Jumat, 14 Oktober 2011

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Peterongan Jombang Jawa Timur mengusulkan Islam Nusantara menjadi mata pelajaran dan mata kuliah di tiang jenjang pendidikan. Usul ini menjadi alternatif bagi upaya pencegahan dini terorisme.

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran

Tindakan preventif harus lebih diutamakan, tegas Presiden BEM UNIPDU, Luthfi Riadi saat pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa dan BEM UNIPDU yang berbarengan dengan sarasehan kepemimpinan Rasulullah SAW, di plaza UNIPDU, Senin (20/1).

Menurut Luthfi, sejumlah aksi kejahatan destruktif semacam itu menjadi semakin gamblang bahwa ada salah pemahaman dalam persepsi sebagian warga terhadap penyebaran Islam di Tanah Air.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karenanya, penerapan materi Islam khas Indonesia sangat mendesak secara lebih dini kepada kalangan terpelajar. “Bentuknya bisa dalam materi pelajaran kepada para pelajar atau mata kuliah Islam Nusantara di tingkat kampus,” terangnya.

Sementara rektor UNIPDU KH Ahmad Zahro yang menghadiri pelantikan itu juga mengingatkan para pengurus meneladani konsep STAF Nabi Muhammad SAW. “Maksudnya adalah siddiq, tabligh, amanah dan fathonah,” kata Kiai Ahmad Zahro yang juga imam besar masjid Al-Akbar Surabaya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 03 Agustus 2011

Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko

Rabat, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 15 Mahasiswa Kelas Internasioanal STAINU yang sedang belajar di Universitas Ibn Tofail Kenitra Maroko, Sabtu (9/2) mengadakan kunjungan silaturahim di kediaman Duta Besar RI untuk kerajaan Maroko H Tosari Widjadja di Rabat.

Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Silaturahim dengan Dubes RI di Maroko

Kunjungan yang didampingi mahasiswa reguler tersebut selain dalam rangka silaturahmi juga sekaligus membesuk Duta Besar yang belum lama menjalani operasi di RS setempat.

Dalam kunjungannya, Hafidzul Umam selaku kordinator mahasiswa mengharapkan agar Duta Besar senantiasa memberikan arahan dan bimbingan baik secara personal maupun prosedural terhadap mahasiswa STAINU yang berada di Maroko. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam kesempatan tersebut Duta Besar berpesan agar Mahasiswa STAINU yang berada di Maroko selalu semangat dalam belajar serta mampu menuangkan ide dan pikirannya baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

“Orang dapat terkenal itu ada 2 cara. Pertama dengan menulis dan mampu berbicara dan bisa di terima oleh orang lain,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Nizar Presto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Jadwal Kajian, Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 01 Agustus 2011

Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan

Subang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Konferensi cabang Muslimat NU Subang mengamanahkan Hj Iis Mamah Salamah sebagai pemimpin mereka untuk lima tahun ke depan. Mayoritas pengurus anak cabang Muslimat NU di Subang menaruh kepercayaan kepadanya untuk memandu gerakan perempuan Aswaja NU di Subang.

"Ini merupakan amanah yang harus ditanggung bersama. Namun, ketika kita diamanahkan mengemban tanggung jawab ini, tak ada kata ‘tak siap’," ujar Hj Iis saat ditemui usai pelaksanakaan konferensi di Gedung PCNU Subang, Kamis (23/4).

Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan

Dalam menjalankan tanggung jawab, pihaknya bertekad menjalankan organisasi sesuai dengan visi misi sesuai dengan Ad/ART Muslimat NU yang merupakan organisasi sayap NU di kalangan ibu-ibu. Ia berjanji akan mengutamakan kegiatan yang berbasis pengabdian diri kepada masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yang jelas, Muslimat NU ke depan akan semakin dicintai dan dikenal oleh masyarakat. Karena, dengan berbagai persoalan yang ada khususnya di Subang, Muslimat NU akan hadir memberikan pengabdiannya melalui kegiatan yang bermanfaat," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hal yang lebih penting, kata Hj Iis, seiring dengan program yang dilakukan organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, Muslimat NU akan mengedepankan dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan sesuai ajaran Islam Aswaja.

"Karena NU hadir di tengah-tengah kehidupan bangsa yang majemuk ini. Begitupun Muslimat NU, kami siap mengawal cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia. Karena bagi kami, Pancasila harga mati," kata Hj Iis yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PAC Muslimat NU Pabuaran tersebut.

Sementara, Ketua Muslimat NU Jawa Barat Hj Ella Giri Komala yang memimpin sidang konferensi mengapresiasi pemilihan pimpinan Muslimat NU secara demokratis.

"Pergantian kepengurusan Muslimat NU Subang ini harus bisa melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, di samping harus memiliki program yang lebih baik dari sebelumnya," kata Hj Ella. (Ade/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kiai, Meme Islam, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 13 Juni 2011

NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Kesepuluh anak yang tengah mengantre itu segera bergerak begitu panitia menyilakan pemegang kartu bernomor 1-10 memasuki ruangan. Di dalam ruangan yang rupanya telah disulap menyerupai swalayan, kesepuluh anak itu mengambil satu pak alat tulis, roti dan biskuit, beras, dan pakaian. Khusus untuk pakaian, mereka bisa memilih sesuai ukuran, jenis kelamin, dan warna kesukaan. Selesai mengambil benda-benda itu mereka diarahkan keluar melalui pintu khusus. Di pintu keluar, mereka menerima uang tunai. Binar bahagia terlihat dari wajah mereka.

NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu

Suasana itulah yang belangsung di SD Harapan Ibu, Jalan H Banan, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (30/3). Kesepuluh siswa itu ada bersama 550 siswa penerima santunan anak yatim dan dluafa.

SD Harapan Ibu menjadikan pemberian santunan kepada anak yatim dan dluafa sebagai agenda tahunan. Acara santunan dapat atas kerjasama pihak sekolah dan donator lainnya.

“Sekolah kami menghimpun infak siswa seminggu sekali. Untuk kegiatan ini kami menganggarkan sekitar 20 juta dari infak tersebut,” kata Kepala SD Harapan Ibu, Baharudin.

Dalam kegiatan tersebut, NU Care LAZISNU juga turut berpartisipasi dengan memberikan sumbangan berupa beras sebanyak 500 kilogram. Direktur NU Care LAZISNU, Samsul Huda mengungkapkan keterlibatan NU Care merupakan bagian program NU Care menjelang Ramadlan dalam bentuk kepedulian kepada yatim piatu dan dluafa.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kebetulan SD Harapan Ibu melakukan kegiatan santunan ini, sehingga dapat bersinergi dengan NU Care. Ini juga sebagai sosialisasi NU Care kepada masyarakat Jakarta Selatan dan sekitarnya,” ujar Samsul.

Samsul menambahkan dalam waktu ke depan ia berharap ada sinergi yang berlekanjutan antara NU Care dan SD Harapan Ibu. Pengumpulan dan penyaluran donasi dikelola SD Harapan Ibu. Adapun NU Care berfungsi memayungi pengumpulan dan penyaluran donasi tersebut sebagai bagian LAZNAS.

Lurah Pondok Pinang Hendi Novriandi yang turut hadir, mengungkapkan pemberian santunan sebagai bentuk saling mengasihi kepada warga di lingkungan sekitar. Ia memandang hal itu sebagai hal positif.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Saya berharap siswa-siswa yang hadir di sini untuk menciptakan inovasi dan prestasi yang akan menjadi bekal di masa depan,” pesannya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 27 Mei 2011

Dari Sulawesi Barat untuk Gus Dur

Jujur saya ingin mengatakan bahwa menulis tentang Gus Dur sebenarnya belum layak karena ketakutan jika nantinya jauh dari kesempurnaan pemikirannya. Penulis tak bisa menggambarkan seperti para penulis biografi Gus Dur lainnya.

Tetapi penulis, sebagai kader kultur NU yang berada di barat Sulawesi pada haul Gus Dur yang ke-4 ini ingin memberikan gambaran singkat dan sederhana tentang sumbangsih ide dan pemikiran Gus Dur bagi Sulawesi Barat.

Dari Sulawesi Barat untuk Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sulawesi Barat untuk Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sulawesi Barat untuk Gus Dur

? ? ?

Sosok Gus Dur merupakan idola yang sebenarnya ingin penulis temui ketika Muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 silam. Tetapi karena kehendak Tuhan yang lain, Gus Dur terlebih dahulu dipanggil Allah sebelum penulis sempat mencium tangan, bahkan melihat langsung dan menemui beliau.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Walaupun Gus Dur telah tiada, tetapi ide dan gagasan-gagasan Gus Dur tetap melekat dalam sanubari penulis. Salah satu ide dan gagasan briliannya adalah konsep pluralisme dan gagasan tentang kemanusiaan yang senantiasa diterjemahkan dalam beberapa tulisan dan tingkah laku politik di masa lalu.

Provinsi Sulawesi Barat yang lahir pada tahun 2004 merupakan wilayah yang terdiri dari 6 kabupaten yang bisa dikatakan memiliki penduduk yang multi-suku (Mandar, Bugis, Pattae, Jawa, Mamuju, Sasak/Bali) dan agama (Islam, Kristen Khatolik/Protestan, Hindu).

Penduduk yang multietnis dan agama di provinsi ini menunjukkan kemajemukan masyarakat yang ada, sehingga paham pluralisme dan multikulturalisme yang telah diperjuangkan Gus Dur juga menjadi kewajiban (fardhu ain) bagi masyarakat Sulbar sendiri, terutama Nahdlatul Ulama Provinsi Sulbar yang menjadi katalistor ide dan perjuangan ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah dan Islam inklusif (terbuka).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagaimana yang kita kenal begitu banyak ide dan gagasan Gus Dur baik terkait demokrasi, pembelaan hak minoritas dan Hak Asasi Manusia, pribumisasi Islam dan Islam inkulsif, perdamaian dan pluralisme serta beberapa lagi yang tidak sempat penulis sebutkan.

Terkait gagasan pluralisme, secara nasional sesungguhnya ide Gus Dur ini bukan hanya sekadar ide yang diteriakkan semata dalam rangka menghargai perbedaan sebagai sebuah sunnatullah dalam kehidupan bangsa, tetapi juga diterjemahkan dalam bentuk sikap dan kebijakan.

Sebagai contoh diakuinya agama Konghucu ketika ia presiden, dimana kebijakan Gus Dur memberi kesadaran tersendiri bagi kita tentang penghargaan terhadap umat beragama minoritas di Indonesia. Bahwa kekuasaan mayoritas haruslah melindungi yang minoritas. Karena agama tidak dilihat hanya dalam dalam dimensi akidah dan syariat semata semata, tetapi dimensi kemanusiaan yang harus mampu diterjemah sebagai nilai yang menghargai sisi lain dari kemanusiaan penganut agama itu sendiri.

Sehingga penganut agama seharusnya tidak menjebak diri dalam ranah ekskusif yang mementingkan kelompoknya sendiri. Agama seharusnya bersifat inklusif yang mampu membuka dirinya dan menghargai agama lain yang biasa dikenal juga universalitas agama dalam rangka memperjuangkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk di Indonesia secara umum, dan di Sulawesi Barat secara khusus. Sehingga tidak ada lagi kekerasan terhadap agama lain, atau mengatasnamakan agama demi kepentingan kelompok. Faham eksklusif terhadap agama inilah yang kadang digunakan sebagai alat politik (kekuasaan) mengatasnamakan agama dan membuat kita tidak berlaku adil terhadap agama lain.

Pluralisme Gus Dur sesungguhnya pesan bagi kita semua agar senantiasa melakukan dialog antar-umat beragama dan melakukan kerjasama dalam menyelesaikan persoalan kehidupan masyarakat dan berbangsa. Kita semua dituntut agar senantiasa mencari persamaan-persamaan dan kebaikan-kebaikan yang tertanam dalam nilai-masing-masing agama, bukan justru mencari perbedaan dan justifikasi kebenaran pada tingkat akidah belaka, tetapi melupakan kerjasama dalam hal muamalat, yaitu memperbaiki nasib bersama dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin.

Merefleksikan kesadaran di atas, Sulawesi Barat yang memiliki mayoritas penganut agama Islam dan juga bisa dikatakan memiliki beberapa ulama besar yang pernah dilahirkan seperti KH. Muhammad Tohir (Imam Lapeo) dan KH. Muhammad Sholeh, Prof. KH. Sahabuddin, KH. Ilham Shaleh, KH. Muhammad Syibli Sahabuddin dan beberapa ulama lainnya yang tidak sempat disebutkan namanya. Mereka senantiasa konsisten menyebarkan faham Islam rahmatan lil alamin.

Mereka, menurur penulis dapat menjadi inspirasi bagi kader NU dan penulis sendiri serta organisasi-organisasi semisal Nahdlatul Ulama Sulawesi Barat dan PMII Sulawesi Barat untuk terus memperjuangkan dan mendakwahkan ajaran islam inkusif (moderat) dan perhargaan terhadap agama lain dalam dimensi dan nilai-nilai kemanusiaan (pluralisme) sebagaimana yang diajarkan Gus Dur dan ulama Sulawesi Barat saat ini.

Di sisi lain perbedaan adalah bukan wacana baru yang mengemuka dalam frame pemikiran masyarakat di Sulawesi Barat (terkhusus lagi di Polewali) saat ini, apalagi perbedaan agama. Dulu hingga saat sekarang ini, dikenal istilah dalam bahasa Mandar “Malilu sipakainga, manus sioronni.“

Istilah ini merupakan ajaran filosofi yang ditelorkan para leluhur di tanah Mandar dalam bentuk “pappasang” (peringatan) memberikan sinyal bahwa dalam kehidupan bermasyarakat diupayakan senantiasa saling mengingatkan antara satu dengan yang lain tanpa memandang asal usul, suku, agama, dan ras sepanjang hal tersebut mengarah ke arah yang sifatnya positif.

Selain itu, “manus sioronni” adalah menjelaskan hakikat kehidupan agar senantiasa saling tolong menolong antar sesama manusia.

Potensi kerjasama juga bisa dikaitkan dengan modal sosial masyarakat lokal di Sulawesi Barat secara yang umumnya masih banyak dihuni oleh orang Mandar. Di dalam ajaran para leluhur di Mandar dikenal konsep “siwaliparri”. Siwaliparri (bahasa Mandar) berarti, sikalulu atau sirondorondoi yang kurang lebih berarti saling membantu atau bergotong royong.

Merefleksikan pemikiran Gus Dur dan terkait filosofi dan ajaran masyarakat Sulbar saat ini pentinglah untuk selalu diingat dan diimplementasikan. Hal itu karena kegelisahan penulis dari beberapa fakta dimasa lalu di provinsi ini telah terjadi konflik inter dan antaragama mulai dari konflik interumat Jemaat Gereja Toraja Mamasa dan Jemaat gereja Masehi Injil Indo (MII) di Wonomulyo Polewali Mandar tahun 2010 hingga Konflik Aralle Tabulahan Mambi (ATM) di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat tahun 2003 silam.

Artinya, jika perbedaan tidak dikelola secara baik benih konflik bernuansa agama kemungkinan akan bisa mencuat kembali.

Bukan hanya itu, saat ini juga telah mulai terlihat dan menyebarnya beberapa lembaga pendidikan yang beraliran Islam “radikal” di beberapa kabupaten di jazirah Mandar ini. Masuknya ideologi dan aliran Islam eksklusif tersebut nantinya menyebabkan tumbuhnya doktrin radikalisme agama dan merubah pola pikir masyarakat Sulawesi Barat yang jika ditelisik dari sejarah masa lalu telah memahami agama secara inkulsif dan menghargai agama lain agar dapat hidup harmonis dalam perbedaan.

Hal tersebut terjadi dikarenakan penyebaran islam sejak dulu dilakukan oleh ulama di Sulawesi Barat berdimensi sufi dan moderat juga menghargai nilai dan kebudayaan lokal.

Sehingga ketika doktrin agama radikal yang tidak mentolerir agama lain dan menghargai perbedaan serta kebudayaan lokal, dibiarkan tumbuh dan berkembang di daerah yang majemuk ini, dengan sendirinya akan menciptakan benih konflik dan disharmonisasi antar umat beragama dan merusak tatanan kearifan lokal (local wisdom) dalam aspek budaya dan agama yang saling menghargai tadi.

Sehingga sekali lagi bahwa Haul ke-4 Wafatnya KH. Abudrrahman Wahid (Gus Dur) menjadi momentum bagi kita semua terkhusus bagi warga Nahdliyin di Sulawesi Barat untuk mencegah menyebarnya ajaran Islam eksklusif dan radikal di Sulawesi Barat. Juga berusaha terus menggerakkan dan memperjuangkan pemikiran serta gagasan pluralisme dalam rangka menyebarkan nilai kemanusiaan dan Islam yang rahmatan lil alamin di tengah perbedaan yang nantinya dapat mengantarkan kehidupan yang harmonis dan berkeadilaan di atas perbedaan yang telah diberikan oleh Tuhan di Tanah Mandar Sulawesi Barat.

Selamat jalan Gus Dur, selamat guru bangsa Indonesia. Walaupun engkau telah tiada tetapi engkau selalu hidup dalam benak dan sanubari terdalam kami. Do’a kami dari Sulawesi Barat senantiasa menyertaimu Gus. Amin... (Munawir Arifin)

MUNAWIR ARIFIN adalah Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonseia (PMII) Provinsi Sulawesi Barat. Penulis bisa ditemui di munawirarif86@gmail.com.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Sunnah, Kiai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 16 April 2011

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Mataram, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menghentikan Kurikulum 2013 karena dinilai sangat memberatkan peserta didik.

"Saya sendiri saja mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 sangat kacau dan memberatkan anak didik. Untuk itu, saya sangat setuju kalau itu dihentikan," tegas Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj di Mataram, Sabtu.

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Said Aqil berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, demi kebaikan dunia pendidikan Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia untuk disempurnakan.

"Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir," kata Anies Baswedan di Jakarta, kemarin. (antara/mukafi niam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pondok Pesantren, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 26 Februari 2011

"Ngider", Tradisi Lebaran di Wonogiri

Wonogiri, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ada sebuah tradisi khas yang dilakukan masyarakat Wonogiri setiap datangnya Lebaran. Tradisi lama yang telah turun-temurun dijaga hingga kini. Sebuah tradisi bernama Ngider.

Ngider hampir sama dengan Halal Bihalal. Yakni bersilaturahmi sembari saling meminta dan memberi maaf. Cuma bedanya Ngider dilakukan dengan disertai memberikan bingkisan.

Ngider, Tradisi Lebaran di Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngider, Tradisi Lebaran di Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ngider", Tradisi Lebaran di Wonogiri

“Bingkisan biasanya berupa makanan kecil, kadang-kadang jajanan pasar seperti jadah ketan, tape singkong atau wajik klethik,” tutur Kasmi (56) warga Gemawang, Ngadirojo, Ahad.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara di Giriwoyo acara Ngider diikuti makan bersama. Seorang warga akan mengunjungi tetangganya seraya membawa bingkisan. Setelah ngobrol dan bersenda-gurau bingkisan tersebut dimakan bersama-sama.

“Itu nikmatnya berlebaran, kita bisa makan bersama-sama tetangga, supaya tidak lekas kenyang, bingkisan yang dibawa bukan berisi makanan besar seperti nasi dan lauk-pauk, tapi makanan kecil seperti snack, kue kering, maupun buah-buahan,” terang salah satu penduduk Giriwoyo, Supriyanti (42).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengamat Budaya Wonogiri, Porras Eriyanto menilai tradisi Ngider terlahir dari budaya masyarakat desa yang kental akan sifat kegotongroyongannya. Sayang tradisi ini mulai luntur di lingkungan kota.

Redaktur   : Mukafi Niam

kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Lomba, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw