Kamis, 27 Juli 2017

GP Ansor Lakukan Rekontekstualisasi Islam Nusantara

Dalam rangka apa GP Ansor ke Amerika Serikat?

Melanjutkan gagasan “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia” yang diangkat sebagai tema Muktamar NU Agustus 2015 di Jombang dan Deklarasi Nahdlatul Ulama di ISOMIL Mei 2016 serta Deklarasi GP Ansor di Global Unity Forum yang dihelat sehari pasca ISOMIL, maka pada 21-22 Mei 2017 GP Ansor mengadakan Halaqah Internasional di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Halaqah yang menghadirkan ulama dan pembicara dari dalam dan luar negeri serta diikuti oleh 300 kiai/nyai muda ini menghasilkan Deklarasi Ansor tentang Islam untuk kemanusiaan (Humanitarian Islam, Al-Islam lil Insaniyyah).

Deklarasi Humanitarian Islam yang terdiri dari 112 poin ini berisi pandangan GP Ansor tentang akar masalah kemelut di dunia Islam dan problem dunia yang terkait dengan isu Islam dan pihak-pihak (aktor negara dan nonnegara) yang terlibat. Deklarasi ini juga memuat solusi atas masalah tersebut serta peta jalan solusi atas masalah-masalah tersebut. Prinsipnya adalah pentingnya rekontekstualisasi ajaran Islam dalam penyelesaian masalah-masalah terkait Islam dewasa ini sebagaimana teladan sejarah yang diwariskan para wali dan pengalaman rekontekstualisasi Islam (Nusantara) dalam realitas Indonesia modern.

Pada 26-29 Juni 2017, KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam Syuriyah PBNU yang juga Emissary GP Ansor untuk Dunia Islam, dan Adung Abdul Rochman, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, berada di Washington DC dalam rangka mempromosikan Humanitarian Islam ke berbagai pihak strategis; pengambil kebijakan AS, tokoh-tokoh negarawan AS, lembaga think thank, lembaga interfaith, Dubes Afghanistan dan seterusnya. Ikut mendampingi dalam agenda tersebut Charles Holland Taylor yang juga Emissary GP Ansor untuk PBB, AS dan Eropa. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

GP Ansor Lakukan Rekontekstualisasi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lakukan Rekontekstualisasi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lakukan Rekontekstualisasi Islam Nusantara

Bagaimana tanggapan mereka? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Merespon dengan sangat positif. Mereka bahkan mengusulkan kita membuka kantor di Washington DC untuk menguatkan promosi Humanitarian Islam ini ke pengambil kebijakan dan kelompok strategis di AS dan diterimanya inspirasi gagasan dari Indonesia ini ke seluruh dunia. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Mendapatkan respon semacam itu, apakah GP Ansor akan membuka kantor di sana? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

GP Ansor akan buka Kantor Pusat Humanitarian Islam di Jakarta dan kantor di Washington. Akan diputuskan dalam Rapat Harian PP GP Ansor dalam waktu dekat. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apa pentingnya kunjungan itu dengan tujuan AS? Maksudnya kenapa AS yang dipilih, tidak negara-negara lain? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Iya, nanti akan kita ke negara-negara lainnya. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





Humanitarian Islam itu bagaimana sebenarnya? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Humanitarian Islam bisa dimaknai sebagai gerakan global yang didedikasikan untuk kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan, perdamaian dunia dan harmoni peradaban yang terinspirasi oleh Islam rahmatan lil-alamin, yang dimanifestasikan dengan merekontekstualisasi ajaran Islam sesuai dengan realitas kekinian. Humanitarian Islam tidak akan berusaha menjadi ideologi supremasis yang akan menaklukkan siapapun, juga tidak datang untuk menghancurkan, dan oleh karenanya mencegah penyalahgunaan agama untuk mempromosikan kebencian, supremasi dan kekerasan sektarian.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Cerita, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 25 Juli 2017

IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebagai organisasi kemasyarakatan, Ikatan Pelajar NU dan Fatayat NU jangan mudah terbawa arus. Apalagi, arus yang dialirkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi. Karena bila sampai terbawa arus, maka tujuan awal organisasi bisa berbelok dan salah arah.

Himbauan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang NU Brebes H Athoillah SE saat menerima audiensi Pengurus IPNU-IPPNU dan Fatayat NU di Gedung NU Jalan Yos Sudarso Komplek Islamic Center Ahad (27/6).

IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan Fatayat Jangan Mudah Terbawa Arus

“Banyak orang yang mengaku reformis, nyatanya cuma bikin repot yang ujung-ujungnya hanya jadi pengemis,” terang Athoillah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Reformis sejati, lanjutnya, adalah manusia-manusia pembangunan yang dengan gigih memperjuangkan kemaslahatan umat tanpa pamrih. Tidak membuat kerusakan dan keonaran. Organisasi IPNU-IPPNU maupun Fatayat bisa menjadi reformis dengan cara mengelola organisasi secara professional.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Mengelola organisasi dengan bekal kemampuan ilmu, kompetensi, teknologi dan etika serta moral adalah jiwa reformis sejati,” tandasnya.

Dia menyarankan, pemimpin organisasi jangan hanya mampu berorasi di depan masa tapi tidak mempunyai masa depan. “Pandainya hanya berteriak-teriak, menggugat tapi tidak memiliki visi dan misi yang jelas,” kritiknya.

Menurut Ketua PC IPNU Brebes Ahmad Munsip, Audiensi Pengurus IPNU-IPPNU berkaitan dengan akan diselenggarakannya Konferensi Cabang IPNU-IPPNU. Konfercab itu sendiri akan digelar pada 2-4 Juli mendatang di Pondok Pesantren Darunajat Bumiayu Brebes. Segala persiapan mencapai 75 %. Untuk itu dirinya mohon doa restu pada Pimpinan Cabang NU.

Sementara Ketua PC Fatayat NU Brebes Hj Farah Evi beraudiensi dengan Ketua PCNU terkait akan mengikuti Kongres Fatayat NU di Pondok Gede Jakarta. PC Fatayat Brebes akan mengirimkan 3 peserta. Sedangkan Pengurus dan Ketua PAC seluruh Kab. Brebes juga akan diberangkatkan sebagai penggembira. “Kami akan memberangkatkan 60 orang pada Kongres tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Evi juga memaparkan program unggulan yang bakal dilakukannya. Antara lain program Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Life Skill, Kesetaraan Gender dan Youth Centre. “Mohon doa restu atas keikutsertaan kami ke Kongres dan program kerja yang kerjakan tersebut,” pintanya kepada Athoillah yang didampingi Katib Kiai Nur Iman, Sekretaris PCNU Ali Nurdin, dan jajaran Tanfidziyah lainnya, Rosyidin.

Kepada Ketua Fatayat, Athoillah berpesan, agar PC Fatayat Brebes bisa mengusulkan program yang mampu menyentuh dan terakses sampai level terbawah. “Coba usulkan agar program-program Fatayat bisa langsung menyentuh masyarakat,” sarannya.

Kang Atho, demikian sapaan akrabnya, menyambut baik langkah-langkah dan program-program yang digelontorkan PC Fatayat NU. Karena program-program tadi membutuhkan kerja sama dengan pihak luar, maka perlu diintensifkan komunikasi. “Komunikasi dengan pihak luar yang diajak kerja sama maupun dengan PC NU sebagai orang tua sangat perlu, demi keberhasilan program,” tandasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, Kajian, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 24 Juli 2017

Dari Ulama Kharismatik Ini, Seperdua Penduduk Sulsel Berdarah NU

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jam’iyah sekaligus gerakan diniyah islamiyah dan ijtim?’iyah (keagamaan dan sosial kemasyarakatan), telah ada jauh sebelum negara ini merdeka. Bahkan dari segi ajarannya, benih-benih kelahiran NU muncul bersamaan dengan didakwahkan Islam oleh Nabi SAW, para sahabat tabiin yang dengan sendirinya terbentuk komunitas Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) 

Ajaran Aswaja masuk ke wilayah Nusantara sejak abad 7 M, dan berkembang abad ke 13 melalui dakwah para Walisongo. Termasuk Islam di Sulawesi Selatan pada abad itu didakwahkan oleh ulama Aswaja, Sayyid Jamaluddin al-Akbar di Tosora, wilayah Bugis Wajo, dan Tiga Datuk Aswaja di Wilayah Makassar pada abad 16.

Pada tahun 1930, KH Ahmad Bone bersama Andi Mappanyukki dan ulama sejawatnya, pertama kali membentuk organisasi Rabitatul Ulama (RU). Organisasi ini sejalan dengan paham NU. Kemudian atas prakarasa kedua ulama tersebut bersama KH Muhammad Ramli, KH Sayyid Jamaluddin Assegaf Puang Ramma, KH Saifuddin, Mansyur Daeng Limpo dan beberapa ulama selainnya, menjadikan RU sebagai Nahdlatul Ulama pada tanggal 8 April 1950, atas restu KH Wahid Hasyim yang saat itu sebagai Ketua PBNU. 

Dari Ulama Kharismatik Ini, Seperdua Penduduk Sulsel Berdarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Ulama Kharismatik Ini, Seperdua Penduduk Sulsel Berdarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Ulama Kharismatik Ini, Seperdua Penduduk Sulsel Berdarah NU



Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



KH Ahmad Bone (wafat 12 pebruari 1972 dalam usia 102 tahun), terpilih sebagai Ketua NU pertama di Sulawesi Selatan. Beliau pada masanya memusatkan pengajian Aswaja dan merekrut jamaah NU di daerah Bugis bersama Andi Mappayukki. KH Muhammad Ramli bersama Andi Jemma memusatkan dakwah Aswaja di daerah Luwu. Puang Ramma sebagai wakil Ketua NU di zaman itu, memusatkan dakwah di Kabupaten Gowa dan Makassar.

Puang Ramma sejak tahun 1961 sebagai Qadhi Gowa, yang sebelumnya yakni 1956-1959 bersama K Muh Ramli mewakili NU sebagai Dewan Konstituante di Bandung. Saat menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan, KH Muh Ramli wafat pada 3 Februari 1958 di Bandung, dan dimakamkan di Pemakaman Arab, Bontoala, Makassar. Sepeninggal ulama NU ini, Puang Ramma tetap di dewan dan menjalankan tugas sampai akhir periode, selanjutnya Puang Ramma mewakili NU di DPRD Sulawesi Selatan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sejak Muktamar NU ke-27 Situbondo, yang menetapkan bahwa NU kembali ke khittah 1926, Puang Ramma, tidak lagi menjadi anggota dewan, namun tetap berkonsentrasi pada pengkhidmatan NU, sampai akhirnya Puang Ramma dipercaya menjadi Wakil Ketua NU Sulsel tahun 1977-1982, selanjutnya menjabat mustasyar PWNU Sulawesi Selatan sampai akhir hayatnya.

Memasuki tahun 1982, AGH Sanusi Baco sebagai Rais Syuriah NU Sulawesi Selatan, lebih aktif mengembangkan sayap NU di daerah ini, di dampingi Ketua Tanfizdiyah, KH Abddurrahman B (1982-1987), KH Abd Rahman K (1987-2002), H Harifuddin Cawidu (2002-2005), KH Zein Irwanto (2006-2013) dan Prof. Dr. H.Iskandar Idy (2013-sekarang).

Struktur kepengurusan NU di Sulawesi Selatan, pada awal terbentuknya sampai sekarang mencerminkan konfigurasi sosial masyarakat Bugis-Makasar, dengan empat pilarnya, yakni to panrita (ulama), to sugi (pengusaha), to acca (cendekiawan), to warani (kaum bangsawan dan anak muda). Keempat pilar ini dihimpun dalam jajaran pengurus dan karena kekuataan massa yang dimilikinya. 

Database PCNU yang tersebar di Sulawesi Selatan dalam struktur kepengurusan mulai dari Mustasyar, Syuriyah, A’wan dan Tanfidziyah rata-rata 50 orang dikali 24 Kabupaten/Kota sebanyak 1.200, ditambah perangkat banom, dan lembaga sampai ke tingkat Kecamatan (MWC) dan desa/kelurahan (Ranting) yang aktif berkisar 3.600 orang diakumulasi dengan jamaah Nahdliyyin di akar rumput dua kali lipat, yakni 7.200 orang kali 24 kabupaten/Kota sebanyak 288.000. Ini belum termasuk pengurus di tingkat wilayah PWNU Sulawesi Selatan lengkap dengan perangkatnya sebanyak 552, sehingga secara totalitas tercatat 288.552 orang.

Database perguruan tinggi NU di bawah naungan Yayasan Al-Gazali, civitas UIM dan mahasiswanya 12.015.  STAI al-Gazali Watampone, 414. STAI Al-Gazali Soppeng, 331. STAI Al-Gazali Barru, 299. STAI Al-Gazali Bulukumba, 382, semuanya berjumlah 13.441.  Jumlah sekolah/madrasah/pesantren Maarif NU di Sulawesi Selatan dengan jumlah 102 unit, lengkap dengan data guru dan peserta didik mencapai angka 899.000. Ini belum dihitung jumlah alumninya dan termasuk alumni Perguruan Tinggi NU 13.441 dengan taksiran rendah dua kali lipat, mencapai 1.824.882.

Database GP Ansor tahun 2016 mencapai angka 1.600-an termasuk anggota Banser. Data tersebut jika digabungkan dengan jumlah pemuda NU yang beraktivitas di IPNU/IPNNU, Fatayat, PMII, LSM GMNU dan NGO NU tercatat 1.115.788.

Dengan demikian, kisaran jumlah jamaah Nahdliyin di Sulawesi Selatan saat ini, berada pada angka 3.339.222, atau hampir mencapai seperdua dari jumlah penduduk Sulawesi Selatan.

Mahmud Suyuti, Sekretaris LP Ma’arif Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 23 Juli 2017

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Salah satu konteks yang melatarbelakangi berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah karena pada tahun 1950-an terjadi gejolak politik dan tarik menarik paham atau ideologi yang begitu kentara. Paham atau ideologi tersebut terpersonifikasi dalam sebuah partai politik dan underbow organisasi mahasiswanya.

Demikian disampaikan oleh sejarawan Islam Nusantara, Agus Sunyoto di hadapan puluhan mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta kelas Ciganjur, di Jakarta, Jumat (31/10).

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU

"Ketika PSI (Partai Sosialis Indonesia) dan Masyumi dibubarkan oleh Bung Karno, Bung Karno meminta kepada NU untuk mendirikan oganisasi mahasiswa Islam yang Indonesia maka berdirilah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia," ungkap Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Agus menambahkan, Bung Karno sangat mengapresiasi dan mendukung PMII. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Bung Karno dalam Kongres Pertama PMII. Di hadapan peserta Kongres, Bung Karno menyampaikan pidatonya yang berapi-api.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berikut adalah kutipan Pidato Bung Karno dalam kongres pertama PMII yang ditunjukan Agus Sunyoto dalam bentuk audio.

"Saudara-saudara dan sahabat sekalian, di kongres pertama kali Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, saya menyataken bahwa NKRI adalah harga mati, kalimat dari Sabang sampai Merauke di dalamnya terdapat semangat jiwa yang bersatu padu dalam Sangsaka Merah Putih. Saudara-saudara, saya berdiri di sini bukan mengatasnamaken Presiden, saya berdiri di sini bukan sebagai Mandataris MPR, akan tetapi saya berdiri disini sebagai penyambung lidah rakyat, Hidup Rakyat! Hidup PMII!" (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Hingga kini, Jombang setidaknya telah memiliki tiga nama yang telah mendapat gelar pahlawan nasional. Yakni KH M Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Chasbullah serta KH Abdul Wahid Hasyim. Namun sayang, tidak semua disebut dalam buku sejarah di sekolah.

"Sudah seharusnya, para pahlawan nasional asal Jombang ini masuk dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pelajaran sejarah," kata Nyono Suharli Wihandoko, pada kegiatan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah, Kamis (10/11). Karenanya, Bupati Jombang tersebut akan mengajak kalangan DPRD untuk membahas hal ini, lanjutnya.?

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Ikhtiar tersebut akan dilakukan karena kalau berhasil dimasukkan pada kurikulum, nantinya menjadi teladan bagi pelajar dan generasi bangsa. "Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, kita akan mengusulkan ke pusat nantinya, sehingga sejarah perjuangan ulama bisa diketahui generasi bangsa," tandas Nyono, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati Nyai Hj Mundjidah Wahab, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto serta Dandim 0814, Letkol Arh Fathurrahman. Kegiatan sebagai rangkaian hari pahlawan.

Sebelumnya, bupati, wabup dan jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah atau Forpimda Jombang melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan, jalan Kusuma Bangsa, termasuk ? berdoa di makam bupati pertama RA Soero Adiningrat.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tabur bunga dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan hari pahlawan yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 19 Juli 2017

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta

Padangpariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman berkomitmen dan konsisten untuk melanjutkan perintah ulama, tuanku dan kiyai dalam ? mencetak kader NU ke depan. Karena IPNU merupakan ? garda terdepan dari NU.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad mengungkapkan hal itu pada penutupan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I dan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) IPNU Padangpariaman di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Istiqamah, Sungai Abang, Lubuk Alung, Senin (17/8) malam.

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kemerdekaan, IPNU Padangpariaman Adakan Rakercab dan Makesta

"NU adalah organisasi yang sangat membutuhkan SDM. Munculnya ? kekuatan liberalisme dan radikalisme, sedangkan IPNU ? akan tetap pad komitmen berahlussunnah wal jamaah yang tawasuth, tasammuh, tawazun dan i tidal. ? Dengan Makesta dan hasil Rakercab ? yang ? dapat menjadi perjuangan IPNU Padangpariaman ke depan," kata Fauzan, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, VI Lingkung ? ini.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakan, momen HUT Kemerdekaan RI ke-70, tepatnya 17 Agustus ini sengaja kita lakukan ? untuk memperingati jasa para pahlawan dan ulama-ulama yang membela tanah air dengan semangat jihadnya. "Nilai-nilai perjuangan kemerdekaan ini yang perlu kita tanamkan pada kader IPNU agar memiliki rasa loyalitas untuk berjuang bersama organisasi," kata Fauzan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, kata Fauzan, ? dalam menjawab tantangan masa depan berbasis Islam nusantara, IPNU harus tetap istiqamah menjalankan tugas ? kaderisasi dan menata potensi kader. Untuk itu pentingnya Makesta bagi seluruh pengurus IPNU Padangpariaman dan ? pelajar lainnya.

Ketua PCNU Padangpariaman Drs H Masrichan yang menutup Rakercab dan Makesta sangat mengapresiasi cara ini. IPNU Padangpariaman adalah organisasi yang aktif menjalankan acara benilai positif. ? "Kita dari NU ? sangat mendukung kegiatan ini. Karena IPNU ? anak kandung NU, maka ? NU siap kerjasama dengan IPNU ? yang berbasis tingkat pelajar ini," kata Masrican.

Rakercab I dan MAKESTA ? dengan tema ‘Dengan semangat kemerdekaan, kita tumbuhkan loyalitas kader untuk kejayaan IPNU’. Kegiatan ? dibuka Pembina IPNU Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaimn yang sekaligus menjadi pemateri. Juga tampil Ketua MUI Padangpariaman Dr Zainal Tuanku Mudo, sekaligus mantan Ketua PW IPNU Sumbar. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Budaya, Ulama, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Madrasah Aliyah Ini Terapkan Koperasi Sistem Syariah

Pringsewu,Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Saat ini Koperasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu Lampung yang bernama Koperasi Al-Barakah telah menerapkan sistem keuangan syariyah dalam transaksi keuangan dengan para anggotanya.

Ditemui disela sela kesibukannya, Bendahara Koperasi Al Barakah Erman Siswadi mengatakan bahwa sistem ini diterapkan berdasarkan kesepakatan Rapat Anggota yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Madrasah Aliyah Ini Terapkan Koperasi Sistem Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Aliyah Ini Terapkan Koperasi Sistem Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Aliyah Ini Terapkan Koperasi Sistem Syariah

"Hal ini juga merupakan hasil evaluasi komprehensif selama berjalannya koperasi yang tahun ini berganti nama menjadi Al Barokah dan telah berdiri selama 24 tahun ini," jelas Erman yang juga guru matematika MAN 1 Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam prakteknya jelas Erman, para anggota yang akan meminjam dana dapat direalisasikan berdasarkan jumlah simpanan pokok dan wajib yang telah disetorkannya ke koperasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Jika para anggota ingin meminjam lebih dari dana simpanannya maka diarahkan untuk pembelian barang secara tidak tunai," jelasnya.

Jika memang pinjaman tersebut bukan diperuntukkan untuk barang, lanjutnya, maka diikrarkan sebagai modal kerja yang selanjutnya akann menggunakan sistem bagi hasil.

"Koperasi Al Barakah juga memberikan kesempatan kepada para anggota yang berniat membeli barang melalui koperasi. Nanti kita bantu dana pembeliannya," terangnya didampingi Sekretaris Koperasi Muhammad Irzan.

Sistem seperti ini diterapkan dengan harapan seluruh aktivitas keuangan yang dijalankan akan sesuai dan berdasarkan hukum hukum Islam yang pada akhirnya nanti keberkahan rezeki akan senantiasa didapat oleh seluruh anggota. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Cerita, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw