Kamis, 04 Agustus 2016

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Universitas Islam Indonesia (UII) Muhammad Najih dan Annisa Nur Hasanah mengikuti Olimpiade Psikologi Nasional yang diselenggarakan di Surabaya, sejak Kamis (17/10) lalu.

Olimpiade Psikologi tingkat nasional diadakan di sepuluh universitas di Surabaya yang terdiri dari tujuh cabang lomba, dan diikuti oleh hampir seluruh universitas di seluruh Indonesia yang memiliki Program Studi Psikologi.

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional

Cabang lomba yang ada dalam olimpiade tersebut diantaranya adalah psychodebate (debat psikologi) dan psychoscience (cerdas cermat psikologi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII sendiri hanya mengirimkan delegasinya untuk mengikuti dua cabang lomba di atas. Ada sepuluh mahasiswa yang bertolak ke Surabaya sebagai wakil dari FPSB UII termasuk Muhammad Najih dan Annisa Nur Hasanah, kader dari PMII Komisariat Wahid Hasyim Universiatas Islam Indonesia.

Muhammad Najih menjadi tim delegasi lomba psychodebate (debat psikologi) bersama dengan lima teman lainnya yiatu Diana Arum, Sulistyaningrum, Siti Kholidyah, Retno Manggaharti, dan Iswan Saputra. Najih selain tercatat sebagai sekretaris PMII UII, dirinya juga merupakan penerima Beasiswa Unggulan BPKLN Kemdikbud.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemudian, Annisa Nur Hasanah adalah merupakan kader PMII UII yang menjadi delegasi FPSB UII dalam bidang Psychoscience (cerdas cermat psikologi) bersama empat orang lainnya yaitu, Kusprayogi, Ni Putu Dara Retno, dan Abdi Winarni.

Dalam olimpiade tersebut dua kader PMII UII dan delapan mahasiswa lain yang mewakili FPSB UII tersebut mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Tim debat yang sebelumnya tidak berharap untuk dapat lolos dari babak penyisihan grup, ternyata dapat meneruskan langkahnya sampai kepada perempat final yang kemudian terhentikan langkahnya setelah dikalahkan oleh Universitas Pelita Harapan Surabaya.

Berbeda dengan tim debat, perwakilan dari tim cerdas cermat ternyata harus terhenti terlebih dahulu dibabak penyisihan.

Meski demikian, seluruh mahasiswa yang menjadi wakil dari FPSB UII tersebut mempunyai kebanggaan tersendiri berupa pengalaman yang tidak tergantikan dan dapat membangun persahabatan yang hangat dengan teman-teman dari universitas lain meski mereka memiliki latar belakang keyakinan agama dan juga ras berbeda. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren, Pendidikan, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 20 Juli 2016

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Way Kanan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Menyikapi kejahatan kemanusiaan di Rohingnya, Rijalul Ansor Way Kanan, GP Ansor Bahuga, Gusdurian Lampung, Satkorwil Banser Lampung, dan Aji Tapak Sesontengan (ATS) Global Indonesia Tim Swarna Raya menggelar doa untuk Rohingya serta bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non-medis.

Ketua Rijalul Ansor Way Kanan Hasyim Asyari di Blambangan Umpu, Kamis (7/9) menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengundang masyarakat mendoakan agar etnis Rohingya segera terbebas dari kekerasan dan diskriminasi dialami selama ini.

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di dua tempat, pertama pada Jumat 8 September di area Panti Asuhan Pesantren Roudlotul Mutaqqin dan pada Sabtu 9 September di Mushola Al Hikmah, Kampung Dewa Agung, Kecamatan Bahuga.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Sembari menunggu penagananan penyembuhan penyakitnya seperti asam urat, lemah jantung, sakit gigi, urat kejepit, migrain, vertigo, maag dan berbagai penyakit medis lain oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung sekaligus kamitua atau master ATS sahabat Gatot Arifianto, masyarakat akan kami pandu mendoakan saudara kita di Rohingya," ujar Hasyim didampingi Ketua GP Ansor Bahuga Muhammad Nur Hasyim.

Menyikapi persoalan Rohingya dengan doa menurut Hasyim, lebih maslahat daripada menyebar gambar hoax tidak sesuai, sadis dan didramatisir yang berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami sepakat, bahwa apa yang terjadi di Rohingya ialah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan karena bertentangan dengan nalar hingga nurani. Siapapun yang beragama dan mengimaninya dengan benar pasti menolak kebiadaban," katanya.

Selain berdoa bersama, masyarakat juga akan diajak berfoto dengan membawa pesan-pesan perdamaian, seperti wasiat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Agama jangan jauh dari kemanusiaan, lalu Dalai Lama XIV: Perdamaian bukan hanya sekadar tidak adanya kekerasan. Perdamaian adalah, perwujudan kasih sayang manusia, serta kutipan positif lain. (Erli Badra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 03 Juli 2016

PBNU: Atasi Banjir, Jangan Saling Menyalahkan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang terjadi merata di hampir semua wilayah DKI Jakarta.

"Banjir ini musibah, saya harap masyarakat untuk sabar dan tawakkal. Pemerintah harus segera menangani musibah ini dengan cepat dan tepat, jangan ribut saling menyalahkan," ungkap Kiai Said di Jakarta, Kamis (17/1).

PBNU: Atasi Banjir, Jangan Saling Menyalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Atasi Banjir, Jangan Saling Menyalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Atasi Banjir, Jangan Saling Menyalahkan

Kiai Said juga meminta agar gerakan sosial untuk menolong korban tidak disertai dengan kepentingan politis.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Semua pihak harus bersatu untuk menangani banjir di Jakarta, termasuk menyelamatkan korban. Tapi hendaknya jangan membawa-bawa bendera golongan, entah itu partai politik, organisasi, atau kelompok lain," kata Kiai Said.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mengusung kepentingan golongan dalam gerakan sosial, lanjut Kiai Said, dikhawatirkan akan semakin menambah derita korban bencana alam. "Tujuan kita baik, tapi kalau ada niat-niat yang tidak baik, itu justru akan merusak ibadah kita," lanjutnya.

Di internal Nahdlatul Ulama, Kiai Said telah memerintahkan seluruh Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom untuk terlibat aktif dalam penanganan banjir tersebut.

"Pagar Nusa lapor ke saya sudah mendirikan satu posko dan siap menerjunkan lima ratus pendekar sebagai relawan. Itu bagus. Tadi saya berpesan tujuan mulia itu jangan sampai diembel-embeli niat yang tidak baik," tandas Kiai Said.

Sekretaris Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen, membenarkan apa yang disampaikan Kiai Said. Satu posko utama sudah didirikan di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Menyusul kami akan mendirikan tiga sampai lima posko lain di tempat terpisah. Saat ini tim kami sedang bergerak untuk memetakan masalah di titik-titik lokasi banjir," ujar Nabil.

Untuk 500 pendekar yang diterjunkan difokuskan untuk membantu proses evakuasi korban dan penanganan pascabencana.

"Lima ratus pendekar sudah terlatih untuk membantu penanganan bencana. Kami siap tenaga, dan siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk membantu penanganan banjir ini," pungkasnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? ? : Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 26 Juni 2016

Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme

Lombok, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Deklarasi bersama gerakan antiradikalisme ditandai dengan penandatanganan dan pembacaan naskah ikrar untuk membangun komitmen bersama antisegala bentuk radikalisme yang diselenggarakan oleh NU dan banomnya di pesantren Al-Mansyuriah Talimussibyan, Bonder, Praya Barat, Senin (15/6). Deklarasi yang diprakarsai oleh pemuda NU NTB ini didukung Polda dan TNI setempat.

Badan otonom NU yang tampak hadir Muslimat NU, Fatayat NU, Satkorwil Banser, Pagar Nusa, IPNU, IPPNU. Terlibat pula PKC PMII NTB, tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme

Hadir sejumlah pengurus NU seperti Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur, pimpinan pesantren Babussalam Batu Nyala Praya TGH Syamsul Hadi, dan sejumlah pimpinan Banom NU NTB, dan ratusan masyarkat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sedangkan dari unsur aparat kepolisian hadir Dirbinmas Kombes Pol Suwarto yang mewakili Polda NTB, Kapolres Loteng AKBP Nuroddin SIK, dan Dandim Praya yang diwakili Kapten Abdul Razak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Pagar Nusa NTB Murakip Usman selaku pelaksana utama menyinggung bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian NU atas maraknya paham-paham yang cenderung merusak kebudayaan setempat dan tidak jarang berakhir pada kekerasan.

Ikrar ini, kata Murakip, merupakan komitmen bersama melawan antiradikalisme. "Jauh sebelumnya sudah kita diskusikan bersama dengan semua pihak dan juga pihak kepolisian," katanya.

Ia mengucapkan rasa terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan TNI yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. NU, lanjut dia, merupakan pejuang dasar negara ini. Hal ini juga sebagai wujud silaturrahmi dengan mempertegas kembali bahwa NKRI sudah final.

"Kita harus bersama-sama melawan terhadap paham-paham radikal yang merasuki masyarakat. Ini adalah perjuangan kita bersama-sama sampai titik darah penghabisan untuk memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.” (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren, Internasional, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 Juni 2016

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw RMI NU, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 22 Juni 2016

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Berbagai prestasi terus dicapai oleh IPPNU Banyuwangi. Hal itu diwujudkan dengan diraihnya gelar Juara Umum IPPNU Award, Juara Ketiga Lomba Qosidah, dan Juara Ketiga Lomba Mars IPPNU oleh IPPNU Banyuwangi.

Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka Konferensi Wilayah Ke-19 IPPNU Jawa Timur oleh IPPNU Jawa Timur pada bulan Agustus lalu di Kantor PWNU Jawa Timur.

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Penyerahan piala dan hadiah yang dilakukan pada Pra Konferwil Ke-19 IPPNU Jawa Timur di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jumat (2/12). Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan seluruh pengurus IPPNU se-Jawa Timur. Turut hadir juga Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menerima piala Juara Umum IPPNU Award yang diserahkan oleh Gus Ipul. Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan dalam lomba ini sangat singkat karena keterbatasan waktu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Meskipun waktu untuk latihan mepet dan persiapan kurang begitu maksimal, alhamdulilah yang kami lakukan membuahkan hasil," kata Halimah saat diwawancari lewat ponsel

Halimah mengajak kadernya untuk mempertahankan dan menyempurnakan capaian prestasi ini dengan sebaik-baiknya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"IPPNU Banyuwangi harus bisa bersaing secara sehat dengan yang lain. Kita akan pertahankan prestasi itu dengan meningkatkan bakat para pelajar NU Banyuwangi. Dengan ini (prestasi), semoga dapat dicontoh oleh para pelajar NU Banyuwangi yang lainnya," harapnya.

Selain perolehan juara tersebut, IPPNU Banyuwangi juga meraih juara 6 dari 10 besar yang diraih oleh Risa Nurhayati, dalam Lomba Duta Pelajar Putri Jawa Timur. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 19 Juni 2016

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta



Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pemutaran film Bid’ah Cinta di Kota Solo, mendapat sambutan yang baik dari warga setempat, khususnya dari kalangan pesantren. Ahmad misalnya, datang bersama kawan-kawan grup hadrah. “Saya tertarik dengan film ini, karena sangat ramai diperbincangkan di lini massa,” ungkap warga Kiringan itu, saat ditemui Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw? sebelum memasuki studio di salah satu bioskop di Solo, Jumat (17/3) lalu.

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi dari Bidah Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta

Dari pengamatan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, film besutan sutradara Nurman Hakim tersebut menampilkan sebuah fenomena yang kini sudah banyak terjadi di kampung-kampung. Dikisahkan, kondisi sosial kegamaan di sebuah kampung tempat tinggal Kamal (Dimas Aditya) dan Khalida (Ayushita Nugraha), yang dulunya kondusif, menjadi sedikit kisruh, setelah kedatangan Ustadz Jaiz (Alex Abbad).

Pelbagai tradisi keagamaan yang sudah mengakar dalam masyarakat, seperti maulidan, yasinan dan sebagainya tiba-tiba dilarang oleh sang ustadz. Tak pelak, pelarangan tersebut memicu konflik antara ia dengan warga.

Sekretaris PAC GP Ansor Boyolali, Zaenuri, yang juga ikut menonton film tersebut berpendapat, pada film Bid’ah Cinta ini, para penonton disuguhkan sebuah pesan moral tentang pentingnya saling menghargai dalam perbedaan.

“Di dunia nyata, kondisi ini juga sudah banyak terjadi. Mestinya perbedaan yang ada dapat teratasi kalau ada pemahaman untuk menghargai sebuah perbedaan,” tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Para penonton film Bid’ah Cinta di Kota Solo, juga mendapatkan souvenir berupa kaset CD lagu soundtrack film Bid’ah Cinta, berisi dua lagu yang dinyanyikan Sabrang (Noe Letto). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul Ulama, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw