Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk mengembangkan potensi ekonomi Warga NU di Kabupaten Pringsewu, PCNU Pringsewu resmi melakukan kerjasama Pendirian BMT NU. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan secara resmi Nota Kesepakatan Kerjasama antara PCNU Pringsewu dengan KSPPS BMT NU yang berpusat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, H Taufiqurrohim, MPd bersama segenap Pengurus PCNU Pringsewu dan 2 orang perwakilan dari BMT NU Semarang. 

Setelah menandatangani Nota Kesepakatan yang dilakukan di Kantor PCNU Pringsewu tersebut, Taufiq berharap bahwa langkah maju yang telah dilakukan PCNU Kabupaten Pringsewu tersebut dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Dengan menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang berlandaskan ajaran Islam, mempraktikkan sistem syariah dan menghargai kultur NU yang berlaku, kita akan terus lakukan langkah-langkah pengembangan BMT NU di Kabupaten Pringsewu," Jelasnya optimis.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan uji kompetensi bagi calon karyawan dan karyawati yang akan bekerja di BMT NU Pringsewu. Para Calon Karyawan tersebut diberikan tes tertulis dan wawancara oleh Pengurus BMT NU Pusat. 

Menurut salah seorang Pengurus Lembaga Perekonomian NU ( LPNU ) yang secara teknis menangani program ini, Mustanir, peserta akan disaring dengan ketat sehingga kualitas SDM yang akan menangani BMT tersebut benar-benar mumpuni.

Disamping seleksi SDM, Tim Survei dari kantor pusat bersama PCNU Pringsewu juga sudah menentukan lokasi yang akan menjadi Kantor BMT NU di Kabupaten Pringsewu. Lokasi tersebut berada di Kawasan Pasar Sarinongko Pringsewu tepatnya di ruko milik KH Mahfudz Ali, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu periode 2009-2014. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 16 Februari 2018

Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menyebut kekhasan pengembangan Islam di Nusantara. Jaringan ulama Aswaja yang memiliki kedalaman ilmu agama dan meleburnya mereka di tengah masyarakat, dengan sendirinya membentuk corak masyarakat Nusantara yang khas pula.

Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial

“Keterlibatan ulama di tengah perubahan masyarakat tanpa henti, menjadi ciri khas ulama Nusantara yang bertanggung jawab untuk terus memberikan tawaran pemikiran yang terbaik di zamannya,” kata Gus Mus pada forum yang diinisiasi Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Kamis (28/5).

Pada diskusi bertema Indonesias Role In Addressing Global Islamist Extremism, Gus Mus yang hadir sebagai narasumber menyebut, konsekuensi dari metode dakwah ulama Nusantara itu berujung pada pembentukan masyarakat muslim yang bergerak dalam bimbingan ulama itu sendiri.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Dengan kedalaman ilmunya dan pemahaman atas dinamika sosial itu, para ulama mengedepankan kebersamaan, gotong royong, dan persatuan sosial. NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, jelas merupakan konsep yang mencerminkan pemahaman Islam Aswaja yang berintikan rahmat terhadap sesama,” kata Gus Mus.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

NU sendiri hadir dalam rangka merawat kebersamaan jaringan ulama Aswaja di Nusantara dalam tugasnya membimbing masyarakat. Para pendiri NU dengan kesadarannya akan jaringan ulama Nusantara ini mencoba menajamkan gerakan agar lebih terstruktur untuk memegang prinsip lama dan mengembangkan diri.

Gus Mus kemudian menyebut NU sebagai komunitas epistemik dalam pengertian, “Kelompok ulama sebagai intelektual pemikir yang terus-menerus mengembangkan gagasan-gagasan mengenai Islam Nusantara sebagai sistem nilai dan penerapannya dalam menanggapi masalah-masalah aktual dari waktu ke waktu.”

NU juga membangun struktur kepemimpinan sosial yang efektif dengan ulama dalam posisi tertinggi. Dengan supremasinya di tengah masyarakat, ulama NU membimbing basis massanya yang luas dalam mengamalkan ajaran Islam Nusantara dalam praktik nyata hidup keseharian. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 11 Februari 2018

NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Beragamnya budaya dan tradisi NU yang belum digali, menggerakkan PWNU DIY untuk mengadakan Festival Seni dan Budaya antar MWC NU Se-DIY, Ahad (19/5), di aula PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 41-42, Yogyakarta.

NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DIY Gelar Festival Seni dan Budaya

Festival ini diikuti oleh tujuh peserta, yakni MWC NU Godean, GP Ansor Kasian Bantul, GP Ansor ‘Rijalul Ansor’, MWC NU Pariyan Gunungkidul, MWC NU Banguntapan, MWC NU Wonosari, dan MWC NU Seyegan Sleman.

Tiga dewan juri didatangkan untuk menilai penampilan peserta, yakni Uye Saifullah dari Lesbumi DIY, Yazid Al-Busthomi dan Zamam Suyuti dari Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam sambutannya, Katib Aam PBNU KH Malik Madany mengatakan bahwa NU begitu mengapresiasi seni. Dalam sejarah ajaran Islam Indonesia yang disebarkan oleh Walisongo pun tak lepas dari seni dan budaya. Ia menyitir sebuah kata-kata: al-hikmatu dhollatul mukmin, aynama wajadaha fa huwa ahaqqu biha (Hikmah itu barang hilangnya orang iman, di mana dia menjumpai maka orang iman yang lebih berhak atas kalimat tersebut). 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Itulah yang menjadi landasan walisongo dalam berdakwah,” papar Kiai Malik siang itu.

Tampak beberapa peserta menampilkan kreasi seni dan budaya yang beragam, seperti hadrah yang dibawakan oleh MWC NU Pariyan Gunungkidul, shalawat ma’iyah oleh MWC NU Banguntapan, dan tembang Mocopat oleh Hartanto sebagai perwakilan dari MWC NU Seyegan Sleman. Para hadirin pun terlihat begitu menikmati alunan musik shalawat yang dihadirkan oleh peserta.

Jamiluddin, selaku penanggungjawab festival, mengatakan bahwa tujuan diadakannya festival ini adalah agar masyarakat turut serta nguri-nguri (menjaga dan melestarikan) seni dan budaya yang ada di NU. Ia berharap agar selalu mendapat dukungan.

“Para Peserta juga memberi masukan kepada kami, agar kegiatan semacam ini mendapat dukungan dari Jam’iyyah NU agar tetap berjalan,” tandasnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Kh. Nisa’, Sholikin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 10 Februari 2018

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rais Aam PBNU KH Maruf Amin menyebut pemberdayaan ekonomi umat sebagai salah satu tugas utama kalangan santri masa kini. Pasalnya, sekarang ini ekonomi umat mulai melemah. Hal ini ditandai dengan berjatuhannya warung-warung kecil milik warga.

Demikian disampaikan Kiai Maruf Amin pada acara peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung

Menurutnya, banyak warung kecil mulai kalah bersaing dengan Alfa Mart atau Indomart. “Ini yang harus kita pahami. Jadi harus ada penguatan (menjaga negara) dan pemberdayaan (ekonomi),” kata Kiai Maruf.

Kiai yang beberapa bulan lalu dianugerahi gelar guru besar bidang ilmu ekonomi muamalah syariah ini sempat melontarkan gagasan tentang pemberdayaan ekonomi umat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyebutnya dengan ‘arus baru ekonomi Indonesia’, yaitu membangun ekonomi dari umat dengan pusat pembangunannya dari pesantren-pesantren.

“Karena itu pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Pendidikan, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan ungkapan terimakasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu kepada Nahdlatul Ulama. NU dinilai selama ini banyak memberikan kontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam rangka mewujudkan Pringsewu “Bersenyum Manis” yang merupakan motto Kabupaten Pringsewu.

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Motto “Bersenyum Manis” merupakan kependekan dari bersih,? sehat, ekonomis,? nyaman,? unggul,? maju,? mandiri,? aman dan agamis. Sujadi menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Selasa (28/4).

Ia berharap Muskercab menghasilkan rekomendasi dari NU untuk Pemerintah Daerah. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui perangkat-perangkat Pemda yang sesuai dengan bidangnya. Ketika sinergitas antara NU dan Pemda terwujud, kata Sujadi, maka cita-cita dan kejayaan Pringsewu pun akan dapat terwujud. "NU hidup, Pringsewu hidup. NU jaya Pringsewu jaya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Muskercab sebagai usaha mempertajam program kerja organisasi sekaligus ajang koordinasi seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan badan otonom NU se-Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertema "Memperkokoh Jamiyyah, Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah " ini diikuti 150 orang yang terdiri dari pengurus NU tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Selain fokus pada penajaman program kerja yang dihasilkan pada Konferensi Cabang ke-2 beberapa waktu yang lalu, forum juga membahas perangkat organisasi berupa kelengkapan personel pengurus pada lembaga-lembaga dan Banom.

Selaras dengan tema yang diangkat Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim mengatakan, NU Pringsewu terus melakukan program kerja. Beberapa sektor yang menjadi perhatian organisasi antara lain penguatan internal organisasi, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penguatan kaderisasi, dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, penguatan ini akan berhasil secara maksimal bila didukung dengan kiat dan cara yang tepat. Taufiqurrohim mencontohkan, kiat dalam penguatan ideologi Aswaja adalah berupa dakwah langsung ke jamaah melalui pengajian, jamaah Yasinan, majelis taklim, serta melalui syiar di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. (Muhammad Faizin/Mahbib)

?

Foto: Suasana Muskercab PCNU Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 21 Januari 2018

KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp

Bogor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebagai upaya membekali dan membentengi kader-kader baru angkatan 2016 atau biasa disebut angkatan 53, Ahad (9/10), KMNU IPB kembali menggelar Aswaja Youth Camp ? (AYC). Membekali kader baru KMNU IPB mengenai tiga aspek penting, yaitu Aswaja, NU, dan KMNU itu sendiri merupakan tujuan dari AYC yang merupakan acara pengaderan rutin tahunan.

KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp

Acara yang dipandu oleh MC Sirojul Abidin dan Nalbas Suny Lazuardy ini dimulai tepat pukul 10 waktu setempat dan bertempat di RK.U 3.01 Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor. Selain dibuka dengan pembacaan tilawah, lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon juga turut mengawali acara ini.

Ismatul Hakim, salah satu pembina KMNU IPB dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya mengkaji kitab kuning yang merupakan pustaka Islam yang terjaga keotentikannya. Salah satu asaatidz di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ihya Dramaga, Ustadz Abdurrahman hadir menyampaikan materi mengenai ilmu fiqih dasar Madzhab Imam Syafi’i. Senada dengan Ismatul Hakim, Ustadz Abdurrahman juga menyampaikan betapa pentingnya belajar kitab kuning kepada guru yang sanadnya tidak terputus hingga Rasulullah SAW.?

Menjelang ishoma, adik-adik kader baru KMNU 53 dihibur oleh seni wayang kulit yang dibawakan oleh Aditya Bayu Anggara dan diiringi oleh tim hadrah IPB. Usai ishoma, peserta disuguhkan video singkat tentang dokumenter KMNU, sejarah NU dll. Materi tentang Aswaja disampaikan oleh Ustadz Khotimi, ? ke-NU-an oleh Ustadz Rizqon dan ke-KMNU-an oleh presidium nasional I KMNU Nasional, Hasan Bisri, yang sebelumnya juga merupakan kader KMNU IPB.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di akhir acara, dilakukan pemilihan ketua angkatan. Pemilihan ketua angkatan penting karena ketua angkatan tidak hanya bertugas satu atau dua tahun tapi selamanya memiliki amanah menjaga kerekatan anggota dalam satu angkatannya. Dua mahasiswa yang berasal dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Abdul Muiz dan Adlinnisa N., terpilih sebagai pasangan ketua angkatan KMNU IPB 53. Semoga di tangan mereka, KMNU IPB 53 –yang juga menamakan diri sebagai Garda Adhikarya– bisa ? lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selamat meneruskan perjuangan NU lewat KMNU, semoga amanah! (M. Kholili/Kholilah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Hadits, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 20 Januari 2018

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Puluhan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan silaturahim lebaran kepada pembina dan tokoh NU wilayah setempat, Ahad malam (3/8). Saat di kediaman pembina Ansor KH. Hamdan Suyuti Desa Loram, mereka diimbau turut serta menjaga aset-aset NU.

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Dalam pesannya KH Hamdan mengatakan, Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan memiliki banyak aset yang harus diselamatkan, seperti masjid, mushala dan beberapa tanah yang diwakafkan untuk kemaslahatan.

“Aset tersebut harus dijaga, jangan sampai hilang. Jika bisa dibuatkan sertifikat NU,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

KH Hamdan mengakui kelemahan NU dan badan otonom terlihat pada pengarsipan dokumentasi maupun administrasi. Oleh karena itu harus segera dilakukan pembenahan sehingga aset NU bisa aman dan terdata dengan baik.

“Termasuk makam-makam harus segera dibuatkan sertifikat dan diberi nama makam Islam,” harap mantan Ketua PC GP Ansor Kudus era tahun 90-an ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara menurut penuturan Sekretaris PAC GP Ansor Jati Eko Budi Setiawan, kunjungan ke sejumlah tokoh NU ini banyak memperoleh manfaat berupa masukan saran, dan informasi untuk kemajuan organisasi.

Dikatakan, ragam persoalan yang terjadi di masyarakat seperti ISIS maupun prilaku umat menjadi topik perbincangan yang hangat. “Yang jelas? silaturahim ini penuh makna demi kemajuan organisasi NU maupun Ansor sendiri,” imbuhnya.

Ia menerangkan, momentum idul fitri ini mampu mempererat silaturahim dan memperkuat? komponen organisasi untuk selalu berperan aktif di masyarakat. “Dalam berorganisasi sering kali ada perbedaan, tetapi kita harus tetap jaga komitmen demi keutuhan generasi muda NU,” tutur Eko. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Nahdlatul, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 15 Januari 2018

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Intervensi asing dalam tata perekonomian Indonesia tidak hanya terjadi saat ini. Indonesia sudah menganut sistem ekonomi kapitalisme sejak masa Orde Baru.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Fajrul Falakh kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di sela-sela acara Munas dan Konbes NU di Surabaya, Ahad (30/7) lalu, menanggapi pertanyaan seputar munculnya keinginan beberapa kalangan untuk kembali ke UUD 1945 yang belum diamandemen.

Menurut ahli hukum Universitas Gajah Mada itu, persoalan utama dalam tata ekonomi Indonesia adalah praktik pembangunan yang menganut sistim kapitalisme. Orde Baru memakai berbagai cara untuk dapat menerapkan sistem itu. “Ada deregularisasi ini dan itu, ada debirokratisasi, wah lalu sambil berteriak-teriak ‘Secara Murni dan Konsekwen!’ lalu kita menandatangani APEC, WTO, dan lainnya itu kenapa nggak dikritik, kog baru sekarang,” kata Fajrul.

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Fajrul Falakh: Ekonomi Kita Sudah Diintervensi Sejak Dulu

Dikatakan Fajrul, undang-undang susulan yang berkutat soal privatisasi dan swastanisasi tidak hanya bergantung pada amandemen undang-undang dasar. “Kita sudah biasa itu bikin undang-udang ini dan itu nggak usah nunggu amandemen koq, tergantung yang bikin saja,” katanya.

Lembaran Negara

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Para penolak amandemen yang dikomandani oleh mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan amandemen UUD belum dimasukkan kedalam lembaran negara. Menurut Fajrul, dalam dunia hukum tidak ada keharusan untuk memasukkan undang-undang yang telah dibuat ke dalam lembaran negara.

“Tergantung orang-orang yang membuat hukum itu menyaratkan atau tidak. UUD 45 dari awal tidak membuat persyaratan. Naskah dokumen UUD ada dalam lembaran negara tapi dalam bentuk keputusan presiden (kepres) tentang Dekrit Presiden 5 Juli, dimana kepres itu antara lain berisi bubarkan parlemen dan pemberlakuan UUD 45 sebagaimana terlampir, dan seterusnya,” kata Fajrul.

Lembaran negara, demikian Fajrul, adalah salah satu cara untuk membuat produk hukum itu terumumkan. Karena itu, mestinya ada cara lain, misalnya ditempel di gedung-gedung, atau diumumkan di media massa, tergantung kepada keinginan para pembuat undang undang.

“Kalau amandemen UUD tahun 2002 waktu itu seingat saya Ketua MPR (Amin Rais) sambil bilang gini, dengan ini naskah UUD berisi ini dan ini diberlakukan mulai waktu ini, tidak ada syarat harus masuk lembaran negara,” kata fajrul. (nam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 09 Januari 2018

Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren

Sukoharjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMI) Jawa Tengah mengadakan pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Simapes) di Pesantren Al-Hikmah, Sraten, Gatak Sukoharjo, Sabtu (23/1). Pelatihan yang dirangkai dengan pertemuan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se-Soloraya ini diikuti ratusan santri dari wilayah Sukoharjo.

“Peserta kegiatan pelatihan peningkatan mutu pesantren kali ini, antara lain diikuti pesantren Al-Muayyad Windan, Al-Fattah, Al-Hikmah, Darussalam, dan Istiqomah Kartasura,” terang Pengasuh Pesantren Al-Hikmah Kiai Miftahul Huda.

Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren

Sekretaris RMI PCNU Sukoharjo ini menambahkan, adanya pertemuan ini diharapkan menyambung lebih rekat silaturahmi antarpesantren di Soloraya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Setelah pelatihan ini, kita harapkan kepedulian teman-teman dalam mengelola pesantren juga lebih baik,” kata Kiai Miftah.

Dalam kesempatan ini tampak hadir Ketua PP RMI KH Abdul Ghaffar Rozin. Kiai yang akrab disapa Gus Rozin itu memberikan motivasi kepada para kiai pengasuh pesantren di Soloraya untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terbaik.

“Dengan adanya modul Simapes ini, RMI memberikan bantuan kepada para pengelola pesantren terkait tata kelola lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren dan madrasah,” paparnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 04 Januari 2018

PMII Wonosobo Gelar PKD Se-Nusantara

Wonosobo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Wonosobo mengadakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diikuti oleh para kader PMII dari seluruh Indonesia selama tiga hari yang bertempat di BLK Wonosobo. 

“Acara dibuka langsung oleh ketua PCNU kabupaten Wonosobo Arifin Shidiq. Hadir pula dalam acara pembukaan kali ini ketua PKC PMII Jawa Tengah dan dari unsur pemerintah kabupaten Wonosobo yang diwakili oleh One Andang serta Mabincab Syarif Abdillah,” kata ketua panitia Syarif Hidayat, Jum’at (29/6).

PMII Wonosobo Gelar PKD Se-Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Wonosobo Gelar PKD Se-Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Wonosobo Gelar PKD Se-Nusantara

Menurutnya, PKD ini merupakan pengkaderan formal tingkat kedua setelah Mapaba. Selain itu juga merupakan wadah memperkaya pengetahuan sebanyak-banyaknya dari para narasumber. Utamanya kepada sahabat-sahabati dari provinsi lain agar dapat berdiskursus ria menelisik seluruh problema bangsa. Sesuai dengan tema besar yang di usung yaitu karakter building dalam membangun kader yang ulul albab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kader-kader PMII diharapkan agar mengikuti acara ini dengan sebaik-baiknya sehingga dengan adanya kegiatan ini sahabat-sahabati PMII mampu mengeksplorasikan trilogi pergerakan yakni, dzikir, pikir, amal sholeh,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua PKC PMII Jawa Tengah M Zuainalaili dalam sambutannya menyampaikan, kader PMII harus selalu menjadi insan pergerakan yang mencintai pengetahuan. Karena di bahu PMII lah perubahan dan kemajuan bangsa ini dipertaruhkan. 

“Karena itu, saya sepakat dengan tema yang diusung. Titik tekannya adalah kader PMII dalam setiap langkahnya harus mampu mengimplementasikan trilogi gerakan serta nilai dasar pergerakan yang kita pedomani bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Wonosobo, Ahmad Zainudin, menegaskan kader-kader PMII Wonosobo harus mampu mengawal segala isu yang ada serta mampu menerima aspirasi masyarakat. Kebenaran harus ditegakkan dan kebatilan harus di perangi. Disinilah sebenarnya tugas utama kader PMII mewarnai geliat insan pergerakan di ranah kaum terpelajar. 

“Dengan demikian, diharapkan melalui kader PMII inilah tercipta generasi bangsa yang ideal. Karena sistem dinegara kita sebenarnya telah sesuai dengan amanah konstitusi. Namun, penyelenggara pemerintahan dan elit-elit penguasan yang berperilaku korup,” tandasnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Subekti

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 03 Januari 2018

Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama kehilangan salah satu pengurus terbaik, Akhsan Ustadhi, yang meninggal pada Sabtu dini hari (11/3). Is sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong. Kemudian dikebumikan siang harinya di sebuah pemakaman di Citeureup, Bogor.

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur tersebut hingga meninggalnya tercatat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu dan Penasihat di Pergunu Bogor. Ia Aktif di PCNU Bogor serta Wakil Rektor IV Institut KH Abdul Chalim (IKHAC).

Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tahun di Pergunu, Akhsan Ustadhi Mampu Bentuk 400 Cabang

Kabar duka tersebut, membuat Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim dan Sekretaris Umum PP Pergunu Gatot Sujono mengeluarkan surat edaran agar PW, PC, dan PAC Pergunu serentak melakukan shalat gaib dan tahlilan untuk Akhsan Ustadhi.?

Menurut Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu Rudolf Chrysoekamto, Akhsan Ustadhi mengabdi dan berdedikasi di Pimpinan Pusat Pergunu sejak Jawa Barat menjadi tuan rumah Diklat Instruktur K13 tingkat SMP yang diselenggarakan PP Pergunu bekerja sama dengan Dirjen Pendidikan Menengah. “Saat itu, di tahun 2014, Pak Akhsan menjadi Ketua Panitia Pelaksana, dan Diklat dinyatakan sukses,” katanya ketika dihubungi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw pada Ahad (12/3).?

Rudolf, sebagai Ketua Panitia Pusat kegiatan tersebut mengapresiasi kinerja baik Akhsan Ustadhi. Kemudian ia memperkenalkan Akhsan Ustadhi kepada Ketua Umum PP Pergunu Kiai Asep Saifuddin Chalim. “Oleh karena kegigihan tak kenal lelah, maka Pak Akhsan kemudian diberi tugas untuk mnggalang dan mengkonsolidasi pembentukan Pengurus Walayah dan Cabang Pergunu di seluruh Indonesia,” jelasnya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2014 hingga 2017 ini, tambah Rudolf, 35 kepengurusan wilayah dan hampir 400 Pengurus Cabang telah berdiri. “Itu menjadi jerih payah Pak Akhsan sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Pergunu yang mmbawahi konsolidasi organisasi,” tegas pria kelahiran Jember, Jawa Timur itu.?

Menurut Rudolf, kemampuan Akhsan yang bisa seperti itu karena ia banyak kawan. Karena, ia pada dasarnya memiliki pembawaan yang pandai bergaul dengan semua kalangan. Juga memiliki watak yang senang bercanda.

“Bahkan kawan-kawan Pak Akhsan yang dari Papua dan Aceh bisa lebur dalam persahabatan dan canda. Ia solider dan pandai bergaul. Selebihnya adalah karena darah NU yang mengalir di tubuhnyalah yang mmbuat ia loyal untuk membesarkan Pergunu,” jelas dosen Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Anjuran yang sering diungkapkan Akhsan Ustadhi, kata Rudolf, adalah “jangan meminta hidup dari NU tapi hidupilan NU”. Kemandirian dan ? kerja keras menjadi pokok semangat yang ditularkan kepada kader. Dalam perjalanan konsolidasinya ke daerah-daerah, tak jarang Pak Akhsan harus menempuhnya berhari-hari karena tidak semua lokasi bisa dijangkau dengan pesawat.

Senada dengan Rudolf, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pergunu Gatot Suyono menyampaikan kesaksiannya. "Beliaulah selama ini yang mensosialisasikan Pergunu ke seluruh Indonesia. Beliaulah yang agresif mendorong terbentuknya Pergunu di daerah. Beliaulah yang melakukan konsolidasi seluruh jajaran Pergunu dengan tanpa lelah. Beliaulah yang melakukan komunikasi dan kordinasi serta kerja sama dengan pihak lain," katanya ketika diminta kesaksian tentang Akhsan Ustadhi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, AlaSantri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 01 Januari 2018

KH Mahrus Ali: Isra Mi’raj sebagai Ujian Keyakinan bagi Manusia

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan kejadian luar biasa yang tak mudah dinalar manusia. Saking luar biasanya, Isra Mi’raj disebut dalam kitab suci Al-Quran sebagai fitnah (ujian) keyakinan bagi semua manusia, khususnya kaum muslimin.

Hal tersebut disampaikan KH Mahrus Ali saat didaulat mengisi pengajian dalam rangka Isra Mi’raj dan Haflah Santunan Yatim Piatu yang dihelat di halaman Masjid Jami’ Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Selasa (26/5) malam.

KH Mahrus Ali: Isra Mi’raj sebagai Ujian Keyakinan bagi Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mahrus Ali: Isra Mi’raj sebagai Ujian Keyakinan bagi Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mahrus Ali: Isra Mi’raj sebagai Ujian Keyakinan bagi Manusia

Kiai Mahrus menukil pendapat Syeikh Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi dalam kitab Lubab al-Nuqul fi Bayani Asbab al-Nuzul. Dalam kitab tersebut membahas Firman Allah dalam surat Al-Isra’. Oleh Allah, Isra Mi’raj dibahasakan fitnah (ujian) yang besar bagi semua manusia. Sebab, gegara peristiwa ini, banyak yang semula iman dan Islam mendadak murtad seketika. Pasalnya, akal mereka tidak bisa menerima peristiwa tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Waktu itu, orang Mekkah jika bepergian dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha naik unta saja paling cepat sebulan baru sampai. Pulangnya juga sebulan. Jadi, pergi-pulang bisa mencapai dua bulan. Nabi bisa hanya semalam. Bahkan, ditambahi naik ke langit shaf tujuh hingga sidratul muntaha. Padahal, tempat tersebut tidak dekat,” ujar Kiai Mahrus.

Oleh para ahli era masa kini, lanjutnya, diperkirakan jarak sidratul muntaha dari bumi kurang lebih 150 juta tahun perjalanan cahaya. Jadi, bukan 150 juta kilometer.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Artinya, seumpama ada yang membuat lampu sorot yang paling besar lalu diisi baterai dari 45 pabrik. Kemudian dibawa ke sawah, lalu diarahkan ke langit, kalau memang sinarnya sampai sidrotul muntaha, harus sabar nunggu 150 juta tahun. Coba bayangkan, betapa sangat jauhnya,” ujar Kiai Mahrus.

Oleh karena itu, tambah Kiai Mahrus, Isra Mi’raj dibahasakan sebagai fitnah bagi semua manusia. Menurut dia, jika ada orang bertanya apakah Isra’ Mi’raj itu masuk akal atau tidak, jawabannya mudah. Tergantung akal siapa yang jadi ukuran.

“Akal siapa dulu? Jika akalnya orang yang tak beriman, pasti tidak akan masuk. Tapi kalau akalnya orang beriman harus bisa masuk sebab orang yang beriman harus percaya Isra’ Mi’raj. Kalau tidak percaya malah bisa kafir,” tegasnya.

Kemudian, bagaimana caranya Isra’ Mi’raj bisa masuk akal. Peristiwa ini musti dipahami sebagai kuasa Allah. “Innallaaha qadirun ‘alaa jami’i al-mumkinaat. Allah mampu menciptakan manusia dari tanah. Buktinya, Nabi Adam. 

Jadi, Allah jika berkehendak cukup mengatakan ‘kun fayakun’. Jadilah, maka jadi apa yang diinginkan,” ungkap Ketua LDNU Jepara sekaligus Pengasuh Pesantren Mathaliul Huda Pelang Lor-Mayong ini.

Kedua, pendapat Syeikh Muhammad Ihsan Dahlan, pengarang kitab Siraj al-Thalibin, syarah kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghazali. Syeikh Ihsan ini merupakan kiai Jawa yang bisa go internasional. Pasalnya, kitab dua jilid tersebut jadi standar mata kuliah Ilmu Tasawuf di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Komentar Syeikh Ihsan, kata Kiai Mahrus, banyak wahyu dari Allah yang diterima Nabi cukup di bumi. Khusus wahyu sholat lima waktu, diterima harus melewati peristiwa fenomenal, Isra’ Mi’raj, tempatnya istimewa naik langit tujuh sampai sidratul muntaha tembus hingga mustawa. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara, AlaSantri, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 30 Desember 2017

Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

Berbeda dengan zikir yang bisa dilakukan kapan saja, zakat Fitrah memiliki waktu-waktunya sendiri. Artinya, zikir tanpa mengenal waktu tetap dinilai ibadah zikir. Sementara zakat Fitrah yang dikeluarkan semaunya, berdampak pada penilaian sah atau tidaknya zakat Fitrah tersebut. Kalau pun digeser maju ataupun mundur, ada batasannya.

Waktu pengeluaran zakat Fitrah memang bisa digeser-geser. Kelonggaran ini patut disyukuri. Hanya saja kelonggaran tentu memiliki batas di mana pergeseran tidak bisa ditoleransi. Keterangan ini bisa didapat antara lain di kitab Tausyih ala Ibni Abi Qasim karya Syekh M Nawawi Banten.

Waktu Pembayaran Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu Pembayaran Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Waktu pelaksanaan zakat Fitrah terbagi lima. Pertama waktu boleh, yaitu terhitung sejak awal Ramadhan. Sebelum awal Ramadhan, tidak boleh mengeluarkan zakat Fitrah. Kedua waktu wajib, ketika seseorang mengalami meskipun sesaat Ramadhan dan sebagian bulan Syawwal. Ketiga waktu dianjurkan, sebelum pelaksanaan sembahyang Idul Fitri. Keempat waktu makruh, membayar zakat Fitrah setelah sembahyang Idul Fitri. Kelima waktu haram, pembayaran zakat setelah hari raya Idul Fitri, dan zakat Fitrahnya terbilang qadha. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 17 Desember 2017

Bangkitkan Semangat Pemain, Suporter Liga Santri Gemakan Ya Lal Wathan

Bandung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - “Ya Lal Wathon Ya Lal Wathan

Hubbun Wathon minal Iman

Wala takun minal hirman

Inhadlu ahlal wathan
”

Bangkitkan Semangat Pemain, Suporter Liga Santri Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangkitkan Semangat Pemain, Suporter Liga Santri Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangkitkan Semangat Pemain, Suporter Liga Santri Gemakan Ya Lal Wathan

Begitu gema lagu perjuangan yang digelorakan santri-santri pendukung Mambaul Hikmah United tatakala menjamu AIAI Babel di babak penyisihan grup seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017. Selama pertandingan berlangsung, sorak-sorak nasionalisme dan sportivitas suporter santri ini menggetarkan tribun stadion Lodaya, kota Bandung, Rabu (25/10) siang. Pertandingan ini berakhir skor imbang 1-1.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dirigen Suporter tim Mambaul Hikmah United Ahmad Mahendra menyatakan lagu Ya Lal Wathan dikumandangkan dirinya serta tim suporternya untuk menambah semangat kawan-kawannya agar bisa mencetak gol ke gawang lawan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Ya Lal Wathan bisa menambah semangat dan barokah untuk kawan kita, biar jadi pemenang, biar masuk ke Tim Nasional,” kata Mahendra dengan nada berapi-api.

Ia mengatakan, sejak pertandingan di tingkat region, pesantrennya selalu mengerahkan seluruh santrinya yang berjumlah 500 santri untuk datang mendukung tim mereka. Hanya saja Sedangkan laga putaran final di Bandung mereka hanya bisa membawa 30 suporter.

Santri asal Pekalongan yang masih duduk di bangku kelas 1 SMK itu berharap Liga Santri Nusantara bisa menambah daftar jebolannya untuk bisa tembus ke Timnas U-19 dan U-21, dan agar bisa menjadi generasi penerus selanjutnya.

Hal senada disampaikan Kapten Mambaul Hikmah United Ahmad Rizal bahwa ia dan timnya merasa senang ketika para suporternya menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, serasa seperti ada dorongan semangat yang kuat dari luar lapangan.

“Beda dengan lagu lain, sebagai santri lagu Ya Lal Wathan lebih menjiwai dibanding lagu-lagu lain. Bahkan lagu Ya Lal Wathan mempunyai kekuatan yang sama seperti lagu Mars Indonesia Raya,” jelas Rizal.

Selama babak penyisihan grup G, suporter Mambaul Hikmah United memang nampak sangat kompak dalam mendukung tim dari pesantrennya dengan lagu Ya Lal Wathan, yel-yel utama tim, hingga kelakar-kelakar yang tidak jarang membuat official dan suporter lain tidak bisa menahan tawa.  (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Sejarah, RMI NU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 13 Desember 2017

Hikayat Perang Sabil

Perang Sabil berasal dari kalimat jihad fi sabilillah adalah sebutan untuk peperangan melawan musuh yang dianggap memusuhi Islam. Seluruh perang melawan musuh Islam adalah perang sabil termasuk perang Diponegoro di Jawa dan perang Aceh.?

Kisah-kisah perang melawan Belanda di Aceh tertulis dalam hikayat yang dikenal dengan nama Hikayat Perang Sabil atau Hikayat Prang Sabi.?

Di Aceh Hikayat Prang Sabi adalah nama yang diberikan kepada sejumlah teks, baik yang diberi judul Hikayat Perang Sabil maupun tidak, yang isinya membicarakan tentang perang sabil. Hikayat Perang Sabil merupakan karya sastra perang karena memang diciptakan pada masa perang dan memberi semangat kepada para prajurit untuk bertahan melawan musuh.

Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil

Hikayat dapat dikatakan sebagai sebuah kisah atau cerita naratif yang ditulis dalam bentuk berirama yang bertujuan untuk memberi nasihat dan semangat kepada orang-orang untuk terjun ke medan peperangan melawan orang-orang kafir. Isinya juga mengandung muatan ajaran dan petuah untuk bertakwa kepada Allah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berbeda dengan sastra Melayu yang mengenai hikayat sebagai prosa, dalam sastra Aceh hikayat adalah puisi di luar jenis pantun, nasihat, dan kisah. Hikayat ditulis dalam bentuk sajak. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita, namun ? bagi orang Aceh tidak hanya berisi cerita fiksi belaka, tetapi berisi pula butir-butir yang menyangkut pengajaran moral.

Orang Aceh sangat senang mendengarkan pembacaan hikayat yang sampai pada awal abad 20 merupakan hiburan yang utama. Pembacaan hikayat perang sabil dilakukan sebelum orang maju ke medan pertempuran. Tradisi membaca hikayat sebelum orang terjun ke dalam peperangan adalah tradisi dalam kebudayaan Melayu. Ketika perang melawan Belanda, masyarakat Aceh membaca hikayat perang sabil di dayah-dayah atau pesantren, di meunasah, di rumah, maupun di tempat lain ? sebelum orang pergi berperang.

Sejauh ini baru diketahui dua naskah yang menyebut sumber hikayat perang sabil. Pertama adalah ? naskah dalam Bahasa Aceh tertulis pada 11 Syaban 1122H ? (5 Oktober 1710) yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Negeri Leiden Belanda. Meskipun nama pengarangnya tidak tercantum di dalam naskah hikayat perang sabil yang tertua itu, penggubahnya menyebutkan karangan yang disusunnya itu bersumber pada sebuah kitab berjudul Mukhtasar MuthiriI-gharam. Pengarang juga menyebutkan bahwa ? sumber untuk menyusun kitab ini berasal dari Syaikh Ahmad Ibn Musa, yang mungkin sekali adalah penulis kitab Mukhtasar tersebut di atas.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sumber yang kedua adalah hikayat perang sabil yang juga tertulis dalam Bahasa Aceh pada tahun 1834, beberapa puluh tahun sebelum pecahnya perang melawan Belanda pada tahun 1873. Meskipun nama pengarang juga tidak tersebut dalam naskah, namun penggubah hikayat ini menyebutkan bahwa sumbernya berasal dari kitab karangan ulama besar Syaikh Abdussamad al-Palimbani yang pada awal tahun 1760-an bertempat tinggal di Mekah. Syaikh Abdussamad al-Palimbani menulis berbagai kitab di Mekah. Salah satu di antaranya adalah Nasihat al-Muslimin atau lengkapnya Nasihat al-Muslimin wa Tadhkirat al-Muminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah wa-Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.

Dari segi genre atau jenis, Hikayat Perang Sabil mempunyai dua genre, yakni tambeh dan epos. Hikayat Prang Sabil bergenre tambeh kebanyakan ditulis oleh para ulama yang berisi nasihat, ajakan, dan seruan untuk terjun ke medan jihad fi sabilillah, menegakkan agama Allah dari rongrongan kafir demi mendapatkan imbalan pahala yang besar.

Hikayat Perang Sabil berjudul Hadzihi Qishshah Nafsiyyah yang merupakan saduran dari risalah ? Abdus Samad al-Palimbani ? berjudul Nashihatul Muslimin tersebut di atas adalah hikayat yang bergenre tambeh. Sedangkan hikayat berjudul Hikayat Prang Sabi adalah karya Teungku Chik Pante Kulu yang ditulis atas perintah kakaknya. Diduga yang dimaksud dengan kakaknya tersebut adalah Teungku Cik Ditiro karena pada tahun 1881 ia diangkat menjadi panglima perang sabilillah, sedangkan Teungku Chik Pante Kulu sendiri merupakan tangan kanannya.

Sedangkan yang bergenre epos adalah hikayat yang melukiskan peristiwa perang yang berlangsung di berbagai tempat di Aceh. Hikayat ini menggambarkan keberanian dan keperkasaan perlawanan para pejuang Aceh hingga tewas sebagai syuhada.?

Kisah-kisah kepahlawanan itu lalu dikisahkan dalam bentuk epos, seperti Hikayat Prang Sigli (1878), Hikayat Prang Geudong (1898), dan lain-lain. Dalam hikayat-hikayat perang yang terdapat di Aceh ini dikisahkan bahwa mati dalam berperang melawan Belanda yang dianggap kaphe (kafir) adalah mati syahid dan orang yang syahid akan diampuni segala dosanya serta dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

Dari segi isi, hikayat-hikayat perang sabil dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu: pertama, yang berisi anjuran untuk berperang sabil dengan menunjukkan pahala, keuntungan, dan kebahagiaan yang akan diraih. Kedua, yang berisi berita mengenai tokoh atau keadaan perang di suatu tempat yang patut disampaikan kepada masyarakat agar mendorong semangat orang-orang muslimin yang sedang berjihad. Ketiga, yang mencakup kedua kategori yang tersebut di atas. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 12 Desember 2017

Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing

Sukoharjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Islam muncul pertama kali sebagai sebuah hal yang asing. Begitu pula di akhir zaman, Islam juga akan kembali menjadi sebuah hal yang asing.

“Saya mikir, setelah 15 abad, pertanyaannya apakah zaman sekarang ini, Islam sudah terasing apa belum?” tanya Rais ‘Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri saat membuka ceramahnya di depan ribuan jamaah Tabligh Akbar Dies Natalis ke-22 IAIN Surakarta yang memadati Gedung Graha, Rabu (10/12) malam.

Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Zaman Sekarang, Orang Baik Justru Terasing

Tokoh yang akrab disapa Gus Mus tersebut melanjutkan, apabila melihat fenomena yang terjadi pada umat Islam di zaman ini, tentu banyak pihak yang menilai bahwa Islam tidaklah terasing.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Bagaimana tidak di mana-mana acara pengajian ramai, pergi haji juga mesti antre. Kok, tidak terlihat terasing, justru tampak ramai,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun, Gus Mus menggarisbawahi pada kondisi umat Islam yang ‘ramai’ ini, ternyata memperlihatkan banyak ironi. “Meskipun terlihat tidak terasing, namun jika diperhatikan banyak yang hilang dari nilai keislaman. Semisal apabila orang jujur seolah menjadi terasing di antara sekian banyak pembohong,” ungkap dia.

Menurutnya, kondisi ini akan mengakibatkan keterasingan bagi orang yang hendak berbuat baik. “Ini membuat orang yang tadinya ingin berbuat baik, terkadang tidak kuat untuk bertahan di tengah keterasingannya. Yang lain korupsi, aku merasa ‘saru’ (aneh), tengil-tengil (sendirian) tidak korupsi,”

Dalam kesempatan tersebut, Gus Mus juga menerangkan tentang konsep ketaqwaan dan cara Nabi Muhammad memberikan apresiasi terhadap budaya lokal. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Pendidikan, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 09 Desember 2017

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon

Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Solo, bersama sejumlah anggota TNI dan ormas lainnya mengikuti kegiatan tanam penghijauan di urban forest bantaran Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Ahad (24/1).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Siswandi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, program pencanangan sejuta pohon ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon

“Penting pula untuk membuka ruang terbuka hijau, ketersediaan udara segarm sarana rekreasi, dan menjaga tanah longsor, dan banjir,” kata dia.

Penanaman pohon penghijauan serentak ini dilakukan dengan pola padat karya. Jenis pohon yang ditanam buah rambutan, jambu air, sirsat, trembesi, sukun, dan sebagainya. ”Semoga tumbuh sumbur dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” harap Pangdam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Solo, M. Anwar juga berharap penanaman sejuta pohon ini dapat menjadi paru-paru kota.

“Semoga bisa menjadi paru-paru kota, mengurangi dampak polusi udara di Kota Solo,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 06 Desember 2017

Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

KH Nur Hadi atau kiai biasa dipanggil Mbah Bolong menjelaskan terkait pola dakwah yang baik dan benar. Dalam berdakwah menurutnya, dai (pendakwah) harus bisa menyesuaikan aspek-aspek sosial masyarakat sebagai penerima (objek) dakwah, termasuk kultur atau budaya yang ada di masyarakat.

Hal ini disampaikan dia saat mengisi materi pada kegiatan Pesantren Ramadhan Bahagia 1438 oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jombang di Islamic Center Masjid Baitul Muminin Jombang, Ahad (18/6).

Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar

"Cara berdakwah denga baik yaitu pertama memahami sosiologi seseorang yang akan didakwahi, kedua tidak boleh mengejek/menyalahkan orang yang didakwahi dan melihat situasi dan kondisi orang yang di dakwahi," katanya.

Pola berdakwah di atas, tambah kiai asal Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang ini selaras dengan cara dakwah yang diterapkan Nabi Muhammad SAW padai masa hidupnya. "Konsep dakwah Rasulullah yaitu dengan memahami sosiologi masyarakat itu. Kemudian tiga modal dalam berdakwah yang perlu diperhatikan yaitu niat, kemauan dan keinginan," imbuhnya.

Disamping itu, ia menambahkan, prinsip dalam berdakwah tidak harus memaksa penerima dakwahnya, tugas uatama dai tidak lain adalah menyampaikan materi dakwahnya dan berusaha menuntun masyarakat pada jalan yang benar yang diridhai Allah SWT, tanpa harus memaksa mereka. Persoalan masyarakat menerima atau tidak menerima dakwah yang disampaikan dai, hendaknya dikembalikan pada Allah SWT.

"Untuk rekan dan rekanita IPNU-IPPNU jikalau ada temanmu yang diajak kemudian mau, kamu jangan bangga. Jangan bilang "ini terjadi karena saya". Karena semua itu atas kehendak Allah," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih jauh dia menegaskan, selain pola dakwah di atas penting terus dilakukan, seorang dai juga harus memiliki sifat berani, yakni berani mengungkap hal-hal yang memang benar sesuai ajaran syariat Islam, juga mengungkap hal yang memang bathil menurut syari.

"Tetap kobarkan semangat dalam dakwah. Karena Rasulullah sebelum diangkat menjadi Rasul, tidak mempunyai musuh. Tetapi setelah menjadi Rasul, banyak kaum yang tidak sependapat dengan beliau, seperti Abu Lahab, Abu Jahal dan kaum Kafir Quraisy," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pemurnian Aqidah, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 30 November 2017

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Harta wakaf harus diproduktifkan supaya banyak manfaat yang bisa diambil. Poin utama wakaf adalah intifa (mengambil manfaat). Jika wakaf tanah yang dibangun di atasnya masjid, maka masjid tersebut harus dikelola secara produktif untuk shalat jamaah, tadarrus al-Quran, mengaji ilmu agama, musyawarah urusan umat, dan lain-lain.

Demikian pesan KH M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis Tayu dalam Seminar Wakaf Produktif yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Jawa Tengah, Senin (30/5), di Aula Ipmafa Lantai 2, Pati.

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

“Jika masjid kosong, tidak digunakan untuk jamaah, tadarrus al-Quran, dan lain-lain, maka nilai kemanfaatannya tidak ada dan orang yang wakaf (waqif) tidak mendapatkan pahala yang menjadi tujuan wakaf,” ujarnya di hadapan forum yang terselenggara atas kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Pati ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Begitu juga, lanjut Kiai Aniq, jika seseorang mewakafkan tanahnya yang dikelola dan keuntungannya untuk kemaslahatan masjid, maka tanah tersebut harus dikelola secara produktif sehingga menghasilkan pendapatan yang besar untuk memakmurkan masjid. Misalnya, tanahnya ditanami pepaya, pisang, atau sejenis, lalu dikelola dengan baik, sehingga menghasilkan produk yang laris dijual yang uangnya diberikan kepada masjid untuk mengembangkan masjid.

Dalam wakaf, shighat memegang posisi kunci, seperti waqaftu hadza ala al-masjidi (saya mewakafkan harta ini kepada masjid). Namun, untuk mengamankan posisi wakaf, aspek administrasi dan sertifikasi penting dilakukan supaya tidak terjadi perselisihan dan persengketaan di kemudian hari, bahkan sampai berujung ke pengadilan. Melihat pentingnya wakaf ini, orang yang akan mewakafkan tanahnya di masa mendatang bisa melakukan washiyyah bil waqfi (wasiat wakaf), namun proses sertifikasi tanahnya bisa segera dilakukan sekarang supaya aman dari fitnah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Empat tugas nadhir wakaf



Supaya nadhir wakaf yang berkewajiban mengelola harta wakaf mampu mengelola wakaf secara produktif, maka menurut KH. Muslihan dari Badan Wakaf Indonesia dan Penyelanggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Pati, nadhir wakaf harus menerapkan manajemen profesional. Manajemen professional dilihat dari aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan evaluasi (controlling).? ?

Ia menjelaskan, ada empat tugas nadhir wakaf. Pertama, melakukan proses administrasi harta wakaf secara tertib. Kedua, mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya. Ketiga, mengawasi dan melindungi harta benda wakaf. Keempat, melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Empat tugas nadhir ini harus dilakukan secara maksimal supaya potensi besar wakaf bisa dikelola secara produktif.

Di Indonesia, lanjut Muslihan, dengan asumsi umat Islam yang akan berwakaf 5 persen dari 190 juta, sekitar 9,5 juta jiwa, maka jika masing-masing mengeluarkan wakaf Rp 100.000 setiap bulan, maka akan terkumpul Rp 950 miliar per bulan dan Rp 11,4 triliun per tahun. Dana sebesar itu sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat untuk program pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa berprestasi, dan pemberikan kecakapan hidup (life skills) kepada kaum pengangguran di negeri ini.

Melihat potensi besar wakaf ini, Muslihan mendorong Program Studi Zakat Wakaf Ipmafa Pati supaya menjadi garda depan gerakan sadar wakaf dengan melahirkan amil zakat dan nadhir wakaf yang jujur, akuntabel, komunikatif, dan visioner.

Jamal Mamur Asmani selaku Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa menyatakan siap menjadikan Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA sebagai pionir gerakan sadar wakaf demi kemajuan umat dan kejayaan bangsa. Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati Bapak Mumu Mubarak menyatakan, MES Pati siap mendukung gerakan pembumian ekonomi syariah di Pati, termasuk gerakan sadar wakaf supaya nilai-nilai ekonomi syariah membumi di bumi nusantara dan dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat. Muhammad Fachrurrozi, selaku moderator mengatakan bahwa potensi wakaf yang besar ini harus disadari oleh masyarakat muslim supaya bisa dikelola secara profesional. (Red: Mahbib)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Sejarah, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 02 Oktober 2017

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pada Ahad malam (26/8), dua hari pasca insiden bentrok antara pemuda desa Warulor Paciran Kab. Lamongan dengan pemuda desa Campurejo Panceng Kab. Gresik, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Warulor menggelar acara halal bi halal di perbatasan antara dua desa tersebut. 

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Warulor Gelar Halal Bihalal

Acara dapat berlangsung tertib dan lancar setelah sebelumnya dicapai kesepakatan damai antara kedua pihak. Tim Mediasi dari GP Ansor Anak Cabang Paciran sebelumnya juga turun ke lokasi dan menemui tokoh pemuda dari dua desa tersebut. Setelah melakukan investasi di lapangan, tim mediasi GP Ansor menyimpulkan bahwa konflik tersebut merupakan akumulasi permasalahan sebelumnya yang tidak diselesaikan secara permanen sehingga Tim GP Ansor Ancab Paciran mendesak pihak keamanan, Muspika, dan Pemdes segera melakukan melakukan resolusi konflik. 

Yang menarik adalah ditemukan fakta bahwa konflik yang terjadi antar kedua desa yang bertetangga kabupaten tersebut dipicu memanasnya suhu politik jelang pilkades di dua desa itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Acara halal bi halal dihadiri Camat Paciran, Kades Warulor, Ketua GP Ansor Ancab Paciran, dan PRNU Warulor. Dalam sambutannya Camat Paciran H Suharto menyampaikan agar warga dapat menjalankan aktivitasnya seperti sebelum insiden bentrok. Dia mengharap kejadian tersebut adalah yang terakhir kalinya karena sudah dicapai kesepakatan damai antar kedua pihak. Ia meminta warga tidak terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, acara juga disertai santunan untuk anak yatim piatu. Diakhir acara juga diisi tausyiah oleh KH Abdul Mutholib dari Sidoarjo. Kiai yang populer disebut ‘kiai kerah sakti’ itu sangat atraktif dalam membawakan ceramahnya dan suaranya sangat merdu ketika mengalunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sehingga para peserta tidak beringsut dari tempat duduknya hingga akhir acara. 

Moh Yasin, ketua Ansor Ranting Warulor, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah merencanakan menggelar pentas seni musik gambus namun karena situasi dan kondisi Warulor belum kondusif maka acara tersebut dibatalkan. Lebih lanjut, Ahmad Farid, ketua GP Ansor Ancab Paciran menambahkan pihaknya sangat menyesalkan terjadinya pembakaran atribut GP Ansor pada insiden tersebut. 

Pengamanan kegiatan malam itu diback-up sepenuhnya oleh Satkoryon Banser Paciran yang menerjunkan lima puluh personilnya. Pasukan Dalmas dari Polres Gresik dan Lamongan telah ditarik ke Mapolres pagi harinya karena dirasa situasi telah kondusif. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Ulama, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw