Kamis, 25 Januari 2018

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Temanggung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung mengadakan aksi galang dana dalam rangka kepedulian terhadap bencana tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara. Aksi galang dana dilaksanakan di sejumlah traffick light dan alun-alun Temanggung.

Selain GUSDURian, sejumlah komunitas lain juga bergabung seperti fans Tipe-X, Koforte, dan berbagai kelompok lainnya. "Ini untuk menunjukkan bahwa mereka adalah saudara kita yang perlu kita tolong," kata Rudi Khoirudin, 27, salah seorang peserta aksi galang dana.

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Rudi mengatakan, meskipun anak band itu terkenal dengan hal-hal negatif, tetapi kami mencoba menghilangkan kesan itu dengan kegiatan semacam ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain menggalang dana, aksi kepedulian juga dilakukan untuk mendapatkan bantuan logistik, berupa obat-obatan, makanan dan pakaian. Kelompok ini juga telah dua kali mengirimkan bantuan ke Banjarnegara yang disalurkan melalui Posko utama di PGRI Karang Kobar, Banjarnegara.

Koordinator aksi penggalangan dana, Andri Setyowati, mengatakan, penggalangan dana dilakukan dengan menggerakkan sejumlah elemen untuk menyumbangkan waktu dan tenaganya dalam mengumpulkan semua bantuan yang bisa diakses dari masyarakat. Ia sendiri telah mengirimkan bantuan langsung ke Banjarnegara dalam tahap tanggap darurat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yang sudah kita kirim pertama itu obat dan makanan. Itu yang paling dibutuhkan," terangnya.

Ia mengatakan setiap hari seluruh anggota yang tergabung dalam tim sosial ini bergerak di dalam kota Temanggung dan pada sore harinya hasil dari pencarian tersebut langsung dibelanjakan obat dan makanan sebelum dikirim langsung ke posko induk di Banjarnegara.

"Setiap hari kita mengirimkan bantuan, biasanya sore setelah semua terkumpul," lanjutnya.

Mohammad Abidien, 40, salah seorang relawan penggalangan dana mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan bantuannya cukup tinggi. Hal ini mempermudah kinerja relawan untuk mendapatkan dana yang cukup besar.

"Terutama di jalan-jalan, mereka solidaritasnya tinggi. Paling banyak malah yang naik motor, kalau yang bawa mobil itu jarang ngasih," tandas pria pengusaha Bakso Wakikuk ini.

Selain Jaringan GUSDURian, sejumlah elemen yang juga akan mengirimkan bantuan ke Banjarnegara adalah Ehipassiko Kabupaten Temanggung, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung serta sejumlah elemen lainnya.

"Kita mengumpulkan dana dari relawan yang kemudian kita salurkan ke Banjarnegara," tandas Sofyan Hanjaya, pengurus Ehipassiko.? (Abaz Zahrotien/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 24 Januari 2018

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Upaya PBNU untuk mencetak para santri yang siaga bencana kini semakin mantap. Melalui pelatihan di tiga pesantren yang berdekatan dengan lokasi rawan bencana, tahun ini akan terlatih 600 orang kader siaga bencana.

Kali ini, pilot project pelatihan ini dilakukan di Ponpes Nurul Islam Jember, Ponpes Darussalam Watucongol Magelang, dan Pesantren Assidiqiyyah Jakarta. Masing-masing pesantren melibatkan 200 orang.

Project Manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRM NU) Ir. Avianto Muhtadi, MM, yang tengah berada di Jember mengungkapkan terdapat 18 pilot project yang akan digarap sampai tahun 2009 di daerah-daerah riskan bencana. Jika target tersebut tercapai, akan terdapat 3600 kader siaga bencana.

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana

“Dari kader-kader yang sudah terlatih itu, diharapkan bisa mmbentuk kelompok-kelompok siaga bencana yang berbasis santri dan masyarakat. Paling tidak mereka sudah punya bekal,” tukas Avintao kepada kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Kamis.

Untuk memfasilitasi pelatihan ini, CBDRM NU membuat modul penanganan bencana ala NU yang bisa dijadikan panduan. Istimewanya, modul ini memasukkan pendekatan keagamaan yang menjadi ciri khas NU.

 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Assiten II Pemkab Jember Fadalah yang menjadi narasumber dalam pelatihan itu menyambut baik progarm tersebut. Menurutnya, dalam menangani bencana, Pemkab memang tidak bisa sendirian, Satkorlak juga kewalahan. Karena itu, Pemkab perlu membangun sinergi dengan segenap elemen masyarakat. “Nah, kalau ini NU yang memulai lebih dahulu, saya angkat jempol”, ujarnya

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelatihan penanganan bencana di Jember berlangsung pada 27-31 Maret. Para peserta diambil dari 5 desa yang merupakan daerah rawan bencana. (ary).



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Perkembangan LP Maarif NU menjadi salah satu tolok ukur kemajuan Nahdlatul Ulama. Bila pendidikan NU baik dan maju secara administratif dan prestasi, maka kualitas organisasi NU akan kelihatan berkembang besar.

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Pernyataan ini disampaikan Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Mashum AK saat membuka rapat kerja cabang (Rakercab) LP Maarif NU Kudus di  aula kantor PCNU setempat, Sabtu (10/5).

PCNU Kudus, lanjut KH Ma’shum, memberi perhatian serius terhadap lembaga pendidikan Maarif. Karenanya, pengelalolaan Ma’arif harus baik. Ia mengharap dukungan kerja sama antarpengurus Maarif.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Termasuk pula membiasakan tertib dan disiplin waktu pada saat kegiatan maupun acara musyawarah. Jangan biasakan datang terlambat," ujarnya di hadapan 80 peserta rakercab.

Ia juga meminta keterbukaan LP Maarif dalam mengelola keuangan. "Jangan pat gulipat atau ada yang disembunyikan tanpa koordinasi. Pengurus harus transparan sekaligus bisa dipercaya," tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada pengurus LP Maarif, Kiai Ma’shum mengharapkan pengurus menghindari kesalahan yang disengaja. Bila terjadi kesalahan, jajaran pengurus harus saling membenahi dan tidak saling menyalahkan.

Sementara Ketua LP Maarif Kudus Ali Asyhari mengatakan, rakercab dimaksudkan untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2008-2013 dan merumuskan program kerja LP Maarif 2013-2018.

"Ke depan Maarif NU akan maju, kompak dan tertib administrasi maupun managemennya," katanya dalam sambutan.

Rakercab diikuti 80 peserta dari unsur pengurus LP Maarif NU Kudus, satuan dinas pendidikan dan pengurus majelis wakil cabang Maarif NU sekabupaten Kudus. Tampak hadir dalam kesempatan itu Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH CHusnan, Mustasyar PCNU Kudus H Muslim A Kadir, dan Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, AlaSantri, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Malang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sikap toleransi yang dibawa dan dicontohkan Gus Dur tidak lantas hilang karena kehilangan penggagasnya. Generasi muda pengagum Presiden RI ke-5 meneruskan perjuangannya dengan mengaji pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) membedah buku “Dialog Peradaban” yang mengisahkan dialektika antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda di jalan Sunan Kalijaga, Malang, Jawa Timur, Rabu, (5/12).

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Sementara itu, Wakil Lakpesdam Malang Mahphur membantah keras jika GARUDA dikaitkan dengan unsur politik. Sebagai salah satu pendiri GARUDA, ide awal terbentuknya kajian rutin akan pemikiran Gus Dur tak lain hanya ingin menghidupkan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena dengan itu kita bisa menapaktilasi perjalan Gus Dur. Gus Dur tidak pernah mati,” terang Mahphur di forum bedah buku itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gus Dur, menurutnya, sangat memahami agama-agama lain dengan sangat baik. Hal inilah yang membuat semua agama mengakui Gus Dur sebagai kaum intelektual dan sosok Kiai bijaksana. Karena, sikap bajik tolerasi itu sendiri tidak akan terlahir tanpa memahami detil agama yang ada di lingkungan kita.

Keseringan orang menggunakan klaim dengan pikiran negatif dalam memahami orang lain yang berbeda. Hal ini tidak pernah dilakukan Gus Dur ketika berhubungan dengan tokoh lain agama, jelas Mahphur.

Gus Dur melihat fakta sejarah ketika peradaban dibangun dengan kekerasan akan sangat bahaya dan merugikan bagi kedua Negara (Dijajah dan Menjajah). Pasalnya, ketika Negara yang dijajah akan terpinggirkan dan jauh dari kemajuan. Tak ketinggalan yang menjajah akan tak habis-habisnya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar, dan tentunya itu akan berimbas pada rakyat. (Diana Manzila/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 23 Januari 2018

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Observasi Gerakan Filantropi LAZISNU Bantul

Bantul, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tiga mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kunjungan ke kantor NU Care-LAZISNU Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu (23/12). Ketiganya adalah Lale Yomi Safitri Rista Dwi Cahyawati dan Yunita Ratna D.C. 

Lale Yomi Safitri yang juga Ketua Tim dalam kunjungan tersebut mengatakan kunjungan dilakukan untuk observasi terhadap lembaga berbasis filantropi dan pengaruhnya terhadap perekonomian masyarakat.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Observasi Gerakan Filantropi LAZISNU Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Observasi Gerakan Filantropi LAZISNU Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Observasi Gerakan Filantropi LAZISNU Bantul

“Kami melihat potensi tersebut berkaitan dengan NU Care-LAZISNU Kabupaten Bantul. Hal ini bagian dari tugas kampus UMY,” kata Yomi.

Adapun observasi dilakukan di Kecamatan Sewon yang sudah memiliki klinik hasil dari UPZIS MWCNU Sewon serta UPZIS MWCNU Piyungan yang juga sudah memiliki mobil ambulans dari hasil Kotak Infak Nahdlatul Ulama (Koin NU).

Direktur NU Care-LAZISNU Kabupaten Bantul, Rustam Nawawi mengatakan dukungannya atas kunjungan observasi tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kami mendukung penuh dan memfasilitasi kebutuhan tim observasi yang dilakukan mahasiswa dari UMY yang ingin mengenal filantropi yang digerakkan NU Care-LAZISNU Kabupaten,” kata pria yang juga ustadz itu. 

Ia menyebutkan sebagaimana sejarah mencatat gerakan  filantropi pertama kali pada tahun 1918 yang dipelopori oleh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Masykur  dengan menggalang 40 pengusaha. 

“Mereka kemudian membentuk organisasi bernama Nahdlatut Tujjar. Sedangkan keberadaan kami (NU Care-LAZISNU Bantul) zaman now hanya wajah baru dari gerakan filantropi yang sudah dipelopori  para pendiri NU zaman dahulu tersebut,” lanjut dia. 

Disebutkan, NU Care-LAZISNU Bantul intensif melakukan sosialisasi filantropi melalui berbagia cara baik secara langsung di masyarakat dengan pengajian di majelis taklim, pengajian remaja dan dongeng maupun cerita Islami di TPA berbagai daerah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sosialisasi juga dilakukan melalui media cetak, seperti saat memaksimalkan program GOZAK (Jemput Zakat, Infak dan Sedekah).

“Dana yang terkumpul digunakan untuk program santunan anak yatim, pengobatan, sampai pemberian hewan ternak berupa kambing, serta bakti sosial. Harapannya masyarakat dapat merasakan manfaat

filantropi yang bisa membangun kemandirian ummat,” pungkas Ustadz Rustam. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Santri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Banyak perkembangan baru yang terjadi di internal Nahdlatul Ulama. Karena itu, Muktamar ke-33 NU mendatang harus bisa memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi jamiyah ini, termasuk soal penguatan posisi syuriyah di semua tingkatan.

"Di antara yang harus menjadi perhatian adalah posisi syuriyah yang mestinya lebih dominan dan kuat serta berwibawa bila dibandingkan dengan tanfidziyah," kata H Muslimin Abdilla, Senin (13/4).

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

Sekretaris PCNU Jombang ini menandaskan bahwa dengan banyaknya peristiwa politik serta perkembangan organisasi di berbagai kepengurusan NU, terkadang ditemukan ketidakharmonisan hubungan antara syuriah dan tanfidziyah. "Bila ada kejadian seperti ini, mestinya komando berada di bawah syuriyah," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena dalam pandangannya, eksistensi dari NU adalah kebangkitan ulama yang direpresentasikan dalam jajaran syuriah. "Bahkan untuk memastikan superioritas ulama, dalam kegiatan konferensi hingga Muktamar NU di semua tingkatan, para kandidat ketua tanfidziyah serta ketua umum terlebih dahulu dimintakan persetujuannya kepada rais terpilih," ungkapnya. Bila ternyata rais atau rais am terpilih tidak setuju dengan salah seorang kandidat ketua umum atau ketua, maka secara otomatis yang bersangkutan tidak bisa bersaing dan dipilih sebagai calon, lanjutnya.

Keadaan ini semestinya memberikan pesan bahwa pemangku jabatan tertinggi di NU adalah kepengurusan syuriah yang memang diisi para kiai dan ulama pilihan. "Dan dalam perjalanan kepengurusan NU di semua tingkatan harusnya juga berlaku ketentuan tersebut, yakni para kiai dan ulama yang berada di kepengurusan syuriyah menjadi penentu bagi arah dan gerak NU," katanya. Sedangkan posisi tanfidziyah adalah pelaksana seluruh kebijakan strategis yang telah ditentukan para kiai dan ulama di syuriyah, lanjutnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muslimin membandingkan betapa berwibawanya kepengurusan NU di awal pendirian. "Dalam sejarahnya, para pendiri atau muassis NU yang notabene para ulama-lah yang demikian dominan dalam perjalanan gerak dan langkah jamiyah," katanya.

Sedangkan peran tanfidziyah hanya menjadi pelayan dan pelaksana seluruh kebijakan strategis berdasarkan amanah hasil keputusan muktamar dan konferensi setempat.

"Dengan cukupnya waktu yang tersedia jelang muktamar, maka pembicaraan seputar masalah ini hendaknya mendapatkan perhatian para peserta muktamar," katanya. Tidak hanya fokus dalam membincang calon rais am maupun ketua umum, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Sunnah, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) tengah merancang buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ Al-Qur’an Muslimat NU. Sebab itu, para pengurus Muslimat menggelar workshop mematangkan penulisan buku tersebut , Kamis (20/10) di Hotel Bintang Jakarta Pusat.?

Ketua Periodik PP Muslimat NU, Hj Rosmani Soedibyo mengatakan bahwa Msulimat selalu mengikuti perkembangan dan perubahan sosial yang ada. Menurutnya, perlu model dakwah khusus berbasis panduan sehingga adanya buku ini bisa menjadi pegangan para daiyah ke majelis-majelis taklim, TPA, maupun TPQ.

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rancang Buku Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ

“Harapannya, buku ini nantinya tidak hanya menjadi pegangan Muslimat tetapi juga Ormas perempuan lain. Berbagai problem terkini di buku ini dikemukakan secara detail agar dakwah terarah sesuai dengan perubahan zaman,” ujar Rosmani.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, H Muhammadiyah Amin menuturkan, buku nanti bisa disinergikan dengan program di Bimas. Dia mengapresiasi Muslimat yang terus konsisten dalam dakwah.

“Peran Muslimat NU banyak di bidang pemgembangan manusia dan dakwah. Perlu pengayaan materi sehingga perlu memperbarui model dakwah dalam pembangunan agama dan kemasyarakatan dan harus selalu ditingkatkan,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemampuan Muslimat NU dalam hal ini harus terus diperbarui terhadap kondisi-kondisi masyarakat. Sebab menurutnya, dakwah sering disalahartikan. Juru dakwah seakan tak merasakan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Dakwah juga diartikan sempit sehingga dakwah seolah hanya masalah agama saja.

“Masyarakat dari masyarakat fungsional, sosial, saintifik, maupun masyarakat tekonolgi. Saya harapkan kepada Muslimat agar terus meningkatkan model dakwah yang mampu mewujudkan masyarakat damai,” tandas Muhammadiyah Amin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua Himpunan Daiyah Muslimat (HIDMAT) NU Hj Mahfudhoh Aly Ubaid mengatakan bahwa buku ini sangat perlu untuk menjadi pegangan dan panduan dakwah bagi dai dan daiyah Muslimat NU.?

Mahfudhoh menerangkan bahwa problem menurunnya moralitas di antara anak-anak Indonesia menjadi perhatian penting bagi para dai Muslimat dan dai-dai seluruh Indonesia.?

“Di rancangan buku ini juga memuat model dan pengembangan dakwah berdasarkan kontekstualisasi zaman,” ujar Mahfudhoh. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw