Senin, 07 Agustus 2017

Pesantren Mochammad Shodiq Pertahankan Model Pendidikan Pendahulu

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pembelajaran dan penanaman akhlak sangatlah penting. Terlebih moral anak-anak zaman sekarang mulai tidak terkontrol. Hal ini menjadi fokus generasi kedua Pesantren Mochamad Shodiq di Desa Brani Kulon Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Setiap hari santri di pesantren tersebut disibukkan dengan pelajaran agama dan kitab.

Pengasuh Pesantren Mochamad Shodiq Habib Qodir bin Muhammad Shodiq mengatakan, pesantren ini berdiri tahun 1983 silam oleh Habib Mochammad Shodiq yang tidak lain adalah ayahnya sendiri. “Saya merupakan generasi kedua,” katanya, Jum’at (17/6).

Pesantren Mochammad Shodiq Pertahankan Model Pendidikan Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mochammad Shodiq Pertahankan Model Pendidikan Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mochammad Shodiq Pertahankan Model Pendidikan Pendahulu

Menurutnya, posisi sebagai pengasuh ia dapatkan atas kepercayaan sang ayah. Ia mendapatkan kepercayaan itu setelah menempa ilmu agamanya bertahun-tahun. Di antaranya di Darul Hadis Al-Faqiyah selama tujuh tahun.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dipercaya menjadi penerus, Habib Qodir mempertahankan metode pendidikan sang ayah. Karenanya, saat ini pesantren tersebut tetap fokus pada pendidikan agama. “Diniyah wajib, jika tidak ingin sekolah diniyah, maka jangan mondok di sini,” tegasnya.

Selain itu, upaya yang dilakukan Habib Qodir terutama pada pesantrennya ialah fokus pada ajaran agama dan kitab. Dalam jenjang yang pendidikannya ialah Tamhidi, Ibtidaiyah Diniyah, Tsanawiyah Diniyah serta Aliyah Diniyah. Jenjang ini ditempuh selama 6 tahun. “Adapun yang diajarkan mulai kitab kuning, kitab klasik sampai pada kitab Bukhori Muslim serta tafsir Al-Qur’an dan Fiqih,” terangnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Setiap hari, seluruh santri sudah ditetapkan jadwalnya. Dimulai pukul 07.00-11.00 yakni pelajaran agama. Selanjutnya pukul 13.00-16.00 pembelajaran umum. Setelah itu, santri istirahat dan bersih-bersih. Malam hari, setelah salat Maghrib berjamaah, pembelajaran kitab besar yang diajari oleh 5 ulama yang ahli agama diniyah. Pembelajaranya fokus pada kitab dan hadis.

“Hal ini dilakukan guna untuk menciptakan santri yang? berintelektual keagamaan,” tuturnya.

Habib Qodir yang menaruh perhatian pada perkembangan anak-anak zaman sekarang mengaku miris. Karenanya, pengawasan harus ditingkatkan. Jika si anak tinggal dengan orang tuanya, maka tanggung jawab ada di orang tua. Kalau mondok, tentu saja kewenangan pengasuh. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Amalan, Berita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar