Selasa, 09 Oktober 2012

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

Solo,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. PC GP Ansor Solo beserta sejumlah organisasi kepemudaan menggelar aksi damai long march untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 H. Acara tersebut digelar di lokasi Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi Solo, Ahad (14/6).

Menurut Ketua GP Ansor Solo, dalam aksi tersebut para peserta menerbangkan balon yang bertuliskan pesan harapan “Damai Ramadhan Surakarta”.

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

“Ramadhan semoga menjadi momentum untuk saling menghortmati dan, serga untuk menciptakan Kota Solo yang kondusif dan damai,” terang Anwar, di sela acara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wakil Walikota Solo Ahmad Purnomo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda dalam menciptakan upaya perdamaian.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kami bangga dengan apa yang dilakukan para pemuda dalam upya menciptakan kerukunan antarumat beragama ini, Dengan sikap ini semoga berkah Romadhan memberkahi bangsa Indonesia sehingga tidak terjadi konflik yang bernuansa agama,” ujar dia.

Selain berorasi, para peserta aksi juga menampilkan beberapa kolaborasi seni antara lain kesenian hadrah dan barongsai. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 06 September 2012

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten

Serang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ribuan warga menghadiri Haul Ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Jumat (21/7) malam. Mereka hadir tanpa diundang untuk mendoakan Syekh Nawawi yang menjadi guru besar para kiai Nusantara.

KH Ahmad Syauqi Maruf Amin, turunan ke empat dari Syekh Nawawi mengatakan, meski kakek buyutnya itu wafat dan dimakamkan di Mala, Mekkah Al-Mukarramah, tetapi hari wafatnya diperingati setiap akhir Syawwal di tempat lahirnya, di Desa Tanara, Serang.

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten

"Haul ini adalah tradisi yang berjalan puluhan tahun lalu. Umat Islam dari berbagai daerah di Nusantara biasa berziarah ke rumah tempat lahir syekh, memperingati haulnya setiap akhir Syawwal," kata Pengasuh Penata itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Warga yang hadir, kata Syauqi, datang tanpa diundang karena mereka tahu bahwa setiap akhir Syawwal di Tanara haul digelar oleh keluarga.

Pada haul Syekh Nawawi tahun ini, Presiden RI Joko Widodo hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja II. tampak hadir Menteri Agama H Lukman Hakim, Menteri BUMN Rini Suwandi W, Menteri PU Budi Karya, Gubernur Banten Wahidin Halim, Walikota Bandung Ridwan Kamil. Mereka mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Peringatan haul ini merupakan penghormatan masyarakat Nusantara untuk beliau. Mungkin karena tak berkesempatan berziarah dan menggelar haulnya di Mala, masyarakat berinisiatif menggelarnya di tempat kelahiran beliau," tambah Syauqi.

Haul ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan tahlil bersama yang ditutup dengan ceramah agama oleh Pengurus MUI KH Cholil Nafis. (Abdul Malik Mughni/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Bahtsul Masail, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 02 September 2012

Membangun Sikap Kritis Santri ala KH Ali Maksum

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. “Cara dan semangat Almarhum KH Ali Maksum dalam mendidik santrinya itu sungguh luar biasa. Sebab, beliau sangat ingin agar santrinya jadi orang pintar,” 

Membangun Sikap Kritis Santri ala KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Sikap Kritis Santri ala KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Sikap Kritis Santri ala KH Ali Maksum

Demikian dikatakan KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, dalam tausiyahnya acara haul ke-24 KH Ali Maksum di pelataran Asrama Sakan Thullab Pesantren Krapyak Yogyakarta, Rabu malam, 20 Maret 2013.

“Salah satu cara yang diterapkan Mbah Ali adalah metode yang saya sebut dengan metode paksaan. Maksudnya apa? Yaitu dengan mengutus santri senior untuk menggantikan beliau mengisi pengajian, dan pada saat itulah Mbah Ali memaksa santri-santri tersebut untuk mengajarkan kitab yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya,” lanjut Kiai Asyhari. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Coba kita bayangkan. Seorang santri yang belum pernah belajar kitab Nashoihul ‘Ibad, misalnya, tiba-tiba ditugaskan untuk mengajarkan kitab tersebut, apa yang akan terjadi? “ tanya Kiai Asyhari disambut senyum simpul para jama’ah. 

Kiai Asyhari pun kemudian melanjutkan bahwa sebagai seorang santri yang juga pernah mengalami sendiri hal sedemikian, metode paksaan KH Ali Maksum itu mengharuskan dirinya untuk harus selalu mampir ke kamar beliau untuk menanyakan kandungan kitab yang belum dipahami.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menuturkan dulu pernah disuruh mengisi pengajian menggantikan Kiai Ali di sebuah pesantren besar di Jawa Timur. Karena menjadi penceramah badal-nya Kiai Ali, ia pun sudah dikawal Banser di usia yang cukup muda. Sebelum berangkat, ia sudah mempersiapkan catatan meminta kesediaan Mbah Ali untuk men-tashhihnya. Tapi ia malah diminta merekam pengajian yang disampaikan di sana. Dan demikianlah, ia pun pulang dengan membawa oleh-oleh rekaman kaset pengajian. 

“Ternyata, setelah saya haturkan kepada beliau, kaset rekaman itu lantas disetel tiap pagi di corong (pengeras suara—red.) milik pondok yang ada di ndalem beliau.”Allah yarhamhu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yusuf Anas

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 27 Agustus 2012

Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Unit Koperasi Usaha dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) adalah unit andalan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.

Demikian ditegaskan oleh Sekjen MWCNU Losari KH. Masruri saat berkunjung ke ruang redaksi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Rabu, (24/12).

Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini

“Koperasi dan KBIHNU boleh dikatakan sebagai lumbung ekonomi kami di MWC dalam menggerakkan organisasi selain syiar NU,” ujar Kiai Masruri, panggilan akrabnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Masruri yang juga alumnus Pesantren Lirboyo ini menjelaskan, di Brebes KBIH yang berada di bawah naungan NU ini sementara hanya ada di Kecamatan Losari. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“MWCNU lain belum berani membawa nama NU,” tegas sarjana lulusan IAIT (Institut Agama Islam Tribakti) Lirboyo ini.

Pimpinan Pesantren Ziadatul Khoir, Desa Rungkang, Losari ini juga menerangkan, kegiatan Lailatul Ijtima’ setiap ahad pahing atau setiap 35 hari sekali sering digelar dengan tujuan untuk penguatan organisasi dengan melibatkan pengurus NU tingkat ranting.

“Pengembangan ekonomi, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan membahas persoalan ke-NU-an juga kita lakukan lewat wadah tersebut, hasil pertemuan selalu kita dokumentasikan,” pungkas Masruri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 04 Agustus 2012

Reuni

Oleh Yazid Muttaqin



Pelataran itu bukan saja terlalu indah, tapi juga begitu luas. Meski ribuan bahkan mungkin jutaan orang menyemut untuk memasuki arena pertemuan yang sesungguhnya, namun masih saja pelataran itu terlihat senggang. Seperti tak seberapa banyak orang yang berkumpul di sana.

Air muka mereka yang ada di sana sama saja; segar dan bersinar, teduh namun penuh wibawa. Kegembiraan dan keceriaan jelas sangat menghiasi wajah mereka yang terpancar dari ketenangan dan kerelaan hati. Sambil menunggu giliran memasuki arena pertemuan mereka saling menyapa satu sama lain. Bercengkerama penuh keakraban. Tak hentinya senyum mereka mengembang, menghias wajah yang makin sedap dipandang.

Reuni (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni

Sementara di pintu gerbang sana beberapa petugas dengan penuh keramahan menyambut mempersilakan masuk para tamu. Setiap kali yang dipersilakan masuk melangkahkan kaki hatinya serasa makin tenang dan senang. Kekaguman mereka makin menjadi manakala melihat setiap detil ornamen berbagai bangunan megah mewah menawan bertabur permata berlian di tengah luasnya taman nan indah. Pepohonan yang berjejer di kanan kiri jalanan kekar tinggi menjuntai, namun setiap ujungnya merunduk berkaitan memayungi siapapun yang melewati naungannya. Di pinggiran sana kebun bunga merimbun rendah, menebarkan wewangi yang merasukkan kedamaian. Disempurnakan kicauan lembut burung-burung di pepohonan dan gemericik air sungai kecil yang berkelok di bawah rerimbunan.

Semakin banyak para tamu yang meninggalkan pelataran memasuki taman. Di pelataran sana makin sedikit kerumuman yang berantri penuh kesabaran. Namun di sudut sana seorang tamu laki-laki yang menyendiri terlihat seperti kebingungan. Sesekali ia menoleh ke arah kerumunan, mengelilingkan pandangan, lalu melihat jauh ke luar pelataran sambil melongok, seperti ada yang dicari. Sesekali ia bangkit dari duduknya, berjalan bolak-balik sambil menghamburkan pandangannya.

Pelataran itu makin sepi. Tinggal laki-laki yang menyendiri itu dan beberapa puluh orang yang siap melewati gerbang. Kian sepi. Laki-laki itu masih saja pada perilakunya. Hingga seorang petugas penerima tamu menaruh perhatian dan menghampirinya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Maaf,” katanya, “hampir semua orang memasuki arena pertemuan. Apa tidak sebaiknya Tuan mengikuti mereka?”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Laki-laki itu tergagap. Sejenak ia menatap orang yang dihadapannya; berparas rupawan, bersih, sangat ramah.

“Oh, iya.” Laki-laki itu gugup. “Tapi saya minta waktu sebentar untuk tetap di sini.”

Penerima tamu itu tersenyum.

“Kalau boleh tahu, apa Tuan sedang mencari atau menunggu seseorang?”

“Ya. Saya mencari keluarga saya.”

“Tuan datang ke sini sendirian?” tanya si penerima tamu lagi, penuh keramahan.

“Ya. Dan saya berharap keluarga saya akan segera menyusul.”

Si penerima tamu tersenyum.

“Boleh saya tahu siapa nama Tuan?”

“Badrun. Nama saya Badrun.”

“Badrun?”

Penerima tamu itu bergumam mengulang nama laki-laki itu. Lalu dibukanya buku catatan yang ia pegang. Beberapa kali ia membolak-balik halaman demi halaman, mencari nama laki-laki itu pada deretan nama dalam buku tebal itu. Sementara laki-laki bernama Badrun itu hanya menunggu sambil sesekali melihat ke beberapa arah, sedikit resah.

Sejenak kemudian si penerima tamu berhenti pada sebuah halaman buku. Jari telunjuknya menuding pada sebuah baris kata yang ada di tengah halaman. Bibirnya mengulas senyum kecil.

“Maaf, Tuan. Boleh saya mengajukan beberapa pertanyaan?”

“Iya, silakan.”

“Apa Tuan hidup dari negeri yang tadinya subur makmur, dihormati oleh banyak bangsa di dunia, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, yang dikenal dengan slogan gemah ripah loh jenawi, namun kini banyak masyarakatnya yang meninggalkan para ulama dan agamanya, disepelekan dan diremehkan oleh negara tetangga, diperalat bangsa adikuasa dan sekutunya, pejabatnya tak memegang amanah, ekonominya hancur yang membuat rakyat sengsara?”

“Ya,” laki-laki bernama Badrun itu menjawab cepat.

Kembali si penerima tamu tersenyum kecil.

“Tuan, dalam keadaan masyarakat yang demikian dan kehidupan yang menyulitkan, apakah Tuan orang yang tetap bertahan memegang janji Tuan kepada Tuhan, dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi larangan-Nya?”

“Ya. Setidaknya aku selalu berusaha untuk demikian.”

“Apa Tuan orang yang selalu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan mendahului menyambung tali silaturahmi pada orang yang bahkan sedemikian rupa menyalahi dan menyakiti Tuan sekalipun?”

“Betul.”

“Apa Tuan orang yang seringkali kekurangan dalam mencukupi kebutuhan hidup, namun Tuan tak mau melakukan tindakan curang karena takut kepada Tuhan dan siksa-Nya meski kesempatan untuk itu terbuka lebar? Tuan hanya mau dan tetap bersabar menahan diri demi mendapat keridloan-Nya?”

“Ya.”

Kembali si penerima tamu tersenyum kecil. Kali ini kepalanya terlihat mengangguk pelan.

“Tuan, apa Tuan orang yang selalu menjaga shalat lima waktu kapanpun dan di manapun Tuan berada, dalam kondisi bagaimanapun?”

“Benar.”

“Tuan, benarkah Tuan suka membagi penghasilan Tuan dengan para tetangga yang membutuhkan, dengan anak-anak yatim, para janda miskin, orang-orang fakir dan miskin semampu Tuan?”

“Ya.”

“Yang terakhir, Tuan. Benarkah bila Tuan melakukan suatu kesalahan Tuan langsung menyesalinya, bertaubat dan segera melakukan kebaikan untuk menghapus kesalahan itu?”

“Ya. Itu semua aku lakukan, karena agamaku mengajarkan demikian.”

Si penerima tamu itu kembali tersenyum. Kini sedikit tertawa. Roman mukanya berseri-seri mengumbar kegembiraan. Lalu tangan kanannya dijulurkan menyalami laki-laki itu.

“Selamat Tuan! Sebentar lagi keluarga Tuan akan segera tiba di sini.”

“Apa maksud, Saudara?” laki-laki itu tak mengerti.

“Tuan lihat di seberang sana? Rombongan yang sedang menuju kemari?”

“Ya.”

“Itu adalah keluarga Tuan yang sedari tadi Tuan cari dan tunggu serta harapkan kedatangannya. Mereka akan datang kemari untuk menemani tuan memasuki taman yang indah nan megah ini, menikmati segala yang ada, menyempurnakan kenikmatan yang mesti Tuan terima. Mereka adalah keluarga Tuan yang semestinya tak mendapatkan kemuliaan ini. Namun derajat mereka terangkat oleh tingginya derajat Tuan di sisi Tuhan. Apa-apa yang Tuan lakukan selama di dunia, yang saya tanyakan sebelumnya, adalah perilaku yang membuat pelakunya dapat berkumpul kembali dengan orang tuanya, istrinya, dan anak keturunannya meski mereka bukan orang yang ahli melakukan amalan-amalan itu.”

Kini terlihat roman muka laki-laki itu berseri-seri. Rombongan yang dilihatnya makin mendekat. Makin nyata siapa saja anggota keluarganya yang akan menemaninya menikmati kenikmatan sempurna nan abadi dari Tuhannya. Meski ada satu yang mesti ditanyakan pada si penerima tamu.

“Maaf, Saudara. Tidakkah kiranya masih ada satu keluargaku yang belum bergabung?”

Si penerima tamu tersenyum lembut.

“Maaf, Tuan. Untuk yang satu itu tidak bisa ikut.”

“Kenapa?” Laki-laki itu menyela.

“Ada satu syarat pokok yang tak dipenuhi olehnya. Tuan masih ingat waktu hidup di dunia? Seringkali Tuan mengadakan reuni dengan teman-teman lama. Dan ada satu alasan yang menjadikan Tuan dan teman-teman kembali berkumpul; adanya kesamaan. Bisa kesamaan almamater sekolah, kesamaan perusahaan, kesamaan angkatan dalam pekerjaan, atau kesamaan lainnya. Kini saat orang-orang memetik hasil kesalehannya, ia akan dikumpulkan kembali dengan keluarganya dengan syarat mereka memiliki kesamaan iman terhadap Tuhannya. Dan, satu orang keluarga Tuan itu tak memiliki syarat pokok itu. Kini masukilah taman yang indah itu bersama keluarga. Nikmati setiap kenikmatan yang ada, sebagai ganjaran atas kesabaran Tuan menjaga amanat Tuhan.”

Laki-laki lajang bernama Badrun itu begitu gembira menerima penghargaan itu. Kegembiraannya begitu membuncah hingga membangunkannya dari tidur malamnya. Hingga matanya terbuka ia rasakan kedua bibirnya masih mengulas senyum. Di lihatnya jam dinding kamar, satu jam lagi subuh. Ia tak segera bangkit melakukan amalan malamnya. Ia masih ingin menikmati gambaran mimpinya yang begitu nyata.

Subhanallah. Ia bergumam. Matanya sedikit terpicing. Ia mencoba mengingat. Adakah dari orang-orang tuaku yang melakukan perilaku-perilaku yang disebutkan dalam mimpi itu? Yang mampu menaikkan derajatku hingga karenanya aku nikmtai surga Tuhanku? Ia ingat orang tuanya, kakeknya, dan terus ke atas. Ah, tak satupun nenek moyangku yang terlihat berperilaku seperti itu. Ibadah mereka biasa saja, layaknya umumnya orang-orang. Istri dan anakku? Aku masih lajang. Bisa jadi mereka tak dapat diharapkan.

Bagaimana dengan diriku sendiri? Badrun tersenyum. Kepalanya mengangguk-angguk kecil. Ya, diriku sendiri. Diriku sendiri yang harus memulai membangun kesalehan itu. Agar kelak terangkat derajat orang tuaku, istri dan anak-anak keturunanku. Agar kelak setelah lama terpisahkan oleh kematian, aku bisa kembali berkumpul dengan mereka. Dalam perkumpulan yang penuh kegembiraan, keceriaan, penuh kenikmatan dan keberkahan; reuni!

Tegal, 17 Februari 2012







Penulis adalah santri alumni Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo, kini tinggal di Kota Tegal dan bekerja di Kemenag Kota Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Fragmen, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 21 Juli 2012

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahldtul ‘Ulama Kecamatan Slawi masa khidmat 2012-2017 Resmi dilantik , akhir pekan lalu di Jalan Gajah Mada Desa Kalisapu Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. 

MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

Bertindak melantik ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, H. Ahmad Wasy’ari, MM didampingi sekretrisnya H. Nur Kholis. Seusai pelantikan Ahmad Wasy’ari berpesan agar MWC Slawi mempertegas program kerjanya, karena Slawi menjadi barometer NU di Kabupaten Tegal. 

“Sebaik apapun MWC NU lain, kalau belum Slawi tidak akan dilihat, karena bukan yang menjadi sentral ibu kota Kabupaten. Tapi sebaliknya sekurang baik apapun Slawi akan terlihat karena akan menjadi barometer dan basis khidmat organisasi. Rapatkan barisan untuk membuat rem perjalanan organisasi kedepan," tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ini juga perlu dicermati, lanjut mantan ketua PC IPNU dua periode itu, karena Nabi Muhammad juga mulai bergerak dakwahnya dari kota bukan, yaitu di Madinah dan Mekkah. "Kesadaran membangun organisasi inilah yang perlau kita perbaiki demi masa depan agar menjadi organisasi yang betul-betul bermartabat dan berdaya guna dan bisa dirasakan oleh siapapun." 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia bercerita, Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi pendirian NU tahun 1926 mengingtakan kepada kita semua pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat, ini seolah-olah kaia Hasyim dulu sudah memperediksi bahwa umat akan bercerai-berai. 

“Apa yang difatwakan oleh beliu Hadrotus Syaikh sekarang juga dapat dirsakan citra umat Islam dimata dunia juga sudah dirusak oleh gerakan radikalisme, teroris dan fundamnetalis, akibatnya Islam sebagai agama rahmatnya untuk alam buruk citranya,"  jelasnya.

Ini juga penting, masih kata dia, karena kekuatan besar yang tidak teriorganisir kan kalah dengan kekuatan kecil yang terorganisir. “Untuk itu jaga citra NU sebagai organisasi penjaga Aswaja dan rahmat bagi semesta alam,” pesannya.

Sementara ketua tanfidziyah MWCNU Kecamatan Slawi H. Bahrudin, M.SI, saat dimintai keterangan terkait program kerjanya dia tidak berbicara banyak. “Kami tidak akan mengaindai-andai menggalang program, hanya saja pengurus MWC NU Slawi perlu adanya penataan dan action organisasi yang betul-betul matang dan terprogram dengan baik,” katanya.

Mungkin Slawi belum bisa disejajarkan dengan MWC-MWC yang lain yang ada di kabupaten Tegal, namun kami berikhtiar kedepan mudah-mudahan yang lebih baik, kemajemukan aqidah masyarakat Slawi juga harus menjadi perhatian agar persatuan dan kesatuan umat tidak juga rusak, “Mari kita tunjukan jati diri dan kedewasaan kita dengan cinta dan kasih sayang, karena dengan cinta akan timbul kasih sayang .”  

Turut hadir dalam kegiatan itu camat Slawi, Kapolsek Slawi, jajaran PCNU Kabupaten Tegal dan sejumlah tokoh kecamatan Slawi. Kegiatan itu juga di meriahkan dengan organ tunggal al Jawahir dan juga pengajian umum dengan pembicara KH. Dirjo Abdul Hadi dari Kabupaten Brebes. 

Kontributor: Abdul Muiz        

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 04 Juli 2012

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU di Boyolali, Jawa Tengah, kali ini mengambil tema “Pelajar Islam Berbudaya Untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa”. Tema ini, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Farida Farichah selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam penyelenggaraan kongres.

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa

“Kongres yang diselenggarakan berganti-ganti dari satu wilayah ke wilayah lain, selain untuk forum silaturahim, juga untuk mengenalkan wilayah seluruh Indonesia kepada kader,” kata Farida, pada pertemuan pimpinan pusat, perwakilan pimpinan wilayah dan cabang, Jumat (4/11) malam.

Dipaparkan Farichah, semisal cabang Boyolali selama ini mungkin hanya tahu wilayahnya sendiri. “Namun, dengan adanya kongres setiap 3 tahun sekali, mereka bisa mengunjungi wilayah di Tanah Air, sehingga kecintaan mereka terhadap negeri ini diharapkan juga bisa bertambah,” terang dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia menambahkan, salah satu tugas dari IPNU-IPPNU adalah menjaga tradisi NU dan menjaga NKRI. “Hari ini benih radikalisme sudah masuk ke sekolah-sekolah. Tugas kader IPNU-IPPNU membawa islam yang toleran. Untuk memberikan informasi berimbang tentang makna islam itu sendiri,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU, Khairul Anam HS, mengatakan tema ini dimaksudkan untuk membangun toleransi dalam berkehidupan bermasyarakat satu sama lain dan upaya untuk memperkuat karakter kesatuan bangsa. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw