Senin, 27 Agustus 2012

Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Unit Koperasi Usaha dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) adalah unit andalan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.

Demikian ditegaskan oleh Sekjen MWCNU Losari KH. Masruri saat berkunjung ke ruang redaksi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Rabu, (24/12).

Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Koperasi Usaha dan KBIHNU Jadi Unit Andalan MWCNU ini

“Koperasi dan KBIHNU boleh dikatakan sebagai lumbung ekonomi kami di MWC dalam menggerakkan organisasi selain syiar NU,” ujar Kiai Masruri, panggilan akrabnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Masruri yang juga alumnus Pesantren Lirboyo ini menjelaskan, di Brebes KBIH yang berada di bawah naungan NU ini sementara hanya ada di Kecamatan Losari. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“MWCNU lain belum berani membawa nama NU,” tegas sarjana lulusan IAIT (Institut Agama Islam Tribakti) Lirboyo ini.

Pimpinan Pesantren Ziadatul Khoir, Desa Rungkang, Losari ini juga menerangkan, kegiatan Lailatul Ijtima’ setiap ahad pahing atau setiap 35 hari sekali sering digelar dengan tujuan untuk penguatan organisasi dengan melibatkan pengurus NU tingkat ranting.

“Pengembangan ekonomi, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan membahas persoalan ke-NU-an juga kita lakukan lewat wadah tersebut, hasil pertemuan selalu kita dokumentasikan,” pungkas Masruri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 04 Agustus 2012

Reuni

Oleh Yazid Muttaqin



Pelataran itu bukan saja terlalu indah, tapi juga begitu luas. Meski ribuan bahkan mungkin jutaan orang menyemut untuk memasuki arena pertemuan yang sesungguhnya, namun masih saja pelataran itu terlihat senggang. Seperti tak seberapa banyak orang yang berkumpul di sana.

Air muka mereka yang ada di sana sama saja; segar dan bersinar, teduh namun penuh wibawa. Kegembiraan dan keceriaan jelas sangat menghiasi wajah mereka yang terpancar dari ketenangan dan kerelaan hati. Sambil menunggu giliran memasuki arena pertemuan mereka saling menyapa satu sama lain. Bercengkerama penuh keakraban. Tak hentinya senyum mereka mengembang, menghias wajah yang makin sedap dipandang.

Reuni (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni

Sementara di pintu gerbang sana beberapa petugas dengan penuh keramahan menyambut mempersilakan masuk para tamu. Setiap kali yang dipersilakan masuk melangkahkan kaki hatinya serasa makin tenang dan senang. Kekaguman mereka makin menjadi manakala melihat setiap detil ornamen berbagai bangunan megah mewah menawan bertabur permata berlian di tengah luasnya taman nan indah. Pepohonan yang berjejer di kanan kiri jalanan kekar tinggi menjuntai, namun setiap ujungnya merunduk berkaitan memayungi siapapun yang melewati naungannya. Di pinggiran sana kebun bunga merimbun rendah, menebarkan wewangi yang merasukkan kedamaian. Disempurnakan kicauan lembut burung-burung di pepohonan dan gemericik air sungai kecil yang berkelok di bawah rerimbunan.

Semakin banyak para tamu yang meninggalkan pelataran memasuki taman. Di pelataran sana makin sedikit kerumuman yang berantri penuh kesabaran. Namun di sudut sana seorang tamu laki-laki yang menyendiri terlihat seperti kebingungan. Sesekali ia menoleh ke arah kerumunan, mengelilingkan pandangan, lalu melihat jauh ke luar pelataran sambil melongok, seperti ada yang dicari. Sesekali ia bangkit dari duduknya, berjalan bolak-balik sambil menghamburkan pandangannya.

Pelataran itu makin sepi. Tinggal laki-laki yang menyendiri itu dan beberapa puluh orang yang siap melewati gerbang. Kian sepi. Laki-laki itu masih saja pada perilakunya. Hingga seorang petugas penerima tamu menaruh perhatian dan menghampirinya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Maaf,” katanya, “hampir semua orang memasuki arena pertemuan. Apa tidak sebaiknya Tuan mengikuti mereka?”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Laki-laki itu tergagap. Sejenak ia menatap orang yang dihadapannya; berparas rupawan, bersih, sangat ramah.

“Oh, iya.” Laki-laki itu gugup. “Tapi saya minta waktu sebentar untuk tetap di sini.”

Penerima tamu itu tersenyum.

“Kalau boleh tahu, apa Tuan sedang mencari atau menunggu seseorang?”

“Ya. Saya mencari keluarga saya.”

“Tuan datang ke sini sendirian?” tanya si penerima tamu lagi, penuh keramahan.

“Ya. Dan saya berharap keluarga saya akan segera menyusul.”

Si penerima tamu tersenyum.

“Boleh saya tahu siapa nama Tuan?”

“Badrun. Nama saya Badrun.”

“Badrun?”

Penerima tamu itu bergumam mengulang nama laki-laki itu. Lalu dibukanya buku catatan yang ia pegang. Beberapa kali ia membolak-balik halaman demi halaman, mencari nama laki-laki itu pada deretan nama dalam buku tebal itu. Sementara laki-laki bernama Badrun itu hanya menunggu sambil sesekali melihat ke beberapa arah, sedikit resah.

Sejenak kemudian si penerima tamu berhenti pada sebuah halaman buku. Jari telunjuknya menuding pada sebuah baris kata yang ada di tengah halaman. Bibirnya mengulas senyum kecil.

“Maaf, Tuan. Boleh saya mengajukan beberapa pertanyaan?”

“Iya, silakan.”

“Apa Tuan hidup dari negeri yang tadinya subur makmur, dihormati oleh banyak bangsa di dunia, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, yang dikenal dengan slogan gemah ripah loh jenawi, namun kini banyak masyarakatnya yang meninggalkan para ulama dan agamanya, disepelekan dan diremehkan oleh negara tetangga, diperalat bangsa adikuasa dan sekutunya, pejabatnya tak memegang amanah, ekonominya hancur yang membuat rakyat sengsara?”

“Ya,” laki-laki bernama Badrun itu menjawab cepat.

Kembali si penerima tamu tersenyum kecil.

“Tuan, dalam keadaan masyarakat yang demikian dan kehidupan yang menyulitkan, apakah Tuan orang yang tetap bertahan memegang janji Tuan kepada Tuhan, dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi larangan-Nya?”

“Ya. Setidaknya aku selalu berusaha untuk demikian.”

“Apa Tuan orang yang selalu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan mendahului menyambung tali silaturahmi pada orang yang bahkan sedemikian rupa menyalahi dan menyakiti Tuan sekalipun?”

“Betul.”

“Apa Tuan orang yang seringkali kekurangan dalam mencukupi kebutuhan hidup, namun Tuan tak mau melakukan tindakan curang karena takut kepada Tuhan dan siksa-Nya meski kesempatan untuk itu terbuka lebar? Tuan hanya mau dan tetap bersabar menahan diri demi mendapat keridloan-Nya?”

“Ya.”

Kembali si penerima tamu tersenyum kecil. Kali ini kepalanya terlihat mengangguk pelan.

“Tuan, apa Tuan orang yang selalu menjaga shalat lima waktu kapanpun dan di manapun Tuan berada, dalam kondisi bagaimanapun?”

“Benar.”

“Tuan, benarkah Tuan suka membagi penghasilan Tuan dengan para tetangga yang membutuhkan, dengan anak-anak yatim, para janda miskin, orang-orang fakir dan miskin semampu Tuan?”

“Ya.”

“Yang terakhir, Tuan. Benarkah bila Tuan melakukan suatu kesalahan Tuan langsung menyesalinya, bertaubat dan segera melakukan kebaikan untuk menghapus kesalahan itu?”

“Ya. Itu semua aku lakukan, karena agamaku mengajarkan demikian.”

Si penerima tamu itu kembali tersenyum. Kini sedikit tertawa. Roman mukanya berseri-seri mengumbar kegembiraan. Lalu tangan kanannya dijulurkan menyalami laki-laki itu.

“Selamat Tuan! Sebentar lagi keluarga Tuan akan segera tiba di sini.”

“Apa maksud, Saudara?” laki-laki itu tak mengerti.

“Tuan lihat di seberang sana? Rombongan yang sedang menuju kemari?”

“Ya.”

“Itu adalah keluarga Tuan yang sedari tadi Tuan cari dan tunggu serta harapkan kedatangannya. Mereka akan datang kemari untuk menemani tuan memasuki taman yang indah nan megah ini, menikmati segala yang ada, menyempurnakan kenikmatan yang mesti Tuan terima. Mereka adalah keluarga Tuan yang semestinya tak mendapatkan kemuliaan ini. Namun derajat mereka terangkat oleh tingginya derajat Tuan di sisi Tuhan. Apa-apa yang Tuan lakukan selama di dunia, yang saya tanyakan sebelumnya, adalah perilaku yang membuat pelakunya dapat berkumpul kembali dengan orang tuanya, istrinya, dan anak keturunannya meski mereka bukan orang yang ahli melakukan amalan-amalan itu.”

Kini terlihat roman muka laki-laki itu berseri-seri. Rombongan yang dilihatnya makin mendekat. Makin nyata siapa saja anggota keluarganya yang akan menemaninya menikmati kenikmatan sempurna nan abadi dari Tuhannya. Meski ada satu yang mesti ditanyakan pada si penerima tamu.

“Maaf, Saudara. Tidakkah kiranya masih ada satu keluargaku yang belum bergabung?”

Si penerima tamu tersenyum lembut.

“Maaf, Tuan. Untuk yang satu itu tidak bisa ikut.”

“Kenapa?” Laki-laki itu menyela.

“Ada satu syarat pokok yang tak dipenuhi olehnya. Tuan masih ingat waktu hidup di dunia? Seringkali Tuan mengadakan reuni dengan teman-teman lama. Dan ada satu alasan yang menjadikan Tuan dan teman-teman kembali berkumpul; adanya kesamaan. Bisa kesamaan almamater sekolah, kesamaan perusahaan, kesamaan angkatan dalam pekerjaan, atau kesamaan lainnya. Kini saat orang-orang memetik hasil kesalehannya, ia akan dikumpulkan kembali dengan keluarganya dengan syarat mereka memiliki kesamaan iman terhadap Tuhannya. Dan, satu orang keluarga Tuan itu tak memiliki syarat pokok itu. Kini masukilah taman yang indah itu bersama keluarga. Nikmati setiap kenikmatan yang ada, sebagai ganjaran atas kesabaran Tuan menjaga amanat Tuhan.”

Laki-laki lajang bernama Badrun itu begitu gembira menerima penghargaan itu. Kegembiraannya begitu membuncah hingga membangunkannya dari tidur malamnya. Hingga matanya terbuka ia rasakan kedua bibirnya masih mengulas senyum. Di lihatnya jam dinding kamar, satu jam lagi subuh. Ia tak segera bangkit melakukan amalan malamnya. Ia masih ingin menikmati gambaran mimpinya yang begitu nyata.

Subhanallah. Ia bergumam. Matanya sedikit terpicing. Ia mencoba mengingat. Adakah dari orang-orang tuaku yang melakukan perilaku-perilaku yang disebutkan dalam mimpi itu? Yang mampu menaikkan derajatku hingga karenanya aku nikmtai surga Tuhanku? Ia ingat orang tuanya, kakeknya, dan terus ke atas. Ah, tak satupun nenek moyangku yang terlihat berperilaku seperti itu. Ibadah mereka biasa saja, layaknya umumnya orang-orang. Istri dan anakku? Aku masih lajang. Bisa jadi mereka tak dapat diharapkan.

Bagaimana dengan diriku sendiri? Badrun tersenyum. Kepalanya mengangguk-angguk kecil. Ya, diriku sendiri. Diriku sendiri yang harus memulai membangun kesalehan itu. Agar kelak terangkat derajat orang tuaku, istri dan anak-anak keturunanku. Agar kelak setelah lama terpisahkan oleh kematian, aku bisa kembali berkumpul dengan mereka. Dalam perkumpulan yang penuh kegembiraan, keceriaan, penuh kenikmatan dan keberkahan; reuni!

Tegal, 17 Februari 2012







Penulis adalah santri alumni Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo, kini tinggal di Kota Tegal dan bekerja di Kemenag Kota Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Fragmen, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 21 Juli 2012

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahldtul ‘Ulama Kecamatan Slawi masa khidmat 2012-2017 Resmi dilantik , akhir pekan lalu di Jalan Gajah Mada Desa Kalisapu Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. 

MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

Bertindak melantik ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, H. Ahmad Wasy’ari, MM didampingi sekretrisnya H. Nur Kholis. Seusai pelantikan Ahmad Wasy’ari berpesan agar MWC Slawi mempertegas program kerjanya, karena Slawi menjadi barometer NU di Kabupaten Tegal. 

“Sebaik apapun MWC NU lain, kalau belum Slawi tidak akan dilihat, karena bukan yang menjadi sentral ibu kota Kabupaten. Tapi sebaliknya sekurang baik apapun Slawi akan terlihat karena akan menjadi barometer dan basis khidmat organisasi. Rapatkan barisan untuk membuat rem perjalanan organisasi kedepan," tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ini juga perlu dicermati, lanjut mantan ketua PC IPNU dua periode itu, karena Nabi Muhammad juga mulai bergerak dakwahnya dari kota bukan, yaitu di Madinah dan Mekkah. "Kesadaran membangun organisasi inilah yang perlau kita perbaiki demi masa depan agar menjadi organisasi yang betul-betul bermartabat dan berdaya guna dan bisa dirasakan oleh siapapun." 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia bercerita, Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi pendirian NU tahun 1926 mengingtakan kepada kita semua pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat, ini seolah-olah kaia Hasyim dulu sudah memperediksi bahwa umat akan bercerai-berai. 

“Apa yang difatwakan oleh beliu Hadrotus Syaikh sekarang juga dapat dirsakan citra umat Islam dimata dunia juga sudah dirusak oleh gerakan radikalisme, teroris dan fundamnetalis, akibatnya Islam sebagai agama rahmatnya untuk alam buruk citranya,"  jelasnya.

Ini juga penting, masih kata dia, karena kekuatan besar yang tidak teriorganisir kan kalah dengan kekuatan kecil yang terorganisir. “Untuk itu jaga citra NU sebagai organisasi penjaga Aswaja dan rahmat bagi semesta alam,” pesannya.

Sementara ketua tanfidziyah MWCNU Kecamatan Slawi H. Bahrudin, M.SI, saat dimintai keterangan terkait program kerjanya dia tidak berbicara banyak. “Kami tidak akan mengaindai-andai menggalang program, hanya saja pengurus MWC NU Slawi perlu adanya penataan dan action organisasi yang betul-betul matang dan terprogram dengan baik,” katanya.

Mungkin Slawi belum bisa disejajarkan dengan MWC-MWC yang lain yang ada di kabupaten Tegal, namun kami berikhtiar kedepan mudah-mudahan yang lebih baik, kemajemukan aqidah masyarakat Slawi juga harus menjadi perhatian agar persatuan dan kesatuan umat tidak juga rusak, “Mari kita tunjukan jati diri dan kedewasaan kita dengan cinta dan kasih sayang, karena dengan cinta akan timbul kasih sayang .”  

Turut hadir dalam kegiatan itu camat Slawi, Kapolsek Slawi, jajaran PCNU Kabupaten Tegal dan sejumlah tokoh kecamatan Slawi. Kegiatan itu juga di meriahkan dengan organ tunggal al Jawahir dan juga pengajian umum dengan pembicara KH. Dirjo Abdul Hadi dari Kabupaten Brebes. 

Kontributor: Abdul Muiz        

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 04 Juli 2012

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU di Boyolali, Jawa Tengah, kali ini mengambil tema “Pelajar Islam Berbudaya Untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa”. Tema ini, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Farida Farichah selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam penyelenggaraan kongres.

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa

“Kongres yang diselenggarakan berganti-ganti dari satu wilayah ke wilayah lain, selain untuk forum silaturahim, juga untuk mengenalkan wilayah seluruh Indonesia kepada kader,” kata Farida, pada pertemuan pimpinan pusat, perwakilan pimpinan wilayah dan cabang, Jumat (4/11) malam.

Dipaparkan Farichah, semisal cabang Boyolali selama ini mungkin hanya tahu wilayahnya sendiri. “Namun, dengan adanya kongres setiap 3 tahun sekali, mereka bisa mengunjungi wilayah di Tanah Air, sehingga kecintaan mereka terhadap negeri ini diharapkan juga bisa bertambah,” terang dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia menambahkan, salah satu tugas dari IPNU-IPPNU adalah menjaga tradisi NU dan menjaga NKRI. “Hari ini benih radikalisme sudah masuk ke sekolah-sekolah. Tugas kader IPNU-IPPNU membawa islam yang toleran. Untuk memberikan informasi berimbang tentang makna islam itu sendiri,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU, Khairul Anam HS, mengatakan tema ini dimaksudkan untuk membangun toleransi dalam berkehidupan bermasyarakat satu sama lain dan upaya untuk memperkuat karakter kesatuan bangsa. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 28 Juni 2012

Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei

Jakarta, NU  Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1438 H jatuh pada Sabtu (27/5) besok. Ikhbar ini berdasarkan laporan tim rukyat NU dari berbagai titik di Indonesia yang menyatakan berhasil melihat hilal.

Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei

Ikhbar disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj setelah mendengarkan laporan hasil observasi langit oleh tim rukyat NU di sejumlah titik melalui telekonferensi di ruang Nusantara Command Center (NCC) Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (26/5) petang.

Dalam telekonferensi tersebut, dilaporkan hilal telihat di Bukit Condrodipo, Gresik Jawa Timur, posisi hilal pada ketinggian 7 derajat. Hilal di atas ufuk sekitar sekitar 31 menit sejak pukul 17.21 WIB.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hilal juga terlihat di Lamongan pada pukul 17.38 hingga delapan menit berikutnya. Posisi hilal 5 derajat.

Dengan demikian, pengumuman PBNU tentang awal Ramadhan sesuai dengan ketetapan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Memasuki bulan Ramadhan ini, Kiai Said mengimbau agar warga NU melakukan shalat tarawih dan witir mulai Jumat malam ini. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 20 Juni 2012

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 12 ribu lowongan kerja dari berbagai sektor tersedia dalam bursa kerja nasional (Job Fair) di Jakarta Internasional Expo (JIEXPO) Kemayoran yang digelar tanggal 25-26 Agustus 2017 mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto saat membuka job fair pada Jumat (25/8), kegiatan job fair merupakan komitmen pemerintah untuk mengurangi pengangguran.

"Kita mendorong agar penyelenggarakan bursa kerja diperbanyak di berbagai daerah bukan hanya di Jakarta. Untuk bisa meningkatkan partisipasi dari angkatan kerja kita yang belum bekerja agar bisa bekerja," ujar Hery.

Hingga jobfair dibuka Jumat (25/8) ini, jumlah pengunjung sudah terlihat mengantre di luar gedung. Hingga pagi ini sudah ada 23.100 peserta yang mendaftar secara online dan 10.000 peserta yang mendaftar secara offline.

Bagi pengunjung yang belum mendaftar, panitia juga menyediakan stand pendaftaran sehingga peserta bisa mendaftar secara langsung di lokasi. "Job fair ini melibatkan sekitar 213 perusahaan. Pencari kerja yang ingin datang besok (Sabtu), masih bisa mendaftar secara online juga. Job fair ini juga terbuka untuk rekan disabilitas," ungkap Hery.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Adapun, pendaftaran online dapat dilakukan melalui web site kemnaker.go.id dan jiexpo.jobfair atau untuk mendapat informasi lebih lanjut dapat menghubungi call center 021-26645000.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Job Fair Gratis

Sekjen Kemnaker Hery menambahkan penyelenggaraan job fair tidak boleh memungut biaya apapun kepada pencari kerja. Sekjen perlu mengingatkan hal tersebut karena akhir-akhir ini marak lembaga swasta dan event organizer (EO) yang menyelenggarakan job fair dengan tujuan bisnis.

"Setiap pelaksanaan job fair tidak boleh memungut biaya dari para pencari kerja. Jadi harus gratis bagi pencari kerja," tegas Hery.

Hery menjelaskan penyelenggaraan job fair yang memungut biaya kepada pencari kerja melanggar Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Keppres 36 tahun 2002 tentang pengesahan ratifikasi konvensi ILO nomor 88 mengenai lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja.

Selain itu, mereka melanggar Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 39 Tahun 2016 Pasal 54 ayat 3 yang menyebutkan bahwa penyelenggara pameran kesempatan kerja (Job Fair) dilarang melakukan pungutan biaya dalam bentuk apapun kepada pencari kerja.

"Jika pencari kerja menemukan pelanggaran tersebut, bisa langsung melaporkan Dinas Tenaga Kerja setempat atau bisa juga lapor ke Kemnaker melalui akun media sosial Kemnaker yakni Twitter @KemnakerRI atau Instagram @kemnaker untuk mendapat tanggapan secara cepat," kata Hery. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 11 Mei 2012

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Asep Usman Ismail MAg menyatakan Indonesia merupakan lahan subur bagi tumbuhnya radikalisme.

Oleh karena itu, kata Prof Asep, dibutuhkan peran aktif seluruh komponen masyarakat untuk membendung penyebaran benih radikalisme tersebut, yang kini juga mulai merasuki dunia pendidikan.

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme

"Keluarga dan ulama adalah basis penting untuk memperkuat antiradikalisme di dunia pendidikan. Itu harus sinergi," katanya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, pemahaman antiradikalisme harus dimulai dari keluarga sehingga anak tidak gampang terpengaruh ajaran-ajaran radikal yang diterimanya dari luar.

Para ulama harus memberikan pengayaan tentang ajaran agama yang benar kepada keluarga-keluarga ini melalui majelis taklim, remaja masjid, pengajian, khotbah, dan berbagai komunikasi sosial lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Ulama harus bisa memberikan pengayaan dalam kapasitasnya sebagai obor masyarakat," kata dosen tetap Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah ini.

Untuk itu, kata dia, para mubaligh-mubalighah dan ustadz-ustandzah juga harus diberi pegangan antiradikalisme, misal melalui bacaan yang praktis dan mudah dicerna, mengingat mereka pun memliki tingkat pendidikan berbeda.

"Kalau ustadz dan ustadzahnya kurang bacaan, bagaimana dia menyampaikan ajaran yang benar kepada umat? Dia adalah juru bicara untuk ajaran-ajaran Islam yang benar dan harus disampaikan kepada umat," katanya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut dia, majelis taklim merupakan forum yang strategis karena berada di ruang publik dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang rentan terhadap pengaruh berbagai paham, termasuk radikalisme.?

"Jika wilayah jantung itu dibiarkan kosong maka benteng pertahanannya akan jebol. Karena itu, menurut hemat saya, kita semua harus bersinergi, negara masuk, ormas Islam masuk. Jika tidak, maka ruang kosong itu akan diambil alih oleh kelompok-kelompok radikal karena mereka sangat cepat dan jeli melihat peluang," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw