Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw . Sebanyak 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Jepara turut menyemarakkan hari lahir (Harlah) ke-65 Fatayat NU yang dilaksanakan di gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Jawa Tengah, Ahad (26/4/15).

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Kegiatan dimeriahkan dengan Lomba Mars Fatayat dan Mars Jepara, Rebana Klasik, dan Lomba Cerdas Cermat serta Bazar Kuliner. Sebelumnya PC Fatayat NU juga mengadakan kegiatan doa bersama di tempat yang sama, Senin (20/5/15).

“Lewat kegiatan ini kami berharap Fatayat semakin kokoh ke-NU-annya dan tidak mudah terpengaruh dengan aliran-aliran lain,” terang Ketua Fatayat NU Jepara Imronah Hanani.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya. Rebana, tambahnya, merupakan budaya Islami yang harus dilestarikan. “Kalo bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi?” imbuhnya saat ditemui disela-sela kegiatan.

Imronah melanjutkan, Jepara juga mempunyai Mars yang harus disosialisasikan. “Syair Mars Jepara bagi kami sangat memberikan semangat. Untuk itu lewat lomba Mars Jepara merupakan upaya untuk mensosialisasikannya kepada Fatayat dan khalayak umum,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia juga berharap Fatayat mandiri dalam hal perekonomian. Mampu berbuat untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakatnya dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. “Itu semua dilakukan tidak lain untuk mengambil semangat Kartini,” harapnya.

Pekan Madaris

Di tempat lain LP Maarif NU Jepara menggelar Pekan Madaris Madrasah Awwaliyah dan Wustho yang dipusatkan di Madrasah Salafiyah Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 328 peserta itu melombakan beberapa cabang Cerita Islami, CC Aswaja, MTQ, Imla’, Baca Kitab, Puitisasi Al Quran, Kaligrafi, Fustal, MTQ dan Baca Kitab.  

Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya berharap kegiatan melahirkan kompetisi yang jujur dan berkualitas. Sedangkan Mariyoto, ketua panitia menambahkan, kegiatan merupakan wahana silaturrahim antarmadrasah se–Jepara.

“Harapannya kegiatan ini memunculkan bibit-bibit madrasah yang mumpuni dan berkualitas dalam hal agama, seni dan budaya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Cerita, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Salah seorang ahli falak Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhyidin Khazin meninggal dunia, Rabu (22/3) pukul 10.00 WIB di Salatiga, Jawa Tengah.

Kabar duka tersebut disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghozalie Masroeri, Rabu lewat siaran pers.?

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Rencananya alhamrhum akan dimakamkan hari ini, pukul 16.00 WIB, di Desa Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga.

KH Muhyidin Khazin adalah pengurus LF PBNU periode 2005-2015. Ia juga merupakan dosen ilmu falak Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Ghazalie mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya salah seorang tokoh aflak ini. Ia menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga Nu untuk mendoakan almarhum.?

“Mohon seluruh jajaran LFNU/Nahdliyin/Muslimin melaksanakan shalat ghaib, tahlil, dan doa,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Internasional, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 12 Februari 2018

KBNU Subang Bantu Korban Banjir

Subang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Subang yang terdiri dari GP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU Cabang Kabupaten Subangmenyerahkan bantuan korban banjir yang ada di kawasan Subang Pantura, tepatnya di Kampung Blendung, RT/RW 16/08, Desa Tegalurung, KecamatanLegonkulon, Kamis (07/02/2013).

Penyerahan bantuan yang dikawal ketat puluhan Banser ini mendapat antusias dari masyarakat sekitar. Didampingi tokoh masyarakat setempat, satu persatu warga diberikan bantuan berupa sembako olehmasing-masing Ketua Organisasi Kepemudaan dan Pelajar Nahdlatul Ulama tersebut.

KBNU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
KBNU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

KBNU Subang Bantu Korban Banjir

Menurut Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Asep Alamsyah Heridinata memaparkan bantuan ini langsung diberikan kepada ratusan kepala keluarga yang dalam akhir-akhir ini kondisi kampung tersebut masih tergenang banjir.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kita berikan bantuan ini ketempat yang paling parah kondisinya. Terbukti, di beberapa sudut kampung ini kondisinya masih tergenang oleh air banjir. Apalagi Kami menerima informasi masyarakat sekitarmasih kesulitan untuk menjalankan aktivitas perekonomiannya. Mudah-mudahan semabako ini sedikit bisa meringankan beban mereka,” paparAsep.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum PMII Cabang Subang, Ade Mahmudin bahwa bantuan ini berasal dari aksi solidaritas penggalangan dana yang dilakukan oleh kader-kader PMII Subang beberapa waktu lalu.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tercatat ada sekitar 300 Kepala Keluarga yang mendapatkan bantuan sembako ini. Dimana, bantuan tersebut berasal dari hasil aksi solidaritas penggalangan dana yang dilakukan oleh kader-kader PMII seKabupaten Subang. Termasuk salah satunya Kami juga mendapatkan titipan dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Syamsul Ulum danPMII Kota Sukabumi yang diberikan beberapa waktu lalu di secretariat PMII Subang,” kata Ade.

Sementara, Kepala Dusun Blendung, Rasman (43) mengatakan rasa apresiasinya terkait aksi yang dilakukan oleh anak-anak muda Nahdliyin tersebut.

“Kami ucapkan apresiasi dan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada anak-anak muda NU Subang ini. Mudah-mudahan dengan bantuan ini sedikit bisa mengurangi beban masyarakat kami yang sampai sekarang baru kali ini kami tersentuh bantuan,” pungkas Rasman.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Humor Islam, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 22 Januari 2018

Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) resmi dilantik di Hotel Front One, Jalan Jokotole, Ahad (25/12). Acara ini dihadiri Anggota DPR RI Kholilurrahman dan Baddrut Tamam dari DPRD Jawa Timur.

Acara yang dilantik langsung oleh Pengurus Besar IKA PMII Jakarta tersebut mengusung tema IKA PMII Membangun Pamekasan Lebih Bersahabat.

Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat

Dalam sambutannya, Ketua IKA PMII Pamekasan Dr Atiqullah menegaskan, organisasi yang dipimpinnya ke depan akan lebih fokus memperkuat komunikasi dan kebersamaan alumni.

"Organisasi ini tidak lagi menggali potensi, tapi memanfaatkan potensi. Pendistribusian alumni ke depan kita lebih maksimalkan," tegas Dosen STAIN Pamekasan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Usai dilantik, pihaknya nanti akan melangsungkan pertemuan sebagai tindak lanjut dari pelantikan. Yaitu, pengembangan IKA PMII berlandaskan departemen yang ada.

Dalam kesempatan itu, Atiqullah mengetengahkan pemahaman bahwa IKA PMII tidak bisa dilepaskan dari 3 elemen.

"Ketiganya berupa PMII, NU, dan pesantren," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 13 Januari 2018

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar

Banjar, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Puluhan anggota Banser Kota Banjar bersiap mengamankan kegiatan Maulid Nabi dan silaturahmi para habib serta ulama se-Kota Banjar di Pesantren Al-Hilal, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Senin (25/4). Tetapi siapa kira ada seorang remaja putri berseragam Banser ikut berbaris mendengarkan instruksi serta arahan dari Kasatkoryon Banser Langensari.

Banser wanita ini adalah Eti Herlina (22). Warga Dusun Sukahurip, Desa dan Kecamatan Langensari, Kota Banjar ini tidak sekali terlibat dalam pengamanan yang pernah dilakukan Banser Kota Banjar.

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar

"Saya karyawan toko emas, sudah beberapa kali mengikuti pengamanan kegiatan keagamaan baik di Kota Banjar maupun di daerah lain," kata Eti kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Eti mengatakan menceritakan itikad baiknya mengabdikan diri kepada NU melalui cara yang ia lakukan sekarang. Sementara itu, hanya dia satu-satunya anggota Banser wanita di Banjar.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya ingin banyak teman Banser perempuan. Sampai saat ini keluarga mendukung dan tidak ada komplain," ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di tempat yang sama, Ketua GP Ansor Langensari Ihsan Hanafi menjelaskan, adanya Banser wanita ini merupakan upaya membangkitkan semangat mempertahankan NKRI.

"Kader putri NU baik di Fatayat, IPPNU harus diberi ruang gerak untuk berkhidmah kepada ulama. Jangan salah, pejuang perempuan sudah ada sejak zaman penjajahan. Makanya sekarang perlu ditumbuhkan, bukan dulu saja," pungkasnya. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam, Nahdlatul, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 25 Desember 2017

Ketua Umum PBNU ke Vatikan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Hari ini, Rabu (28/9) Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tampil sebagai pembicara utama dalam dialog antartokoh umat beragama sedunia yang mengambil tema, "Inter Religius Dialoque and Resolution of Conflics" di Vatikan.

Pengasuh Pesantren Al Hikam, Kota Malang itu menyampaikan makalah dengan judul, Moderate Mouslem in Indonesia and there role in the social religion conflics resolution.

Dialog yang dijadwalkan dibuka Michael Sitzgerald bertindak mewakili Sri Paus, berlangsung selama dua hari, dengan menampilkan pembicara lain di antaranya Romo Ismartono. Sebelumnya utusan khusus dari Vatikan Michael Sitzgerald pernah berkunjung ke PBNU bersama KWI dan keuskupan gereja lainnya di Indonesia sewaktu Paus Yohanes Paulus II masih hidup.

Dalam dialog tersebut mantan cawapres PDIP ini akan menyampaikan kiprah PBNU dan Gerakan Moral Nasional (Geralnas) serta munculnya beberapa kasus konflik nasional di Indonesia, analisa dan solusinya. "Mudah-mudahan, hubungan harmonis yang dijalin antartokoh dan antarumat beragama di Indonesia dapat dicontoh negara-negara lain yang rakyatnya terdiri dari beberapa pemeluk agama yang berbeda," ujarnya.

Kunjungan ketua umum PBNU, ke Vatikan bukan yang pertama kali, sebelumnya (20/02/2003) Hasyim Muzadi pernah memimpin delegasi tokoh lintas agama yang beranggotakan Nurcholish Madjid, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah A. Syafi’i Ma’arif, Ketua Konferensi Wali Gereja (KWI) Kardinal Julius Darmaatmadja, Ketua Umum Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Nathan Setiabudi, wakil Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI)I Nyoman Suwanda dan wakil Wali Umat Budha Indonesia (Walubi) Biksu Supeno Ali Djurnawan.

Sekadar diketahui, keberangkatan kyai Hasyim ke Vatikan sebelumnya dijadwalkan usai melantik pengurus cabang istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Australia dan New Zealand pada Jumat (23/9) lalu bersama ketua PBNU yang membidangi urusan luar negeri, H.M. Rozy Munir dan Bendahara PBNU, Siradjul Munir , namun karena padatnya jadwal di tanah air, mantan Ketua PWNU Jatim ini memilih pulang dahulu ke tanah air dan berangkat sehari sebelum acara di gelar. (cih)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Umum PBNU ke Vatikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU ke Vatikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU ke Vatikan

Minggu, 10 Desember 2017

RMINU Data Pesantren di Pekalongan

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengadakan rapat koordinasi dengan pengurus pondok pesantren se-kabupaten setempat di Pondok Pesantren Sabilul Mukhtar Rowokembu, Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/10).

RMINU Data Pesantren di Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Data Pesantren di Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Data Pesantren di Pekalongan

Tampak puluhan pengurus pondok pesantren antusias mengikuti koordinasi kali ini. Selain segenap pengurus cabang RMINU Pekalongan, hadir pula salah satu pengurus wilayah RMINU Jateng KH Fadlullah Turmudzi.

Acara koordinasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari safari Ramadhan oleh PW RMINU Jateng ke eks karesidenan Pekalongan. Salah satu agendanya terkait pendataan ulang pondok pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dari situ tercatat ada 51 pondok pesantren di Pekalongan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dengan jumlah tersebut, Ketua PC RMINU Kabupaten Pekalongan Kiai Muhammad Nur Alif menyatakan perlunya dipikirkan kembali tentang pengembangan pondok pesantren. Alif yang juga pengasuh pondok pesantren Nurul Huda ini menjelaskan, sekarang pesantren telah tumbuh pesat, baik yang bercorak salafiyah, khalafiyah, (modern), atau kombinasi antara keduanya.

“Pada kepengurusan terdahulu kita bisa mengadakan pesantren Ramadhan di sekolah-sekolah formal. Dalam periode kali ini kita juga telah mengadakan dua kali pelatihan ilmu falak kepada santri di kabupaten Pekalongan,” ujar Alif. (M Zulfa/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Humor Islam, Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 06 Desember 2017

Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi

Kunjungan Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz mendapat perhatian luar biasa. Jarang-jarang lawatan sebuah kepala negara mendapat perhatian yang sangat luas dari masyarakat. Persiapan yang istimewa dilakukan untuk kenyamanan Sang Raja. Lift Masjid Istiqlal dipasang baru, demikian juga toiletnya. Di DPR beraneka-ragam bunga didatangkan agar gedung wakil rakyat ini tampak indah dalam menyambut khadimul haramain. Televisi melakukan siaran langsung acara kenegaraan yang dihadiri sang Raja sedangkan media cetak atau daring mengupas berbagai sisi, baik hubungan Indonesia dan Saudi Arabia dari masa ke masa atau tentang figur Raja Salman dan keluarganya.?

Pemerintah berharap kunjungan tersebut tidak sebatas seremoni. Ada harapan lebih besar agar terjalin hubungan yang lebih erat dan kerja sama ekonomi yang menguntungkan kedua belah pihak. Perdagangan Indonesia dengan Saudi cukup erat, terutama terkait dengan impor minyak mengingat Indonesia saat ini sudah mengimpor bersih untuk memenuhi kebutuhan minyak buminya. Total ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencapai 1,33 miliar dolar sedangkan impor kita mencapai 2,73 miliar dolar. 2,02 miliarnya berupa produk minyak. Publik, melalui analisis terhadap konten yang diperbincangkan di media sosial, publik menginginkan hubungan yang lebih erat mengingat dua negara ini penduduknya mayoritas Muslim. Apalagi di Arab Saudi terdapat Masjidil Haram dan Masjid Madinah, dua tempat yang paling dihormati umat Islam. Sebagai saudara yang diberkahi kekayaan dari sononya, tanpa perlu bekerja keras, Saudi diharapkan memberi bantuan maksimal atas saudara sesama Muslim yang tidak seberuntung dia. ?

Sayangnya, harapan terhadap kerja sama yang lebih erat ini kurang membawa hasil. Presiden ? Joko Widodo dalam sambutannya di Pesantren Buntet Cirebon (13/4) secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas komitmen investasi Saudi Arabia yang hanya sebesar Rp89 triliun (US$6 miliar), sementara China mendapatkan kucuran dana sebesar Rp870 triliun (US$65 miliar) bahkan Malaysia yang negaranya lebih kecil dari Indonesia mendapat lebih banyak, yaitu sebesar Rp 92,8 triliun atau setara dengan US$7 miliar.

Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Kekecewaan Jokowi pada Raja Saudi

Banyak di antara Muslim Indonesia tampaknya terbuai dengan Saudi Arabia karena sentimen keislaman. Seolah-olah Saudi akan membawa sesuatu yang sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia, sementara di sisi lain, mereka menyatakan ketidaknyamanan dengan China karena stigma ideologi yang dianut oleh negeri tersebut, dan karena penguasaan ekonomi Indonesia oleh etnis Tionghoa yang dari sisi jumlah adalah minoritas.

Lho, ternyata Saudi lebih memilih menanamkan uangnya kepada China daripada Indonesia yang sesama Muslim. Inilah yang tak banyak disadari oleh sebagian Muslim Indonesia yang menempatkan Saudi sebagai patron, sebagai bentuk ideal dalam berislam. Bahwa membantu sesama Muslim adalah di atas segalanya. Faktanya, dana-dana petrodolar yang mereka miliki lebih banyak diinvestasikan di negara-negara Barat daripada negara Muslim.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saudi berpikir pragmatis dalam melakukan investasi, di mana dana tersebut. Kurang ada kesadaran untuk melakukan kebijakan afirmatif untuk mendukung sesama negara Muslim, sementara di sisi lain ingin disebut sebagai pemimpin bagi negara-negara Muslim. Perilaku yang sama juga dilakukan negara-negara Timur Tengah terhadap dana-dana minyak yang mereka miliki terhadap kebijakan investasinya. Pada rentang 2010-2015, nilai investasi negeri yang dipimpin oleh dinasti Saudi itu hanya US$34 juta atau hanyaa 0,02 persen dari total investasi asing yang mengalir ke Indonesia selama kurun waktu lima tahun itu. Pada 2016, realisasi investasi hanya US$900.000 atau sekitar Rp11,9 miliar.

Jika pendekatannya adalah pragmatis bahwa uang tidak memiliki agama, Indonesia juga tidak bisa mengharapkan kucuran investasi karena sentimen sebagai sesama Muslim. Indonesia harus memperbaiki iklim investasinya, hambatan-hambatan terhadap investasi seperti korupsi yang masih menggurita, birokrasi yang bertele-tele, infrastruktur yang masih belum memadai, dan hal-hal lain harus diperhatikan. Dengan demikian, siapa saja akan datang karena adanya potensi keuntungan yang akan diperoleh.?

Kita memang gampang terbuai dengan kata-kata indah yang menggugah emosi kita. Sejarah perjalanan bangsa telah membuktikan, dahulu kita mendukung Jepang masuk ke Nusantara karena mereka memakai sentimen sebagai saudara tua. Faktanya, penjajahan yang hanya berlangsung selama tiga setengah tahun ini menimbulkan penderitaan yang tak terkira. Indonesia, jika ingin maju, tidak bisa mengharapkan negara atau bangsa lain untuk menolong. Kita yang harus memacu diri kita sendiri untuk memperbaiki apa yang kurang. Kita, berhubungan dengan bangsa lain dalam posisi yang setara, bukan menghamba. Bahkan kalau bisa, menolong negara-negara lain yang selama ini kurang berdaya. Dan itu hanya bisa dicapai jika kita kuat, kita berdaya, dan kita memiliki sesuatu yang bisa menjadi nilai tawar kepada bangsa lain. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Humor Islam, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 November 2017

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah

Oleh Moh. Salapudin



Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan bahwa tanggal 1 Muharram 1438 H jatuh pada hari Senin, 3 Oktober 2016, atau persisnya dimulai sejak Ahad (1/10) malam nanti. PBNU mengistikmalkan bilangan bulan Dzulhijjah 1437 H menjadi 30 hari karena tidak ada yang berhasil mengamati hilal pada pelaksanaan rukyatul hilal pada Sabtu (1/10) kemarin. (Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, 2/10).

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Penentuan Awal Bulan Kamariah

Ketika berita di atas di-share di group WhatsApp Keluarga Besar Mahasiswa Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, terjadi diskusi panjang. Pasalnya, banyak yang sudah merayakan ritual tahun baru hijriah pada Sabtu (1/10) malam kemarin. Alasannya adalah karena keadaan hilal pada pelaksanaan rukyatul hilal kemarin sudah memenuhi kriteria imkan rukyat yang dipedomani pemerintah (imkan rukyat kriteria MABIMS), yakni tinggi hilal minimal 2 derajat, jarak sudut matahari-bulan (elongasi) 3 derajat, dan umur bulan dari saat ijtimak 8 jam.

Tinggi hilal saat pelaksanaan rukyatul hilal pada Sabtu (1/10), kemarin, sebagaimana dipublikasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berkisar antara 2,90 derajat di Merauke, Papua, sampai dengan 4,33 derajat di Banda Aceh, Aceh. Dengan elongasi 3,7 sampai 4,9 derajat, dan umur bulan lebih dari 8 jam. Jika mengunakan hisab imkan rukyat kriteria MABIMS, maka keadaan hilal tersebut dapat dijadikan alasan masuknya awal bulan baru sehingga awal bulan Muharram 1438 H jatuh pada Sabtu (1/10) atau persisnya dimulai pada Sabtu malam kemarin. ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Masalahnya, meskipun keadaan hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS, ternyata pada pelaksanaan rukyatul hilal tidak ada yang berhasil melihat hilal. Dalam kasus semacam ini, NU akan mengistikmalkan bilangan bulan sebelumnya menjadi 30 hari, sehingga awal Muharram 1438 H, sebagaimana diikhbarkan PBNU, jatuh pada Senin (3/10) atau persisnya dimulai sejak Ahad malam nanti. Kasus ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Pada penetapan awa bulan Rabiul Akhir 1437 H lalu, keadaan hilal juga sudah memenuhi krieria imkan rukyat MABIMS, namun karena tidak ada yang berhasil melihat hilal pada pelaksanaan rukyat hilal, maka NU mengistikmalkan bulan Jumadil Akhir 1437 H.

Sebagai jam’iyah diniyah (organisasi sosial kegamaan Islam) yang berhaluan Ahlussunah wal Jama’ah, NU menjunjung tinggi dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW serta tuntunan para sahabat Rasulullah SAW dan ijtihad para ulama mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali). NU juga berkewajiban untuk senantiasa mengamalkan, mengembangkan dan menjaga kemurnian ajaran agama Islam yang diyakininya, termasuk dalam hal penetapan waktu/tatacara ibadah yang dianggap sah dan utama. Menurut keyakinan NU, metode yang mu’tamad (yang dapat dijadikan pegangan), dalam hal penentuan awal bulan kamariah, terlebih pada bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, adalah rukyatul hilal.

Dasar hukum dipilihnya rukyat oleh NU, selain hadits-hadits Nabi tentang hisab rukyat, tentu saja pendapat para ulama. Para ulama yang diikuti pendapatnya, sebagaimana terdapat dalam “Buku Pedoman Rukyat dan Hisab Nahdlatul Ulama” adalah: Imam Mazhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali), Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, Imam ar-Ramli, Imam Bakhit al-Mu’thi, Imam Ba’lawi, dan ulama lainnya. Adapun kitab-kitab karya ulama klasik yang dirujuk NU adalah Fiqh ala al-Mazahibi al-Arba’ah, Majmu’, Tuhfah al-Muhtaj, Nihayah al-Muhtaj, Irsyadu Ahli al-Millah, I’anatut Thalibin, Bughyah al-Mustarsyidin, Syarah Ihya’ Ulumuddin, Fathul Bari, Bidayatul Mujtahid, al-Isyadatul Saniyah, Fatawa ar-Ramli, al-Alamul Mansyur fi Isbathi Syuhur, al-Fatawa asy-Syar’iyah, dan al-Mahalli.



Semua ulama tersebut berpendapat bahwa awal bulan kamariah, khususnya awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, ditentukan berdasarkan rukyatul hilal, dan jika rukyat tidak berhasil maka dilakukan istikmal. Bahkan, term rukyat dalam hadits-hadits hisab rukyat bersifat ta’abbudi ghair al-ma’qul al-ma’na (tidak dapat dirasionalisasi). Itulah alasan mengapa hingga sekarang NU masish memegang teguh rukyatul hilal.

Adapun terhadap kriteria imkan rukyat sebagaimana yang digunakan oleh pemerintah saat ini, PBNU tidak menolaknya secara mutlak. PBNU menggunakan hisab krieria imkan rukyat untuk menerima/menolak laporan rukyatul hilal. Artinya, jika keadaan hilal sudah memenuhi imkan rukyat dan ada kesaksian rukyatul hilal, maka kesaksian tersebut akan diterima. Sebaliknya, jika keadaan hilal masih di bawah kriteria imkan rukyat, dan ada yang mengaku melihat hilal, maka kesaksian tersebut akan ditolak.

Kasus tersebut pernah terjadi misalnya pada saat awal Syawal 1418 H dan Ramadhan 1427 H. Pada saat itu ada yang mengaku dapat melihat hilal, namun karena keadaan hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat, maka PBNU menolak kesaksian itu. Pada kedua kasus tersebut, memang terdapat dinamika di internal NU, yakni keputusan PWNU yang menerima kesaksian hilal pada saat itu.

Penulis pernah belajar ilmu falak di UIN Walisongo SemarangDari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Humor Islam, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 19 November 2017

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa memotret banyak perkembangan dunia persilatan NU di daerah-daerah terutama di lingkungan pendidikan NU. Pengurus Pagar Nusa melihat banyak sekolah dan madrasah di lingkungan LP Maarif NU menjadikan pencak silat NU Pagar Nusa sebagai kegiatan ekstrakulikuler para siswa baik putra maupun putri.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Pencak Silat NU Pagar Nusa H Nabil Haroen di hadapan ratusan pendekar pada pembukaan Kerjurnas II dan Festival Pencak Silat NU Pagar Nusa di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahad (21/8) sore.

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU

“Ada begitu banyak perkembangan menggembirakan di daerah-daerah. Minat orang-orang, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk menitipkan putra-putrinya pada gemblengan Pagar Nusa kian meningkat,” kata H Nabil pada upacara pembukaan Kejurnas II Pagar Nusa.

Menurut Nabil, lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan LP Maarif NU dan sekolah-madrasah yang dikelola warga NU banyak yang mulai peduli untuk merintis dan mengembangkan pencak silat di lembaga mereka.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sejak diresmikan menjadi salah satu Badan Otonom NU tahun 2004 pada Muktamar Ke-31 NU di Boyolali, Pagar Nusa terus melakukan pembenahan. Pengurus Pagar Nusa hingga kini terus mengonsolidasi diri, terus menempa diri agar bisa menjadi organisasi pendekar pencak silat yang mumpuni.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Semua itu membuat permintaan akan pelatih pencak silat juga meningkat.”

Ia berharap Kejuaraan Nasional Kedua dan Festival Pencak Silat NU Pagar Nusa kali ini berlangsung lancar.

“Saya sampaikan selamat kepada pendekar sekalian yang telah menyedekahkan waktu untuk bisa menjalin tali kaasih di antara kita dalam perhelatan ini. Ahlan wa Sahlan. Selamat bertanding. Selamat beratraksi dalam festival,” tandas Nabil. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 02 Oktober 2017

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pemerintah melalui Kementerian Agama berupaya keras mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia. Sebab itu tema besar mengelola keragaman melalui pemeliharaan umat beragama diangkat dalam International Symposium on Religious Life, Rabu-Jumat (5-7/10) di Jakarta.?

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas’ud menjelaskan bahwa ada tiga persoalan krusial yang ingin dibahas dalam pertemuan 150 peneliti, akademisi, dan tokoh agama ini, yaitu definisi agama, kriteria agama, dan registrasi agama; penodaan agama dan otoritas yang memutuskan; serta majelis agama, ormas, aliran, denominasi.

Dia menegaskan, rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan nantinya untuk memperkuat dan menyempurnakan RUU Perlindungan Umat Beragama (PUB). Melalui UU PUB, pemerintah bermaksud mengelola kehidupan umat beragama di Indonesia dalam rangka membangun harmoni.?

“Fakta bahwa selama ini banyak tindakan intoleransi atas nama agama, pelayanan negara yang seolah hanya berlaku untuk 6 agama saja, kasus penodaan agama, serta menyeruaknya berbagai aliran dan paham agama membuat pemerintah perlu mengelola itu semua secara regulatif,” papar Pak Dur, sapaan akrabnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selama ini, imbuhnya, regulasi yang ada hanya sebatas Peraturan Bersama Menteri (PBM) tahun 2006 dan SKB 3 menteri. Adapun UU No 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama masih banyak kekurangan dan tidak menyatakan secara jelas terkait terminologi agama yang diakui negara atau agama resmi.





Simposium bertema Managing Diversity, Fostering Harmony ini? menghadirkan berbagai pakar seperti Robert W. Hefner (Boston University, USA), Gamal Farouq Jibril (Al-Azhar University Cairo, Mesir), Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu juga digelar diskusi yang akan diisi oleh Ahmad Najib Burhani (LIPI), Syafiq Hasyim (ICIP-PBNU), R. Alpha Amirrachman (CDCC-PP Muhammadiyah), Ahmad Suaedy (Abdurrahman Wahid Center UI), Muhammad Adlin Sila (CDRL-MORA), dan Alimatul Qibtiyah (PSW UIN Yogyakarta).? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Humor Islam, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 21 September 2017

Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. KH Sujadi mengingatkan kepada jamaah NU untuk memegang teguh agama Islam dengan bersama-sama menghidupkan amaliyah ala ahlissunnah wal Jamaah melalui Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Kalo NU sudah tentu Islam, kalau Islam belum tentu NU.

Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU

Hal ini disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu KH Sujadi didepan Jamaah yang hadir pada kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu di Kecamatan Pagelaran, Sabtu (11/7).

KH Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini menegaskan, bahwa dengan berpegang dan berkiprah di Jamiyyah NU, akan selalu bersentuhan dengan para alim ulama sehingga akan selalu terarah dalam menjalani amaliyah ibadah dan muamalah selama hidup didunia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Oleh karena itu, dalam rangka menanamkan dan membentengi amaliyah-amaliyah NU ini, KH Sujadi memberikan saran serta meminta kepada PCNU Pringsewu untuk melaksanakan program nyata dengan salah satu contohnya yaitu Setifikasi Masjid dan Musholla.

Program ini menurutnya berbentuk pendataan dan pembinaan masjid dan musholla di Kabupaten Pringsewu yang dikelola oleh warga NU. Menurutnya sertifikasi ini akan dapat menjaga dan melestarikan amaliyah-amaliyah NU yang selama ini dilakukan oleh Jamaah di masjid dan mushola tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Jangan sampai ciri khas amaliyah NU di Masjid yang dikelola oleh warga NU hilang. Semua butuh pembinaan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 02 September 2017

Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang

Makkah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Terhitung dari awal pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama pada 9 Agustus lalu, saat ini penyelenggaraan haji sudah memasuki hari yang ke-40. Sebanyak 18 jemaah haji Indonesia hari ini kembali dilaporkan meninggal sehingga total jemaah yang wafat berjumlah 163 orang, terdiri dari 149 jemaah haji reguler dan 14 jemaah haji khusus.

Berdasarkan data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, Sabtu (17/9), pukul 07.00 Waktu Saudi, sebagaimana dilansir kemenag.go.id, tambahan 18 jemaah yang wafat berasal dari embarkasi Makassar (UPG), Surabaya (SUB/3), Solo (SOC/4), Medan (MES), Jakarta Pondok Gede (JKG/3), Jakarta Bekasi (JKS/2), Aceh (BTJ/2), Balikpapan (BPN),dan jemaah haji khusus.

Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji Indonesia Wafat Total 163 Orang

Berikut ini daftar lengkap 139 jemaah yang wafat:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.

2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Embarkasi Solo (SOC) Kloter 018.

6. Sarjono Bin Muhammad (60). Laki-laki. Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.

7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) Kloter 003.

8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

9. Juani bin Mubin Ben (61). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 006.

10. Asma binti Mian (78). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 001.

11. Tasniah binti Durakim Datem (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 003.

12. Jamaludin bin Badri Kar (58). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

13. Abdullah bin Umar Gamyah (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 001.

14. Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 020.

15. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 011.

16. Siti Maryam binti Ismail (60). Embarkasi Solo (SOC) Kloter 001.

17. Misnawar bin Kasimo Kamujo (76). Embakarsi Surabaya (SUB) Kloter 015

18. Din Azhari Nurina bin Sadid (73). Embarkasi Padang (PDG) Kloter 005.

19. Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60). Embarkasi Balikpapan (BPN) Kloter 009.

20. Muhammad Nasir bin Abdul Hamid (64). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 010.

21. Manih binti Siyan Muhammad (71). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 006.

22. Joko Pramono bin H Ali Pramono (41). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 26.

23. Wahono Wilik bin Walijo Kartodimejo (65). Embarkasi Batam (BTH) kloter 002.

24. Udju Sumiati binti Marhati (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) Kloter 038.

25. Siti Fatonah Binti Supangat Kasmungin (68). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 028.

26. Imam Rifai bin Ngali (60). Embarkasi Palembang (PLM) Kloter 005.

27. Suhaimi bin kadir Abdillah (62). Embarkasi Medan (MES) Kloter 005.

28. Siti Maskanah binti Djumri (66). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) Kloter 013.

29. Zainabon binti Umar Muhammad (71). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 008.

30. Awaludin bin Abu Sahar Tanjung (58). Embarkasi Medan (MES) Kloter 011.

31. Kadiran bin Molyadi Sokaryo (71). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 022.

32. Yudha Arifin bin Kasah (55). Jemaah haji khusus.

33. Abdul Hamid bin Lapewa Palewa (53). Jemaah haji khusus.

34. Roman bin H. Maeji Suhaedi (58). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 020.

35. Mochamad Subarjah bin Sumawinata R (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 048.

36. Taggi bin Haseng Maggu (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 048

37. Saifuddin bin Buchori Abdullah (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 003.

38. Semi Parsinah binti Wamu Adam (65). Embarkasi Aceh (BTJ) loter 002.

39. Siti Maryam binti Haram (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

40. Aceng bin Nuroddin Hasyim (58). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 018.

41. Adisman Rasidin Salin bin St. Salam (63). Jemaah haji khusus.

42. Warniti binti Samadi Rimin (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 051.

43. Sukardi As Haryanto bin Abu Bakar (78). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 009.

44. Rukiyah bt Muhammad Arif Pane (62). Embarkasi Medan (MES) kloter 011.

45. Sumin Adinoto bn Suto Karso (73). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 028.

46. Zahadi bin Muhayadin Asir (58). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 007.

47. Imo binti Ahmad Umar (73). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 006.

48. Carwit binti Karjani Sarip (51). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 037.

49. Mukijan bin Sodimejoh Muhammad (62). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 032.

50. Siti Sarah binti Abdul Kapi (53). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 014.

51. Abdul Sani bin H Hayani (59). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

52. Emuh Sutrisna Atmadja bin Wardi (79). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 008.

53. Ali bin Lapantje Lakoro (77). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 011.

54. Cholik bin Aguscik Usman (65). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 005, B3343307.

55. Marfuah Amina Toyib binti Mustofa (76). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

56. Nipi binti Mad Ambri Mungkar (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 34.

57. Hawang binti Bungku Ilham (59). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 007.

58. Boniatun binti Dulkahir Kartak (60). Embarkasi Batam (BTH) kloter 17.

59. Hariri bin Mustafa M. Soleh (73). Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG) kloter 37.

60. Dain Nariya bin Satimin (69). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 29.

61. Rosid bin Kamadi Rani (63). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 061.

62. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58). Jemaah haji khusus

63. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66). Jemaah haji khusus

64. Wawan Barnawi K bin Casmita (62). Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) kloter 036.

65. Sikan bin Bait Sabut (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 005.

66. Nana Supena bin Uba R (64). Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kloter 010.

67. Budiyanto bin Lihan Suliman (57). Embarkasi kloter Surabaya (SUB) kloter 026.

68. Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur (62). Embarkasi Padang (PDG) kloter 009.

69. Agus Slamet Riyadi bin Cokrowasito (62). Jemaah haji khusus.

70. Munawwaroh binti Muslih Simin (66). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 020.

71. Darmuya bin Jabar Bila (79). Embarkasi Padang kloter 011.

72. Sofyan Soleh Jamhari binti H.M Sohe (74). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 007.

73. Sumi binti Sahrul Towasi (80). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 003.

74. Nur Wachid bin Abdul Majid Samsul (68). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 025.

75. Sahriye binti Sulaiman Kaima (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

76. Sulkan bin Satiman Lasijah (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 063.

77. Sariyana Ganing P binti Laganing (73). Jemaah haji khusus.

78. Djunaide bin Masse Bandu (71). Jemaah haji khusus.

79. Sawi bin Saidin Armidin (73). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 017.

80. Jamhari bin Arip Ardiah (83). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 021.

81. Endah Wirdah binti Sukemi Harja. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 038.

82. Mariyah Komar binti Umar Martawidjaja. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 031.

83. Aen Harmaen bin Suhandi Suhatma (66). Jemaah haji khusus.

84. Ripah binti Ardja Semita (67). Embarkasi Solo (SOC) kloter 056.

85. Sumitro bin Chambali Moh. Sidik (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 036.

86. Nur Pudjimas Saleh bin Muhammad Nur (70). Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 027.

87. Rasta Wangsa Mihardja bin P Sayan (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

88. Namin bin Artamin Senang (79). Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter 013.

89. Badrijanto bin Darmodipuro Kartowijoto (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 008.

90. Sanipah binti Kawi Soleh (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 030.

91. Sarah binti Marjuki Sere (84). Embarkasi Jakarta Pondok (JKG) kloter 033.

92. Sukro bin Gimin Sali (71). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 039.

93. Sangkut bin Yasin Saguk (60). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 023.

94. Sutadji bin Taredjo Sabar (85). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 034.

95. Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 028.

96. Djumirah binti Karto Temon (82). Embarkasi Solo (SOC) kloter 024.

97. Dimanto bin Sono Dikromo (72). Embarkasi Medan (MES) kloter 017.

98. Mani binti Mamak Isma (49). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

99. Jukih binti Tiyul Kemat (72) Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 029.

100. Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71). Embarkasi Surabay (SUB) kloter 057.

101. Kadi bin Sanggem Suro (63). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 046.

102. Ramly Sudirman bin Marsudin Mile (60). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 022.

103. Huriah binti Abdul Rasyid (62). Embarkasi Lombok (LOP) kloter 002.

104. Robiah binti Ahmad Dirsad (74). Embarkasi Solo (SOC) kloter 059.

105. Mansur bin Mahtar Mutholib (63). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 026.

106. Buchari bin Abu Bakar Soleh (80). Embarkas Surabaya (SUB) kloter 009.

107. Moch. Busro bin Achmad Zawawi (50). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 021.

108. Sumila binti Atemo Pawiro (64). Embarkasi Solo (SOC) kloter 060.

109. Hasyim bin Idi Asyari (60). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 042.

110. Halimah binti Sulaiman Hasibuan (58). Embarkasi Medan (MES) kloter 002.

111. Nisih binti Sumitro Kurdi (71). Embarkasi Solo (SOC) kloter 005.

112. Syaipul bin Yusuf (66). Embarkasi Padang (PDG) kloter 002.

113. Ramli bin Abdul Aziz Banta (67). Embarkasi Aceh (BTJ) kloter 007.

114. Asjhari bin Syafii Karim (82). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 027.

115. Anih binti Abas Adromi (46). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 047.

116. Musbitun binti Resodiharjo (71). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 025.

117. Shahabuddin bin Abuya H Mansur. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 060.

118. Hozain Effendi bin Wahab Yasim (72). Embarkasi Palembang (PLM) kloter 009.

119. Kartini Winangsih binti Eben (71). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 025.

120. Siti binti Muhammad Raiman Burjek (79). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 052.

121. Suparmono bin Wiria Sastra (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 063.

122. Siti Ropiah binti Watas Karsiman (86). Embarkasi Solo (SOC) kloter 052.

123. Hadi Mulyanto bin Atemo (58). Jemaah haji khusus.

124. Shinta Luneira binti Lukman Ibrahim (43). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 067.

125. Nursaida binti Juaro Harahap (42). Embarkasi Medan (MES) kloter 001.

126. Siti Hasniah binti Basirong (62). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 011.

127. Miun bin Naran Sanim (56). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 016.

128. Dahlan bin Kasma Aslim (69). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 005.

129. Rahmah binti Imam Pardi (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 022.

130. Sudarsih binti Mulyo Taruno (57). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 020.

131. Sudiyono bin Walijo Wongsodikromo (61). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 008.

132. Taharudin bin Sahed Ahmad (59). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 001.

133. Bahtiar bin Anwar Buttu (56). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 005.

134. Sukasmi binti Somo Wigeno (71). Embarkasi Solo (SOC) kloter 035.

135. Sidek bin Mappiase Paddai (66). Jemaah haji khusus

136. Mudjiran bin Samingun Karyadi (76). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 023.

137. Jaya bin Sanadi Masiyan (68). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 044.

138. Empat Suparti binti Saleh (64). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 058.

139. Asih binti Hamdi H. Husin (63). Jemaah haji khusus.

140. Nastangin bin Tjakra Pawira (80). Embarkasi Solo (SOC) kloter 034.

141. Titi Hodidjah binti Bahrum (62). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 003.

142. Muhamat Subhan bin Mastur Masud (45). Embarkasi Solo (SOC) kloter 004.

143. Asni binti Kamil Tamin (63). Embarkasi Batam (BTH) kloter 017.

144. Sairoh bin Usman Dulhamid (52). Jemaah haji khusus.

145. Retno Sri Suhamani bin M. Soebandi (57). Embarkasi Solo (SOC) kloter 62.

146. Nursi binti Bunga Baba (54). Embarkasi Makassar (UPG) kloter 008.

147. Mohammad Aminin bin H Imam Rofii (70). Embarkasi Surabaya (SUB) klter 059.

148. Saadi bin Khasan Rasmun (83). Embarkasi Solo (SOC) kloter 002.

149. Nurdiyah binti Irsyad Sahib (72). Embarkasi Solo (SOC) kloter 050.

150. Taisma binti Abdul Malik Sihombing (52). Embarkasi Medan (MES) kloter 002.

151. Jasid bin Masjen Santari (63). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 038.

152. Suparman bin H Saim Radimin (69). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 069.

153. Mahmud bin Tordjo Rubanu (67). Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 062.

154. Unah Inayah binti Akhsan (59). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 051.

155. Ambrin bin Achmad Iking (75). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 045.

156. Fatimah bint Muhammad Sabi (84). Embarkasi Aceh (BTJ) kloter 001.

157. Dakirun bin Kholidin Sanmufid (61). Embarkasi Solo (SOC) kloter 053.

158. Iskandar bin Rangrang Palwangi (88). Embarkasi Balikpapan (BPN) kloter 012.

159. Jakob Mulja Atmadja bin Abu Zakaria (78). Embarkasi Solo (SOC) kloter 035.

160. Kardiwansyah bin Usmin Tawang (61). Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) kloter 050.

161. Elyati binti Abdul Rohim (51). Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) klote 015.

162. Muhammad Hilman bin Abu Bakar (61). Jemaah haji khusus

163. Khalida Emma binti Mach Arrasyid (37). Embarkasi Aceh (BTJ) kloter 007.

(Red. Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Humor Islam, Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 13 Agustus 2017

Mesantren untuk Berpancasila

Oleh Agusdina Tauficqqurrohman Jalal



Pancasila yang menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia, tentunya harus benar-benar ditanamkan dan dibumisasikan di setiap elemen Rakyat Indonesia. Walaupun terkadang rakyatpun yang akan menjadi korban ketidakpahaman akan pentingnya berpancasila. Berpancasila memang tidak segampang dengan menyebutan lima unsur dalam Pancasila, namun harus mengerti dengan kajian yang sangat dalam untuk memberikan kemerdekaan yang sejati.

Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia tidak segampang membaca Pancasila di setiap hari dalam kegiatan upacara. Akan tetapi esensinya untuk menanamkan jati diri masyarakat Indonesia, bahwa Indonesia sejatinya adalah kaum berpahaman Pancasila.

Mesantren untuk Berpancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesantren untuk Berpancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesantren untuk Berpancasila

Kalau disentuh lebih dalam, Pancasila tidak lepas dari hasil karya kaum santri, yang setiap harinya harus hidup dengan kepahaman Islam ala Indonesia. Sebab, kaum santri mempunyai andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tentunya, kaum santri harus menjadi tameng Pancasila demi terwujudnya Indonesia yang lebih damai.

Kaum santri yang disebutkan di sini adalah kaum santri yang jiwa dan raganya hanya milik Indonesia. Dengan berpakaian sederhana dan ala kadarnya dengan menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Akhlak yang menjadi nilau utama yang ditanamkan oleh santri itu hakikatnya untuk Pancasila. Kiai di pesantren memberikan pelajaran penting akan nilai-nilai Pancasila.

Tidak ada sejarahnya santri membangkang akan nilai-nilai Pancasila. Justru santri yang selama ini memang menjaga sepenuhnya nilai-nilai Pancasila. Dari semua elemen yang ada di pesantren, dimulai dari kiai, ibu nyai, dan santri, semuanya menjunjung tinggi kepancasilaan. Tidak ada satupun dari mereka yang menistakan nilai-nilai Pancasila.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sekarang kita coba lihat dari bagaimana kiai dan santri bersikap untuk Indonesia. Mereka tidak segampang bersikap ketika Indonesia mengalami masalah. Selalu melakukan istikharah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia.

Bahkan yang lebih penting adalah santri merupakan pancasilais sejati. Sebab, hidup matinya hanya untuk mempertahankan Indonesia dari serangan manapun. Seorang pancasilais sejati tentunya harus benar-benar berindonesia, tidak ada judulnya seorang pancasialis merongrong terhadap NKRI.

Santri Pancasilais

Santri yang setiap harinya mengenakan sarung ala kadarnya dengan menjunjung tinggi akhlak dan ketawadhuan harus benar-benar menjadi tameng Indonesia dari serangan manapun. Sebab, Santri adalah istilah pelajar yang memang hanya ada di Indonesia, negara lain tidak punya istilah tersebut. Untuk itu Indonesia harus bangga dengan keberadaan santri di Indonesia.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Santri Pancasilas tidak harus berkoar-koar dan tidak harus berorasi di mana-mana untuk mewujudkan Indonesia berpancasila. Kuncinya yaitu dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat. Sebab, ketika santri turun jalan dan ikut berkoar-koar, akhirnya yang akan terjadi santri adalah direndahkan di mata masyarakat. Walaupun tujuannya untuk mendakwahkan Pancasila.

Sekarang akhirnya banyak permasalahan dikalangan umat Islam yang hidup di Indonesia yang tidak berpancasila. Hidupnya di Indonesia tetapi keyakinannya tidak berpancasila. Dimulai dari organisasi masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, itu mencerminkan bahwa nilai-nilai Pancasila belum tumbuh menjadi jati dirinya masyarakat Indonesia.

Apalagi tidak sedikit kaum remaja yang mulai ikut-ikutan dalam mendirikan negara khilafah. Yang arah dan tujuanya sangat kurang jelas dan itu hakikatnya merusak pola pikir remaja Islam. Remaja Islam tidak harus membaca buku Islam yang penulisnya saja tidak jelas, apakah dia pernah ngaji atau tidak. Khususnya mengaji di pesantren. Tidak sepeti santri yang tiap hari membaca kitab salaf yang mushonifnya pun sangat jelas dan tidak dipertanyakan lagi keilmuannya.

Kalau sudah remaja dan kaum muda tidak benar-benar menanamkan nilai-nilai Pancasila. Akhirnya yang terjadi sekarang ini, Pemerintah harus siap-siap untuk mencegah kaum anti-Pancasila yang mungkin pemerintah sudah mengetahuinya. Pencegahan tersebut tujuanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekali lagi santri yang selalu menuruti perintah sang kiai, harus benar-benar untuk Indonesia. Serta tujuan akhirnya membantu Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai kepancasilaan. Dari semua yang di pelajari di pesantren, santri harus ingat sejarah. Kaum santri ikut andil dalam pembentukan Republik Indonesia, apalagi dalam perumusan Pancasila dan UUD 1945 ada seorang kiai yang sangat alim kelimuanya ikut merumuskan Pancasila. Itu artinya, santri harus bangkit dan keluar dari gua petapaannya untuk mendukung dan menanamkan empat pilar kebangsaan. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang–Undang Dasar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang sering disingkat PBNU. Wallahu a’lam !

Penulis adalah mahasiswa Sejarah UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sunnah, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 09 Juli 2017

KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan

Oleh Muhammad Ishom

Program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya cocok untuk mengatur jarak kelahiran anak bagi pasangan suami istri (pasutri) yang sudah dikaruniai anak, tetapi juga efektif untuk mencegah kehamilan bagi pasangan baru yang karena alasan tertentu menunda punya anak. Setidaknya inilah pengalaman saya dalam berumah tangga bersama istri saya sejak kami menikah pada tahun 1991, atau tepatnya sejak 26 tahun lalu. 

Waktu itu di bulan September 1991 kami sepakat menikah secara resmi di depan naib dan dihadiri banyak tamu. Tetapi sebelum akad pernikahan berlangsung, saya telah menyepakati permintaan istri saya untuk tidak segera punya anak dan menunggu hingga kuliah selesai. Alasannya adalah saat itu ia baru berumur 19 tahun dan duduk di semester 2 di bangku kuliah. Ia tidak ingin kuliahnya terhenti hanya karena sudah berstatus menjadi seorang ibu.

KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

KB Seharusnya Dilakukan Laki-laki, Bukan Perempuan

Keputusan saya memenuhi permintaan istri saya untuk punya anak setelah kuliah selesai didorong oleh kesadaran saya bahwa jangan sampai gara-gara menikah di usia muda, istri saya kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tingginya. Bukankah seorang istri akan bertindak sebagai ibu sekaligus pendidik pertama bagi anak-anak dalam keluarga? Artinya niat baik seorang istri untuk menyelesaikan pendidikan tinggi harus diapresiasi dan didukung penuh oleh suami. 

Pernikahan Muda

Usia 19 tahun menikah bagi perempuan memang tergolong muda. Dan inilah yang disebut pernikahan muda yang oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pada tahun 2017 di Cirebon direkomendasikan agar batas minimal usia pernikahan bagi perempuan adalah 18 tahun dari semula 16 tahun sebagaimana ketetapan dalam UU No 1 tahun 1974, Tentang Perkawinan. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Banyak pihak skeptis dengan masa depan pernikahan muda karena banyak fakta menunjukkan, antara lain, pernikahan di usia ini rawan perceraian karena masing-masing pihak dari pasutri belum cukup matang terutama secara mental untuk berumah tangga. Tetapi dalam pandangan saya, pernikahan muda bagi perempuan itu baik, terutama dari sudut pandang sosial dan agama, asal dalam konteks sekarang usia minimal adalah 18 tahun sebagaimana rekomendasi KUPI di atas. Hal yang mungkin kurang baik dari perkawinan muda adalah punya anak dini karena hal ini bisa sangat merepotkan perempuan. 

Dalam kasus perkawinan saya dengan istri, usia saya waktu itu sudah 28 tahun. Dari segi usia, saya sudah siap punya anak dan saya sudah bekerja jauh sebelum saya lulus kuliah. Tapi tidak demikian bagi istri saya. Oleh karena itu kesanggupan saya untuk tidak membuatnya punya anak hingga kuliah selesai membawa konsekuensi untuk melakukan program KB guna mencegah kehamilan pada istri saya. 

KB Laki-laki

Usaha mencegah kehamilan pada istri saya tidak bisa kami hindarkan. Memang, seseorang tidak harus segera punya anak setelah menikah. Menurut saya, memiliki anak akan lebih maslahah bagi semua pihak ketika suami istri telah siap baik secara material maupun spiritual. Tetapi soal menikahnya sendiri bisa lebih awal demi menjaga farji (alat kelamin) dan pandangan mata bagi laki-laki maupun perempuan. Kedua hal ini sangat ditekankan di dalam Al-Qur’an. (Q.S. An-Nuur: 30-31 dan Al-Mu’minuun: 1-5). 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hal yang kami lakukan untuk menunda punya anak adalah dengan ber-KB. Tetapi sejak awal pernikahan kami, saya menolak KB perempuan. Bagi saya, KB seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Alasannya adalah yang memiliki sperma itu mereka. Sperma inilah yang menjadikan perempuan hamil. Jika yang menghamili itu laki-laki, kenapa mesti perempuan yang diobok-obok dengan dipasangi spiral, atau dengan disuntik. Atau pula dengan disuruh menelan pil KB setiap hari. Bukankah ini pengkambing hitaman? Bukankah ini ketidak adilan? Bukankan ini hanya menambah beban perempuan? 

KB perempuan memang tidak bisa masuk di akal saya. KB seharusnya dilakukan oleh laki-laki sebagaimana sebelum berkembang majunya teknologi. Teknologi ternyata bias gender juga karena ia lebih banyak dikendalaikan oleh laki-laki. Di zaman Rasulullah SAW, KB telah dipraktikkan para sahabat dengan metode ‘azl (coitus interruptus), yang dalam bahasa Indonesia disebut “senggama terputus”. Metode ini tidak dilarang oleh Rasulullah SAW. Dan saya mengikuti cara ini sejak saya menikah hingga sekarang ini di tahun 2018.

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah SWT kami dikaruniai anak pertama pada tahun 1997 ketika istri saya sudah menyelesaikan studinya. Saat itu usianya genap 25 tahun – usia yang sangat ideal untuk melahirkan pertama kali dalam pandangan ilmu kedokteran kontemporer. Di saat wisuda, istri saya menunjukkan rasa syukur dan kebahagiaan tersendiri yang mendalam karena mendapatkan tiga kebahagiaan sekaligus.

Ketiga kebahagiaan itu adalah pertama, bahagia karena telah mendapatkan ijab sah dengan memiliki seorang suami. Kedua, bahagia karena telah mendapatkan momongan - seorang bayi laki-laki. Ketiga, bahagia karena telah mendapatkan ijazah yang memungkinkannya menjadi seorang guru profesional di kemudian hari. Kini kami telah dikaruniai 2 anak laki-laki yang cakep-cakep dan insya Allah saleh-saleh. Semoga, amin!

 

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam, Kyai, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 23 Juni 2017

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

Bogor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pondok Pesantren Darunnajah, Cipining, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyelenggarakan pelatihan seputar jejaring media sosial bagi para santri setempat, Kamis (23/4). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperbanyak konten positif di dunia maya.

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

Pelatihan tersebut diikuti 57 orang dengan membawa labtop. Para peserta juga terdiri dari para pendidik dan mahasiswa dari lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Darunnajah se-Jabodetabek dan Banten.

"Sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, santri perlu diberikan pendidikan media sosial, agar mereka mampu menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan," jelas KH Dr Sofwan Manaf,? pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Pusat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan itu pakar media sosial Hariqo Wibawa Satria dari Magnitude. Ia menjelaskan apa yang tidak boleh dan bisa dilakukan di media sosial, perencanaan dan optimalisasi penggunaan media sosial untuk pribadi dan organisasi, hingga praktik pembuatan konten-konten media sosial.

Menurut Hariqo, dulu masyarakat pasif dan hanya jadi penikmat konten. Tapi sekarang siapapun, asal mau, sudah bisa jadi koki atau produsen konten. Ia juga mengapresiasi kemampuan santri-santri Darunnajah membuat konten utamanya video.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya hanya beri waktu 30 menit, sudah jadi 11 video yang kreatif dan inspiratif. Makin banyak video positif yang kita upload, makin sehat dunia maya," tambah Hariqo.

Hartati, seorang peserta mengaku inilah pertama kali dirinya membuat video. "Kita tak bisa menyalahkan terus banyaknya konten negatif di internet, saatnya kita berlomba-lomba mengupload konten positif sebanyak mungkin," katanya. (Sigit Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 26 Mei 2017

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Tarim, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Universitas Al-Ahgaff merupakan salah satu universitas unggulan dan terkemuka di Hadhramaut-Yaman. Dengan tingkat kesulitan ujian semester yang cukup tinggi, sehingga mahasiswa yang belajar di sana dituntut untuk lebih giat dan ekstra dalam mempersiapkan ujian semester. ?

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Namun, ironisnya tak sedikit dari mahasiswa yang kurang beruntung dalam ujian karena belum bisa lulus (rosib). Walaupun demikian, pihak idarah (administrasi) masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang rosib untuk mengajukan taqdim (pengoreksian ulang) terhadap lembar jawaban soalnya dengan ketentuan membayar RY.2000.- dan uang tersebut tidak akan dikembalikan, toh hasilnya lulus ataupun tidak.

Merespons hal tersebut, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Yaman, menggelar Bahtsul Masail perdana pada Jumat malam (10/03) di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Ahgaff Tarim. Acara ini diikuti sejumlah mahasiswa Indonesia di Tarim Hadhramaut, Yaman. Sekitar 30 delegasi mahasiswa yang hadir menyemarakkan Bahtsul Masail tersebut.

Dalam forum BM tersebut, dibahas sejumlah persoalan. Diantaranya adalah jenis akad apakah praktek pembayaran uang peninjauan ulang (taqdim) tersebut?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selanjutnya, delegasi pertama menawarkan jawaban, yaitu akad ini termasuk akad ijaroh. Hal ini sejalan dengan ta’rif di ijaroh. Pun dapat dikatakan mu’athoh karena tidak ada shighot di dalamnya. Berlandaskan dari pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhah.

Adapun delegasi yang lain, menawarkan akad ju’alah sebagai jawaban. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, perumus merumuskan untuk memandang pada beberapa hal.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Fiqih itu berinovasi terus direhabilitasi, maka tidaklah mungkin dalam masalah ini diasumsikan tidak berakad dan tak dapat dihukumi oleh rasional semata. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa ketika seorang mahasiswa telah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Al-Ahgaff. Dengan itu Ia pun harus mematuhi segala tata-tertib dari universitas. Berdalil dengan apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, bahwa taat terhadap imam adalah wajib. Hal ini pun dikuatkan oleh sebuah kaidah; tashorruful imam ala al-ro’iyyah manuthun bil-mashlahah,” tegasnya.

Selepas itu, forum memutuskan bahwa praktik pengajuan koreksi ulang seperti diskripsi di atas termasuk kategori akad ijarah fil-dzimah al-sohihah. Hal ini berdasarkan dari kitab Asnal Matholib.

Kemudian bagaimanakah hukum penerimaan uang tersebut bagi pihak lembaga universitas tersebut ?

Hukum penerimaan uang pengoreksian ulang adalah diperbolehkan atas nama ujroh (uang upah). Apabila hal tersebut perkara yang mubah bersamaan dengan adanya letih. Sekiranya telah diketahui tentu diperbolehkan untuk mengambil upah. Maka, uang yang diterimanya adalah halal dengan adanya letih dan tujuan yang lain, sejalan dengan ? akad ju’alah.?

Acara berakhir sekitar pukul 23.00 KSA, seusai pembacaan do’a oleh Mushohhih. (Moh Azizi Al-Mahbub/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 06 April 2017

Jelang HSN, IKA PMII Bondowoso Gelar Liga Santri

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso Gelar Sepak Bola Liga Santri. Kegiatan sepakbola ini diadakan untuk memperebutkan trofi dan uang pembinaan dari Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso.

Peserta kegiatan ini diikuti 16 kesebelasan dari pondok pesantren dari tingkat SMK, MA dan SMA yang dilaksanakan pada 10-20 Oktober 2017 di Stadion Magenda Kabupaten Bondowoso.

Jelang HSN, IKA PMII Bondowoso Gelar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang HSN, IKA PMII Bondowoso Gelar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang HSN, IKA PMII Bondowoso Gelar Liga Santri

Ketua IKA PMII Bondowoso H Asnawi Sabil mengatakan, “Allhamdulillah kita bisa hadir di tengah-tengah stadion Magenda Bondowoso. Kegiatan ini adalah opening seremoni sekaligus pertandingan perdana liga santri kabupaten Bondowoso.”

“Ini merupakan edisi perdana kami memperingati Hari Santri dari tahun yang kemarin dan kegiatan seperti ini ke depan kami terus lakukan karena dari beginilah kemudian kader-kader bangsa kita dan potensi-potensi anak muda bisa tersalurkan dengan baik," kata Sabil dalam sambutannya di pembukaan gelar sepakbola liga santri di saat turun minum babak pertama antara pertandingan SMK PPN 1 Tegalampel dan Pesantren Al-Qurtubi, Selasa (10/10) sore.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Sabil, Liga Santri ini emang salah satu upaya yang dilakukan oleh IKA PMII dan sekaligus juga wujud bakti IKA PMII kepada bangsa ini agar anak-anak muda yang memiliki hobi olahraga terutama adalah sepakbola bisa tersalurkan dengan baik.

“Kami sadar anak muda adalah di mana era psikologi yang sangat labil dan tentunya dengan kegiatan positif ini bisa kita berharap para santri dan pelajar ke depan bisa maksimal lagi mengekspor potensi dirinya.”

Ia berharap penyelenggaraan kegiatan ini nantinya akan melahirkan bintang-bintang sepakbola Indonesia dari Bondowoso.

Selain itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso H Hidayat mengatakan, pihaknya tentunya  mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia khususnya H Muhlis yang telah melaksanakan kegiatan pertandingan sepakbola di Kabupaten Bondowoso khususnya anak-anak santri di kabupaten Bondowoso.

"Ini adalah salah satu kegiatan dalam rangka menyambut hari santri yang jatuh nanti pada tanggal 22 Oktober tahun 2017 dan insyallah di Kabupaten Bondowoso nanti akan diadakan upacara hari santri yang diikuti semua santri-santri yang ada di Kabupaten Bondowoso," jelasnya.

Ia juga berharap di dalam kegiatan ini nanti berjalan dengan baik dan tertib karena santri itu menjadi contoh bagi kita semua. Bagaimana santri itu bisa menunjukkan perilaku yang baik, bagaimana santri bisa memberikan contoh dalam menjalankan pertandingan, tidak ada santri yang bentrok setelah acara karena kalah dan sebagainya.

“Mari kita tunjukkan permainan yang bagus dan sportif termasuk panitia dan wasitnya.”

Pembukaan pelaksanaan liga santri ini secara simbolis ditandai dengan pelepasan balon oleh Sekda Bondowoso H Hidayat dan dilanjutkan dengan tendangan bola di tengah lapangan yang didampingi oleh Ketua IKA PMII Bondowoso, Sekretaris PCNU Bondowoso, Dandim 0822 Bondowoso, Derektur Jatim Bondowoso, Rais Syuriyah PCNU Bondowoso, Ketua GP Ansor Bondowoso, Polres Bondowoso serta Ketua Panitia. Pembukaan ini ditutup dengan doa oleh Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Asyari Phasa. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Humor Islam, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 04 April 2017

Gusdurian Santuni Pesantren Tertimpa Musibah Kebakaran

Gunung Kidul,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tim Lumbung Amal Jaringan Gusdurian menyalurkan santunan ke Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad pada Selasa siang (12/1). Pesantren tersebut tertimpa musibah kebakaran pada Rabu 6 Januari 2016.

Mukhibullah Akhmad, sebagai perwakilan Tim Lumbung Amal Gusdurian berharap bantuan yang diberikan mampu meringakan beban para korban. Bantuan tersebut bisa dimanfaatkan pihak pondok pesantren untuk kemaslahatan.

Gusdurian Santuni Pesantren Tertimpa Musibah Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Santuni Pesantren Tertimpa Musibah Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Santuni Pesantren Tertimpa Musibah Kebakaran

“Kami diamanahi untuk menyalurkan? bantuan berupa paket buku dan peralatan tulis, sepatu, peci, dan uang dari Lumbung Amal Gusdurian dan Keluarga Ciganjur (Yayasan KH. Abdurrahman Wahid-red),” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Irsyad Kiai Kharis Masduqi mengatakan, saat ini pesantrennya membutuhkan bahan material bangunan untuk pesantren. “Bantuan pakaian sementara kami stop dulu karena sudah tidak ada lagi ruangan yang menampungnya,”ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kebakaran yang terjadi di Ledoksari Kepek Wonosari Gunung kidul menyebabkan satu orang santri meninggal dunia. Sementara gedung bangunan asrama lantai dua tersebut mengalami? rusak berat.

Kiai Haris menyatakan, untuk saat ini pesantren mempersiapkan bangunan baru. Untuk sementara bangunan yang terkena lalapan api tidak kami renovasi karena masih banyak santri yang trauma.

“Atas kejadian tersebut, banyak para santri yang masih trauma. Sebanyak 180 santri yang menghuni gedung tersebut sementara kami tempatkan di ruang-ruang guru. Seadanya terlebih dahulu.”terangnya. (Autad Annasher/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pondok Pesantren, Humor Islam, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 04 Februari 2017

Mari Bela Islam dengan Maulid Nabi

Oleh M. Rikza Chamami



Masih ada sebagian masyarakat yang berpendapat bahwa perayaan Maulid Nabi itu bidah. Wajar. Wajar saja, karena memang mereka belum menemukan hujjah yang tepat. Atau memang belum bisa memaknai maksud dari bidah. Sebab bidah itu beraneka warna.

Mari Bela Islam dengan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari Bela Islam dengan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari Bela Islam dengan Maulid Nabi

KH Sholeh Darat dalam karyanya Kitabul Mahabbah wal Mawaddah secara tegas menyatakan: "Imam Abu Syamah Syaikh Nawawi menyatakan bahwa sebagian bidah yang paling bagus pada zaman ini adalah membuat bahagia saat malam Maulid Nabi dengan bershadaqah, memberi makan faqir, membuat hiasan, menjukkan kebahagiaan dengan niat cinta pada Nabi Muhammad melalui kebahagiaan yang penuh atas kelahiran Nabi".

Jadi benar bahwa Maulid Nabi itu bidah, tapi bidah hasanah. Bukan bidah sebagaimana dialamatkan oleh Wahabi dengan bidah yang sesat. Aneh-aneh saja.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sudah jelas bahwa ketika ada orang yang dikasihi kemudian diperingati hari lahirnya. Sama dengan kita merayakan ulang tahun saudara dan teman kita.

Bedanya karena Nabi Muhammad milik umat Islam dunia, maka cara untuk merayakan Maulid Nabi dengan membaca kalimat-kalimat pujian seperti: Simtud Durar, Burdah, Barzanji, Diba dan lain-lain.

Inilah hakikat bela Islam, yakni dengan merayakan Maulid Nabi. Sangat naif jika mengaku bela Islam, tapi masih membidahkan dan menyesatkan orang yang merayakan maulid.

Boleh dilihat, zaman Wali Songo hingga kerajaan Mataram, perayaan Maulid Nabi selalu mendapatkan tempat istimewa sebagai hari raya muludan, baik di kampung hingga di pendopo istana.

Sudah saatnya umat Islam mulai menggugah semangat Maulid Nabi dengan meyakinkan bahwa Maulid Nabi sebagai amaliyah yang sangat istimewa sebagaimana nasehat KH Sholeh Darat.

KH Sholeh Darat menjelaskan bahwa pertama kali Maulid Nabi digelar oleh Raja Mudzafar yang mengumpulkan seluruh umat Islam untuk menghias istana sejak bulan Muharram hingga Rabiul Awal. Saat itu dibacakan manaqib maulidil karim mulai tanggal 1 Rabiul Awal oleh para ulama syuara. Raja juga memerintahkan untuk menyembelih sapi, domba dan unta untuk makanan acara maulid.

Tidak tanggung-tanggung yang disembelih sebagaimana penjelasan KH Sholeh Darat adalah 5.000 domba, 10.000 ayam dan 100 kuda. Biaya yang dikeluarkan adalah 300.000 dinar.

Pembacaan Maulid Nabi dilakukan oleh para ulama dan tokoh-tokoh sufi dari sejak dzuhur hingga fajar. Kebahagiaan yang sangat luar biasa itu hingga membuat para hadirin berjoget (menggerakkan tubuh dan kepala).

Mbah Sholeh Darat menyebutkan joget dalam bermaulud tidak haram dan tidak makruh karena Allah memiliki sifat ghafur dan rahim. Hukum berjoget saat maulid itu tidak haram dan tidak makruh dengan catatan tidak disertai munkarat minal malahi.

Sungguh indah bermaulid Nabi. Mari bela Islam dengan Maulid Nabi. Sebab ini adalah bidah yang paling bagus.

Penulis adalah Dosen UIN Walisongo & Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw