Jumat, 27 April 2007

Kisah Petani dan Pamong Desa

Sekira tahun 1980, pemerintah orde baru menggembor-gemborkan keberhasilan swasembada pangan. Namun di balik hal tersebut terdapat beragam peristiwa yang menunjukkan tidak keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya para petani.

Salah satu kisahnya seperti yang pernah dipaparkan oleh KH Muhammad Yahya, salah satu tokoh sepuh Desa Japurabakti Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon. Ia menceritakan tentang sebuah kebijakan pemerintah pusat yang diinstruksikan secara terstruktur hingga ke wilayah desa.

Kisah Petani dan Pamong Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Petani dan Pamong Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Petani dan Pamong Desa

“Masa itu, pemerintah pusat menginstruksikan agar para petani yang sawahnya berada di sekitaran pabrik gula wajib merelakan tanah atau sawahnya untuk ditanami tebu,” katanya.

Kebetulan saja, Desa Japurabakti terletak di wilayah yang dekat dengan Pabrik Gula Sindanglaut, peninggalan Belanda yang masih beroperasi hingga kini. Kiai Muhammad melanjutkan, dengan dalih untuk memenuhi pasokan gula negara, pemerintah pusat cenderung bersikap memaksa para petani padi untuk beralih menanam tebu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Suatu hari, Kiai Muhammad menceritakan sebuah dialog antara pamong desa dan salah seorang petani bersikukuh untuk tetap menanami sawahnya dengan tanaman padi, padahal hampir semua sawah yang terletak di sekitarnya sudah menjulang pohon-pohon tebu yang siap pangkas.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Hei, Hasan! Kalau sampai besok kamu tidak juga menanami sawahmu dengan tebu, maka kamu tidak boleh bersawah di sini!,” ketus pamong desa.

“Loh, kenapa?, ini kan sawah saya sendiri?,” jawab Hasan, petani Japura.

“Ya ini memang sawahmu, tapi wilayahnya masuk ke pemerintahan desa, makanya, kalau tidak mau nurut, silakan keruk ? tanah dari sawahmu ini, terus pindahkan kemana pun kau suka, asal jangan di desa ini.”

“Oh, begitu, Bapak Pamong yang terhormat, begini, jika sawah ini tanahnya saya keruk, kan pasti berubah jadi kolam? Nah, kolam itu tetap milik saya dong?,” timpal Hasan sembari tersenyum.

Mendengar jawaban Hasan, menurut Kiai Muhammad, sang pamong desa rupanya perlu menyiapkan argumen yang lebih jitu lagi, hingga akhirnya dia berbalik badan tanpa pamit undur diri. (Sobih Adnan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 28 Maret 2007

Catatan Kaderisasi Ansor Dan Banser dari Ujung Selatan Kaltim

Paser, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 



Tepat pada Kamis, 9 November 2017, pukul 20.30 WITA, jajaran PW GP Ansor Kalimantan Timur (Kaltim) tiba di Desa Suliliran Baru Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser untuk memandu pelaksanaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) V bagi PC GP Ansor Paser.

Catatan Kaderisasi Ansor Dan Banser dari Ujung Selatan Kaltim (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Kaderisasi Ansor Dan Banser dari Ujung Selatan Kaltim (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Kaderisasi Ansor Dan Banser dari Ujung Selatan Kaltim

Lantunan shalawat menyambut kedatangan tim pengkaderan dari PW GP Ansor Kaltim saat memasuki area pembukaan DTD, yang digelar sejak 9 hingga 12 November 2017.

Pelaksanaan DTD yang digelar di tengah-tengah kampung mendapat apresiasi positif dari warga setempat.

Sebenyak161 peserta dengan disiplin, tekun dan bersemangat mengikuti DTD yang dibimbing langsung Instruktur Satkornas Banser Gatot Arifianto, Ketua PW GP Ansor Kaltim Fajri Al Farobi, Kasatkorwil Banser Kaltim Murjani, Ketua Majelis Dzikir dan Rijalul Ansor Kaltim Ahmad Mudatsir Serta Kasat Provost Banser Kaltim Herryansyah.

Partisipasi aktif jajaran PC GP Ansor dan Satkorcab Paser, termasuk "energi" tambahan, termasuk kehadiran dari PC GP Ansor dan Satkorcab Penajam Paser Utara, yang merupakan daerah terdekat dari Kabupaten Paser.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari 161 peserta, terdapat 23 calon Banser putri atau yang biasa disebut Fatser.

"DTD ini merupakan kegiatan bentuk pengkaderan dari amanah para leluhur dan muasis Nahdlatul Ulama," kata Ketua PC GP Ansor Paser, Ahmad Syafii Badar.

Pengkaderan Ansor-Banser melalui DTD itu tidak hanya menggembleng paserta secara fisik, tapi juga secara mental, untuk menjadikan kader muda militan bagi Nahdlatul Ulama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Semua materi sudah dikemas apik oleh tim instruktur nasional dan wilayah. Baik materi diruangan dan lapangan. Untuk materi lapangan, ada stelling, barganda, fire walker hingga caraka malam sebelum ditutup dengan pembaiatan," jelas Syafii Badar.

Semua peserta dari latar belakang pendidikan, profesi, bahkan usia itu terlihat sangat bersemangat mengikuti DTD.

Bahkan terdapat peserta berusia 53 tahun bernama Gatot Mangun Kusumo yang mantan Kepala Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), turut menikmati pengkaderan tersebut bersama peserta usia yang jauh lebih muda dari dia.

"Saya bangga menjadi Banser. Karena di Banser ini menjadi tempat saya mengabdi untuk menjaga agama, dan membela bangsa Indonesia, serta menjadi benteng Nahdlatul Ulama," singkat Gatot usai pembaiatan, yang mangaku bahwa putranya, Mahmud Zaini Muslim, telah lebih dulu menjadi Banser. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 20 September 2006

Indonesia Baru adalah Indonesia yang Berkeadilan dan Bebas Korupsi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur mengungkapkan, saat ini bangsa Indonesia belum terlepas dari sejumlah problem mendasar di berbagai bidang kehidupan. Menurtunya, semua elemen bangsa harus berusaha mewujudkan Indonesia yang benar-benar baru.

Semangat baru akan menjadi bangsa dan negara kita terbebas dari rasa takut dan, tentu saja, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Inilah yang menurutnya disebut Indonesia baru. 

Indonesia Baru adalah Indonesia yang Berkeadilan dan Bebas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Baru adalah Indonesia yang Berkeadilan dan Bebas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Baru adalah Indonesia yang Berkeadilan dan Bebas Korupsi

“Indonesia yang berketuhanan, berkemanusiaan yang adil dan beradab, bersatu, bermusyawarah untuk mufakat, dan berkeadilan sosial bagi seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Ghopur saat mengisi materi pada Dialog Interaktif Kebangsaan di SMAN 26 Jakarta, Jumat (29/9).

Intelektual muda NU ini menginginkan kohesi sosial yang lebih baik dan erat antar sesama anak bangsa, dengan sistem yang lebih baik, yang akan, pada gilirannya, membuka pada pintu kehidupan yang lebih baik. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Indonesia yang baru adalah masyarakat yang demokratis yang memungkinkan bagi terciptanya partisipasi masyarakat secara luas dalam menentukan nasib mereka sendiri. 

“Ini adalah hal yang mudah untuk dikatakan, namun pelaksanaannya sangat rumit sebagaimana makin menurun tingkat saling percaya satu sama lainnya,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Upaya ini hanya dapat dicapai dengan mengubah struktur dasar, tidak hanya dari sistem politik, tetapi juga budaya dari masyarakat itu sendiri terutama budaya remaja kita dewasa ini.

Dengan kata lain, imbuhnya, semua orang harus berperan aktif untuk mewujudkan impian mereka tentang Indonesia baru. Ketika masyarakat Indonesia berbagi mimpi yang sama, sementara sifat heterogenitas bangsa Indonesia, yang terdiri dari orang dengan berbagai tingkat pendidikan dan kedewasaan politik dan budaya, pasti menimbulkan masalah besar jika tidak dikelola dengan baik dan benar serta bijaksana.

Meski ada nada pesimistis dengan situasi bangsa saat ini, yang masih mencerminkan akar budaya dan cara berpikir (budaya ketertutupan) dan belum benar-benar siap menerima keragaman dan perbedaan. 

“Namun, Saya juga melihat secercah harapan. Sebagian remaja Indonesia telah positif dipengaruhi oleh budaya keterbukaan. Mereka sekarang berani untuk mengutarakan pendapat mereka di dunia maya, diskusi terbuka dan lain-lain,” terang Ghopur. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Syariah, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selasa, 15 Agustus 2006

LAZISNU Pati Jalin Kemitraan dengan BPR Syariah Artha Mas Abadi

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah menjalin kerja sama dengan PT BPR Syariah Artha Mas Abadi Pati di bidang pengelolaan zakat karyawan dan perusahaan dari BPR Syariah Artha Mas Abadi.

LAZISNU Pati Jalin Kemitraan dengan BPR Syariah Artha Mas Abadi (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pati Jalin Kemitraan dengan BPR Syariah Artha Mas Abadi (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pati Jalin Kemitraan dengan BPR Syariah Artha Mas Abadi

BPR Syariah Artha Mas Abadi yang berkantor pusat di Jalan Raya Pati Tayu Km. 19 Waturoyo, Margoyoso, Pati, merupakan sebuah bank syariah yang didirikan Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati, pesantren milik almarhum KH MA Sahal Mahfudh.

Dalam siaran pers, Rabu (22/4), Hj Sri Hariyani selaku Direktur Utama BPRS Artha Mas Abadi menyatakan, kerja sama ini merupakan langkah kongkret pihaknya dalam menjalankan amanah Undang-Undang No. 23 tahun 2013 tentang Pengelolaan Zakat yang mengharuskan bank syariah menyalurkan dana zakat perusahaannya kepada Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Dari sekian banyak LAZNAS yang ada, BPRS Artha Mas Abadi memilih bekerja sama dengan LAZISNU Pati karena sesuai dengan rekomendasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan memiliki kesamaaan latar belakang kultur keagamaan yaitu sama-sama warga Nahdliyin,” ujarnya.

Ketua LAZISNU Pati KH Asnawi Rohmat mengaku senang karena dapat bekerja sama dengan perbankan syariah. Menurutnya, kedua lembaga ini memiliki visi dan misi yang sama untuk memberdayakan ekonomi umat. Kerja sama dengan BPRS Artha Mas Abadi ini merupakan awal bagi LAZISNU Pati untuk melebarkan sayap dan bersinergi dengan lembaga keuangan lain. Rencana ke depan, LAZISNU Pati akan menjalin kerja sama dengan lebih banyak lagi perbankan syariah dan mengoptimalkan jaringan MWC-MWC NU di wilayah Pati untuk menyosialisasikan program-program LAZISNU Pati.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Penandatanganan perjanjian nota kesepahaman (MoU) dilakukan pada 14 April 2015 di kantor pusat PT BPR Syariah Artha Mas Abadi. Dari perwakilan LAZISNU Pati KH Asnawi Rohmat dan KH. Junaidi Halim dan dari pihak BPRS Artha Mas Abadi hadir Hj. Sri Hariyani dan Mumu Mubarok selaku Direksi. Hadir pula dalam acara tersebut KH. Ahmad Manhajussidad yang menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PCNU Pati sekaligus sebagai Dewan Pengawas Syariah BPRS Artha Mas Abadi.

KH Ahmad Manhajussidad mendukung sepenuhnya terobosan dari LAZISNU Pati untuk menggandeng perbankan syariah dalam menjalankan program-programnya. Ia berharap semoga kerja sama ini senantiasa mendapat ridlo dari Allah SWT dan agar terus dilakukan pengembangan serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Dengan disepakatinya perjanjian kerja sama ini, maka pada saat yang bersamaan langsung dilakukan penyerahan dana zakat sebesar Rp 50.497.601,01 dari BPRS Artha Mas Abadi kepada LAZISNU Pati. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan oleh kedua belah pihak secara bersama-sama kepada para mustahiq melalui beberapa program pemberdayaan yang telah disepakati. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Khutbah, Nahdlatul, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 17 Juni 2006

Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Terkait terjadinya tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita dari etnis Rohingya, di daerah Arakan, Wilayah Rakhine, Myanmar sejak rangkaian serangan pada tanggal 9 Oktober 2016 hingga saat ini.

GP Ansor telah membaca dengan seksama laporan UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) - 2017 maupun laporan-laporan dari lembaga yang dipercaya lainnya, di mana diketahui 60 ribu lebih etnis Rohingya merasa nyawanya terancam pergi menyelamatkan diri dari daerah konflik, ribuan lebih korban telah tewas dibunuh secara keji, ribuan orang pula telah dihilangkan secara paksa, 64% dari etnis Rohingya melaporkan pernah mengalami penyiksaan secara fisik maupun mental, 52% perempuan Rohingya melaporkan mengalami pemerkosaan dan/atau pelecehan seksual lainnya yang mengerikan, ditambah lagi dengan penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang sekaligus penyiksaan selama penahanan terhadap ribuan warga Rohingya, perusakan maupun penjarahan terhadap rumah, harta benda, makanan dan sumber makanan warga Rohingya secara masif, serta pengabaian maupun ketiadaan perawatan kesehatan terhadap para korban.

Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan-Rakhine, Myanmar

GP Ansor menilai bahwa ini merupakan tragedi kemanusiaan terparah di kawasan Asia Tenggara saat ini, dan menduga keras ini dilakukan oleh tangan negara, baik aparat militer, keamanan, kepolisian maupun pemerintahan Myanmar, setidaknya didasarkan pada laporan pengindraan secara satelit oleh UNOSAT maupun HRW, terdapatnya pola-pola (patterns) serangan terhadap desa-desa etnis Rohingya yang memang telah ditargetkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

GP Ansor mengkaji dengan seksama, khususnya secara geopolitik mengapa terjadi insiden serangan dengan menargetkan wilayah-wilayah yang dihuni etnis Rohingya pada tahun 2013, kemudian 2016 dan semakin menguat di tahun 2017 ini dengan intensifikasi jumlah korban dan jenis kekejian yang dilakukan.

GP Ansor menilai tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya merupakan konflik geopolitik, khususnya pertarungan kuasa dan kekuasaan (yang tak seimbang) di daerah Arakan-Rakhine, yang dihuni mayoritas etnis Rohingya, dengan dugaan kuat didasarkan pada perebutan secara paksa tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas, khususnya di wilayah-wilayah sekitar: 1). Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 193,6 juta kubik kaki per hari) dan pipa minyak (mulai beroperasi 1 Desember 2013 dengan kapasitas 400 ribu barrels per hari) dari Kyauk Phyu ke perbatasan China sepanjang 803 km - yang dikelola oleh konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 50,9 % CNPC (China), 25,04% Daewoo International (Korea), 8,35% ONGC (India), 7,37% MOGE (Myanmar), 4,17% GAIL (India) dan 4,17% investor-investor swasta lainnya; 2). Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 105,6 juta kaki kubik per hari) dari Shwe ke Kyauk Phyu sepanjang 110 km - yang dikelola oleh konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 51% Daewoo International (Korea), 17% ONGC (India), 15% MOGE (Myanmar), 8,5% GAIL (India) dan 8,5 KOGAS (Korea); 3). Blok-blok minyak dan gas di Semenanjung Rakhine di mana Daewoo International (Korea), ONGC (India), MOGE (Myanmar), GAIL (India), KOGAS (Korea), Woodside Petroleum (Australia), CNPC (China), Shell (Belanda/Inggris), Petronas (Malaysia), MOECO (Jepang), Statoil (Norweigia), Ophir Energy (Inggris), Parami Energy (Myanmar), Chevron (Amerika Serikat), Royal Marine Engineering (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar), Total (Prancis), PTTEP (Thailand) dan Petronas Carigali (Malaysia) beroperasi dan berproduksi, di mana daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 7,836 triliun kaki kubik gas dan 1,379 milyar barel? minyak - yang beberapa blok di antaranya berproduksi sejak 2013, ditawarkan tahun ini sebagai temuan baru, dan beberapa blok lainnya jatuh tempo kontraknya tahun 2017 ini; dan 4). Blok-blok minyak dan gas di daratan Arakan di mana North Petro-Chem Corp (China), Gold Petrol (Myanmar), Interra Resources (Singapura), Geopetrol (Prancis), Petronas Carigali (Malaysia), PetroleumBrunei (Brunei), IGE Ltd. (Inggris), EPI Holdings (Hongkong/China), Aye Myint Khaing (Mynmar), PTTEP (Thailand), MOECO (Jepang), Palang Sophon (Thailand), WIN Resources (Amerika Serikat), Bashneft (Russia), A1 Construction (Myanmar), Smart Technical Services (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar) dan ONGC (India) beroperasi dan berproduksi, di mana daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 1,744 triliun kaki kubik gas dan 1,569 milyar barel minyak-yang beberapa blok di antaranya jatuh tempo kontraknya pada tahun 2017 ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

GP Ansor juga mempelajari konflik geopolitik yang sangat berdarah di daerah-daerah kaya sumber daya alam khususnya minyak dan gas (Oil & Gas Blood) atau kutukan sumber daya (Resource Curse) bukan fenomena khas Myanmar, dan bukan hanya menimpa etnis Rohingya, tapi juga terjadi di belahan bumi yang lain-di mana untuk menutup operasi apropriasi kapital dan sumber daya secara menjijikkan operator-operator di lapangan membungkus dan/atau menutupnya dengan konflik antaretnis, antaragama, antarkelompok masyarakat-dengan tujuan agar akar maupun persoalan sebenarnya menjadi kabur dan tersamar.

GP Ansor juga membaca bahwa saudara-saudara kita dari etnis Rohingya yang tinggal di daerah Arakan - Rakhine memang menjadi sasaran khusus dengan operasi terselubung (covered operation) apropriasi kapital dan sumber daya yang secara biadab dan terencana menyasar praktik dan simbol agama serta membenturkan antar ummat beragama ermasuk di dalamnya dengan melakukan pembakaran Al-Quran, pemerkosaan di Masjid, mempersenjatai dan memprovokasi warga Rakhine untuk juga melakukan persekusi terhadap minoritas Rohingya.

GP Ansor juga mencermati bahwa tragedi kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya karena situasi di mana pemeluk agama mayoritas yang sebenarnya moderat memilih diam dan bukan melawan saat terjadi persekusi terhadap kaum minoritas, Aung San Sukyi, sang penerima Nobel Perdamaian, hanyalah contoh paling memuakkan dari diamnya mayoritas.

GP Ansor juga menyadari bahwa penyelesaian kasus Rohingya akan menjadi sulit, terlebih melihat banyaknya pihak, negara dan korporasi yang berkepentingan terhadap penguasaan aset, kapital maupun sumber daya di daerah-daerah di mana saudara-saudara kita etnis Rohingya sebelumnya dan/atau saat ini tinggal.

GP Ansor juga menilai sangat sulit bagi ASEAN untuk bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, mengingat selain Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura dan Brunei juga memiliki perusahaan nasional yang beroperasi dan berproduksi di daerah konflik geopolitik tersebut, dan meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk lebih aktif bersuara dan cenderung memimpin aliansi mitra dialog dan diplomasi hak asasi manusia (Human Rights Diplomacy) mengingat: 1). Posisi Indonesia yang cenderung netral dari kepentingan geopolitik di wilayah tersebut; 2). Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan; dan 3). Indonesia secara tegas dalam konstitusi menghendaki agar penindasan di muka bumi harus dihapuskan.

GP Ansor juga mengajak organisasi kepemudaan dan masyarakat Indonesia lainnya, untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dan misi bantuan kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya, serta melakukan secara lebih aktif lagi People-to-People Diplomacy di kawasan, dengan tentu saja dengan kesadaran agar konflik geopolitik di Myanmar itu tidak diimpor ke negeri kita.

GP Ansor juga menyarankan agar mensholat ghoibkan para korban yang tewas, mengirimkan doa khusus dan juga membaca Hizb Nasr agar para korban yang tewas mendapat ketenangan, agar para korban terluka ringan maupun berat segera mendapatkan kesembuhan, agar para korban yang hilang bisa diketemukan dalam keadaan hidup dan sehat, agar para korban yang mengungsi mendapatkan keamanan dan perlindungan, dan agar perdamaian abadi bisa kembali hadir di Negeri Myanmar sehingga para pengungsi dapat pulang ke tanah mereka dengan jaminan keamanan dan perlindungan.

Akhirnya, GP Ansor mengutuk keras tragedi kemanusian terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya di Myanmar sekaligus mengajak kita semua untuk menyatukan hati, tekad, semangat dan usaha #KitaIniSama satu tujuan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta tentu saja tidak memilih diam terhadap setiap ujaran kebencian, permusuhan dan persekusi terhadap minoritas.

Pernyataan ini ditandatangani oleh Wakil Sekjen PP GP Ansor Mahmud Syaltout. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 20 Februari 2005

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tahun ini diprediksi mengalami perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan. Namun demikian, keputusan dua ormas terbesar di Indonesia ini tentang 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri diperkirakan serentak 28 Juli 2014.

Warga NU diperkirakan akan mulai berpuasa pada 29 Juni 2014. Sementara Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan akan berpuasa pada 28 Juni 2014.

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengungkapkan bahwa penetapan sementara itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi (Rakor) PWNU Jawa Timur pada 2 Juni lalu. Pada rapat tersebut, diperkirakan awal bulan Ramadhan jatuh pada Ahad 29 Juni 2014.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Hal itu karena berdasarkan metode rukyatul hilal (melihat langsung bulan sabit). Posisi hilal ada pada titik 0,085 derajat. Perlu dicatat, ini penghitungan sementara,” ujarnya, Jumat (20/6) sore di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo.

Pada posisi itu kata Kiai Syaiful Hadi, pada posisi itu bulan sangat dimungkinkan tidak terlihat secara kasat mata. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga terlihatnya hilal pada posisi 0,085 derajat itu yang tepat di hari Ahad, pertanda dimulainya puasa,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pandangan itu berdasarkan hasil pemaparan tim rukyatul hilal PWNU Jawa Timur. Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur KH. Sholeh Hayat, posisi itu berdasarkan peredaran bulan pada awal Sya’ban.

“Penetapan sementara ini berdasarkan pergeseran bulan. Tetapi keputusan resminya tunggu nanti, pada 29 Sya’ban atau 27 Juni. Saat itu NU akan melakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Diketahui, selama ini selain menggunakan metode hisab (penghitungan matematis) untuk memprediksi, NU juga memakai metode rukyat atau melihat langsung hilal untuk memastikan hasil akhir. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Amalan, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 23 Januari 2005

Ketika Ratusan Banser Pamekasan Menangis Berjamaah

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sejauh ini dikenal dengan ketegasan dan kedisipliannya. Meski begitu, hati mereka juga lembut.

Ketika Ratusan Banser Pamekasan Menangis Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Ratusan Banser Pamekasan Menangis Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Ratusan Banser Pamekasan Menangis Berjamaah

Setidaknya, hal itu terlihat saat penutupan Diklatsar-IX Banser di Pesantren Sekar Anyar, Desa Rimbuh, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Ahad (25/12). Ratusan Banser menangis secara berjamaah.

Nyaris seluruh peserta dan panitia diklatsar menangis haru dan bangga mampu melewati diklatsar yang begitu berat. Bahkan, Pengasuh Sekar Anyar Kiai Afifurrahman pun sempat meneteskan air mata dan bangga dengan seluruh kerja keras peserta dan panitia.

Ketua PC GP Ansor Pamekasan Fathorrahman pun merasa haru atas lancarnya kegiatan tersebut. Instruktur Diklatsar H. Hafid yang dikenal garang selama diklatsar, juga menangis sesenggukan.

Rentetan kegiatan akhir diklatsar dimulai dengan apel penutupan yang dikomandani sahabat Jamaluddin Selaku Kasatkorcab Banser PC GP Ansor Pamekasan dengan pembina upacara Fathorrahman, dilanjutkan dengan doa oleh KH. Afifurrahman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Usai upacara apel, seluruh peserta bersalaman secara berurut dengan pengasuh pesantren dan panitia diiringi dengan sholawat Badar. Momentum inilah yang memicu isak tangis seluruh peserta apel. (Hairul Anam/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sunnah, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw