Sabtu, 23 Januari 2016

7000 Santri Padati Pertandingan Final LSN Jatim I

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Final Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Jatim I berlangsung meriah. Para pendukung yang menyaksikan pertandingan final yang mempertemukan antara kesebelasan Pesantren Darul Huda Mayak dan kesebelasan Al-Hidayah Ngawi tak henti-hentinya bershalawat di Stadion Batara Katong, Ponorogo.

Pendukung tuan rumah mendominasi di stadion yang berlokasi di Ponorogo. Sedikitnya 7000 santri ini menjadi saksi sejarah bagi pesantrennnya yang bertarung di partai final untuk tiket 32 besar seri nasional LSN.

7000 Santri Padati Pertandingan Final LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)
7000 Santri Padati Pertandingan Final LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)

7000 Santri Padati Pertandingan Final LSN Jatim I

Euforia para suporter Mayak Mania ini tak terbendung ketika tim kesayangannya Darul Huda menang atas Al-Hidayah Ngawi dengan skor 3-0.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lantunan sholawat badar yang dikumandangankan para santri ini seolah-olah para pemain baru datang dari "perang".

Koordinator Regional Jatim I Habib Mustofa menyatakan rasa syukur atas selesainya perhelatan LSN Regional Jatim I. "Alhamdulillah, melihat antusiasme suporter dan para penonton saat menyaksikan partai final sangat besar," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gus Toev panggilan akrab Kooreg Jatim I ini menambahkan, penyerahan trofi juara untuk LSN Regional I diberikan oleh penyerahan trofi juara 1 Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Haris Dimyati Attarmasi dan Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Hikmah, AlaSantri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 14 Desember 2015

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Tidak kurang 604 Posko Mudik Lebaran pada tahun 2017 ini didirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Indonesia. Ratusan posko mudik lebaran ini didirikan secara sukarela dan mandiri oleh kader Inti Gerakan Pemuda Ansor, dan tersebar mulai dari Jakarta hingga Papua.

?

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeini, Selasa (20/6) di Jakarta mengatakan posko mudik lebaran yang didirikan Banser pada tahun 2017 ini jauh lebih banyak disbanding tahun 2016 lalu.?

“Pada tahun ini, total posko mudik yang didirikan Banser tidak kurang dari 604 posko. Ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat 201 posko mudik lebaran,”bebernya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. ?

Dikatakan Alfa, ratusan posko Banser ini tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari ibu kota Jakarta hingga Papua. Menariknya, seluruh posko tersebut didirikan mandiri, menampik tudingan tendensius sejumlah pihak, Banser bergerak karena sebungkus rokok dan nasi bungkus.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ini tanda jelas dan tegas, bahwa Banser sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor selalu mengambil peran positif dan bermanfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa,’imbuhnya.

Mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini mengapresiasi semangat atau ghirah dalam gerakan (harakah) Banser di sejumlah provinsi di Indonesia dalam mendarmabaktikan diri dalam kegiatan kemanusiaan itu.

? “Terimakasih kepada seluruh kader yang terus bergerak menunjukkan Banser sebagai organisasi yang maslahat untuk umat untuk bangsa," tandas Alfa Isnaini mengatakan.

Alfa membeberkan, beberapa posko mudik lebaran yang didirikan Banser diantaranya berada di Sumatera sebanyak 50 posko, dan dari jumlah tersebut, 50 persen berada di Provinsi Lampung. Kemudian di DKI Jakarta sendiri, ? Banser mendirikan sebanyak 6 posko mudik lebaran.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di Propinsi Banten, ? terdapat 10 posko mudik lebaran kemudian Jawa Barat 83 posko. Lalu di Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing ada 201 posko, dan di Yogyakarta terdapat 12 posko.

Posko Mudik lebaran juga didirkan Banser di Pulau Dewata. Di Bali initidak kurang sebanyak 41 posko mudik lebaran didirikan Banser. Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur atau NTT, Nusa Tenggara Barat atau NTB, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

"Dari jumlah tersebut yang menjadi skala prioritas sebanyak 250 titik, tersebar di Lampung sejumlah 22, lalu Banten dan DKI Jakarta masing-masing 6 posko. Lantas Jawa Barat 35 posko, ? Jawa Tengah 110 posko, ? Jawa Timur ? 59 posko dan DIY 12 posko," bebernya.

Skala prioritas itu, lanjutnya ? didasarkan pada intensitas kunjungan pada tahun 2016, prediksi ? jumlah pemudik dan tingkat masalah dihadapi. Setiap posko mudik yang didirkan Banser dikatakan Dansatkornas Banser ini mengungkapkan menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, hingga fasilitas WiFi di sejumlah posko di Jawa Tengah.

“Dari ratusan posko mudik lebaran itu, ribuan kader inti Gerakan Pemuda Ansor akan membantu mengurai kemacetan sudah pasti terjadi dan menekan angka kecelakaan, “ pungkas Alfa Isnaeini.(Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Kiai, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 10 Desember 2015

Instansi Pendidikan Keliru Ambil Ukuran Moralitas Pelajar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dengan memeriksa keperawanan calon siswi, instansi pendidikan telah keliru mengambil ukuran moral kalangan gadis. Karena, ketidakperawan seseorang tidak lantas menjadi bukti cacat moral individu yang bersangkutan.

Perihal ini dikatakan Katib Aam PBNU KH Malik Madani saat ditemui Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di kantor PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (21/8) malam.

Instansi Pendidikan Keliru Ambil Ukuran Moralitas Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Instansi Pendidikan Keliru Ambil Ukuran Moralitas Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Instansi Pendidikan Keliru Ambil Ukuran Moralitas Pelajar

“Pasalnya rusaknya keperawanan disebabkan tidak hanya karena hubungan seksual. Ulama melalui kitab-kitab fikih sudah menjelaskan aneka sebab hilangnya keperawanan perempuan,” terang KH Malik Madani.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

KH Malik Madani menyebut sebab lain ketidakperawanan seseorang seperti faktor kecelakaan dalam arti yang sebenarnya. Dalam kitab fikih disebutkan ketidakperawanan bisa saja terjadi karena watsbatin, lompat.

Lompat di sini dapat diartikan sebagai kecelakaan. Ia juga bisa bermakna kegiatan olahraga yang sangat ekstrim. Semuanya itu bisa menjadi penyebab, tegas KH Malik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ukuran itu merupakan sebuah kesimpulan yang terburu-buru, sambung KH Malik Madani. Karena, remaja baik-baik bisa dinilai cacat moral hanya karena pernah mengalami kecelakaan atau memiliki hobi olahraga ekstrim yang menyebabkan ketidakperawanannya.

Kecuali itu, hubungan seksual juga tidak lantas menjadi bukti kenakalan yang bersangkutan. Hubungan itu bisa saja dilakukan di bawah paksaan dan ancaman pihak lain. Kalau kebijakan itu berlaku, ia mengalami dua kerugian sekaligus yaitu kehilangan keperawanan dan kesempatan melanjutkan pendidikan, tutup KH Malik Madani.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Bahtsul Masail, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 07 Desember 2015

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebuah keironisan terjadi terkait Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Peran dan fungsi pendidikan agama lebih banyak dilakukan oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan dibanding dosen PAI itu sendiri.?

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama (Puslitbang Penda) Balitbang dan Diklat Kemenag RI tahun 2015. Sedangkan pihak PTU sendiri tidak bisa mengontrol setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan mereka sehingga penanaman ideologinya pun tak bisa dikendalikan.

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan

Sedangkan fakta di lapangan yang terjadi selama ini, paham-paham Islam transnasional justru banyak berkembang di PTU. Alasan inilah yang harus menjadi perhatian penuh dosen PAI di PTU agar pemahaman agama tidak bergeser dari semangat kebangsaan Indonesia yang plural.

Kenyataan bahwa pendidikan agama di PTU lebih banyak dilakukan oleh organisasi kemahasiswaan memberikan kesan, peran dan tanggung jawab dosen PAI telah diambil alih oleh organisasi-organisasi tersebut.

Dalam penelitian, meskipun diakui bahwa pendidikan agama masih selaras dengan wawasan kebangsaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, pendidikan agama yang masih sesuai dengan semangat kebangsaan tersebut hanya berlangsung seper sekian menit ketimbang kegiatan dan aktivitas pendidikan agama di luar perkuliahaan.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Penelitian itu mengungkapkan, kegiatan-kegiatan keagamaan yang mereka lakukan bersifat transnasional. Seperti yang telah kita mafhumi bersama, ideologi Islam transnasional bertujuan merongrong dasar negara Pancasila. Padahal Pancasila terbukti mampu menyatukan bangsa Indonesia yang majemuk ini.

Penelitian tersebut juga menyatakan, sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik baik kuantitas maupun kualitasnya dan juga dari segi sarana dan prasarana pendidikan agama Islam masih belum maksimal.?

Selain dari segi kuantitas dan kualitas SDM, keberadaan dosen agama masih sangat terbatas. Belum satupun dosen PAI (sasaran penelitian) yang telah mencapai posisi akademik tertinggi yaitu guru besar atau profesor. (Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Amalan, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 14 November 2015

Menjadi Santri di Era Millennial

Oleh Faried Wijdan

Tinta emas sejarah mencatat kaum santri selalu tampil memberi sumbangsih dan mencurahkan darma baktinya bagi eksistensi negara dan Bangsa, baik pada periode prakolonial, zaman kolonial, era kemerdekaan, Orde Baru, dan reformasi. Banyak penelitian dan buku sejarah ‘merekam’ semua ini. Dan menjadi sebuah fakta sejarah bahwa santri senantiasa memberikan sumbangan maha penting dan berharga bagi masyarakat bangsa, bukan hanya dalam pembentukan karakter positif nan luhur bagi individu-individu anak bangsa, melainkan juga bagi utuhnya sistem Negara Bangsa dengan seluruh pilarnya.

Menjadi Santri di Era Millennial (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Santri di Era Millennial (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Santri di Era Millennial

Santri sebagai out put pesantren terbukti tidak hanya mempunyai intelektualitas yang tinggi, tapi juga sosok yang memiliki kecerdasan spiritual di atas rata-rata. Santri hidup dan digembleng tentang arti solidaritas, tenggang rasa, dan kebersamaan, memperoleh piwulang integral dari soal moral sampai keterampilan hidup (life skill). Santri diajari soal keduniaan sampai keakhiratan. Inilah karakter pendidikan pesantren yang komunal, integral, dan futuristik.

Kekecualian Santri

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pertama, penjelajah intelektual yang kritis. Karena keahlian dan penguasaan ilmu alat (nahwu) dan bahasa santri terbiasa membaca sendiri khazanah kitab-kitab klasik maupun modern. Santri adalah sosok pembelajar mandiri, otodidak, dan ‘luas ilmu dan referensinya’. Santri terbiasa berdiskusi, berdebat ilmiah, membaca secara mendalam, meresume, dan mengulang-ulang pelajaran (takrar). Semua aktivitas tersebut men-drill santri untuk berani mengemukakan pemikiran, membangun argumentasi dan mempertahankan, melatih santri berpikir kritis dan analisis, melecut santri untuk menulis, dan menguatkan daya ingatnya.

Kedua, moderat dan toleran. Dalam melihat, memahami, lalu menghukumi sesuatu, santri memiliki kesadaran diri bahwa sesungguhnya setiap orang tidak memiliki hak mengatakan yang paling benar. Santri tidak mudah menyalahkan orang lain dan mengafirkan sesama. Sikap toleran santri berupa akhlak terpuji dalam pergaulan, saling menghargai antara sesama manusia. Sikap moderat dan toleran berjalan berkelindan dengan laku lampah santri sehari-hari. Artinya, jika ada santri ekstrim dan tidak toleran, ia telah mengabaikan ajaran substantif dari nilai-nilai dasar pesantren. Pribadi santri diasosiasikan sebagai sosok yang mempunyai kepribadian saleh (baik ritual maupun sosial), berawawasan inklusif, toleran, humanis, kritis dan berorientasi pada komitmen kemanusiaan, keadilan dan kesetaraan (al-musawah).

Ketiga, mencintai Tanah Air. Cinta tanah air bagian dari iman. Santri harus setia pada NKRI, mengamalkan Pancasila dan UUD 1945. Jika ada santri yang menyerukan penggantian dasar dan bentuk negara, dipastikan ia adalah santri abal-abal. Di dalam tubuh santri mengalir darah nasionalisme.

Keempat, mandiri, sederhana, ikhlas, asketis, rendah hati, dan selalu istikamah menjaga marwah diri. Kemandirian adalah merupakan elemen esensial dari moralitas yang dimiliki kaum santri. Kemandirian adalah sebuah kekuatan internal individu yang diperoleh melalui proses individuasi, yaitu proses realisasi kedirian dan proses menuju kesempurnaan ketika di pesantren. Selepas dari pesantren, setiap santri mampu berpikir alternatif dan memikirkan cara hidup, pandai memanfaatkan kesempatan dan peluang, senantiasa optimis dan melihat peluang, menyesuaikan diri dalam segala peran. Santri jebolan pesantren biasanya memeliliki kemandirian aman (secure autonomy), sebuah kekuatan untuk menumbuhkan cinta kasih pada dunia, kehidupan, dan orang lain, sadar akan tanggung jawab bersama, dan tumbuh rasa percaya diri terhadap kehidupan. Kekuatan ini digunakan untuk mencintai kehidupan dan membantu orang lain. Berapa banyak kita mendengar success stories para alumni pesantren. Meraka bisa berdarma dan berkarier di semua matra kehidupan, dari guru ngaji, politisi, seniman, entrepreuneur, aktifis, sampai praktisi IT dengan bisnis rintisannya (start up).

Kelima, visioner. Santri dididik untuk berpandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam universal, seperti keadilan, kesejahteraan, kemajuan, kearifan, kesetaraan, kebahagiaan, dan kerjasama dalam membangun kebaikan dan meminimalisir hal-hal negatif. Santri harus siap kembali ke masyarakat, berproses ditengah-tengah masyarakat, membimbing dan mengajarkan agama, membangun perekonomian rakyat kecil, mengembangkan kualitas pendidikan, memberikan keteladan moral dan dedikasi, serta aktif melakukan kaderisasi demi menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Seseorang tidak memperoleh predikat ‘muslim yang baik’ karena ia tidak pernah memikirkan masa depan Islam. Sedangkan santri yang kurang sempurna dalam menjalankan ajaran agama dianggap sebagai ‘muslim yang baik’, karena ia memikirkan masa depan Islam. Sebagai mahluk sosial dalam komunitas berbangsa, santri dituntut memberikan manfaat kepada orang lain dalam kerangka ibadah sosial. Sebagai pembangun bumi (imaratul ardhi), santri harus mampu mengelola, mengembangkan, dan melestarikan sumber daya alam. Santri harus menjadi pelopor gerakan hijau (go green) dan mengejawantahkan fikih lingkungan (fiqh biah) yang mereka pelajari.

Pendek kata, di pesantren, santri dididik soal: karakter (character), rasa ingin tahu (curiosity), kreativitas (creativity), ilmu dakwah/komunikasi (communication), berpikir kritis (critical thinking), bekerjasama (collaboration), tanggung jawab kultural dan sosial (cultural and social responsibility), penyesuian diri (adaptibility), melek media dan digital (digital and media literacy), penyelesain masalah dan membuat keputusan (decision making and problem solving), sehingga melahirkan pribadi-pribadi beretika luhur (strong ethic), terpercaya dan bertanggung jawab (dependability and responsibility), berakhlak mulia (possesing a positive attitude), lentur (adaptibility), jujur dan berintegritas (honesty and integrity), memiliki motivasi untuk tumbuh dan belajar (motivated to grow and learn), tangguh dan percaya diri (strong self and confidence).

Santri di Zaman Millennial

Kapital sosial santri sungguh luar biasa yang senantiasa menyatukan diri secara integral bersama masyarakat, memiliki basis dan jejaring sosial yang sungguh dahsyat. Potensi yang dimiliki oleh santri selama ini dinilai masih belum tereksplorasi dan termanfaatkan dengan baik dalam membangun bangsa, padahal santri merupakan individu-individu pilihan masyarakat yang diharapkan mampu berbuat sesuatu demi kebangsaan dan kesejahteraan umat.

Santri harus terus mengembangkan diri untuk meneruskan estafet perjuangan para pendahulunya. Perlu dipikirkan bagaimana menciptakan santri agar memiliki kemampuan diferensial dan distinctive dalam menghadapi perkembangan perubahan mondial (global) dan dapat berkiprah dalam wilayah-wilayah sosial, ekonomi, politik maupun pemerintahan. Santri bukan hanya menguasai kitab-kitab kuning saja tapi juga mampu survive dan memberikan warna tersendiri dalam berbagai sektor kehidupan. Santri meski mempunyai bidang "keahlian dunia", di bidang kedokteran, kimia, IT dan desain komunikasi visual, astronomi, nuklir, dan lain-lain sehingga mandiri, tak tergantung ‘angin politik’ dan ‘tidak tegoda’ untuk sibuk ‘menyusun proposal’.

Di era millenial, santri fardhu ain melakukan jihad-jihad kekinian di zaman kacau (mess age) ini. Santri harus menjadi generasi langgas yang moderat dan toleran di dunia maya. Santri harus aktif dan berani mentransfer, mengampanyekan sekaligus mensosialisasikan doktrin Islam yang toleran dan anti kekerasan di dunia maya. Santri adalah garda terdepan yang mendakwahkan Islam yang teduh, bukan rusuh. Santri harus menjadi ‘promotor’ persatuan, perdamaian, dan ketertiban. Bukan malah menjadi ‘buzzer’ kemunkaran, permusuhan, fitnah dan ujaran kebencian.

Santri itu harus serbaguna, serbabisa, multitalenta. Santi tidak boleh kudet (kurang update). Santri harus berpikir konstruktif, reflektif, aktif, efektif, kreatif, inovatif. Santri harus terus menjadi pelaku sejarah, bukan beban sejarah. Santri harus menjadi paku bumi sebagaimana amanat Alm. KH Abdul Aziz Mansur. Santri harus mampu mengambil peran sebagai lokomotif perubahan sosial demi kemaslahatan umat, bukan sekadar pendorong. Selamat merayakan Hari Santri Nasional!

Penulis adalah alumni UIN Syarif Hidayatullah JakartaDari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 14 Oktober 2015

Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil

Mataram, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mempersiapkan beberapa agenda menjelang diselenggarakannya Konfrensi Wilayah (Konferwil) VIII di Pulau Lombok, 10-20 April mendatang.

“Konfrensi kali ini dikemas dengan beberapa agenda penting yang menyakut tentang keberadaan organisasi dan mamfaat bagi masyarkat umum,” kata ketua panitia, Ismul Basar, usai rapat panitia, Jumat (13/3), di Mataram.

Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil

Agenda-agenda tersebut antara lain “Gerakan Pesantren Hijau” dan “Pengobatan Gratis” yang akan dipusatkan di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok timur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, kaderisasi juga sedang digencarkan, di antaranya Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang akan berpusat di Kabupaten Lombok Utara dan Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) di Pondok Pesantren Abhariah Jerneng Kabupaten Lombok Barat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

PW GP Ansor NTB menjadwalkan pula acara diskusi publik bertajuk “Talk Show Teologi Islam dan Peluralisme”. Konferwil VIII GP Ansor NTB rencananya berlangsung di Kota Mataram, ibu kota NTB. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 13 Oktober 2015

LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Liga Santri Nusantara yang melibatkan sekitar 1.024 pesantren seluruh nusantara ini, akan memasuki seri 32 besar nasional atau putaran final yang rencana akan dilaksanakan pada 21-30 Oktober 2016 di Yogyakarta.

LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional

Seperti yang disampaikan Mukafi Makki Direktur Pelaksana LSN, 32 pesantren yang juara ? mewakili ? masing-masing regional akan bertanding di seri 32 nasional yang dibagi menjadi 8 grup, per grup terdiri dari 4 tim, dengan sistem semi kompetisi.

Sedangkan juara grup dan runner up akan melaju ke babak 16 besar dengan sistem gugur, hingga nanti masuk pada babak final yang akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta.

Perhelatan seri nasional ini akan dilaksanakan di enam lapangan anatara lain; Stadion Maguwoharjo, Tridadi, Sultan Agung, Baturetno, Dwi Windu, dan dua lapangan AURI Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mukafi menambahkan, penutupan LSN akan dilakukan setelah final yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. "Insyaallah Liga Nusantara akan ditutup langsung oleh Presiden Joko Widodo,” ucapnya.

Menurut KH Abdul Ghaffar Rozin Ketua Pelaksana LSN yang sekaligus Ketua RMI Pusat, semangat besar yang mendorong lahirnya Liga Santri Nusantara, diharapkan mampu mengangkat prestasi santri pada bidang olahraga.

"Dengan potensi pesantren yang berjumlah 27 ribu seluruh Indonesia dan 3,6 juta santri, jika digali pasti akan ditemukan ribuan santri yang memiliki potensi dalam bidang olahraga,” ungkapnya.

Begitupun yang diungkapkan oleh Menpora Imam Nahrawi bahwa LSN merupakan salah satu bukti kehadiran negara atau pemerintah pada setiap komponen masyarakat, serta memastikan bahwa setiap anak bangsa begitupun santri melihat dan menjadikan olaharaga sebagai sesuatu yang penting dalam membentuk karakter, watak, dan mental anak bangsa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di samping itu menurut Menpora gelaran LSN seri nasional juga untuk menyambut Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober, yang merupakan peristiwa terjadinya Resolusi Jihad.

Bagi juara I LSN 2016 akan mendapat uang pembinaan sebesar Rp150 juta, juara II Rp100 juta, juara III Rp75 juta, dan Rp50 juta untuk juara IV. Di samping itu, tim fair play akan diberikan hadiah uang Rp30 juta, pemain terbaik Rp10 juta, dan Rp10 juta bagi top skor. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw