Sabtu, 27 Januari 2018

Petani Lawan Monsanto (1)

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Minggu-minggu ini, media Amerika sedang hangat memberitakan sengketa seorang Petani Indiana versus Monsanto.Co, perusahaan raksasa multinasional yang berbasis St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. 

Mahkamah Agung AS akan mendengarkan argumentasi dari kedua belah pihak dalam pemeriksanaan lanjutan yang digelar setiap selasa. Jika akhirnya keputusan MA memenangkan sang petani dipastikan implikasinya sangat luas terhadap dalam industri perangkat lunak nanoteknologi dan juga ketahanan pangan dunia.

Petani Lawan Monsanto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Lawan Monsanto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Lawan Monsanto (1)

Petani itu bernama Vernon H. Bowman. Monsanto menggugat Pak Bowman karena ia menanam kedelai yang berasal dari tanaman yang ditanam oleh petani lain yang menggunakan benih yang dipatenkan Monsanto. Mahkamah Agung akan mendengar argumen Monsanto atas tuduhan bahwa petani itu telah mencuri hak patennya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monsanto mengklaim bahwa perlindungan hak paten harus diberikan melampaui generasi pertama benih tersebut. Sebaliknya, Pak Bowman berpendapat hak paten perusahaan sudah habis masa berlakunya saat ia membeli bibit generasi berikutnya dari gudang gandum lokal. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengadilan federal yang lebih rendah telah memenangkan gugatan perusahaan kimia dan monopoli benih melalui hak patennya ini. Namun kasusnya sekarang dibawa ke Mahkamah Agung. Hari-hari ke depan Mahkamah Agung AS akan menentukan apakah petani Indiana itu sudah tepat ketika ia mengklaim bahwa benih yang ditanam tidak mesti dikontrol oleh Monsanto. 

Beberapa pihak menyebut sengketa ini seperti pertarungan antara David vs Goliath. Tapi Pak Bowman, petani barat laut Indiana itu, bilang pada The Guardian (9/2/2013) bahwa kasus ini adalah soal benar dan salah, bukan antara si raksasa vs si kerdil. Maka ia pun berani melawan perusahaan tersebut dan berbagai bagian dari kekuasaan yang menyerang balik ke arahnya. 

Dukungan mengalir untuk Pak Bowman. Kelompok pendukung yang menamakan diri Pusat Ketahanan Pangan (the Center for Food Safety) dan Selamatkan Benih Kami (Save Our Seeds -SOS) ini akan merilis laporan pemeriksaan terhada industry benih modern. 

Debbie Barker, Direktor Program SOS mengatakan, kemenangan Pak Bowman di Mahkamah Agung akan mendorong indsutri agar terbuka dan memperlakukan benih sebagai sumberdaya bersama dan bukan ladang komersial yang diperebutkan. SOS juga menyakini bahwa Monsanto dan perusahaan lainnya hanya peduli terhadap model bisnis yang menguntungkan ketimbang minat melakukan penelitian. Di atas semuanya, hanya 3 perusahaan sekarang yang mengontrol lebih dari 50% pasar benih global. 

Sementara itu pihak Monsanto kini mendapatkan dukungan dari perusahaan raksasa lain yang mewakili industri software seperti Microsoft Corp dan Apple Inc. Grup-grup bisnis ini mengatakan, keputusan yang melawan pencipta benih itu dapat juga berpotensi menghapus perlindungan hak paten perusahaan-perusahaan teknologi (The Wall Street Journal, 15/2/2013)

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Mh Nurul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Budaya, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

Khutbah I

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhamad al-Ghazali dalam kitabnya Kîmiyâ’us Sa‘âdah mengatakan bahwa mengenal diri (ma‘rifatun nafs) adalah kunci untuk mengenal Allah. Logikanya sederhana: diri sendiri adalah hal yang paling dekat dengan kita; bila kita tidak mengenal diri sendiri, lantas bagaimana mungkin kita bisa mengenali Allah? Imam al-Ghazali juga mengutip hadits Rasulullah “man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah” (siapa yang mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam Surat Fusshilat ayat 53 juga ditegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di dunia ini dan di dalam diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar.”

Tentu saja yang dimaksudkan Imam al-Ghazali di sini lebih dari sekadar pengenalan diri secara lahiriah: seberapa besar diri kita, bagiamana anatomi tubuh kita, seperti apa wajah kita, atau sejenisnya. Bukan pula atribut-atribut yang sedang kita sandang, seperti jabatan, status sosial, tingkat ekonomi, prestasi, dan lain-lain. Lebih dalam dari itu semua, yang dimaksud dengan “mengenal diri” adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar:

Siapa aku dan dari mana aku datang? Ke mana aku akan pergi, apa tujuan kedatangan dan persinggahanku di dunia ini, dan di manakah kebahagiaan sejati dapat ditemukan?

Di sini kita diantarkan untuk memilah, mana yang bersifat hakiki dalam diri kita dan mana yang tidak. Serentetan pertanyaan sederhana namun sangat kompleks. Butuh perenungan diri untuk menjawab satu persatu pertanyaan tersebut. Jawabannya mungkin sudah sangat kita hafal, tapi belum tentu mampu kita resapi sehingga menjiwai keseluruhan aktivitas kita.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Untuk mengenali diri sendiri, Imam al-Ghazali mengawali penjelasan dengan menyebut bahwa dalam diri manusia ada tiga jenis sifat: (1) sifat-sifat binatang (shifâtul bahâ’im), sifat-sifat setan (shifâtusy syayâthîn), sifat-sifat malaikat (shifâtul malâikah).

Apa itu sifat-sifat binatang? Seperti banyak kita jumpai, binatang adalah makhluk hidup dengan rutinitas kebutuhan bilogis yang sama persis dengan manusia. Mereka tidur, makan, minum, kawin, berkelahi, dan sejenisnya. Manusia pun menyimpan kecenderungan-kecenderugan ini, dan bahkan memiliki ketergantungan yang nyaris tak bisa dipisahkan. Watak-watak tersebut bersifat alamiah dan dalam konteks tertentu dibutuhkan untuk mempertahankan hidup.

Yang kedua, sifat-sifat setan. Setan adalah representasi keburukan. Ia digambarkan selalu mengobarkan keja¬hatan, tipu daya, dan dusta. Demikian pula orang-orang yang memiliki sifat setan. Sementara yang ketiga, sifat-sifat malaikat berarti sifat-sifat yang senantiasa menerungi keindahan Allah, memuji-Nya, dan mentaati-Nya secara total.

Ringkasnya, kebahagiaan hewani adalah ketika ia kenyang, mampu memuaskan hasrat dirinya, atau sanggup mengalahkan lawan untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri—atau paling banter untuk keluarganya. Sedangkan kebahagiaan setan adalah tatkala berhasil mengelabuhi yang lain atau memproduksi keburukan. Sementara kebahagiaan malaikat ialah saat diri kian mendekat kepada Allah dan semua aktivitas merupakan cerminan dari kedekatan itu.?

Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa diri manusia layaknya sebuah kerajaan yang terbagi dalam empat struktur pokok: jiwa sebagai raja, akal sebagai perdana menteri, syahwat sebagai pengumpul pajak, dan amarah sebagai polisi.

Syahwat memiliki karakter untuk menarik manfaat, kenikmatan, dan keuntungan sebanyak-banyaknya. Ia befungsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu. Sementara amarah berfungsi melindungi dari berbagai ancaman atau mudarat, karenanya ia identik dengan karakter berani, cenderung kasar dan keras. Keduanya penting untuk kehidupan manusia. Dengan syahwat manusia tahu akan kebutuhan makan, misalnya; dengan amarah, ia mengerti akan perlunya membela diri ketika serangan mengancam. Namun syahwat dan amarah harus didudukkan di bawah kendali akal dan tentu saja di bawah raja.

Apabila syahwat dan amarah menguasai akal/nalar maka kerajaan terancam runtuh. Sebab susunan “kekuasaan” tak terjalan menurut kontrol seharusnya. Syahwat yang di luar kendali akal dan jiwa akan memunculkan sifat-sifat buruk seperti rakus atau tamak. Sementara amarah yang tak terkendali akan menimbulkan kebencian dan kecurigaan berlebihan sehingga muncul sikap-sikap membabi buta dan semena-mena.?

Akal pun mesti berada di bawah kendali jiwa atau hati (qalb). Akal memang memiliki potensi yang istimewa: berpikir, berimajinasi, menghafal, dan lain-lain. Bila ia bertindak liar maka potensi akal untuk menjadikan manusia sebagai tukang tipu daya atau semacamnya sangat mungkin. Kalau kita pernah mendengar kalimat “orang pintar yang gemar minterin (memperdaya) orang lain” maka itu tak lain akibat akal bertolak belakang dengan nurani alias tak berada dalam naungan jiwa yang bersih.

Untuk mencapai jiwa yang berkuasa utuh, Imam al-Ghazali menekankan adanya perjuangan keras dalam olah rohani (mujâhadah) demi proses pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs. Jiwa yang jernih akan memicu munculnya cahaya ilahi yang member petunjuk manusia akan jalan terbaik bagi langkah-langkahnya.

? ? ? ? ?

Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (muhajadah) untuk untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Semoga kita termasuk orang-orang yang lebih banyak belajar mengenali diri sendiri, ketimbang menilai orang lain, untuk menggapai kebahagiaan hakiki.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Jepara,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, mengundang Prof. Dr. Supriyadi Rustad. Pertemuan berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Sabtu (8/3).

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pihaknya siap membantu membesarkan Unisnu.

“Unisnu layak menjadi besar layaknya perguruan-perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” katanya dalam Orientasi Akademik; Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dosen Unisnu Jepara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia memaparkan, pondasi pendidikan di Indonesia harus didukung dengan elemen-elemen yang saling bersinergi. Diantaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibingkai dengan standar dan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaannya tidak lepas dari kuliaas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dosen.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itu, pihaknya bersedia membantu mengirimkan dosen-dosen Unisnu untuk dikuliahkan Dikti ke luar negeri. Dikti lanjutnya juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk dosen Unisnu baik ke PT dalam maupun luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Muhtarom, mengungkapkan kampus yang digawanginya perlu banyak berbenah dan butuh banyak bimbingan dari Dikti serta Kopertis. DYP Sugiarto, Ketua Kopertis Wilayah VI yang turut hadir mengamini komitmen Dikti yang hendak memajukan kampus NU tersebut. “Semoga harapan dari Dikti segera terwujud,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Fragmen, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Imam atau Ketua Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu (M3CB)Abuya KH Ahmad Muhtadi Dimyati mendukung Pemerintah Kota Serang, Banten untuk tetap menegakkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. ?

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik

Seperti diketahui, dari Perda tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia terhadap rumah makan yang berjualan pada siang hari di bulan Ramadhan.

Namun, Abuya juga meminta agar Satpol PP melakukan razia dengan cara-cara yang baik. Tidak boleh menghancurkan harta benda milik yang terkena razia. “Merusak harta orang kafir aja tidak boleh, apalagi harta orang muslim,” sebagaimana disampaikan Abuya Muhtadi, melalui santrinya, M Hubab Nafi, di kantor redaksi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Jakarta, Jumat (17/6).

Terkait warteg Bu Saeni yang terkena razia, Abuya meminta berbagai pihak untuk tidak membesar-besarkan masalah itu. “Masalah Itu akan ditangani dengan keluargaan. Kami warga Banten bisa dan siap menyelesaikannya.” ?

Mustasyar PBNU ini juga meminta agar tidak ada seorang pun yang mengatasnamakan Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) yang berada di bawah kelembagaan M3CB mengeluarkan statement tanpa koordinasi dengannya. Abuya meminta hal itu karena ada pemberitaan di media online yang mengatasnmakan RPM menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Terkait berita yang menantang JK, Abuya mengatakan, bahwa hal itu bukan sikap dari Keluarga Besar Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) dan Majelis Mudzakaraoh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB).?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Akan tetapi, sekali lagi Abuya juga sepakat untuk menegakkan Perda Kota Serang asal dengan cara-cara yang baik dan tidak melukai orang yang dirazia,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan ungkapan terimakasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu kepada Nahdlatul Ulama. NU dinilai selama ini banyak memberikan kontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam rangka mewujudkan Pringsewu “Bersenyum Manis” yang merupakan motto Kabupaten Pringsewu.

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Motto “Bersenyum Manis” merupakan kependekan dari bersih,? sehat, ekonomis,? nyaman,? unggul,? maju,? mandiri,? aman dan agamis. Sujadi menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Selasa (28/4).

Ia berharap Muskercab menghasilkan rekomendasi dari NU untuk Pemerintah Daerah. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui perangkat-perangkat Pemda yang sesuai dengan bidangnya. Ketika sinergitas antara NU dan Pemda terwujud, kata Sujadi, maka cita-cita dan kejayaan Pringsewu pun akan dapat terwujud. "NU hidup, Pringsewu hidup. NU jaya Pringsewu jaya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Muskercab sebagai usaha mempertajam program kerja organisasi sekaligus ajang koordinasi seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan badan otonom NU se-Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertema "Memperkokoh Jamiyyah, Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah " ini diikuti 150 orang yang terdiri dari pengurus NU tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Selain fokus pada penajaman program kerja yang dihasilkan pada Konferensi Cabang ke-2 beberapa waktu yang lalu, forum juga membahas perangkat organisasi berupa kelengkapan personel pengurus pada lembaga-lembaga dan Banom.

Selaras dengan tema yang diangkat Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim mengatakan, NU Pringsewu terus melakukan program kerja. Beberapa sektor yang menjadi perhatian organisasi antara lain penguatan internal organisasi, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penguatan kaderisasi, dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, penguatan ini akan berhasil secara maksimal bila didukung dengan kiat dan cara yang tepat. Taufiqurrohim mencontohkan, kiat dalam penguatan ideologi Aswaja adalah berupa dakwah langsung ke jamaah melalui pengajian, jamaah Yasinan, majelis taklim, serta melalui syiar di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. (Muhammad Faizin/Mahbib)

?

Foto: Suasana Muskercab PCNU Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 25 Januari 2018

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Padangpariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Innalillahi wainnailaihi raji’un. Sumatera Barat berduka. Ulama kharismatik dan pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Nagari Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat Syekh H. Ali Imran Hasan wafat pukul 04.00 WIB Rabu (12/4) dini hari. Ia wafat di kediamannya yang berada di komplek Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Kabar duka ini cepat menyebar melalui media sosial dan pesan singkat hingga kawasan Pesantren Nurul Yaqin terlihat dipadati masyarakat yang datang berbagai daerah.?

Sebelumnya, Syekh Ali Imran sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Rahman Padang. Di rumah dirawat selama satu minggu karena kesulitan bernapas. Pada Minggu (9/4) kemarin Syekh Ali Imran dibawa pulang. ? ?

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw menyebutkan, sebagai murid kami sangat berduka atas kepergian Buya Syekh Ali Imran untuk selamanya. Ini berarti masyarakat Sumatera Barat sudah kehilangan lagi seorang ulama yang alim, kharismatik dan memiliki keilmuan keislaman yang mendalami.

“Sesuai dengan pesan beliau, bagaimana Nurul Yaqin terus berkembang dan tetap bertahan hingga hari kiamat datang. Nurul Yaqin harus terus berkibar. Baik sebagai paham maupun sebagai kelembagaan. Sebagai paham, bagaimana pemahaman keagamaan Islam yang diwariskan beliau dapat diamalkan oleh para murid-muridnya dan masyarakat. Sedangkan secara kelembagaan Nurul Yaqin terus berkembang,” kata Rahmat Tuanku Sulaiman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ali Imran lahir pada subuh 30 Juni 1926 di Tanjung Aur, Pakandangan, Padangpariaman. Ayahnya Pakiah Hasan Tuanku Bagindo dan ibunya Siti Marin. Jika dirunut silsilah nenek moyang, darah ulama memang sudah dimilikinya. Syeikh Muhammad Amin bin Abdullah lebih dikenal dengan sebutan Syekh Mato Aie di Pakandangan yang terkenal di wilayah Padang Pariaman, adalah kakek buyut Syekh H. Ali Imran Hasan.

Dari perkawinan dengan Azar Mainis, Syekh Ali Imran dikarunia lima orang anak. Yakni Almuhdi Karim, Darussalam, Asyaidul Akram, Muzi Latunil Isma dan Imma Latukhaira. Dari kelima anaknya, kini dikarunia 17 cucu.

Syekh Ali Imran pulang ke Pakandangan tahun 1960 dari belajar agama di Malalo. Kemudian mendirikan pondok pesantren Nurul Yaqin. Sebelum mendirikan pesantren, Syekh Ali Imran sudah berguru pada 17 ulama yang mengajari berbagai ilmu. Gurunya dimulai dari ayahnya sendiri, Syekh Hasan bin Muhammad Rahim yang bergelar Tuanku Bagindo (lahir 1897 M dan wafat 1980).

Kemudian Ali Imran berguru pula kepada Syekh Muhammad Aminullah bin Abdullah yang dikenal dengan Buya Mato Aia. Syekh Muhammad lahir 1776 dan wafat 1926 M. Guru lainnya Tuanku Pakandangan, Tuanku Sutan Pakandangan, Tuanku Andah Pakandangan, Syekh Muhammad Yatim Tuanku Sutan Ampalu Tinggi Tandikek Mudiak Padang, Syekh Muhammad Yasin Tuanku Qadhi Koto Tujuh Malin Bandaro (lahir 1227 H, wafat 1367 H), Muhammad Zein Tuanku Hitam yang bertempat tinggal di Surau Ampaleh Ringan-Ringan, Syekh Zakaria Tuanku Labai Sati Padang Laweh Malalo (wafat 1973 M atau 10 Ramadhan 1393 H),

Ia juga berguru kepada Syekh Syahidan Syarbaini Mungo Padang Manggateh Payakumbuh, Syekh Ibrahim Harun Tiakar Payo Basuang Payakumbuh, Syekh Tuanku Shalih karamat yang bermaqam di Pasar Panjang Sungai Sarik, wafat 14 Rajab 1394 H atau 1974 M. Syekh Dura Tuanku Angin, bermaqam di Padang Magek Batu Sangkar wafat Selasa pukul 10.00 WIB pagi 4 Zulkaedah 1402 H, Syekh H. Abu Bakar Sampan VII Koto Pariaman, Syekh H. Ibrahim Ampalu Tinggi, Syekh Muhammad Yunus Tuanku Sasak Pasaman, Syekh Tuanku Sidi Talua Sampan Pariaman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pondok Pesantren Nurul Yaqin hingga kini terus berkembang. Saat ini jumlah santri sudah mencapai hampir 1.000-an orang. Selain menempati bangunan awal yang berada di kawasan kediaman Syekh Ali Imran, kini memiliki bangunan rusunawa yang mampu menampung hampir 400- an santri laki-laki. Selain itu juga sedang dibangun ruangan belajar yang masih berada di kawasan rusunawa. Pesantren Nurul Yaqin juga sudah memiliki 12 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat. (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pawai kebudayaan tampak meriah dalam peringatan haul perintis Islam di kampung Kranji Kedungwuni, Mbah Nurul Anam. Pawai yang diiringi musik drumben Naga Anom siswa MI Walisongo dan SMP Walisongo menampilkan aneka kesenian seperti Ondel-Ondel dan lainnya.

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Ratusan warga Kranji, Pekalongan dari pelbagai usia ini ikut serta dalam pawai. Mengawali rangkaian haul, mereka berbaris rapi mengelilingi kampung, Sabtu (10/5) malam. Sedangkan puncak haul digelar Selasa (13/5) yang diisi dengan manaqiban dan pengajian umum di makam kampung Kranji.

Ketua panitia haul Thoriqul Huda menerangkan, kegiatan pawai kebudayaan ini merupakan rangkaian acara peringatan haul Mbah Nurul Anam dan para sesepuh masyarakat Kranji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Pawai kebudayaan ini, merupakan hal baru dalam rangkaian kegiatan haul Mbah Nurul Anam. Syukurnya, masyarakat menyambut baik kegiatan ini,” ujar Thoriq yang juga anggota Ansor Kranji.

Haul Mbah Nurul Anam digelar selama empat hari, Sabtu-Selasa (10-13/5). Setelah diawali pawai kebudayaan, haul dilanjutkan dengan sema’an Al-Qur’an dan acara lain sejak Senin hingga Selasa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Senin kemarin, Fatayat NU sejak pagi menggelar semaan yang terus berlanjut hingga malam harinya dengan pengisi acara berbeda,” kata Thoriq. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw