Kamis, 15 Mei 2014

Perempuan Harus Berpolitik

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Banyak yang memandang sebelah mata kiprah perempuan di dunia politik. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan perempuan saat terlibat di politik praktis.

Penegasan ini disampaikan Mahfudhoh Ali Ubaid kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw (10/4). Ditemui di kediamannya, dalem kesepuhan Pondok  

Perempuan Harus Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Harus Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Harus Berpolitik

Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU dua periode ini menolak keras pendapat yang mengatakan bahwa dunia politik adalah kotor.

"Itu hanya pandangan orang yang tidak mengerti  politik yang sebenarnya," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Baginya, banyak keputusan politik yang mengharuskan perempuan terlibat secara aktif di dalamnya. 

"Lahirnya  kebijakan yang mengatur tentang ibu hamil, perhatian kepada para janda, Posyandu, gizi anak dan sejenisnya adalah upaya serius yang dilakukan para perempuan di dunia politik," katanya.

Tanpa kehadiran  perempuan di ranah politik, akan sangat sulit dapat melahirkan kebijakan yang memihak  perempuan. 

"Karena itu saya menolak dengan keras pandangan yang menganggap perempuan tidak perlu tampil di dunia politik," lanjutnya.

Lahirnya aturan yang mensyaratkan kuota perempuan harus mencapai 30 persen, hendaknya dapat dioptimalkan untuk peran politik tersebut. Sehingga Ibu Mahfudhoh, sapaan kersehariannya sangat prihatin terhadap ketidak mampuan partai politik yang tidak mampu mencapai angka tersebut untuk komposisi calon wakil rakyatnya. 

"Bagaimana mungkin angka seperti itu tidak bisa dipenuhi oleh partai politik?" sergahnya. "Ini adalah kegagalan dalam proses seleksi dan kaderisasi terhadap kiprah perempuan," lanjutnya.

Ia berharap, kejadian ini tidak terulang pada pesta demokrasi mendatang. "Berikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berkiprah di segala sektor, termasuk politik," harapnya. 

Namun demikian ia berharap peran politik yang telah terbuka lebar itu dapat dioptimalkan untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan. 

"Tapi jangan sampai melupakan tugas utama sebagai ibu rumah tangga," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 05 Mei 2014

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan PP Lakpesdam NU, Sabtu (10/10) di kantor Lakpesdam, Jl Haji Ramli, Tebet, Jaksel, H Yahya Ma’shum yang menjabat ketua pada periode lalu mendorong Lakpesdam NU agar terus memberdayakan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) warga NU mulai dari bawah.

Yahya menerangkan, program Peduli yang dilaksanakan Lakpesdam NU cukup berhasil dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan warga NU di daerah-daerah terpinggirkan. 

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah

Selain itu, katanya, Program Pengembangan Wawasan Keulamaan serta program kader penggerak NU juga mampu mewujudkan semangat dan motivasi bagi Nahdliyin di daerah-daerah untuk menciptakan pemberdayaan dan pengembangan di tengah masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Selain teguh menjaga Khittah NU 1926 yang menjadi cita-cita para pendiri Lakpesdam, saya juga berharap kepada pengurus baru agar melanjutkan program-program yang mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan warga NU di pelosok daerah. Mereka menunggu kita,” tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Yahya, juga mendorong Lakpesdam untuk membentuk Asosiasi Peneliti sebagai sumber daya untuk menguatkan kelembagaan melalui kajian-kajian strategis terkait NU dan bangsa. Program ini bisa menjadi Resource Mobilitation sebagai modal penguatan gerakan pengembangan SDM NU. 

Sementara itu, Ketua baru PP Lakpesdam, Dr H Rumadi berharap, bisa melanjutkan program-program Lakpesdam dengan baik. Hal ini, kata Rumadi, sesuai dengan program pengembangan SDM NU sebagaimana tercantum di dalam hasil keputusan Muktamar Ke-33 NU.

“Saya bersyukur mewarisi lembaga yang sudah tertata dengan baik secara keorganisasian dari berbagai aspek sehingga sehingga saya dan para pengurus baru tinggal menajamkan program-program yang ada,” ujarnya.

Rumadi memandang, bahwa Lakpesdam mempunyai tanggung jawab dalam penyebaran dan pengembangan Aswaja NU, meningkatkan kualitas SDM di NU, meningkatkan rasa keadilan dan kesejahteraan, serta penguatan kelembagaan.

Acara serah terima ini dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU, Drs KH Slamet Effendy Yusuf, Wakil Sekjen PBNU, H Imam Pituduh, Dr H Marzuki Wahid, Dr Ahmad Suaedy, Ala’i Nadjib, MA, Dr Khamami Zada, Dr Dadi Darmadi, dan jajaran pengurus PP Lakpesdam lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 11 Februari 2014

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Warta, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 24 Januari 2014

Dakwah NU Lemah di Metode dan Manajemen

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Nahdlatul Ulama (NU) dituntut untuk terus mengembangkan serta memperbaiki metode dan manajemen dakwahnya. Pasalnya, pada dua hal itulah titik kelemahan dakwah organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini.

”Sebagai sebuah visi, dakwah NU itu dahsyat. Tapi dari segi matode dan manajemen, sangat memprihatinkan,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat menjadi narasumber pada Pelatihan Da’i Kader II yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (26/9).

Dakwah NU Lemah di Metode dan Manajemen (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah NU Lemah di Metode dan Manajemen (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah NU Lemah di Metode dan Manajemen

Hadir pada acara yang digelar hasil kerja sama antara PP LDNU dengan PP Muslimat NU itu, Direktrur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama RI Prof Dr KH Nazarudin Umar. Pelatihan tersebut diikuti sekitar 200 da’i-da’iyah NU dari wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

Menurut Hasyim, ada dua hal yang menjadi kekuatan atau kelebihan NU di bidang dakwah, yakni kekuatan materi agama yang komprehensif serta visi keagamaannya. “Dua-duanya sedang laku, baik di tingkat nasional maupun internasional. Paling tidak, sedang dibutuhkan sebagai ‘embrio’ gerakan Islam rahmatan lil alamin,” kata Hasyim.

Namun demikian, lanjutnya, terdapat dua hal pula yang menjadi kelemahan dakwah NU, yakni, metode dan manajemennya. Metode dakwah NU, katanya, hingga saat ini masih mengikuti pola yang sama. Secara metodologi, dakwah NU belum mengarah pada upaya diversifikasi atau peragaman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berikutnya, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini, sampai sekarang dakwah NU masih mengandalkan pola-pola yang bersifat alamiah, belum ada usaha menjadikan dakwah NU dengan manajemen yang rapih dan sistematis.

Hasyim mencontohkan sejumlah da’i yang saat ini sedang populer di masyarakat. Menurutnya, meski hanya berbekal materi dakwah yang biasa-biasa saja, jauh dibandingkan dengan para da’i NU, tetapi mereka memiliki manajemen yang sistematis serta metode yang tepat untuk sebuah komunitas masyarakat.

“Seorang da’i yang materi dakwahnya biasa-biasa saja, tidak pakai dalil apa-apa, tidak menyebut referensi dari Alqur’an atau hadist, tapi bisa pupuler karena menggunakan manajemen yang sistematis. Mereka bisa memanfaatkan media televisi dan kecanggihan teknologi lainnya untuk dakwah,” terang Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

Satu hal lagi yang menjadi catatan Hasyim, yakni proses menciptakan atau mengakader da’i-da’iyah yang berbasis NU. Menurutnya, salah satu unsur yang harus dilihat adalah sang processor-nya. “Siapa yang memproses para dai ini? Soalnya, taruhannya adalah kualitas kepribadian para da’i-nya. Kegagalan dakwah para da’i dimulai dari processor-nya,” ungkap Hasyim.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Atas dasar itu, Hasyim meminta kepada LDNU untuk merumuskan metode dakwah yang sesuai dengan kondisi saat ini. Demikian juga hal yang lebih penting adalah gagasan besar NU; Islam moderat yang terangkum dalam paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) harus pula dituangkan dalam bentuk yang paling kongkrit hingga bisa mudah dipahami masyarakat.

“Tugas LDNU untuk merumuskan Aswaja secara konseptual dan lebih kongkrit serta Aswaja yang aplikatif dakwah,” ungkap Hasyim.

Pelatihan Dai Kader II dengan tema "Aswaja dalam Perspektif Islam Rahmatan Lil Alamin" ini akan berlangsung selama 11 hari (26 September-6 Oktober). Sejumlah pakar, baik dari kalangan NU sendiri maupun dari kalangan profesional akan dilibatkan pada pelatihan ini, antara lain KH Tolchah Hasan, KH Said Aqil Siradj, KH Ma’ruf Amin, KH Masyhuri Naim, Dr. Tarmizi Taher (mantan Menteri Agama), Dr.H. Imam Prasodjo (Pengamat Sosial-Politik), Sofyan Djalil (Menkominfo RI), Prof.Dr Ichlasul Amal (Ketua Dewan Pers) dan Djalaludin Rahmat (Pakar Komunikasi). (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Meme Islam, Cerita, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 05 Desember 2013

Sikap GP Ansor terhadap Pemberlakukan Full Day School

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Muhadjir Effendy mewacanakan kepada publik bahwa Pemerintah akan memberlakukan kebijakan full day school untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SLTP dan SLTA).

Dalam berbagai pemberitaan di media massa, terlihat Presiden Joko Widodo mendukung rencana kebijakan ini. Bahkan berdasarkan informasi yang kami terima, sedang disiapkan Peraturan Presiden sebagai payung hukum pemberlakuan full day school.

Sikap GP Ansor terhadap Pemberlakukan Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap GP Ansor terhadap Pemberlakukan Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap GP Ansor terhadap Pemberlakukan Full Day School

Sehubungan dengan rencana pemberlakukan full day school tersebut, demi kepentingan nasional dan demi kemaslahatan umum, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor melalui Bidang Pendidikan dan Tenaga Kerja yang ditandatangani Mohammad Amin (Ketua) dan Caswiyono Rusydie (Wakil Sekretaris Jenderal) menyatakan sikap terhadap renacana Pemerintah.

Berikut pernyataan yang dikeluarkan 31 Oktober di Jakarta tersebut:

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

1. Gerakan Pemuda Ansor setuju bahwa orientasi pendidikan harus diarahkan tidak hanya pada aspek pembelajaran ilmu pengetahuan saja, tetapi juga pada pendidikan karakter siswa. Terutama pada karakter personal untuk mengedepankan etika dan etos kerja, karakter sosial untuk peduli pada sesama dan toleran, serta karakter nasionalisme, cinta tanah air dan bangsa Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

2. GP Ansor berpendapat bahwa model pendidikan setengah hari yang selama ini berjalan di sekolah-sekolah formal tidak cukup efektif untuk mewujudkan orientasi pendidikan yang komprehensif sebagaimana point 1.

Dalam perspektif ini, model pendidikan full day school memang lebih baik dari model pendidikan setengah hari. Namun, full day school juga bukan model pendidikan terbaik. Bagi GP Ansor, model terbaik pendidikan di Indonesia adalah model boarding school.

Jam’iyyah NU sudah mempraktikkan model pendidikan boarding school ini sejak ratusan tahun lalu melalui pondok pesantren. Kalau ingin mengetahui kualitas lulusan pondok pesantren, silakan dibandingkan tingkat penguasaan keilmuan, akhlak dan nasionalisme lulusan pondok pesantren yang telah menempuh pendidikan selama 12 tahun, dengan lulusan pendidikan lain dalam jangka waktu yang sama. Umumnya alumni pondok pesantren akan lebih unggul.

3. Oleh karena itu, GP Ansor mengusulkan agar model pendidikan yang diterapkan secara nasional adalah model pendidikan boarding school, bukan hanya full day school. Kalau Pemerintah menganggap masyarakat belum siap dengan pemberlakuan model pendidikan boarding school, GP Ansor mengusulkan agar konsep full day school yang ingin diterapkan dimaksudkan sebagai sarana antara untuk menuju pemberlakuan boarding school.

4. Di masyarakat sebenarnya juga secara tidak langsung sudah berjalan model pendidikan full day school, terutama di sebagian besar masyarakat pedesaan. Di mana, orang tua memilih untuk menyekolahkan anak-anaknya setelah pulang dari sekolah formal di pagi hari (07.00-13.00) untuk kembali sekolah di sekolah keagamaan (madrasah diniyyah) di sore hari (14.00-17.00). Dengan model pendidikan seperti ini, kekurangan pada pendidikan formal di sekolah pagi hari terjawab pada sekolah di madrasah diniyyah di sore hari. Bahkan, pada malam hari selepas maghrib, siswa-siwa model seperti ini masih mengaji di surau, di mushola atau di masjid untuk memperdalam ilmu agama.

5. Dalam konteks ini, eksistensi madrasah diniyyah sudah terbukti mampu menjawab kegalauan Pemerintah terkait dengan kekurangan model pendidikan formal setengah hari. Oleh karena itu, jika Pemerintah ingin membuat kebijakan pembenahan pendidikan formal, Gerakan Pemuda Ansor meminta agar tidak memberangus dan mengebiri eksistensi madrasah diniyyah. Perpaduan model pendidikan formal di pagi hari, dan pendidikan di madrasah diniyyah di sore hari sudah sejalan dengan maksud pemerintah menyelenggarakan full day school.

6. Dengan demikian, GP Ansor berharap model pendidikan full day school yang akan diterapkan oleh Pemerintah, memberi ruang pada pilihan masyarakat untuk tetap dapat bersekolah di madrasah diniyyah. Di mana, dengan bersekolah di madrasah diniyyah pada sore hari, seorang siswa dinilai sudah memenuhi kewajiban full day school.

7. GP Ansor melihat kebijakan full day school ini merupakan momentum untuk peningkatan kualitas pendidikan madrasah diniyyah yang selama ini berjalan secara mandiri, dan kurang mendapat sentuhan pemerintah. Baik dari aspek tenaga pendidik dan infrastruktur fisik penunjang pembelajaran. Pemerintah dapat menunjukkan keberpihakannya kepada madrasah diniyyah dengan cara mengintegrasikan pendidikan madrasah diniyyah pada konsep full day school.

8. Dalam konsep ini, GP Ansor mengusulkan agar di daerah-daerah penyelenggara madarasah diniyyah yang belum memiliki ruang belajar mengajar memadai diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas dan ruang belajar sekolah formal. Pada aspek tenaga pendidik, madrasah diniyyah yang belum memiliki guru yangcukup, dapat menggunakan guru-guru sekolah formal yang memenuhi syarat untuk menjadi pengajar di madarasah diniyyah, dan sebagainya.

9. Semoga Allah SWT senantiasa memberi hidayah kepada seluruh pemimpin Bangsa sehingga dijauhkan dari bertindak demi kepentingan golongan, serta dapat bertindak bijaksana demi kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 04 Desember 2013

Ini Cara-cara Agar Terhindar dari Berita Hoaks

Taipe, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai MN Harisudin dari pondok pesantren Alif Lam Mim Surabaya mengatakan, berita hoaks dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui media sosial baik Twitter, Watshapp, Facebook semakin merebak. Bahkan berita hoaks oleh beberapa oknum sengaja dibuat, lalu disebarluaskan. Untuk mengantisipasinya, Islam memberikan solusi dengan mendiamkan atau melakukan klarifikasi (tabayun) terhadap berita tersebut.

Ini Cara-cara Agar Terhindar dari Berita Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara-cara Agar Terhindar dari Berita Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara-cara Agar Terhindar dari Berita Hoaks

Islam, lanjut Kiai MN. Harisudin, telah memberikan garis dalam firman Allah SWt. “Ya ayuhal ladzina amanu idza ja’akum fasiqun binabain fatabayyanu, an tushibu qaumam bijahalatin fatushbihu ‘ala ma faaltum nadimin. ‘Wahai orang yang beriman, ketika seorang fasiq datang pada kalian dengan berita, maka bertabayunlah. Jangan sampai kalian menimpakan musibah pada suatu kaum dengan ketidaktahuan sehingga kalian akan menyesal dengan apa yang kalian lakukan’,” jelas Katib Syuriyah PCNU Jember tersebut dalam pengajian on air, majelis al-Abshar ar-Ridlo, Taipe, Taiwan pagi waktu setempat (1/1).

Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut menjelaskan bahwa asbabun nuzul (sebab turun) ayat ini berkaitan dengan al-Haris, seorang yang diajak masuk Islam oleh Rasulullah SAW.Lalu Nabi Muhammad memintanya untuk membayar zakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Setelah masuk Islam, al-Harits menyampaikan bahwa ia akan mengajak kaumnya untuk masuk Islam dan juga membayar zakat. Jika sudah waktunya, al-Haris meminta dikirim utusan Rasulullah SAW.

Beberapa bulan kemudian, al-Walid bin Uqbah diutus Rasulullah SAW menuju al-Haris dan kaumnya untuk menagih zakat. Sebelum sampai perkampungan al-Haris, al-Walid pulang dengan membawa kabar bohong pada Rasulullah SAW.

Kabar bohong itu adalah bahwa Al-Haris tidak mau membayar zakat dan bahkan mengancam untuk membunuhnya. Rasulullah diam saja mendengarkan laporan itu. Beberapa hari kemudian, Rasulullah mengirimkan seorang lagi utusan untuk al-Harits.

“Nah, utusan ini kemudian menuju perkampungan al-Harits. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan al-Harist dan beberapa orang yang mau menuju Rasulullah yang ternyata hendak membayar zakat. Akhirnya, utusan ini dan al-Harist bersama-sama menuju Rasulullah. Sesampainya ke Rasulullah, beliau mengklarifikasi: apakah benar tidak mau zakat dan bahkan mengancam membunuh al-Walid. Al-Harist menjawab bahwa semua itu tidak benar. Turunlah lalu ayat ini,” jelas Sekjen Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo (Kamaly) dengan anggota 300 lebih yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menggarisbawahi berita bohong hoaks dari Al-Walid yang harus diklarifikasi. Orang yang membuat berita bohong jelas haram alias berdosa besar. Sementara, orang yang menerima berita bohong harus melakukan tabayun atau klarifikasi.

”Ibu-ibu sekalian, jadi kalau ada berita bohong, cepat klarifikasi. Termasuk yang di media sosial. Jenengan bisa segera tabayun atau minta penjelasan. Nuwun sewu, (mohon maaf), jangan langsung dikirim ke temannya; berita demikian ini akan sesat menyesatkan. Berita yang simpang-siur tentang Islam di Taiwan, maka jenengan bisa cross chek ke PCINU Taiwan atau ke Fatayat PCINU Taiwan. Jangan semua yang ada di media sosial dan internet dianggap benar,” ujar pengasuh pondok pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Ia menambahkan, termasuk tidak boleh belajar Islam yang hoaks seperti yang banyak di internet. Belajar Islam harus pada bersandar pada sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan seperti belajar Islam yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama, yaitu belajar Islam yang bersandar pada para ulama dan terus bersambung pada Rasulullah SAW.

“Apa-apa yang dilakukan oleh PCINU Taiwan dan banom-banomnya, dengan mengundang para kiai dan ustadz dari Tanah Air adalah bagian dari upaya maksimal untuk belajar Islam yang tidak hoaks. Tapi langsung pada sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Tidak sama dengan mereka yang hanya belajar Islam pada mbah Google dan lalu sok menjadi alim,” pungkasnya disambut tepuk tangan ratusan hadirin. (Sohibul Ulum/Abdullah Alawi)                 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, AlaSantri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 03 Oktober 2013

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rektor Institut Keguruan Ilmu Pendidikan  (IKIP) Veteran atau biasa disingkat Ivet Semarang Dr Bambang Triono mengatakan, lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan telah terbukti sukses menghasilkan orang-orang bermental baik adalah pesantren.

Karena itulah pihaknya merekrut para alumni pesantren yang memenuhi syarat menjadi tenaga pengajar di kampusnya, dan memprioritaskan kerja sama dengan pesantren dalam pelaksanaan program pendidikannya.

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

"Kami dekatkan lembaga kami dengan pesantren. Kami lakukan kerja sama dengan pesantren. Kami ingin menghasilkan guru yang bermoral baik dan mendidik para murid menjadi orang baik," tuturnya dalam acara Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis ke-50 Ivet Semarang di Auditorium  Kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa (23/2/2016).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Program terbaru, kata dia, adalah penanaman padi dengan metode modern berpola agrobisnis yang dikerjakan bersama para santri. Dilaksanakan melalui kerja sama dengan SMK berbasis pesantren.

Sementara itu, Pembina Yayasan IKIP Veteran Ali Rosyad mengatakan pihaknya meminta pemerintah mewujudkan revolusi mental melalui pendidikan nasional. Satu-satunya cara adalah dengan cara membangun sistem yang membina membina moral mendidik jiwa manusia, hanya mengurus otak dan mengasah akal bukan seperti sekarang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, pengajaran di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hanya menghasilkan orang pintar dan berakal, bukan orang baik yang terdidik. Akibatnya, bangsa ini punya masalah mental yang besar. Kejahatan sistemik yang membuat negara ini terpuruk dalam aneka problem. Sehingga Presiden Joko Widodo mengampanyekan revolusi mental nasional.

"Jika pemerintah serius ingin melakukan revolusi mental, benahi sistem pendidikan nasional. Ganti  total dari mengasah akal menjadi mendidik moral. Ini satu-satunya cara," tegasnya saat meresmikan Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis Ivet Semarang.

Di hadapan para civitas academika Ivet dan para tamu undangan yang terdiri dari kepala SMK berbasis pesantren se-Jawa Tengah, Ali  Rosyad bertekad menjadikan Ivet sebagai kampus yang mempersiapkan calon guru yang mampu mendidik moral bangsa. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren, Pendidikan, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw