Rabu, 26 Oktober 2016

Anak Muda NU Bahas Dakwah di Medsos

Jakarta,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lembaga Dakwah PBNU menggelar workshop Dai Cyber Media pada Sabtu (5/8). Acara yang berlangsung di Gedung PBNU Lantai 5, sejak pagi hingga malam ini, dihadiri para pemuda NU yang berkecimpung di bidang informasi dan teknologi (IT). ?

Ketua Panitia Workshop, M. Imaduddin, menjelaskan bahwa terselenggaranya acara ini berawal dari keprihatinan anak-anak muda NU yang merasa prihatin dengan meluasnya konten-konten radikal dan intoleransi di dunia maya.

Anak Muda NU Bahas Dakwah di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Bahas Dakwah di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Bahas Dakwah di Medsos

"Mereka sebagai santri dan anak-anak muda NU merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Dimana banyak konten-konten radikal dan intoleransi di dunia maya. Apalagi sekarang ini NU seperti diserang habis-habisan. Baik para ulama maupun kiai-kiainya. Nah mereka terpanggil untuk melawan itu," ujar Wakil Sekretaris LD-PBNU itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut keterangan Imaduddin, jumlah peserta yang mengikuti workshop tersebut sekitar 60 orang dan datang dari seluruh daerah di Indonesia atas inisiatif sendiri.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Mereka datang dari seluruh Indonesia, ada yang dari Pontianak, Makassar, Palembang, dan berangkat atas inisiatif sendiri atau ongkos pribadi."

Selama workshop, para peserta yang juga berkecimpung sebagai pegiat media sosial, blogger, internet marketer, dan pemilik online shop tersebut mendapat paparan materi seputar sosial media, internet marketing, serta jurnalistik dakwah.

Perumusan konsep dan strategi dakwah menjadi agenda terakhir rangkaian workshop pada hari itu.

Imaduddin mengatakan, harapan dari komunitas ini ke depan adalah mampu memberikan sumbangsih kepada agama, bangsa, dan negara. (Alika Rukhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 23 Oktober 2016

Amalan Menjelang Tidur

Ketika hari telah larut malam dan kantuk mulai menyerang seorang pasti ingin segera menyerahkan diri kepada kasur dan ranjang. Akan tetapi bagi seorang muslim penyerahan itu harus disertai dengan rasa pasrah yang mendalam. Pasrah kepada Allah swt dengan berdo’a dan berdzikir telebih dahulu. Sebagaimana diajarkan Rasululah saw kepada Sayyidah Aisyah ra.

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah saw pernah berkata kepada Aisyah “Janganlah engkau tidur sebelum mengerjakan empat hal. Pertama menghatamkan al-Qur’an. Kedua menjadikan para Nabi sebagai pemberi syafaat bagimu. Ketiga meminta ridha dari semua kaum muslimin. Keempat melaksanakan haji dan Umrah”. Kemudian Aisyah menjawab “bagaimana aku bisa melakukan keempat hal tersebut?” seraya tersenyum Rasulullah saw berkata “Apabila engkau membaca surat al-Ikhlas tiga kali, maka seakan-akan engkau telah menghatamkan al-Qur’an. Dan apabila engkau bershalat kepadaku dan kepada semua Nabi-Nabi maka engkau sama dengan menjadikan kami sebagai pemberi syafaatmu. Dan apabila engkau beristighfar untuk kaum muslimin, maka engkau telah menjadikan mereka ridha kepadamu. Dan terakhir apabila engkau membaca tasbih seolah engkau telah melaksanakan haji dan umrah.

Demikianlah petunjuk dari Rasulullah saw kepada Aisyah. Bacaan selengkapnya adalah sebagai berikut:

Amalan Menjelang Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Menjelang Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Menjelang Tidur

? ? ? ? ... (3). (Qul huwallau ahad ... hingga selesai di baca sebanyak 3x)

?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ? ? ? (3). (Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala jami’il anbiya’ wal mursalin, 3x)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

? ? ? ? ? ? ? ? (1). (Allahummaghfirli wa liwalidayya wa li jami’il muslimin wal muslimat wal mu’minin wal mu’minat, 1x)

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (7). (Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adhim, 7x)?



Itulah amalan yang diajarkan Rasulullah menjelang tidur. Sebagaimana yang diajarkan beliau kepada Sayyidah Aisyah. Dan hendaknya diikuti oleh segenap orang muslim. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Kajian, Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Probolinggo periode 2015-2020 resmi dilantik di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin di Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Senin (27/7).

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua PW Fatayat NU Provinsi Jawa Timur Hikmah Bafakih ini dihadiri oleh Wakil Walikota Probolinggo H Suhadak, Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH Aziz Fadhol, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo Muhammad dan sejumlah pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom NU se-Kota Probolinggo.

Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, Fatayat Probolinggo Diimbau Susun Program Nyata

Usai dilantik, Fatayat NU Kota Probolinggo diminta supaya bisa cepat beradaptasi dengan kepengurusan yang baru dan segera melakukan konsolidasi untuk menyusun program kerja organisasi yang akan dijalankan di Kota Probolinggo.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Mohon untuk segera menyusun program kerja supaya nantinya bisa langsung berkiprah di tengah-tengah masyarakat Kota Probolinggo. Buat program yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkul semua elemen demi suksesnya program kerja,” ungkap Ketua PW Fatayat NU Jatim Hikmah Bafakih.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo Nur Hudana menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah bekerja sama demi suksesnya pelaksanaan tugas organisasi ke depan. Dia bertekad akan menjalankan amanah yang telah diberikan sesuai dengan hasil Konfercab Fatayat NU Kota Probolinggo.

“Mohon dukungan dan kerja samanya supaya Fatayat bisa berbuat semaksimal mungkin di tengah-tengah masyarakat. Yang jelas kami akan melibatkan semua pengurus mulai dari tingkat cabang hingga ranting beserta banom yang lain. Hal ini penting supaya program ke depan bisa berjalan sesuai harapan masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 20 Oktober 2016

Ribuan Jamaah Hadiri Dzikir Manaqib Pesantren Wali Songo

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ribuan jamaah tumpah ruah di kompleks Pondok Pesantren Wali Songo Sukajadi, Wates, Lampung Tengah, Ahad (19/4), dalam rangka Haflatul Imtihan (wisuda) ke-29 serta Haul Syaikh Abdul Qodir Al Jailani dan Haul KH Maulana Imam Syuhada ke-6.

Ribuan Jamaah Hadiri Dzikir Manaqib Pesantren Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Dzikir Manaqib Pesantren Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Dzikir Manaqib Pesantren Wali Songo

Acara pengajian akbar dan dzikir manaqib ini mengangkat tema “Memperkokoh Persatuan Umat dalam Bingkai Dzikir Manaqib Demi Terwujudnya Kedamaian dan Kesejahteraan di Bumi Lampung” dan menghadirkan KH Muzaki Syah dari Jember, Jawa Timur.

Tampak hadir pula Gubernur Lampung Ridho Ficardo, beberapa Bupati di Provinsi Lampung, dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Ketua PWNU Lampung KH. Sholeh Bajuri, para pengurus pondok pesantren dan para imam manaqib se-Provinsi Lampung juga turut memeriahkan acara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gubernur Lampung menyambut baik acara ini dengan harapan dapat menjadi simbol kegiatan religi untuk menciptakan masyarakat yang islami. Ia juga mengharapkan dzikir manaqib dapat meciptakan suasana lampung yang tenang, tentram, dan aman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menanggapi kondisi sosial dan keamanan Lampung, KH. Muzakki Syah menyampaikan dalam mauidzohnya bahwa keamanan di daerah akan terwujud dan terjaga apabila penduduk daerah tersebut mengedepankan akhlaqul karimah.

Menurutnya, kejahatan yang terjadi di beberapa tempat di Lampung dikarenakan krisis akhlaq yang melanda. Oleh karena itu solusi dari permasalahan tersebut adalah pesantren. "Benahi akhlaq putra- putri kita dengan mendidik mereka di pesantren," ajaknya.

Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Gus Ulum mengatakan bahwa perkembangan Pondok Pesantren Wali Songo dari tahun ketahun semakin meningkat. "Alhamdulillah sekarang santri yang menetap sudah mencapai 600-an santri yang pada 2009 ada 350 santri," jelasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Khutbah, Ulama, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 07 Oktober 2016

Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Wacana untuk memasukkan kembali Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke dalam struktur internal NU terus bergulir. Setelah mencuat dalam rapat pleno PBNU di Yogyakrta 2011 dan Munas-Konbes NU 2014, isu tersebut juga akan menjadi materi pembahasan pada forum Muktamar ke-33 NU.

Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Muktamar, Nama PMII Diusulkan Jadi PMII NU

Melanjutkan hasil keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014, PMII diusulkan masuk sebagai badan otonom NU pada Muktamar NU di Jombang awal Agustus mendatang.

Pembahasan PMII kembali ke pangkuan NU akan menjadi bidang kajian Komisi Organisasi yang mendiskusikan seputar perubahan atau penghapusan pasal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam draf final materi Muktamar ke-33 NU, PMII tertulis dengan nama yang sudah berubah, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Nahdlatul Ulama (PMII NU), dan dimasukkan ke dalam jenis badan otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu, serumpun dengan Gerakan Pemuda Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain PMII NU, ada pula nama badan otonom lain yang baru, yakni Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Nahdlatul Ulama dan disingkat Kopri NU. Organisasi ini merupakan peralihan nama dari organisasi semi otonom PMII yang beranggotakan mahasiswi, yaitu Kopri.

Baik PMII NU maupun Kopri NU, masing-masing menjadi wadah bagi para mahasiswa NU dengan ketentuan usia maksimal 30 tahun.

Seperti diketahui, dalam situasi tekanan politik Orde Baru, pada tahun 1972 PMII mendeklarasikan diri independen dari NU. Wacana kembalinya PMII ke NU secara struktural menuai pro dan kontra dari kalangan kader hingga kini. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 06 Oktober 2016

Shalat di Masjidil Haram Apakah Bisa Digantikan di Tempat Lain?

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Jamaah haji Indonesia rata-rata usianya sudah sepuh-sepuh dan tempat menginapnya jauh dari Masjidil Haram. Namun karena semangatnya yang luar biasa dan dengan keyakinan bahwa shalat di Masjidil Haram pahalanya seratu ribu kali lipat mereka rela berjalan kaki tanpa memperhitungkan kondisi cuaca dan kesehatannya. Mereka rajin ke Masjidil Haram untuk mengikuti shalat jamaah.

Tetapi ironisnya ketika akan masuk hari Arafah kondisi mereka sudah tidak fit, sehingga banyak yang jatuh sakit dan tidak bisa menjalankan wukuf di Arafah dengan baik, yang merupakan inti dari haji itu sendiri. Ini artinya, mereka mengejar yang sunah tetapi malah mengorban hal yang wajib. Belum lagi mabit di Muzdalifah, kemudian mabit Mina yang jelas-jelas-jelas sangat menguras tenaga.

Yang ingin saya tanyakan, apakah shalat di masjid yang dekat dengan tempat menginap atau di masjid yang disediakan hotel bagi jamaah haji di Makkah pahalanya sama dengan di Masjidil Haram? Atas penjelasannya kami sampaikan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Hasan/Aceh)

Shalat di Masjidil Haram Apakah Bisa Digantikan di Tempat Lain? (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat di Masjidil Haram Apakah Bisa Digantikan di Tempat Lain? (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat di Masjidil Haram Apakah Bisa Digantikan di Tempat Lain?

 

Jawaban

Wa’alaikum Salam wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Bahwa memang terdapat hadits yang menyatakan bahwa shalat di Masjidil Haram pahalanya seratus ribu kali lipat di banding di masjid lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

 ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?, ? ? ?)

“Dari Ibn az-Zubair ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda, bahwa shalat di Masjid-ku ini lebih utama dibanding seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram. Sedang shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding shalat di Masjidku dengan kelipatan pahala seratus ribu shalat”. (H.R. Ahmad dan disahihkan oleh Ibnu Hibban).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun para ulama berselisih pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan Masjidil Haram. Menurut Imam Jalaluddin as-Suyuti, yang dimaksudkan dengan Masjidil Haram adalah seluruh Tanah Haram. Karenanya menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak dikhusukan di Masjidil Haram saja, tetapi mencakup semua Tanah Haram.   

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Sesungguhnya pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak khusus di Masjidil Haram tetapi meliputi seluruh Tanah Haram. (Jalaluddin as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1403 H, h. 523)

Pandangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi itu selaras dengan pandangan mayoritas ulama. Hal ini bisa kita pahami dalam keterangan yang terdapat dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Madzhab Hanafi dalam pendapat yang masyhur, Madzhab Maliki dan Syafi’I berpendapat bahwa pelipatgandaan (pahala di Tanah Haram Makkah) itu meliputi seluruh Tanah Haram Makkah”. (Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu`un al-Islamiyyah, al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Thab’ al-Wizarah, cet ke-2, 1427 H, juz, 37, h. 239)    

Jika penjelasan ini ditarik ke dalam konteks pertanyaan di atas maka sebenarnya pahala shalat jamaah di masjid yang dekat dengan tempat penginapan atau shalat jamaah di masjid yang disediakan hotel sama dengan shalat di Masjidil Haram. Sebab yang dimaksudkan dengan Masjdil Haram bukan hanya Masjdil Haram yang di dalamnya ada Ka’bahnya, tetapi keseluruhan Tanah Haram Makkah.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan, semoga bisa bermanfaat. Dan saran kami, bagi jamaah haji yang sudah berumur lanjut agar jangan memaksakan diri shalat berjamaah di Masjidil Haram, tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Jangan sampai kita mengejar hal-hal yang sunnah tetapi malah menyebabkan hal yang menjadi rukun haji dan wajibnya tidak bisa dijalankan dengan baik karena menurunnya kondisi kesehatan. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 03 Oktober 2016

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Setelah menempuh perjalanan udara pada Jumat (31/07/15), Delegasi PCNU Pringsewu pada Muktamar NU ke 33 tiba di Kabupaten Jombang yang menjadi tuan rumah hajat Akbar 5 tahunan Jamiyyah Nahdlatul Ulama ini. Delegasi yang terdiri dari 6 orang tersebut langsung melakukan registrasi peserta yang dipusatkan di Gedung Olah Raga Merdeka Jombang.?

"Alhamdulillah proses registrasi berjalan dengan lancar karena PCNU Pringsewu sudah melaksanakan registrasi online sebelumnya. Kami cuma butuh kurang lebih 10 menit untuk menyelesaikan registrasi ," jelasnya.

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)
Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Ke-6 peserta langsung diantarkan menggunakan kendaraan yang khusus digunakan untuk mengantarkan peserta ke masing masing pemondokan. Delegasi PCNU Pringsewu ditempatkan di Komplek MTs Negeri Jombang yang menyatu dengan Komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami disambut dengan pelayanan prima dari Panitia. Kami menilai panitia sudah sangat siap menggelar hajat Muktamar yang baru kali ini digelar di tempat kelahiran NU pada 1926," kata Adi Ben Slamet salah satu delegasi dari Pringsewu.

Adi memberikan apresiasi kepada panitia dengan kesigapan dan kesiapan mereka menyiapkan akomodasi bagi para peserta muktamar. "Begitu sampai di Pemondokan, kami diharuskan melakukan rekam finger print -sidik jari- untuk memastikan hanya peserta saja yang dapat memasuki komplek pemondokan," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Adi mengatakan bahwa mengawali aktifitas pertama, delegasi yang terdiri dari KH Ridwan Syuaib, Munawwir, H Taufiqurrahim, KH Hambali, dan Adi Ben Slamet akan melakukan ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU seperti Makam Mbah Hasyim, Kyai Wahab, Mbah Wahab, Gus Dur dan lain-lainnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 02 Oktober 2016

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren, Cerita, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw