Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengangkat kajian keuangan syariah di auditorium Ipmafa, Kajen, Pati, Kamis (19/11). Forum seminar dengan narasumber dari sejumlah institusi terkait mengulas asuransi syariah dalam konteks takdir.

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Hadir sebagai narasumber delegasi Pengurus Pusat MES Muhammad Hidayat, utusan Asuransi Syariah Allianz Hendra Gunawan, dan Alis Subiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan. Lebih dari 250 orang mengikuti seminar ini yang terdiri atas masyarakat umum, tokoh masyarakat, aktivis LSM, lembaga keuangan, dan mahasiswa. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Pati, Blora, Jepara dan Kudus.

Seminar ini sesungguhnya digelar untuk memberikan gambaran utuh tentang konsep asuransi syariah sekaligus menyosialisasikan keberadaan asuransi syariah di hadapan publik. Rektor Ipmafa Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan, perkembangan ekonomi syariah di Pati cukup baik khususnya terkait asuransi syariah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Asuransi konvensional yang selalu menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat muslim tentu meniscayakan asuransi syariah menjadi terobosan yang sangat penting,” kata Gus Rozin yang kini diamanahkan sebagai Ketua PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara M Hidayat menjelaskan perkembangan asuransi syariah dan keuntungan dalam berasuransi secara syariah. "Asuransi syariah sebenarnya bukan melawan takdir, melainkan untuk meminimalisir risiko dan mempersiapkan sesuatu jika takdir itu terjadi. Hal ini sesuai dengan surah Al-Hasyr (59:18)," kata H Hidayat.

Sedangkan Hendra dari Allianz memaparkan praktik asuransi syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional, dan tips dalam berasuransi agar klaim yang dipertanggungkan berjalan mulus.

"Asuransi syariah adalah praktik tolong menolong antarpeserta di mana dana (premi) yang diberikan masuk dalam rekening tabarru dan dana tersebut dikelola secara secara syariah. Jadi tidak ada unsur gharar, maisir, dan riba," jelas Hendra.

Forum diskusi ini berakhir pada pukul 13:00 WIB dengan khidmat yang diiringi jabat tangan oleh para peserta seminar. (Isyrokh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 18 Februari 2018

Islam Ramah dan Pondok Pesantren

Oleh Suwendi



Islam Ramah dan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Ramah dan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Ramah dan Pondok Pesantren



Seperti yang dimaklumi bersama, Indonesia merupakan negara yang amat besar. Negara ini telah dikaruniakan oleh Allah SWT dengan limpahan kenikmatan yang beragam. Bentangan luas wilayah dari Sabang sampai Merauke, dengan luas daratan sepanjang 1.922.570 Km2 dan luas perairan 3.257.483 Km2, yakni terletak di antara 6° LU sampai 11° LS dan 95° BT sampai 141° BT. Ia memiliki setidaknya 17.000 pulau. Posisinya terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga dikenal sebagai posisi silang (cross position).?

Letak geografis ini sangat strategis untuk negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini berpengaruh terhadap kebudayaan yang beragam, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama dengan keanekaragaman suku-bangsa yang dimiliki.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kondisi agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia juga demikian beragam. Setidaknya ada 6 agama yang berkembang di Indonesia, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Berdasarkan Data Jumlah Penganut Agama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, penganut agama Islam merupakan mayoritas, yakni sebanyak ? 207.176.162 jiwa (87,18%), disusul dengan penganut Kristen Protestan sebanyak 16.528.513 jiwa (6,96%), Katolik sebanyak 6.907,873 jiwa (2,91%), Hindu sebanyak 4.012.116 jiwa (1,69%), Buddha sebanyak 1.703.254 jiwa (0,72%), dan Kong Hu Cu sebanyak 117.091 jiwa (0,05%).

Sebagai agama mayoritas, Islam yang hadir di Indonesia merupakan Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil’alamin, yakni Islam yang memiliki karakter tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (tenggang rasa) dan berkarakter keindonesiaan. Islam lahir dan berkembang selaras dengan kondisi budaya dan tradisi Indonesia.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Relasi antara Islam dengan Indonesia yang dikembangkan di Indonesia mengambil format relasi substansialisik. Yakni, Indonesia bukanlah negara yang secara formal menjadi negara Islam, tetapi negara yang substantif menjamin keberlangsungan dan memenuhi semua kebutuhan dalam menjalankan kehidupan semua agama, termasuk agama Islam.?

Demikian juga, Islam di Indonesia adalah Islam yang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, masyarakat muslim di Indonesia memiliki militansi kebangsaan (nasionalisme) yang bersatu padu dengan semangat keagamaan (keislaman). Masyarakat muslim memperjuangkan keindonesiaan dengan tanpa melupakan keislamannya; demikian juga Islam-Indonesia adalah Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keindonesiaan dan menegakkan jati diri bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Antara Islam dan Indonesia, keduanya tidak bisa dipisahkan. Inilah karakter Islam yang berkembang di Indonesia.

Dalam kondisi seperti ini, Islam di Indonesia sangat menghargai keragaman dan perbedaan baik agama, pendapat, maupun budaya. Perbedaan-perbedaan agama dan kultural ini tidak dipapahami sebagai lawan yang harus disisihkan, tetapi sebagai kawan sekaligus kekayaan bangsa yang terus dipelihara dan menjadi perekat bangsa.?

Semua itu dapat disatukan dan diikat dalam satu pandangan yang sangat prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang disusun oleh pendiri bangsa Indonesia yang kemudian dikenal dengan 4 Pilar Berbangsa-Indonesia, yakni Pancasila berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat pilar berbangsa dan bernegara inilah yang menjadi penguat dan landasan bagi seluruh bangsa Indonesia sehingga Islam di Indonesia tampil dengan Islam yang penuh kedamaian.

Indonesia menjadi berpenduduk mayoritas muslim dan mengembangkan Islam yang rahmatan lil’alamin sesungguhnya itu tidak dapat dilepaskan dari peranan pondok pesantren. Melalui jaringan intelektual yang dikembangkan oleh pondok pesantren dan alumninya yang kemudian berperan dan mengakar pada sejumlah lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah diniyah takmiliyah yang tersebar di setiap peloksok desa dan kelurahan, majelis taklim yang tersebar di hampir setiap RT dan RW, serta pengisi acara di sejumlah ceremoni peringatan hari besar Islam, serta tokoh-tokoh agama di tengah masyarakat pedesaan dan perkotaan, penyebaran dan penanaman nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas sangat nyata. Dalam amatan sederhana, mereka-mereka inilah yang sesungguhnya sangat berperan dalam mempertahankan Islam di tengah masyarakat Indonesia.?

Pondok pesantren merupakan dunia tradisonal Islam yang mampu mewarisi dan memelihara kesinambungan tradisi Islam yang dikembangkan ulama dari masa ke masa, tidak terbatas pada periode tertentu. Ketahanan lembaga pesantren agaknya secara implisit menunjukkan bahwa dunia Islam tradisi dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan di tengah perkembangan zaman.?

Keniscayaan bahwa pesantren tetap utuh hingga kini itu bukan hanya disebabkan oleh kemampuannya dalam melakukan akomodasi-akomodasi tertentu, tetapi juga lebih banyak disebabkan oleh karakter eksistensialnya. Karakter yang dimaksud adalah, sebagaimana dikatakan oleh Prof. Nurcholish Madjid, seorang cendekiawan muslim Indonesia, pesantren tidak hanya menjadi lembaga yang identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebagai lembaga yang murni berkarakter keindonesiaan, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya, sehingga antara pesantren dengan komunitas lingkungannya memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan.?

Di samping berkarakter keindonesiaan, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman keagamaan Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak radikal. Jauh dari doktrin terorisme, saling mengkafir-bid’ahkan, apalagi pembenaran atas gerakan takfiri dan letupan-letupan bom bunuh diri. Dalam kondisi Indonesia yang begitu pluralistik, pondok pesantren telah memainkan peranan yang strategis. Ia mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.?

Kita patut untuk melakukan revitalisasi atas budaya yang berkembang di pondok pesantren. Di antara budaya dimaksud pesantren adalah budaya ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan saling gotong royong. Di pondok pesantren, dilatih dan dibiasakan untuk mendapatkan kekuatan dan semangat menimba ilmu pengetahuan yang tinggi. Para santri diajari dengan berbagai disiplin ilmu yang sangat luas sehingga tidak picik dan berwawasan sempit serta tidak mudah menyalahkan pendapat orang lain.?

Di pondok pesantren, para santri juga dilatih untuk saling membantu antar sesama. Meski santri itu berasal dari daerah yang berbeda, jika ia?

kehabisan bekal atau uang, dibantu dengan semampunya. Rasa persaudaraan antar santri benar-benar ditumbuhkembangkan dalam suasana kebersamaan di pondok pesantren. Demikian juga, para santri terbiasa dengan melakukan kegiatan secara bergotong royong, yang di sebagian pesantren dikenal dengan sebuta ro`an. Kebersihan, keamanaan, dan upaya melakukan perbaikan suatu bangunan di sekitar pesantren, dilakukan secara bersama-sama dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.?

Budaya-budaya yang berkembang di pesantren ini sangat tepat untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa secara luas. Jika budaya-budaya yang sudah terbiasa dilaksanakan di pesantren itu diterapkan di masyarakat, diyakini masyarakat Indonesia akan menjadi damai, tenteram, dan bahagia.

Pesantren telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam pembinaan masyarakat, termasuk dalam mengasah nilai-nilai kebangsaan dan keumatan. Oleh karenanya, pondok pesantren patut untuk menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa ini, dengan pemahaman Islam yang rahmatan lil’alamin.

Penulis adalah alumnus Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pesantren Luhur Sabilussalam Ciputat

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Februari 2018

Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pada Momen Syawwal 1438 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu menggelar silaturahmi dengan ? Pemuda Lintas Agama, Organisasi dan Komunitas yang ada di Kabupaten Jejama Secancanan bersenyum manis ini. Kegiatan dalam bentuk Halal Bil Halal ini dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (16/7/17).

Ditemui disela-sela kegiatan, Ketua PC GP Ansor Pringsewu Muhammad Sofyan mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka lebih meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan kekompakan antar elemen pemuda.

Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama

"Kita ingin seluruh pemuda yang tergabung dalam berbagai Organisasi dan Komunitas dapat bersinergi untuk memberikan sumbangsih dalam membangun di Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Saat memberikan sambutan pada Acara yang dihadiri oleh Kapolres dan Dandim Tanggamus ini, Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi memberikan Apresiasi kepada para pemuda Pringsewu yang memiliki inisiatif untuk menggelar acara tersebut.

Menurutnya saat ini banyak Organisasi Kepemudaan yang bersemangat dalam berorganisasi hanya pada momentum pergantian pengurus. Setelah mendapatkan hasrat jabatan organisasi, kiprah organisasi kembali tidak terlihat. "Banyak Organisasi pemuda yang ramai jelang Musyawarah Pergantian Pengurus. Tapi terpilih tidur lagi," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

H. Fauzi yang juga Ketua LP Maarif NU Provinsi Lampung ini berharap kedepan Organisasi Pemuda di Pringsewu untuk meningkatkan intensitas komunikasi baik dengan sesama organisasi maupun dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu.

Kedepan Ia menggagas adanya pertemuan khusus yang rutin digelar dari elemen Pemda dan Pemuda untuk menjalin silaturahmi, dan menyerap masukan serta informasi yang ada. "Bisalah kita Kopi Darat atau Ngobras Ngobrol Bareng dan Santai," ujarnya seraya mengingatkan akan pentingnya keberagaman yang perlu dikelola dengan baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan tersebut juga diisi dengan Pemaparan Wawasan Kebangsaan oleh Kapolres dan Komandan Kodim Tanggamus. Pada akhir acara juga dilakukan Penanda Tanganan dan Ikrar Bersama Komitmen Pernyataan Bersama Menjaga NKRI dan Merawat Persatuan oleh Perwakilan Ketua Organisasi Kepemudaan.

Selain Pemuda GP Ansor, Organisasi dan Komunitas Kepemudaan yang bergabung dalam kegiatan yang bertema Membingkai Kebhinekaan dan menggalang Persaudaraan tersebut diantaranya Organisasi Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, Komunitas Oi, Komunitas RX King, dan Komunitas Berbagi Nasi. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Olahraga, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 09 Februari 2018

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban

Rumah panggung kayu yang ditempati Rahmawati (37)  dan Misransyah (36) sejak tahun 80-an tampak sepi siang itu. Di depan rumah, terdapat warung kecil tempat ibu Rahma berjualan nasi campur dan gorengan.

Itulah rumah orang tua Muhammad Raihan Saputra (10), anak yang tenggelam di bekas lubang tambang batubara  yang tidak ditutup oleh perusahaan tambang batubara PT Graha Benua Etam (GBE). Akhir pekan kemarin, Alissa Wahid, Koordinator Gusdurian, berkunjung ke sana dalam rangkaian lawatannya ke Samarinda dalam rangka berbagi pengetahuan di Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG), yang diselenggarakan Gusdurian Kaltim.

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban

Memasuki rumah ibu Rahma, tampak di dinding rumah kayu tergantung figuran foto Ibu Rahma sekeluarga. Di sana juga tergantung foto Raihan bersama saudara lainnya. Ibu Rahma dan Bapak Misran mempunyai 4 anak. Raihan adalah anak ke -2 dari 4 saudara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai seorang ibu yang juga memiliki anak, Alissa ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh ibu Raihan. Putri pertama Gus Dur ini juga menceritakan bagaimana Gusdurian bersikap soal kasus Raihan. "Kawan-kawan Gusdurian selama ini memegang teguh soal nilai kemanusian dan keadilan. Dimana pun dan atas nama apapun, penindasan itu tidak  dibenarkan," ungkapnya dalam perjalanan menuju rumah Raihan,

Mata Ibu Rahma tampak berkaca-kaca ketika menyambut kedatangan Alissa Wahid di depan pintu rumahnya pada Sabtu (21/2) siang itu. Waktu itu Ibu Rahma ditemani keluarga dekatnya. Suami Ibu Rahma sedang tidak ada dirumah, ia bekerja di sebuah toko penjualan alat-alat kapal di Jalan Lambung Mangkurat. Dia tidak menyangka akan kedatangan putri sulung Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ibu Rahma menceritakan kegelisahanya kepada Alissa. "Waktu itu siang hari, ada teman Raihan yang datang kerumahnya membawa kabar dengan tergopoh-gopoh," cerita Ibu Rahma. Raihan,  anaknya tercebur di Sungai Saliki. Raihan setahu dia tidak bisa berenang. Ibu Rahma panik mendengar kabar itu. Ia juga tidak tahu dimana Sungai Saliki itu berada. Ibu Rahma selama tinggal di sempaja tidak pernah keluar terlalu jauh. Ia berteriak histeris hingga di jalanan depan rumahnya meminta orang untuk membawa dia melihat anaknya. Ia seperti orang yang kehilangan kendali.

"Waktu itu ayah Raihan tidak ada di rumah," ujarnya. Seperti biasa Ayah Raihan berangkat kerja pagi dan pulang pada sore hari. Mendengar anaknya tenggelam, Ayah Raihan bergegas pulang dan langsung menuju lokasi dimana anaknya tenggelam. Ia ikut menyelam hingga dua kali, namun Raihan belum juga ditemukan. Lalu datanglah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim Search and Rescue Kota Samarinda (SAR), setelah ditelepon oleh warga. Sore sekitar pukul 17.30 wita, jasad Raihan baru ditemukan di kedalaman 8 Meter.

"Saya tidak pernah merasakan sakit yang begitu dalam Bu, tapi kehilangan anak itu sungguh membuat hati saya hancur," ucap ibu Rahma kepada Alissa Wahid.

Muhammad Raihan Saputra yang akrab dipanggil Raihan oleh teman-temannya, bersekolah di SDN 009 Pinang Seribu, Sempaja, Samarinda Utara. Biasanya dia berangkat sekolah diantar kakeknya bersama adik dan sepupunya. Raihan suka bermain bola, dia mudah bergaul dan dikenal sangat supel oleh teman-teman. Sehari-hari Raihan tak pernah bermain jauh dari rumahnya. Terkadang Raihan memancing ikan haruan (gabus) dari teras rumahnya, di sekeliling rumahnya masih berupa rawa dangkal.

Ibu Rahma baru tahu kalau di belakang rumah warga di Gang Saliki itu ada lubang bekas tambang batubara yang besar dan dalam, yang jaraknya hanya 50 meter dari perumahan. Alissa Wahid menambahkan, "Pasti ada aturan yang dilanggar dalam kasus tenggelamnya Raihan. Soal Amdal dan izin yang didapat perusahaan. Jarak 50 meter itu sudah melanggar peraturan. Anak dalam pendidikan tidak pernah salah bermain di mana saja. Kasus Raihan, jelas perusahaan yang salah karena meninggalkan lubang."

Ancaman Lubang-lubang Bekas Tambang

Kota Samarinda dengan luas 71.800 Ha, sekitar 71 persen kawasannya dikapling-kapling oleh perusahaan tambang barubara. Perusahaan batubara PT GBE, merupakan salah satunya. PT GBE memperoleh ijin dengan nomor SK IUP: 545/267/HK-KS/V/2011 dan beroperasi dengan luasan 493,7 hektar sejak 18 Mei 2011 dan ijinnya akan berakhir 9 November 2015. PT GBE adalah perusahaan yang juga diduga terlibat dalam kasus Gratifikasi kepada Kepala Dinas Pertambangan Samarinda. PT GBE juga sering disebut dalam evaluasi bulanan tambang yang pernah digelar oleh pemkot tahun 2012-2013 sebangai perusahaan paling tidak taat, bahkan  pernah dihentikan sementara.  

Selain lubang bekas tambang yang sangat dekat dengan pemukiman dan diduga melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha dan Kegiatan Penambangan terbuka batubara yaitu jarak 500 meter tepi lubang galian dengan pemukiman, perusaahan ini juga melanggar pasal 19–21 Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010, yang menyebutkan bahwa paling lambat 30 hari kalender setelah tidak ada kegiatan tambang pada lahan terganggu wajib direklamasi.

Lubang tambang yang ditinggalkan oleh PT GBE itu pernah dicoba diukur oleh warga dengan cara dilempar dengan tali sepanjang 30 meter, tapi dengan tali sepanjang itu belum menyentuh dasarnya. Air yang ada di lubang bekas tambang yang diduga dengan kedalaman 40 meter itu juga digunakan warga sekitarnya untuk MCK. Terlihat banyak pipa air yang dipasang, dan mengarah ke dalam lubang bekas tambang PT GBE. Setelah kejadian kematian Raihan, PT GBE  baru membatasi tepi lubang dengan pagar seng.

Alissa Wahid bercerita ke Ibu Rahma, bahwa kejahatan lingkungan yang terjadi di Samarinda juga dialami ibu-ibu di Rembang. Mereka menginap ditenda untuk menolak Pendirian PT. Semen Indonesia. Ibu-ibu di Rembang berjuang untuk mempertahankan agar Pegunungan Kendeng tidak ditambang, karena akan ada yang hilang dan itu merugikan orang paling bawah, masyarakat seperti petani. Ini adalah bentuk kecil dari korupsi yang ada di Indonesia. Dampaknya selalu masyarakat di lapisan paling bawah yang merasakan korupsi di sektor sumber daya alam.

Ibu Rahma Perjuangkan Keadilan

Ibu Rahma sempat mendatangi kantor perusahaan PT GBE seorang diri untuk menuntut keadilan bagi anaknya yang meninggal di lubang bekas tambang. Ketika datang, ia harus dibuat menunggu hingga setengah jam, sebelum akhirnya seorang staf perusahaan menerima kedatangan Ibu Rahma dengan nada sinis. Staf PT GBE mengatakan pada ibu Rahma bahwa kejadian meninggalnya Raihan adalah musibah dan sudah diselesaikan pihak perusahaan. Staf PT GBE itu juga meminta ibu Rahma untuk pulang dan menghubungi mereka lagi menjelang 100 hari meninggalnya Raihan pada awal April nanti. Mendengarnya, ibu Rahma sangat sedih. "Saya datang kesana untuk menuntut keadilan untuk Raihan, bukan untuk meminta uang ke perusahaan."

Perjuangan ini tidak akan pernah surut, ibu Rahma merasa tidak sendiri dia dibantu kawan-kawan Gusdurian Kaltim dan Jatam Kaltim untuk mencari keadilan bagi anaknya. "Cukup Raihan yang terakhir menjadi korban di lubang maut itu" tutur ibu Rahma. Ibu Rahma melanjutkan, "Saya juga tidak boleh larut dalam kesedihan ini, saya harus bangkit karena saya masih harus terus melajutkan hidup dengan 3 anak saya yang lainnya."

Ibu Rahma melakukan beberapa cara untuk mencari keadilan, dari surat terbuka yang dilayangkan kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup sampai ke Petisi yang sudah ditandatangani hampir 10 ribu orang di www.change.org/lubangtambang. Dan Ibu Rahma ingin sekali bertemu langsung dengan Menteri terkait untuk menyampaikan kasus Raihan, putra kesayangannya yang meninggal di lubang bekas tambang di Kota Samarinda.

 

Erma Wulandari, Jaringan Gusdurian Kaltim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, Tegal, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 06 Februari 2018

Lembaga Publik Harus Sadar Perannya dalam Keterbukaan Informasi

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Komisi Informasi Pusat (KIP) meminta kepada lembaga publik untuk menjadikan keterbukaan informasi sebagai habit atau perilaku yang menjadi kebiasaan baik sehingga menjadi norma untuk kepentingan masyarakat.

Menurut salah seorang Komisioner KIP Henny S. Widyaningsih, 7 tahun penerapan Undang-Undang (UU) 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masih ada lembaga publik yang tidak menyadari tugasnya tersebut.

Lembaga Publik Harus Sadar Perannya dalam Keterbukaan Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Publik Harus Sadar Perannya dalam Keterbukaan Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Publik Harus Sadar Perannya dalam Keterbukaan Informasi

Menurut Henny, lembaga publik perlu diingatkan untuk terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Padahal keterbukaan informasi harus menjadi habit (kebiasaan) yang tidak perlu selalu diingatkan.

"Jadi tidak perlu ada polisinya. Kalau bicara keterbukaan informasi, bukan lagi punya ini itu, tidak perlu ada pemohon, sengketa, baru terbuka. Tapi keterbukaan informasi publik sudah harus mendarah daging," ujar Henny dalam Forum Diskusi dan Media Gathering KIP, Selasa (23/5) malam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia menyebut, keterbukaan informasi di lembaga publik masih banyak hambatan. Dia berharap di tahun-tahun mendatang keterbukaan informasi ini bisa terus digalakkan, terutama di tingkat Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang menjadi pintu keluar informasi dari suatu lembaga.

"Maka dari itu komitmen penting. Ini tugas semua, teman-teman PPID perlu bahu-membahu membuat gerakan besar, gerakan nasional keterbukaan informasi publik," tegas Henny.

Henny menambahkan, dengan keterbukaan informasi sejatinya dapat membantu lembaga publik terhindar dari informasi bohong (hoax).

"Cara melawan hoax adalah dengan cepat PPID melawan, kalau terlambat maka hoax (yang sengaja dibuat atau tidak) akan menjadi suatu yang dianggap benar," imbuh Komisioner KIP yang telah menjabat selama dua periode ini.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain para Komisioner KIP lainnya, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah awak media, baik cetak, televisi, maupun eletronik serta perangkat di lembaga dan kementerian. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Petani Lawan Monsanto (1)

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Minggu-minggu ini, media Amerika sedang hangat memberitakan sengketa seorang Petani Indiana versus Monsanto.Co, perusahaan raksasa multinasional yang berbasis St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. 

Mahkamah Agung AS akan mendengarkan argumentasi dari kedua belah pihak dalam pemeriksanaan lanjutan yang digelar setiap selasa. Jika akhirnya keputusan MA memenangkan sang petani dipastikan implikasinya sangat luas terhadap dalam industri perangkat lunak nanoteknologi dan juga ketahanan pangan dunia.

Petani Lawan Monsanto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Lawan Monsanto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Lawan Monsanto (1)

Petani itu bernama Vernon H. Bowman. Monsanto menggugat Pak Bowman karena ia menanam kedelai yang berasal dari tanaman yang ditanam oleh petani lain yang menggunakan benih yang dipatenkan Monsanto. Mahkamah Agung akan mendengar argumen Monsanto atas tuduhan bahwa petani itu telah mencuri hak patennya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monsanto mengklaim bahwa perlindungan hak paten harus diberikan melampaui generasi pertama benih tersebut. Sebaliknya, Pak Bowman berpendapat hak paten perusahaan sudah habis masa berlakunya saat ia membeli bibit generasi berikutnya dari gudang gandum lokal. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengadilan federal yang lebih rendah telah memenangkan gugatan perusahaan kimia dan monopoli benih melalui hak patennya ini. Namun kasusnya sekarang dibawa ke Mahkamah Agung. Hari-hari ke depan Mahkamah Agung AS akan menentukan apakah petani Indiana itu sudah tepat ketika ia mengklaim bahwa benih yang ditanam tidak mesti dikontrol oleh Monsanto. 

Beberapa pihak menyebut sengketa ini seperti pertarungan antara David vs Goliath. Tapi Pak Bowman, petani barat laut Indiana itu, bilang pada The Guardian (9/2/2013) bahwa kasus ini adalah soal benar dan salah, bukan antara si raksasa vs si kerdil. Maka ia pun berani melawan perusahaan tersebut dan berbagai bagian dari kekuasaan yang menyerang balik ke arahnya. 

Dukungan mengalir untuk Pak Bowman. Kelompok pendukung yang menamakan diri Pusat Ketahanan Pangan (the Center for Food Safety) dan Selamatkan Benih Kami (Save Our Seeds -SOS) ini akan merilis laporan pemeriksaan terhada industry benih modern. 

Debbie Barker, Direktor Program SOS mengatakan, kemenangan Pak Bowman di Mahkamah Agung akan mendorong indsutri agar terbuka dan memperlakukan benih sebagai sumberdaya bersama dan bukan ladang komersial yang diperebutkan. SOS juga menyakini bahwa Monsanto dan perusahaan lainnya hanya peduli terhadap model bisnis yang menguntungkan ketimbang minat melakukan penelitian. Di atas semuanya, hanya 3 perusahaan sekarang yang mengontrol lebih dari 50% pasar benih global. 

Sementara itu pihak Monsanto kini mendapatkan dukungan dari perusahaan raksasa lain yang mewakili industri software seperti Microsoft Corp dan Apple Inc. Grup-grup bisnis ini mengatakan, keputusan yang melawan pencipta benih itu dapat juga berpotensi menghapus perlindungan hak paten perusahaan-perusahaan teknologi (The Wall Street Journal, 15/2/2013)

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Mh Nurul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Budaya, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 13 Januari 2018

Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia

Purworejo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Doa dan ikhtiar kiai menjadi wasilah kedaulatan NKRI menjadi tema ceramah Pengasuh Pondok Pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafiiyah Bojonegoro Jawa Timur KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian Majlis Roudlotul Jannah di Senepo, Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah.

NKRI merupakan kepanjangan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun pada pengajian tersebut, Kiai Anwar menyebutnya sebagai kepanjangan dari Negara Kiai Republik Indonesia.

Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Anwar Zahid Sebut Negara Kiai Republik Indonesia

“Maka jangan sembarangan dengan para kiai. Tanpa kiai, Indonesia sulit merdeka. Doa dan ikhtiar mereka hingga hari ini terbukti menjadi wasilah kedaulatan NKRI," kata Kiai Anwar disambut tepuk tangan dan tawa jamaah.

Majlis Roudlotul Jannah pimpinan Ita Megasavitri setiap malam Rabu Legi menggelar pengajian rutin dengan menghadirkan mubaligh dari berbagai daerah, termasuk dari luar wilayah Kabupaten Purworejo.

Untuk diketahui, Ita Meigavitri merupakan perempuan berdarah Tionghoa, asal Kutoarjo. Sulung dari enam bersaudara ini adalah orang pertama dari keluarga besarnya yang masuk Katolik sebelum akhirnya masuk Islam. Orang tuanya semula menganut Konghucu. (Muhammad Ghufron/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pemurnian Aqidah, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 06 Januari 2018

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Mataram, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengatakan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nadhlatul Ulama (NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-26 November 2017 mendatang sebagai kehormatan besar bagi Kota Mataram.

Pemkot Mataram Siap Sambut Munas dan Konbes NU 2017

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Ahyar meminta panitia penyelenggara, organisasi perangkat daerah (OPD) Mataram,  dan masyarakat Mataram untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu-tamu peserta dan para kiai sepuh NU dari seluruh Indonesia, dan juga tamu dari negara-negara sahabat.

"Kita mem-back up berupa dana hibah Rp2 miliar dari Pemerintah Kota Mataram. Alhamdulillah, Mataram dipercaya sebagai tempat Munas dan Konbes NU 2017," ujar Ahyar seusai rapat koordinasi persiapan Munas dan Konbes NU 2017 di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (31/10).

Ahyar menilai, pagelaran Munas dan Konbes NU yang baru pertama kali digelar di Mataram akan memberikan dampak yang sangat besar, baik dari segi citra Mataram sebagai destinasi wisata, maupun aspek perekonomian para pelaku wisata di Bumi Seribu Masjid.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Meskipun Kota Mataram sudah berulang kali menggelar event berskala nasional maupun internasional,  Ahyar tetap memegang tiga prinsip utama dalam setiap kegiatan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan, dan juga sukses ekonomi. Dengan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017, Ahyar meyakini citra Mataram sebagai destinasi wisata akan semakin meningkat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari sisi ekonomi, kegiatan Munas dan Konbes NU 2017 juga memiliki peluang besar bagi para pelaku industri wisata, termasuk industri kecil dan menengah untuk menjajakan produk dan hasil kerajinan tangan. Pasalnya, jumlah peserta Munas dan Konbes NU berdasarkan catatan resmi panitia berkisar sebanyak 1.200 peserta. Angka ini belum termasuk para kyai sepuh, tamu undangan, dan partisipan yang ikut memeriahkan Munas dan Konbes NU.

"Tamu banyak kan bawa manfaat bagi masyarakat, karena tamu pasti ingin menikmati kuliner dan bawa oleh-oleh ketika pulang, lalu hotel-hotel juga bisa penuh," lanjut Ahyar. 

Ahyar juga meminta Dinas Perdagangan Mataram untuk mendukung bazar dan pasar rakyat di Islamic Center sebagai sarana promosi kuliner, hingga kerajinan tangan khas Mataram, dan juga Lombok.

"Mari kita sambut munas dan konbes NU. Ini adalah tamu-tamu terhormat yang akan datang, seperti para kyai-kyai dari seluruh Indonesia," tambah Ahyar. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 02 Januari 2018

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru, Politeknik Ketenagakerjaan secara resmi mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2017/2018. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 16-19 Oktober 2017, di Pusdiklat Kemnaker, Jakarta Timur.

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus

“Atas nama Politeknik Ketenagakerjaan, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara-saudara diterima menjadi mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan angkatan pertama,” kata Plt. Sekjen Kemnaker Haiyani Rumondang saat membuka kegiatan, Senin (16/10).

Para mahasiswa baru akan mendapatkan materi yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus, Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, Penggulangan Bahaya Narkoba, Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme serta Pengembangan Karakter.

Dikatakan Haiyani, total pendaftar Politeknik Ketenagakerjaan berjumlah 2.605 orang. Namun, setelah mengikuti tes seleksi, hanya 90 mahasiswa yang diterima.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Ada beberapa tes yang calon mahasiswa harus ikuti, diantaranya seleksi kelengkapan berkas, Test Potensi Akademik, psikotes, dan terakhir wawancara,” jelas Haiyani.

Haiyani menambahkan, 90 mahasiswa yang diterima terdiri dari beberapa kejuruan, yaitu Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang nantinya akan mendapat gelar S.Tr.K3, Diploma 4 Relasi Industri dengan gelar S.Tr. M., dan Diploma 3 Manajemen Sumber Daya Manusia dengan gelar Amd. (Ahli Madya) MSDM.

Selain itu, Kurikulum pada setiap Program studi disusun berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Nantinya setelah lulus mereka tidak hanya akan menerima ijazah tanda kelulusan, akan tetapi sekaligus menerima sertifikat kompetensi sesuai dengan program studi masing-masing,” papar Haiyani.

Adapun kegiatan perkuliahan Politeknik Ketenagakerjaan akan dimulai 23 Oktober 2017,di Gedung Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Bekasi. Kegiatan praktik prodi D4 K3 akan dilakukan di Balai K3 Jakarta, Cempaka Putih.

Tujuan Pendirian Politeknik Ketenagakerjaan adalah memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang ketenagakerjaan baik di instansi pemerintah, dunia industri, maupun masyarakat pada umumnya.

“Hal ini dilakukan karena permasalahan ketenagakerjaan semakin komplek, dan menghadapi derasnya tuntutan globalisasi, sehingga memerlukan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,” paparnya.

Haiyani berpesan kepada para mahasiswa supaya menyelesaikan studi tepat waktu.

“Dengan lulus tepat waktu, berarti saudara-sadara telah memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka-mereka yang ingin menikmati studi di Politeknik Ketenagakerjaan di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Olahraga, AlaSantri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 23 Desember 2017

Rais Aam PBNU Wafat, Media Sosial Pun Berduka

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sejak kabar wafatnya Rais Aam PBNU, KH. A. Sahal Mahfudh keluar di Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, sekitar pukul dua dini hari, media sosial pun berduka cita. Hingga berita ini diturunkan, laman Facebook, Twitter dipenuhi ucapan bela sungkawa dari pelbagai kalangan.

Rais Aam PBNU Wafat, Media Sosial Pun Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Wafat, Media Sosial Pun Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Wafat, Media Sosial Pun Berduka

Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri di akun Twitternya ?@gusmusgusmu mengungkapkan duka cita, "Inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Telah wafat Rais Am PBNU, DR. KHM. Ahmad Sahal Mahfudz, Jumat 24/01/2014 jam 01.10. Mohon doa & Fatihah."

Ungkapan duka juga diungkapkan ribuan akun. Mereka menyatakan kehilangan. Akun Hendri liuu di ?@0505Tino misalnya mengatakan, "Semoga bapak KH. SAHAL MAHFUDZ pemersatu, n guru bangsa kita, di tempatkan tempat yg mulia, d sisI ALLAH SWT." Akun JUST EL ?@ElUla095 berkicau "Apakah kelak akan ada penerus seperti beliau".

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di Facebook, akun Faisal Kamandobat II mengungkapkan, "Innalillahi wainna ilaihi rajiun... Allah, saya tidak khawatir akan keberadaan Kiai Sahal Mahfoudz di sisi-Mu, tetapi lebih mengkhawatirkan keadaan generasi yang ditinggalkannya. Ya, akan sulit mencari penggantinya, baik sebagai pemikir yang ketat dengan kajian fiqh sosialnya yang kini telah mendunia, sebagai pelopor ekonomi kecil masyarakat dengan pesantren sebagai motornya, dan seorang pemimpin yang bersahaja dan sederhana."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Akun Kunanfadinaka update status: Mbah Sahal Telah wafat. .. meninggalkan kita.

Siapakah yang mampu menggantikan kezuhudan beliau di zaman hedonism ini. ...

Siapakah yang mampu menggantikan kealiman beliau yang tradisional-modern...

Siapakah yang mampu mewujudkan SIYASAH TINGKAT TINGGI ? ? seperti yang beliau semangatkan pada bangsa ini. ..

Duka cita diungkapkan beberapa akun Facebook dengan mengganti foto profil mereka dengan potret KH Sahal Mahfudh atau memosting gambar dia ketika bersama Kia Sahal yang juga Ketua Umum MUI tersebut.

Akun Aula Rendra mengungkapkan "Selamat Jalan Kyai, terimakasih atas jasa dan pengabdian kyai kepada umat dan kepada bangsa ini.

Aku Cinta Padamu.

Alfatihah."

Aula Rendra tersebut mencantumkan puisi Rendra berjudul "Gumamku, Ya Allah"

Angin dan langit dalam diriku

gelap dan terang di alam raya,

arah dan kiblat di ruang dan waktu,

memesona rasa duga dan kira,

Serambut atau berlaksa hasta.

entah apa bedanya dalam penasaran dalam pengertian.

Musafir-musafir yang senantiasa mengembara.

Umat manusia tak ada yang juara.

Api rindu pada-Mu menyala di puncak yang sepi.

Semua manusia sama tidak tahu dan sama rindu.

Agama adalah kemah para pengembara.

Menggema beragam doa dan puja

Arti yang sama dalam bahasa-bahasa berbeda.

Akun lain berduka dengan mencatat kebersamaannya dengan Kiai Sahal dalam satu peristiwa. Akun Abdullah Khoirzad yang merupakan santri Kiai Sahal menuliskan kenangannya ketika sorogan.

“Jam 1.30 dini hari HP ku berdering. Apa yang menjadi kehawatiranku benar terjadi:" Mbah Sahal Mahfudz wafat", Maka aku segera bergegas berangkat menuju Kajen Pati. Dalam perjalanan, bayangan ketika dulu sebagai santri beliau hadlir, masih lekat dalam ingatan ketika aku ngaji sorogan kitab ghoyatul ushul, beliau yang memang tidak banyak kata maka ketika kami salah dalam bacaan beliau hanya berdecak: "heml" maka aku ulang lagi bacaan kalimat tersebut, dan jika masih salah, beliau pun berdecak lagi: "hem", begitu seterusnya.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Olahraga, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 30 November 2017

Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar berharap, Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari menjadi masjid yang makmur dan memiliki kegiatan-kegiatan yang bisa bermanfaat kepada umat Islam.

Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Wakil Rais ‘Aam PBNU untuk Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

 

Ia mengajak kepada umat Islam untuk ikut serta mengambil peran dalam meramaikan masjid yang berada di Daan Mogot, Jakarta Barat itu.

“Ini amanah kita semua (untuk memakmurkan masjid ini),” kata Kiai Miftah dalam acara Peringatan Hari Santri di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Sabtu (21/10) malam.

Selain itu, ia juga berharap masjid ini juga akan bisa melahirkan generasi-generasi yang berkualitas dan memiliki karakter yang teguh. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Yang juga beriman sebagai pembawa harapan kita,” ucapnya.

Hal itu harus benar-benar menjadi perhatian utama mengingat sebentar lagi Indonesia akan menikmati bonus demografi. Bonus demografi tersebut harus dikelola dengan baik, agar tidak malah menjadi beban. 

Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah, Kedung Tarukan itu juga berharap, pembacaan Salawat Nariyah pada acara Peringatan Hari Santri Nasional ini bisa memberikan berkah kepada umat Islam Indonesia. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Berkah usia kita, berkah umur kita, dan berkah masa depan kita,” tutupnya. (Muchishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Olahraga, Meme Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 25 November 2017

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman

Pariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Mahasiswa harus menyiapkan dirinya menjadi pemimpin dan wirausahawan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Karenanya selagi mahasiswa harus fokus belajar baik di dalam kampus, maupun di luar kampus.

Demikian terungkap dalam seminar nasional yang digelar Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sumbar, Sabtu (30/9) di hall Saiyo Sakato, Pariaman.

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman

Seminar menampilkan narasumber Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Barat Syamsul Bahri  dan Ketua GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana dengan moderator Wakil Ketua II STIE Sumbar Satria Effendi Tuanku Kuning. Seminar dibuka Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin.

Mardison menyampaikan, saat ini kondisi generasi muda terbelah. Di satu sisi banyak yang melakukan tindakan negatif yang merugikan diri sendiri dan masyarakat di lingkungannya. Di sisi lain, banyak pula generasi muda  bertindak positif dengan berbagai kegiatan yang bermanfaatkan. "Bagaimana kita bersama merangkul generasi muda yang bertindak negatif tersebut berubah menjadi bertindak positif dalam hidupnya," kata Mardison.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, generasi muda yang diharapkan adalah generasi yang sehat, islami, mampu berkarya, inovatif, kreatif. Generasi muda semacam inilah yang lebih siap jadi pemimpin dan pengusaha sebagaimana tema dari seminar ini. PMII sebagai wadah organisasi mahasiswa tentu diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang mandiri.

Zeki Aliwardana dalam paparannya menyebutkan, pemimpin harus menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik menggunakan kewenangannya secara cerdas dan peka sehingga menjadi sangat berwenang tanpa sewenang-wenang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Menjadi pemimpin bukan berarti mendapatkan hak untuk memerintah. Tetapi justru kewajiban memberi teladan sehingga orang lain bisa menerima perintahnya tanpa merasa direndahkan," kata Zeki Aliwardana yang mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Ia menambahkan, karakteristik pribadi pemimpin yang harus memiliki kecerdasan cukup tinggi, kecakapan berkomunikasi, kecakapan mendidik, emosi terkendali, memiliki motivasi berprestasi, kepercayaan diri dan ambisi. Pemimpin yang tidak memiliki karakteristik tersebut, tidak akan pernah menjadi pemimpin sukses.

Syamsul Bahri menyebutkan, wirausahawan dan kepemimpinan saling terkait. Pemimpin yang mandiri adalah pemimpin yang mampu mengayomi orang-orang yang dipimpinnya. Wirausahawan bagaimana pun harus bermanfaat bagi lingkungannya. Begitu pula pemimpin, harus bermanfaat bagi orang di lingkungannya.

Ketua PK PMII STIE Sumbar Zulkifli mengatakan, seminar nasional dan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) ke-X yang diikuti 100 peserta bertemakan, Melahirkan Pemimpin dan Pengusaha yang Kreatif, Inovatif Menuju Indonesia Mandiri.

"Ini Mapaba pertama di Kota Pariaman yang paling banyak pesertanya. Sehingga Ketua GP Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana memberikan penghargaan kepada PK PMII STIE Sumbar yang diserahkan usai seminar menjelang sesi Mapaba dimulai," kata Zulkifli. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 01 November 2017

Tiga ‘Jangan’ dalam Hidup

Pertama, jangan malas! Konon salah satu penyakit yang tidak ada obatnya itu adalah penyakit malas. Banyak hal yang menyebabkan kita dilanda kemalasan. Orang yang banyak masalah biasanya menjadi malas. Begitupula orang yang tidak punya target dalam hidup biasanya senang bermalas-malasan.

Orang yang terkena penyakit malas dia akan membuang waktunya tanpa melakukan apapun seolah waktu itu tidak berharga baginya. Orang malas cenderung menggampangkan persoalan dengan menunda-nunda mengerjakannya. Itulah sebabnya salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk kita baca itu agar kita berlindung kepada Allah dari rasa malas.

Kedua, jangan putus asa! Biasanya orang malas akan cenderung mudah menyerah. Tidak punya spirit of fighting. Dia menganggap untuk apa berjuang toh hasilnya pasti kalah juga. Ini orang yang sudah kalah sebelum bertanding.

Tiga ‘Jangan’ dalam Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga ‘Jangan’ dalam Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga ‘Jangan’ dalam Hidup

Alih-alih mengatur strategi dalam hidup, kita cenderung menerima keadaan dan tidak lagi mau berikhtiar. Anda boleh saja terlilit hutang, ditinggalkan kekasih, diberi cobaan penyakit, didera berbagai fitnah, namun apapun itu selama anda tidak berputus asa, anda masih bisa bangkit kembali.

...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. 12:87)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Buat yang suka menuding orang lain kafir hanya karena berbeda pendapat, baca deh ayat di atas: jangan-jangan kita pun juga masuk kategori kafir kalau kita mudah putus asa dari rahmat Allah.

Orang yang putus asa itu seolah tidak percaya bahwa Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuan kita; tidak yakin bahwa bahkan binatang melata pun Allah beri rejeki; tidak percaya diri bahwa sesuai janji Allah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Ketiga, jangan lupa bersyukur! Mereka yang malas dan mudah putus asa biasanya jarang bersyukur. Apa yang mau disyukuri, lha wong hidup kami ancur-ancuran begini? Begitu biasanya dalih mereka.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tapi selama nafas masih ada dan selama mentari masih bersinar hidup kita ini layak untuk kita syukuri. Tengoklah sekeliling kita: betapa banyak orang lain yang sebenarnya jauh lebih menderita ketimbang kita.

Gak percaya? Tanyakanlah pada para pemulung yang kebingungan melihat kita ngedumel karena koneksi wifi yang lemot; tengoklah mereka yang tidur beratapkan langit dan diterangi kerlip bintang sementara kita terus menggerutu listrik PLN yang byar-pet; dan dengarkan pengamen kecil yang bersenandung riang mengetuk kaca mobil kita di lampu merah sementara kita stres kehilangan proyek.

Mereka yang pandai bersyukur artinya percaya bahwa Allah akan menambah nikmat yang ada --entah kapanpun atau bagaimanapun caranya.

Mereka yang tetap bersyukur meski diuji dengan berbagai cobaan akan lebih optimis memandang masa depan --semua akan indah pada waktunya.

Mereka yang bersyukur akan semakin rajin beribadah dan bekerja karena syukur mereka telah melampaui kesabaran mereka -- tidak heran Allah kerap memuji mereka.

Mereka yang tidak pernah lupa bersyukur adalah mereka yang memulai harinya dengan energi positif; bukan dengan meratapi penderitaan, apalagi nyinyir melihat kesuksesan orang lain.

Jangan malas

Jangan mudah putus asa

Jangan lupa bersyukur

Bismillahi tawakaltu alallah wa la hawla wa la quwwata illa billah.

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Berita, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membahas program pendidikan anti-korupsi di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (11/8) siang.

Menurut Sekretaris LPTNU Lukmanul Khakim, salah satu yang dibahas pada pertemuan pertama ini adalah agenda untuk memberikan pendidikan anti-korupsi bagi seluruh civitas akademika yang bernaung di bawah lembaga pendidikan tinggi NU.

Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi

"Jadi agenda ke depan, pendidikan anti-korupsi akan kita tanamkan, baik itu melalui kurikulum maupun nanti ada beberapa tema yang sifatnya bisa disampaikan melalui pelatihan, ada games (juga)," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, program pendidikan anti-korupsi ini sangat penting untuk mahasiswa sebagai kawah candra di muka. "Pengkaderan bagi pemimpin-pemimpin republik ini mulainya dari kampus," katanya.

Mahasiswa yang akan keluar dari kampus dibekali terlebih dulu agar memiliki mental yang kuat dan berintegeritas. Dengan adanya program pendidikan anti-korupsi, mahasiswa selain mendapatkan kompetensi yang didapat dari kampus juga mendapatkan integritas. Hal itu juga diharapkan bisa diterapkan ke berbagai profesi yang digelutinya usai lulus kuliah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Ketika mereka nanti keluar dan sudah mendapatkan pendidikan anti-korupsi ini, harapan kami, integritas itu terus dijaga. Jadi perpaduan antara kualitas dan integritas melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang kuat, yang maju dan berintegeritas," terangnya.

Setelah pertemuan ini, menurutnya, akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas teknis program kerja sama pendidikan anti-korupsi ini. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw PonPes, Olahraga, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 22 Oktober 2017

Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Rumadi Ahmad menyayangkan sikap TNI, Polri dan BNN yang melaporkan koordinator Kontras Haris Azhar ke Bareskrim Polri karena dianggap melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik terkait tulisannya di media sosial. 

“Sikap Polri, TNI dan BNN yang hendak melakukan kriminalisasi terhadap Haris Azhar, koordinator Kontras, patut disayangkan. Sikap reaktif itu justru akan mengundang kecurigaan publik atas kebenaran informasi yang diberikan Freddy Budiman melalui Haris Azhar,” ujar Rumadi melalui surat elektronik yang dikirim ke Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Jumat (5/8).

Rumadi menilai, Polri, TNI dan BNN seharusnya berterima kasih kepada Haris Azhar atas sejumlah informasi yang dia peroleh dari Freddy Budiman. Bukan justru mengkriminalkan. “Haris Azhar harus diajak kerjasama untuk menelisik kebenaran informasi itu. Tidak fair kalau Haris Azhar disuruh membuktikan kebenaran informasi itu. Kriminalisasi merupakan cara-cara lama yang seharusnya ditinggalkan,” lanjutnya.

Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Minta Polri Hentikan Kriminalisasi Haris Azhar

Informasi yang disampaikan Haris Azhar menurutnya bukan hal baru. Di kalangan masyarakat sudah lama beredar kabar adanya keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba.

“Komjen Budi Waseso, Kepala BNN, juga pernah menyatakan hal yang sama. Agak aneh, Polri, TNI dan BNN saja belum berkomunikasi dan menanyakan kepada Haris Azhar atas informasi yang diberikan, tapi langsung memberi reaksi yang mengarah pada kriminalisasi,” katanya.

Menurut komisioner Komisi Informasi Pusat ini, kejahatan narkoba sebagai extra ordinary crime membutuhkan langkah-langkah luar biasa. Karena itu, mengkriminalisasi Haris Azhar karena informasi yang dia berikan hanya akan mengerdilkan langkah-langkah luar biasa yang seharusnya diambil aparat penegak hukum. (Zunus)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Kajian, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan permintaan pemblokiran puluhan situs yang dianggap berbau radikal kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian beredar surat Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada penyelengara ISP yang meminta menambahkan sejumlah situs ke dalam sistem filtering.?

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal

Menurut Alissa Wahid, Koordinator Jaringan GUSDURian Indonesia, hal tersebut memicu kontroversi. Selama ini sejumlah situs memang ditengarai menganjurkan kekerasan dan menebarkan kebencian. Sejumlah situs bahkan ditengarai mengajarkan aksi terorisme.

"Jaringan GUSDURian sangat menentang isi sejumlah situs yang mengajarkan kekerasan dan kebencian terhadap kelompok lain yang berbeda," ujar Alissa melalui rilis yang diterima Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Selasa (31/3).

Secara prinsip, katanya, hak berekspresi dan berpendapat adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Setiap tindakan pembatasan terhadap hak asasi oleh negara, harus dilakukan dengan memenuhi kaidah pembatasan, yakni pembatasan tersebut harus diatur di dalam undang-undang serta dilakukan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Oleh karena itu, lanjut Alissa, terhadap pemblokiran sejumlah situs yang dianggap radikal, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan:

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

1. Mendukung upaya Negara untuk menindak situs-situs dan pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian dan permusuhan, utamanya untuk menanamkan semangat teror.?

2. Mendesak agar tindakan terhadap pihak-pihak penyebar kebencian tersebut dilakukan dengan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dilakukan secara transparan dan akuntabel kepada publik.?

3. Setiap tindakan pembatasan hak berpendapat, termasuk pemblokiran situs, harus dilakukan berdasar pada undang-undang dan tidak boleh dilakukan secara semena-mena.?

4. Mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa diskriminasi terhadap semua warga negara, dan tidak ragu terhadap kelompok penekan yang mengingkari falsafah dasar NKRI.?

5. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh muatan situs-situs yang menganjurkan kebencian dan kekerasan.?

6. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk memperkuat situs-situs dan gerakan yang mendorong perdamaian dan toleransi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, Cerita, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 24 September 2017

Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Lima belas abad yang lalu, Rasulullah Muhammad SAW mencontohkan kehidupan yang penuh kebhinekaan dan pluralis. Itu terbukti dengan bersatunya penduduk muhajirin yang datang dari kota Mekah dengan penduduk ansor di kota Yatsib.

Penduduk kota Yatsrib pada masa itu sesungguhnya terdiri dari banyak perbedaan. Namun semua bisa hidup dalam damai dan kebersamaan. Rasul lalu menamakan Yatsrib dengan Madinah. ? Kata madinah berasal dari kata tawadun, madaniyah.

Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan

Hal tersebut disampaikan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam taushiyah “Peringatan Maulid Nabi” di Masjid dan Halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat Sabtu (3/12) malam.?

“Karena itu, rasul sampai mengeluarkan seruan, bahwa muslim pendatang, muslim pribumi, non muslim, asalkan satu visi, satu misi, satu perjuangan satu prinsip, sesungguhnya semua itu adalah satu umat,” terang Kiai Said.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

(Baca: Penduduk Yatsrib Lapang Dada kepada Pendatang)

Menurut Kiai Said, teladan itu sudah coba diterapkan Rasul dan berhasil, hingga terbangunlah konstitusi modern, padahal saat itu belum ada Amerika, belum ada PBB. Konstitusi negara madaniyah tersebut bukan berdasarkan agama, suku, etnik. ? Bukan negara Islam, bukan negara Arab.

“Tetapi negara madaniyah dibangun berdasarkan penegakkan kebenaran kebersamaan, keadilan. Yang benar dilindungi, tidak pandang agamanya apa, sukunya apa,” lanjut Kiai Said.

Kiai Said menegaskan bahwa hal inilah yang harus dikembangkan. Oleh para kiai dan ulama, semangat itu dikuatkan dalam Muktamar ? NU di Banjarmasin tahun 1936. Hal itu selanjutnya menjadi semangat ? NU dalam kehidupan beragama dan bernegara dengan prinsip hubbul wathon minal iman (menjaga tanah air adalah bagian dari iman). (Kendi Setiawan/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 21 Agustus 2017

Dari Ranting ke Ranting, Kawal Pemuda Lewat Rijalul Ansor

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk lebih menggemakan kegiatan dzikir di kalangan pemuda, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menghidupkan kembali majelis dzikir melalui kegiatan shalawat Rijalul Ansor dari ranting ke ranting. Tidak hanya pengurus, kegiatan yang dipusatkan di masjid dan musholla di masing-masing ranting ini juga melibatkan pemuda setempat.

Dari Ranting ke Ranting, Kawal Pemuda Lewat Rijalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Ranting ke Ranting, Kawal Pemuda Lewat Rijalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Ranting ke Ranting, Kawal Pemuda Lewat Rijalul Ansor

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Syaba, Rabu (11/6) malam. Menurutnya, rijalul Ansor ini sangat penting dilakukan untuk membentengi para pemuda dari hal-hal yang negatif di tengah perkembangan zaman yang cukup pesat. “Kami memang mewajibkan para pengurus ranting untuk menggalakkan kegiatan Rijalul Ansor di lingkungannya masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Syaba, Rijalul Ansor tersebut diawali dengan istighotsah bersama-sama dan pembacaan shalawat burdah. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga terkadang diisi dengan kajian Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) yang dipimpin oleh para pengurus PC GP Ansor Kota Kraksaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

”Program rijalul Ansor ini merupakan gagasan dari PP GP Ansor agar para pengurusnya bisa menggemakan kembali shalawat dan dzikir bersama. Yang jelas, kami dari anak cabang secara rutin turun langsung ke tiap-tiap ranting secara bergantian,” jelasnya.

Dikatakan Syaba, kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mengamalkan dan membentengi para kadernya Aswaja serta lebih dekat dengan masjid dan musholla. “Ini merupakan salah satu prasyarat keabsahan kepengurusan di masing-masing tingkatan jika ingin diakui dan memiliki hak suara dalam konferensi Ansor,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Olahraga, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 04 Agustus 2017

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) dan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Banyuwangi menghadiri undangan kader IPNU-IPPNU ranting Singotrunan. Keduanya memberikan pembekalan tata kelola organisasi sesuai dengan aturan.

Pertemuan pengurus ini berlangsung di Mushola Mbah Mas Sulaiman, Singotrunan, Banyuwangi, Banyuwangi, Ahad (4/12) malam. Tampak hadir perwakilan pengurus IPNU dan IPPNU ranting Singotrunan dan Ketua PAC IPNU-IPPNU Banyuwangi.

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Banyuwangi Dampingi Manajemen Organisasi Tingkat Ranting

Ketua PAC IPPNU Banyuwangi Fitriyah menegaskan, pengurus dalam menjalankan roda organisasi harus didasari dengan aturan-aturan organisasi yang telah ditetapkan.

"Untuk efisiensi gerakan organisasi, kita dibekali oleh buku aturan secara lengkap mulai pedoman kaderisasi, pedoman organisasi dan administrasi, pedoman dasar rumah tangga, dan buku pedoman pelengkap lainnya. Untuk itu semua harus ditaati dalam menjalankan roda organisasi," kata Fitriyah pelajar asal Sutri.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menambahkan, organisasi kita khususnya Nahdlatul Ulama detil sekali dalam menetapkan aturan-aturan untuk menjalankan kinerja dan tata kelola organisasi secara formal.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di pengujung, Fitriyah mengatakan, karenanya mumpung kita masih sebagai kader-kader muda NU jangan sia-siakan proses belajar segala hal termasuk aturan-aturan organisasi.

Di antara antusias kader-kader Singotrunan yang masih baru mengikuti kegiatan Makesta Ketua PAC IPNU Banyuwangi M Sholeh Kurniawan menegaskan, sebelum kita melakukan perubahan dalam skala besar baiknya kita mulai dengan langkah yang kecil.

"Dalam proses belajar, berjuang, dan bertaqwa di IPNU yang notabene adalah salah satu organisasi yang menjadi banom NU harus kita maksimalkan. Meski ini termasuk kesempatan langkah kecil kita berproses di tingkat ranting, maka harus dimaksimalkan. Karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali," tegas Sholeh.

Di hadapan kader-kadernya Sholeh juga menyampaikan secara global pengetahuan tentang administrasi surat-menyurat, PDPRT, dan buku pedoman kaderisasi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Sejarah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 26 Mei 2017

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Tarim, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Universitas Al-Ahgaff merupakan salah satu universitas unggulan dan terkemuka di Hadhramaut-Yaman. Dengan tingkat kesulitan ujian semester yang cukup tinggi, sehingga mahasiswa yang belajar di sana dituntut untuk lebih giat dan ekstra dalam mempersiapkan ujian semester. ?

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Namun, ironisnya tak sedikit dari mahasiswa yang kurang beruntung dalam ujian karena belum bisa lulus (rosib). Walaupun demikian, pihak idarah (administrasi) masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang rosib untuk mengajukan taqdim (pengoreksian ulang) terhadap lembar jawaban soalnya dengan ketentuan membayar RY.2000.- dan uang tersebut tidak akan dikembalikan, toh hasilnya lulus ataupun tidak.

Merespons hal tersebut, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Yaman, menggelar Bahtsul Masail perdana pada Jumat malam (10/03) di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Ahgaff Tarim. Acara ini diikuti sejumlah mahasiswa Indonesia di Tarim Hadhramaut, Yaman. Sekitar 30 delegasi mahasiswa yang hadir menyemarakkan Bahtsul Masail tersebut.

Dalam forum BM tersebut, dibahas sejumlah persoalan. Diantaranya adalah jenis akad apakah praktek pembayaran uang peninjauan ulang (taqdim) tersebut?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selanjutnya, delegasi pertama menawarkan jawaban, yaitu akad ini termasuk akad ijaroh. Hal ini sejalan dengan ta’rif di ijaroh. Pun dapat dikatakan mu’athoh karena tidak ada shighot di dalamnya. Berlandaskan dari pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhah.

Adapun delegasi yang lain, menawarkan akad ju’alah sebagai jawaban. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, perumus merumuskan untuk memandang pada beberapa hal.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Fiqih itu berinovasi terus direhabilitasi, maka tidaklah mungkin dalam masalah ini diasumsikan tidak berakad dan tak dapat dihukumi oleh rasional semata. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa ketika seorang mahasiswa telah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Al-Ahgaff. Dengan itu Ia pun harus mematuhi segala tata-tertib dari universitas. Berdalil dengan apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, bahwa taat terhadap imam adalah wajib. Hal ini pun dikuatkan oleh sebuah kaidah; tashorruful imam ala al-ro’iyyah manuthun bil-mashlahah,” tegasnya.

Selepas itu, forum memutuskan bahwa praktik pengajuan koreksi ulang seperti diskripsi di atas termasuk kategori akad ijarah fil-dzimah al-sohihah. Hal ini berdasarkan dari kitab Asnal Matholib.

Kemudian bagaimanakah hukum penerimaan uang tersebut bagi pihak lembaga universitas tersebut ?

Hukum penerimaan uang pengoreksian ulang adalah diperbolehkan atas nama ujroh (uang upah). Apabila hal tersebut perkara yang mubah bersamaan dengan adanya letih. Sekiranya telah diketahui tentu diperbolehkan untuk mengambil upah. Maka, uang yang diterimanya adalah halal dengan adanya letih dan tujuan yang lain, sejalan dengan ? akad ju’alah.?

Acara berakhir sekitar pukul 23.00 KSA, seusai pembacaan do’a oleh Mushohhih. (Moh Azizi Al-Mahbub/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw