (1/5).

Terselenggaranya Rakernas dan Mukernas Muslimat NU, menurut Gus Mus  menunjukkan tingginya tanggung jawab ibu-ibu Muslimat terhadap negeri ini. “Ibu-ibu bukan hanya memikirkan pribadi, tapi memikirkan bangsa ini. Tak hanya memikirkan NU, tapi memikirkan Indonesia. Ini adalah bukti bahwa kita adalah orang Indonesia, Indonesia adalah rumah kita sehingga kita terus memikirkan Indonesia,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di tengah kondisi negeri yang carut-marut serta maraknya konflik dan kekerasan yang terjadi di Indonesia maupun di sejumlah Negara Timur Tengah, Asia Timur dan Eropa, NU menurut Gus Mus berkali-kali diminta menjadi penengah, atau juru damai.

Beberapa tahun ini, kata dia, ketika konflik besar di sejumlah negara yang dipicu perbedaaan faham, keyakinan serta ketidak adilan ekonomi, sejumlah tokoh dan kepala negara banyak sowan ke PBNU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Yang sering  disebut-sebut bisa mendamaikan berbagai konflik ini adalah kelompok yang sering diolok-olok oleh kelompok lain, sebagai kelompok Islam tradisional. Karena kita ini tidak tatharruf (ekstrim,red) ke sana, tidak ke sini. Karena kita bertahan pada prinsip tawasuth dan i’tidal (moderat dan berkeadilan,red), NU dipandang mampu mendamaikan,” paparnya.

Terlebih, dengan jumlah jama’ah NU yang mencapai 70 juta orang, dan jumlah kader Muslimat sebanyak 22 juta ibu, secara kuantitas, NU adaalah organisasi terbesar di dunia, tak hanya di Indonesia.

“Jika ada hadist yang menyatakan “‘alaikum bisawadzil a’dhom,” bergabunglah dengan kelompok terbesar, maka mungkin yang dimaksud hadist tersebut adalah kita. Saya sudah bertemu dengan grand syaikh Al-azhar, dengan ulama Saudi, Sudan, Syiria dan ulama dari berbagai dunia, mereka mengakui bahwa prinsip Aswaja NU ini sangat ideal untuk saat ini.”

Gus Mus juga mengimbau supaya ibu-ibu Muslimat menjaga anak-anaknya. Jangan sampai silau oleh pemahaman Islam yang kelihatan gagah. Karena NU sesungguhnya organisasi berpemahaman Islam yang paling otentik, yang tawasuth i’tidal. “Karenanya, kita adalah pemimpin umat bukan pemimpin sebagian umat.” tandasnya.

Namun, Gus Mus mengakui, besarnya kuantitas jama’ah NU ini belum seiring dengan kualitas manajerial organisasi. Meski begitu jangan menyurutkan semangat kaum nahdliyin untuk berkhidmah, mengabdikan diri kepada umat dan bangsa ini.

“Kita belum kunjung berjam’iyah (berorganisasi) secara total. Karena kita lahir dari komunitas komunitas-komunitas ulama di berbagai daerah di negeri ini. Para kiai, nyai di pesantren-pesantren melayani berkhidmah kepada umat.

Inilah salah satu ciri menonjol dari pemimpin kita yang ditunjukkan Al-Qur’an adalah ‘azizun alaihi  harisun ma ‘anittum bil mu’minina roufun rohim. “Pemimpin agung kita Nabi Muhammad punya kasih sayang yang tinggi. Para Ulama-ulama kita selalu ingin meniru beliau. Selalu punya rasa tak tega yang  tinggi, dulu masyarakat yang sakit ke kiai,” paparnya.

Kelompok komunitas yang berkhidmah, mewakafkan dirinya untuk umat ini ada di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan sebagainya. Maka Hadratus Syaikh K.H Hasyim Asy’ari berkata, ‘yang batil saja kalau ditandzim bisa mengalahkan yang hak’. “Maka kita komunitas-komunitas yang hak ditandzim dari jama’ah menjadi jam’iyah,” katanya.  

Kata Gus Mus, hal itu, dulu sempat dijembatani KH. Wahid hasyim dan K.H Mahfudz Siddiq. Sayangnya entah kenapa Allah Swt, memanggil keduanya terlalu cepat. “Dan sekarang belum ada yang melanjutkan perjuangan beliau berdua ini. Saya membayangkan NU menjadi organisasi yang betul-betul organisasi. Perapihan manajemen ini saya lihat mulai dilakukan oleh Muslimat NU.”

Gus Mus berharap Muslimat NU mendahului berjam’iyah yang sesungguhnya. “Kalau ibunya sudah, nanti anaknya ikut. Ibu-ibu dapat berkata kepada banom NU lain, ‘Nak ini cara kerja yang ditandzim semacam ini lebih enak, kamu harus mencobanya’.” (Abdel Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Nasional, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 26 November 2017

‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah

Madiun, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw ? . Ibu-ibu Muslimat NU dari desa-desa se-Kecamatan Geger memenuhi jalanan utama Dusun Tumpang, Desa Geger, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Ahad (21/2). Mereka yang berpakaian batik bercorak hijau dengan logo Muslimat itu tergesa-gesa menuju tempat ‘pengajian selapanan’,? disambut ‘samprohan’ (hadroh) pertanda.

Di lokasi itu, puluhan kendaraan colt, sepeda motor dan bus mini terparkir rapi di sepanjang jalan menuju sumber samprohan tersebut.

‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngaji Selapanan’ Muslimat NU Geger Insyaallah ila Yaumil Qiyamah

Ibu-ibu Muslimat di kecamatan tersebut ngaji selapanan sejak puluhan tahun lalu, turun-temurun. “Kegiatan selapanan ini sebetulnya sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu, kira kira 30 tahun dan bahkan lebih. Pada dua periode sebelumnya dilaksanakan setelah duhur. Karena dirasa kurang efektif maka kami laksankan pagi sampai siang hari,” tutur Ketua Pimpinan Anak Cabang Muslimat Geger Khomsiati Muthmainnah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Soal nama pengajian selapanan Legi, Khomsiati menjelaskan, Aswaja sebagai ideologi Islam Nusantara sangat menghargai kearifan lokal. Muslimat NU sebagai bagian Islam Nusantara tetap menggunakan istilah sesuai kearifan budaya lokal, yakni dengan istilah Jawa ‘Selapanan atau Ahad Legi’.

“Mengapa menggunakan Selapanan atau Ahad Legi istilah yang khas Jawa agar lebih mudah diingat dan serta membumi. Dan Alhamdulillah, kegiatan tetap bertahan dan eksis selama ini. Dan hemat kami tidak mengurangi sedikit pun semangat dakwah, yakni amar ma’ruf nahi munkar.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menambahkan, sepanjang aktif di NU mulai IPPNU dan sekarang ini di Muslimat kegiatan ngaji selapanan ini selalu dihadiri ratusan jamaah. Bahkan sampai angka ribuan. Mereka adalah Muslimat struktural dan kultural dari lima belas desa se-Kecamatan Geger.

‘Ngaji selapanan’ dikemas dengan pengajian rutin Ahad Legi. Acara mulai pukul 08.30 sampai dengan 12.30 WIB. Berbagai tradisi ke-NU-an juga mengisi selama kegiatan. Mulai dari samprohan, hadiyah fatihah bagi arwah leluhur yang terdata panitia, tahlil, istighosah serta yang terakhir dan puncak acara, yakni mauidzhoh hasanah. Selain itu, panitia juga memberikan snack bagi warga masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tiap pelaksanaan rutinan, Muslimat NU menggandeng aparatur negara mulai Muspika Geger, Polsek Geger, perangkat desa atau serta Banser NU Geger.

“Kegiatan ini bergilir ke setiap ranting-ranting dengan menggandeng perangkat desa setempat, dan kami selaku pengurus Muslimat berharap kegiatan baik seperti ini berlangsung ila yaumil qiyamah, insya Allah,” pungkas mantan Ketua IPPNU Geger ini.

Ahad Legi kali ini pengurus Ranting Muslimat NU mengadakan pengajian dengna mengundang penceramah dari Ponorogo, KH Imam Mubasyir. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 25 November 2017

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman

Pariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Mahasiswa harus menyiapkan dirinya menjadi pemimpin dan wirausahawan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Karenanya selagi mahasiswa harus fokus belajar baik di dalam kampus, maupun di luar kampus.

Demikian terungkap dalam seminar nasional yang digelar Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sumbar, Sabtu (30/9) di hall Saiyo Sakato, Pariaman.

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman

Seminar menampilkan narasumber Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Barat Syamsul Bahri  dan Ketua GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana dengan moderator Wakil Ketua II STIE Sumbar Satria Effendi Tuanku Kuning. Seminar dibuka Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin.

Mardison menyampaikan, saat ini kondisi generasi muda terbelah. Di satu sisi banyak yang melakukan tindakan negatif yang merugikan diri sendiri dan masyarakat di lingkungannya. Di sisi lain, banyak pula generasi muda  bertindak positif dengan berbagai kegiatan yang bermanfaatkan. "Bagaimana kita bersama merangkul generasi muda yang bertindak negatif tersebut berubah menjadi bertindak positif dalam hidupnya," kata Mardison.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, generasi muda yang diharapkan adalah generasi yang sehat, islami, mampu berkarya, inovatif, kreatif. Generasi muda semacam inilah yang lebih siap jadi pemimpin dan pengusaha sebagaimana tema dari seminar ini. PMII sebagai wadah organisasi mahasiswa tentu diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang mandiri.

Zeki Aliwardana dalam paparannya menyebutkan, pemimpin harus menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik menggunakan kewenangannya secara cerdas dan peka sehingga menjadi sangat berwenang tanpa sewenang-wenang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Menjadi pemimpin bukan berarti mendapatkan hak untuk memerintah. Tetapi justru kewajiban memberi teladan sehingga orang lain bisa menerima perintahnya tanpa merasa direndahkan," kata Zeki Aliwardana yang mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Ia menambahkan, karakteristik pribadi pemimpin yang harus memiliki kecerdasan cukup tinggi, kecakapan berkomunikasi, kecakapan mendidik, emosi terkendali, memiliki motivasi berprestasi, kepercayaan diri dan ambisi. Pemimpin yang tidak memiliki karakteristik tersebut, tidak akan pernah menjadi pemimpin sukses.

Syamsul Bahri menyebutkan, wirausahawan dan kepemimpinan saling terkait. Pemimpin yang mandiri adalah pemimpin yang mampu mengayomi orang-orang yang dipimpinnya. Wirausahawan bagaimana pun harus bermanfaat bagi lingkungannya. Begitu pula pemimpin, harus bermanfaat bagi orang di lingkungannya.

Ketua PK PMII STIE Sumbar Zulkifli mengatakan, seminar nasional dan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) ke-X yang diikuti 100 peserta bertemakan, Melahirkan Pemimpin dan Pengusaha yang Kreatif, Inovatif Menuju Indonesia Mandiri.

"Ini Mapaba pertama di Kota Pariaman yang paling banyak pesertanya. Sehingga Ketua GP Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana memberikan penghargaan kepada PK PMII STIE Sumbar yang diserahkan usai seminar menjelang sesi Mapaba dimulai," kata Zulkifli. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 16 November 2017

Tim Kecil akan Tindaklanjuti upaya Rekonsiliasi

Bogor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk mengawal agar 18 butir deklarasi Bogor bisa ditindaklanjuti, para ulama yang terlibat dalam konferensi untuk rekonsiliasi Sunni-Syiah di Istana Bogor sepakat untuk membentuk sebuah tim kecil yang akan melakukan tahapa-tahapan selanjutnya yang diperlukan.

“Kita akan membentuk tim kecil untuk melalukan kajian dan juga memikirkan kira-kira tahapan kedua itu nanti bagaimana dan tempatnya dimana yang memungkinkan terhubungnya elemen-elemen yang diperlukan,” tandas Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi

Tim Kecil akan Tindaklanjuti upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kecil akan Tindaklanjuti upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kecil akan Tindaklanjuti upaya Rekonsiliasi

Dikatakan oleh Kiai Hasyim yang juga sekjen International Conference of Islamic Scholars bahwa konferensi kali ini baru pada tahap pemetaan dan tumbuhnya kesadaran bersama dengan visi yang sama untuk menyelesaikan konflik di Irak. Perluasan fihak-fihak lain yang terlibat dalam konflik di Irak sangat diperlukan untuk menciptakan penyelesaian yang komprehensif.

“Para ulama kan masih dalam dimensi civil society, sedangkan masalah Irak menyangkut hegemoni negara adi kuasa dan PBB juga dihegemoni. Maka ini masih menjadi masalah besar yang harus dihadapi dan itu saya kira pada tahap selanjutnya bisa dilakukan dalam konferensi yang lebih besar,” imbuhnya.

Ditegaskannya bahwa sebab utama kehancuran luar biasa yang terjadi di Irak adalah akibat agresi yang dilakukan oleh AS. Karena itu, upaya solusi yang penting adalah keluarnya pasukan pendudukan dari Irak.

“Namun kita tidak bisa mengharapkan pemerintah Amerika dengan sukarela menarik karena desakan bangsanya sendiri, seperti dari partai demokrasi, kita jangan berpretensi ada amal soleh, semuanya harus dihitung,” tandasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

OKI sebagai wadah negara-negara Islam menurut Kiai Hasyim juga belum bisa memainkan peran secara maksimal karena posisinya bukan pada lini komandi, tetapi hanya seperti secretariat bersama.

“Namun, kita harus optimis, tak ada kekerasan dan kezaliman yang tak pernah berakhir, ini sudah sunnatullah, tinggal bagaimana kita memiliki ketangguhan untuk mencapai ke sana,” katanya memberi optimisme. (mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 07 November 2017

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Masyarakat Baduy yang tinggal di kecamatan Kanekes kabupaten Lebak Provinsi Banten, sejak lama dikenal sebagai masyarakat adat yang tertutup dari jangkauan peradaban luar. Namun seiring bergulirnya waktu beberapa entitas dan komunitas masyarakat Baduy mulai berusaha membuka diri terhadap peradaban dan pengetahuan yang lebih luas.

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Salah komunitas yang berusaha membuka diri terhadap pengetahuan yang lebih luas adalah Komunitas Saung Belajar yang terletak di Luwung Titipan, sekitaran kawasan pemukiman Baduy. Komunitas Saung Belajar ini mengajarkan anak-anak Baduy Dalam untuk belajar membaca dan menulis.

Demikian dinyatakan oleh Mang Pulung saat berkunjung ke Kantor Redaksi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Ahad (14/6). Menurut Mang Pulung, memang ada beberapa kendala terkait proses belajar di Saung yang dibangunnya ini antara lain letaknya yang di luar perkampungan dan adat yang mengikat masyarakat Baduy.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Dulu pernah ada seorang pengajar yang ditugaskan oleh pemerintah bernama Guru Asid dari Karang Balang, tetapi karena ia sudah pindah ke Gunung Talaga, maka kegiatan belajar jadi terhenti untuk sementara. Anak-anak tidak mau belajarnya pinda karena lokasinya yang jauh dari pemukiman Baduy," tutur Mang Pulung.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih lanjut Mang Pulung menjelaskan, kendala-kendala dalam proses belajar di saungnya antara lain adalah keterbatasan sarana belajar dan teguran dari kokolot (sesepuh) adat. Termasuk adanya aturan tidak boleh berseragam dan tidak boleh membawa perlengkapan belajar pulang ke rumah.

Lelaki berumur 45 tahun ini bahkan mengaku sempat putus asa dalam mengupayakan Komunitas Saung Belajarnya. "Tapi Alhamdulillah, ada banyak kawan dari luar yang turut membantu menyiapkan perlengkapan dan sara belajar di Saung ini," tandas ayah dari seorang putri berusia 12 tahun ini.

Masyarakat Baduy tidak mengenal sekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka. Mereka menolak usulan pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di desa-desa mereka.

Bahkan hingga hari ini, walaupun sejak era Suharto pemerintah telah berusaha memaksa mereka untuk mengubah cara hidup mereka dan membangun fasilitas sekolah modern di wilayah mereka, orang Kanekes masih menolak usaha pemerintah tersebut.

Akibatnya, mayoritas populasi yang berjumlah sekitar 5.000 hingga 8.000 orang ini tetap tidak dapat membaca atau menulis hingga sekarang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Kajian Sunnah, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw