Senin, 05 April 2010

Apakah Benar Kita Pantas Merayakan Lebaran?

Untuk sebentar saja, disela-sela kebahagiaan dan suka cita kita hadir dan berkumpul di tengah-tengah keluarga tercinta kita. Mari kita merenung sejenak. "Apakah memang benar kita pantas merayakan lebaran?

Secara bahasa, Lebaran adalah identik merujuk kepada Idul Fitri. Secara bahasa Fitri adalah bersih, dan dilihat dari KBBI “fitri” adalah yang bermakna kesederhanaan.

Lalu apa kenyataan yang hadir secara empirik di tengah-tengah masyarakat kita sekarang ini?

Apakah Benar Kita Pantas Merayakan Lebaran? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Benar Kita Pantas Merayakan Lebaran? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Benar Kita Pantas Merayakan Lebaran?

Jauh hari sebelum hari itu tiba kita berbondong-bondong berlarian ke mall untuk membeli pakaian dan sepatu baru.

Apalagi dalam istilahnya ngabuburit guna menunggu adzan magrib tiba kita malah asik berkendaraan, apalagi sebatas nongkrong di tepi jalanan, ada juga yang di atas jembatan.

Lalu apa yang kita dapati pas malaman takbiran tiba sebagai puncak klimaks seusai kita berpuasa selama sebulan penuh itu? Kita asik bakar puluhan batang kembang api, pawai arak-arakan diluar keterbatasan, dan lain sebagainya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Baju baru, ngabuburit dan pesta kembang api adalah sebuah tradisi wajar yang salah nalar tengah menimpa kita.Lalu, apa yang kita petik dari sublimasi hakikat Idul Fitri ini?

Benar pantaskah kita untuk berlebaran?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

--- hyseptemberia9635@gmail.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 02 April 2010

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sidang pleno pemilihan ketua umum GP Ansor putaran kedua menetapkan Nusron Wahid sebagai ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor menggantikan Saifullah Yusuf yang telah menjabat selama dua periode.

Nusron memeroleh 345 suara, unggul atas Warwan Ja’far yang hanya memeroleh 161 suara dari total 512 suara. Sementara 6 suara lainnya dinyatakan blangko.

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Nusron yang juga mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan memimpin Ansor selama lima tahun mendatang, periode 2011-2016.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Usai terpilih, Nusron menyatakan akan membawa Ansor tidak hanya berkutat pada persoalan nasional, tetapi juga internasional,“Ke depan, Ansor tidak hanya akan ikut memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia, melainkan juga bangsa dunia,” katanya bersemangat.

Dikatakannya, Islam Indonesia adalah potret Islam dunia yang direpresentasikan oleh NU. Maka Ansor harus siap mengawal ajaran-ajaran Islam yang telah dikembangkan oleh NU.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada para peserta kongres ia berharap dapat terus mengawal hasil-hasil kongres agar bisa direalisasikan dalam kepengurusan Ansor yang ia pimpin. “Ke depan saya tidak perlu dipuji tapi kritik saya, tagih janji-janji saya,” katanya.

Sebelumnya pada pemilihan putaran pertama memunculkan lima nama Yakni Nusron Wahud, Marwan Ja’far, Khotibul Umam Wiranu, Syaifullah Tamliha, Munawar Fuad Noeh, Malik Haramain dan Chairul Shaleh Rasyid.

Sesuai ketentuan bahwa calon yang bisa maju putaran kedua adalah memeroleh minimal 99 suara maka dipastikan calon ketua umum mengkrucut pada nama Nusron dan Marwan. Pada putaran kedua Nusron yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menang atas Marwan yang juga anggota DPR dari Fraksi PKB. (hdy/nam/was/arm/ful)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 04 Januari 2010

PMII Sleman Berupaya Bangkitkan Lunturnya Tradisi Menulis

Sleman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

PC PMII Sleman menggelar pelatihan jurnalistik santri di STAI Sunan Pandanaran (STAISPA), Jumat (15/4) siang. Kegiatan ini bekerja sama dengan BEM STAISPA ini bertemakan Membangkitkan budaya menulis Santri melalui kelas jurnalistik.

PMII Sleman Berupaya Bangkitkan Lunturnya Tradisi Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sleman Berupaya Bangkitkan Lunturnya Tradisi Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sleman Berupaya Bangkitkan Lunturnya Tradisi Menulis

"Tulis menulis adalah tradisi yang telah mengakar kuat dalam peradaban Islam. Hal ini ditandai dengan banyaknya para ulama dan ilmuan mampu melahirkan berbagai karya multi disiplin pengetahuan sesuai bidangnya masing-masing," kata Syakirun, Ketua PC PMII Sleman.

Dihadapan sedikitnya 30 peserta yang hadir, Syakirun menegaskan, bahwa harapan adanya kegiatan ini adalah untuk membangkitkan kembali kesadaran budaya menulis yang mulai luntur.

Ditanya soal bagaimana bentuk kegiatan ini, ia mengatakan, bahwa pelatihan jurnalistik ini diseleggarakan secara bertahap satu minggu sekali. Yakni, dengan setting acara workshop di setiap Jumat dalam jangka satu bulan. (Sabiq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Ubudiyah, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 03 Januari 2010

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kantin yang berada di Sekolah Menengah Kejuruan Plus Nahdlatul Ulama (SMK Plus NU) Sidoarjo ini setiap harinya selalu menerapkan sifat dan sikap jujur dalam melakukan transaksi jual beli yakni dengan menciptakan kantin yang diberi nama ‘kantin kejujuran’.

Meskipun di belakang sekolah tersebut terdapat beberapa kantin, namun kantin kejujuran ini tetap menjadi rujukan bagi para siswa untuk mencari kebutuhan sekolah. Di dalamnya terdapat beberapa macam barang dagangan seperti obat-obatan (sirup dan lainnya), buku, pulpen, makanan ringan, air mineral, nasi bungkus, dan sebagainya.

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Kantin yang mempunyai ukuran 3x6 meter itu dibangun sejak tahun 2014 lalu. Menurut Ketua OSIS SMK plus NU Sidoarjo Tri Dewi Nurjanah kelas XI Farmasi mengatakan, bahwa sekolah membiasakan berlaku dan berprilaku jujur sehingga bisa terwujud hingga ke masyarakat luas.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Hal ini tidak lain untuk membiasakan kejujuran. Karena dengan kebiasaan itu nanti kedepannya akan jujur terus. Dan selama ini alhamdulillah tidak ada yang tidak jujur," tuturnya, Rabu (25/3).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Kepala SMK Plus NU Sidoarjo M Fathul Jinan mengatakan, bahwa dengan adanya kantin kejujuran itu para siswa tidak lagi membeli apa yang menjadi kebutuhannya di tempat lain. Dengan adanya kantin kejujuran ini mereka akan menerapkan dan membiasakan jual beli dengan jujur.

"Target kami adalah untuk melatih riyadho dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan membiasakan berbuat dan bersikap jujur, dalam kehidupan sehari-harinya mereka akan terbiasa jujur. Kelak ketika mereka sudah terjun di masyarakat, untuk berkata dan berbuat jujur pun mereka sudah bisa," ungkap Fathul Jinan. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Aswaja, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 31 Desember 2009

Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1)

Pada zaman perang kemerdekaan, peran para ulama sepuh begitu besar. Selain memberikan gemblengan rohani kepada para pejuang, doa restu dari mereka juga menjadi penambah semangat dan mental para pejuang dalam melawan penjajah yang bersenjatakan lebih modern dan lengkap.

Kita tahu nama Kiai Subki, yang begitu terkenalnya di kalangan para pejuang, hingga mereka berbondong-bondong pergi ke Parakan Temanggung untuk meminta doa keberkahan pada bambu runcing atau senjata lain yang akan mereka gunakan untuk berperang.

Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1)

Pada akhir tahun 1945, di berbagai daerah kemudian dibentuklah sebuah kelompok barisan yang disebut dengan “Barisan Kiai” yang berisi para kiai sepuh. Selain diharapkan nasihat-nasihatnya dalam peperangan juga untuk membakar semangat para pejuang. Beberapa dari mereka juga ada yang memanggul senjata, ikut berperang di front terdepan. Di level nasional, pasukan ini dipimpin langsung oleh KH Wahab Hasbullah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Keberadaan mereka memang sangat dirahasiakan, karena anggotanya terdiri atas para kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul dipermukaan. Bahkan di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun pun sudah tidak mampu. Namun demikian, mereka menjadi tokoh yang sangat disegani.

Di Jawa Tengah, seperti yang dipaparkan dalam buku Hisbullah Surakarta (1992), Barisan Kiai dipimpin oleh KH Ma’ruf Mangunwiyoto, seorang tokoh NU yang juga pengasuh Pesantren Jenengan Solo.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di Solo sendiri, Barisan Kiai dipimpin oleh KH Abdurrahman yang usianya sudah sangat uzur. Ulama lain yang tergabung dalam Barisan Kiai di Solo ini yakni KH R Moh Adnan, Kiai Abdul Karim Tasyrif, Kiai Martoikoro, Kiai Asnawi dan Kiai Amir Thohar. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Pesantren, Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 28 Desember 2009

GP Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Anshor Rasulullah

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Perhelatan Konferensi Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Senin (25/12) berlangsung sukses.

Dalam ajang tersebut secara aklamasi sepakat menetapkan Qomaruzzaman Sebagai Ketua terpilih PAC Ansor Kecamatan Pagerbarang masa bakti 2018-2020 menggantikan ketua sebelumnya Faizin.

GP Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Anshor Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Anshor Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Anshor Rasulullah

 

"Semoga ketua yang nanti terpilih menjadikan PAC GP Ansor Pagerbarang menjadi lebih baik ke depannya," ujar Ketua Konferensi Agung Biyantoro

Ketua Majlis Wakil Cabang NahdlatulUlama Kecamatan Pagerbarang, Abdul Ghoni Alhafidz menyampaikan apresiasi dan memberikan semangat kepada Pemuda Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, para pemuda Ansor harus bisa meneladani sahabat Ansor yang dulu membantu dan mengawal Perjuangan Rasulullah SAW.

"Ansor yang sekarang adalah membantu dan mengawal perjuangan para Ulama, mengawal NU dan mengawal NKRI.

NKRI jaya dan Pancasila Jaya," tandasnya

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor NU Kecamatan Pagerbarang demisioner Faizin mengungkapkan, pada masa kepemimpinannya banyak kegiatan yang yang dilaksanakan, meski masih banyak kekurangannya.

"Semoga kaderisasi ini berjalan dengan baik. Kepemimpinan baru dibawah komando Sahabat Qomaruzzaman bisa membawa lebih baik PAC GP Ansor di Kecamatan Pagerbarang kedepan," harapnya

Disisi lain, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pagerbarang Kiai Muhtadi berharap kepada pengurus Ansor yang baru bisa memajukan Ansor dengan program  Ekonomi.

Konferensi dihadiri Camat Pagerbarang, Kapolsek Pagerbarang, Danramil Pagerbarang, Pengurus MWC NahdlatulUlama dan Badan Otonom NU Kecamatan Pagerbarang. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 03 Desember 2009

Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemuda yang tergabung dalam Jaringan Gusdurian Kota Semarang bersama pegiat keberagaman kota setempat berkumpul di pelataran makam Bergota, Kamis (17/11). Mereka berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat sebagai bagian agenda pembuka Pekan Hari Toleransi Internasional.

Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi dengan Ziarah

Mbah Sholeh Darat merupakan ulama kharismatik Semarang dan guru dari dua tokoh bangsa, KH Hasyim Asyari (pendiri Nahdlatul Ulama) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).

Dari makam Mbah Sholeh Darat, rombongan yang terdiri dari Gusdurian, PMII Kota Semarang, KPS, Pelita, PPMI DK Semarang dan Permahi lalu melanjutkan ziarah ke taman makam pahlawan Giri Tunggal makam MGR Soegijapranata. Ikut serta dalam kegiatan ini Romo Aloys Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Adanya agenda ini untuk memelihara toleransi di Indonesia yang kian mendapat tantangan. Semoga Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga," ujar Subhan, koordinator Jaringan Gusdurian Semarang setelah doa dan tabur bunga.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, peringatan hari toleransi tahun ini ironis karena dibarengi dengan beberapa tragedi intoleran di beberapa daerah, yang paling menyayat hati adalah wafatnya Intan yang menjadi korban ledakan bom di Samarinda.

“Semoga benih-benih perdamaian dan kerukunan melalui perjumpaan seperti ini terus mewarnai dan menandai kesejukan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," tambah Romo Budi.

Setelah ziarah, pekan peringatan hari toleransi internasional dilanjutkan dengan diskusi dan nonton film tentang keberagaman, aksi damai, dan deklarasi pada Jumat-Sabtu (18-19/11). Subhan, koordinator aksi, berharap hari toleransi internasional yang ditetapkan PBB sejak 16 November hendaknya jadi titik balik merefleksikan warga Indonesia terhadap keberagaman.

“Pemerintah harus melindungi, menghormati, memenuhi hak asasi manusia sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya. (Fahmi/Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Tokoh, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw