Senin, 29 Januari 2018

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Penyakit yang hinggap pada manusia tidak hanya bersifat lahir, tetapi juga ada penyakit yang dapat merusak batin manusia. Orang-orang tua di zaman dahulu menyebut sejumlah penyakit hati seperti riya, sum‘ah, ujub, takabur, hasud.

Untuk mengobati sejumlah penyakit batin itu, orang-orang tua di zaman dahulu membuat sejumlah formula untuk memulihkan kesehatan batin. Abu Ishak Ibrahim bin Ahmad Al-Khawash salah satunya.

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash ini kemudian diabadikan oleh Imam Al-Qusyairi dalam Risalah-nya sebagai berikut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu ucapannya (Ibrahim Al-Khawash adalah, ‘Obat hati terdiri atas lima perkara, (1) membaca Al-Quran disertai perenungan, (2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain), (3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya), (4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam, (5) bergaul dengan orang-orang saleh.’ Hal ini disebutkan dalam Ar-Risalatul Qusyairiyah.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketika mensyarahkan Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Kediri dalam Sirajut Thalibin jilid 2 mengutip pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash. Rincian obat hati ini merupakan keterangan tambahan ketika Imam Al-Ghazali menjelaskan tawakal.

Kalangan sufi meyakini bahwa lima hal ini dipercaya dapat merontokkan penyakit hati dari dalam batin seseorang. Pasalnya satu-sama lain dari lima hal ini akan saling membantu dalam mengatasi penyakit hati seperti disebutkan di atas.

Obat hati ini cukup efektif untuk menasihati manusia yang terjankiti penyakit batin karena lima hal ini menasihati manusia dalam waktu-waktu dan dalam kondisi-kondisi tertentu. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sunnah, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Pilkada DKI Jakarta kali ini merupakan momen politik paling hiruk-pikuk dan paling panas dalam sejarah pemilihan kepala daerah di Indonesia. Sekalipun hanya peristiwa politik lokal, tetapi daya jangkauannya bersifat nasional mengingat posisi Jakarta sebagai pusat informasi dan rujukan politik nasional. Sedemikian besar energi masyarakat yang digunakan untuk berdebat terkait dengan dukungan yang diberikan kepada masing-masing calon, sampai-sampai banyak urusan penting lainnya terabaikan.

Salah satu yang membuat daya getarnya merambat ke seluruh pelosok Indonesia adalah  keberadaan media sosial. Pada era media cetak masih menjadi andalan publik mencari informasi, sebaran berita sifatnya lokal sehingga pengaruhnya hanya melingkupi daerah di mana media tersebut diedarkan. Medsos mampu menembus batas lokalitas. Apa yang terjadi di satu tempat, dalam waktu sangat singkat, tersebar ke seluruh penjuru dunia. Sayangnya, informasi yang beredar di medsos susah diverifikasi kebenarannya. Berita palsu atau hoax untuk mendiskreditkan lawan dari masing-masing kubu beredar secara viral  dari grup ke grup tanpa verifikasi kebenarannya yang mengakibatkan kegaduhan di mana-mana. Era posttruth di mana masyarakat mencari penegasan atas keyakinan yang dipeluknya menyebabkan mereka hanya menerima dan membagi informasi yang mendukung keyakinannya. Sifat kritis untuk memeriksa informasi dari dua belah pihak sudah hilang. Yang terjadi selanjutnya adalah, dukungan pada satu calon semakin militan.

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Media sosial, dengan sifatnya yang anonim telah menjadi ajang caci-maki pada pihak lain yang  tidak sependapat dengannya. Siapa saja bisa melempar isu tanpa merasa perlu bertanggung jawab atau enggan kepada orang lain yang lebih dihormati sebagaimana terjadi di dunia nyata. Pernyataan-pernyataan yang tidak dibaca utuh, ditanggapi dengan komentar atau cacian sekenanya tanpa berpikir panjang. Dengan mudah dan tanpa pikir panjang, remaja tanggung tanpa ilmu pengetahuan memadai memberi komentar pedas pada kiai terhormat yang tidak sependapat dengannya. Teman yang sebelumnya baik-baik saja di-unfriend karena beda pendapat. Hubungan antarkeluarga besar bisa menjadi kaku, semua akibat ketidakdewasaan dalam mensikapi pilkada dan ketidakkritisan pada berita-berita palsu yang menyertainya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Politik memang kejam, di balik sikap santun yang ditunjukkan para calon di hadapan publik, para tim sukses bekerja dengan segala cara untuk meraih kemenangan. Para buzzer, menciptakan kegaduhan-kegaduhan di masyarakat melalui jaringan media sosial yang dikelolanya. Mereka tidak peduli soal efek sosial yang ditimbulkan dari status-status yang mereka unggah, yang penting, secara pribadi dapat bayaran, dan secara kelompok, target kemenangan dicapai. Fenomena ini bukan hanya di Indonesia, kejadian yang sama terjadi di Amerika Serikat di mana, banyak orang secara pribadi mengambil keuntungan dari mengunggah berita-berita palsu karena masyarakat suka atas informasi tersebut dan kemudian membaginya dengan sukarela. Dengan demikian, situs yang dikelolanya mendapat banyak kunjungan. Dari situlah uang dihasilkan. Faktor inilah yang dinilai oleh sebagian orang sebagai kunci kemenangan Donald Trump.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jika tidak dikelola dengan baik dan diambil pelajaran atas kejadian seperti ini, maka ke depan metode-metode buruk untuk bersaing ini akan terus digunakan, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi dalam peristiwa politik selanjutnya seperti pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019 mendatang.  Obor Rakyat, tabloid abal-abal yang dgunakan untuk menjatuhkan lawan dengan sejumlah berita palsu saat pilpres 2014 sudah cukup meresahkan. Kala itu, cara yang digunakan masih konvensional. Redaksi yang bertanggung jawab masih bisa diminta pertanggungjawabannya di depan hukum.  Informasi di media sosial dengan kecepatan persebaran yang luar biasa, dengan sumber yang tidak jelas, akan memiliki daya rusak yang dahsyat jika digunakan untuk kepentingan negatif.  

Pilkada DKI menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk segera menyiapkan perangkat hukum dan teknologi guna mengantisipasi meluasnya berita palsu pada peristiwa politik di masa mendatang. Sebagai contoh, pemerintah Jerman telah meminta facebook dan aplikasi media sosial lainnya untuk mengambil tindakan lebih guna mengantisipasi penyebaran berita palsu karena adanya anggapan bahwa selama ini perusahaan-perusahaan tersebut belum mengambil tindakan yang memadai atas beredarnya hoax. Jika tidak, maka akan ada denda sangat besar yang harus ditanggung perusahaan-perusahaan tersebut. Para pemimpin harus mendidik masyarakat bagaimana bersikap lebih rasional dalam menghadapi pilkada karena pilkada bukanlah segalanya, melainkan sesuatu yang rutin digelar. Pusat-pusat layanan untuk memverifiksi kebenaran berita harus ditambah. Sudah banyak komunitas yang peduli terhadap maraknya berita palsu, tetapi ini belum cukup. Semuanya demi menjaga tertib sosial.  

Pilkada DKI Jakarta memang sempurna sebagai sebuah pertunjukan politik. Karakter msing-masing calon beserta kelebihan dan kelemahannya menjadi bahan pujian dan cacian pada kawan dan lawan, untuk menggerakkan dukungan dan mengintimidasi lawan. Menusia memang tidak ada yang sempurna, tapi bukan berarti boleh dicaci dengan semena-mena. Selamat kepada pemenang, pasangan Anies-Sandi. Semoga bisa menunaikan janji yang disampaikan selama masa kampanye. (Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Minggu, 28 Januari 2018

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Grand Syekh Al-Azhar  Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb beserta Majelis Hukama di Istana Negara, Senin (22/01) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain Presiden Jokowi, kedatangan Grand Syekh Al-Azhar ini juga disambut oleh para menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan Presiden Jokowi dengan Grand Syekh Al Azhar dan para menteri berlangsung tertutup.

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Usai pertemuan, Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir memberikan keterangan bahwa kedatangan Grand Syaikh Al-Azhar di Indonesia mempunyai beberapa agenda, seperti berkunjung ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Malang, dan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. 

Disampaikan Fachir, Al-Azhar merupakan Perguruan Tinggi Islam yang sangat terkenal di Indonesia. Al-Azhar tidak sedikit menarik mahasiswa Indonesia. Saat ini saja tercatat lebih dari 3500 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Al-Azhar.  

“Al-Ahar banyak melahirkan tokoh-tokoh luar biasa di Indonesia hingga sekarang ini. Selamat datang dan terima kasih atas kesediaannya datang ke Indonesia,” kata Fachir.

Mewakili Presiden Jokowi, Fachir mengucapkan terima kasihnya kepada Grand Syekh Al-Azhar yang telah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Indonesia. Al-Azhar adalah perguruan tinggi yang sangat moderat, sama seperti perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki toleransi dan moderasi yang cukup baik. Bahkan, Presiden memberikan apresiasinya, telah membangun dan sudah meresmikan empat gedung asrama Mahasiswa di Mesir yang dapat juga diperuntukkan bagi mahasiswa asing lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mantan Menlu Alwi Shihab yang juga hadir dalam pertemuan itu menyampaikan harapannya kepada Grand Syekh Al-Azhar, agar dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat Muslim Indonesia, dan membimbing mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menyebarkan kembali Islam yang jauh dari ekstrimisme dan jauh dari kekerasan. 

“Terima kasih kepada Syekh Al-Azhar telah mengunjungi Indonesia dan Presiden akan berkunjungan ke Mesir dalam waktu dekat,” terangnya.

Ditambahkan Alwi, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepad Al-Azhar karena selain memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, juga telah mengutus ulama setiap tahunnya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tahun ini saja, ada 30 dai dari Al-Azhar datang ke Indonesia untuk memberikan pendidikan di Indonesia. Pertemuan ini cukup baik dan bermanfaat,” kata Alwi Shihab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Sejumlah kader Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Banyuwangi menghadiri acara pelatihan jurnalistik di Seblang Room Radar Banyuwangi, Banyuwangi Jawa Timur.

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional

Mereka mengikuti diskusi ini guna peningkatan ketajaman dibidang jurnalistik. Pelatihan terbatas yang berlangsung , Selasa (3/1), tersebut diselenggarakan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) bekerja sama dengan Radar Banyuwangi.?

"Kami menghadiri pelatihan ini selain untuk pengembangan SDM, juga pengembangan kemampuan di bidang jurnalistik. Karena di sini, kami belajar bagaimana teknis penulisan berita secara profesional, wawancara, dan seni fotografi," papar Moh. Awang Nuryaddin, salah satu pengurus badan Student Crisis Center (SCC) PC IPNU Banyuwangi.

Menurutnya, pihaknya selama ini hanya langsung praktik menulis berita tanpa ada bimbingan teknis menulis secara profesional. "Selepas ini selain diberikan pembekalan menjadi jurnalis ideal. Juga, ke depan kita akan menjadi relawan dari jurnalis KPA untuk mengedukasi masyarakat khususnya tentang penyebaran, penyebab, dan penanggulangan virus HIV/AIDS," ungkap Awang pelajar asal Purwoharjo ini.

Sementara itu, Sekretaris KPA Banyuwangi Waluyo mengatakan, banyak pihak bermimpi tahun 2020 mendatang di Provinsi Jawa Timur tidak akan ada kasus lagi terkait HIV/AIDS. "Saya ingin dari Banyuwangi mengawali mimpi tersebut sebelum kabupaten lain di Jawa Timur, mewujudkan impian ini," ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Teknisnya, kata dia, dengan memanfaatkan website resmi yang dimiliki KPA. Dari sini peranan relawan jurnalis sangat dibutuhkan melalui tulisan-tulisannya untuk mengedukasi masyarakat. "Sejauh ini masyarakat kita sangat fobia khususnya di kalangan ODHA (Orang Dengan HIV/AID). Kebanyakan masyarakat menjauhi bahkan mengintimidasi eksistensi mereka yang terkena HIV/AIDS," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyimpulkan, sejauh ini edukasi tentang proses penyebaran dan penanggulangan virus HIV/AIDS di masyarakat masih kurang. Perlu adanya penambahan relawan untuk melakukan edukasi ini. Bisa melalui media online atau dengan kerja sama media koran radar Banyuwangi.

Redaktur Pelaksana Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud mengatakan siap membantu bagaimana teknis penulisan berita bagi wartawan pemula. "Karenanya jika terjadi kesalahan menulis atau menentukan angle dalam pemberitaan sangat vital sekali dampak kepada masyarakat. Untuk itu kami bersedia membantu relawan wartawan pemula tips bagaimana menulis, wawancara, dan pemberitaan di media secara profesional," tutupnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari lintas komunitas dan organisasi di setiap kecamatan. Juga tak lupa jajaran pengurus KPA dan Radar Banyuwangi juga turut menghadiri acara pelatihan ini. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Doa, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari

Sukoharjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. PC PMII Kabupaten Sukoharjo mengadakan kegiatan bedah kitab Risalah Ahlussunah wal Jamaah karya Hadratussyekh KH Hasyim Asyari, Senin (16/10). Sekitar 100 jamaah ikut hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan di Musholla Wahyu Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya membuka acara, Ketua PC PMII Kabupaten Sukoharjo Thoha Ulil Albab mengatakan kegiatan bedah kitab ini penting bagi para kader PMII.

PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari

“Tujuan dari acara ini tidak lain untuk mengetahui, sekaligus menggali pemikiran pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Sebagai intelektual muda NU haruslah mengetahui pemikiran pendiri Nahdlatul Ulama,” papar Ulil.

Dengan mempelajari kitab tersebut, lanjut dia, juga bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader dan masyarakat Nahdliyyin di bidang ke-Aswajaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

KH Aminudin Ihsan yang menjadi narasumber, dalam awal penyampaian menceritakan kehidupan dan ketokohan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Diterangkan lahirnnya NU tidak semata-mata hanya menjadi organisasi yang biasa.

“Nahdlatul Ulama’ didirikan bukan sekedar membentuk sebuah organisasi biasa. Akan tetapi, salah satu tujuan utama berdirinya Nahdlatul Ulama ialah mengusir penjajah,” kata dia.

Lebih lanjut disampaikan Kiai Aminudin, di dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah berpesan agar semangat dalam membangun organisasi. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Pelajar Putri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamtan Babat, Lamongan, Jawa Timur menggelar olahraga alam.?

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Kegiatan dilaksanakan di Sendang Desa Pucakwangi ini diikuti alumni Diklatama dan Diklat Scraft IPNU IPPNU. Olahraga alam ini merupakan tindak lanjut dari Diklatama dan Diklat Scraft IPNU dan IPPNU pada bulan September.

Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin Setiowati mengatakan, kegiatan rutin bulanan ini sebagai upaya memperkuat jasmani dan rohani pelajar NU. Tak hanya itu, juga bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, keharmonisan, dan loyalitas para kader DKAC CBP KPP Babat serta pelajar NU di Kecamatan Babat.

"Saya bangga memiliki kader-kader hebat DKAC CBP KPP Babat. Selain kompak juga selalu produktif membuat kegiatan. Tidak hanya itu, DKAC CBP KPP Babat juga selalu eksis melaksanakan latihan rutin. Semoga selalu istiqomah dan tetap kompak", ungkapnya pada sambutan berlangsung 14 Oktober 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sabtu, 27 Januari 2018

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Gerakan Pemuda Ansor melalui lembaganya Majelis Dzikir Rijalul Ansor menggelar acara Peringatan Nuzulul Qur’an yang di selenggarakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Tangerang (5/7). Mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara, Membangun Peradaban Bangsa” Ansor Tangerang ingin menegaskan bahwa pilihan Islam Nusantara adalah jalan tengah ditengah maraknya ideologi–ideologi Islam baik yang fundamentalis maupun yang liberalis. 

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menjelaskan bahwa pilihan tema tersebut dianggap pas dimana saat ini wacana Islam Nusantara begitu ramai dan menjadi bahan diskusi banyak orang. Banyak kelompok yang “menggugat” dan merasa “terancam” terhadap munculnya wacana ini karena dianggap sebagai sebuah konsep yang tidak jelas atau bahkan penuh dengan muatan asing.

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil

Padahal, menurut Huda ibarat produk, Islam Nusantara ini produk lama yang dikemas dan dipasar baru, jadi tidak perlu diributin. “Islam Nusantara merupakan cerminan Islam yang Rahmatan lil Alamin, sangat sesuai dengan prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama yakni tawasuth, tasamuh, tawazun dan i’tidal, jadi ya  harus kita dukung,” kata Huda. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Huda menambahkan bahwa Islam Nusantara telah terbukti mampu merajut dan menjaga keindonesiaan kita yang multi etnik, suku, ras, dan agama. Sebuah capaian yang belum tentu bisa diraih oleh negara Muslim lainya sehingga bukan sesuatu yang mengada-ada jika konsep Islam Nusantara ini ditawarkan kepada dunia sebagai sebuah konsep membangun peradaban dunia Islam.

Sementara KH Rosyidin yang bentindak sebagai penceramah dalam acara tersebut mengingatkan kepada Ansor dan Banser untuk senantiasa ikut mengawal dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal Jamaahsesuai yang diajarkan oleh para pendiri NU. Ia juga mengingatkan agar Ansor dan Banser selalu waspada terhadap berbagai gerakan dan penyebaran paham yang mengancam keutuhan NKRI.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian seribu  takjil, buka puasa bersama kader-kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Tangerang,  serta pada malam harinya dilakukan shalat Tarawih berjama’ah..

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembagian ta’jil yang melibatkan puluhan anggota Banser tersebut dilakukan di depan sekretariat GP Ansor Tangerang. Para Banser membagi-bagikan takjil kepada pengguna lalu lintas di sekitar Jalan Pasar Kemis Tangerang.

Kepala Banser Kabupaten Tangerang Anwari mengatakan kegiatan membagi-bagikan takjil ini dilakukan untuk mempermudah warga dan para pengendara kendaraan motor yang hendak berbuka puasa. 

“Kami menyiapkan seribu takjil untuk buka puasa warga yang melintas di depan Sekretariat Ansor. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Ansor dan Banser terhadap sesama,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw