Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu KH Hambali yang merupakan alumnus Pesantren Al-Falah Ploso Kediri mengingatkan para santri dan alumni pesantren untuk terus mengamalkan ilmu yang didapat dari pesantren.

"Senajan mung alif-alifan (walaupun hanya mengajar huruf Alif) harus dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah," demikian kata Kiai Hambali pada pertemuan alumni pondok pesantren tersebut di Lampung Tengah, Ahad (1/10).

Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji

Ia juga mengingatkan santri yang merasa mendapatkan anugerah dan memiliki kemampuan lebih dari pesantren untuk tidak berambisi memiliki majelis yang besar dan ketenaran. Menurutnya, ini sudah dipesankan oleh para Masyayikh Pondok Pesantren Ploso.

Pada acara yang diadakan dalam rangka Haul Pendiri Pondok Pesantren Ploso KH Jazuli ini, Kiai Hambali berpesan juga agar para santri senantiasa mendoakan para kiai dan masyayikh pondok pesantren dengan istiqamah membaca Al-Fatihah setiap selesai shalat agar mendapatkan keberkahan ilmu dan kehidupan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain Kiai Hambali, sejumlah alumnus Ploso juga memberikan wejangan pada kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan semenjak tahun 2003 ini di antaranya KH Marzuki yang saat ini menjadi Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tanggamus dan KH Anwar Zuhdi yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Marzuki juga berpesan agar dalam setiap aktivitas keseharian untuk selalu ingat dan mengirimkan Fatihah kepada para masyayikh pesantren.

"Pesan Romo Kiai Jazuli, santri kalau ingin mendapat berkah setiap saat ingat dengan saya," katanya seraya menjelaskan bahwa menurut ulama tasawuf ketika seorang guru disebut oleh santrinya maka ruhnya akan hadir di mana santri tersebut berada.

Hal senada dikatakan oleh KH Anwar Zuhdi yang akrab dipanggil Abah Anwar. Kiai nyentrik ini mengibaratkan santri yang tidak mengamalkan ilmunya itu seperti telur yang tidak ditunggui ayam.

"Ibarat telur kalau tidak diankremi maka tidak menetas. Santripun begitu, kalau tidak ditunggui dan diistiqamahi maka tidak akan berhasil," tegasnya seraya mengingatkan bahwa mengajar merupakan salah satu benteng yang akan menjaga kehidupan seseorang. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 11 Februari 2018

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung dalam menyelenggarakan pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam mata pelajaran IPS. Kegiatan yang melibatkan guru-guru IPS ini berlangsung di Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah, Condong, Tasikmalaya, Sabtu (13/8).

Sebanyak 100 guru SMP perwakilan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam kegiatan ini. Tampak hadir Ketua Prodi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung Prof Dr Nana Supriatna, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, dan Pimpinan Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah KH Diding Darul Falah.

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, arus globalisasi pada saat ini telah melunturkan identitas kebangsaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Siswa lebih bangga dengan hasil budaya asing daripada budaya sendiri. Siswa lebih bangga memainkan permaian produk luar negeri seperti game daripada permainan tradisional. Karena itu, guru perlu menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa dengan mengembangkan pembelajaran dengan berbasis kearifan lokal,” kata H Saepuloh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia berharap setelah kegiatan pelatihan ini guru-guru IPS dapat melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga dapat menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa.

Hadir sebagai narasumber Prof Dr Nana Supriatna, Dr Agus Mulyana, dan Drs H Wahyu Wibisana. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 06 Februari 2018

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Al Ghozali Semarang melaksanakan Halal bihalal dengan para alumni dan pembimbing. Kegitan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah milik warga di Gang. Nakula, Banaran Sekaran, Kecamatan Gunungpati. Rumah tersebut menjadi rumah pergerakan bagi para anggota PMII.

Anggota Rayon, Pengurus Komisariat, alumni PMII IKIP Semarang sampai PMII Al Ghozali (Unnes) Semarang, dan alumni yang telah menjadi dosen di Universitas Negeri Semarang turut hadir dalam Halal bihalal ini.

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina

Kegiatan pada Ahad, 23 Agustus 2015 dari jam 08.00-12.00 WIB, diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan sholawat. Lalu refleksi, cerita flashback perjuangan di PMII dari para alumni, serta motivasi dari para pembina.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut, salah seorang alumni angkatan 1994, Ikhsan, PMII merupakan barisan mahasiswa yang menunda kiamat. Selama sahabat-sahabat PMII mau berjuang menegakkan kalimat Allah, maka selama itu pula Islam akan besar di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjuangan dan pergerakan sahabat-sahabat PMII dalam menegakkan kalimat Allah penting bagi keberlangsungan dakwah ahlussunah wal jamaah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu Ali Formen, yang dalam muktamar NU ke 33 kemarin hadir sebagai perwakilan Cabang Istimewa Australia, mengungkapkan bahwa di antara banyak sekali alasan mahasiswa menjadi pribadi yang buruk, sahabat-sahabat PMII memilih jalan untuk menjadi pribadi yang baik.

Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan ini ditutup dengan dengan bersalaman di antara pengurus dan alumni. (Mukh. Imron Ali Mahmudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 28 Januari 2018

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Pelajar Putri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamtan Babat, Lamongan, Jawa Timur menggelar olahraga alam.?

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Kegiatan dilaksanakan di Sendang Desa Pucakwangi ini diikuti alumni Diklatama dan Diklat Scraft IPNU IPPNU. Olahraga alam ini merupakan tindak lanjut dari Diklatama dan Diklat Scraft IPNU dan IPPNU pada bulan September.

Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin Setiowati mengatakan, kegiatan rutin bulanan ini sebagai upaya memperkuat jasmani dan rohani pelajar NU. Tak hanya itu, juga bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, keharmonisan, dan loyalitas para kader DKAC CBP KPP Babat serta pelajar NU di Kecamatan Babat.

"Saya bangga memiliki kader-kader hebat DKAC CBP KPP Babat. Selain kompak juga selalu produktif membuat kegiatan. Tidak hanya itu, DKAC CBP KPP Babat juga selalu eksis melaksanakan latihan rutin. Semoga selalu istiqomah dan tetap kompak", ungkapnya pada sambutan berlangsung 14 Oktober 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 23 Desember 2017

LPBINU Gelar Pelatihan Media Sosial Terkait Kebencanaan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) melalui programnya SLOGAN-STEADY mengadakan pelatihan media sosial terkait isu-isu penanggulangan bencana dan risiko bencana.

Pelatihan berlangsung dari Selasa hingga Rabu (11-12/10) di Aula Isnu Kabupaten Jepara dan diikuti oleh 45 peserta perwakilan dari Tagana, PMI, Jepara Rescue, dan masyarakat setempat yang menangani terkait kebencanaan.

LPBINU Gelar Pelatihan Media Sosial Terkait Kebencanaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Gelar Pelatihan Media Sosial Terkait Kebencanaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Gelar Pelatihan Media Sosial Terkait Kebencanaan

Mustaqim Umam mewakili ketua PCNU Kabupaten Jepara menyampaikan ucapan terima kasih kepada LPBINU yang telah melaksanakan pelatihan ini.

“NU dilahirkan untuk memperjuangkan umat, jadi pelatihan ini juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat umum, khususnya masyarakat yang sering mendapatkan bencana,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senada, pengurus LPBI PBNU M. Wahib menyampaikan pentingnya saling membantu di lingkungan NU. “Semua badan otonom lahir untuk membesarkan NU. Misalnya saat penanganan bencana, semua badan otonom jangan sampai membawa bendera sendiri-sendiri. GP Ansor sendiri, IPNU sendiri dan lain sebagainya. Ini tidak baik untuk pandangan umum. Kemana-mana harus menjaga marwah NU,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Bencana dan Kesiapsiagaan BPBD Kusdiyanto menilai kegiatan ini adalah terobosan baru dalam penanganan bencana sebagai sarana informasi dan komunikasi dengan media sosial. “Saya yakin bermanfaat dan semoga ini akan bisa berlanjut dan akan disebarkan pada teman-teman yang tidak sempat mengikuti kegiatan ini,” katanya sesaat sebelum membuka acara ini,” tuturnya saat membuka acara mewakili Kepala Pelaksana BPBD. (Anty Husnawati/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 18 Desember 2017

STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren

Temanggung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Sifat genetik pohon secara alamiah akan diturunkan kepada buahnya. Hal itulah yang terlihat khas dan unik di STAINU Temanggung, Jawa Tengah. Satu-satunya sekolah tinggi di Temanggung ini tumbuh dan berkembang dengan membawa corak pesantren dalam sistem perkuliahan dan kegiatan sehari-hari di luar kuliah. Hal ini tentu tidak mengherankan, mengingatTemanggung amat lekat dengan tradisi pesantren. 

Salah satu tradisi unik di STAINU Temanggung yang amat jarang ditemui di kampus-kampus lain adalah literasi dengan menggunakan kitab kuning, kitab wajib para santri di pesantren.

Kitab kuning tidak hanya unik dari tulisan arabnya yang gundul tanpa harakat, namun juga karena tradisi membacanya yang khas menggunakan bahasa Jawa utawi iki iku. Menjadi pemandangan biasa dalam perkuliahan dan diskusi, dosen maupun mahasiswa mendasarkan pendapat mereka dengan menggunakan kitab kuning lengkap dengan terjemah Jawanya.

STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren

Dosen Ekonomi Syariah STAINU Temanggung, Najib, mengatakan, referensi kitab gundul dalam perkuliahan di STAINU Temanggung itu sudah menjadi kebiasaan, tentu tanpa mengesampingkan referensi-referensi utama lain dari buku-buku kontemporer. 

"Hal ini tidak terlepas dari para pengajar dan mahasiswanya yang berlatar belakang pesantren, ada yang nyambi ngajar, atau masih nyantri di pesantren di sekitar kampus STAINU Temanggung," ujar dia, Sabtu (14/10)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Makna tersembunyi unik dibalik cara membaca kitab kuning. "Membaca kitab kuning dengan menggunakan utawi iki iku itu unik. Selain dapat mengetahui langsung kedudukan gramatikal masing-masing kata, penggunaan bahasa Jawa krama memberikan kesan kesantunan dalam menerjemahkan kitab kuning," beber dia. 

Tidak hanya tradisi literasi pesantren, adat kebiasaan pesantren pun menjadi pemandangan lumrah di kampus, memakai peci, doa-doa ala pesantren dalam berbagai acara kampus, serta tak ketinggalan kebiasaan mencium tangan oleh mahasiswa kepada dosennya. Menjadi peraturan tak tertulis, tradisi mencium tangan ini akan selalu dijumpai sebelum dan sesudah perkuliahan. 

Bahkan, bukan menjadi hal yang aneh saat seorang satpam atau tukang kebun dicium tangannya oleh dosen muda dengan alasan menghormati yang lebih tua. Hal ini merupakan wujud nyata aplikasi penghormatan nilai-nilai moral. Bukan soal siapa yang lebih terhormat, melainkan soal sikap saling rendah hati, berlomba untuk menjadi yang lebih dulu memberi penghormatan.

Menurut dia, tidak dapat dipungkiri wacana pendidikan karakter menemui kebuntuan realisasi, kebuntuan target dan pelaksanaan terukur. Tidak dapat dipungkiri pula keluhuran ilmu pengetahuan yang tercermin dalam kedewasaan bersikap telah luntur keluhurannya. Ilmu pengetahuan ditampakkan dalam makna sempit sebagai kekayaan wacana semata. 

"Membudayakan tradisi pesantren di kampus merupakan wujud nyata realisasi pendidikan karakter. Membudayakan tradisi pesantren di kampus STAINU Temanggung selaras dengan visi STAINU Temanggung dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki keselarasan antara cita, rasa, karsa, dan keimanan, generasi dengan kepribadian lengkap baik dari segi keilmuan dan moralitas," paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Generasi-generasi dengan kelengkapan keilmuan dan kesantunan laku, kata Najib, tentu amat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini yang sedang dalam ujian besar darurat moral. Oleh karena itu, STAINU Temanggung meski statusnya berkembang tetap konsisten menerapkan pola dan corak kampus berbasis pondok pesantren. (Ibda/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 17 Desember 2017

Beragama dengan Sejuk

Oleh Puguh Phaloepi



Kata Bapak saya, “Gak ada gunanya berdebat. Gak dadi beras.”

Memang sulit. Saya rasakan sulit menghadapi orang yang terlalu berlebihan dalam beragama. Tapi setidaknya saya harus menjelaskan. Sesuai apa yang saya ketahui. Dahulu, Nabi pernah menegur orang-orang yang melempar jumrah dengan batu besar. Padahal Nabi mengajarkan melempar jumrah dengan batu kecil. Kata Nabi, itu perbuatan yang berlebihan dan Nabi mengkhawatirkan hal itu. Orang-orang yang tidak mengerti, akan berpikir bahwa melempar jumrah dengan menggunakan batu besar akan besar pula pahalanya. Dan ibadahnya semakin hebat. Tapi justru itu dilarang oleh Nabi. Karena perbuatan itu membahayakan jamaah haji lain. Dan lagian melempar jumrah mempunyai makna kontekstual, yaitu manusia harus mengusir setan yang hendak menggoda dan menjerumuskannya.

Beragama dengan Sejuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Beragama dengan Sejuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Beragama dengan Sejuk

Tapi orang-orang yang tidak mengerti, tidak peduli hal itu. Asal batunya lebih besar berarti pahalanya juga besar. Semangat beragamanya besar. Pikirnya. Padahal yang dilakukannya salah. Dan Nabi mengutuk itu.

Saya pikir hal tersebut terjadi pula sekarang. Tapi dalam bentuk lain. Kini, orang berlomba-lomba mengeraskan speaker dalam mengumandangkan adzan. Dikiranya semakin keras maka pahalanya semakin besar. Padahal saat ini, hampir tiap lingkungan punya mushala. Bagaimana tidak bising? Kita tidak sedang memberikan kebisingan, melainkan memanggil orang-orang untuk menunaikan ibadah. Dengan volume speaker yang tepat. Sehingga terdengar syahdu. Beda dengan jaman dahulu, jarak antar rumah berjauhan. Mushola tidak sebanyak sekarang. Maka volume perlu dikeraskan agar suara yang dihasilkan merata.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mari beragama secara khusyu dan sejuk. Beragama sesuai porsinya, sesuai ajaran Nabi yang welas asih.

Penulis adalah aktivis puisi, tinggal di Banyuwangi, bisa ngobrol-ngobrol santai di akun Twitternya @Cheguhvara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Doa Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pesantren Ramadhan, Momentum Tingkatkan Iman dan Silaturahim

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebanyak 168 siswa/siswi SMK Maarif 5 Kotagajah Lampung Tengah selama empat hari berturut-turut mengikuti program pesantren Ramadhan yang dihelat di Aula sekolah setempat, Senin hingga Kamis (13-16/6).

?

Pesantren Ramadhan, Momentum Tingkatkan Iman dan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ramadhan, Momentum Tingkatkan Iman dan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ramadhan, Momentum Tingkatkan Iman dan Silaturahim

Dra Sunarti selaku Wakil Kepala Sekolah SMK Maarif 5 Kotagajah bidang Kesiswaan di sela-sela penutupan pesantren Ramadhan mengatakan, kegiatan ini murni diinisiasi oleh para pengurus Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU IPPNU) SMK Maarif 5 Kotagajah.

Pengurus yang terdiri dari para pelajar itu melaksanakan mulai dari persiapan, menyusun jadwal, menyosialisasikan kegiatan, mencari pemateri, dan lain-lain. “Kami dari pihak sekolah sekadar memfasilitasi, memantau dan men-suport agar agenda tersebut berjalan lancar dan tertib,” kata Ketua PAC Muslimat NU Kotagajah ini.

?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

H Moch. Sofyan Bendahara Majelis Wakil Cabang Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Kecamatan Kotagajah dalam sambutan penutupannya mengatakan, pesantren Ramadhan seperti ini harus tetap dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

?

"Program pesantren Ramadhan ini adalah momentum di bulan istimewa untuk tingkatkan kualitas iman dan memperat tali silaturahmi sekaligus perbaikan akhlaq, baik antarsesama teman sejawat maupun dengan para dewan guru (asatidz)," imbuh pria asal dari Blitar, Jawa Timur ini.

?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Abdul Aziz selaku Ketua Pimpinan Komisariat IPNU SMK Maarif 5 Kotagajah mengatakan, pesantren Ramadhan pada tahun ini mengusung tema, "Mari kita berpacu menjadi pemenang di bulan suci ini, jadilah remaja yang beriman dan berakhlaq mulia".

?

"Selain tadarus Al-Quran pesantren Ramadhan juga diisi dengan beberapa materi tambahan antara lain Shalat Dhuha berjamaah, histori Islam (tarikh), seputar fiqih sehari-hari, aqidah-akhlaq, dan shalawat bersama," imbuhnya.

?

Hadir beberapa tokoh NU dalam agenda pesantren Ramadhan antara lain H Ali Mustofa (Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah), H Subroto (Sekretaris MWC LP Maarif? Nahdlatul Ulama Kecamatan Kotagajah), Ahmad Syamsul Hidayat (Ketua PAC GP Ansor Kotagajah), Siti Maysaroh (Ketua PAC Fatayat NU Kotagajah), dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Ubudiyah, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 10 Desember 2017

Calon Jamaah Haji Diminta Fokus Ibadah

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Wakil Bupati Tegal, Umi Azizah berpesan kepada calon jamaah haji Kabupaten Tegal agar ikhlas dan fokus dalam menjalankan ibadah. Hal itu dikatakannya saat melepas 1.162 Jamaah calon haji Kabupaten Tegal tahun pemberangkatan 1438 H/ 2017 M di Pendopo Amangkurat, Senin (24/7).?

"Jangan memikirkan kepentingan kehidupan dunia, kalau ada urusan dengan tetangga segera diselesaikan, sehingga para jamaah bias fokus dalam menjalankan ibadah haji," pesannya.?

Calon Jamaah Haji Diminta Fokus Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Jamaah Haji Diminta Fokus Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Jamaah Haji Diminta Fokus Ibadah

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Tegal itu juga mengingatkan para calon jamaah haji untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik, dikarenakan akan menghadapi iklim yang berbeda dalam menjalankan ibadah haji ini.?

"Kesehatan fisik juga perlu dijaga, agar para jamaah dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji," ungkapnya?

Umi menambahkan, kepada Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) dan Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) agar siap dan fokus dalam melayani calon jamaah haji. TPHD dan TKHD jangan hanya fokus untuk mengikuti ritual ibadah haji saja.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Untuk itu, saya titip pesan agar amanah yang negara berikan kepada panjenengan dalam melayani tamu-tamu Allah semata-mata dilandasi oleh semangat ikhlas melayani dan profesional dalam memberikan pembinaan, pendampingan juga perlindungan kepada jamaah calon haji," pungkasnya.?

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Nurrotib, menjelaskan jamaah haji calon dari Kabupaten Tegal tahun 2017 berjumlah 1.162 terbagi dalam 4 kloter yaitu kloter 6 SOC, Kloter 48 SOC, Kloter 49 SOC dan 50 SOC dengan embarkasi Solo.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Untuk kloter 6 SOC akan diberangkatkan pada tanggal 28 Juli 2017 pukul 08.30 Wib. Sedangkan kloter 48 SOC,49 SOC dan 50 SOC direncanakan berangkat pada 10 Agustus 2017 pukul 23.00 Wib dari halaman Pemkab Tegal," terangnya.?

Dia menjelaskan, jamaah dengan usia termuda yakni 22 tahun atas nama Izza Maarivia binti Samsul Maarif, jamaah asal Desa Adiwerna Kecamatan Adiwerna.?

"Sedangkan untuk usia tertua 83 tahun atas nama Sukardi bin Tarnyad dari Desa Wangandawa Kecamatan Talang," imbuhnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, News, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) mengirimkan 42 orang yang terdiri atas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan pengawas PAI untuk kursus singkat (short course) ke Australia. Selama 15 hari di Australia, peserta kursus singkat belajar di Universitas Adelaide dan berkunjung ke beberapa sekolah yang ada di Adelaide, Melbourne, dan Sydney.

Direktur PAI Amin Haedari menuturkan bahwa pengiriman para GPAI dan pengawas ke Australia itu dimaksudkan untuk membekali mereka tentang metodologi pembelajaran dan multikulturalisme.

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

“Mereka kita kirim ke Australia bukan untuk belajar konten PAI, tapi metodologi dan multikulturalisme,” terang Amin di Jakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selama di Australia, para guru PAI dan pengawas ini terbagi ke dalam dua waktu. 10 hari pertama mereka belajar di Universitas Adelaide, dan 5 hari berikutnya rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok ke Melbourne dan satu kelompok lagi ke Sydney.

Di Adelaide mereka belajar di kampus dan juga berkunjung ke beberapa sekolah di wilayah setempat. Di Melbourne dan Sydney mereka hanya melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Mereka sengaja kita kirim ke sekolah-sekolah yang ada di Melbourne atau Sydney agar bisa melihat langsung proses pembelajaran di sana. Biar mereka juga bisa bertukar pendapat dengan para tenaga pendidik dan siswa, dan mengamati pembelajaran di kelas. Sekaligus bagaimana pengelolaan pendidikan di sana,” terang Amin.

Hasil dari kursus singkat di Australia ini menurut Amin akan dirumuskan, dibukukan, dan diimplementasikan untuk semua guru PAI yang ada di Indonesia mulai tahun 2016 mendatang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, News, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Muslimat NU Jember akan melebarkan kontribusinya di bidang layanan kesehatan menyusul diserahkannya pengelolaan rumah sakit (RS) Munaparahita kepada organisasi yang dipimpin Nyai Emi Kusminarni itu. Secara simbolis, penyerahan ini dilakukan oleh Gus Firjoun Barlaman, berupa sertifikat gedung kepada Muslimat NU yang diwakili Emi Kusminarni di kompleks Pesantren Ash-shiddiqi Putra, Talangsari, Kabupaten Jember, Jumat (17/6).

Menurut Emi, hal tersebut merupakan sejarah baru bagi Muslimat NU Jember. "Ini amanah, semoga bermanfaat untuk umat dan kita semua," ujar Emi kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita

Sebelumnya, RS Munaparahita dikelola oleh kelompok Talangsari. Dengan segala keterbatasan dana dan daya, pengelolaan Munaparahita berjalan lamban dan tertatih-tatih. Muslimat NU di bawah kepemimpinan Emi Kusminarni mendapat amanah untuk mengelola rumah sakit milik Muslimat NU Jember itu. Dengan demikian, ke depan RS. Munaparahtia secara otonom akan dikelola oleh Muslimat NU.

"Bagi saya, ini Munaparahita era baru. Kami minta dukungan semua pihak agar Munaparahita bisa melayani umat sesuai harapan," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Emi menambahkan, secara administrasi RS Muanaparahita berada di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Jember. Saat ini pihaknya menjalin kerja sama dengan Stikes dr. Soebandi Jember untuk mensuplay sekaligus meningkatkan pelayanan kepada umat. "Semua kita perbarui, termasuk izin operasional karena ini lama tidak jalan, sehingga mati izinnya," terangnya.

Saat ini RS Munaparahita memiliki 4 perawat dan 1 dokter. Lokasinya cukup stategis, hanya 250 meter ke arah selatan jalan protokol Jember. Tepatnya di jl. Imam Bonjol, Kelurahan Kaliwates. Luas tanahnya mencapai sekitar 4.700 M2. Dengan luas yang demikian, memungkinkan adanya pengembangan sarana? penunjang lainnya. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 09 Desember 2017

Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda

Kubu Raya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Ranting GP Ansor Pasak Piang menggelar Ansor Bershalawat, di kediaman Ketua Ranting Desa Pasak Piang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (04/11) malam. Kegiatan yang menjadi agenda rutin ini dirangkaipembacaan Yasin dan Tahlilan.





Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pentingnya Tawasul di Kalangan Muda

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus, anggota Banser dan warga sekitar, bertujuan untuk menjaga ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh para kiai Nahdlatul Ulama dan para wali penyebar agama Islam di Nusantara.

Ketua GP Ansor Pasak Piang, Faishol menjelaskan selain ber-tawassul kepada para mendiang pendahulu-pendahulu layaknya khas tradisi Nahdliyyah, penghadiahan pahala juga dihaturkan kepada keluarga-keluarga keluarga anggota Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Siapa lagi yang akan melestarikan amaliyah NU seperti tahlilan, shalawatan, dan ber-tawasul kepada para pendahulu, guru-guru dan orang tua kita kalau bukan generasi muda Nahdlatul Ulama, agar mereka yang sudah meninggal pun merasakan manfaat dari kita yang ber-Ansor ini," jelas Faishol.

Menurutnya tugas dan kewajiban yang harus dilakukan pemuda Ansor selain menjaga gerakan Islam Indonesia sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin,? kiprah Ansor juga harus turut dalam membangun jasmani dan rohani.

"Dan tidak melupakan para pendahulu yang telah memperjuangkan Islam dan Nahdlatul Ulama," tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Usai yasinan dan tahlilan, kegiatan dilanjutkan musyawarah membahas beberapa hal, seperti penguatan kapasitas kepengurusan dan agenda berikutnya. (Anty Husnawati/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Daerah, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah

Oleh Moh. Salapudin



Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan bahwa tanggal 1 Muharram 1438 H jatuh pada hari Senin, 3 Oktober 2016, atau persisnya dimulai sejak Ahad (1/10) malam nanti. PBNU mengistikmalkan bilangan bulan Dzulhijjah 1437 H menjadi 30 hari karena tidak ada yang berhasil mengamati hilal pada pelaksanaan rukyatul hilal pada Sabtu (1/10) kemarin. (Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, 2/10).

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah

Ketika berita di atas di-share di group WhatsApp Keluarga Besar Mahasiswa Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, terjadi diskusi panjang. Pasalnya, banyak yang sudah merayakan ritual tahun baru hijriah pada Sabtu (1/10) malam kemarin. Alasannya adalah karena keadaan hilal pada pelaksanaan rukyatul hilal kemarin sudah memenuhi kriteria imkan rukyat yang dipedomani pemerintah (imkan rukyat kriteria MABIMS), yakni tinggi hilal minimal 2 derajat, jarak sudut matahari-bulan (elongasi) 3 derajat, dan umur bulan dari saat ijtimak 8 jam.

Tinggi hilal saat pelaksanaan rukyatul hilal pada Sabtu (1/10), kemarin, sebagaimana dipublikasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berkisar antara 2,90 derajat di Merauke, Papua, sampai dengan 4,33 derajat di Banda Aceh, Aceh. Dengan elongasi 3,7 sampai 4,9 derajat, dan umur bulan lebih dari 8 jam. Jika mengunakan hisab imkan rukyat kriteria MABIMS, maka keadaan hilal tersebut dapat dijadikan alasan masuknya awal bulan baru sehingga awal bulan Muharram 1438 H jatuh pada Sabtu (1/10) atau persisnya dimulai pada Sabtu malam kemarin. ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Masalahnya, meskipun keadaan hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS, ternyata pada pelaksanaan rukyatul hilal tidak ada yang berhasil melihat hilal. Dalam kasus semacam ini, NU akan mengistikmalkan bilangan bulan sebelumnya menjadi 30 hari, sehingga awal Muharram 1438 H, sebagaimana diikhbarkan PBNU, jatuh pada Senin (3/10) atau persisnya dimulai sejak Ahad malam nanti. Kasus ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Pada penetapan awa bulan Rabiul Akhir 1437 H lalu, keadaan hilal juga sudah memenuhi krieria imkan rukyat MABIMS, namun karena tidak ada yang berhasil melihat hilal pada pelaksanaan rukyat hilal, maka NU mengistikmalkan bulan Jumadil Akhir 1437 H.

Sebagai jam’iyah diniyah (organisasi sosial kegamaan Islam) yang berhaluan Ahlussunah wal Jama’ah, NU menjunjung tinggi dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW serta tuntunan para sahabat Rasulullah SAW dan ijtihad para ulama mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali). NU juga berkewajiban untuk senantiasa mengamalkan, mengembangkan dan menjaga kemurnian ajaran agama Islam yang diyakininya, termasuk dalam hal penetapan waktu/tatacara ibadah yang dianggap sah dan utama. Menurut keyakinan NU, metode yang mu’tamad (yang dapat dijadikan pegangan), dalam hal penentuan awal bulan kamariah, terlebih pada bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, adalah rukyatul hilal.

Dasar hukum dipilihnya rukyat oleh NU, selain hadits-hadits Nabi tentang hisab rukyat, tentu saja pendapat para ulama. Para ulama yang diikuti pendapatnya, sebagaimana terdapat dalam “Buku Pedoman Rukyat dan Hisab Nahdlatul Ulama” adalah: Imam Mazhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali), Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, Imam ar-Ramli, Imam Bakhit al-Mu’thi, Imam Ba’lawi, dan ulama lainnya. Adapun kitab-kitab karya ulama klasik yang dirujuk NU adalah Fiqh ala al-Mazahibi al-Arba’ah, Majmu’, Tuhfah al-Muhtaj, Nihayah al-Muhtaj, Irsyadu Ahli al-Millah, I’anatut Thalibin, Bughyah al-Mustarsyidin, Syarah Ihya’ Ulumuddin, Fathul Bari, Bidayatul Mujtahid, al-Isyadatul Saniyah, Fatawa ar-Ramli, al-Alamul Mansyur fi Isbathi Syuhur, al-Fatawa asy-Syar’iyah, dan al-Mahalli.



Semua ulama tersebut berpendapat bahwa awal bulan kamariah, khususnya awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, ditentukan berdasarkan rukyatul hilal, dan jika rukyat tidak berhasil maka dilakukan istikmal. Bahkan, term rukyat dalam hadits-hadits hisab rukyat bersifat ta’abbudi ghair al-ma’qul al-ma’na (tidak dapat dirasionalisasi). Itulah alasan mengapa hingga sekarang NU masish memegang teguh rukyatul hilal.

Adapun terhadap kriteria imkan rukyat sebagaimana yang digunakan oleh pemerintah saat ini, PBNU tidak menolaknya secara mutlak. PBNU menggunakan hisab krieria imkan rukyat untuk menerima/menolak laporan rukyatul hilal. Artinya, jika keadaan hilal sudah memenuhi imkan rukyat dan ada kesaksian rukyatul hilal, maka kesaksian tersebut akan diterima. Sebaliknya, jika keadaan hilal masih di bawah kriteria imkan rukyat, dan ada yang mengaku melihat hilal, maka kesaksian tersebut akan ditolak.

Kasus tersebut pernah terjadi misalnya pada saat awal Syawal 1418 H dan Ramadhan 1427 H. Pada saat itu ada yang mengaku dapat melihat hilal, namun karena keadaan hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat, maka PBNU menolak kesaksian itu. Pada kedua kasus tersebut, memang terdapat dinamika di internal NU, yakni keputusan PWNU yang menerima kesaksian hilal pada saat itu.

Penulis pernah belajar ilmu falak di UIN Walisongo SemarangDari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Humor Islam, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ratusan massa yang terdiri dari para pemuda dari berbagai badan otonom NU mendatangi gedung DPRD Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/4). Mereka berunjuk rasa menolak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Minuman Beralkohol di Kota Surabaya.

Beberapa badan otonom (banom) NU yang dimaksud adalah Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Gerakan Pemuda Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Aktivis NU Geruduk DPRD Surabaya, Tolak Raperda Mihol

Selain mendukung pelarangan minuman beralkohol (mihol) yang tengah dibahas Pansus Mihol DPRD Surabaya, para aktivis NU ini juga menuntut Ketua DPRD Surabaya Armudji untuk meminta maaf secara terbuka kepada massa aksi dan seluruh warga NU di Surabaya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Permintaan maaf tersebut terkait tindakan petugas pengamanan dalam (pamdal) gedung dewan yang dianggap melecehkan dan mengusir Ketua PCNU Surabaya H Achmad Muhibbin Zuhri bersama rombongan saat mengikuti sidang paripurna Raperda Minuman Beralkohol, Senin pekan lalu. Tindakan pamdal ini diindikasikan mendapat perintah dari pimpinan DPRD Surabaya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dengan membawa atribut masing - masing, massa yang terdiri dari berbagai elemen badan otonom NU, mulai dari IPNU, IPPNU, GP Ansor, dan PMII tersebut menggelar aksi demonstrasi untuk mendukung pelarangan minuman beralkohol di Kota Surabaya yang saat ini tengah di bahas oleh Pansus Minhol DPRD Surabaya.

Ketua PC IPNU Surabaya Agus Setiawan mengatakan bahwa peredaran? minuman beralkohol di Surabaya dipastikan akan merusak moral generasi muda. Senada, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Surabaya M Asrori menyerukan kepada seluruh warga Muslim untuk mendukung gerakan penolakan minuman beralkohol kali ini demi menyelamatkan generasi muda khususnya di Kota Surabaya.

“Jangan sampai minuman haram itu beredar di Surabaya. Kawal terus pembahasan Perda Mihol di DPRD Surabaya. Jangan biarkan orang-orang tak bertanggung jawab ‘bermain’ dalam masalah ini,” kata M Asrori.

Dengan membawa atribut organisasi masing-masing, massa aksi membentangkan berbagai spanduk yang berisikan penolakan peredaran minhol, seraya terus berorasi di depan gedung DPRD Surabaya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri No. 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A yang memberi keleluasaan bagi kepala daerah untuk menentukan lokasi penjualanan miras, termasuk di mini market. (Harun Rosyid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Pertandingan, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 20 November 2017

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

Ini adalah kitab “Mauhibah Dzî al-Fadhal Hâsyiah ‘alâ Syarh Ibn Hajar ‘alâ Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “al-Manhal al-‘Amîm bi Hâsyiah al-Manhaj al-Qawwîm” karangan seorang ulama besar dunia Islam yang hidup di abad ke-14 Hijri (akhir abad ke-19 M dan awal abad ke-20 M) dan bermukim di Makkah, yang berasal dari Nusantara (Tremas, Jawa Timur), yaitu Syaikh Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Mannân al-Tarmasî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Mahfuzh Tremas, w. 1920 M).?

Kitab ini dikenal juga dengan nama “Hâsyiah al-Tarmasî”, yang tercatat sebagai karya terbesar dalam fiqih madzbah Syafi’i di seluruh dunia Islam yang ditulis pada abad ke-14 Hijri. Karena itu tidaklah mengherankan jika karya ini dikaji dan dirujuk di pelbagai belahan dunia Islam yang penduduknya menganut fiqih mazhab Syafi’i, mulai dari Haramain, Mesir, Suriah, Irak, Kurdistan, Dagestan (Russia), India, dan tentu saja Asia Tenggara (Jawi/Nusantara).

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

“Mauhibah Dzî al-Fadhl” merupakan hâsyiah (ulasan panjang atau komentar atas komentar) atas kitab “al-Manhaj al-Qawwîm” karangan al-Imâm al-Hâfizh Ibn Hajar al-Haitamî al-Makkî (w. 1566 M). “al-Manhaj al-Qawwîm” sendiri adalah syarh (penjelasan atau komentar) atas matn (teks) kitab “al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah fî Fiqh al-Sâdah al-Syâfi’iyyah” atau yang dikenal dengan “Masâil al-Ta’lîm” (dan “al-Mukhtashar al-Kabîr”) karangan Syaikh ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Rahmân Bâ-Fadhal al-Hadhramî (w. 1512 M).?

Keterkaitan antar teks di atas dapat dipetakan dan digambarkan sebagai berikut;

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

1. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

2. ? "? ? ? ? ?" ? ? ? ? ?.

3. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Matan (teks) “Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “Masâ’il al-Ta’lîm” dan syarh (penjelasan)-nya “al-Manhaj al-Qawwîm” adalah literatur rujukan utama dan kitab pusaka dalam khazanah fiqih mazhab Syafi’I selama berabad-abad lamanya. Ada beberapa ulama yang menulis kitab hâsyiah (ulasan panjang) atas syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut, seperti Syaikh Muhammad ibn Sulaimân al-Kurdî al-Madanî, w. 1194 H/ 1780 M (Hawâsyî Madaniyyah) dan Syaikh ‘Abdullâh ibn Sulaimân al-Jarhazî, w. 1201 H/ 1786 M (Hâsyiah al-Jarhazî).?

Memasuki abad ke-14 Hijri, syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut kemudian di-hâsyiah oleh Syaikh Mahfuzh Tremas. Karena itulah, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini sebagai kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar di abad tersebut.?

Dalam kata pengantar “hâsyiah”-nya ini, Syaikh Mahfuzh Tremas menulis;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Maka berkatalah seorang hamba yang mengharapkan rido Tuhannya yang Maha Kaya, Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh al-Tarmasî, semoga Allah senantiasa menuntunnya dalam ketakwaan dan kebahagiaan, dan memberinya karunia kebaikan. Ini adalah sebuah penjelasan yang gamblang dan ulasan yang panjang lebar. Aku menamakannya “Mauhibah Dzî al-Fadhl ‘alâ Syarh Muqaddimah Bâ-Fadhal”. Seseorang (lelaki salih) telah menyuruhku untuk menuliskannya, meskipun aku bukanlah seorang yang ahli dalam bidang itu. Semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi para pelajar. Aku berharap, dengan kitab hâsyiah ini, aku bisa memperoleh doa seorang lelaki salih (tersebut) yang menghendaki ditulisnya kitab ini).

Dalam kolofon, disebutkan jika karya ini diselesaikan di Makkah pada masa menjelang zuhur, hari Sabtu 4 Rabî’ al-Tsânî 1327 Hijri (bertepatan dengan 24 April 1909 M). Tertulis di bagian paling akhir kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1327? ? ? ? ?.

Kitab ini kemudian dicetak berkali-kali di beberapa penerbitan Timur Tengah, seperti di Makkah, Kairo, Beirut, dan lain-lain. Cetakan terbaru adalah versi Maktabah Dâr al-Minhâj, Jeddah, KSA (pada tahun 2011), dengan tebal sebanyak VII (tujuh) volume (jilid). Cetakan lama berada dalam IV (empat) jilid. Terdapat beberapa endorsement (taqrîzh) dari beberapa ulama besar Haramain atas kitab ini, seperti “taqrîzh” dari Sayyid ‘Abdullâh Shadaqah ibn Zainî Dahlân al-Makkî, Sayyid Abû Bakar ibn Thâhâ al-Saqqâf, dan Muhammad Sâmî ibn ‘Abd al-Jalil Barâdah.?

Dalam kata pengantar atas edisi cetak yang diterbitkan oleh Dâr al-Minhâj, Dr. Muhammad ‘Abd al-Rahmân al-Ahdal dari Unversitas Thaif, KSA, mengatakan bahwa kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini adalah kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar dan terluas bahasannya yang ditulis oleh ulama bukan saja pada abad ke-14 Hijri, melainkan pada periode “muta’akhkhirîn” (late periode, 12-14 Hijri/ 17-20 M).? (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul Ulama, Meme Islam, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 01 November 2017

Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membahas program pendidikan anti-korupsi di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (11/8) siang.

Menurut Sekretaris LPTNU Lukmanul Khakim, salah satu yang dibahas pada pertemuan pertama ini adalah agenda untuk memberikan pendidikan anti-korupsi bagi seluruh civitas akademika yang bernaung di bawah lembaga pendidikan tinggi NU.

Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU dan KPK Bahas Program Pendidikan Anti-Korupsi

"Jadi agenda ke depan, pendidikan anti-korupsi akan kita tanamkan, baik itu melalui kurikulum maupun nanti ada beberapa tema yang sifatnya bisa disampaikan melalui pelatihan, ada games (juga)," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, program pendidikan anti-korupsi ini sangat penting untuk mahasiswa sebagai kawah candra di muka. "Pengkaderan bagi pemimpin-pemimpin republik ini mulainya dari kampus," katanya.

Mahasiswa yang akan keluar dari kampus dibekali terlebih dulu agar memiliki mental yang kuat dan berintegeritas. Dengan adanya program pendidikan anti-korupsi, mahasiswa selain mendapatkan kompetensi yang didapat dari kampus juga mendapatkan integritas. Hal itu juga diharapkan bisa diterapkan ke berbagai profesi yang digelutinya usai lulus kuliah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Ketika mereka nanti keluar dan sudah mendapatkan pendidikan anti-korupsi ini, harapan kami, integritas itu terus dijaga. Jadi perpaduan antara kualitas dan integritas melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang kuat, yang maju dan berintegeritas," terangnya.

Setelah pertemuan ini, menurutnya, akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas teknis program kerja sama pendidikan anti-korupsi ini. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw PonPes, Olahraga, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 22 Oktober 2017

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Warga NU, khususnya para kiai dan ustadz hendaknya ekstra hati-hati saat membaca dan menjadikan kitab kuning sebagai pengantar dalam kajian di pesantren dan lembaga pendidikan. Karena disinyalir mulai banyak kitab kuning yang telah dibajak untuk kepentingan tertentu.

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua PW Lajnah Talif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur, Ahmad Najid,? Sabtu (2/5). Karena dalam telaahnya, banyak kitab klasik karangan sejumlah kiai diproduksi ulang oleh pihak lain dengan berkepentingan untuk mengeruk keuntungan. Lebih dari bukan sekadar masalah kerugian secara finansial, yang paling dikhawatirkan pembajakan kitab ini berpotensi merusak isi kitab jika dicetak ulang secara sembarangan.

Bagi alumnus Pascasarjana Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini, pembajakan terhadap kibat kuning di lingkungan kaum nahdliyin ini sebenarnya terjadi sejak lama. Banyak penerbit, terutama penerbit kecil, mencetak ulang kitab kuning tanpa meminta izin penulis atau ahli warisnya. "Bahkan ada yang tidak mencantumkan nama pengarangnya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sekadar contoh, Gus Najib, sapaan akrabnya menceritakan anak dari seorang kiai yang menulis sebuah kitab yakni Manhaj Dzawin Nadzor (Syarah Alfiah As-Suyuti) karangan Syaikh Mahfudz At-Termas. Kitab tersebut dicetak ulang oleh salah satu penerbit dan beredar di pasaran. Tapi, terjadi banyak kesalahan cetak. "Saya tanya teman saya, dia bilang tidak tahu karena tidak pernah minta izin," ungkapnya.

Keluarga Najib juga merasakan pembajakan tersebut. Yakni kitab Tanwirul Hija fii Nadzmi Safiinatun Najah, karya KH Akhmad Qusyairi bin Siddiq, kakak mantan Rais Aam PBNU KH Ahmad Shiddiq. "Dan banyak sekali kitab-kitab klasik NU yang dibajak di pasaran," tandas pengajar di Pesantren Salafiyah Pasuruan ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Najib mengatakan, ada beberapa faktor kitab klasik jadi korban pembajakan. Di antaranya kurangnya kesadaran kaun santri pada pentingnya hak kekayaan intelektual (HAKI). Selain itu, cara berpikir ikhlas di lingkungan kiai, dalam menyebarkan ilmu.

"Kiai kan tidak berpikir finansial dari kitab yang diproduksi. Yang penting dari kitab yang dikarang, ilmu bisa sampai ke pembaca," kata Najib. Nah, kurang sadarnya HAKI dan keikhlasan kiai ini disalahgunakan, lanjutnya.

Karena itu berbarengan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas, LTN NU Jatim akan mengambil sikap untuk menyelamatkan khazanah intelektual karya ulama NU, terutama kitab klasik. LTN juga meminta PBNU memerhatikan masalah ini, juga mendesak pemerintah memfasilitasi penertiban masalah pembajakan kitab kuning.

"Kami akan menginventarisir kitab-kitab apa saja yang dibajak. Selanjutnya, kami akan berupaya untuk memfasilitasi penulis atau ahli waris untuk mengurus hak cipta kitab ke instansi terkait," pungkas Gus Najib. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, News, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 20 Oktober 2017

Wasiat Terakhir Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi merupakan cucu dari  Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang. Ia wafat pada Senin (15/1) pukul 19.10 WIB. 

Pada saat pemakamannya, Selasa (16/1) sejumlah ulama dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, dan Yaman hadir bertakziah. Tokoh dalam negeri seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dan Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono dan tokoh-tokoh lain juga hadir.

Wasiat Terakhir Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasiat Terakhir Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasiat Terakhir Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi

Habib Ali, putra Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi dalam sambutan pemakaman, ia mewakili keluarga agar hadirin membukakan pintu maaf jika almarhum memiliki kesalahan.

Ia juga menyampaikan salah satu wasiat almarhum, yaitu meneruskan pengajian Islamic Center Indonesia (ICI) yang merupakan majelis ta’lim yang dirintis kakeknya, yakni Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang. 

Selain bergaul degan para ulama, semasa hidup, Habib Abdurrahman merupakan sosok pendakwah yang memiliki kedekatan dengan berbagai latar belakang. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam tata cara bergaul pun, ia adalah sosok yang tawadhu, tak segan-segan memuji beberapa seniornya dalam bidang dakwah. Kearifannya tersebut dapat dilihat pada kiprahnya di ICI yang merupakan buah eksperimen di lapangan selama hidupnya. 

Untuk tetap berkembang menjadi lembaga dakwah di tengah-tengah ibu kota, maka tak heran bila ia meminta kepada keturunannya agar ICI tetap diteruskan sesuai misinya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Sunnah, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 19 Oktober 2017

Kiai Maruf Amin: Gerakan Nyata Pertanian Lebih Mulia Dibanding Aksi-aksi Jalanan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin menyatakan pentingnya gerakan nyata pengembangan perekonomian umat. Ia mengapresiasi budidaya jagung di Lamongan yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat di bawah.

Terkait aksi 299, Kiai Maruf yang juga Ketua Umum MUI menyatakan bahwa aksi serupa tak lagi diperlukan.

Kiai Maruf Amin: Gerakan Nyata Pertanian Lebih Mulia Dibanding Aksi-aksi Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Gerakan Nyata Pertanian Lebih Mulia Dibanding Aksi-aksi Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Gerakan Nyata Pertanian Lebih Mulia Dibanding Aksi-aksi Jalanan

Menurutnya, umat Islam lebih membutuhkan aksi nyata di ranah pengembangan ekonomi. Umat membutuhkan berbagai prakarsa multipihak untuk perbaikan taraf hidup mereka.

Kiai Maruf mengapresiasi langkah Pemkab Lamongan, Asosiasi Tani Nelayan Andalan, juga Asosiasi Petani Jagung Indonesia bersama-sama para petani di Lamongan yang mampu meningkatkan hasil jagung mereka hingga 300 persen bila dibandingkan masa panen sebelumnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Inisiatif demikian, tambahnya, lebih mulia ketimbang aksi-aksi yang justru berpotensi memicu kegaduhan, kata Kiai Maruf yang menghadiri Panen Raya Jagung Musim Kemarau 2017 di Desa Kendali Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, Jumat (29/9). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 17 Oktober 2017

Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pelaksanaan ibadah haji lebih dari sekali baik, sudah jelas mubah menurut agama. Namun pelaksanaan haji lebih dari sekali di tengah keterbatasan kuota haji, jelas memasukkan pelakunya ke dalam daftar mereka yang berperilaku tercela. Pasalnya, pelaksanaan haji lebih dari sekali jelas mengurangi kuota calon haji wajib.

Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral

Isu ini mengemuka dalam forum bahtsul masail pra muktamar NU yang diadakan PBNU di pesantren Krapyak, Yogyakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3).

Beberapa kiai mendasarkan perilaku tercela ini pada ghosob yang secara otomatis hukumnya haram. Menurut mereka, orang yang melaksanakan ibadah haji lebih dari sekali merampas secara nyata hak kuota orang lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salah satu peserta forum ini KH Muzammil menerangkan bahwa ibadah haji kedua atau ketiga hukumnya sunah. Ini sudah maklum. Tetapi hukum haji tidak wajib (kedua atau ketiga kali) yang menghalangi orang lain menunaikan haji wajib ialah haram baik dilarang pemerintah atau tidak. Karena dasarnya, merugikan orang lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Alasan kedua, secara moral orang yang berhaji dua kali mencederai muru’ahnya (harga diri) karena menghamburkan harta (isrof). Menurut Imam Ghozali, termasuk orang yang terpedaya ialah infaq untuk keperluan haji beberapa kali sementara ia meninggalkan tetangga dalam keadaan lapar,” kata Ketua LBM PWNU Yogyakarta mengutip nukilan dari Ihya Ulumiddin di hadapan sedikitnya 40 kiai NU.

Kiai Muzammil juga mengutip qaul Ibnu Masud RA, “Di akhir zaman banyak orang haji tanpa sebab”. Karena itu, Dirjen Haji Kemenag RI perlu membuat aturan penundaan keberangkatan untuk mereka yang pernah melaksanakan haji.

Sedangkan mereka yang pernah ibadah haji perlu menyadari untuk menunda pendaftaran demi memberi kesempatan ibadah haji bagi saudara lain yang belum menunaikannya. Alangkah baiknya ia mengalokasikan dananya untuk kesejahteraan tetangga di sekitarnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Amalan, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw