Jumat, 02 Mei 2008

Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Melalui akun Facebook pribadi, Ahad (27/11), KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menyampaikan sejumlah pengalaman rutinnya saban Jumat. Diceritakan pula tentang tamu-tamu muda yang datang ke kediamannya Jumat kemarin untuk meminta maaf atas tulisan mereka di Twiter dan Facebook yang bernada kasar dan merendahkan Gus Mus. Dalam status yang diberi judul “Jum’at dan Silaturahmi”, Mustasyar PBNU ini juga tak lupa memberikan pesan-pesan positif kepada para pengguna media sosial. Berikut kutipan selengkapnya:



Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial



:: JUMAT DAN SILATURAHMI ::



Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hari Jumat ~yang digelari sebagai Sayyidul Ayyãm, "Pemimpinnya hari-hari"~ memang bagiku sendiri merupakan hari istimewa. Aku berusaha merayakan hari istimewa ini dengan berbagai kegiatan positif seperti yang diamalkan dan diajarkan kiai-kiaiku. Minimal harus lain dari hari-hari yang lain. Misalnya dalam 6 hari yang lain, kesibukanku lebih merupakan kesibukan duniawi saja, aku berusaha semampuku mengisi Jumatku dengan kesibukan yang lebih ukhrawi, bernilai akhirat.



Untuk itu, kegiatan rutinku ~bila tidak sedang bepergian~ dimulai dari hari Kamis malam. Lalu pagi harinya, bersilaurahmi melalui ponsel, menyapa dan mendoakan anak-anak; saudara-saudara; keponakan-keponakan; kawan-kawan; dan beberapa kenalan. Kemudian bersilaturahmi dengan saudara-saudaraku warga kampung di seputar Rembang. Bersalaman dengan bapak-bapak dan anak-anak yang ikut ibu-ibu mereka bertadarus Al-Quran melalui pembacaan Tafsir Al-Ibriznya Kiai Bisri Mustofa, rahimahuLlãh. Setelah itu menerima tamu-tamu yang kebanyakan dari luar daerah. Lalu setelah salat Jumat di mesjid Jami ~kalau tidak terlalu capek atau ngantuk~ biasanya dilanjutkan menemui tamu-tamu lagi, bila ada, kadang-kadang hingga malam hari.



Jumat kemarin ~25 November 2016~ agak lebih istimewa, karena di antara tamu-tamu yang datang bersilaturahmi dari berbagai daerah, terdapat tamu-tamu muda dari Tegal, Probolinggo, dan Jakarta yang mempunyai tujuan sama. Di samping bersilaturahmi, ingin meminta maaf. Mereka inilah yang beberapa hari sebelumnya, menulis kasar kepadaku di Twitter dan Facebook. Dan sudah aku maafkan via twit di Twitter dan status di Facebook.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kulihat anak-anak muda yang rata-rata berusia 25 tahunan ini, seperti umumnya pemuda santri. Polos, santun, dan sopan. Sedikit pun tidak ada kesan berandalan, sangar, atau kasar seperti yang mereka tampakkan di twit dan status mereka.

Ketika aku tanya apakah mereka benci kepadaku, karena ucapan atau perilakku yang melukai hati atau menyinggung mereka, mereka bilang tidak. Apakah ada kawan mereka yang pernah kusakiti, dan mereka solider ikut mengecamku, mereka menjawab tidak. Apakah mereka menganggap aku pendukung tokoh politik tertentu yang berlawanan dengan tokoh mereka, mereka menjawab tidak. Ketika kemudian mereka aku tanya, apakah mereka marah karena membaca pendapatku tentang salat Jumat di Jalanan? Mereka malah seperti kebingungan. Pandu Wijaya malah dengan sangat lesu mengatakan, "Mohon maaf, saat itu saya lagi jenuh dengan pekerjaan."



Aku pun semakin bertanya-tanya tentang kesaktian sosmed ini. Bagaimana ia bisa mengubah anak-anak yang santun seperti mereka ini menjadi orang-orang yang tega memperburuk citra diri mereka sendiri di sosmed. Melihat penampilan mereka di dunia Nyata, aku yakin mereka bukan orang-orang yang tidak tahu adab dan adat.



Dugaanku mereka hanya salah pergaulan di dunia Maya yang memang bagaikan hutan belantara yang ~di samping terdapat manusia-manusia berbudi~ penuh dengan makhluk-makhluk palsu yang tidak bertanggungjawab.



Kepada mereka ini dan semisal mereka ~bukan yang sengaja menjadikan sosmed sebagai sarana menebar kebencian dan kekacauan~ kalau boleh, aku menasihatkan agar (1) menata kembali niat kita dalam menggunakan dan memanfaatkan Sosmed; (2) berhati-hati dan waspada beraktifitas di Dunia Maya yang ~kita tahu~ penuh tipuan; (3) jangan mudah tergiur dengan tampilan-tampilan menarik, biasakan tabayun dan meniliti rekam-jejak; (4) jangan tergesa-gesa membaca dan membagikan bacaan; (5) usahakan sekali-kali KopDar, agar bisa melihat Manusia dalam penampilan nyatanya (dalam hal ini, contohlah misalnya perkawanan Maya dan Nyata dari misalnya komunitas Adib Machrus, Pakdhe Tegoeh, Timur Suprabana, Zen Mehbob, Triwibowo Budi Santoso, Zaenal Maarif, dan mereka yang tidak hanya bersapaan di sosmed tapi juga bersilaturahmi di dunia nyata. Mereka guyub, penuh kasihsayang); (6) ingat sabda Rasulullah SAW "Innamal amãlu binniyãt... alhadits" dan "Min husni Islamil mar-i tarkuhu mã lã yani".



Semoga Allah membimbing kita baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 06 Maret 2008

LTNNU Lampung Terbitkan “NU Mengawal Perubahan Zaman”

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung merilis buku berjudul “NU Mengawal Perubahan Zaman”. Buku setebal 147 halaman tersebut memuat tulisan dan analisis kritis para tokoh dan cendekiawan NU Lampung tentang kiprah NU.

LTNNU Lampung Terbitkan “NU Mengawal Perubahan Zaman” (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Lampung Terbitkan “NU Mengawal Perubahan Zaman” (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Lampung Terbitkan “NU Mengawal Perubahan Zaman”

Mereka yang memberikan sumbangsih pikiran dan pendapat dalam buku ini diantaranya, Moh Mukri (Rektor IAIN Raden Intan Lampung), Rudi (Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung), Khairuddin Tahmid (Wakil Dekan Syariah IAIN Raden Intan), Aom Karamoni (Dosen FISIP Universitas Lampung), Fatikhatul Khoriyah (Ketua Bawaslu Lampung), dan Khalida (Ketua Fatayat NU Lampung, yang juga anggota Komisi Informasi Lampung).

Buku itu diterbitkan oleh Lajnah Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), yaitu lembaga yang berada di bawah PWNU Lampung, yang bertugas mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan kitab atau buku serta media informasi. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua LTNNU Lampung, Fadilasari mengatakan, tujuan penulisan buku ini setidaknya ada dua, yaitu mendokumentasikan pokok-pokok pemikiran tokoh NU dalam satu naskah buku dan membumikan budaya publikasi buku di kalangan kaum nahdliyin, khususnya NU Lampung.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga NU, khususnya kader muda untuk terlibat dalam budaya literasi, mampu menuangkan gagasan dan ide secara sistematis dalam bentuk tulisan yang dibaca orang banyak. Sebab, karya tulis adalah salah satu cara menyampaikan syiar Islam yang amat efektif,” kata Fadilasari, editor buku ini.

Sementara itu, Staf LTNNU Lampung, Rudi Santoso, yang didaulat sebagai kepala pemasaran buku ini mengatakan, meski belum sepekan terbit, ratusan buku sudah terjual. Banyak sekali yang berminat memiliki buku ini. Bukan hanya para pengurus NU, tapi juga para akademisi, aktivis NGO, partai politik, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum. “Bahkan  sejumlah pesantren di Pulau Jawa juga sudah banyak yang memesan buku ini agar segera dikirim,” kata Rudi.

Dalam kata pengantar di buku ini,  Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengumpamakan kehadiran buku ini seperti oase di padang pasir di tengah minimnya publikasi ilmiah berupa buku bagi masyarakat NU.

“Buku ini bukan bermaksud memberikan penafsiran tunggal atas segala permasalahan bangsa dan negara secara umum dan secara khusus warga NU. Setidaknya, buku ini membuka pandangan lain yang berasal dari sudut pandang yang berbeda tentang permasalahan bangsa dan NU berdasarkan latar belakang penulisnya masing-masing,” katanya.

Terpisah, Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri mengatakan, lahirnya buku ini merupakan sebuah ikhtiar mencari jawaban dan menghidupkan kembali spirit serta keteladanan para ulama Lampung.

“Melalui buku ini besar harapan dapat menginspirasi dan mengingatkan kembali sumbangsih tokoh NU Lampung terhadap perjalanan Indonesia. Oleh karena itu, buku ini baik untuk mengetahui rekam jejak pemikiran tokoh NU Lampung dalam mencermati dan mengawal perubahan zaman,” tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 08 Januari 2008

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw yang kami hormati. Sebelumnya mohon maaf apabila pertanyaan kami tidak berkenan di hati. Kami hendak menanyakan hal yang terkait dengan aqiqah. Kebiasaan yang berlaku aqiqah itu dengan kambing sebagaimana yang kami ketahui selama ini.

Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Yang ingin kami tanyakan bolehkah aqiqah dengan sapi? Yang kedua, jika boleh apakah satu sapi bisa untuk aqiqah tujuh anak? Bolehkah menyembelih sapi dengan niat aqiqah sebagian orang dan niat qurban sebagian lainnya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Fajri/Pemalang)

Jawaban

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. aqiqah memang masalah yang tak akan lekang oleh waktu. Ia selalu berkait-kelindan dengan kelahiran anak. Sepanjang masih ada kelahiran seorang anak manusia, selama itu pula aqiqah akan tetap melekat dan tak terpisahkan.

Ajaran tentang aqiqah sudah sangat terang-benderang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan, bahwa seorang bayi itu tergadakan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan dicukur rambutnya dan diberi nama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya, dan diberi nama,” (HR Tirmidzi).

Pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits tersebut adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagian, kenikmatan, dan nasab. Dengan demikian aqiqah adalah salah satu bentuk taqarrub kepada Allah dan manifestasi rasa syukur kepada-Nya atas karunia yang telah dilimpahkan.

Sudah jamak diketahui bahwa aqiqah jika bayi yang lahir adalah laki-laki adalah disunahkan dengan menyembelih dua ekor kambing. Sedang apabila perempuan disunahkan dengan menyembelih seekor kambing. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam masalah ini.

Sampai di titik ini sebenarnya tidak ada persoalan serius. Namun persoalan kemudian muncul jika pihak yang mempunyai anak ingin mengganti aqiqah berupa kambing dengan hewan lain, sapi misalnya. Di sini kemudian muncul pertanyaan, bagaimana hukumnya aqiqah dengan sapi? Lantas, apakah sapi bisa dibuat aqiqah untuk tujuh orang bayi?

Untuk menjawab hal ini ada baiknya kita tengok keterangan dalam kitab Kifayatul Akhyar. Dalam kitab ini dikatakan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (al-ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (al-ghanam). Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadits yang ada (li zhahiris sunah).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).

Jika kita cermati penjelasan dalam kitab Kifayatul Akhyar itu, dengan jelas mengandaikan kebolehan beraqiqah dengan unta atau sapi. Bahkan dengan sangat gamblang dikatakan di situ, bahwa pendapat yang lebih sahih adalah yang menyatakan bahwa beraqiqah dengan unta atau sapi lebih utama dibanding dengan kambing.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan kedua mengenai soal sapi yang dijadikan aqiqah untuk tujuh anak, apakah boleh? Dalam konteks ini diperbolehkan, bahkan jika ada beberapa pihak dengan niat yang berbeda sekalipun.

Misalnya ada tujuh orang yang patungan membeli sapi, dari ketujuh orang tersebut yang tiga berniat untuk aqiqah, sedang yang lainnya berniat untuk berkurban, atau hanya sekedar mengambil dagingnya untuk dimakan ramai-ramai atau mayoran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Jika seseorang menyembelih sapi atau unta yang gemuk untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan (isytirak) sekelompok? orang dalam hal sapi atau unta tersebut maka boleh, baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk aqiqah sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya untuk pesta (makan besar/mayoran),” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VIII, halaman 409).

Bagi orang tua yang anaknya belum diaqiqahi dan sudah memiliki rezeki yang lapang, sebaiknya segera diaqiqahi.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 30 September 2007

Pedang Cinta

Oleh Abdullah Zuma

Ketika duduk di bangku SMA, saya beruntung mendapat guru-guru yang menguasai mata pelajarannya. Salah satunya guru bahasa Indonesia. Dia sangat menguasai segala tetek-bengek pelajaran ini; mulai dari tata bahasa, apresiasi sastra, hingga wacana, dan lain lain. Maklum sudah puluhan tahun dia menekuni pelajaran ini. Tak salah jika dibilang guru senior atau gaek. Usianya hampir kepala tujuh. Perawakannya kurus tinggi, mirip Pramudya Ananta Toer.

Konon, guru yang satu ini dulunya dia perokok berat. Tapi karena sempat mengidap penyakit paru-paru, dia ambil langkah seribu dari dunia nikotin. Biasanya, saat mengajar, dia pantang berdiri atau mondar-mandir di muka kelas. Ciri khasnya, sering menyelipkan guyonan dalam mengajar. Murid-murid jadi tidak jenuh. Tapi, kadang melarang ketawa. Susah benar! Ini yang kadang jadi persoalan. Dan selalu mencak-mencak jika pembicaraannya tidak diperhatikan. Kalau yang ini wajar, siapa pun pasti marah kalau pembicaraannya diacuhkan.

Pedang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedang Cinta

Suatu ketika, pelajaran membahas intonasi. Dia begitu semangat membahasnya. Padahal menjelang istirahat. Kelas lain ada yang mencuri start meninggalkan kelas. Konsentrasi penghuni kelas jadi buyar karena ada yang tak tahan lapar, kebelet ingin ke toilet, hendak menemui seseorang atau memang malas belajar. Tampak sebagian teman berbisik-bisik dengan teman sebangkunya. Sementara yang lain ngobrol tak karuan. Kelas terdengar gemeremang seperti di pasar, atau nyaris seperti tawon hijrah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Diam....!!!!” bentak Pak Guru sambil menggebrak meja.

Kontan suasana kelas saya berputar 180 derajat. Sekarang seperti di kuburan malam Jumat Kliwon. Tatapan penghuni kelas langsung memusat ke meja guru supaya terkesan memperhatikan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Begitulah intonasi saat marah...” kata Pak Guru sambil membetulkan letak kacamatanya.

Teman-teman yang meyimak pelajaran, terdengar ketawa terbahak-bahak. Semantara yang lain, masih bertanya-tanya; menertawakan siapa atau apa? Tidak paham kedua kalinya.

Bel tanda istirahat pun berbunyi. Dada penghuni kelas terasa plong. Setelah mengucap salam, Pak Guru pun keluar dengan santai. Padahal habis membentak.

Teman-teman yang tidak tahu duduk permasalahan, bertanya kepada teman-teman yang tadi ketawa. Tapi kemudian mereka terdiam karena Pak Guru masuk kembali.

“Ada yang melihat pedang cinta Bapak?” tanyanya.

Sekarang teman-teman terperengah mendengar istilah yang tidak akrab di telinga.

“Pedang cinta?”

“Apaan tuh..., Pak?” tanya salah seorang.

Dia tak menjawab, malah sibuk meneliti meja guru dan membalik-balikkan buku.

“Ini!” katanya sambil tersenyum.

Alamak..., Ternyata sisir.

Jumat, 09 Mei 2009



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 10 September 2007

GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung

Karangasem, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ketua GP Ansor Karangasem Hazli Hidafi mengatakan, para pengungsi terdampak aktivitas Gunung Agung membutuhkan banyak kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih dan kebutuhan penting lainnya.

"Ada juga kebutuhan khusus seperti balita, manula, dan pelengkapan mandi dan tidur," kata Hazli.

GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung

Ia juga mengajak semua pihak untuk bisa membantu meringankan kebutuhan para pengungsi.

"Ada beberapa pengungsi yang tak terdata karena mendirikan tenda tenda mandiri, ini yang akan kita bantu, karena sementara ini bantuan hanya terpusat di tenda tenda induk." tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Warga NU yang berkeinginan untuk menyumbangkan sebagian hartanya bagi pengungsi Gunung Agung, dapat mentransfer melalui Bank BRI : 460801004147531 a.n Hazli Hidafi (Ketua GP Ansor Karangasem dengan nomor kontak 085237990799.

Sebagaimana diketahui aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem semakin mengkhawatirkan. Setelah beberapa kali mengalami fluktuasi, PVMBG meningkatkan status Gunung Agung menjadi awas ( level IV). Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, pemerintah setempat melarang aktivitas warga pada radius 12 Kilometer dari Gunung Agung.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wargapun mengungsi ke daerah daerah yang terbilang aman.

Berdasarkan  data Bidang Humas Satgas Siaga Darurat, hingga Ahad (24/9), sudah terdapat 43.036 jiwa pengungsi yang tersebar di sejumlah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karangasem.

Besarnya jumlah pengungsi tersebut menjadikan semua pihak prihatin dengan kondisi pengungsi yang serba kekurangan ini. Selain pemerintah, sejumlah kelompok masyarakat menyalurkan bantuan kepada para pengungsi, termasuk dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Karangasem yang menerjunkan Banser Tanggap Bencana (Bagana). (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 04 September 2007

Wagub Jabar Apresiasi Kiprah NU Care-Lazisnu

Sukabumi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar mengapresiasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang melayani warga Desa Nanggerang Kecamatan Cicurug, Sukabumi. Dedy menyampaikan hal ini dalam menjawab pertanyaan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw sesaat setelah membuka Workshop ‘Asistensi Manajemen ZIS’ di Pondok Pesantren Global Insani Mandiri (GIM), Sukabumi, Jumat (3/2) pagi.

“Ada hal menarik dari pengelolaan ZIS di Sukabumi ini yang dimulai dari tingkat desa. Betul-betul peran dan fungsi ZIS ini sangat luar biasa. Apabila ada warga yang mengalami kesulitan, pengurus sudah dekat dengan masyarakat, sehingga dapat mengatasi kesulitan warganya” kata Dedy.

Wagub Jabar Apresiasi Kiprah NU Care-Lazisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub Jabar Apresiasi Kiprah NU Care-Lazisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub Jabar Apresiasi Kiprah NU Care-Lazisnu

Menurut Wagub, sisi positif dari pengelolaan ZIS di Cicurug adalah sampai tahap pemanfaatan yang tepat sasaran.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kalau ini terus dikembangan dengan penuh kesadaran, generasi yang akan datang hanya memakan apa yang menjadi haknya,” lanjut Wagub.

Sisi baik lainnya adalah ukhuwah (persatuan) yang juga digerakkan. Ukhuwah tersebut dijalankan dengan sesama umat Islam maupun umat Islam dengan non-Islam. Ukhuwah juga akan membentuk toleransi yang nyata dan semakin meningkatkan kualitas.

Ketiga, adalah pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam pemanfaatan ZIS untuk persoalan ekonomi, ada data di masyarakat siapa yang membutuhkan dan perlu dibantu. Bantuan hendaknya dalam pengembangan ekonomi (modal usaha), sehingga generasi muda juga terdorong menjadi entrepreneur. Keutamaan menjadi pengusaha juga ditegaskan dalam ajaran agama Islam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebelumnya, Wagup menegaskan zakat merupakan satu dari lima pondasi utama bangunan keislaman, sehingga hal tersebut menjadikan zakat sebagi instrumen penting dalam membagun tatanan kehidupan yang kokoh. Berbagi, kepedulian, dan solidaritas di antara sesama merupakan pelajaran penting yang terkandung dari disyariatkannya zakat.

Selain membuka workshop, Wagub juga melakukan peluncuran buku Membumikan Sedekah; Belajar dari Cicurug Sukabumi. Buku yang ditulis secara kolaboratif oleh Direktur NU Care-Lazisnu Syamsul Huda, Direktur Fundraising NU Care-Lazisnu Nur Rohman, dan Amin Santosa ini mengupas tata kelola ZIS di Sukabumi sejak awal pendirian hingga kiprah yang dijalankan sampai saat ini. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Habib, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 09 Mei 2007

Pertemuan Dua Kader NU, Lahirkan Madrasah NU

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pertemuan dua orang seperjuangan di NU, mampu melahirkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Sunan Kalijaga Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kegelisahan dua insan tersebut selanjutnya dirembug dengan Pengurus MWCNU dan setelah dua tahun kemudian, cita-citanya terwujud.

Pertemuan Dua Kader NU, Lahirkan Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertemuan Dua Kader NU, Lahirkan Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertemuan Dua Kader NU, Lahirkan Madrasah NU

Demikian penuturan Kepala MTs NU Sunan Kalijaga Hasan Ali, sebagaimana diceritakan kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di ruang kerjanya, Selasa (14/2).

Hasan menceritakan, pertemuan H Ahmad Yasin (alm) dan Hasan Ali yang mengajar di suatu MTs tak sehaluan, menjadikan keprihatinan mereka berdua. Selanjutnya, saling bertukar pendapat, kenapa NU tidak bisa mendirikan sekolah, sementara anak-anak NU banyak yang menjadi siswanya. Padahal tempat dimana mereka mengajar, tidak sehaluan dengan NU.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Akhirnya dengan semangat membaja, dua kader tersebut bisa mendirikan MTs NU setelah dua tahun malang melintang berkoordinasi. “Saya ketemu almarhum Ahmad Yasin pada 1985 lalu melakukan koordinasi dengan semua pihak dan Alhamdulillah 1987 madrasah ini berdiri,” tuturnya.?

Hasan juga tidak bisa menghilangkan jasa-jasa KH Sobirin, H Bahrudin, H Yusron, H Mahfudz, H Muslim tokoh-tokoh NU lainnya yang turut membidani kelahiran MTs NU Sunan Kalijaga.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri, karena kali pertama membuka MTs NU pendaftar perdana mencapai 150 siswa, meskipun tempat belajarnya numpang di MDA Desa Kaliwadas.?

MTs yang berlokasi di jalan Singkil Kaliwadas Km 2 Adiwerna Kabupaten Tegal kini siswanya mencapai 800 anak yang terbagi dalam 21 rombongan belajar. Sedangkan guru yang mengajar sejumlah 39 dan tenaga administrasi 11 orang.

Madrasah yang didirikan di atas tanah seluas 8750 meter persegi dengan luas bangunan 1399 meter persegi pada masa mendatang akan didirikan SD dan SMA NU serta Pesantren. “Luasnya tanah memungkinkan untuk pengembangan menjadi sekolah terpadu dengan pesantren,” tekadnya.

Keseriusan mengembangkan madrasah NU menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh warga madrasah dari siswa hingga guru. Terbukti keseriusan tersebut diujudkan dalam berbagai kegiatan yang menjadi tradisi NU.?

Antara lain adanya pembiasaan pembacaan yasin, tahlil ? setiap hari Jumat. Shalat duha dan sholat dhuhur berjamaah diwajibkan untuk seluruh siswa dan guru. Tidak heran kalau di depan kelas penuh kran wudlu, sampai 40 buah.

Juga Istighosah dan pengajian kitab kuning talimul mutaalim, setiap Jumat Kliwon. Siswa sudah datang di Madrasah sejak jam 6.20 yang selanjutnya membaca qiroatil quran untuk kelas 7 dan 8. Sedangkan kelas 9 menghafal juz ke-30.?

“Al hamdulillah 90 persen lulusan MTs NU Sunan Kalijaga hafal Juz Ama. Bahkan ada yang hafidz 5 juz,” ungkapnya.

Yang menjadi pembeda dengan Madrasah lain, lanjutnya, setiap hari Senin dipentaskan pidato bahasa Indonesia, Inggris dan Arab oleh para siswa dihadapan teman-temannya di tengah-tengah lapangan. Tidak heran, madrasah ini selalu menjadi juara 1 setiap ajang lomba pidato tingkat Kabupaten Tegal.?

Mulai tahun pelajaran 2017/2018 akan diberlakukan puasa sunah setiap hari Kamis, untuk hari Senin dipersilahkan untuk puasa apa tidak terserah karena ada upacara. Sehingga tahun depan kantin dan pedagang diliburkan, dan pelajaran olahraga dialihkan ke hari yang lain.?

Menghadapi UN dan UANBN, masih kata Hasan, madrasah memberikan pengayaan pelajaran bagi kelas 9 dan melakukan istighotsah serta mujahadah. “Bersama para guru kelas 9 melakukan ziarah lokal ke Sunan Amangkurat, Pangeran Purbaya, Hadad, Sunan Panggung, dan Mbah Miftah,” ucapnya.

?

Untuk merintis pesantren, telah dibuka pesantren di MTs NU Adiwerna dengan nama Pesantren Sunan Kalijaga. Ada 65 santri mukim dibawah asuhan Kiai Maezur yang terbagi di 6 bilik santri. “Pesantren ini juga menerima siswa SD dan SMK/MA/SMA dan Mahasiswa. Untuk anak-anak SMP atau MTs di luar MTs NU Sunan Kalijaga belum bisa menerimanya,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alalwi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw