Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir

Pasuruan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Pasuruan membuat aktivitas warga lumpuh. Beberapa daerah seperti di kawasan Rejoso terendam banjir selama 8 hari berturut-turut. Kondisi ini menggerakkan aktivis PMII Merdeka untuk menggelar aksi sosial.

Sejak Kamis (19/1) aktivis PMII Merdeka mendirikan Posko Pergerakan Peduli Bencana Banjir. Posko yang terletak di jalan utama Rejoso ini tampak mencolok karena letaknya yang strategis di jalur utama Pantura-Bali.

Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir

Terlihat beberapa CSR perusahaan menyalurkan donasi sosialnya melalui posko pergerakan PMII Merdeka.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Komisariat PMII Merdeka M Solichin Ichromullah mengatakan, posko pergerakan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial warga pergerakan melihat situasi bencana banjir yang datang bertubi-tubi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Segala upaya kami optimalkan termasuk menghubungi relasi startegis dan ideologis kami untuk bersama-sama membantu saudara kita yang tertimba musibah," kata Solichin.

Terlihat para aktivis PMII Merdeka sedang sibuk melakukan pengemasan paket sembako yang akan disalurkan ke warga terdampak banjir. Hasanudin, salah satu kader PMII, mengatakan, semangat melakukan aksi ini digerakkan oleh situasi memprihatinkan masyarakat terdampak banjir.

"Rasa sosial dan kemanusiaan kita tergugah melihat situasi ini. Sahabat-sahabat semuanya turun ke jalan walau mereka sedang menjalani Ujian Akhir Semester (UAS),” kata Hasan, mahasiswa semester tujuh ini. (Nain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Warta, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 16 Februari 2018

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline

Chapel Hill, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ribuan orang berkumpul Rabu waktu AS di Chapel Hill untuk mengenang  tiga mahasiswa muslim yang dibunuh seorang pria bersenjata yang menembak mati ketiganya dalam gaya orang mengeksekusi. Peristiwa ini mengguncang kota kecil yang menjadi kota kampus tersebut.

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline

Sahabat dan sanak keluarga membanjiri kampus Universitas North Carolina untuk mengenang Deah Shaddy Barakat (23), istrinya Yusor Mohammad (21), dan adik perempuannya Razan Mohammad Abu-Salha (19).

Ketiganya diduga dibunuh oleh tetangga mereka, Craig Stephen Hicks (46) yang laman Facebook-nya dipenuhi pandangan-pandangannya yang anti agama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam akun Facebook pribadinya, Craig mengaku sebagai seorang ateis. Salah satu pernyataan di akun itu: “Agamamu telah banyak membuat kerugian di dunia. Saya tak hanya berhak, tapi memiliki tugas, untuk melecehkan [agamamu].” Pernyataan itu tidak menyebut agama tertentu, seperti dilansir oleh The Wall Street Journal.

Pembunuhan ini tengah diselidiki polisi Chapel Hill sebagai kejahatan berlatar belakang kebencian dan memicu kemarahan besar muslim seluruh dunia. Craig didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama (pembunuhan terencana) yang sanksi minimumnya hukuman mati atau hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembunuhan ini mengguncang kota pendidikan tersebut di mana ribuan orang rela melawan dingin untuk menyampaikan belasungkawa mereka.

"Kita kehilangan tiga orang warga dunia dan negara ini yang luar biasa. Tetapi saya kira mereka telah mengilhami  ribuan orang," kata Farris Barakat, abang Deah kepada kumpulan manusia yang berkumpul.

Dia mengenang adiknya yang mahasiswa UNC ini sebagai orang yang mencintai olah raga, profesinya dan canda kasar Chris Rock, begitu foto-foto ketiga mahasiswa itu tampak di layar raksasa.

Namun Barakat menyeru masyarakat menahan diri dan meminta tidak membiarkan pembunuhan ini memicu timbulnya aksi kekerasan lebih jauh.

"Jangan padamkan api dengan api...pembunuhan ini sangat mungkin merupakan aksi yang didorong iblis dan dan untuk menakuti orang yang tidak peduli, jangan biarkan ketidakpedulian menyebar dalam hidup Anda, jangan balas ketidakpedulian dengan ketidakpedulian," kata dia.

Barakat dan Mohammad menikah Desember lalu. Pengantin baru ini berencana kuliah kedokteran gigi pada Agustus nanti. Adik perempuannya berkuliah di Universitas Negara Bagian North Carolina (NCSU).

Mereka mengenang Yosur sebagai perempuan terbaik yang mereka kenal.

Para pengiring pengantin Mohammad mengenang Yosur berencana lari maraton, janjinya untuk bermeditasi dan untuk masjid, serta kecintaannya pada sereal untuk sarapan. Mereka mengenang Yosur sebagai wanita yang baik.

"Yosur adalah seorang yang paling tidak berdosa, orang paling baik yang pernah saya kenal dalam seluruh hidup saya. Saya bahkan tak bisa membayangkan mengapa hal ini bisa terjadi padanya, hal yang sama berlaku untuk Deah," kata Omar Abdul-Baki, presiden himpunan mahasiswa fakultas kedokteran gigi UNC, di depan barisan mahasiswa kedokteran gigi yang mengenakan jaket putih.

Barakat, putra seorang imigran dari Suriah, dikenang atas kerja sosialnya, menawarkan praktik pemeriksaan gigi secara gratis dan tengah menabung untuk perjalannya ke Turki guna membantu pengungsi Suriah.

Teman semasa kecilnya, Abdul Salem, berkata kepada orang-orang yang berkumpul mengenai dampak dari ketiga orang itu.

Dia mengenang Barakat sebagai orang yang selalu tersenyum dan selalu berpikir positif. "Jelas ketika tragedi terjadi orang cenderung mengenang yang baik-baik saja. Namun saya meminta kepada siapa pun untuk mengenang apa saja selain itu tentang mereka," kata dia.

"Ini adalah kesempatan bagi semua orang untuk berhenti dan mengenang tidak saja hal-hal positif, namun mengenang mereka dan tidak mengenang mereka tidak hanya karena tragedi ini."

Wali kota Chapel Hill Mark Kleinschmidt menyebut ketiganya sebagai tiga warga teladan dan bersumpah untuk menegakkan keadilan.

"Apa pun pemikiran konyol dan tak terbayangkan yang telah mendorong aksi ini, dia telah melakukan itu,"  kata dia merujuk Craig.

Kleinschmidt bersumpah untuk maju terus dan menyatakan luka masyarakat akan pulih kembali.

Pemakaman ketiga mahasiswa ini akan diadakan Kamis malam atau Jumat pagi WIB di Asosiasi Islam di Raleigh, demikian AFP. (antara/mukafi niam) Foto wsj/ap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Berita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 02 Februari 2018

Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah

Sragen, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Mustofa Bisri atau Gus Mus hadir dalam acara khataman Al-Qur’an dan peringatan haul para pendiri Pesantren An-Najah Gondang Sragen KH Ahmad Djisam bin KH Abdul Mannan dan H Barmawi, Senin (18/8) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, ulama yang akrab disapa Gus Mus itu menyampaikan pentingnya sanad seorang guru dalam mencari ilmu. “Makanya di pesantren, silsilah ini penting dan dapat dipertanggunjawabkan. Semisal di sini (An-Najah,-red) silsilah Al-Quran dari Mbah Umar dan Mbah Munawwir Krapyak yang bersambung hingga kepada Nabi Muhammad saw.” tutur Gus Mus.

Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah

Gus Mus juga mengingatkan kepada para santri yang tengah mempelajari dan menghafalkan Al-Quran, agar seanantiasa memiliki akhlakul karimah. “Anak-anak yang khatam, jangan hanya hafal quran tapi juga berakhlak. Jangan sampai hafal quran tapi tidak berakhlak,” kata pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, pengasuh Pesantren An-Najah KH Minanul Aziz Syathori, mengatakan acara peringatan haul ke-25 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan.

“Satu minggu sebelum acara, kami mengadakan acara sema’an quran di kampung-kampung. Selain itu juga ada kegiatan ziarah dan lomba karena bertepatan dengan momentum Agustusan,” terang Kiai Minan. (Ajie Najmuddin/Anam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 04 Januari 2018

NU Kota Semarang Gelar Jalan Sehat

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dalam rangka peringatan hari lahir ke-91 NU sekaligus hari ulang tahun ke-457 Semarang, PCNU Kota Semarang menggelar Jalan Sehat pada Ahad, 25 Mei.

Sekitar 10 ribu peserta, mulai dari anak-anak sampai orang tua turut bergembira memenuhi rute yang dimulai dari depan Masjid Baiturahman - Jalan Gajahmada - Jalan Suyudi - Jalan Thamrin - Jalan Tri Lomba Juang dan finish di Lapangan Simpang Lima. Para pengurus NU, badan otonom, lembaga dan lajnah semuanya berpartisipasi. Walikota Semarang, Hendrar Prihadi juga hadir pada kesempatan tersebut.?

NU Kota Semarang Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Semarang Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Semarang Gelar Jalan Sehat

Selain bisa menambah kesehatan dan silaturrahmi, mereka yang beruntung bisa menang dengan mendapatkan hadiah utama umroh, kendaraan bermotor, kulkas TV dan banyak hadiah hiburan lainya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk puncak dalam rangkaian acara ulang tahun NU ke-91 Hijriah, akan dilaksanakan di tempat yang sama tanggal 11 Juni 2014 dengan acara sholawat dan tahlil bersama juga pemotongan 1000 tumpeng dengan tausiyah Rais Aam KH ? Musthofa Bisri dan sholawatan Habib Syeh dari Solo. (Takhsin/Mukafi Niam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Jepara,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gebyar budaya dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Jepara tahun 2017 cukup memikat hati masyarakat. Buktinya gelar budaya yang dipusatkan di alun-alun Jepara, Ahad (22/10) dipadati ratusan pengunjung.

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Sebagaimana penuturan panitia HSN kabupaten Jepara, ada 11 grup yang tampil di antaranya rebana (MA Safinatul Huda Sowan Lor), tari (MTs Hasyim Asyari Bangsri), pop song (MTs Al Hidayah Langon), gerak dan lagu (MI Al Hidayah Langon), musikalisasi puisi (MTs-MA Mathalibul Huda Mlonggo), pagar nusa (MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan), perkusi (MA Darul Hikmah Menganti) serta jathilan (pesantren Mathaliul Anwar Tahunan).

Ketua Panitia M. Ainunniam melaporkan bahwa kegiatan diadakan untuk memunculkan kesenian santri, pelajar dan masyarakat yang tidak terekspos.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia menilai sebenarnya ada bakat-bakat terpendam santri-santri yang ada di Jepara. Konsepnya pesantren, sekolah dan masyarakat umum yang mempunyai grup kesenian diundang oleh panitia.

“Alhasil kali ini kami mengundang kumpulan remaja yang berjumlah 11 grup,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan ini menurut pantauan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw cukup menghibur masyarakat Jepara. Apalagi saat pentas-pentas yang menegangkan misalnya atraksi pagar nusa maupun jathilan tidak sedikit penonton yang mengabadikan pertunjukan tersebut baik lewat foto maupun video.

Sehingga papar lelaki yang kerap disapa Gus Aik itu gelar budaya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang berada di sekitar alun-alun. Juga untuk semakin mengenalkan HSN kepada masyarakat.

“Ada sebagian masyarakat yang belum tahu tentang hari santri. Jadi ini momen yang tepat untuk lebih mengenalkannya,” tambahnya.

Harapannya ialah simbiosis mutualisme, saling menuai keuntungan antara panitia dan peserta pentas. Kesenian-kesenian yang mereka pentaskan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Lalu bagaimana selanjutnya, Gus Aik yang tinggal di Gemiring Kidul Nalumsari Jepara itu menandaskan tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya.

“Mau diuri-uri atau malah sebaliknya,” pungkas dia. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Nahdlatul, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 08 Desember 2017

Kader Ikut Pilkada, NU Tidak Ikut Campur

Mataram, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Panitia Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017, Robikin Emhas menegaskan NU secara kelembagaan tidak akan mengurusi politik praktis di Pilkada serentak 2017.

Hal itu ditegaskan Robikin dalam jumpa pers yang digelar beberapa saat sebelum dibukanya Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Mataram, NTB, Kamis, (23/11) pagi.

Kader Ikut Pilkada, NU Tidak Ikut Campur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ikut Pilkada, NU Tidak Ikut Campur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ikut Pilkada, NU Tidak Ikut Campur

Robikin menjelaskan, pihaknya memandang, tidak pantas jika NU mengurusi Pilkada sebagai bagian dari penerapan politik praktis.

“Urusan politik praktis itu bukan urusan NU,” ujarnya saat dimintai tanggapannya soal sikap NU terkait tampilnya sejumlah kader NU di Pilkada NTB.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, NU secara kelembagaan akan lebih fokus mengurusi aspek-aspek yang menyangkut perbaikan di ranah kebangsaan, perdamaian hingga ekonomi umat.

Kalaupun ada kader NU yang tampil di Pilkada dan ingin menjaring suara kalangan Nahdliyyin, Robikin menegaskan hal itu menjadi wilayah personal dari masing-masing pihak. Sebab, bagaimanapun juga, sebagai warga negara mereka memang memiliki hak politik.

“Kita serahkan (kepada sikap) mereka secara pribadi,” tegasnya sembari menambahkan bahwa persoalan ini juga nantinya akan diserahkan pada sikap para kyai NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Robikin menambahkan,saat ini NU telah mendorong agar warganya terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang telah menjadi medan baru dalam syiar Islam. Ia meniai, saat ini, perang yang terjadi adalah perang media, yang berbasiskan teknologi digital.

Karenanya, penguasaan aspek yang satu ini dipandang cukup urgen.

“Kita kembangkan sarana teknologi modern sebagai sarana dakwah. Intinya NU siap menyambut era digital,” ujarnya.

Agenda Munas Alim Ulama dan Konbes ini merupakan agenda yang digelar PBNU setiap dua tahun sekali. Dua agenda ini menempati posisi strategis karena menjadi mekanisme perumusan kebijakan tertinggi kedua setelah muktamar NU. 

Munas Alim Ulama akan membahas beragam isu keagamaan yang tengah mewarnai kehidupan umat dan bangsa. 

Munas Alim Ulama akan terangkai dalam sejumlah agenda, yaitu pembahasan masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah). 

Sementara itu, materi Konbes NU akan membahas hal-hal yang menyangkut keorganisasian. Materi pertama Konbes NU akan fokus membicarakan program-program NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang berlandaskan faham ahlussunnah wal Jama’ah. Materi kedua lebih berfokus pada pembahasan PO (Peraturan Organisasi) yang penyebutan resminya diistilahkan dengan Peraturan Nahdlatul Ulama. 

Sedangkan materi ketiga adalah rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah sebagai panduan dalam pengambilan kebijakan. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tri Rismaharini Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU Kota Surabaya

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini mengahdiri pelantikan pengurus baru Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Surabaya, Ahad, (18/1). Acara pelantikan sekaligus seminar ini digelar di Gedung Self Access Center (SAC) UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tri Rismaharini Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU Kota Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tri Rismaharini Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU Kota Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tri Rismaharini Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU Kota Surabaya

Pelantikan dan seminar bertajuk ‘Meneguhkan Eksistensi Dan Peran Pelajar Indonesia di Era Pasar Bebas dan Penjajahan Ekonomi Baru’ ini, Risma, sapaan akrabnya memberikan motivasi kepada pengurus IPNU-IPPNU Kota Surabaya dan peserta yang hadir untuk mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas dengan sikap kemandirian dan meningkatkan kualitas diri sebagai pelajar.?

“Kita tidak boleh bergantung pada orang lain, buatlah orang lain bergantung pada kita,” ungkap walikota terbaik dunia ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Risma juga membagikan pengalaman bagaimana memimpin Kota Surabaya yang dulu tidak dikenal dunia menjadi Surabaya yang sekarang diakui oleh dunia internasional. Menurutnya, semua dilalui dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, terus mengembangkan diri dan belajar kepada siapa pun, kapan pun dan dimana pun.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kalian bisa lihat sendiri seperti apa Surabaya sekarang ini,” ucap Risma disambut riuh tepuk tangan seluruh peserta yang hadir.

Hadir juga staf Kemenpora RI Bidang Pengarusutamaan Pemuda Dra. Adiati Noerdin, M.M dan Ketua Lembaga Kajian Pesantren dan Demokrasi Tebuireng, Gus Roy Murtadho. Keduanya mengupas tentang peran pelajar dalam menghadapi pasar bebas dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam seminar.

Acara ini dihadiri juga oleh pengurus IPNU-IPPNU dari tingkat komisariat, ranting dan anak cabang serta perwakilan organisasi pemuda lintas agama dan pelajar SMA/SMK/MA se-Kota Surabaya. (M. Sholeh Anas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 01 Desember 2017

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Tangier, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Menjadi sebuah kehormatan khusus bagi PCINU Maroko. Kali ini diundang oleh Jamíyyah Sidi Thalhah, Lembaga Pemerhati Lingkungan dan Karya Klasik yang bekerjasama dengan ASMIB (Assosiation Morocco Indonesia Brotherhood) untuk menghadiri acara Pekan Budaya.

Acara ini untuk dalam memperingati Sidi Thalhah dengan tema: “Perjuangan Al-Wali Sidi Thalhah Al-Darij dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Maroko dan Pribadi Keagamaanya” yang berlangsung di dua kota, Tetouan dan Tangier 15-16 September 2012.

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Acara ini dihadiri oleh Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, KH Tosari Wijaya yang diundang untuk menyampaikan pidatonya dalam pembukaan seminar Pekan Budaya ini. Turut hadir juga penasehat Hukum Menteri Luar Negeri Maroko, Dr Ibrahim Amusi, Ketua Majlis Ilmi Tetouan,  Dr Abdlu Ghofour An-Nasir, Sejarawan Maroko, Mohamed Ben Azuz Hakiem, Ketua Organisasi Dakwah Islam Chefchaouen, Maroko, Ali Raisuni, Perwakilan Dubes Malaysia, Delegasi Pelajar Turki di Maroko, pejabat KBRI Rabat, para Tokoh dan Ulama Maroko serta tamu undangan. Sedangkan dari Delegasi PCINU sendiri diwakili oleh Dewan Mustasyar (H Husnul Amal Masúd), Sekretaris (Rifqi Maula) dan Koordonator LPNU (Sri Hidayanti) serta beberapa anggota NU Maroko.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam acara ini, selain bertujuan memperingati sosok Sidi Thalhah sebagai Pejuang Kemerdekaan Maroko. Juga diperingati sosok Almarhumah Mahsushoh Ujiati, Istri KH Tosari Wijaya yang mendapatkan anugerah penghargaan sebagai pejuang muslimah hubungan Indonesia-Maroko yang wafat di Maroko pada tahun 2011 yang lalu.

Rangkaian acara ini diawali dengan pembukaan seminar yang diisi oleh sambutan-sambutan dari beberapa Tokoh dan Pakar sejarah Maroko. Tidak ketinggalan pula tim Rebana PPI Maroko yang tergabung dalam anggota luar biasa (STAINU), ikut memeriahkan pembukaan Pekan Budaya ini. Acara ini masih berlangsung dengan berbagai agenda seperti festival musik khas Maroko dan sholawatan yang akan diselenggarakan di Malosa-Tangier.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dubes RI untuk Kerajaan Maroko dalam pidatonya mengatakan, “Ketika kita membicarakan hubungan Indonesia-Maroko, maka tidak pernah terpisahkan dari peran ulama Maroko dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti Ibnu Bathutoh dan Maulana Malik Ibrahim serta Pejuang Imama Bonjol yang ibunya berasal dari Maroko. Maka tidak heran jika Islam moderat di Indonesia sama dengan Islam moderat di Maroko.”

Prof Dr Mariam Ait Ahmed dalam sambutannya mengatakan,”Saya sangat salut dengan warga Indonesia yang sangat menghormati ulama Maroko dan karya-karyanya, seperti melanggengkan Dalailul Khoirat dalam setiap wiridnya…”

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, IMNU, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 25 November 2017

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya!

Di zaman sekarang ini, mencari keterangan terkait suatu ilmu sangatlah mudah. Cukup membuka ponsel atau komputer, menelusuri di internet, banyak ditemukan keterangan yang diinginkan. Tidak hanya dalam bentuk tulisan, namun juga bisa video maupun gambar. Demikianlah salah satu model masyarakat modern dalam mencari sumber-sumber ilmu, apalagi ilmu agama.

Perlu Anda ketahui, pencarian dalam mesin-mesin penelusur seperti Google dibuat berdasarkan algoritma pencarian. Kata per kata, kalimat per kalimat, apa yang paling banyak dicari, itulah yang akan muncul. Pilihan jawaban yang Anda cari tentang suatu ilmu, ditentukan dengan kata apa yang anda masukkan dalam pencarian.

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya!

Kendati jawaban-jawaban praktis sudah banyak tersedia di internet, ada baiknya seorang pencari ilmu agama tetap mengandalkan para ahli ilmu agama yang sudah bertahun-tahun mendalami suatu ilmu dan menggunakannya di masyarakat.

Dalam kitab Kifâyatul Atqiyâ’ karya Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad Dimyathi, disebutkan suatu syair dari kitab Hidâyatul Adzkiyâ’ karya Syekh Zainudin al Malibari:

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ? # ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mintalah penjelasan dari guru dan tinggalkan apa yang tampak

Dari pemahamanmu yang terburu-buru dari kitab, serta bertanyalah (pada ahli ilmu)



Apa maksudnya? Syekh ad-Dimyathi menyebutkan perlunya seorang yang belajar agama tidak memahami suatu keterangan yang ia tahu dari Al-Qur’an, hadits, ataupun kitab, secara tekstual saja, tanpa pemahaman yang mendalam. Hendaknya ia bertanya sampai benar-benar yakin, dan menyimak keterangan sang ahli tentang suatu permasalahan.

Semisal seorang pelajar atau pencari ilmu sudah bisa membaca bahasa Arab dari kitab-kitab lainnya, atau ada keterangan dari internet yang ditemukan, kerap ada penjelasan maupun keterangan yang berbeda dari apa yang dimaksud sang pengarang. Ketika ada yang meragukan dan mengherankan, hendaknya ditangguhkan dan diklarifikasi kepada pengajar. Apalagi dalam Al-Qur’an dan hadits yang tidak bisa serta merta langsung diamalkan tanpa petunjuk dari ahli ilmu nan bijaksana.

Sahabat Nabi dahulu ketika tidak memahami suatu permasalahan agama, selalu menanyakannya kepada Nabi. Kita tahu bahwa para sahabat adalah orang-orang terdepan yang tahu tentang agama, namun mereka tidak terburu-buru dengan pemahamannya dan selalu ditanyakan kembali kepada Nabi.

Seperti disebutkan di atas, pemahaman yang terburu-buru dengan hanya memahami keterangan dari internet itu perlu disertai juga dengan keinginan untuk bertanya kepada ahlinya. Toh ahli agama ini bukan hanya yang pandai menukil ayat dan hadits, serta pandai membaca kitab. Namun juga ahli agama yang waskita, bijak dalam memberikan keterangan karena ia hidup bersama masyarakat.?

Dengan demikian, mencari ilmu agama tidak hanya soal ada keterangan atau tidak saja. Internet membuatnya jadi mudah. Tapi, jangan lupa, untuk tetap bertanya kepada ahli agama yang bijak lagi santun di sekitar kita. Jika ditanyakan pada orang yang tepat, Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Pertandingan, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 22 Oktober 2017

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Warga NU, khususnya para kiai dan ustadz hendaknya ekstra hati-hati saat membaca dan menjadikan kitab kuning sebagai pengantar dalam kajian di pesantren dan lembaga pendidikan. Karena disinyalir mulai banyak kitab kuning yang telah dibajak untuk kepentingan tertentu.

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadalah, Banyak Kitab Kuning Telah Dibajak

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua PW Lajnah Talif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur, Ahmad Najid,? Sabtu (2/5). Karena dalam telaahnya, banyak kitab klasik karangan sejumlah kiai diproduksi ulang oleh pihak lain dengan berkepentingan untuk mengeruk keuntungan. Lebih dari bukan sekadar masalah kerugian secara finansial, yang paling dikhawatirkan pembajakan kitab ini berpotensi merusak isi kitab jika dicetak ulang secara sembarangan.

Bagi alumnus Pascasarjana Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini, pembajakan terhadap kibat kuning di lingkungan kaum nahdliyin ini sebenarnya terjadi sejak lama. Banyak penerbit, terutama penerbit kecil, mencetak ulang kitab kuning tanpa meminta izin penulis atau ahli warisnya. "Bahkan ada yang tidak mencantumkan nama pengarangnya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sekadar contoh, Gus Najib, sapaan akrabnya menceritakan anak dari seorang kiai yang menulis sebuah kitab yakni Manhaj Dzawin Nadzor (Syarah Alfiah As-Suyuti) karangan Syaikh Mahfudz At-Termas. Kitab tersebut dicetak ulang oleh salah satu penerbit dan beredar di pasaran. Tapi, terjadi banyak kesalahan cetak. "Saya tanya teman saya, dia bilang tidak tahu karena tidak pernah minta izin," ungkapnya.

Keluarga Najib juga merasakan pembajakan tersebut. Yakni kitab Tanwirul Hija fii Nadzmi Safiinatun Najah, karya KH Akhmad Qusyairi bin Siddiq, kakak mantan Rais Aam PBNU KH Ahmad Shiddiq. "Dan banyak sekali kitab-kitab klasik NU yang dibajak di pasaran," tandas pengajar di Pesantren Salafiyah Pasuruan ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Najib mengatakan, ada beberapa faktor kitab klasik jadi korban pembajakan. Di antaranya kurangnya kesadaran kaun santri pada pentingnya hak kekayaan intelektual (HAKI). Selain itu, cara berpikir ikhlas di lingkungan kiai, dalam menyebarkan ilmu.

"Kiai kan tidak berpikir finansial dari kitab yang diproduksi. Yang penting dari kitab yang dikarang, ilmu bisa sampai ke pembaca," kata Najib. Nah, kurang sadarnya HAKI dan keikhlasan kiai ini disalahgunakan, lanjutnya.

Karena itu berbarengan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas, LTN NU Jatim akan mengambil sikap untuk menyelamatkan khazanah intelektual karya ulama NU, terutama kitab klasik. LTN juga meminta PBNU memerhatikan masalah ini, juga mendesak pemerintah memfasilitasi penertiban masalah pembajakan kitab kuning.

"Kami akan menginventarisir kitab-kitab apa saja yang dibajak. Selanjutnya, kami akan berupaya untuk memfasilitasi penulis atau ahli waris untuk mengurus hak cipta kitab ke instansi terkait," pungkas Gus Najib. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, News, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 20 Oktober 2017

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tradisi peuphon kitab (memulai kitab) menjadi salah satu bukti penghormatan santri terhadap ilmu dan pemiliknya. Kebiasaan ini dilakukan di hampir seluruh dayah atau pesantren tradisional di Aceh. Seperti yang berlangsung di Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Santri kelas III Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Rabu (24/12), menggelar kegiatan tersebut bersama Abi Zahrul Mubarrak, putra Abu MUDI Mesra Samalanga. Peuphon kitab dimulai dengan pemberian hadiah bacaan surat al-Fatihah untuk pengarang kitab.

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah

Kitab pertama yang dimulai dalam tradisi rutin yang bertujuan mengharap keberkahan (tabaruk) kali ini adalah Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin Al Malibari, Syarh Waraqat karya Syekh Jalal al-Mahalli yang merupakan uraian dari kitab ushul fiqih karangan Imam Haramain, dan Kitab Nazam Sulam Munauraq karya Syekh Abdurrahman Al-Ahdhari.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam siaran pers yang diterima Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Abi Zahrul memperkenalkan kitab tersebut satu persatu kepada santri lengkap dengan biografi singkat pengarangnya. Salah satu pelajaran penting yang dapat dipedomani, menurut Abi, adalah pentingnya sebuah nama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kitab Qurratul Ain, misalnya, bermakna penyejuk jiwa. Nama ini menjadi salah satu doa tersirat sang pengarang (mushannif) agar menarik bagi pembacanya. “Bek sampe kitab baro geubuka, santri kadipreh-preh pajan su lonceng,” kata Abi yang disambut tawa santri Batee Iliek.

Abi juga heran ada sebagian orang yang terkadang memberikan nama anaknya terlebih dahulu, baru mencari tahu arti belakangan. Padahal, dalam Islam nama adalah perkara yang sangat penting dan bagian dari doa.

Ia menguraikan panjang lebar tentang perbedaan fiqih, ushul fiqih dan qaidah fiqih saat mengawali pembelajaran kitab Waraqat. Ushul fiqih merupakan sekumpulan teori yang digunakan oleh para mujtahid untuk menggali hukum fiqih, jadi secara teori ushul fiqih lahir sebelum fiqih, sedangkan qaidah fiqih justru lahir setelah fiqih.

Satu hal lain yang menarik dari kitab ini adalah hasyiah-nya (penjabaran atas syarah) yang dikarang orang Indonesia, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Abi menceritakan bahwa dulu banyak ulama Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah yang mengajar di Masjidil Haram sebelum Arab Saudi dikuasai oleh kalangan Wahabi.

Dalam mengomentari kitab Sulam Munauraq dalam fan mantiq, salah satu hal yang disampaikan oleh Abi adalah letak perbedaan antara filsafat Islam dan filsafat barat. “Filsafat Islam berangkat dari keyakinan, sedangkan filsafat barat berangkat dari keraguan,"

Kemudian dalam hal pencapaian ilmu, filsafat barat hanya berorientasi pada mahsus (indrawi) dan al-‘aqlu (rasio), sedangkan filsafat Islam dalam pencapaian ilmu diklasifikasikan dalam tiga hal, mahsus, al-‘aqlu dan tawatur yaitu sesuatu yang bersumber dari Alquran dan hadis dengan periwayatan dalam jumlah ramai.

Di akhir pengajian muqaddimah Mantiq, Abi Zahrul menceritakan sosok Syekh Abdurrahman Al-Ahdhari yang mengarang kitab Mantiq ini pada usia 21 tahun. Namun, ternyata masih ada pengarang yang lebih muda dari Syekh al-Ahdhari yaitu Ibnu Hajib yang mengarang nazam Jamal al-Khawanji pada usianya yang masih 6 tahun. Acara peuphon kitab ini diakhiri dengan salam-salaman yang dipandu dengan shalawat badar. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Khutbah, IMNU, Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 10 Oktober 2017

IPPNU Imbau Pelajar Tidak Euforia Pascapengumuman UN

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) mengimbau para pelajar untuk tidak euforia setelah daftar kelulusan diumumkan. Karena, kebahagiaan yang diwujudkan secara berlebihan, tidak menunjukkan sikap seorang terpelajar.

IPPNU Imbau Pelajar Tidak Euforia Pascapengumuman UN (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Imbau Pelajar Tidak Euforia Pascapengumuman UN (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Imbau Pelajar Tidak Euforia Pascapengumuman UN

Demikian dikatakan Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw per telepon, Kamis (24/5) malam.

Menurutnya, kebahagiaan itu bisa diwujudkan dalam aneka bentuk ekspresi positif sebagai rasa syukur. Ekspresi positif mengambil bentuk misalnya bakti sosial terkait pendidikan atau lain kegiatan yang bermanfaat di masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kita harus menyudahi cara-cara lama pengungkapan kebahagiaan setelah kelulusan. Corat-coret seragam sekolah, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, pawai di jalan umum, atau bahkan tawuran antarsekolah, mesti dihentikan,” tegas Farida Farichah.

Mereka yang lulus dalam ujian, lanjut Farida, sebaiknya mempersiapkan atau setidaknya mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau perencanaan masa depan agar menjadi lebih baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sedangkan pelajar yang belum beruntung pada ujian nasional kali ini, menjaga mental untuk tetap optimis dan kejernihan berpikir. Dengan tabah dan lapang dada, ia cukup mempersiapkan diri dalam ujian susulan, kata Farida.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, IMNU, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 September 2017

Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendorong agar diakhir tahun 2018 atau awal tahun 2019, revisi terjemah Al-Qur’an sudah kelar, hingga Al-Qur’an bisa dicetak dan dipakai masyarakat. 

“Harapan saya, pada akhir 2018 atau awal 2019, revisi terjemah Al-Qur’an sudah selesai, hingga Al-Qur’an bisa dicetak dan dipakai masyarakat,” harap Menag kepada Tim Revisi Terjemah al-Qur’an (Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an) Badan Litbang Kemenag yang menemuinya di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Rabu (11/05) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berharap Revisi Terjemah Qur’an Segera Kelar

Hadir dalam audiensi tersebut, Kabalitbang dan Diklat, Abdurrahman Mas’ud, Anggota Tim Revisi antara lain KH A Malik Madany, Rosihan Anwar, Ahsin S, Muchlis Hanafi, Avdul Ghofur Maimun, Umi Husnul Khotimah, Zarkasi, Deny Hudaeny, Abdul Aziz Sidqi, Arum Ridiningsih, Imam Arif, Joni Syatri, Musaddad dan lain sebagainya. 

Dikatakan Menag, menterjemahkan Al-Qur’an agar sesuai dengan bahasa dan situasi terkini, bukan pekerjaan mudah, butuh ketekunan dalam melihat dan mencermati kata per kata, ayat per ayat bahkan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain, baik dalam satu surat maupun dengan surat lainnya. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, banyak ayat dalam Al-Qur’an yang mempunyai makna dinamis dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saat ini, setiap tahunnya, rata-rata, Al-Qur’an terjemahan dari Kemenag dicetak sekitar 4,5 juta eksemplar. Al-Qur’an mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sejak KH Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama, tepatnya pada tahun 1965. dan hingga kini, terus mengalami revisi untuk menyesuaikan dengan perkembangan bahasa, materi dan lain sebagainya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mewakili Tim Revisi, KH Malik Madany akan berupaya menghadirkan terjemahan Al-Qur’an yang efektif dan efisien. Al-Qur’an terjemahan dari Indonesia dipergunakan pula di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lain sebagainya.

“Dari Juz 1 hingga 2, ada 27 kata/arti yang hendak dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia” kata KH Malik. Red: Mukafi Niam  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 02 September 2017

Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang

Makkah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Terhitung dari awal pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama pada 9 Agustus lalu, saat ini penyelenggaraan haji sudah memasuki hari yang ke-40. Sebanyak 18 jemaah haji Indonesia hari ini kembali dilaporkan meninggal sehingga total jemaah yang wafat berjumlah 163 orang, terdiri dari 149 jemaah haji reguler dan 14 jemaah haji khusus.

Berdasarkan data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, Sabtu (17/9), pukul 07.00 Waktu Saudi, sebagaimana dilansir kemenag.go.id, tambahan 18 jemaah yang wafat berasal dari embarkasi Makassar (UPG), Surabaya (SUB/3), Solo (SOC/4), Medan (MES), Jakarta Pondok Gede (JKG/3), Jakarta Bekasi (JKS/2), Aceh (BTJ/2), Balikpapan (BPN),dan jemaah haji khusus.

Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang

Berikut ini daftar lengkap 139 jemaah yang wafat:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.

2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Embarkasi Solo (SOC) Kloter 018.

6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) Kloter 003.

8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

9. Juani bin Mubin Ben (61). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 006.

10. Asma binti Mian (78). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

11. Tasniah binti Durakim Datem (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 003.

12. Jamaludin bin Badri Kar (58). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

13. Abdullah bin Umar Gamyah (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 001.

14. Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 020.

15. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 011.

16. Siti Maryam binti Ismail (60). Embarkasi Solo (SOC) Kloter 001.

17. Misnawar bin Kasimo Kamujo (76). Embakarsi Surabaya (SUB) Kloter 015

18. Din Azhari Nurina bin Sadid (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 005.

19. Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60). Embarkasi Balikpapan (BPN) Kloter 009.

20. Muhammad Nasir bin Abdul Hamid (64). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 010.

21. Manih binti Siyan Muhammad (71). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 006.

22. Joko Pramono bin H Ali Pramono (41). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 26.

23. Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65). Embarkasi Batam (BTH) kloter 002.

24. Udju Sumiati binti Marhati (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) Kloter 038.

25. Siti Fatonah Binti Supangat Kasmungin (68). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 028.

26. Imam Rifai bin Ngali (60). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

27. Suhaimi bin kadir Abdillah (62). Embarkasi Medan (MES) Kloter 005.

28. Siti Maskanah binti Djumri (66). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) Kloter 013.

29. Zainabon binti Umar Muhammad (71). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 008.

30. Awaludin bin Abu Sahar Tanjung (58). Embarkasi Medan (MES) Kloter 011.

31. Kadiran bin Molyadi Sokaryo (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 022.

32. Yudha Arifin bin Kasah (55). Jemaah haji khusus.

33. Abdul Hamid bin Lapewa Palewa (53). Jemaah haji khusus.

34. Roman bin H. Maeji Suhaedi (58). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 020.

35. Mochamad Subarjah bin Sumawinata R (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 048.

36. Taggi bin Haseng Maggu (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 048

37. Saifuddin bin Buchori Abdullah (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 003.

38. Semi Parsinah binti Wamu Adam (65). Embarkasi Aceh (BTJ) loter 002.

39. Siti Maryam binti Haram (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

40. Aceng bin Nuroddin Hasyim (58). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 018.

41. Adisman Rasidin Salin bin St. Salam (63). Jemaah haji khusus.

42. Warniti binti Samadi Rimin (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 051.

43. Sukardi As Haryanto bin Abu Bakar (78). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 009.

44. Rukiyah bt Muhammad Arif Pane (62). Embarkasi Medan (MES) kloter 011.

45. Sumin Adinoto bn Suto Karso (73). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 028.

46. Zahadi bin Muhayadin Asir (58). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 007.

47. Imo binti Ahmad Umar (73). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 006.

48. Carwit binti Karjani Sarip (51). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 037.

49. Mukijan bin Sodimejoh Muhammad (62). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 032.

50. Siti Sarah binti Abdul Kapi (53). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 014.

51. Abdul Sani bin H Hayani (59). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

52. Emuh Sutrisna Atmadja bin Wardi (79). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 008.

53. Ali bin Lapantje Lakoro (77). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 011.

54. Cholik bin Aguscik Usman (65). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 005, B3343307.

55. Marfuah Amina Toyib binti Mustofa (76). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

56. Nipi binti Mad Ambri Mungkar (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

57. Hawang binti Bungku Ilham (59). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 007.

58. Boniatun binti Dulkahir Kartak (60). Embarkasi Batam (BTH) kloter 17.

59. Hariri bin Mustafa M. Soleh (73). Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG) kloter 37.

60. Dain Nariya bin Satimin (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 29.

61. Rosid bin Kamadi Rani (63). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 061.

62. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58). Jemaah haji khusus

63. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66). Jemaah haji khusus

64. Wawan Barnawi K bin Casmita (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 036.

65. Sikan bin Bait Sabut (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 005.

66. Nana Supena bin Uba R (64). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 010.

67. Budiyanto bin Lihan Suliman (57). Embarkasi kloter Surabaya (SUB) kloter 026.

68. Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur (62). Embarkasi Padang (PDG) kloter 009.

69. Agus Slamet Riyadi bin Cokrowasito (62). Jemaah haji khusus.

70. Munawwaroh binti Muslih Simin (66). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 020.

71. Darmuya bin Jabar Bila (79). Embarkasi Padang kloter 011.

72. Sofyan Soleh Jamhari binti H.M Sohe (74). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 007.

73. Sumi binti Sahrul Towasi (80). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 003.

74. Nur Wachid bin Abdul Majid Samsul (68). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 025.

75. Sahriye binti Sulaiman Kaima (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

76. Sulkan bin Satiman Lasijah (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 063.

77. Sariyana Ganing P binti Laganing (73). Jemaah haji khusus.

78. Djunaide bin Masse Bandu (71). Jemaah haji khusus.

79. Sawi bin Saidin Armidin (73). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

80. Jamhari bin Arip Ardiah (83). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 021.

81. Endah Wirdah binti Sukemi Harja. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 038.

82. Mariyah Komar binti Umar Martawidjaja. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 031.

83. Aen Harmaen bin Suhandi Suhatma (66). Jemaah haji khusus.

84. Ripah binti Ardja Semita (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 056.

85. Sumitro bin Chambali Moh. Sidik (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 036.

86. Nur Pudjimas Saleh bin Muhammad Nur (70). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 027.

87. Rasta Wangsa Mihardja bin P Sayan (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

88. Namin bin Artamin Senang (79). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 013.

89. Badrijanto bin Darmodipuro Kartowijoto (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 008.

90. Sanipah binti Kawi Soleh (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 030.

91. Sarah binti Marjuki Sere (84). Embarkasi Jakarta Pondok (JKG) kloter 033.

92. Sukro bin Gimin Sali (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 039.

93. Sangkut bin Yasin Saguk (60). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 023.

94. Sutadji bin Taredjo Sabar (85). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 034.

95. Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 028.

96. Djumirah binti Karto Temon (82). Embarkasi Solo (SOC) kloter 024.

97. Dimanto bin Sono Dikromo (72). Embarkasi Medan (MES) kloter 017.

98. Mani binti Mamak Isma (49). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

99. Jukih binti Tiyul Kemat (72) Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 029.

100. Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71). Embarkasi Surabay (SUB) kloter 057.

101. Kadi bin Sanggem Suro (63). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 046.

102. Ramly Sudirman bin Marsudin Mile (60). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 022.

103. Huriah binti Abdul Rasyid (62). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 002.

104. Robiah binti Ahmad Dirsad (74). Embarkasi Solo (SOC) kloter 059.

105. Mansur bin Mahtar Mutholib (63). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

106. Buchari bin Abu Bakar Soleh (80). Embarkas Surabaya (SUB) kloter 009.

107. Moch. Busro bin Achmad Zawawi (50). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 021.

108. Sumila binti Atemo Pawiro (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 060.

109. Hasyim bin Idi Asyari (60). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 042.

110. Halimah binti Sulaiman Hasibuan (58). Embarkasi Medan (MES) kloter 002.

111. Nisih binti Sumitro Kurdi (71). Embarkasi Solo (SOC) kloter 005.

112. Syaipul bin Yusuf (66). Embarkasi Padang (PDG) kloter 002.

113. Ramli bin Abdul Aziz Banta (67). Embarkasi Aceh (BTJ) kloter 007.

114. Asjhari bin Syafii Karim (82). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 027.

115. Anih binti Abas Adromi (46). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 047.

116. Musbitun binti Resodiharjo (71). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 025.

117. Shahabuddin bin Abuya H Mansur. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 060.

118. Hozain Effendi bin Wahab Yasim (72). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 009.

119. Kartini Winangsih binti Eben (71). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 025.

120. Siti binti Muhammad Raiman Burjek (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 052.

121. Suparmono bin Wiria Sastra (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 063.

122. Siti Ropiah binti Watas Karsiman (86). Embarkasi Solo (SOC) kloter 052.

123. Hadi Mulyanto bin Atemo (58). Jemaah haji khusus.

124. Shinta Luneira binti Lukman Ibrahim (43). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 067.

125. Nursaida binti Juaro Harahap (42). Embarkasi Medan (MES) kloter 001.

126. Siti Hasniah binti Basirong (62). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 011.

127. Miun bin Naran Sanim (56). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

128. Dahlan bin Kasma Aslim (69). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 005.

129. Rahmah binti Imam Pardi (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 022.

130. Sudarsih binti Mulyo Taruno (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

131. Sudiyono bin Walijo Wongsodikromo (61). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 008.

132. Taharudin bin Sahed Ahmad (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 001.

133. Bahtiar bin Anwar Buttu (56). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 005.

134. Sukasmi binti Somo Wigeno (71). Embarkasi Solo (SOC) kloter 035.

135. Sidek bin Mappiase Paddai (66). Jemaah haji khusus

136. Mudjiran bin Samingun Karyadi (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 023.

137. Jaya bin Sanadi Masiyan (68). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 044.

138. Empat Suparti binti Saleh (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 058.

139. Asih binti Hamdi H. Husin (63). Jemaah haji khusus.

140. Nastangin bin Tjakra Pawira (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 034.

141. Titi Hodidjah binti Bahrum (62). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 003.

142. Muhamat Subhan bin Mastur Masud (45). Embarkasi Solo (SOC) kloter 004.

143. Asni binti Kamil Tamin (63). Embarkasi Batam (BTH) kloter 017.

144. Sairoh bin Usman Dulhamid (52). Jemaah haji khusus.

145. Retno Sri Suhamani bin M. Soebandi (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 62.

146. Nursi binti Bunga Baba (54). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 008.

147. Mohammad Aminin bin H Imam Rofii (70). Embarkasi Surabaya (SUB) klter 059.

148. Saadi bin Khasan Rasmun (83). Embarkasi Solo (SOC) kloter 002.

149. Nurdiyah binti Irsyad Sahib (72). Embarkasi Solo (SOC) kloter 050.

150. Taisma binti Abdul Malik Sihombing (52). Embarkasi Medan (MES) kloter 002.

151. Jasid bin Masjen Santari (63). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 038.

152. Suparman bin H Saim Radimin (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 069.

153. Mahmud bin Tordjo Rubanu (67). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 062.

154. Unah Inayah binti Akhsan (59). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 051.

155. Ambrin bin Achmad Iking (75). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 045.

156. Fatimah bint Muhammad Sabi (84). Embarkasi Aceh (BTJ) kloter 001.

157. Dakirun bin Kholidin Sanmufid (61). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

158. Iskandar bin Rangrang Palwangi (88). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 012.

159. Jakob Mulja Atmadja bin Abu Zakaria (78). Embarkasi Solo (SOC) kloter 035.

160. Kardiwansyah bin Usmin Tawang (61). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 050.

161. Elyati binti Abdul Rohim (51). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) klote 015.

162. Muhammad Hilman bin Abu Bakar (61). Jemaah haji khusus

163. Khalida Emma binti Mach Arrasyid (37). Embarkasi Aceh (BTJ) kloter 007.

(Red. Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Humor Islam, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 25 Juli 2017

IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebagai organisasi kemasyarakatan, Ikatan Pelajar NU dan Fatayat NU jangan mudah terbawa arus. Apalagi, arus yang dialirkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi. Karena bila sampai terbawa arus, maka tujuan awal organisasi bisa berbelok dan salah arah.

Himbauan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang NU Brebes H Athoillah SE saat menerima audiensi Pengurus IPNU-IPPNU dan Fatayat NU di Gedung NU Jalan Yos Sudarso Komplek Islamic Center Ahad (27/6).

IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus

“Banyak orang yang mengaku reformis, nyatanya cuma bikin repot yang ujung-ujungnya hanya jadi pengemis,” terang Athoillah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Reformis sejati, lanjutnya, adalah manusia-manusia pembangunan yang dengan gigih memperjuangkan kemaslahatan umat tanpa pamrih. Tidak membuat kerusakan dan keonaran. Organisasi IPNU-IPPNU maupun Fatayat bisa menjadi reformis dengan cara mengelola organisasi secara professional.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Mengelola organisasi dengan bekal kemampuan ilmu, kompetensi, teknologi dan etika serta moral adalah jiwa reformis sejati,” tandasnya.

Dia menyarankan, pemimpin organisasi jangan hanya mampu berorasi di depan masa tapi tidak mempunyai masa depan. “Pandainya hanya berteriak-teriak, menggugat tapi tidak memiliki visi dan misi yang jelas,” kritiknya.

Menurut Ketua PC IPNU Brebes Ahmad Munsip, Audiensi Pengurus IPNU-IPPNU berkaitan dengan akan diselenggarakannya Konferensi Cabang IPNU-IPPNU. Konfercab itu sendiri akan digelar pada 2-4 Juli mendatang di Pondok Pesantren Darunajat Bumiayu Brebes. Segala persiapan mencapai 75 %. Untuk itu dirinya mohon doa restu pada Pimpinan Cabang NU.

Sementara Ketua PC Fatayat NU Brebes Hj Farah Evi beraudiensi dengan Ketua PCNU terkait akan mengikuti Kongres Fatayat NU di Pondok Gede Jakarta. PC Fatayat Brebes akan mengirimkan 3 peserta. Sedangkan Pengurus dan Ketua PAC seluruh Kab. Brebes juga akan diberangkatkan sebagai penggembira. “Kami akan memberangkatkan 60 orang pada Kongres tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Evi juga memaparkan program unggulan yang bakal dilakukannya. Antara lain program Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Life Skill, Kesetaraan Gender dan Youth Centre. “Mohon doa restu atas keikutsertaan kami ke Kongres dan program kerja yang kerjakan tersebut,” pintanya kepada Athoillah yang didampingi Katib Kiai Nur Iman, Sekretaris PCNU Ali Nurdin, dan jajaran Tanfidziyah lainnya, Rosyidin.

Kepada Ketua Fatayat, Athoillah berpesan, agar PC Fatayat Brebes bisa mengusulkan program yang mampu menyentuh dan terakses sampai level terbawah. “Coba usulkan agar program-program Fatayat bisa langsung menyentuh masyarakat,” sarannya.

Kang Atho, demikian sapaan akrabnya, menyambut baik langkah-langkah dan program-program yang digelontorkan PC Fatayat NU. Karena program-program tadi membutuhkan kerja sama dengan pihak luar, maka perlu diintensifkan komunikasi. “Komunikasi dengan pihak luar yang diajak kerja sama maupun dengan PC NU sebagai orang tua sangat perlu, demi keberhasilan program,” tandasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, Kajian, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 22 Mei 2017

Korupsi di Indonesia sudah Naudzubillah

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Korupsi di Indonesia sudah naudzubillah. Sudah tak bisa dikomentari dengan kata-kata biasa, melainkan hanya bisa disebut dengan ucapan minta perlindungan kepada Allah. 

Sebab kejahatan luar biasa yang sama sekali tak bermoral itu dilakukan oleh orang yang berkuasa dan tanpa rasa bersalah. Terjadi di semua lini pemerintahan dan membangkrutkan negara. 

Korupsi di Indonesia sudah Naudzubillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi di Indonesia sudah Naudzubillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi di Indonesia sudah Naudzubillah

Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan hal itu dalam sambutan dalam Dialog Tentang Peran Ulama dan Tokoh Masyarakat Se-Jawa Tengah dalam Menegakkan Konstitusi dan Gerakan Anti Korupsi di aula lantai III gedung PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang, Sabtu (6/10).

“Korupsi di Indonesia ini sudah minta ampun dah. Naudzubillah. Sudah sangat merajalela dan menggurita di mana-mana. Munas NU di Cirebon kemarin telah merekomendasikan agar pelaku korupsi yang membangkrutkan negara dihukum mati.   

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Teror KPK

Ketua KPK Abraham Samad mengakui bahwa teror dan intimidasi yang dialami pihaknya sangat keras. Lembaga KPK maupun seluruh personil yang ada di KPK mengalami intimidasi dan teror yang luar biasa. Itu tidak hanya malam tadi, melainkan hampir setiap hari dan telah berlangsung sejak lama. 

“Iya. Teror itu kami alami. Sangat terasa, ada intimidasi kepada kami di KPK,” tuturnya menjawab pertanyaan para wartawan yang berebut mewawancarainya sebelum sesi dialog.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam paparannya Abraham Samad menyampaikan terima kasihnya atas dukungan semua pihak yang begitu luar biasa. Terutama atas kedatangan ribuan tokoh dan masyarakat anti korupsi di gedung KPK tadi malam, usai dikepung polisi berpakaian sipil setelah KPK memeriksa tersangka kasus Simulator SIM Irjen DJoko Susilo 

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat yang luar biasa kepada KPK. Semalam sampai siang ini di kantor KPK dibanjiri warga yang ingin menyelamatkan KPK, kini saya disupport para ulama NU. Alhamdulillah, terima kasih semuanya,” ujarnya. 

Kedatangannya diundang oleh PWNU Jateng dan dikawal Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan jajaran pengurus Tanfidziyah PBNU. Ketua MK Mahfud MD juga dijadwalkan berdialog dengan hadirin setelah Abraham Samad melayani setiap pertanyaan peserta. 

Terima Petisi

Usai berdialog dengan para ulama, Ketua KPK Abraham Samad mendapat Petisi dari komunitas CICAK (Cinta Indonesia CintA KPK) Jawa Tengah. CICAK yang terdiri atas LSM KP2KKN, LBH Semarang, Pusaka Untag, Pattiro Semarang, PRC KJHAM, The Jateng Institute, GP Ansor Jateng, HMI, KAMMI, BEM Undip, BEM Polines, Komunitas butuh, petani, kaum miskin kota dan lain-lain,  menyampaikan empat statemen dalam petisinya. 

Pertama, menolak dan meminta DPR menghentikan revisi UU KPK. Kedua, mengajak masyarakat khususnya Jawa Tengah untuk menolak segala bentuk tindakan pelemahan KPK. 

Ketiga, mendukung penuntasan kasus yang ditangani PKK, kasus Simulator SIM dan kasus-kasus lainnya, tangkap pelakunya segera. Keempat, mengutuk keras tindakan penjemputan paksa penyidik Polri yang bertugas di KPK oleh Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya. 

Petisi diserahkan pegiat KP2KKN Eko Haryanto, pegiat advokasi Denny Septiviant, Ketua PW GP Ansor Jateng Jabir Al-Faruqi dan seluruh perwakilan masing-masing elemen CICAK. 



Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 04 Maret 2017

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H pengurus organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan dihimbau untuk menggalakkan kegiatan organisasi yang berpusat di masjid-masjid. Sebagai pelaksana kegiatan, dibentuk Kelompok Anak Ranting (KAR) NU di setiap masjid, langgar dan musholla dengan kepengurusan seperlunya.

Sebagai percontohan, pada rangkaian acara Harlah ke-84 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (19/8) malam kemarin, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa melantik 5045 pengurus dan anggota KAR NU di kantor PCNU Sidoarjo.

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah usai pelantikan mengatakan, selain menggalakkan kegiatan sosial dan keagamaan, dibentuknya KAR NU berbasis masjid-langgar-mushalla ini juga dimaksudkan untuk “mengamankan” masjid yang dibangun oleh warga NU dari aliran Islam Radikal.

“Pasalnya, saat ini banyak aliran Islam ’tetangga’ NU yang berdakwah di masjid-masjid yang notebene milik NU. Dilantiknya anggota KAR-NU di Sidoarjo, sebagai pilot project bagi daerah lain,” kata Kiai Hasyim di hadapan ribuan warga Nahdliyin yang khusyu` usai  mendengarkan alunan ayat suci Al-Qur`an yang dikumandangkan Ustadz H Muammar ZA dari Jakarta.

Di daerah lain, lanjut Kiai Hasyim, juga akan dibentuk KAR NU untuk mengamankan masjid dan mencegah masuknya Islam radikal ke kawasan NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Lembaga Ta`mir Masjid Indonesia (LTMI) Sidoarjo, HM Sholeh Qosim kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Sodoarjo, Kamis (23/8) mengatakan, selama ini memang ada indikasi kelompok Islam radikal yang ingin menguasai masjid-masjid dan menyebarkan faham keagamaan mereka.

Bahkan, mereka membentuk remaja masjid di masjid-masjid milik warga NU. “Maka selain membentuk KAR berbasis Masjid Mushalla, PCNU Sidoarjo juga mensertifikatkan ratusan masjid termasuk ribuan Musholla milik warga NU,” Ustadz Sholeh yang juga Ketua Bidang Imarah Masjid Agung Sidoarjo.

”Selain mengantisipasi kelompok Islam radikal yang akan ingin ’menguasai’ masjid milik NU, dibentuknya KAR juga untuk mencegah adanya teroris yang masuk di lingkungan mereka,” tambahnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada Rangkaian Harlah NU di Sidoarjo dan pilot project pembentukan KAR NU, sebagaimana dikatakan H Ahmad Khoiri, ketua panitia yang juga wakil Ketua PCNU Sidoarjo, sebelumnya didahului dengan kegiatan pendidikan kemasyarakatan terkait pengetahuan dan praktek memandikan jenazah. Sedangkan pada malam harinya, digelar bedah buku Antologi NU. Juga dilakukan pekan Rajabiyah oleh PC Muslimat NU di Masjid Agung Sidoarjo pada malam 12 Agustus kemarin.

Kegiatan pengobatan massal dilakukan pada 10-15 Agustus kemarin. Lalu pada 18 Agustus dilakukan Pawai Ta`aruf di 18 MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo. Dilanjutkan pada 19 Agustus dilakukan pembagian sembako dan santunan kepada fakir miskin. Pada Jum’at (24/8) besok diadakan khotmil Quran oleh 120 khafidz-khafidzoh di Kampung Gedang dekat pusat semburan lumpur lapindo.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 30 Januari 2017

IPNU-IPPNU Sleman Gelar Pendidikan Kader Perintis

Sleman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kondisi IPNU-IPPNU Sleman hari ? ini cukup menghawatirkan, karena jajaran pengurus untuk periode saat ini mayoritas diisi oleh para pelajar pendatang, bukan pelajar asli Sleman.?

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi IPNU-IPPNU Sleman mengadakan acara Pendidikan Kader Perintis (PKP) untuk seluruh MWC yang ada Kabupaten Sleman.

IPNU-IPPNU Sleman Gelar Pendidikan Kader Perintis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sleman Gelar Pendidikan Kader Perintis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sleman Gelar Pendidikan Kader Perintis

Demikian disampaikan oleh Biki Uthbek Mubarok, Ketua IPNU Sleman (23/8), menjelang acara Pendidikan Kader Perintis yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 23-25 Agustus 2013.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Acara ini diselenggarakan di SD NU Yogyakarta yang terletak di jalan Jl. Ringroad Barat, Nogotirto, Sleman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ditanya mengenai tujuan diadakannya acara tersebut, Uthbek, demikian rekan-rekanita akrab memanggilnya, mengungkapkan bahwa agar regenerasi NU tidak macet di tengah jalan.

“IPNU-IPPNU itu kan merupakan sebuah organisasi pengkaderan NU. Bisa dikatakan IPNU-IPPNU adalah cikal bakalnya NU. Kalau pengkaderan IPNU-IPPNU sudah nggak karuan, bagaimana dengan NU ke depannya. Jadi regenerasi di tubuh IPNU-IPPNU jangan mandek di tengah jalan,” ujarnya.

Terkait dengan harapan diadakannya acara tersebut, Ketua IPNU Sleman yang ? sedang menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengungkapkan ada beberapa hal.

“Harapan saya ke depannya dengan diadakannya acara ini, untuk yang pertama adalah agar nantinya kader-kader yang dihasilkan dari acara ini mampu mengawal MWC di masing-masing kecamatan dan bisa mengajak pelajar-pelajar NU di Sleman untuk masuk ke dalam IPNU-IPPNU. Kedua, dengan adanya acara ini semoga menjadi ajang untuk mempertahankan regenerasi di tubuh NU. Ketiga, nantinya diharapakan dari acara ini akan muncul kader-kader unggulan NU untuk memperbaiki SDM NU,” ujarnya panjang lebar.

Dalam acara yang dimulai Jum’at siang sekitar pukul 14.00 WIB, peserta diberikan materi-materi terkait dengan manajemen organisasi, publik manajeman, leadership, analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat), konsep bela negara dalam pandangan aswaja, dan strategi dan taktik organisasi. Rencananya, kader-kader tersebut akan secara langsung dilantik oleh KH Nurjamil Dimyati, Ketua PCNU Sleman, Ahad siang.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, IMNU, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 Juni 2016

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw RMI NU, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 27 April 2015

KH Athoillah, Birokrat yang Teguh Ber-NU

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sosoknya begitu lembut meskipun tegas dalam pengambilan suatu keputusan. Termasuk ketika penulis berbincang di ruang Asisten Sekda bidang Pemerintahan Pemkab Brebes, Selasa (4/10). Dia tampak begitu santai dengan perbincangan yang lembut. Ketegasannya, dia tunjukan dengan menjawab secara sigap semua pertanyaan yang dilontarkan penulis.

KH Athoillah, Birokrat yang Teguh Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Athoillah, Birokrat yang Teguh Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Athoillah, Birokrat yang Teguh Ber-NU

Sosok Kiai Athoillah menjadi representasi tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Brebes. Karena terbukti, sumbangsihnya dalam merawat NU selama tiga periode menjadi Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Brebes cukup berhasil.

Kesederhanaan lelaki kelahiran Larangan, 19 Desember 1959 ini terlihat sejak kecil, seperti senang tidur di Masjid Dukuh Lamaran, Desa Sitanggal Larangan Brebes. Dengan tidur di masjid, katanya, tidak pernah ketinggalan sholat subuh. Juga ada berbagai perbincangan seputar dunia Islam yang kerap terlontar dari teman-teman kecilnya, sehingga terpatri semangatnya untuk membumikan Islam di daerahnya.?

Atho kecil, mengaku harus membanting tulang setelah ditinggal Sang Ayah KH Syatori Marlan pada usia 10 tahun. Namun dia tidak cengeng, terbukti dia membantu Sang Ibu Hj Fatimah terjun ke sawah ikut derep (panen padi), ketika kakek atau sedulurnya panen. Dari hasil derep tadi, uangnya ia tabung lalu dibelikan cempe (anak kambing) yang kemudian dia titipkan ke orang lain. “Hasilnya lumayan, bisa buat bayar uang sekolah,” kata Suami Henny Rosdiyati ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kang Atho, demikian panggilan akrabnya, menempuh pendidikan di MI Wihdatussyubban 01 lulus 1972, lalu MTs Assalafiyah Sitanggal lulus 1975, selanjutnya diikhtiarkan dengan mondok di Mayangan Cogoroto Jombang sembari menempuh pendidikan Madrasah Aliyah lulus 1979. Sarjana Manajemen, dia tempuh di STIE Cirebon dan Pascasarjana diselesaikannya di Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon.?

Perpaduan antara Pendidikan Umum dan Nyantri, menolong dirinya dalam aktivitasnya sebagai birokrat dan organisatoris yang ulung. Sehingga karier di bidang kepegawaian tergolong mulus meski harus berebut waktu dengan pengabdiannya dalam manjalankan pengabdian sebagai kader NU.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saking padatnya waktu, Athoillah mengatakan kalau hari Minggu dia libur sebagai PNS. Tapi kalau hari Ahad, dia tetap berangkat untuk mengabdi dalam berbagai kegiatan ke-NU-an. “Kalau hari Minggu saya libur, tetapi kalau Ahad saya tetap berangkat mengabdi, ngurusin NU dan Nahdliyin,” ucapnya.?

Mengawali kariernya, Athoillah diangkat sebagai CPNS golongan II/a posisi juru penerang di Kecamatan Kersana pada 1 Maret 1980. Selang enam tahun, dia menduduki eselon Va per 24 Mei 1986 sebagai Kasubsi Monit dan Perpustakaan Kantor Deppen Kab Brebes.?

Dari birokrasi, dia meloncat sebagai anggota DPRD Kab Brebes Fraksi Golkar per 4 Juli 1997 hingga 1999. Pengabdian sebagai anggota Dewan hanya berlangsung 3 tahun karena pergantian kepemimpinan era reformasi. Begitupan dengan Depertemen Penerangan dibubarkan Gus Dur, menjadikan dia kembali ke birokrasi. Hebatnya, dia langsung memangku eselon IV sebagai Kasubag TU Kantor Sosial Kabupaten Brebes (2001).

Kariernya terus melangit dengan menjadi Plt Kabag Agama, sosial, kependudukan, tenaga kerja dan transmigrasi (sosduknakertrans) Setda Brebes (eselon III/a) lalu definitif jadi Kabag agama sosduknakertrans setda dan memangku Kabag Kesra Setda Brebes per 20 Januari 2009. Dari Kabag Kesra kariernya melejit sebagai Asisten Administrasi Umum Setda dan Kepala BKD Brebes dalam eselon IIa.

Saat menjadi Kepala BKD, dia merintis pembangunan Kantor BKD ke bekas SMK Pusponegoro 02. Dengan sarana dan prasarana kantor yang luas, menjadikan pelayanan kepada pegawai makin maksimal.?

Perhelatan pemilihan umum langsung, mengantarkan dia sebagai pendamping calon Bupati Brebes berpasangan dengan H Agung Widiyantoro SH MSi. Tetapi takdir berbicara lain karena kalah dalam kompetisi pesta demokrasi rakyat tersebut, walaupun dia harus mundur dari Kepala BKD Kabupaten Brebes.

“Satu sisi saya bangga, karena NU bisa menempatkan politik kebangsaanya, meskipun NU bukan partai politik tetapi kadernya mendapat kepercayaan sebagai calon wakil bupati,” tuturnya.?

Ayah dari Andi Azis Amin Amrulloh, Alfiana Auliatul Amri dan Ainul Amri Al Anshori ini mengaku, bahwa apapun yang diminta umat dan untuk kepentingan umat, dirinya tetap siap mengabdi. Pasalnya, dirinya tidak pernah mencari jabatan. Termasuk menjadi Calon Wakil Bupati.

“Secara pribadi, saya tidak berminat dipasangkan sebagai calon wakil bupati, tapi karena itu tuntutan umat maka bismillah saya lakoni sebagai calon wakil bupati saat itu,” ungkapnya.?

Konsekuensi nyalon Pilkada, dia mendapatkan ‘getah’ politik dengan tidak mendapatkan jabatan sesuai dengan eselonnya. Athoillah turun eselon dari IIa ke IIIa, dia ditempatkan sebagai Kepala Kantor Kesbangpol, lalu dipindah lagi sebagai Sekretaris Dinparbudpora. Selanjutnya, dia dipercaya sebagai Kepala Kantor Data Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes per 16 Oktober 2015.?

Kegigihan Athoillah dalam meraih kesuksesan karier, dia tunjukan dengan mengikuti Lelang Jabatan untuk jabatan Eselon II di Setda Brebes. “Atas berkat rahmat Allah SWT, saya mendapatkan kepercayaan sebagai Asisten Sekda bidang Pemerintahan, per 30 September 2016,” tuturnya tanpa bermaksud membanggakan diri.

Sebagai Ketua NU tiga periode, Athoillah memiliki konsep yang jelas sehingga mengantarkan NU Brebes sebagai organisasi yang berpegang teguh pada Ahlussunah Wal jamaah dengan prinsip rahmatan lil alamin.?

Ikut NU, Athoillah tidak ujug-ujug tetapi dilakoni mlipir dari tingkatan yang paling rendah sebagai IPNU, Ansor, Lembaga NU, hingga akhirnya menapak mantap di NU. Kadang Atho juga mengatakan, kalau orang NU belum mantap benar berorganisasi di NU, dia katakan bintangnya kurang.

“Dia itu NU, tetapi bintangnya belum genap sembilan, masih delapan,” kata Atho yang kerap menggunakan istilah banyolan ketika mengisi ceramah.?

Mengenal NU, kata Atho, didapatnya dari Sang Ayah yang juga kyai kampung namun getol merawat tradisi NU. Dia makin matang ketika dikirim ke pondok pesantren Darul Ulum di Jombang dengan bergabung di Ikapdar. Jiwa organisasinya sudah melekat, ketika mondok, dalam satu kamar seharusnya diisi dengan 4 orang saja. Tetapi atas perintah kiainya, ditambahlah satu orang lagi yang notabene anak baru tersebut dari keluarga tidak mampu. Maka Atho berinisiatif agar anak tersebut bisa nembol di kamarnya dan tetap mendapatkan jatah makan dan lain-lain meskipun tidak ikut iuran.?

Dari pengalaman mondok, Atho memiliki motto hidup, berkarya lebih berharga daripada gaya. Prestasi lebih berarti dari pada gengsi yang sering dia omongkan ke teman-teman pondoknya.

Sepulang mondok, dia dipercaya menjadi sekretaris Lembaga Pendidikan Maarif PC NU Kabupaten Brebes (1988-1993), lalu didaulat sebagai Ketua LP Maarif NU 1993-1998.?

Saat menjadi Ketua LP Maarif, penggemar Pecel Lele mendapat pengalaman yang tidak terlupakan terutama saat mendirikan MTs Maarif NU 03 Plompong Sirampog. Karena dengan medan yang sulit, maka harus naik ojek dan jalan kaki naik gunung.

“Meski penuh rintangan, yang penting pendidikan NU di Brebes benar-benar maju,” kenangnya.?

Atas kegigihannya, Athoillah berhasil mendirikan 22 sekolah MI/SD, SMP/MTs hingga SLTA mencapai 22 sekolah Maarif NU dalam kurun waktu 1988-1998 se Kabupaten Brebes.

Sebagai Ketua PCNU, Athoillah pada periode 2003-2008 meletakan pondasi organisasi dengan melakukan konsolidasi dari tingkat Ranting hingga Cabang. Naik turun gunung, dia selusuri terus hingga berhasil membentuk Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR) di 17 Majelis Wakil Cabang (MWC).

“Semula PR yang berdiri ada 250 kemudian berkembang menjadi 352 PR, jumlah ini melebihi jumlah desa yang hanya 297 desa dan kelurahan se Kabupaten Brebes,” tuturnya.

Periode 2009-2014, mampu mendirikan gedung NU yang representatif sebagai pusat kegiatan ditingkat Cabang. “Dengan gedung yang representative kegiatan NU semakin berkembang dan punya kebanggaan sendiri bagi Nahdliyin,” terangnya.

Periode 2014-2019, Athoillah bertekad mendirikan perguruan tinggi NU. Dengan perguruan tinggi ini, diharapkan para kader NU tidak lagi tertinggal dalam dunia pendidikan dan juga bisa menyediakan perguruan tinggi tinggi yang unggul.

“Tanah untuk mendirikan Perguruan Tinggi sudah tersedia, tinggal umpul-umpul lainnya, termasuk menyiapkan SDM dan lain-lainnya,” kata Athoillah.

Sebagai Ketua NU, dia ingin Brebes menjadi lebih baik ditingkat pendidikan, ekonomi dan SDM sehingga mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia pada level 10 besar. Pada muaranya, akan terwujud masyarakat yang sejahtera, agamis dan beraklakul karimah.?

Apa yang dilakoni Athoillah, menurutnya tidak terlepas dari peran istri dan anak-anaknya untuk mencapai sukses. Baginya, istrinya sangat mendukung positif asal untuk kepentingan umat. Maka ketika jarang ketemu dengan keluarga, istri tidak mempersoalkannya. “Prinsip kami, saling percaya dan menjaga kepercayaan itu,” tandasnya.

Itulah Athoillah, lebih dari separoh hidupnya diwakafkan untuk kepentingan organisasi, NU dan Umat. Semoga apa yang diikhtiarkan Athoillah menjadi iktibar generasi muda Brebes. Sebagai motto hidupnya, sebaik-baik orang yang bermanfaat untuk orang lain. (Wasdiun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Olahraga, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw