Sabtu, 21 Juli 2012

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

Tegal, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw 

Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahldtul ‘Ulama Kecamatan Slawi masa khidmat 2012-2017 Resmi dilantik , akhir pekan lalu di Jalan Gajah Mada Desa Kalisapu Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. 

MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

Bertindak melantik ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, H. Ahmad Wasy’ari, MM didampingi sekretrisnya H. Nur Kholis. Seusai pelantikan Ahmad Wasy’ari berpesan agar MWC Slawi mempertegas program kerjanya, karena Slawi menjadi barometer NU di Kabupaten Tegal. 

“Sebaik apapun MWC NU lain, kalau belum Slawi tidak akan dilihat, karena bukan yang menjadi sentral ibu kota Kabupaten. Tapi sebaliknya sekurang baik apapun Slawi akan terlihat karena akan menjadi barometer dan basis khidmat organisasi. Rapatkan barisan untuk membuat rem perjalanan organisasi kedepan," tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ini juga perlu dicermati, lanjut mantan ketua PC IPNU dua periode itu, karena Nabi Muhammad juga mulai bergerak dakwahnya dari kota bukan, yaitu di Madinah dan Mekkah. "Kesadaran membangun organisasi inilah yang perlau kita perbaiki demi masa depan agar menjadi organisasi yang betul-betul bermartabat dan berdaya guna dan bisa dirasakan oleh siapapun." 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia bercerita, Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi pendirian NU tahun 1926 mengingtakan kepada kita semua pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat, ini seolah-olah kaia Hasyim dulu sudah memperediksi bahwa umat akan bercerai-berai. 

“Apa yang difatwakan oleh beliu Hadrotus Syaikh sekarang juga dapat dirsakan citra umat Islam dimata dunia juga sudah dirusak oleh gerakan radikalisme, teroris dan fundamnetalis, akibatnya Islam sebagai agama rahmatnya untuk alam buruk citranya,"  jelasnya.

Ini juga penting, masih kata dia, karena kekuatan besar yang tidak teriorganisir kan kalah dengan kekuatan kecil yang terorganisir. “Untuk itu jaga citra NU sebagai organisasi penjaga Aswaja dan rahmat bagi semesta alam,” pesannya.

Sementara ketua tanfidziyah MWCNU Kecamatan Slawi H. Bahrudin, M.SI, saat dimintai keterangan terkait program kerjanya dia tidak berbicara banyak. “Kami tidak akan mengaindai-andai menggalang program, hanya saja pengurus MWC NU Slawi perlu adanya penataan dan action organisasi yang betul-betul matang dan terprogram dengan baik,” katanya.

Mungkin Slawi belum bisa disejajarkan dengan MWC-MWC yang lain yang ada di kabupaten Tegal, namun kami berikhtiar kedepan mudah-mudahan yang lebih baik, kemajemukan aqidah masyarakat Slawi juga harus menjadi perhatian agar persatuan dan kesatuan umat tidak juga rusak, “Mari kita tunjukan jati diri dan kedewasaan kita dengan cinta dan kasih sayang, karena dengan cinta akan timbul kasih sayang .”  

Turut hadir dalam kegiatan itu camat Slawi, Kapolsek Slawi, jajaran PCNU Kabupaten Tegal dan sejumlah tokoh kecamatan Slawi. Kegiatan itu juga di meriahkan dengan organ tunggal al Jawahir dan juga pengajian umum dengan pembicara KH. Dirjo Abdul Hadi dari Kabupaten Brebes. 

Kontributor: Abdul Muiz        

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 04 Juli 2012

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU di Boyolali, Jawa Tengah, kali ini mengambil tema “Pelajar Islam Berbudaya Untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa”. Tema ini, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Farida Farichah selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam penyelenggaraan kongres.

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Jadi Ajang Menambah Kecintaan kepada Bangsa

“Kongres yang diselenggarakan berganti-ganti dari satu wilayah ke wilayah lain, selain untuk forum silaturahim, juga untuk mengenalkan wilayah seluruh Indonesia kepada kader,” kata Farida, pada pertemuan pimpinan pusat, perwakilan pimpinan wilayah dan cabang, Jumat (4/11) malam.

Dipaparkan Farichah, semisal cabang Boyolali selama ini mungkin hanya tahu wilayahnya sendiri. “Namun, dengan adanya kongres setiap 3 tahun sekali, mereka bisa mengunjungi wilayah di Tanah Air, sehingga kecintaan mereka terhadap negeri ini diharapkan juga bisa bertambah,” terang dia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia menambahkan, salah satu tugas dari IPNU-IPPNU adalah menjaga tradisi NU dan menjaga NKRI. “Hari ini benih radikalisme sudah masuk ke sekolah-sekolah. Tugas kader IPNU-IPPNU membawa islam yang toleran. Untuk memberikan informasi berimbang tentang makna islam itu sendiri,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU, Khairul Anam HS, mengatakan tema ini dimaksudkan untuk membangun toleransi dalam berkehidupan bermasyarakat satu sama lain dan upaya untuk memperkuat karakter kesatuan bangsa. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaNu, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kamis, 28 Juni 2012

Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei

Jakarta, NU  Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1438 H jatuh pada Sabtu (27/5) besok. Ikhbar ini berdasarkan laporan tim rukyat NU dari berbagai titik di Indonesia yang menyatakan berhasil melihat hilal.

Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhbar PBNU: Awal Ramadhan Jatuh Sabtu 27 Mei

Ikhbar disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj setelah mendengarkan laporan hasil observasi langit oleh tim rukyat NU di sejumlah titik melalui telekonferensi di ruang Nusantara Command Center (NCC) Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (26/5) petang.

Dalam telekonferensi tersebut, dilaporkan hilal telihat di Bukit Condrodipo, Gresik Jawa Timur, posisi hilal pada ketinggian 7 derajat. Hilal di atas ufuk sekitar sekitar 31 menit sejak pukul 17.21 WIB.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hilal juga terlihat di Lamongan pada pukul 17.38 hingga delapan menit berikutnya. Posisi hilal 5 derajat.

Dengan demikian, pengumuman PBNU tentang awal Ramadhan sesuai dengan ketetapan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Memasuki bulan Ramadhan ini, Kiai Said mengimbau agar warga NU melakukan shalat tarawih dan witir mulai Jumat malam ini. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Makam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 20 Juni 2012

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 12 ribu lowongan kerja dari berbagai sektor tersedia dalam bursa kerja nasional (Job Fair) di Jakarta Internasional Expo (JIEXPO) Kemayoran yang digelar tanggal 25-26 Agustus 2017 mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto saat membuka job fair pada Jumat (25/8), kegiatan job fair merupakan komitmen pemerintah untuk mengurangi pengangguran.

"Kita mendorong agar penyelenggarakan bursa kerja diperbanyak di berbagai daerah bukan hanya di Jakarta. Untuk bisa meningkatkan partisipasi dari angkatan kerja kita yang belum bekerja agar bisa bekerja," ujar Hery.

Hingga jobfair dibuka Jumat (25/8) ini, jumlah pengunjung sudah terlihat mengantre di luar gedung. Hingga pagi ini sudah ada 23.100 peserta yang mendaftar secara online dan 10.000 peserta yang mendaftar secara offline.

Bagi pengunjung yang belum mendaftar, panitia juga menyediakan stand pendaftaran sehingga peserta bisa mendaftar secara langsung di lokasi. "Job fair ini melibatkan sekitar 213 perusahaan. Pencari kerja yang ingin datang besok (Sabtu), masih bisa mendaftar secara online juga. Job fair ini juga terbuka untuk rekan disabilitas," ungkap Hery.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Adapun, pendaftaran online dapat dilakukan melalui web site kemnaker.go.id dan jiexpo.jobfair atau untuk mendapat informasi lebih lanjut dapat menghubungi call center 021-26645000.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Job Fair Gratis

Sekjen Kemnaker Hery menambahkan penyelenggaraan job fair tidak boleh memungut biaya apapun kepada pencari kerja. Sekjen perlu mengingatkan hal tersebut karena akhir-akhir ini marak lembaga swasta dan event organizer (EO) yang menyelenggarakan job fair dengan tujuan bisnis.

"Setiap pelaksanaan job fair tidak boleh memungut biaya dari para pencari kerja. Jadi harus gratis bagi pencari kerja," tegas Hery.

Hery menjelaskan penyelenggaraan job fair yang memungut biaya kepada pencari kerja melanggar Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Keppres 36 tahun 2002 tentang pengesahan ratifikasi konvensi ILO nomor 88 mengenai lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja.

Selain itu, mereka melanggar Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 39 Tahun 2016 Pasal 54 ayat 3 yang menyebutkan bahwa penyelenggara pameran kesempatan kerja (Job Fair) dilarang melakukan pungutan biaya dalam bentuk apapun kepada pencari kerja.

"Jika pencari kerja menemukan pelanggaran tersebut, bisa langsung melaporkan Dinas Tenaga Kerja setempat atau bisa juga lapor ke Kemnaker melalui akun media sosial Kemnaker yakni Twitter @KemnakerRI atau Instagram @kemnaker untuk mendapat tanggapan secara cepat," kata Hery. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jumat, 11 Mei 2012

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Asep Usman Ismail MAg menyatakan Indonesia merupakan lahan subur bagi tumbuhnya radikalisme.

Oleh karena itu, kata Prof Asep, dibutuhkan peran aktif seluruh komponen masyarakat untuk membendung penyebaran benih radikalisme tersebut, yang kini juga mulai merasuki dunia pendidikan.

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme

"Keluarga dan ulama adalah basis penting untuk memperkuat antiradikalisme di dunia pendidikan. Itu harus sinergi," katanya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, pemahaman antiradikalisme harus dimulai dari keluarga sehingga anak tidak gampang terpengaruh ajaran-ajaran radikal yang diterimanya dari luar.

Para ulama harus memberikan pengayaan tentang ajaran agama yang benar kepada keluarga-keluarga ini melalui majelis taklim, remaja masjid, pengajian, khotbah, dan berbagai komunikasi sosial lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Ulama harus bisa memberikan pengayaan dalam kapasitasnya sebagai obor masyarakat," kata dosen tetap Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah ini.

Untuk itu, kata dia, para mubaligh-mubalighah dan ustadz-ustandzah juga harus diberi pegangan antiradikalisme, misal melalui bacaan yang praktis dan mudah dicerna, mengingat mereka pun memliki tingkat pendidikan berbeda.

"Kalau ustadz dan ustadzahnya kurang bacaan, bagaimana dia menyampaikan ajaran yang benar kepada umat? Dia adalah juru bicara untuk ajaran-ajaran Islam yang benar dan harus disampaikan kepada umat," katanya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut dia, majelis taklim merupakan forum yang strategis karena berada di ruang publik dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang rentan terhadap pengaruh berbagai paham, termasuk radikalisme.?

"Jika wilayah jantung itu dibiarkan kosong maka benteng pertahanannya akan jebol. Karena itu, menurut hemat saya, kita semua harus bersinergi, negara masuk, ormas Islam masuk. Jika tidak, maka ruang kosong itu akan diambil alih oleh kelompok-kelompok radikal karena mereka sangat cepat dan jeli melihat peluang," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Senin, 30 April 2012

Kader Prematur Tanpa Peran

Oleh Muhammad Aras Prabowo?



Radikalisme dan terorisme adalah sebuah permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, hal tersebut bisa mengancam kedaulatan negara. Apa lagi radikalisme yang telah berkamuflase menjadi kelompok terorisme. Betul, bahwa tidak semua radikalisme adalah terorisme, namun awal dari terorisme adalah radikalisme.?

Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Prematur Tanpa Peran

Seperti yang diketahui bahwa aksi terorisme adalah perilaku melanggar undang-undang, oleh sebab itu terorisme adalah kelompok terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa tahun terakhir kelompok yang merasa dirinya paling benar ini kadang mengusik ketentraman masyarakat Indonesia. Aksi terornya menimbulkan kepanikan, bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Aksinya yang brutal membuat terorisme manjadi kejahatan luar biasa yang harus diperangi oleh setiap elemen di dalam masyarakat. Peran aktif masyarakat akan mempersempit perkembangan kelompok tersebut. Keikutsertaan masyarakat dalam menghambat kelompok terorisme akan banyak membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan radikal-terorisme di setiap wilayah.

Berdasarkan data dari riset terhadap 110 pelaku tindak pidana terorisme Research on Motivation and Root Causes of Terorism yang dilaksanakan oleh The Indonesian Research Team tahun 2012; Kementerian Luar Negeri, INSEP, dan Densus 88 menunjukkan profil pelaku aksi terorisme menurut usia sebagai berikut : di bawah 21 tahun 11,8%, 21 sampai dengan 30 tahun 47,3%, 31 sampai dengan 40 tahun 29,1% dan 40 tahu ke atas 11,8%. Data tersebut menunjukkan bahwa usia 21 sampai dengan 30 tahun yang mendominasi pelaku aksi terorisme. Berdasarkan usianya, pelaku ini banyak dari kalangan pemuda dan usia produktif dan sebagian dari mereka pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Disinyalir bahwa perguruan tinggi tidak lupuk dari virus radikalisme, termasuk organisasi yang akhir-akhir ini masih hangat dan menjadi pembicaraan atas pembubarannya dikarenakan menentang Pancasila serta ingin mengganti sistem pemerintahan menjadi khilafah.

Melihat fenomena tersebut, pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) begitu massif menggalang peran dan pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikal-terorisme. Salah satu program BNPT adalah pelibatan mahasiswa dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi. Program ini diharapkan dapat memberikan kesadaran dan pengetahuan mahasiswa mengenai radikalisme dan terorisme. Pada akhirnya peran aktif mahasiswa di dalam kampus sangat dibutuhkan untuk menghambat dan mempersempit perkembangan kelompok tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mahasiwa sebagai kelompok intelektual kampus dengan jiwa nasionalisme bisa membantu peran pemerintah dalam melakukan pencegahan radikalisme di perguruan tinggi. Selain sikap nasionalisme, sikap toleransi menjadi salah satu sikap yang harus terus dijaga dan dihidupkan dalam setiap diskusi-diskusi dalam kampus. Beberapa organisasi kemahasiswan dalam kampus juga diharapkan perannya dalam malakukan pencegahan dan menghambat paham radikal dan intoleransi di dalam kampus.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah salah satu organisasi kemahasiwaan yang sangat diharapkan untuk mengemban peran tersebut. ? Mencegah radikalisme, terorisme dan kelompok-kelompok ekstrim yang berniat menggantikan Pancasila sebagai dasar negara adalah asas dan tertuang dalam tujuan PMII yaitu komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, dalam asas PMII sangat jelas bahwa PMII berasaskan Pancasila. Oleh karenanya, PMII harus menjadi garda terdepan di perguruan tinggi dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme.

PMII harus menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ideologi untuk mengemban peran tersebut. ? Tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Itidal atau tegak lurus. Tasamuh atau toleransi, yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemahaman kader PMII mengenai konsep Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) menjadi sangat penting, sebab ini dilakukan demi merajut ukhuwah kelompok Ahlussunnah, memantapkan dan meluruskan pemahaman, memadamkan fitnah, serta membentengi diri dari akidah di luar Ahlussunnah wal Jama’ah, termasuk dari kelompok radikalisme dan terorisme.

Kederisasi tanpa penguatan ideologi yang matang, PMII hanya akan menciptakan kader prematur tanpa peran. Bukan tidak mungkin, jika kader PMII juga terjangkit virus radikalisme dan terorisme. Saat ini bukan hanya kuantitas yang dibutuhkan dalam setiap kaderisasi PMII, tetapi kualitas adalah hal yang harus di kedepankan. Apa lagi PMII telah terkontaminasi dengan politik praktis, maka peran tersebut akan menjadi mustahil untuk diembannya. Mereka hanya sibuk mengurusi politisi dan pemenangan partai dan calon kepala daerah.

Fenomena tersebut diharapkan dapat menyadarkan PMII untuk kembali ke kampus dan mengemban perannya dalam membumikan aswaja, tidak memberikan ruang bagi paham radikal di kampus. Masjid kampus harus diambil alih dan diisi dengan paham moderat yang telah lama dikembangkan dan diajarkan oleh para ulama di Nahdatul Ulama (NU). Tabayyun kepada para ulama NU setempat di seluruh wilayah harus ditingkatkan oleh PMII, bukan justru menghadap kepada para politikus yang meracuni dengan pemikiran politik praktis.

Penulis adalah kader PMII Makassar (PMII RE UMI Makassar)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Meme Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Rabu, 25 April 2012

Tingkatkan SDM, Banyuwangi Dorong Digitalisasi Pesantren

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Upaya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kabupaten Banyuwangi terus dipacu. Selain di bidang pelayanan publik, kesehatan, dan pariwisata, TIK juga digunakan untuk mengembangkan sumberdaya manusia (SDM) di pesantren.?

Tingkatkan SDM, Banyuwangi Dorong Digitalisasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan SDM, Banyuwangi Dorong Digitalisasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan SDM, Banyuwangi Dorong Digitalisasi Pesantren

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, bersama salah satu BUMN telekomunikasi, pihaknya telah dan akan terus mendorong digitalisasi pesantren. Saat ini, di sejumlah pesantren di Banyuwangi telah dipasang sarana TIK yang memadai, seperti titik wi-fi. Pelajaran teknologi informasi juga dimasukkan melalui pelatihan-pelatihan, termasuk melatih santri membuat bisnis berbasis online.

"Yang sedang disiapkan adalah digitalisasi kitab-kitab seperti Ihya Ulumuddin karya Imam Ghozali. Jadi kitab-kitab yang tebal itu cukup bisa dibaca di gadget. Biar belajarnya juga lebih enak dan bisa di mana saja. Kami ingin SDM santri bisa unggul dan mengikuti perkembangan teknologi. Jadi jangan lagi santri dianggap gagap teknologi," ujar Anas dalam sebuah dialog di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kitab yang didigitalisasi adalah kitab yang mengajarkan ajaran Islam yang ramah, toleran, damai, dan mencerahkan.?

Selain pesantren, Anas menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah memasang sekitar 1.400 titik wifi akses internet nirkabel di berbagai ruang publik, seperti taman, tempat ibadah, rumah sakit, puskesmas, sekolah, perpustakaan daerah, dan tempat publik lain.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Meski kami berada di ujung timur Jawa, tapi literasi digital tidak kalah. Sepanjang awal tahun ini, rata-rata pengakses wi-fi di Banyuwangi mencapai sekitar 170.000 per bulan, meningkat 75 persen dibanding tahun lalu yang rata-rata 97.000 pengakses per bulan," kata Anas.

Menurut Anas, saat ini infrastruktur TIK sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi sekadar gaya. Apalagi, pemerintah pusat telah memutuskan ada moratorium rekrutmen PNS, padahal di sisi lain jumlah PNS yang pensiun tiap tahun semakin besar. "Di Banyuwangi, tiap tahun sekitar 800 PNS pensiun. Nah, ini harus diimbangi dengan pelayanan berbasis TI agar tidak kewalahan dalam melayani masyarakat," kata dia.

Bagi Banyuwangi, lanjut mantan anggota DPR itu, infrastruktur tidak hanya jalan, jembatan, pelabuhan, jalur kereta api, dan bandara; tapi juga infrastruktur teknologi informasi.

Anas mencontohkan aplikasi TIK dalam layanan di Banyuwangi. Di bidang ekonomi, penerapan SMS Gateway dan instrumen TI lainnya memberi stimulus bagi dunia usaha. Investasi pun meningkat. Perizinan usaha naik dari 363 pada 2012 menjadi 5.490 pada 2013 alias naik 1.412 persen.

"Itu yang membuat realisasi investasi kami naik lebih dari 170 persen dari Rp 1,19 triliun pada 2012 menjadi Rp 3,24 triliun pada 2013," jelasnya.

Selain itu, ada penerapan Indipreneur klinik UMKM secara online dan komunitas pemuda wirausaha baru untuk meningkatkan dunia usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Adapun di bidang wisata, promosi dilakukan dengan pembuatan sistem operasi berbasis Android. "Dana promosi wisata kami sangat minim, karena itu kami optimalkan internet. Ada android, kita juga pakai social media. Hasilnya tingkat kunjungan wisatawan naik 100 persen untuk turis asing, dan ada kenaikan sekitar 35 persen untuk turis lokal," kata alumnus "Transformation Leadership Program" di Harvard Kennedy School of Government, AS, tersebut.

Dengan instrumen TI pula, Banyuwangi mendorong transparansi APBD di mana BPK bisa melakukan audit keuangan daerah secara real time. Akses APBD juga dibuka ke publik, sehingga terjadi kontrol yang efektif. Karena itu pula, laporan keuangan Banyuwangi mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni dari BPK dua tahun berturut-turut, padahal dulu laporan tersebut pernah mendapat opini disclaimer.

Kemudian di bidang layanan kesehatan, ada one call service untuk ambulans yang mengintegrasikan 150 unit ambulans dari 45 puskesmas dan seluruh rumah sakit yang ada. Ada pula aplikasi E-hospital yang mengintegrasikan 85 lembaga pelayanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit) di Banyuwangi. Selain itu, Banyuwangi memiliki sistem yang disebut Si Jempol Sehat Si Jempol Wangi (Sistem Informasi Jaringan Elektronik Mendukung Pelayanan Optimal Kesehatan Banyuwangi).?

Di bidang pendidikan, ada Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (Siap) Online yang membuat penerimaan siswa baru lebih transparan dan mendidik siswa secara lebih interaktif. Jalur pemantauan prestasi siswa juga bisa diakses oleh orang tua melalui instrumen TI.

Di bidang birokrasi, berkat TI, terjadi akselerasi kinerja. Proses surat-menyurat menjadi lebih cepat, hanya 1-2 jam. "Penyelesaian masalah-masalah di masyarakat kami tuntaskan secara borderless, tanpa harus rapat-rapat secara fisik. Efektif dan efisien," kata Anas. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw