Minggu, 26 Juni 2016

Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme

Lombok, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Deklarasi bersama gerakan antiradikalisme ditandai dengan penandatanganan dan pembacaan naskah ikrar untuk membangun komitmen bersama antisegala bentuk radikalisme yang diselenggarakan oleh NU dan banomnya di pesantren Al-Mansyuriah Talimussibyan, Bonder, Praya Barat, Senin (15/6). Deklarasi yang diprakarsai oleh pemuda NU NTB ini didukung Polda dan TNI setempat.

Badan otonom NU yang tampak hadir Muslimat NU, Fatayat NU, Satkorwil Banser, Pagar Nusa, IPNU, IPPNU. Terlibat pula PKC PMII NTB, tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor, Polda dan TNI NTB Deklarasi Gerakan Antiradikalisme

Hadir sejumlah pengurus NU seperti Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur, pimpinan pesantren Babussalam Batu Nyala Praya TGH Syamsul Hadi, dan sejumlah pimpinan Banom NU NTB, dan ratusan masyarkat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sedangkan dari unsur aparat kepolisian hadir Dirbinmas Kombes Pol Suwarto yang mewakili Polda NTB, Kapolres Loteng AKBP Nuroddin SIK, dan Dandim Praya yang diwakili Kapten Abdul Razak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Pagar Nusa NTB Murakip Usman selaku pelaksana utama menyinggung bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian NU atas maraknya paham-paham yang cenderung merusak kebudayaan setempat dan tidak jarang berakhir pada kekerasan.

Ikrar ini, kata Murakip, merupakan komitmen bersama melawan antiradikalisme. "Jauh sebelumnya sudah kita diskusikan bersama dengan semua pihak dan juga pihak kepolisian," katanya.

Ia mengucapkan rasa terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan TNI yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. NU, lanjut dia, merupakan pejuang dasar negara ini. Hal ini juga sebagai wujud silaturrahmi dengan mempertegas kembali bahwa NKRI sudah final.

"Kita harus bersama-sama melawan terhadap paham-paham radikal yang merasuki masyarakat. Ini adalah perjuangan kita bersama-sama sampai titik darah penghabisan untuk memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.” (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren, Internasional, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 23 Juni 2016

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw RMI NU, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 22 Juni 2016

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Berbagai prestasi terus dicapai oleh IPPNU Banyuwangi. Hal itu diwujudkan dengan diraihnya gelar Juara Umum IPPNU Award, Juara Ketiga Lomba Qosidah, dan Juara Ketiga Lomba Mars IPPNU oleh IPPNU Banyuwangi.

Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka Konferensi Wilayah Ke-19 IPPNU Jawa Timur oleh IPPNU Jawa Timur pada bulan Agustus lalu di Kantor PWNU Jawa Timur.

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Penyerahan piala dan hadiah yang dilakukan pada Pra Konferwil Ke-19 IPPNU Jawa Timur di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jumat (2/12). Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan seluruh pengurus IPPNU se-Jawa Timur. Turut hadir juga Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menerima piala Juara Umum IPPNU Award yang diserahkan oleh Gus Ipul. Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan dalam lomba ini sangat singkat karena keterbatasan waktu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Meskipun waktu untuk latihan mepet dan persiapan kurang begitu maksimal, alhamdulilah yang kami lakukan membuahkan hasil," kata Halimah saat diwawancari lewat ponsel

Halimah mengajak kadernya untuk mempertahankan dan menyempurnakan capaian prestasi ini dengan sebaik-baiknya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"IPPNU Banyuwangi harus bisa bersaing secara sehat dengan yang lain. Kita akan pertahankan prestasi itu dengan meningkatkan bakat para pelajar NU Banyuwangi. Dengan ini (prestasi), semoga dapat dicontoh oleh para pelajar NU Banyuwangi yang lainnya," harapnya.

Selain perolehan juara tersebut, IPPNU Banyuwangi juga meraih juara 6 dari 10 besar yang diraih oleh Risa Nurhayati, dalam Lomba Duta Pelajar Putri Jawa Timur. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 19 Juni 2016

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta



Solo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pemutaran film Bid’ah Cinta di Kota Solo, mendapat sambutan yang baik dari warga setempat, khususnya dari kalangan pesantren. Ahmad misalnya, datang bersama kawan-kawan grup hadrah. “Saya tertarik dengan film ini, karena sangat ramai diperbincangkan di lini massa,” ungkap warga Kiringan itu, saat ditemui Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw? sebelum memasuki studio di salah satu bioskop di Solo, Jumat (17/3) lalu.

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi dari Bidah Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi dari Bidah Cinta

Dari pengamatan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, film besutan sutradara Nurman Hakim tersebut menampilkan sebuah fenomena yang kini sudah banyak terjadi di kampung-kampung. Dikisahkan, kondisi sosial kegamaan di sebuah kampung tempat tinggal Kamal (Dimas Aditya) dan Khalida (Ayushita Nugraha), yang dulunya kondusif, menjadi sedikit kisruh, setelah kedatangan Ustadz Jaiz (Alex Abbad).

Pelbagai tradisi keagamaan yang sudah mengakar dalam masyarakat, seperti maulidan, yasinan dan sebagainya tiba-tiba dilarang oleh sang ustadz. Tak pelak, pelarangan tersebut memicu konflik antara ia dengan warga.

Sekretaris PAC GP Ansor Boyolali, Zaenuri, yang juga ikut menonton film tersebut berpendapat, pada film Bid’ah Cinta ini, para penonton disuguhkan sebuah pesan moral tentang pentingnya saling menghargai dalam perbedaan.

“Di dunia nyata, kondisi ini juga sudah banyak terjadi. Mestinya perbedaan yang ada dapat teratasi kalau ada pemahaman untuk menghargai sebuah perbedaan,” tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Para penonton film Bid’ah Cinta di Kota Solo, juga mendapatkan souvenir berupa kaset CD lagu soundtrack film Bid’ah Cinta, berisi dua lagu yang dinyanyikan Sabrang (Noe Letto). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul Ulama, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 18 Juni 2016

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyambut baik kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimnas) II yang diadakan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU pada 18-23 September 2017 di Lapangan Tembak AKMIL Salaman dan Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Dukung Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU

"Kami akan men-support dan mendukung penuh acara ini," katanya saat memberi sambuatan di acara Launching Perwimnas II di Lantai 8, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (25/3).

Menpora juga menambahkan, selain bina diri, bina sosial, dan bina lingkungan, ada satu hal lagi yang tak kalah penting yaitu pramuka untuk masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Pramuka bukan hanya untuk pramuka saja, pramuka bukan hanya untuk komunitas saja, tapi pramuka untuk masyarakat, pramuka untuk semua warga negara," lanjutnya di hadapan pengurus Satuan Komunitas (Sako) Ma’arif NU yang hadir saat itu.

Terahir, Menpora meminta ada waktu sehari penuh bagi peserta yang mengikuti Perwimnas II bisa beradaptasi ke rumah-rumah kemasyarakat, tidak hanya di perkemahan. Peserta bisa melihat budaya dan tradisi msayarakat yang mungkin bebeda antara budaya masyarakat yang satu dan yang lainnya. (Kifayatul Ahyar/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 11 Juni 2016

Ini Lafal Doa Balas Budi Orang Lain

Manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Untuk bisa tersaji di atas meja kita, nasi dan lauk pauknya melewati proses panjang dan melelahkan yang melibatkan banyak orang. Belum lagi orang-orang yang berbuat baik kepada kita secara cuma-cuma seperti bantuan yang kita terima di tengah perjalanan.

Karenanya Islam mengajarkan kita untuk membalas budi baik orang lain. Di samping itu kita juga dianjurkan untuk mendoakan mereka yang telah berbuat baik kepada kita. Hal ini diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui doa berikut ini.

Ini Lafal Doa Balas Budi Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Lafal Doa Balas Budi Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Lafal Doa Balas Budi Orang Lain

? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jazâkallâhu khairâ

Artinya, “Semoga Allah membalasmu dengan ganjaran yang baik.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga mengajarkan umatnya untuk mendoakan keberkahan untuk mereka yang berbuat baik. Rasulullah SAW membaca doa ini ketika mengembalikan uang sebesar 40 ribu yang dipinjamnya dari Abdullah bin Abi Rabi‘ah.

? ? ? ? ? ?

Bârakallâhu laka fî ahlika wa mâlika

Artinya, “Semoga Allah memberkahimu pada keluarga dan juga hartamu.”

Kepada anak kecil pun, Rasulullah SAW tidak meremehkan budi baik. Karenanya, ketika Abdullah bin Abbas yang masih remaja itu menyediakan air wudhu untuk Rasulullah, Beliau SAW berdoa agar Ibnu Abbas menjadi anak yang pintar.

? ? " ? ? " ? ? ?

Allhâhumma faqqihhu,” atau dalam riwayat Imam Bukhari, “Allâhumma faqqihhu fid dîn.”

Artinya, “Tuhanku, bukalah pemahaman pengetahuan untuknya.” Pada riwayat Imam Al-Bukhari, “Tuhanku, bukalah pemahaman pengetahuan agama untuknya.”

Dari beberapa riwayat di atas, Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya agar menghargai budi baik orang lain, bahkan budi baik anak kecil sekalipun. Semua riwayat doa di atas disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar.

Selain dengan bahasa Arab, kita juga boleh mendoakan orang lain yang berbuat baik kepada kita dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 06 Juni 2016

Sekelumit Tentang Dakwah NU di Belanda

Kairo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda berdiri tidak dalam sekejap. Pada mulanya, kaum Nahdliyin di Belanda masih menyembunyikan identitasnya dan hanya bisa dideteksi dari kesamaan aktivitasnya.

Sekelumit Tentang Dakwah NU di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekelumit Tentang Dakwah NU di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekelumit Tentang Dakwah NU di Belanda

Dari jumlah 16 ribu jiwa WNI yang ada di Belanda, ternyata dideteksi cukup banyak yang merupakan warga nahdliyin. Barulah di tahun 2005 lalu didirikan KNB (Keluarga NU Belanda) yang ternyata mendapat respon luar biasa dari WNI muslim di sana. Dari situ, KNB lantas bermetamorfosa menjadi PCINU Belanda dan diresmikan oleh KH Ahmad Mustafa Bisri atau Gus Mus.

Demikian diceritakn Rais Syuriah PCINU Belanda KH Nur Hasyim Subadi dalam kunjungannya ke sekretariat PCINU Mesir Gamik, Nasr City, Kairo, Mesir, Rabu petang (25/02) waktu setempat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam peresmian PCINU Belanda digelar pula workhshop seputar "Globalisasi Islam dan Islam di Nusantara". Tanggapan masyarakat internasional ternyata sangat antusias. Menurut Kiai Nur Hasyim, masyarakat Eropa pun menilai NU bisa menjadi solusi atas banyak munculnya aliran Islam ekstrimis dewasa ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menambahkan, faktor agresivitas dari kaum ekstremis yang berupaya menjadi corong Islam termasuk pemantik lain keharusan berdirinya PCINU Belanda. “Sebab, NU-lah yang termasuk tepat menjadi wakil Indonesia dalam mengabarkan Islam bagi dunia mana pun,” ujar alumnus Universitas al-Azhar fakultas Syariah itu.

Mustasyar PCINU Belanda KH Ahmad Naf’an Sulchan yang datang bersama Kiai Nur Hasyim juga mengisahkan proses dakwah di Belanda yang menggunakan pedekatan persuasif dan kultural. Kondisi cara berpakaian dan kultur Belanda yang berbeda dengan Indonesia berusaha disiasati dengan cerdik.

Hingga akhirnya, lanjutnya, para anggota jamaah yang awalnya berpakaian mini, lama-lama memanjangkan pakaian roknya. Belakangan, para anggota komunitas pengajian cikal bakal PPMI (Persatuan Pemuda Muslim Indonesia) Belanda itu kini rata-rata telah berhijab dan berpakaian lebih sesuai dengan syariat Islam.

Dalam kesempatn tersebut, salah satu dewan penasihat PCINU yang telah bermukim di Belanda selama 40 tahun ini berpesan agar para aktivis muda PCINU Mesir memantapkan langkah dan jangan pernah ragu berjuang demi NU.

“Jangan hanya giat mendirikan komunitas baru, lantas eksis sesaat lalu mati begitu saja. Tetapi organisasi NU yang sudah ada dan dalam perjalanan sejarahnya terbukti tepat untuk mendakwahkan Islam harus selalu dijaga,” tandas kiai asal Jepara itu.

Ia juga mengingatkan para kader muda NU rajin menuliskan hal-hal terkait syariat Islam, dengan bahasa yang paling mudah dicerna oleh masyarakat dunia mana pun, bila perlu diterjemahkan ke bahasa-bahasa di luar bahasa Indonesia.

Kehadiran Nur Hasyim dan Ahmad Naf’an Sulchan disambut PCINU Mesir dengan acara sarasehan bertajuk “Meneropong Perkembangan Islam di Eropa bersama Rais Syuriah dan Mustasyar PCINU Belanda.” Acara diikuti sekitar 70 aktivis PCINU Mesir yang bermukim di sekitar sekretariat.

Dua tokoh NU Belanda mengaku sangat bahagia bisa silaturahim dengan Nahdliyin di Mesir. Selain mengulas sekilas sejarah NU Belanda, kedunya juga menjelaskan pengalaman dan penngetahuan mereka tentang potret Islam di Eropa. (Muhakam Zein/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Santri, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw