Minggu, 11 Desember 2011

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama, H Helmy Faisal Zaini menjelaskan bahwa hasil Muktamar NU ke-33 di Jombang merekomendasikan tiga keputusan penting. Pertama, NU akan setia mengawal Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

“Kemudian yang kedua adalah memantapkan faham Ahlussunnah wal Jama’ah,” jelas Helmy saat memberikan sambutan pada acara tasyakuran Harlah ke-66 Fatayat NU, di Gedung Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (21/4) sore.

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU

Selanjutnya, kata Helmy, meningkatkan kualitas hidup warga. Menurutnya, ada tiga level yang harus dilakukan untuk menciptakan kualitas hidup warga agar lebih baik. “Yang pertama adalah level pendidikan, yang kedua adalah kesehatan, dan yang ketiga adalah ekonomi,” paparnya.

“Tiga level ini menurut saya menjadi pekerjaan rumah Fatayat NU untuk bersama-sama melakukan upaya-upaya peningkatan apa yang disebut sebagai fungsi-fungsi pelayanan kepada warga,” lanjutnya.

Merujuk kepada PISA (Program for International Student Assessment), Helmy menjelaskan bahwa tingkat pendidikan Indonesia berada di nomor 63 dari 65 negara yang disurvei.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Dengan tiga indikator. Pertama adalah kemampuan sains, kedua adalah kemampuan matematika, dan ketiga adalah minat baca," ? ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Fatayar NU ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Ia juga mengaku akan siap mendukung setiap program-program yang akan dilaksanakan oleh Fatayat NU.

“Saya menyambut gembira kegiatan-kegiatan Fatayat dengan mengambil tema dan topik yang penting,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Emarini mengajak para kader agar bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat.

“Saya mengajak sahabat-sahabat mulai hari ini menjadi lebih baik, menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain,” kata Anggia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Anggia berharap apa yang menjadi program kerja Fatayat NU bisa terlaksana dengan baik dan lancar. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 12 November 2011

Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat melakukan penelitian layanan pendidikan agama kepada siswa dari berbagai agama di sekolah. Penelitian salah satunya dilakukan di Sekolah Labschool Jakarta di Jalan Pemuda Komplek Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun Jakarta Timur.

Penelitian yang dilakukan tahun 2016 tersebut menemukan layanan pendidikan agama di Labschool Jakarta sudah diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu:

Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta

Pertama, setiap siswa memperoleh pelajaran bidang studi agama sesuai dengan agama yang dianutnya, dan diajarkan oleh guru-guru yang seagama dengan keyakinan dan agama para siswa. Dengan kata lain bahwa pelajaran bidang stdui agama tidak diajarkan oleh guru yang berbeda agamanya dengan agama yang dianut siswa.

Dengan demikian hak asasi siswa untuk memperoleh ajaran agama dan melaksanakan ajaran agama sesuai dengan keyakinan yang dianut oleh siswa telah difasilitasi dan diselenggarakan dengan semestinya. Hal tersebut sesuai dengan amanah undang-undang sistem pendidikan nasional.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kedua, waktu pelaksanaan pelajaran bidang studi agama telah diatur dengan cermat dengan memperhatikan jumlah penganut agama. Siswa yang beragama mayoritas, diperlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Begitu pula untuk siswa yang jumlah penganutnya sedikit difasilitasi dengan melibatkan atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada di internal agama bersangkutan, misalnya dengan penyelenggara kebaktian atau sekolah minggu, bagi siswa non agama Islam. 

Ketiga, Ketersedian guru agama bidang studi agama Islam, disesuaikan dengan rombongan belajar untuk setiap kelasnya, dan diangkat melalui rekruitmen yang dilakukan oleh bidang pengembang Yayasan Pembina UNJ. Jumlah guru PAI kurang memadai karena jumlah siswa ± 800 dengan jumlah guru hanya 2 orang.

Kenyataan ini mesti jadi perhatian pihak komite sekolah (POMG) bersama sekolah penyelenggara  agar kekurangan guru dimaksud tidak berkelanjutan mengingat pentingya pelajaran bidang studi agama, baik ditinjau dari perspektif kebutuhan asasi siswa maupun dari segi kepentingan akademis. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Keempat, fasilitas untuk keperluan pembelajaran agama disediakan oleh sekolah atau sekolah melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga agama yang ada. Berkenaan dengan pelaksanaan belajar bidang studi agama Budha dan Khonghucu, pada tahun ini (2015) tidak diselenggarakan karena siswanya yang beragama tersebut tidak ada.

Apabila terdapat siswa yang beragama Budha dan Khonghucu, untuk pelaksanaan proses pembelajaran kedua bidang studi ini, biasanya bekerjasama dengan pihak sekolah minggu dari masing-masing agama tersebut, karena pihak sekolah susah mendapatkan guru agama tersebut.

Kelima, pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan agama. Labschool telah mendapat kunjungan secara teratur dan intensif dari petugas (pengawas) pendidikan agama terhadap semua program pendidikan agama yang dilakukan oleh guru (Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha). 

Persoalannya adalah ketersediaan tenaga pengawas yang harus melakukan pengawas jumlahnya masih terbatas, khususnya untuk agama-agama tertentu. Tenaga pengawas untuk agama Hindu, Budha dan Khonghucu hanya tersedia 1 (satu) orang pengawas yang ditugaskan sebagai pengawas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Pelaksanaan pengawasan pendidikan agama Hindu, Budhda dan Khonghuchu,  pada tingkat SMP dan SMA di Labschool, tidak dilakukan.

Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak dan pemangku kepentingan, baik sekolah sebagai pelaksana pendidikan, maupun pemerintah, dalam hal ini Kemenag, Dinas pendidikan atau Sudin Diknas setempat, serta pihak lembaga agama terkait, seperti Parisada Hindu Dharam (untuk Hindu), Walubi untuk Budha, dan Matakin untuk Khonghuchu, dalam menyediakan pengawas untuk mengatasi persoalan ini.

Berkaitan dengan kekurangan atau ketidaktersediaan pengawas, semestinya jangan sampai pihak pemerintah (Kemenag atau Dinas pendidikan/Dinas Pendidikan), membiarkan hal ini berlarut, karena akan menyebabkan pelaksanaan proses pendidikan agama tidak berjalan dengan baik. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Budaya, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 25 Oktober 2011

Mural Ramadhan ala Pemuda Pecinta Lingkungan

Majalengka, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi bulan Ramadhan. Para pemuda Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memilih membuat mural di sela-sela waktu puasa mereka.

Mereka yang tergabung dalam komunitas Pemuda Pecinta Lingkungan (Pepeling) ini membentangkan gambar pada sejumlah dinding yang berisi ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan bertajuk “Graffiti, Lingkungan dan Sampah” tersebut berlangsung 7 hari dan akan berakhir Senin (7/7) nanti.

Mural Ramadhan ala Pemuda Pecinta Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mural Ramadhan ala Pemuda Pecinta Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mural Ramadhan ala Pemuda Pecinta Lingkungan

Ajakan agar tidak membuang sampah sembarangan merupakan kelanjutan dari aksi peduli lingkungan komunitas Pepiling yang sudah enam bulan ini membuat dan mengelola bank sampah. Lewat bank sampah ini, masyarakat setempat bisa lebih bijak untuk tidak memindahkan sampah-sampah mereka ke sungai atau sejumlah lokasi bukan semestinya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Aktivitas yang kita lakukan merupakan dorongan teman yang akan mencoba menggagas pengelolaan sampah organik dan nonorganik untuk didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna. Bahkan rencana besar kita insyaallah mau membuat bio gas dari limbah organik tersebut,” kata Irwan, Ketua Pemuda Pecinta Lingkungan.

Kepala Desa Mirat Mamat memberikan apresiasi penuh kepada para pengurus Pepeling. Ia berharap para pemuda ini tetap menjalankan aktivitas menurut rencana yang sudah dirumuskan. Mamat mengatakan, Pemerintah Desa akan membantu semampunya terkait pembiayaan. (Aris Prayuda/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 17 Oktober 2011

KH Chalwani: Shalat Tanpa Wiridan Seperti Kapal Tanpa Muatan

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo KH Ahmad Chalwani mengatakan, shalat tidak dibarengi dengan bacaan wirid setelahnya, maka shalat yang dilakukan tidak memiliki kualitas yang baik.

Ia menyampaikan hal itu pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Miftahul Huda Ambarawa, Kabupaten Pringsewu,  Lampung pada Ahad Malam (9/4). 

KH Chalwani: Shalat Tanpa Wiridan Seperti Kapal Tanpa Muatan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Chalwani: Shalat Tanpa Wiridan Seperti Kapal Tanpa Muatan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Chalwani: Shalat Tanpa Wiridan Seperti Kapal Tanpa Muatan

"Shalat tanpa wiridan itu seperti kapal tanpa muatan. Selalu goyang dan tidak tenang terkena ombak," katanya mengutip perkataan salah seorang ulama kharismatik Jawa Tengah KH Dalhar Watu Congol. 

Lebih lanjut Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah ini mengatakan bahwa amaliyah yang mengiringi shalat seperti wiridan dan puji-pujian merupakan bentuk kearifan dakwah para ulama Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia. "Inilah para ulama Aswaja yang dapat mengemas dakwah dengan baik melalui pendekatan sosial dan budaya," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, ada beberapa kelompok yang tidak suka dengan Aswaja dan berusaha untuk menghilangkan amaliyah-amaliyah ibadah seperti ini. "Orang yang tidak suka Aswaja dengan berbagai cara berusaha menghancurkan amaliyah-amaliyahnya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut dia, cara lain yang dilakukan kelompok ini untuk menjauhkan umat Islam dari amaliyah Aswaja adalah dengan mengubah dan menghilangkan tulisan berbagai kitab bermazhab Imam syafii yang merupakan mazhab paling banyak diikuti umat Islam Indonesia.

Berbagai macam kitab saat ini, lanjutnya, dapat dengan mudah ditemukan dan didownload dari internet. Oleh karenanya ia mengingatkan untuk meneliti lagi kitab-kitab yang didownload dari internet.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Fenomena seperti ini, imbaunya, harus sudah menjadi perhatian penting bagi masyarakat khususnya warga NU terlebih dalam memberikan pendidikan keaswajaan bagi putra dan putri generasi penerus. Sehingga Pondok Pesantren berperan penting dalam mempertahankan amaliyah nahdliyyah sekaligus sebagai kawah candra dimuka pendidikan agama pagi para ulama masa depan. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, Doa Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 14 Oktober 2011

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Peterongan Jombang Jawa Timur mengusulkan Islam Nusantara menjadi mata pelajaran dan mata kuliah di tiang jenjang pendidikan. Usul ini menjadi alternatif bagi upaya pencegahan dini terorisme.

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran

Tindakan preventif harus lebih diutamakan, tegas Presiden BEM UNIPDU, Luthfi Riadi saat pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa dan BEM UNIPDU yang berbarengan dengan sarasehan kepemimpinan Rasulullah SAW, di plaza UNIPDU, Senin (20/1).

Menurut Luthfi, sejumlah aksi kejahatan destruktif semacam itu menjadi semakin gamblang bahwa ada salah pemahaman dalam persepsi sebagian warga terhadap penyebaran Islam di Tanah Air.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karenanya, penerapan materi Islam khas Indonesia sangat mendesak secara lebih dini kepada kalangan terpelajar. “Bentuknya bisa dalam materi pelajaran kepada para pelajar atau mata kuliah Islam Nusantara di tingkat kampus,” terangnya.

Sementara rektor UNIPDU KH Ahmad Zahro yang menghadiri pelantikan itu juga mengingatkan para pengurus meneladani konsep STAF Nabi Muhammad SAW. “Maksudnya adalah siddiq, tabligh, amanah dan fathonah,” kata Kiai Ahmad Zahro yang juga imam besar masjid Al-Akbar Surabaya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 03 Agustus 2011

Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko

Rabat, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 15 Mahasiswa Kelas Internasioanal STAINU yang sedang belajar di Universitas Ibn Tofail Kenitra Maroko, Sabtu (9/2) mengadakan kunjungan silaturahim di kediaman Duta Besar RI untuk kerajaan Maroko H Tosari Widjadja di Rabat.

Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko

Kunjungan yang didampingi mahasiswa reguler tersebut selain dalam rangka silaturahmi juga sekaligus membesuk Duta Besar yang belum lama menjalani operasi di RS setempat.

Dalam kunjungannya, Hafidzul Umam selaku kordinator mahasiswa mengharapkan agar Duta Besar senantiasa memberikan arahan dan bimbingan baik secara personal maupun prosedural terhadap mahasiswa STAINU yang berada di Maroko. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam kesempatan tersebut Duta Besar berpesan agar Mahasiswa STAINU yang berada di Maroko selalu semangat dalam belajar serta mampu menuangkan ide dan pikirannya baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

“Orang dapat terkenal itu ada 2 cara. Pertama dengan menulis dan mampu berbicara dan bisa di terima oleh orang lain,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Nizar Presto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Jadwal Kajian, Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 01 Agustus 2011

Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan

Subang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Konferensi cabang Muslimat NU Subang mengamanahkan Hj Iis Mamah Salamah sebagai pemimpin mereka untuk lima tahun ke depan. Mayoritas pengurus anak cabang Muslimat NU di Subang menaruh kepercayaan kepadanya untuk memandu gerakan perempuan Aswaja NU di Subang.

"Ini merupakan amanah yang harus ditanggung bersama. Namun, ketika kita diamanahkan mengemban tanggung jawab ini, tak ada kata ‘tak siap’," ujar Hj Iis saat ditemui usai pelaksanakaan konferensi di Gedung PCNU Subang, Kamis (23/4).

Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan

Dalam menjalankan tanggung jawab, pihaknya bertekad menjalankan organisasi sesuai dengan visi misi sesuai dengan Ad/ART Muslimat NU yang merupakan organisasi sayap NU di kalangan ibu-ibu. Ia berjanji akan mengutamakan kegiatan yang berbasis pengabdian diri kepada masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yang jelas, Muslimat NU ke depan akan semakin dicintai dan dikenal oleh masyarakat. Karena, dengan berbagai persoalan yang ada khususnya di Subang, Muslimat NU akan hadir memberikan pengabdiannya melalui kegiatan yang bermanfaat," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hal yang lebih penting, kata Hj Iis, seiring dengan program yang dilakukan organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, Muslimat NU akan mengedepankan dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan sesuai ajaran Islam Aswaja.

"Karena NU hadir di tengah-tengah kehidupan bangsa yang majemuk ini. Begitupun Muslimat NU, kami siap mengawal cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia. Karena bagi kami, Pancasila harga mati," kata Hj Iis yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PAC Muslimat NU Pabuaran tersebut.

Sementara, Ketua Muslimat NU Jawa Barat Hj Ella Giri Komala yang memimpin sidang konferensi mengapresiasi pemilihan pimpinan Muslimat NU secara demokratis.

"Pergantian kepengurusan Muslimat NU Subang ini harus bisa melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, di samping harus memiliki program yang lebih baik dari sebelumnya," kata Hj Ella. (Ade/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Meme Islam, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw