Jumat, 22 September 2017

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Oleh: Ahmad Yahya

Sungguh bergetar hati ini sekaligus gembira pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017, dengan agenda besar instruksi dari PBNU pembacaan Shalawat Nariyah satu miliar. Tujuan dari pembacaan tersebut tidak lain adalah untuk mencari keberkahan dan keselamatan untuk bangsa Indonesia dari berbagai persoalan yang menimpa negeri ini.

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Bangga menjadi santri Indonesia, dari santri untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini adalah sebuah kalimat yang selalu menghiasi backgraund foto profil para santri atau orang yang menyatakan dirinya sebagai santri, atau yang mengaku-ngaku sebagai santri yang kemudian di posting di facebook, instagram, maupun sejenisnya yang terekam apik  dan tersebar di seluruh media sosial.

Tidak ada persoalan sama sekali dengan postingan-postingan tersebut, sah-sah saja kok. Tetapi pertanyaannya adalah apakah hanya pemaknaan sebagai simbol kebanggaan, atau ada pemaknaan lebih dari itu? Wallahu a‘lam. Simbol kebangaan tersebut adalah sebuah kebahagian tersendiri bagi para santri untuk lebih dicintai dan mencintai negeri ini. 

Kebanggaan sebagai santri tidak hanya cukup lewat postingan dan apapun itu jenis dan wujudnya, tetapi kebanggan ini justru harus dimaknai lebih dari sekedar postingan seremonial yang ujung-ujungnya hanya sebagai kebanggaan diri yang tidak ada artinya dan sebagai pajangan keakuan diri saja.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, persoalan hukum yang terjadi di negara ini harus dipikirkan secara serius oleh seluruh komponen bangsa, tak kecuali para santri. Hukum merupakan salah satu bentuk budaya untuk kendali dan regulasi perilaku manusia, baik individual atau kolektif dalam penerapannya. Hukum adalah alat utama kontrol sosial pada masyarakat modern serta dalam masyarakat primitif. Permasalahan hukum di Indonesia adalah salah satu masalah yang harus juga menjadi kajian khusus bagi para santri untuk menjadi bahan diskusi  dan bahan  kajian di kalangan pondok pesantren. 

Kenyataan yang terjadi dihadapan kita tentang berbagai kasus penangkapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan berbagai kasus yang fariatif mulai korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, maupun kejahatan-kejahatan lain di Indonesia, membuat kita prihatin dan miris, seolah sudah tidak ada lagi kejujuran, kepercayaan dan keterbukaan lagi di negeri ini. Maraknya kasus tersebut membuat pemerintah membangun sejumlah institusi yang bergerak dibidang investigasi dan audit seperti KPK, BPK, BPKP serta perangkat lainnya yang melekat di institusi. Sejumlah pelakupun telah disidang dan dihukum. Namun kasus-kasus serupa masih marak terjadi sampai sekarang, seolah tidak ada rem yang dapat dipakai untuk menghambat laju pertumbuhannya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pertanyaan yang tidak pernah dapat dijawab hingga saat ini adalah. Apakah yang menjadi akar masalah atas kasus yang terjadi tersebut?

Santri Sadar Hukum

Langkah nyata untuk mengembangkan potensi santri secara individu maupun kelembagaan pesantren terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia adalah dengan cara memahamkan dan meyakinkan santri dengan penguatan materi-materi hukum positif di pesantren, salah satunya adalah dengan memasukkan kurikulum tentang dasar-dasar hukum positif di Indonesia, maupun memberikan penyuluhan hukum kepada santri, serta membangun jaringan antar pesantren dalam penguatan-penguatan materi hukum. 

Edukasi semacam ini mungkin dapat memberikan rasa kepedulian santri, bahwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun dinegara kita ini adalah hukum belum bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan penegakkan hukum belum sepenuhnya di jalankan dengan seadil-adilnya.

Membentuk santri sadar hukum merupakan cita-cita dari seluruh lapisan masyarakat, mereka nantinya diharapkan mampu untuk memberikan rasa keadilan dimasyarakat hingga sendi-sendi dari budaya masyarakat yang berkembang menuju terciptanya suatu sistem masyarakat yang menghargai satu sama lain.  

Membuat santri sadar, cerdas dan peka terhadap hukum bukanlah sesuatu yang mudah dengan membalikkan telapak tangan, banyak yang harus diupayakan oleh unsur-unsur yang terkait untuk memikirkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan selalu memberikan motivasi kepada para santri  untuk selalu memberikan rasa aman, nyaman dan keadilan di masyarakat lewat upaya-upaya pelayanan hukum di masyarakat lewat tindakan nyata, dengan tanpa membedakan golongan, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. 

Cita-cita Mulia

Para santri adalah orang-orang yang taat beragama dan setia terhadap ulama’ dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  peran nyata santri saat ini juga sudah di rasakan oleh seluruh komponen bangsa, tapi upaya memberikan yang terbaik di tengah masyrakat harus terus di lakukan dan ditebarkan agar menjadi manusia yang shaleh.

Agar perjuangan para santri di masyarakat semakin bermanfaat, pesantren maupun santri harus mampu memberanikan diri untuk memberikan pelayan konsultasi hukum secara nyata dan cuma-cuma di masyarakat,  tidak hanya pelayanan konsultasi hukum-hukum agama, tetapi harus juga mampu memberikan pelayanan konsultasi hukum positif yang berkembang di masyarakat, dengan cara membuat pos-pos konsultasi hukum maupun bantuan hukum di setiap pondok pesantren.

Peran serta para santri yang sudah mewarni dunia hukum di Indonesia sudah nyata, dibuktikan dengan banyaknya para praktisi hukum berasal dari kalangan pesantren yang notabenenya dahulu adalah para santri. Santri-santri yang menimba ilmu di pesantren saat ini harus lebih diberikan motivasi, bahwa santri harus mempunyai cita-cita melaksanakan penegakan hukum di Indonesia kedepannya, karena ini menjadi modal terpenting, disalah satu sisi mempelajari ilmu agama secara sungguh-sungguh, disalah satu sisi santri harus juga terpelajar dan terdidik memahami hukum yang berkembang di masyarakat. 

Salah satu konsep untuk masuk wilayah praktis menjadi penegak hukum maupun praktisi hukum adalah santri harus melaksanakan pendidikan hukum formal, sehingga santri dapat mewarnai penegakan hukum dengan mempunyai cita-cita dan menjadi ; hakim, jaksa, advokat, polisi, akademisi di bidang hukum, praktisi hukum, maupun penggiat hukum. Ini bisa menjadi inspirasi dan bahan renungan untuk selalu memahami hukum, karena santri mampu untuk menjalankan penegakan hukum di Indonesia dengan sebaik-baiknya. 





Wallahu A’lam.

(Penulis adalah Direktur IMAN Institute,Pegiat Lingkar Study Kajian Ilmu Hukum-Kota Semarang)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 21 September 2017

Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. KH Sujadi mengingatkan kepada jamaah NU untuk memegang teguh agama Islam dengan bersama-sama menghidupkan amaliyah ala ahlissunnah wal Jamaah melalui Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Kalo NU sudah tentu Islam, kalau Islam belum tentu NU.

Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Masjid dan Musholla dengan Amaliyah NU

Hal ini disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu KH Sujadi didepan Jamaah yang hadir pada kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu di Kecamatan Pagelaran, Sabtu (11/7).

KH Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini menegaskan, bahwa dengan berpegang dan berkiprah di Jamiyyah NU, akan selalu bersentuhan dengan para alim ulama sehingga akan selalu terarah dalam menjalani amaliyah ibadah dan muamalah selama hidup didunia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Oleh karena itu, dalam rangka menanamkan dan membentengi amaliyah-amaliyah NU ini, KH Sujadi memberikan saran serta meminta kepada PCNU Pringsewu untuk melaksanakan program nyata dengan salah satu contohnya yaitu Setifikasi Masjid dan Musholla.

Program ini menurutnya berbentuk pendataan dan pembinaan masjid dan musholla di Kabupaten Pringsewu yang dikelola oleh warga NU. Menurutnya sertifikasi ini akan dapat menjaga dan melestarikan amaliyah-amaliyah NU yang selama ini dilakukan oleh Jamaah di masjid dan mushola tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Jangan sampai ciri khas amaliyah NU di Masjid yang dikelola oleh warga NU hilang. Semua butuh pembinaan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini bersilaturahim dengan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di Yogyakarta, Selasa (31/10). Dalam silaturrahim tersebut, sejumlah persoalan kebangsaan dan keagamaan dibicarakan secara serius.

Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan

"Kami terus ingin membangun peradaban masyarakat yang di satu sisi majemuk namun di sisi lain sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan, kesadaran akan perbedaan, dan keterbukaan," jelas Helmy.

Nilai-nilai tersebut, utamanya kesadaran akan realitas yang majemuk dan berbeda disadari masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama bagi semua pihak. Maka untuk mengatasinya semua pihak harus bersinergi.

Sementara itu, Cak Nun berpesan agar NU bisa menjadi Jam’iyah yang mengayomi yang keputusan-keputusannya berlandaskan tujuan untuk menegakkan keadilan dan kebijakaanaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Gerakan NU harus sudut pandangnya adalah kebijaksanaan dan mengayomi. Itu yang paling penting," ungkap Cak Nun. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Kajian Islam, Doa Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kabupaten Brebes akhirnya berhasil tercatat dalam buku Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) sebagai Pembaca Terbanyak Surat Yasin. Sebanyak 25.165 orang membaca secara masal di Kompleks Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Jumat (8/11).

Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)
Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)

Brebes Raih Rekor Muri Pembaca Terbanyak Surat Yasin

Deputi Manajer Muri Aryani Siregar menjelaskan, hal serupa pernah dipecahkan di Kabupaten Pamekasan Madura dengan jumlah pembaca sebanyak 15.000 orang. “Jadi Brebes kami catat pada nomor  6.218 pada Muri,” kata Aryani usai memberikan piagam dan buku MURI kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE selaku pemrakarsa kegiatan.

Ketua Panitia penyelenggara H Imam Hidayat menjelaskan, sebelumnya menargetkan hanya 20.000 peserta. Ternyata yang datang mencapai 25.165 orang. Kegiatan digelar mulai pukul 13.00 (Bada Sholat Jumat) hingga 17.00 WIB. Tidak hanya pembacaan Surat Yasin, tetapi juga istighosah yang dipimpin oleh 9 ulama setempat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembacaan Surat Yasin dipimpin Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah KH Subekhan Makmun.

Istighotsah dan pembacaan yasin, kata Imam, merupakan wujud rasa syukur dan introspeksi diri di tahun baru 1435 Hijriyah. “Kita ingin Brebes menjadi negeri santri yang penuh kedamaian dan mendapat ridlo Illahi,” tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Target Muri, kata Imam, bukanlah tujuan utama. Tetapi substansinya untuk memberi warna baru dan penghargaan kepada Tahun Baru Hijriyah. Tidak ada niatan riya tetapi lebih mengedepankan syiar Islam. Selama ini, pergantian tahun baru Islam tidak ada gregetnya. Untuk itu lewat baca Yasin massal, Muharram bisa lebih bergaung.

Bupati Brebes dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa warga Brebes sangat rajin sekali mengaji. Untuk itu, dia memprakarsai untuk ngaji bareng-bareng di Islamic dalam rangka peringatan tahun baru Islam. “Mudah-mudahan dengan membaca Yasin dan Istighosah, warga Brebes dapat bangkit lebih maju dan damai dunia dan akherat,” tuturnya.

Pembacaan Surat Yasin Masal diikuti oleh Masyarakat Brebes yang terdiri dari para pelajar, PNS, organisasi masa Islam, pondok pesantren, polisi, anggota TNI dan Polri.

Tampak hadir dipanggung utama para ulama Brebes dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan tokoh masyarakat lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 17 September 2017

Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional

Pesantren identik dengan lembaga pendidikan dengan fasilitas sederhana. Tapi seiring dengan meningkatnya jumlah kelas menengah Muslim, banyak diantaranya yang ingin mendidik anak-anaknya dengan pendidikan agama khas pesantren tetapi dengan fasilitas dan kualitas yang lebih baik. Banyak orang tua yang yang dulu semasa mudanya nyantri menginginkan anaknya juga belajar agama di pesantren. Tetapi kondisi yang berbeda menyebabkan anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi sudah mapan tersebut tidak kerasan jika harus nyantri dengan kondisi seperti era orang tuanya karena di rumahnya, mereka sudah terbiasa hidup nyaman.?

Kebutuhan yang belum terpenuhi dari kelompok inilah yang dicoba dipenuhi oleh Pesantren Almanar Azhari yang didirikan oleh KH Manarul Hidayat di daerah Limo Depok pada tahun 2005. Pesantren ini menawarkan alternatif sistem sekolah berasrama tetapi dengan nilai tambah kurikulum keislaman dengan standar internasional.

Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Bidik Kelas Menengah Muslim dengan Tawaran Kualitas Internasional

Untuk kurikulum keislaman pesantren Almanar mengacu pada standar Universitas Al Azhar Mesir sedangkan kurikulum umumnya bekerjasama dengan Universitas Cambridge, Inggris yang meliputi pelajaran matematika, kimia fisika, biologi, dan Bahasa Inggris.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pesantren ini benar-benar memanjakan santrinya dengan fasilitas menunjang kegiatan belajar mengajar yang lengkap seperti laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, dan kesehatan, hingga kolam renang untuk menjaga kebugara para santri. Di luar itu, setiap enam santri dibawah bimbingan satu pengasuh yang mengikuti terus perkembangan santri dari hari ke hari.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jenjang pendidikan yang ditawarkan adalah tingkat SMP dan SMA. Agar kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif, satu kelas maksimal hanya diisi 20 siswa. Untuk asrama, satu kamar hanya diperuntukkan bagi 4-5 orang, tergantung besar kecilnya ruangan. Tentu saja semua ruangan juga sudah menggunakan pendingin udara.

Santri juga diizinkan membawa laptop untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan seluruh area sekolah sudah terkoneksi dengan wifi sehingga santri bisa berselancar di dunia maya untuk mencari dan mengunduh berbagai informasi yang diperlukan. Di luar jam belajar, laptop disimpan di loker khusus oleh ustadz atau ustadzahnya.?

Tentu saja, lingkungan sekolah dibuat senyaman mungkin. Di halaman asrama dan sekolah bertingkat tiga itu, pohon-pohon yang rindang membuat udara yang panas menjadi sejuk sedangkan di tengah-tengah, antara masjid dengan sekolah, terdapat lapangan olah raga yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas. Hal ini sangat krusial bagi para remaja yang fisiknya sedang tumbuh. Gazebo untuk bersantai atau berdiskusi juga disediakan di salah satu sudut sekolah.?

Tentu dengan fasilitas seperti ini, dibutuhkan dana yang besar. Saat masuk pertama, santri harus membayar 25 juta sedangkan biaya bulanannya 2.5 juta. Semuanya sudah mencakup kebutuhan sehari-hari santri seperti makan dan minum, uang kegiatan, dan laundry. Santri hanya perlu belajar dengan baik untuk meningkatkan prestasinya.?

Tak banyak yang bisa menjangkau pendidikan dengan biaya pendidikan sebesar itu, tetapi bagi kelompok kelas menengah Muslim yang menginginkan kualitas sebagai tuntutan utama, uang mungkin bukan masalah. Secara keseluruhan ada sekitar 150 santri yang belajar di sini.

Di pesantren ini, ada empat nilai yang dikembangkan, yaitu orientasi budaya, orientasi akademik dan karir, orientasi pengembangan kepribadian dan orientasi sosial dengan orientasi spiritual sebagai fondasi utama yang terintegrasi ke dalam kurikulum dan program-program lainnya. Karena itu, dalam setiap pembelajaran, selalu dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman. Jika belajar tentang sains, maka hal itu juga dikaitkan dengan ayat-ayat Qur’an terkait.?

Sementara itu pola pembelajaran di kelas mengacu kepada empat pilar pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap santri untuk mengembangkan kemampuan ‘belajar tentang cara belajar’ (learning to know), belajar bagaimana memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan ke dalam praktik kehidupan (learning to do), belajar untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan menemukan peluang aktualisasi diri (learning to be) serta keterampilan untuk hidup bermasyarakat (learning to live together) dan juga piawai dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara baik dan berkualitas dengan menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab.

Sebagaimana layaknya pesantren, para santri harus sudah bangun pada pukul 03.30 untuk shalat tahajjud dan dilanjutkan mengaji. Sekolah formal dimulai pukul 07.30-12.00. selanjutnya kegiatan pada sore hari adalah kegiatan ekstra kurikuler. Seusai maghrib, ada lagi pengajian sedangkan bagi siswa kelas tiga SMP dan SMA, diwajibkan untuk mengikuti bimbingan belajar guna mempersiapkan Ujian Nasional.

Setiap semester, santri mengikuti kegiatan field trip yang sekaligus mengaitkannya dengan berbagai aspek pelajaran. Sebagai misal pada semester lalu mereka diajak ke Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. Selanjutnya, mereka diminta membuat laporan rinci hasil dari kunjungan tersebut.?

Pesantren Almanar merupakan sebuah inovasi baru sebagai respon kelas menengah Muslim akan pendidikan keagamaan yang berkualitas yang selama ini ruangnya belum terisi. Di masa mendatang, mungkin akan semakin banyak pesantren yang menawarkan kualitas sebagai keunggulan seiring dengan semakin besarnya kelas menengah Muslim. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 13 September 2017

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku senang dengan peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality. Menurutnya, ini menunjukkan kalau NU tidak gagap teknologi. NU mampu menjawab tantangan zaman.

"Apakah NU mampu atau tidak menggunakan teknologi. Kita jawab, kita mampu. Untuk dakwah, untuk agama, untuk ibadah, untuk pendidikan," kata Kiai Said saat memberikan sambutan pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 Augmented Reality di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Ia mengingatkan, teknologi merupakan sarana yang bisa mengandung dampak positif dan negatif.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Mudah mudahan mari kita perbanyak kandungan positifnya. Sangat bermanfaat (aplikasi iShalat ini) Masyaallah," kata Kiai Said senang.

Menurutnya, keberadaan aplikasi ini mempermudah dan efektif untuk orang-orang yang mau melakukan pelatihan shalat. "(Teknologi) ini sudah tingkat tinggi ini," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai kelahiran Kempek ini pun meminta nahdliyin agar tak ketinggalan teknologi. "Ini merupakan tantangan teknologi digital ini," kata Kiai Said.

Hadir pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality ini, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra, Ketua LTM PBNU KH Mansyur Syaerozi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, Ubudiyah, Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 12 September 2017

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat sebagai cabang pemekaran baru sangat membutuhkan perhatian PBNU agar NU dapat berkembangan dengan baik. Tabrauw merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong.?

Katib PCNU Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat, ? Adam Yablow (42), kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Senin (3/8/2015) di teras masjid ? Agung Baitul Mukminin mengatakan, PCNU Kabupaten Tabrauw kurang lebih berumur satu tahun. Sebelumnya bergabung dengan PCNU Sorong. Kabupaten Tabrauw ini dibentuk berdasarkan UU RI Tahun 2008 Nomor 56 ? dan diresmikan Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.?

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

"Tabrauw sendiri dari Sorong dapat ditempuh lewat laut selama 6-7 jam perjalanan dan 4 jam lewat darat. Sedangkan dari Sorong ke Surabaya lewat udara mencapai 3 jam perjalanan. Meski cukup berat tantangannya, kami tidak pernah berhenti mengembangkan Nadhlatul Ulama di tanah Papua ini. Sekalipun hingga kini belum memiliki apa-apa, baik kantor organisasi, sekolah maupun aset lainnya, tapi tetap optimis NU dapat berkembangan Tabrauw ini," kata Adam.? Adam Yeblow sendiri adalah muallaf yang masuk Islam di usia 30 tahun. Lahir di Tabrauw empat puluh dua tahun lalu, kini dikarunia dua putri. Satu masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan satu lagi di MTs yang berada di Kabupaten Sorong.?

Adam menceritakan, saat kembali memeluk Islam, sempat empat kali dipukuli badannya, diputar kepala ke bawah dan kaki ke atas. Mereka disiksa oleh aparat yang berbeda keyakinan. Selama satu bulan lamanya Adam wajib melaporkan ke kantor aparat keamanan untuk dimintai keterangan, kenapa masuk Islam.?

"Tahun 1993 saya sudah ada niat kembali menyakini Islam. Namun ? masih kuat ancaman dari pihak yang tidak senang saya kembali Islam. Selama hampir 20 tahun saya menjaga jarak dalam kegiatan keagamaan yang sebelumnya saya anut dan juga tidak terlihat aktif pada kegiatan keagamaan Islam. Tapi tahun 2002 sudah bertekad masuk Islam," kata Adam yang tahun 2010 diangkat menjadi PNS di Kabupaten Tabrauw di Satpol PP.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Adam sendiri menyelesaikan pendidikan di SMA ? Anu Beta Tuba (Mari Kita Membangun Bersama) tahun 1991. Ayahnya sudah wafat sejak kecil, sedangkan ibunya wafat ketika Adam berusia 20 tahun.

Menurut Adam, kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw selama ini berjalan baik dan saling menghormati. Dengan jumlah penduduk sekitar 12,5 ribu jiwa, populasi umat Islam sebesar 40 persen. Sisanya, 60 persen terdiri Katolik, Prostestan, Adven dan Pantekosta.?

"Bukti toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw, ketika pawai lebaran misalnya, yang ikut pawai bukan hanya umat Islam saja, tapi saudara-saudara kita non-muslim pun turut serta," kata Adam.?

Bagi masyarakat Papua sendiri, beda keyakinan (agama) tersebut tidak menjadi masalah. Seperti peristiwa yang terjadi di Tolikara, saya yakin karena adanya pihak dari luar Tolikara yang memicunya. Masyarakat Tolikara sendiri tidak mungkin melakukan itu, tambah Adam. ? (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw