Senin, 19 Oktober 2009

Muslim Rohingya di Mata Komandan Militer Myanmar

Yangon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Komandan militer Myanmar Jendral Senior Min Aung Hlaing menyatakan bahwa Muslim Rohingya bukan bagian dari penduduk asli negaranya. Hal ini disampaikan dalam pertemuannya dengan duta besar Amerika Serikat.

Muslim Rohingya di Mata Komandan Militer Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Rohingya di Mata Komandan Militer Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Rohingya di Mata Komandan Militer Myanmar

Ia juga tampak enggan menanggapi tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara di bawah kendalinya dengan menuduh balik bahwa media telah melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar.

Min Aung Hlaing melaporan tentang krisis pengungsi Rohingya kepada Duta Besar Scot Marciel. Min Aung Hlaing bahkan tak menyebut etnis monoritas itu dengan sebutan "Rohingya", melainkan "Bengali". Menurutnya, penjajah Inggris bertanggung jawab atas masalah tersebut.

"Orang-orang Bengali tidak dibawa ke negara ini oleh Myanmar, tapi oleh penjajah," katanya kepada Marciel, menurut laporan pertemuan yang dipublikasikan pada Kamis, seperti dikutip Reuters.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Mereka bukan penduduk asli," orang paling berkuasa di negara berpenduduk mayoritas Buddha itu.





(Baca juga: Lima Fakta yang Harus Diketahui di Balik Tragedi Rohingya)

Saat ini lebih dari setengah juta jiwa orang Rohingya melakukan eksodus ke Bangladesh sejak eskalasi kekerasan yang terjadi negara bagian Rakhine, Myanmar, akhir Agustus lalu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam laporan yang diwartakan AFP, aksi brutal tentara Myanmar terhadap Muslim Rohingya telah berdampak luas pada relasi negara ini di dunia internasional. Yang terbaru, Uni Eropa menghentikan hubungan militer dengan Myanmar karena dianggap telah melampaui batas penggunaan kekuatan bersenjata.

Uni Eropa saat ini melarang ekspor senjata dan peralatan yang dapat digunakan untuk "represi internal". Bahkan, ia membuka kemungkinan sanksi jika krisis kemanusiaan tersebut tidak kunjung membaik. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar